BAB 51 - BAB 60

BAB 51

Guan Yu yang akan dihukum karena gagal menjalankan tugasnya segera akan dibawa keluar dan dipenggal. Tetapi kakaknya Liu Bei dan Adiknya Zhang Fei segera berlutut dihadapan Zhuge Liang dan berkata, "Kami bertiga telah bersumpah untuk hidup dan mati bersama. Walaupun adikku Guan Yu telah bersalah, aku tidak dapat membiarkannya mati. Aku harap kau mencatat kegagalannya ini dan berikanlah tugas padanya lain kali untuk membayar kegagalannya kali ini."

"Tapi Hukum militer harus dipatuhi, siapa yang gagal menjalankan tugas harus dihukum, yang melanggar perintah harus dipenggal. Jika tidak begitu bagaimana pemerintahan dapat dijalankan." Kata Zhuge Liang berpura-pura marah.

Tetapi para prajurit dan pejabat yang lain juga berlutut dan memohon ampunan serta berkata, "Kami mohon Guru Naga mengampuni Kesalahan Jenderal Guan ."

"Karena kalian memaksa maka aku tidak bisa tidak harus mengampuninya." Kata Zhuge Liang yang lalu memerintahkan pengawal membuka ikatannya. Guan Yu langsung berterima kasih pada Zhuge Liang dan juga kepada para pejabat lain dan para prajurit yang telah memohon untuknya.

Sementara itu, Zhou Yu mengumpulkan semua pejabat dan jenderal serta mengatur formasi pasukannya, dia memberikan hadiah bagi mereka yang telah berjasa dan mengirimkan laporan secara detail mengenai jalannya perang dan jasa-jasa orang-orang yang telah membantunya. Para prajurit Cao-Cao yang menyerah dan tertangkap segera dipulangkan kedaerahnya masing-masing. Setelah semua hal ini, perjamuan kemenangan diadakan.

Langkah berikutnya adalah untuk menyerang dan merebut Nan Jun. Pasukan penyerang utama berkemah di tepi utara sungai. Seluruhnya ada 5 perkemahan dan perkemahan Zhou Yu berada ditengah. Dia memanggil seluruh jenderalnya untuk mengadakan rapat. Pada saat ini Sun Qian tiba untuk memberikan ucapan selamat pada Liu Bei.

Zhou Yu menerima dia dan Sun Qian berkata, "Tuanku telah mengirimku dalam tugas khusus untuk mengucapkan selamat pada jenderal karena keberhasilannya dan memberikan sedikit hadiah yang tidak berharga ini."

"Dimanakah Liu Bei sekarang ?" Tanya Zhou Yu.

"Dia sekarang berkemah dia You Kou, dimulut sungai You."

"Apakah Zhuge Liang juga berada disana ?" Tanya Zhou Yu dengan terkejut.

"Keduanya berada disana." Kata Sun Qian.

"Maka kau cepatlah kembali dan aku akan datang sendiri untuk berterima kasih pada mereka."

Kemudian setelah hadiah diserahkan, Sun Qian segera kembali ke You Kou. Lalu Lu Su bertanya pada Zhou Yu mengapa dia terkejut atas apa yang didengarnya mengenai dimana Liu Bei berkemah.

"Karena, Dengan berkemah disana, artinya dia memiliki niat menyerang Nan Jun. Setelah kita mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, kita berpikir bahwa daerah ini akan jatuh ketangan kita dengan mudah, tetapi mereka ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang sudah kita kerjakan ini, mereka harus ingat bahwa aku masih belum mati."

"Bagaimana kau dapat mencegah mereka ?" Tanya Lu Su.

"Aku akan pergi sendiri dan berbicara dengan mereka. Jika semua baik-baik saja, maka, biarkanlah hal itu. Jika sesuatu tidak berjalan dengan lancar, maka aku akan segera menyelesaikan Liu Bei tanpa menunggu apakan NanJun telah direbut atau tidak."

"Aku ingin menemanimu pergi kesana." Kata Lu Su.

Lalu Zhou Yu dan Lu Su segera berangkat, mereka dikawal oleh 3.000 pasukan berkuda. Setelah tiba di you kou, mereka menemui Sun Qian yang lalu memberitahukan pada Liu Bei bahwa Zhou Yu tiba untuk mengucapkan terima kasih.

"Kenapa dia datang kemari ?" Tanya Liu Bei pada Zhuge Liang.

"Dia pasti tidak datang hanya karena urusan berterima kasih. Pasti dia datang karena ada hubungannya dengan masalah daerah Nan Jun."

"Tetapi Jika dia membawa pasukan, dapatkan kita melawan mereka ?" Tanya Liu Bei.

"Ketika dia datang, kau jawablah seperti ini.... dan ...., kuharap kau mengerti."

Lalu mereka segera memerintahkan agar kapal perang disungai untuk mengembangkan layar dan membariskan pasukan ditepi sungai. Ketika Kedatangan Zhou Yu secara formal telah diberitakan, Zhao Yun bersama sejumlah prajurit berkuda, pergi untuk menyambut dia. Ketika Zhou Yu melihat prajurit-prajurit gagah itu, dia mulai merasa tidak nyaman, tetapi dia tetap menemui Liu Bei. Dia segera dibawa menuju kemah Liu Bei dan disana dia jamu.

Kemudian Liu Bei berdiri dan mengangkat cangkir araknya untuk mengucapkan selamat atas kemenangan yang baru diraih tamunya itu.

Setelah minum beberapa kali, Zhou Yu berkata, "Kau tentu berkemah disini dengan tujuan untuk mengambil Nan Jun, bukankah begitu ?"

Liu Bei berkata, "Kami mendengar kau akan menyerang tempat itu dan kami ingin membantu. Jika kau tidak berhasil mendapatkan tempat itu maka kami akan mencoba merebutnya."

Zhou Yu tertawa dan berkata, "Kami dari dataran selatan sudah lama menginginkan tempat itu. Sekrang tempat itu sudah berada dalam cengkraman kami, maka kami pasti akan segera menguasainya."

Liu Bei berkata, "Selalu ada ketidak pastian dalam segala hal. Cao-Cao meninggalkan Cao Ren untuk menjaga daerah itu dan kau harus tahu bahwa pasti ada strategi bagus dibalik hal ini, Dia adalah jenderal pemberani dan penuh taktik. Aku khawatir mendapatkan tempat itu tidaklah semudah yang kau bicarakan."

"Baiklah, Jika kami tidak mendapatkan tempat itu, tuan, maka kau boleh memilikinya." Kata Zhou Yu.

"Maka inilah saksi2x atas ucapanmu, " Kata Liu Bei sambil menyebut nama Lu Su, Zhuge Liang dan yang lainnya yang berada disana”Aku harap kau tidak menyesal dengan apa yang telah kau katakan."

Lu Su agak ketakutan dan tampaknya tidak ingin dijadikan salah satu saksi, tetapi Zhou Yu berkata, "Ketika ucapan seorang yang mulia telah keluar dari mulutnya, dia tidak akan menyesali."

Zhuge Liang lalu berkata, "Jika memang begitu, Kau boleh mencoba menyerangnya terlebih dahulu. Tetapi jika tempat itu tidak berhasil kau tundukan, maka tidak ada alasan lain mengapa tuanku tidak boleh menguasainya."

Kedua tamunya itu segera berpamitan dan kembali.

Segera setelah mereka pergi, Liu Bei berbalik pada Zhuge Liang dan berkata, "Guru, Kau memerintahkanku untuk menjawab seperti itu pada Zhou Yu. Tetapi walaupun kulakukan seperti itu, aku tetap tidak mengerti apa alasannya aku harus berkata seperti itu. Aku sendirian dan lemah, tanpa suatu tempat apapun yang dapat kusebut rumah. Aku menginginkan mendapatkan Nan Jun. Setidaknya untuk tempat sementara. Tetapi kau katakan bahwa Zhou Yu boleh menyerang terlebih dahulu. Jika tempat itu jatuh kepada mereka. bagaimana kita akan dapat menguasainya nanti ?"

Zhuge Liang tertawa dan berkata, "Dahulu telah kusarankan kau untuk merebut Jing Zhou, tetapi kau tidak mau, Apakah kau masih ingat ?"

"Tetapi hal itu, tempat itu masih milik Liu Biao dan aku tdk dapat menyerangnya. Sekarang tempat itu milik Cao-Cao, dan aku dapat menyerangnya."

"Jangan khwatir, Baiarkan Zhou Yu pergi dan menyerang tempat itu. Suatu hari, tuanku, aku akan membuatmu duduk ditempat tertinggi."

"Tetapi apa rencana mu ?"

"Rencanaku seperti ini..... dan ini....." kata Zhuge Liang sambil berbisik.

Liu Bei tersenyum puas dengan jawaban itu dan dia tidak bertanya lagi. Dia memperkuat posisinya di You Kou dengan merekut dan melatih tentara baru.

Sementara itu Zhou Yu dan Lu Su kembali kekemah mereka dan Lu Su berkata, "Kenapa kau berkata pada Liu Bei bahwa dia boleh menyerang Nan Jun ?"

"Aku bisa mendapatkan tempat itu semudah aku menjentikan jariku." Balas Zhou Yu, "Tetapi aku hanya ingin menunjukan sedikit kebesaran hatiku."

Lalu dia mengumpulkan jenderal-jenderalnya dan meminta seorang sukarelawan untuk memimpin penyerangan. Jiang Qin menawarkan dirinya dan dia diangkat menjadi jenderal pemimpim penyerangan dengan Xu Sheng dan Ding Feng sebagai pasukan pendukungnya. Dia diberikan 5.000 prajurit veteran dan mereka melintas sungai. Zhou Yu berjanji segera mengikutinya untuk memberi dukungan dibelakang pasukan mereka.

Disisi lain Cao Ren memerintahkan Cao Hong untuk menjaga Yi Ling dan menempatkan pasukannya untuk membentu sayap pelindung bagi Nan Jun.

Ketika berita mengenai pergerakan pasukan selatan melintas sungai Han tiba, Cao Ren berkata, "Kita akan bertahan dan tidak menyerang keluar."

Tetapi jenderal Niu Jin berkata, "Untuk membiarkan musuh mendekati tembok kota dan tidak menyerang keluar adalah sebuah kesalahan. Pasukan kita yang baru2x ini dikalahkan, membutuhkan contoh agar kepercayaan diri dan semangat mereka kembali. Bairkan aku membawa 500 veteran dan aku akan bertempur sampai akhir."

Cao Ren akhirnya setuju memberikannya 500 prajurit veteran dan segera keluar dari kota. Segera Dia bertemu Ding Feng untuk menantang berduel. Mereka lalu berduel hanya untuk beberapa jurus saja, Ding Feng lalu berpura-pura kalah, dan segera memerintahkan pasukannya mundur. Niu Jin segera mengejarnya. Dia tidak sadar bahwa di sisi kiri dan kanannya pasukan Xu Sheng dan Jiang Qin bergerak maju. Ding Feng lalu tiba-tiba memerintahkan pasukannya berhenti dan bertahan, Niu Jin yang melihat hal ini sadar bahwa dia telah terkepung. Dia menyerang kekiri dan kanan dan tidak menemukan jalan keluar. Melihat Niu Jin terdesak, Cao Ren yang meyaksikan pertempuran itu dari atas tembok benteng, segera memakai baju zirahnya dan keluar dari kota dengan membawa pasukan berkudanya dan menerjang kedalam pasukan dataran selatan untuk menyelamatkan temannya. Xu Sheng yang tidak menyangka bahwa Cao Ren membawa pasukannya keluar tidak dapat berbuat banyak ketika barisan belakangnya dibantai habis oleh pasukan Cao Ren yang terkenal kuat. Cao Ren akhirnya berhasil membuka jalan dan menyelamatkan Niu Jin.

Tetapi setelah berhasil mengeluarkan Niu Jin, Cao Ren melihat beberapa prajuritnya masih terkepung didalam kepungan musuh dan tidak dapat keluar, segera dia kembali lagi untuk bertempur dan seorang diri menerjang masuk kedalam kepungan musuh untuk menyelamatkan mereka. Kali ini dia dihadang oleh Jiang Qin. Niu Jin membantu menyerang dari sisi yang lain, Tetapi karena mereka kalah jumlah akhirnya Cao Ren terdesak, walaupun begitu, pasukan Wu juga tidak dapat menangkapnya. Akhirnya Cao Chun datang membawa 5.000 prajurit dan pertempuran besarpun terjadi. Cao Chun menyerang dari sisi timur dan menghancurkan pasukan garis belakang Jiang Qin. Han Dang yang melihat kawannya itu terdesak depan dan belakang segera membantunya dan menyerang sisi kiri pasukan Cao Chun. Pasukan Cao-Cao sudah terdesak dan terkepung ketika Zhang Liao tiba membawa pasukan elitnya dan berhasil membebaskan kawan2xnya. Pertempuran berakhir dengan kekalahan pada pasukan selatan.

Cao Ren lalu kembali sebagai pemenang, sementara Jiang Qin kembali melaporkan kegagalannya. Zhou Yu sangatlah marah dan akan segera menghukum mati Jiang Qin tetapi karena para jenderal lain memohon maka dia diampuni. Lalu Zhou Yu mempersiapkan penyerangan lain yang dipimpin langsung olehnya.

Tetapi Gan Ning berkata, "Jenderal, kau Jangan terburu-buru. Biarkan aku pergi dan menyeran Yiling, setelah menghancurkan Yiling maka tidak akan ada bala bantuan yang dapat membantu Nan Jun dan saat itu Nan Jun akan mudah direbut."

Zhou Yu menyetujui rencana itu dan Gan Ning dengan 3.000 prajuritnya pergi menyerang Yi Ling.

Ketika berita mengenai kedatangan pasukan Gan Ning tiba, Cao Ren memanggil Chen Jiao, yang berkata, "Jika Yi Ling berhasil direbut, maka Nan Jun juga akan hilang. Jadi bantuan harus segera dikirim."

Setelah itu Cao Chun dan Niu Jin dikirim melalui jalan rahasia untuk membantu Cao Hong. Cao Chun mengirim utusan kekota itu untuk meminta mereka membuat pengalihan sehingga pasukan bantuan dapat masuk dalam kota ketika mereka tiba.

Jadi Ketika Gan Ning mendekat, Cao Hong keluar untuk melawannya. Mereka bertempur, tetapi Cao Hong akhirnya berhasil dikalahkan dan Gan Ning dengan 2.500 prajuritnya merebut kota tersebut. Pada malamnya pasukan bantuan dibawah Cao Chun dan Niu Jin sebesar 10.000 prajurit tiba dan Gan Ning terkepung didalam kota. Utusan segera dikirim pada Zhou Yu untuk meminta bantuan.

"Kita harus segera menyelamatkannya," Kata Cheng Pu.

"Tempat kita sekarang sangatlah penting." Kata Zhou Yu, "Dan aku khwatir untuk meninggalkan tempat ini karena Cao Ren akan menyerangnya."

"Tetapi Gan Ning adalah salah satu pemimpin utama kita dan harus diselamatkan." Kata Lu Meng.

"Aku ingin pergi untuk menyelamatkannya. Tetapi siapa yang dapat kutinggalkan disini untuk menjaga tempat ini ? " Kata Zhou Yu.

"Tinggalkan Ling Tong disini." Kata Lu Meng, "Aku akan segera pergi dan kau dapat menjaga dibelakangku. Dalam waktu kurang dari 10 hari kita akan segera merayakan kemenangan ini."

"Apakah kau mampu menjaga tempat ini ? " Kata Zhou Yu kepada Ling Tong.

"Jika hanya 10 hari, aku masih dapat menjalankan perintah ini. Tetapi jika lebih maka mungkin aku tidak akan dapat bertahan." Kata Ling Tong.

Tetapi kata-kata Ling Tong telah cukup memuaskan Zhou Yu yang segera bergerak, dia meninggalkan 10.000 prajurit di kemahnya.

Lu Meng berkata pada Zhou Yu, "Diselatan Yi Ling ada jalan kecil. Kita harus mengirim sekelompok kecil pasukan untuk menebang pohon disana, sehingga apabila kita mengalahkan musuh, pasukan mereka terpaksa harus meninggalkan kuda-kudanya dan kita akan dapat mengambil kuda-kuda mereka.

Zhou Yu menyetujui hal ini dan pasukan itu segera bergerak. Ketika pasukan utama mendekati Yi Ling. Zhou Yu bertanya pada bawahannya siapa yang mau memncoba menyelamatkan kota dan Zhou Tai menawarkan dirinya. Dia memegang pedangnya dan menaiki kudanya lalu seroang diri segera menerjang pasukan Cao hong. Pasukan Cao Hong berusaha menjatuhkan dia, tetapi Zhou Tai bukanlah jenderal yang tidak berpengalaman, dia memiliki kekuatan besar dan mampu membunuh semua yang menghalanginya. Dia akhirnya berhasil sampai di tembok kota.

Dari atas tembok kota Gan Ning melihat bahwa yang mendekat adalah temannya, Zhou Tai dan dia segera memerintahkan untuk membuka gerbang kota. Zhou Tai memberitahukan padanya bahwa Zhou Yu datang untuk membantunya dan Gan Ning dengan segera memerintahkan pasukannya yang ada didalam kota mempersiapkan panah untuk membantu pasukan penyelamat.

Ketika berita mengenai pasukan Zhou Yu telah mencapai Yi Ling, Cao Hong ,Cao Chun dan Niu Jin segera memberitahu Cao Ren yang berada di Nan Jun dan pada saat yang sama mereka menyiapkan pasukan untuk bertempur.

Ketika pasukan selatan mulai mendekat, mereka segera menyerang. Gan Ning dan Zhou Tai juga memipin pasukan keluar dari dalam kota dan menyerang garis belakang pasukan musuh. Pasukan dari atas tembok kota juga memanahi pasukan Cao Hong. Akhirnya karena diserang dari dua sisi, pasukan Cao Hong menjadi kacau. Prajurit dataran selatan saat ini memiliki semangat tinggi dan membantai pasukan Cao Chun dan Niu Jin yang berada didepan. Segera ketiga jenderal itu lari melalui jalan setapak, tetapi mereka menemukan bahwa jalan itu telah dibarikade dengan batang2x pohon dan hal-hal yang lainnya. Mereka harus meninggalkan kuda mereka dan pergi berjalan kaki. Pasukan Selatan dengan cara ini berhasil merampas 500 kuda.

Zhou Yu terus mengerakan pasukannya secepat mungkin menuju Nan Jun, ditengah jalan dia bertemu dengan pasukan Cao Ren yang akan menyelamatkan Yi Ling. Kedua pasukan lalu bertempur dan pertempuran terjadi sampai hari malam. Kemudian keduanya akhirnya mundur dan Cao Ren segera kembali kekotanya.

Malam itu dia memanggil para bawahannya untuk meminta pendapat.

Lalu Cao Hong berkata, "Direbutnya Yi Ling membuat posisi kita terdesak. Sekarang tampaknya adalah saat yang tepat untuk membuka perintah rahasia perdana menteri dan melihat apa rencananya yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini."

"Kau mengatakan apa yang sedang kupikirkan." Balas Cao Ren.

Segera dia merobek amplop surat yang diberikan Cao-Cao padanya. Dia lalu membaca apa yang tertulis didalam surat itu dan seketika itu juga wajahnya lalu berubah ceria, dia segera memerintahkan agar pagi2x sekali sarapan bagi pasukan dipersiapkan. Dan ketika matahari telah muncul, seluruh pasukan bergerak keluar dari kota, tetapi mereka tetap meninggalkan tanda2x keberadaan mereka seperti bendera dan panji2x perang.

Zhou Yu pergi keatas menara tinggi untuk melihat apa yang terjadi dan dia dapat memandang kota itu. Dia melihat bahwa bendera2x itu ada disana tetapi tidak ada penjaga dan prajurit dibelakang mereka. Dan juga dia memperhatikan bahwa pasukan musuh pergi membawa bundelan besar bersama mereka seperti mereka akan melakukan perjalanan jauh.

Zhou Yu berpikir, "Cao Ren pasti mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan jauh."

Lalu Zhou Yu segera turun dari atas menara pengawas itu dan memerintahkan agar kedua sayap pasukan untuk bersiap. Salah satunya akan menyerang kota dan jika berhasil, yang lain akan segera mengejar pasukan yang keluar dari dalam kota sampai bunyi gong besar memanggil mereka untuk kembali. Dia memimpin pasukan utama sendiri dan Cheng Pu memimpin pasukan dibelakangnya. Lalu seluruh pasukan selatan bergerak menyerang kota.

Kedua pasukan telah berhadap - hadapan, kemudian genderang perang berbunyi dari kedua belah pasukan. Cao Hong segera memimpin pasukannya maju menyerang dan Zhou Yu memerintahkan Han Dang untuk membawa pasukannya melawan. Kedua pasukan itu bertempur, dan Cao Hong berhasil dipukul mundur. Segera Cao Ren datang untuk membantu dia dan Zhou Tai segera berkuda dengan kecepatan penuh untuk bertarung melawan Cao Ren. Kedua jenderal saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan 50 jurus telah terlewati tanpa ada yang menang.

Han Dang dan pasukannya menyerang pasukan Cao Ren dan belakang dan membuat pasukan Cao Ren menjadi kacau. Segera melihat hal ini Zhou Yu memberi signal penyerangan dari kedua sisinya dan pasukan Cao Ren segera dengan mudah dikalahkan. Zhou Yu mengejarnya sampai mendekati tembok kota, tetapi Cao Ren tidak masuk kedalam kota. Dia segera pergi kearah barat laut. Han Dang Dan Zhou Tai mengejarnya dengan ketat dibelakangnya.

Zhou Yu melihat bahwa gerbang kota terbuka lebar dan tidak ada penjaga diatas tembok, memerintahkan agar pasukannya segera masuk kedalam kota. Beberapa puluh prajurit berkuda tiba pertama kali didalam kota, Zhou Yu kemudian tiba. Dan ketika dia telah sampai didalam kota, Chen Jiao yang berdiri disuatu menara penjaga melihat bahwa Zhou Yu telah masuk kota, didalam hatinya dia sangat terkagum-kagum dengan pandangan jauh Perdana menteri Cao-Cao.

Lalu terdengar bunyi pasukan bergerak diatas tembok istana. Dan Chen Jiao lalu memberi signal agar pasukannya memanahi pasukan selatan yang baru masuk kedalam kota. Segera anak panah berterbangan dan menghujani pasukan Zhou Yu. Pasukan Zhou Yu jadi kacau, karena yang didalam ingin segera keluar dan yang didepan gerbang berusaha mencari tempat berlidung dan banyak yang jatuh kedalam parit2x berduri. Zhou Yu berhasil untuk keluar kali ini, tetapi ketika dia sampai didepan gerbang kota, dia terkena anak panah di punggung kirinya dan jatuh ketanah. Niu Jin yang melihat hal ini segera berusaha keluar dari dalam kota untuk menangkap Zhou Yu, Tetapi Xu Sheng dan Ding Feng dengan gagah berani menerjang maju ditengah hujan anak panah untuk menyelamatkan Pemimpinnya itu. Cao Ren yang melihat strateginya berhasil segera memutar menuju arah timur dan masuk melalui gerbang utara dan membantu Niu Jin untuk menangkap Zhou Yu. Pasukan Selatan menjadi kacau dan kebingungan karena kehilangan pemimpin, Mereka terdesak dari semua arah dan saling menginjak satu sama lain sehingga banyak yang mati. Cheng Pu berusaha keluar dari kepungan tetapi Cao Ren menyerangnya dari belakang dan Cao Hong dari depan dan petempuran itu adalah pembantaian bagi pasukan Zhou Yu, akhirnya bantuan tiba dari Ling Tong yang datang membawa pasukannya. Cao Hong yang melihat bantuan baru tiba segera melepaskan tekanannya terhadap pasukan Cheng Pu, begitu juga Chen Jiao dari atas benteng memerintahkan pemanahnya memanahi pasukan Ling Tong untuk menghalangi mereka mendekat. Cheng Pu mengambil kesempatan ini untuk mundur, Ding Feng dan Xu Sheng juga mengikuti dari belakang dan membawa Zhou Yu turut serta. Cao Ren segera menutup gerbang kota dan menaikan jembatan gantung. Pasukan Selatang akhirnya lolos dari kehancuran total dan kembali kekemah mereka.

Zhou Yu yang terluka cukup parah segera dibawa ketendanya dan tabib segera dipanggil untuk memeriksannya. Dia menggunakan peralatan bedah untuk mengeluarkan ujung panah yang beracun. Setelah dikeluarkan, lukanya diolesi oleh salep yang dibuat khusus untuk luka2x seperti ini. Tetapi rasa sakitnya sungguh luar biasa dan Zhou Yu tidak sadarkan diri.

Tabib berkata, "Anak panah itu beracun dan lukanya akan memerlukan waktu yang panjang untuk sembuh. Jenderal harus dijaga dengan baik dan tidak boleh sampai marah besar, jika tidak lukanya akan terbuka kembali dan keadaannya akan gawat."

Segera Cheng Pu memerintahkan agar setiap divisi tentara diam dikemahnya masing-masing. 3 hari kemudian, Niu Jin datang dan menantang bertempur. Tetapi sesuai perintah Cheng pu tidak mengijinkan siapapun keluar bertempur. Musuh sepanjang hari menghina dan mengajak bertempur, mereka melakukannya sampai matahari terbenam, tetapi usaha mereka tidak berhasil dan Niu Jin pun kembali.

Keesokan harinya Niu Jin kembali lagi dan mengulangi makiannya. Cheng Pu tidak berani memberitahu Zhou Yu yang masih terluka. Pada Hari yang ketiga, Niu Jin kembali lagi dengna makian yang lebih pedas. Musuh dengan berani bergerak mendekati perkemahan pasukan Selatan. Niu Jin mengucapkan kata-kata yang menghina Zhou Yu.

Lalu Cheng Pu segera memanggil semua jenderal dan penasehat, dan mereka mendiskusikan kemungkinan untuk mundur dan meminta pendapat Sun Quan.

Walaupun Sakit parah, Zhou Yu tetap mengetahui apa yang terjadi didalam pasukannya. Dia mengetahui bahwa musuh setiap hari datang kedepan perkemahannya dan memakinya, walaupun tidak ada bawahannya yang memberitahukan pada dia, namun dia mengetahui secara detail apa yang terjadi diperkemahannya. Suatu hari Cao Ren datang memimpin pasuikan, dan dia memukulkan genderang perang dan berteriak memaki. Cheng pu yang tidak mau menanggapi, segera memerintahkan agar setiap pasukan hanya berjaga dan tidak boleh keluar bertempur.

Lalu Zhou Yu memanggilnya dan berkata, "Mengapa ada bunyi genderang perang dan teriakan2x ?"

"Prajurit sedang berlatih." Jawab Cheng Pu.

"Kenapa kau menipuku ?" Zhou Yu berkata dengan marah, "Apakah kau pikir aku tidak tahu bahwa musuh setiap hari datang kedepan gerbang kita dan menghina aku ? Tetapi kau hanya dia saja dan tidak menggunakan kekuasaan yang ada ditanganmu untuk mengatasi hal ini."

Cheng Pu menjawab, "Sebab kau sedang sakit, dan tabib berkata kau tidak boleh diprovokasi dengan kemarahan dan emosi. Oleh sebab itu, walaupun musuh menantang kita berperang, tetapi aku menyembunyikannya darimu."

"Dan jika kau tidak bertempur, apa yang kau pikir kita harus lakukan ?" Tanya Zhou Yu.

Dan dia menjawab bahwa mereka semua menginginkan kembali ke selatan sampai Zhou Yu telah sembuh dari lukanya, saat itu ekspedisi baru akan dibuat untuk menyerang keutara.

Zhou Yu mendengarkan dan segera dia menangis, "Seorang yang mulia yang telah mendapatkan kebaikan dari tuannya harus mati dimedan pertempuran tuannya. Untuk kembali kerumah dengan mati dan dibungkus dengan panji perang adalah cara mati seorang ksatria. Apakah kau pikir aku ini seorang yang membawa kegagalan pada rencana besar tuanku ?"

Setelah berkata seperti itu dia segera memakai pakaian perangnya dan naik keatas kudanya. Dia segera memerintahkan pasukan berkudanya untuk ikut bersamanya dan membuka gerbang kemah. Cao Ren yang berdiri didepan pasukannya melihat siapakah yang keluar itu.

Setelah mengamati sesaat, Cao Ren mengangkat pecutnya dan mulai menghina Zhou Yu, "Zhou Yu kau bocah ingusan ! Aku pikir kematian telah menjemputmu ternyata kau hanya terlalu takut untuk bertemu dengan pasukanku !"

Hinaan demi hinaan keluar dari mulut Cao Ren tanpa henti.

Kemudian Zhou Yu tidak dapat menahan amarah lagi segera berkuda kedepan dan dia berkata, "Disinilah aku sekarang, kau anjing pemberontak ! Lihatlah aku !"

Cao Ren lalu memerintahkan pasukannya untuk menghina Zhou Yu beramai-ramai.

Dan seluruh pasukan Cao Ren segera menlontarkan makian2x.

Zhou Yu menjadi sangat marah dan mengirim Pan Zhang untuk berduel. Tetapi belum juga Pan Zhang maju, Zhou Yu tiba-tiba mengerang kesakitan dan dia jatuh ketanah dengan darah mengalir dari mulutnya.

Melihat hal ini Cao Ren dan pasukannya segera maju menyerang dan pasukan selatan juga menyerang. Pertempuran hebat berlangsung memperebutkan Tubuh Zhou Yu, tetapi dia segera dibawa pergi dari sana dan dibaringkan ditendanya.

"Apakah kau merasa baikkan ?" Tanya Cheng Pu dengan khawatir.

"Ini hanyalah sebuah siasat dariku." Bisik Zhou Yu sebagai jawaban.

"Tetapi apa gunanya ?"

"Aku tidak merasa sakit, Tetapi aku membuat musuh kita berpikir aku sangat sakit dan aku menyiasati mereka. Aku akan mengirim orang-orang kepercayaanku untuk melakukan desersi pada mereka dan memberitahukan bahwa aku telah mati. Hal ini akan membuat mereka menyerang kemah pada malam hari dan kita akan menyiapkan penyergapan untuk mereka. Kita akan mengalahkan Cao Ren dengan mudah kali ini."

"Rencana ini sungguh baik." Kata Cheng pu.

Segera dari tendanya muncul tangisan duka. Prajurit yang berada disekitar tenda berebutan masuk untuk melihat dan mereka semua menangis. Kabar ini segera menyebar luas keseluruh kemah, "Jenderal Zhou telah meninggal karena lukanya."

Sementara itu Cao Ren sedang berkonsultasi dengan para koleganya.

Kata dia, "Zhou Yu kehilangan kesabarannya dan hal ini telah menyebabkan lukanya terbuka dan dia muntah darah. Kau melihatnya ketika dia jatuh ketanah, dan aku yakin dia akan segera mati."

Saat itu tiba-tiba datang seorang prajurit yang mengatakan bahwa sekelompok tentara telah tiba dari kemah musuh dan ingin bergabung dengan pasukan Cao Ren. Diantara mereka ada 2 orang yang Cao Ren kenali dan mereka dibawa masuk untuk ditanyai.

Mereka berkata, "Luka Zhou Yu terbuka kembali karena dia marah dan dia telah mati didalam kemahnya hari itu. Pemimpin mereka sekarang semuanya mengenakan pakaian putih tanda berkabung. Kami ingin membelot karena kamu telah dipermalukan dengan ditempatkan sebagai prajruit biasa."

Senang dengan kabar ini, Cao Ren segera mulai mengatur untuk mengadakan penyerangan malam hari kekemah musuh, dan jika memungkinkan, mendapatkan kepala dari Zhou Yu untuk dikirim keibu kota.

"Keberhasilan tergantung dengan kecepatan kita sekarang, jadi kita harus bertindak segera tanpa menunda-nunda waktu lagi." Kata Cheng Jiao.

Niu Jin diperintahkan memimpin pasukan penyerang didepan, Cao Ren memimpin pasukan ditengan dan dibelakang Cao Hong dan Cao Chun memegang komando. Chen Jiao dengan pasukan kecil ditinggalakn di untuk menajaga Nan Jun.

Setelah hari hampir tengah malam, mereka meninggalkan kota dan mengambil jalan menuju perkemahan Zhou Yu. Ketika mereka mendekat, mereka melihat tidak seorang prajuritpun tampak didalamnya, tetapi bendera dan panji perang serta tombak semua ada disana. Cao Ren langsung merasa telah masuk dalam jebakan dan segera dia memerintahkan mundur.

Tetapi tiba-tiba bunyi ledakan terdengar dan itu adalah tanda penyerangan pasukan Zhou Yu yang langsung berhamburan keluar dari 4 penjuru. Han Dang dan Jiang Qin dari sisi timur, Zhou Tai dan Pan Zhang ari sisi barat, Chen Wu dan Lu Meng dari utara, Xu Sheng dan Ding Feng dari sisi selatan. Pasukan Cao Ren yang kebingungan segera dengan mudah dikalahkan, pasukan cao ren terbagi2x dan banyak dari mereka melarikan diri.

Cao Ren dengan beberapa prajurit berkudanya berhasil keluar dari tekanan dan kemudian bertemu Cao Hong. Kedua jenderal itu segera kabur kembali ke Nan Jun. Lalu mereka mendengar bunyi genderang perang dan Ling Tong menghalangi jalan mereka. Lalu Cao Ren dan Cao Hong berusaha sekuat tenaga untuk menerobos kepungan pasukan Ling Tong, Ling Tong yang maju bertempur segera berusaha menangkap Cao Ren. Cao Ren dan Cao Hong berkuda kedua arah yang berbeda dan ini membingungkan Ling Tong. Cao Ren akhirnya berhasil pergi menjauh, tetapi ditengah pelarianya itu dia bertemu dengan Gan Ning yang menyerang dia dengan sangat hebatnya. Cao Ren memerintahkan para prajuritnya yang tersisa untuk menahan Gan Ning dan pasukannya sementara dia tidak jadi menuju Nan Jun dan berbelok ke Xiang Yang melalui jalan utama. Gan Ning dan Ling Tong mengejarnya untuk beberapa saat tetapi akhirnya mengehentikan pengejaran karena takut terlalu jauh masuk daerah musuh.

Zhou Yu dan Cheng Pu segera membawa pasukannya ke Nan Jun dimana mereka terkejut melihat Bendera dan Panji2x perang berada disetiap penjuru tembok kota yang dimana bukan panji2x perang mereka.

Belum mereka kembali dari keterkejutan mereka, tiba-tiba muncul seorang pemimpin diatas tembok kota dan berteriak”Maaf kan aku Jenderal Zhou ! Aku mendapat perintah dari Guru Naga untuk mengambil kota ini. Aku Zhao Yun dari ChangSHan."

Zhou Yu sangatlah marah dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang kota, tetapi pasukan Zhao Yun segera mengirimkan hujan anak panah dan pasukan Zhou Yu yang tanpa persiapan mengepung kota segera mundur. Akhirnya dia mundur dan mencari nasehat dari para jenderalnya. Sementara itu dia memutuskan mengirim Gan Ning membawa 3.000 prajurit merebut Jing Zhou dan Ling Tong dengan 3.000 prajurit juga untuk mengambil Xiang Yang. Nan Jun dapat direbut lain hari.

Tetapi belum juga perintah ini dilaksanakan, Pengintai datang dengan terburu-buru melaporkan, "Setelah Nan Jun direbut, Zhuge Liang membuat perintah Militer palsu agar prajurit di Jing Zhou segera keluar menolong Cao Ren dan Zhang Fei merebut tempat itu."

Segera datang lagi utusan berkata, "Xiahou Dun di Xiang Yang menerima surat perintah resmi militer yang dipalsukan oleh Zhuge Liang berkata bahwa Cao Ren berada dalam bahaya dan membutuhkan bantuan, segera Xiaohou Dun meninggalkan kota dan Guan Yu merebut kota itu."

Dengan begitu kedua kota yang Zhou Yu inginkan telah direbut musuh. Dia kesal karena mereka yang berperang mati-matian dan musuh yang mendapatkannya. Dan terlebih lagi dia kesal berhasil diperdayai Zhuge Liang.

"Bagaimana mungkin Zhuge Liang bisa mendapatkan Surat Resmi perintah militer yang dengan itu dia memperdayai jenderal-jenderal Cao-Cao ?" Tanya Zhou Yu.

Cheng Pu menjawab, "Dia merebut kota Nan Jun dan dia mengambil surat perintah itu dari kepemilikan Chen Jiao dan dengan itu dia mendapatkan kekuasaan atas seluruh daerah ini."

Zhou Yu langsung berteriak keras karena kesal sekali dan saat itu tiba-tiba lukanya terbuka lagi dan dia pingsan sambil memuntahkan darah.

BAB 52

Kemarahan Zhou Yu yang memuncak segera membuka kembali Lukanya dan akhirnya dia pingsan. Tetapi tidak lama kemudian dia segera sadar kembali dan seluruh jenderalnya datang menemui dia untuk membicarakan situasi sekarang.

Tetapi dia berkata, "Hanya kematian Zhuge Liang saja yang dapat menenangkan kemarahanku. Jika Cheng Pu mau membantuku menyerang Nan Jun, aku pasti dapat mengembalikan daerah itu bagi dataran selatan."

Segera Lu Su masuk dan kepadanya Zhou Yu berkata, "Aku harus melawan Liu Bei dan Zhuge Liang sampai salah satu dari kita telah lenyap dari muka bumi ini. Aku harus mendapatkan kembali kota2x itu. Mungkin kau dapat membantuku."

"Hal itu tidak bisa dilakukan sekarang," Jawab Lu Su, "Kita sekarang sedang berseteru dengan Cao-Cao dan kemenangan maupun kekalahan belum dapat dipastikan. Tuan Kita masih belum berhasil mendapatkan He Fei. Jangan bertempur didekat rumah sendiri atau hal itu akan tampak seperti orang dari rumah yang sama saling menghancurkan satu sama lain. Jika Cao-Cao mengambil kesempatan dari keadaan ini, maka kita akan berada dalam kondisi terdesak. Lebih jauh lagi, kau harus ingat bahwa Coa2x dan Liu Bei terikat oleh persahabatan dimasa lalu. Jika tekanan kita meningkat maka Liu Bei dapat menyerahkan kota2x itu kepada Cao-Cao dan mengabungkan kekuatan untuk menyerang selatan. Jika hal itu terjadi maka itu suatu bencana untuk kita."

"Aku tidak dapat untuk tidak marah," Kata Zhou Yu, "Karena kita telah menggunakan semua sumber daya yang kita punya dan ternyata merekalah yang mendapatkan hasilnya."

"Jika memang begitu, biarkan aku pergi dan menemui Liu Bei dan berbicara padanya. Jika aku tidak dapat mendapatkan pengertiaanya maka seranglah dia segera."

"Usul yang bagus !" Kata para pejabat yang lain.

Lalu Lu Su dengan pengawalnya segera pergi ke Nan Jun untuk menjalankan rencananya. Ketika dia sampai didepan tembok kota, Zhao Yun dipanggil untuk menemuinya.

"Aku mempunyai sesuatu untuk kukatakan pada Liu Bei," Kata Dia, "Aku berharap untuk menemuinya."

"Tuan Ku dan Zhuge Liang berada Di Jing Zhou," Jawabnya.

Lu Su segera berbalik dan pergi ke Jing Zhou, Dia menemukan bahwa tembok benteng dijaga dengan baik dan pasukan2x yang disiplin berjaga disana. Didalam hatinya dia sangat terkagum-kagum atas apa yang dilihatnya dan berpikir orang seperti apa yang mengkomandani pasukan ini.

Pengawal melaporkan kedatangannya pada Zhuge Liang yang memerintahkan agar gerbang dibukakan untuknya. Lu Su segera diantar menuju Gedung pemerintahan dan setelah bertukar salam, Zhuge Liang dan Lu Su duduk bersama.

Setelah selesai meminum teh, Lu Su berkata, "Tuanku, Sun Quan dan Jenderal Utama pemimpin pasukan, Zhou Yu telah mengirimku untuk memberitahu Paman Kaisar Liu Bei mengenai pandangan mereka. Ketika Cao-Cao memimpin pasukan utara untuk menguasai selatan, dia mengatakan bahwa niatnya adalah untuk menguasai daerah selatan. Tetapi sebenarnya dia hanya ingin menghancurkan Liu Bei. Beruntungnya pasukan kam berhasil memukul mudur pasukan besar itu dan menyelematkan Liu Bei. Oleh sebab itu Jing Zhou dengan 9 wilayahnya dan 42 kota harusnya menjadi milik kami. Tetapi dengan langkah licik, tuanmu telah menduduki Jing Zhou dan Xiang Yang sehingga kami telah mengeluarkan sumberdaya kami untuk hasil yang percuma dan pasukan kamu berperang tanpa hasil. Paman kaisar telah merampas hak dr orang yang harus mendapatkannya dan ini bukanlah suatu hal yang patut untuk dilakukan."

Zhuge Liang berkata, "Lu Su, kau adalah orang pintar. Kenapa kau berkata seperti itu ? Kau tahu pepatah mengataka bahwa segala sesuatunya akan kembali kepada pemiliknya. Tempat ini tidak pernah dimiliki oleh pasukan dari selatan, tetapi adalah milik Liu Biao dan walaupun dia telah meninggal, tetapi anaknya masih ada disini. Apakah Paman dan keponakan tidak boleh mengambil kembali miliknya ? Apakah tuanku harus membiarkan keponakannya menderita ?"

"Jika Liu Qi, pewaris yang sebenarnya menduduki kota ini, maka tidak ada yang dapat kukatakan, tetapi dia ada di Jiang Xia tidak disini."

"Apakah kau ingin melihat dia ?" Kata Zhuge Liang.

Pada saat yang sama dia memerintahkan pelayannya untuk memanggil Liu Qi datang, Segera Liu Qi muncul diruangan itu.

Dia memberi hormat pada mereka berdua dan berkata, "Aku terlalu lemah sekarang untuk memberi penghormatan, aku harap kalian memaafkan aku."

Lu Su tidak berkata apa karena terkejut. Tetapi, ketika dia sadar kembali dia berkata, "Tetapi jika pewaris tahta tidak berada disini lagi, bagaimana ?"

"Pewaris tahta hidup dari hari kehari. Jika dia pergi, maka kita baru akan membicarakan hal lainnya."

"Jadi jika dia mati, maka kau harus mengembalikan kota2x ini pada kami."

"Ya, seperti itulah adanya." Kata Zhuge Liang.

Lalu perjamuan berakhir dan Lu Su kembali. Dia segera kembali kekemahnya dan memberitahukan pada Zhou Yu mengenai misinya itu.

"Tetapi bagaimana kemungkinannya Liu Qi meninggal ? " Kata Zhou Yu, "Dia masih sangat muda. Kapankah tempat ini akan jatuh ketangan kita ?"

"Jangan khawatir jenderal, Aku akan menjamin kembalinya daerah ini pada kita."

"Tetapi bagaimana mungkin ?" Tanya Zhou Yu.

"Liu Qi terlalu suka untuk meminum arak dan bermain wanita. Dia sekarang sedang sakit dan sulit bernapas. Aku memperkirakan hidupnya akan berakhir dalam 1/2 tahun. Saat itu aku akan pergi kepada Liu Bei dan dia tidak akan dapat menunda lagi pengembalian daerah ini pada kita."

Tetapi Zhou yu masih tidak yakin atas hal ini.

Tiba-tiba datang utusan dari Sun Quan yang berkata, "Tuan kita mengepung He Fei tetapi dalam beberapa pertempuran tidak mendapatkan kemenangan. Dia sekarang memerintahkan jenderal untuk segera mundur dari sini dan pergi ke He Fei membantunya."

