BAB 11-BAB20

BAB 11

Dia adalah Mi Zhu yang berkata tahu bagaimana cara mengalahkan Cao-Cao. Mi Zhu lahir dalam keluarga pedagang kaya di Dong Hai dan berdagang di Luo Yang. Suatu hari dalam perjalanan pulang dari kota itu didalam kereta kudanya, dia bertemu dengan wanita yang cantik sekali yang memohon padanya untuk ikut. Dia berhentu dan menyerahkan tempat duduknya keapdanya. Wanita itu membagi tempat duduknya kepadanya. Mi Zhu lalu duduk tetapi dia berusaha memberi jarak dan tidak melihat kearah wanita itu sekalipun dan tetap bersikap sopan. Mereka berpergian untuk beberap Km jauhnya dan ditengah jalan wanita itu berterima kasih dan turun.

Sebelum Wanita itu pergi dia berkata, "Aku adalah dewi api dari dataran selatan. Aku sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan perintah Kaisar langit untuk membakar kediamanmu, Tetapi kesopananmu dan kebaikanmu telah menyentuh hatiku. Sekarang aku peringatkan dirimu. Cepatlah pulang, Keluarkan hartamu dan selamatkan keluargamu karena aku akan tiba nanti malam."

Lalu dia menghilang, Mi Zhu dengan cepat pulang dan segera memindahkan seisi rumah dan barang berharganya. Malam itu api menyala dari dapur dan membakar seluruh rumah. Setelah ini Mi Zhu menyerahkan hartanya bagi orang miskin dan yang membutuhkan. Tao Qian memberinya jabatan kepala pengadilan.

Rencana yang diusulkan Mi Zu adalah seperti ini,"Aku akan pergi ke Bei Hai dan meminta gubernur Kong Rong untuk membantu. Yang lain harus pergi ke Qing Zhou dan meminta bantuan Pelindung Kekaisaran, Tian Kai. Kalau kedua pasukan ini melawan Cao-Cao maka dia pasti akan mundur."

Tao Qian menyetujui rencana itu dan dia menulis dua buah surat. Dia bertanya siapa yang mau menjadi sukarelawan untuk pergi ke Qing Zhou dan Chen Deng dari Guangling mengajukan dirinya. Mi Zhu dan Chen Deng keluar dari kota diam-diam pd malam hari dan Tao Qian serta yang lainnya berusaha bertahan semampu mereka.

Kong Rong berasal dari Qu Fu di negara bagian Lu. Dia adalah generasi ke 20 dari GURU BESAR KONFUSIUS(Kong FuZi). Kong Rong sangatlah pintar. Ketika berusia 10 tahun dia pergi untuk bertemu Li Ying, gubernur di He Nan. Tetapi Penjaga pintu tidak mengijinkannya masuk.

Tetapi Kong Rong berkata, "Aku adalah kerabat dekat menteri Li Ying" , Lalu dia dipersilahkan masuk.

Li Ying bertanya pada kong rong ada hubungan apa antara keluarganya dan keluarga Kong rong sehingga bisa disebut "sangat dekat".

Anak itu menjawab, "Leluhurku Konfusius pernah bertanya pada leluhurmu Lao Zi mengenai upacara. Jadi keluarga kita telah mengenal satu sama lain untuk sekian banyak generasi."

Li Ying terkejut mendengar jawaban anak ini.

Kemudai Menteri Tinggi Chen Wei datang berkunjung yang dimana Li Ying menceritakan mengenai anak itu”Dia adalah anak yang hebat" kata Li Ying menunjuk kepada Kong Rong.

Chen Wei menjawab, "Tidak selalu anak yang pintar akan menjadi orang yang pintar ketika dewasa."

Kong Rong lalu bertanya, "Dengan apa yang baru saja kau katakan pak, kau tentu saja satu dari anak-anak yang pintar itu."

Menteri dan gubernur, keduanya tertawa mendengar jawaban itu dan berkata, "Anak ini akan menjadi bangsawan kelak."

Jadi dari kecil Kong Rong telah terkenal. Sebagai seorang pemuda dia naik menjadi Komandan pasukan kekaisaran dan bertugas menjadi gubernur di Bei Hai, dimana dia sangat dikenal karena keramahannya. Di gedung kerjanya dia menulis dipilar2x gedung dengan tulisan ,

"BIARKAN RUANGANKU PENUH DENGAN TEMAN-TEMAN. DAN CANGKIRKU PENUH DENGAN ARAK. ITU ADALAH YANG KU SUKA."

Setelah 6 tahun di Bei Hai seluruh penduduk mencintainya. Ketika Mi Zhu tiba seperti biasa kong rong sedang duduk bersama tamu-tamunya dan utusan segera dikirim untuk mengabarkannya. Mi Zhu lalu menghadap dan kong rong bertanya apa keperluan Mi Zhu, Mi Zhu lalu menyerahkan surat dari Tao Qian yang menceritakan Cao-Cao sedang mengepung Xu Zhou dan dia memerlukan bantuan.

Lalu berkatlah Kong Rong,"Tuanmu dan aku adalah teman baik dan kehadiranmu disini membuatku harus pergi membantunya. Tetapi aku tidak punya permusuhan dengan Cao-Cao, Jadi aku akan menulis surat dulu untuk Cao-Cao dan memohon dia untuk berdamai. Jika dia menolak ajakanku maka aku akan menyiapkan tentaraku."

"Cao-Cao tidak akan mendengar usulan perdamaian. Dia terlalu yakin dengan kekuatannya." Kata Mi Zhu.

Kong Rong tetap menulis surat dan pada saat yang sama juga memerintahkan tentaranya bersiap. Pada saat ini tiba-tiba Pasukan pemberontak Jubah Kuning berjumlah kurang lebih 10.000 orang merampok dan menjarah daerah bei hai. Kong Rong harus berurusan dengan mereka terlebih dahulu.

Kepala pemberontak, Guan Hai, maju kedepan dan berkata, "Aku tahu kota ini subur dan makmur. Aku ingin meminta 10.000 kereta berisi beras. Berikan apa yang aku mau dan kami akan pergi. Menolak dan kami akan merobohkan tembok kota dan menghancurkan setiap mahluk hidup !"

Kong rong berteriak balik, "Aku adalah pelayan dari Dinasti Han, Dipercayakan untuk menjaga tanah ini. Apakah kamu pikir aku akan memberi makan pemberontak ?"

Guan Hai mememcut kudanya dan mengayunkan pedangnya dan berkuda menuju depan. Zong Bao, salah satu jenderal kong rong, mengambil tombaknya dan keluar melawannya. Tetapi setelah beberapa ronde, Zong Bao terbunuh. Lalu pasukan kong rong menjadi panik dan kembali kedalam kota untuk berlindung. Pemberontak lalu mengepung kota dari segala sisi. Kong Rong sangat terpukul atas kejadian ini dan Mi Zhu yang melihat tidak ada harapan untuk sukses dalam misinya ini, sangat bersedih.

Pemandangan dari tembok kota sangatlah menyedihkan karena pemberontak tak terkira banyaknya. Suatu hari ketika sedang berdiri ditembok kota, Kong Rong melihat satu orang dengan tombaknya berkuda melewati pemberontak jubah kuning dan membantai mereka seperti rerumputan yang diterbangkan oleh angin.

Tidak terlalu lama, orang itu sampai di pintu gerbang kota dan berteriak , "Bukan Gerbangnya !"

Tetapi penjaga gerbang tidak mau membuka gerbang untuk seseorang yang tidak dikenal dan dalam penantian itu tentara pemberontak mulai mendekati sipengendara kuda. Tiba-tiba pengendara kuda itu berputar dan menerjang mereka semua serta berhasil membunuh selusin dari orang-orang itu. Hal ini membuat pemberontak yang lain mundur ke belakang parit2x. Kong Rong akhirnya memerintahkan untuk membuka pintu gerbang dan membiarkan orang itu masul. Setelah dia didalam, lalu orang itu turun dari kuda dan memberi hormat pada Gubernur Kong Rong.

"Namaku adalah Taishi Ci dan aku berasal dari Lai Huang. Aku sedang pulang kerumah kemarin dari daerah utara untuk menemui ibuku dan aku mendengar kota mu dalam bahaya dari serangan pemberontak. Ibuku berkata kau telah sangat baik padanya dan bilang padaku bahwa aku harus membantumu. Jadi aku pergi sendirian ke sini dan disinilah aku sekarang."

Ini adalah berita yang menggembirakan, Kong Rong sudah mengetahui mengenai Taishi Ci sebagai petarung yang hebat dan pemberani walaupu keduanya tidak pernah bertemu. Ketika Taishi Ci jauh dari kotanya, Kong Rong merawat ibunya yang tinggal beberapa km dari kota, Dengan penjagaan khusu darinya, dia memastikan ibunya tidak kekurangan apapun. Ini telah menarik simpati dari hati wanita itu dan dia mengirimkan putranya sebagai tanda terima kasih.

