BAB 1 - BAB 10

BAB 1

DiKota Zhou hiduplah seorang yang sangat bersemangat, Dia bukanlah seorang pelajar kutu buku tetapi Wawasannya sangat luas dan pikirannya terbuka untuk banyak hal. Bicaranya tidak banyak dan pembawaanya sangat tenang. Tubuhnya Tinggi Tegap, matanya besar dan kupingnya lebar, tanganya kuat dan bahunya lebar serta memiliki bibir berwana kemerahan dan muka yang tidak pucat, matanya bersinar penuh dengan semangat yang ada didalam dirinya.

Dia adalah keturunan dari pangeran Sheng dari ZhongShan yang ayahnya adalah Kaisar JING (memerintah dari tahun 157 SM-141 SM),kaisar ke 4 dinasti Han. Dia bernama LIU BEI. Lama sebelumnya salah satu kakeknya pernah menjadi gubernur didaerah itu, tetapi kehilangan jabatannya akibat kesalah yang dilakukannya pada suatu upacara kerajaan. Ayahnya adalah Liu Hong, seorang pelajar dan pejabat yang jujur tetapi seperti semua layaknya pejabat yang jujur waktu itu maka dia mati muda dan meninggalkan keluarganya hidup dalam kemiskinan dan Liu Bei terkenal karena dia sangat hormat kepada ibunya.

Pada saat itu keluarga Liu Bei sangat miskin dan Liu Bei mendapatkan uang dari hasil menjual sendal dan tikar jerami. Rumahnya berada disebuah desa tidak jauh dari kota Zhou. Didekat Rumahnya tumbuh sebuah pohon Mulberry (Yang biasa dijadiin tempat beternak ulat sutera) yang kalau dilihat dari jauh tampak seperti kanopi yang menaungi kereta kuda kerajaan. Tidak ada yang istimewa dengan rumah itu sendiri, tetapi pernah suatu ketika lewat seorang peramal yang mengatakan bahwa "SUATU HARI SEORANG YANG HEBAT AKAN MUNCUL DARI RUMAH TERSEBUT".

Ketika Kecil Liu Bei sering sekali bermain dengan teman-teman sebayanya dipohon itu. Dan dia suka memanjat pohon itu seraya berteriak " AKU LIU BEI, ADALAH PUTRA LANGIT DAN INI ADALAH KERETA KUDA KU". Pamannya Liu YuanQi melihat bahwa Liu Bei tidaklah seperti anak2x umumnya dan merasa bahwa kehadirannya di keluarga Liu ini adalah sebuah pertanda.

Ketika Liu Bei berumur 15 tahun, ibunya mengirimnya bersekolah(belajar lebih tepat maksudnya karena pada saat itu orang yang bisa bersekolah adalah yang kaya atau pintar sekali). Untuk beberapa saat Liu Bei melayani Zheng Xuan dan Lu Zhi dan dia menjadi teman dekat dari Gongsun Zan.

Liu Bei berumur 28 tahun ketika pemberontakan Jubah Kuning terjadi. Ketika Dia melihat Pengumuman mengenai perekrutan pasukan karena ada pemberontakah dia menghela napas dalam2x.

Tiba-tiba dari belakangnya terdengar orang berkata "Tuan, mengapa anda menarik napas jikalau anda tidak membantuk negara dengan menjadi tentara ?"

Berbalik tiba-tiba, Liu Bei melihat orang denga badang yang tinggi besar, Dengan kepala yang bundar seperti kepala Macan Tutul, Mata yang besar, Dagu yang lebar dan suara seperti auman singa. Seketika itu Liu Bei sadar bahwa dia tidak berbicara dengan orang biasa-biasa saja dan dia menanyakan siapa namanya.

"Zhang Fei adalah namaku", Balas orang itu, "Aku hidup didekat sini dan mempunyai pertanian, dan aku juga menjual arak dan daging. Aku juga suka berteman dengan orang2x dan helaan nafasmu membuat aku tertarik untuk berbicara padamu".

Liu Bei memebalas "Aku masih keturunan kekaisaran, namaku adalah Liu Bei dan harapanku adalah bisa memadamkan pemberontakan jubah kuning tersebut tetapi aku tdk dapat melakukan apa2x"

Zhang Fei menjawab "Aku juga bermaksud sama, Bagaimana kalau kau dan aku bersama membangun pasukan dan melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk masalah ini ?"

Ini adalah kabar gembira buat Liu Bei dan mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah penginapan untuk berbincang-bincang. Ketika mereka sedang minum-minum, tiba-tiba muncul dihadapan mereka seorang berbadan besar, tinggi dan mendorong gerobak besar tiba-tiba masuk kedalam penginapan tersebut dan memanggil pelayan seraya berkata "Pelayan Bawakan aku arak, dan cepatlah aku akan pergi ke balai kota untuk mendaftarkan diri menjadi tentara"

Liu Bei memperhatikan si pendatang itu, dan memperhatikan bahwa badannya sangat besar dan berjanggut panjang dan berwajah merah seperti apel. Bermata seperti Phoenix dan beralis seperti segulung sutera. Keseluruhan penampilannya memberikan aura bahwa dia adalah orang yang kuat dan memiliki kebanggan diri yang tinggi. Lalu Liu Bei mendekatinya dan menanyakan namanya.

"Saya adalah Guan Yu", Balas orang itu, "Saya berasal dari seberang sungai, Tapi telah lima tahun saya menjadi buron karena saya membunuh seorang penjahat yang kaya dan berkuasa tapi menyengsarakan rakyat, saya kesini untuk masuk dalam ketentaraan".

Dan Liu Bei pun akhirnya menceritakan tujuannya juga dan bersama dengan Zhang Fei mereka menuju pertanian Zhang Fei untuk membicarakan Rencana besar mereka.

Kata Zhang Fei " Pohon Persik dibelakang RumahKu Sedang bermekaran dan bunganya indah sekali, besok kita akan mempersembahkan kurban untuk bersumpah sebagai saudara dihadapan langit dan bumi dan memohong pertolongan langit agar kita berhasil dalam tugas kita untuk menumpas pemberontak dan mendamaikan negara".

Liu Bei dan Guan Yu setuju dengan rencana tersebut.

Bertiga mereka keesokan harinya mempersiapkan upacara, seekor lembu jantan, seekor kuda putih dan 3 cangkir arak dipersembahkan dalam upacara tersebut. Mereka lalu bersujud kepada langit dan bumi seraya bersumpah :

"Kami Bertiga, Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei, Walaupun berbeda keluarga tapi memiliki satu hati dan bersumpah untuk saling mengangkat saudara dan membantu sesama sampai akhir. Kami bersumpah untuk saling membantu sesama dimasa susah dan menikmati kesenangan bersama dimasa-masa yang bahagia, Kami bersumpah untuk melayani negara dan rakyat. Kami Tidak dilahirkan disaat yang sama, tetapi kami bersedia mati disaat yang sama. Semoga Langit, yang maha kuasa, bumi dan semua hal yang menghasilkan mendengar sumpah kami. Jika Kami melupakan Sumpah ini dan kebaikan serta kebenaran maka biarlah langit dan bumi menyiksa kami."

Mereka semua bangkit berdiri dan Guan Yu serta Zhang Fei membungkuk hormat pada Liu Bei, Liu Bei sebagai kakak tertua, Guan Yu no 2, Dan Zhang Fei no 3. Mereka menyembelih lembu tersebut dan mengadakan pesta syukuran bersama dengan penduduk desa, 300 orang datang dan bergabung dengan mereka dan bersedia bersama-sama dengan mereka untuk memperjuangkan negara demi terciptanya kedamain kembali.

Perjalanan Ke tiganya baru akan dimulai, Langit mempertemukan mereka dan mempersatukan mereka dalam ikatan persaudaraan, Ikatan yang akan selalu dikenang sepanjang jaman, dimana tidak ada satu apapun dapat memisahkan mereka ,tidak juga kematian. Persaudaraan sepanjang jaman demi menciptakan kedamaian di singasana naga...........

Setelah bersumpah menjadi saudara dan berhasil merekrut pasukan pertamnya pada keseokan harinya 3 saudara itu mulai mempersiapkan diri mereka semua untuk maju kemedan perang melawan para pemeberontak.

Setelah senjata dikumpulkan dan dibagi-bagikan mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kuda seekorpun. Tetapi mereka di gembirkan oleh kabar bahwa ada seorang pedangang kuda yang baru memasuki kota .

"Langit membantu kita", kata Liu Bei.

3 saudara tersebut menyambut sang pedangang kuda tadi. Mereka adalah Zhang ShiPing dan Su Shuang dari ZhongShan. Mereka pergi kedaerah utara setiap tahunnya untuk membeli kuda. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang karena adanya pemberontakan dimana-mana. 3 saudara itu mengundang mereka pergi ke tanah pertanian Zhang Fei dan menjamu mereka dengan arak. Liu Bei lalu menceritakan rencana mereka untuk berjuang mengembalikan kedamaian bagi rakyat. Kedua pedagang itu sangat bersimpati dan akhirnya memberikan 50 kuda, 500 ons emas dan perak, 1500 pon besi baja untuk dibuat senjata.

3 saudara itu sangat berterima kasih dan kemudian saudagar kaya itu meninggalkan mereka. Kemudiam Liu Bei mencari seorang pandai besi untuk membuat senjata, Liu Bei membuat pedang kembar yang disebut "SHUANG JIAN", Guang Yu membuat sebuah tombak besar dengan ujung yang melengkung dan berukiran naga hijau disisinya dengan berat 100 pon yang disebut "QING LONG YAN YUE TAO" dan Zhang Fei membuat sebuah tombak dengan ujung seperti lekukan ular dan panjang 10 kaki disebut "SHE MAO".

Dan mereka pun juga dilengkapi dengan baju besi dan helm.

Ketika senjata sudah siap, pasukan yang kini berjumlah 500 orang tentara bergerak menuju tempat Komandan Zhou Jing yang membawa mereka kepada gubernur Liu Yan. Ketika Prosesi upacara selesai, Liu Bei memperkenal Diri pada Liu Yan dan Liu Yan memperlakukan Liu Bei dengan hormat karena didasarkan pada silsilah Liu Bei.

Tidak lama sebelumnya diberitkan bahwa pasukan pemberontak jubah kuning dibawah pimpinan Cheng Yuan Zi telah menyerang daerah sekitarnya dengan pasukan berkekuatan 15.000 orang. Liu Yan dan Zhou Jing memerintahkan Liu Bei dan saudaranya untuk menghadapi pasukan pemberontak. Liu Bei dengan senang hati menerima perintah itu dan langsung mempersiapkan pasukannya untuk pergi menuju bukit Da Xing. Disana mereka bertemu dengan pasukan pemberontak jubah kuning.

Liu Bei langsung menerjang maju, diikuti dengan Guan Yu Di kirinya dan Zhang Fei di kanannya.

Sambil melaju mendekati pasukan musuh Liu Bei berteriak "Hai, Pemberontak, mengapa kau tidak turun dari kudamu dan menyerahlah !!!"

Pimpinan pasukan pemeberontak Cheng Yuan Zi mendengar ejekan Liu Bei langsung mengirimkan salah satu jenderalnya Deng Mao untuk bertarung. Ketika Deng Mao maju mendekati Liu Bei, Zhang Fei langsung memacu kudanya berada didepan Liu Bei, hanya dengan sekali Hunusan Tombak Zhang Fei langsung merobohkan Deng Mao. Cheng Yuan Zi yang melihat hal ini langsung mengambil senjatanya dan memacu kudanya mendekati Zhang Fei. Kali Ini Guan Yu yang menghadang, Guan Yu langsung mennebaskan Goloknya dan seketika itu juga tubuh Cheng Yuan Zi terbelah menjadi dua.

Karena Pemimpinnya sudah tewas maka pasukan pemberontak langsung lari kocar-kacir dan meninggalakan persenjataan mereka. Tentara pemerintah langsung mengejar mereka, banyak yang berhasil ditangkap dan akhirnya perang hari itu dimenangkan oleh pasukan kerajaan.

Ketika mereka semua kembali, Liu Yan langsung menyambut mereka dan membagikan hadiah. Tapi keesokan harinya datang surat dari gubernur Gong Jing dari wilayah JingZhou yang menginformasikan kota mereka sedang dikepung oleh tentara pemberontak dan kota sudah hampir jatuh. Mereka membutuhkan bantuan segera.

Liu Bei begitu mendengar kabar ini langsung memutuskan untuk berangkat membantu.

Liu Bei langsung berangkat keesokan paginya dengan tentaranya dan dibantu dengan 5000 tentara kerajaan dibawah pimpinan jenderal Zhou Jing. Tentara pemberontak begitu melihat ada bantuan yang datang langsung membagi pasukannya, 1/2 menghadapi pasukan Liu Bei dan Zhou Jing. Pasukan Liu Bei tidak dapat menembus pertahanan pasukan pemberontak akhirnya memutuskan mundur sejauh 10 Km. Liu Bei lalu berkata "Kita sedikit dan mereka terlalu banyak, mereka hanya dapat kita kalahkan dengan strategi yang jitu."

Akhirnya direncanakanlah serangan mendadak, Dijalan menuju kota Liu Bei memerintahkan Guan Yu untuk bersembunyi disebelah kanan dan Zhang Fei disebelah kiri, sedangkan Liu Bei memimpin pasukan utama. Ketika persiapan telah selesai, lalu Liu Bei maju mendekati pasukan pemberontak, dan ketika pasukan pemberontak juga bergerak maju tiba-tiba Liu Bei membunyikan gong tanda mundur. Pasukan Pemberontak yang mengira pasukan Liu Bei takut lalu langsung mengejar pasukan Liu Bei hingga masuk kedalam jalan setapak. Gong lalu dibunyikan tanda pasukan Guan Yu dan Zhang Fei menyerang sekarang. Lalu pasukan pemberontak terjebak dari 3 sisi dan mereka mengalami korban jiwa yang banyak. Mendengar kabar bahwa teman2x mereka diserang secara tiba-tiba, pasukan pemberontak yang lain datang membantu dan mengakibatkan pengepungan terhadap kota jadi melemah, melihat hal ini gubernur Gong Jing langsung memimpin pasukan yang tersisa berjumlah 3000 orang langsung menyerbu keluar benteng. Tentara pemberontak yang kebingungan akhirnya dapat dihancurkan dan mereka banyak yang terbunuh.

Setelah perayaan kemenangan Komandan Zhou Jing memohon diri untuk kembali ke YIZHOU. Tapi Liu Bei berkata "Kami dengar komandan Lu Zhi sedang berjuang melawan serang pemberontak yang dipimpin Zhang Yue di GuangZong. Lu Zhi adalah guruku dan aku ingin membantunya."

Akhirnya Zhou Jing dan Liu Bei berpisah, dan 3 bersaudara itu akhirnya pergi ke GuangZong dengan tentara mereka. Mereka akhirnya berhasil sampai keperkemahan tentara Lu Zhi dan mereka diterima disana dengan baik.

Pada saat itu bala tentara Zhang Yue berjumlah 150.000 orang sedangkan tentara Lu Zhi berjumlah 15.000 orang. Setiap hari terjadi pertempuran kecil tetapi tidak ada yang dapat mengalahkan satu sama lain.

Lu Zhi berkata pada Liu Bei, "Aku dapat mengepung pemberontak itu disini, tetapi Zhang Ba dan Zhang Lian menekan Huangfu Song dan Zhu Jun di YiChuan. Aku akan memberimu 1000 tentara untuk melihat keadaan mereka dan setelah itu baru kita pikirkan rencana penyerangan kita."

Akhirnya Liu Bei berangkat secepatnya menuju YiChuan, Pada saat ini tentara kerajaan berhasil memukul mundur pemberontak hingga ke Chang Se dan mereka berkemah di lapangan rumput.

Melihat hal ini Huangfu Song berkata kepada Zhu Jun " Tentara pemberontak berkemah di rerumputan, kita dapat menyerang mereka dengan api."

Akhirnya tentara kerajaan diperintahkan untuk mengambil rumput kering, dan rumput2x itu dikumpulkan lalu disirami minyak. Rumput2x itu diletakan disekeliling daerah perkemahan tentara pemberontak. Ketika malam tiba, angin tiba-tiba berhembus menuju arah kamp pemberontak. Ketika melihat hal ini, maka Huangfu Song dan Zhu Jun langsung memerintahkan penyerangan, seketika itu api berkobar menutupi perkemahan tentara pemberontak. Tentara pemberontak kebingungan dan kebanyakan mati mengenaskan karena terbakar. Tidak ada waktu lagi untuk memakai baju zirah dan menaiki kuda, mereka semua berserakan kesegala arah.

Pertempuran berlangsung hingga fajar menyingsing, Zhang Ba dan Zhang Lian beserta sekelompok kecil pemberontak berhasil melarikan diri. Tetapi tiba-tiba dihadapan mereka muncul sekelompok tentara dengan bendera berwarna merah. Pemimpin mereka berukuran tubuh sedang, dengan mata yang kecil dan janggut yang panjang. Dia adalah Cao-Cao dari Bei Juo, dia berpangkat jenderal pasukan berkuda kerajaan. Ayahnya adalah Cao Song, tapi bukanlah benar-benar keturunan keluarga Cao.Cao Song terlahir dgn marga XiaoHou, tetapi dia telah diangkat anak oleh Kasim Cao Teng dan merubah marganya.

Sebagai seorang pemuda Cao-cao menggemari berburu, musik dan tarian. Dia sangat berbakat dan penuh dengan akal. Seorang pamannya sering melihat cao-cao ini sangat labil, terkadang marah kepadanya dan melaporkan perilaku buruknya kepada orang tua cao-cao. Ayahnya lalu memarahi cao-cao.

Tetapi Cao-cao membalasnya, Suatu hari ketika cao-cao melihat pamannya datang, maka dia tiba-tiba pura terjatuh dan kesakitan. Sang Paman lalu lari dan mengatakan pada ayahnya yang akhirnya datang melihat, tetapi ketika ayahnya datang Cao-cao baik-baik saja.

"Tetapi pamanmu berkata bahwa kau terluka, apakah kamu baik-baik saja ?", Kata ayahnya.

"Aku tidak pernah mengalami luka apapun," kata cao-cao, " tetapi aku telah kehilangan kepecayaan pamanku dan dia hanya menipumu.".

Setelah itu apapun yang pamannya kayakan mengenai kesalahan cao-cao, ayahnya tidak pernah mendengarkannya lagi. Akhirnya cao-cao tumbuh dewasa dengan seenaknya dan tidak terkontrol.

Seorang pria pada saat itu bernama Qiao Xuan berkata pada cao-cao, "Pemberontakan sudah didepan mata, dan hanya orang dengan kemampuan terhebat yang dapat membawa perdamaian kembali muncul, dan orang itu adalah kau."

dan He Yong dari NanYang berkata kepadanya "Dinasti Han sedang mengalami keruntuhan, orang yang dapat mengembalikan kedamaian adalah dia dan hanya dia."

Cao-cao pergi ke Runan untuk menanyakan mengenai masa depannnya pada orang benama Xu Shao.

"Orang Seperti Apakah aku ini ?" tanya cao-cao.

peramal itu tidak berkata apa, lagi dan lagi Cao-Cao menanyakan hal itu.

lalu Xu Shou menjawab "Dalam masa damai kamu adalah orang berguna, dalam masa kekacauan kamu adalah pahlawan yang hebat."

Cao-cao sangat senang mendengar jawaban ini.

Cao-cao lulus dari akademi militer pada umur 20 tahun dan mendapatkan reputasi sebagai orang yang berintegritas. Dia memulai karir sebagai kepala komandan disebuah distrik di ibukota. Di keempat gerbang ibu kota dia menaruh gada dengan berbagai bentuk dan dia akan menghukum orang yang melanggar hukum apapun pangkat orang itu. Seorang paman dari kasim Jian Shuo ditemukan membawa pedang dijalanan pada malam hari dan itu merupakan pelanggaran. Karena itu pula maka ia dihukum dengan dipukul menggunakan gada itu. Setelah itu tidak ada seorangpun yang berani melanggar aturan lagi. Nama cao-cao akhirnya menjadi terkenal dan dia diangkat menjadi kepala pengadilan di DunQiu.

Ketika pemberontakan Jubah Kuning dimulai,Cao-cao berpangkat jenderal dan kepadanya diberikan 5000 pasukan berkuda dan infantri untuk bertempur di Yingchuan. Dia kebetulan bertemu dengan sisa-sisa pemberontak. Ribuan tewas dan banyak sekali kuda, drum, senjata, bendera yang berhasil direbut berikut jumlah uang yang sangat besar. Tetapi Zhang Ba dan Zhang Liang berhasil melarikan diri. Dan setelah bertemu dengan Huangfu Song, cao-cao mengejar sisa pemberontak yang melarikan diri.

Sementara itu Liu Bei dan saudaranya sedang berkuda menuju YingChuan ketika mereka mendengar bunyi pertempuran dan melihat api diangkasa. Tetapi mereka terlambat datang ke pertempuran. Mereka melihat HuangFu Song dan Zhu Jun dan kepada mereka Liu Bei menjelaskan maksud kedatangannya.

"Kekuatan pemberontak telah hancur disini" kata jenderal itu, "Tetapi mereka pasti akan pergi ke GuanZong untuk bergabung dengan Zhang Jue. Kamu tidak dapat melakukan apapun disini, lebih baik kamu cepat kembali ke GuanZong"

Liu Bei akhirnya memimpin pasukannya kembali ke GuanZong, Ditengah perjalanan mereka melihat pasukan istana sedang mengawal tawanan dalam kereta. Ketika mereka mendekat, mereka melihat bahwa tahanan tersebut adalah Lu Zhi, jenderal yang akan mereka tolong. Dengan cepat Liu Bei turun dari kudanya dan bertanya apa yang terjadi.

Lu Zhi Bercerita "Aku telah mengepung tentara pemberontak dan dalam posisi siap menghancurkan mereka, ketika Zhang Yue menggunakan ilmu gaibnya dan mengagalkan seranganku. Kerajaan mengirimkan kasim Zhuo Feng untuk menyelidiki kekalahku, perjabat itu menuntut sogokan. Aku beritahukan padanya berapa keras kita mencoba untuk mengalahkan musuh dan dalam situasi seperti ini bagaimana caranya aku dapat mencarikan upeti untuknya. Dia pergi dengan marah dan melaporkan pada istana bahwa aku menyembunyikan pampasan perang dan tidak membagikannya dan itu membuat pasukanku kehilangan semangat. Jadi aku digantikan oleh Dong Zhuo, dan aku harus pergi ke ibu kota untuk menjawab tuntutan pengadilan."

Cerita itu membuat Zhang Fei marah dan nyaris saja dia membunuh para pengawal2x kerajaan itu. Tapi Liu Bei mencegahnya.

"Pemerintah akan mengurusnya dengan adil" kata Liu Bei "Kau jangan bertindak gegabah."

Akhirnya tidak ada gunanaya mengikuti jalan itu menuju GuanZong, Guan Yu mengusulkan agar mereka kembali ke Zhuo. Dua hari kemudian gelegar peperangan kembali terdengar dibalik bukit. Dengan cepat mereka menuju atas bukit dan melihat tentara pemerintah mengalami kekalahan. Mereka melihat seluruh dataran telah dipenuhi tentara pemberontak jubah kuning dan dibendera mereka tertulis ZHANG JUE,PENGUASA LANGIT.

"Kita akan menyerang Zhang Jue!" lata Liu Bei kepada saudaranya, dan mereka memacu kudanya untuk ikut bertempur.

Zhang Jue berhasil mengalahkan pasukan Dong Zhuo dan terus menekan. Dia sedang bersemangat untuk menghancurkan seluruh pasukan pemerintah ketika tentara Liu Bei tiba, pasukannya kebingungan karena muncul pasukan yang tak dikenal ditengah2x mereka. Akhirnya pasukan Zhang Jue kacau dan mundur sejauh 15 km. Liu Bei berhasil menyelematkan jenderal pasukan pemerintah dan kembali ke perkemahan mereka.

"Apakah Jabatanmu ?" Tanya Dong Zhuo.

"Tidak ada" jawab Lie Bei.

Dan Dong Zhuo memperlakukan mereka dengan tidak hormat. Liu Bei pergi denan tenang, tetapi Zhang Fei marah besar.

"Kita Baru saja menyelamatkan nyawanya dalam pertempuran yang sengit" Teriak Zhang Fei, " Dan sekarang dia bersikap kasar pada kita! tidak ada apapun juga yang dapat meredam kemarahanku kecuali kematiannya!".

Zhang Fei berjalan menuju tenda Dong Zhuo dan ditanganya dia mengengam sebilah pedang.

BAB 2

Dong Zhuo Lahir di daerah barat laut cina, tepatnya di Lintao didaerah lembah barat. Sebagai gubernur HeDong, Dong Zhuo sangat sombong dan berlebihan. Tetapi hari dimana dia memperlakukan Liu Bei dengan kasar dapat saja menjadi hari terakhirnya, jika saja Liu Bei dan Guan Yu tidak menahan Zhang Fei yang sedang marah.

"Ingat Dia adalah Pejabat Pemerintah yang diangkat Kerajaan", Kata Liu Bei”Siapakah kita untuk memutuskan dan menghukum ?"

"Sangat memuakan untuk menerima perintah dari bajingan seperti dia, Aku lebih baik membunuhnya sekarang! Kau boleh tinggal disini bila kau mau tapi aku lebih baik mencari tempat lain." , Kata Zhang Fei.

"Kita bertiga adalah satu dalam kematian dan dalam hidup, tidak ada perpisahan diantara kita, kita semua akan selalu bersama."

Akhirnya ketiga saudara itu berangkat dan pergi menemui Zhu Jun yang menerima mereka dengan baik dan berterima kasih atas bantuan yang mereka telah berikan ketika melawan Zhang ba. Pada saat ini Cao-Cao telah bergabung dengan huangfu Song, dan mereka sedang berusaha menghancurkan pasukan Zhang Liang dalam pertempuran di QuYang.

Zhang Ba mengkomandani sekitar 80.000 pasukan. Pemberontak telah memposisikan pasukannya dibelakang bukit. Penyerangan terhadap posisi pemberontak kemudian direncanakn dan Liu Bei yang akan memimpin pasukan utama. Pada pasukan pemberontak salah seorang jenderal Zhang Ba, Gao Seng menantang duel satu lawan satu. Zhang Fei langsung keluar dari barisan dan maju kedepan menghadapinya. Hanya dalam beberapa jurus saja, Zhang Fei berhasil melukai Gao Seng yang terpental dari kudanya. Melihat ini maka Liu Bei langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu maju.

Lalu Zhang Ba yang duduk diatas kudanya, melepaskan ikat rambutnya, mengambil pedangnya dan merapalkan semacam doa. Tiba-tiba angin mulai berhembus dengan kuatnya, petir menghiasi langit dan kilatan2x cahaya dari langit menhantam bumi, bunyi gemuruh yang memiawakan telinga membuat kuda-kuda ketakutan dan dari langit turun awan hitam yang menutupi medan peperangan. Ketakutan melanda pasukan kerajaan, Liu Bei memimpin pasukannya mundur, tetapi mereka dalam keadaan kacau sehingga banyak yang meninggal karena terinjak-injak.

Zhu Jun dan Liu Bei membahas masalah ini.

"Zhang Ba menggunakan sihir", Kata Zhu jun”Esok, aku akan menyiapkan penangkal dengan menggunakan darah babi dan kambing. Darah ini harus dipercikan kepada pasukan mereka dan kita akan dapat mematahkan sihir mereka."

Maka diputuskanlah demikian.Guan Yu dan Zhang Fei masing-masing membawa 1000 pasukan dan bersembunyi di tebing yang tinggi dan mereka membawa banyak darah babi dan kambing. Keesokan harinya ketika pemberontak membunyikan genderang perangnya untuk menantang perang, Liu Bei maju menghadapi mereka. Pada saat yang sama, lagi Zhang Ba menggunakan sihirnya. Pasir berterbangan menutupi pandangan, kerikil berserakan menutupi jalan, awan gelap menutupi langit dan pasukan musuh muncul dari kebalikan badan pasir itu. Liu Bei mundur seperti sebelumnya, dan pasukan pemberontak terus mengejarnya. Ketika pasukan pemberontak memasuki jalan dengan tebing tinggi, tiba dikejutkan oleh bunyi terompet dan genderang yang keras, dan dari tempat persembunyiannya pasukan Guan Yu dan Zhang Fei memercikan Darah babi dan Kambing. Tiba-tiba pasukan pemberontak yang muncul dari balik badai itu berjatuhan dan berubah menjadi lembaran kertas dan badaipun berhenti.

Zhang Ba yang melihat bahwa sihirnya telah dapat dihancurkan lalu memutuskan mundur. Dan ketika pasukannya sedang mundur, dari arah kiri dan kanannya muncul Guan Yu dan Zhang Fei dan dari belakang ada Liu Bei dan Zhu Jun. Pasukan Pemberontak berhasil dihancurkan. Liu Bei dari kejauhan melihat panji2x perang Zhang Ba penguasa bumi. Dengan Cepat Liu Bei mengejarnya dan dengan panah berhasil melukai tangan kiri Zhang Ba. Walaupun terluka Zhang Ba masih dapat melarikan diri ke kota YANG CHENG, Kota itu akhirnya dikepung oleh Zhu Jun.

Pengintai yang dikirim untuk mendapatkan kabar dari pasukan Huangfu Song melaporkan "Komandan Huangfu Song telah sangat berhasil, Dong Zhuo yang telah sering kalah posisinya telah digantikan oleh Komandan Huangfu Song. Zhang Jue telah tewas ditangan pasukan Huangfu Song. Zhang Lian telah mengambil alih pasukan saudaranya itu menjadi satu dengan pasukannya tetapi tidak ada peluang untuk mengalahkan pasukan huangfu song yang telah menguasai tempat2x strategis dan telah menang dalam 7 pertempurang berturut-turut. Zhang Lian telah tewas di QuYang. Selain itu peti mati Zhang Jue telah berhasil direbut, Kepalanya telah dipenggal dan telah dikirim ke ibukota (LUO YANG) untuk diekspos. Pasukan pemberontak lainnya telah menyerah dan untuk semua hal ini Huangfu song telah diberika penghargaan dengan jabatan JENDERAL PEMIMPIN PASUKAN KERETA TERBANG dan PENGUASA DAERAH JIZHOU.

"Huangfu Song juga tidak melupakan teman. Titah pertama setelah dia mendapatkan kekuasaanya adalah untuk membersihkan nama Lu Zhi dan mengembalikan jabatannya yang diambil Dong Zhuo dan mengangkat Cao-Cao sebagai gubernur JiNan "

Mendengar hal ini Zhu Jun menekan lebih keras dengam menyerang mati-matian kota YangCheng and kekalahan tentara pemberontak sudah semakin jelas. Lalu salah seorang bawahan Zhang Ba, Yan Zheng membunuh atasannya itu dan membawa kepalanya untuk diserahkan kepada kerjaan. Akhirnya seluruh pemberontak telah menyerah dan Zhu Jun melaporkan hal ini pada kerajaan.

Tetapi ada beberapa pemberontak Jubah kuning yang masih memimpin perlawanan. 3 pemberontak lain, Zhao Hong, Han Zhong dan Sun Zhong, mengumpulkan 30.000 pasukan dan memulai perampokan dan pembantaian. Mereka menyembut dirinya "PEMBALAS DENDAM BAGI ZHANG JUE".

Kerajaan memerintahkan Zhu Jun untuk membawa pasukan veterannya untuk menghancurkan sisa-sisa perlawanan pemberontak ini. Dia segera langsung berangkat menuju kota Wan Cheng dimana para pemberontak itu bermarkas. Ketika Zhu Jun tiba, Han Zhong langsung maju melawan. Zhu Jun mengirim Liu Bei dan kedua saudaranya untuk menyerang sisi sebelah barat daya dari tembok kota . Han Zhong bertugas untuk mempertahankan kota berusaha mati2x melawan Liu Bei. Sementara itu Zhu Jun sendiri memimpin 2000 pasukan berkuda untuk menyerang bagian lain dari kota itu. Pemberontak berpikir bahwa mereka tidak akan dapat mempertahankan kota itu mulai kehilangan semangat. Liu Bei terus menekan mereka dan akhirnya kota berhasil dimasuki. Para pemberontak masih dapat bertahan di tembok dalam kota . Tetapi keadaan mereka sudah sangat parah, kelaparan terjadi dan wabah penyakit menyebar. Utusan pemberontak datang kepada Zhu Jun untuk menyerah, tetapi Zhu Jun menolaknya.

Kata Liu Bei, "Dengan melihat pendiri dinasti Han Liu Bang, Bukankah harusnya kita menerima mereka yang menyerah, kenapa kau menolaknya ?"

"Kondisinya berbeda", Balas Zhu Jun”ketika masa itu kekacauan memang sendang terjadi dimana-mana, dan rakyat tidak mempunyai kaisar. Jadi setiap penyerahan diri dapat diterima dan dianjurkan. Sekarang kekaisaran telah ada dan mereka berani memberontak. Kalau kita menerima mereka maka nanti akan ada pemberontakan2x lainnya dan ketika mereka kalah mereka hanya tinggal menyerah dan kita pasti akan menerimanya dan hal itu akan berakibat fatal."

Liu Bei berkata, "Jika tidak membiarkan pemberontak menyerah tidak apa, tetapi jika mereka melakukan tindakan nekat, maka kita akan berada dalam kesulitan karena jumlah mereka sangat banyak. Lebih baik kita serang dari satu sisi dan biarkan sisi yang lain terbuka sehingga mereka akan melarikan diri dan tercerai berai, setelah itu kita akan menangkap mereka."

Zhu Jun menilai Saran ini sangat bagus dan mengikutinya. Seperti telah diduga, tentara pemberontak ini akhirnya terpencar-pencar. Pimpinan pemberontak Han Zhong akhirnya terbunuh. Tetapi tiba-tiba pasukan yang dipimpin oleh Zhao Hong dan Sun Zhong mendekat dengan kekuatan besar. Dan karena itu pasukan kerajaan menghentikan pengejaran. Pasukan pemberontak yang baru itu akhirnya merebut kembali kota Wan Cheng.

Zhu Jun berkemah 3 mil dari kota dan bersiap2x untuk menyerang. Dan pada saat itu tiba pasukan berkuda dari arah timur. Pemimpinnya adalah seorang jenderal dengan muka dan badan yang kekar. Namanya adalah Sun Jian, Dia berasal dari FuChun dinegara bagian Wu. Keturunan dari ahli strategi yang terkenal Sun Tzu.

Ketika berumur 17 tahun, Sun Jian bersama ayahnya melihat bajak laut yang sedang membagi hasil rampasan mereka dipinggiran sungia Qintang.

"Kita dapat menangkap mereka!" katanya pada ayahnya.

Lalu dia mengengam pedangnya, dia berlari menuju arah bajak laut itu dan berteriak seolah2x dia sedang memanggil pasukannya untuk mengepung. Ini membuat para bajak laut itu percaya bahwa mereka sedang diserang, dan mereka melarikan diri, meninggalkan rampasan mereka. Sun Jian berhasil membunuh salah satu bajak laut itu. Karena ini maka dia menjadi terkenal dan mendapatkan jabatan di pemerintahan daerah.

Lalu dengan kerjasama dengan pihak pemerintah, dia membangun tentara berkekuatan 1000 orang dan membantu meredakan pemberontakan XU CHANG yang menyebut dirinya KAISAR MATAHARI dan memiliki 10.000 pasukan. Anak pemberontak XU HAO juga ikut terbunuh. Untuk hal ini Sun Jian diangkat menjadi kepala pengadilan YANDU kemudia XuYI dan terakhir adalah XIA PI oleh Penguasa Daerah Zang Min.

Ketika pemberontakan jubah kuning terjadi, Sun Jian mengumpulkan anak muda didesanya untuk membentuk tentara, akhirnya terbentuk pasukan berjumlah 1500 orang dan ikut menumpas pemberontakan.

Zhu Jun menerima Sun Jian dengan senang hati dan memerintahkannya untuk menyerang dari selatan, utara dan barat akan diserang secara bergantian oleh Liu Bei dan Zhu Jun. Sedangkan gerbang timur akan dibiarkan terbuka agar pemberontak dapat lari dari sana . Sun Jian adalah yang pertama yang dapat menaiki tembok kota . Dia membunuh 20 orang pemberontak lebih sendirian. Sun Jian berhasil turun dari tembok, mengambil tombak dan memukul jatuh Zhao Hong dari kudanya. Kemudian Sun Jian menaiki kuda Zhao Hong dan menyabetkan pedangnya sehingga menyebankan banyak tentara pemberontak tewas.

Pasukan pemberontak berlari kearah utara dan bertemu dengan pasukan Liu Bei, mereka tidak melawan dan terpencar-pencar menyelamatkan diri. Tapi Liu Bei mengeluarkan anak panahnya dan memanah pimpinan pemberontah Sun Zhong yang langsung jatuh ketanah. Pasukan Utama Zhu Jun akhirnya tiba dan setelah pembantaian besar-besaran, pasukan pemberontak menyerah. Setelah itu kedamaian tercipta di 10 wilayah didaerah Nan Yang.

Zhu Jun kembali Ke ibu Kota Luo yang dan diangkat menjadi Jenderal Pasukan Kuda Terbang dan menerima jabatan sebagai gubernur henan . Dia tidak melupakan jasa orang - orang yang membantunya. Dia melaporkan jasa Liu Bei dan Sun Jian.