Segera Zhou Yu kembali ke Chaisang. Setelah sampai dirumah dia mulai memberi perhatian untuk menyembuhkan lukanya. Dia mengirim Cheng pu dengan pasukan angkatan lautnya serta angkatan daratnya untuk pergi ke He Fei menjawab panggilan Sun Quan.

Liu Bei sangat puas dengan penguasaan daerah barunya dan dia berpikir untuk sebuah rencana yang lebih ambisius lagi. Lalu datanglah seseorang untuk menyarankan sebuah rencana. Orang ini adalah Yi Ji dan Liu Bei yang mengingat jasanya tempo dulu segera menerima dia dengan baik.

Ketika Yi Ji telah duduk, Liu Bei bertanya padanya apa yang akan diusulkannya, dia berkata, "Kau menginginkan sebuah rencana besar untuk menguasai daerah ini. Kenapa kau tidak mencari orang bijak dan bertanya pada mereka ?"

"Dimanakan orang-orang ini akan dapat ditemukan ?" Tanya Liu Bei.

Yi JI menjawab, "Didaerah ini adalah sebuah keluarga bermarga Ma, mereka 5 kakak beradik. Semuanya adalah orang yang memiliki kemampuan, Yang termuda bernama Ma Xu dan yang paling pintar adalah Ma Liang, yang memilki rambut putih dialisnya. Kau harus mendapatkan orang-orang ini untuk membuatkan rencana bagimu."

Lalu Liu Bei mengundang mereka menemuinya. Ma Liang datang dan diterima dengan sangat hormat.

Dia kemudian mengusulkan suatu rencan untuk mengamankan daerah yang baru didapat Liu Bei ini dan dia berkata, "Seranglah semua sisi, Daerah ini tidaklah terlalu aman. Kau harus membiarkan Liu QI tinggal disini sampai dia sembuh dari penyakitnya, tetapi keamanan sebenarnya daerah ini terletak ditangan orang-orang terpercaya. Mintalah titah kaisar untuk membuat Liu Qi sebagai pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou dan orang-orang akan tenang. Lalu kuasailah Wu Ling, Chang Sha, Gui yang dan Ling Ling. Dan dengan sumber daya yang akan kau dapatkan, kau akan dapat bertindak dan menyusun rencana lebih jauh. Hal ini haruslah menjadi kebijakanmu."

"Dari keempat daerah ini manakah yang pertama harus kukuasai ? " Tanya Liu Bei.

"Yang terdekat adalah Ling Ling, kota itu terletak di barat sungai Xiang. Kemudian Wu Ling dan yang dua lagi baru direbut terakhir."

Ma Liang ditunjuk sebagai Asisten Pelindung kekaisaran, dan Yi Ji merupakan Asistennya. Lalu Liu Bei berkonsultasi dengan Zhuge Liang mengenai mengirim Liu Qi ke Xiang Yang, sehingga Guan Yu dapat kembali. Keesokan harinya persiapan menyerang Ling Ling dipersiapkan dan Zhang Fei memimpin didepan dan Zhao Yun berada dibelakang, sementara Liu Bei dan Zhuge Liang berada ditengah. 15.000 prajurit diperintahkan untuk bertahan di Jing Zhou. Mi Zhu dan Liu Feng ditinggal untuk menjaga Jiang Ling.

Gubernur Ling Ling adalah Liu Du. Ketika bahaya mengancamnya, dia segera memangil anaknya Liu Xiang dan mereka mendiskusikan masalah ini.

Liu Xiang sangat percaya diri dan berkata pada ayahnya, "Tidak perlu khawatir. Mereka mungkin mempunyai jenderal-jenderal besar dan terkenal, Zhang Fei dan Zhao Yun, tetapi kita juga mempunyai XingDao Rong, yang memiliki kekuatan hebat. Dia dapat menghadapi mereka semua."

Lalu Lu Xiang dengan XingDao Rong diperintahkan untuk mengurus pertahanan. Dengan 10.000 prajurit mereka membuat kemah 20 Li jauhnya dari kota. Pengintai membawa berita bahwa Zhuge Liang telah berada didekat sana dengan pasukannya. XingDao Rong memutuskan untuk menantangnya berperang. Ketika kedua pasukan sudah menyusun formasinya, XingDao Rong maju kedepan. Ditangannya dia membawa Kampak perang yang besar yang disebut "PEMBELAH GUNUNG" (PI SHAN BAN FU/KAMPAK BESAR PEMBELAH/PEMBACOK GUNUNG).

Suara besarnya berteriak, "Pemberontak, berani sekali kalian masuk wilayah kami !!!"

Dari Tengah pasukan musuh, majulah pasukan yang membawa bendera kuning, lalu munculah kereta beroda dua yang ditarik para prajurit dan ditengahnya seorang pemimpin duduk dan lalu berdiri, sesoerang dengan menggunakan pakaian putih dan pelindung kepala berwarna putih, disebelah tangannya dia memegang kipas bulu.

Dia berkata, "Aku Zhuge Liang dari Nan Yang, yang menghancurkan legiun Cao-Cao yang tidak terhitung banyaknya sehingga tidak ada dari mereka yang kembali ketika merka memulainya. Bagaimana mungkin kau mau menentangku ? Aku sekarang menawarkanmu perdamaian dan akan sangat baik bagimu untuk menyerah."

XingDao Ron tertawa keras sekali dan berkata, "Kekalahan mereka adalah karena rencana Zhou Yu dan tidak ada urusannya denganmu. Berani sekali kau menipuku ?"

Setelah berkata seperti itu dia segera memacu kudanya kearah Zhuge Liang, Tetapi Zhuge Liang segera mundur kedalam pasukannya. XingDao Rong menerjang pasukan itu. Dengan kapak besarnya dia membuka jalan bagi dirinya sendiri, banyak prajurit tewas tertebas kampak perangnya. Dia mengejar Zhuge Liang sampai kebalik bukit dimana dia melihat ada bendera kuning disana. Dia mengejarnya dan tiba-tiba terkejut karena dibalik bukit itu dia melihat pasukan lain yang dipimpin oleh seorang pendekar berbadan besar dan membawa tombak dengan hiasan seperti ular dan mengendarai kuda hitam besar. Dia adalah Zhang Fei yang segera menerjang XingDao Rong dengan teriakan yang menakutkan.

Tanpa mengenal takut, XingDao Rong segera melayani serang Zhang Fei. Dia menebaskan kampak perang besarnya, Zhang Fei menahannya dengan tombaknya yang dipegang ditangan kanannya dan memutarnya untuk kemudian menyerang dengan menggunakan sisi satunya lagi. Xingdao Rong menghindar dan kemudian dia mencoba membacok sekuat tenaga kearah Zhang Fei, tetapi Zhang Fei memengan pegangan kampak itu dengan sebelah tangannya saja dan menyerang dengan tombak ditangan satunya lagi, XingDao Rong yang terkejut melihat Zhang Fei mampu menahan serangannya dengan sebelah tangannya saja langsung mengapit Zhang Fei sehingga Zhang Fei kesulitan menggunakan tombaknya. XingDao Rong yang merasa bahwa Zhang Fei terlalu kuat untuknya segera pergi dari tempat itu.

Tetapi tidak lama berselang seorang pendekar menghalangi lagi jalannya, "Apakah kau mengenal aku ? Aku adalah Zhao Yun dari ChangShan."

XingDao Rong mengetahui bahwa dirinya akan kalah, dibelakang dikejar Zhang Fei dan didepangnya ada Zhao Yun. Dia lalu turun dari kudanya dan menyerah. Dia segera diikat dan dibawah kekemah pasukan dimana Liu Bei dan Zhuge Liang berada. Liu Bei memerintahkan dia agar segera dihukum mati, tetapi Zhuge Liang mencegahnya.

"Kami akan menerima penyerahan dirimu jika kau menangkap Liu Xiang untuk kami." Kata Zhuge Liang.

XingDao Rong langsung setuju tanpa ragu2x lagi.

Zhuge Liang bertanya bagaimana dia akan menjalankan hal itu, dia menjawab, "Jika kau membebaskanku, aku akan berbohong pada mereka. Jika kau menyerah kemah mereka malam ini maka aku akan membantumu dari dalam. Aku akan membuat Liu Xiang sebagai tawanan dan menyerahkannya padamu. Setelah dia tertangkap ayahnya akan segera menyerah dengan segera."

Liu Bei meragukan niat Xingdao Rong, tetapi Zhuge Liang berkata, "XingDao Rong tidak akan menipu kita."

Segera XingDao Rong dibebaskan dan pergi kembali kekemahnya, disana dia menceritakan apa yang telah terjadi.

"Apa yang dapat kita lakukan ?" Tanya Liu Xiang.

"Kita dapat menghadapi siasat dengan siasat. Taruhlah pasukan ditempat penyergapan malam nanti, tempatkan mereka didepan kemah sementara didalam kemah kita membuat api dan berjaga seperti biasanya. Ketika Zhuge Liang tiba kita akan menangkapnya."

Penyergapan dipersiapkan dan pada malam harinya, pasukan muncul dari kegelapan dan mereka tiba didepan gerbang kemah. Setiap orang dari mereka membawa obor dan mereka mulai membakar perkemahan tersebut. Liu Xiang dan XingDao Rong segera keluar dari tempat persembunyiannya dan pasukan yang membakar kemah itu segera pergi tanpa bertempur.

Mereka cukup terkejut karena hal ini dan karena kemah mereka terbakar, mereka segera berusaha memadamkan api dikemah mereka terlebih dahulu. Ketika mereka sedang sibuk memadamkan api, tiba-tiba dari belakang datang pasukan yang dipimpin Zhang Fei.

Liu Xiang memanggil pasukannya dan berkata, "Segera naik keatas kuda kalian dan seranglah pasukan Zhuge Liang."

Mereka segera berhenti memadamkan api dan berbalik menyerang pasukan Zhuge Liang yang dipimpin Zhang Fei. Zhang Fei melawan mereka dengan mudahnya dan karena kalah, mereka kabur. Tetapi kira2x mereka baru mundur 5 li, Zhao Yun dan pasukannya keluar dari tempat persembunyiannya dan meneyrang mereka. XingDao Rong segera terbunuh terkena tusukan tombak Zhao Yun dan Liu Xiang mencoba kabur, tetapi Zhang Fei mengejarnya dan ketika sudah dekat, Zhang Fei memukulnya dengan tombaknya dan Liu Xiang terjatuh dari kudanya serta dijadikan tawanan.

Liu Xiang dibawa balik kedalam perkemahan dimana disana dia melihat Zhuge Liang ,Liu Xiang berkata, "Siasat itu adalah nasehat Xingdao Rong. Aku terpaksa mengikutinya."

Zhuge Liang memerintahkan mereka untuk melepaskan ikatannya dan memberikan baju ganti padanya. Dia juga diberikan arak dan dijamu. Dia lalu diminta untuk kembali pada ayahnya dan membujuknya untuk menyerah.

"Dan jika dia tidak menyerah, kota akan dihancurkan dan semua orang akan dihukum mati," Kata Zhuge Liang sebelum Liu Xiang pergi.

Liu Xiang kemudian kembali kekotanya dan memberitahukan pada ayahnya mengenai hal ini. Liu Du segera memutuskan untuk menyerah dan membuka gerbang. Dia keluar membawa stempel jabatannya. Dia ditunjuk kembali sebagai gubernur kota itu, tetapi anaknya dikirim ke Jing Zhou untuk bertugas diketentaraan.

Para penduduk Lingling sangat senang atas pergantian kepemimpinan tempat ini. Liu Bei masuk kedalam kota, dia menenangkan penduduk kota itu dan memberi hadiah pada pasukannya.

Tetapi dia segera memikirkan langkah berikutnya dan meminta dari jenderalnya sebagai sukarelawan untuk merebut Gui Yang. Zhao Yun menawarkan dirinya tetapi Zhang Fei juga melakukan hal yang sama. Sehingga mereka saling berdebat dan memohon.

Lalu berkatalah Zhuge Liang, "Tidak dapat dipungkiri Zhao Yun adalah yang pertama meminta, oleh sebab itu dia yang akan pergi."

Zhang Fei tetap menentang hal ini dan memaksa ingin pergi. Mereka disuruh mengundi siapakah yang akan pergi dan ternyata Zhao Yun lah yang terpilih.

Zhang Fei masih sangat marah dan menggerutu, "Aku tidak menginginkan siapapun membantu. Cukup berikan aku 3.000 prajurit dan aku akan melakukan hal itu."

"Aku juga hanya memerlukan 3.000 prajurit." Kata Zhao Yun."Dan jika aku gagal, aku akan bersedia menerima hukuman."

Zhuge Liang sungguh senang mendengar bahwa Zhao Yun mengerti tanggung jawabnya dan dia lalu memberikan perintah resmi padanya untuk membawa 3.000 prajurit terbaik dan merebut Gui Yang.

Walaupun masalah ini telah diselesaikan tetapi Zhang Fei tetap menggerutu dan meminta diijinkan memimpin pasukan sampai Liu Bei memerintahkannnya untuk berhenti dan pergi.

Dengan 3.000 prajurit, Zhao Yun pergi menuju Gui Yang. Gubernur tempat itu, Zhao Fan segera mendengar kabar penyerangan ini dan secepatnya mengumpulkan pejabatnya untuk berunding. 2 dari mereka, Chen Ying dan Bao Long, menawarkan diri untuk melawan penyerang dan memaksa mereak mundur.

Kedua pendekar ini berasal dari Gui Yang dan merupakan pemburu terkenal. Chen Ying menggunakan senjata yang disebut "Garpu Terbang" (FEI CHA) dan Bao Long dapat menarik panah sedemikian kuat sehingga dia dikenal dapat memanah anak panah yang menembus dua harimau. Mereka berdua sangat kuat dan juga berani.

Mereka berdiri di hadapan Zhao Fan dan berkata, "Kami akan memipin pasukan melawan Liu Bei."

Gubernur Menjawab, "Aku mengetahui bahwa Liu Bei berasal dari keluarga kekaisaran dan Zhuge Liang sangatlah penuh siasat. Guan Yu dan Zhang Fei sngat pemberani. Tetapi Komandan dari pasukan ini adalah Zhao Yun yang pernah melawan ratusan legiun Cao-Cao seorang diri dan tidak kalah. Pasukan kecil kita disini tidak akan sanggup menghadapi orang seperti itu. Kita lebih baik menyerah pada mereka."

"Biarkan aku keluar dan mencoba," Kata Chen Ying,"Jika aku tidak dapat menangkap Zhao Yun, maka kau boleh menyerah."

Gubernur tidak dapat menahan dia dan memberikan persetujuannya. Lalu Chen Ying dengan 3.000 prajuritnya segera berangkat. Segera kedua pasukan itu bertemu satu sama lain. Cheng Yin langsung memerintahkan pasukannya menyerang, Dia mengunakan senjatanya dan langsung berusaha mendekat Zhao Yun. Zhao Yun yang melihat hal ini juga segera berusaha membuka jalan mendekatinya.

Zhao Yun mulai memaki-maki Chen Ying dan berkata, "Tuan Ku adalah saudara dari Liu Biao yang merupakan pemilik dari tanah ini. Sekarang dia mendukung keponakannya, pewaris dan anak dari Liu Biao. Setelah mendapatkan Jing Zhou dia mengirimku kemari untuk menenangkan rakyat. Kenapa kau melawanku ?"

"Kamu adalah pendukung perdana menteri Cao-Cao dan bukan pengikut tuanmu." Jawabnya.

Zhao Yun langsung marah, dia memegang tombaknya dan langsung menerjang maju. Chen Ying memecutkan senjatanya dan juga maju. Mereka berhadap-hadapan. Zhao Yun lalu menebaskan tombaknya dan Chen Ying berusaha menahannya, lalu tanpa disangka Zhao Yun mendorong sedikit tombaknya dan membuat tali yang menahan senjatanya terlepas. Zhao Yun lalu menusuk Cheng Yin yang berhasil menghindarinya. Zhao Yun lalu menendangnya dan dia langsung terjatuh ketanah. Lalu Para prajurit Zhao Yun segera berkumpul disekeliling Cheng Yin dan mengikatnya. Cheng Yin dibawa kedalam kemah, sementara pasukannya berserakan.

"Aku pikir kau tidak akan berani melawanku." Kata Zhao Yun kepada tawanannya itu ketika dia telah kembali kekemah, "Tetapi, aku tidak akan membunuhmu. Kau kubebaskan dengan syarat kau harus membujuk tuanmu untuk menyerah."

Chen Ying meminta pengampunan, dan lari ketakutan seperti tikus. Ketika dia mencapai kota, dia memberitahu gubernur mengenai hal ini.

"Keingnian awalku adalah untuk menyerah, tetapi kau ingin bertempur dan inilah hasilnya."

Setelah itu, Dia memerintahkan Chen Ying untuk pergi dan mempersiapkan surat penyerhan dirinya dan juga stempel penugasannya. Dengan kelompok kecil, Zhao Fan pergi keluar dari kota dan menuju kemah Zhao Yun. Zhao Yun menerima dia dgn hormat dan memberinya arak serta menerima stempel penugasannya.

Setelah Arak diminum beberapa kali, Zhao Fan mulai berbicara banyak dan berkata, "Jenderal, Margamu sama dengan ku dan 5 abad yang lalu kita adalah satu keluarga. Kau berasal dari ChangShan dan begitu juga aku, lebih lagi kita berasal dari satu desa. Jika kau tidak keberatan, kita dapat mengangkat saudara dan aku akan sangat senang jika kau setuju."

Zhao Yun senang mendengarnya dan mereka membandingkan umur mereka. Mereka lahir ditahun yang sama tetapi Zhao Yun lebih tua sekitar 4 bulan dan Zhao Fan akhirnya yang menjadi adik. Kedua orang itu memiliki banyak persamaan menjadi sangat senang satu dan yang lainnya dan merekapun berteman baik.

Setelah hari menjelang malam, perjamuan itu berakhir dan Zhao Fan kembali kekediamannya. Keesokan harinya Zhao Fan meminta Zhao Yun masuk kedalam kota dimana setelah Zhao Yun menentramkan penduduk mengenai keselamatan mereka, dia pergi kesebuah perjamuan di kediaman gubernur. Mereka minum-minum dan berbincang-bincang, lalu gubernur mengundang Zhao Yun keruangan dalam dimana arak dihidangkan lagi baginya. Zhao Yun telah cukup mabuk ketika Zhao Fan meminta seorang wanita keluar dan menawarkan secangkir arak padanya.

Wanita itu berpakaian putih seluruhnya dan kecantikannya dapat menghancurkan kota dan negara.

"Siapakah dia ? " Tanya Zhao Yun.

"Ini adalah kakak-iparku. Dia berasal dari keluarga Fan."

Zhao Yun segera memperlakukan wanita itu dengan hormat. Ketika dia tengah menyajikan cangkir arak, Zhao Fan meminta dia untuk ikut duduk menemani Zhao Yun, Tetapi Zhao Yun menolak dan wanita itupun akhirnya pergi.

"Kenapa kau menyusahkan kakak iparmu hanya untuk menuangkan arak untukku, saudaraku ?" Tanya Zhao Yun.

"Tentu ada alasannya. Kakakku meninggal 3 tahun yang lalu dan dia menjanda sejak itu. Aku sudah sering menasehatinya untuk menikah kembali, tetapi dia bilang hanya akan menikah apa bila menemukan pria dengan 3 persyaratan. Orang itu harus terkenal untuk kemampuan sastranya atau kemampuan berperangnya. Kedua, harus tampan dan memiliki kemampuan besar dan yang ketiga harus memiliki nama marga yang sama dengan kami. Dimanakah orang seperti itu akan ditemukan ? Tetapi sekarang ada kau saudaraku yang memiliki wajah tampan, dan juga terkenal kehebatannya diseluruh dunia serta memiliki marga yang sama dengan kami. Kau tepat seperti yang diinginkan oleh kakak iparku. Jika kau tidak berkeberatan aku ingin menikahkannya padamu. Jadi apakah pendapatmu mengenai rencanku ini ?"

Tetapi Zhao Yun marah dan berteriak, "Karena aku telah bersumpah mengangkat saudara padamu, maka kakak iparmu adalah kakak iparku juga dan bagaimana mungkin aku akan menikahinya ? Bagaimana mungkin kau membawa kekacauan kedalam hubungan keluarga ini ?"

Wajah Zhao Fan menjadi malu dan berkata, "Aku hanya berpikir untuk baik padamu. Kenapa kau sangat kasar padaku ?"

Zhao Fan melihat kekiri dan kanannya dengan tatapan membunuh, Zhao Yun segera bankit dan segera meninjunya sampai jatuh.

Lalu dia segera naik keatas kudanya dan keluar dari dalam kota.

Zhao Fan segera memanggil kedua jenderalnya.

Chen Ying berkata, "Dia telah pergi dengan marah, yang artinya kita harus melawan dia."

"Aku sangat khawatir kita akan kalah." Kata Zhao Fan.

"Kami akan berpura-pura menjadi pembelot," Kata Bao Long, "Dan menjadi pasukannya. Ketika kau menantangnya berperang, kita pasti akan dapat menangkapnya."

"Kita juga harus membawa pasukan bersama kita." Kata Chen Ying.

"500 prajurit akan cukup rasanya." Kata Bao Long.

Jadi malam itu kedua orang itu bersama pasukannya berpura-pura menyerah pada Zhao Yun.

Zhao Yun mengetahui siasat yang dilakukan mereka, Tetapi dia tetap membiarkan kedua orang itu masuk dan mereka berkata, "Ketika Zhao Fan menggodamu dengan wanita cantik itu, Dia bermaksud membuatmu mabuk dan membunuhmu setelah itu dia akan menyerahkan kepalamu pada Cao-Cao. Kami melihatmu pergi dengan marah dan kami berpikir bahwa kau akan menghancurkan Zhao Fan, jadi kami lebih baik mengikutimu."

Zhao Yun berpura-pura senang, dan dia meminta arak disediakan bagi kedua orang itu. Setelah kedua orang itu mabuk, dia memerintahkan untuk mengikat kedua orang itu. Dia memanggil pasukan yang menyertai kedua orang itu dan bertanya pada mereka apa sebenarnya rencana kedua orang ini. Mereka mengatakan pada Zhao Yun kejadian yang sebenarnya.

Lalu dia memberikan para prajurit itu arak dan berkata, "Mereka yang ingin menyakitiku adalah pemimpin kalian dan bukan kalian. Jika kalian semua melakukan seperti yang kukatakan, kalian akan ku beri imbalan."

Para prajurit itu kemudian bersujud dan berjanji untuk patuh pada Zhao Yun. Segera kedua pemimpin itu, Chen Ying dan Bao Long dipenggal. Ke 500 prajurit mereka dijadikan pasukan untuk memperdayai Zhao Fan. Mereka diperintahkan kembali ke Gui Yang. Ketika mereka sampai disana , hari telah malam dan mereka segera memanggil penjaga gerbang. Mereka berkata bahwa telah berhasil membunuh Zhao Yun dan sekarang ingin bertemu gubernur.

Pengawal yang berada diatas benteng segera menyalakan api dan menginspeksi pasukan dibawah gerbang. Mereka melihat bahwa pasukan dibawah itu mengenakan seragam pasukan mereka dan Zhao Fan keluar untuk menemui meeka. Dia segera ditangkap begitu pintu gerbang terbuka dan dijadikan tawanan. Zhao Yun lalu memasuki kota dan menenangkan keadaan, dia segera mengirim utusan kepada Liu Bei dan Zhuge Liang yang segera datang ke Gui Yang.

Liu Bei dan Zhuge Liang segera dibawa kekediaman gubernur dan duduk diatas kursi kegubernuran. Kemudian Zhao Fan dibawa kehadapan mereka dan Zhuge Liang bertanya padanya. Zhao Fan menceritakan mengenai usulan pernikahan yang dibuatnya.

Kata Zhuge Liang kepada Zhao Yun, "Hal ini tampaknya sebuah rencana yang baik. Kenapa kau menolak usulan ini ?"

Zhao Yun berkata, "Zhao Fan dan aku telah saling mengangkat saudara dan menikahi kakak iparnya itu akan berarti mengacaukan tali kekeluargaan, ini adalah alasan pertama. Juga jika aku menikahi dia, aku telah membuat wanita itu tidak mejalankan kewajibannya. dan yang ketiga aku tidak tahu apakah aku dapat mempercayai orang yang mengajukan usulan seperti ini sementara dia baru kalah karena kekuatan. Tuanku, posisimu sebagai pemenang baru2x ini masih sangat rentan dan aku tdk dapat mengambil resiko merusak rencana besarmu hanya karena diriku."

Liu Bei berkata, tetapi sekarang semua telah selesai dan kita telah menjadi pemenang, Apakah kau ingin menikahinya sekarang ?"

"Seluruh kekhawatiranku adalah untuk membangun reputasi, urusan memiliki keluarga dapat menunggu belakangan."

"Kau memang sungguh2x seorang ksatria." Kata Liu Bei.

Zhao Fan segera dibebaskan dan diangkat kembali menjadi gubernur. Zhao Yun diberikan imbalan besar atas jasa2xnya.

Tetapi Zhang Fei marah dan kecewa.

"Zhao Yun mendapatkan semua pujian dan aku seperti orang tidak mampu melakukan apapun." Teriak dia, "Berikan aku 3.000 prajurit dan aku akan merebut Wu Ling dan membawa gubernurnya kehadapanmu."

Hal ini menyenangkan hati Zhuge Liang yang berkata, "Tidak ada alasan mengapa kau tidak boleh pergi tetapi aku membutuhkan satu hal dari dirimu."

BAB 53

Zhuge Liang meminta Zhang Fei menuliskan diatas surat janjinya untuk berhasil dalam penyerangan.

Kata Zhuge Liang, "Ketika Zhao Yun membawa pasukannya, dia memberikan janji tertulis. Kau juga hrus melakukan hal yang sama sebelum kau menyerang Wu Ling, Jika kau mau menuliskannya maka kau boleh segera membawa orang-orangmu dan memulainya segera."

Lalu Zhang Fei segera menulis diatas selembar kertas dan dia dengan pergi dengan senangnya setelah diberikan 3.000 prajurit yang dimintanya. Dia segera berangkat tanpa beristirahat sampai mencapai Wuling.

Ketika Gubernur Wuling, Jin Xuan mendengar ada penyerangan terhadap daerahnya, dia segera mengumpulkan jenderal-jenderalnya dan merekrut prajurit serta memberi mereka senjata untuk bersiap menahan serangan dan pasukannya segera keluar dari dalam kota .

Gong Zhi salah satu sekertaris kegubernuran menolak usulan ini, dia berkata, "Liu Bei merupakan keluarga kaisar, seluruh dunia tahu bahwa dia sangat baik dan benar. Ditambah pula Zhang Fei, jenderal yang dikirim untuk menyerang kita sangatlah perkasa dan pemberani. Kita tidak akan dapat melawan mereka dalam pertempuran dan berharap akan berhasil. Langkah terbaik yang dapat kita ambil adalah menyerah."

Tetapi Jin Xuan marah besar dan berkata, "Apakah kau ingin berkhianat dan membantu mereka ?"

Jin Xuan segera memanggil pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk menghukum mati Gong Zhi.

Parapejabat yang lainnya memohon ampunan untuk Gong Zhi dan berkata, "Akan merupakan suatu pertanda buruk untuk memulai perang dengan membunuh salah satu pejabatmu."

Akhirnya Jin Xuan memerintahkan Gong Zhi pergi. Dia sendiri memimpin pasukan keluar dari dalam kota . Setelah bergerak sejauh 15 li, dia bertemu pasukan Zhang Fei.

Zhang Fei segera berkuda kedepan pasukannya, dgn membawa tombaknya dia berteriak. Jin Xuan berbalik pada para jenderal-jenderalnya dan bertanay siapakah yang berani melawan dia, tetapi tidak ada yang menjawab. Mereka semuanya ketakutan.

Akhirnya gubernur itu maju sendiri, dia mengibas-ngibaskan pedangnya. Melihat ada yang maju, Zhang Fei berteriak dengan suara yang memecah jagat raya. Jin Xuan langsung panik ketakutan, dengan muka pucat dia langsung pergi kabur. Lalu Zhang Fei dan pasukannya mengejar mereka dan membantai pasukan Jin Xuan yang tertinggal dibelakang, mereka mengejarnya hingga ketembok kota .

Disini Jin Xuan dikejutkan karena tiba-tiba dari atas tembok kota , pasukan pemanah, memanahinya. Jin Xuan lalu berteriak menanyakan mengapa mereka memanahinya, lalu munculah Gong Zhi yang berdiri diatas tembok kota .

"Kau akan membawa bencana bagi kota ini karena kau menentang kehendak langit. Rakyat dan aku telah sepakat untuk menyerah pada Paman Kaisar Liu Bei." Kata Gong Zhi.

Dan setelah Gong Zhi selesai berkata-kata, tiba-tiba ada panah yang menancap diwajah Jin Xuan dan dia jatuh ketanah. Segera setelah itu pasukannya sendiri memenggal kepalanya, dan dengan kepala itu mereka datang dan menghadiahkannya pada Zhang Fei. Gong Zhi lalu keluar dan menyerahkan diri pada Zhang Fei. Zhang Fei memerintahkan agar surat segera dikirim kepada Liu Bei di Gui Yang, segera LiuBei datang ke Wu Ling untuk menenangkan rakyat.

Setelah ini selesai dilakukan, dia menulis surat memberitahukan pada Guan Yu mengenai keberhasilan Zhao Yun dan Zhang Fei.

Guan Yu segera menulis surat dan berkata, "Chang Sha adalah yang terpenting berikutnya. Jika diijinkan aku ingin dikirim merebut tempat itu."

Liu Bei setuju dan mengirim Zhang Fei untuk menggantikan tempat kakaknya berjaga di Xiang Yang. Guan Yu tiba dan menemui kakaknya serta Zhuge Liang.

Zhuge Liang berkata, "Zhao Yun telah merebut Gui Yang dan Zhang Fei mendapatkan Wu Ling. Keduanya telah berhasil mendapatkan tempat itu dengan 3.000 prajurit. Gubernur Chang Sha, Han Xuan, dia tidak pantas kita bicarakan, tetapi disana ada seorang jenderal yang hebat, namanya adalah Huang Zhong, dia harus kau waspadai."

"Huang Zhong berasal dari Nan Yang. Dia pernah mengikuti Liu Biao dan merupakan teman dari keponakan Liu Biao, Liu pan, ketika dia masih bertugas di Changsha . Setelah kematian Liu Biao, dia bergabung bersama Han Xuan untuk menjaga kota itu. Sekarang, walupun dia sudah berusia hampir 60 tahun, dia masih perlu kau waspadai. Kau harus membawa tentara lebih besar untuk merebut tempat itu."

Guan Yu menjawab, "Jiang Shi(Instruktur), Mengapa kau melebih-lebihkan mereka dan tidak mempercayai pasukanmu sendiri ? Aku berpikir bahwa jenderal tua itu perlu ditakuti. Berikan aku 500 prajurit berpedang dan aku akan membawakanmu kepala Han Xuan dan Huang Zhaong untuk dikorbankan bagi panji2x perang kita."

Liu Bei menolak usul Guan Yu ini, tetapi Guan Yu tetap pada keputusannya. Dia hanya mengambil 500 prajurit berpedang miliknya dan segera berangkat.

"Jika dia tidak berhati-hati dalam menyerang Huang Zhong, aku khawatir sesuatu akan terjadi." Kata Zhuge Liang, "Kita harus membawa pasukan membantunya dari belakang."

Liu Bei setuju, dan dia membawa 10.000 prajurit untuk segera bergerak menuju Changsha .

Gubernur Han Xuan di Changsha adalah orang yang cepat marah, dia tidak menganggap remeh masalah hidup dan mati dan dia sangat dibenci semua orang. Ketika dia mendengar pasukan datang melawan dia, dia segera memanggil pemimpin veterannya, Huang Zhong, untuk meminta saran.

Huang Zhong berkata, "Jangan khawatir. Pedangku dan busurku akan mampu membantai siapapun yang datang."

Huang Zhong sangatlah kuat, dia dapat memanah dengan panah seberat 150 Kg dan panahannya tidak pernah meleset dari sasarannya.

Ketika Huang Zhong ingin berangkat, tiba-tiba ada seseorang yang berkata, "Jangan biarkan jenderal Veteran pergi bertempur. Percayakanlah tugas ini padaku dan aku akan mendapatkan Guan Yu ini sebagai tawananmu."

Yang berbicara itu adalah jenderal Yang Lin. Gubernur menyetujui tawarannya itu dan memberikan dia 1.000 prajurit. Sekitar 20 Li dari kota mereka melihat ada debu berterbangan mendekat dan segera mengetahui bahwa itu adalah pasukan yang menyerang. Yang Lin berkuda kedepan dan dia mulai memaki-maki Guan Yu. Guan Yu tidak membalasnya, dia langsung menerjang maju dengan tombak golok naga hijaunya. Kedua pendekar itu bertemu dan hanya dalam 3 jurus saja kepala Yang Lin sudah mengelinding ditanah. Pasukan Guan Yu segera menerjang maju semua dan mengejar pasukan yang kalah itu hingga ketembok kota .

Ketika Gubernur mendengar keadaan ini dia segera memerintahkan Huang Zhong untuk keluar sementara dia pergi keatas tembok kota untuk melihat pertempuran itu.

Huang Zhong mengambil pedang besarnya dan dia segera berhadapan dengan Guan Yu. Melihat ada seorang jenderal tua keluar dari dalam kota , Guan Yu mengetahui itu pasti adalah Huang Zhong. Guan Yu memberhentikan pasukannya dan dia berkuda kedepan pasukannya.

Lalu dia berkata, "Kau pastilah Huang Zhong !"

"Karena kau mengetahui namaku, berani sekali kau datang kemari menyerang daerahku ?" Jawab Huang Zhong.

"Aku datang kemari secepatnya karena ingin mengambil kepalamu !"

Lalu duelpun terjadi. Huang Zhong yang maju pertama dengan pedang besarnya dan Guan Yu segera melayani serangan2xnya. Huang Zhong walaupun tua tetapi kekuatannya tidak kalah dari Guan Yu, dia membacok kearah Guan Yu dan Guan Yu pun harus menahan serangannya dengan susah payah hingga kudanya terpaksa berlutut, Guan Yu segera membalas serangan Huang Zhong, dia menebas kearah Huang Zhong yang dimana Huang Zhong langsung merebahkan badannya dan tombak Guan Yu hanya memotong ujung dari janggutnya Huang Zhong. Mereka hari itu bertarung lebih dari 100 jurus dan tidak ada yang menang. Pada saat ini, Han Xuan takut terjadi sesuatu dengan jenderal yang sudah tua itu, segera membunyikan gong tanda mundur dan pertempuranpun berakhir.

Guan Yu dalam hatinya berpikir bahwa ketenaran dari jenderal tua itu bukan hanya omong kosong karena dia merasakan sakit ditangannya setelah menahan serang Huang Zhong yang bertubi2x. Dia berpikir bahwa dia telah bertarung 100 jurus tetapi tidak melihat Huang Zhong melemah. Dia memutuskan bahwa didalam pertarungan berikutnya dia akan menggunakan taktik "Tusukan kuda berputar" dan dia akan mengalahkan Huang Zhong.

Keesokan harinya setelah makan pagi, Guan Yu segera pergi lagi mendekati tembok kota dan menantang duel. Gubernur Han Xuan yang duduk diatas tembok kota segera meminta Jenderal Veterannya untuk keluar meladeni tantangan Guan Yu. Kedua pendekar itu bertarung, seluruh pasukan mereka menyaksikan jurus2x tombak dan pedang terbaik yang pernah mereka lihat, kilatan2x cahaya memantul dari baju zirah dan senjata kedua pendekar itu. Setiap teriakan kedua pendekar itu serasa mengetarkan langit dan setiap serangan yang dilakukan mampu membelah bumi. Huang Zhong yang lebih berpengalaman mampu untuk menghindari serangan2x Guan Yu, sementara Guan Yu yang lebih muda, memiliki kekuatan lebih dalam menyerang musuhnya. Sudah 50 jurus kedua jenderal tadi bertarung dan belum ada satupun yang menampakan tanda2x kemenangan. Prajurit-prajurit dari kedua belah pihak memberikan semangat kepada pemimpinnya masing-masing karena kehebatan mereka.

Bunyi gendrang perang dimainkan untuk mengiringi pertarungan kedua pendekar hebat itu, sorak-sorai pasukan bergemuruh memenuhi angkasa, sudah 1/2 hari mereka bertarung dan baik Guan Yu dan Huang Zhong sudah lelah, lalu kemudian Guan Yu berpikir bahwa ini adalah saat yang paling tepat untuk menjalankan siasatnya. Dia segera memutar kudanya dan kabur, Huang Zhong yang melihat hal ini segera mengejarnya. Lalu Guan Yu yang memang sudah merencanakah hal ini akan segera berbalik dan menusuk Huang Zhong dgn tombaknya. Tetapi ketika saat itu tiba, dia mendengar ada bunyi keras dibelakangnya dan berbalik untuk melihat bahwa Huang Zhong tergeletak ditanah. Kuda Huang Zhong telah kelelahan dan akhirnya jatuh serta membuatnya terlempar dari pelana kuda.

Guan Yu berbalik dan mengangkat tombaknya serta berkata dgn suara besarnya, "Aku tidak akan membunuhmu sekarang, tetapi cepatlah bangun dan ambil kuda lainnya dan kembali untuk berduel denganku !"

Huang Zhong segera berdiri dan dia membantu kudanya bangkit kembali, lalu dia menaikinya dan kembali kebentengnya. Han Xuan sangat terkeut dan bertanya mengenai kecelakaan itu.

"Kuda ini sudah terlalu tua." Jawab Huang Zhong.

"Kenapa kau tidak memanahnya saja karena kutahu bahwa kemampuanmu memanah sangatlah sempurna ?" Tanya Han Xuan.

"Aku akan mencoba lagi esok hari," Kata Huang Zhong, "Aku akan lari seperti hendak kabur kedalam benteng, dan jika dia mengejar maka aku akan memanah dia."

Han Xuan memberikan kuda berwarna abu2x kepada Huang Zhong. Kuda itu biasanya dia yang mengendarai. Huang Zhong berterima kasih padanya dan segera pergi beristirahat.

Tetapi Huang Zhong tidak bisa melupakan kebaikan Guan Yu dan dia jg tidak bisa mengerti mengapa Guan Yu melakukan hal itu. Dia tidak dapat memikirkan harus memanah Guan Yu yang tidak membunuhnya dalam pertarungan tadi. Tetapi jika dia tidak memanahnya maka dia telah tidak menjalankan tugasnya sebagai bawahan, tetapi jika dia memanahnya maka dia dianggap orang yang tidak mengetahui balas budi. Hal ini sangat membingungkan dia dan semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan hal ini dan tetap tidak dapat memutuskannya.

Esok paginya, Prajurit datang menemuinya dan berkata bahwa Guan Yu datang kembali mendekati Tembok kota dan menantangnya bertarung. Lalu Huang Zhong memerintahkan pasukannya bersiap untuk keluar menghadapinya.

Sekarang Guan Yu yang telah dua hari masih belum dapat mengalahkan Huang ZHong, sangat kesal dengan hal ini. Lalu dia segera mengumpulkan semua kekuatannya dan segera menerjang Huang Zhong, Huang Zhong yang menahan serangan bertubi-tubi itu segera berusaha mundur dan menjalankan rencananya, pada jurus yang ke 13 akhirnya dia mendapat kesempatan, Huang Zhong mundur dan Guan Yu mengejarnya.

Huang Zhong terus berpikir didalah hatinya, "Dia telah mengampuni nyawaku kemarin dan aku tdk dapat memanahnya hari ini."

Segera dia menaruh pedangnya dan mengambil busurnya. Dia hanya menarik busurnya dan melepasnya. Tidak ada anak panah yang dilepaskan. Guan Yu menghindar, tetapi melihat tidak ada anak panah yang terbang, dia segera melanjutkan pengejaran. Lagi Huang Zhong melakukan hal itu dan Guan Yu juga menghindar tetapi tidak ada anak panah lagi yang lewat.

Lalu Guan Yu berkata pada dirinya, "Dia tidak dapat menembakku," Dan terus mengejarnya.

Ketika dia mendekati tembok kota , Huang Zhong berhenti di jembatan tarik, dia mengambil anak panah dan menarik busurnya. Anak panah itu melesat dan menancap di ujung penutup kepala Guan Yu yang berbentuk seperti buah plum.

Prajurit bersorak karena melihat kehebatan Huang Zhong pemanah. Guan Yu terkejut sekali dan dia mundur menuju pasukannya dengan anak panah masih menancap pada ujung penutup kepalanya. Lalu dia mendengar bahwa kemampuan memanah Huang Zhong sangat hebat, dia mampu memanah daun pohon willow dari jarak 100 langkah kuda. Guan Yu mengerti bahwa dia mendapatkan balasan dan juga peringatan dari Huang Zhong.

Setelah keduanya mundur ketempatnya masing-masing. Huang Zhong yang sedang menemui Han Xuan tiba-tiba segera ditangkap dan diikat.

"Apa yang telah kulakukan !" Teriak Huang Zhong.

"Aku melihat 3 hari terakhir ini kau mempermainkan diriku. Kau sepertinya ingin mencelakai aku. Kemarin ketika kudamu jatuh dan dia memaafkanmu itu menandakan bahwa kau sekomplotan dengannya. Dan hari ini, dua kali kau menarik busurmu tanpa anak panah dan yang terakhir kau hanya memanah penutup kepalanya saja. Masih berani kau menghindar didepan bukti2x ini ? Jika aku tidak menghukum mati dirimu, maka aku hanya akan menyakiti diriku saja."

Han Xuan memerintahkan Huang Zhong di penggal didepan gerbang kota . Han Xuan juga berkata pada para jenderal dan pejabatnya yang lain, "Siapa saja yang berani meminta ampunan baginya akan dianggap pengkhianat dan jg dihukum mati."

Pengawal sudah membawa Huang Zhong dan pedang sudah siap memenggalnya. Tiba-tiba datang seorang pria yang membunuh si algojo dan menyelamatkan Huang Zhong.

"Huang Zhong adalah pahlawan kita !" Teriak dia, "Untuk menghancurkannya artinya sama dengan menghancurkan seluruh penduduk Changsha . Gubernur ini terlalu kejam, dia sama sekali tidak menghargai orang-orang berbakat dan jg terlalu sombong. Kita harus segera membunuh dia, yang yang mau membunuh dia, ikutlah denganku."

Semua mata menoleh pada pembicara yang berani itu, dia memiliki mata besar dan badang yang gagah. Beberapa diantara mereka mengenalnya sebagai Wei Yan, seorang yang berasal dari Yi Yang. Dia ingin mengikuti Liu Bei dari Xiang Yang tetapi, tidak dapat mengejarnya dan akhirnya berkerja pada Han Xuan. Han Xuan tidak memperdulikannya dan bersikap sombong terhadapntya dan akhirnya Wei Yan menetap dikota itu tanpa jabatan.

Setelah menyelamatkan Huang Zhong, Wei Yan memanggil para pengikutnya dan akan segera membunuh Han Xuan. Segera ratusan orang mengikutinya. Huang Zhong tidak dapat menahan mereka. Segera, Wei Yan naik keatas tembok kota dan Han Xuan dibantai beramai-ramai. Setelah memotong kepalanya, Wei Yan berkuda keluar dari kota dan mempersembahkan kepala Han Xuan keapda Guan Yu yang langsung memasuki kota dan menenangkan keadaan.

Ketika sudah menenangkan keadaan, Guan Yu mengirim orang untuk memanggil Huang Zhong menemuinya, Tetapi jenderal tua ini beralasan sakit.

Keesokan harinya Guan Yu mengirim berita gembira ini pada kakaknya dan Zhuge Liang dan meminta mereka datang.