Kong rong menujukan penghargaanya dengan memperlakukan tamunya dengan sangat hormat, meberikannya hadiah pakaian dan baju zirah, sadel, dan kuda.

Lalu Taishi Chi berkata,"Berikan Aku 1000 tentara dan aku akan pergi keluar dan mengusir orang-orang ini."

"Kau adalah pendekar yang berani tetapi mereka terlalu bnyak, ini adalah masalah serius untuk keluar dan berhadapan dengan mereka." Kata Kong rong.

"Ibuku Mengirimku karena kebaikanmu pada nya. Bagaiman aku dapat bertemu kembali dengannya bila aku tidak menghentikan pengepungan ini ? Aku lebih baik menang atau aku mati."

"Aku dengar Liu Bei adalah salah satu pahlawan didunia ini. Kalau saja kita dapat meminta bantuannya, yang aku tidak ragukan lagi dia pasti membantu, hanya saja siapakah yang dapat kita utus menemuinya ?"

"Hmm...Aku akan pergi begitu aku menerima surat darimu !"

Lalu kong rong menulis surat untuk Liu Bei dan memberikannya untuk taishi ci.

Taishi Ci memakai baju Zirahnya, naik kekudanya dan mengambil busur serta anak panah serta membawa tombaknya. Dia keluar kota sendirian.

didepan parit, para pengepung kota berkumpul dan mereka segera menghalangi jalan taishi ci. Tetapi Taishi Ci langsung menerjang mereka dan membunuh beberapa lusin dari mereka dan akhirnya berhasil keluar dari kepungan.

Guan Hai yang melihat hal ini geram dan berkata, "Monster apakah dia sehingga bisa masuk dan keluar kota seenaknya seperti kita ini hanyalah patung !!!", Dia lalu mengirimkan orang untuk mengikutinya. Dan Guan Hai menyuruh mereka untuk mengepug taishi Ci. Taishi Ci yang sadar dirinya diikuti dan dalam formasi yang mengepungnya. Lalu Sambil berkuda, Taishi Ci mengikat tombaknya, mengambil busur dan menembakan panahnya. Lalu satu demi satu pasukan pengejarnya berjatuhan, melihat hal ini para pengejarpun tidak berani mengikutinya lagi.

Akhirnya dia sampai di tempat Liu Bei di Ping Yuan dan setelah memberi hormat lalu dia menyampaikan keadaan kong rong dan menyerahkan surat pada Liu Bei.

"Dan siapakah dirimu ?" Tanya Liu Bei.

"Aku Taishi Chi dari Lai Huang. Aku tidak ada hubungan apapun dgn kong rong tetapi karena ibuku aku mau berbagi duka dan ketidakberuntungan dengan dirinya. Pemberontak Jubah Kuning telah mengepung kotanya dan dia tidak dapat meminta bantuan siapapun lagi, kehancuran kotanya sudah sangat dekat. Karena itu dengan perintahnya aku memberanikan diri melintasi semua bahaya dan kesini untuk memohon bantuanmu, aku mohon tuan mau menolongnya."

Liu Bei tersenyum dan menghela napas dan berkata, "Dan Apakah dia tahu bahwa ada Liu Bei didunia ini ?"

Lalu Liu Bei bersama dengan Guan Yu dan Zhang Fei, membawa 3.000 tentara dan pergi untuk melawan pemberontak yang mengepung ktoa. Ketika Pemimpin pasukan pemberontak Guan Hai melihat pasukan yang baru tiba ini, dia langsung melawan mereka, berpikir bahwa dia dapat segera menghancurkan pasukan kecil ini.

3 bersaudara dan Taishi Ci berada di barisan paling depan dari pasukan mereka. Guan Hai segera maju kedepan, Taishi Ci telah siap melawan tetapi Guan Yu telah maju didepannya. Dia maju kedepan dengan kudanya dan kedua orang ini bertarung. Pasukannya berteriak memberi semangat. Setelah beberapa jurus saja akhirnya Golok naga hijau Guan Yu mendarat di badannya dan dia jatuh.

Ini adalah tanda bagi Zhang Fei dan Taishi Ci untuk ikut ambil bagian. Dengan tombak mereka masing-masing, mereka menerjang maju dan Liu Bei bersama pasukan ikut maju. Gubernur yang melihat bala bantuan telah datang dan membantai pemberontak seperti harimau memangsa kawanan lembu. Tidak ada yang dapat menahan mereka dan dia mengirim pasukanya sendiri untuk bergabung dalam pertempuran. Jadi pemberontak terkepung diantara dua pasukan. Pasukan pemberontak akhirnya dapat dipatahkan dan banyak pasukannya yang menyerah, yang lainnya melarikan diri kesegala penjuru.

Perjamuan disiapkan untuk merayakan kemenangan ini. Mi Zhu diperkenalkan pada Liu Bei. Mi Zhu menceritakan kejadian yang dialamai Tao QIAn.

Liu Bei berkata, "Tao Qian adalah orang yang baik dan memiliki integritas tinggi. Dan sangat menyedihkan apabila dia harus menderita akibat kesalahan orang lain."

"Kau adalah masih famili kekaisaran" Kata Gubernur kong rong,"Dan Cao-Cao ini melukai orang-orang, seorang kuat yang menggunakan kekuatannya untuk bertindak sewenang-wenang. Kenapa tidak ikut denganku dan menolong yang tertindas ?"

"Aku tidak dapat menolak tetapi pasukanku lemah dan aku harus bertindak hati2x." kata Liu Bei.

"Walaupun keinginanku untuk menolong karena persahabtanku dengan dia tetapi juga karena rasa kebenaran. I rasa hatimu juga memiliki rasa kebenaran itu bukan ?" Kata Kong rong.

Liu Bei berkata, "Jika memang begitu, kau pergi dahulu dan berikan aku waktu untuk menemui Gongsun Zan untuk meminta pinjaman pasukan dan kuda. Aku akan segera datang."

"Kau tidak akan melanggar janjimu bukan ?" Kata sang gubernur.

"Orang macam apa kau kira aku ini ?" kata Liu bei,"Kata orang bijak, 'Kematian adalah suatu hal yang umum; orang yang tidak jujur tidak akan dapat mengatur dirinya', apakah aku akan mendapatkan pinjaman tentara atau tidak, aku pasti akan datang."

Lalu rencana itu disetujui. Mi Zhu kembali lebih dahulu dan kong rong menyiapkan pasukannya untuk ekspedisi kali ini.

Taishi Ci memohon pamit, "Ibuku memohon aku untuk datang membantumu dan sekarang kau telah selamat. Surat datang dari atasanku Liu Yao, Penjaga kakaisaran dari Yang Zhou, Aku harus segera datang. Aku harap akan dapat menemui lagi ."

Kong rong ingin memberikan hadiah bagi taishi ci, namun taishi ci menolak dan segera pergi.

Ketika dia bertemu dengan ibunya, ibunya sangat senang dan berkata, "Aku sangat senang kau dapat membuktikan balas budimu !"

setelah ini Taishi Ci berangkat ke Yang Zhou.

Liu Bei pergi ke tempat sahabatnya Gongsun Zan dan menceritakan keperluannya untuk membantu daerah Xu Zhou.

"Cao-Cao dan kau bukanlah musuh. Kenapa kau mengorbankan dirumu demi orang lain?" kata Gongsun Zan.

"Aku telah berjanji" jawab Liu Bei," Dan aku tidak akan mengingkarinya."

"Aku akan meminjamkanmu 2.000 pasukan kuda dan infantri terbaikku." kata Gongsun Zan.

"Juga, Aku ingin meminjam jasa Zhao Yue." Kata Liu Bei.

Gongsun Zan menyetujui hal ini juga. Mereka berangkat, Pasukan Liu Bei dipimpin oleh Guang Yu dan Zhang Fei berada didepan sedangkan pasukan yang dia pinjam dipimpin Zhao Zhao Yue berada dibelakang.

Mi Zhu yang kembali mengatakan bahwa Kong Rong telah setuju untuk membantu dan juga telah membawa Liu Bei dan pasukannya. Chen Deng yang jg telah kembali melaporkan bahwa Tian Kai setuju untuk membantu. Kedua berita ini dapat menenangkan hati Tao Qian.

Tetapi kedua pemimpin itu walaupun telah berjanji membantu, berkemah cukup jauh diperbukitan karena takut terlalu dekat dengan pasukan Cao-Cao. Cao-Cao tahu mengenai kedatangan mereka dan membagi pasukannya untuk melawan mereka. Sehingga menunda penyerangan kota.

Pada saat ini Liu Bei datang menemui Kong Rong dan berkata, "Pasukan musuh sangat kuat dan Cao-Cao sangat ahli dalam urusan perang. Kita harus berhati-hati. Mari kita melakukan pengintaian dan sebelum melakukan tindakan."

"Apa yang aku takutkan adalah kelaparan didalam kota" Kata Liu Bei, "Mereka tidak akan dapat bertahan terlalu lama, Aku akan menaruh pasukanku dalam komandomu, sementara aku dan Zhang Fei akan mencoba menerobis masuk kota untuk menemui Tao Qian untuk berkonsultasi dengannya."