Sun Jian yang memiliki pengaruh dan koneksi yang dapat mendukung dia diangkat menjadi komandan pasukan kerajaan di Chang Sa. Tetapi Liu Bei walaupun telah dipromosikan oleh Zhu Jun dalam suratnya kepada kerajaan tetap harus menunggu kenaikan jabatannya. Liu Bei dan ke 2 saudaranya sedih menerima kenyataan ini.

Suatu hari ketika sedang berjalan sendirian dia ibu kota , Liu Bei bertemu seorang pejabat istana Zhang Jun yang kepadanya dia menceritakan keluh kesahnya. Zhang Jun sangat terkejut akan hal ini dan dia akhirnya menceritakan pada kaisar mengenai hal ini.

Katanya "Pemberontakan Jubah kuning terjadi karena para kasim telah menjual jabatan dan memperdagangkan posisi. Pekerjaan diistana hanya untuk teman - temannya, hukuman hanya untuk musuh-musuhnya. Ini menyebabkan pemberontakan. Oleh sebab itu maka baiklah untuk memenggal ke 10 kasim utama dan mempertontonkan kepala mereka dan memberitahukan kepada rakyat apa yang telah dilakukan mereka. Kemudian berikanlah balasan kepada mereka yang berhak dan dengan itu maka seluruh negara akan berada dalam keadaan aman."

Tetapi para kasim langsung menyanggah hal ini dan berkata bahwa Zhang Jun menghina kaisar. Kaisar memerintahkan Zhang Jun untuk meninggalkan ruangan.

Walaupun begitu para kasim itu berpikir "Pasti ada seseorang yang terlupakan jasanya walaupun telah berhasil mengalahkan pemberontak yang menyatakan kekesalannya."

Lalu mereka menghimpun daftar orang - orang yang tidak penting yang menunggu penugasan dan salah satu dari daftar itu adalah Liu Bei. Liu Bei akhirnya ditempatkan sebagai Kepala Wilayah desa An Xi, yang langsung diterima oleh Liu Bei dan akhirnya Liu Bei membubarkan pasukannya dan mengirimnya pulang. Dia hanya mempertahan kan 2 lusin orang saja sebagai tentaranya.

Ke-3 bersaudara itu akhirnya sampai di An Xi and secepatnya mereka membereskan administrasi didaerah itu dan memerintah dengan bijaksana sehingga tidak pernah ada kejahatan selama berbulan-bulan didaerah itu. Ke-3 saudara itu hidup dalam harmoni, makan dalam satu meja dan tidur dalam satu ranjang yang sama. Tetapi ketika Liu Bei berada didepan Publik, Guan Yu dan Zhang Fei akan selalu berdiri sebagai penjaganya walaupun untuk seharian.

4 bulan setelah kedatangan mereka, ada titah kaisar untuk mengurangi jumlah orang militer yang mengisi pos sipil. Liu Bei mulai takut bahwa dia akan terkena pengurangan itu. Kerajaan mengirimkan Inspektur pemeriksa bernama Du Biao, Liu langsung menyambutnya dengan hormat tetapi Du Biao mengacuhkannya. GuanYu dan Zhang Fei sangat marah.

Ketika Inspektur itu tiba di penginapan, dia duduk dikursi dan tidak mempersilahkan Liu Bei duduk. Setelah Cukup lama baru dia berkata kepada Liu Bei.

"Dari manakah kau berasal ?"

Liu Bei menjawab, "Aku adalah keturunan dari Pangeran Sheng dari Zhongshang. Sejak pertama kali aku melawan pemberontak di Zhou telah 30 pertempuran kujalani, aku mendapatkan banyak kemenangan dan hadiahku adalah jabatan ini."

"Kamu berbohong mengenai asalmu dan pernyataamu mengenai jasamu adalah bohong!" hardik si inspektur.

"Sekarang kerajaan memerintahkan untuk melakukan pengurangan pejabat dari strata yang rendah dan pejabat yang korup."

Liu Bei terdiam dan akhirnya memohon diri. Dalam perjalan pulangnya Liu Bei meminta nasihat dari para pembantunya.

" Tindakan seperti ini hanya dapat berarti satu yaitu dia meminta uang sogokan." kata mereka pada Liu Bei.

"Aku tidak pernah mengambil uang rakyat bahkan 1 koin pun, dari mana aku memiliki uang untuk membayarnya ?"

Keesokan harinya Inspektur ini memanggil pejabat kecil didesa itu dan memaksa mereka untuk menulis pengakuan bahwa Liu Bei telah menekan rakyat. Liu Bei pada saat itu ingin menyangkal hal ini tetapi penjaga pintunya menahan Liu Bei.

Ketika Itu Zhang Fei sedang sedih dan sudah mabuk seharian. Dia menunggang kuda dan mengendarainya melewati penginapan inspektur tersebut. Ketika melewati pintunya, dia melihat kumpulan orang - orang tua sedang menangis sedih. Dia bertanya kenapa

Kata mereka "Inspektur itu telah memaksa bawahan – bawahan Liu Bei untuk menulis pernyataan palsu, agar Liu Bei dapat dihukum. Kami datang kesini untuk memohon belas kasihan padanya tetapi tidak diijinkan masuk. Tetapi lebih dari itu kami dipukuli oleh penjaga pintunya.

Hal ini memprovokasi kemarahan Zhang Fei yang dalam keadaan Mabuk berat itu. Zhang Fei sangat marah sehingga matanya melotot besar sekali. Dia langsung melabrak masuk kedalam penginapan itu dan penjaga pintu yang ketakutan melihatnya langsung lari. Lalu dia masuk kedalam pelataran taman penginapan itu dan disana dia melihat inspektur itu sedang duduk diatas kursi tinggi dan pejabat kecil daerah itu sedang diikat dan berlutut dibawahnya.

"Penindas rakyat, pencuri!" teriak Zhang Fe”Tahukah Kau siapa aku ?"

Tetapi sebelum Inspektur itu dapat menjawab, Zhang Fei telah menarik Rambutnya dan menariknya kedepan. Zhang Fei mengambil ranting dari pohon willow dan memecut Inspektur itu dengan kerasnya.

Liu Bei saat itu sedang duduk termenung sedih, ketika dia mendengar ada suara ribut – ribut didepan pintu. Dia berkata ada masalah apa.

Mereka Memberitahu padanya "Jenderal Zhang Fei mengikat seseorang dan memukulinya!"

Dengan secepatnya Liu Bei bergegas keluar dan Liu Bei melihat siapakah korban Zhang Fei ini. Liu Bei lalu bertanya pada Zhang Fei mengapa memukulnya.

"Kalau kita tidak memukul bajingan ini sampai mati, apakah yang akan terjadi kemudian ?" kata Zhang Fei.

"Oh Tuan, tolong selamatkan aku!" pinta si Inspektur.

Karena Liu Bei selalu baik hati maka dia meminta saudaranya untuk melepaskannya dan membebaskannya.

Lalu Guan Yu tiba dan berkata "Kakak, Setelah usahamu yang hebat kau hanya mendapatkan jabatan ini dan setelah kau berhasil disini lalu orang ini datang dan menghinamu. Sarang Burung bukanlah tempat untuk burung phoenix, mari kita bunuh orang ini, pergi dari sini dan kembali kerumah sampai kita dapat membuat rencana yang lebih besar lagi."

Liu Bei merenung sejenak kemudian menyerahkan SIMBOL TUGAS nya dengan menggantungkannya di leher inspektur tersebut dan berkata "Kalau aku mendengar kau melukai orang, aku akan membunuhmu. Sekarang aku akan memaafkan nyawamu dan aku akan mengembalikan tanda penugasan ini. Kami akan pergi."

Setelah itu mereka ber-3 pergi, walaupun seluruh penduduk desa itu telah bersujud meminta Liu Bei tidak meninggalkan mereka tetapi Liu Bei telah mengambil keputusan. Saat itu senja hari ketika bayangan 3 orang berlalu sesuai dengan terbenamnya matahari senja. Mereka akan menemukan TAKDIR yang lebih besar lagi untuk mereka lakukan.......

Pada saat ini ke 10 kasim utama telah menguasai segalanya didalam genggaman mereka dan mereka menyingkirkan siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka. Dari setiap pejabat yang membantu menumpas pemberontakan jubah kuning mereka meminta hadiah dan apabila hal ini tidak dipenuhi maka mereka akan menyingkirkan orang - orang tersebut. Komandan Kekaisaran Huangfu Song dan Zhu Jun jg tidak luput dari tekanan mereka dan akhirnya harus menanggalkan jabatan mereka dilain sisi kasim - kasim istana itu memalsukan jasa bagi diri mereka sendiri, 13 kasim istana mendapat gelar kerajaan termasuk Zhao Zhong yang mendapat pangkat Jenderal pasukan kuda terbang kekaisaran. Pemerintahan berjalan sangat buruk dari hari ke hari dan rakyat merasa sangat menderita.

Pemberontakan kembali muncul di Chang Sha dipimpin oleh Ou Xing dan di YuYang dipimpin oleh Zhang Ju dan Zhang Chun. Surat permohonan dan pemberitahuan dikirimkan oleh pejabat dan pemerintah daerah ke ibukota, surat - surat berdatangan seperti lapisan salju yang turun di musim dingin. Tetapi ke 10 kasim utama istana membakar seluruh surat2x itu. Suatu hari kaisar mengadakan perjamuan disalah satu taman kekaisaran dengan ke 10 kasih utama istana. Ketika Penasehat Kekaisaran Liu Tao tiba - tiba muncul dengan kegelisahan yang amat sangat kaisarpun bertanya ada masalah apa.

"Baginda, Bagaimana baginda dapat berpesta seperti ini ketika kekaisaran diambang kehancuran ?" kata Liu Tao.

"Semua baik - baik saja" Kata Kaisar”Apa yang salah ?"

Kata Liu Tao, "Pemberontakan muncul dari berbagai sisi kerajaan dan mereka merampas kota - kota dan ini semua adalah salah dari ke 10 kasim – kasim itu yang menjual jabatan dan melukai orang - orang, menekan pejabat - pejabat yang setia. Semua yang memiliki kebajikan dan kebijaksanaan telah meninggalkan istana dan kembali ketempat asal mereka. Kehancuran sudah didepan mata kita !"

Pada saat ini kasim - kasim itu langsung melepas topi mereka dan berlutut dihadapan kaisar.

"Kalau Menteri Liu Tao tidak setuju dengan kami," kata mereka, "Maka kami dalam bahaya. Kami berharap nyawa kami diampuni dan kami akan pergi ketanah pertanian kami. Kami akan menyerahkan harta kami untuk membantu biaya militer kerajaan."

dan mereka semua menangis tersedu-sedu.

Kaisar marah pada Liu Tao, "Kamu juga punya pelayan. Kenapa kamu tidak dapat menyukai yang melayaniku."

dan kaisarpun memanggil pengawalnya dan meminta Liu Tao diseret keluar dan dipenggal.

Liu Tao berteriak keras " Kematianku tidak ada artinya, Kasihan Dinasti Han setelah berkuasa 4 abad lamanya sedang mengalami kejatuhan dengan cepat sekali."

Pengawal itu sedang menyeretnya dan ketika mereka akan menjalankan titah kaisar tiba - tiba datang lagi seorang menteri dan bekata " Jangan Penggal, tunggu sampai aku berbicara pada kaisar."

Dia adalah Menteri dalam negeri, Chen Dan. Dia bertemu dengan kaisar, kepadanya dia berkata "Atas dasar kesalah apa penasehat Liu Tao dihukum ?"

"Dia telah memfitnah pelayanku dan menghina diriku." Kata Kaisar

"Seluruh kerajaan akan memakan daging dari para kasim - kasim itu jika mereka bisa dan walaupun begitu baginda malah menghargai mereka dan menganggapnya orang tua baginda. Mereka tidak mempunyai belas kasih dan jasa tetapi mereka menciptakan diri mereka sebagai pejabat tinggi. Lebih dari pada itu Feng Xu berkomplot dengan pemberontah jubah kuning. Kecuali Yang Mulia mengambil tindakan tentang hal itu maka negara akan hancur."

"Tidak ada bukti yang menyatakan Feng Xu berkomplot." Kata Kaisar”Tentang 10 kasim utama, apakah tidak ada yang setia diantara mereka ?"

Chen Dan berlutut dan menyembah kaisar sampai dahinya menyentuh tanah dan tidak merubah pendiriannya. Kaisar kemudian marah dan memerintahkan penjaga juga membawa Chen Dan dan dipenjarakan bersama Liu Tao. Malam itu keduanya tewas terbunuh.

Kemudain ke-10 kasim utama membuat titah palsu dan mengirimkannya pada Sun Jian dan mengangkatnya sebagain gubernur Chang Sha, Dengan titiah untuk mengatasi pemberontakan Ou Xing. Dalam kurang dari dua bulan Sun Jian melaporkan telah berhasil menumpas pemberontakan. Atas hal ini dia diberi gelar Penguasa Wu Cheng.

Liu Yu diangkat menjadi Penguasa Kerajaan daerah Yu Zhou dan diperintahkan untuk menumpas pemberontak YuYang dan Zhang Ju serta Zhang Chung. Liu Hu dari Dai Zhou menrekomendasikan Liu Bei kepada Liu Yu. Liu Yu menerima saran itu dan memberi Liu Bei jabatan Komandan Utama dan memberinya pasukan untuk menumpas pemberontak. Liu Bei berhasil menumpas pemberontakan itu. Zhang Cun adalah orang yang kejam, Salah seorang anak buahnya memberontak dan memenggal kepalanya lalu menyerahkan diri. Zhang Ju yang melihat hal itu melakukan bunuh diri daripada ditangkap tentara Liu Bei.

Pemberontakan YuYang berhasil dipadamkan. Jasa Liu Bei dilaporkan pada kekaisaran, dan dia menerima amnesti untuk kasus penghinaan terhadap inspektur kerajaan dia An Xia. Liu Bei diangkat menjadi Wakil Kepala daerah dia Xia mi, lalu menjadi Komandan pasukan di GaoTang. Kemujian Gongsun Zan memuji jasa - jasa Liu Bei terdahulu dan Liu Bei diangkat menjadi kepala Daerah PingYuan. Tempat ini sangat baik karena perdagangan yang maju. Liu Yu juga mendapat promosi menjadi Panglima Besar.

Pada musim panas tahun ke-6 sejak pemberontakan jubah kuning dimulai, Kaisar Ling sakit parah. Dia memanggil He Jin untuk datang ke Istana dan mengatur masa depan kerajaan. He Jin berasal dari keluarga sederhana yang pekerjaannya adalah tukang daging, Tetapi adik perempuannya adalah selir kaisar dan melahirkan putra bagi kaisar bernama Liu Bian. Setelah itu dia menjadi Permaisuri He, dan He Jin menjadi Wali Putra mahkota.

Kaisar juga mempunyai seorang selir yang canting bernama Lady Wang yang juga memberikan seorang putra bagi kaisar bernama Liu Xian. Permaisuri He meracuni Lady Wang karena cemburu dan Liu Xan diurus oleh Ibu Suri Dong yang merupakan ibu dari Kaisar Ling. Ibu suri Dong merupakan istri dari Liu Chang, penguasa Jie Du. Karena Kaisar sebelumnya, kaisar Huan tidak mempunyai keturunan laki2x maka dia mengadopsi anak Liu Chang menjadi pewaris tahtanya. Emperor Ling membawa serta ibunya masuk istana untuk tinggal bersama dan memberikan gelar ibu suri.

Ibu Suri Dong selalu menbujuk putranya agar menunjuk Liu Xian sebagai putra mahkota dan memang kaisar sangat menyukai anak itu dan ingin melakukan seperti apa yang ibunya minta.

Ketika hari - harinya hampir berakhir, salah satu dari kasim Jian Shuo berkata "Jika Liu Xian yang akan menggantikan, He Jin harus disingkirkan untuk mencegah bencana dikemudian hari."

Kaisar juga melihat hal ini. Dan karena itu memerintahkan He Jin menhadap.

Tetapi didepan gerbang istana, He Jin diperingatkan oleh komandan pasukan penjaga istana Pan Yin yang berkata "Ini pasti jebakan Jian Shuo untuk menyingkirkanmu !"

He Jin mendengar hal itu langsung pulang ke kediamannya dan memanggil pejabat dan mentri yang berada dipihaknya dan mereka menyusun rencana bagaimana menyingkirkan kasim - kasim istana itu.

Dalam rapat ini tiba - tiba seorang berkata menentang rencana tersebut "Pengaruh dari kasim itu telah ada sejan 1,5 abad yang lalu pada masa pemerintahan kaisar Cong dan Zhi. Hal itu telah menyebar seperti rumput disemua arah. Bagaimana kita berharap dapat menghancurkan mereka? Dan diatas semua itu hal ini harus dirahasiakan atau kita semua akan mati terbunuh."

He Jin melihat orang itu dan ternyata orang itu adalah Komandan Militer pasukan reguler Cao-Cao.

He Jin sangat marah pada ucapan cao-cao dan berkata "Apa yang orang dengan jabatan rendah seperti kau ketahui tentang jalannya pemerintahan."

Dan dalam kekacauan Pan Yin datang dan berkata "Kaisar telah mangkat, kasim2x itu telah memutuskan untuk merahasiakan kematian itu dan sedang membuat titah palsu agar Wali Negara harus datang ke istana untuk mendiskusikan masalah suksesi. Sementara itu mereka telah memutuskan Pangeran Xian yang akan menjadi kaisar."

Dan setelah Pan Yin selesai berbicara, titah kaisar pun tiba.

"Sekarang masalah penerus kaisar lebih penting" kata Cao-cao”Urusan membasmi pengkhianat akan kita bahasa nanti."

"Siapa yang berani mengikutiku mendukung Pangeran Bian ?" Tanya He Jin

Tiba - tiba muncul seorang yang maju kedepan dan berkata "Berikan aku 5000 pasukan veteran dan aku akan menyerang istana, menyelamatkan pewaris tahta, membunuh para kasim dan membersihkan pemerintahan! dan kedamaian akan muncul kembali dikekaisaran ini."

Orang yang berkata itu adalah Yuan Shao, Anak dari bekas menteri dalam negeri Yuan Feng dan Keponakan dari komandan pasukan penjaga kekaisaran Yuan Wei. Yuan Shao memiliki jabatan Komandan pasukan kekaisaran.

He Jin mengumpulkan 5000 pasukannya. Yuan Shao memakai pakaian perangnya dan mengambil komando. He Jin didukung oleh He Yong, Xun You, Zheng Tai dan lebih dari 30 menteri lainnya dan pejabat tinggi berangkat menuju istana. Didalam aula istana utama, peti mati kaisar ditaruh didepan altar dan mereka menaruh Liu Bian di singasana naga. Setelah upaca selesai dan semua telah menunduk pada kaisar yang baru, Yuan Shao pergi untuk menahan kasim Jian Shuo. Jian Shuo pergi bersembunyi di taman istana dengan ketakutan. Dia bersembunyi dibalik semak - semak dan akhirnya ketahuan. Akhirnya Jian Shuo dibunuh oleh Guo Sheng dan Seluruh pasukannya menyerah.

Yuan Shao berkata " Kelompok mereka sekarang sudah terpecah-pecah. Ini adalah kesempatan kita untuk membunuh semua kasim - kasim itu."

Tetapi Zhang Rang dan kasim - kasim utama istana yang mengetahui bahaya itu segera mencari perlindungan ditempat permaisuri He.

Mereka berkata "Yang bersalah membuat rencana untuk melukai kakakmu adalah Jian Shuo, hanya dialah yang harusnya dihukum dan bukan yang lainnya. Sekarang Wali Negara dengan saran Yuan Shao berusaha membunuh kami semua. Kami meminta belas kasihan mu, yang mulia."

"Jangan takut!", kata permaisuri He, yang anaknya baru saja menjadi kaisar, "Aku akan melindungi kalian semua."

Dia mengirim utusan kepada kakaknya, isinya "Kau dan Aku berasal dari orang rendahan dan kita berhutang pada para kasim itu. Jian Shuo sekarang telah mati dan apakah kau perlu membunuh semua kasim itu atas dasar saran yuan shao?"

dan He Jin menuruti saran itu. Dian menjelaskan pada kelompoknya "Orang jahat sebenarnya telah kita bunuh, Jian Shuo telah mati dan seluruh keluarganya akan dikenai hukuman. Tapi kita tidak perlu membunuh seluruh kasim dan melukai mereka."

"Bunuh mereka, akar dan rantingnya" Teriak Yuan Shao, " atau mereka akan menghancurkanmu."

"Aku Telah memutuskan," Kta He Jin "Jangan katakan apa2x lagi."

Dalam beberapa hari He Jin mengangkat dirinya menjadi Perdana Menteri dan para teman - tamannya diangkat sebagai pejabat tinggi.

Ibu Suri Dong memanggil Zhang Rang dan kelompoknya dalam suatu rapat.

Kata Ibu Suri”Itu adalah aku yang pertama kali membawa Permaisuri He kahadapan kaisar. Sekarang anaknya menajadi kaisar dan seluruh pejabat tinggi adalah teman -temannya. Kekuasaanya begitu besar, apakah yang dapat kita lakukan ?"

Zhang Rang membalas, "Yang mulia harus mengatur negara dari "balik tirai", lalu berusaha menjadikan pengeran Liu Xian sebagai kaisar, Berikanlah kakakmu "PAMAN KAISAR" Dong Chong jabatan yang tinggi dan tempatkalah dia pada posisi militer, saya rasa itu akan berhasil."

Ibu Suri Dong setuju, keesokan hari dia mengadakan rapat dan mengeluarkan titah. Dia Mengangkat Liu Xian sebagai pangeran Chen Liu dan Dong Chong sebagai Jenderal pasukan kuda terbang dan dia memberikan kekuasaan kepada para kasim untuk turut serta dalam masalah negara.

Ketika Permaisuri He mendengar hal ini, dia menyiapkan jamuan pesta dimana dia mengundang Ibu Suri Dong.

Ditengah - tengah pesta ketika semua sedang asiknya meminum arak dan anggur, Permaisuri He berdiri dan menawarkan minumam pada Ibu Suri Dong seraya berkata "Adalah tidak pas jika kami berdua harus turut campur didalam masalah negara, pada awal mula dinasti Han ketika permaisuri Lu turut campur dalam masalah negara, seluruh keluarganya dihukum mati. Kita harus tetap diam dan tinggal dalam istana masing - masing dan biarkan urusan negara di urus oleh pejabat pemerintahan. Itu akan baik bagi negara, dan aku percaya bahwa kau akan melakukan itu."

Tapi Ibu Suri Dong marah dan berkata "Kau meracuni Lady Wang karena kecemburuanmu. Sekarang berdasarkan fakta bahwa putramu duduk sebagai kaisar dan kakakmu berkuasa kau berkata seperti ini. Aku akan memerintahkan agar kakakmu dipenggal dan itu sama mudahnya seperti aku membalikan telapak tanganku."

Permaisuri He juga naik pitam dan berkata "Aku berusaha berbaik hati denganmu dan mengapa kau mengucapkan kata - kata kasar itu."

"Kau wanita rendahan yang lahir dari keluarga tukan daging, apa yang kau tahu mengenai pemerintahan ?" hardik Ibu Suri Dong.

Dan Pertengkaran itu makin menjadi-jadi.

Parakasim membujuk wanita2x itu untuk berhenti. Tetapi malam harinya Permaisuri He memangil kakaknya untuk menghadap ke istana dan menceritakan apa yang telah terjadi. He Jin akhirnya mengumpulkan para pejabat istana dan meminta pendapat mereka. Keesokan paginya sebuah titah dikeluarkan "Ibu Suri Dong, sebagai ibu angkat dari Liu Xian, Pangeran dari Chen Liu,adalah seorang pangeran daerah. Maka dengan itu tidak dapat tinggal diistana dan harus segera meninggalkan istana dan dikembalikan kedaerah asalnya di propinsi He Jian."

Dan ketika mereka sedang mengirim utusan untuk menyingkirkan Ibu Suri Dong, Pasukan sedang disiapkan ditempat kediaman "PAMAN KAISAR" Dong Cheng. Mereka mengambil tanda penugasannya dan dia mengetahui bahwa ini adalah akhir hidupnya maka melakukan bunuh diri.

Kasim Zhang Rang dan Duan Gui yang mengetahui akan kehilangan pelindungnya segera mengirimkan hadiah yang besar kepada adik He Jin yang bernama He Miao dan kepada ibunya Lady WuYang dan itu membuat mereka mendapatkan perlindungan.

pada bulan ke-6 tahun itu, utusan rahasia He Jin meracuni permaisuri Dong dikediamannya. Tubuhnya dibawa kembali ke ibu kota dan dimakamkan di makan kerajaan. He Jin berpura - pura sakit dan tidak menghadiri pemakaman itu.

Yuan Shao suatu hari pergi menemui He Jin dan berkata "Kedua Kasim itu, Zhang Rang dan Duan Gui telah menyebarkan laporan diluaran bahwa kaulah yang telah menyebabkan kematian Ibu Suri Dong dan kau ingin mengincar kursi kekaisaran. Ini adalah alasanmu agar kau dapat menghancurkan mereka. Jangan berikan ampun kali ini atau kau akan seperti Dou Wu dan Chen Fan, yang dalam pemerintahan sebelumnya gagal karena rencanamu tidak dirahasiakan dengan baik. Sekarang Kau dan adikmu mempunyai banyak pejabat dan jenderal dibelakang kalian, jadi menghancurkan kasim – kasim itu hanyalah perkara mudah saja. Ini adalah jalan dari langit, jangan disia-siakan!"

Tetapi He Jin membalas "Biar aku pikir – pikir dulu."

Pelayan He Jin yang mendengar pembicaran itu segera memberitahukan pada para kasim yang akhirnya mengirim hadiah lagi pada He Miao.

He Miao akhirnya berbicara pada kakaknya Permaisuri He dan berkata "Jenderal Yuan Shao adalah penopang utama kaisar yang baru. Tapi dia tidak dapat bertindak berbelas kasih dan hanya memikirkan pembantaian, kalau dia membunuh para kasim tanpa sebab maka akan terhadi kekacauan."

Tak lama setelah itu He Jin masuk dan mengatakan pada Permaisuri He rencananya untuk memusnahkan para kasim.

Permaisuri He tidak setuju dan berkata "Parakasim itu adalah telah melayani kaisar terdahulu dengan baik, untuk membunuh mereka setelah kematian kaisar terdahulu akan tampak seperti tidak menghormati dinasti."

Dan ketika He Jin sedang berpikir Yuan Shao datang dan menghampiri.

"Jadi bagaimana dengan rencana itu ?" Kata Yuan Shao ketika bertemu dengan He Jin.

"Adikku tidak mau mengijinkan, apa yang dapat kita lakukan ?"

"Panggilah tentara dan bunuh mereka semua, ini adalah keharusan. Tidak usah pikirkan ijin dari adikmu."

"Itu adalaah rencana yang bagus" kata He Jin dan dia mengirimkan perintah kepada semua pasukan yang ada disekitar ibukota untuk masuk kedalam ibu kota.

Tetapi Menteri Chen Lin keberatan " Jangan, Jangan bertindak gegabah. Pepatah mengatakan "UNTUK MENUTUP MATA DAN MENANGKAP BURUNG ADALAH SEBUAH TINDAKAN BODOH" Jika dalam masalah kecil saja kau tidak dapat mengendalikan emosimu bagaimana dalam masalah - masalah besar ? sekarang karena kebajikan kaisar dan pasukan yang telah kau pegang, kau ini seperti naga dan harimau. Kau boleh melakukan semua hal sesukamu. Untuk menggunakan semua kekuatan ini melawan para kasim itu sama seperti memanggil petir hanya untuk menghanguskan sepotong kain. Memanggil tentara dengan jumlah sekian besar masuk ke ibu kota dan memanggil jenderal serta pemimpin – pemimpin yang begitu banyak masing - masing dengan rencana dan ambisinya sendiri - sendiri itu sama seperti mengarahkan senjata pada diri sendiri, untuk menempatkan diri kita pada kekuasaan orang lain itu tidak akan mendapatkan hasil apa – apa kecuali kehancuran diri sendiri."

"Ini adalah pandangan dari seorang kutu buku" kata He Jin dengan tersenyum.

Kemudian salah satu dari orang - orangnya He Jin menepuk tangannya dan tertawa seraya berkata "Memecahkan masalah ini semudah membalikkan telapak tangan, mengapa kita terlalu banyak berbicara ?" yang Berbicara itu adalah Cao-Cao.

BAB 3

Apa yang dikatakan Cao-Cao adalah ini "Para kasim telah ada sejak lama, Yang menyebabkan kehancuran sebenarnya adalah pengaruh para kasim yang seharusnya tidak terjadi jika kaisar tidak lemah dan lebih memfavoritkan mereka. Mengapa harus memanggil seluruh pasukan kalau hanya dengan menangkap "kepala" dapat menahan seluruh "badan", setiap keinginan untuk membunuh mereka semua akan cepat ketahuan dan rencana akan gagal."

"Lalu Cao-cao, apakah kamu mempunyai rencana untuk dirimu sendiri setelah itu ?" Kata He Jin dengan ketus.

Cao-cao meninggalkan pertemuan itu dan berkomentar "Yang menyebabkan dunia berada dalam kekacauan adalah He Jin."

He Jin kemudian mengirimkan surat rahasia kepada beberapa markas tentara.

salah satunya adalah pada Dong Zhuo.

Dong Zhuo yang telah gagal dalam menumpas pemberontakan jubah kuning sebenarnya harus dihukum tetapi karena dia telah menyogok 10 kasim utama istana untuk melindunginya maka bukannya dihukum dia mendapatkan posisi sebagai jenderal utama penjaga garis depan lalu menjadi penguasa AoXiang dan menjadi Penguasa seluruh daerah XiZhou dan terakhir menjadi Panglima besar pemimpin 200.000 tentara kaisar. Tetapi Dong Zhuo memiliki hati pengkhianat dan tidak setia. Jadi ketika dia menerima perintah untuk datang ke ibu kota dia sangat bergembira dan langsung mempersiapkan pasukannya untuk berangkat. Dia meninggalkan menantunya Nie Fu untuk menjaga markas pasukan dan mengurus wilayah Xi Zhou. Dong Zhuo membawa 200.000 tentara utamanya bergerak menuju ibukota Luo Yang, Bersama dengan dia Dong Zhuo juga membawa 4 jenderal utamanya yaitu Li Jue, Guo Si, Zhang Ji dan Fan Chou.

Penasehat Dong Zhuo dan juga menantunya, Li Ru berkata "Walaupun pemanggilan secara Formal telah diterima tetapi terlalu banyak kejanggalan dalam hal ini. Akan lebih bijak bila kita juga mengirimkan surat untuk menjawab panggilan ini terlebih dahulu dan menjelaskan keadaan kita sebelum kita memasuki ibu kota ."

Dong Zhuo Setuju dan menulis surat seperti ini :

"Hambamu Dong Zhuo mengetahui bahwa pemberontakan yang terus-menerus terjadi disebabkan oleh Zhang Rang dan para kasim istana. Sekarang saatnya untuk kita memotong "luka" yang walaupun sakit tetapi harus dilakukan, akan lebih baik begitu daripada kita membiarkan kejahatan menjadi-jadi. Hamba telah berani membawa pasukan menuju ibukota, dan dengan seijin yang mulia maka saya berharap Zhang Rang dan kasim lainnya akan dapat disingkirkan demi kedamaian dan kelangsungan dinasti dan seluruh kekaisaran."

He Jin membaca Surat itu dan menunjukannya pada seluruh pendukungnya.

Lalu berkatalah Menteri Zheng Tai, "Seekor Binatang Liar telah datang, Dia akan memakan semua manusia"

Lu Zhi juga berkata "Lama aku mengenal orang ini. Walaupun tampak seperti orang tidak bersalah, tetapi hatinya seperti serigala. Membiarkan ia masuk berarti membawa bencana. Hentikan dia dan jangan biarkan dia masuk dan ini akan menhentikan bencana."

He Jin ragu-ragu dan akhirnya menolak usul itu, Zheng Tai dan Lu Zhi akhirnya mengundurkan diri dan meletakkan jabatan mereka, dan hal ini juga diikuti lebih dari 1/2 menteri negara lainnya. He Jin tetap tidak perduli dan tetap menyambut Dong Zhuo dengan hangat yang sedang berkemah di dekat Danau ShengChi diluar tembok ibu kota.

Zhang Rang dan para kasim tahu bahwa manuver pasukan ini ditujukan untuk mereka, "Ini adalah rencana He Jin, Kalau kita tidak menyerang duluan maka kita pasti semua akan mati."

Akhirnya mereka menyembunyikan sekitar 50 orang yang dipersenjatai di luar gerbang istana dimana tempat permaisuri tinggal, kemudian mereka masuk untuk menemui permaisuri.

Kata mereka "Jenderal Dong telah membawa pasukannya ke ibu kota untuk menghancurkan kami, kami mohon padamu, kasihanilah kami dan selamatkanlah kami."

"Pergilah untuk menemuinya dan akuilah kesalahanmu." kata permaisuri.

"Kalau kami melakukan itu maka dia akan mencincang kami. Lebih baik mintalah kakak yang mulia untuk datang menemuimu dan perintahkan dia untuk menghentikan jenderal Dong. Jika dia tidak mau kami akan mati dihadapanmu."

Permaisuri He mengeluarkan titah untuk memanggil kakaknya.

He Jin sedang akan pergi menemui permaisuri ketika menteri Chen Lin menyarankan agar dia jangan pergi "Para kasim pasti mempunyai rencana yang jahat terhadap dirimu."

Tetapi He Jin menyatakan bahwa titah ini adalah datang dari permaisuri dan tidak mungkin terjadi apa2x diistana permaisuri.

"Rencana kita sudah terbuka" kata Yuan Shao,"Tetapi tetap saja kau boleh pergi apabila kau siap bertempur."

"Kita cari para kasim terlebih dahulu!" kata cao-cao.

"Orang2x bodoh!" kata He Jin, "Apa yang dapat mereka lakukan terhadap orang yang mempunyai kuasa seluruh kekaisaran didalam tangannya?"

"Kalau kau tetap pergi kami akan ikut denganmu, untuk berjaga-jaga." Kata Yuan Shao.

Lalu Cao-Cao dan Yuan Shao masing-masing memilih 500 orang terbaik mereka dan memerintahkan Yuan Shu, saudara dari yuan Shao sebagai komandan untuk berjaga2x di luar istana permaisuri. Sementara Cao-Cao dan Yuan Shao bersenjatakan pedang ikut masuk kedalam istana.

Ketika He Jin Sudah memasuki kediaman permaisuri tiba-tiba pejabat disitu menahannya dan berkata "Perintahnya adalah untuk mengijinkan hanya Wali Negara dan tidak yang lainnya."

Jadi Cao-Cao dan Yuan Shao menunggu diluar. He Jin masuk sendiri, Di Gerbang Pintu kediaman permaisuri yang disebut "Gerbang Kebijakan" dia bertemu dengan Zhang Rang dan Duang Gui dan pengikut2x mereka langsung mengepung He Jin. He Jin langsung Waspada atas keadaan ini.

Lalu Zhang Rang dengan bersuara keras berkata "Apa kesalahan yang dilakukan oleh Ibu Suri Dong sehingga kau harus membunuhnya ? dan ketika dia dikuburkan, siapakah yang pura2x sakit dan tidak datang ? kami mengangkat kau dan kerabatmu dari keluarga rendahan hingga bisa mendapatkan semua kekayaan dan kehormatan, dan inikah balasanmu! kamu mau membunuh kami semua. Kamu menyebut kami adalah manusia kotor dan sampah. Siapakah yang akan membersihkan ?"

He Jin menjadi panik dan mencoba melarikan diri, tetapi semua gerbang telah dikunci. Para kasim itu mendekati He Jin dan pembunuh yang telah disiapkan akhirnya muncul dan memenggal He Jin.

Akhirnya He Jin mati, Yuan Shao dan Cao-Cao menunggu sangat lama. Akhirnya mereka tidak sabar lagi dan berteriak " Kereta telah menunggu, Jenderal He Jin!"

Sebagai balasan dari dalam tembok dilemparkan kepala He Jin dan Titah Dikeluarkan :

"HE JIN TELAH BERSALAH MELAKUKAN PENGKHIANATAN DAN OLEH SEBAB ITU TELAH DIHUKUM MATI. TETAPI SEMUA PENGIKUTNYA DIMAAFKAN."

Yuan Shao berteriak "Para Kasim Telah membunuh perdana mentri, marilah mereka yang akan memusnahkan kejahatan mengikuti aku."

Lalu salah seorang jenderal He Jin, Wu Kuang membakar pintu Gerbang yang terbuat dari kayu. Yuan Shu sebagai kepala pasukan langsung menerjang masuk istana dan membunuh semua kasim yang ditemuinya tidak peduli umur atau jabatan. Yuan Shao dan Cao-cao lari masuk kedalam istana permaisuri. 4 dari kasim2x itu, Zhao Zhong, Cheng Kuang, Xia Yun dan Guo Sheng melarikan diri tetapi mereka berhasil ditangkap dan di bunuh dengan tubuhnya di cingcang sampai habis.

4 orang kasim utama Zhang Rang, Duan Gui, Cao Jie dan Hou Lan dipimpin oleh Zhang Rang membawa pergi permaisuri He, Kaisar Bian dan Pangeran Xian menuju istana Utara.

Lu Zhi yang telah mengundurkan diri ada dirumah, tetapi setelah mendengar revolusi ini langsung mengenakan pakaian perangnya dan mengambil tombaknya dan pergi bertempur.