Segera setelah Guan Yu merebut Changsha . Liu Bei dan Zhuge Liang mengikutinya dari belakang dan berjaga-jaga apabila dibutuhkan bantuan. Ketika dalam perjalanan tiba-tiba bendera hitam patah dan jatuh kebelakang serta ada burung gagak terbang dari utara keselatan serta berkokok 3 kali ketika melewati tempat itu.

"Apakah pertanda buruk atau baikkah hal ini ?" Tanya Liu Bei.

Dengan jari2xnya Zhuge Liang seperti menghitung-hitung sesuatu dan dia berkata, " Changsha sudah berhasil direbut dan ada seorang pemimpin besar yang berhasil didapatkan. Kita akan segera mengetahuinya nanti."

Lalu malamnya, prajurit utusan Guan Yu sampai dan memberitakan kejadian jatuhnya kota Changsha ketangan Guan Yu dan dia juga berkata bahwa kedua pendekar yang membantu merebut kota juga menunggu kedatangan Liu Bei. Segera setelah mereka tiba, Liu Bei mengadakan perjamuan untuk menghormati jasa Huang Zhong dan Wei Yan.

Liu Bei langsung pergi kekediaman Huang Zhong dan menemuinya, segera Huang Zhong bersujud padanya dan menyerahkan dirinya. Huang Zhong meminta ijin untuk menguburkan jasad Han Xuan disebelah timur kota .

Liu Bei sangat dermawan kepada Huang Zhong, dan dia sangat senang Wei Yan mau mengikutinya. Dia membuat kedua orang itu sebagai pemimpin pasukannya.

Setelah memberi mereka berdua dengan imbalan yang setimpal. Huang Zhong memperkenalkan keponakan Liu Biao yang bernama Liu Pan yang saat itu tinggal di Yu Xian. Liu Bei mengangkat Liu Pan sebagai gubernur Changsha .

Setelah menentramkan 4 wilayah, Liu Bei kembali ke Jing Zhou. Kemudian nama daerah You Kou dirubah menjadi GonGan dan semuanya hidup aman, tentram dan sejahtera. Orang-orang pandai dan mampu datang dari segala penjuru untuk membantu administrasi daerah. Pendekar2x tangguh dan prajurit dikumpulkan serta ditempatkan ditempat2x strategis.

Ketika Zhou Yu pergi ke Chaishang untuk menyembuhkan lukanya, dia meninggalkan Gan Ning di Baling dan Ling Tong di Han Yang. Armada besarnya dibagi dua diantara kedua tempat itu dan dapat digerakan sewaktu-waktu. Pasukan yang lainnya diperintahkan dibawah komando Cheng Pu dan dia pergi ke He Fei dimana Sun Quan sedang bertempur dengan pasukan dari utara. Lu Su berada didepan sebagai pemimpin pasukan bantuan. Sun Quan yang tiba lebih dahulu langsung turun dari kudanya dan berdiri disisi jalan untuk menyambutnya. Segera setelah Lu Su melihat hal ini dia juga turun dan memberi hormat pada tuannya itu.

Tetapi para jenderal dan pejabat yang lain cukup terkejut dengan perbuatan Sun Quan dan lebih lagi ketika Sun Quan meminta Lu Su berkuda bersamanya bersisian.

Kemudian Sun Quan berakta pada Lu Su, "Aku, Penguasa daerah selatan, turun untuk menyambutmu seperti yang kau lihat. Apakah hal ini cukup bagimu ?"

"Belum" Balas Lu Su.

"Lalu apa lagi yang dapat kulakukan ?"

"Aku ingin kebesaranmu tersebar di 4 lautan dan melingkupi 9 wilayah dan aku menjadi seorang kaisar. Setelah ini namaku akan tertulis didalam buku sejarah dan aku akan diketahui semua orang sampai selamanya."

Sun Quan bertepuk tangan dan tertawa senang sekali.

Ketika dia sampai dikemahnya, sebuah perjamuan disediakan untuk menjamu pasukan yang baru tiba itu.

Suatu hari datanglah surat dari Zhang Liao yang menantang Sun Quan berduel. Sun Quan membaca surat itu dan dia menjadi sangat marah.

"Zhang Liao ini sudah sangat menghina diriku." Kata dia, "Dia mendengar Cheng Pu telah tiba dan mengirim tantangan ini padaku. Kalian semua para jenderal yang baru tiba, kalian semua akan melihatku bertarung dengannya. Kalian tidak boleh ikut bertempur"

Perintah segera diberikan keesokan paginya agar pasukan segera disiapkan an bergerak ke HeFei, ketika mereka baru saja sampai 1/2 perjalanan, mereka bertemu dengan pasukan Cao-Cao dan bersiap untuk bertempur. Sun Quan dengan helm yang terbuat dari emas dan baju zirah dari perak, berkuda kedepan dengan Song Qian dan Jia Hua, masing-masing bersenjatakan tombak untuk menemaminya.

Ketika genderang perang berhenti setelah bergemuruh 3x, pasukan tengah Cao-Cao langsung membuka barisan dan keluarlah 3 jenderal, semua bersenjata lengkap. Mereka adalah Zhang Liao yang disertai Li Dian dan Yue Jing. Zhang Liao yang berada ditengah segera menunjuk Sun Quan untuk menantanganya. Sun Quan mengambil tombaknya dan bersiap untuk menghadapinya, tetapi dari belakang barisan muncul Taishi Chi dengan tombaknya yang telah siap untuk bertempur segera menerjang ke tengah medan perang. Zhang Liao segera melayaninya dengan tombaknya juga, keduanya bertempur hebat sekali. Taishi Chi yang merupakan orang daerah selatan memiliki tubuh lebih lincah dibandingkan Zhang Liao, tetapi soal kekuatan Zhang Liao jauh lebih kuat. Taishi Chi terus berusaha mencari celah lawan dengan menghindar sebisanya, Zhang Liao menyerang taishi chi dengan sekuat tenaga. Tak terasa sudah 50 jurus lebih mereka bertarung dan belum terlihat siapakah yang dapat memenangkan duel kali ini.

Lalu Li Dian berkata pada Yue Jing, "Disana adalah Sun Quan yang mengenakan helm emas itu. Kalau kita dapat menangkap dia maka kekalahan 830.000 prajurit kita di Chi BI dapat dibalaskan."

Berkata seperti itu, Yue Jing berkuda, sendiri, anya satu orang dengan satu pedang ditangan. Dia segera pergi memutar kearah jauh. Lalu tiba-tiba secepat kilat, dia memacu kudanya ketengah dan melukai Sun Quan. Tetapi kedua pengawal Sun Quan terlalu cepat untuk dia. Song Qian dan Jia Hua berhasil menahan serangan dari atas dan menyelamatkan kepala tuan mereka. Tapi kedua tombak mereka patah karena serangan Yue Jin yang kuat. Kedua orang itu berusaha menahan serangan Yue Jin dengan senjata mereka yang telah rusak, dan akhirnya mereka mencari kesempatan untuk memukul kepala Yue Jin dan memaksanya mundur.

Song Qian mengambil tombak dari prajurit yang terdekat dan mengejar Yue Jing, tetapi Li Dian langsung menyiapkan busur dan anak panahnya serta mengarahkannya ke jantung Song Qian. Dan Song Qian pun akhirnya tewas.

Lalu Taishi Chi melihat temannya tewas, langsung segera kembali kedalam pasukannya dan tidak berduel dengan Zhang Liao lagi. Saat ini Zhang Liao memerintahkan penyerangan segera dan pasukan Sun Quan berada dalam keadaan kacau karena kehilangan komando disayap kiri pasukan, mereka terpencar-pencar dan akhirnya melarikan diri.

Zhang Liao dapat mengenali Sun Quan dari kejauhan segera mengejarnya. Tiba-tiba Cheng Pu datang dari sisinya untuk menghalanginya mengejar tuannya. Zhang Liao melihat dia telah terlalu jauh masuk kedaerah musuh segera kembali ke HeFei. Sun Quan di kawal kembali kekemahnya dimana dia mengatur kembali pasukannya.

Ketika Sun Quan mengetahui kematian Song Qian, dia sangat bersedih dan menangis keras sekali.

Tetapi penasehat Zhang Hong mendekati dia dan berkaa, "Tuanku, kau terlalu bergantung pada kemampuan perangmu dan menganggap remeh musuh yang kuat. Setiap orang dipasukan ini ketakutan dan kau kehilangan jenderal serta beberapa panji perangmu. Aku harap kau tidak lagi memamerkan kekuatanmu dalam medan perang dan mengambil tugas seorang jenderal. Lebih baik kau berpikir bagaimana membuat rencana dengan kebajikan dan kebijaksanaanmu untuk dapat menguasai seluruh daerah dan tuan tanah. Hari ini karena tindakanmu yang terlalu terburu-buru sehingga Song Qian tewas ditangan musuh. Setelah hari ini kuharap kau lebih mementingkan keselamatan dirimu dan daerahmu dibanding dengan keinginanmu menunjukan kekuatan."

"Ya, benar, ini adalah suatu kesalahan. Aku akan berubah." Kata Sun Quan.

Segera Taishi Chi memasuki tenda dan ebrkata, "Didalam pasukaku ada seorang bernama Ge Ding, seorang kakak yang adiknya berkerja dipasukan Zhang Liao. Adiknya sangat kesal karena dihukum dan ingin membalas dendam. Dia mengirim berita bahwa dia akan menunjukan signal nanti malam ketika dia telah membunuh Zhang Liao. Aku berharap dapat membawa sedikit pasukan untuk menunggu signal itu dan menyerang."

"Dimanakah Ge Ding ?" Tanya Sun Quan.

"Ge Ding telah berbaur dengan rakyat dan masuk kedalam kota musuh. Biarkan aku membawa 5.000 prajurit dan aku akan menunggu singal itu."

Zhuge Jin berkata, "Zhang Liao memiliki banyak siasat. Aku berpikir dia telah menunggu kedatanganmu. Hati2xlah."

Taishi Chi terus memaksa tuannya memberikan perintah kepadanya dan Sun quan yang sangat terluka karena kematian Song Qian sangat ingin membalas dendam dan akhirnya mengabulkan permintaan Taishi Chi.

Taishi Chi dan Ge Ding berasal dari daerah yang sama. Ge Ding berhasil masuk kedalam kota tanpa diketahui musuh. Dia berhasil menemukan adiknya dan keduanya merencanakan bagaimana membunuh Zhang Liao.

Ge Ding juga berkata pada dia, "Taishi Chi akan membantu dia nant malam. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?"

Adiknya berkata, "Karena pasukan Sun Quan sangat jauh, aku khwatir mereka tidak dapat sampai disini nanti malam, jadi kita akan membuat api ungun besar dan kau dapat bersikap panik dan meneriakan pengkhianatan. Hal ini akan menyebabkan kekacauan dan akan memberi kesempatan membunuh Zhang Liao."

"Ini adalah rencana yang baik." Kata Ge Ding.

Sekarang setelah mendapatkan kemenangan, Zhang Liao kembali kedalam kota dan memberi imbalan pada prajuritnya, tetapi dia memerintahkan tidak ada yang boleh melepaskan pakaian perangnya atau pergi tidur.

Pengawalnya berkata, "Kau telah mendapatkan kemenangan hari ini dan musuh berada jauh sekali. Kau lebih baik melepaskan pakaian perangmu dan beristirahat."

Tetapi Zhang Liao berkata, "Itu bukanlah jalan seorang pemimpin. Kemenangan bukanlah alasan untuk bergembira, dan kekalahan bukanlah alasan untuk bersedih. Jika pasukan selatan itu mengetahui bahwa aku sedang tidak siap, maka mereka akan menyerang. Kita harus bersiaga setiap saat untuk menahan serangan mereka. Bersiap-siaplah malam nanti dan waspadalah !"

Baru saja dia berkata begitu, tiba-tiba api menjalar disudut2x kota dan ada yang berteriak, "Pengkhianatan!". Banyak yang berdatangan dan saling mencurigai satu sama lain. Mereka segera bertarung antar teman sendiri.

"Seluruh kota tidak mungkin jadi pengkhianat." Kata Zhang Liao, "Pasti ada orang-orang yang menyebabkan kekacauan ini. Jika kuketahui mereka, aku akan membunuh mereka semua."

Segera Li Dian membawa Ge Ding dan pengikutnya. Setelah ditanyai beberapa pertanyaan lalu mereka dipenggal.

Lalu muncul bunyi berisik, teriakan dan bunyi genderang perang terdengan didepan gerbang kota.

"Ini berarti pasukan selatan datang untuk menolong mereka. Tapi kita akan menghancurkan mereka dgn siasat sederhana." Kata Zhang Liao.

Dia memerintahkan prajuritnya membawa obor dan saling berteriak, "PENGKHIANAT ! PEMBERONTAK !" dan membuka pintu gerbang serta menurunkan jembatan.

Ketika Taishi Chi melihat gerbang itu terbuka, dia berpikir bahwa rencananya telah berjalan dengan baik dan dengan penuh percaya diri dia masuk melewati gerbang itu bersama prajuritnya. Tetapi ketika dia telah melewati gerbang itu, tiba-tiba ada bunyi ledakan dan musuh menutup gerbang dan menarik lagi jembatannya itu. Dia segera melompat dari kudanya dan menahan tali jembatan itu agar tidak ditutup dan memerintahkan agar pasukannya segera keluar secepatnya. Zhang Liao yang melihat ini segera memerintahkan pasukannya memanah pasukan musuh. Taishi Chi sebisa mungkin menahan serangan panah itu, tetapi dia terkena panah di tangannya dan tombaknya terlepas. Pasukan Zhang Liao segera mengisi ulang panah2x mereka dan menembak lagi. Panah2x berterbangan seperti hujan dan Taishi Chi berusaha menghindar dan mencari tempat perlindungan karena tangannya telah terluka. Sekarang panah mengenai kakinya dan dia tidak dapat berjalan, beberapa panah menancap di punggung dan perutnya. Lu Xun dan Dong Xi tiba diluar gerbang dan berusaha membantu Taishi Chi. Lu Xun menembakan panah api kedalam benteng, sehingga pasukan pemanah Zhang Liao segera menghindar dan menghentikan tembakan. Dong Xi segera menarik Taishi Chi keluar dari dalam benteng itu, tetapi Luka Taishi Chi sudah sangat parah dan dia tak sadarkan diri. Akhirnya Dong Xi berhasil membawa Taishi Chi keluar dari benteng itu dan mereka segera mundur. Pasukan Zhang Liao tidak mengejar karena berusaha memadamkan api didalam kota.

Sun Quan sangat sedih ketika dia mengetahui bahwa jenderalnya telah terluka sangat parah. Lalu Zhang Zhao meminta dia untuk menghentikan peperangan dan Sun Quan setuju. Dia memerintahkan pasukannya untuk kembali kedalam kapal dan berlayar ke Nan Xu dan Run Zhou dimana mereka berkemah disana.

Tabib diperintahkan memeriksa Taishi Chi yang terluka parah, Tabib mengatakan bahwa panah2x itu beracun dan racunnnya sudah sampai kejantung.

Taishi Chi sudah dalam keadaan sekarat sekarang.

Ketika Sun Quan datang menanyakan keadaannya, dia berkata, "Ketika seorang yang berbakat dilahirkan kedunia yang kacau ini, dia harus menjadi seorang pendekar dan menggengam pedang untuk menjejak gunung dan menyanggah langit. Aku belum melakukan jasa besar. Kenapa harus meninggal sebelum mendapatkan keinginanku itu ?"

Ini adalah kata-kata terakhir Taishi Chi. Dia berumur 41 tahun ketika dia tewas. Berakhirlah sudah hidup seorang jenderal yang hebat dimana kemampuan berkuda dan memanahnya adalah yang terbaik diwilayah selatan.

Sun Quan sangat bersedih atas kematian jenderalnya ini. Dia memerintahkan agar memakamkan jasad taishi chi di utara kota Nanxu dibukit Bei Gu. Dan dia juga mengambil anak Taishi Chi, Taishi Heng sebagai anaknya sendiri dan membesarkannya.

Di Jing Zhou, ketika Liu Bei mendengar kejadian yang menimpa Sun Quan, dia segera memanggil Zhuge Liang dan meminta nasehatnya.

Kata Zhuge Liang, "Aku telah mempelajari langit dan bintang, aku melihat bintang jatuh di sebelah barat laut. Keluarga kekaisaran pasti ada yang akan meninggal."

Zhuge Liang baru saja berbicara seperti itu ketika ada utusan membawa berita mengenai kematian dari Liu Qi anak dari Liu Biao.

Liu Bei dengan segera menangis sedih.

Tetapi penasehatnya berkata padanya, "Hidup dan mati adalah diluar kuasa kita untuk mengendalikan, oleh sebab itu tidak perlu bersedih, tuanku, karena kesedihan buruk untuk tubuh. Lebih baik kita memikirkan langkah2x yang perlu dilakukan. Kirimkan seseorang untuk mengambil alih Xiang Yang dan buatlah pengaturan untuk memakamkan Liu Qi."

"Siapa yang dapat dikirim ?" Tanya Liu Bei.

"Tidak lain dan tidak bukan, Guan Yu."

Lalu mereka memerintahkan Guan Yu untuk menjaga Xiang Yang.

Liu Bei segera merasa khawatir mengenai janjinya akan menyerah Jing Zhou apabila Liu Qi meninggal. Zhuge Liang tidak mengangkat masalah ini untuk sementara.

Zhuge Liang berkata, "Aku akan memiliki sesuatu untuk kukatakan apabila mereka ingin kita memnenuhi janji itu."

Dalam waktu 1/2 bulan Lu Su datang untuk ikut berduka dalam acara pemakaman Liu Qi.

BAB 54

Liu Bei dan Zhuge Liang kemudian keluar untuk menyambut Lu Su.

Setelah bertukar salam, Lu Su berkata, "Setelah mendengar kematian keponakanmu, tuanku, Sun Quan menyiapkan hadiah dan mengirimku untuk memberi penghormatan terakhir. Jenderal Zhou Yu jg mengirim salam kepada paman kaisar dan kepadamu, Guru Naga."

Keduanya langsung berdiri dan berterima kasih pada Lu Su. Lalu hadiah itu diberikan dan sebuah perjamuan diadakan, dan ketika perjamuan itu berlangsung, Lu Su mengatakan permasalah yang sebenarnya dari kedatangannya.

"Kau berkata tuan, Jing Zhou akan dikembalikan setelah kematian Liu Qi. Sekarang karena hal itu telah terjadi, aku akan sangat senang mengetahui kapan penyerahan dapat dilangsungkan."

"Kita akan mendiskusikan masalah itu nanti. Sementara itu mari kita meminum arak." Kata Liu bei.

Akhirnya pesta itu dilanjutkan. Beberapa waktu kemduian Lu Su kembali menanyakan masalah itu. Tetapi Kali ini Liu Bei tidak berkata apa-apa.

Zhuge Liang langsung berpura-pura marah mendengar hal ini, "Lu Su kau sungguh tidak beralasan. Kau tidak dapat menuggu sampai seseorang menjelaskan masalahnya padamu. Dari jaman leluhur kita pendiri dinasti, warisan besar kita telah diturunkan sedemikan rupa sampai hari ini, ketika kejahatan telah muncul ditengah2x kekaisaran dan mereka telah merampas sebagian besar warisan itu. Tetapi dengan bantuan dan kehendak langit, persatuan kembali telah hampir terjadi. Tuanku adalah keluarga dari kekaisaran ini, Keturunan dari kaisar Jing, dan sekarang menjadi Paman kaisar, apakah dia tidak memiliki bagian dalam kekaisaran ini ? Lebih lagi, Liu Biao adalah Saudara tuanku, dan sudah menjadi kebiasan warisan dari satu saudara kepada saudara yang lainnya."

"Sedangkan siapakah tuanmu ? Anak dari pejabat rendahan disungai QianTang, yang tanpa jasa besar sejauh yang diketahui kekaisaran. Hanya karena dia berkuasa, dia memegang 6 wilayah dan 81 kota di dataran selatan yang sekarang dia inign mengambil seluruh kekaisaran. Tanah ini semua adalah milik keluarga Liu dan tuanku, yang juga bermarga Liu, tidak memiliki bagiannya sama sekali, sementara tuanmu, yang bermarga Sun, memiliki wilayah besar dan sekarang masih mempermasalahkan tempat kecil ini. Lagipula, ketika perang di Chi Bi tuanku jg melakukan jasa besar dgn menempatkan jenderal-jenderalnya dalam resiko besar. Apakah hanya karena kekuatan pasukan selatan sehingga kalian menang perang ? Jika aku tidak mendatangkan angin dari tenggara, apakah Zhou Yu dapat melakukan sesuatu ? Jika dataran selatan dikuasai, maka dapat kukatakan bahwa kedua wanita cantik itu akan berada di menara burung perunggu. Dan untuku dirimu dan pejabat lainnya, masihkan kalian dapat hidup dan selamat ? Baru saja tuanku tidak menjawab karena dia berpikir bahwa seorang terpelajar seperti dirimu akan mengerti dan tidak memerlukan penjelasan panjang lebar. Dan aku percaya sekarang kau pasti telah mengerti."

Lu Su terdiam, tetapi setelah beberapa saat dia berkata, "Apa yang kau bicarakan, Zhuge Liang, Aku berpikir ini hanyalah caramu mempermainkan aku dan aku tidak senang dengan hal ini."

"Tidak senang dengan apa? " Tanya Zhuge Liang.

"Ketika Liu Bei sedang berada di Dang Yang, aku yang mengantarmu menyebrang sungai dan memperkenalkanmu pada tuanku. Aku menentang Zhou Yu ketika dia akan merebut Jing Zhou dan lalu kita sampai pada kesepakatan bahwa tempat ini akan menjadi milik kami ketika Liu Qi meninggal. Sekarang bagaimana mungkin aku kembali dan berkata kau telah melanggar janjimu ? Tuanku dan Zhou Yu akan menganggapku bersalah. Aku tidak takut mati, tetapi aku khwatir tuanku akan sangat marah dan berperang dengan paman kaisar, yang tidak akan mempunyai tempat untuk berlindung dan dia akan terlihat memalukan dimata seluruh dunia."

Jawab Zhuge Liang “Aku tidak takut dengan Cao-Cao dan 1.000.000 prajuritnya serta nama kaisar dibelakangnya. Dan apakah kau pikir aku takut dengan Zhou Yu dan tuanmu ? Walaupun begitu, karena hal ini akan menyebabkan kau sulit, aku akan membujuk tuanku untuk menulis surat dan memberimu pernyataan bahwa kami hanya akan menempati Jing Zhou sementara. Ketika kami sudah bisa mendapatkan tempat lain maka Jing Zhou akan dikembalikan padamu. Apa menurut pendapatmu ?"

"Tungguh sampai daerah apa yang didapatkan ?" Tanya Lu Su.

"Tuanku tidak mungkin berpikir menyerang wilayah utara sekarang, tetapi Liu Zhang di Yi Zhou sangat lemah dan tidak bisa mengatur daerahnya, tuanku akan menyerang dia. Jika kami mendapatkan daerah barat, maka tempat ini akan diserahkan padamu."

Lu Su tidak memiliki pilihan lain dan menerima usulan itu. Liu Bei dengan tangannya sendiri menulis surat dan Zhuge Liang serta Lu Su sebagai penjamin dan saksi dalam hal ini.

Lu Su berkata, "Aku tahu tuanmu sangat terhormat dan tidak akan melanggar perjanjian ini."

Dan Lu Su kemudian segera berpamitan dan kembali kewilayah selatan, Liu Bei dan Zhuge Liang mengantarnya hingga keperahunya.

Disana Zhuge Liang berkata kepada Lu Su, "Ketika kau bertemu tuanmu, bicaralah dengan jelas dan terangkan kepada dia apa yang kukatan sehingga hal ini tidak memberikan impresi yang buruk. Jika dia menolak surat ini, kami akan marah dan akan mengambil seluruh wilayahnya. Satu hal yang penting bagi kita berdua adalah hidup dengan tenang bersama dan tidak memberikan musuh bersama kita, Cao-Cao, sebuah kesempatan melawan kita."

Lu Su akhirnya kembali ke ChaiSang dan disana dia bertemu Zhou Yu yang berkata, "Bagaimana hasilnya ?"

"Ini ada sebuah surat yang diberikan Paman kaisar." Kata Lu Su sambil memberikan surat itu pada Zhou Yu yang membacanya.

"Kau telah menjadi korban siasat Zhuge Liang !" Kata Zhou Yu sambil memukul meja”Dia tidak menjelaskan kapan akan mengembalikannya, dia berkata setelah merebut tempat lainnya dan kapankah itu ? Bagaimana bila 10 tahun lagi. Maka itu akan berarti 10 tahun lagi Jing Zhou baru kembali pada kita. Lalu apa gunanya surat ini ? dan kau berani menjamin surat ini, jika mereka tidak mengembalikan kotanya pada kita maka kau akan terkena masalah. Bagaimana jika tuan kita menganggap kau bersalah ? "

Lu Su langsung terdiam dan kebingungan. Dia berkata, "Aku berpikir bahwa Liu Bei pasti jujur dan tidak akan berbohong."

"Kau, temanku, adalah sangat polos dan jujur. Liu Bei adalah pengembara yang merampok tempat orang dan Zhuge Liang pandai bersilat lidah. Kau dan mereka sangatlah berbeda."

"Lalu apakah yang dapat kita lakukan ?" Tanya Lu Su dengan kebingungan.

"Kau adalah teman baikku dan kebaikanmu memberikan satu lumbung berasmu untuk menyelamatkan pasukanku masih segar dalam ingatanku. Tentu saja aku akan menyelamatkanmu, Jangan khawatir, tetapi tunggulah beberpa hari sampai kita mendapatkan berita apa yang dilakukannya diutara sungai dan kita akan dapat merencanakan tindakan berikutnya."

Lu Su menghabiskan beberapa hari dengan tidak tenang. Lalu datanglah pengintai dan berkata di Jing Zhou semua hal teratur, bendera berkibar dimana-mana, sementara di depdan kota, mereka membangun tempat peristirahatan buat Lady Gan, istri dari Liu Bei dan semua prajurit berduka.

Ketika Zhou Yu mengetahui hal ini dia berkata pada Lu Su, "Aku mempunyai rencana. Kau akan melihat Liu Bei berdiri untuk di ikat dan kita akan mendapatkan Jing Zhou semudah membalikkan telapak tangan."

"Apakah sebenarnya rencanamu ini ? " Tanya Lu Su.

"Liu Bei pasti akan mau menikah kembali, dan tuan kita mempunyai seorang adik perempuan, Lady Sun yang bernama Sun Shan Xiang. Dia ini adalah Pendekar wanita, dimana dia mempunyai pengawal wanita berjumlah ratusan orang, semua bersenjatakan dengan persenjataan perang. Kamarnya dipenuhi hal-hal seperti itu. Aku akan menulis surat pada tuan kita untuk mengirim utusan sehingga Liu Bei harus datang kemari. Liu Bei akan kita jadikan tawanan dan kita kan meminta menukar Jing Zhou dengan dirinya. Ketika mereka telah menyerahkan wilayah itu maka tidak akan ada masalah dengan kesalahanmu ini."

Lu Su sangat gembira. Lalu Zhou Yu menulis surat pada tuannya dan sebuah perahu cepat dipilih untuk mengantar Lu Su kepada Adipati Wu, Sun Quan.

Setelah masalah Jing Zhou dibicarakan, Lu Su menyerahkan surat yang diberikan oleh Liu Bei.

"Apa gunanya surat omong kosong ini ?" Tanya Sun Quan setelah dia membaca surat itu.

"Ada Surat lain dari Jenderal Zhou Yu. dam Dia berkata jika kau menggunakan siasat ini maka kau akan mendapatkan Jing Zhou." Jawab Lu SU.

Setelah membaca surat itu, Sun Quan lebih tenang dan mulai memikirkan siapakah yang cocok untuk diutus.

Tiba-tiba dia berkata, "Aku tahu, Lu Fan adalah orang yang tepat untuk dikirimkan."

Sun Quan memanggil Lu Fan untuk menghadap dan berkata, "Aku telah mendengar bahwa Liu Bei telah kehilangan istrinya. Aku mempunyai adik perempuan yang ingin kunikahkan dengannya sehingga membuat ikatan yang lebih erat di antara kami. Jika dia setuju maka kami menjadi satu dalam melawan Cao-Cao dan mendukung dinasti han. Kau adalah orang yang kupercaya mampu menjadi penengah urusan ini dan aku harap kau segera pergi ke Jing Zhou dan mengurus hal ini."

Dengan perintah ini, Lu Fan segera menyiapkan perahunya untuk perjalanan ini dan segera berangkat.

Liu Bei sedang dalam masa duka sekarang, dia bersedih pagi dan malam. Dan akhirnya suatu hari ketika dia sedang berbincang dengan Zhuge Liang, tiba-tiba prajurit melaporkan kedatangan Lu Fan dari Dataran selatan.

"Ini pasti salah satu siasat Zhou Yu," Kata Zhuge Liang tersenyum, "Tuanku, Temuilah dahulu dia dan mintalah dia menunggu sementara kita merencanakan apa yang dapat kita perbuat. Aku akan mendengarkan dari belakang tirai."

Akhirnya Lu Fan dibawa menemui Liu Bei. Setelah bertukar salam, keduanya duduk dan meminum teh. Liu Bei membuka pembicaraan.

"Kau pasti memiliki sesuatu yang penting hingga datang ketempat ini, tuan."

"Berita mengenai kematian istrimu telah sampai pada kami dan aku datang berharap untuk mengusulkan kau mendapatkan istri yang baru. Apakah kau tertarik mendengarnya ?"

"Untuk kehilangan seorang istri di usia pertengahan adalah sebuah kehilangan yang besar." Kata Liu Bei, "Sementara tubuhnya masih hangat, aku tidak dapat mendengarkan proposal untuk pernikahan lainnya."

Lu Fan berkata, "Seorang pria tanpa seorang istri adalah seperti rumah tanpa tiang utama. Dalam usiamu, seseorang haruslah memiliki kehidupan yang lengkap. Aku datang untuk memintamu mempertimbangkan adik dari Sun QUan, yang sangat cantik dan kurasa cocok untuk menjadi pendampingmu. jika kedua keluarga dapat bersatu seperti Qin dan Jin maka Cao-Cao pun tidak akan berani untuk melihat kearah selatan. Hal ini akan sangat menguntungkan, Aku harap paman kaisar kau mau mempertimbangkan usulanku ini. Tetapi, karena ibu dari Lady Sun sangat sayang padanya, ibunya tidak ingin dia pergi jauh. Dan aku harus memintamu datang kedaerah kami untuk melangsungkan pernikahannya."

"Apakah tuanmu tahu bahwa kau datang ?"

"Mana mungkin aku berani datang tanpa sepengetahuan dia ?"

"AKu tidak lagi muda, usiaku sudah hampir 50 tahun dan dia masih sangat muda, dia bagaikan bunga yang sedang mekar. Tampaknya dia tidak cocok denganku."

"Walaupun dia masih sangat muda, tetapi pemikirannya sudah melampai kebanyakan orang umumnya, dan dia berkata bahwa dia tidak akan menikahi orang yang tidak terkenal. Kau, Tuan, sudah terkenal keseluruh penjuru lautan. Pernikahan ini adalah pernikahan antara seorang wanita suci dengan seorang pria terhormat. Lalu mengapa kau masih mempermasalahkan umur ?"

"Tuan, bermalamlah disini dan aku akan memberimu jawabannya esok hari." Kata Liu Bei.

Hari itu utusan tersebut dijamu oleh Liu Bei, sementara malam harinya, Liu Bei dan Zhuge Liang mendiskusikan masalah ini.

"Aku telah mengetahui apa maksud kedatangannya, sementara dia berbicara aku telah menghitung peruntunganmu dan mendapatkan tanda baik. Oleh sebab itu kau boleh menyetujui usulan ini dan mengirim Sun Qian kembali dengan utusan itu untuk mengatur kedatanganmu. Ketika semuanya selesai, kita akan memilih hari dan kau datang untuk menikah."

"Bagaimana mungkin aku datang kewilayah musuh ? Zhou Yu telah ingin membunuhku sejak lama."

"Biarkan Zhou Yu menggunakan semua siasatnya. Pikirmu dia dapat mengelabui aku ? Biarkan aku bertindak untukmu, dan semua perhitungannya akan gagal ditengah jalan. Setelah adik Sun Quan berada ditanganmu, maka kita tidak perlu takut lagi mengenai Jing Zhou."

Tetapi Liu Bei tetap ragu dalam pikirannya. Walaupun begitu, Sun Qian tetap dikirim kewilayah selatan dengan suatu perintah tertentu.

Setelah bertemu Sun Qian, Sun Quan berkata, "Aku berharap adikku dapat meminta Liu Bei untuk tinggal disini dengan kami sehingga dia tidak akan terluka."

Sun Qian lalu berpamitan dan kembali ke Jing Zhou, dia berkata, "Sun Quan menginignkan agar tuan Liu Bei pergi kesana dan menikah disana."

Liu Bei ketakutan dan tidak ingin pergi.

Zhuge Liang berkata, "Aku telah menyiapkan 3 rencana, tetapi aku memerlukan Zhao Yun untuk menjalankannya. Dia akan dikirim untuk mengawalmu."

Lalu Zhuge Liang memanggil Zhao Yun dan memberinya 3 bungkus kantung sutra dan berbisik padanya, "Disini ada 3 rencana yang kumasukan dalam 3 kantung. Ketika kau mengawal tuan kita kedataran selatan, Kau akan membawa 3 kantung ini dan bertindak seperti yang dituliskan."

Zhao Yun menyembunyikan ke 3 kantung itu di jubahnya dan dia segera memberi hormat.

Zhuge Liang kemudian mengirimkan hadiah pernikahan, dan ketika hadiah ini telah diterima, maka tahap awal telah selesai.

Pada saat itu adalah awal musim dingin pada tahun ke 14 masa Jian an/ 19tahun masa pemerintahan kasiar Xian. Liu Bei dan para pengawalnya meninggalkan Jing Zhou dengan 10 kapal untuk pergi menuju Nan Xu. Zhuge Liang tetap di Jing Zhou untuk menjaga daerah itu.

Tetapi Liu Bei tidak juga merasa tenang. Mereka tiba dan saat ini adalah saat kantung pertama dibuka. Lalu Zhao Yun setelah membacanya segera memberikan instruksi kepada 500 prajuritnya dan mereka pergi kebeberapa tempat. Kemudian Zhao Yun berkata pada Liu Bei apa yang harus dilakukan yaitu untuk mengunjungi tetua Qiao, yang merupakan ayah mertua Sun Ce dan Zhou Yu.

Tetua Qiao tinggal di Nan Xu dan dia mengembala domba dan mengusahakan arak. Setelah memberi hormat, Liu Bei menjelaskan apa maksud kedatangannya dan cerita mengenai Lu Fan yang menemuinya dan memeberi usulan untuk menikah.

Sementara itu ke 500 prajurit tadi, semua berpakaian sipil berpencar keseluruh penjuru kota membeli berbagai macam barang, seperti yang mereka katakan, untuk pernikahan Liu Bei dengan putri dari keluarga Sun. Mereka menyebarkan berita itu sampai kepelosok-pelosok daerah selatan dan seluruh kota membicarakan hal itu.

Ketika Sun Quan mendengar kedatangan Liu Bei, dia segera meminta Lu Fan menyambutnya dan membawanya ke rumah tamu. Sementara itu Tetua Qiao pergi menemui Ibu angkat Sun Quan untuk mengucapkan selamat atas berita bahagia ini.

"Ada kabar gembira apa ? "Kata Wanita tua itu keheranan.

"Kabar mengenai pernikahan putrimu dengan Liu Bei, dia telah tiba dan tentukan kau sudah tahu."

"Aku tidak tahu menahu mengenai hal ini dan aku belum mendengar apapun." Kata Wanita itu.

Dia segera memanggil anaknya itu dan mengirim pelayannya kekota untuk mencari berita.

Pelayan2xnya lalu kembali dan mengatakan, "Seluruh kota telah mengetahui mengenai hal ini dan Liu Bei telah berada di rumah tamu. Lebih lagi dia datang dengan rombongan besar dan mereka telah membeli barang-barang dikota seperti daging, ikan dan buah2xan, semuanya dipersiapkan untuk pesta pernikahan. Lu Fan dan Sun Qian menjadi penengah bagi kedua belah pihak dan mereka berada dirumah tamu juga."

Ibu Sun itu sangat terkejut dan marah, sehingga ketika Sun Quan datang dia menemukan ibu angkatnya itu memukul-mukul dadanya dan menangis sedih sekali.

"Apa yang telah menganggumu, ibu ?" Tanya Dia.

"Apa yang telah kaulakukan ? Kau menganggaku telah mati ? ketika kakakku meninggal, apa yang dia katakan padamu ?"

Sun Quan mulai ketakutan tetapi dia berkata, "Jawablah dengan terus terang, ibu. Mengapa kau sangat bersedih ?"

"Ketika soerang anak-anak lagi2 telah dewasa dia akan mengambil seorang istri dan ketika seorang anak perempuan telah dewasa dia akan pergi kepada suaminya. Dan ini adalah cara yang tepat dan baik. Tetapi aku adalah ibunya dan kau harus memberitahukan padaku bahwa adikmu akan menjadi istri dari Liu Bei. Kenapa kau tetap menaruhku dalam kegelapan ? Ini adalah hakku untuk menikahkannya."

"Darimana cerita ini berasal ?" Tanya Sun QUan , dengan ketakutan.

"Apakah kau mau berpura-pura tidak mengetahuinya ? Seluruh kota telah mendengarnya ! Tetapi kau telah berhasil menyembunyikannya dariku."

"Aku mendengar hal ini beberapa hari yang lalu." Kata Tetua Qiao, "Dan aku datang kemari untuk memberi selamat."

"Tidak ada hal seperti itu, " Kata Sun Quan, "Ini hanyalah siasat Zhou Yu untuk merebut Jing Zhou. Kita akan menahan Liu Bei disini dan memaksa mereka mengembalikan Jing Zhou, jika tidak maka Liu Bei akan dibunuh. Ini bukanlah pernikahan sebenarnya."

Tetapi Ibunya malah semakin marah dan mencaci maki Zhou Yu.

Dia berkata, "Zhou Yu adalah gubernur dari 6 wilayah dan 81 kota, dia tidak dapat mencari cara untuk mendapatkan satu wilayah kecuali dengan menggunakan anakku sebagai umpan. Dia akan menghancurkan hidup anakku dan membuatnya menjadi janda, karena dia ingin menggunakannya untuk membunuh orang ! jika begitu nantinya siapa lagi yang akan menikah dengannya setelah kejadian ini ?"

Kata Tetua Qiao, "Dengan cara ini kau dapat merebut Jing Zhou, tetapi kau akan menjadi bahan tertawaan diseluruh dunia. Setelah itu apa yang dapat kau lakukan ?"

Sun Quan tidak berkata apa-apa lagi. Dia hanya dapat menundukan kepalanya, sementara ibu suri sun terus menghina jenderal-jenderalnya.

Tetua Qiao berusaha menenangkan ibu suri sun, "Liu Bei, paman kaisara adalah keluarga jauh kekaisaran. Kau cukup beruntung apabila mendapatkan menantu seperti itu dan Jangan sampai rencana busuk ini terdengar orang lain."

"Aku khawatir umur mereka tidaklah cocok." Kata Sun Quan.

"Liu Bei adalah orang yang sangat terkenal." Kata Tetua Qiao, "Tidak ada hal yang memalukan mempunyai menantu seperti itu."

"Aku belum pernah melihat dia, Aturlah agar aku dapat melihat dia esok hari di kuil "Embun Manis" (Gan Lu Ci). Jika dia tidak kusukai, kau boleh melakukan rencanamu padanya. Tetapi jika aku menyukainya, maka aku akan membiarkan anakku menikahinya."

Sun Quan adalah anak yang berbakti sehingga dia segera setuju pada apa yang dikatakan ibunya. Dia segera keluar, memanggil Lu Fan dan berkata padanya untuk mengatur perjamuan untuk esok hari.

"Kenapa kau tidak memerintahkan Jia Hua untuk menempatkan orang di sayap2x kuil ? Maka jika ibu suri sun tidak suka padanya , kita dapat memanggil mereka keluar dan membunuhnya." Kata Lu Fan.

Segera 500 prajurit ditempatkan disayap2x kuil.

Ketika tetua Qiao pulang, dia mengirim utusan menemui Liu Bei untuk berkata, "Esok hari Ibu Suri Sun ingin menemuimu, jadi berhati-hatilah !"

Liu Bei mendiskusikan hal ini dengan Zhao Yun.

Zhao Yun berkata, "Esok hari tuan dapat tenang, kami akan berada disana mengawalmu."

Keesokan harinya Ibu Suri Sun dan Tetua Qiao telah menunggu di kuil dan Sun Quan jg hadir bersama beberapa penasehatnya. Lu Fan dikirim kerumah tamu untuk meminta Liu Bei hadir. Dia segera menjawab panggilan itu, tetapi sebagai tindakan pencegahan dia memakai baju Zirah dibalik jubah sutranya. Pengawalnya semua membawa pedang yang ditaruh dibelakang dan mengikuti dengan seksama. Dia naik keatas kudanya, dan rombongan itu pergi ke Kuil. Didepan gerbang kuil, dia bertemu Sun Quan dan mereka berdua saling bertukar salam, Sun Quan mengantarkan Liu Bei menemui ibunya.

"Benar-benar seorang menantu yang tepat untukku !" Kata Ibu Suri Sun yang suka dengan penampilan Liu Bei.

"Dia memiliki aura seperti seorang kaisar dan wajah seperti matahari." Kata Tetua Qiao”Ketenarannya menyebar keseluruh penjuru bumi, kau patut diberikan selamat karena mendapatkan menantu yang begitu mulia."

Liu Bei bersujud dihadapannya. Segera mereka semua duduk didalam perjamuan itu. Zhao Yun masuk dan berdiri disamping Liu Bei.

"Siapakah dia ?" Tanya Ibu Suri Sun.

"Ini adalah Zhao Yun dari Changshan."

"Oh, Tentunya dia adalah pahlawan dari DangYang yang seorang diri mengalahkan ribuan tentara Cao-Cao dan menyelamatkan Liu Chan."

"Ya, memang benar dia orangnya." Jawab Liu Bei.

"Benar-benar seorang jenderal yang gagah !" Kata Ibu Suri Sun dan dia memerintahkan pelayannya memberinya arak.

Kemudian Zhao Yun berkata pada tuannya, "Aku telah melihat banyak prajurit bersenjata bersembunyi dikuil ini. Mereka pasti dimaksudkan untuk mencelakaimu, dan kau harus meminta Ibu Suri Sun untuk mengusir mereka."

Lalu Liu Bei langsung bersujud dikaki ibu suri dan menangis, "Jika kau mau membunuhku, maka bunuhlah sekarang disini."

"Kenapa kau mengatakan hal ini ?"

"Karena banyak sekali prajurit bersenjata disisi2x kuil dan apakah gunanya mereka berada disana jika bukan untuk membunuhku ?"

Ibu Suri Sun langsung marah dan menatap Sun Quan, "Sedang apa pasukan bersenjata lengkap berada disini, ketika Liu Bei yang akan menjadi mantuku dan berarti juga anakku ?"

Sun Quan berkata dia tidak tahu apa yang terjadi dan memanggil Lu Fan untuk menjelaskan. Lu Fan menyalahkan Jia Hua. Ibu Suri Sun lalu langsung memanggilnya dan memarahinya. Jia Hua tidak dapat berkata apa-apa dan Ibu Suri memerintahkan agar dia dihukum mati.

Tetapi Liu Bei mencegahnya dan berkata, "Kematian Jenderal itu akan mencelakakan diriku dan membuatku susah untuk berada disini."