Kong rong menyetujui hal ini, lalu dia dan Tian kau mengambil posisi membentuk fromasi "Tanduk banteng" semetara Guan Yu dan Zhao Zi long berada disisinya untuk membantunya.

Ketika Liu Bei dan Zhang Fei serta 1000 tentaranya menerjang melewati pasukan Cao-Cao. Mereka hampir berhasil mencapai sisi benteng tetapi tiba-tiba bunyi genderang perang bertabuhan dan keluarlah Yu Jin.

Yu Jin lalu berkata,"Kalian adalah orang Gila mau menerobos pasukan ini, kalian kira kalian akan kamana ?"

Zhang Fei yang mendengarnya langsung marah dan dia langsung memacu kudanya kearah Yu Jin. Mereka bertarung beebrapa jurus dan Liu Bei yang mengeluarkan pedang kembarnya langsung berusaha menerobos lagi bersama tentaranya dan akhirnya mereka berhasil menerobos kepungan musuh itu. Zhang Fei yang ada dibelakangnya tidak dapat dihalangi oleh pasukan Yu Jin yang ketakutan melihat Zhang Fei yang besar dan sangar itu.

Akhirnya mereka sampai di depan gerbang benteng dan setelah mereka masuk kedalam kota. Liu Bei langsung disambut dan sebuah perjamuan diadakan untuknya. Pasukannya juga di jamu.

Tao Qian sangat senang dengan Liu Bei, dia menyukai semangat Liu Bei. Tao Qian memerintahkan Mi Zhu untuk mengambil Stempel dan Lambang jabatannya. Tetapi Liu Bei sangat terkejut.

"Apakah maksud semua ini ?" Kata Liu Bei.

Tao Qian berkata,"Sekarang banyak masalah diseluruh penjuru negeri dan Perintah kaisar sepertinya sudah tidak ada lagi. Anda, Tuan adalah masih keluarga kaisar dan sangat tepat untuk membantu dan menolong kekaisaran. Aku sudah tua dan tidak mampu berbuat banyak dan aku ingin pensiun. Aku berharap kau tidak menolak, aku akan melaporkan tindakan ku ini kepada istana."

Liu Bei langsung bersujud dihadapan tuan rumah dan berkata, "Aku mungkin masih keluarga kaisar, tetapi jasa ku masih kecil dan kurang bijaksana. Aku meragukan bahwa aku adalah orang tepat dan hanya karena aku merasa adalah hal yang benar untuk membantumu makanya aku datang kesini. Untuk mendengan kata-kata seperti tadi membuatku ragu, tentu anda mengira ada keserakahan dalam hatiku. Biarkan Langit menghukumku bila aku berpikir seperti itu !"

"Ini benar-benar harapanku " Kata Tao Qian.

Tao Qian terus dan terus memaksa untuk menyerahkan Xu Zhou pada Liu Bei tetapi Liu Bei terus menolak.

Didalam kekacauan itu, datanglah Mi Zhu dan berkata, "Musuh telah mencoba menembus tembok kota dan sesuatu harus segera dilakukan. Masalah ini dapat menunggu hingga keadaan benar-benar tenang."

Kata Liu Bei, "Aku akan menulis surat pada Cao-Cao dan memohon padanya untuk melepaskan pengepungan, jika dia menolak maka kita akan menyerangnya."

Pesan itu sampai kepada Cao-Cao ketika mereka sedang rapat. Surat itu dibawa dan diserahkan pada Cao-Cao. Ketika dia membuka dan membacanya ternyata surat itu dari Liu bei.

Surat itu berbunyi,

"Sejak kita bertemu dahulu, takdir telah memberikan pada kita tempat yang berbeda didunia ini dan aku belum dapat memberi hormat padamu. Tersentuh oleh kematian ayahmu, itu karena kebiadaban Zhang Kai dan bukan salah Tao Qian. Sekarang ketika sisa-sisa tentara pemberontak jubah kuning masih mengganggu negeri ini dan pengikut2x dong zhuo masih menguasai ibu kota, aku harap kau, tuan yang mulia, dapat mempertimbangkan kepentingan istana dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan oleh karena itu mundurkanlah pasukanmu dari Xu Zhou untuk menyelamatkan negara. Tindakan seperti itu akan merupakan kebahagiaan bagi kota ini dan bagi seluruh kekaisaran."

Cao-Cao merobek surat itu dan berkata,"Siapakah Liu Bei ini berani menulis dan menghinaku ? "

Cao-Cao memerintahkan agar utusan itu dihukum mati dan menyuruh meningkatkan pengepungan.

Tetapi Guo Jia berkata, "Liu Bei telah datang dari jauh untuk membantu Tao Qian dan dia mencoba untuk bertindak sopan sebelum menggunakan kekuatan. Aku harap tuanku, balaslah surat ini dengan kata-kata halus dan biarkan hatinya merasa aman. Lalu seranglah dengan kekuatan penuh dan kota akan jatuh."

Cao-Cao melihat saran ini bagus, lalu dia mengampuni utusan itu dan menyuruhnya menunggu untuk membawa surat balasan.

ketika hal ini sedang berlangsung, seekor penunggang kuda datang membawa berita kurang baik, "Lu Bu menyerang Yan Zhou dan sekarang menduduki Pu Yang. Ketiga daerah --- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong JUn sedang diserang !"

Ketika Li Jue dan Guo Si menyerang ibu kota, Lu Bu Kabur ketempat Yuan Shu. Tetapi Yuan Shu menolak menerimanya. Lu Bu lau pergi ke Yuan Shao yang merupkan saudara Yuan Shu. Yuan Shao menerimanya dan menggunakanya untuk menyerang Zhang Yan dia ChangShan. Tetapi keberhasilan Lu Bu membuatnya terlalu bangga. dan sifat sombongnya mengesalkan jenderal lain dibawah Yuan Shao, Yuan Shao sedang akan memerintahkan hukuman mati baginya. Tetapi Lu Bu telah pergi dan mengabdi pada Zhang Yang, Gubernur ShangDang yang mau menerimanya.

Pada saat ini Pang Shu, yang bersembunyi dan melindungi keluarga Lu Bu di Chang an, mengembalikan mereka padanya. Hal ini mengakibatkan kemarahan Li Jue dan Guo Si sehingga mereka menghukum mati Pang Shu dan menulis surat pada pelindung Lu Bu akan melakukan tindakan yang sama pada mereka. Untuk menghindari ini Lu Bu pergi lagi dan kali ini dia mengikuti Zhang Miao, Gubernur Chen Liu.

Lu Bu tiba pada saat adik Zhang Miao, Zhang Chao memperkenalkan Chen Gong.

Chen Gong berkata Pada Zhang Miao, "Keruntuhan kekaisaran telah dimulai dan para panglima perang telah mengambila apapun yang dapat mereka kuasai. Sangat aneh apabila tuanku dengan keuntungan populasi penduduk yang besar dan persediaan makanan yang banyak tidak berusaha memerdekakan diri. Cao-Cao telah melakukan ekspedisi ke timur dan meninggalkan daerah tidak terjaga. Lu Bu merupakan salah satu pendekar paling hebat pada saat ini dan jika kalian berdua menyerang dan mendapatkan Yan Zhou maka kita dapat menjadikannya batu pondasi kekuasaan kita."

Zhang miao sangat senang mendengarnya. Dia memerintahkan untuk menyerang dan segera Lu Bu merebut wilayah Yan Zhou dan sekitarnya, Semua tetapi tinggal 3 kota-- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun yang dipertahankan mati-matian oleh Xun Yu dan Cheng Yu. Sepupu Cao-Cao, Cao Ren telah bertempur berulang-ulang tetapi selalu dapat dikalahkan dan utusanpun dikirim agar segera dapat memberikan bantuan.

Cao-Cao langsung merasa gelisah, "Jika daerahku sendiri hilang, Aku tidak mempunyai rumah untuk kembali ! aku harus segera melakukan sesuatu ."

"Hal yang terbaik adalah menjadi teman Liu Bei dan kembali ke Yan Zhou" kata Guo Jia.

Lalu Cao-Cao menulis surat pada Liu Bei dan memberikannya pada utusan yang menunggu dan Cao-Cao pun memerintahkan pasukannya untuk membongkar kemah dan mundur. Berita mengenai pasukan musuh yang mundur sangat menyenangkan Tao Qian yang lalu mengadakan pesta dan perjamuan sebagai ucapan terima kasihnya.

Ketika perjamuan berakhir, dia meneruskan dengan permintaanya untuk pensiun dan menyerahkan kekuasaan pada Liu Bei.

Menempatkan Liu Bei pada kursi Kehormatan, Tao Qian bersujud dihadapannya dan lalu berkata dihadapan yang hadir, "Aku tua dan lemah, kedua anakku tidak memiliki cukup kemampuan untuk memegang tanggung jawab dan jabatan tinggi ini. Liu Bei adalah masih keturunan keluarga kaisar. Dia memiliki kebajikan dan bakat. AKu memberikan kekuasaan kepadanya untuk memerintah daerah ini dan kepadanya lah aku akan pensiun untuk merawat kesehatanku ini."