Dia melihat Kasim Dui Gui membawa permaisuri, Lalu Lu Zhi berkata "Kau Pemberontak, beraninya kau menculik permaisuri ? "

Kasim itu melepaskan tangannya dari permaisuri dan kabur. Akhirnya Lu Zhi membawa permaisuri ketempat yang aman.

Jenderal Wu Kuang menerjang masuk kedalam salah satu ruangan di Istana permaisuri dan menemukan He Miao dgn pedang ditangan.

"Kau juga adalah salah satu perencana untuk membunuh kakakmu sendiri" Teriak Wu Kuang "Kau akan mati seperti yang lainnya"

"Mari kita bunuh si perencana yang membunuh kakaknya sendiri!" teriak yang lainnya.

He Miao melihat sekelilingnya, akhirnya musuhnya membunuhnya dan tubuhnya terpotong menjadi bagian kecil2x.

Yuan Shu memerintahkan untuk mencari seluruh keluarga dan bawahan para kasim2x itu. Tanpa menyisakan satu orangpun semua pria yang tidak memiliki janggut dibunuh tanpa ampun.

Cao-Cao dan pasukannya berusaha memadamkan api, Dia memerintahkan pasukan lainnya untuk mencari Zhang Rang dan menyelamatkan kaisar dan pangeran.

Sementara itu Zhang Rang dan Duan Gui telah membawa pergi Kaisar dan pangeran Xian. Mereka tidak berhenti sampai ketika mereka mencapai bukit baimang. Ketika itu malam telah tiba dan mereka berhenti sebentar tetapi tiba-tiba dibelakang mereka terdengan suara prajurit datang. Pimpinan prajurit itu bernama Min Gong dan berteriak "Pengkhianat, berhenti!"

Zhang Rang melihat bahwa dirinya telah terkepung meloncat kedalam sungai untuk melarikan diri tetapi akhirnya tenggelam.

Kedua anak kecil itu(Kaisar Bian berusia 12 tahun sedangkan pangeran Xian berusia 10 tahun) yang kebingungan dan takut tidak berani menangis ataupun bersuara. Mereka merangkat didalam rerumputan tinggi sepanjang sungai dan bersembunyi. Tentara berpencar kesegala arah untuk mencari mereka. Mereka mencarinya sampai tengah malam. Bergetar karena kedinginan dan kelaparan kedua anak itu akhirnya terbaring di rerumputan dan mereka saling menangis satu sama lainnya dengan berpelukan karena merasa bahwa hidup mereka akan berakhir.

"Ini bukanlah tempat untuk berhenti" kata pangeran Xian, "Kita mesti mencari jalan keluar."

Akhirnya kedua boca kecil itu merangkat kembali disepanjang sungai dan karena gelap mereka tidak dapat melihat apapun juga dikejauhan. Mereka tidak dapat melihat jalan karena gelap tetapi tiba-tiba dihadapan mereka kunang2x berterbangan menyinari jalan didepan mereka sehingga mereka dapat melihatnya.

"Langit Membantu Kita" Kata pangeran Xian.

Mereka mengikuti jalan yang ada kunang2xnya dan akhirnya mereka sampai dijalan besar. Mereka terus berjalan sampai kaki mereka sangat sakit sehingga tidak dapat melanjutkan. Ketika melihat ada tumpukan jerami dipinggir jalan mereka menggunakannya untuk berbaring.

Jerami ini adalah milik keluarga petani yang ada didaerah itu. Pada malam itu petani itu ketika tidur dia bermimpi bahwa ada 2 matahari berwarna merah yang jatuh di belakang rumahnya. Karena itu petani itu bangun dan dia mencoba melihat kebelakang rumahnya. Dan ditumpukan jerami itu dia melihat 2 anak kecil sedang terbaring disana.

"Dari keluaga manakah kamu berasalah ,anak kecil ?" tanya si petani.

Kaisar Bian terlalu takut untuk menjawab, tetapi pangeran Xian berkata "Dia adalah Kaisar. Sedang ada revolusi diistana kaisar dan kami melarikan diri. Aku adalah adiknya Pangeran Xian."

Petani itu bersujud dan berkata "Aku adalah Sui Lie dan kakakku Sui Yi adalah bekas menteri dalam negeri. Kakakku sangat membenci tindakan para kasim dan karena itu mengundukan diri dan bersembunyi disini."

Kedua anak itu dibawa masuk kedalam rumah petani itu dan petani itu melayaninya dengan penuh hormat.

Ketika itu Min Gong berhasil menangkap Duan Gui, Ming Gong bertanya "Dimanakah Kaisar?"

"Dia menghilang! aku tak tahu dimana dia ?"

Min Gong langsung membunuh Duan Gui dan memenggal kepalanya serta menggantungkan kepalanya diatas tombak. Dia memerintahkan pasukannya terus mencari kaisar. Dia pun ikut mencari, dia melihat ada rumah pertanian didekat situ. Min Gong menghampiri rumah pertanian itu dan bertemu Sui Lie. Sui Lie yang melihat apa yang ditancap ditombak Min Gong, bertanya kepada Min Gong, Min Gong lalu menjelaskannya. Puas dengan jawaban Min Gong maka Sui Lie mengantarnya menemui kaisar. Pertemuan ini sangat mengharukan sehingga semua mengeluarkan air matanya.

"Negara tidak dapat tanpa pemimpun" Kata Min Gong”Saya harap yang mulia mau kembali ke istana."

Akhirnya kaisar setuju ikut kembali ke istana. Tidak sampai 1 km mereka berkuda, mereka bertemu dengan para pejabat istana lainnya dan beberapa ratus pasukan. Pejabat2x itu adalah Wang Yun-menteri dalam negeri, Yang Biao Panglima Besar, Chunyu Qiong panglima kiri, Zhao Meng Panglima kanan, Bao Xin panglima belakang dan Yuang Shao Panglima tengah. Tangisan haru saat itu membasahi wajah para menteri dan pejabat ketika mereka melihat kaisar selamat.

Prajurit dikirim untuk memasang kepala Duan Gui dipintu gerbang ibu kota.

Rombongan kaisar yang sedang menuju istana kemudian bertemu dengan rombongan pasukan besar lainnya. Para pejabat ketakutan dan kaisar menjadi gelisah. Yuan Shao langsung maju menuju depan dan bertanya

"Siapakah kau ?" Kata Yuan Shao.

Dari balik kereta kuda munculah seorang pemimpin "Apakah kaisar bersamamu ?"

Kaisar terlalu panik untuk menjawab, tetapu pangeran Xian maju kedepan dan berkata "SIAPAKAH KAU ?"

"Hamba adalah Dong Zhuo. Pelindung kerajaan untuk wilayah XiZhou."

"Apakah kamu datang untuk melindungi kaisar ?" tanya pangeran Xian.

"Aku datang untuk melindungi." Jawab Dong Zhuo.

"Jika memang begitu, kaisar ada disini. mengapa kau tidak turun dari kudamu dan berlutut !"

Dong Zhuo langsung turun dari kudanya dam bersujud. Pangeran lalu mempersilahkannya berdiri. Dari awal sampai akhir Pangeran Xian dapat membawa dirinya berlaku selayaknya seorang kaisar. Oleh sebab itu dalam hatinya Dong Zhuo sangat terkesan dan muncul keinginan untuk mengantikan kaisar Bian dengan pangeran Xian.

Mereka akhirnya sampai kembali ke istana.

Tetapi ketika mereka sedang berusaha untuk mengendalikan keadaan, cap kerajaan, simbol utama kekaisaran hilang.

Dong Zhuo berkemah didepan tembok istana, tetapi setiap hari dia selalu terlihat dijalanan dengan pegawal berpakain baju zirah lengkap yang mengawalnya sehingga rakyat kecil umumnya merasa gelisah. Dia juga keluar masuk istana dengan seenaknya tanpa mengikuti aturan protokoler.

Panglima pasukan Bao Xin berkata mengenai kelakuan Dong Zhuo kepada Yuan Shao, "Orang ini memiliki rencana jahat dan harus segera dienyahkan!"

"Tidak ada yang dapat kita lakukan sampai pemerintahan lebih kuat" kata Yuan Shao.

Dan kemudian Bao Xin melihat Menteri dalam negeri Wang Yun dan meminta pendapatnya.

"Mari Kita bicarakan lain kali" jawabnya

Bao Xin tidak berkata apa2x lagi dan meninggalkan ibukota dan pergi ke gunung taishan.

Dong Zhuo mengabungkan pasukan He Jin dan He miao menjadi bagian dari pasukannya dan secara pribadi dia berkata pada penasehatnya Li Ru mengenai menurunkan kaisar bian dan mengangkat pangeran Xian.

"Pemerintahan benar-benar tanpa seorang kepala negara. Tidak akan ada waktu yang lebih baik lagi untuk melaksanakan rencana ini. Besok kumpulkan semua pejabat di taman WenMing dan beritahukan kepada mereka mengenai masalah ini. Singkirkan semua yang tidak setuju dan seluruh kemulian akan menjadi milikmu."

Dong Zhuo sangat senang mendengar kata2x Li Ru.

Jadi keesokan harinya Dong Zhuo mengadakan perjamuan dan karena pejabat2x banyak yang takut dengan dia maka tidak ada yang berani menolaknya. Dong Zhuo sendiri datang mengendarai kudanya hingga masuk kedalam taman , dan dengan pedang dipinggangnya dia duduk dan mengambil minuman, setelah beberapa tegukan, dong zhuo menghentikan musik dan mulai berbicara

"Aku punya suatu untuk kukatakan. Semua dengarkan!"

semua pengunjung terarah padanya.

"Kaisar adalah penguasa dari segalanya. Jika dia tidak memiliki harga diri dan bertindak tidak seharusnya, maka dia tidak cocok sebagai keturunan kaisar. Dia yang sekarang berada diatas tahta adalah kaisar yang lemah, lebih lemah dari pangeran Xian yang memiliki kepandaian dan gemar belajar. Pangeran Xian dalam berbagai segi sangat cocok untuk menjadi kaisar. Aku ingin menurunkan kaisar bian dan mengantinya dengan pangeran Xian. Apa pendpat kalian semua ?"

Semua tidak dapat berkata2x apa,keheningan terasa ditempat itu. Tidak ada yang berani mengutarakan pendapatnya. Tapi ada satu yang berani dan dia berdiri lalu membanting meja dan berteriak.

"TIDAK ! Siapakah dirimu sehingga berani mengeluarkan kata2x seperti itu ? Kaisar adalah anak dari kaisar terdahulu dan dia tidak melakukan apapun yang salah. Kenapa dia harus diganti? apakah kau memberontak ?"

Yang berbicara adalah Ding Yun, Penguasa daerah BingZhou.

Dong Zhuo memandangi Ding Yuan dan berkata "Bagi mereka yang sejalan denganku akan hidup, bagi mereka yang tidak maka akan mati."

Dong Zhuo mengeluarkan pedangnya dan siap melawan Ding Yuan. Tetapi Li Ru telah memperhatikan bahwa ada orang yang berbahaya yang berdiri dibelakang Ding Yuan, yang sekarang sedang memegang tombaknya dan matanya memancarkan kemarahan.

Lalu Li Ru menyela dan berkata "Tetapi ini adalah ruang pesta dan urusan negara seharusnya ditinggal diluar. Masalah ini dapat dibicarakan lagi esok."

Para rekan2x yang lainnya juga menyakinkan Ding Yuan untuk segera pergi, setelah mereka semua pergi Dong Zhuo berkata "Apakah yang kukatakan adalah adil dan masuk akal ?"

"Kau salah, Tuan" Kada Lu Zhi”Kaisar Tai Jia dari dinasti Shang tidaklah cemerlang. Karena itu Perdana mentri Yi Yin mengucilkannya dia istana tong untuk belajar sampai dia berubah. Kemudian hari pangeran Cheng Yin naik tahta dan dalam 27 hari masa pemerintahannya dia melakukan 3000 kesalahan. Akibat itu Wali Negara Huo Guang menyatakan bahwa Pangeran Chang Yi harus turun tahta. Kaisar kita yang sekarang masih muda dan dia belum melakukan kesalahan apa2x. Anda Tuan adalah seorang jenderal perang yang berasal dari perbatasan. Anda tidak mempunyai cukup pengetahuan dan pengalaman dalam hal administrasi negara. Sehingga anda tidak memilik kredibilitas seperti Yi Yin dan Huo Guang. Seperti pepatah mengatakan "Hanya Yi Yin yang dapat menjalankan cara Yi Yin, orang lain hanya akan membawa kematian bagi dirinya."

Dong Zhuo marah dan hampir membunuh Lu Zhi, Tetapi dua pejabat lainnya langsung mencegahnya.

"Menteri Lu Zhi dihormati semua orang, jika dia mati maka akan menimbulkan gejolak." kata pejabat kerjaan Cai Yong dan Peng Bo.

Dong Zhuo kemudian memasukan pedangnya kembali.

Kemudian berkatalah Wang Yun "Sebuah pertanyaan besar seperti apakah pengantian kaisar tidaklah pantas diutarakan dipertemuan minum arak seperti ini, marilah kita simpan pertanyaan itu untuk lain kali."

Maka keluarlah semua tamu2xnya. Dong Zhuo berdiri didepang gerbang memandangi sisa tamunya pergi, Dong Zhuo memperhatikan ada seorang yang memegang tombak dan sangat gagah. Dia bertanya pada Li Ru siapakah dia.

"Itu adalah Lu Bu, anak angakt Ding Yuan. Kamu harus berhati-hati bila bertemu dia tuanku."

Keesokan harinya Dong Zhuo menerima laporan kalau Ding Yuan telah keluar dari kota dengan tentara kecil dan menantangnya. Kemudian kedua pasukan saling berhadapan dengan formasi barisan yang rapih.

Lu Bu berada dibarisan paling depan. Dia menggunakan jubah yang dihiasi dengan sulaman bunga, rambutnya disisir lurus kebelakgan dan dia menggunakan pelindung badan dari baja. Mengelilingi pinggangnya adalah ikat pinggang sutra dengan hiasan batu giok dan dia membawa tombak yang memiliki pisau bulang sabit di kedua ujungnya.

Ding Yuan kemudian maju ke depan.

"Menderita negara ini ketika dikuasai oleh para kasim. Sekarang kau berani berkata mengenai menurunkan kaisar yang bertahta dan menaikan yang lain. Ini adalah keinginan untuk memberontak."

Dong Zhuo tidak dapat berkata apa2x dan Lu Bu yang sudah sangat ingin bertarung, langsung berkuda menuju dong Zhuo. Dong Zhuo mundur dan tentara Ding Yuan mengejarnya. Tentara dong Zhuo berkemah 10 km jauhnya dari kota. Disini Dong Zhuo berdiskusi dengan para bawahannya.

"Lu Bu ini sangat hebat" kata Dong Zhuo "Kalau saja dia berada dipihakku. Aku dapat menguasai seluruh dunia."

Lalu majulah seseorang dan berkata "Tenganlah tuanku, Aku adalah orang seDesa dengannya dan sangat mengenalnya dengan baik. Dia sangat kuat dan hebat tetapi tidak terlalu pintar, dia akan meninggalkan prinsipnya apabila dia melihat sesuatu yang menguntungkan didepan sana. Dengan Lidahku ini aku akan dapat mengajaknya untuk bergabung bersama kita."

Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan dia melihat siapakah yang berbicara itu. Dia adalah Li Su, Jenderal pasukan macan kekaisaran.

"Apakah yang akan kau gunakan untuk menariknya ?" tanya Dong Zhuo.

"Tuan mempunyai sebuah kuda indah, Si Rambut Merah. Salah satu yang terbaik yang pernah ada. Aku harus mendapatkan ini dan juga emas serta permata untuk memenangkan hatinya. Lalu aku akan pergi dan mempengaruhinya. Dia pasti akan meninggalkan Ding Yuan dan mengikuti engkau tuanku."

"Apa menurut pendapatmu ?" Tanya Dong Zhuo pada Li Ru.

"Orang tidak dapat mempermasalahkan seekor kuda untuk memenangkan kekaisaran" jawabnya.

Lalu Dong Zhue memberikan kuda itu pada Li Su dan juga 1000 ons emas, 10 ikat mutiara, ikat pinggang bertahtakan berlian dan benda2x berharga lainnya.

Ketika Li Su Sampai di kemah Ding Yuan, Li Su meminta penjaga memberitahukan pada Lu Bu bahwa kawan lamanya datang berkunjung.

Kemudai Li Su dipersilahkan masuk.

"Saudaraku, bagaimana keadaanmu sejak terakhir kita bertemu ?" salam Li Su sambil membungkuk.

"Berapa lama sejak kita berjumpa terakhir kalinya ?" jawab Lu Bu, " Dan dimanakah kau sekarang berada ?"

"Aku adalah jenderal di pasukan macan kerajaan. Ketika aku mendengar bahwa kau adalah pendukung kerajaan, aku langsung merasa senang. Aku datang untuk menghadiahkanmu sebuah kuda bagus, ini sangat cocok dengan dirimu."

Lu Bu meminta pengawalnya untuk membawa kuda itu. Kuda itu berwarna merah seperti warna matahari senja. Panjangnya 100 inci(2,54 meter) dan tingginya 80 inchi (2 meter). Kuda yang sangat istimewa.

Lu Bu sangat menyukai kudai ini, "Apa yang harus kuberikan untuk mendapatkan kuda ini ?"

"Apa yang kuharapkan ? aku menemuimu karena perasaan yang kuanggap benar" balas Li Su.

Arak dibawakan untuk mereka dan mereka mabuk bersama.

"Kita jarang bertemu, tetap aku kerap bertemu dengan ayahmu itu" kata Li Su.

"Kau Mabuk" kata Lu Bu”Ayahku Telah meninggal bertahun yang lalu"

"Bukan,bukan yang itu. Aku berbicara mengenai Ding Yuan, pria yang waktu itu."

Lu Bu menjawab "Ya, aku bersama dia, tetapi hanya karena aku tidak dapat melakukan yang lain."

"Kau memiliki talenta lebih dari langit. Siapa didunia ini yang tidak gentar mendengar namamu ? ketenaran, kekayaan adalah milikmu untuk kau raih dan kau berkata bahwa kau tidak bisa lebih baik daripda menjadi seorang bawahan ?"

"Jika aku dapat menemukan Tuan untuk ku layani" Kata Lu Bu.

"Burung yang pintar akan memilih ranting yang kuat untuk bertengger. Pelayan yang bijak akan memilih tuan untuk dilayani. Ambilah kesempatan itu ketika hal itu tiba, penyesalan akan datang terlambat jika kau tidak bertindak."

Sekarang kau berada dipemerintahan, siapakah yang kau kira paling pemberani diantara semuanya ?" tanya Lu Bu.

"Aku membenci semuanya kecuali Dong Zhuo. Dia adalah orang yang memiliki hormat dan seorang terpelajar. Dia tahu bagaimana memberikan imbalan dan hukuman. Pasti dia adalah orang yang ditakdirkan menjadi orang hebat."

Lu Bu berkata "Aku berharap dapat melayaninya, tetapi tidak ada jalan rasanya."

Kemudian Li Su mengeluarkan semua barang bawaanya berupa permata dan emas serta ikat pinggang sutra. Semuanya diletakan dihadapan Lu Bu.

"Apakah artinya ini semua ?" Kata Lu Bu.

"Suruh pergi dahulu semua pengawal" pinta Li Su. Dan setelah mereka pergi dia melanjutkan "Dong Zhuo telah lama menghormatimu untuk keberanianmu dan dia mengirimkan ini semua melalui tanganku. Kuda itu juga berasal darinya."

"Tetapi kalau dia menyukaiku, apakah yang dapat kulakukan untuk membalasnya ?"

Li Su berkata "Jika orang bodoh macam aku dapat menjadi Jenderal pasukan macan di kekaisaran, entah apa yang bisa dicapai oleh orang sepertimu."

"Maafkan aku, aku tidak dapat menawarkan dia jasa apapun yang dapat kulakukan."

Li Su berkata "Ada satu jasa yang dapat kau lakukan dan sangat mudah. Tapi mungkin kau tidak bersedia melakukannya."

Lu Bu terdiam cukup lama, kemudia dia berkata "Aku dapat membunuh Ding Yuan dan membawa pasukannya ke sisi Dong Zhuo, apa pendapatmu ?"

"Kalau kamu mau melakukan itu, maka tidak ada jasa yang lebih besar lagi. Tetapi hal seperti itu harus cepat dilakukan."

Dan Lu Bu berjanji kepada kawannya itu bahwa dia akan melakukan hal itu dan setelahnya akan menemui Dong Zhuo.

Lalu Li Su berpamitan. Malam itu Lu Bu masuk ketenda Ding Yuan dengan membawa pedang. Dia melihat Ding Yuan sedang membaca buku.

Melihat siapa yang masuk Ding Yuan berkata "Anakku, ada masalah apa ?"

"Aku adalah pahlawan pemberani" kata Lu Bu."Jangan pikir aku rela menjadi anakmu!"

"Apa maksudmua Lu Bu?"

Sebagai jawaban Lu Bu menebas kepala Ding Yuan yang langsung jatuh Ke lantai.

Kemudian Lu Bu memanggil bawahannya dan berkata "Dia adalah orang yang tidak adil dan aku telah memenggalnya, biarlah mereka yang ingin ikut aku tetap disin dan yang tidak silakan pergi."

kebanyakn dari mereka pergi. Keesokan harinya dengan membawa kepala Ding Yuan Lu Bu pergi menghadap Li Su yang mengantarkannya menemui Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung memberikan sambutan yang hangat dan menawarkan arak padanya.

"Kedatanganmu adalah seperti air yang jatuh menbasahi rumput yang kering." kata Dong Zhuo.

Lu Bu langsung bersujud pada Dong Zhuo dan memohon untuk menjadi anak angkatnya.

Dong Zhuo memberikan Lu Bu baju Zirah yang terbuat dari emas dan jubah sutra dan mengadakan pesta untuknya.

Setelah itu kekuasaan Dong Zhuo meningkat dengan cepat. Dia menganugerahkan gelar Penguasa daerah Hu dan jabatan jenderal pasukan kiri kepada adiknya Dong Min. Dia mengangkat Lu Bu sebagai penguasa LuoYang dan Jenderal besar penjaga ibu kota dan juga jenderal besar penguasa pasukan berkuda kekaisaran. Dong Zhuo mengangkat dirinya sendiri sebagai Menteri Pekerjaan, Panglima Besar dan Jenderal besar pasukan pelindung kekaisaran.

Penasihatnya Li Ru tidak pernah berhenti untuk memaksanya segera menjalankan rencana manganti kaisar.

sekarang Dong Zhuo yang sudah berkuasa penuh mengadakan perjamuan pesta di ibukota dimana semua pejabat harus hadir. Dia juga memerintahkan Lu Bu untuk membawa tentara di kiri dan kanan tempat pesta berlangsung dan bersiap2x untuk bertindak.

Kemudian ditengah pesta Dong Zhuo berkata "Dia yang ada ditahta saat ini adalah kaisar yang lemah dan tidak cocok untuk menjalankan pemerintahan. Oleh sebab itu aku seperti Yi Yin dan Huo Guang, akan menurunkan dan mengganti kaisar yang berkuasa. Dan semua yang tidak setuju denganku akan mati."

Ketakuan melanda seluruh orang yang ada disana, mereka semua terdiam kecuali Yuan Shao yang berkata "Kaisar tidak bersalah atas dasar apapun, and menyingkirkannya atas permintaan seorang biasa adalah sebuah pemberontakan !"

"Kekaisaran berada ditanganku !" teriak Dong Zhuo”Ketika aku memilih untuk melakukan sesuatu, siapa yang berani berkata tidak? apakah menurutmu pedangku tidak memiliki sisi yang tajam."

"Jika pedangmu Tajam, maka pedangku tidak pernah tumpul!" kata Yuan Shao sambil mengeluarkan pendangya dari sarungnya.

Kedua pria itu saling berhadap-hadapan didepan seluruh orang.

BAB 4

Dong Zhuo pada saat ini telah bersiap-siap untuk menebaskan pedangnya pada Yuan Shao, tetapi Li Ru mencegahnya dan berkata, "Kau tidak boleh membunuh dia sembarangan terutama dalam masalah sebesar ini."

Yuan Shao dengan pedang masih ditangannya langsung meninggalkan ruangan. Dia mengantungkan Simbol penugasannya di gerbang timur, dia pergi menuju JiZhou.

Dong Zhuo berkata kepada Pelindung Kekaisaran Yuan Wei, "Keponakanmu telah bertindak diluar batas, tetapi aku memaafkannya karena memandangmu, menurutmu bagaimana rencanaku mengenai mengganti kaisar ?"

"Apa yang kau pikirkan adalah apa yang paling benar" Jawabnya.

"Kalau ada siapapun juga yang menentang rencana besar ini, dia akan langsung dihukum dengan hukum militer!" Hardik Dong Zhuo kepada seluruh tamunya.

Para mentri walaupun merasa kesal tetapi menunjukan kepatuhannya dan perjamuan itu akhirnya berakhir.

Dong Zhuo bertanya pada penasehat kekaisaran Zhou Bi dan Komandan pasukan Wu Qiong apa pendapat mereka tentang Yuan Shao yang melawan.

Zhou Bi berkata, "Dia meninggalkan pesta dalam keadaan yang sangat marah. Dalam hal ini tampaknya dia akan membawa masalah dikemudian hari. Kita tidak boleh melupakan bahwa Keluarga Yuan telah selama 4 generasi memiliki kedudukan dan pengaruh dalam kekaisaran, mereka mempunyai bawahan dan pendukung dimana-mana. Kalau Dia sampai mengumpulkan mereka semua dan menyatukannya, bahkan seluruh gunung shandongpun akan hilang. Lebih baik Tuan memaafkan Yuan Shao dan memberikannya jabatan. Dia akan merasa senang dan tidak akan membuat masalah."

Wu Qiong berkata,"Yuan Shao sangat pandai membuat rencana, tetapi dia kurang dapat mengambil keputusan dan karena hal itu maka dia tidak perlu ditakuti. Tapi akan lebih baik untuk memberinya kedudukan dan hal itu dapat membuat Tuan dihormati sebagai orang yang berbesar hati dan pemurah."

Dong Zhuo mengikuti saran ini, dan dalam beberapa hari dia mengirim utusan ke Yuan Shao untuk mengangkatnya menjadi gubernur di BoHai.

Pada hari 1 dalam bulan ke 9, kaisar diundang kedalam AULA KEBIJAKAN dimana seluruh pegawai kerajaan dan pejabat tinggi baik sipil maupun militer berkumpul.

Lalu Dong Zhuo dengan pedang ditangan, menghadap kepara menteri dan pejabat yang berbaris dan berkata "Kaisar saat ini adalah pemimpin yang lemah, tidak cocok untuk memimpin negara dan mengatur pemerintahan. Sekarang dengarlah kalian semua atas titah ini!"

dan Li Ru membacakan :

"KAISAR LING YANG SANGAT BERJASA ITU TERLALU CEPAT MENINGGALKAN KITA SEMUA. KAISAR ADALAH JUNJUNGAN SELURUH RAKYAT DINEGERI INI. KAISAR YANG SEKARANG, KAISAR BIAN HANYA DIBERIKAN LANGIT KEMAMPUAN YANG KECIL: DALAM PENGATURAN DIA TIDAK EFISIEN, DAN DALAM KESEDIHANNYA DIA TIDAK DAPAT TEGAR. HANYA ORANG YANG DENGAN KEBIJAKAN DAN KEBIJAKSANAAN YANG BESAR DAPAT MENJADI KAISAR. PERMAISURI HE TELAH GAGAL MENDIDIKNYA MENJADI KAISAR DAN SELURUH ADMINISTRASI KEKAISARAN TELAH JATUH DALAM KEKACAUAN. IBU SURI DONG TELAH WAFAT TIBA-TIBA DAN TIDAK ADA YANG TAHU KENAPA. DOKTRI 3 KETERIKATAN--- LANGIT,BUMI DAN MANUSIA-- DAN KELANGSUNGAN DARI LANGIT DAN BUMI TELAH TERLUKA."

"TETAPI LIU XIAN, PANGERAN DARI CHENLIU, ADALAH SEORANG YANG BIJAK DAN BERANI. SELAIN KETAMPANANNYA, DIA DAPAT MENEMPATKAN SESUATU SECARA SEHARUSNYA. KESEDIHANNYA DIJALANINYA DENGAN TEGAR, DAN KATA2XNYA SELALU BENAR. SEMANGATNYA MEMUHI SELURUH KEKAISARAN. DIA SANGAT PANTAS UNTUK MENGEMBAN TUGAS BESAR MENYATUKAN SELURUH DINASTI HAN."

"KARENA ITU SEKARANG, KAISAR DITURUNKAN DAN DIBERIKAN GELAR PANGERAN DARI HONGNONG, DAN PERMAISURI HE DIBERHENTIKAN DARI STATUSNYA."

"SAYA BERHARAP PANGERAN DARI CHENLIU MAU MENERIMA TAHTA INI SESUAI DENGAN MANDAT LANGIT DAN BUMI, SESUAI DENGAN KEINGINAN RAKYAT DAN DAPAT MEMENUHI SELURUH UMAT MANUSIA."

Setelah dekrit ini selesai dibacakan, Dong Zhuo memerintahkan para pejabat mengantar kaisar turun dari tahtanya, mengambil tanda kekaisarannya dan memaksanya sujud menyembah arah utara, menandakan dia bersedia untuk tunduk sebagai pelayan dari kaisar yang baru. Dan juga Dong Zhuo memrintahkan Permaisuri He menanggalkan seluruh pakaian kebesarannya dan menunggu titah kekaisaran selanjutnya. Kedua ibu dan anak itu menangis dan seluruh pejabat yang menyaksikan ini juga merasa sangat sedih.

Salah satu menteri langsung maju kedepan dan berteriak sambil menangis "Penghinaan ini adalah ulah Dong Zhuo yang ingin menguasai kekaisaran, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk menghapus penghinaan ini."

Dan dia langsung menerjang kearah Dong Zhuo dengan bersejatakan tongkat gading lambang dari jabatannya.

Dia adalah kepala sekertariat kekaisaran Ding Guan. Dong Zhuo langsung memerintahkan penjaga menangkap Ding Guan dan langsung dipenggal di tempat. Sebelum kematiannya, Ding Guan tetap menghina dan mengatai Dong Zhuo, dia tidak takut pada kematian. Ding Guan pun akhirnya dipenggal, Kepalanya ditaruh didepan istana sebagai peringatan pada pejabat lainnya bagi yang berani melawan hukumannya adalah mati.

Lalu setelah kejadian itu, Pangeran Liu Xian dibawa naik menuju singasana naga untuk menerima penobatannya sebagai kaisar. Setelah semua upacara selesai, Kaisar sebelumnya--Pangeran Bian, ibunya dan selir2x istana lainnya dikucilkan dari istana utama dan dibawa ke istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Setiap gerbang istana itu dikunci dan dijaga oleh pasukan.

Sangat menyedihkan! kaisar muda itu, yang baru memerintah kurang dari 1/2 tahun harus diturunkan dan dikucilkan. Kaisar yang baru Liu Xian adalah anak ke 2 dari kaisar Ling. Dia berumur 10 tahun ketika itu, beberapa tahun lebih muda dari kakaknya yang diturunkan dari tahta. Para ahli istana menamakan tahun itu adalah tahun pertama dari "AWAL KEDAMAIAN" (CHU PING) (Note:Sekitar tahun 190 M).

Dong Zhuo mengangkat dirinya menjadi Perdana mentri dan mentri utama serta panglima seluruh angkatan perang kerajaan yang berjumlah 1.000.000 pasukan. Dia menjadi sangat sombong dan sangat berkuasa. Ketika dia Menemui kaisar dia tidak pernah menunduk dan menyebut namanya. Dia berani masuk keruangan kaisar dengan membawa pedang dan jalan tergesa-gesa.

Penasehatnya Li Ru menyarankan pada Dong Zhuo untuk selalu memperkerjakan orang yang mampu dan ini akan memberinya nilai lebih dimata publik. Karena itu Dong Zhuo mengembalikan banyak jabatan dan posisi kepada orang2x yang dahulu pernah disingkirkan oleh para kasim. Untuk yang telah meninggal dia memberikan jabatan dan posisi kepada penerusnya. Ketika Dong Zhuo diberitahu ada seseorang bernama Cai Yong yang berbakat, Dong Zhuo memerintahkan untuk menjemput Cai Yong. Tetapi Cai Yong tidak mau ikut. Dong Zhuo memerintahkan kalau dia tidak mau datang maka dia dan seluruh keluarganya akan dihukum mati. Lalu akhirnya Cai Yong pun ikut. Dong Zhuo sangat puas dengan kemampuan Cai Yong dan mempromosikannya 3 kali dalam 9 bulan. Ini adalah semua kemurahan hatinya selama menjadi perdana mentri.

Sementara itu, Kaisar terdahulu--pangeran bian dan ibunya sedang berseding di istanya "KESUNYIAN SELAMANYA" dan mengetahui bahwa persedian sehari-hari mereka sudah mulai habis. Pangeran Bian sangat bersedih dan menulis sebuah puisi.

Dong Zhuo yang terus memata-matai gerak-gerik mereka, suatu hari mendapatkan laporan mengenai puisi yang dibuat oleh pangeran.

"Jadi dia membuat puisi untuk menunjukan ketidak senangannya! sebuah alasan bagus untuk menghukum mati mereka semua atas dasar ingin memberontak" kata Dong Zhuo.

Li Ru dikirim dengan 10 orang pengawal menuju istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Ketika Li Ru tiba, Pangeran, ibunya dan pelayannya sedang berada di ruangan atas.

Lalu Li Ru masuk dan mewarkan cankir berisi arak beracun kepada pangeran bian. Pangeran bertanya apa maksudnya semua ini

"Musim Semi adalah musim yang menyatukan keindahan halam menjadi satu harmoni, perdana mentri mengirimkan secangkir arak panjang umur" kata Li Ru.

"Kalau itu adalah arak Panjang Umur, kamu boleh meminumnya terlebih dahulu" kata permaisuri he.

Lalu Li Ru langsung membentak.

"Apakah kau tidak akan meminumnya ?" tanya dia.

Dia memanggil pengawalnya dengan tali dan pisau dan menunjukannya pada pangeran bian.

"Cangkir itu atau ini ?" tanya Li Ru.

Lalu berkata pelayan pangeran " Biarkan pelayanmu ini yang meminumnya dan mengantikan tempat pangeran, tetapi biarkanlah ibu dan anaknya ini, aku mohon."

"Dan siapakah kau pikir dirimu mati untuk mengantikan seorang pangeran?" kata Li Ru.

Dan Dia menawarkan satu cangkir juga pada permaisuri dan memerintahkannya untuk meminumnya.

Lalu Li Ru mendekati Pangeran Bian dan menawarkan cangkir arak itu.

"Biarkan aku mengucapkan salam perpisahan pada ibuku" minta pangeran dan dia berkata seperti ini.

"LANGIT DAN BUMI TELAH BERUBAH,

MATAHARI DAN BULAN TELAH MENINGALKAN TEMPATNYA,

AKU YANG SUATU KALI PERNAH MENJADI PUSAT DARI SELURUH MATA,

TELAH DIGIRING MENUJU KEGELAPAN TERJAUH,

DITEKAN OLEH SEORANG MENTRI JAHAT, HIDUPKU AKAN SEGERA BERAKHIR,SEMUANYA TELAH MENGECEWAKAN AKU AND KESEDIHAN MEMBUAT AIR MATAKU MENGALIR TURUN"

Pelayan kaisarpun berkata :

"LANGIT PASTI TELAH RUNTUH DAN BUMI TELAH HANCUR,

AKU PELAYAN KAISAR, TIDAK AKAN BERSEDIH MENGIKUTI KAISARKU.

KAMI TELAH SAMPAI DI AKHIR PERJALANAN DAN HARUS BERPISAH;

AKU DITINGGAL SENDIRIAN DENGAN KESEDIHAN DIHATIKU INI"

Ketiganya langsung berangkulan dan menangis.

"Perdana menteri menunggu laporanku" Kata Li Ru "Dan kau terlalu lama menunda tugasku ini. apakah kau pikir ada yang akan datang menyelamatkanmu?"

Permaisuri berkata "Pemberontak memaksa kami untuk mati, ibu dan anak dan langit telah meninggalkan kami berdua. Tetapi kau, alat dari kejahatan, pasti akan musnah dgn menderita nanti !"

Karena itu Li Ru semakin marah, dia menarik permaisuri dan melemparkannya keluar jendela. Lalu dia meminta pelayannya menjerat leher pelayannya dengan tali dan memaksa pangeran meminum racun.

Li Ru melaporkan hasil ini pada tuannya yang memrintahkan mereka untuk mengubur korbannya diluar kota. Setelah ini Dong Zhuo bertindak lebih diktator dari sebelumnya. Dia menghabiskan malam hari diistana, bercinta dengan selir2x kekaisaran bahkan tidur di singasana naga.

Suatu ketika dia memimpin pasukan keluar kota pergi ke Yang Cheng. Ketika itu penduduk desa, pria dan wanita, sedang berkumpul dari berbagai daerah untuk merayakan perayaan datangnya musim semi. Pasukannya mengepung tempat itu dan mejarahnya. Mereka mengambil apa saja yang berharga dan mengambil wanita2x serta membawa 1000 lebih kepala manusia. Lalu ketika kembali ke Luo Yang dia menceritakan bahwa dia habis berhasil melawan tentara pemberontak dan mendapatkan kemenangan. Dia membakar kepala2x itu dibawah tembok kota serta membagikan wanita dan hasil rampasan kepada para tentara.