Tetua Qiao juga mencegahnya dan dia hanya memerintahkan jenderal itu keluar dan pergi dari hadapannya. Para prajurit yang bersembunyi jg diperintahkan mundur.

Dalam perjamuan itu Liu Bei keluar dan berada dihalaman kuil, Liu Bei lalu berdiri dihadapan sebuah batu, dia mengeluarkan pedangnya dan melihat kelangit serta berkata, "Jika aku harus kembali ke Jing Zhou dan berhasil menjalankan niatanku untuk menjadi penguasa wilayah, maka biarkan aku membelah batu ini dengan pedangku. Tetapi jika aku harus menemukan ajalku ditempat ini, maka biarlah pedangku gagal untuk membelah batu ini."

Mengangkat pedangnya dia menebas batu itu. Percikan api meemencar kesegala arah dan batu itu terbelah menjadi dua.

Kebetulan Sun Quan melihat hal itu dan berkata, "Kenapa kau begitu membenci batu itu ?"

Liu Bei menjawab ,"Aku hampir berusia 50 tahun dan sejauh ini telah gagal menghilangkan kejahatan dari kekaisaran ini. Aku sangat menyesal akan kegagalanku ini. Sekarang aku telah diterima oleh ibu suri sun sebagai menantunya dan ini adalah saat2x penting dalam hidupku. Jadi aku meminta langit memberiku petunjuk bahwa aku dapat menghancurkan Cao-Cao seperti aku membelah batu itu dan merestorasi kekaisaran. Kau melihat apa yang terjadi bukan ?"

"Hal ini hanya untuk menipuku" Pikir Sun Quan. Dia juga mengeluarkan pedangnya dan berkata, "Dan aku juga meminta langit memberikan tandanya, jika aku dapat menghancurkan Cao-Cao maka aku juga akan membelah batu ini."

Tetapi didalam hati dia berkata, "Jika aku berhasil mendapatkan JIng Zhou dan memperluas kekuasaanku, maka biarlah batu ini terbelah menjadi dua."

Dia segera menebaskan pedangnya dan batu itu terbelah menajdi dua. Dan Sampai hari ini potongan kedua batu itu masih ada ditempat itu.

Kedua orang itu lalu memasukan kembali pedang mereka dan kembali keruang perjamuan.

Setelah beberapa saat, Sun Qian memberi tatapan kepada tuannya dan Liu Bei berkata, "Aku harap kau memaklumi kemampuan minumku yang kecil ini."

Akhirnya Sun Quan mengantarnya menuju gerbang kuil.

Ketika merela berjalan menuruni bukit itu, Liu Bei melihat dataran tinggi dan sungai2x tampak sangat indah, Suatu pemandangan yang indah sekali yang tidak pernah dilihatnya diutara yang penuh dengan gunung2x. Liu Bei berkata, "Ini adalah pemandangan terindah diseluruh dunia !"

Kata-kata itu dituliskan diatas sebuah batu yang sampai saat ini masih berada di kuil "Embun Manis".

Mereka berdiri memandangi pemandangan indah itu dan lalu angin bertiup melalui sungai2x dan kemudian ombak besar menerjang sungai. Mereka melihat bahwa ditengah sungai ada perahu yang tampak seperti daun kecil dari atas bukit tetapi perahu itu melewati sungai seperti keadaan tenang2x saja.

"Orang-orang dari utara memang ahli berkuda tetapi orang-orang selatan adalah pelaut yang hebat. Kata-kata ini tampaknya memang benar adanya." Kata Liu Bei.

Sun Quan mendengar kata-kata lalu meminta pengawalnya untuk membawakannya kuda. Sun Quan lalu naik keatas pelana kuda itu dan segera memacu kuda itu dengan kecepatan penuh menuruni bukit. Lalu dia memutar kudanya dan naik kembali dengan kecepatan yang sama.

"Jadi apakah orang selatan tidak dapat berkuda ? " Kata Sun Quan sambil tertawa.

Tidak ingin dikalahkan, Liu Bei juga naik keatas kuda dan melakukan hal yang sama.

Kedua orang itu lalu mengendarai kudanya bersama-sama dan mereka saling tertawa bersama.

Setelah itu sisi bukit itu dinamakan "Lereng Dimana kuda berdiri"(Ban He Ma Li).

Kemudian mereka berkuda sampai ke Nan Xu, dimana orang-orang menemui mereka dengam mengucapkan selamat. Liu Bei kembali kerumah tamunya dan mencari SUn QIAN untuk dimintai nasehat mencari tanggal pernikahan yang baik.

Sun Qian lalu mengusulkan,"Hal ini harus secepatnya dilaksanakan sehingga tidak ada masalah lainnya yang akan muncul."

Keesokan harinya Liu Bei menemui tetua Qiao dan berkata, "Banyak orang ditempat ini ingin melukaiku, dan aku tidak dapat tinggal disini terlalu lama. Aku harus segera kembali."

"Jangan khawatir." Kata Tetua Qiao, "Aku akan segera memberitahu Ibu suri Sun, dan dia akan melindungimu."

Liu Bei berusjud untuk memberi hormat sebagai tanda terima kasihnya.

Tetua Qiao bertemu dengan ibu suri sun dan dia sangat marah atas alasan mengapa Liu Bei ingin pergi.

"Siapakah yang berani mencelakakan menantuku ?" Kata Ibu Suri Sun sambil marah.

Dia lalu memilih hari baik untuk melaksanakan pernikahan itu. Dan dia menempatkan Liu Bei dikediamannya sendiri dan ini membuat Liu Bei merasa lebih aman.

Liu Bei sangat bahagia dan pesta pernikahannya sungguh megah. Liu Bei dan Sun Shang Xiang mengucapkan janji pernikahan mereka. dan ketika telah malam dan tamu telah pulang, Liu Bei dibawa menuju kekamar Putri Sun itu.

Ketika sampai Liu Bei sangat terkejut menemukan bahwa ruangan itu berisi barang-barang seperti tombak, pedang, bendera dan panji2x perang, sementara setiap pelayan wanita yang menunggu disana semuanya berpakaian perang lengkap membawa pedang.

BAB 55

Liu Bei sedikit takut melihat pemandangan yagn ada didepannya.

Tetapi para pengawal putri itu berkata, "Jangan takut,tuan ! Nonaku memang sangat menyukai benda-benda perang dan kami seluruh pelayannya telah diajari ilmu pedang untuk menjaganya."

"Tapi ini tidak tampak seperti bagaimana seorang istri pd umumnya. Aku sedikit takut pada hal-hal ini dan jika boleh pindahkanlah barang-barang itu."

Sun Shang Xiang tertawa, "Takut dengan beberapa senjata saja padahal telah menghabiskan 1/2 masa hidupmu dalam pembantaian."

Tetapi dia tetap memerintahkan untuk membawa pergi semua senjata2x itu dan memeritahkan pelayannya untuk tidak membawa pedang apabila mereka datang menemuinya.

Malam itu Liu Bei dan Sun Shang Xiang menghabiskan malam berdua dibawah sinar rembulan dan malam berlalu dengan indah bagi mereka berdua.

Keesokan harinya Liu Bei membagi2xkan hadiah kepada para pelayan putri SUn untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Dia juga mengirim Sun Qian ke Jing Zhou mengabarkan pernikahannya, sementara dia sendiri mengadakan perjamuan. Ibu Suri Sun bertambah sayang padanya setiap hari.

Hal ini menyebabkan Sun Quan menulis surat pada Zhou Yu dan memberitakan keadaan yang terjadi.

Berita ini membuat Zhou Yu kesal pagi dan malam, tetapi akhirnya dia memiliki rencana lain yang dia kirimkan melalui surat pada tuannya itu.

Rencana itu intinya ingin membuat Liu Bei tinggal didataran selatan dengan membuatnya terlena akan kekayaan dan kelembutan sehingga dia akan lupa pada tugas2xnya dan setelah itu baru dipikirkan rencana selanjutnya untuk merebut Jing Zhou secara halus.

Surat itu diperlihatkan pada Zhang Zhao yang juga berkata, "Aku juga memiliki pendapat yang sama. Liu Bei memulai hidupnya sebagai seorang yang sederhana dan bertahun-tahun mengembara. Dia tidak pernah mencicipi kemewahan. Berika dia sedikit kekayaan dan rumah bagus, wanita-wanita cantik, emas dan sutra. Setelah dia terlena dengan semua itu, Pikiran mengenai Zhuge Liang dan saudara2xnya akan menghilang dan disisi mereka maka masalah akan terjadi. Setelah itu kita akan dapat menjalankan rencana untuk merebut Jing Zhou. Aku mengusulkan untuk menjalankan rencana Zhou Yu secepatnya."

Sun Quan lalu memerintahkan agar istana timur segera di renovasi. Dia menghiasi setiap ruangan dengan barang-barang indah dan mahal untuk Liu Bei dan adiknya itu. Dia juga mengirim pelayan2x cantik dan pemain musik dan banyak juga benda-benda terbuat dari emas dan perak, serta tirai2x sutra. Ibunya pun suka dengan kebaikannya pada menantunya itu.

Dan benar Liu Bei segera terlena oleh kenikmatan yang diberikan itu dan tidak lagi memikirkan untuk kembali ke Jing Zhou. Zhao yun dan prajurit-prajuritnya juga hidup dengan enak dan diberi tempat dibagian depan istana timur, mereka berlatih memanah dan berkuda setiap hari didepan istana dan akhirnya tahunpun berganti.

Tiba-tiba Zhao Yun teringat akan perintah yang diterimanya yang ditaruh didalam 3 kantung. Dia teringat bahwa ini adalah saatnya membuka kantung yang kedua, dia diperintahkan untuk membukanya saat malam tahun baru lunar tiba. Dia diperintahkan hanya membuka yang ketiga jika keadaan bahaya mengancam dan tampaknya sudah tidak ada jalan keluar.

Seperti telah diceritakan, tahun baru lunar telah tiba dan Zhao Yun melihat tuannya hari demi hari menjadi budak kenikmatan duniawi. Liu Bei tidak pernah lagi menampakan diri pada para pengawalnya. Jadi ketika kantung itu dibuka dan didalamnya ada sebuah rencana yang telah dipersiapkan Zhuge Liang. Selesai membacanya Zhao Yun langsung menemui tuannya.

Zhao Yun dengan wajah serius lalu berkata," Tuan, Kau telah hidup dengan bahagia ditempat terpencil ini. Apakah kau pernah berpikir mengenai Jing Zhou ?"

"Pagi ini Zhuge Liang mengirim utusan berkata bahwa Cao-Cao ingin membalas kekalahannya dan mengirim 500.000 prajurit untuk menyerang Jing Zhou yang sekarang ini sedang dalam bahaya. Dia berarap kau segera kembali."

"Aku harus berbicara dahulu dengan istriku." Kata Liu Bei.

"Jika kau bertanya padanya, dia tidak akan mau pergi denganmu. Akan lebih baik untuk tidak berkata apapun tetapi kita langsung berangkat malam ini. Penundaan akan membuat kita terancam bahaya."

"Pergilah dahulu sebentar. Aku harus melakukan sesuatu. Nanti akan kuberikan jawabannya." Kata Liu Bei.

Zhao Yun terus memaksa agar tuannya segera pergi tetapi akhirnya dia bersedia menunggu dan keluar.

Liu Bei pergi keruangan istrinya dan langsung menangis.

Melihat air matanya, istrinya berkata, "Kenapa kau sedih, suamiku ?"

Liu Bei menjawab, "Aku telah mengembara kesana dan kemari sepanjang hidupku. Aku tidak pernah dapat menjalankan kewajibanku sebagai orang tua ataupun menjalankan kewajibanku kepada para leluhurku. Aku telah sangat tidak berbakti. Tahun baru lunar sudah didepan mata dan ini membuatku merasa gelisah."

"Jangan kau coba menipuku, aku telah mendengar bahwa Zhao Yun berkata padamu bahwa Jing Zhou terancam bahaya dan ingin kau kembali pulang. Ini adalah sebab kau beralasan seperti itu."

Lalu Liu Bei langsung langsung berlutut dan berkata, "Istriku, karena kau telah mengetahuinya, aku sebenarnya tidak ingin pergi. Tetapi jika aku kehilangan Jing Zhou, aku akan menjadi bahan tertawaan diseluruh dunia. Aku ingin pergi tetapi tidak dapat meninggalkanmu. Sekarang kau mengerti kenapa aku bersedih."

Istrinya menjawab, "Aku adalah istrimu dan kemanapun kau pergi, sudah tugasku untuk mengikuti."

"Hatimu memang baik, tetapi kesulitannya adalah ibumu dan kakakmu. Mereka tidak akan mau melepaskanku. Jika kau mengasihi aku dan biarkan aku pergi untuk sementara waktu....."

Dan Lalu air mata bercucuran kembali dari wajah Liu Bei.

"jangan sedih, suamiku. Aku akan meminta ijin pada ibuku untuk membiarkan kita pergi dan aku yakin dia akan mengijinkannya."

"Jika Ibu Mengijinkannya, aku tidak yakin kakakmu akan membiarkannya."

Istrinya itu tidak berkata apa-apa dan dia terdiam cukup lama memikirkan masalah ini.

Kemudian dia berkata, "Dimalam Tahun baru, aku dan kau akan pergi dan mengucapakan selamat. Setelah itu kita akan meminta ijin pergi ke tepi sungai dengan alasan untuk mempersembahkan sesajian pada dewa sungai dan kita dapat menyebrang sungai tanpa ijin resmi. Apakah itu dapat membuatmu tenang ?"

Liu Bei bersujud dikaki istrinya dan memuji kepandaiannya.

"Aku sungguh beruntung sekali mempunyai istri seperti dirimu, Mati atau hidup aku tidak akan melupakan cintamu. Tetapi hal ini harus dirahasiakan."

Setelah itu, persiapan2x segera dilakukan.

Liu Bei memberi Zhao Yun perintah rahasia, "Pimpinlah prajuritmu keluar dari kota dan harus siap untuk berangkat. Kita akan pergi pada pagi hari di malam tahun baru."

Sun Quan mengadakan pertemuan akbar pada malam tahun baru di tahun ke 15 masa Jian An atau tahun ke 20 masa pemerintahakan kasiar Xian. (Tahun 210 M)

Liu Bei dan istrinya pergi menghadap Ibu Suri Sun dan Istrinya berkata, "Suamiku memikirkan mengenai leluhurnya yang berasal dari daerah Zhuo dan dia sedih tidak dapat menjalankan kewajibannya pada mereka. Hari ini kami ingin pergi ke tepi sungai dan memberi sesajian. Kamu ingin memberitahukannya dahulu kepadamu."

"Sungguh orang yang berbakti. Aku akan memberimu ijin.Walaupun kau tidak pernah mengetahui orang tua dari suamimu, tetapi kau boleh pergi dengannya untuk melakukan upacara itu seperti yang seharusnya seorang istri lakukan."

Keduanya berterima kasih pada Ibu Suri Sun dan segera pergi. Liu Bei dan istrinya segera berangkat keluar kota Nan Xu dan dia bertemu dengan Zhao Yun ditempat yang telah direncanakan. Lalu dengan pengawal didepan dan dibelakangnya, mereka meninggalkan kota itu secepat mereka bisa.

Hari itu, Sun Quan yang mengadakan pesta sudah minum arak terlalu banyak dan akhirnya harus dibantu kembali kekamarnya. Tidak lama kemudian, pelarian kedua orang itu diketahui dan dilaporkan pada Sun Quan malamnya, tetapi karean Sun Quan terlalu mabuk maka mereka tidak dapat membangunkannya. Dia tidur pulas sampai keesokan paginya.

Dipagi hari itu, Ketika Sun Quan mendengar beritanya, dia langsung meminta saran pada penasehatnya.

Zhang Zhao berkata, "Mereka telah melarikan diri oleh sebab itu segera kejar mereka."

Lalu Chen Wu dan Pan Zhang dengan 500 prajurit berkuda dikirim untuk mengejar mereka siang dan malam untuk membawanya kembali.

Mereka segera berangkat, Sun Quan sangat marah sekarang.

Cheng Pu berkata, "Tuanku, Kemarahanmu akan sia2x saja karena aku pikir jenderal-jenderalmu tidak akan dapat mengejar mereka."

"Apakah mereka berdua berani melanggar perintahku ?" Kata Sun Quan.

"Nona Muda kita ini sangat menyukai ilmu bela diri dan perang. Semua pejabat dan jenderal sangat takut padanya. Sekarang dia telah pergi dengan suaminya atas dasar keinginannya sendiri dan mereka yang dikirim untuk mengejar, apabila berhadapan dengannya, tidak akan berani untuk berbuat apa-apa terhadapnya."

Kemarahan Sun Quan makin membesar mendengar kata-kata ini.

Dia langsung mengeluarkan pedangnya dan memanggil Jiang Qin dan Zhou Tai, "Kalian berdua bawalah pedang ini dan kembalilah dengan kepala adikku dan Liu Bei. Dan jika kalian tidak, aku akan menghukum mati kalian."

Dengan perintah ini mereka segera mengejarnya, mereka membawa 1.000 prajurit berkuda. Sementara Liu Bei dan istrinya yang telah bergerak dengan kecepatan penuh sedang beristirahat karena malam telah tiba, tapi tdk lama kemudian mereka bergerak kembali. Setelah mereka sampai ke Chaisang, mereka melihat ada awan debu berterbangan dan prajurit yang mengejar sedang mendekat.

"Apa yang harus kita lakukan jika mereka sampai " Kata Liu Bei kepada Zhao Yun.

"Tuanku, kau pergilah dahulu didepan dan aku akan mencoba menghalangi pengejar."

Mereka lalu tiba dikaki bukit dan mereka melihat ada pasukan menghalangi jalan mereka didepan.

Zhou Yu yang berpikir bahwa Liu Bei akan lari, maka dia mengirim Xu Sheng dan Ding Feng dgn 3.000 prajurit untuk mencegat mereka ditempat itu. Mereka telah membuat kemah disana dan mengawasi dari puncak bukit, Zhou Yu telah memperkirakan bahwa Liu Bei akan lewat jalan itu. Jadi ketika Liu Bei dan rombongannya tiba, dia segera ditahan oleh pasukan itu.

Dengan sangat ketakutan, Liu Bei bertanya pada Zhao Yun, "Didepan ada pasukan menghalangi jalan, dibelakang ada pengejar. Tampaknya tidak ada jalan keluar, apa yang harus kita lakukan ?"

"Jangan khawatir tuanku, Guru Naga telah memberikanku 3 kantung sutera yang didalamnya berisi rencana hebat. Dua sudah kugunakan dengan hasil yang luar biasa. Dan yang ketiga hanya boleh dibuka jika keadaan sudah sangat memaksa dan kurasa sekarang adalah saatnya."

Segera Zhao Yun membuka kantung itu dan memberikan isinya pada Liu Bei.

Segera setelah Liu Bei melihat isinya, dia segera menemui istrinya dan mulai menangis, "Aku mempunyai sesuatu yang sangat pribadi untuk kukatakan padamu dan harus kukatakan padamu."

"Apa yang ingin kau katakan padaku, suamiku ?, Katakanlah sejujurnya," Jawabnya.

"Kakakmu dan Zhou Yu membuat rencana agar kau menikah denganku, tetapi bukan demi dirimu, tetapi agar mereka dapat menangkapku sehingga mereka akan dapat menguasai Jing Zhou. Mereka telah merencanakan untuk membunuhku, dan kau adalah umpan untuk menarikku. Akhir2x ini aku mendengar ada rencana buruk yang akan dikerjakan Zhou Yu padaku sehingga aku harus kembali. Aku senang kau sungguh mencintaiku dan ikut denganku tetapi sekarang Kakakmu telah mengirim pasukan mengejarku dan Zhou Yu telah menempatkan pasukannay didepan. Hanya kau, istriku yang dapat menyelamatkan kita semua dari bencana. Dan jika kau menolak maka bunuhlah aku dimana aku berdiri sehingga aku dapat membalas segala kebaikanmu."

Sun Shang Xian langsung marah dan berkata, "Apakah kakakku telah lupa bahwa aku adalah adik kandungnya ? Aku dapat menyelamatkan kita semua dari bencana ini."

Segera di memerintahkan prajurit untuk membawanya kedepan. Dia menyingkap tirai dan berkata, "Xu Sheng , Ding Feng apakah kalian menjadi pengkhianat sekarang ?"

Kedua jenderal itu segera turun dari kudanya dan bersujud memberi hormat.

"Kami bukan pengkhianat. Kami mendapat perintah dari Jenderal pemimpin pasukan utama untuk berkemah disini dan menunggu Liu Bei."

"Zhou Yu, bedebah itu ! Liu Bei dan aku adalah suami istri. Aku telah mendapat ijin dari ibuku untuk pergi dan sekarang aku menemukan kau dan pasukanmu menghalangi jalan kami. Apakah kau ingin merampok kami ?"

Kedua jenderal itu langsung memberikan alasan2x yang lain bahwa mereka tidak mungkin berani melakukan hal itu.

"Kami harap Tuan Putri tidak marah, Ini bukanlah rencana kami. Kami hanya mematuhi perintah saja, aku harap tuan putri tidak menyusahkan kami."

"Oh, Jadi kalian takut pada Zhou Yu dan tidak padaku. Pikirmu dia dapat membunuhmu dan aku tidak dapat ?"

Dia lalu memaki2x Zhou Yu dan dia memerintahkan agar kereta kudanya maju.

Kedua jenderal itu berpikir, "Kita hanyalah jendal berpangkat rendah saja, kita tidak berani untuk berurusan dengan tuan putri ini. Belum lagi dia juga pandai bertarung dan Zhao Yun dibelakang sana terus menatapi kita dengan mata penuh amarah."

Akhirnya mereka memerintahkan pasukan untuk membuka jalan dabn membiarkan mereka pergi.

Rombongan itu lalu segera bergerak dan dibelakang mereka Chen Wu dan Pan Zhang baru tiba di tempat penjagaan dan bertemu dengan Ding Feng dan Xu Sheng.

"Kau salah membiarkan mereka lewat." Kata Chen Wu dan Pan Zhang, "Kami mendapat perintah dari Tuan Sun Quan untuk menangkap mereka dan membawanya kembali."

Akhirnya ke-4 orang itu pergi bersama-sama untuk mengejarnya.

Ketika bunyi berisik dari pasukan pengejar itu terdengar oleh Liu Bei, dia berkata pada istrinya, "Mereka mengejar kita lagi, apa yang harus kita lakukan ?"

"Suamiku, pergilah dahulu. Zhao Yun dan aku akan menghentikan mereka."

Akhirnya Liu Bei dan rombongan kecil segera pergi ke tepi sungai, sementara Zhao Yun berada disisi Kereta kuda Sun Shang Xiang dan bersiap untuk bertempur. Sementara ke 4 jenderal itu kemudian tiba dan mereka segera turun dan memberi hormat pada tuan putri mereka.

"Apa yang kalian lakukan disini, jenderal ? " Tanya Sun Shang Xiang.

"Kami mendapat perintah dari tuan kita untuk membawa kau dan Liu Bei kembali."

Sun Shang Xiang lalu berkata, "Ternyata kalian ini benar-benar orang bodoh ! Kau akan membuat perpecahan diantara kakak dan adik. Tetapi aku adalah istri dan suamiku, dan suamiku akan kembali kerumahnya. Oleh sebab itu aku harus mengikutinya dan juga aku telah mendapat ijin ibuku. Sekarang kami, suami dan istri akan pergi ke JIng Zhou. Bahkan jika kakakku sendiri berada disini, dia akan membiarkanku lewat dengan sopan. Tetapi kau, dengan menggengam pedang ditangan, akan membunuh kami !"

Dia memaki ke 4 orang itu sehingga mereak tidak dapat berkata apa-apa. Ke 4 jenderal itu berkata dalam hati, "Tuan putri ini adalah kesayangan ibunya dan ibunya akan mengabulkan segala permintaannya. Sun Quan sangatlah berbakti pada orang tua dan tidak akan berani menentang keputusan ibunya. Apapun reaksinya nanti, maka kita akan dipersalahkan apabila kita memkasa tuan putri ini. Kita lebih baik bermurah hati padanya."

Hal lain yang mereka pertimbangkan adalah bahwa mereka tidak melihat Liu Bei disana dan Juga Zhao Yun terlihat sangat marah dan berbahaya. Akhirnya setelah berdiskusi sejenak, mereka memberi jalan dan Mundur.

"Kami ber 4 akan menemui Jenderal Pemimpin pasukan utama dan melapor." Kata Xu Sheng.

Dalam perjalanan menuju tempat Zhou Yu mereka bertemu dengan pasukan lain ygn dipimpin oleh Jiang Qin dan Zhou Tai.

"Apakah kalian bertemu dengan Liu Bei ?" Teriak mereka ketika sampai.

"Dia baru saja lewat sini."

"Kenapa kalian tidak menangkapnya ?"

"Itu dikarenakan apa yang dikatakan Tuan Putri."

"Ini Sama seperti apa yang diperkirakan oleh tuan Sun Quan. Dia memberikan kami pedang ini dan mengatakan pertama kami membunuh adiknya dahulu lalu Liu Bei. Dan jika kami melanggar maka dia akan menghukum mati kami."

"Apa yang dapat kami lakukan ? Mereka sudah jauh sekarang."

Jiang Qin berkata, "Mereka tidak dapat bergerak secepat itu karena pasukannya berjalan kaki. Biarkan Xu Sheng dan Ding Feng pergi kepada Zhou Yu dan ceritakan hal ini padanya. Dan dia dapat mengirimkan perahu untuk mengejarnya disungai, sementara kita terus mengikuti hingga tepi sungai. Kita harus mengejar mereka didarat ataupun di air, dan kita tidak usah dengarkan apapun kata mereka."

Segera kedua orang itu pergi dan melapor serta 4 lainnya meneruskan perjalanan ke tepi sungai. Sementara Liu Bei telah pergi jauh dari Chaisang dan sampai di tepi sungai. Dia sekarang merasa lebih tenang. Dia pergi menyusuri tepi sungai mencari perahu, tetapi tidak terlihat ada perahu apapun. Dia sekarang tertunduk lesu dan sedih.

Zhao Yun meminta dia untuk tegar dan berkata, "Tuanku, kau baru saja lolos dari mulut singa dan belum pergi jauh, serta aku percaya Zhuge Liang telah mempersiapkan sesuatu untuk kita."

Tetapi Liu Bei tetap sedih. Dia memikirkan kesenangan yang telah dia nikmati selama beberapa waktu di tempat istrinya itu dan air mata mengalir dari wajahnya.

Liu Bei memerintahakan Zhao Yun untuk menyusuri sungai untuk mencari perahu. Lalu prajurit-prajurit itu berkata bahwa ada awan debu berterbangan mendekati merea. Liu Bei melihat bahwa ada pasukan pengejar yang baru saja menuruni bukit.

Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Kita telah pergi dari mereka untuk beberapa hari, dan sekarang pasukan kita kelelahan dan juga kuda kita. Kita semua akan mati ditempat ini."

Dia melihat musuh makin mendekat. Lalu ketika keadaan tampaknya sudah sangat kritis. dia melihat ada 20 perahu mendekat.

"Dengan keberuntungan kita, inilah perahu2x yang kita tunggu. Mari kita naik, dan pergi ke tepi seberang. Nanti baru kita pikirkan apa yang dapat kita lakukan." Kata Zhao Yun.

Liu Bei dan istrinya segera naik kedalam perahu. Prajurit jg segera naik dan pergi. Mereka melihat didalam perahu itu ada seseorang berpakaian pendeta Dao.

Orang itu muncul dan tersenyum serta berkata, "Tuanku, Lagi kau melihat Zhuge Liang. Aku telah menunggu lama disini."

Semua pasukan didalam perahu itu adalah berasal dari Jing Zhou dan Liu Bei senang dengan hal ini.

Tidak lama kemudian pasukan pengejar sampai di tepi sungai.

Zhuge Liang menunjuk pada mereka dan berkata, "Aku telah memperhitungkan hal ini lama sekali. Kau dapat kembali dan katakan pada Zhou Yu Jangan menggunakan "TAKTIK WANITA CANTIK" lagi."

Mereka yang berada ditepi sungai segera memanahi perahu2x itu, tetapi mereka telah terlalu jauh sekarang. Ke 4 jenderal itu terlihat sungguh bodoh sekarang.

Ketika kapal berlayar, tiba-tiba suara genderang perang terdengar dibelakang mereka. Dan tampaklah sebuah kapal perang besar dan berbendera Zhou Yu. Dia juga berada disana sebagai komandan kapal. Dan juga ada puluhan kapal perang lainnya yang dipimpin oleh Huang Gai dan Han Dang. Mereka seperti ditarik kuda dan mengikuti arus seperti bintang jauth. Mereka mengejar cepat sekali.

Zhuge Liang memerintahkan agar perahu itu segera menepi dan semua pasukan pergi kedaratan. Mereka segera pergi dari tempat itu sebelum Zhou Yu dapat tiba. Zhou Yu membawa pasukan pejalan kaki semua, terkecuali para pemimpinnya. Mereka tetap mengejar Liu Bei dan Zhuge Liang secepat mereka bisa. Zhou Yu memimpin pengejaran dan diikuti oleh Huang Gai, Han Dang, Xu Sheng dan Ding Feng.

Ketika Pasukan Zhou Yu sampai di perbatasan Huang Zhou, Liu Bei dan kelompoknya sudah tidak jauh lagi dan mereka terus mengejar. Tetapi tiba-tiba terdengar bunyi genderang perang, dan muncul dari balik bukit pasukan berpedang yang dipimpin oleh Guan Yu. Zhou Yu terlalu terkejut dan tidak siap untuk melakukan apapun dan hanya dapat mundur.

Zhou Yu melarikan diri dan Guan Yu mengejar. Di jalan mundur, Huang Zhong dan Wei Yan telah menunggu dan juga menyerang mereka. Sehingga pasukan selatan terdesak dari depan dan belakang, banyak pasukan selatan yang tewas dalam pertempuran ini. Para jenderal pasukan selatan yang berkuda segera melarikan diri dan begitu juga Zhou Yu yang hanya karena keberuntungan semata berhasil lolos. Ketika dia sampai kembali ke tepi sungai da akan pergi dengan armadanya, pasukan Liu Bei diperintahkan oleh Zhuge Liang untuk berkata, "Jenderal Zhou Yu telah memberikan paman Liu Bei seorang istri dan kehilangan prajuritnya !!!"

Zhou Yu sangat kesal dan dia akan kembali ketepi untuk bertempur lagi, tetapi jenderal-jenderalnya mencegahnya melakukan hal itu.

Dia berkata, "Rencanaku gagal dan aku dikalahkan, sekarang bagaimana aku dapat menghadap tuanku lagi ?"

Segera dia berkata seperti itu, dia langsung muntah darah dan jatuh pingsan. Lukanya yang tempo hari terbuka lagi dan mengeluarkan banyak darah. Jenderal-jenderal yang lain segera menolong dia, tetapi kali ini dia pingsan cukup lama sebelum tersadar kembali.

BAB 56

Zhou Yu yang terperdaya oleh rencana Zhuge Liang akhirnya marah besar karena penghinaan yang dirasakannya. Luka lamanya terbuka dan dia mengeluarkan banyak darah sehingga pingsan. Kali ini dia pingsan cukup lama dan ketika dia sadara dia segera keluar dan melihat diatas bukit ada Liu Bei dan Sun Shang Xiang. Ketika dia melihat hal ini, hatinya dipenuhi amarah dan sekali lagi dia pingsan. Zhuge Liang memerintahkan agar pasukannya tidak mengejar musuh dan Bersama Liu Bei akhirnya mereka semua kembali ke Jing Zhou dimana Liu Bei mengadakan pesta atas pernikahannya baru2x ini.

Sementara itu Zhou Yu dibawa pergi ke Chaisang, Jiang Qin pergi ke Nan Xu untuk melaporkan kejadian ini kepada Sun Quan yang sangat marah besar. Dia langsung ingin mengirim pasukan besar dibawah Cheng Pu untuk menyerang Jing Zhou, Zhou Yu juga mengirim surat pada Tuannya untuk segera membalas dendam. Tetapi Zhang Zhao memberi saran bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

"Cao-Cao tidak akan pernah melupakan kekalahannya tempo hari, saat ini dia tidak berani menyerang kemari karena Sun bersekutu dengan Liu Bei. Jika kalian berdua berperang maka Cao-Cao pasti akan mengambil kesempatan ini untuk menyerang daerah selatan, saat itu maka posisimu akan terdesak."

Gu Yong juga mendukung nasehat Zhang Zhao dan berkata, "Tanpa ragu aku yakin Cao-Cao pasti mempunyai mata-mata disini. Dan segera setelah dia mendengar adanya keretakan diantara Sun dan Liu, dia pasti akan mencoba untuk berkerja sama dengan Liu Bei yang takut akan kekuasaanmu, dia pasti akan menerima kerjasama itu dan menyerang kemari. Cara yang terbaik aku rasa adalah berusaha berteman dengan Liu Bei dengan mengirim permohonan kepada Istana untuk membuat Liu Bei menjadi pelindung daerah Jing Zhou dan hal ini akan membuat Cao-Cao takut untuk mengirim pasukan ke selatan. Pada saat yang sama hal ini akan menyebabkan rasa senang pada Liu Bei dan dia akan mendukung kita. Setelah itu baru nanti kita akan mencari cara bagaimana mengadu domba Liu Bei dengan Cao-Cao. Dengan cara ini maka kau akan berhasil menghilangkan bencana dan mendapatkan kesempatan."

"Lalu siapakah yang dapat kuutus untuk pergi ke ibu kota ?" Tanya Sun Quan.

"Aku mengenal seseorang yang dihargai dan berteman dengan Cao-Cao."

"Siapakah dia ?"

"Dia adalah Hua Xin."

Segera Hua Xin diperintahkan datang dan diberi surat untuk dikirimkan ke Ibu kota. Segera dia pergi dan menemui Cao-Cao. Mereka mengatakan bahwa Cao-Cao sedang berada di Ye Jun, dia sedang mengadakan perayaan atas selesainya menara burung perunggu. Lalu kesanalah dia pergi.

Cao-Cao tidak pernah melupakan kekalahannya di Chi BI dan dia terus mencari rencana untuk membalaskan kekalahannya itu. Tetapi dia takut akan gabungan kekuatan Liu Bei dan Sun Quan, dan hal ini membuatnya tidak menggerakan pasukan sampai sekarang.

Pada musim Semi pada tahun ke 15 Jian An atau tahun ke 20 masa pemerintahan kaisar Xian, Menara Burung perunggu telah selesai dibangun dan Cao-Cao mengundang banyak orang untuk merayakan hal ini. Perjamuan diadakan ditepi sungai Zhang. Menara Burung Perunggu itu berada ditengah disisinya ada Menara Naga Giok dan Menara Phoenix Emas. Setiap menara setingg 800 Ci (Sekitar 230 M). Emas dan Giok menghiasi ruangan2x didalam menara itu.

Pada pesta pembukaan, Cao-Cao memakai Helm Emas yang dihiasi intan dan mengenakan Jubah sutra berwarna Hijau, dia memakai ikat pinggang yang berhiaskan Giok. Dikakikan dia mengenakan sepatu bertahtakan Mutiara. Dia duduk ditempat yang tinggi dan para pejabatnya baik sipil maupun militer semua berbaris dibawah teras.

Untuk para pejabat dan jenderal militer diadakan kompetisi memanah dan salah satu prajuritnya membawa sebuah jubah berwarna merah darah terbuat dari sutra sebagai hadiahnya. Sasarannya adalah daun yang jatuh dari sebuah pohon willow. Jaraknya dari tempat sasaran adalah 100 langkah. Para pemanah dibagi menjadi dua kelompok. Yang merupakan keluarga dari Cao-Cao memakai jubah warna merah dan yang lainnya warna Hijau. Mereka semua menggunakan busur dan anak panah yang sama, serta menunggang kuda, Hanya ada satu anak panah saja yang dipergunakan. Mereka harus berdiri disamping kuda mereka dan ketika signal diberikan maka masing-masing berkuda sampai ketempat yang telah ditentukan dan mulai memanah.

Segera setelah signal diberikan, seorang pemuda berjubah merah maju. Dia adalah Cao Xiu, dia berkuda dengan cepat ketempat yang ditentukan. Lalu dia segera menyiapkan panahnya, dan menarik senar busur itu dengan kuat lalu melepaskan panah itu yang tepat mengenai sasarannya.

Bunyi Gong dan genderang perang menyertai keberhasilan itu, mereka semua yang melihatnya terpukau. Dan Cao-Cao yang duduk diatas sangat terkesan.

"Seorang pemuda yang benar-benar hebat !" Kata dia kepada orang disekelilingnya. Dan dia mengirim utusan untuk memanggilnya dan menemuinya untuk menerima hadiahnya.

Tetapi tiba-tiba seseorang berjubah biru keluar dan berteriak, "Akan lebih adil jika seorang yang berasal dari luar keluarga perdana menteri untuk memperebutkan jubah itu. Tidak benar rasanya membiarkan keluarga Perdana menteri memonopoli kontes ini."

Cao-Cao melihat kepada siapakah yang berkata itu, ternyata dia adalah Wen Pin. Beberapa dari pejabatnya berkata, "Mari kita biarkan dia menunjukan kemampuan memanahnya !"

Lalu Wen Pin langsung mengambil anak panahnya dan juga memanah sasaran yang sama dan dia juga kena tepat pada sasaran dan membuat yang melihat terkagum-kagum.

"Cepat, bawakan aku jubah itu !" Teriak Wen Pin.

Tetapi segera dari kelompok yang mengenakan jubah mereka maju lagi seorang penantang dan berteriak, "Bagaimana kau dapat memenangkan sesuatu yang telah dimenangkan ? Tetapi biarlah kuperlihatkan bagaimana akau akan memanah yang akan mengalahkan kedua pemanah sebelumnya."

Dia juga memanah dan panahnya membelah dua panah sebelumnya yang telah menancap dibatang pohon willow itu. Dia adalah Cao Hong, yang sekarang juga mengklaim jubah hadiah itu.

Belum Lagi masalah ini selesai, maju lagi dari kelompok berwarna Hijau seorang penunggang kuda, dia berkata, "Aku tidak melihat ada yang spesial dari panahan kalian bertiga. Lihatlah bagaimana aku akan memanah."

Yang berbicara adalah Zhang He. Dia segera mengendarai kudanya, lalu dia berbalik dan memanah dari belakang dan panahnya mengenai sasaran juga dan membelah panah sebelumnya yang sudah menancap.

Seluruh panah sebenarnya menancap pada sasaran dan semua setuju bahwa ke 4 orang itu adalah yang terhebat dalam panahan.

"AKu pikir jubah itu adalah untukku." Kata Zhang He.

Tetapi sebelum dia selesai berbicara, datang orang ke lima dari kelompok jubah merah dan berteriak, "Kau memanah dengan membelakangi sasaran, tetapi hal itu adalah biasa bagiku. Lihatlah aku akan memanah lebih baik dari kalian semua."

Yang berbicara adalah Xiahou Yuan. Dia segera berkuda kencang sekali dan tanpa menghentikan kudanya kemudian dia membalikan badan dan melepaskan panahnya, Panahnya mengenai Daun yang jatuh dan juga membelah panah yang telah menancap.

Genderang perang dan bunyi gong berbunyi tanda dia tepat sasaran. Xiahou Yuan berkata, "Apakah ini tidak lebih baik dari 4 panah sebelumnya ?"

"Kau berhasil mengenai sasaran bukanlah hal yang hebat. Kau akan melihat aku memenangkan Jubah itu."

Yang berbicara sekarang adalah Xu Huang yang langsung memanah sebuah ranting kecil tempat dimana jubah itu ditaruh. Jaraknya lebih dari 300 langkah dan dia memanahnya tepat sekali, Dia lalu berkuda dan mengambil jubah itu serta memakainya. Dia lalu berkuda mendekat ke menara dan berterima kasih pada Perdana menteri. Tidak ada mereka disana yang tidak memuji keahliannya memanah dan Xu Huang sedang akan berbalik untuk kembali kebarisannya.

Tetapi tiba-tiba seorang berjubah hijau muncul kembali dan berkata, "Mau pergi kemanakah kau dengan jubah itu ? Cepat lepaskan jubah itu dan berikan kepadaku !"

Sekarang mata semua orang melihat kepada Xu Chu yang berbicara itu.

Xu Huang berteriak, "Jubah ini telah berhasil kudapatkan. Apakah kau berani mengambilnya sekarang ?"

Xu Chu tidak menjawab tetapi dia segera memacu kudanya untuk merebut jubah itu. Ketika Xu Chu mendekat, Xu Huang memanah Xu Chu. Tetapi Xu Chu menangkap anak panah itu dengan satu tangannya sementara yang lainnya meraih musuhnya dan melemparkannya dari sadel kudanya. Segera Xu Chu turun dari kudanya dan mereka berdua kemudian berbaku hantam dengan tangan kosong. Cao-Cao mengirim seseorang untuk melerai mereka tetapi tidak ada yang berani. Didalam pertarungan itu, Jubah hadiah itu telah robek2x dan kotor. Cao-Cao memanggil kedua orang itu kehadapannya dan mereka kemudian datang, yang satu menampakan wajah kekesalan, yang lainnya mengeretakan giginya karena marah.

"Jangan kalian perebutkan jubah itu. Aku hanya ingin melihat keberanian dan kemampuan kalian semua. Apalah artinya sebuah jubah, kalian semua adalah yang terbaik." Kata Cao-Cao dengan tersenyum.

Segera Cao-Cao memanggil semua jenderal-jenderal tadi yang telah berkompetisi untuk memperebutkan jubah itu. Dia memberikan mereka masing-masing satu jubah Sutera dari XiChuan yang terkenal itu. Mereka semua berterima kasih atas hadiah ini dan dia memerintahkan mereka untuk duduk ditempatnya masing-masing. Lalu mereka mendengarkan bunyi alunan musik dan tarian. Mereka semua bergembira hari itu.

Cao-Cao melihat sekelilingnya dan berkata," Karena para jenderal sudah berkompetisi dan mempertunjukan kebolehan mereka dan menghibur kita, maka, kalian para pelajar dan sarjana, yang penuh dengan pengetahuan tentu dapat memberikan sedikit puisi pujian dalam acara ini."

"Kami akan menuruti perintah tuan perdana menteri !" Mereka semua menjawab, dan bersujud rendah.

Pada saat itu ada 4 orang yang mempertunjukan kemampuan mereka dalam membuat puisi yaitu Wang Lang, Zhong Yao, Wang Can dan Chen Lin, mereka masing-masing mempersembahkan sebuah puisi. Setiap puisi memuji-muji Cao-Cao.

Ketika Cao-Cao telah selesai mendengarnya, dia tertawa dan berkata, "Kalian, tuan2x, terlalu menyanjungku. Seperti yang kalian semua ketahui aku hanyalah orang biasa-biasa saja yang memulai hidup sebagai sarjana biasa. Dan ketika masa kekacauan dimulai, aku membuatkan diriku tempat tinggal disebuah desa dekat daerah Qiao, dimana aku dapat mempelajari "Musim Semi dan Musim Gugur" dan menghabiskan waktu dengan berburu."

"Tetapi ternyata kau terpilih untuk menduduki jabatan militer kecil yang segera mengubah niat hidupku dan aku menginginkan untuk menghancurkan pemberontak dan menyatukan kembali kekasiaran. Aku berpikir bahwa nantinya aku akan dapat menuliskan pada batu nisanku 'Bangsawan Cao-Cao yang Menghancurkan pemberontakan dibarat', ini adalah hal yang kurasa cukup untuk kerja seumur hidupku. Aku masih mengingat bagaimana aku menghancurkan Dong Zhuo dan mengalahkan pemberontakan Jubah Kuning. Lalu aku berhasil menyingkirkan Yuan Shu dan mengalahkan Lu Bu. Kemudian aku membasmi seluruh keluarga Yuan dan dengan kematian Liu Biao maka aku telah menguasai seluruh kekaisaran."