Liu Bei menjawab, "Aku datang atas permintaan gubernur Kong Rong, karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Xu Zhou telah aman, tetapi jika aku mengambilnya, pasti seluruh dunia akan mengatakan aku pria licik."

Mi Zhu berkata, "Kau tidak boleh menolaknya, Dinasti Han sedang runtuh dan ini adalah saatnya untuk mengembalikan kajayaanya. Daerah ini adalah daerah subur dan kaya, populasinya cukup besar dan kau adalah orang yang tepat untuk memerintah daerah ini."

"Tetapi aku tidak dapat menerimanya." kata Liu Bei.

"Penjaga kekaisaran sedang sangat menderita." Kata Chen Deng, "Dan tidak dapat mengurusi semua permasalahan, Kau tidak boleh menolak tuan."

Kata Liu Bei, "Yuan Shu berasal dari keluarga yang berkuasa, yang telah memegang jabatan tinggi di negara selama 4 generasi. Banyak orang yang menghormati dirinya, mengapa tidak mengundangnya untuk tugas ini ?"

"Karena yuan shu hanya seorang mayat berjalan dari kuburannya yang gelap, dan namanya tak layak untuk disebut. Ini adalah kesempatan dari langit dan kau akan menyesal jika melewati kesempatan ini." Kata Kong Rong.

Tetepi Liu Bei tetap menolaknya.

Tao Qian membujuk sambil mengeluarkan air mata, berkata, "Aku Akan mati jika kau meninggalkanku dan tidak akan ada orang yang akan menutup mataku."

"Kakak, Kau harus menerima permohonan ini" Kata Guan Yu.

"Kenapa Ribut Sekali ? " Kata Zhang Fei, "Kita tidak merebutnya, ini adalah harapannya untuk memberikan kepada kakak, lebih baik diterima dan semua dapat tidur dengan tenang malam ini."

"Kalian semua memaksaku melakukan sesuatu yang salah." Jelas Liu Bei.

Melihat Liu Bei tidak dapat dibujuk, Tao Qian berkata, "Karena kau telah mengeraskan hatimu, mungkin kau mau menetap di Xiao Pei. Itu hanya sebuah kota kecil, tetapi disana kau dapat menjaga dan mengawasi daerah ini."

Mereka semua satu suara berharap Liu Bei menerima, Lalu Liu Bei pun akhirnya menyetujui. Pesta kemenangan sekarang berakhir, waktunya untuk mengucapkan selamat jalan. Ketika Zhao Zilonog berpamitan, Liu Bei memegang tangannya dan ketika dia pergi, air mata turun dari wajah liu bei. Kong Rong dan Tian Kai juga berpamitan dan kembali ke daerah masing-masing.

Ketika Liu Bei dan saudaranya memasuki kota Xiao Pei, pertama yang mereka lakukan adalah memperbaiki Pertahanan mereka dan mereka menenangkan penduduk.

Pada Saat ini Cao-Cao sedang memimpin 100.000 pasukannya untuk kembali kedaerahnya. Saat ini terjadi adalah tahun ke 4 masa pemerintahan kaisar Xian (Tahun 194 M).

Cao Ren segera menyambut dan bertemu dengan Cao-Cao dan memberitahukan padanya, "Lu Bu sangat kuat dan dia mempunyai Chen Gong sebagai penasehat. Yan Zhou sudah dapat dikatakan telah kalah kecuali ke tiga daerah yang oleh Xun Yu dan Cheng Yu dipertahankan mati-matian.

Cao-Cao berkata," Aku mengakui Lu Bu sebagai orang yang pemberani tetapi tidak lebih. Dia tidak pintar menggunakan taktir, jadi kita tidak perlu terlalu takut padanya."

Lalu dia memerintahkan untuk membuat perkemahan dan pertahanan yang kuat dan berdiskusi dengan penasehatnya untuk membuat rencana.

Lu Bu yang mengetahui Cao-Cao telah kembali memanggil dua bawahannya, Xue Lan dan Li Fan. Kepada mereka diserahkan tugas untuk mempertahankan kota Yan Zhou, berkata "Aku telah lama menunggu kesempatan untuk menggunakan kemampuanmu. Sekarang aku memberimu 10.000 tentara, dan kau harus mempertahankan kota, sementara aku pergi dan menyerang Cao-Cao."

Mereka menerima tugas itu.

Tetapi Chen Gong, ahli strategi Lu Bu, datang terburu-buru dan berkata, "Jenderal, Kau akan pergi kemana ?"

"Aku akan pergi ke kemah pasukanku di Pu Yang, untuk menyusun formasi perang."

"Kau membuat kesalahan," Kata Chen Gong, "Kedua orang yang telah kau pilih untuk mempertahankan kota ini tidak akan mampu menjalankan tugasnya. Di Selatan 60 Km jauhnya ada sebuah jalan berliku menuju gunung taishan, ini adalah posisi yang menguntungkan dimana kau harusnya menaruh orang-orang terbaikmu disana untuk melakukan serang tiba-tiba. Cao-Cao akan segera kembali apabila dia mendengar hal ini. Jika kau serang ketika 1/2 pasukannya telah melewati tempat ini, kau akan dapat menangkapnya."

Kata Lu Bu, "Aku akan menduduki Pu Yang dan melihat apa yang terjadi kemudian. bagaimana kau dapat mengetahui rencana besarku ?"

Di Pu Yang ketika Chen Gong mendengar musuh mendekat, dia berkata, "Musuh akan kelelahan setelah perjalanan jauh, seranglah secepatnya sebelum mereka mempunyai waktu untuk beristirahat."

Lu Bu menjawab, "Aku, Seorang diri denga kudaku, tidak takut apapun juga. Aku datang dan pergi sesukaku. Pikirmu aku takut pada Cao-Cao ini ? Biarkan dia membangung kemahnya. aku akan mengurusnya setelah itu."

Sekarang Cao-Cao telah mendekati Pu Yang dan dia membangun kemah. Keesokan harinya dia memimpin para jenderal-jenderalnya dan menempatkan mereka dalam formasi perang didataran terbuka. Cao-Cao memperhatikan musuhnya yang tiba dan menyiapkan formasi mengepung.

Lu Bu ada dibarisan paling depan diikuti oleh ke 8 jenderalnya yang semuanya orang-orang kuat. Zhang Liao dari MaYi, Hao Meng, Cao Xing dan Cheng Lian, Zang Ba dari Hua Ying, Wei Xu, Song Xian dan Hou Cheng. Mereka semua memimpin 50.000 tentara totalnya.

Cao-Cao menunjuk pada musuhnya dan berkata, "Kau dan aku tidak punya permusuhan, kenapa kau menyerang daerahku ?"

"Kota2x Han adalah milik semua orang. Apa yang membuat daerah ini menjadi milikmu ? " Kata Lu Bu.

Berkata Seperti itu Lu Bu memerintahkan Zang Ba untuk maju dan menantang duel. Cao-Cao memerintahkan Yue Jin untuk maju dan melawan. Kedua kuda itu mendekat dan kedua tombak itu saling menyrang lawannya. Mereka telah berduel sekitar 30 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Xiahou Dun maju untuk membantu rekannya dan Zhang Liao juga maju membantu rekannya. Dan mereka ber 4 bertarung.

Lu Bu yang marah lalu menerjang maju dengan kudanya ketempat mereka ber 4 bertarung. Melihatnya mendekat Yue Jing dan Xiahou Dun langsung kabur tetapi Lu Bu tetap mengejar mereka dan diikuti seluruh pasukannya. Cao-Cao mundur sejauh 10 Km dan hari itu dia menderita kekalahan.

Cao-Cao memanggil bawahannya untuk membahas masalah ini dan Yu Jin berkata, "Dari bukit diatas aku dapat melihat kemah musuh di sebelah barat Pu Yang. Mereka hanya ada sedikit orang didalam kemah itu. dan setelah kemenangan hari ini, kemah itu tidak akan dijaga. Mari kita serang dan jika kita bias merebut kemah ini, kita dapat memberikan rasa takut bagi pasukan Lu Bu. Ini adalah rencana terbaik kita."

Cao-Cao juga berpikir begitu, Dia dan 6 jenderal lainnya--Cao Hong, Li Dian, Mao Jie, Lu Qian, Yu Jin dan Dian Wei-- dan 20.000 pasukan berkuda dan infantri pergi diam-diam melewati jalur rahasia menuju kemah Lu Bu.

Didalam kemahnya Lu Bu sedang bergembira atas kemenangan hari itu, ketika Chen Gong mengingatkannya dan berkata, "Kemah disebelah barat sangat penting, dan itu mungkin akan diserang."

Tetapi Lu Bu membalas, "Musuh tidak akan berani menyerang setelah kekalahan hari ini."

"Cao-Cao adalah komandan yang hebat," Balas Chen Gong, "Kau mesti waspada,jika tidak dia akan menyerang titik terlemah kita."