Seorang jenderal bernama Wu Fu sangat jijik dan benci kepada tindakan Dong Zhuo ini dan berencana untuk membunuh Dong Zhuo. Wu Fu selalu menggunakan pelindung badan yang terbuat dari besi didalam baju tugasnya dan selalu menyembunyikan pisau tajam didalam bajunya. Suatu hari ketika Dong Zhuo mengadakan rapat, Wu Fu menemui dia dan berusaha menusuknya. Tetapi Dong Zhuo sangat kuat dan berhasil menghalangi Wu Fu sampai Lu Bu datang membantu.

"Siapa yang menyuruhmu memberontak ?" kata Dong Zhuo.

Wu Fu memandanginya dan berteriak "Kau bukanlah Tuanku dan aku bukanlah pelayanmu. Apa yang kau sebut dengan memberontak? Kejahatanmu memenuhi langit dan setiap orang mau membunuhmu. Aku bersedih tidak dapat menyeretmu dengan kereta kuda untuk menenangkan murka dunia!"

Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk membawanya dan memotongnya kecil2x. Wu Fu hanya berhenti menghina Dong Zhuo ketika dia berhenti bernafas.

Setelah itu kemanapun Dong Zhuo pergi selalu dijaga ketat oleh barisan pengawalnya.

Di BoHai, Yuan Shao yang mendengar kesewenangan Dong Zhuo dan dia mengirimkan surat rahasia kepada menteri dalam negeri WANG YUN:

"Pemberontak itu Dong Zhuo telah membuat marah langit dan bumi. Orang tidak berani berkata tentang dirinya. Ini dapat dimengerti. Walaupun begitu kau harus bertindak sesuatu untuk menghilangkan penderitaan ini. Bagaimana kau dapat disebut setia dan menjalankan tugas apabila kau tidak melakukan apapun ? aku telah mengumpulkan tentara dan berkeinginan untuk membersihkan kekaisaran dari para pemberontak. Tetapi aku tdk berani menjalankan ini sendirian Jika Tuan mau, maka carilah rencana untuk menyingkirkan orang ini. Jika Tuan membutuhkan tentara maka aku siap menerima perintah."

Wang Yun terus berpikir dan tidak melihat ada peluang untuk menyingkirkan Dong Zhuo.

Suatu hari Wang Yun menggundang teman2xnya untuk merayakan pesta ulang tahun dikediamannya.

Malam itu meja pun disiapkan didalam ruangan dan teman2xnya berkumpul disana. Ketika arak telah disajikan selama beberapa kali, tuan rumah tiba-tiba menangis.

Tamu2xnya terkejut dan bertanya

"Tuan, ini adalah hari ulang tahunmu, mengapa kau menangis ?" kata mereka.

"Ini bukanlah hari ulang tahunku" jawab Wang Yun”Tetapi aku menginginkan kalian semua berkumpul dan aku takut pada Dong Zhuo mencurigaiku, jadi aku menggunakan alasan ini. Orang ini telah menghina kaisar dan dia hanya melakukan apa yang dia mau dan menyebabkan kekaisaran dalam kekacauan. Aku memikirkan ketika nenek moyang kaisar kita menghancurkan Qin an Chu dan mendirikan dinasti han. Siapa sangka bahwa hari ini Dong Zhuo lah yang menjadi "kaisar" di negeri ini, karena hal inilah aku menangis."

Dan mereka semua akhirnya ikut menangis bersama dengan dia.

Diantara mereka yang duduk hanya Cao-cao yang tidak ikut menangis tetapi bertepuk tangan dan tertawa.

"Jika semua pejabat pemerintah menangis dari pagi sampai malam dan dari malam hingga pagi lagi, apakah itu dapat menyingkirkan Dong Zhuo ?" Kata Cao-Cao.

Wang Yun lalu marah padanya.

"Leluhurmu juga menikmati kemurahan hati dinasti Han, apakah kau tidak mempunyai rasa balas budi? kamu masih dapat tertawa?"

"Aku tertawa karena kalian hanya dapat berbicara saja dan tidak melakukan apa2x. Aku mungkin bodoh dan tidak dapat berbuat apa2x, tetapi aku akan memenggal kepalanya dan menggantungnya digerbang kota sebagai tanda persembahan pada seluruh negeri ini."

Wang Yun berdiri dari duduknya dan mendekati Cao-Cao.

"Aku telah tunduk pada Dong Zhuo hanya karena menunggu kesempatan untuk menghancurkannya. Sekarang ketika dia sudah mulai mempercayaiku dan terkadang aku dapat mendekatinya. Kamu mempunyai pedang dengan 7 permata indah, aku ingin meminjamnya dan aku akan pergi keistananya dan membunuhnya, aku tdk perduli jika aku mati karena itu."

"Sebuah keberuntungan bagi dunia bila itu dapat terlaksana!" kata wang yun.

Wang Yun lalu menuangkan arak kedalam cangkir Cao-Cao yang langsung dihabiskan dan bersumpah akan melaksanakan tugasnya. Setelah Cao-Cao mendapatkan pedang itu, Cao-Cao meninggalkan pertermuan itu.

Keesokan harinya Cao-Cao dengan pedangnya itu datang ke istana perdana menteri.

"Dimanakah Perdana Menteri ?" tanya Cao-Cao.

"Didalam Ruang Tamu" kata pelayan istana.

Jadi Cao-Cao pergi kedalam dan menemukan Dong Zhuo sedang duduk dikursi dan Lu Bu berada disisinya.

"Kenapa terlamabt Cao-Cao ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kudaku sedang tidak sehat dan lambat" Jawab Cao-Cao.

"Beberapa kuda bagus baru datang dari barat, Kau pergi dan pilihlah satu untuk Cao-Cao." kata Dong Zhuo kepada Lu Bu.

Dan Lu Bu pun pergi.

"Pengkhianat ini akan menemui ajalnya" Pikir Cao-Cao. Dia dapat saja langsung menusuknya, tapi Cao-Cao tahu bahwa Dong Zhuo sangat kuat dan dia takut untuk bertindak sekarang. Dia ingin memastikan sebelum bertindak.

Sekarang Dong Zhuo telah lelah duduk sehingga dia merebahkan badannya dalam posisi tidur dan kepalanya menghadap kedalam.

"Inilah saatnya" Cao-Cao dalam hati berkata, dia memegang pedangnya.

Tetapi ketiak Cao-Cao baru saja mengeluarkan pedangnya, Dong Zhuo secara tidak sengaja melihat bayangan Cao-Cao memegang pedang di cermin.

"Apa Yang kau lakukan Cao-Cao ?" kata Dong Zhuo yang tiba-tiba berbalik. Dan pada saat yang sama Lu Bu datang membawa Kuda.

Cao-Cao yang panik langsung berlutut dan berkata "Aku mempunyai sebuah pedang yang berharga dan aku ingin mempersembahkannya padamu."

Dong Zhuo mengambilnya dan dia melihat ini adalah pedang yang sangat bagus. Pedang ini dihiasi 7 permata indah dan sangat tajam. Dong Zhuo menyerahkan sarungnya pada Lu Bu.

Mereka berdua keluar untuk melihat kudanya. Cao-Cao lalu berterima kasih dan dia bilang ingin mencoba kudanya. Lalu Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk mempersiapkan kuda Cao-Cao. Cao-Cao membawa kuda itu keluar dan dia langsung naik keatas pelana lalu langsung memacu kudanya cepat2x , dia pergi kearah timur.

Lu Bu berkata "Ketika aku datang, sepertinya orang itu ingin menusukmu, hanya karena tiba-tiba dia panik maka dia seperti mau menyerahkan pedang ini pada mu."

"Aku juga berpikir begitu!" kata Dong Zhuo.

Pada saat itu Li Ru juga baru tiba dan mereka menceritakan itu padanya.

"Cao-Cao tidak mempunyai keluarga diibu kota ini, dia tinggal sendiri dan tidak terlalu jauh dari sini. Kirim utusan untuk mengundangnya, jika dia datang maka pedang itu adalah hadiah, jika dia membuat alasan maka dia mempunyai rencana buruk dan kita dapat menangkapnya"

Mereka mengirimkan 4 pasukan untuk mencari Cao-Cao.

Mereka kembali dan melaporkan bahwa Cao-Cao tidak kembali kekediamannya, tetapi dengan berkuda keluar dari gerbang timur. Komandan gerbang bertanya padanya dan Cao-Cao menjawab ada pesan penting dari perdana menteri dan dia mengendarai kudanya dengan kecepatan tinggi.

"Tidak ada keragu-raguan lagi, dia pasti berusaha membunuh anda tadi." kata Li Ru.

"Dan aku mempercayainya sangat!" kata Dong Zhuo dengan marah.

"Ini pasti ada konspirasi. Ketika kita menangkapnya kita akan mengetahui tentang hal itu" Kata Li Ru.

Wajah Cao-Cao langsung menghiasi seluruh bagian kerajaan sebagai buronan. Hadiah uang diberikan bagi yang dapat memberikan informasi mengenai dirinya dan gelar kebangsawanan akan diberikan apabila dapat menangkapnya. Oranng yang memberinya tempat tinggal akan dianggap bersalah dan dapat dihukum mati.

Cao-Cao berkuda secepatnya kedaerah Qiao, tempat kelahirannya. Didalam perjalanan ke Zhongmou, dia dikenali oleh petugas penjaga gerbang dan ditahan. Mereka membawanya ke pengadilan. Cao-Cao menyatakan dirinya adalah seorang pedagang dan bernama Huang Fu. Kepala pengadilan mengamati wajahnya dan berpikir.

"Ketika aku ada di ibukota dan sedagn mencari perkerjaan, aku pernah melihat Cao-Cao dan itu adalah kau. Mengapa kau mencoba menyembunyikan identitasmu ?"

Kepala pengadilan itu memerintahkan Cao-Cao dipenjara sampai keesokan harinya ketika dia dapat membawa Cao-Cao ke ibukota dan menerima hadiahnya. Dia jg memberi pasukannya arak dan makanan sebagai hadiah.

Sekitar tengah malam kepala pengadilan itu mengirimkan seorang yang dipercayainya untuk membawa tawanan itu kedalam ruang pribadinya untuk ditanyai.

"Mereka bilang perdana mentri melakukan engkau dengam baik, kenapa kau berusaha membunuhnya ?" tanya kepala pengadilan itu.

"Bagaimana burung dapat mengerti cara terbang seekor naga ? aku adalah tawananmu dan akan dikirim ke ibu kota, kenapa banyak bertanaya ?"

kepala pengadilan lalu memerintahkan pengawalnya pergi dan kembali berbicara " Jangan kau membenciku, Aku bukanlah orang yang dapat dibeli, aku hanya belum menemukan tuan yang layak kulayani."

kata Cao-Cao”Leluhurku telah menikmati kemurahan hati dinasti Han dan apakah aku akan berbeda dari binatang dan burung jika aku tidak mempunyai keinginan membalas budi baik kekaisaran padaku ? aku telah tunduk pada Dong Zhuo dengan alasan untuk mencari kesempatan bagiku untuk menghancurkannya dan menghilangkan bencana dari negeri ini. Aku telah gagal kali ini dan ini adalah kehendak langit."

"Dan kemanakah kau akan pergi ?"

"Menuju desaku, Disana aku akan mengumpulkan orang2x pemberani dan akan kugunakan untuk menghancurkan Dong Zhuo. Ini adalah keinginanku."

Lalu kepala pengadilan itu melepaskan ikatan Cao-Cao, dan menuntunya kekursi yang tinggi dan menunduk " Aku bernama Chen Gong. Ibuku yang sudah tua dan keluargaku ada dia sebuah desa di timur Dong Jun. Aku sangat terkesan dengan kesetiaanmu dan keberanianmu dan aku akan meninggalkan jabatanku dan mengikutimu."

Cao-Cao sangat senang mendengar hal ini, Chen Gong langsung mengumpulkan sejumlah uang untuk biaya perjalanan dan memberi Cao-Cao pakaian lain dan mereka berdua mengambil pedang dan berkuda menuju Qiao.

3 hari kemudian ketika senja hari Cao-Cao mencapai ChengGao. Cao-Cao menunjuk kesebuah rumah didalam hutan dan berkata "Disana tinggal seorang pamanku Lu BoShe, seorang saudara angkat ayahku. Kita akan bertanya padanya mengenai keadaan keluargaku dan kita dapat menginap disana untuk semalam?"

"Bagus sekali" kata Chen Gong dan mereka berdua turun dari kuda dan masuk kedalam rumah itu.

Lu Boshe menyambut mereka dan berkata pada Cao-Cao, "Aku dengar kekaisaran telah mengeluarkan perintah untuk segera menangkapmu. Ayahmu telah pergi ke ChenLiu untuk bersembunyi. Bagaimana semua ini bisa terjadi ?"

Cao-Cao bercerita padanya dan berkata "Jika saja tidak karena orang yang ikut bersamaku ini, aku mungkin sudah dicincang sampai habis."

Lu Boshe segera memberi hormat pada Chen Gong dan berkata "Kau adalah penyelamat keluarga Cao, tenanglah dan beristirahatlah disini. Aku akan mencarikan tempat tidur untuk kalian dia gubukku yang sederhana ini."

Lu Boshe lalu berdiri dan masuk kedalam ruangan dimana dia cukup lama berada disana. Ketika dia keluar, dia berkata "Tidak ada arak yang bagus didalam rumah ini. Aku akan pergi ke desa untuk membelikan arak yang bagus."

Dan dia bergegas menunggang keledainya dan pergi. Kedua orang itu duduk cukup lama sampai tiba-tiba mereka mendengar bunyi dari belakang rumah, bunyi benda tajam sedang diasah.

Cao-Cao berkata pada Chen Gong, "Dia bukanlah paman kandungku. Aku mulai meragukan alasan kepergiannya. Mari kita dengarkan."

Lalu mereka dengan diam-diam mendengarkan suara dibelakang.

Terdengar suara orang berkata "Kita ikat dulu sebelum kita bunuh."

"Seperti dugaanku" kata Cao-Cao”Sekarang kecuali kita menyerang duluan, kita pasti akan ditangkap."

Tiba-tiba Cao-Cao dan Chen Gong menerjang masuk dgn pedang ditangan dan membantai seluruh keluarga itu pria dan wanita semua berjumlah 8 orang.

Setelah ini mereka memeriksa rumah dan ketika mereka didapur mereka melihat seekor babi diikat dan siap untuk dibunuh.

"Kau terlalu mudah curiga" kata Chen Gong, "Kita telah membunuh orang yang tidak berdosa."

Cao-Cao dan Chen Gong dengan segera menaiki kuda mereka dan pergi. Ditengah perjalanan mereka bertemu Lu BoShe yang sedang pulang dan disamping sadelnya dia membawa 2 bejana arak. Dilengannya dia membawa buah2xan dan sayuran.

"kemana kau akan pergi tuan ?" Tanya Liu Boshe pada mereka.

"Orang yang dicari kerajaan tidak berani untuk tinggal lama disatu tempat."

jawab Cao-Cao.

"Tapi aku telah menyuruh orang rumahku untuk memotong babi, kenapa kau menolak keramahanku ini ? aku harap kau mau balik bersama ku"

Cao-Cao tidak mendengarkan, dan tetap pergi. Tetapi kemudia berbalik dan mengambil pedangnya.

"Siapa itu yang ikut dengamu ?" tanya Cao-Cao.

Lu Boshe lalu berbalik dan seketika itu juga Cao-Cao Memenggal Lu Boshe.

Chen Gong sangat ketakutan.

"Kita telah sangat salah sebelumnya" Kata Chen Gong”Sekarang kita melakukan ini ?"

"Ketika dia sampai dirumah dan melihat keluarganya terbunuh, apakah pikirmu dia dapat menerima itu ? jika dia mengikuti kita dan melaporkan kita, maka kita pasti mati."

"Untuk membunuh sembarangan adalah sebuah kesalahan." kata Chen Gong.

"Kita harus mengalahkan Dunia atau dunia akan mengalahkan kita!" jawab Cao-Cao.

Chen Gong terdiam dan berpikir, Mereka terus berkendara sampai malam hari dan akhirnya sampai dipenginapan. Setelah memberi makan kuda mereka, Cao-Cao langsung tertidur tapi Chen Gong terus berpikir.

"Aku mengira dia adalah seorang Pria Sejati dan meninggalkan semuanya untuk mengikutinya, Tetapi dia sangat kejam seperti serigala. Jika kubiarkan dia, dia akan menimbulkan bencana nantinya," Pikir Chen Gong.

Dan Chen Gong berdiri lalu berniat untuk membunuh Cao-Cao.

"DALAM HATINYA ADA KEKEJAMAN, DIA BUKANLAH PRIA SEJATI. APAKAH DIA AKAN BERBEDA DARI MUSUHNYA DONG ZHUO."

BAB 5

Pada bab yang lalu diceritakan bahwa Chen Gong berniat membunuh Cao-Cao.

Tetap Chen Gong berpikir "Aku mengikutinya untuk melakukan hal yang benar. Sekarang jika aku membunuhnya aku hanya akan melakukan hal yang salah dan orang2x akan mengutukku. Lebih baik aku pergi diam-diam."

Matahari belum terbit ketika Chen Gong bangun dan langsung menaiki kudanya dan pergi kesebelah timur, menuju kampung halamannya di DongJun.

Cao-Cao terbangun ketika hari telah siang dan mencari Chen Gong tetapi tidak dapat ditemukan. pikirNya”Chen Gong berpikir aku ini brutal karena beberapa patah kata egois yang aku gunakan dan dia telah pergi. Aku harus secepatnya pergi juga dan Jangan terlalu lama tinggal disini."

Lalu Cao-Cao pergi secepatnya menuju Qiao. Ketika dia melihat ayahnya, dia menceritakan apa yang terjadi dan dia ingin menggunakan semua harta keluarga untuk membentuk tentara dengan harta itu.

"Milik kita sangat sedikit" Kata ayahnya, "Dan tidak cukup untuk melakukan apapun, tetapi ada seseorang sarjana disini, Wei Hong namanya, Yang tidak mempedulikan harta tetapi kebajikan, keluarganya sangat kaya. Dengan bantuannya kita mungkin dapat berhasil."

Sebuah perjamuan diadakan dan Wei Hong di undang.

Cao-Cao berpidato "Dinasti Han telah kehilangan pemimpinnya dan Dong Zhuo benar-benar seorang tiran. Dia tidak hormat pada pangerannya dan kejam kepada rakyat. Aku ingin mengembalikan kejayaan dinasti Han, tetapi tidak mempunyai apa2x saat ini. Tuan, Aku memohon kepadamu dan kepada kesetianmu pada rakyat kekasiaran ini."

Wei Hong berkata, "Aku juga telah lama mendambakan ini tetapi sejauh ini, belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjalankan tugas tersebut. Karena kau Cao-Cao memiliki Keinginan yang mulia, aku akan menyerahkan semua hartaku agar kau dapat mencapai tujuan mulia itu.

Ini adalah sebuah kabar gembira dan segera Cao-Cao mengumpulkan pasukan. Mereka semua mendirikan sebuah kesatuan yang berisi para sukarelawan dan mendirikan sebuah spanduk putih untuk merekrut orang2x. Dispanduk itu tertulis kata2x "KESETIAAN DAN KEHORMATAN". Respon dari penduduk sangat cepat dan sukarelawan berdatangan seperti butiran air yang turun dikala hujan.

Suatu hari datang seorang bernama Yue Jin dari Yang Ping dan Li Dian dari Ju Lu. Mereka berdua diangkat sebagai staff pribadi Cao-Cao. Yang lainnya adalah Xiahou Dun dari Qiao. Dia adalah keturunan Xiahou Ying(note:bagi yang tidak tahu siapa dia. Dia adalah salah satu jenderal Liu Bang yang paling hebat. Diberi gelar Marquis dari RuYin dan sering disebut Penguasa Tang.) Xiahou Dun telah dilatih sejak kecil untuk menggunakan Golok dan Gada. Ketika berumur 14 tahun dia berguru kepada seorang pendekar. Suatu hari seseorang berbicara tidak sopan mengenai gurunya itu dan Xiahou Dun membunuhnya. Karena hal ini dia harus lari dan bersembunyi untuk beberapa saat. Sekarang dia datang untuk menawarkan jasanya, ditemani sepupunya Xiahou Yuan. Mereka masing-masing membawa 1000 tentara terlatih. Sebenarnya kedua orang ini adalah saudara dari Cao-Cao karena ayah Cao-Cao sebenarnya bermarga Xiahou dan diangkat anak oleh keluarga Cao.

Beberapa Hari kemudian datanglah dua sepupu Cao-Cao yang lainnya yaitu Cao Ren dan Cao Hong, Masing-masing juga dengan 1000 tentara. Mereka berdua adalah ahli menunggang kuda dan sangat terlatih menggunakan berbagai macam senjata.

Latihan dimulai dan Wei Hong mengeluarkan hartanya untuk membeli baju, bendera,senjata serta perlengkapan militer lainnya. Dari berbagai tempat datang sumbangan dalam bentuk beras.

Ketika Yuan Shao mendengar Cao-Cao mengumpulkan pasukan, dia juga mengumpulkan pasukannya berjumlah 30.000 orang. Kemudian dia berangkat dari BoHai ke Qiao untuk bersumpah dengan Cao-Cao. Kemudian sebuah manifesto dikeluarkan.

"CAO-CAO DAN PENGIKUTNYA, DIGERAKAN OLEH RASA TANGGUNG JAWAB, MEMBUAT PROKLAMASI INI. DONG ZHUO MENGACAUKAN LANGIT DAN BUMI. DIA MENGHANCURKAN NEGARA DAN MELUKAI PANGERAN. DIA MENGOTORI ISTANA DAN MENEKAN RAKYAT. DIA KEJAM DAN BRUTAL. KESALAHANNYA TELAH MENUMPUK SETINGGI LANGIT. SEKARANG KAMI TELAH MENDAPAT PERINTAH UNTUK MEMANGGIL TENTARA DAN KAMI BERSUMPAH UNTUK MEMBERSIHKAN KEKAISARAN DAN MENGHANCURKAN ORANG JAHAT. KAMI AKAN MENCARI SUKARELAWAN DAN AKAN BERUSAHA SEBAIK KAMI UNTUK MEMPERTAHANKAN DINASTI DAN MENYELAMATKAN RAKYAT. MARI BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI OH KALIAN PARA PAHLAWAN DENGAN MEMPERSATUKAN PASUKAN KITA."

Banyak dari semua bagian kekaisaran datang menjawab panggilan ini.

GUBERNUR NANYANG----YUAN SHU.

PENGUASA DAERAH JIZHOU----HAN FU.

PENGUASA DAERAH YUZHOU---KONG ZHOU.

PENGUASA DAERAH YANZHOU---LIU DAI.

GUBERNUR HENEI-----WANG KUANG.

GUBERNUR CHENLIU----ZHANG MIAO.

GUBERNUR DONGJUN---QIAO MAO.

GUBERNUR SHANGYANG---YUAN YI.

GUBERNUR BEIHAI----KONGRONG.

GUBERNUR GUANGLING---ZHANG CHAO.

PENGUASA DAERAH XUZHOU---TAO QIAN.

GUBERNUR XILIANG----MA TENG.

GUBERNUR BEIPING----GONGSUN ZAN.

GUBERNUR SHANGDANG--- ZHANG YANG.

GUBERNUR CHANGSA---SUN JIAN.

GUBERNUR BOHAI---YUAN SHAO.

TUAN TANAH JIBEI---BAO XIN.

Semua kontingen itu bervariasi dalam ukuran dan jumlah, mulai dari 10.000 sampai dengan 30.000 pasukan. Tetapi semuanya lengkat dengan para staff baik sipil maupun militer dan jenderal-jenderal perang ternama. Mereka semua menuju Ibukota Luo Yang.

Gubernur BeiPing, Gongsun Zan, ketika dalam perjalanannya membawa 15.000 pasukan melewati daerah PingYuan. Ketika lewat disana dia bertemu Liu Bei dan Saudaranya membawa pasukan kecil.

"Saudaraku, apa yang kau lakukan disini?" tanya Gongsung Zan.

"Kau sangat baik padaku, dan karena rekomendasimu aku diangkat menjadi kepala daerah. Aku mendengar kau melewati daerah ini dan aku datang untuk memberikan salam. Aku berharap kau mau masuk kedalam kotaku dan beristirahat ?"

"Siapakah mereka berdua ?" tanya Gongsun Zan, menunjuk pada saudara Liu Bei.

"Ini adalah Guan Yu dan Zhang Fei, dua saudara angkatku."

"Apakah mereka ikut bertempur denganmu melawan pemberontakan jubah kuning?" tanya Gongsun Zan.

"Semua keberhasilanku adalah karena usaha mereka." Kata Liu Bei.

"dan apakah tujuan mereka ?"

"Guan Yu adalah pemimpin pasukan pemanah berkuda, Zhang Fei adalah pemimpin pasukan pemanah biasa."

"Mereka adalah orang yang berbakat." kata Gongsun Zan."Semua orang sekarang sedang berkumpul untuk menghancurkan Dong Zhuo. Saudaraku maukah kau meninggalkan daerah ini dan bergabung denganku untuk menrestorasi dinasti han ?"

"Aku akan senang sekali bergabung denganmu." kata Liu Bei.

"Jika Kau membiarkanku membunuhnya waktu itu, sekarang tidak akan ada masalah seperti ini" kata Zhang Fei kepada Liu Bei dan Guan Yu.

"Karena keadaan telah begini adanya, marilah kita bersiap2x dan pergi" kata Guan Yu.

Lalu tanpa menunda-nunda lagi, ke 3 saudara dan dengan beberapa pasukan berkuda mengikuti Gongsun Zan dan beriringan untuk bergabung dengan pasukan utama.

Satu demi satu setiap pemimpin akhirnya datang dan berkemah. Kemah mereka mencapai 70 Km lebih. Ketika semua telah tiba, Cao-Cao sebagai kepala, mempersiapkan korban persembahan kepada dewa dan memanggil seluruh pemimpin untuk mebicarakan rencananya.

Lalu majulah gubernur Henei, Wu Kuang, "Kami telah tergerak oleh perasaan yang mulia untuk berkumpul disini. Sekrang ktia harus mencari seorang pemimpin dan kepadanya kita akan menuruti perintahnya."

Lalu berkatalah Cao-Cao, "untuk 4 generasi posisi tinggi pejabat pemerintahan selalu diisi oleh anggota keluarga Yuan dan pendukung2x mereka ada dimana-mana. Sebagai keturunan langsung dari menteri Han, Yuan Shao sangat tepat sebagai pemimpin kita semua."

Yuan shao menolak dan menolaknya lg berkali-kali. Tetapi mereka semua berkata "Itu haruslah dia!, harus dia yang menjadi pemimpin, tidak ada orang lain yang pantas !"

Akhirnya dia setuju.

Keesokan harinya disiapkan altar 3 tingkat, dan mereka menarus semua lambang dan bendera dari masing-masing pemimpin yang ada disitu. Dan mereka menyiapkan berbagai sesajian upacara. Upacara dilakukan agar usaha mereka dalam menghancurkan Dong Zhuo dapat berhasil.

Setelah Semuanya siap, Yuan Shao diundang naik ke Altar. Dengan pakaian perang lengkap dan sebuah pedang. Yuan Shao memanjatkan doa dan dia membakar sesajen dan membungkuk pada langit dan bumi setelah itu dia mengucapkan janji bersama :

"Dinasti Han runtuh pada hari yang naas, Kekuasaan kekaisaran telah dihancurkan. Menteri pengkhianat,Dong Zhuo mengambil kesempatan didalam kesempitan ini untuk melakukan tindakan tercela dan bencana terjadi dimana2x. Kekejaman merajalela menyengsarakan rakyat kecil. Kami, Yuan Shao dan seluruh anggota konfedarasi, takut keselamatan kekaisaran dan keluarga kerajaan terancam, mengumpulkan pasukan bersama untuk menyelamatkan negara. Kami sekarang menyerahkan hidup kami untuk berusaha sekuat tenaga dan bertindak sesuai dengan keyakinan kami untuk menyelamtkan dinasti. Tidak akan ada tindakan yang mementingkan diri sendiri ataupun yang bertentangan dengan tujuan kami. Jika ada dari kami yang melanggar sumpah ini, maka dia akan kehilangan nyawanya dan tidak akan meninggalkan bekas apapun dimuka bumi ini. Biarlah Langit, bumi dan semua leluhur kami menjadi saksi kami."

Setelah selesai membaca sumpah ini, Yuan shao mengigit jarinya dan meneteskan darahnya kedalam sebuah mangkuk. Dan semua pemimpin yang berada disana juga melakukan hal yang sama. Semua orang terharu melihat kejadian ini.

Setelah semua upacara ini selesai, Yuan Shao mulai mengatur tugas-tugasnyayang akan diberikan kepada semua anggota konfederasinya.

Cao-Cao berkata "Sudah merupakan keharusan kita untuk mematuhi pemimpin yang kita pilih hari ini untuk menyelamatkan negara. Marilah kita mematuhi setiap peraturan dan jangan sampai kita terpecah belah."

"Hanya Perintah pimpinan yang akan kamu patuhi" seluruh pemimpin memberikan hormat.

Lalu Yuan Shao berkata, "Saudaraku, Yuan Shu akan kuangkat menjadi Kepala Penjaga Perkemahan dan Kepala logistik, Dia harus memastikan bahwa seluruh perkemahan mendapatkan supply sesuai dengan yang dibutuhkannya. Tetapi yang aku butuhkan sekarang adalah seseorang untuk memimpin pasukan melintasi sungai SI dan memprovokasi penyerangan. Pasukan yang lain harus mencari posisi strategis dan memberikan dukungan bagi pasukan utama."

Lalu Gubernur ChangSha, Sun Jian mengajukan dirinya untuk tugas ini.

"Kau adalah seorang pemberani dan hebat, cocok sekali untuk tugas ini!" kata Yuan Shao.

Pasukan dibawah Sun Jian mempersiapkan diri dan berangkat ke sungai Si. Penjaga disana mengirim utusan ke Ibu Kota untuk memberitahukan Perdana Mentri mengenai situasi ini.

Sejak Dong Zhuo mengamankan Kekuasaanya, dia telah memberikan dirinya sendiri kemewahan tanpa perduli hal lain. Ketika masalah ini diketahui Penasehat Li Ru, dia dengan segera menemui tuannya, yang langsung memanggil seluruh menteri dan pejabat.

Lu Bu langsung berdiri dan berkata "Jangan Khawatir, ayahku. Aku akan melihat seluruh pemimpin2x itu dan dengan pendekar2x hebat dipasukan kita, aku akan membuat setiap orang dari mereka mati dan kepala mereka akan ku gantungkan di setiap sudut gerbang kota."

"Dengan bantuanmu aku dapat tidur denga tenang!" kata Dong Zhuo.

Tetapi seseorang dibelakang Lu Bu maju dan berbicara "Pemotong Banteng digunakan untuk memotong ayam! tidak perlu jenderal besar yang pergi, aku akan memotong kepala mereka semudah aku mengeluarkan barang dari sakuku!"

Dong Zhuo melihat orang ini dan tampaklah seorang bertubuh tegap dan kekar. Dia mempunyai pala bundar seperti macan tutul dan pundak yang besar. Namanya adalah Hua Xiong dari Guan Xi. Dong Zhuo sangat senang dengan Keberanian kata2x Hua Xiong dan dengan segera dia diankat menjadi PANGLIMA PASUKAN KUDA PEMBERANI dan memberikannya 50.000 pasukan berkuda serta 3 jenderal. Hua Xiong berserta Li Su, Hu Zhen dan Zhao Cen langsung bergerak menuju sungai Si.

Dari seluruh anggota konfederasi, Bao Xin adalah yang iri terhadap pengangkatan Sun Ce sebagai pemimpin pasukan penyerangan. Karena itu dia berharap dapat yang pertama bertemu musuh. Jadi dia dengan diam-diam mengirim saudaranya Bao Zhong dengan 3000 tentara untuk melewati jalan pintas. Setelah pasukan ini melewati jalan itu, mereka langsung menantang perang.

Dengan rekasi Cepat, Hua Xiong dengan 500 pasukan kuda berbaju zirah segera turun dari bukit dan berteriak "Jangan lari kau pemberontak!"

Tetapi Bao Zhong ketakutan dan berputar. Hua Xiong datang dan dengan sekali tebas Bao Zhong langsung jatuh dari kduanya dan mati. Kepala Bao Zhong langsung dipotong dan dikirimkan ke ibu kota. Dong Zhuo langsung mengangkat Hua Xiong sebagai Kepala Pasukan(Commander in chief).

Sun Jian saat ini baru saja berhasil melewati sungai. Dia membawa 4 jenderal :Cheng Pu dari Tu Yin yang senjatanya adalah Tombak dengan ujung besi yang berbentuk kepala ular. Huang Gai dari LingLing yang bersenjatakan pecut yang terbuat dari besi. Han Dang dari Ling Zhi dengan senjata Golok besar dan Zu Mao dari Wu Jun yang bersenjatakan 2 bilah pedang.

Sun Jian mengunakan Helm dari perak yang ditutup dengan bandana berwarna ungu. Dia membawa pedang dibadannya yang terbuat dari Koin Cina Kuno dan mengendarai kuda yang indah.

Sun Jian melewati sungai dan berteriak kepada pasukan yang bertahan, "Kalian yang melayani pemberontak! cepatlah menyerah!"

Hua Xiong memerintahkan Hu Zhen untuk keluar menghadapi Sun Jian dan membawa 5000 tentara. Cheng Pu dengan tombaknya keluar dari barisan dan langsung bertempur. Setelah beberapa ronde, Cheng Pu membunuh Hu Zhen dengan sebuah tusukan pada lehernya. Lalu Sun Jian memberikan signal untuk menyerang.

Tetapi dari atas bentengnya tentara Hua Xiong melempari tentara Sun Jian dengan batu dan Sun Jian merasakan sulit untuk menerobos. Dan akhirnya mereka mundur dan berkemah di dekat LiangDong. Sun Jian mengirim pesan kepada Yuan Shao mengenai keadaan ini.

Sun Jian juga mengirim surat kepada kepala logistik untuk meminta persediaan.

Tetapi seorang penasehat Yuan Shu berkata "Sun jian ini sungguh hebat dia seperti macan di timur. Apabila dia berhasil masuk ibu kota dan menghancurkan Dong Zhuo, kita akan mempunyai macan mengantikan serigala. Jangan kirimkan dia perbekalan, buatlah pasukannya kelaparan dan itu akan memastikannya kalah."

Dan Yuan Shu mendengarkan saran itu dan pesan dikirmkan kembali pada Sun Jian bahwa tidak ada Perbekalan dan Beras yang tersedia. Lalu pasukan Sun Jian dengan cepat mulai merasa kelaparan dan mulai menunjukan ketidak disiplinan dan mata-mata pasukan Hua Xiong melaporkan keadaan ini.

Li Ru membuat rencana untk hua xiong, "Kita akan menyerang mereka malam ini dengan sebuah serang cepat dari belakang dan depan, sehingga kita akan dapat menangkap mereka."

Hua Xiong setuju dan mereka menyiapkan pasukan untuk menyerang. Lalu pasukan penyerang diperintahkan untuk makan dan beristirahat. Ketika hari telah gelap, mereka meninggalkan benteng dan berjalan melalui jalan kecil menuju kebelakang pasukan Sun Jian. Bulan sungguh terang dan angin terasa sejuk. Mereka tiba ketika tengah malam dan bunyi genderang langsung didengungkan. Sun Jian langsung memakai pakaian perangnya dan langsung mengendarai kudanya. Dia langsung memacu kudanya kearah Hua Xiong dan kedua Pendekar itu bertempur. Tetapi tak lama, pasukan Li Ru muncul dan memanah api dan perkemahan terbakar.

Pasukan Sun Jian berada dalam kekacauan dan lari menyelamatkan diri. Hanya Zu Mao yang ada disisi Sun Jian saat ini. Mereka berdua berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Hua Xiong terus mengejar, Sun Jian mengambil panahnya dan memanah 2 panah secara bergantian dalam waktu yang cepat, tetapi semuanya meleset. Lalu dia mengambil anak panahnya lagi

yang ke 3, karena terlalu kuat menariknya, senar panahnya putus dan dia lalu membuang panahnya dan memacu kudanya secepat mungkin.

Lalu berkata Zu Mao, "Tuanku, ikat kepala ungumu itu menjadi tanda dirimu, sangat mudah dikenali oleh pemberontak itu. Berikan padaku dan aku akan memakainya."

Lalu Sun Jian memberikan ikat kepalanya itu. Dan kedua orang itu berpisah. Para pengejar hanya mencari orang yang memakai ikat kepala ungu itu dan akhirnya Sun Jian berhasil Lolos dari bahaya.

Zu Mao, yang sedang dikejar, lalu memasangkan helmnya yang ada ikat kepala ungunya kesebuah tiang dirumah yang sudah terbakar 1/2nya yang dilewatinya dan lalu dia masuk kedalam hutan yang lebat. Pasukan Hua Xiong yang melihat helm itu tidak bergerak, segera berhati2x krena menyangka ada orang dirumah itu. Mereka mengepung rumah itu dan memanahinya dari setiap sisi. Akhirnya mereka tahu bahwa itu hanyalah tipuan, mereka masuk dan mengambilnya.

Ini adalah saat yang ditunggu2x Zu Mai, Segera dia keluar dengan dua pedang ditangannya dia segera menerjang Hua Xiong, Tetapi Hua Xiong juga berreaksi cepat. Dengan sekali Tebas Hua Xiong membunuh Zu Mao. Hua Xiong dan Li Ru membantai sisa pasukan Sun jian hingga fajar menyingsing dan mereka memimpin pasukannya kembali kedalam benteng.