"Sebagai menteri utama negara, aku telah meraih kehormatan tertinggi dan aku tidak berharap yang lainnya lagi. Jika tidak karena diriku, aku tahu bahwa banyak yang telah mengangkat diri mereka sebagai kaisar atau pangeran. Dan aku jg yakin banyak yang karena melihat kekuasaanku berpikir bahwa aku mempunyai maksud lain yaitu untuk menguasai kekaisaran. Tetapi mereka salah, aku selalu memikirkan kata-kata Confucius mengenai Raja Wen dari Zhou, bahwa dia sangatlah penuh kebajikan dan kata-kata ini telah terpatri di pikiranku. Jika aku dapat, akau ingin pergi kedaerahku dengan gelar sederhana saja sebagai Bangsawan dari WuPing. Tetapi aku tidak dapat, Aku terlalu takut ketika aku menyerahkan kekuasaan militerku maka ada yang datang untuk menyakiti aku. Dan jika aku berhasil dikalahkan, maka negara akan tercerai berai lagi dan aku tdk akan mempertaruhkan keselamatan negara ini hanya karena masalah perbuatan baik dan bersenang-senang saja. Aku katakan hal ini bagi kalian yang tidak mengerti isi hatiku."

Semua orang disana lalu berdiri setelah dia mengucapkan kata-kata ini, Mereka semua memberi hormat dan berkata, "Tidak ada yang dapat menyamaimu, tuan perdana menteri, Tidak juga Raja Muda Zhou atau Menteri Yi Yin."

Setelah itu Cao-Cao meminum banyak cangkir arak dan dia kemudian menjadi mabuk. Dia memerintahkan pelayannya untuk membawakan dia Kuas dan tinta. Dia ingin menulis sebuah puisi.

Tetapi ketika dia baru saja mulai menulis, tiba-tiba ada pelayan masuk dan berkata, "Adipati Wu telah mengirim Hua Xin sebagai utusan dan membawa surat rekomendasi menunjuk Liu Bei sebagai Pelindung kekaisaran Wilayah Jing Zhou. Adik Sun Quan sekarang adalah istri Liu Bei, sementara itu diwilayah sungai Han, sebagian besar dari 9 wilayah Jing Zhou telah berada dibawah Liu Bei."

Cao-Cao segera mengambil surat itu dan dengan tangan bergetar dia ketakutan sehingga menjatuhkan kuasnya kelantai.

Cheng Yu berkata padanya, "Tuan perdana menteri, kau telah berperang melawaan pasukan tak terhingga banyaknya dan telah melewati hujan panah dan batu berulang kali dan tidak pernah kau terluka. Sekarang berita mengenai Liu Bei yang mendapatkan daerah kecil saja telah membuat kau panik begitu rupa."

Cao-Cao menjawab, "Liu Bei adalah naga diantara para manusia. Seumur hidupnya dia belum menemukan kesempatannya, tetapi sekarang dia telah mendapatkan Jing Zhou. Hal ini seperti Naga yang telah terbang kembali keangkasa setelah lama bersembunyi. Ini adalah alasan kekhawatiranku."

"Apakah kau tahu alasan kedatangan Hua Xin ?" Kata Cheng Yu.

"Tidak, aku tidak mengetahuinya." Kata Cao-Cao.

"Liu Bei juga merupakan ketakutan Sun Quan dan Sun Quan akan menyerang Liu Bei jika bukan karena kau. Sun Quan merasa kau akan menyerang dia sementara dia menghancurkan musuhnya. Oleh sebab itu dia berusaha membuat Liu Bei senang dan tidak curiga dan pada saat yang sama membuat kau bersengketa dengan Liu Bei untui dirinya."

Cao-Cao mengangguk, "Tampaknya memang demikan."

Cheng Yu melanjutkan, "Sekarang aku memiliki rencana untuk membuat Sun Quan dan Liu Bei saling menghancurkan satu dgn yang lainnya serta memberimu kesempatan untuk menghancurkan keduanya. Hal ini sangat mudah dilakukan."

"Apa rencanamu ?" Tanya Cao-Cao.

"Yang terbaik didataran selatan adalah Zhou Yu. Singkirkan dia dengan mengangkatnya menjadi gubernur Nan Jun. LaLu Buatlah Cheng Pu menjadi Gubernur di Jiang Xia dan ini akan menyebabkan Kaisar menahan Hua Xin di ibu kota untuk menunggu penempatan jabatan penting. Zhou Yu pasti akan menyerang Liu Bei dan ini akan menjadi kesempatan baik untuk kita. Apakah ini bukan rencana yang baik ?"

"Cheng Yu, kau adalah temanku yang mengerti hatiku."

Segera Cao-Cao memanggil utusan dari dataran selatan dan memberinya banyak2x hadiah. Hari itu adalah hari terakhir perayaan dan Cao-Cao dengan semua staffnya kembali keibu kota. Disana dia mengumumkan pengangkatan Zhou Yu dan Cheng Pu sebagai Gubernur Nan Jun dan Jiang Xia, serta Hua Xin akan diberikan jabatan menteri.

Utusan itu kemudian membawa berita mengenai pengangkatan ini kembali kedaerah selatan dan Zhou Yu serta Cheng Pu menerima pengangkatan ini. Setelah mendapat perintah, Zhou Yu terus berpikir bagaimana membalaskan dendamnya. Dia menulis surat pada Sun Quan dan meminta dia mengirim Lu Su untuk meminta kembali pengembalian daerah Jing Zhou.

Segera Lu Su dipanggil dan tuannya berkata padanya, "Kau adalah penjamin dalam perjanjian peminjaman Jing Zou kepada Liu Bei. Dia sekarang berusaha mengulur-ngulur waktu untuk mengembalikannya dan berapa lama lagi aku harus menunggu ?"

"Perjanjian itu berkata bahwa pengembalian akan dilakukan setelah mereka menguasai Yi Zhou."

Sun Quan lalu berteriak kepadanya, "Ya, Disitu tertulis begitu ! tetapi sejauh ini mereka tidak mengerakan satu orang prajuritpun untuk menyerang. Aku tidak akan menunggu hingga tua sampai hal ini terjadi."

"Aku akan segera pergi dan menanyakannya." Jawab Lu Su.

Lalu dia segera pergi keperahunya dan menuju Jing Zhou.

Sementara itu di Jing Zhou, Liu Bei dan Zhuge Liang sedang mengumpulkan persediaan dari berbagai tempat, mereka jg melatih tentara dan membangun pertahanan. Dari segala penjuru orang-orang datang untuk mengabdi. Kemudian mereka mendengar kedatangan Lu Su dan Liu Bei bertanya pada Zhuge Liang apa yang dipikirkannya.

Zhuge Liang berkata, "Akhir2x ini Sun Quan menulis surat keistana untuk mengangkatmu menjadi pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou. Hal ini dilakukan untuk membuat Cao-Cao takut. Cao-Cao memberikan Zhou Yu jabatan gubernur Nan Jun. Ini pasti dilakukan agar Zhou Yu dapat menyerang kita dan akibatnya dia yang akan memperoleh keuntungan. Kunjungan Lu Su ini artinya Zhou Yu yang telah mendapatkan jabatannya, berharap untuk memaksa kita keluar dari daerah ini."

"Lalu apakah yang harus kita lakukan ?"

"Jika Lu Su mengetengahkan masalah ini, kau dengan segera menangis. Ketika suara tangisanmu makin keras, aku akan muncul dan berbicara kepadanya."

Lalu Lu Su dipersilahkan masuk dan diperlakukan dengan hormat.

Ketika mereka sudah bertuka salam, kedua orang itu duduk. Lu Su berkata, "Tuan, kau sekarang adalah suami dari adik Penguasa Wu, karena itu kau juga adalah Tuanku dan aku tidak berani untuk duduk dihadapanmu."

Liu Bei tertawa, "Kau adalah sahabat lama, kenapa kau sungkan sekali ?"

Lalu Teh pun disediakan dan Lu Su berkata, "Aku datang karena perintah dari tuanku untuk mendiskusikan masalah Jing Zhou. Kau paman kaisar telah berada ditempat ini cukup lama. Sekarang setelah kedua keluarga bersatu dalam pernikahan, maka kau harusnya mengembalikan daerah ini pd tuanku."

Saat ini tiba-tiba Liu Bei menangis.

"Ada masalah apa ?" Tanya Lu Su.

Liu Bei menangis makin keras.

Lalu Zhuge Liang datang dari belakang layar dan berkata, "Aku telah mendengarkan. Tahukah kau kenapa tuanku menangis dengan sangat sedih ?"

"AKu benar-benar tidak tahu."

"Tuanku sedih karena dia tahu harus mengembalikan Jing Zhou setelah dia mendapatkan tanah barat. Tetapi penguasa disana adalah Liu Zhang yang masih merupakan kerabat jauh. Jika tuanku mengerahkan pasukannya kesana, dia khawatir orang-orang akan menyalahkannya dan jika dia menyerahkan tempat ini sebelum dia menemukan tempat yang lainnya maka dimanakah dia akan dapat beristirahat ? Sementara itu ketika dia masih menempati tempat ini maka hak ini akan membuatmu susah. Masalah ini sangat sulit dan itulah sebabnya dia menangis dgn sangat sedih."

Lu Su berusaha menenangkan Liu Bei yang masih menangis dan berkata, "Kau jangan terlalu bersedih, paman Liu. Mari kita dengar apa yang diusulkan Zhuge Liang."

Zhuge Liang berkata, "Aku ingin kau kembali pada tuanmu dan ceritakan semuanya pada dia. Bilang padanya mengenai masalah ini dan bujuklah agar kami dapat tinggal lebih lama lagi disini."

"Tetapi jika dia menolak, lalu bagaimana ?" Tanya Lu Su.

"Bagaimana dia dapat menolak karena dia dan tuanku adalah satu keluarga sekarang ? Aku menunggu kabar gembira darimu." Kata Zhuge Liang.

Lu SU memang benar-benar orang yang sangat baik. Melihat Liu Bei tampak sedih sekali, dia tidak dapat berpikir lain kecuali menyetujui usulan Zhuge Liang. Liu Bei dan Zhuge Liang berterima kasih padanya dan setelah perjamuan makan maka Lu Su kembali kekapalnya dan pergi ke tanah selatan.

Dalam perjalanan pulang dia menemui Zhou Yu di Chaisang dan menceritakan apa yang terjadi padanya.

Tetapi Zhou Yu lalu marah dan berkata, "Temanku, kau telah diperdaya lagi oleh Zhuge Liang. Dahulu Liu Bei ketika Liu Bei masih mengikuti Liu Biao, dia selalu berniat untuk menguasai tanahnya. Menurutmu apakah dia masih memiliki rasa kasihan pada Liu Zhang ? Tetapi aku memiliki rencana yang kupikir Zhuge Liang tidak akan dapat menghindarinya. Hanya saja kau harus melakukan perjalanan lagi."

"Aku akan sangat senang mendengar rencanamu." Kata Lu SU.

"Kau Jangan menemui tuan kita, kembalilah ke Jing Zhou dan katakan pada Liu Bei karena dia dan keluarga Sun sekarang adalah saudara, maka kita akan membantunya merebut daerah barat. Tetapi sebenarnya kita tidak akan melakukan itu, ini hanya sebagai alasan saja sehingga kita dapat menyerang Jing Zhou dan merebutnya disaat mereka tidak siap. Jalan menuju barat harus melewati tempatnya dan kita akan meminta dia menyediakan persediaan. Dia akan datang untuk menyambut kita dan pada saat itu kita akan membunuhnya dan membalaskan dendam. Kita akan melenyapkan kekhawtiran terbesar kita."

Hal ini tampaknya sebuah rencana yang baik menurut Lu Su dan dia lalu kembali ke Jing Zhou. Sebelum menerima dia, Liu Bei membicarakan masalah ini dengan penasehatnya terlebih dahulu.

Kata Zhuge Liang ," Lu Su belum menemui Adipati Wu dan dia baru menemui Zhou Yu di Chaisang. Zhou Yu pasti memiliki rencana dan dia akan membuat kau menyetujui sesuatu. Tetapi, biarkan dia bicara, tuanku. Perhatikan diriku, jika aku mengangguk maka setujuilah semua hal yang diminta."

Lu Su kemudian diperintahkan untuk masuk dan berkata, "Adipati Wu memuji kebijakan mulia dari paman kaisar dan setelah berkonsultasi dengan para staffnya, dia memutuskan akan membatu merebut Daerah barat untuk paman kaisar. Dan setelah selesai maka Jing Zhou dapat ditukar dengan daerah itu tanpa penundaan lagi. Tetapi, ketika pasukan Wu melintas, dia mengharapkan kau untuk menyediakan persediaan yang dibutuhkan."

Zhuge Liang Segera menganggukan kepalanya dan pada saat yang sama Liu Bei berkata, " Kami sangat menghargai kebaikan ini”

"Ketika pasukan Wu tiba disini, kami pasti akan keluar untuk menemui mereka dan menjamu mereka semua." Kata Zhuge Liang.

Lu Su merasa puas dan senang atas kesuksesannya. Dia segera berpamitan dan pergi menuju tanah selatan. Tetapi Liu Bei masih tidak mengerti rencana Zhuge Liang.

"Apakah maksud mereka ?" Tanya Liu Bei.

Penasehatnya tersenyum”Akhir dari Zhou Yu sudah sangat dekat, Siasatnya ini tidak akan dapat untuk membohongi anak kecil sekalipun."

"Kenapa ?"

"Siasat ini disebut 'Meminjam Jalan untuk menghancurkan Tuan Rumah'. Dengan alasan untuk pergi menyerang ke barat, mereka berniat untuk merebut tempat ini. Dan ketika kau keluar untuk menyambut mereka maka mereka akan menangkapmu dan merebut kota ini karena kita tidak siap."

"Dan apakah yang akan kita lakukan." Tanya Liu Bei.

"Jangan Khawatir, tuanku. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyiapakan 'panah tersembunyi untuk membunuh harimau' Tunggulah sampai Zhou Yu tiba. Jika dia tidak terbunuh kali ini maka dia tidak bedanya dengan mati. Aku akan memerintahkan Zhao Yun untuk bersembunyi dan memberinya perintah rahasia."

Dan Liu Bei pun senang.

Lu SU segera kembali pada Zhou Yu dan memberitahukan padanya mengenai semua berjalan dengan lancar dan Liu Bei akan keluar untuk menyambut pasukan.

Zhou Yu lalu tertawa dengan senangnya dan berkata, "Akhirnya ! Sekarang mereka jatuh kedalam perangkapku."

Zhou Yu memerintahkan Lu Su untuk menyiapak surat menginformasikan pada Sun Quan mengenai hal ini dan dia memerintahkan Cheng Pu untuk membawa bala bantuan. Dia sendiri baru saja sembuh dari luka panah dan merasa lebih baikkan. Dia segera mengatur pasukannya dan menunjuk Gan Ning sebagai pemimpin pasukan didepan, Xu Sheng dan Ding Feng sebagai komandan pasukan tengah dan Ling Tong serta Lu Meng menjaga dibelakang. Pasukan itu berjuman 50.000 prajurit. Zhou Yu berada bersama pasukan divisi kedua. Sementara mereka berlayar, dia selalu tersenyum dan berpikir bagaimana akhirnya dia telah mengalahkan Zhuge Liang.

Ketika sampai di Xiakou dia menanyakan, "Apakah tidak ada orang yang datang untuk menyambut pasukan besar ?"

Mereka memberitahu padanya, "Paman kaisar telah mengirim Mi Zhu untuk menyambut kita."

Dan Mi Zhupun dipanggil.

"Bagaimana persiapan persediaan bagi tentara kami ?" Tanya Zhou Yu begitu Mi Zhu tiba.

"Tuanku telah mempersiapkan semuanya."

"Dimanakan paman kaisar ?" Tanya Zhou Yu.

"Dia berada di Jing Zhou, menunggu didepan tembok untuk memberimu secangkir arak."

"Ekspedisi kali ini demi kepentingan tuanmu. Dan ketika pasukan sudah melakukan perjalanan jauh dan menyelesaikan tugasnya maka imbalannya haruslah besar."

Setelah itu Mi Zhu kembali kekotanya, sementara Kapal2x perang dari laut selatan segera mengarungi sungai sampai mereka semua tiba ditepi. Mereka semua melanjutkan perjalanan menuju Jing Zhou. Ketika mereka melintas, mereka melihat dimana-mana suasana sangat tenang. Zhou Yu terus maju menuju Jing Zhou dan setelah dia cukup dekat, mata-mata melaporkan bahwa ada 2 bendera putih berkibat di tembok kota.

Masih belum terlihat siapapun juga dan Zhou Yu mulai curiga. Dia segera naik keatas kudanya dan dengan pasukan kecil berjumlah 3.000 prajuirit bersama Gan Ning, Xu Sheng dan Ding Feng dia melintasi jalan disekitar jing Zhou.

Sedikit demi sedikit tampaklah tembok kota dikejauhan. Tdk ada tanda2x kehidupan disana, Dia lalu mendekati tembok kota dan memerintahkan pasukannya untuk melihat sekeliling.

Lalu seseorang dari atas tembok berkata, "Siapakah yang datang ?"

Prajurit dari Wu berkata, "Kami adalah pasukan dari Zhou Yu. Dia datang membawa pasukan untuk menyerang ke barat."

Segera, terdengar bunyi berisik dan tembok dipenuhi prajurit bersenjata lengkap. Dan dari atas menara tampaklah Zhao Yun yang berkata, "Kenapa kau berada disini jenderal ?"

"Aku akan menyerang kebarat untukmu, Apakah kau tidak mengetahuinya ?"

"Jiang Shi (Instruktur) mengetahui bahwa kau akan menggunakan siasat ini dan dia menempatkan aku disini. Dan tuanku berkata bahwa dia dan penguasa daerah barat adalah berasal dari keluarga yang sama dan bagaimana mungkin dia membiarkamu menyerangnya. Jika kalian orang-orang dari daerah selatan memaksa maka dia akan melawan dengan kekuatan."

Pada saat ini Zhou Yu membalikan kudanya seperti akan pergi. Ketika itu pengintai melaporkan " Ada pasukan bergerak mendekati kita dari ke 4 penjuru. Dipimpin oleh Guan Yu, Zhang Fei, Huang Zhong dan Wei Yan. Jumlahnya tidak diketahui, tetapi suara derap langkahnya telah menguncang langit. Mereka berkata akan menangkap Komandan Pasukan Utama."

Mendengar berita ini Zhou Yu menjadi gelisah luar biasa dan dia kemudian jatuh ketanah dan memuntahkan darah akibat lukanya terbuka lagi. Dia sadar bahwa dia terpedaya lagi oleh rencana Zhuge Liang dan dia sangat marah karenanya.

BAB 57

Zhou Yu yang terperdaya akhirnya menjadi marah dan ketika kemarahannya memuncak, luka lamanya terbuka kembali dan akhirnya dia terjatuh dan pingsan. Pasukannya segera membawanya kembali kekapal mereka setelah lolos dari kepungan pasukan Liu Bei. Dan ketika dia tersadar kembali, para jenderalnya berkata padanya bahwa Zhuge Liang dan Liu Bei terlihat diatas bukit sedang berpesta dan mendengarkan musik. Zhou Yu menjadi geram dan marah.

"Mereka pikir aku tidak bisa mendapatkan Jing Zhou, Aku bersumpah bahwa aku akan mendapatkannya !"

Segera adik Sun Quan yang bernama Sun Hu tiba dan Zhou Yu menceritakan mengenai kekesalannya.

Zhou Yu memerintahkan Sun Hu untuk membawa pasukannya menuju daerah barat. Disana mereka berhenti, pasukan pengintai melaporkan pasukan besar dibawah jenderal-jenderal Liu Bei memblokade perairan sungai. Masalah ini membuat Zhou Yu makin marah.

Pada saat ini datang utusan membawa surat dari Zhuge Liang.

Isi Surat itu memperingatkan Zhou Yu mengenai bahaya dari Cao-Cao yang mengancam akan menyerang daerah Selatan apabila Zhou Yu terus memaksa untuk menyerang barat melalui Jing Zhou.

Surat ini membuat Zhou Yu sangat sedih karena dia sadar bahwa isi surat itu adalah benar adanya. Dan dia menarik napas dalam-dalam lalu meminta pengawalnya untuk membawa Kertas dan tinta. Dia menuliskan sepucuk surat bagi Sun Quan.

Setelah selesai menulis surat, dia mengumpulkan para jenderalnya, "Akut telah berusaha yang terbaik bagi negeri kita, tetapi akhir hayatku sudah didepan mata. Hari-hariku telah dapat dihitung sekarang, Kalian semua harus melanjutkan untuk membantu tuan kita sampai tujuannya tercapai...."

Lalu dia muntah darah lagi dan dari Lukanya darah mengalir keluar.

Lalu akhirnya dia kembali tersadar, dan saat dia memandang langit, dia berkata, "Langit, Mengapa kau menciptakan Zhuge Liang, padahal kau telah melahirkan Zhou Yu ?"

(* "TIEN SHENG YU HE FA LIANG" Kata-kata terkenalnya Zhou Yu artinya "LANGIT MELAHRIKAN (Zhoyu)YU/IKAN MENGAPA MENGIRIM (Zhuge)LIANG/NAGA" )

Segera setelah dia berkata seperti itu Zhou Yu menghembuskan napasnya yang terakhir. Pada saat itu dia berusia 36 tahun.

Setelah kematiannya, para jenderal mengirimkan surat pemberitahuan kepada Sun QUan, yang langsung sedih dan menangis mendengar berita kematian ini. Ketika Sun Quan membuka surat, dia membaca bahwa Zhou Yu menginignkan Lu Su yang menjadi penggantinya.

"Zhou Yu harusnya menjadi penasehat kaisar ! Dia telah meninggalkanku sekarang, terlalu cepat dia pergi. Sekarang kepada siapakah aku harus bergantung ? Tetapi dia telah merekomendasikan Lu Su dan aku akan mengikuti sarannya."

Segera Sun Quan menunjuk Lu SU menjadi Kepala Pemimpin Pasukan Utama. Sun Quan juga mengirimkan peti mati bagi jasad Zhou Yu ke Chaisang.

Dimalam kematian Zhou Yu, Zhuge Liang sedang memandang langit ketika dia melihat sebuah bintang jatuh.

"Zhou Yu telah mati." Kata dia dengan tersenyum.

Pagi harinya dia memberitahu Liu Bei yang segera mengirim orang untuk mencari tahu dan mereka kembali serta mengatakan bahwa Zhou Yu telah meninggal.

"Sekarang apa yang harus kita lakukan ?" Tanya Liu Bei.

"Lu Su akan menggantikannya." Kata Zhuge Liang”Aku telah melihat langit dan disana banyak bintang berkumpul diwilayah tenggara, aku akan pergi kesana. Kematian Zhou Yu akan memberikan alasan bagiku untuk pergi kesana. Aku mungkin akan dapat menemukan orang-orang berbakat untukmu."

"Aku Khawatir jenderal-jenderal dataran selatan akan menyakitimu," Kata Liu Bei.

"Ketika Zhou Yu masih hidup, aku tidak takut. Sekarang setelah dia tiada. Apakah masih ada yang perlu kutakutkan ?"

Walaupun begitu, Zhuge Liang mengajak Zhao Yun sebagai komandan pengawalnya ketika mereka pergi ke Baiqiu. Di jalan mereka mendengar bahwa Lu Su diangkat mengantikan posisi Zhou Yu sebelumnya. Pemakaman Zhou Yu diadakan di Chaisang, Zhuge Liang segera melanjutkan perjalanan kesana dan ketika sampai dia diterima dengan baik oleh Lu Su. Para jenderal dataran selatan sangat geram terhadapnya, tetapi karena ada Zhao Yun mereka tidak berani berbuat macam2x.

Lu Su mengantar Zhuge Liang untuk memberikan penghormatan terakhir, Disana Zhuge Liang menuangkan arak dan bersujud serta mendoakannya.

Zhuge Liang menangis keras sekali dan tampak sangat bersedih atas kematian Zhou Yu ini. Dia bersujud sampai ketanah sementara air mata terus mengalir dari mataya.

Semua yang berdiri disekitar dia berkata, "Orang-orang berkata bohong ketika mengatakan bahwa mereka berdua adalah Musuh."

Dan Lu Su berkata, "Zhuge Liang sebenarnya menyukai Zhou Yu, tetapi Zhou Yu tidak berpikiran cukup terbuka dan selalu menginginkan kematian Zhuge Liang."

Lu Su mengadakan perjamuan untuk Zhuge Liang setelah upacara ini.

Ketika Zhuge Liang akan kembali, tanganya ditarik oleh seorang yang berpakaian pendeta tao yang berkata serta tersenyum, "Pertunjukanmu bagus sekali disana. Untuk datang kemari dan berduka seperti itu sebenarnya sangat menghina seluruh dataran selatan. Itu sama seperti mengatakan bahwa sudah tidak ada lg yang tersisa untuk kau hadapi disana."

Zhuge Liang berbalik dan melihat bahwa dia adalah Pang Tong. Lalu Zhuge Liang balik tertawa dan mereka berdua berjalan bersama sampi keperahu Zhuge Liang, mereka saling bercerita karena telah lama tidak berjumpa.

Sebelum pergi Zhuge Liang berkata padanya, "Aku tidak berpikir Sun Quan akan menggunakan jasamu. Jika kau merasa bahwa kehidupan disini tidak menyenangkanmu, maka kau boleh datang ke Jing Zhou dan membantu tuanku. Dia sangat baik dan juga penuh kebajikan serta tidak akan mengacuhkan segala apa yang telah kau pelajari seumur hidupmu."

Mereka lalu saling berpisah dan Zhuge Liang menuju Jing Zhou.

Lu Su mengirim Peti Mati Zhou Yu ke Wu HU dimana Sun Quan akan memberikan penghormatan terakhirnya.

Zhou Yu memiliki 2 putra yaitu Zhou Xun dan Zhou Yin serta memiliki seorang putri bernama Zhou Ying. Sun Quan memperlakukan mereka dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.

Lu Su merasa bahwa pengangkatan dirinya menggantikan Zhou Yu sangat tidak sesuai dan dia berkata, "Zhou Yu tidak benar dengan merekomendasikan aku, karena aku tidak memiliki kemampuan dan tidak cocok untuk jabatan ini. Tetapi aku dapat merekomendasikan seseorang yang mampu dan memiliki banyak pengetahuan dan jg seorang ahli strategi, dia tidak kalah dengan Guan Zong atau Yue Yi, seseorang yang rencananya sebaik Sun TzU dan Wu Qi. Zhou Yu sering meminta sarannya dan Zhuge Liang percaya kepadanya. Dan dia sekarang berada didaerah kita."

Ini adalah berita mengembirakan bagi Sun Quan yang lalu menanyakan namanya, dan ketika dia mendengar bahwa itu adalah Pang Tong sang Phoenix Muda, dia menjawab, "Ya, Aku mengenal dia dari reputasinya. Biarkan dia datang."

Segera Pang Tong diundang untuk menemui Sun Quan. Sun Quan cukup kecewa atas penampilannya yang tidak mencerminkan bahwa dia seorang yang berbakat.

Sun Quan berkata, "Apa saja yang sudah kau pelajari dan apakah keahlianmu ?"

Pang TOng menjawab, "Seseorang tidak boleh berpikiran sempit, seseorang harus dapat berubah sesuai keadaan."

"Bagaimana jika kau dibandingkan dengan Zhou Yu ?" Tanya Sun Quan.

"Yang kupelajari tidak dapat dibandingkan dengannya, Milikku lebih baik daripadanya."

Sun Quan sangat sayang pada Zhou Yu dan mendengar kata-kata ini dia menjadi sangat tidak menyukai Pang Tong.

Lalu Sun Quan berkata, "Kau boleh pergi, Tuan. Aku akan mengirimkan seseorang ketika aku ada jabatan yang sesuai denganmu."

Pang Tong langsung menarik satu napas panjang dan pergi.

Ketika dai telah pergi, Lu Su berkata," Tuan mengapa kau tidak memberinya perkerjaan."

"Apa gunanya orang itu ? Dia hanyalah salah satu orang gila."

"Dia melakukan jasa pada pertempuran di Chibi, Jika bukan karena dia maka Cao-Cao tidak akan merantai kapal2xnya."

"Itu karena Cao-Cao memang mau merantai kapal2xnya. Tidak ada urusannya dengan orang itu. Aku tidak akan memperkerjakannya dan aku harap kita tidak membahas masalah ini lagi."

Lu Su segera pergi keluar dan menjelaskannya pada Pang Tong bahwa masalah ini bukanlah karena kurangnya rekomendasinya tetapi hanya karena Sun Quan tidak menyukainya saja.

"Aku khawatir kau akan kecewa jika terus berada disini. Tampaknya sudah tidak ada harapan bagimu berada disini."

Tetapi Pang Tong tetap terdiam.

"Dengan bakat hebatmu, Tetai kau pasti akan berhasil kemanapun kau pergi. Kau boleh percaya kata-kataku ini, tetapi kemanakah kau akan pergi ?"

"Aku berpikir untuk mengikuti Cao-Cao" Kata Pang Tong tiba-tiba.

"Hal itu seperti membawa mutiara bersinar kedalam kegelapan. Mengapa kau tidak pergi kepada Liu Bei yang akan memperkerjakanmu dan menempatkanmu dengan sepantasnya ?"

"Sebenarnya aku telah memikirkan hal itu untuk beberapa lama, aku tadi hanya bercanda saja denganmu." Kata Pang Tong.

AKu Akan menuliskan surat untuk Liu Bei. Dan jika kau pergi kepadanya kau harus mengusahakan agar perdamaian terjadi diantara dia dan daerah selatan sehingga kita akan dapat melawan Cao-Cao.

"Hal itu juga adalah keinginanku"

Pang Tong lalu mengambil surat yang dituliskan Lu Su dan segera menuju Jing Zhou. Dia tiba disaat Zhuge Liang sedang melakukan Inspeksi menuju tempat2x lain. Tetapi pengawal di Jing Zhou mempersilahkan dia masuk dan diterima karena memang namanya sudah cukup terkenal.

Ketika Pang Tong masuk, dia memberikan salam seadannya dan tidak menunjukan penghormatan pada Liu Bei ditambah lagi dengan wajahnya yang buruk, hal ini membuat Liu Bei tidak begitu menyukainya.

"Kau telah datang dari jauh, tuan." Kata Liu Bei.

Pada saat ini Pang Tong harusnya menyerahkan surat dari Zhuge Liang dan Lu Su tetapi dia tidak melakukannya.

Dia berkata, "Aku mendengar paman kaisar Liu Bei adalah orang yang baik dan mempersilahkan orang bijak dan mampu untuk mengikutinya."

"Daerah ini cukup damai sekarang dan sayangnya tidak ada jabatan yang kosong. Tetapi di sebelah timur laut ada kota kecil, Lei Yang, yang memerlukan seorang wali kota. Aku dapat menawarkanmu posisi itu sampai aku menemukan jabatan yang lebih cocok."

Pang Tong berpikir bahwa hal ini tidaklah pantas untuk orang dengan kemampuan seperti dirinya. Tetapi Karena temannya tidak ada disana, maka dia tidak dapat melakukan apapun selain menerimanya. Dia segera berpamitan dan pergi ke Lei Yang.

Tetapi ketika dia tiba ditempat barunya, dia tdk menjalankan pemerintahan daerah itu dengan semestinya. Dia setiap hari hanya bermalas-malasan dan minum arak sampai mabuk. Pajak tidak dipungut dan pengadilan tidak dibuka.

Berita mengenai hal ini sampai kepada Liu Bei yang marah dan berkata, "Orang Leher Kaku"(bodoh) ini membuat pemerintahanku jadi kacau."

(*Pernah lihat kan kalo orang cina jaman dahulu baca buku lehernya/kepalanya sambil muter2x. NAh leher kaku artinya orang yang tidak pernah/bisa baca buku atau bodoh karena lehernya kaku ngak pernah diputer-puter.")

Lalu Liu Bei mengirimkan Zhang Fei untuk melakuakn inspeksi mendadak dan mencari ketidakberesan. Tetapi Liu Bei berpikir bahwa Zhang Fei terlalu ceroboh dan dia juga memerintahkan Sun Qian menjadi asistennya.

Segera Zhang Fei tiba di Lei Yang dan ketika mereka diterima oleh pejabat setempat dan disambut rakyat tetapi tidak terlihat wali kota Pang Tong disana.

"Dimanakah Wali Kota ?" Tanya Zhang Fei.

"Sejak dia datang kemari, 100 hari yang lalu, dia tidak pernah mengurusi masalah apapun, tetapi hanya menghabiskan hari-harinya dengan bermabuk-mabukan. Sekarang ini dia sedang tidur di bawah pohon dan belum bangun."

Hal ini membuat Zhang Fei sangat marah dan dia akan segera menhajar Pang Tong tetapi Sun Qian berkata, "Pang Tong adalah orang dengan kemampuan besar, dan adalah salah untuk berurusan dengannya secara tergesa-gesa. Mari kita tanyakan dahulu masalah ini. Jika dia memang bersalahm kita akan menghukumnya."

Lalu mereka segera pergi kebalai kota dan duduk di Ruang Keadilan, mereka segera memerintahkan Wali Kota untuk menghadap. Dia datang dengan pakaian yang compang-camping dan masih dalam pengaruh arak.

"Kakakku berpikir kau adalah orang yang dapat diandalkan dan mengirimmu kemari sebagai wali kota. Berani sekali kau mengacaukan pemerintahan didaerah ini ?"

"Apakah kau pikir aku melakukan hal-hal yang kau bilang itu jenderal ? Masalah apa yang kacau ?"

"Kau telah berada disini selama 100 hari tetapi hanya bermabuk-mabukan saja. Apakah itu bukan berarti kau mengacaukan pemerintahan ?"

"Dimanakah susahnya mengurusi kota kecil seperti ini ? Aku harap kau jendal duduklah terlebih dahului sementara aku membereskan masalah2x ini."

Seger Pang Tong memerintahkan sekertaris membawakan tumpukan kertas2x dan dia menyelesaikan semua masalah itu segera. Lalu mereka juga membawa tumpukan kertas perkara dan memeritahkan penggugat dan tergugat untuk hadir dan ditanyai. Dengan kuas ditangan dan kertas dia menulis-nulis sesuatu seraya mendengarkan permohonan-permohonan mereka. Segera semua masalah perkara berhasil diselesaikan dengan seadil-adilnya dan dia melakukan itu semua tanpa kesalahan. Semua orang puas dan bersujud padanya. Hanya dalan 1/2 hari semua masalah selama 100 hari terselesaikan dan diputuskan.

Setelah selesai, Pang Tong berkata pada Zhang Fei, "Dimanakan kekacauan itu ? Jika aku dapat menghadapi Cao-Cao dan Sun Quan seperti aku membaca kertas2x ini, pikirmu berapa susahnya bagiku mengurusi masalah2x di kota kecil seperti ini ?"

Zhang Fei sangat terkagum-kagum atas kemapuan orang ini, dia bangkit dr tempat duduknya dan berkata, "Kau sungguh hebat, guru. Aku tidak memperlakukanmu dengan cukup hormat tetapi sekarang aku akan merekomendasikanmu kepada kakakku dengan segenap kekuatanku."

Lalu Pang Tong menyerahkan surat Lu Su kepadanya dan memberikannya pada Zhang Fei.

"Kenapa kau tidak memberikan surat ini pada kakakku ketika kau bertemu dia ?" Tanya Zhang Fei.

"Jika aku memiliki kesempatan aku akan melakukan hal itu. Tetapi ini akan tampak seperti aku hanya diterima karena surat rekomendasi itu bukan karena kemampuanku."

Zhang Fei berbalik pada Sun Qian dan berkata, "Kau baru saja menyelamatkan orang bijak untuk kita."

Sun Qian dan Zhang Fei segera meninggalkan tempat itu dan kembali pada Liu Bei serta menceritakan apa yang terjadi.

Liu Bei lalu menyadari kesalahannya dan berkata, "Aku telah salah. Aku telah berlaku tidak adil pada orang terpelajar."

Zhang Fei lalu memberikan surat Lu Su yang diberikan kepada Pang Tong. Liu Bei membaca surat itu yang isinya merekomendasikan Pang Tong dan agar Liu Bei tidak menilai "BUKU DARI SAMPULNYA"

Sementara Liu Bei sedang merasa kecewa karena kesalahan yang dia buat, tiba-tiba Zhuge Liang kembali dari inspeksinya.

Segera Zhuge Liang memasuki ruangan dan pertanyaan pertamanya setelah memberi salam adalah ,"Apakah keadaan Guru Phoenix baik-baik saja ?"

"Dia sedang berada dia Lei Yang. Disana dia hanya bermabuk-mabukan dan mengacuhkan urusan daerah itu." Kata Liu Bei.

Zhuge Liang tertawa dan berkata, "Temanku Pang Tong itu memiliki kemampuan hebat dan 10 x lebih pandai daripada diriku. Aku memberikan dia surat, apakaha dia tidak menyerahkannya padamu ?"

"Sampai hari ini aku baru menerima surat yang diberikan Lu Su padanya. Aku tidak memiliki surat yang kau tuliskan."

"Ketika seseorang dengan kemampuan luar biasa menduduki jabatan rendah, dia akan selalu berpaling pada arak." Kata Zhuge Liang.

"Jika bukan yang dikatakan adikku ini. Aku pasti telah kehilangan seorang bijak yang hebat." Kata Liu Bei.

Dan tanpa membuang Waktu lagi, Dia mengirim Zhang Fei kembali ke Lei Yang untuk meminta Pang Tong pergi ke Jing Zhou. Ketika Dia tiba Liu Bei langsung menyambutnya dan memohon maaf atas kesalahannya. Lalu Pang Tong memberikan surat Zhuge Liang kepadanya. Dimana bunyinya sepert ini.

"SEGERA SETELAH PHOENIX TIBA, DIA HARUS DIBERIKAN JABATAN PENTING."

Liu Bei gembira setelah dia membaca ini dan berkata, "Cermin Air berkata bahwa 2 orang, Naga Tidur dan Phoenix muda, siapapun yang mendapatkan bantuan mereka maka akan dapat merestorasi kekaisaran. Sekarang karena aku telah memiliki mereka berdua, tentu Han akan memperoleh kembali kejayaanya.

Lalu dia menunjuk Pang Tong sebagai "FU JIANG SHI" (Wakil Instruktur) dan Jenderal Utama, kedua ahli strategi itu mulai melatih pasukan untuk menguasai daerah barat.

Berita mengenai apa yang terjadi mencapai ibu kota Xu Chang. Dan Cao-Cao diberitahu bahwa kedua ahli strategi Liu Bei sedang melatih tentara dan mengumpulkan persediaan. Dan Cao-Cao tahu bahwa dia akan diserang cepat atau lambat. Lalu dia mengumpulkan semua ahli strateginya untuk mengadakan rapat membahas masalah ini.

Kata Xun Yu, "Sun Quan haruslah pertama diserang, karena kematian Zhou Yu, jenderal paling hebat dari tanah selatan. Liu Bei akan menyusul berikutnya."

Cao-Cao menjawab, "Jika aku pergi menyerang selatan. Ma Teng akan segera menyerang ibu kota."

Xun Yu berkata," Jika begitu, maka kita berikan Ma Teng gelar 'JENDERAL YANG MENGUASAI SELATAN' (NAN KE JIANG JUN) dan kirim dia untuk menyerang dataran selatan. Dengan itu kita dapat mengundangnya ke ibukota dan menyingkirkannya. Lalu kau dapat bergera ke selatan tanpa takut."

Cao-Cao Setuju dan segera Ma Teng diminta datang dari Xi Liang, sebuah daerah perbatasan di barat laut.

Ma Teng adalah keturunan dari jenderal terkenal Ma Yuan, Jenderal yang menenangkan ombak (ZHEN YA TAO JIANG JUN). Ayah Ma Teng bernama Ma Sui yang menjadi Wali Kota di Tian Shui dimasa kaisar Huan, tetapi dia kehilangan daerah itu dan pergi kedaerah barat dimana dia hidup diantara orang-orang suku Qiang yang akhirnya menjadi salah satu istrinya. Istrinya itu melahirkan seorang putra baginya yang diberi nama Ma Teng. Ma Teng memiliki tubuh lebih tinggi dari pada orang umumnya dan juga memiliki wajah seorang pemberani. Dia memiliki kekuatan cukup besar dan popularitasnya cukup terkenal. Tetapi pada jaman kaisara Ling, Suku Qiang membuat keributan dan Ma Teng mengumpulkan kekuatan dan meredam pemberontakan suku Qiang. Untuk Jasa ini dia diberi gelar 'Jenderal yang Menenangkan Barat' (PING XI JIANG JUN). Dia dan Han Sui, yang juga bergelar 'JENDERAL YANG MENJAGA BARAT' (SHOU XI JIANG JUN) adalah saudara angkat.

Setelah menerima perintah pergi keibu kota. Ma Teng membawa anak tertuannya, Ma Chao dan menceritakan mengenai masa lalunya.

"Ketika Dong Cheng mendapat titah rahasia dari kaisar, kami membentuk suatu kelompok yang dimana Liu Bei juga menjadi salah satunya untuk bersumpah menumpas pemberontakan. Tetapi kami belum berhasil menumpas pemberontakan itu karena Dong Cheng dihukum mati dan aku melarikan diri kebarat. Aku mendengar sekarang Liu Bei berada di Jing Zhou dan aku ingin bersama dengan dia menjalankan rencana yang telah lama tertunda ini. Tetapi sekarang aku dipanggil menghadap keistana oleh Cao-Cao. Apakah yang harus kulakukan ?"

Ma Chao menjawab, "Cao-Cao memiliki titah kaisar untuk memanggilmu. Jika kau tidak pergi artinya kau melanggar titah kaisar dan kau akan dijatuhi hukuman. Lebih baik kita menuruti perintah ini sehingga kita dapat pergi ke ibu kota dan menjalankan rencana untuk menumpas pemberontakan."

Tetapi keponakan Ma Teng yang bernama Ma Dai menolak rencana ini.

"Cao-Cao banyak siasatnya. Jika kau pergi, paman, aku khawatir kau akan celaka."

"Biarkan aku memimpin tentara menyerang Ibu Kota, Tidak dapatkah kita membersihkan kekaisaran ini dari segala kejahatan ?" Kata Ma Chao.

Tetapi ayahnya berkata, "Kau harus memimpin suku Qiang untuk menjaga daerah ini. Aku akan membawa serta kedua adikmu dan juga sepupumu. Ketika Cao-Cao mengetahui bahwa kau memimpin suku Qiang dan Han Sui siap untuk membantu, dia pasti akan berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu padaku."

"Ayah, jika kau harus pergi, hati2xlah dan Jangan masuk kedalam kota karena kau tidak tahu rencana busuk apa lagi yang akan dijalankannya."

"Aku pasti akan berhati-hati, jadi kau jgnlah terlalu khawatir." Kata ayahnya.

Perintah untuk berangkat segera dikeluarkan. Ma Teng membawa 5.000 prajurit bersama dua anaknya, Ma Xiu dan Ma Tie sebagai pemimpin didepan dan Ma Dai sebagai panglima pasukan belakang. Mereka berangkat segera menuju Ibu Kota. Kira2x 15 Li jauhnya dari Xu Chang mereka berkemah.