Lalu rencana dibuat untuk mengatur pertahanan. Jenderal Gao Shun, Wei Xu dan Hou Cheng diperintahkan untuk membawa pasukan dan berjaga di kemah sebelah barat.

Pada subuh hari Cao-Cao telah sampai dikemah musuh dan melakukan serang tiba-tiba dari empat penjuru. Pasukan yang bertahan tidak dapat menahan laju mereka. Semuanya kabur kesegala arah, dan kemahnya berhasi direbut. Tiba-tiba pasukan yang dikirim untuk mempertahankan kemah tiba, Cao-Cao langsung maju kearah mereka dan melihat Gao Shun. Pertempurang dilanjutkan lagi hingga hari mejelang sore. Pada saat itu bunyi genderang perang terdengar disebelah barat dan ada yang melaporkan padanya bahwa Lu Bu memimpin pasukannya sendiri. Cao-Cao langsung memerintahkan pasukannya mundur.

Gao Sun, Wei Xu dan Hou Cheng mengejarnya, sementara Lu Bu menutup rute pelariannya. 2 jenderal Cao-Cao Yu Jin dan Yue jing, menyerang pasukan Lu Bu tetapi tidak dapat menembusnya. Cao-Cao pergi lewat utara, tetapi dari belakang bukit keluarlah Zhang Liao dan Zang Ba untuk menyerang. Lu Qian dan Cao Hong melawan kedua orang itu. Cao-Cao pergi melewati jalur barat, disini dia bertemu dengan Hou Meng, Cao Xing, Cheng Liang dan Song Xian.

Pertarugan hidup dan mati terjadi, Cao-Cao menerjang masuk kedalam pasukan musuh. Panah berterbangan diantar mereka dan mereka tidak dapat keluar dari kepungan tentara musuh.

Cao-Cao yang sudah terdesak dan ketakutan berteriak, "Siapa yang dapat menyelamatkan aku ?"

Lalu dari jauh, ada orang berkuda yang menerjang maju membawa dua kampak besar membuka jalan bagi tuannya. Disepanjang jalan yang dia lewati banyak mayat terbelah menjadi dua atau mayat dengan tubuh terkoyak-koyak. Banjir darah terjadi disepanjang jalur yang dia lewati, padahal dia hanya seorang diri .Melihat hal ini pasukan musuh menjadi gentar, Ketika mendekati Cao-Cao dia berkata, "Jangan Takut Tuanku !!!"

Dian Wei melompat dari kudanya, membuang kampak tangannya dan mengambil kampak perang yang besar yang dia pegang dengan kedua tangannya. berkata kpd pasukan Cao-Cao disitu dia bilang, "Ketika musuh berjarak 10 langkah dariku, teriaklah kepadaku."

Lalu dia berlari maju, menerobos musuh dan tidak perduli pada panah yang berterbangan disekitarnya. Pasukan Kuda Lu Bu mengikutinya dan ketika mereka mendekat. Pasukannya berteriak, "10 langkah !!!"

"5, lalu teriaklah lagi !!"

"5 langkah !!!!" Teriak pasukannya.

Lalu dian Wei segera membalik badannya dan mengayunkan kampaknya yang besar. Seketika itu juga kuda dari pengejar2xnya terbelah menjadi dua dan penunggannya berjatuhan.

Setelah membunuh 10 atau lebih, para pengejarnya melarikan diri dan Dian Wei lalu menaiki kuda yang ada disitu. Dia membacok kesegala arah dan tidak ada yang dapat menghalangi. Satu demi satu pasukan yang dilewatinya tumbang dan dia berhasil membawa Cao-Cao keluar dari kepungan. Cao-Cao dan jenderalnya kembali kekemah mereka.

Tetapi ketika malam tiba, Lu Bu datang menyerang.

"Cao-Cao , kau pemberontak , JANGAN LARI !!!" Teriak Lu Bu.

Semua terdiap dan melihat satu sama lain. Pasukan Cao-Cao kelelahan dan kuda-kuda mereka jg sama. Ketakutan melanda pasukan Cao-Cao dan mereka mencari tempat perlindungan.


BAB 12

Pada Bab terdahulu di ceritakan Cao-Cao yang sedang dalam keadaan bahaya. Tetapi bantuan datang. Xiahou Dun bersama 30.000 tentara datang dan melawan Lu Bu sampai fajar menyingsing. Hujan Turun dengan sangat derasnya dan karena pasukan Lu Bu adalah pasukan berkuda maka mereka harus mundur. Ketika Hari telah terang kembali, Cao-Cao berhasil kembali kekemah utama mereka. Dia menghadiahkan Dian Wei dengan sangat royal dan menaikan jabatannya.

Ketika Lu Bu mencapai kemahnya kembali, dia memanggil Penasehatna Chen Gong. Lalu Chen Gong mengusulkan stretegi baru.

Dia berkata, "Di Pu Yang ada seorang keluarga kaya dan terkenal. Namanya adalah Tian, keluarga mereka berjumlah ribuan orang, cukup untuk memenuhi sebuah desa. Suruhlah satu orang ini untuk pergi ke Cao-Cao dan berpura-pura membawa surat rahasia yang menceritakan mengenai kekejamanmu dan kekesalan rakyat terhadap dirimu dan mereka semua menginginkan untuk menyingkirkan dirimu. Dan sebarkan berita juga bahwa hanya Gao Shun yang menjaga kota dan mereka akan menolong siapa saja yang bisa membantu mereka. Lalu musuh kita Cao-Cao akan terpancing masuk kedalam kota, dan kita akan menghancurkan dia dengan menggunakan api atau serangan tiba-tiba. Kemampuannya mungkin cukup hebat untuk mengatur jagad raya tetapi dia tidak akan lolos."

Lu Bu setuju dengan usul ini dan dia mengatur agar keluarga Tian mengirim orang untuk menyampaikan surat ini.

Setelah kekalahan ini, Cao-Cao tidak dapat menentukan apa tindakan selanjutnya. Dengan tibanya surat rahasia itu, Cao-Cao langsung bersuka cita.

Isi Surat itu :

"Lu Bu telah mengarahkan pasukannya ke Li Yang. Pertahanan kota lemah, kau harus menyerang secepatnya dan kami akan membantu dari dalam. Ikuti tanda bendera putih"

"Langit akan memberiku Pu Yang !" Kata Cao-Cao dgn senangnya.

Lalu dia menghadiahkan utusan itu dan mulai melakukan persiapan.

Lalu datang Liu Ye dan berkata, "Lu Bu bukanlah ahli strategi, tetapi Chen Gong penuh dengan tipu daya. Aku khawatir ada kebohongan didalam surat itu dan kau harus berhati2x. Jika kau akan pergi, masuklah kekota itu hanya dengan 1/3 pasukan dan tinggalkan sisanya diluar kota sebagai cadangan."

Cao-Cao setuju untuk berhati-hati. Dia pergi ke Pu Yang, dimana dia melihat seorang pria mengobarkan bendera putih, dia melihat bendera itu digerbang barat. Hatinya dipenuhi perasaan gembira.

Hari itu hampir tengah malam, Gerbang kota dibuka dan kedua pasukan tampil seperti akan berperang. Gao Shun, Komandan garis depan dan Hou Cheng, komandan garis belakang. Cao-Cao memerintahkan jenderalnya, Dian Wei untuk menghadapi mereka. Tetapi perang tidak berlangsung lama dan pasukan Gao Shun dan Hou Cheng kembali kedalam kota. Dengan tindakan ini pasukan dian wei telah dipaksa mengejar hingga kedekat jembatan gantung. Dari dalam kota beberapa prajurit telah lari dan kabur keluar kota.

Kepada Cao-Cao mereka menyerahkan surat, "Signal untuk menyerang akan kami berikan dengan memukul gong pada jam 1. Ini adalah waktu untuk menyerang dan jembatan serta gerbang akan kami buka."

Lalu Cao-Cao memerintahkan Xiahou Dun untuk membawa pasuknnya ke sebelah ke kiri dan Cao Hong kesebelah kanan. Cao-Cao memimpin pasukan utama dan bersama Xiahou Yuan, Li Dian dan Yue Jing masuk kedalam kota.

Li Dian mengingatkan kepada tuannya”Tuanku , kau harus berada diluar kota dan biarkan kami masuk lebih dahulu."

Tetapi Cao-Cao memerintahkannya untuk diam dan berkata, "Jika aku tidak maju, lalu siapa yang akan maju ?"

Dan seperti yang direncanakan, Ketika dia mendekati gerbang barat, dia mendengar suara gong dan gerbang dibuka. Cao-Cao lalu memacu kudanya maju dan masuk kedalam kota.

Ketika dia sampai di kediaman Gubernur, dia memperhatikan jalanan sangat sepi dan tidak ada siapa-apa. Saat itu dia tahu dia telah masuk dalam perangkap. Berputar kebelakang dia berteriak kepada para prajuritnya untuk mundur. LaLu Bunyi petasan memecahkan keheningan dan muncul pasukan dari berbagai arah dari tempat persembunyian mereka sambil berteriak. Gong dan genderang bertabuhan seperti air sungai yang jatuh dan laut yang mendidih. Dari dua arah timur dan barat datang dua pasukan yang siap menyerang, dipimpin oleh Zhang Liao dan Zang Ba.