Cheng pu, Huang Gai dan Han Dang saat ini telah bertemu dengan Sun Jian dan mengumpulkan pasukannya yang tersisa. Sun Jian sedih karena kematian Zu Mao.

Ketika berita kekalahan ini sampai kepada Yuan Shao, Dia sangat marah dan memanggil semua pemimpin untuk berkumpul. Mereka semua berkumpul dan Gongsun Zanlah yang datang terakhir.

Ketika mereka semua telah berkumpul didalam tenda, Yuan Shao berkata "Saudara dari Jenderal BaoXin telah melanggar perintah dan kita membayar akibatnya. Dia tergesa2x menyerang musuh. Dia sekarang telah dibunuh dan juga dengan banyak tentara kita. Sekarang Sun Jian telah dikalahkan. Maka semangat tempur kita telah berkurang, apa yang harus kita lakukan ?"

Semua terdiam, Yuan Shao melihat mereka semua satu per satu sampai dia tiba di tempat Gongsun Zan dan dia melihat 3 orang yang berdiri dibelakangnya. Mereka tidak tampak seperti orang biasa.

"Siapakah orang dibelakangmu itu ?" Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan menyuruh Liu Bei maju kedepan dan berkata "Ini Liu Bei, Kepala Daerah Ping Yuan dan adalah saudaraku. Dahulu kami pernah tinggal bersama ketika kami berdua menjadi pelajar."

"Itu pasti Liu Bei yang membantu melawan Pemberontak Jubah Kuning." Kata Cao-Cao.

"Ya, memang dia" jawab Gongsun Zan. Dan dia memerintahkan Liu Bei untuk bersujud kepada seluruh pemimpin yang kepada mereka semua Liu Bei menceritakan asal-usulnya dan jasa-jasanya secara detail.

"Karena dia berasal dari garis HAN, dia harus dipersilahkan duduk." kata Yuan Shao dan dia mempersilahkan Liu Bei duduk.

Liu Bei dengan halus menolak hal ini dan berterima kasih.

Kata Yuan Shao, "Pengecualian ini bukan karena kamu terkenal atau jabatanmu, tetapi karena kau adalah keluarga dari kekaisaran kita ini."

Lalu Liu Bei duduk dalam kursi yang lebih rendah dalam deretan panjang para pemimpin2x itu dan kedua saudaranya berdiri dibelakangnya.

Bahkan ketika mereka sedang melakukan pertemuan ini, pasukan pengintai melaporkan Hua Xiong dan sekelompok pasukan kuda berbaju zirah telah keluar dari benteng dan mereka memamerkan Helm yang ada ikat kepala warna ungu milik Sun Jian. Lalu mereka menghina semua orang yang ada didalam kemah itu dengan kata2x kasar dan menantangnya berduel.

"Siapa yang berani keluar untuk melawan ?" Tanya Yuan Shao.

"Aku akan" kata Yu She, Seorang jenderal Yuan Shu.

Lalu Yu She keluar dan hanya berlangsung 3 jurus saja lalu dilaporkan Yu She telah tewas.

Ketakuan melanda orang2x itu. Tangan mereka menjadi dingin.Lalu Han Fu berkata "Aku mempunyai jenderal tangguh, Pan Feng namanya dan dia dapat membunuh Hua Xiong ini."

Lalu Pan Feng segera keluar menemui musuhnya. Dengan kampak besar ditangannya, Pan Feng berkuda dan maju. Tetapi hanya dalam 10 jurus saja berita sedih datang bahwa jenderal Pan Feng pun telah kalah. Muka semua orang pucat mendengar berita ini.

"Sungguh sayang, kedua jenderalku Yan Liang dan Wen Chou tidak berada disini. Apakah masih ada yang berani melawan Hua Xiong ini ?" tanya Yuan Shao.

Belum Selesai Yuan Shao berbicara, sebuah suara berkata "Aku akan pergi dan membawa kepala Hua Xiong kehadapanmu!"

Semua melihat siapakah yang berbicara, dia tinggi dan memiliki janggut panjang. Matanya seperti mata burung phoenix dan alisnya tebal. Wajahnya tampak garang berwarna kemerah-merahan dan suaranya sangat dalam seperti lonceng besar.

"Siapakah Dia? Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan mengatakan bahwa itu Guan Yu, saudara Liu Bei.

"Dan apakah jabatannya ?" Tanya Yuan Shao.

"Dia ini adalah pelatih pasukan pemanah berkuda Liu Bei."

"APA!!!, Sebuah penghinaan bagi kita semua!!" Teriak Yuan Shu dari tempatnya”Apakah kita tidak mempunyai jenderal lagi ?, Berani sekali seorang pemanah berbicara dihadapan kita ? mari kita hukum dia!"

Tapi Cao-Cao langsung mengintervensinya, "Tenanglah Yuan Shu! karena orang ini telah berbicara maka pastilah dia pemberani. Biarkan dia mencoba, kalau dia gagal kita akan menghukumnya."

'Hua Xiong akan mentertawakan kita jika kita mengirim pemanah melawannya" kaya Yuan Shao.

"Orang ini tidak tampak seperti orang biasa dan bagaimana musuh tahu kalau dia hanyalah seorang pemanah?" tanya Cao-Cao.

"Jika aku gagal kamu dapat mengambil kepalaku" kata Guan Yu.

Cao-Cao memerintahkan mereka untuk memanaskan arak dan menawarkan kepada Guan Yu sebagai tanda hormat sebelum dia keluar.

"Tuangkan saja dulu" kata Guan Yu, "Aku akan kembali sebelum itu mendingin."

Guan Yu pergi dengan membawa golok naganya. Semua yang ditenda itu mendengar bunyi gemuruh drum dan suara pertarungan yang dahsyat seperti langit sedang runtuh, langit terbelah, bukit2x hancur dan ombak menerjang. Dan mereka sangat ketakutan dan khawatir dan ketika mereka sedang mendengarkan, terdengarlah suara kuda mendekat. Dan Guan Yu kembali, dia melemparkan kepala Hua Xiong dibawah kaki Yuan Shao.

Araknyapun masih hangat.

Cao-Cao sangat terkejut dan sengan dengan keberhasilan ini.

Lalu Zhang Fei berkata "Kakakku telah membunuh Hua Xiong, apalagi yang kita tunggu ? Kenapa kita tidak menyerang sekarang dan menghancurkan Dong Zhuo ? Apakah akan ada waktu yang lebih baik ?"

Lagi Yuan Shu yang marah, "Kami adalah pejabat tinggi tidak tergesa-gesa. Disini ada seorang pengikut kepala daerah menyombongkan kehebatannya dihadapan kita! keluarkan mereka dari tenda, kataku!!!."

tetapi lagi Cao-Cao menyela”Apakah kita perlu mempertimbangkan posisi untuknya karena dia telah melakukan jasa besar ?"

"Jika kau memberikan kepala desa kehormatan seperti itu, sebaiknya aku mengundurkan diri." kata Yuan Shu.

"Apakah kata2x cukup untuk mengalahkan sebuar rencana besar ?" kata Cao-Cao.

Lalu dia mempersilahkan Gongsun Zan untuk membawa ke 3 bersaudara itu kembali kekemahnya dan pemimpin yang lainpun kembali. Malam itu Cao-Cao secara rahasia mengirimkan arak dan daging kepada ke 3 bersaudara itu.

Ketika tentara Hua Xiong menceritakan kekalahan itu pada Li Ru, Dia sangat khawatir dan gelisah. Dia menulis pesan kepada tuannya untuk membahas masalah ini.

Li Ru membuat ringkasan masalah ini, "Kita telah kehilangan pemimpin terbaik kita dan kekuatan pemberontak telah menjadi besar. Yuan Shao adalah pimpinan konfederasi dan pamannya Yuan Wei adalah pejabat kekaisaran. Jika yang ada diIbukota bergabung dengan yang ada di lapangan maka kita akan mengalami bencana nantinya. Maka oleh sebab itu kita harus menyingkirkan mereka. Jadi saya minta tuan perdana menteri untuk menempatkan diri sebagai kepala dari pasukan dan hancurkan konfedaris ini."

Dong Zhuo setuju dan segera dia memerintahkan kedua jenderalnya Li Jue dan Guo Si untuk membawa 500 tentara untuk mengepung kediaman Yuan Wei dan bunuh semuanya tidak perduli umur atau apapun. Lalu penggal kepala mereka semua dan gantunglah di depan gerbang kota . Dong Zhuo memerintahkan 200.000 tentara untuk bergerak dan membentuk 2 pasukan. 50.000 pasukan yang pertama dipimpin Li Jue dan Guo Si dan mereka harus mempertahankan sungai Si. Mereka tidak perlu bertarung. 150.000 lainnya langsung dibawah Dong Zhuo menuju "PERANGKAP HARIMAU". Dia membawa Lu Bu, Fan Chou, Zhang Ji, Li Ru dan jenderal lainnya. Dia juga memrintahkan mengumpulkan rakyat yang dapat berperang, berjumlah 500.000 pasukan.

"PERANGKAP HARIMAU" terletak 15 km dari ibu kota Luo Yang. Ketika mereka telah tiba, Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu membawa 30.000 tentara dan membuat benteng yang kuat di depan jalan masuk menuju daerah itu. Sisanya bersama Dong Zhuo mempertahankan daerah itu.

Berita mengenai hal ini terdengar oleh Yuan Shao yang segera mengumpulkan pemimpin2x konfederasi.

Kata Cao-Cao "Pengambilan daerah itu terpaksa memecah pasukan kita menjadi 2. Oleh Sebab itu kita harus melawan pasukan Dong Zhuo yang berada dijalan masuknya untuk dapat menuju ibu kota.

Lalu 8 pemimpin ---Wang Kuang,QiaoMao, Bao Xin, Yuan Yi, Kong Rong, Zhang YAng, Tao Qian dan Gongsun Zan-- diperintahkan membawa tentaranya menuju "PERANGKAP HARIMAU" untuk melawan musuh mereka, Cao-Cao membawa pasukannya untuk mendukung pasukan utama, sedangkan sisanya harus mengawasi gerak2x pasukan musuh yang ada disepanjang benteng di sungai Si.

Dari kedelapan pemimpin. Wang Kuang, gubernur He Nei adalah yang pertama tiba. Lu Bu langsung membawa pasukannya sebanyak 3000 pasukan berkuda lengkap dengam baju zirah terbaik dan senjata2x terbaik. Ketika Wang Kuang mengetahui hal ini, dia memerintahkan pasukannya membentuk formasi, pasukan berkuda, infantri, pemanah semua disiapkan pada formasi tempur.

WAng Kuang sangat terkesan melihat Lu Bu yang gagah itu, Dikepalanya dia memakai helm emas, dibadannya dia mengunakan baju Zirah emas seperti sisik naga ditutupi jubah denan bordiran warna merah bergambar bunga dia menggunakan ikat pinggang dari sutra yang berhiaskan mutiara dan ditengahnya ada batu giok berlmbang naga. Dia membawa panah dan busur dipunggunnya dan membawa tombak dengan pisau bulan sabit di ujungnya. Dia duduk diatas kuda yang indah dan besar berwarna merah. Benar dia adalah pendekar dari pendekar dan kudanya adalah kuda dari segala kuda.

"Siapa yang berani melawannya ?" Tanya Wan Kuang kepada orang2xnya.

Sebagai respon atas pertanyaan itu seorang jenderal pemberani dari HeNei bernama Fang Yue maju kedepan, dia menyiapkan tombaknya untuk bertarung. Lu Bu dan Fang Yue bertarung di tengah lapangan disaksikan oleh kedua belah pasukan dari atas bukit. Tidak sampai 5 ronden Fang Yue telah Jatuh dan tertusuk tombak Lu Bu. Lu Bu menerjang maju dan pasukanya mengikuti. Pasukan Wan Kuang yang ketakutan tidak dapat menahan Lu Bu dan mereka berlarian kesegala arah. Lu Bu berkuda dan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Di pertempuran itu Lu Bu seorang diri telah membunuh lebih dari 300 orang dan tidak terluka sedikitpun.

Beruntung, dua pasukan lainnya yang dipimpin oleh Qiao Mao dan Yuan Yi tiba dan menyelamatkan Wan Kuang, Lu Bu pun terpaksa mundur. Mereka bertiga telah kehilangan banyak pasukan memutuskan mundur sejauh 10 km dan membuat pertahanan. Dan tdk lama kemudian ke 5 pemimpin lainnya tiba. Mereka berkumpul dan setuju bahwa Lu Bu tak terkalahkan.

Dan ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba pasukan melaporkan bahwa Lu Bu menantang mereka untuk berduel. Mereka semua langsung menaiki kuda mereka dan membagi pasukannya jadi 8, masing-masing pasukannya berada pada tempat2x yang tinggi. disekitar mereka ada pasukan musuh dalam formasi yang dipimpin Lu Bu, Banyakya pasukan saat itu sudah tidak lagi dapat dihitung, mereka semua membawa panji2x mereka yang berkibar tertiup angin.

Mereka menyerang posisi pasukan Lu Bu. Mu Shun, jenderal dari gubernur Zhang Yang berkuda dgn membawa tombak dan berusaha melawan Lu Bu, tetapi langsung terbunuh bahkan sebelum dia sempat mengyunkan tombaknya, Tombak Lu Bu sangat panjang, kurang lebih 2 M. Lalu datanglah Wu AnGuo, jenderal dibawah Kong Rong. Wu Anguo menggunakan gada besi. Mereka berdua bertarung sebanyak 10 jurus dan akhirnya sebuah tebasan dari tombak Lu Bu mematahkan lengan Wu Anguo. Lalu ke 8 pasukan memajukan pasukannya untuk mengepung Lu Bu Seorang diri, akhirnya Lu Bu mundur kedalam pasukannya.

Kemudian pertarungan berakhir dan pasukan kemabli kedalam perkemahan.

Cao-Cao berkata "Tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Lu Bu, mari kita panggil yang lainnya dan kita berunding, jika saja kita berhasil mengatasi Lu Bu maka Dong Zhuo sangatlah mudah diatasi."

Ketika rapat sedang berlangsung, Lu Bu datang lagi untuk menantang Duel, lagi dan lagi dan lagi banyak jenderal keluar untuk bertarung dengannya. beberapa berhasil kembali dengan terluka tetapi banyak yang mati. Kali ini Gongsun Zan dengan tombaknya keluar untuk menemui musuh. tetapi setelah beberapa ronde, Gongsun Zan berputar dan kabur. Lu Bu mengejar dengan memacu kudanya. Kuda Lu Bu si"rambut merah" sangatlah cepat, semua pemimpin ditenda itu sudah takut melihat kecepatan kuda Lu Bu yang hampir berhasil mendekati kuda Gongsun Zan, dan ketika Lu Bu telah mengangkat tombaknya untuk menebas Gongsung Zan tiba-tiba muncul dari sampingnya seorang dengan mata yang bersinar dan janggut yang kasar bersenjatakan tombak yang memiliki ujung seperti ular.

"Tunggu, kau bajingan" hardiknya”Aku Zhang Fei dari Yan telah menunggumu!"

Melihat musuh baru, Lu Bu tidak lagi mengejar Gongsun Zan dan langsung melawan Zhang Fei. Zhang Fei yang bersemangat segera memacu kudanya mendekati Lu Bu. Mereka berdua seimbang, mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada satupun dari mereka yang menang. Guan Yu yang tidak sabar melihatnya kemudia berkuda maju dan dengan golok naganya dia menyerang Lu Bu juga. Mereka bertiga bertarung 30 jurus lebih lagi dan tidak ada yang menang, Lu Bu masih tampak sangat tegar.

Lalu Liu Bei yang meilhat hal ini turut membantu kedua saudaranya, dengan dua pedang ditangan, dia menyerang Lu Bu. Akhirnya Lu Bu harus melawan mereka bertiga. Mereka semua mengeluarkan semua kemampuan dan jurus2x terbaik yang mereka punya. Kilatan2x api akibat pergesekan senjata dan kilatan cahaya senjata yang terpantul akibat sinar matahari berkilau-kilauan, membuat pasukan Lu Bu dan pasukan dari 8 pemimpin semuanya terpana melihtnya. Mereka semua mengngagumi peraturang ini.

Tetapi setelah lebih dari 3 jam bertarung, Lu Bu mulai berasa lelah. Melihat bahwa Liu Bei lengah, Lu Bu berusaha menusuk Liu Bei yang menyebabkan Liu Bei menghindar dan Guan Yu yang berusaha menolong Liu Bei pun akhirnya melepaskan tekanan pada Lu Bu, Lu Bu melihat ada celah terbuka dan langsung memacu kudanya untuk lari.

Tapi 3 bersaudara itu tidak mau membiarkan Lu Bu lari, mereka memacu kuda mereka untuk mengejarnya. Pasukan dari 8 pemimpin, berteriak menyemangati 3 bersaudara itu. Tetapi Kuda Lu Bu jauh lebih cepat dan akhirnya berhasil kembali kedalam bentengnya.

Ke 3 bersaudara yang mengejar Lu Bu itu melihat ada Payung berwarna hitam didaerah barat.

"Pasti disana ada Dong Zhuo" teriak Zhang Fei”Apa gunanya mengejar Lu Bu? Lebih baik menangkap pimpimnan pemberontak jadi langsung memotong akar kejahatan.!"


BAB 6

Ke 3 bersaudara terus mengejar Lu Bu yang telah masuk kedalam benteng, Zhang Fei melihat ada simbol Dong Zhuo dan semakin ingin mengejar, Tetapi mereka kalah cepat dibanding Kuda Lu Bu. Sehingga Pintu Gerbang telah tertutup, Dari atas para prajurit menembaki mereka ber 3 dengan panah dan melempari batu jadi mereka tidak dapat mendekati dan akhirnya mereka kembali keperkemahan mereka. Ke 8 pemimpin itu semua memberi hormat kepada 3 bersaudara itu atas semua jasa mereka. Cerita mengenai kemenangan ini di kabarkan pada Yuan Shao yang dengan segera memerintahkan Sun Jian membawa 50.000 pasukan segera bergerak menyerang pos2x penjagaan disekitar "PERANGKAP MACAN".

Lalu Sun Jian membawa 2 jenderal kepercayaannya Cheng Pu dan Huang Gai pergi menuju kemah Yuan Shu.

Ketika masuk kedalam Kemah Yuan Shu, Sun Jian berkata, "Dong Zhuo dan aku tidak punya masalah pribadi. Tetapi aku mempertaruhkan nyawaku dan nyawa orang2xku didalam perang ini agar aku dapat membersihkan kekaisaran ini dari pemberontak. Tetapi kau, Mendengar saran dari penasehatmu yang bodoh itu membuatku kalah dalam perang sebelumnya. Bagaimana kau dapat menjelaskan hal ini jenderal ?" Bentak Sun Jian sambil mengeluarkan pedangnya dihadapan Yuan Shu.

Yuan Shu yang kebingungan dan ketakutan, tidak mempunyai kata2x untuk membalas. Dia memerintahkan menghukum mati penasehat yang menyarankan tindakan itu untuk menenangkan Sun Jian.

Lalu Tiba-tiba datang utusan kepada Sun Jian "Tuan, ada utusan dari benteng musuh ingin menemuimu ?, Dia telah ada didalam kemah tamu."

Sun Jian lalu meniggalkan Yuan Shu dan kembali ke kemahnya. Dimana dia menemukan bahwa tamunya adalah Li Jue salah seorang jenderal Dong Zhuo.

"Adaapa Kau datang menemuiku ? " Tanya Sun Jian.

Li Jue berkata "Kau adalah salah satu orang yang tuanku sangat kagumi dan hormati, dan dia mengutusku untuk merencanakan persatuan diantara dua keluarga. Dia berharap bahwa putrinya dapat dinikahkan dengan putramu."

"APA!!! Dong Zhuo, pemberontak itu. Perebut Tahta ! Aku hanya berharap dapat menghancurkannya 9 generasi kebawah sebagai tanda terima kasihku kepada kekaisaran ! Pikirmu aku mau bersekutu dan menjadi satu keluarga dengan orang itu ??? Aku tidak akan membunuhmu walaupun aku mau, tetapi pergilah dan cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Serahkan bentengmu itu dan aku akan mengampuni hidupmua. Jika tidak aku akan menggiling tulangmu menjadi bubuk dan akan ku cincang dagingmu dan kuberikan pada anjing !"

Li Jue langsung lari ketakutan sampai dia lupa membawa senjatanya yang tertinggal. Dia Kembali menemui Tuannya dan memberitahu betapa kasarnya Sun Jian dan penolakan Sun Jian terhadap rencana tuannya. Dong Zhuo Bertanya kepada penasehatnya Li Ru bagaimana tindakan selanjutnya.

Li Ru berkata, "Kekalahan Lu Bu membuat pasukan kita kehilangan semangat tempurnya. Sedangkan pasukan musuh sedang bersemangat, Pasukan garis depan kita terkepung karena pintu keluar dijaga oleh pasukan dari 8 pemimpin, sedangkan di garis sungai Si, sun jian telah menyiapkan pasukannya. Dalam hal ini keadaan kurang menguntungkan buat kita. Lebih baik kita kembali ke ibu kota dan memindahkan kaisar ke Chang An."

Lalu Li Ru melanjutkan, "Kita dapat berdalih bahaw 1/2 dari garis dinasti han yaitu yang dimulai dari Liu Bang telah memerintah di ChangAn sebanyak 12 generasi dan 1/2 lagi yang berasal dari Liu Xue memerintah dari Luo Yang sebanyak 12 generasi juga. Perubahan telah terjadi pada langit dan memerintahkan kita untuk memindahkan ibu kota, sehingga apa bila ibu kota dipindahkah ke changAn maka tidak ada yang perlu Dikhawatirkan”

Dong Zhuo teramat senang mendengar penjelasan Li Ru ini”Jika kau tidak menjelaskannya, aku tidak akan mengerti."

Lalu dengan membawa Lu Bu, Dong Zhuo kembali ke Ibu Kota Luo Yang.

Dia memanggil semua menteri dan pejabat istana dan mengumumkan "Setelah 2 abad memerintah disini, keberuntungan kekaisaran telah habis dan aku melihat aura yang baik telah pindah ke ChangAn, Karena itu aku akan memindahkan pemerintahan kesana, kalian semua sebaiknya berkemas untuk perjalanan ini."

Yang Biao, menteri dalam negeri berkata "Aku harap kau memikirkan hal ini kembali. Daerah disana banyak yang rusak. Tidak ada alasannya untuk memindahkan kuil leluhur dan meninggalkan makam kekaisaran disini. Aku khawatir rakyat akan gelisah. Sangat mudah membuat mereka gelisah tetapi sulit menenangkan mereka."

"Apakah Kau menentang rencana ini ?" Bentak Dong Zhuo dengan marah.

Pejabat Lainnya, Panglima Besar Huang Wan, didukung oleh beberapa koleganya, "Pada masa pemerintahan terdahulu, Fan Chong si Alis merah, dia memberontak dan telah membakar kota ChangAn sampai menjadi abu dan istana disana telah rusak. Penduduknya tidak banyak dan daerahnya banyak yang hancur. Ini sangat salah untuk meninggalkan istana dan pergi ke daerah itu."

Dong Zhuo membalas,"Didaerah timur ini terlalu banyak pergolakan, Pemberontakan dimana-mana. Kota ChangAn dilindungi oleh Gunung YaoHan dan HanGu. Lebih Lagi itu dekat dengan LongYou dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan Kayu, bata, batu dan semua hal untuk membangun gedung. Dalam satu bulan Istana disana akan dapat di restorasi dan dalam 1 tahun kota akan kembali utuh. Jadi hentikan omong kosongmu itu."

Lagi menteri pekerjaan Xun Shuang memprotestnya bahwa itu akan menyengsarakan penduduk. Tetapi Dong Zhuo tidak memperdulikannya.

"Bagaimana aku bisa mempertimbangkan beberapa orang biasa apabila mereka mempengaruhi rencana yang mempengaruhi seluruh kekaisaran?" Kata Dong Zhuo.

Hari itu ke tiga orang yang melakukan protest dicopot dari jabatan mereka dan dicabut semua gelar kehormatannya.

Saat Dong Zhuo sudah ingin tidur, dia kedatangan dua orang yang langsung memberi hormat padanya. Mereka adalah kepala Menteri Zhou Bi dan Panglima penjaga gerbang Kota Wu Qiong. Dong Zhuo bertanya apa yang mereka inginkan.

Kata Zhou Bi, "Kami kesini ingin memintamu membatalkan perpindahan ibu kota."

Dong Zhuo membalas, "Kalian berdua yang meyakinkan aku untuk memberi Yuan Shao posisi. Sekarang dia telah berubah menjadi pemberontak dan apakah kau juga ikut dengan kelompoknya ?"

Dan tanpa berkata apa2x lagi dia memerintahkan pengawal untuk membawanya ke tengah kota dan memenggal mereka. Lalu perintah untuk memindahkan ibu kota langsung dikeluarkan hari itu juga.

Berbicara dengan Dong Zhuo, Li Ru menunjukan "Kita kekurangan uang dan makanan. Dan orang kaya di Luo Yang pada saat ini dapat dijarah dengan mudah. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengkaitkan mereka dengan para pemberontak dan mengambil propertinya."

Dong Zhuo mengirimkan 5.000 tentara untuk menjarah dan membunuh. Mereka mengumpulkan ribuan orang yang ditangkap dengan tuduhan memberontak, lalu memenggalnya dan menancapkan kepalanya pada sebatang tombak dengan bendera bertuliskan "PENGKHIANAT DAN PEMBERONTAK", harta mereka semua diambil.

Tugas untuk mengawal rakyat yang berjumlah jutaan orang itu diberikan pada dua jenderal Dong Zhuo yaitu Li Jue dan Guo Si. Setiap kelompok terdiri dari beberapa puluh orang saja, dan setiap kelompok dijaga oleh 2 kelompok tentara yang mengawal mereka untuk menuju ChangAn. Banyak sekali dari mereka yang tidak kuat dan akhirnya meninggal dalam perjalanan karena kelelahan, sakit dan terperosok kedalam jurang. Para pengawal itu menjarah harta rakyat dan mempermainkan wanita. Kesedihan para rakyat itu terdengar sampai ke langit.

Perintah Dong Zhuo yang terakhir sebelum dia meninggalkan Luo Yang adalah membakarnya”Bakar semua rumah, kuil dan semua hal. Jangan sampai tersisa apapun" kata Dong Zhuo. Maka ibu kota menjadi lautan api dgn teriakan histeris orang yang masih tertinggal didalam kota.

Dong Zhuo mengirim Lu Bu untuk merampok harta yang berada dimakam kekaisaran. Dan banyak pasukannya yang merampok makam2x orang kaya dan pejabat. Seluruh hasil jarahan dari kota,kubuan,istana,kuil2x dan semuanya berjumlah ribuan kereta yang berisi emas, perak,permata,intan,sutra dan benda2x bernilai lainnya. Dengan ini semua serta keluarga kaisar, dong Zhuo memindahkan ibu kota pada tahun pertama masa pemerintahan kaisar Xian (Sekitar 190 M/191 M).

Ratusan Ribu orang mati dalam perjalanan perpindahan itu, ratusan ribu lainnya lagi meninggal dalam kota yang terbakar, Jutaan manusia terluka. Kesedihan dan tangisan mereka telah membuat langit menangis. Dimusim panas itu tiba-tiba hujan turun dari langit tetapi tidak cukup memadamkan api yang berkobar.

Luo Yang telah ditinggalkan, jenderal Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burung, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao-Cao datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarat. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao-Cao berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculik dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao-Cao.

Lalu dia dengan 6 jenderalnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yang lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao-Cao tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao-Cao berteriak”Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao-Cao, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao-Cao memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao-Cao memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk Cao-Cao hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao-Cao. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao-Cao dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba-tiba muncul suara-suara teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao-Cao Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao-Cao langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao-Cao tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit-prajurit itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan Cao-Cao. Dia adalah Cao Hong.

Cao-Cao berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao-Cao.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao-Cao.

Cao Hong membantu Cao-Cao naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao-Cao”Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao-Cao turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao-Cao dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao-Cao dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao-Cao yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba-tiba Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jenderal Cao-Cao yang lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.

Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulan dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.

"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas”Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"

Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.

Dan Air Mata pun keluar dari matanya.

Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"

Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:

"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."

Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jenderal Cheng Pu, yang lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada tahun ke 26 kekaisaran Qin(tahun 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badai besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 tahun kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."

"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."

"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."

"Kata-katamu sama seperti yang kupikirkan" kata Sun Jian”Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."

Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.

Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."

Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"

Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"

"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.

"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"

"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"

Kata Yuan Shao.

Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."

Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."

Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.

"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.

Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.

Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."

Dibelankang Sun Jian, Jenderal Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jenderal Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing-masing dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.

Yuan Shao yang tidak puas lalu menulis surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.

Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao-Cao dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.

Dalam perjamuan Cao-Cao berkata sedih”Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu untuk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing-masing dan Jangan menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."

Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao-Cao melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.

Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."

Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.

Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.

Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :

1.CHEN XIANG DARI RUNAN.

2.FAN PANG DARI DUNAN.

3.KONG YU DARI LUTING.

4.FAN KANG DARI BOHAI.

5.TAN FU DARI SHANYANG.

6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.

7.CEN ZHI DARI NANYANG.

Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.

Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.

"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.

"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.

Sun Jian yang marah memerintahkan jenderal Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.

Tetapi, tiba-tiba muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.

Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"

"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.

"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."

"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.

Sun Jian terdiam.

Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.

BAB 7

Pada akhir bab yang lalu diceritakan Sun Jian yang telah terdesak, akhirnya memutuskan untuk melawan Liu Biao. Dengan Bantuan Huang Gai, Cheng Pu dan Han Dang akhirnya Sun Jian berhasil lolos dari kepungan walaupun telah kehilangan 1/2 pasukannya. Sun Jian akhirnya berhasil kembali ke daerah selatan dan sejak saat itu Sun Jian dan Liu Biao adalah musuh.

Yuan Shao sedang berada di Henei, dengan persediaan yang menipis, dia mengirim utusan untuk meminjam persediaan dari Peguasa Daerah Ji Zhou, Han Fu.

Lalu Salah satu penasehat Yuan Shao, Feng Ji berkata padanya, "Kau adalah yang terkuat didaerah ini. Kenapa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan persediaan? Daerah Ji Zhou sangat kaya dan Luas mengapa kau tidak merampasnya saja ?"

"Aku tidak Punya rencana bagus " Jawab Yuan Shao.

"Kau dapat diam-diam mengirim surat pada Gongsun Zan dan meminta dia menyerang, kau janjikan dia dukunganmu. Penguasa daerah JiZhou, Han Fu pasti akan meminta bantuanmu untuk mengirimkan tentara, setelah itu kita dapat mengirimkan tentara dan tuan akan mendapatkan daerah itu tanpa perlu bersusah payah."

Akhirnya suratpun dikirmkan. Ketika Gongsung Zan membaca surat tersebut bahwa mereka akan menyerang bersama dan membagi daerahnya maka dia setuju untuk melaksanakannya. Sementara itu Yuan Shao mengirimkan surat lainnya kepada Han Fu untuk memperingatkan mengenai Gongsun Zan. Han Fu meminta pendapat penasehatnya Xun Chang dan Xin Ping.

Xun Chang berkata,"Gubernur Gongsun Zan di BeiPing memimpin pasukan yang besar dan kuat. Jika dia datang menyerang kita, maka kita tidak akan dapat melawannya terutama apabila dia mendapatkan bantuan dari Liu Bei dan saudaranya. Saat ini Yuan Shao adalah yang paling berani dari yang lainnya dan dia mempunyai banyak bawahan yang terkenal dan hebat yang mengabdi padanya. Tuan lebih baik meminta bantuan Yuan Shao untuk menjaga daerah ini. Yuan Shao pasti akan memperlakukan Tuan dengan baik dan kita tidak perlu takut pada Gongsun Zan."

Han Fu setuju dengan usul ini dan mengirim Guan Chun sbg utusan kepada Yuan Shao.

Tetapi jenderal Geng Wu menolak usulan ini,"Yuah Shao adalah orang yang tamak dan pasukan yang sedang kelaparan saat ini dan mereka bergantung pada kita untuk kelangsungan hidup mereka. Hentikan aliran pangan dan mereka semua akan hancur. Kenapa kita harus menyerahkan daerah ini kedalam tangannya ? Ini tidak lain seperti membiarkan harimau masuk kekandang lembu !"

Han Fu membalas,"Aku adalah seorang teman keluarga Yuan dan aku mengetahui dengan jelas kemampuan Yuan Shao yang sangat lebih baik daripada diriku ! mengapa kau sangat iri ?"

Geng Wu menghela napas dalam2x, "JiZhou telah kalah !"

Ketika berita mengenai hal ini tersebar keluar, lebih dari 30 pejabat di pemerintahan JiZhou langsung mengundurkan diri, tetapi Geng WU dan Guan Chun bersembunyi didaerah pinggiran untuk menunggu kedatangan Yuan Shao.

Mereka tidak menunggu terlalu lama, Beberapa hari kemudian, Yuan Shao dan pasukannya tiba dan Geng Wu serta Guan Chun berusaha membunuhnya dengan pisau. Aksi ini gagal, Jenderal Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou langsung memenggal Geng Wu dan Guan Chun saat itu juga.

Hal pertama yang dilakukan Yuan Shao adalah mengangkat Han Fu denan posisi yang tinggi dan memberi gelar "JENDERAL YANG MEMPERLIHATKAN KEBERANIAN YANG BESAR"--Tetapi urusan administrasi sehari-hari dipercayakan pada 4 orang kepercayaan Yuan Shao--Tian Feng, Ju Shou, Xu You dan Feng Ji. Yang sedikit demi sedikit menpreteli kekuasaan Han Fu. Han Fu yang sadar hal ini segera kabur meninggalkan segalanya,termasuk keluarganya dan berlindung ditempat gubernur Chen Liu, Zhang Miao.

Mendengar Invasi Yuan Shao, Gongsun Zan mengirim adiknya Gongsun Yue untuk menemui Yuan Shao dan menagih janji.

"Aku ingin bertemu langsung dengan kakakmu. Dian dan aku punya banyak hal untuk dibahas" kata Yuan Shao.

Lalu Gongsun Yue kembali. Tetapi tidak jauh dia berkuda tiba-tiba Gongsun Yue melihat ada prajurit menghalangi.

"Kami adalah pengawal perdana menteri Dong Zhuo!" Teriak pasukan itu.

Gongsun Yue terbunuh diterjang panah yang langusng menembus jantungnya. Prajurit Gongsun Yue yang berhasil kabur kembali dan menceritakan kejadian ini kepada Gongsun Zan.

Gongsun Zan sangat marah dan berkata "Yuan Shao telah menipuku dan sekarang dia mengambil semua hasilnya! juga dia berpura2x bahwa orang yang mebunuh adikku bukanlah orangnya! aku harus membalaskan dendam adikku ini !"

Gongsun Zan membawa semua tentaranya untuk menyerang. Melihat keadaan ini Yuan Shao juga mengerahkan tentaranya. Dan kedua belah pihak bertemu di Sungai Pan. Sungai ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang besar.

Gongsun Zan lalu berteriak dari seberang jembatan, "Penjahat, berani benar kau menipuku ?"

Yuan Shao menjawab dari seberang jembatan dan menunjuk pada Gongsun Zan, "Han Fu telah menyerahkan padaku daerah ini karena dia tdk mampu memimpin! apa hubungannya denganmu ?"

Gongsun Zan menjawab,"Sebelumnya kau kuanggap sangat setia pada rakyat dan mementingkan kepentingan negara dan kami semua mengangkatmu sebagai kepala dari konfederasi. Sekarang perbuatanmu membuktikan bahwa kau kejam dan licik seperti serigala ! bagaimana kau dapat menghadapi dunia ?"

"Siapa yang dapat menangkap Dia ?" Yuan Shao berteriak denga kemarahan.

Wen Chou langsung maju dengan tombaknya. Gongsun Zan juga maju, keduanya bertarung. Hanya butuh 10 ronde untuk menunjukan bagaimana kekuatan Wen Chou yang sangat dahsyat. Lalu Gongsun Zan terpaksa mundur dan kembali kedalam pasukannya. Tetapi Wen Chou tetap mengejarnya sambil membunuh siapa saja yang menghalangi, ada 4 jenderal Gongsun Zan yang menghalangi, tetapi satu langsung terbunuh begitu melihat wen chou dan 3 lainnya langsung lari ketakutan.

Wen Chou terus mengejar Gongsun Zan yang lari menuju daerah pengunungan. Dia berteriak, "Turun, Menyerahlah !!"

Gongsun Zan lari menyelamatkan diri. Panah dan busurnya terlpeas dari pundaknya, helmnya jatuh dan rambutnya teurai ketika dia berusaha menaiki bukit yang curam dengan kudanya. Akhirnya kudanya jatuh dan Gongsun Zan terhempas.

Wen Chou sekarang sudah sangat dekat untuk menusuk Gongsun Zan dengan tombaknya, Tiba-tiba muncul seorang anak muda dari balik bukit, dia duduk diatas kudanya dengan tegap dan memegang tombak. Dia memacu kudanya kearah wen chou dan Gongsun Zan merangkak untuk melihat siapakah dia.