Ketika Cao-Cao mendengar kedatangan Ma Teng dia segera memanggil menteri Huang Kui dan berkata padanya, "Ma Teng akan dikirim untuk menyerang selatan dan aku akan mengirimmu sebagai penasehat. Kau pertama harus pergi kekemahnya dan sampakan salamku atas kedatangannya dan katakan Xiliang itu sungguh jauh dan transportasi sulit. Dia tidak perlu membawa banyak2x tentaranya. Aku akan mengirim pasukan besar. Juga katakan padanya untuk segera datang menghadap Kaisar. Aku akan membawakannya persediaan."

Dengan instruksi ini Huang Kui bertemu Ma Teng. Dia membawa arak dan makanan untuk menjamu Ma Teng.

"Ayahku tewas ditangan Li Jue dan Guo Si dan aku selalu ingin membalas dendam. Sekarang ada pemberontak lain yang menyusahkan Kaisar kita."

"Siapakah dia ?" Tanya Ma Teng.

"Dia adalah Cao-Cao tentunya. Apakah kau tidak mengetahuinya ?"

Ma Teng cukup berhati-hati. Dia berpikir mungkin kata-kata ini adalah jebakan untuknya, jadi dia berpura-pura terkejut dan meminta tamunya untuk berhati-hati karena mungkin ada yang mendengar.

Tetapi Huang Kui tidak perduli dan berteriak, "Jadi apakah kau telah melupakan titah rahasia kaisar ?"

Ma Teng mulai melihat bahwa Huang Kui jujur dan kemudian dia meminta para prajurit dan pengawal disana pergi.

"Cao-Cao menginingkanmu untuk datang menghadap. Tidak ada maksud baik darinya. Kau lebih baik tidak pergi." Kata Huang Kui”Pimpinlah pasukanmu mendekat kekota dan ketika Cao-Cao datang dan memeriksa mereka, bunuhlah dia."

Kedua orang itu memutuskan sebuah rencana.

Kemudian Huang Kui pulang kerumahnya dan ketika istrinya, Lady Zhi melihatnya marah, dia bertanya ada apa. Tetapi Huang Kui tidak mengatakan apapun. Walaupun begitu Huang Kui memiliki selir yang bernama, Li Chung Xiang dan kebetulan dia memiliki "hubungan" dengan adik dari Lady Zhi yang bernama Miao Ze yang sangat ingin menikahinya. Selir itu juga melihat ketidak senangan tuannya itu, bertanya pada Miao Ze yang memberitahunya bahwa dia dapat mengetahui penyebabnya.

"Tanyakan padanya siapakan yang benar antara Liu Bei dan Cao-Cao ? Siapakah yang jahat." Saran Miao Ze.

Malam itu Huang Kui pergi ke tempat selirnya dan dia kemudian menanyakan pertanyaan yang disiapkan oleh selingkuhannya itu.

Huang Kui yang agak mabuk berkata, "Kau bukanlah pejabat, tentu tidak mengetahui yang baik dan yang salah seperti aku. Musuh ku dan orang yang akan ku bunuh adalah Cao-Cao."

"Tetapi kenapa? dan jika kau ingin membunuhnya, kenapa kau tidak melakukan sesuatu ?" Kata dia.

"Aku telah melakukan sesuatu. Aku telah berencana dengan jenderal Ma Teng untuk membunuh Cao-Cao saat Cao-Cao datang memeriksa pasukan."

Li Chun Xiang memberitahu Miao Ze mengenai hal ini dan dia segera memberitahu pada Cao-Cao. Cao-Cao lalu membuat rencana unuk mengalahkan siasat ini. Dia memanggil jenderal-jenderal kepercayaanya dan memerintahkan mereka agar esok hari mereak menangkap Huang Kui dan seisi rumahnya.

Keesokan harinya, sesuai rencana, Ma Teng dan Pasukan dari barat mendekat ke tembok kota dan diantara bendera dan panji perang dia mengenali Perdana menteri berada disana, segera dia tau bahwa Cao-Cao akan memeriksa pasukannya.

Lalu Ma Teng maju kedepan dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan. Bunyi ini adalah signal serangan dan dari munculah pasukan dari 4 arah mata angin. Dari kanan oleh Xu Chu, dari Kiri oleh Xiahou Yuan dari depan oleh Cao Hong dan dari belakang oleh Xu Huang. Pasukan Ma Teng cukup terdesak. Ma Teng tahu bahwa dia masuk dalam jebakan, dia berserta kedua anaknya bertarung mati-matian untuk meloloskan diri dari kepungan musuh. Anak termudanya, Ma Tie segera roboh setelah tertancap puluhan panah dibadannya. Ma Teng dan anaknya segera mencari jalan keluar, tetapi dia tidak menemukan celah. Segera keduanya terluka parah dan ketika kudanya jatuh karena luka akibat panah, keduanyapun tertangkap.

Ma Teng, Ma Xiu dan Huang Kui segera dibawa kehadapan Cao-Cao. Huang Kui memprotes ketidak bersalahannya. Cao-Cao lalu memanggil Miao Ze sebagai saksi.

"Orang bodoh ini telah menghancurkan semua rencanaku !" Teriak Ma Teng pada Huang Kui”Sekarang aku tidak dapat membunuh pemberontak dan membersihkan kekaisaran. Tetapi ini mungkin kehendak langit !"

Ma Teng dan Ma Xiu segera dibawa keluar dan dihukum Mati. Huang Kui juga kemudian dihukum mati ditempat. Ma Teng terus melontarkan hujatan sebelum akhirnya dipenggal.

"Aku hanya menginginkan Li Chun Xiang sebagai hadiahku dan tidak yang lainnya," Kata Miao Ze.

Cao-Cao tersenyum dan berkata, "Untuk wanita itu kau telah membawa bencana pada seisi rumah. Apa gunanya aku membiarkan orang sepertimu hidup ?"

Lalu Cao-Cao memerintahkan agar algojo juga menghukum Miao Ze dan wanita itu dengan dipenggal berserta seluruh isi rumah Huang kui. Semua yang melihat hal ini sangat ketakutan dan menarik napas dlaam2x karena kekejaman Cao-Cao.

Cao-Cao tidak berniat untuk membuat seluruh suku Qiang di Xiliang dendam padanya, maka dia berkata pada mereka, "Pengkhianatan ini dilakukan pemimpinmu bukanlah oleh kalian."

Walaupun begitu, dia mengirim orang2nxya pergi menjaga perbatasan agar Ma Dai tidak lolos. Ma Dai yang memimpin pasukan dibelakang di tinggal dikemah. Dia mendengar berita kekalahan pamannya itu dan hal ini menyebabkan dia ketakutan. Dia lalu meninggalkan kemah dan menyamar sebagai pedagang.

Setelah membunuh Ma Teng, Cao-Cao memerintahkan ekspedisi ke selatan. Tetapi datang berita mengenai persiapan militer Liu Bei yang tujuannya adalah daerah Yi Zhou dibarat.

Hal ini membuat Cao-Cao khawatir dan berkata, "Sayap Burung itu akan tumbuh penuh apabila dia mendapatkan Yi ZHou"

Ketika Cao-Cao memaparkan permasalahan ini, dari antara para penasehatnya muncul seseorang yang berkata, "Aku mengetahui cara mencegah Liu Bei dan Sun Quan membantu satu sama lain, dan akhirnya selatan dan barat akan menjadi milikmu."

BAB 58

"Apa Saran baik yang kau miliki, Chen Qun ?" Tanya Cao-Cao kepada pejabat sipilnya itu.

Chen Qun menjawab, "Kedua musuhmu, Liu Bei dan Sun Quan sekarang telah bersatu dan saling melindungi. Tetapi Liu Bei menginginkan tanah barat dan jika kau, tuan perdana menteri, mengirim pasukan menyerang Sun Quan maka Sun Quan pasti akan meminta bantuan dari Liu Bei. Tetapi Jika Liu Bei menolak maka Kita dapat menghancurkan Sun Quan, dan jika Liu Bei menyetujui maka dia tidak akan dapat membagi pasukannya untuk menyerang kebarat."

"Hal itu adalah apa yang ada dipikiranku." Balas Cao-Cao.

Lalu pasukan berjumlah 300.000 prajurit dipersiapkan menuju Selatan. Zhang Liao yang berada di He Fei dipilih untuk menjadi komandannya.

Sun Quan segera mendengar hal ini dan memanggil para penasehatnya.

Didalam rapat itu Zhang Zhao berkata, "Mari kita kirim Lu Su untuk memintanya menemui Liu Bei. Mereka adalah teman baik dan Liu Bei pasti akan menyetujui permohonan bantuan ini. Dengan bantuan Liu Bei maka kita tidak perlu khawatir mengenai keamanan daerah ini."

Sun Quan mengikuti saran itu dan Lu Su menulis sebuah surat untuk dikirimkan pada Liu Bei. Segera setelah surat itu sampai dan dibaca oleh Liu Bei, utusan yang membawa surat itu diminta untuk tinggal sejenak sementara Liu Bei menunggu kepulangan Zhuge Liang dari Nanjun. Segera setelah Zhuge Liang tiba, Liu Bei menunjukan surat itu.

Lalu Zhuge Liang berkata, "Tidak diperlukan satu prajuritpun untuk bergerak, dan juga kita tidak perlu mengirim bantuan apapun juga. Aku dapat mencegah Cao-Cao untuk berani melihat ke daerah selatan ini."

Lalu Zhuge Liang menulis surat balasan pada Lu Su yang memberitahunya bahwa dia tidak perlu khawatir dan tenang saja karena pasukan dari utara akan mundur dengan segera.

Surat itu diberikan pada utusan itu dan Liu Bei bertanya pada penasehatnya, "Bagaimana kau mau memukul mundur pasukan berjumlah 300.000 prajurit ?"

Zhuge Liang menjawab, "Ketakutan Cao-Cao sekarang adalah Xiliang. Dia baru saja membunuh Ma Teng dan anakya, dan rakyat Xiliang sedang marah besar. Sekarang kau harus menulis surat dan meminta Ma Caho segera bergerak melalui benteng perbatasan dan Cao-Cao tidak akan dapat menggerakan pasukannya ke selatan."

Surat itu kemudian dituliskan dan dikirim segera.

Sekarang Ma Chao berada di Xiliang. Pada suatu malam didalam mimpinya dia melihat dirinya terbang diatas dataran salju dan banyak harimau mengejar dan ingin memakannya. Dia terbangun ketakutan dan mulai berpikir apakah arti mimpi itu. Karena gagal mengerti arti mimpinya, dia menceritakan mimpinya pada para bawahannya. Salah satu itu yang bisa mengartikannya dan berkata bahwa itu adalah pertanda buruk adalah jenderal Pang De.

"Apakah pendapatmu ini ?" Tanya Ma Chao.

"Bertemu dengan macan pada dataran salju adalah pertanda buruk. Aku yakin ayahmu mengalami masalah diibu kota."

Dan pada saat itu segera masuk seorang yang sangat tergesa-gesa dan langsung sujud ketanah, menangis dan berteriak, "Paman dan anak-anaknya telah tewas !"

Dia adalah Ma Dai, keponakan Ma Teng dan dia menceritakan kisah itu, "Paman Ma Teng dan Huang Kui berencana membunuh Cao-Cao, tetapi rencana itu terbongkar. Ma Tie tewas dimedan pertempuran dan Paman Ma Teng serta Ma Xiu dihukum mati di pasar, aku kabur dan menyamar sebagai pedagang."

Ma Chao segera berlutut dan menangis, dia lalu marah besar kepada Cao-Cao.

Segera utusan tiba membawa surat dari Liu Bei yang isinya meminta Ma Chao untuk membalaskan dendam ayahnya dan menggerakan tentara dan Liu Bei akan memotong jalan mundur Cao-Cao.

Lalu Ma Chao segera menulis surat balasan yang diserahkan pada utusan itu.

Pasukan Xiliang kemudian di kumpulkan, Infantri, kavaleri, pemanah dan lain2x semua disiapkan. Tepat sehari sebelum hari keberangkatan yang ditentukan, Pelindung kekaisaran wilayah Xi Zhou, Han Sui, menemui Ma Chao yang menunjukan padanya bahwa Cao-Cao menjanjikan gelar Bangsawan Xiliang sebagai imbalan untuk mengirim Ma Chao ke ibu kota sebagai tawanan.

"Ikatlah kami berdua, paman dan kirim kami segera ! Kau tidak perlu menggerakan satu prajuritpun." Kata Ma Chao.

Tetapi Han Sui berkata, "Ayahmu dan aku telah saling mengangkat saudara. Pikirmu aku akan mencelakakan kamu ? Aku akan siap membantumu jika kau mau membalaskan dendam ayahmu."

Ma Chao lalu berterima kasih padanya. Han Sui lalu membawa pasukannya dalam 8 divisi yang dipimpin oleh 8 jenderal yaitu Yang Qiu, Cheng Yin, Hou Xuan, Liang Xing, Cheng Yi, Li Kan, Ma Wan dan Zhang Han. Ma Chao hanya mempunyai dua jenderal yaitu Pang De dan Ma Dai. Total kekuatan dari kedua pasukan adalah 200.000 prajurit yang segera akan bergerak menuju Chang An.

Gubernur kota itu adalah Zhong Yao. Segera setelah dia mendengar mengenai serangan dari Xiliang, dia mengirim berita pada Cao-Cao dan segera menyiapkan pertahanan. Dia memimpin pasukannya keluar kota dan mengatur formasi mereka.

Ma Dai dengan 15.000 prajurit tiba pertama kali didaerah itu, Pasukannya tiba diperbatasan seperti air bah yang menerjang bumi. Zhong Yao lalu memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang tetapi Pasukan Ma Dai yang seluruhnya adalah pasukan berkuda dapat dengan mudah mendesak pasukan Zhong Yao dan terpaksa mereka mundur. Segera pasukan utama Ma Chao tiba dan mereka mengelilingi kota yang dimana dipertahankan mati-matian oleh Zhong Yao.

Chang An adalah ibukota Han Barat, oleh sebab itu kota itu memiliki tembok yang tebal dan parit2x yang dalam. Pasukan Ma Chao mengepung kota itu selama 10 hari dan tidak berhasil untuk menembusnya. Lalu Pang De mengusulkan sebuah rencana.

"Karena tanah disekitar kota ini sangat tandus dan airnya juga terasa pahit, orang-orang didalam kota pasti memiliki cara untuk keluar dari kota untuk mencari persediaan dari tempat lain. Lebih lagi mereka tidak memiliki persediaan, 10 hari pengepungan pasti telah menghabiskan persediaan didalam kota, oleh sebab itu jika kita tenang untuk sementara waktu kita akan dapat merebut kota tanpa menggerakan jari."

"Rencanamu tampaknya bagus sekali." Kata Ma Chao.

Segera perintah dikirimkan kepada setiap divisi untuk tidak menyerang tembok kota, dan Ma Chao memerintahkan pasukannya untuk menutup jalan2x keluar dari kota. Keesokan harinya Zhang Yao naik keatas tembok kota untuk melihat kesekelilingnya dan melihat bahwa para pengepung suda pergi. Dia mencurigai adanya siasat dan dia mengirim mata-mata untuk mencari tahu. Mata-mata itu kembali dan berkata bahwa pasukan Ma Chao telah mundur jauh. Segera dia merasa sangat lega dan mengijinkan prajurit atau penduduk sipil untuk keluar dari kota dan memotong kayu serta membawa air dan sebagainya untuk mengisi persediaan didalam kota. Gerbang kota kemudian dibuka lebar2x dan banyak orang berlalu lalang disana.

Hal ini berlangsung 5 hari dan mereka mendengar bahwa pasukan Ma Chao telah kembali. Segera semua orang menjadi panik. Orang-orang segera berlarian kedalam kota dan gerbang kota sekali lagi ditutup.

Komandan dari gerbang barat adalah Zhong Jing, adik dari Zhong Yao. Kira2x pada tengah malam, obor terlihat menyala dari dalam gerbang dan ketika Zhong Jing keluar untuk melihat apa yang terjadi tiba-tiba seseorang berkuda kehadapannya dan menebasnya dengan pedang.

Pada saat yang bersamaan si penyerang itu berteriak, "Aku Pang De ada disini !"

Zhong Jing yang kaget tidak dapat menahan seragannya dan dia segera terbunuh. Penjaga gerbang itu telah disingkirkan dan gerbang pun dibuka. Kemudian pasukan Ma Chao dan Han Sui masuk kedalam kota . Zhong Yao berhasil melarikan diri melalui gerbang timur dan meninggalkan daerah itu, dia segera sampai di Benteng Tong dimana dia disana mempersiapkan pertahanan dan mengirim berita kekalahan ini pada Cao-Cao.

Cao-Cao segera membatalkan semua rencana menyerang selatan setelah Chang An direbut.

Dia segera memberi perintah, "Cao Hong dan Xu Huang bawalah 10.000 prajurit menuju Benteng Tong untuk untuk membantu Zhong Yao. Kalian harus mempertahankan benteng itu dengan segala cara untuk 10 hari atau

kalian akan membayarnya dengan kepala kalian. Setelah 10 hari, benteng itu bukan lagi urusan kalian karena aku akan berada disana dengan pasukan utama."

Cao Ren berkata, "Cao Hong memiliki emosi tidak terkendali dan tidak cocok untuk menjaga benteng. Apapun dapat terjadi kalau dia yang ditugaskan."

Cao-Cao menjawab," Kau akan membawa pasukan untuk membantunya."

Cao Hong dan Xu Huang segera pergi ke benteng Tong dan mengambil alih pimpinan dari tangan Zhong Yao. Mereka segera mengatur pertahanan dan walaupun Ma Chao datang setiap hari dan memaki-maki mereka dengan mengatai 3 generasi Cao-Cao, mereka tetap diam dan tidak keluar menyerang. Tetapi Cao Hong terus merasa kesal setiap hari mendengar makian itu dan ingin memimpin pasukan keluar. Tetapi Xu Huang melarangnya.

"Ma Chao hanya ingin untuk membuatmu marah dan keluar menyerang. Tetapi Ingatlah perintah kita. Jangan kau pergi. Perdana menteri punyai rencana baik atas hal ini."

Tetapi nasihat itu sungguh sulit untuk diikuti karena pasukan Ma Chao bergantian menghina mereka yang bertahan, pasukan Ma Chao melakukan itu pagi sampai malam dan Xu Huang menemukan makin sulit untuk membendung emosi Cao Hong.

hal ini berlangsung sampai hari ke 9. Kemudian pasukan bertahan melihat bahwa musuh telah mengistirahatkan kuda mereka dan mereak semua berbaring di padang rumput dan tidur karena kecapaian.

Segera Cao hong memerintahkan untuk menyiapkan kudanya, dia membawa 3.000 prajurit berkuda dan segera pasukan kecil ini menyerang para pengepung yang sedang tidak siap itu. Pasukan Ma Chao itu segera mundur dan meninggalkan kuda mereka dan membuang senjata mereka. Cao Hong tidak dapat menahan diri untuk tidak mengejar dan membantai mereka.

Pada saat ini Xu Huang sedang berada di tempat lain mengawal beras dan makanan lainnya. Tetapi ketika dia mendengar bahwa Cao Hong keluar dari benteng, dia segera memerintahkan pasukannya untuk segera pergi menyelamatkannya. Dia berteriak pada Cao Hong untuk kembali.

Tiba-tiba ada suara teriakan dari sekitar Xu Huang dan munculah Ma Dai untuk menyerang. Cao Hong dan Xu Huang akan mundur kembali tetapi tiba-tiba genderang perang bergemuruh dan kedua pasukan dipimpin oleh Ma Chao dan Pang De muncul dari belakang bukit. Lalu peperanganpun terjadi dan pasukan Cao hong terdesak. Pasukan Xu Huang jg dengan cepat berguguran. Musuh mendekati mereka dengan cepat dan mereka terpaksa harus meninggalkakn tempat itu dan kabur kemanapun mereka bisa.

Pang De mengejar Cao Hong, Tetapi Cao Ren datang untuk membantunya dan mereka berdua mundur. Ma Chao dan Pang De menguasai benteng Tong itu akhirnya

Cao Hong segera pergi menemui Cao-Cao untuk memberitakan kekalahannya ini.

"Ketika aku memberikan kau waktu 10 hari, mengapa kau meninggalkan benteng itu pada hari yang ke 9 ?"

"Pasukan dari Xiliang setiap hari menghina kamu dan ketika aku kira mereka sedang tidak siap, aku mengambil kesempatan. Tetapi akhirnya aku menjadi korban siasat mereka."

"Kau masih terlalu hijau dan tidak sabaran. Tetapi Xu huang, kau harusnya lebih tahu mengenai hal ini."

Xu Huang berkata, "Dia tidak mendengarkan walaupun aku telah memberitahunya berulang kali. dan ketika aku sedang mengambil persediaan, mereka berkata padaku bahwa dia telah keluar menyerang. Aku langsung merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan aku segera mengejarnya tetapi semua telah terlambat."

Cao-Cao merasa marah dan memerintahakn Cao Hong dihukum mati. Tetapi para rekan-rekannya sesama jenderal memohon ampunan karena dia telah mengakui kesalahannya, dia dibiarkan pergi bebas dan tidak dihukum.

Cao-Cao segera memajukan pasukannya ke benteng Tong.

Cao Ren berkata, "kita harus membangun pertahanan yang kuat sebelum menyerang."

Lalu pohon2x ditebang dan mereka membuat sebuah perkemahan besar. Cao Ren disisi kiri, Xiahou Yuan dikanan dan Cao-Cao berada ditengah.

Segera, Cao-Cao dan seluruh pasuknnya menyerang benteng itu. Mereka lari menyerbu pasukan Xi LIang yang diposisiklan di dua tempat. Cao-Cao berkuda ketengah untuk melihat lawannya.

Dia melihat dihadapannya pasukan besar yang gagah dengan setiap prajuritnya tampak seperti seorang pendekar. Dan pemimpinnya, Ma Chao adalah yang tergagah. Dengan mukanya yang tampan dan badannya yang kekar dia memakai jubah perang serta membawa tombak. Suaranya sungguh dalam dan menggambarkan kekuatannya. Pang De dan Ma Dai berada disisinya. Cao-Cao sangat mengngagumi Ma Chao didalam hatinya.

Cao-Cao lalui berteriak pada Ma Chao, "Kenapa kau melawan Han yang ayahmu dan kakekmu layani dengan sepenuh hati ?"

Ma Chao langsung marah dan memaki Cao-Cao, "Pemberontak ! pengkhianat terhadap kaisar dan rakyat ! pembunuh ayah dan adik2xku ! Dendamku padamu harus dibalaskan. Langit Yang sama tidak dapat lagi berada diatas kita berdua, karena aku akan menangkapmu dan memuaskan nafsuku dengan dagingmu."

(*PU GONG TAI TIAN artinya TIDAK DAPAT DINAUNGI LANGIT YANG SAMA. KATA-KATA INI SERING DIPAKAI SAMPAI SAAT INI UNTUK MENYATAKAN BAHWA SALAH SATU HARUS MATI.)

Setelah berkata seperti itu, dia mengambil tombaknya dan segera berkuda menuju Cao-Cao. Tetapi Yu Jin segera muncul dari belakang Cao-Cao dan menahannya. Kedua orang itu bertarung 50 jurus dan Yu Jin akhirnya kabur. Zhang He lalu mengantikan tempat Yu Jin dan kedua jenderal itu bertukar 20 jurus dan Zhang He pun lalu kewalahan dan harus mundur.

Kemudian datang Li Tong, Ma Chao yang sedang bersemangat segera menerjang Li Tong dan langsung membunuhnya, tombaknya menembus tubuh Ling Tong tepat di perutnya. Lalu Ma Chao mengankat mayat Ling Tong dengan tombak masih menancap ditubuhnya dan membuangnya ketanah. Ini adalah tanda bagi pasukannya untuk menyerbu maju. Ma Dai dan Pang De segera maju mengikuti Ma Chao dan mereka berusaha mengejar Cao-Cao.

Cao-Cao mendengar para pasukan musuh dibelakangnya berteriak satu dengan yang lainnya, "Cao-Cao yang memakai baju merah !"

Lalu dia merobek baju depannya dan para pengejar itu berkata, "Cao-Cao yang memiliki janggut panjang !"

Segera Cao-Cao mengambil pedang dan memotong janggutnya. Lalu dia mengambil bendera dan membuatnya menjadi penutup kepala dan dia terus pergi melarikan diri.

Cao-Cao lalu telah menjauh dari daerah pertempuran dan dia sekarang merasa lebih tenang. Lalu lagi suara langkah kuda terdengar olehnya dan dia melihat keselilingnya dan menemukan bahwa Ma Chao telah cukup dekat. Dia dan orang disekitarnya sekarang menjadi panik dan mereka semua berlarian menyelamatkan diri tidak perduli dengan nasib tuannya.

"Cao-Cao, kau Jangan kabur !" Teriak Ma Chao ketika mendekat.

Cao-Cao yang kehilangan pecutnya tidak dapat mempercepat kudanya, dan ketika Ma Chao mendekat dan bersiap melemparkan tombaknya, Cao-Cao melihat sebuah pohon dan dia tiba-tiba berubah arah ketika sampai dibelakang pohon itu, Ma Chao yang telah melepaskan tombaknya akhirnya salah sasaran dan tombaknya menancap di pohon itu. Karena tombakan Ma Chao sangat kuat maka tombaknya menancap terlalu dalam dan sulit untuk dicabut hal ini memberikan Cao-Cao keuntungan, walaupun tidak menghentikan pengejaran terhadap dirinya. Ma Chao segera menggunakan tenaga besarnya untuk melepaskan tombaknya yang langsung menghancurkan pohon itu. Kemudian dia segera mengejar Cao-Cao kembali.

Segera setelah mereka mendekati tebing sebuah bukit, Seorang jenderal pemberani segera muncul dan berteriak, "Jangan sakiti tuanku !"

Orang itu adalah Cao Hong dan dia segera menuju Ma Chao sambil mengibas-ngibaskan pedangnya. Ma Chao segera berhenti dan menghadapi dia. Dan Hal ini menyelamatkan nyawa Cao-Cao. Cao Hong dan Ma Chao bertarung sekitar 100 jurus sampai akhirnya Cao Hong kelelahan dan serangannya sudah tidak terarah. Dan ketika itu, Xiahou Yuan datang denan 30 prajurit berkuda, Ma Chao melihat bahwa posisinya tdk menguntungkan segera mundur.

Lalu Cao-Cao segera dikawal kembali kekemahnya yang dijaga oleh Cao Ren. Dia menemukan bahwa perkemahannya masih utuh dan kekalahannya tidak terlalu besar.

Ketika dia duduk ditendanya, Cao-Cao berkata, "Jika aku tidak mengampuni Cao Hong. Aku pasti telah mati ditangan Ma Chao hari ini."

Lalu dia segera memanggil penolongnya dan memberinya imbalan.

Mereka segera mengumpulkan tentara yang terpencar-pencar dan memperkuat perkemahan mereka. Ma Chao datang setiap hari dan menantang duel siapapun, tetapi sesuai perintah perdana menteri, semua tidak boleh bertempur tanpa perintah darinya.

"Musuh kita menggunakan tombak yang panjang, kita harus melawan mereka menggunakan panah." Kata para staff Cao-Cao.

"Mereka mungkin mempunyai Tombak yang panjang, teapi jika aku tidak keluar bertempur apa gunanya tombak2x itu. Yang perlu kalian lakukan adalah acuhkan mereka dan mereka akan segera mundur."

Para staffnya bingung. Mereka saling berkata satu dengan yang lainnya, "Perdana menteri datang kemari atas keinginannya sendiri dan sangat ingin bertempur. Kenapa sekarang dia menerima kekalahan dgn begitu mudahnya ?"

Setelah beberapa hari mata-mata melaporkan, "Ma Chao telah mendapat tambahan pasukan sebanyak 20.000 prajurit Qiang."

Cao-Cao mendengar kabar ini dengan senang. Para pejabatnya bertanya padanya mengapa dia gembira.

"Nanti setelah kukalahkan mereka akan kujelaskan."

3 hari kemudian datang lagi kabar bahwa Ma Chao mendapatkan pasukan tambahan dan Cao-Cao tidak hanya tersenyum tetapi juga mengadakan perjamuan. Para pejabatnya sudah banyak yang mengolok-olok dia secara diam-diam.

Lalu Cao-Cao berkata, "Kalian semua tertawa karena aku tidak dapat menghancurkan Ma Chao. Jika begitu, adakah yang dapat mengusulkan sebuah rencana ?"

Lalu Xu Huang berdiri dan berkata, "Tuan Perdana menteri, Kau mempunyai pasukan besar disini dan musuh juga telah mengumpulkan kekuatan dibenteng Tong. Artinya dibelakang mereka di wilayah sungai kuning mereka tidak memiliki kekuatan dan tidak siap. Jika kau dapat menempatkan pasukan secara diam-diam melintasi sungai, kau akan dapat memotong jalan mundur mereka. Lalu jika kau maju dan memukul mundur mereka ditepi sungai Wei, mereka tidak akan mendapatkan bala bantuan dan pasti akan hancur."

"Usulmu seperti yang telah kupikirkan." Kata Cao-Cao.

Lalu Xu Huang diberikan 4.000 prajurit dan dengan Zhu Ling di mencari jalan memutar menuju sebelah barat sungai kuning dan bersembunyi disana. Mereka munggu sampai Cao-Cao dapat melintas sungai kuning sehingga mereka berdua dapat menyerang pasukan Xiliang dari Depan dan belakang.

Lalu Cao-Cao memerintahakan Cao Hong menyiapkan perahu dan rakit. Cao Ren ditinggalkan untuk menjaga perkemahan. Cao-Cao lalu bergerak menuju tepi timur sungai kuning dan dari sana dai berusah menyebrang ke tepi barat.

Ketika Ma Chao mendengar manuver ini dia berkata, "Perahu disiapkan dan dia ingin melintas ketepi barat, berarti dia ingin memotong jalan mundurku. AKu harus berusaha untuk memecah pasukannya menjadi dua. dalam waktu 20 hari pasukannya yang berada ditepi timur akan kehabisan persediaan dan menyebabkan terjadinya kekacauan. Lalu aku akan melintas selatan sungai dan menyerang mereka."

Han Sui tidak menyetujui rencana ini. Dia mengajukan usul untuk menyerang musuh ketika mereka baru 1/2nya melintas sungai.

"Menyerang dari selatan ketika pasukannya masih berusaha menyebrang dan pasukannya akan banyak yang tenggelam disungai."

"Paman kata-katamu sungguh baik," Jawab Ma Chao dan mata-mata dikirim untuk mencari tahu posisi dan waktu kapan Cao-Cao akan melintasi sungai.

Ketika Cao-Cao telah mempersiapkan segalanya dan semua telah siap, dia mengirim 3 kelompok pasukan menyebrang sungai terlebih dahulu. Mereka sampai ditempat penyebrangan pada saat matahari terbit dan prajurit-prajurit veteran dikirim terlebih dahulu untuk menyebrang dan menyiapkan kemah. Cao-Cao dan pengawal2xnya berjaga-jaga di tepi timur untuk melihat mereka yang menyebrang.

Segera penjaga menara melaporkan, "Seorang jenderal berpakaian putih mendekat."

Semua tahu pasti itu adalah Ma Chao. Hal ini membuat mereka takut dan mereak terburu-buru untuk masuk kedalam perahu. Tepi Sungai menjadi tempat dimana orang saling berteriak-teriak dan berusaha naik keperahu secepatnya. Cao-Cao duduk dgn tenang dan tidak khawatir. Dia hanya memerintahakan agar pasukan tidak panik untuk menghentikan kekacauan. Sementara itu, teriakan pasukan dan ringkikan kuda dari pasukan musuh yang semakin mendekat sudah sangat jelas terdengar.

Tiba-tiba ada jenderal yang berteriak dari dalam salah satu perahu kepada Cao-Caom "Pemberontak sudah mendekat ! cepatlah masuk kedalam kapal, tuan!"

"Pemberontak mendekat. Lalu apa masalahnya ?" Jawab Cao-Cao kepada Xu Chu dan mereka semua disaan bingung atas jawaban ini.

Ma Chao makin mendekat dan berjarak tidak lebih dari 100 langkah dari tempat pasukan Cao-Cao. Xu Chu segera membawa Cao-Cao masuk kedalam perahu dari tepi sungai. Xu Chu mengayuh perahu itu, dan setiap kayuhannya perahu itu melaju 10 M. Perahu itu kecil dan tidak memiliki pelindung, segera Xu Chu mengeluarkan pedangnya dan memotong tangan2x prajurit yang berusaha bergelantungan disisi kapal.

Perahu itu kemudian mengikuti arus sungai, Xu Chu berdiri dibelakang perahu sehingga menutupi tuannya yang berada dibelakangnya.

Ketika Ma Chao melihat perahu itu, dia segera mengambil busur dan panahnya dan mulai memanahi perahu itu. Dia juga memerintahkan jenderalnya untuk mengejarnya dan memanahi perahu2x itu sehingga hujan panah menghujani perahu itu. Xu Chu yang takut Cao-Cao terluka, melindunginya dengan menggunakan perisai ditangan kirinya. Tetapi banyak prajurit Cao-Cao lainnya yang terluka dan mati karena hujan panah ini. Akhirnya karena banyak yang panik perahu Cao-Cao jadi oleng. Xu Chu segera mengambil tombak yang panjang dan berusaha mengendalikan perahu itu sementara tangan kirinya terus menangkis serangan panah.

Lalu Walikota Wei Nan, Ding Fei, yang dari atas bukit melihat Cao-Cao sangat terdesak, segera melepaskan hewan ternak dan kuda sehingga mereka menerjang sisi sungai itu. Dan hal ini membuat Para pasukan Suku QIang panik. Mereka akhirnya berlarian menghindari terjangan hewan2x itu.

Akhirnya Cao-Cao terlepas dari bahaya. Segera mereka mencapai sebelah barat sungai kuning yang juga merupakan tepi utara dari sungai Wei, Kapal itu kemudian dibakar. Berita mengenai Cao-Cao yang terdesak di tepi sungai segera menyebar jadi seluruh jenderalnmya segera datang membantu. Tetapi dia sekarang telah aman. Xu Chu yang mengenakan baju Zirah sebanyak Dua lapis dari atas kepal sampai ke ujung kaki telah melindunganya. Diseluruh perisai dan baju zirahnya dipenuhi oleh ratusan anak panah. Para jenderal mengawal Cao-Cao menuju kemah yang mereka bangun dan berharap agar Cao-Cao tidak menderita luka serius.

"Pemberontak itu nyaris menangkapku hari ini." Kata dia sambil tersenyum.

"Mereka pasti telah melintas sungai jika bukan karena ada yang membebaskan hewan ternak dan kuda-kuda." Kata Xu CHU.

"Siapakah yang melepaskannya ?" Tanya Cao-Cao.

Seseorang yang tahu memberitahukannya padanya. Tidak lama kemudian Walikota Ding Feng datang untuk menemuinya dan Cao-Cao berterima kasih padanya.

"Aku pasti tleah menjadi tawanan musuh jika bukan karena dirimu" kata Cao-Cao.

Dan walikota itu menerima pangkat komandan pasukan.

"Walaupun mereka telah pergi, tetapi pasti esok mereka akan kembali lagi. Kau harus segera bersiap melawan mereka." Kata Ding Fei.

"Persiapanku telah selesai." Jawabnya.

Cao-Cao memerintahkan jenderal-jenderalnya menyebar disepanjang tepi sungai dan membuat gundukan tanah sebagai perlindungan bagi kemah mereka. Jika mereka melihat musuh mendekat, para prajurit harus mundur dari situ tetapi tetap membiarkan bendera2x dan panji2x perang berkibar untuk membuat seolah-olah setiap kemah memiliki pasukan. Disepanjang sungai galilah parit dan taruhlah paku kayu yang tajam2x.

Ma Chao kembali pada Han Sui dan berkata padanya ,"Aku tadi hampir menangkap Cao-Cao. Tetapi ada seorang jenderal yang berani segera membawa dia kedalam perahu dan dengan badannya dia menghalangi semua panah yang kuarahkan padanya."

Han Sui menjawab, "Aku mendengar bahwa Cao-Cao memiliki pelindung yang paling berani dan terkuat dipasukannya. Mereka berdua adalah Dian Wei dan Xu Chu, keduanya dijuluki Penjaga Harimau (Hu Wei Bing). Dian Wei telah meninggal oleh sebab itu pasti orang yang kau lihat adalah Xu Chu. Dia sangat kuat dan berani. Julukannya adalah "HU YU WANG" (Semangat Harimau). Jika bertemu dia lebih baik kau menghindar."

"Aku telah mendengar namanya juga." Kata Ma Chao.

"Cao-Cao bermaksud menyerang pasukan baris belakang kita. Kita harus menyerang dia terlebih dahulu sebelum dia dapat membangun pertahanan. Jika dia sudah selesai membangun pertahanannya maka akan sangat sulit untuk mengalahkannya. Saranku adalah kita menyerang tepi utara sungai Wei dan mencegah dia agar tidak menyebrang keselatan."

"Semenara itu keponakanku, kau berjaga disini sementara aku akan pergi ketepi sungai untuk bertempur dengan Cao-Cao."

"Jika kau membawa Pang De sebagai pemimpin pasuikanmu aku akan setuju." Kata Ma Chao.

Lalu Han Sui dan Pang De dengan 50.000 prajurit segera menuju sungai Wei sementara Cao-Cao memperingatkan pasukannya untuk menjebak musuh. Pang De berada dibarisan paling depan dengan pasukan berkuda berbaju zirah lengkap. Mereka segera keluar dengan kecepatan penuh. Disana tiba-tiba muncul teriakan kekacauan karena mereka terjebak masuk kedalam parit2x yang telah disiapkan. Pang De segera berusaha keluar. Dia seorang diri berusaha melepaskan diri dari sana dan membunuh banyak prajurit Cao-Cao. Dia mencuri sebuah kuda pasukan Cao-Cao dan dengan tombak dia membantai semua prajurit Cao-Cao yang menghalangin jalannya. Tetapi kudanya akhirnya terluka berat dan dia terpaksa harus berjalan kaki.

Tetapi Han Sui yang sedang terkepung dan tidak dapat keluar berusaha untuk mencari Pang De. Pang De yang melihat hal ini segera berusaha menolongnya. Ditengah perjalanannya dia bertemu Cao Yong seorang jenderal Cao Ren. Pang De segera membunuh Cao Yong. Lalu dia naik keatas kuda Cao Yong dan dia membantai semua yang menghalangi jalannya. Darah dan mayat berada dimana-mana. Dia akhirnya berhasil menyelamatkan Han Sui dan membawanya kesebelah tenggara. Pasukan Cao-Cao mengjear mereka, tetapi Ma Chao datang dengan bala bantuan dan memukul mundur pasukan Cao-Cao. Ma Chao menyelamatkan banyak prajuritnya, dan mereka bertempur hingga larut malam ketika mereka kembali dan mengatur kembali pasukannya. Kedua jenderal, Cheng Yin dan Zhang Han hilang dan beberapa ratus prajurit tewas karena terjatuh kedalam parit jebakan.

Ma Chao dan Han Sui membahas apa yang harus dilakukan beriktunya.

"Jika kita memberi musuh waktu, dia akan membuat dirinya kuat di utara sungai. Aku berpikir kita harus menyerang kemahnya nanti malam." Kata Ma Chao.

Akhirnya diputuskan bahwa Ma Chao yang akan memimpin penyerangan itu dan Pang De serta Ma Dai dibelakangnya. Mereka memulai ketika hari telah malam.

Sekarang pasukan Cao-Cao yang berada diutara sungai sedang membangun pertahanan. Cao-Cao memerintahkan jenderal-jenderalnya dan berkata, "Pasukan pemberontak akan mencoba menyerang malam nanti. Mereka tertipu karena aku belum menyiapkan pertahanan sehingga mereka mengira aku masih lemah. Kalian akan menempatakan pasukan penyergap. Setelah signal diberikan, kalian akan keluar dari 4 arah dari menangkap mereka semua."

Malam hari tiba dan Ma Chao mengirim pasukan pengintai yang dipimpin Cheng Yi. Melihat tidak ada apa-apa, Cheng Yi makin masuk kedalam daerah musuh. Tiba-tiba bunyi ledakan terdengar. Dan munculah pasukan yang bersembunyi. dalam waktu yang singkat seluruh pasukan pengitai terbunuh. Cheng Yi terbunuh oleh Xiahou Yuan.

Tetapi dibelakang mereka pasukan yang dipimpin oleh Ma Chao, Ma Dai dan Pang De segera keluar menyerang pasukan penyergap itu.

BAB 59

Pertempuran berlangsung sampai pagi menjelang ketika kedua belah pihak akhirnya menarik diri, Ma Chao kemudian berkemah di tepi sungai Wei, dimana disana dia memaki-maki Cao-Cao dari pagi hingga malam. Cao-Cao juga berkemah ditepi sungai yang sama, dan dia mulai membangun 3 jembatan apung untuk dapat menyambungkan jalan dengan tepi selatan sungai. Cao Ren membangun pertahanan disekitar kemah, dia membuat "TEMBOK" dari kereta barang dan kotak2x kayu.

Ma Chao ingin menghancurkan barikade ini, jadi dia memerintahkan pasukannya untuk mengambil setumpuk jerami dan menyalakannya dengan Api. Pasukan Han Sui akan menyerang setelah itu. Sementara yang satu menyerang mereka, yang lainnya mengumpulkan jerami dan membakarnya, akhirnya api berkobar dimana-mana. Pasukan yang bertahan tdk dapat berbuat apa-apa karena mereka sibuk bertahan, akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dan kabur. Seluruh kereta trasnport dan jembatan dihancurkan. Ini adalah kemenangan besar dari pasukan Xiliang dan mereka dapat menguasai sepenuhnya sungai Wei.

Cao-Cao sangat sedih atas kegagalan membuat perkemahan yang kuat dan sekarang khawatir dengan pertahanannya. Lalu Xun You mengusulkan untuk membuat tembok dari lumpur. Akhirnya 3.000 prajurit diperintahkan untuk membuat benteng dari lumpur yang dikeraskan. Musuh melihat hal ini dan mereka menyerang dari beberapa tempat sehingga membuat perkerjaan ini menjadi terhambat. Sementara itu, tanah disitu sangat terlalu berpasir dan tembok tidak dapat berdiri dengan kokoh dan selalu hancur lagi. Cao-Cao merasa sudah sangat putus asa.

Saat ini adalah bulan ke 9 dari then ke 16 masa Jian An atau tahun ke 21 masa pemerintahan kaisar Xian (Tahun 211 M) dan Angin dingin behembus dengan kencangnya. Awan gelap menyelimuti langit dan tidak pernah hilang. Suatu hari Cao-Cao duduk ditendanya, dia sangat bingung dan tiba-tiba seorang pengawal mengatakan ada orang tak dikenal ingin menemui dia. Pengawal itu berkata bahwa orang tua ini memiliki sebuah usul. Akhirnya Cao-Cao mengijinkannya bertemu, setelah dilihat orang itu cukup tinggi, seperti bangau dan kokoh seperti pohon pinus. Dia berkata bahwa namanya adalah Lou Zibo dan berkata bahwa dia berasal dari JingZhao. Dia adalah pertapa dan juga seorang pendeta Tao, Nama Taonya adalah "PEMIMPI PLUM YANG MEKAR" (Mei Hua Meng).

Cao-Cao menerima dia dengan hormat dan kemudian orang itu berkata, "Tuan Perdana menteri, kau telah lama berusaha membuat kemah dia tepi sungai. Sekarang adalah kesempatanmu, mengapa tidak memulainya ?"

"Tanah disini terlalu berpasir untuk mendirikan sesuatu. Tetapi jika kau memiliki rencana lain yang dapat kau usulkan, aku mohon kau beritahukan padaku, tuan pertapa sakti."