Cao-Cao memacu kudanya ke utara kota untuk mencari jalan. Tetapi disana telah menunggu Hou Cheng dan Gao Shun. Jenderal Cao-Cao, Dian Wei dengan mata melotot dan tampak menyeramkan, menerobos pasukan musuh dan berhasil keluar dengan musuh mengikutinya.

Tetapi ketika dian wei sampai dijembatan gantung, dia melihat belakangnya dan kehilangan tuannya. Dian Wei berbalik dan menghajar semua yang menghalanginya. Ketika dipersimpangan jalan ditengah kota dia melihat Li Dian.

"Dimana Tuan Kita ?" Tanya Dian Wei.

"Aku juga sedang mencari dia !" Kata Li Dian.

"Cepat ! Cari bantuan dari Luar " teriak dian wei, "Aku akan mencarinya !"

Lalui Li Dian secepatnya keluar dan mencari bantuan, Dian Wei seperti beruang lepas, mengamuk disepanjang jalan dan membantai setiap musuh yang ditemuinya. Dia mencari kesegala arah untuk menemukan Cao-Cao. Karena tidak ditemukan Dian Wei lalu menerobos kepungan musuh untuk keluar dari kota, Ditengah jalan dian wei bertemu Yue Jing dan bertanya dimanakan Cao-Cao.

"Aku telah keluar masuk kota sebanyak dua kali mencari dirinya, tetapi tidak dapat menemukan dirinya !" kata Dian Wei.

"Mari kita masuk bersama " Kata Yue Jing.

Mereka menuju gerbang kota yang lain, tetapi bunyi suara ledakan petasan dan api yang berkobar dimana-mana membuat kuda Yue Jing ketakutan sehingga menolak untuk lewat. Dian Wei akhirnya masuka sendiri kedalam, melewati api dan asap. Dan dia mencari kesegala sisi.

Ketika Cao-Cao melihat Dian Wei tiba, dia tdk sempat memanggilnya dan karena asap tebal, Dian Wei juga tidak melihat Cao-Cao. Cao-Cao Lalu mencoba untuk melewati gerbang utara lagi. Dalam perjalanannya, Dia melihat Lu Bu mendekat kearahnya dengan membawa tombaknya. Cao-Cao Langsung memacu kudanya sekencang-kencangnya.

Tetapi Lu Bu berhasil mengejarnya dan mengira orang yang ditemuinya itu adalah pasukannya karena asap sangat tebal, Dia bertanya, "Dimana Cao-Cao ?"

Cao-Cao Langsung berkata, "Oh, Dia disana sedang terkepung ! Itu dia !" sambil menujuk asal kearah seorang penunggang kuda.

Mendengar ini Lu Bu mengejar orang itu.

Hal ini membuat Cao-Cao lega dan dia pergi menuju gerbang timur. Lalu dia bertemu dengan Dian Wei, yang lalu melindunginya dan berusaha membawanya keluar, Dian Wei membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Disepanjang jalur menuju gerbang timur banyak mayat bergelimpangan terkena sabetan kampak dian wei yang sangat besar. Disini api berkobar dengan sangat hebatnya, batang2x kayu berjatuhan. Salah satu batang kayu besar jatuh menimpa Cao-Cao, Cao-Cao berhasil menghindar tetapi kudanya tidak dan akhirnya Cao-Caopun terjatuh, Rambut, janggut dan tangannya terbakar dan menimbulkan luka. Dian Wei langsung menolongnya dan membawanya keluar gerbang. Beruntung Xiahou Yun telah sampai untuk menolong, yang lalu menaikan Cao-Cao dikudanya. dan mereka berhasil keluar dari kota yang terbakar itu. Tetapi mereka tetap harus bertarung hingga tengah hari.

Cao-Cao berhasil kembali ke kemahnya dan semua jenderalnya berkumpul untuk melihat keadaanya dan mendengar kabar kesehatannya. Dia lalu bangkit dan tertawa mengenai pelarianya dari kota yang terbakar.

"Aku melakukan kesalahan dan masuk kedalam perangkap bodoh itu, tetapi aku akan membalas dendam," Katanya.

"Mari kita susun rencana berikutnya segera" kata Guo Jia

"Aku akan membuat siasatnya menjadi siasatku. Aku akan menyebarkan berita bohong bahwa aku telah terbakar dan telah mati td malam. Dia akan segera datang menyerang setelah mendengar berita itu dan aku akan menyiapkan perangkap di bukit Ma Ling. Aku akan mendapatkannya kali ini."

"Benar-benar rencana yang bagus !" Kata Guo Jia.

Lalu pasukan diperintahkan untuk menggenakan pakaian berkabung dan melaporkan bahwa Cao-Cao telah tewas. Dan segera setelah Lu Bu mendengar hal itu, dia mengumpulkan tentaranya dan langsung menyerang, mengambil jalan melewati Bukut Ma Ling, dia menuju markas musuh.

Ketika dia melintas di bukit, Dia langsung dikejutkan oleh genderang perang dan pasukan yang besembunyi disana langsung keluar menyerang dia dan mengepungnya dari segal arah. Hanya dengan bertarung mati-matian dia berhasil keluar dari kepungan dan dengan sisa pasukan yang dalam keadaan menyedihkan dia kembali kekemahnya di Pu Yang. Disana dia menguatkan benteng pertahanan dan tidak keluar untuk berperang.

Tahun ini, Hama tanaman belalang tiba-tiba menyerang dan menghancurkan banyak tanah pertanian. Dimana-mana terjadi kelaparan dan di daerah timur laut harga satu kereta beras adalah 50 keping perunggu. Orang-orang bahkan mulai menjadi kanibal. Pasukan Cao-Cao yang kelaparan bergerak ke Juan Cheng. Lu Bu membawa pasukannya ke Shan Yang. Akihrnya perang berhenti.

Di Xu Zhou, Penjaga kekaisaran , Tao Qian telah berumur lebih dari 60 tahun. Tiba-tiba dia jatuh sakit dan dia memanggil Mi Zhu keruangannya untuk mengatur masa depan Xu Zhou.

Karena melihat keadaan, Penasehatnya berkat, "Cao-Cao telah berhenti menyerang tempat ini karena musuhnya telah menduduki Yan Zhou. Dan mereka sekarang melakukan gencatan senjata karena ada kelaparan di utara. Tetapi Cao-Cao pasti akan menyerang kembali pada musim semi. Ketika Liu Bei menolak mengambil tempat ini dari tanganmu, kau sedang dalam keadaan sehat. Sekarang kau sakit, Dan kau bisa membuat ini menjadi alasan pensiunmu. dan dia tidak akan dapat menolak lagi."

Lalu utusan dikirm ke Xiao Pei untuk memanggil Liu Bei. Dia dan kedua saudaranya langsung dibawa ke ruangan tao qian yang sedang sakit itu. Tanpa berbasa-basi, tao qian langsung menyatakan permasalahan yang ingin dia bahas dengan Liu Bei.

"Tuan aku memintamu untuk datang karena aku tengah sakit keras dan akan mati sewaktu-waktu. Aku mohon kepada mu tuan, untuk mempertimbankan dinasti han sebagai kekaisaran lebih penting dari hal lainnya dan karena itu tolong kau ambil simbol penugasan ini dan juga simbol pemerintahan. Dengan begitu aku dapat menutup mataku dengan tenang."

"Kau mempunyai dua putra, kenapa tidak mengangkat mereka menggantikanmu ?" tanya Liu Bei.

"Keduanya kekurangan bakat. Aku percaya kau akan dapat mengajari mereka ketika aku sudah tidak ada. Tetapi Jangan biarkan mereka memerintah."

"Tetapi aku tidak cocok untuk mengemban tugas ini ." Jawab Liu Bei.

"Aku akan merekomendasikan siapa yang dapat membantu tugas mu ini. Dia adalah Sun Qian dari Bei Hai."

Melihat Mi Zhu, Tao Qian berkata, "Liu Bei ini adalah orang yang paling cocok saat ini untuk memerintah daerah ini, kau harus melayaninya dengan baik."

Liu Bei masih menolak tetapi kemudian Tao Qian dengan menunjuk pada hatinya sebagai tanda ketulusan dan akhirnya dia meninggal Dunia.

Ketika upacara pemakaman berlangsung, Lambang penugasan dibawa kehadapan Liu Bei. Tetapi dia tidak mau menerimanya. Keesokan harinya seluruh penduduk dan desa disekitar berkumpul didepan istana gubernur, bersujud dan mengeluarkan air mata, memohon agar Liu Bei menerima penugasan itu.

"Jika kau tidak mau, kami tidak dapat hidup dengan tenang !" kata mereka.