Pendekar itu memili tinggi badan sedang, memiliki alis tebal dan mata yang besar. Dahinya lebar dan tulang mukanya kokoh, seorang muda tetapi memiliki penampilan seorang pemimpin senior. Dia memakau pakaian berwara putih kebiru-biruan, dengan helm berwarna perak dia melawan wen chou. Mereka berdua bertarung sebanyak 50 jurus dan tidak ada satupun yang kalah. Kemudai pasukan penolong Gongsun Zan tiba dan wen chou terpaksa pergi kembali ke pasukannya. Pendekar itu tidak mengejar.

Gongsun Zan cepat2x berdiri dan bertanya siapakan nama pendekar itu.

Pendekar itu langsung turun dari kuda dan berlutut, "Namaku adalah Zhao Zi Long(note: Saya nulisnya Zhao Zilong, ini nama dari Zhao Yue untuk membedakan dari Zhou Yu nantinya,jadi pake nama Zhao Zilong, tau kan siapa dia ?) dari Chang Shan. Aku pernah melayani Yuan Shao tetapi ketika aku melihat dia tidak memiliki kesetiaan dan sangat ceroboh dalam mengurus rakyat, aku meninggalkannya dan aku dalam perjalanan untuk menemuimu. Pertemuan kita ditempat ini adalah suatu kebetulan."

Gongsun Zan sangat senang mendengar hal ini dan mereka berdua kembali menuju perkemahan dan merencanakan serangan berikut.

Keesokan harinya Gongsun Zan bersiap untuk bertempur, dia membagi pasukannya menjadi dua sayap. Dia tetap berada ditengah dengan 5000 pasukan berkuda semua berkuda putih. Gongsun Zan sebelumnya telah berjasa dalam melawan suku utara , Suku Qiang dimana dia selalu menempatkan pasukan kuda putih didalam pasukannya dan karena itu dia sering disebut "JENDERAL PASUKAN KUDA PUTIH". Suku itu sangat takut padanya, sehingga setiap kali mereka melihat kuda putih mereka pasti akan lari ketakutan.

Pada pasukan Yuan Shao. Yan Liang dan Wen Chou merupakan pimpinan pasukannya. Mereka masign2x diberi 1000 tentara pemanah. Mereka juga masing-masing berada disayap kiri dan kanan. Ditengah ada Qu Yi dengan 800 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda. Yuan Shao mengomandani pasukan dibarisan belakang berkekuatan 2000 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda.

Dalam pertempuran ini Gongsun Zan menempatkan Zhao Yue untuk pertama kalinya dan karena Gongsun Zan belum yakin benar dengan Zhao Yue maka dia ditempatkan di pasukan bagian belakang. Pemimpin pasukan didepan adalah Yan Guang dan Gongsun Zan sendiri memimpin pasukan ditengah.

Dari pag ihari hingga menjelang malam, genderang perang terus berbunyi, tetapi pasukan Yuan Shao tidak bergerak. Qu Yi mengatur agar pasukan pemanahnya tersembunyi dibalik perisai2x besar. Merkea mendengar bunyi petasan, genderang dan suara anak panah berterbangan ketika Yan Guang mendekati tetapi Qu Yi tetap memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak. Dia menunggu sampai pasukan Yan Guang mendekatinya dan ketika telah cukup dekat, Qu Yi membunyikan tanda dan ke 800 pemanahnya langsung memanah dan memenuhi langit dengan anak panah mereka. Yan Guang yang kewalahan memerintahkan pasukannya untuk mundur, tetapi Qu Yi yang merasa telah diatas angin memerintahkan pasukannya maju. Akhirnya Qu Yi berhasil membunuh Yan Guang.

Jadi Gongsun Zan telah kalah dalam pertempuran ini. Kedua sayapnya yang harusnya membantu pasukannya didepan tertahan oleh Wen Chou dan Yan Liang. Pasukan Yuan Shao akhirnya dapat melintasi jembatan dan tiba diseberang sungai.

Qu Yi yang pertama sampai keseberang sungai langsung mengambil bendera Gongsun Zan dan mematahkannya. Melihat hal ini Gongsun Zan membalikan kudanya dan pergi.

Qu Yi mengejar. Tetapi ketika dia telah hampir berhasil mendekati Gongsun Zan, tiba-tiba muncul dihadapannya Zhao Yue dengan tombaknya yang siap menusuknya. Setelah beberapa Ronde akhirnya Qu Yi terjatuh dan mati. Lalu Zhao Yue menyerang pasukan Qu Yi yang lain dan membalikan keadaan. Dia lalu kembali menuju jembatan, dan membunuh semua yang menghalangi. Melihat hal ini Gongsun Zan memerintahkan pasukannya kembali ke jembatan.

Dari pengintai yang dikirim untuk melihat jalannya perang. Yuan Shao mendapat kabar baik bahwa Qu Yi berhasil melewati jembatan, merebut bendera dan mengejar Gongsun Zan. Lalu Yuan Shao tidak perduli lagi dengan apapun dan dia beserta Tian Feng maju kegaris depan.

"HAHAHAH!!!" Yuan Shao tertawa," Gongsun Zan ternyata tidak bisa apa2x!"

Ketika dia tertawa seperti itu, dia melihat dihadapannya Zhao Yue. Pengawalnya langsung mengarahkan anak panah, tetapi sebelum mereka sempat menembakkannya. Zhao Yue sudah berada didekat mereka dan prajurit berguguran kemanapun Zhao Yue lewat, terhitung lebih dari 100 orang prajurit tewas dan terluka sehingga membuat semua prajurit Yuan Shao yang lainnya tidak berani menghalanginya. karena keadaan sudah berbalik sekarang Gongsun Zan dan pasukannya berusaha mengepung Yuan Shao.

Tian Feng berkata "Tuan, bersembunyilah di rumah kosong ini!"

Tetapi Yuan Shao membuang helmnya ke tanah dan berkata,"Orang pemberani lebih baik menghadapi kematian dipeperangan dibandingkan mencari perlindungan dibalik tembok."

Kata2x yang penuh semangat ini memberi pasukannya semangat baru, sehingga mereka bertempur mati-matian dan membuat Zhao Yue tidak dapat menerobos masuk. Yuan Shao lalu mendapatkan bala bantuan yang dipimpin jenderal Yan Liang yang berjumlah 5000 pasukan. Melihat hal ini Zhao Yue hanya dapat berusaha membawa Gongsun Zan ketempat yang aman. Mereka berusaha kembali keseberang jembatan. Tetapi pasukan Yuan Shao terus menekan, sehingga memaksa banyak pasukan Gongsun Zan terjun kedalam sungai, banyak yang tewas tenggelam karena itu.

Yuan Shao tetap memimpin pasukannya maju. Tetapi tidak lebih dari 2 km, Karena tiba-tiba terdengar dari balik bukit suara pasukan lain yang dipimpin oleh Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei.

Di Ping Yuan mereka mendengar mengenai pertempuran antara Gongsun Zan dan Yuan Shao, mereka datang untuk menolong. Sekarang ke 3 bersaudara itu masing-masing dengan senjatanya langsung memacu kuda mereka kearah Yuan Shao, yang sangat ketakutan melihat Ganasnya Guan Yu dan Zhang Fei membantai pasukannya sehingga dia terpana karena seolah-olah rohnya telah lepas dari tubuhnya dan terbang ke angkasa. Dalam hatinya dia berkata "Kedua orang ini bukanlah manusia !!!"

Pedangnya terlepas dari tangannya yang gemetaran dan dia lari menyelamatkan nyawanya. Dia berhasil melewati Jembatan dan Gongsun Zan mengumpulkan tentaranya dan mereka kembali kekemah. Setidaknya 500 orang prajurit telah tewas ditangan Guan Yu dan Zhang Fei kala mereka merangsek mendekati Yuan Shao.

Setelah salam yang singkat Gongsun Zan berkata "Jika bukan karena kau datang membantu, mungkin aku sudah terjepit oleh pasukan mereka."

Liu Bei dan Zhao Yue kemudan berbincang-bincang satu sama lain dan diantara mereka berdua timbul semacam ikatan batin yang merasa bahwa mereka akan selalu bersama.

Yuan Shao telah kalah perang dan Gongsun Zanpun telah kehabisan tenaga. Mereka hanya memperkuat pertahanan mereka dan pasukan tidak bergerak selama berbulan-bulan. Sementara itu, masalah pertempuran ini terdengar di ibukota Chang an dan Dong Zhuo diberitahu masalah ini.

Penasehatnya Li Ru menemui tuannya dan berkata "Kedua pemimpin yang aktif akhir2x ini adalah Yuan Shao dan Gongsun Zan yang sedang berperang di sungai Pan. Keluarkanlah sebuah Titah kaisar yang memerintahkan mereka berdamai agar salah satu dari mereka tidak kehilangan muka dan mereka akan mendukungmu karena berterima kasih atas intervensimu."

"Bagus!!" kata Dong Zhuo.

Lalu dia mengirim Utusan kekaisaran Ma MiDi dan Administrator kekaisaran Zhao Qi untuk menemui kedua pemimpin itu. Ketika mereka tiba, Yuan Shao keluar untuk menyambut mereka dan menerima titah kaisar itu dengan hormat. Kemudian kedua utusan itu juga pergi kepada Gongsun Zan dan juga melakukan hal yang sama. Keduanya menyetujui gencata senjata dan berdamai. Kedua utusan kembali keibu kota dan melaporkan hasil kerja mereka, Gongsun Zan menarik pasukannya. Dia juga mengirimkan laporan kepada Kaisar atas jasa-jasa Liu Bei yang akhirnya dijadikan Gubernur PingYuan.

Salam perpisahan antara Liu Bei dan Zhao Yue sangat menyentuh hati. Mereka memberi hormat satu sama lain lama sekali. Tampak air mata pada wajah mereka dan mereka terharu.

Zhao Yue berkata," Aku Kira Gongsun Zan adalah Pahlawan Sejati, tetapi sekarang aku melihat dia tidak ada bedanya dengan Yuan Shao. Mereka berdua sama."

"Tetapi kamu sekarang adalah bawahannya. Kita akan bertemu lagi lain kali." Kata Liu Bei.

Kedua orang itu menghapus air matanya dan merekapun berpisah.

Sang "Naga Kecil" telah keluar dari sarangnya, Mencari Tuan yang pantas untuk Dijunjungnya. Keduanya berpisah tetapi langit telah menentukan takdir mereka untuk bersama.........

Sekarang Yuan Shu yang ada di Nan Yang, mendengar saudaranya sekarang berada di Ji Zhou, mengirim pesan untuk meminta 1000 kuda. Tetapi Permintaan ini ditolak dan dia merasa kesal. Yuan Shu juga mengirim pesan ke JingZhou untuk meminjam beras dari Liu Biao, tetapi juga ditolak. Dalam kekesalannya dia menulis surat pada Sun Jian, Gubernur Chang Sha. Suratnya berbunyi seperti ini :

"Ketika Liu Biao mencegatmu dalam perjalanan pulang, itu adalah akibat saran dari saudaraku Yuan Shao. Sekrang mereka berdua telah merencanakan untuk menguasai wilayahmu diselatan, oleh sebab itu maka kamu harus segera melancarkan serangan pada Liu Biao. Aku akan menangkap Saudaraku Untukmu. Kau akan mendapatkan daerah JingZhou dan Aku akan mendapatkan JiZhou."

"Aku tidak dapat memaafkan Liu Biao" Kata Sun Jian setelah selesai membaca surat ini”Dia telah menghalangi jalan pulangku dan aku akan harus menunggu bertahun-tahun lagi jika aku melepaskan kesempatan ini untuk membalas dendam!"

Dia Memanggil para bawahannya untuk rapat.

"Kau tidak boleh mempercayai Yuan Shu, dia itu penuh tipu daya."Kata Cheng Pu.

"Aku ingin membalas dendam karena alasan sendiri, apa peduliku terhadap Yuan Shu ini ?" Kata Sun Jian.

Dia mengirim Huang Gai untuk mempersiapkan 100 kapal kecil dan 20 kapal besar untuk membawa pasukan, kuda dan persediaan. Pasukan itu kemudian segera berangkat.

Berita mengenai persiapan ini sampai kepada Liu Biao yang langsung mengumpulkan penasehatnya dan stafnya.

Kuai Liang menyarangkan padanya agar tidak perlu Khawatir dan berkata "Tempatkanlah jenderal Huang Zu sebagai kepala pasukan di JiangXia untuk melakukan serangan terlebih dahulu dan kau,Tuan, Mendukung dia dengan pasukan dari XiangYang. Biarkan Sun Jian melewati sungai dan danau. Apakah dia masih punya tenaga ketika mereka sampai disini ?"

Lalu Liu Biao memerintahkan Huang Zu untuk menyiapkan pasukan berjumlah 50.000 pasukan, dan pasukan itu diposisikan seperti yang diperintahkan.

Dikatakan bahwa Sun Jian mempunyai 4 orang anak, semua berasal dari istrinya yang bermarga Wu. Nama mereka sesuai urutannya adalah Sun Ce, Sun Quan, Sun Yi dan Sun Kuang. Sun Jian mempunyai istri kedua yang merupakan adik dari istri pertamanya. Dan dari istri yang kedua dia mendapatkan seorang putra dan seorang putri. Yang putra bernama Sun Lang dan yang putri bernama Sun Ren. Sun Jian juga mempunyai anak angkat yang berasal dari marga Yu dan meberinya nama Sun Hu dan Sun Jian juga mempunyai seorang adik bernama Sun Jing.

Ketika Sun Jian mau pergi dalam ekspedisi kali ini, adiknya Sun Jing dengan 6 anaknya berdiri didepan kudanya dan mencegahnya,"Dong Zhuo masih menjadi penguasa negara, karena kaisar lemah. Seluruh negara penuh dgn pemberontakan, semua saling berebut daerah. Daerah kita relatif aman tentram dan sentosa. Aku merasa adalah sangat salah untuk memulai sebuah perang karena masalah sepele. Aku harap kau pikirkan kembali sebelum kau memulai perjalanan ini."

Sun Jian berkata,"Adikku, Jangan berkata apa2x lagi. Aku menginginkan agar kekuatanku dapat dirasakan diseluruh kekaisaran ini dan aku ingin agar sakit hatiku ini terbalaskan."

"Ayah, Jika kau harus pergi, bawalah aku bersamamu." Kata Sun Ce anak pertama Sun Jian.

Permintaan ini dikabulkan, Ayah dan anak berangkat dalam perjalanan untuk menyerang kota Fan Kou.

Sekarang Huang Zu telah menempatakan pemanah disepanjang tepi sungai. Ketika kapal2x Sun Jian tiba, maka langit telah dipenuhi oleh anak panah yang saling berterbangan. Sun Jian memerintahkan pasukannya tetap berada didalam tempat perlindungan dikapal. Beberapa kali kapal2x itu seperti ingin menepi, tetapi langsung disambut dengan tembakan anak panah yang tidak terkira banyaknya. Akhirnya seluruh anak panah pasukan musuh telah habis terpakai dan sun jian memerintahkan agar anak buahnya mengambil anak panah tersebut dan menembakkannya kembali kepada pasukan Huang Zhu. Pasukan yang berada ditepi sungai banyak yang terluka dan akhirnya kabur. Pasukan Sun Jian kemudian mendarat, 2 divisi masing-masing dipimpin Cheng Pu dan Huang Gai diperintahkan menuju kemah Huang Zhu, satu divisi lagi dipimpin oleh Han Dang sebagai pasukan pembantu. Total seluruh pasukan berjumlah 25.000 prajurit. Dengan diserang dari Tiga arah seperti ini pasukan Huang Zhu akhirnya tertekan dan Dia terpaksa meninggalkan Fan Kou dan menuju DengCheng.

Meninggalkan Kapal2x nya didalam pengawasan Huang Gai, Sun Jian memimpin pasukan mengejar Huang Zhu. Huang Zhu akhirnya Keluar dari bentengnya dan menantang perang di daerah terbuka. Ketika Sun Jian tiba, Sun Ce berada disamping ayahnya memakai baju Zirah berwarna Perak memegang Bendera kebesaran Sun Jian.

Huang Zhu keluar bersama 2 jenderalnya-- Zhang Hui dari Jiang Xia dan Chen Sheng dari XiangYang.

Huang Zhu mengata-ngatai musuhnya itu, "Kau Bedebah pemberontak dari selatan, mengapa kau menyerang daerah kekuasaan keluarga kekaisaran ?"

Zhang Hui menantang duel, Han Dang maju melayani. Mereka berdua bertarung 30 jurus dan Chen Sheng Yang melihat Zhang Hui tampak kelelahan lalu datang membantu. Sun Jian yang melihat Chen Sheng datang lalu mengambil busurnya dan menembakan anak panah yang langsung melukai Chen Sheng di mukanya dan langsung terjatuh dari kudanya. Panik melanda Zhang Hui yang melihat kawanya jatuh dan dia tiba-tiba lengah. Han Dang akhirnya menebas kepala Zhang Hui dan Zhang Hui pun jatuh dengan tengkorak terbelah dua.

Melihat kedua jenderal itu telah mati, Cheng Pu berusaha menangkap Huang Zhu yang turun dari kudanya, membuang helemnya dan berbaur dengan pasukan yang lain. Sun Jian memimpin penyerangan dan mengusir musuh menuju sungai Han dimana dia telah memerintahkan Huang Gai untuk mengarahkan kapal2x itu ke sana dan berlabuh.

Huan Zhu yang berhasil lolos dan kembali,melaporkan kepada Liu Biao, "Sun Jian terlalu Kuat untuk pasukannku !"

Kuai Liang dipanggil untuk dimintai sarannya dan dia berkata,"Pasukan kita yang baru dikalahkan sedang tidak mempunyai semangat untuk bertempur. Oleh Sebab itu kita harus mempertahankan posisi kita, sementara itu kita meminta bantuan Yuan Shao. Dengan begitu kita dapat Melawan."

"Suatu langkah yang bodoh!" kata Cai Mao, "Musuh ada didepan gerbang kota, apakah kita harus diam saja dan menunggu untuk dibantai ? Berikan aku pasukan dan aku akan keluar dan melawan sampai akhir !"

Lalu Cai Mao diberikan pasukan berjumlah 10.000 prajurit dan pergi menuju bukit Xian dimana disana dia menyusun formasi.

Ketika Cai Mao mendekati posisi pasukan Sun Jian, Sun Jian berkata, "Dia adalah adik ipar dari Liu Biao, Siapa yang akan menangkapnya ?"

Cheng Pu mengambil tombaknya dan keluar. Setelah beberapa ronde saja, akhirnya Cai Mao kabur dan dikejar pasukan Sun Jian. Pasukan Sun Jian membantai prajurit Liu Biao yang diketemukan sehingga seluruh padang rumput itu ditutupi oleh mayat dimana-mana. Dan Cai Mao secepat kilat kembali ke kota Xiang Yang untuk berlindung. 10.000 prajuritnya tidak ada yang ikut kembali bersamanya.

Kuai Liang marah dan berkata, "Cai Mao harus dihukum mati sesuai dengan hukum militer ! kekalahan ini semua disebabkan karena dirinya."

Tetapi Liu Biao engan untuk menghukum adik dari istri yang baru saja dinikahinya.

Sun Jian Mengepung Xiang yang dan setiap hari menyerang tembok kota. Suatu hari angin kencang bertiup dan mematahkan batang tempat bendera kebesaranya berkibar.

"Pertanda Sangat buruk.",Kata Han DAng”Kita Harus kembali."

Sun Jian berkata,"Aku telah memenangkan setiap pertempuran dan kota akan segera berhasil kukuasai. Apakah aku harus kembali akibat kebetulan ini?"

Dia tidak mengindahkan saran itu dan lebih meningkatkan serangan pada tembok kota.

Didalam Kota para pasukan bertahan juga melihat pertanda.

Kuai Liang berkata, "Semalam aku melihat bintang jatuh dari langit tepat diarah daerah Sun Jian. Jika perhitungan ku tepat maka Yang akan mengalami nasib naas itu adalah Sun Jian."

Kuai Liang menyarankan Liu Biao meminta bantuan Yuan Shao secepatnya.

Lalu Liu Biao Menulis. Dia lalu bertanya siapakah yang bersedia mencoba keluar dari kepungan dan berusaha meminta bantuan Yuan Shao. Lu Gong, seorang pendekar dengan kekuatan besar menawarkan dirinya untuk tugas tersebut.

Kuai Liang berkata, "Jika kau menerima tugas ini, maka dengarlah nasehatku. Kau akan diberikan 500 tentara. Carilah pemanah2x terbaik. Terjanglah formasi musuh dan pergi ke bukit Xian. Kau akan dikejar, tetapi siapkanlah diatas bukun 100 orang prajurit yang akan menjatuhkan batu2x besar. Dan siapkan lagi 100 prajurti didalam hutan untuk menyerang musuh tiba-tiba dengan panah. Ini belum akan menghentikan pengejaran mereka, tetapi cukup untuk menghambat mereka. Jika Kamu tetap dikejar, berikan tanda dengan membunyikan petasan dan pasukan dari Kota akan datang membantu. Jika kau tidak dikejar, maka paculah kuda secepatnya dan pergilah. Esok adalah waktu yang tepat karena bulan tidak terang dan bintang tidak cerah."

Lu Gong setelah menerima instruksi ini langsung menyiapkan pasukannya dan segera setelah hari gelap dia keluar melewati gerbang timur.

Sun Jian yang berada dikemahnya mendengar suara teriakan dan prajurit melapor padanya, "Ada sekelompok pasukan berkuda yang keluar dari dalam kota !"

Sun Jian langsung menaiki kudanya dan berkuda dengan 30 orang pasukan berkuda lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Pasukan Lu Gong telah bersembunyi dalam hutan. Sun Jian berkuda mendahului mereka dan dia menemukan dirinya sendirian dan terlalu dekat dengan musuh. Lu Gong lalu berbalik arah dan melawan dia, tetapi hanya beberapa jurus lalu Lu Gong kabur lagi kearah perbukitan. Sun Jian mengikuti lalu kehilangan jejaknya.

Sun Jian mencoba menaiki bukit itu, lalu tiba-tiba bunyi gong terdengar. Dari atas bukit batu2x berjatuhan, semetara dari dalam hutan panah2x berterbangan. Sun Jian terkena beberapa panah dan juga terkena bebatuan yang mengenai kepalanya. Dia dan Kudanya tebunuh, Sun Jian hanya baru berusia 37 tahun ketika dia wafat. Tubuhnya tertindih batuan2x dan badannya penuh dengan anak panah yang menancap.

Pasukannya yang menyertainya dapat dihancurkan dan tidak ada yang selamat dari ke 30 orang itu. Lu Gong lalu membunyikan tanda. Dengan Tanda ini Huang Zhu,Kuai Yue dan Cai Mai memimpin 30.000 pasukan dan keluar membantai pasukan Sun Jian.

Ketika Huang Gai mendengar suara pertempuran, dia membawa pasukan dari kapal dan bertemu dgn Huang Zhu, Hanya dalam beberapa Jurus dia berhasil menangkap Huang Zhu yang dijadikan tawanan.

Cheng Pu Keluar untuk menyelamatkan Sun Ce. Ketika dia sedang mencari jalan untuk kabur, dia bertemu dgn Lu Gong. Cheng Pu langsung memacu kudanya melawan Lu Gong. Dalam beberapa jurus, Lu Gong tertusuk tombak Cheng Pu dan jatuh. Pertempuran itu makin kacau dan berlanjut hingga hari terang. Ketika setiap pasukan itu menarik diri. Liu Biao memerintahkan pasukannya kembali kedalam Kota.

Ketika dia kembali kesungai, dia mendengar bahwa ayahnya telah gugur dan tubuh ayahnya telah dibawa oleh musuh. Dia menangis keras sekali dan seluruh pasukan ikut menangis.

"Bagaimana aku dapat kembali kerumah sedangkan tubuh ayah ada bersama mereka ?" Tangis Sun Ce.

Huang Gai berkata, "Kita mempunyai Huang Zhu sebagai tawanan, Biarlah seseorang masuk kedalam kota dan membicarakan perdamaian, dan menukar tawanan untuk jasad tuan kita."

Baru saja dia selesai berbicara tiba-tiba ada seseorang yang berkata,"Aku adalah teman lama Liu Biao, Aku mau jadi sukarelawan untuk misi ini.", Orang itu bernama Huan Ji, seorang pengurus administrasi tentara.

Sun Ce setuju. Lalu Huan Ji pergi dan membicarakan masalah perdamaian.

Liu Biao berkata pada Huan Ji,"Jasadnya telah kutaruh dalam peti mati dan dapat segera dikirimkan secepatnya setelah Huang Zhu dikembalikan. Marilah kita menghentikan perang ini dan tidak akan pernah lagi menyerang satu sama lain."

Huan Ji berterima kasih dan dia pun berpamitan.

Tetapi ketika Huan Ji baru saja menuruni tangga istana, Kuai Liang tiba-tiba masuk dan berkata, "Tidak, Tidak ! Biarkan aku bicara dan aku akan memastikan tidak ada satu musuhpun yang dapat selamat. Aku harap kau perintahkan orang untuk memenggal orang ini lalu jalankan rencanaku."

BAB 8

Ini adalah yang Kuai Liang Katakan, "Sun Jian sekarang telah tiada dan anak-anak nya masih sangat muda. Manfaatkan momentum ini untuk menyerang ke selatan dan itu semua akan menjadi milikmu dan sekali pukul. Jika kau mengembalikan mayantnya dan membuat perjanjian damai, kau akan memberi mereka kesempatan menjadi kuat dan suatu hari mereka akan kembali ke Jing Zhou."

"Tetapi bagaimana aku akan meninggalkan Huang Zhu ditangan mereka ?" Kata Liu Biao.

"Kenapa tidak mengorbankan seekor burung untuk seekor naga ?"

"Tetapi dia adalah temanku, dan untuk membiarkannya adalah suatu yang salah."

Lalu Huan Ju diperbolehkan untuk kembali dengan membawa berita bahwa jasad Sun Jian akan diserahkan apabila Huang Zhu dikembalikan. Sun Ce membebaskan tawanannya, membawa peti mati ayahnya dan pertempuranpun selesai. Sun Jian dimakamkan didataran di Que, ketika upara Berakhir Sun Ce bersama pasukannya kembali Pulang.

Di Chang Sha, salah satu daerah diselatan sungai besar, Sun Ce mengantikan Sun Jian memerintah. Dia memerintah dengan sangat baik dan dermawan, Dia mengundang banyak2x orang berbakat dan pemberani kesisinya.

Sementara itu, Dong Zhuo di Ibu Kota Chang An, ketika mendengar kematian Sun Jian berkata, "Kegelisahan didalam hatiku sekarang telah hilang !"

Dia bertanya, "Anak-anak seperti apakah yang Sun Jian miliki ?" Dan ketika mereka memberitahunya bahwa yang tertua baru berusia 17 tahun, dia langsung senang dan seketika itu juga seluruh kegelisahan hilang dari kepalanya.

Dari saat ini dan seterusnya, Kesombongannya makin menjadi-jadi. Dia Mengangkat dirinya sendiri menjadi "GURU KAISAR", Sebuah gelar yang sangat terhormat dan seluruh tindakannya sudah selayaknya bahwa dialah yang kaisar. Dia mengangkat adiknya, Dong Min menjadi Penguasa HuaZhao dan memberikannya jabatan Panglima Besar Pasukan Kiri. Keponakannya, Dong Huang diangkat menjadi Penasehat Kekaisaran dan Memberinya kekuasaan atas pasukan penjaga istana dan setiap orang di keluarganya diberi gelar kehormatan dan jabatan tinggi. 80 Km dari Ibu Kota Chang An, Ada sebuah kota bernama MeiWo, kota yang sama persis seperti Chang An. Ada istana, lumbung beras, gudang harta, gudang senjata, dsbnya. Pembuatannya membutuhkan 250.000 orang. Disini Dong Zhuo mengumpulkan Harta yang cukup untuk digunakan selama 20 tahun oleh kaisar. Dia memilih 800 wanita cantik2x untuk ditempatkan di kota ini. Kekayaan yang ada dikota ini tidak dapat lagi dihitung. Semua keluarga dan pendukungnya hidup dikota ini.

Dong Zhuo mengunjungi kota ini dalam interval Sebulan sekali, dan setiap kunjungan seperti acara penyambutan Kaisar. Dengan setiap pejabat dan jenderal harus menunggunya disisi jalan dan memberinya hormat dengan membungkuk kearah utara.

Dalam suatu kesempatan, Dong Zhuo mengadakan Jamuan makan besar untuk semua orang. Dan ketika hal itu sedang berlangsung datang pasukan besar pemberontak dari utara untuk menyerah. Dong Zhuo membawa mereka menuju mejanya dan melakukan kekejaman padanya. Tangan mereka dipotong ada yang kakinya dipotong, ada pula yang bola matanya di cungkil keluar, yang lainnya semua giginya dipatahkan, ada lagi yang lidahnya dipotong sementara ada lagi yang tulang-tulangnya dipatahkan. Mereka yang berstatus pemimpin ada yang direbus hidup-hidup dalam air mendidih, dan ada yang di masukan dalam wajan besar berisi minyak mendidih. Teriakan kengerian dan penderitaan sampai terdengar dilangit dan banyak pejabat yang tidak tahan lalu pingsan dan meninggal ditempat menyaksikan hal ini. Tetapi Dong Zhuo tetap saja tertawa, makan dan mabuk2x an serta berbicara dan tersenyum seolah tidak terjadi apapun.

Pada suatu hari yang lain Dong Zhuo sedang mengadakan perjamuan besar untuk para pejabat istana yang duduk dalam 2 barisan panjang. Selang beberapa saat tiba-tiba Lu Bu masuk dan membisikan sesuatu ke telinga Dong Zhuo.

Dong Zhuo Tersenyum dan berkata "Dia Selalu begitu. Bawa Menteri Zhang Wen keluar!"

Yang lain mukanya menjadi pucat memikirkan apa yang akan terjadi. Lalu masuklah seorang pria membawa kepala Zhang Wen didalam sebuah nampan dan menunjukan itu pada semua pengunjung. Mereka hampir mati ketakutan.

"Jangan Takut," Kata Dong Zhuo tersenyum”Menteri Zhang Wen telah bersekutu dengan Yuan Shu untuk membunuhku. Sebuah Surat yang ditulisnya teah jatuh ketangan anakku, Jadi aku memerintahkannya untuk dihukum. Kalian yang lain yang tidak bersalah tidak perlu takut."

Satu per satu pejabat akhirnya memohon diri .Salah satu dari mereka Wang Yun, yang telah menyaksikan semua hal ini kembali kekediamannya dengan sangat gelisah. Dimalam yang sama, sinar bulan bersinar terang, dia berjalan2x ditaman rumahnya. Dia memandang Langit dan air mata mengalir dan turun dipipinya. Tiba-tiba dia mendengar ada suara dari Paviliun kecil didekat situ dan seseorang sedang menghela napas dalam-dalam. Berusaha melihat, dia menemukan ada salah seorang pembantu rumah tangganya disana, namanya Diao Chan.

Pembantunya ini telah dibawa ke kediamannya. Dia diajarkan menyanyi dan menari. Pada usia ke 21 dia sangat cantik dan sangat pintar yang Wang Yun sudah anggap anak sendiri dan bukan pembantu.

Setelah beberapa saat Wang Yun memanggilnya, "Apa yang sedang kau lakukan disini ?"

Diao Cahn lalu berlutut dan berkata, "Aku tidak sedang berbuat apa-apa, tuanku."

"Lalu mengapa kau menghela napas didalam kegelapan ?"

"Bolehkah aku berkata dari dalam hatiku ?"

"Katakan padaku seluruhnya, jangan menyembunyikan apapun."

Lalu dia berkata," Aku telah menerima banyak kebaikan darimu. Aku telah diajarkan menyanyi dan menari dan juga telah diperlakukan dengan sangat baik yang apabila dirinya dipecah menjadi ribuan bagianpun belum dapat membayar kebaikan tuanku. Aku telah melihat belakangan ini tuanku sedang gelisah dan tidak merasa senang, aku tahu tuanku sedang memikirkan masalah negara. Tetapi aku tidak berani bertanya. Malam ini tuanku terlihat lebih sedih dari waktu-waktu yang lalu. Karena itu aku berpikir dapatkah aku membantu tuanku walaupun harus mati aku rela."

Sebuah ide muncul di kepala Wang Yun, Dan dia berkata, "Apa yang akan kau pikirkan jika nasib seluruh dinasti Han ada ditanganmu ? Ikut denganku !"

Wanita itu mengikuti tuannya kedalam rumah. Disana dia menyuruh semua pelayan lainnya keluar, lalu menyuruh Diao Chan duduk dikursinya dan bersujud kepadanya. Diao Chan ketakutan dan langsung bersujud dilantai juga, didalam hatinya dia berkata apa maksud semua ini.

Kata Wang Yun,"Kau dapat menyelamatkan seluruh rakyat Han!"

dan air matapun mengalir dari mata Diao Chan.

"Tuanku, seperti telah kukatakan, gunakanlah diriku seperti yang tuanku mau. Aku tidak menyesal dan takut." Kata Diao Chan.

Wang Yun berlutut dan berkata,"Rakyat sedang diambang kehancuran, Kaisar dan menterinya sedang kacau dan kau adalah satu-satunya penyelamat. Bajingan Dong Zhuo itu ingin menggulingkan kaisar dan tidak ada satupun dari kami yang mampu menghentikannya. Dia memiliki anak yang pemberani dan kuat, tetapi ayah dan anak sama-sama lemah terhadap kecantikan wanita. Aku membuat rencana yang kusebut "TAKTIK BERANTAI". Aku pertama akan mengajukan usul untuk menikahkanmu dengan Lu Bu dan setelah itu aku akan mengajakmu menemui Dong Zhuo, dan kau harus mengambil segala kesempatan untuk mengadu domba mereka. Buatlah agar anak membunuh ayahnya yang akan mengakhiri penderitaan ini. Apakah kau melakukan hal ini ?"

"Pelayanmu ini telah berjanji tdk akan mundur dari kematian itu sendiri, Tuanku boleh menggunakan diriku ini untuk apa saja dan aku akan mengusahakan yang terbaik."

"Tetapi bila rencana ini bocor, kita semua akan mati." Kata Wang Yun.

"Jangan takut."Kata Diao chan,"Jika pelayanmu ini tidak tahu balas budi. Maka biarlah aku mati ditusuk banyak pedang!"

"Terima kasih ! terima kasih!" Kata Wang Yun.

Lalu Wang Yun mengambil beberapa perhiasan yang dia hadiahkan untuk Lu Bu. Lu Bu sangat senang dan dia berterima kasih kepada Wang Yun. Ketika Lu Bu tiba, Wang Yun langsung menyambutnya dan Lu Bu dijamu dengan berbagai hidangan istimewa. Lu Bu dipersilahkan duduk dikursi kehormatan.

Lu Bu berkata, "Aku hanyalah seorang pelayan dari perdana menteri, dan kau adalah pejabat tinggi kekaisaran. Kenapa kau memperlakukan dengan sangat istimewa ?"

"Karena diseluruh negeri tidak ada pahlawan yang mampu manandingi kemampuanmu." Jawab Wang Yun.

Ini membuat Lu Bu sangat senang dan Wang Yun meneruskan memuji-muji Lu Bu dan juga memuji-muji Dong Zhuo serta terus memberikan Lu Bu arak dan anggur.

Saat ini kebanyakn pelayan telah meninggalkan ruangan dan hanya tersisa beberapa orang untuk menuangkan arak.

Ketika Lu Bu sudah hampir mabuk lalu Wang Yun berkata, "Persilahkan Dia masuk!"

Lalu munculah 2 orang pelayan berpakaian putih dan dibelakangnya berjalan Diao Chan yang tampil sangat memukau.

"Siapakah Dia?" Tanya Lu Bu.

"Ini adalah putriku, Diao Chan. Karena kau telah sangat baik maka aku ingin memperkenalkannya padamu."

Wang Yun memerintahkan Diao Chan untuk mempersembahkan arak, dan mata mereka berdua saling bertatap-tatapan.

Wang Yun berpura-pura jg telah mabuk berkata, "Anakku memohon padamu jenderal untuk meminum secangkir atau mungkin dua. Kami semua bergantung padamu jenderal."

Lu Bu memohon agar Diao Chan duduk, Diao Chan berpura-pura ingin pergi.

Wang Yun meminta Diao Chan untuk tetap disini dan berkata, "Jenderal adalah teman yang baik, duduklah dan temanilah dia."

Lalu Diao Chan duduk dekat dengan tuannya.

Lu Bu tetap menatap wajahnya setiap dia mengeuk cangkir arak.

"Aku akan menghadiahkan dia sebagai pendampingmu, apakah kau setuju ?" Kaya Wang Yun.

Lu Bu langsung berdiri.

"Jika begitu, aku sangat berterima kasih" Kata Lu Bu.

"Kita akan memilih hari yang baik agar dia dapat masuk istana"

Lu Bu sangat senang, Dia tidak dapat berhenti untuk menatap Diao Chan.

Waktunya untuk Lu Bu pergi sekarang dan Wang Yun berkata, "Aku mau memintamu untuk bermalam tetapi aku khawatir perdana menteri akan curiga."

Lu Bu berterima Kasih lagi dan lagi sebelum pergi.

Beberapa Hari kemudian ketika Wang Yun di istana dan Lu Bu tidak ada, Wang Yun bersujud pada Dong Zhuo dan berkata, "Aku berharap kau mau datang ke tempat tinggalku yang rendah ini untuk makan malam. Apakah seorang yang mulia seperti anda bersedia ?"

"Karena kau yang mengundangku, aku pasti akan datang." Jawab Dong Zhuo.