"Kau lebih dari sekedar manusia biasa, tuan perdana menteri. Sesuai dengan taktik perang tentu kau tahu mengenai musim dan waktu. Ini telah terjadi berhari-hari dan awan2x ini memberitahukan bahwa angin utara bertiup kencang dan sangat dingin. Ketika angin mulai bertiup, kau harus memerintahakn pasukanmu secepatnya untuk membawa lumpur dan tanah dan basahi itu dengan air kemudian pada pagi hari maka tanah lumpur itu akan mengeras dan tembokpun berdiri."

Cao-Cao terkejut atas saran itu, dia lalu menawarkan pertapa itu hadiah, tetapi pertapa itu menolaknya.

Malam itu angin datang dengan kekuatan penuh. Setiap orang yang ada dikemah itu diperintahakn untuk membawa tanah dan lumpur yang telah dibasahi air untuk membuat tembok. Karena mereka tidak ada cara lain membawanya, mereka munggunakan pakaian mereka untuk membawa tanah dan lumpur kemudian dibasahi dengan air. Mereka menumpuk tanah itu disekeliing perkemahan dan lalu mengalirkan air untuk membasahi sekeling kemah itu sehingga dasar tembok terendam air dan tanah menjadi keras dibawahnya. Segera angin dingin berhembus keras sekali dan air membeku. Pada pagi harinya tembok sudah berdiri dengan kokohnya.

Ketika pasukan pengintai memberitahukan pada Ma Chao bahwa tembok telah berdiri, dia segera keluar dan melihatnya. Ma Chao sangat terheran-heran dan mulai mencurigai ada bantuan dari langit.

Walaupun begitu, segera dia mengumpulkan pasukannya dan memerintahakn penyerangan. Cao-Cao segera keluar dari kemah diringi oleh Xu Chu dan dia bergerak mendekati musuh.

"Aku Cao-Cao dan berada disini, aku harap Ma Chao maju dan berbicara denganku."

Segera Ma Chao maju dan tombaknya telah siap untuk menyerang.

"Kau menganggap remeh aku karena aku tidak mempunyai tembok untuk perkemahanku. Tetapi sekarang dalam satu malam, Langit telah membuatkanku tembok. Apakah kau tidak berpikir bahwa ini adalah waktunya kau menyerah ?"

Ma Chao sangat marah dan dia langsung ingin menerjang ke arah Cao-Cao, tetapi dia melihat orang dibelakang Cao-Cao yang menatapnya dengan sangat marah, yang matanya memiliki sinar seperti pedang yang digengamnya. Ma Chao berpikir bahwa ini pasti adalah Xu Chu.

"Dimanakah orang yang disebut 'Bangsawan Harimau' yang aku sering dengar berada dikemahmu ini ?"

Saat ini Xu Chu mengangkat pedangnya dan berteriak, "Aku Xu Chu dari Qiao !"

Dari mata Xu Chu sorot matanya memancarkan sesuatu yang tidak kelihatan namun dapat membuat suasana menjadi dingin seketika sehingga Ma Chao tidak berani maju dan dia memutar kudanya serta kembali.

Cao-Cao dan pengawalnya kembali kekemahnya. Ketika mereka melewati pasuknnya, tidak ada seorang pun disitu yang tdk merasa takut.

"Mereka mengenal teman kita Xu Chu dengan nama 'Bangsawan Harimau'" Kata Cao-Cao ketika dia kembali.

Dan setelah itu para prajurit memanggil Xu Chu dengan sebutan 'HU HOU'

"Aku akan menangkap Ma Chao itu esok hari," Kata Xu Chu.

"Ma Chao sangatlah gagah dan berani, hati2xlah !" Kata Cao-Cao.

"Aku bersumpah akan bertarung dgn dia sampai mati." Kata Xu Chu.

Lalu Xu Chu menulis surat tantangan formal yang isinya mengatakan bahwa 'Hu Hou' menantang Ma Chao dalam pertarungan hidup mati esok.

Ma Chao sangat marah ketika dia menerima surat itu.

"Berani sekali dia menghinaku ?" Kata Ma Chao. Lalu dia menulis surat balasan yang mengatakan akan membunuh Xu Chu esok.

Keesokan harinya kedua pasukan keluar dan membentuk formasi. Ma Chao memberikan komando kepada Ma Dai dan Pang De sebagai pemimpin kedua sayap pasukannya, sementara Han Sui berada ditengah.

Ma Chao lalu berteriak, "Dimanakah 'Hu Hou' ?"

Cao-Cao yang duduk dikudanya berkata, "Ma Chao tidak kalah gagah dan berani daripada Lu Bu."

Ketika dia berkada begitu, Xu Chu maju dengan kudanya sambil mengibas-ngibaskan pedang. Ma Chao segera maju juga dengan tombaknya yang telah siap untuk membunuh Xu Chu. Ketika mereka mendekat Xu Chu yang pertama kali menyerang, dia menebaskan pedangnya sekeras mungkin kepada Ma Chao yang menangkisnya dengan tombaknya yang terbuat dari Baja. Tangan Ma Chao sampai bergetar karena menahan serang Xu Chu yang begitu kuatnya. Xu Chu lalu memutar kudanya dan kemudian dia mencoba menyerang Ma Chao kembali. Dia segera berusaha meraih daerah kepala Ma Chao. Ma Chao yang telah mengetahui kekuatan musuhya ini, segera berusaha menjauhi musuhnya karena dia tahu dalam jarak yang sempit dia akan kalah. Ilmu tombaknya membutuhkan jarak serang yang cukup sebelum dapat digunakan sedangkan Xu Chu yang menggunakan pedang harus berusaha memperkecil jarak sebelum dia dapat menggunakan pedangya. Ma Chao lalu berusaha mendorong Xu Chu menjauh dan dia akhirnya berhasil. Di Saat ini giliran dia yang menyerang Xu Chu. Pertempuran telah berlangsung ratusan jurus dan belum ada yang menang. Akhirnya kuda-kuda mereka kelelahan dan keduanya setuju untuk kembali ke pasukannya masing-masing dan segera menukar kudanya dengan yang baru.

Pada saat ini Ma Chao menggunakan Ilmu tombak yang dipelajarinya dari suku di barat yaitu 'Lei Sheng Tan' atau tombak halilintar sebutannya. Ma Chao memaksa kudanya berlari sekencang-kencangnya dan dia memengang tombaknya dengan erat. Xu chu pun menghampirinya dan ketika Xu Chu telah cukup dekat, Ma Chao melantingkan tombaknya ke tanah dan ujung tombaknya mengarah tepat kebadan Xu Chu. Xu Chu yang terkejut melihat hal ini tidak dapat menghindarinya karena jurus tombak halilintar ini seperti namanya sangat cepat sekali. Dan akhirya Xu Chu roboh terjatuh. Ma Chao lalu merasa senang karena dia berpikir bahwa Xu Chu telah mati.

Ma Chao lalu berbalik dan akan kembali ke pasukannya. Tetapi Xu Chu dibelakangnya ternyata bangkit lagi. Baju Zirah Xu Chu sebanyak dua lapis yang terbuat dari perunggu terkoyak-koyak dan rusak berat. Xu Chu lalu dengan tangan kosong merobek baju zirahnya itu semudah dia merobek kain saja. Dia sekarang sangat marah besar, dan tanpa pakaian dia segera kembali mengambil pedangnya dan naik keatas kudanya.

Ma Chao yang terkejut melihat bahwa Xu Chu belum mati sempat berkata dalam hatinya bahwa orang ini bukanlah manusia. Ilmu Tombak halilintar itu memanfaatkan kecepatan dan tekanan pada batang tombak agar tombak dapat melanting dan memukul musuh, bila merekatidak mati minimal tulang dada dan rusuk manusia umumnya bisa hancur semua. Tetapi Xu Chu hanya mengalami luka ringan saja. Akhirnya Ma Chao berbalik untuk melawan Xu Chu kembali yang saat ini bertelanjang dada menunjukan semua otot2x tubuhnya yang sangat kekar. Ma Chao kali ini berusaha menombak Xu Chu tepat dijantungnya dan Xu Chu berusaha menebas leher Ma Chao. Tetapi tombakan Ma Chao ditangkap Xu Chu dan Tebasan Xu Chu berhasil dihindari Ma Chao. Sekarang Ma Chao yang ketika menghindar berhasil memegang kembali tombaknya, berebutan dengan Xu Chu. Xu Chu segera membuang pedangnya dan dengan kedua tangannya berusaha menarik tombak Ma Chao.

Akhirnya karena kekuatan kedua orang itu, tombak baja itu patah dan Xu Chu mendapatkan pangkal tombaknya dan Ma Chao mendapatkan ujung tombaknya. Kedua jenderal itu masih terus bertempur untuk 30 ronde berikutnya dengan patahan tombak itu.

Pada saat ini Cao-Cao yang takut sesuatu terjadi pada Xu Chu segera memerintahakan Xiahou Yuan dan Cao Hong untuk turung tangan membantu. Pang De dan Ma Dai memberi singnal pada pasukan berkuda utamanya untuk menyerang. Maka pertempuranpun terjadi. Pasukan Cao-Cao langsung dilibas oleh pasukan kuda berbaju Zirah milik Ma Dai dan Pang De. Dalam Kekacauan itu Xu Chu terkena Dua panah yang menancap di bahunya. Pasukan Cao-Cao kemudian mundur sampai ke perkemahannya, Ma Chao mengikuti mereka sampai ketepi sungai. Pasukan Cao-Cao kehilangan 1/2 pasukannya dalam pertempuran ini.

Cao-Cao mentup gerbang kemahnya dan tidak membiarkan seorangpun keluar.

Ma Chao lalu kembali ke kemahnya. Ketika dia menemui Han Sui dia berkata, "Aku telah sering bertemu dengan berbagai macam pendekar. Tetapi tidak ada yang seperti Xu Chu. Dia memang pantas mendapat julukan 'Hu Hou' "

Cao-Cao berpikir bahwa melawan Ma Chao dengan kekuatan sangatlah sulit apalagi setelah Xu Chu terluka. Dia akhirnya menggunakan strategi dengan mengirim 2 kelompok pasukan untuk menyebrang ke tepi selatan dan mengambil posisi disana sehingga mereka dapat menyerang dari depan dan belakang.

Suatu hari dari atas tembok bentengnya, Cao-Cao melihat Ma Chao dan beberapa pasukan berkuda mendekat ke tembok dan lalu pergi lagi seperti angin.

Setelah melihat mereka cukup lama, Cao-Cao membuang Helmnya ke tanah dan berkata, "jika Ma Chao itu tidak mati, aku mungkin tidak akan tahu tempat peristirahatan terakhirku !"

Xiahou Yuan mendengar tuannya dan didalam hatinya dia marah, dia berkata, "Aku akan siap mati disini sekarang juga jika aku tidak menghancurkan pemberontak itu !"

Tanpa bicara lagi, Xiahou Yuan langsung membuka gerbang kemah dan keluar bersama pasukannya. Cao-Cao berusaha untuk memberhentikan hal ini, tetapi tidak berhasil. Karena takut sesuatu terjadi pada Xiahou Yuan, Cao-Cao berkuda mengejarnya. Saat melihat pasukan Cao-Cao, Ma Chao langsung mengatur formasi pasukannya dan ketika pasukan musuh tiba, mereka semua langsung bertempur. Lalu Ma Chao melihat Cao-Cao juga datang dari kejauhan, Ma Chao langsung meninggalkan Xiahou Yuan dan segera berkuda menuju Cao-Cao. Kepanikan melanda Cao-Cao ketika dia melihat Ma Chao dengan kecepatan tinggi menuju dirinya. Dia segera pergi dan pasukannya menjadi kacau.

Ketika sedang mengejar Cao-Cao inilah Ma Chao diberitahukan bahwa pasukan musuh ada di selatan sungai Wei. Menyadari bahaya ini, dia menghentikan pengejaran dan mengumpulkan pasukannya serta kembali kekemahnya, disana dia berdiskusi dengan Han Sui.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang ? Cao-Cao telah melintasi sungai dan menempatkan pasukannya diselatan dan kita dapat diserang kapan saja dari arah belakang." Kata Ma Chao.

Jenderal Li Kan berkata, "kau lebih baik melakukan gencatan senjata, berikan beberapa derahmu dan berdamai dengannya. Lalu kedua pasukan dapat beristirahat melewati musim dingin dan menunggu sampai musim semi tiba."

"Dia bijaksana dan aku menyarankan hal serupa." Kata Han Sui.

Tetapi Ma Chao ragu2x. Yang lainnya lalu membujuk dia untuk berdamai dan akhirnya diapun setuju. Lalu Yang Qiu dan Hou Xuan dikirim sebagau utusan damai kekemah Cao-Cao.

"Kalian boleh kembali, aku akan mengirimkan utusan untuk menjawab surat ini," Kata Cao-Cao setelah mereka mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan.

Lalu Jia Xu berkata pada Cao-Cao, "Apa pendapatmu, tuan perdana menteri ?"

"Apakah kau ingin mengatakan sesuatu Jia Xu ?" Tanya Cao-Cao.

"Didalam peperangan tipuan boleh digunakan, oleh sebab itu lebih baik kita berpura-pura setuju. Lalu kita akan mencari cara untuk membuat keretakan diantara Han Sui dan Ma Chao sehingga kita akan dapat menghancurkan keduanya."

Cao-Cao senang dan berkata, "Itu adalah ide terbaik yang bisa kudapatkan ! Kau baru saja mengatakah hal yang memang kupikirkan."

Cao-Cao lalu mengirim utusan untuk menyetujui hal itu dan dia juga membangun jembatan agar dia bisa menyebrang ketepi timur.

Ketika jawaban itu tiba, Ma Chao berkata pada Han Sui, "Walaupun dia setuju untuk berdamai, tetapi dia sangat licik dan penuh siasat. Kita harus tetap berjaga-jaga menghadapi semua kemungkinan. Paman, kau dan aku akan bergiliran untuk menjaga Cao-Cao dan Xu Huang. Sehingga kita dapat aman dari tipu muslihatnya."

Mereka setuju dan keduanya bergantian menjaga perbatasan sungai Wei. Segera Cao-Cao mengetahui apa yang sedang mereka lakukan dan dia berkata Jia Xu, "Aku berhasil !"

"Siapa yang akan melakukan tugas jaga esok ?" Tanya Cao-Cao.

"Han Sui" Jawab seseorang.

Keesokan harinya Cao-Cao didepan para jenderalnya berkuda keluar dan para jenderalnya berbaris dari kiri kenanan disisi-sisinya. Han Sui tidak tahu bahwa itu adalah Cao-Cao sendiri yang datang.

Kemudian tiba-tiba Cao-Cao berteriak, "Apakah ada kalian ingin melihat Cao-Cao ? Aku sekarang ada disini. Aku tidak memiliki 4 mata dan dua mulut, aku hanyalah orang biasa yang terkenal."

Segera Han Sui keluar dari kemahnya dan melihat Cao-Cao datang tanpa baju perang, dia juga menanggalkan baju perangnya dan pergi mendekat pada Cao-Cao dan mereka berbicara.

Kata Cao-Cao, "Ayahmu dan aku dinobatkan Pada saat yang sama, dan aku memperlakukannya sebagai pamanku sendiri. Lebih lagi, kau dan aku melayani pemerintahan pada saat yang sama dan kita tidak bertemu selama beberapa tahun. Berapa umurmu sekarang , jenderal ?"

"Aku berumur 40 tahun." Jawab Han Sui.

"Ketika dulu kita masih diibu kota dan masih muda serta tidak pernah berpikir mengenai usia senja. Jika saja kita dapat mengembalikan kedamaian kepada negara maka itu adalah hal yang paling menyenangkan kita."

Mereka berbicara banyak mengenai masalah masa lu dan tidak berbicara masalah militer sedikitpun, hal ini berlangsung selama beberapa jam sebelum mereka berpamitan satu dengan yang lainnya.

Tidak lama kemudian, seseorang memberitahukan Ma Chao mengenai pertemuan ini dan dia segera pergi menemui Han Sui untuk menanyakannya.

"Apa yang Cao-Cao diskusikan hari ini? " Tanya Ma Chao.

"Dia hanya membicarakan mengenai masa lalu ketika kami masih bersama-sama di ibu kota."

"Apakah dia berbicara masalah militer ?"

"Tidak sepatah katapun dan aku tidak boleh berbicara mengenai hal itu kepadanya."

Ma Chao lalu pergi tanpa berkata apapun tetapi dia merasa curiga.

Ketika Cao-Cao kembali kekemahnya, dia berkata pada Jia Xu,"Apakah kau tahu mengapa aku berbicara padanya didepan umum ?"

"Ini mungkin ide yang bagus tetapi tidak cukup untuk mengadu domba dua orang itu. Aku dapat menambahkannya dan hal ini akan membuat mereka saling membunuh satu sama lain."

"Oh, Jadi apakah rencanamu ?"

"Ma Chao sungguh berani dan gagah tetapi tidak terlalu pintar. Kau tulislah surat dan kirimkan pada Han Sui, dan tulislah sesuatu mengenai akan segera terjadi sesuatu. Lalu hapuslah dan tulislah sesuatu yang lain. Dan pastikanlah Bahwa Ma Chao mengetahui mengenai kiriman surat ini. Ketika Ma Chao melihatnya pasti dia akan mengira ada sesuatu yang Han Sui sembunyikan. Hal ini akan menambah kecurigaannya. Aku juga akan menghasut beberapa bawahan Han Sui dan meminta mereka untuk membuat keretakan itu semakin besar dan kita akan dapat membereskan Ma Chao."

"Rencana ini sungguh baik."

Dan lalu dia menulis surat pada Han Sui seperti yang disarankan.

Dan akhirnya seseorang memberitahukan pada Ma Chao mengenai surat itu, yang membuat dirinya makin curiga pada han Sui. Dia lalu datang ke tenda Han Sui dan meminta untuk melihat surat itu. Han Sui memberikan padanya dan seperti yang diperkirakan pengubahan pada surat itu membuat Ma Chao curiga.

"Kenapa ada perubahan disurat ini ?" Tanya Ma Chao.

"Surat itu telah datang seperti itu, aku tidak tahu."

"Apakah mungkin ada orang yang akan mengirim surat seperti ini ? Hal ini tampaknya, Paman, kau takut aku mengetahui sesuatu sehingga kau mengubah surat ini."

"Pasti ini hanya kesalahan Cao-Cao saja mengirimkan surat seperti ini."

"Aku tidak berpikir begitu, Dia adalah orang yang sangat berhati-hati dan tidak akan membuat kesalahan seperti ini. Kau dan aku, paman, telah bersekutu dan ingin membunuh pemberontak. Kenapa kau berbalik melawanku sekarang ?"

"Jika kau meragukan kata-kataku, aku akan butkikan kepadamu. Esok hari didepan seluruh tentara aku akan meminta Cao-Cao datang dan berbicara. Kau dapat bersembunyi dibelakang pasukan dan bisa membunuhku jika aku berbohong padamu."

"Jika memang begitu, aku akan tahu apakah kau jujur atau tidak, paman."

Persiapan dilakukan, keesokan harinya Han SUi dengan 5 jenderalnya, Li Kan, Ma Wan, Yang Qiu, Hou Xuan dan Liang Xing berkuda kedepan, Sementara Ma Chao bersembunyi diantara pasukan. Han Sui maju dan berkata ingin berbicara dengan tuan perdana menteri.

Segera atas perintah perdana menteri, Cao Hong dengan 10 orang berkuda segera keluar dan mendekat pada Han Sui. Cao Hong mendekat dan berteriak, "Kemarin malam, tuan perdana menteri telah mengerti. Dan Laksanakan hal itu tanpa kesalahan."

Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Cao Hong segera membalikan kudanya dan pergi secepatnya.

Ma Chao telah mendengar hal itu dan dia segera mengengam tombaknya dan berkuda maju untuk membunuh Han Sui. Tetapi ke 5 jenderal menghalanginya dan memintanya kembali kekemah.

Han Sui menemui dia dan berkata,"Keponakan, percayalah padaku, benar, aku tidak memiliki niat buruk."

Tetapi Ma Chao yang marah segera pergi. Lalu Han Sui mendiskusikan masalah ini dengan ke 5 jenderalnya.

"Bagaimana aku dapat menjernihkan masalah ini ?"

"Ma Chao terlalu percaya pada kekuatannya, dia selalu tidak menyukaimu, tuan. Jika kita berhasil menghancurkan Cao-Cao, apakah kau pikir dia akan memberikan jalan untukmu ? Aku pikir kau sebaiknya memikirkan diri sendiri saja, pergilah kepada Cao-Cao dan menyerahlah. Aku yakin kau pasti akan diberikan jabatan dan gelar."

"Aku dan ayahnya pernah bersumpah menjadi saudara. Aku tidak tega untuk membiarkannya sendirian." Kata Han Sui.

"Tampaknya masalahnya sudah seperti ini dan kau tidak mempunyai pilihan lain, tuan." Kata Yang Qiu.

"Siapakah yang akan menjadi penengah kepada Cao-Cao." Tanya Han Sui.

"Aku yang akan menjalankannya." Kata Yang Qiu.

Lalu Han Sui menulis surat yang diserahkannya melalui Yang Qiu. Cao-Cao menjanjikan akan memberikan gelar Bangsawan Xi Liang dan menjadikan Yang Qiu gubernurnya. Para jenderal yang lainnya juga akan diberikan imbalan sesuai jasanya. Lalu sebuah rencana dibuat untuk menyingkirkan Ma Chao.

Yang Qiu kembali dan menceritakan semuanya pada Tuannya itu dan Han Sui memerintahkan agar kayu kering dikumpulkan untuk membuat signal api. Dan ke 5 jenderal harus bersiap untuk menjalankan rencana itu. Telah diputuskan bawha Ma Chao akan diundang untuk menghadiri sebuah pesta dan disana mereka akan membunuhnya.

Setelah semua ini selesai, mereka mengundang Ma Chao yang walaupun datang tetapi dia curiga bahwa akan ada sesuatu. Dia telah menyiapkan sebuah rencana juga apabila terjadi sesuatu. Dia meningalkan Ma Dai dan Pang De memimpin pasukannya dan dia memilih beberapa prajurit yang dipercayanya berserta dia untuk menyamar menjadi pasukan Han Sui. Disana mereak menemukan bahwa Han Sui dan kelima jenderalnya sedang berbincang dan kata-kata yang terdengar adalah, "....Kita harus melaksanakan rencana ini segera. Sekaranglah saatnya."

Dengan marah dia berteriak, "Kalian sekumpulan pengkhianat ! Berani sekali kalian merencanakan sesuatu untuk menyakitiku !"

Mereka terkejut dan Ma Chao segera mengeluarkan pedangnya dan menebasnya, Han Sui Menghindar tetapi wajahnya terluka. Lalu Ma Chao menebas lagi kearah Han Sui yang belum siap dan dia menahan serangan Ma Chao dengan tangannya, akibatnya tangan Han Sui terpotong dari mulai siku sampai telapak tangannya. Kelima jenderal itu segera mengeluarkan pedangnya dan melawan Ma Chao dan anak buahnya yang segera mudur keluar. Segera Ma Chao terdesak oleh Mereka ber 5, tetapi dia tetap dapat bertahan karena kemampuan bermain pedangnya cukup baik. Ma Chao sebenarnya lebih terlatih memakai tombak dan menunggang kuda seperti layaknya orang-orang dari suku Qiang didaerah barat laut. Melihat bahwa para anak buahnya sudah Tewas Ma Chao segera marah besar dan dia memancarkan aura kemarahan yang membuat ke 5 jenderal dan prajurit-prajurit lainnya merasa ketakutan. Ma Chao dengan tenaganya yang besar lalu menebas kearah lima jenderal itu, yang terdepan adalah Ma Yan. Ma Yan berusaha untuk menahan serangan Ma Chao itu, Tetapi karena terlalu kuat, Baju Zirah Ma Yan terbelah dua dan darah menyembur keluar dari dalam badannya karena dadanya terbelah. Yang berdiri disamping Ma Yan adalah Liang Xing, dia menahan dengan pedangnya sisa serangan Ma Chao yang sudah melewati Ma Yan. Tangan Liang Xing langsung patah dan dia pun tidak mampu bertarung lagi. Ketiga jenderal lainnya yang melihat hal ini segera pergi.

Ma Chao kembali ke tenda dibelakangnya untuk menghabisi Han SUi, tetapi para pengawal Han Sui telah membawanya pergi. Lalu perkemahan itu terbakar hebat sekali dan kekacauan terjadi disana. Ma Chao segera mencari kuda dan menaikinya, Pang De dan Ma Dai baru saja tiba disana dan pertempuran pun terjadi. Pasukan Cao-Cao melihat api itu sebagai signal penyerangan segera datang dari berbagai penjuru. Xu Chu, Xu huang dari belakang dan depan, Xiahou Yuan dan Cao Hong dari kiri dan kanan. Sementara Pasukan Xi Liang saling bertempur antara pendukung Ma CHao dan Han Sui.

Ma Chao membawa 100 prajurit berkuda kedepan jembatan apung di sungai Wei ketika hari menjelang pagi. Disana dia bertemu Li Kan yang datang membawa tentara. Ma Chao segera mengambil tombaknya dan menerjang Li Kan. Li Kan yang melihat Ma Chao langsung turun dari kudanya dan membuang tombaknya serta lari tunggang langgang. Dari belakang Ma Chao, Yu Jin mengejarnya tetapi tidak dapat cukup dekat untuk menangkapnya, Yu Jin memanah Ma Chao dari belakang tetapi Ma Chao mendengar bunyi anak panah itu dan dia menghindar, tetapi panah itu menancap Pada Li Kan orang yang dikejarnya yang berada didepannya. Ma Chao lalu berbalik dan mengejar Yu Jin, yang segera kabur.

Segera pasukan Elit Cao-Cao telah menunggunya dan mengepungnya di sekitar jembatan. Seluruh 100 prajurit Ma Chao yang bersamanya telah tewas semua secara mengenaskan dibawah Pasukan elit ini. Ma Chao yang melihat keadaan tidak menguntungkan bagi dirinya segera berpikir untuk mencari celah keluar. Pasukan Elit Cao-Cao ini konon adalah yang terbaik di seluruh Cina. Setelah tersisa hanya 13 orang dalam pertempuran Chi Bi, Cao-Cao memerintahkan agar Xu Chu melatih 10.000 prajurit untuk menjadi pasukan Elit ini. Ma Chao seperti kesetanan, dengan tombaknya dia menyerang kesana-kemari. Pasukan biasa mungkin sudah kabur tetapi pasukan Elit ini sungguh tangguh. Mereka terus mengepung Ma Chao dan beberapa orang memanahi Ma Chao walaupun teman-teman mereka sedang berada ditengah mengepung Ma Chao. Mereka tidak takut mati dan walaupun Panah menancap ditubuh mereka, mereka tidak bergeming dan tetap menyerang Ma Chao. Ma Chao akhirnya kewalahan juga menghadapi mereka ini. Dia menggunakan teknik Tombak Halilintarnya untuk membuka jalan yang berhasil merobohkan beberapa Prajurit "Armored Tiger" ini. Dia berhasil membuat celah dan lari kearah barat laut.

Dia dikejar oleh pasukan Elit Cao-Cao itu dan dia terus berusaha untuk kabur sampai tiba-tiba salah satu pasukan elit itu melemparkan panah pada dirinya. Panah itu dilemparkan sehigga Ma Chao tidak mendengar bunyi senar busurnya dan dia tidak mengetahui ada anak panah meluncur kepada dirinya. Karena kekuatan pasukan Elit ini, anak panah itu berhasil menancap dipunggung Ma Chao dan akhirnya Ma Chao terjatuh dan musuh mendekat. Disaat genting ini, ada pasukan baru tiba dari arah Barat Laut dan menolongnya. Pang De dan Ma Dai tiba tepat pada waktunya.

Akhirnya Ma Chao tertolong karena pasukan Elit Cao-Cao itu sibuk melawan Pang De dan pasukan Berkuda yang berbaju Zirah lengkap. Ma Dai dan pasukannya berusaha melindungi Ma Chao yang membawa Ma Chao diatas salah satu kudanya. Ma Chao ternyata tidak mau menyerah, Dia segera memerintahkan Prajurit disana untuk menarik keluar panahnya dan mengikat lukanya, kemudian dia mengambil tombak dan mulai bertempur kembali. Walaupun begitu akhirnya dia terpaksa memerintahkan pasukannya Mundur karena tekanan pasukan elit Cao-Cao yang begitu hebat. Dia kabur meninggalkan jejak darah menuju arah barat laut.

Mendengar musuhnya melarikan diri, Cao-Cao memberikan perintah pd jenderalnya, "Kejar dia siang dan malam, hadiah akan diberikan pada mereka yang menangkapnya hidup atau mati. Untuk kepalanya akan kuberikan 1000 keping emas dan Penguasaan atas suatu daerah yang memiliki 10.000 kepala keluarga. Jika ada yang menangkap Ma Chao hidup-hidup maka dia akan dinaikan pangkatnya menjadi Jenderal Besar."

Akibatnya semua orang bernafsu mengejar Ma Chao. Sementara itu tanpa memperdulikan apapun lagi, Ma Chao segera pergi jauh. Satu demi satu para prajurit dan pengiktunya berguguran. Pasukan infantri yang tidak dapat mengejarnya akhirnya banyak yang tertangkap musuh dan hanya tersisa sedikit sekali. Hanya beberapa puluh penunggang kuda saja yang tersisa. Mereka semua bergerak menuju Lin Tao, sebuah kota didaerah Bukit barat.

Cao-Cao juga ikut dalam pengejaran itu dan dia sampai ke An Ding. Tetapi Disana dia mengetahui bahwa Ma Chao masih berada jauh didepannya. Akhirnya dia menghentikan pengejaran dan kembali. Semua jenderal juga melakukan hal yang sama, semuanya kembali ke Chang An. Han Sui yang kehilangan lengan kirinya sekarang menjadi orang cacat. Tetapi dia tetap diberikan gelar dan jabatan yang dijanjikan. Yang Xiu dan Hou Xuan dijadikan bangsawan dan jabatan di Wei Kou.

Lalu perintah diberikan bagi pasukan untuk kembali ke ibu kota. Yang Fu seorang penasehat militer dari Liang Zhou, datang ke Chang An untuk menunjukan bahaya dari menarik pasukan mundur ke ibu kota.

"Ma Chao memiliki keberanian seperti Lu Bu dan hati seperti barbar. Kecuali kau menghancurkan dia kali ini, dia akan datang lagi dengan lebih kuat dan berani. Dan saat itu seluruh daerah barat akan hilang. Oleh karena itu kau tidak boleh menarik mundur pasukanmu."

Cao-Cao berkata, "Aku ingin menguasai seluruh daerah ini, tetapi banyak sekali hal yang harus kulakukan di ibu kota dan daerah selatan juga belum kutaklukan. Jadi aku tidak dapat tinggal, Tetapi kau , tuan, mungkin dapat membantuku mengamankan daerah ini. Apakah kau mau ?"

Yang Fu akhrinya setuju dan dia mengenalkan Wei Kang yang diangkat menjadi Pelindung Kekaisaran wilayah Ling Zhou.

Sebelum Yang Fu berpamitan, dia berkata pada Cao-Cao, "Pasukan kuat harus ditinggalkan di Chang An, sebagai cadangan apabila mereka diperlukan."

"Hal itu telah diatur." Jawab Cao-Cao.

Jenderal Cao-Cao bertanya mengenai kebijakan dalam perang ini, "Sejak pertama kita berada di Benteng Tong, utara sungai Wei tidaklah dijaga . Kenapa kau tidak menyebrang keutara sungai dan timur sungai kuning ? Tetapi kau malah menyerang benteng untuk beberapa hari sebelum melintas keutara."

Dan Dia menjawab, "Pemberontak itu pertama menguasai benteng. Jika aku dari pertama menduduki sisi timur dari sungai kuning, maka pemberontak akan mempertahan kemahnya dan satu demi satu mengumpulkan seluruh feri yang ada dan aku tidak akan dapat menyerang. Jadi aku mengumpulkan pasukan di benteng Tong dan membuat pemberontak menjaga tepi selatan sungai. Sehingga tepi utara terbuka lebar. Sehingga Xu Huang dan Zhu Ling dapat melintas. Lalu aku membuat benteng agar supaya musuh mengira aku lemah dan menyebabkan mereka menyerang tanpa berpikir panjang. Lalu aku menggunakan cara yang pintar untuk menyebabkan keretakan dan kekacauan dipasukan mereka. Strategi ini disebut ' PETIR MENGELEGAR SEBELUM KAU DAPAT MENUTUP TELINGAMU' (LI ZHI QIAN BI HE ER DUO). Memang benar perubahan dari taktik perang sangatlah tak terhingga."

"Tetapi ada satu hal lagi yang masih membingungkan kami dan kami harap kau menjelaskannya. Ketika kau mendengar musuh mendapat pasukan baru. Kau bertambah senang, kenapa ?"

"Karena benteng Tong jauh dari Xu Chang. Jika pemberontak mengambil semua titik2x strategis untuk bertahan, mereka tidak akan dapat di kalahkan dalam waktu lebih dari beberapa tahun. Ketika mereka datang bersama-sama, mereka mungkin banyak tetapi mereka lebih sulit diatur. Mereka mudah sekali marah dan terpecah-pecah dari berbagai macam suku. Jadi itulah alasanku untuk merasa senang."

"Memang benar, tidak ada yang dapat menandingimu dalam membuat Strategi." Kata semua bawahannay sambil bersujud rendah.

"Tetapi tetap saja, aku juga bergantung pada kalian semua." Kata Cao-Cao.

Lalu dia memberikan hadiah besar pada prajurit dan menunjuk Xiahou Yuan untuk menjaga Chang An. Prajurit yang menyerah dikirim keberbagai pasukan. Xiahou Yuan merekomendasikan Zhang Jia dari Gao Ling sebagai asistennya.

Segera pasukan itu kembali ke ibu kota Xu Chang dan disambut oleh kaisar. Sebagai imbalan atas jasa2xnya. Cao-Cao diberikan hak untuk disebutkan nama lengkapnya ketika diterima diistana dan boleh memakai baju perang dan membawa senjata ketika menghadap seperti Xiao He, salah satu menteri pendiri dinasti Han. Hal ini dilakukan karena ketenaran dan pengaruhnya sudah sedemikian rupa besarnya.

Berita mengenai hal ini segera menyebar dan sampai ke daerah barat yaitu ke Han Zhong dimana disana memerintah Zhang Lum Gubernur Hanning. Zhang Lu ini berasal dari Pei. Dia adalah Cucu dari Zhang Ling yang hidup di gunung Hum ming disebelah timur. Disana dia belajar ilmu tao.

Semua orang menghormati Zhang Ling dan ketika dia mati, anaknya Zhang Heng meneruskan karyanya dan mengajarkan sebuah ajaran. Para murid2xnya harus membayar iuran masuk dalam bentuk beras, sebanyak 5 karung. Orang-orang menyebutnya sebagai 'PENCURI 5 KARUNG BERAS' (DAO WU DAO).

(*Dao Wu Dao juga dapat disebut TAO 5 KARUNG BERAS.)

Setelah Zhang Heng meninggal, anaknya Zhang Lu mengikuti jejaknya. Zhang Lu menyebut dirinya 'GURU BESAR' (TA ShI FU) dan para pengikutnya disebut Pasukan 'MO SHI PING' (Pasukan Setan Kecil/biasa/umum). Kepala pasukannya disebut 'PENUANG ARAK' (Bian Liu Qi) dan mereka yang banyak atau berhasil mendapatkan pengikut disebut 'Kepala Penuang Arak' (KUI BIAN LIU QI). Ketulusan sejati adalah ajaran utama dari aliran kepercayaan ini dan tidak boleh ada tipuan didalamnya. Ketika semua orang jatuh sakit, sebuah altara disiapkan didalam ruangan 'KEHENINGAN' dimana mereka dapat menyadari kesalahan mereka dan mengakuinya secara terbuka. Lalu dia harus berdoa. Kepala/pemimpin doa ini disebut 'PENGAWAS PENUANG ARAK' (JIAN BIAN LIU QI).

(*Penuang arak itu kata-kata kiasan yang artinya kurang lebih seperti orang yang mengajak bergabung, dalam upacara2x adat biasanya mereka menuangkan arak sebagai tanda hormat atau tanda janji. Maka ketika para penuang arak meminta orang-orang berjanji untuk mengikuti ajarannya mereka menuangkan arak pada langit sebagai simbol perjanjian.)

Ketika berdoa untuk seseorang , mereka menuliska namanya dan pengakuan dosanya didalam selembar kertas dan membuat 3 salinan, hal ini disebut 'TULISAN KEPADA 3 DEWA' (Zhu Shu A San Shen). Satu salinan di bakar diatas gunung sebagai pengakuan pada langit (Tian Chen Hui), satu dibakar untuk pengakuan pada bumi (Rang Cheng Hui) dan satu lagi ditengelamakan ke dalam sungai atau danau sebagai pengakuan pada penguasa air (Shui Cheng Hui). Jika orang yang sakit itu sembuh maka dia harus membayar 5 karung beras.

Mereka memiliki tempat pelayanan umum dimana yang miskin dapat meminta beras dan daging serta memasak makanannya. Setiap pejalan/pengembara boleh mengambilnya sesuai dengan kebutuhan makannya. Mereka yang mengambil secara berlebihan akan dihukum. Kesalahan hanya dimaafkan sebanyak 3 kali setelah itu yang bersalah akan dihukum sesuai peraturan.

Aliran ini telah berkembang didaerah Han Zhong selama 30 tahun dan telah lolos dari tekanan pemerintah karena daerahnya yang jauh dari pusat pemerintahan. Yang dapat dilakukan pemerintah adalah memberi gelar pada Zhang Lu sebagai 'Jenderal yang menjaga Selatan' (NAN SHOU JIAN JUN) dan sebagai gubernur dari Han Ning sehingga hal ini menjamin kesetiaan darinya.

Ketika laporan mengenai keberhasilan Cao-Cao sampai kedaerah barat.Zhang Lu langsung memanggil para bawahannya untuk berdiskusi.

Kata Zhang Lu, "Ma Teng sekarang telah mati dan Ma chao dikalahkan, hal itu membuat daerah barat laut telah jatuh ketangannya. Ambisi Cao-Cao berikutnya pasti menguasai daerah barat daya dan Han Zhong yang akan diserang pertama. Aku harus bertindak lebih dahulu dan mengangkat diriku sebagai pangeran HanZhong dan mengawasi pertahanan."

Yan Pu lalu berkata, "Pasukan didaerah ini berjumlah 100.000 prajurit dan kita memiliki banyak persediaan. Tanah ditimur sungai memiliki pertahanan alami dengan pegunungan dan sungai2xnya. Sekarang pasukan Ma Chao baru saja dikalahkan dan pasukannya banyak yang berserakan di lembah Zi Wu. Kita dapat mengambilnya sebagai pasukan kita dan itu akan menambah sekitar 10.000 prajurit lebih. Sarankan adalah karena Liu Zhang di Yi Zhou lemah, maka kita hrus mengambil ke 41 daerah dibarat sungai dan setelah itu kau dapat mendirikan kekaisaran sesuau keinginanmu."

Kata-kata ini menyenangkan hati Zhang Lu yang langsung mulai mengumpulkan pasukan dengan adiknya Zhang Wei.

Berita mengenai hal ini sampai ke Yi Zhou dimana Pelindung Kekaisaran Wilayah ini Liu Zhang anak dari Liu Yan yang merupakan keturunan pangeran Gong dari keluarga kekaisaran memerintah. Pangeran Gong telah pindah ke Jing Ling beberapa generasi yang lalu dan keluarganya semuanya tinggal disini. Kemudian hari, Liu Yan yang merupakan pelindung kekaisaran wilayah Yi Zhou meninggal ditahun pertama masa Jian An/tahun ke 4 pemeritahan kaisar Xian (tahun 194 M), anaknya menggantikannya sebagai penguasa daerah itu.

Sebenarnya sudah ada permusuhan antara Liu Zhang dengan Zhang Lu, karena Liu Zhang menghukum mati ibu Zhang Lu dan saudaranya. Setelah itu Liu Zhang mengirim Pang Xi menjadi gubernur di Ba Xi untuk menahan serangan2x Zhang Lu.

Tetapi Liu Zang memang selalu lemah, dan ketika dia menerima berita dari komandannya mengenai pergerkaan pasukan Zhang Lu, hatinya langsung ketakutan dan dia segera memanggil para penasehatnya.

Didalam rapat seseorang berkata,"Tuanku, Jangan khawatir. Aku bukanlah seorang jenius tetapi aku memiliki lidah yang hebat dan aku akan membuat Zhang Lu tidak berani untuk menatap daerah ini lagi."

BAB 60

Yang mengusulkan rencana itu adalah Zhang Song, dia berasal dari Yi Zhou dan memiliki jabatan rendah sebagai Komandan salah satu divisi pasukan Kereta perang. Dia memiliki dahi yang lebar, badannya pendek dan gempal tetapi dia memiliki suara yang dalam dan berat seperti lonceng besar.

"Rencana apakah yang akan kau usulkan untuk menghindari petaka ini ?" Tanya Liu Zhang.

"Usulku adalah kita harus mendapatkan dukungan Cao-Cao. Seperti yang kita tahu bahwa dia telah menyapu bersih seluruh kekaisaran. Lu Bu adalah yang pertama, Kemudian keluarga Yuan, semua dimusnahkan. Akhir2x ini dia menghancurkan Ma Chao. Segera dia akan menjadi seseorang yang tidak dapat dibendung lagi kekuatannya. Oleh sebab itu, tuanku, berikanlah aku hadiah-hadiah untuk kubawa keibu kota dan aku akan membuat Cao-Cao mengerahkan tentaranya menyerang Han Zhong, hal ini akan membuat Zhang Lu harus menghadapi Cao-Cao dan dia tidak akan menganggu kita."

Hal ini disetujui Liu Zhang dan dia segera mempersiapkan emas dan mutiara serta barang-barang berharga lainnya. Dan ketika semuanya telah siap, dia menunjuk Zhang Song sebagai utusannya. Zhang Song sementara itu sedang membuat peta mengenai daerah barat secara sembunyi2x. Dia segera pergi dengan pengawalan menuju Xu Chang.

Zhuge Liang mendengar Hal ini dan dia segera mengirim mata-mata keibu kota untuk melaporkan keadaan kepadanya.

Zhang Song akhirnya tiba di Xu Chang dan segera dia menuju kepenginapannya, setiap hari dia mengunjungi kediaman perdana menteri untuk memohon menemuinya. Tetapi keberhasilan terakhirnya setelah mengalahkan Ma Chao telah memenuhi Cao-Cao dengan kebanggan luar biasa, dia tidak melakukan apapun kecuali mengadakan perjamuan atas kemenangannya ini. Dia tidak pernah tampil didepan umum kecuali untuk masalah yang sangat penting, dia bahkan mengurus masalah pemerintahan didalam kediamannya sendiri. Akhirnya Zhang Song harus menunggu berhari-hari. Tetapi ketika dia mengetahui siapakah pelayan yang dekat dengan perdana menteri maka dia segera menyogoknya dan akhirnya dia mendapatkan informasih kapan bisa menemui perdana menteri.

Cao-Cao sedang duduk2x dan kemudian Zhang Song diberitakan ingin menemuinya dan diterima olehnya. Setelah Zhang Song memberi hormat lalu Cao-Cao berkata, "Tuanmu Liu Zhang tidak mengirim upeti selama beberapa tahun, mengapakah itu ?"

"Hal ini disebabkan karena perjalanan sangat berbahaya, perampok dan pencuri semua ada dimana-mana."

Cao-Cao berkata dengan nada marah, "Pencuri dan perampok seperti apakah sementara aku telah membersihkan seluruh kekaisaran ini ?"

"Bagaimana kau dapat menyebut kekaisaran ini telah aman sementara Sun Quan diselatan, Zhang Lu dan Liu Bei dibarat, dan semua diantara mereka ini memiliki pasukan yang terkenal. Yang terlemah dari mereka memiliki 100.000 prajurit."