Dan dengan didesak saudara2xnya akhirnya dia mau menerima tugas tersebut. Dia langsung menunjuk Sun Qian dan Mi Zhu sebagai penasehat utama dan Chen Deng sebagai sekertaris gubernur. Dia memindahkan pasukannya dari Xiao Pei ke Xu Zhou dan dia membuat proklamasi untuk menyakinkan rakyat.

Dia juga menghadiri upaca pemakaman, dia dan seluruh pasukannya berpakaian berkabung. Tempat pemakaman Tao Qian ada didekat sungai kuning. Wasiat terakhir dari Tao Qian dibawa ke Istana.

Berita mengenai kejadian di Xu Zhou ini sampai ke telinga Cao-Cao di Juan Cheng.

Kata dia dengan marah, "Aku telah kehilangan kesempatan membalas dendam. Liu Bei ini dengan begitu saja dapat memperoleh komando untuk daerah itu tanpa perlu mengeluarkan 1/2 anak panah pun. Dia dapat duduk tenang dan memperoleh apa yang diinginkannya. Tetapi aku akan membunuhnya dan menggali kuburan tao qian untuk membalaskan dendam untuk ayahku !"

Perintah dikeluarkan bagi pasukan untuk bersiap-siap menyerang Xu Zhou.

Tetapi penasehat Xun Yu mencegahnya dan berkata," Liu Bang dahulu mengamankan dahulu daerahnya dan baru menempatkan tahtanya, Liu Xiu mengambil Henei sebelum menyerang ChangAn. Mereka berdua mengkonsolidasikan kekuatan mereka dahulu baru mereka dapat memerintah seluruh kekaisaran. Dengan begitu mereka dapat menyelesaikan rencana besar mereka walaupun dengan berbagai kesulitan."

"Tuan yang mulia, Yan Zhou adaalh Henei Mu dan itu adalah daerah yang strategis. Jika Kau menyerang Xu Zhou dan meninggalkan terlalu banyak tentara untuk bertahan, maka misimu tidak akan tercapai. Jika kau meninggalkan terlalu sedikit, Lu Bu akan menyerang kita dan akhirnya kau akan kehilangan daerah ini dan tidak dapat menguasai Xu Zhou. Daerah itu tidak kosong walaupu Tao Qian telah meninggal, Liu Bei ada disana dan karena rakyat mendukungnya, mereka akan bertarung mati-matian untuknya. Untuk meninggalkan tempat ini untuk hal itu adalah seperti menukarkan yang besar untuk yang kecil, untuk menukarkan batang dengan ranting. Aku harap kau mempertimbangkan hal ini baik-baik."

Cao-Cao Menjawab, "Bukanlah suatu rencana yang baik untuk membiarkan tentara berdiam diri saja dimasa yang sulit ini."

"Jika memang begitu, akan lebih menguntungkan untuk menyerang daerah timur ChenCheng, Ying Chuan dan Ru nan dan memberi makan pasukanmu dengan hasil dari tanah2x itu. Sisa-sisa pemberontak Jubah kuning, He Yi dan Huang Shao, berada disana dengan persediaan pangan dan harta hasil jarahan mereka. Pemberontak macam mereka ,mudah dikalahkan. Hancurkan mereka dan kau dapat memberi makan pasukanmu. Lebih lagi, istana dan rakyat akan memujamu."

Rencana ini menyenangkan Cao-Cao dan dia dengan cepat melakukan persiapan untuk menjalankan hal itu. Dia meninggalkan Xiahou Dun dan Cao Ren untuk menjaga Juan Cheng, sementara dia dan pasukan utamanya, dengan perintahnya maju untuk menguasai ChenCheng. Setelah berhasil mereka pergi ke Runan dan Ying Chuan.

Sekarang Para pemimpin pemberontak Jubah Kuning, He Yi dan Huang Shao, mengetahui bahwa Cao-Cao mendekat. Mereka keluar dengan pasukannya dan melawannya. Mereka bertermu dia "Bukit Kambing Gunung". Walaupun tentara pemberontak sangat banyak, mereka kacau balau, tidak lebih dari binatang liar yang tidak terorganisir dan tidak disiplin. Cao-Cao memerintahkan para pemanahnya untuk memanahi mereka.

Dian Wei dikirim untuk menantang berduel. Pemberontak itu memilih seseorang untuk keluar dan melawan. Dan hanya dalam 3 jurus, dian wei mengalahkannya. Lalu pasukan Cao-Cao menekan maju dan mereka berkemah dibukit itu.

Keesokan harinya , Haung Shao memimpin sendiri tetaranya dan membuat formasi melingkar. Seorang pemimpin maju untuk menantang. Dia memakai Sorban kuning dan jubah hijau dan senjatanya adalah Gada Besi.

Dia berteriak, "Aku HE MAN, setan yang menguncang langit. Siapa yang berani melawanku ?"

Cao Hong langsung maju dan menerima tantangan itu. Dia turun dari kudanya dan mengambil pedangnya. Lalu maju dan mereka berdua bertarung dalam pertarungan yang sengit dihadapan semua pasukan. Mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Chao hong berpura-pura kalah dan lari. He Man mengejarnya. Ketika dia telah mendekat, Cao Hong berputar dan melukai musuhnya dan satu tusukan kemudian mencabut nyawa He Man.

Li Dian dgn segera maju membawa pasukannya menyerang pasukan pemberontak. Dan berhasil menangkap Huang Shao, Pasukan Cao-Cao langsung maju menyerang dan menghancurkan pemberontak. Hasil pampasan perang berupa makanan dan perhiasan sangat banyak jumlahnya.

pemimpin pemberontak yang lain He Yi, Lari dengan beberapa ratus prajurit berkuda menuju bukit GePei. Tetapi didalam perjalanan, mereka dihadang oleh seseorang bertubuh besar , gempal dan sedikit gemuk. Dengan pinggang dan pundah yang sama besarnya dai menggunakan gada besar.

Dia menghalangi jalan keluar seorang diri, He Yi mengambil tombaknya dan langsung menuju dia. Tetapi baru saja He Yi menusukan tombaknya, orang itu menarik He Yi dan langsung menangkapnya dan menjadikan He Yi tawanan. Pemberontak yang lain ketakutan dan diperintahkan untuk turun dari kuda dan mengikat diri mereka sendiri. Dan Orang itu seorang diri, mengantar mereka semua seperti seorang pengembala mengemabalakan hewan.

Dian Wei yang mengejar pemberontak itu, sampai di Bukit Gepei dan bertemu dengan orang kuat itu.

"Apakah kau juga pemberontak jubah kuning ?" Tanya Dian Wei.

"Aku punya beberapa ratus pemeberontak jubah kuning yang kujadikan tawanan ?" Kata Orang itu.

"Kau..Seorang diri ??? Jangan mempermainkan aku, kalau memang benar dimana mereka ?" Tanya Dian Wei.

"Aku akan mengatakannya kalau kau dapat merebut pedang ini dari tanganku." Jawab Orang itu.

Hal ini membaut Dian Wei kesal dan lalu menyerang dia. Mereka bertarung selama 2 jam dan belum ada yang menang. Dian Wei menyerang orang itu dengan tangan kosong dan hampi saja mengenai kepalanya dengan tinjunya, tetapi Malah mengenai batu yang berada dibelakangnya. Batu itu hancur, Orang itu bekata, "Pukulanmu kuat sekali, tetapi badanku ini lebih kuat dari pada batu itu !!". Dan mereka bertarung terus, hingga akhirnya keduanya kelelahan dan beristirahat. Orang itu yang pertama kali bangkit lagi dan menantang, Dian Wei melayaninya. Mereka berdua bertarung menggunakan tangan kosong kali ini. Orang itu mengeluarkan beberapa tinjunya dan merobohkan beberapa batang pohon dengan tangannya. Dian Wei berhasil memukulnya, tetapi bahka orang itu tidak bergerak mundur sedikitpun, melihat hal ini dia berpikir, "Badannya sekuat beruang, aku tidak mungkin mengalahkannya dengan cara ini.", Lalu Tiba-tiba batang pohon yang dicabut orang itu di hujamkam ke badan Dian Wei, Dian Wei dengan tinjunya menghancurkan batang pohon tersebut. Mereka berdua bertarung hingga Malam hari tiba. Sekarang karena kedua-duanya sudah sangat kelelahan maka mereka berdua berhenti.

Sementar itu ada pasukan dari dian wei yang melaporkan pertarungan yang hebat itu pada Cao-Cao yang lalu segera mengikuti dan menyaksikan pertarungan itu dengan terkagum-kagum. Dikuti dengan jenderal-jenderal dan penasehat lainnya untuk menyaksikan siapa yang menang.

Keesokan paginya, kedua pendekar itu keluar lagi dan Cao-Cao juga melihat mereka. Dalam hatinya Cao-Cao sangat senang melihat pendekar yang hebat itu dan ingin mendapatkan jasanya untuk berkerja padanya. Lalu Cao-Cao meminta Dian Wei untuk pura-pura kalah.