Wang Yun berterima kasih. Lalu Wang Yun pulang kerumahnya dan menyiapkan segala keperluan untuk menyambut Dong Zhuo. Dia mempersiapkan semua jenis makanan istimewa. Kursi2x dihiasi sutra indah dan tirai yang indah dipasang disekeliing ruangan itu. Ketika Dong Zhuo tiba, Wang Yun menyambutnya di gerbang utama. Wang Yun bersujud ketika Dong Zhuo keluar dari keretanya. Dong Zhuo datang bersama 100 pasukan baju zirah yang langsung memenuhi aula utama. Dong Zhuo langsung duduk di tempat terhormat sementara Wang Yun tetap berdiri. Dong Zhuo memerintahkan agar sebuah kursi lain dibawa kesampingnya dan meminta Wang Yun duduk.

Kata Wang Yun, "Perdana menteri, Kau ada orang yang hebat yang memiliki Kebajikan setinggi gunung. Tidak ada orang bijak dalam sejarah bahkan seperti Yi Yin maupun Pangeran Zhoyu yang dapat berbuat seperti itu."

Dong Zhuo tersenyum. Mereka menyantap makanan dan minuman dan musikpun mulai didendangkan. Wang Yun menyenangkan hati tamunya itu dengan berbagai pujian. Ketika sudah mulai malam dan arak telah membuat mereka berdua mabuk. Dong Zhuo diundang keruangan utama. Jadi dia menyuruh pengawalnya menunggu dan dia masuk.

Didalam mereka berdua duduk sambil mabok dan Wang Yun berkata, "Dari muda aku telah mengerti sesuatu tentang astrologi dan telah melihat aspek dari langit. Aku melihat hari-hari Han telah akan berakhir dan Perdana Menteri akan memerintah seluruh dunia sama seperti ketika Shun menggantikan Yao dan Yu meneruskan Shun, Semua karena kekuatannya”

"Mana Berani aku mengharapkan seperti itu ?" Kata Dong Zhuo.

"Dari jaman dahulu kala, Yang berjalan dijalur yang benar akan menggantikan mereka yang menyimpang. Mereka yang kurang kebajikan akan jatuh dan digantika oleh yang memiliki. Dapatkan seseorang menghindar dari takdir ?"

"Jika memang mandat langit akan turun padaku, kau akan menjadi yang pertama berjasa !" kata Dong Zhuo.

Wang Yun langsung bersujud, Lalu lilin-lilin dinyalakan dan pelayan disuruh keluar, hanya menyisakan pelayan yang menuangkan arak.

Ketiak itu Wang Yun berkata, "Sekarang-sekarang ini musik yang dimainkan oleh pemusik adalah hal yang biasa-biasa saja untuk didengarkan telingamu, tetapi dirumahku ada pelayan yang mungkin dapat menyenangkan hatimu."

"Bagus sekali !" kata sang Tamu.

Lalu tirai diturunkan. Musik mengalun dari ruangan itu dan beberapa gadis cantik keluar dan menari, gadis yang ditengah adalah Diao Chan.

Ketika Tarian berakhir, Dong Zhuo memerintahkan agar pelayan yang tadi itu disuruh masuk. Dan Diao Chan pun masuk dan bersujud. Ketika dia mendekati Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung tertarik kepada kecantikannya dan kelembutan tutur katanya.

"Siapakah Dia?" Tanya Dong Zhuo kepada Wang Yun.

"Seorang Gadis penyanyi, namanya adalah Diao Chan."

"Lalu bisakah kau suruh dia bernyanyi ?"

Wang Yun memerintahkan diao chan menyanyikan sebuah lagu diiringi dgn musik.

Dong Zhuo Sungguh senang dan memujinya. Dia diperintahkan untuk menuangkan arak bagi Dong Zhuo. Ketika itu Dong Zhuo menanyakan umurnya.

Diao Chan Menjawab "Pelayan yang tidak berguna ini berumur 21 tahun."

Lalu Wang Yun berdiri dan berkata, "Kalau perdana menteri tidak keberatan, aku akan mempersembahkan dia sebagai pelayan perdana menteri."

"Bagaimana aku dapat berterima kasih untuk kebaikan ini.!" kata Dong Zhuo.

"Dia akan merasa sangat beruntung apabila dapat menjadi pelayanmu." Kata Wang Yun.

Dong Zhuo berterima kasih kepada Wang Yun.

Lalu Dia memerintahkan untuk mengirim tandu tertutup bagi Diao Chan dan membawanya ke istana perdana menteri.

Setelah Dong Zhuo pergi, Wang Yun mengantarnya sepanjang jalan.

Setelah mereka semua pergi, Wang Yun mengendarai kudanya menuju kediamanya. Setengah jalan dai bertemu barisan pengawal denga lampu merah sedang mendampingi Lu Bu yang sedang berpatroli.

Melihat Wang Yun, Lu Bu langsung mendekat dan menangkapnya. Dia marah, "Kau menjanjikan Diao Chan padaku tetapi sekarang kau menyerahkannya pada perdana menteri. Rencana apakah ini ?"

Wang Yun langsung berakta, "Jangan keras-keras, ikutlah dengaku. aku harap kau mau datang kerumahku."

Lalu mereka pergi berdua dan Wang Yun berbicara dengan Lu Bu diruang Pribadinya.

Seperti biasa, mereka bertuka salam, wang yun berkata, "Mengapa Kau menyalahkan aku jenderal ?"

"Seseorang berkata padaku bahwa kau menyerahkan diao chan kepada perdana menteri, apakah maksud semua ini ?"

"Tentu saja kau tidak mengerti, Kemarin ketika aku bertemu perdana menteri, dia bilang akan membicarakan sesuatu dirumahku. Jadi sudah selayaknya aku membuat penyambutan dan jamuan dan ketika sedang dalam perjamuan dia berkata "Aku dengar ada isu kau mempunyai seorang gadis cantik yang akan kau serah pada Lu Bu bernama Diao Chan. Aku ingin melihatnya.". Tentu aku tidak dapat berkata tidak padanya, jadi dia masuk dan bersujud pada tuan dari segala tuan. Lalu dia berkata bahwa ini hari keberuntungannya bahwa dia akan membawanya dan menyerahkan padamu nanti. Coba kau pikirkan, tuan. Bagaimana mungkin permintaan perdana menteri ku tolak ?"

"Kamu tidaklah sesalah yang kuduga" kata Lu Bu”Tetapi untuk beberapa saat aku telah salah menduga, Aku berhutang permintaan maaf padamu."

"Wanita itu memiliki tas kecil yang akan kuserahkan padamu ketika dia telah ada di kediamanmu" kata Wang Yun.

Lu Bu berterima kasih dan dia pergi. Keesokan harinya dia pergi ke istana untuk mengetahui kebenarannya, tetapi dia tidak dapat menemukan informasi apapun. Lalu dia pergi kekediaman pribadi Dong Zhuo dan menanyakannya pada para pelayan. Beberapa pelayan mengatakan padanya bahwa "GURU KAISAR" telah membawa pulang "teman tidur" baru semalam dan sekarang masih belum bangun. Lu Bu sangat marah, lalu dia mengendap-endap kebelakang ruangan tidur tuannya.

Saat ini Diao Chan telah bangun dan sedang merapihkan rambutnya didekat jendela. Dia melihat bayangan panjang dipinggir danau. Dia mengenai bentuk bayangan itu dan dia yakin itu adalah Lu Bu. Lalu dia berpura-pura sedih dan menangis dan dengan sapu tangannya dia menyeka air matanya, lagi dan lagi.

Lu Bu hanya berdiri dan memandanginya saja.

Lalu ketika Lu Bu pergi dan menghadap lewat pintu depan, Dong Zhuo telah duduk di ruang resepsi.

Melihat Lu Bu datang dong Zhuo bertanya, "Apakah ada yang baru ?"

"Tidak ada" jawabnya.

Lu Bu menunggu ketika Dong Zhuo sedang sarapan. Ketika dia berdiri disamping tuannya, dia melihat kearah tirai dan disana dia melihat wanita yang dari waktu ke waktu juga melihat kearahnya. Dia tahu bahwa itu adalah Diao Chan dan pikirannya melayang padanya. Dong Zhuo melihat ekspresinya dan merasa curiga.

"Jika tidak ada sesuatu yang baru, kau boleh pergi," Kata Dong Zhuo.

Lu Bu pun pergi dengan engan.

Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa-apa lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.

Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat Hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.

Dia Marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"

Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jagan Biarkan Dia masuk lagi kesini !"

Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab-sebab kemarahannya.

Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jenderal ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."

"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.

"Panggil Dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan Semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.

Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."

Dia memberikan Lu Bu 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.

Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia Mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ketaman dimana mereka berdua dapat berbicara.

Setelah lama mereka bersama, Dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.

Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, Dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku Dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"

Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.

"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimu !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."

"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu dikehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.

"Jika aku tidak menikahimu dikehidupan ini, Aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.

"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, Tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.

"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama-lama." Kata Lu Bu.

Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, Aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."

Lu Bu berpikir sejenak.

"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.

Dan dia mengambil Tombaknya dan pergi.

"Didalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."

Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.

Tiba-tiba perasaan mau menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata-kata lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata-kata perpisahan.

Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba-tiba merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisar dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Didepan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jenderal telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.

Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada didalam Paviliun.

Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.

BAB 9

Orang yang bertabrakan dengan Dong Zhuo adalah penasehat kepercayaannya Li Ru. Li Ru yang tidak terjatuh ketika bertabrakan dengan Dong Zhuo langsung membantu tuannya yang terjatuh dan mengantarkan ke perpustakaan dimana mereka berdua duduk dan berbicara.

"Kenapa kau datang kemari ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kebetulan saja saya sedang melewati kediaman tuanku, aku mendengar anda sedang mencari anak angkat tuanku. Lalu tiba-tiba Lu Bu berlari keluar dengan tergesa-gesa. Aku lalu masuk dan berlari untuk menemui anda dan tiba-tiba saja anda muncul dihadapnku dan tejatuh. Aku Sungguh meminta maaf ! aku layak untuk mati ."

"Bajingan Itu ! Bagaimana aku dapat melihat dia merayu kesayanganku ? Aku akan membunuh bajingan itu !", Kata Dong Zhuo.

"Yang Mulia melakukan kesalahan. Ini seperti cerita "PERJAMUAN PENDEKAR" terulang kembali. Jika kau ingat dalam perjamuan itu, semua tamu diperintahkan melepaskan tusuk rambut mereka. Didalam perjamuan itu, Raja Zhuang dari Chu tdk memperpanjang masalah mengenai ketidak senonohan yang dilakukan seseorang kepada ratunya, walaupun tusuk rambut yang ditemukan itu akhirnya diketahui milik Jiang Xiong. Dikemudian hari Jiang Xiong menyelamatkan nyawa Raja Zhuang ketika sedang dikepung pasukan dari Qin, Jiang Xiong bertaruh nyawa demi sang raja. Ketika sang raja bertanya kenapa dia mempertaruhkan nyawanya sedemikian rupa, Jiang Xiong menceritakan sebabnya bahwa dia berterima kasih kepada raja karena tidak mempersalahkan perbuatannya ketika dia melakukan sesuatu yang tidak sopan kepada ratu dalam perjamuan tersebut.", Li Ru memberikan penjelasan, "Lagi pula Diao Chan hanyalah seorang pelayang tetapi Lu Bu adalah tangan kananmu dan pendekar paling tangguh yang ada saat ini. Jika kau menyerahkan wanita itu pada jenderal, kebaikanmu akan menyebabkan dia berterima kasih sangat dan setia padamu sampai mati. Aku mohon tuanku mempertimbangkan hal ini."

Dong Zhuo terdiam cukup lama. Dia Duduk dan merenung lalu dia berkata "Apa yang kau katakan benar, aku akan memikirkan hal ini."

Li Ru merasa puas dan dia berpamitan dan pergi. Dong Zhuo pergi kekamar pribadinya dan memanggil Diao Chan.

"Apa yang kau lakukan disana dengan Lu Bu ?" Kata Dong Zhuo.

Diao Chan mulai menangis dan berkata, "Pelayanmu ini sedang berada di taman melihat bunga. Tiba-tiba dia datang padaku. Aku terkejut dan lari. Dia bertanya mengapa aku lari dari anak tuanku dan mengejarku sampai ke pavilun phoenix dimana kau melihat kami. Dia membawa tombaknya setiap saat. Aku merasa dia adalah orang yang kejam dan akan memaksakan apa yang dia mau kepadaku, Lalu aku mencoba melompat kedalam kolam, tetapi dia menangkapku dan menahanku sehingga aku tidak dapat berbuat apa-apa. Beruntung pada saat yang tepat anda datang dan menyelamatkan nyawaku !"

"Bagaimana Jika aku mengirimmu pada dirinya ?" Tanya DOng Zhuo.

Terkejut, Diao Chan langsung memprotes, "Apa yang pelayanmu ini telah lakukan ? Sudah merupakan sebuah kehormatan bagiku untuk melayani yang mulia, aku tidak dapat menanggung malu apa bila aku harus dibuang dari sini dan melayani seorang bawahan ! aku tidak mau , lebih baik aku mati !"

dan ketika itu dia langsung mengambil sebatang pisau yang tergantung di dingding dan bersiap membunuh dirinya.

Dong Zhuo langsung bertindak mengambil pisau itu dari tangan diao chan dan berkata , "Aku Hanya bercanda !"

Diao Chan langsung bersandar pada Dong Zhuo dan menangis.

"Ini adalah perbuatan Li Ru" Kata Dong Zhuo, "Dia terlalu dekat dengan Lu Bu. Dia tidak perduli mengenai diriku dan reputasiku. Ohh!!! AKU AKAN MEMAKANNYA HIDUP-HIDUP."

"Apakah kau pikir aku dapat hidup dengan kehilangan dirimu ?" Kata Dong Zhuo.

"Walaupun kau mencintaiku tetapi aku tidak boleh berada disini. Lu Bu akan mencoba menghancurkan diriku. Aku takut padanya !" Kata Dong Zhuo.

"Besok kita akan pergi ke meiwo, kau dan aku, dan kita akan bahagia bersama dan tidak usah memperdulikan orang lain." Dong Zhuo memberikan janjinya pada Diao Chan.

Diao Chan lalu tersenyum dan berterima kasih padanya. Keesokan harinya Li Ru datang lagi untuk membujuk tuannya untuk mengirim diao chan kepada Lu Bu.

"Ini adalah hari yang baik " kata Li Ru.

"Dia dan aku adalah ayah dan anak. Aku tidak dapat melakukan hal itu" kata Dong Zhuo, "Tetapi aku tidak akan mempermasalahkan kesalahan dirinya. Kau boleh mengatakan hal itu padanya dan bujuklah dia semampumu."

"Kau sedang diperdaya oleh wanita tuanku ?" Kata Li Ru.

Dong Zhuo yang langsung marah berkata, "Apakah kau mau memberikan istrimu kepada orang lain ? Jangan bicarakan hal ini lagi !!!"

Li Ru meninggalkan ruangan. Ketika dia tiba diluar, dia melihat kelangit dan berkata "Kita adalah orang mati, tewas ditangan wanita ini !"

Perintah untuk berangkat ke meiwo telah diberikan dan seluruh pejabat berkumpul untuk melepas kepergian mereka. Diao Chan, Dari tandunya melihat Lu Bu didalam kerumunan. Dia berpura-pura tampak sedih dan termenung. Setelah iring2xan telah menghilang dalam kejauhan. Lu Bu yang kecewa menunggang kudanya untuk melihat debu iring2xan itu dari kejauhan dengan kesedihan yang sangat didalam hatinya.

Tiba-tiba ada suara berkata, "Kenapa kau tidak menemani perdana menteri jenderal, tetapi kau disini dan menghela napasmu ?"

Dia adalah Wang Yun.

"Aku telah berada dirumah beberapa hari ini karena sakit." Lanjutnya, "Jadi aku tidak melihatmu. Tetapi aku mencoba untuk datang hari ini untuk melihat perdana menteri pergi. Jadi aku melihatmu karena kebetulan, Tetapi apa yang kau gelisahkan ?" Tanya Wang Yun.

"Mengenai masalah putrimu" kata Lu Bu.

Wang Yun pura-pura terkejut, "Telah sekian lama dan masih belum diberikan padamu ?"

"Penjahat tua itu telah jatuh cinta padanya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri !"

"Tentu ini tidak benar kan ?" Wang Yun sekali lagi pura-pura terkejut.

Lu Bu menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya sementara wang yun mendengarkan.

Setelah beberapa saat Wang Yun berkata, "Datanglah kerumahku dan kita bicarakan mengenai hal ini."

Lalu mereka berdua pergi kerumah Wang Yun dan masuk kedalam sebuah ruang rahasia. Setelah disuguhkan minuman dan makanan ringan, Lu Bu menceritakan seluruh kisah yang terjadi di Paviliun phoenix.

Wang Yun berkata, "Dia telah menodai putri kecilku dan mencuri istrimu. Dia akan menjadi bahan tertawaan bagi seluruh dunia. Dan mereka yang tidak tertawa padanya akan mentertawakan kita. Aku sudah tua dan tidak dapat melakukan apa-apa. Aku pasrah saja apabila mereka semua menghinaku. Tetapi kau jenderal adalah seorang pendekar hebat, yang terhebat didunia ini. Dan kau telah dipermalukan dgn cara seperti ini."

Kemarahan langsung berkobar di hati Lu Bu. Lu Bu yang marah langsung membanting meja dan berteriak marah2x.

Wang Yun berusaha menenangkan Lu Bu dan berkata,"Aku telah lupa, seharusnya aku tidak boleh berkata seperti itu. Aku mohon kau jangan marah tuanku !"

"Aku akan membunuh bajingan tua itu, aku bersumpah ! tidak ada jalan lain bagiku untuk membersihkan penghinaan ini."

"Jgan ! jangan berbicara seperti itu !" kata Wang Yun, "Kau akan membawa bencana bagi diriku dan keluargaku. !"

"Ketika seseorang dilahirkan untuk menjadi hebat, dia tidak dapat bersabar terlalu lama dibawah kaki seseorang !" kata Lu Bu.

"Dibutuhkan seseorang yang lebih hebat dari perdana menteri untuk dapat menjadikanmu bawahannya" Puji Wang Yun.

Lu Bu berkata, "Aku tidak berkeberatan membunuh bajingan tua itu jika tidak karena hubungan orang tua dan anak. Aku takut itu akan memprovokasi rakyat untuk melakukan hal yang sama."

Wang Yun mengelengkan kepalanya dan berkata, "Namamu Lu Bu dan dia Dong Zhuo. Dimana ada perasaan kekeluargaan ketika dia melemparkan tombak padamu ?"

"Aku telah salah mengerti jika kau tidak mengatakan hal itu !" kata Lu Bu.

Wan Yun melihat efek dari kata-katanya lalu melanjutkan, "Itu akan merupakan suatu perbuatan yang setia untuk merestorasi dinasti han, dan sejarah akan mencatat namamu sebagai orang yang melakukan balas budi pada leluhur. Sedangkan kalau kau mengikuti Dong Zhuo kau adalah pengkhianat dan namamu akan dicemooh orang sepanjang masa."

Lu Bu berdiri dr tempat duduknya dan menghormat pada Wang Yun.

"Aku telah memutuskan," Kata Lu Bu, "Kau tidak usah takut, tuan."

Lu Bu mengambil pisaunya dan melukai jarinya dan bersumpah dengan darah yang keluar itu.

Wang Yun bersujud dan berterima kasih padanya.

"Akhirnya dinasti han dan diselamatkan dan kau adalah penyelamatnya. Tetapi ini hrs dirahasiakan dan aku akan memberitahumu bagaimana rencana ini akan berjalan."

Lu Bu lalu berpamitan.

Wang Yun lalu berdiskusi dengan kedua temannya, Administrator istana Shisun Rui dan Komandan pasukan kekaisaran Huang Wan.

Shisun Rui berkatam, "Saatnya sangat memungkinkan. Kaisar baru saja sembuh dari sakitnya dan kita dapat mengirim orang yang pandai berbicara untuk pergi ke meiwo untuk membujuk Dong Zhuo datang kemari dan membicarakan masalah kesehatan kaisar. Sementara itu kita akan menuliskan titah rahasia yang memrintahkan Lu Bu untuk memasang perangkap didalam gerbang istana untuk membunuh dong zhuo ketika dia masuk. Ini adalah rencana yang bagus."

"Tetapi siapa yang berani untuk pergi ?" Tanya Huang Wan.

"Li Su, jenderal pasukan macan kekaisaran akan pergi. Dia berasal dari daerah yang sama dengan Lu Bu dan dia sangat marah pada perdana mentri karena tidak memberikannya kenaikan jabatan. Dia akan membuat rencana kita menjadi berjalan ."

"Bagus !!" Kata Wang Yun”Mari kita lihat apa yang Lu Bu pikirkan mengenai hal ini."

Ketika berkonsultasi dengan Lu Bu, dia berkata bahwa itu adalah Li Su yang menyakinkannya untuk membunuh Ding Yuan, Ayah angkat sebelumnya.

"Jika Li Su menolak maka aku akan membunuhnya" kata Lu Bu.

Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Li Su.

Ketika Li Su tiba, Lu Bu berkata, "Sebelumnya kau berbicara denganku untuk membunuh Ding Yuan dan pergi ke Dong Zhuo. Sekarang kita tahu bahwa Dong Zhuo mempunyai maksud jahat terhadap kaisar dan adalah penindas rakyat. Kesahalannya banyak dan dia dibenci dewa maupun manusia. Kau pergilah ke meiwo, katakan bahwa kau membawa titah kaisar untuk memanggil perdana menteri keistana. Dia akan datang dan aku akan membunuhnya. Kau akan mendapatkan jasa karena kesetiaanmu dalam menyelamatkan dinasti. Apakah kau mau ?"

"Aku juga berharap dapat membunuhnya," jawab Li Su."Tetapi aku tidak dapat menemukan orang untuk membantuku. Sekarang kau menawarkan padaku, bagaimana aku dapat menolaknya ? "

dan Li Su mematahkan anak panah sebagai tanda sumpahnya.

"Jika ini berhasil, maka jabatan dan kekayaan akan jadi milikmu !" kata Wang Yun.

Keesokan hari, dengan membawa bebrapa orang pengawal, dia pergi ke meiwo dan memperkenalkan dirinya sebagai pembawa titah kaisar. Dia dibawa menemui Dong Zhuo. Setelah memberi hormat, Dong Zhuo bertanya ada titah apa yang dibawanya.

"Yang Mulia telah sembuh dari sakit dan ingin bertemu dengan perdana menteri di istana untuk membahas masalah penyerahan kekuasaan dan tahta kepada dirimu."

"Apa yang Wang Yun pikirkan mengenai hal ini ?"

"Wang Yun telah membangun teras untuk melakukan penobatan kaisar dan hanya menunggu kedatangan yang mulia."

"Kemarin malam aku bermimpi naga berputar mengelilingi tubuhku" Kata Dong Zhuo dengan senang, "Dan sekarang aku mendapatkan kabar gembira ini ! Aku tidak boleh melwatkan kesempatan ini."

Lalu dong zhuo memberikan instruksi pada 4 jenderal kepecayaannya untuk menjaga kota meiwo. Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji, mereka diberikan 3000 pasukan.

"Ketika aku telah menjadi kaisar, kau akan menjadi pangilma besar penjaga ibu kota," kata Dong Zhuo.

"Terima kasih yang mulia" kata Li Su.

Dong Zhuo datang tuk berpamitan kepada ibunya yang berusia 90 tahun.

"Kemanakah kau akan pergi anakku ?" tanya ibunya.

"Aku pergi untuk menerima penyerah tahta dinasti han. Sebentar lagi ibu kan menjadi ibu suri !"

"Aku telah merasa gelisah beberapa hari ini, aku rasa ini pertanda buruk."

"Setiap orang yang akan menjadi ibu negara pasti mendapatkan perasaan2x aneh ini." Kata anaknya.

Setelah ini dong zhuo pergi untuk menemui diao chan.

"Ketika kau akan menjadi kaisar, kau akan menjadi selir istana."

Diao Chan menunduk dan berterima kasih. Kali ini dia benar-benar bahagia karena rencananya berhasil.

Dong Zhuo keluar dan menaiki kereta kudanya dan mulai melakukan perjalanan ke ibu kota chang an. Kurang lebih 10 km jauhnya dari ibu kota tiba-tiba roda dari kereta kuda dong zhuo patah. Dia meninggalkan keretanya dan menaiki kuda. 10 km kemudian kudanya tiba-tiba mati.

Dong Zhuo bertanya pada Li Su apakah arti dari semua kejadian ini.

"Ini artinya kau akan menerima tahta han, dan harus memperbaharui semua hal; untuk duduk di kereta kuda yang bertahtakan emas dan duduk dengan pelana emas."

dan Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan percaya pada jawaban ini. Pada hari kedua perjalanan tiba-tiba angin kencang bertiup dan langit tertutup kabut tebal.

"Apakah artinya ini ?" kata Dong Zhuo.

Li Su berkata, "Kau akan duduk didalam istana naga. disana pasti ada cahaya yang terang dan menyilaukan untuk menunjukan wibawa dirimu."

Dong Zhuo tidak ragu mendengar jawaban ini. Ketika dia tiba dia melihat banyak pejabat yang menunggunya di pintu gerbang kota, semua kecuali Li Ru yang sakit dan tidak dapat meninggalkan kamarnya. Dia Meneruskan perjalanannya menuju istana perdana menteri dimana Lu Bu datang untuk memberikan selamat.

"Ketika aku duduk di tahta naga, aku akan menjadikanmu komandan seluruh pasukan kekaisaran, yang bekuda maupun pejalan kaki." kata Dong Zhuo.

Keesokan paginya, Dong Zhuo mempersiapkan dirinya, ketika dalam perjalanan menuju istana dia melihat pendeta tao berpakaian hitam dan mengenakan sorban putih, ditangannya dia memegang tongkat panjang dengan dengan strip putih di lembaran putih. Diakhir setiap lembaran ada karakter "Mulut".

"Apa maksudnya ini ?" Kata Dong Zhuo.

"Dia adalah orang gila" Kata Li Su dan dia menyuruh penjaga untuk mengusirnya pergi.

Dong Zhuo masuk kedalam istana dan melihat barisan pejabat dan menteri telah menunggunya sepanjang jalan. Li Su berjalan disamping tandunya, dengan pedang ditangan. Ketika Li Su mencapai gerbang utara dari Kota terlarang, dia menyuruh pengawal dong zhuo untuk berjaga diluar dan hanya pengangkat tandu yang boleh masuk.

Ketika Dong Zhuo hampir tiba di ruang resepsi, dia melihat wang yun dan pejabat tinggi lainnya berdiri dipintu dan semua membawa senjata.

"Kenapa mereka semua bersenjata ? "Tanya dong zhuo pada li su.

Li Su terdiam.

Tiba-tiba Wang Yun berteriak”Pemberontak itu disini, dimana algojonya ?"

Tiba-tiba dari pinggir muncul pasukan dan menyerang dong zhuo, tetapi baju zirah yang dikenakan dong zhuo sangat kuat sehingga pasukan itu tidak dapat melukainya.

Dia terjatuh dari tandunya, terluka dia lengannya dan memanggil anaknya, "Dimanakan Lu Bu?"

"Disini dan dengan titah untuk membunuh pemberontak !" kata Lu Bu yang langsung muncul dihadapan ayahnya.

Lalu dia manusukan tombaknya ke leher Dong Zhuo dan Li Su memenggal kepalanya dan mengangkatnya.

Lu Bu dengan tangan kiri memegang tombaknya, lalu mengambil titah kaisar dgn tangan kanannya dan berteriak, "Titah ini hanya untuk membunuh pemberontak Dong Zhuo, Tidak yang lainnya !"

Seluruh pejabat dan menteri yang berkumpul langsung berlutut dan memberi hormat "Wan Shui, Wan shui , Wan Wan Shui !!!" (Panjang Umur, Panjang Umur , semoga kaisar panjang umur)

Rasa Haus darah tiba-tiba terbangkitkan, Lu Bu memerintahkan untuk melakukan pembantaian yang lain, "Li Ru adalah orang yang paling bertanggung jawab atas banyak dosa2x dong zhuo ! siapa yang akan pergi dan membunuhnya ?"

Li Su menjadi relawan untuk pergi mencari. Tetapi tak disangkat seorang pelayan dikediaman Li Ru telah mengikatnya dan mengantarkannya. Wang Yun memerintahkan agar Li Ri segera di eksekusi di pasar.

Kepala Dong Zhuo dipamerkan pada publik dan diarak keliling kota, saat itu adalah adalah tahun ke 2 kaisar Xian memerintah (tahun 192 M). Dia sangat gendut, dan pengawal dapat membuat obor dengan menancapkan kayu yang dibalut dengan kain kering kedalam tubuh dong zhuo. Tubuh Dong Zhuo dibiarkan di jalanan dan banyak orang menginjak-nginjak dan merusak tubuh dong zhuo.

Wang Yun memerintahkan 50.000 pasukan dipimpin oleh Lu Bu, Huanfu Song dan Li Su untuk menghancurkan meiwo. Mendengar kabar kematian tuannya Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji melarikan diri kebarat pada malam hari dengan pasukkanya ke daerah Liang Zhou.

Ketika tiba di meiwo, tindakan Lu Bu pertama adalah mengambil Diao Chan. Lalu dia membunuh semua anggota keluarga Dong, tidak menyisakan satu orangpun, tidak juga dengan ibu dari dong zhuo yang telah berusia 90 tahun.

Kepala saudara2x dong zhuo seperti Dong Min dan Dong Huan di pamerkan pada publik. Di Meiwo banyak gadis dari keluarga baik-baik disembunyikan, mereka semua akhirnya dibebaskan. Semua harta disita. Kekayaanya sangat banyak, beberpa ratus ribu ons emas, jutaan koin perak. ratusan ribu mutiara, gulungan sutra setinggi pagoda 7 tingkat, perhiasan, permata, bulu binatang dan bahan pangan yang semuanya dapat mencukupi kebutuhan negara selama 10 tahun.

Ketika mereka kembali untuk melaporkan kesuksesan mereka, wang yun langsung mengadakan perjamuan untuk para pasukan. Perjamuan pejabat juga dilaksanakan di gedung kementrian, semua pejabat dan menteri di undang. Mereka mabuk dan saling menyelamati satu sama lain. Ketika mereka sedang berpesta, dilaporkan seseorang sedang menagisi mayat dong zhuo yang ada di pasar.

"Dong zhuo telah dihukum mati " Kata wang Yun dengan marah, "Semua orang senang dia telah tidak ada dan sekarang ada satu orang yang manangisinya, siapakah dia ?"

Lalu Wang Yun memerintahkan untuk menangkap orang itu dan membawanya. Kemudian dia telah dibawa masuk dan mereka yang melihat dia terkejut karena dia adalah panesehat kekaisaran Cai Yong.

Wang Yun berkata kepada Cai Yong dengan marah, "Dong Zhuo telah dibunuh karena dia pemberontak dan seluruh negeri bergembira. Kenapa kau malah menangis ?"

Cai Yong mengakui kesalahannya, berkata, "Aku tidak memiliki kemampuan, tetapi aku tahu apa yang benar. Aku bukanlah orang yang mengikuti dong zhuo. Tetapi aku pernah merasakan kebaikan hati dong zhuo dan aku tidak dapat menahan diri untuk menangisinya. Aku tahu kesalahanku sangat besar, tetapi aku mohon padamu apapun alasannya. Jikau kau biarkan kepalaku dan hanya memotong kakiku, kau boleh menggunakanku untuk menulis sejarah megenai Han dimana aku dapat membayar kesalahanku."

Semua tergerak oleh kata-kata cai yong, karena dia adalah orang yang berbakat dan mereka semua memohon agar cai yong tidak dihukum.

Penjaga kekaisaran, Ma Midi berkata, "Cai yong adalah seorang pelajar terkenal dan dia bisa menulis sejarah yang hebat dan sangat tidak disarankan untuk membunuhnya sebagai orang yang mengerti balas budi terhadap tuannya."

Wang Yun berkata,"Seabad yang lalu, Kaisra Wu mengampuni sima qian dan memperkerjakan dia untuk menulis sejarah. Hasilnya adalah banyak tulisan yang menyimpang yang telah diceritakan pada kita. Sekarang ini adalah masa kekacauan dan kita tidak bisa membiarkan orang seperti ini memegang kuas untuk membiarkannya mengkritik istana dan kaisar."

Seluruh bujukan dan permintaan agar tidak menghukum cai yong gagal dan ma midi akhirnya mundur.

Tetapi katanya kepada koleganya." Apakah Wang Yun adalah orang yang ceroboh ? Orang-orang berbakat adalah tulang punggung negara dan hukum adalah senjata dari tindakan. untuk menghancurkan tulang punggung dan mengabaikan hukum sama dengan artinya mempercepat kehancuran."

Wang Yun lalu memerintahakan Cai Yong dibawa ke penjara dan mereka menjerat lehernya disana dengan menggunakan tali. Orang-orang yang ada di perjamuan itu menangisi cai yong karena mereka melihat bahwa hukuman mati bagi tindakannya adalah suatu hal yang berlebihan.

Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji yang dong zhuo perintahkan untuk menjaga meiwo telah pergi setelah tuan mereka terbunuh dan mereka menuju kedaerah barat tepatnya ke shanxi dia liang zhou. Lalu mereka mengirimkan surat untuk meminta amnesti. Tetapi Wang Yun menolaknya.

"Keempat orang itu adalah instrumen utama dari agresi dong zhuo. Sekarang walaupun amnseti bagi umum telah diumumkan, tetapi orang-orang ini tidak termasuk didalamnya." kata wang yun.

Utusan itu kembali dan mengabarkan kepada 4 orang itu bahwa permohonan mereka ditolak.

Lalu penasehat mereka Jia Xu berkata, "Jika kita membuang senjata kita dan lari, maka kita akan jatuh kedalam tangan kepada daerah yang ingin berbuat jasa dengan menangkap kita. Lebih baik kita mengumpulkan kekuatan di shanxi ini dan kita menyerang ibukota dengan begitu kita dapat membalaskan dendam dong zhuo. Kalau kita berhasil kita dapat mengontrol kerajaan. Dan masih cukup waktu bagi kita untuk lari apabila kita gagal."

Rencana ini disetujui, lalu mereka menyebarkan kabar bahwa Wang Yun akan melakukan pembantaian di daerah itu.

Karena itu seluruh penduduk didaerah itu ketakutan, ke 4 jenderal yang melihat hal ini lalu memanas-manasi keadaan, "Karena tidak ada untungnya untuk menunggu dan mati, mengapa tidak bergabung dengan kami dan melawan."

Lalu mereka berhasil mengumpulkan orang untuk mengikuti mereka, prajurit yang terkumpul berjumlah 100.000 prajurit. Mereka dibagi dalam 4 bagian dan mereka mengerahkan pasukan mereka untuk menyerang ibu kota chang an.

Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Niu Fu, komandan kekaisaran yang juga merupakan menantu dari Dong Zhuo. Niu Fu bersama pasukannya bergerak dari Xiliang. Niu Fu bersama 5000 pasukannya juga sedang bergerak ke Ibu Kota untuk membalaskan dendam mertuanya.

Berita mengenai pasukan dari Liang Zhou ini terdegar oleh wang yun dan dia segera memanggil Lu Bu untuk berkonsultasi.

"Mereka hanyalah Tikus2x !!!" Kata Lu Bu, "Jangan khawatirkan berapa jumlah mereka, semuanya akan ku lawan."

Lu Bu dan Li Su berangkat untuk melawan mereka, Pasukan Lu Bu 50.000 orang yang diambil dari pasukan utama penjaga kekaisaran, sedangkan Li Su membawa 20.000 tentara harimau kekaisaran. Dalam perjalannya Pasukan Niu Fu adalah yang pertama ditemui, mereka bertempur. Niu Fu yang kalah jumlah akhirnya mundur. Tetapi tanpa disangka, niu fu kembali pada malam hari dan menyerang tiba-tiba. Li Su yang tidak siap berhasil dipukul mundur sejauh 10 km dan banyak pasukannya yang terbunuh.

Li Su melaporkan kekalahan ini dan Lu Bu yang marah padanya berkata, "Kau telah menodai reputasiku sebagai seorang panglima dan menghancurkan semangat tempur pasukan kita !!!"

dan Lu Bu memerintahkan menghukum mati Li Su lalu memajang kepalanya didepan gerbang kemah.

keesokan harinya, Lu Bu memimpin pasukannya sendiri dan melawan Niu FU. Dia berhasil membuat Niu Fu kewalahan dan memukul mundur pasukan niu fu. Malam itu Niu Fu memanggil orang yang paling dia percaya, Hu Chier untuk dimintai nasehatnya.

Hu Chier berkata, "Lu Bu terlalu kuat bagi kita, tidak mungkin bagi kita untuk mengalahkannya. Jalan terbaik bagi kita adalah meninggalkan ke 4 jenderal ini, mengambil barang-barang berharga mereka dan kita pergi diam-diam."

Rencana Hu Chier disetujui dan kedua orang itu dengan 6 orang lainnya berkemas dan diam-diam keluar dari kemah. Mereka melewati sungai dan ketika sedang menyebaran, Hu Chier yang tergoda dengan harta akhirnya membunuh Niu Fu dan menyerahkan kepalanya kepada Lu Bu. Lu Bu yang menyelidiki masalah ini dan ketika seorang pengikut niu fu menceritakan kejadian sebenarnya pada Lu Bu maka dia langsung menghukum mati Hu Chier juga.