Hal ini membuat Cao-Cao sedikit marah dan dia lalu berdiri serta meninggalkan ruangan itu.

Lalu pelayan disana berkata pada Zhang Song, "Bagaimana kau dapat bersikap sangat kasar, padahal kau datang dengan sebuah misi ? Sikapmu sangat tidak sopan. Beruntungnya tuanku hari ini sedang bahagia dan mengingat kau datang dari jauh serta membawa hadiah maka dai tidak mengambil hati kesalahanmu. Aku sarankan kau pergi kembali ketempatmu secepat mungkin."

Tetapi Zhang Song tersenyum.

"Kami tidak mempunyai penjilat dan orang yang bisa berbicara manis2x saja di dataran barat sungai."

Pada sat ini ada yang datang menghampiri dan berkata, "Jadi kau mengatakan bahwa kami ini hanyalah penjilat. Dan kau tidak memiliki seorangpun seperti kamu ditempatmu ?"

Zhang Song melihat seorang pria dengan alis yang panjang dan juga mata yang tajam. Wajahnya seperti orang bijak yang telah lama mendalami ajaran spiritual. Dia bertanya namanya dan ternyata orang itu adalah Yang Xiu, anak dari Yang Biao, Mantan Wali Kekaisaran. Yang Xiu adalah Kepala dari kantor sekertariat Kementerian utama. Dia banyak sekali membaca buku dan memiliki reputasi sebagai orang yang pandai. Merasa bahwa omongan Zhang SOng salah, Yang Xiu mengundangnya keperpustakaan dimana mereka dapat berbicara lebih leluasa. Disana, segera setelah mereka duduk, Yang Xiu mulai berbicara mengenai daerah barat.

"Jalan yang kau tempuh sangat berbahaya dan melelahkan." Kata Yang Xiu.

"Ya, Tetapi tuan kami memerintahkan kami untuk berangkat, walaupun harus melalui api dan air. Kami tidak akan membantah." Jawab Zhang Song.

"Tempat seperti apakah YiZhou ?"

"Yi Zhou adalah nama sekelompok daerah didataran barat. Dahulunya daerah itu dikenal dengan nama negeri Shu. Luas daerah itu lebih dari 100.000 KM persegi dan disana ada lebih dari 200 titik strategis. Populasinya sangat padat sampai ayam yang berada disebelah jika berkokok akan membangunkan tetangga2xnya dan anjing yang mengongong akan dapat membuat seisi jalan kaget. Tanahnya sangat subur dan teratur, kekeringan dan wabah kelaparan tidak pernah terjadi disana. Kemakmuran adalah hal umum disana dan Musik yang ditiup dan dipetik selalu terdengar. Hasil tanah pertanian dapat setinggi gunung. Tidak ada tempat lain yang mampu menyaingi."

"Tetapi bagaimana dengan orang-orangnya ?"

"Administrator kami memiliki bakat sehebat Lin Xiangru, prajurit kami sangat berani seperti Ma Yuan, para tabib kami seahli Zhang Ji, peramal kami setepat Yan Zun. Sekolah2x filsafat dan kebudayaan kami dijadikan model dan contoh dimana-mana dan kami mempunyai banyak orang-orang berbakat lebih daripada yang dpt kuhitung. Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan semua hal ini ?"

"Dan bagaimana dengan orang-orang sepertimu tuan ?"

"Para pejabat-pejabat dinegeri kami semuanya orang jenius, bijak, loyal dan benar serta berani. Dan untuk seorang rendahan seperti akum jumlahnya ratusan, banyak sekali mereka sampai tidak ada orang yang dapat menghitungnya."

"Lalu jabatan apakah yang kau pegang ?"

Zhang Song menjawab, "Jabatanku sangatlah rendah, bahkan tidak dapat disebut jabatan. Aku hanyalah komandan salah satu divisi pasukan kereta perang. Tetapi, tuan, jabatan apakah yang kau punya ?"

"Aku adalah Kepala sekertaris kementerian utama." Jawab Yang Xiu.

"Mereka berkata bahwa beberpaa orang dari keluargamu telah memegang Jabatan itu selama beberapa generasi dan aku tidak mengerti mengapa kau tidak berada diistana untuk membantu Kaisar tetapi malah kau mengisi jabatan yang hanay berupa juru tulis di istana perdana menteri."

Yang Xiu sekarang merasa malu atas pernyataan Zhang Song, tetapi dia menjawab, "Walaupun aku sekarang hanyalah pejabat kecil, tetapi tugasku adalah sangat penting dan aku saat ini sedang mencari pengalaman dibawah bimbingan perdana menteri. Aku memegang jabatan ini hanyalah untuk mencari pengalaman saja."

Zhang Song tersenyum dan berkata, "Jika apa yang aku dengar adalah benar, Cao-Cao memiliki pengetahuan yang sebanding dengan Konfusius dan mencius. Kepandaian militernya tidak kalah dari Sun Tzu dan Wu Qi. Dia mengerti aturan untuk menggunakan kekerasan dan mengambil segala kesempatan yang ada. Tetapi aku tidak melihat bagaimana dia bisa memberimu pelatihan yang berharga atau membuat kau menjadi mengerti mengenai dunia."

"Ah, Tuan, Kau datang dari tempat terpencil. Bagaimana mungkin kau mengetahui kehebatan dari Perdana Menteri ? Tetapi aku akan menunjukan sesuatu padamu."

Yang Xiu memanggil pelayannya dan memerintahkan mereka untuk membawakannya buku. Dia memperlihatkan buku itu pada tamunya, Buku itu berjudul, "BUKU STRATEGI BARU OLEH MENG DE" (MENG DE XIN BING SHU). Lalu Zhang Song membukanya dan membacanya dari awal, seluruhnya berjumlah 13 bab. Semuanya berbicara mengenai strategi perang.

"Kau melihat buku ini sebagai apa? " Tanya Zhang Song ketika dia telah selesai membacanya.

"Ini adalah hasil pemikiran perdana menteri mengenai seni berperang. Dia melakukan tambahan2x dan perubahan2x dari seni berperang Sun Tzu (Sun Tzu Ping Fa). Kau mungkin menganggap remeh kemampuan perdana menteri, tetapi hal ini akan merubah pandanganmu itu."

"Buku ini ! Bahkan anak kecil di Yi Zhou telah mengetahui hal ini. Apa maksudmu dengan mengatakan ini adalah buku baru ? Buku ini telah dikarang oleh seorang tak dikenal dijaman negara2x berperang (Zhan Zheng) dan Cao-Cao telah menjiplaknya. Tetapi dia tidak dapat menipu siapapun kecuali kau, tuan."

"Apa maksudmu dengan kata-kata kasar sebagai penghinaan bahwa anak-anak sekolahmu dapat mengetahui isi buku ini ? Buku ini tidak pernah dipublikasikan kepada duia, walaupun beberapa salinan telah dibuat. Buku ini hanya ada diperpustakaan pribadinya saja."

"Apakah kau tidak mempercayai aku ? Aku dapat mengulangi semua isi buku itu jika kau mau ?"

Lalu Zhang Song mengulangi semua isi buku itu, kata perkata, dari awal sampai akhir tanpa salah.

Yang Xiu berkata, "Kau dapat mengingat buku ini dalam satu kali baca ! kau benar-benar orang hebat."

Ketika berpamitan, Yang Xiu berkata, "Tunggulah sebentar dipenginapanmu sampai aku dapat membuat permohonan pada perdana menteri untuk dapat menemuimu kembali."

Zhang Song berterima kasih dan pergi.

Lalu Yang Xiu menemui Cao-Cao untuk urusan ini dan berkata, "Tuan, mengapa kau memperlakukan Zhang Song seperti itu ?"

"Dia berbicara sangat kasar, Itulah sebabnya aku meninggalkan dia."

"Tetapi kau dapat bertahan terhadapa Mi Heng. Kenapa tidak dengan orang ini ?"

"Mi Heng memiliki reputasi sebagai terpelajar yang paling pintar diatas segalanya dan aku tidak dapat membunuh dia. Tetapi bagaimanakah kemampuan Zhang Song ini ?"

"Kemampuan bicaranya sangalah fasih seperti sungai mengalir dari langit, tidak ada yang akan meragukannya untuk kemapuan bahasanya. Aku kebetulan menunjukannya buku baru yang tuan tuliskan. Dia membaca buku itu sekali dan dapat mengulanginya dari awal sampai akhir tanpa salah. Hal ini membuktikan bahwa dia memiliki ingatan yang sangat kuat dan terpelajar. Hanya sedikit orang seperti dia didunia ini. Tetapi dia berkata bahwa buku itu merupakan karya dari seseorang tak dikenal beratus-ratus tahun yang lalu dan setiap anak sekolah didaerah dia mengetahui hal ini."

"Hal ini membuktikan bahwa penulis itu dan aku sama-sama merasakah hal yang sama dalam peperangan" Jawab Cao-Cao.

Walaupun begitu, dia memerintahkan agar semua buku itu disobek dan dibakar.

"Lalu bolehkan aku bawa dia menemuimu, tuan, sehingga dia dapat melihat kejayaan dari istana kita."

Cao-Cao setuju dan berkata, "Aku akan mengawasi pasukan esok hari di lapangan barat. Kau boleh membawanya kesana dan biarkan dia melihat seperti apa pasukanku ini. Setelah aku membereskan selatan maka aku akan mengambil barat."

Lalu keesokan paginya, Yang Xiu membawa Zhang SOng menuju lapangan barat, dimana disana pasukan Elit Cao-Cao sedang menunjukan kehebatannya, Pasukan itu adalah pasukan 'ARMORED TIGER'. Mereka berjumlah 50.000 sekarang. Mereka berbaris dengan teratur, mereka menunjukan penampilan yang berani. Tatapan mata mereka tidak memancarkan ketakutan, mereka mengenakan Helm berwarna Hitam yang mengkilap dan bersimbolkan harimau. Serta mengenakan Baju Zirah berwarna hitam yang gagah dan kuat. Genderang perang berbunyi menggetarkan angkasa, dan senjata mereka berkilatan terkena cahaya matahari. Kedisiplinan dan keteraturan mereka sangat sempurna. Panji2x perang mereka berkibaran tertiup angin. Mereka sangat terlatih dan waspada terhadap segala sesuatunya, mereka dapat melakuakan apa saja. Benar-benar suatu pemandangan laksana tentara dari langit.

Zhang Song melihat pasukan itu dengan kagumnya.

Setelah beberapa lama Cao-Cao memanggil Zhang SOng dan menunjuk pada pasukannya seraya berkata, "Apakah kau pernah meilhat pasukan seberani dan segagah ini di Yi Zhou ?"

"Kami tidak pernah mengadakan parade militer di Yi Zhou. Kami memerintah rakyat dengan kebajikan dan kebijaksanaan."

Cao-Cao lalu menjadi murka dan menatap marah para Zhang Song, yang juga menatap matanya tanpa rasa takut.

Yang Xiu lalu memberikan tatapan cepat kepada Zhang Song, tetapi Cao-Cao melanjutkan dan berkata, "Aku menganggap pasukan2x lain seperti tikus yang tidak lebih penting dari rerumputan dipadang. Dan untuk pasukanku, untuk sampai disuatu tempat artinya untuk merebutnya, untuk bertempur artinya untuk menguasai, untuk mengepung artinya untuk mengambil. Mereka yang bersamaku akan tetap hidup tetapi mereka yang menentangku akan mati, apakah kau mengerti ?"

"Tuan perdana menteri, Aku sangat mengetahui ketika kau mengeluarkan pasukanmu, kau selalu akan menguasai suatu tempat. Aku mengetahui itu ketika kau menyerang Lu Bu di Puyang dan ketika kau melawan Zhang Xiu di Wan Cheng dan ketika kau melawan Zhou Yu di Chi Bi dan ketika di lembah Hua Rong kau bertemu dengan Guan Yu. Dan hari ketika kau memotong janggutmu dan membuang jubahmu di benteng Tong dan ketika kau bersembunyi didalam perahu untuk menghindari panah di sungai kuning. Saat semua kejadian ini tidak ada yang dapat menghalangimu."

Hal ini membuat Cao-Cao sangat marah sehingga dia berkata, "Kau bedebah, berani sekalu kau mengatakan semua kegagalanku ?"

Cao-Cao memanggil pengawalnya dan memerintahkan Zhang Song dihukum mati.

Yang Xiu berusaha mencegahnya dan berkata, "Kau boleh memenggal dia, tetapi dia telah datang dari barat membawa upeti. Dan kematiannya akan berakibat buruk kepada citra kita dinegeri yang jauh."

Tetapi Cao-Cao terlalu marah untuk menjadi orang yang berpijak pada logika dan alasan2x. Xun Yu juga berusaha mencegah dan akhirnya Zhang SOng tidak dihukum mati. Tetapi dia di pukuli dan diusir. Dia kembali kepenginapannya dan segera meninggalkan kota pada malamnya, dia berpikir atas apa yang ingin dilakukannya dan apa yang didapatnya.

Pikir dia, "Aku tidak menyangka dia sangat angkuh ketika aku datang dengan maksud untuk memberikan pada dia sebuah daerah. Ketika aku kembali, Liu Zhang pasti mengharapkan suatu yang besar. Sekarang aku kembali dengan tangan kosong dan gagal. Aku akan ditertawakan semua orang. Aku tidak akan kembali. Aku telah mendengar certia mengenai Liu Bei dan aku akan pergi kepada dia untuk melihat orang seperti apakah dia. Lalu aku akan memutuskan apa yang harus dilakukan."

Lalu dengan pengawalnya yang berjumlah 20 orang, dia segera pergi ke Jing Zhou. Dia sampai diperbatasan Wu Chang ketika dia bertemu dengan sekelompok pengendara kuda. Kelompok itu dipimpin oleh seorang jenderal Yang mengenakan Jubah Putih dan tombak dari perak serta dipunggungnya membawa pedang.

Jenderal itu turun dari kudanya dan berkata, "Kau pasti adalah Zhang SOng."

"Ya, aku adalah Zhang Song."

"Aku telah menunggu kedatanganmu. Aku adalah Zhao Yun."

Zhang Song segera turun juga dari kudanya dan dia memberi salam,"Dan kau pasti adalah Jenderal Dari Changshan, pahlawan di DangYang."

"Ya, aku adalah dia. Tuanku Liu Bei memerintahkan aku menunggumu disini dan menawarkanmu untuk berisitrahat setelah perjalanan jauh dan melelahkan ini."

Lalu segera beberapa prajurit membawakan makanan dan arak bagi Zhang Song.

Zhang Song berkata, "Aku datang kemari karena kudengar Liu Bei sangat baik hati serta adil."

Setelah beberapa cangkir arak, kedua orang itu kemudian menuju JingZhou. Mereka lalu menuju Rumah Tamu, disini semua orang menyambut Zhang Song.

Dan ada seorang jenderal didepan rumah tamu itu, membungkuk memberi hormat dan berkata, "Kakakku mengirimku kemari untuk menyiapkan tempat bagimu istirahat setelah perjalanan jauhmu. Namaku adalah Guan Yu."

Lalu Zhang Song dan Zhao Yun turun dari kudanya dan memasuki rumah tamu, segera setelah itu makanan dihidangkan untuk makan malam. Dan Zhang Song kemudian dibiarkan beristirahat.

Keesokan paginya setelah sarapan, Zhang Song menemui Liu Bei yang saat itu sedang berada bersama kedua penasehatnya.

Setelah setelah Zhang Song menemuinya, dia turun dari kudanya dan membungkuk memberi hormat. Liu Bei juga menerima dia dengan penuh hormat.

"Nama besarmu telah lama kudengar. Penyesalanku karena bukit yang berkabut dan tempat yang jauh membuatku tidak dapat menemuimu dan menerima instruksimu yang berharga. Mendengar kau sedang lewat, aku datang untuk menyambutmu. Dan jika kau berkenan maka aku ingin memintamu beristirahat dikotaku ini, sehingga dapat memuaskan rasa kecewaku untuk menemuimi. Aku akan menganggap diriku sangat beruntung jika kau mau tinggal disini."

Liu Bei lalu mengadakan perjamuan untuk Zhang Song. Tetapi sepanjang perjamuan itu Liu Bei tidak berkata sedikitpun mengenai dataran barat dan mereka hanya berbincang masalah2x umum saja.

Kemudian Zhang Song menyadari bahwa Liu Bei menghindari topik mengenai dataran barat dan dia ingin mengetahui pikiran Liu Bei mengenai hal ini.

"Berapa banyakah kota di Jing Zhou ini, paman Kaisar ?"

Zhuge Liang menjawab, "Jing Zhou ini hanyalah tempat sementara. Kami meminjam daerah ini dari kerajaan selatan. Mereka selalu mengirim utusan untuk memintanya kembali. Tetapi sekarang, tuan kami telah menikahi putri keluarga Sun dan karena itu sekarang posisinya aman. Tetapi tetap saja daerah ini hanyalah sementara kami duduki."

"Dataran selatan sungguhlah luas. Tetapi tetap saja 6 wilayah berserta 81 kotanya tidak memuaskan mereka. Penduduk disana sangat kuat dan tanahnya subur."

Pang Tong berkata, "Tuan kami, yang merupakan keluarga kekaisaran, tdiak pernah menduduki wilayah kekaisaran. Mereka yang lainnya adalah pemberontak, menguasai daerah-daerah kekaisaran semau mereka. Orang-orang yang memiliki kebijaksanaan tidak akan mengakui perbuatan salah semacam itu."

"Tuan yang mulia, aku harap tidak perlu berkata apa-apa lagi. Kebajikan macam apa yang telah kuperbuat sehingga aku berani berharap sesuatu dari masa depan ?" Kata Liu Bei.

"Tuan, Kau adalah keturunan dinasti Han. Kemuliaanmu sudah diketahui keseluruh penjuru dunia. Semua yang ada diatas bumi dan dibawah langit mendambakanmu. Kau harus mulai membangun kekuasaanmu dan mengambil posisi kaisar."

Liu Bei terkejud mendengar pernyataan seperti itu," Tuan kau sudah terlalu jauh. Hal ini tak pantas untukku."

3 hari berturut mereka mengadakan perjamuan dan pesta arak. Tetapi selama itu tidak pernah mereka berbicara mengenai dataran barat. Dan ketika waktunya Zhang Song berpamitan, Liu Bei mengantarnya sejauh 5 Li (2,5 Km) untuk mengucapkan selamat jalan.

Liu Bei lalu mengangkat cangkir arak dan berkata, "Aku sangat bersyukur kau mau datang kemari. Kau telah berada disini 3 hari dan sekarang saatnya untuk berpisah. Siapa yang tahu kapan lagi aku mendapatkan kehormatan untuk menerima instruksimu."

Ketika Liu Bei mengatakan hal ini, air matanya mengalir, tetapi dia menyembunyikannya dari Zhang Song. Sementara Zhang Song merasa tersentuh oleh hal ini dan akhirnya Zhang Song memutuskan untuk berbicara soal daerah barat.

"Aku telah berpikir, bahwa aku akan datang kepadamu suatu hari. Tetapi sejauh ini aku tidak menemukan jalan. Di Jing Zhou aku melihat Sun Quan diselatan dan Cao-Cao diutara siap untuk menerkammu. Jadi aku rasa ini bukanlah tempat yang tepat bagi kau untuk menetap."

"Aku juga mengetahui hal ini, tetapi aku tidak memiliki tempat aman untuk kupergi."

Yi ZHou sangatlah terlindungi, dan tanahnya subur. Daerahnya padat dengan penduduk dan disana para terpelajar akan tertarik dengan kebajikanmu. Jika kau mengerahkan tentara kebarat, kau akan dapat dengan mudah untuk berkuasa disana dan mengembalikan kejayaan Han."

"Tetapi bagaimana aku akan melakukan hal ini? Penguasa daerah itu juga adalah keluarga kekaisaran. Seluruh wilayah itu mencintainya karena kebaikannya. Dan tidak ada orang lain yang dapat mengantikan kedudukannya."

"Aku Bukanlah pengkhianat, tetapi dihadapanmu aku merasa dapat dengan mudah berkata jujur dan terbuka. Liu Zhang, pelindung kekaisaran wilayah Yi Zhou, adalah penguasa yang lemah dan tidak dapat menggunakan orang bijak dan berbakat. Dan Juga Zhang Lu mengancam di utara. Rakyat disana akan sangat senang dipimpin penguasa yang bijak. Perjalanan ini kulakukan agar Cao-Cao mendapatkan daerah barat untuk dilindunginya sehingga Zhang Lu tdk akan berani menyerang kesana. Tetapi dia sangatlah sombong dan akhirnya aku menawarkan kesempatan ini padamu. Jika kau mau mengambil YiZhou, kau akan mendapatkan tempat untuk melawan HanZhong dan setelah itu seluruh kekaisaran dapat kau kuasai. Kau akan melanjutkan garis keturunan Han, dan namamu akan tercatat dalam sejarah. Apakah hal itu bukan berarti ketenaran yang sebenarnya ? Jika kau berpikir untuk mengambil daerahku, aku akan membantu apapun yang dapat kuberikan. Tetapi apakah kau setuju dengan cara ini ?"

"Aku sangat bersyukur kau memikirkanku. Tetapi Liu Zhang masih merupakan keluarga kekaisaran, aku akan dihujat oleh seluruh dunia jika aku menyerangnya."

"Ketika seorang pahlawan dilahirkan didunia, tugasnya adalah untuk menjalankan takdirnya untuk memaksa dirinya dan melakukan apa yang terbaik yang dia bisa. Untuk menjadi yang terdepan dari antara yang lainnya. Pada saat yang sama kau tampaknya gagal melihat kesempatan ini dan aku khawatir yang lainnya akan mengambil Yi Zhou. Penyesalan selalu datang terlambat. Aku harap kau memikirkan kata-kata ini."

"Dan aku mendengar bahwa alam disana sangatlah sulit, banyak gunung tinggi dan air terjun serta jalan yang sempit dan banyak jurang. Bagaimana daerah seperti itu dapat diserang ?"

Lalu Zhang SOng menyerahkan sebuah peta dan berkata, "Aku sangat tersentuh oleh kebajikanmu dan aku akan memberikan peta daerah itu, disana dengan jelas dapat kau ketahui jalan dan sungai yang kau dapat lalui."

Liu Bei membuka peta itu. Semuanya dipenuhi dengan catatan, panjang dan lebar dan hal-hal penting lainnya semua ada disana. Titik2x strategis dan bukit semua ditunjukan disana dan sungai dapat diketahui dengan jelas. Semua hal yang perlu diketahui telah ditulis disana.

Zhang Song lalu menambahkan, "Tuan, kau dapat segera menyiapkan rencanamu. Aku mempunyai 2 orang teman yang dapat membantumu dan ketika mereka melihatmu, kau dapat berbicara jujur dengan mereka. Nama mereka adalah Fa Zheng dan Meng Da."

Liu Bei segera mengucapkan terima kasih kepada Zhang Song.

Kata Liu Bei, "Selama Langit diatas tidak bertambah tua dan rumput hijau tetap ada, begitu juga aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini. Dan ketika aku telah menyelesaikan tugas2xku, kau akan mendapatkan imbalan."

"Aku tidak menginginkan imbalan. Dapat bertemu dengan tuan yang bijak seperti dirimu, aku telah sangat puas." Jawab Zhang Song.

Zhang Song segera pergi kemudian dan Guan Yu mengawalnya untuk beberapa Li.

Setelah Tiba di Yi Zhou, Zhang Song segera mengunjungi temannya Fa Zheng yang bersal dr Fu Feng. Dia menceritakan mengenai keangkuhan Cao-Cao.

"Cao-Cao adalah seorang yang patuh dikasihani dan tidak patut disanjung. Aku telah menjanjikan Yi Zhou pada Liu Bei, dan aku menginginkan saran dan bantuanmu." Kata Zhang Song.

"AKu jg berpikir bahwa Liu Zhang terlalu lemah dan aku juga ingin mengikuti Liu Bei. Jadi kita sama dalam hal ini." Kata Fa Zheng.

Segera Meng De tiba. Meng De dan Fa Zheng adalah orang dari kota yang sama. Ketika Meng Da memasuki ruangan, dia melihat mereka berdua sedang membicarakan sesuatu yang rahasia.

dan dia berkata, "Aku tahu apa yang kalian bicarakan. Kalian berencana menyerahkan Yi Zhou kepada orang lain."

"Memang benar begitu. Kau telah menduganya dengan benar," Kata Zhang Song.

"Tetapi kepada siapa kami akan menyerahkannya, apakah kau tahu ?" Tanya Fa Zheng.

"Hanya ada satu orang yaitu, Liu Bei." Kata Meng Da

Lalu mereka bertiga tertawa bersama.

Lalu Fa Zheng berkata pada Zhang Song, "Kau akan menemui tuan kita esok hari. Bagaimana mengenai hal ini ?"

"Aku akan meminta kalian berdua dikirim ke Jing Zhou untuk suatu tugas."

Mereka berpikir bahwa ini adalah rencana yang baik.

Keesokan harinya Zhang Song menemui Liu Zhang dan berkata, "Cao-Cao adalah pemberontak yang menginginkan seluruh kekaisaran untuk dirinya sendiri. Aku juga merasa dia mengincar daerah ini."

"Lalu apakah yang harus kita lakukan ?" Tanya Liu Zhang dengan ketakutan.

"Aku memiliki sebuah rencana. Liu Bei di Jing Zhou adalah keluarga kekaisaran jg yang artinya masih keluargamu dan dia sangat dermawan juga baik. Cao-Cao sangat terpukul oleh kekalahannya dia Chi Bi, dan Zhang Lu juga mengancam dari utara akan datang. Saranku adalah kau bersekutu dengan Liu Bei untuk menghadapi Cao-Cao dan Zhang Lu."

"Aku juga berpikir hal yang sama untuk beberapa waktu. Dapatkah kau merekomendasikan seorang utusan yang pantas untuk menjalankan rencana ini ?" Tanya Zhang Lu.

"Yang pantas hanya Fa Zheng dan Meng Da."

Akhirnya kedua orang itu dipanggil menghadap dan sebuah surat dipersiapkan untuk dibawa olehnya. Fa Zheng diperintahkan sebagai utusan untuk menemui Liu Bei sedangkan Meng Da diutus untuk membawa pasukan dan menyambut kedatangan Liu Bei ke Dataran Barat.

Sementara mereka masih membahas perincian kebijakannya, tiba-tiba seseorang masuk dan dia berkata, "Tuanku, 41 kota diwilayah ini akan hilang jika kau mendengarkan saran Zhang Song !"

Zhang Song terkejut dan berbalik melihat sipembicara itu, dia adalah Huang Quan dari Xiliang. Dia adalah sekertaris utama di istana Pelindung Kekaisaran.

Liu Zhang berkata, "Kenapa kau berkata seperti itu ? Liu Bei adalah masih keluarga kekaisaran dan juga keluargaku oleh sebab itu aku meminta dukungannya."

"Aku mengetahui semua hal tentang dia. Dia memiliki pikiran yang tidak sempit, hal ini menyebabkan banyak orang mengikuti dia. Dan hatinya yang lembut dapat meluluhkan apapun yang keras. Dia pemberani lebih dari yang lainnya. Dia mendapatkan "HATI RAKYAT", yang jauh dan yang dekat semuanya selalu melihat padanya. Dia juga mempunyai penasehat yang terbijak yaitu Zhuge Liang dan Pang Tong serta memiliki jenderal paling berani yaitu Guan Yu, Zhang Fei, Zhao Yun, Huang Zhong dan Wei Yan. Tetapi jika kau memanggilnya kemari dan membawa prajurit, apakah pikirmu dia akan mau menjadi bawahanmu ? Dan jika kau memperlakukan dia sebagai tamu kehormatan, dapatkan negara mempunyai dua pemimpin ? Dengarkan, aku tuanku, dan posisimu akan kokoh seperti Gunung Tai Shan. Tidak mendengar aranku maka posisimu akan rapuh sepeti kulit telur. Zhang Song ini baru saja pergi ke Jing Zhou, dimana aku yakin dia menyusun rencana dengan Liu Bei. Bunuhlah orang ini dan juga akhiri hubunganmu dengan Liu Bei. Maka hal itu akan membawa kebahagiaan untuk tanah ini."

(*An Ru Tai Shan, kata-kata yang sering digunakan sebagai ungkapan kekuatan. Artinya Kokoh seperti Gunung Tai Shan. Dalam kata-kata puisi cina kuno biasanya ditulis An Ru Pan Shi, An Ru Tai Shan.)

"Tetapi bagaimana caranya aku untuk melawan kedua musuhku yang lain? "

"Perkuat kota2xmu, galilah parit dan buatlah tembok2x kota yang tinggi. Lalu kau dapat menunggu serangan musuh datang."

"Jika para pemberontak ini menyerang daerah kita. Maka posisi kita akan berada diujung tanding. Jika saranmu kita hanya menunggu maka itu hanya omong kosong saja."

Liu Zhang tidak menyetujui saran Huang Quan, dan Fa Zheng sedang akan pergi ketika seorang lainnya lagi berteriak, "TIdak ! Jangan !"

Kalo ini adalah Wang Lei yang berbicara.

Dengan memberi hormat, Wang Lei berdiri dan berbicaram "Tuanku akan membawa bencana pada dirinya sendiri jika tuan mendengarkan saran Zhang Song ini."

"Aku tidak merasa seperti itu. Aku membuat persekutuan dengan Liu Bei karena ingin melawan Zhang Lu dan Cao-Cao."

"Penyerangan Zhang Lu hanyalah masalah dikulitnya saja. Jika Liu Bei sampai masuk daerah ini maka ini dapatlah disebut penyakit dalam. Liu Bei adalah seorang pemberani yang sangat licik. Dahulu dia mengikuti Cao-Cao dan akhirnya menyusun rencana untuk membunuhnya. Lalu dia ikut Sun Quan dan sekarang dia mengambil Jing Zhou. Hal ini menunjukan karakternya dan rencananya. Pikirmu kalian berdua dapat tinggal bersama dan keadaan akan sama ? Jika kau mengundang dia, maka Shu akan hilang !"

"Tidak ada lagi omong kosong ! Liu Bei berasal dari keluarga yang sama denganku dan dia tdk akan mengambil milikku." kata Zhang Lu dengan marahnya.

Dia memerintahkan agar Fa Zheng segera pergi dan mejalankan rencananya. Dan akhirnya Fa Zheng pun berangkat dan sampai di Jing Zhou, setelah mengucapkan salam, Fa Zheng menyerahkan surat Liu Zhang kepada Liu Bei yang langsung membacanya.

Surat itu membuat senang Liu Bei yang segera mengadakan perjamuan bagi Fa Zheng dan ketika mereka telah terlena oleh arak, dia menyuruh para pengawal dan pelayannya keluar serta berbicara dgn Fa Zheng berdua saja.

"Kawan, aku telah lama mengagumi dirimu dan Zhang Song telah memceritakan kebajikanmu. Aku akan sangat senang untuk mendengar saran2xmu."

Fa Zheng langsung bersujud dan berkata, "Hal ini terlalu berlebihan untukku yang hanya seorang pelayan dari Shu. Tetapi mereka selalu berkata bahwa kuda akan meringkik jika melihat Bo Le, Dewa Kuda, dan ketika seseorang menemukan tuannya, dia akan rela mati untuknya. Sudahkah kau pikirkan mengenai usulan Zhang Song, jenderal ? "

"Aku selalu menjadi pengembara, biasanya selalu menderita dan bersedih. Aku telah lama berpikir bahwa burung yang paling kecilpun akan menemukan tempat untuk bertengger apalagi aku yang seorang manusia. Tanahmu sangatlah subur dan menggoda untukku rebut tetapi penguasanya adalah keluargaku dan aku tidak dapat menyusun rencana untuk mengambil daerah itu dan menyakitinya."

"Ya, Yi Zhou itu sangat subur dan baik. Tetapi tanpa seorang pemimpin maka daerah itu tidak akan berguna. Liu Zhang tidak tahu bagaimana caranya menggunakan orang-orang bijak dan karena itu seseorang harus menggantikannya. Saat ini aku menawarkannya kedalam tanganmu dan kau tidak boleh kehilangan kesempatan ini. Jika kua setuju, aku akan melayanimu sampai mati."

Liu Bei lalu menunjukan rasa terima kasihnya dan berkata, "Biarkan aku berpikir untuk beberapa saat dan mencari nasehat terlebih dahulu."

Lalu perjamuan itupun berakhir dan Fa Zheng berpamitan. Zhuge Liang mengantar Fa Zheng ke penginapannya sementara Liu Bei berpikir.

Lalu Pang Tong berkata, "Kau harus memutuskan untuk tidak mengambil keputusan yang bodoh. Kau cukup pintar tuanku dan mengapa kau masih ragu ?"

"Apa yang harus kujawab kepadanya ?" Tanya Liu Bei.

"Kau tahu disekitar kita, Sun Quan diselatan dan Cao-Cao diutara dan karena hal ini kau tidak akan mencapai tujuanmu. Sekarang dihadapanmu terpampang daerah yang padat penduduk, subur dan kaya, serta pertahanan alaminya sangat baik. Kau telah mendapat janji akan mendapat bantuan dari dalam dan ini seperti hadiah dari langit. Kenapa kau masih ragu ?"

"Sekarang didunia ini ada dua hal yang berlawanan seperti api dan air. Lawanku adalah Cao-Cao. Dia sangat berkuasa dan aku telah lama menderita. Dia kejam dan aku memiliki kasih kepada rakyat. Dia bersiasat untuk menduduki kekaisaran sedangkan aku jujur ingin mengembalikan Han. Dalam segala hal aku berlawanan dengan dia. Aku menolak untuk kehilangan kepercayaan rakyat dan dunia hanya untuk keuntungan sesaat."

Pang Tong tersenyum atas kata-kata ini dan berkata," Kata Tuanku sangat selaras dengan kebaikan universal. Tetapi hal seperti itu tidak cocok dijaman pergolakan seperti ini. Seseorang harus mengambil kesempatan, menguasai yang lemah dan menyerang mereka yang kacau. Ini adalah ajaran yang diajarkan oleh Raja Tang dan Raja Wu. Jika setelah pendudukan kau mengatur administrasi daerah itu dengan baik dan membuat daerah itu menjadi daerah yang besar, apakah kau akan dipersalahkan karena melakukan hal ini ? Ingatlah jika kau tidak mengambilnya sekarang maka seseorang akan mengambilnya nanti."

Liu Bei menyadari kebenaran didalam kata-kata Pang Tong, "Kata-katamu adalah seperti permata. Mereka akan selalu kuingat didalam hatiku."

Segera dia memanggil Zhuge Liang untuk membahas masalah pengerahan pasukan ke barat.

Zhuge Liang berkata, "Daerah ini sangatlah penting dan harus dijaga dengan baik."

Liu Bei menjawab, "Aku, Pang Tong dan Huang Zhong serta Wei Yan akan pergi kebarat, Kau dan 3 jenderal terbaik, Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun akan menjaga Jing Zhou."

Guan Yu diperintahkan menjaga Xiang Yang dan celah sempit Qingni. Zhang Fei diperintahkan untuk menjaga 4 daerah disekitar sungai dan Zhao Yun berkemah di Jiang Ling.

Ketika 50.000 prajurit akan berangkat kebarat, lalu datanglah Liao Hua untuk mengikuti Guan Yu. Dia dan pasukannya akhirnya disertakan sebagai anak buah Guan Yu.

Pada saat itu musim dingin tiba. Segera mereka akhirnya bertemu dengan pasukan dibawah Meng Da yang beranggotakan 5.000 prajurit sebagai pasukan yang mengawal mereka memasuki Yi Zhou. Liu Bei memberitahukan pada Liu Zhang bahwa dia telah memasuki daerah Yi Zhou. Liu Zhang segera memerintahkan agar kota2x yang dilalui Liu Bei untuk memberikan jalan dan menjamunya.

Liu Zhang menginginkan keluar sendiri untuk menyambut Liu Bei dan memerintahkan agar tandu disiapkan. Pada saat ini Huang Quan, orang yang dengan gigih menolak kedatangan Liu Bei, mulai kembali memprotes.

"Tuanku, jika kau keluar maka kau akan berada dalam bahaya. Aku telah lama mengikutimu dan aku ingin mencegahmu menjadi korban siasat orang lain. Aku harap kau mempertimbangkan kata-kataku ini."

Zhang Song berkata, "Kata-katanya adalah kata orang yang ingin menimbulkan keretakan diantara keluarga."

Liu Zhang lalu berkata degan marah pada Huang Quan, "Aku telah memutuskan dan kenapa kau masih menentangku ?"

Huang Quang lalu bersujud sampai ketanah dan menangis. Lalu Liu Zhang yang akan segera keluar dan melewati Huang Quan, tiba-tiba Huang Quan menarik kaki jubah Liu Zhang agar dia tidak pergi. Liu Zhang yang marah memanggil pengawal untuk membawa keluar Huang Quan, akhirnya Huang Quan ditarik keluar dan dia masih menangis.

Ketika Liu Zhang telah sampai diluar dan mau menuruni tangga istana, seseorang datang dan berkata, "Tuanku, apakah kau tidak mau mendengarkan kata-kata dari orang yang setia seperti Huang Quan ?"

Dan dia juga bersujud dibawah tangga itu, dia adalah Li Hui dari Jian Ning.

"Kaisar mungkin mempunyai menteri yang akan memprotesnya dan ayah mungkin akan mempunyai anak yang menentangnya. Huang Quan telah mengabdi dengan setia padamu, kau harus mendengarkannya. Untuk membiarkan Liu Bei masuk kemari adalah seperti menerima Harimau masuk dalam rumahmu."

"Liu Bei adalah saudaraku dan tidak akan mencelakakan aku. Dan siapapun jg yang menentangku akan dihukum mati."

Akhirnya Li Hui pergi.

"Para pejabat di Shu hanya memikirkan keselamatan keluarga mereka dan tidak lagi memikirkan dirimu. Jenderal-jenderal sangat sombong dan setiap dari mereka memiliki rencananya sendiri2x. Jika kau tidak mendapatkan dukungan Liu Bei untuk mengalahkan musuh maka aku yakin kau akan hancur."

"Aku tahu rencana ini adalah untuk kepentinganku sendiri." Kata Liu Zhang.

Segera dia menaiki kudanya untuk pergi ke Jembatan Pohon Elm.

Lalu ada prajurit yang melaporkan padanya, "Wang Lei telah menggantung dirinya secara terbalik diatas gerbang kota. Ditangannya dia memegang pisau. Dia berkata apabila kau tidak mendengarkan kata-katanya, dia akan menggunting tali itu dan mati dikakimu."

Liu Zhang pergi kegerbang kota dan melihatnya. Dia kemudian marah dan berkata, "Kenapa kau mempermalukanku ketika aku akan menyambut seorang yang baik yang kuanggap seperti menyambut saudaraku sendiri ?"

Pada saat ini Wang Lei menangis keras sekali dan dia memotong tali itu, Dia jatuh ketanah dan mati.

Liu Zhang membawa 30.000 prajurit dan keluar untuk menyambut Liu Bei dan dia juga membawa 1.000 kereta persediaan serta hadiah lainnya.

Liu Bei berkemah di Sungai Dian. Selama perjalanan orang-orang membawakan Hadiah dan Liu Bei telah memberi perintah agar pasukannya membayar apapun yang mereka ambil, jika membangkang maka akan dihukum mati. Akibatnya penduduk keluar secara berkerumun untuk melihat kedatangan pasukan ini. Liu Bei menenangkan mereka dengan berjanji pasukannya tidak akan menyakiti penduduk.

Lalu Fa Zheng memberikan surat rahasia kepada Pang Tong. Surat itu berasa dari Zhang Song yang menasehati untuk membunuh Liu Zhang ditempat penyambutan.

Pang Tong berkata, "Jangan bicarakan apa-apa dulu mengenai hal ini. Setelah kedua Liu itu bertemu mungkin ada kesempatan tetapi semua ini terlalu dini. Rencana kita akan berantakan."

Jadi mereka tidak melanjutkan membahas rencana itu.

Tempat pertemuan diadakan di Fu Cheng. Tempat itu berjarak 250 Li dari Cheng Du, ibu kota Yi Zhou. Liu Zhang tiba pertama dan mengirim utusan menyambut Liu Bei. Kedua pasukan berkemah di sungai Fu. Liu Bei kemudian pergi ke kota untuk menemui Liu Zhang dan mereka melakukan apa yang saudara lakukan jika mereka bertemu. Mereka berbincang2x layaknya seorang kakak dgn adik. Lalu perjamuan diadakan dan setelah ini keduanya kembali ketempatnya masing-masing.

Liu Zhang berkata, "Konyol sekali apa yang dikhawatirkan oleh Huang Quan dan Wang Lei. Mereka tidak mengerti mengenai ikatan keluarga. Aku melihat dia sangat baik dan mulia. Dan dengan dukungannya aku tidak akan takut berhadapan dgn Cao-Cao atau Zhang Lu. Aku berhuntang rencana ini pada Zhang Song."

Walaupun begitu, beberapa dari pejabatnya tidak setuju dan sekelompok dari mereka menasehati untuk berhati-hati.

"Jangan bergembira dahulu, tuanku. Karena Liu Bei adalah orang yang keras walaupun tampaknya lembut dari luar. Kau belum membangunkan dia dan lebih baik kau berhati-hati."

"Kalian semua terlalu khawatir. Saudaraku itu bukanlah penjahat. Aku yakin itu."

Ketika Liu Bei telah kembali ketendanya, Pang Tong datang dan menanyakan bagaimana tanggapan Liu Bei atas Liu Zhang.

"Dia tampaknya orang yang jujur." Kata Liu Bei.

"Dia cukup baik, tetapi beberapa dari bawahannya tidak setuju atas masalah yang terjadi saat ini dan aku tidak berani menjamin bahwa tidak akan percobaan pembunuhan. Jika kau mau mengikuti saranku, kau dapat membunuh Liu Zhang disebuah perjamuan. Taruhlah 100 prajurit dibelakang tempat perjamuan itu, dan dengan tanda darimu maka selesailah sudah perkerjaan kita. Yang perlu kita lakukan tinggal pergi ke Cheng Du. Tidak perlu pedang dikeluarkan dan panah dilesatkan."

"Dia adalah saudaraku dan telah memperlakulanku dengan baik. Aku pendatang baru dan sejauh ini tidak mengenal daerah ini. Perbuatan seperti itu akan membuatku dikutuk seisi dunia. Aku tidak akan membuat diriku dibenci seperti itu."

"Rencana ini bukanlah milikku. Rencana ini berasal dari Zhang Song, yang mengatakan bahwa hal ini harus dilakukan."

Pada saat ini Fa Zheng datang dan berkata, "Hal ini bukan untuk kita saja, tetapi adalah keinginan langit."

"Liu Zhang dan aku berasal dari keluarga yang sama dan aku tidak ingin menyakiti dia." Kata Liu Bei.

"Tuan, kau salah. Jika kau tidak bertindak sesuai dengan saran kami, maka Zhang Lu akan mengambil Shu sebagai balas dendam atas kematian ibunya. Lalu ketika itu terjadi apakah yang kau dapatkan setelah melakukan perjalanan sejauh ini ? Majulah dan kesuksesan menjadi milikmu. Mundur dan kau tidak mendapatkan apapun. Penundaan adalah yang paling berbahaya. Setiap saat rencana ini bisa bocor dan orang lain akan mengambil keuntungan dari hal ini. Hari ini adalah hari ketika langit tersenyum padamu. Bertindaklah sebelum Liu zhang curiga."

Fa Zheng dan Pang Tong berdua berusaha menyakinkan Liu Bei atas rencana ini.

0 Response to "BAB 51 - BAB 60"

Poskan Komentar

Powered by Blogger