Lalu Lu Bu esoknya memajukan pasukannya mendekati posisi pemberontak dan dia bertempur dengan pasukan Li Jue. Tanpa memberi waktu untuk mengatur formasi bagi Li Jue, Lu Bu langsung menyerang Li Jue degan 5000 pasukan kuda kekaisaran yang berbaju zirah. Lu Bu membantai pasukan Li Jue tanpa dapat dihalangi. Li Jue yang tidak dapat bertahan akhirnya mundur sampai keatas bukit dan disana dia memanggil semua pengikutnya dan jenderal lainnya.

Li Jue berkata, " Lu Bu walaupun berani tetapi dia tidak menggunakan strategi, sehingga tidak terlalu menakutkan. Aku akan memimpin pasukan menunggu didepan, Setiap hari aku akan melakukan penyerangan dan ketika dia datang mengejarku, jenderal guo si dapat menyerang bagian belakang pasukan Lu Bu, sama seperti ketia peng yue mengalahkan pasukan negeri chu. Ketika aku menjalankan taktik ini, jenderal Fan Chou dan Zhang Ji akan mengarahkan pasukannya ke Chang An. Penyerangan ini akan dapat menghabisi Wang Yun dan Lu Bu."

Mereka mempersiapkan posisi pasukan mereka untuk menjalankan rencana ini. Segera setelah Lu Bu mencapai kaki bukit, Pasukan Li Jue maju menyerang pasukan Lu Bu. Lu Bu yang marah langsung bergerak maju. Pasukan Li Jue mundur ke atas bukit dan kemudian memanah dan melempar batu kepada pasukan Lu Bu, pasukan Lu Bu terhambat. Pada saat itu dilaporkan bawah pasukan belakang sedang diserang oleh jenderal Guo Si. Segera Lu Bu pergi kebelekang untuk melawan guo si. Tetapi sebelum Lu Bu sampai disana Guo Si telah mundur dan dia mendengar pasukan Li Jue menyerang lagi dari depan, Lu Bu segera berbalik dan sebelum sampai pasukan Li Jue lagi-lagi mundur dan dari belakang Guo Si menyerang kembali.

Lu Bu berhasil diperdaya dan hal ini membuatnya marah sekali. Taktik yang sama berlangsung berhari-hari. Dia tidak dapat menyerang ataupun lari dari mereka. Pasukannya tidak mendapatkan istirahat.

Dalam kekacauan ini, utusan tiba dan melaporkan, "Ibu kota dalam keadaan bahaya dari penyerangan jenderal Fan Chou dan Zhang Ji !"

Lu Bu langsung memerintahkan pasukannya untuk berangkat ke Ibu Kota, pasukan Lu Bu yang kacau segera dikejar Li Jue dan Guo Si dan banyak pasukan Lu Bu yang mati.

Dia akhirnya berhasil sampai di Chang An dan menemukan bahwa pasukan tentara pemberontak sangat banyak dan telah berhasil mengepung kota. Serangan Lu Bu tidak memberi banyak arti kepada penyerang dan dia mulai kehilangan kesabarannya dan karena itu banyak prajuritnya yang lari ke pihak musuh. Akibat hal ini dia sangat sedih dan kesal.

Sisa-sisa pendukung Dong zhuo didalam kota dipimpin oleh Li Meng dan Wang Fang memberikan bantuan bagi para penyerang dan beberapa hari kemudian mereka diam-diam membuka pintu gerbang kota dan para pengepung pun memasuki kota. Lu Bu langsung menaiki kudanya dan melakukan perlawanan, tetapi kewalahan karena tentara musuh sangat banyak. Dia berencana pergi ketempat wang yun tetapi dihadang oleh pasukan berkuda tentara pemberontak yang berjumlah ratusan kuda, Lu Bu menerjang maju dan membantai pasukan itu, lebih dari 300 tewas dan terluka. Pasukan lainnya yang melihat tidak berani menahan laju Lu Bu. Lu Bu menuju gerbang "KUNCI HITAM" dan memanggil Wang Yun.

"Keadaan sedang gawat sekarang, naiklah kudaku dan aku akan membawamu ketempat yang aman !"

Wang Yun menjawab, "Jika aku diberkati dengan roh para leluhur dinasti han, aku akan berhasil merestorasi kedamaian yang selalu aku idamkan. Tetapi jika tidak, aku akan menyerahkan diriku sebagai pengorbanan kepada negara. Aku tidak akan lari dari bahaya. Sampaikan terima kasihku kepada para pejabat dan mereka yang telah mendukungku dan mintalah agar mereka selalu mengingat negeri ini !"

Lu Bu membujuk Wang Yun, lagi dan lagi, tetapi wang yun tidak mau pergi. Segera api mulai berkobar diberbagai sisi kota dan Lu Bu harus pergi, meninggalkan keluarganya dia pergi mencari perlindungan kepada Yuan Shu.

Li Jue, Guo Si dan pengikutnya menjarah dan membunuh. Banyak pejabat tinggi yang tewas. Mentri Chong Fu, Lu Kui dan Zhou Huan. Komandan pasukan kekaisaran Cui Lie dan Wang Qin tewas dalam pertempuran.

Pemberontak akhirnya berhasil menerobos istana, para menteri dan pejabat meminta kaisar segera pergi ke gerbang "KEDAMAINAN ABADI" untuk menenangkan pemberontakan.

Melihat payung kuning, Li Jue dan Fan Chao menghentikan pasukan mereka dan mereka bersujud dan memberi hormat, "Semoga baginda yang mulia panjang umur dan sehat selalu !"

Kaisar berdiri diatas menara dan berkata, "Hai panglima, apa maksumu kau memasuki ibukota dan membuat kekacauan dan juga datang tanpa dipanggil ?"

Kedua pemimpin itu bertukar pandang dan berkata ,"Dong Zhuo perdana menterimu telah dibunuh oleh wang yun dan kami disini ingin membalaskan kematiannya. Kami bukan pemberontak. Kami hanya menginginkan Wang Yun dan kami akan menarik mundur pasukan kami."

Wang Yun berada diantara para pejabat yang berdiri disamping kaisar.

Mendengar permintaan ini wang yun berkata,"Rencana itu dibuat demi kepentingan kekaisaran.Yang mulia tidak perlu sedih kehilangan diriku karena aku telah membawa bencana ini. Aku akan turun menemui pemberontak itu !"

Kaisar menjadi sedih dan mencoba menahan tetapi menteri yang setia itu turun kebawah dan berteriak, "Wang Yun disini !"

Kedua jenderal tadi langsung mengeluarkan pedangnya dan berkata, "Untuk kesalahan apa tuan kami kau bunuh ?"

"Kejahatannya telah memenuhi langit dan menutupi bumi. Tidak ada lidah yang dapat menyebutkannya. Hari ketika dia mati adalah hari yang paling gembira diseluruh kota seperti yang kalian juga tahu" kata wang yun.

"Dan jika dia memang bersalah, kenapa kami tidak mendapatkan pengampunan ?" Kata jenderal-jenderal itu.

"Pemberontak mengapa kau masih banyak bicara ? aku telah siap untuk mati."

Wang yun memejamkan matanya.

Dan Wang Yun pun dibunuh dibawah kaki tembok istana.

Setelah selesai membunuh menteri yang setia itu, mereka juga membunuh seluruh keluarganya sampai tidak ada yang tersisa. semua orang bersedih melihat hal ini.

Lalu berkatalah para penjahat itu satu dan yang lainnya, "Telah sampai sejauh ini, apakah yang lebih baik daripada untuk "menguasai" kaisar ?"

BAB 10

Pada bab sebelumnya, Li Jue dan Guo Si mengusulkan untuk membunuh Kaisar Xian, tetapi Zhang Ji dan Fan Chou menolak usul ini.

"Tidak, Rakyat tidak akan menyetujui kematiannya sekarang. Kembalikan dia pada kekuasaanya dan kita masukan orang-orang kita kedalam kota. Musnahkan semua orang yang melawan kita dan kita bisa mengatur kematiannya lain hari dan seluruh kekaisaran akan ada dalam tangan kita."

Lalu mereka berhenti menyerang.

Kaisar berkata lagi dari atas menara, "Kenapa kau masih ada disini ? kau telah membunuh wang yun, sekarang mundurkan pasukanmu."

Lalu Li Jue dan Guo Si membalas,"Pelayanmu ini berhak mendapatkan imbalan setelah kami melakukan jasa kepada dinasti."

"Dan apakah imbalan yang kau inginkan ?" Tanya Kaisar.

Ke 4 orang itu menuliskan keinginan mereka dan menyerahkannya pada kaisar. Kaisar tidak punya pilihan lain selain memeuhi permintaan ke 4 orang itu.

Li Ju diangkat menjadi jenderal pemimpin pasukan kereta kuda terbang kekaisaran, Penguasa dari Chiyang, Komandan pasukan di ibu kota, administrator istana dan meminta kekuasaan atas seluruh pasukan.

Guo Si diangkat menjadi Jenderal pasukan garis belakang, Penguasa dari MeiYang, Anggota Administrator istana dan meminta lambang militer sendiri.

Fan Chou diangkat menjadi jenderal pasukan kanan dan Penguasa dari Wanian.

Zhang Ji diangkat menjadi jenderal pasukan berkuda kerajaan dan penguasa dari ping yan.

Li Meng dan Wang Fang yang membuka gerbang kota, di beri jabatan PANGLIMA KEKAISARAN.

Setelah menerima hadiah dan gelar, Li Jue dan Guo Si berterima kasih pada kaisar dan pergi ke kemah mereka dia XuNung pinggiran kota Chang An. Pemimpin pemberontak yang lain juga diberikan pangkat atas jasa-jasa mereka dan sekali lagi ibu kota kosong dari tentara.

Pengikut2X Dong Zhuo yang sejauh ini telah berhasil, tidak melupakan tuannya itu. Mereka menjahit tubuh dong zhuo untuk dimakankan, tetapi hanya bagian2x kecil saja yang dapat ditemukan. Lalu mereka meminta seorang pemahat untuk memahat patung dari kayu cendana untuk di buat mirip dong zhuo. Jasad dong zhuo itu lalu dipakaikan pakaian seorang pangeran, dan ditaruh dalam peti mati pangeran dan diselengarakan upacara layaknya seorang pangeran. Mereka memilih meiwo menjadi makamnya dan mencari hari baik untuk pemakaman itu.

Tetapi tiba-tiba petir dan kilat bersambar2xan di langit pada saat upaca tersebut, air sungai tiba-tiba banjir dan membalikan peti mati itu dan jasad dong zhuo terkena petir dan hangus. Kedua kalinya mereka ingin menguburkan dong zhuo juga terjadi hal yang sama dimalam hari dan untuk yang ketiga kalinya pun bumi menolak jasad dong zhuo itu. Sementara itu api telah menghanguskan seluruh jasad dong zhuo yang telah menjadi abu. Jadi dapat dikatakan bahwa langit sangat marah kepada dong zhuo.

Jadi sekarang Li Jue dan Guo Si memegang kekuasaan sesungguhnya dan mereka menekan rakyat. Mereka juga menggeser orang-orang istana dan menggantinya dengan orang-orang mereka yang mengawasi gerak-gerik kaisar sehingga kaisar merasa tertekan dan dipermalukan. Semua kenaikan jabatan dan demosi juga dilakukan oleh kedua pemberontak itu. Dan demi untuk popularitas mereka memrintahkan memanggil kembali jenderal veteran Zhu Jun kedalam istana dan menjadikannya anggota administrator istana dan pemerintahan.

Suatu Hari datang laporan bahwa gubernur XiLiang, Ma Teng dan Penjaga Kekaisaran dari daerah Bing Zhou, Han Sui dengan 100.000 tentara, datang dengan cepat mendekati ibu kota dengan niat menyerang pemberontak atas nama kaisar.

Sekarang pemimpin dari barat ini telah membuat rencana yang hati2x. Ma Teng dan Han Sui telah mengirim dua orang kepercayaan mereka ke ibu kota untuk mengetahui siapa saja yang mendukung mereka. Mereka telah berkonspirasi dengan 3 pejabat. Penasehat kerajaan Ma Yu dan Chong Shao, dan komandan kekaisaran Liu Fan--Akan menjadi sekutu mereka dialam kota melawan pemberontak. Ke 3 orang ini mendapat titah rahasia dari kaisar yang isinya mengangkat Ma Teng menjadi "JENDERAL PENAKLUK DAERAH BARAT" dan Han Sui "JENDERAL YANG MENJAGA DAERAH BARAT". Dengan titah ini kedua jenderal bergabung dan memulai perjalanan mereka.

Ke Empat pemimpin--- Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji mengadakan pertemuan dgn jenderal-jenderal mereka dan membahas mengenai penyerangan ini.

Penasehat Jia Xu berkata, "Karena pasukan mereka datang dari jauh, Rencana kita adalah memperkuat pertahanan dan menunggu sampai persediaan makanan mereka habis. Dalam 100 hari persedian makanan mereka akan habis dan mereka harus mundur. Saat itu kita dapat mengejar mereka dan menangkapnya."

Li Meng dan Wang Fang berdiri dan berkata, "Rencana ini buruk. Berikan kami 10.000 prajurit dan kami akan menghancurkan mereka berdua dan membawa kepala mereka kembali !"

"Untuk maju dan berperang dgn mereka artinya kekalahan." Kata Jia Xu.

Li Meng dan Wang Fang berkata, "Jika kami gagal kami bersedia kehilangan kepala kami. Tetapi jika kami menang maka kepalamu yang jadi taruhannya."

Jia Xu kemudian mengusulkan pada Li Jue dan Guo Si, "70 Km disebelah barat ibukota ada bukui Zhou Zhi. Jalannya sempit dan tebingnya cura,. Kirim jenderal Zhang Ji dan Fan Chou untuk menduduki daerah itu dan perkuatlah pertahanan mereka disana sehingga mereka dapat membantu Li Meng dan Wang Fang."

Li Jue dan Guo Si setuju dengan rencana itu. Mereka memerintahkan 15.000 tentara infantri dan berkuda bagi Li Meng dan Wang Feng yang sangat bersemangat. Mereka membuat kemah 90 m dari chang an.

Pasukan Dari barat Tiba. Ma Teng dan Han Sui memimpin pasukan mereka menyerang. Mereka menemukan lawan Mereka Li Meng dan Wang Fang telah membentuk formasi perang.

Ma Teng Dan Han Sui berkuda bersama kedepan pasukan mereka. Menunjuk pada pemimpin pemberontak, Ma Teng berteriak, "Mereka adalah pengkhianat, siapa yang akan menangkap mereka ?"

Dari belakang langsung ada Pendekar yang maju kedepang, Usianya masih sangat muda 17 tahun. Matanya seperti meteor, badan yang kekar dan gagah. Dia bersenjatakan tombak panjang dan menaiki kuda yang gagah. Pemimpin muda ini bernama Ma Chao, Anak pertama dari Ma Teng.

Walaupun muda dia sangat pemberani. Wang Fang meremehkan dia karena usianya yang muda, lalu maju dan melawan Ma Chao. Hanya dalam beberapa jurus saja, wang fang terjatuh dan tertusuk tombak Ma Chao. Ma Chao lalu kembali kedalam formasi, tetapi belum sempat Ma Chao sampai, Li Meng mengejar Ma Chao untuk membalaskan dendam Wang Fang.

Ma Chao tidak mengetahui Li Meng mengejar tetapi ayahnya berteriak ,"Kau sedang diikuti !!"

Sekarang Ma Chao tahu bahwa dia diikuti tetapi pura-pura tidak melihat, menunggu sampai musuhnya mendekat dan Li Meng setelah mendekat dia mengangkat tombaknya dan akan menusuk. Tetapi ketika serang Li Meng itu datang, Ma Chao telah siap, dia berputar sehingga Li Meng gagal menusuk Ma Chao dan sekarang posisinya yang terbuka. Ma Chao dengan tanganya yang kuat langsung menarik Li Meng sehingga terjatuh dari kudanya. Sekarang pasukan Li Meng dan Wang Fang tidak mempunyai pemimpin dan berlarian kesegala arah. Pasukan MA Teng dan Han Sui mengejar dan kemenangan menjadi milik mereka. Mereka terus menekan hingga malam, akhirnya mereka berkemah dan mereka memenggal kepala Li Meng dan memamerkan kepalanya di tengah kemah.

Ketika Li Jue dan Guo Si mendengar bahwak kedua jenderal mereka itu telah kalah oleh seorang pemuda yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya, mereka mengetahui bahwa Jia Xu memberikan saran yang bagus waktu itu dan sekarang mereka sangat menghargai saran Jia Xu untuk bertindak defensif dan menolak ajakan perang.

Dengan pasti setelah beberapa bulan, persediaan pasukan dari XiLiang menipis dan pemimpinnya mulai mempertimbangkan mundur.

Pada saat ini seorang pelayan dari keluarga Ma Yu mengkhianati tuannya itu dan menceritakan mengenai konspirasi ke 3 pejabat istana dengan para penyerang. Li Jue dan Guo Si langsung menangkap ke 3 keluarga dari konspirator tersebut-- Ma Yu, Chong Shao dan Liu Fan-- dan memenggal mereka di pasar. Kepala mereka di gantungkan didepang gerbang kota.

Karena kehabisan perbekalan dan mendengar ketiga teman mereka telah dibunuh, satu-satu jalan bagi Ma Teng dan Han Sui adalah mundur. Dengan Segera Zhang Ji mengejar Ma Teng dan Fan Chou mengikuti Han Sui. Pasukan Ma Teng yang mundur mengalami korban cukup besar dan hanya karena Ma Chao maka pasukan pengejar dapat dipukul mundur.

Fan Chou yang mengejar tentara lainnya, ketika dia telah cukup dekat, tiba-tiba Han Sui datang dan berani menyapanya serta berkata, "Kau dan aku berasal dari daerah yang sama, kenapa kita bersikap tidak bersahabat begini ?"

Fan Chou menjawab "Aku harus mentaati perintah atasanku."

"Aku disini karena tugas negara, kenapa kau mempersulit diriku ?" kata Han Sui.

Fan Chou lalu memutar kudanya, memerintahkan pasukanya dan meninggalkan han sui dengan tenang. Keponakan Li Jue yang berada didalam pasukan Fan Chou menyaksikan kejadian ini dan melaporkannya kepada pamannya itu. Marah karena musuh telah lolos, Li Jue ingin mengirimkan pasukan untuk membalas jenderalnya itu.

Tetapi Jia Xu datang dan berkata, "Rakyat masih belum tenang, Akan sangat berbahaya untuk memprovokasi perang. Tetapi undanglah Fan Chou kesebuah pesta dan ketika sedang berlansung, bunuhlah dia karena melalaikan tugas."

Ini sepertinya adalah saran yang bagus bagi Li Jue, Lalu dia mengadakan Pesta dan mengundang Zhang Ji serta Fan Chou yang menerima undangan mereka.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba sikap Li Jue berubah dan bertanya pada Fan Chou, "Apa yang kau rencanakan dengan Han sui ? Apakah kau sekarang telah menjadi pengkhianat ?"

Tamu yang tidak senang tanpa sempat berkata apa-apa langsung di kepung pengawal dan kepalanya langsung berada dilantai.

Ketakutan yang amat sangat, tamu lainnya Zhang Ji langsung bersujud dilantai.

"Fan Chou adalah pengkhianat" Kata Li Jue, sambil membantu Zhang Ji yang ketakutan berdiri, "Dan dia telah mendapatkan ganjarannya. Kau adalah temanku dan tidak perlu takut."

Li Jue memberikan Zhang Ji komando atas pasukan Fan Chou dan Zhang Ji pun kembali ke markasnya dia HongNong.

Tidak ada pemimpin yang berani menentang keinginan ke 3 jenderal tersebut. Tetapi Jia Xu tidak pernah berhenti menyarankan ke 3 jenderal tersebut untuk lebih memikirkan kemakmuran rakyat dan mencari orang-orang pintar dan bijak untuk diperkerjakan. Dan meyakinkan kalau hal ini penting untuk melanggengkan kekuasaan.

Setelah Ke 3 jenderal mengambil alih kekuasaan. Masalah baru muncul. Pemberontak Jubah kuning muncul kembali di Qing Zhou. Mereka datang dengan dipimpin banyak pemimpin dan dalam jumlah ratusan ribu orang dan menjarah semua tempat yang mereka lewati.

Administrator istana Zhu Jun berkata bahwa dia tahu satu orang yang dapat menghancurkan pemberontakan itu. dan ketika mereka bertanya siapakah orang itu, Zhu Jun berkata, "Kalau kau mau menghancurkan pemberontak ini kau akan gagal kecuali kau menggunakan jasa Cao-Cao."

"Dan dimanakah dia ?" Tanya Li Jue.

"Dia adalah Gubernur di Dong Jun. Dia mempunyai pasukan besar dan kau hanya perlu memerintahkan dia untuk bertindak dan pemberontakan akan dapat dipatahkan."

Utusan dikirim secepatnya dengan perintah untuk Cao-Cao dan Bao Xin, penguasa Jibei untuk bertindak dan memadamkan pemberontakan. Segera setelah Cao-Cao menerima perintah kekaisaran, dia menyerang posisi pasukan pemberontak di ShuoYang. Bao Xin dan pasukannya menerjang masuk kedalam pasukan musuh dan membuat kerusakan dimanapun dia bisa, tetapi akhirnya dia mati didalam medan pertempuran. Cao-Cao mengejar pemberontak ketika mereka lari ke Ji Bei. 10.000 orang menyerah dan Cao-Cao memasukannya kedalam barisan tentaranya. Ketika pasukannya mencapai suatu tempat, banyak yang menyerah dan bergabung bersamanya. Setelah 100 hari, dia telah memenangkan 300.000 tentara dan lebih dari 1.000.000 penduduk yang menjadi tentaranya.

Dari Jumlah ini yang paling kuat dan berani dijadikannya tentara QingZhou dan sisanya dikirm pulang ke rumah mereka untuk mengurus sawah. Konsekuensi dari sukses Cao-Cao ini adalah menaikan popularitas dan prestisnya yang setiap hari terus bertambah. Dia melaporkan sukses ini ke ibu kota ChangAn dan diberi gelar "JENDERAL YANG MENJAGA TIMUR".

Liu Dai kemudian menyerahkan kekuasaan daerah Yan Zhou kepada Cao-Cao.

Dimarkas barunya ini, Cao-Cao menerima orang-orang bijaksana dan pemberani. 2 orang pintar, paman dan keponakannya, datang pada saat yang bersamaan, keduanya dari YingChuan, bernama Xun Yu dan Xun You. Pamannya pernah berkerja bagi Yuan Shao.

Cao-Cao Bergembira mendapatkan kedua orang ini dan berkata," Xun Yu adalah Zhang Liang bagiku."

Dia mengangkat Xun Yu sebagai Komandan Lapangan. Dan Keponakannya Xun You yang terkenal karena kemampuannya dan pernah menjadi pejabat istana di Luo Yang, tetapi membuang karirnya dan kembali ke desa. Cao-Cao Mengangkatnya menjadi Instruktur militer.

Xun Yu berkata kepada Cao-Cao, "Ada seseorang yang bijak di Yan Zhou, tapi aku tidak tahu untuk siapa dia berkerja."

"Siapakah dia ?" tanya Cao-Cao.

"Cheng Yu. Dia berada dia bagian timur Yan Zhou."

"Ya, Aku juga telah mendengar mengenai dia." Kata Cao-Cao.

Lalu utusan dikirim ke tempat itu untuk mencari informasi. Cheng Yu sedang pergi ke bukit untuk belajar. Cao-Cao memerintahkan ke bukit itu dan Cheng Yu datang memenuhi undangan.

"Aku akan membuktikan bahwa aku tidak berharga untuk rekomendasimu" kata Cheng Yu kepada temanya Xun Yu, " Karena aku kasar dan ceroboh. Tetapi apakah kau lupa dengan teman satu desamu, Guo Jia ? dia sangat pandai dan hebat. Kenapa tidak menyebar jala untuk menangkapnya ?"

"Aku sungguh lupa !" Kata Xun Yu tiba-tiba.

Jadi dia menyampaikan hal ini kepada Cao-Cao dan langsung mengundangnya.

Guo Jia mendiskusikan masalah2x dunia dengan Cao-Cao, Dia merekomendasikan Liu Ye dari Henan, yang juga merupakan keturunan Liu Xiu, Kaisar pertama Han Barat. Ketika Liu Ye tiba, dia membawa dua orang temannya Man Chong dari ShanYang dan Lu Qian dari Wu Cheng yang telah diketahui Cao-Cao dari reputasinya. Kedua orang itu membawa sebuah nama lagi bagi Cao-Cao yaitu Mao Jie dari Chen Liu yang juga datang dan diberikan jabatan. Lalu datangnya seorang terkenal dengan pasukannya yang berjumlah 500 orang untuk menawarkan jasanya. Dia adalah Yu Jin dari Taishan, seorang ahli berkuda dan memanah dan memiliki kemampuan lebih dalam melatih tentara. Dia diangkat menjadi Inspektur pasukan.

Lalu suatu hari Xiaohou Dun membawa seseorang untuk diperkenalkan pada Cao-Cao.

"Siapakah Dia ?" Tanya Cao-Cao.

"Dia berasal dari Chen Liu dan namanya adalah Dian We. Dia adalah yang paling pemberani dan yang terberani. Dia adalah bawahannya Zhang Miao, tetapi bertengkar dengan beberapa orang didalam kemahnya dan membunuh selusin dari mereka dengan tangan kosong. Lalu dia lari kegunung dimana kau menemukan dia. Aku sedang memanah ketika aku melihat dia sedang melawan seekor harimau di tengah arus sungai. Aku membujuknya untuk bergabung dengan tentara ku dan aku merekomendasikan dia."

"Aku melihat dia bukanlah orang biasa" Kata Cao-Cao, "Dia tampak sangat tegap dan terlihat kuat serta berani."

"Dia sangat berani ! Dia membunuh seseorang untuk membalaskan dendam temannya dan membawa kepalanya melewati seluruh pasar. Ratusan melihat dia, tetapi tidak berani mendekat. Senjata yang dia gunakan saat ini berupa dua kampak besar, yang masing-masing beratnya 120 pon dan dia menaiku kuda dengan kedua senjata ini ditangan."

Cao-Cao memerintahkan Dian Wei untuk membuktikan kemampuannya. Lalu Dian Wei berkuda dan dia melihat sebuah batang kayu besar sedang terombang-ambing karena angin dan akan segera jatuh. Sekelompok tentara sedang berusaha keras untuk membuatnya kokoh. Lalu dia turun dari kuda dan berteriak kepada orang-orang itu untuk minggir dan dia memegang batang itu dan menancapkannya ke dalam tanah hanya dengan satu tangan. Dan batang itu berdiri tegak walaupun angin bertiup kencang.

"Ini adalah E Lai lagi !" Kata Cao-Cao.(Note: E lai adalah seorang jenderal didinasti Zhou yang berkerja untuk raja shang dan dia mempunyai kekuatan fisik yang tidak biasa."

Dia lalu memberikan Dian Wei posisi sebagai Komandan Penjaga Markas Utama dan dia juga memberikan Dian Wei hadiah beruba jubah yang bagus dan kuda dengan sadel yang bagus.

Cao-Cao menyemangati orang-orang bijak agar dapat membantu dirinya dan dia memiliki penasehat yang hebat untuk urusan sipil dan jenderal pemberani didalam pasukannya. Dia menjadi terkenal diseluruh dataran timur.

Sekarang Ayah Cao-Cao, Cao Song tinggal di Lang Ye, dia bersembunyi di suatu tempat yang bebas dari pergolakan dunia. Cao-Cao Berharap dapat bertemu kembali dengannya. Sebagai seorang anak yang berbakti, Cao-Cao mengirim gubernur TaiShan, Ying Shao untuk mengawal ayahnya ke Yan Zhou. Cao Song membaca surat dari anaknya dengan gembira dan keluarga itu siap untuk pindah. Mereka ber 40 seluruhnya.

Jalan mereka melalui daerah Xu Zhou dimana penjaga kekaisaran Tao Qian sangat tulus dan orang yang menjunjung tinggi kebenaran berkuasa. Dia telah lama ingin membangun Hubungan baik dengan Cao-Cao tetpai belum dapat menemukan momen yang tepat. Mendengar keluarga Cao-Cao melewati daerahnya. Tao Qian Menyambut mereka dan memperlakukan mereka dengan baik sekali, membuat jamuan dan menyenangkan mereka selama dua hari. Dan ketika mereka pergi, Tao Qian mengantarnya sampai perbatasan daerahnya. Lalu dia memerintahkan jenderal Zhang Kai untuk mengantarnya lebih jauh dengan membawa 500 orang tentara.

Seluruh rombongan mencapai sebuah desa bernama Hua Fei. Saat itu adalah akhir musim panas dan sedang masuk musim gugur dan saat itu mereka terhenti karena hujan yang lebat sekali dan satu-satunya tempat untuk berteduh adalah sebuah kuil tua dan mereka segera pergi kesana. Keluarga Cao menempati ruang utama dan pengantar mereka di ruang samping. Pasukan yang mengantar kebasahan, marah dan tidak senang.

Lalu Zhang Kai memanggil beberapa bawahannya dan berkata,"Kita dulunya adalah pemberontak jubah kuning dan menyerah pada Tao Qian karena tidak ada pilihan lain. Kita tidak pernah mendapatkan banyak dari hal itu. Sekarang disini ada keluarga Cao dan kita dapat menjadi kaya. Kita akan menyerang tiba-tiba nanti malam dan membunuh semuanya. Lalu kita akan mendapat banyak harta dan kita akan lari kegunung."

Mereka Semua Setuju. Badai lalu terus berlanjut sampai malam. Cao Song menanti dengan gelisah tanda2x badai segera berlalu, Dia tiba-tiba mendengar ada keributan diluar. Adiknya, Cao De mengeluarkan pedang dan keluar untuk melihat apa yang terjadi. Cao De langsung terbunuh. Cao Song menarik tangan salah satu selirnya, keluar bersamanya dan mencari jalan dibelakang kuil untuk kabur. Tetapi wanita itu tidak dapat melewati celah kecil dibelakang kuil itu, jadi mereka berdua bersembunyi di belakang sebuah rumah kecil. Akhirnya mereka ditemukan dan dibunuh.

Gubernur Ying Shao yang gagal menjaga keluarga Cao-Cao lalu lari kepada Yuan Shao. Para pembunuh itu kemudian lari keselatan sungai Hui dengan hasil jarahan mereka setelah mereka membakar kuik tua itu.

Beberapa pengawal yang berhasil lolos melaporkan hal ini pd Cao-Cao. Ketika dia mendengar hal ini dia langsung jatuh ketanah dan menangis sangat keras. Mereka semua lalu membantunya berdiri.

Dengan marah dia berkata, "Orangnya Tao Qian telah membunuh ayahku. Langit yang sama tidak dapat menaungi aku dan dia. Aku akan menhilangkan daerah Xu Zhou dari muka bumi ini. Hanya dengan itu aku dapat memuaskan balas dendamku."

Cao-Cao meninggalkan pasukan berkekuatan 30.000 dibawah Xun Yu dan Cheng Yu untuk menjaga Markas di timur dan 3 kota utama yaitu Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun. Lalu dia dengan tentara yang lainnya pergi ke Xu Zhou untuk membalas dendam ayahnya. Xiaohou Dun, Yu Jin dan Dian Wei bersama Cao-Cao memimpin pasukan digaris depan. Cao-Cao memerintahkan seluruh penduduk dibunuh disetiap kota yang ditangkap.

Sekarang gubernur JiuJiang, Bian Rang adalah teman dekat dari Tao Qian. Mendengar Xu Zhou terancam, Bian Rang dengan 5000 tentaranya membantu Tao Qian. Marah dengan tindakan ini Cao-Cao mengirim Xiahou Dun untuk membunuh Bian Rang yang masih dalam perjalanan.

Pada saat ini Cheng Gong yang berada di Dong Jun juga merupakan teman Tao Qian. Mendengar Cao-Cao akan menghancurkan dan membunuh seluruh penduduk, Cheng Gong lalu segera datang untuk menemui Cao-Cao. Mengetahui maksud kedatangan Cheng Gong, Cao-Cao tidak mau menemuinya. Tetapi kemudian Cao-Cao teringat dengan kebaikan yang dia pernah terima dari Chen Gong akhirnya dia mempersilahkan dia menghadap.

Chen Gong berkata, "Mereka berkata kau akan membalaskan dendam ayahmu di Xu Zhou, dan membunuh seluruh penduduknya. Aku datang untuk mengucapkan beberapa patah kata. Pelindung kekaisaran Tao Qian adalah orang baik. Dia tidak pernah mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mencelakai orang lain. Ayahmu menemui ajalnya ditangan Zhang Kau. Tao Qian tidak bersalah. Dan penduduk lebih2x tidak bersalah apa-apa dan untuk membunuh mereka adalah suatu kejahatan, aku mohon kau memikirkan hal ini."

Cao-Cao membalas dgn marah," Kau pernah meninggalkan aku dan sekarang kau menemuiku untuk omong kosong ini ! Tao Qian membunuh keluargaku, dan aku akan membelah jantungnya sebagai balas dendam. Aku bersumpah ! Kau dapat berbicara denganku sebagai teman. Aku akan tetap seperti ini seperti aku tidak mendengar apapun."

Chen Gong pergi dengan menghela napas.

Dia berkata, "Aku tidak dapat menemui Tao Qian dan melihat mukanya."

Lalu Chen Gong berkuda ke daerah Chen Liu dan memberikan jasanya buat gubernur Zhang Miao.

Pasukan Cao-Cao melakukan pembalasan dendam dengan menghancurkan tempat yang dilewatinya dan membunuh rakyat serta merusak makam. Diantara kota2x yang dihancurkannya ada sebuah kota kecil yang berisi kaum pelajar, dikota itu sedang diadakan ujian tingkat daerah. Yang menjadi juara daerah tahun itu adalah Zhuge Jin. Tetapi disaat yang sama, pasukan Cao-Cao masuk kedalam kota dan membakar serta membantai seisi kota, keluarga Zhuge yang ada didalam kota semunya terbunuh kecuali Zhuge Jin , Zhuge Liang dan Zhuge Jun. Saat itu Zhuge Laing berusia 12 tahun. Dia menyaksikan ayahnya tebunuh. Zhuge Liang, Zhuge Jin dan Zhuge Jun berasal dari Desa Yang De di propinsi Lang Ye. Setelah kejadian ini Zhuge Liang bersama Jin dan Jun pergi ketempat paman mereka Zhuge Xuan dia daerah Nan Yang. Zhuge Liang akhirnya meninggalkan bangku sekolah dan belajar Ilmu tao untuk menenangkan dirinya dan dia mengucilkan diri di Long Zhong. Saat pembantaian ini terjadi adalah tahun ke 3 masa pemerintahan kaisar Xian (Tahun 193 M.)

Ketika Tao Qian mendengar masalah ini, dia melihat kelangit dan berkata, "Aku pasti telah berdosa sebelumnya sehingga langit menghukum ku dan membawa petaka bagi rakyatku."

Dia memanggil semua bawahannya untuk berkonsultasi.

Salah satu dari mereka Cao Bao berkata, "Sekarang musuh telah ada didepan kita. Kita tidak dapat duduk dan diam saja. Aku akan keluar dan melawan."

Tao Qian dengan ragu2x mengirim tentara keluar. Dari kejauhan dia melihat tentara Cao-Cao menyebar sepajang cakrawala. Diatas bendernya Cao-Cao menulis huruf besar sekali sehingga dapat dilihat dari jarak jauh bertuliskan "BALAS DENDAM".

Ketika Cao-Cao telah tiba, Cao-Cao berpakaian putih untuk upacara kematian dan mengata-ngatai tao qian.

Tetapi Tao QIan tidak terpancing, dan dia bersujud pada Cao-Cao dari atas bentengnya dan berkata, "Aku berharap dapat beteman denganmu tuan, Dan aku mengirim Zhang Kai untuk mengawal keluargamu. Aku tidak tahu didalam hatinya pemberontak itu belum juga berubah. Kesalahan ini bukan disebabkan karenaku seperti yang engkau lihat."

"Kau keparat tua ! Kau membunuh keluargaku dan sekarang kau berkata omong kosong ini !" Kata Cao-Cao.

Dan dia bertanya "Siapakah yang akan mengambil kepala Tao Qian untukku ?"

Xiahou Dun maju kedepan. Tao Qian langsung masuk kedalam bentengnya dan Cao Bao keluar untuk melawan. Tetapi baru saja mereka mau berhadapan, tiba-tiba angin ribut turun ditempat itu dan debu serta kerikil berterbangan dan membuat kacau tempat itu. Kedua pasukan mundur ketempat masing-masing.

Tao Qian Segera mundur kedalam kota dan mamanggil bawahannya.

"Kekuatan Cao-Cao terlalu kuat bagi kita" kata Tao Qian,"Aku akan menyerahkan diriku sebagai tawanan dan biarkan dia melakukan apapun padaku sebagai balas dendamnya. Aku mungkin dapat menyelamatkan rakyatku."

Tetapi tiba-tiba ada orang yang berkata, "Kau telah lama memerintah disini dan rakyat menyukaimu untuk memerintah mereka. Musuh memang kuat tetapi mereka tidak akan dapat menerobos tembok kita, tidak jika rakyat ikut berjuang bersamamuu. Aku punya rencana yang dapat membuat Cao-Cao mati ditempat dimana dia tidak akan dapat dikuburkan."

Kata-kata yang berani ini mengejutkan ruang sidang dan mereka sangat ingin mengetahui rencana ini.

0 Response to "BAB 1 - BAB 10"

Poskan Komentar

Powered by Blogger