Dian Wei keluar dan menantang, Sekitar 30 ronde pertarungan berlangsung dan Dian Wei kabur, lalu Orang itu mengikutinya. Orang itu mengikuti tetapi sebuah anak panah menghalanginya dan dia pun mundur.

1,5 Km dari tempat itu Cao-Cao telah memasang perangkap. Keesokan harinya Dian Wei disuruh menantang lagi. Tetapi lawannya tidak mau menjawab.

"Kapankah Pemimpin yang kalah akan keluar ?" Ejek Dian Wei.

Orang itu langsung keluar dari tempatnya dan Dian Wei setelah bertarung sejenak, pura-pura mundur. Musuhnya mengejarnya dan akhirnya masuk dalam perangkap yang Cao-Cao telah siapkan. Prajurit disitu segera menangkapnya dan mengikatnya, dibutuhkan 100 orang untuk menangkapnya dan 20 orang untk mengikatnya dan menyeretnya.

Segera setelah Cao-Cao mendapatkan tawanannya, dia langsung keluar dari tenda dan menyuruh prajurit pergi. Dan dengan tangannya sendiri dia melepaskan ikatan itu, lalu dibawakannya pakaian dan meminta dia untuk duduk dan menanyakan asal-usulnya.

"Namaku adalah Xu Chu, Aku dari Qiao. Ketika pemberontakan terjadi aku dan keluargaku berjumlah beberapa ratus orang membangun benteng untuk perlindungan. Suatu hari pencuri datang tetapi aku telah menyiapkan batu untuk mereka. Aku memerintahkan untuk melempar batu pada mereka, ini akhirnya berhasil menghalau pare pencuri itu. Hari lain mereka kembali lagi dan kamu kekurangan beras. Jadu aku setuju menukar lembu dengan beras. Mereka setuju dan datang membawa beras dan aku menyerahkan lembu, tetapi hewan itu mengamuk dan menanduk mereka. Aku langsung menarik buntuk dua ekor lembu itu, masing-masing dengan satu tangan dan menarik mereka sejauh 100 langkah. Pencuri itu sangat terkejut dan mereka tidak memikirkan mengenai lembu itu tetapi mereka langsung pergi. Jadi mereka tidak pernah membuat keributan lagi didaerah ini."

"Aku Sudah mendengar mengenai kehebatanmu”Kata Cao-Cao”Maukah kau bergabung dengan tentaraku ?"

"Itu adalah keinginanku." Kata Xu Chu.

Lalu Xu Chu memanggil Pasukannya, beberapa ratus jumlahnya dan mereka semua bersujud pada Cao-Cao. Xu Chu diangkat menjadi jenderal dan diberi hadiah emas. Kedua kepala pemberontak He Yi dan Huang Shao, dipenggal. Runan dan Ying Chuang berhasil direbut.

Cao-Cao menarik pasukannya kembali ke Juan Cheng.

Xiahou Dun dan Cao Ren langsung keluar dan menyambut mereka dan berkata, "Pengintai telah melaporkan bahwa kota YanZhou telah dibiarkan tanpa pertahanan. Jenderal Lu Bu, Xue Lan dan Li Feng, telah meninggalkan benteng dan menjarah daerah sekitar. Kita harus bertindak sekrang. Dengan pasukan kita yang baru memenangkan pertempuran, Kota itu akan jatuh dalam sekali pukul."

Lalu Cao-Cao segera bergerak membawa pasukannya ke kota itu. Serangan sangat tidak diduga oleh kedua pemimpin Xue Lan dan Li Fang, Mereka segera memrintahkan pasukan mereka untuk melawan.

Xu Chu berkata, "Aku ingin menangkap kedua orang itu sebagai hadiah perkenalan."

Tugas ini diberkan kepadanya dan dia berkuda maju. Li Fang dgn tombaknya langsung maju melawan Xu Chu. Pertarungan itu singkat, hanya dalam 2 jurus, Li Fang telah jatuh. Xue Lan mundur dgn pasukannya. Tetapi dia menemukan bahwa jembatan gantung telah direbut oelh Li Dian, sehingga dia tidak dapat kembali kedalam kota. Xue Lan memimpin pasukannya menuju Ju Ye, Tetapi Lu Qian mengejar dan membunuh dia dengan panah. Pasukannya tercerai berai ke 4 penjuru.Dan dengan begitu Yan Zhou berhasil direbut.

Kemudian Cheng Yu mengusulkan mengadakan ekspedisi ke Pu Yang. Cao-Cao mengarahkan pasukannya kesana. Pemimpin penyerangannya kali ini adalah Dian Wei dan Xu Chu. Xiahou Dun dan Yuan memimpin sayap kiri dan Li Dian serta Yue Jing memimpin sayap kanan. Yu Jin dan Lu Qian menjaga garis belakang dan Cao-Cao memimpin ditengah.

Ketika mereka mendekati Pu Yang, Lu Bu bermaksud untuk keluar sendiri dan menyerang, Tetapi penasehatnya Chen Gong berkata,"Jenderal kau tidak boleh keluar sampai jenderal yang lain tiba."

"Siapakah yang aku takutkan ?" Kata Lu Bu.

Dia tidak mendengarkan saran ini dan keluar dari kota. Dia bertemu dengan musuhnya dan mulai melakukan pertemouran. Xu Chu langsung berhadapan dengan Lu Bu, Setelah 20 jurus tidak ada yang menang.

"Lu Bu Bukanlah orang yang dapat diatasi dengan mudah." Kata Cao-Cao.

Dan dia mengirim Dian Wei untuk ikut melawan Lu Bu. Lu Bu bertahan dari serangan kedua orang itu. Lalu setealh 20 jurus lagi, mereka belum ada yang menang dan kalah. Cao-Cao mengutus Xiahou Dun dan Yuan untuk membantu dari dan Li Dian dan Yue Jing untuk membantu dari kanan. Lu Bu sekarang melawan 6 orang sekaligus. Dian Wei dan Xu Chu menyerang Lu Bu secara membabi buta dan Xiahou Dun dan Yuan berusaha mendesak Lu Bu untuk jatuh dari kudanya sementara Li Dian dan Yue Jing mengalihkan perhatian Lu Bu. Lu Bu yang marah dan terdesak, bertarung seperti orang kesetanan, Dia memutar tombaknya kesekelilingnya dan menerjang siapa saja yang berada didekatnya. Melihat hal ini ke 6 jenderal Cao-Cao menjadi gentar dan mundur, hal ini memberika ruang buat Lu Bu untuk kabur.

Ketika Lu Bu sampai di Jembatan gantung. Dia berteriak , "Bukakan Gerbang, Biarkan aku masuk !!"

Tetapi beberapa keluarga Tian yang melihat Lu Bu kembali dengan kekalahan, mereka tidak membukakan gerbang.

"Kami Telah mengikuti Cao-Cao !" Kata keluarga Tian itu.

Lu Bu memaki-maki mereka dan mengancamnya sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu. Chen Gong kabur dari gerbang timur dgn membawa kelurga Lu Bu.

Dengan ini Pu Yang jatuh ketangan Cao-Cao dan sebagai imbalan bagi keluarga Tian mereka diampuni dari kesalahannya terdahulu.

Tetapi kata Liu Ye, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika kita membiarkannya hidup, dia akan menjadi bahaya yang mengancam, Kita harus memburunya !"

Liu Ye diperintahkan menjaga Pu Yang. Cao-Cao mengejar Lu Bu ke Ding Tao dimana dia bersembunyi.

Lu Bu, Zhang Miao dan Zhang Cao, semua berkumpul dikota. Gao Shun dan jenderal lainnya sedang keluar sedang memanen sawah. Pasukan Cao-Cao tiba, tapi tidak menyerang selama beberapa hari dan mundur 15 km dan membangun benteng. Ini adalah saatnya memanen dan dia memerintahkan pasukannya untuk memanen sawah. Pengintai melaporkan hal ini kepada Lu Bu yang langsung datang melihat. Tetapi ketika melihat benteng Cao-Cao berada dekat dengan hutan, dia takut akan ada perangkap disana dan mundur. Cao-Cao mendengar Lu Bu datang dan pergi dan menebak alasannya.

"Dia Takut ada perangkap di hutan." Kata Cao-Cao”Kita akan memasang bendera disana dan menipunya, Ada parit2x panjang dibelakang kemah, tetapi tidak ada airnya. Disana kita akan memasang perangkap apabila dia datang untuk membakar hutan."

Lalu Cao-Cao menyembunyikan pasukannya di belakang parit kecuali sekitar 100 penabuh genderang dan dia menyuruh penduduk sekitar untuk lalu lalang didalam benteng sehingga seolah2x benteng tidak kosong.

Lu Bu berkuda kembali dan memberitahu Chen Gong apa yang dia lihat.

"Cao-Cao ini sangat licik dan banyak tipu daya" Kata Penasehatnya, "Jangan Bertindak apapun juga."

"Aku akan menggunakan api kali ini dan membakar perangkapnya itu." Kata Lu Bu.

Keesokan paginya Lu Bu keluar dan dia melihat bendera Cao-Cao dimana-mana didalam hutan .Dia memerintahkan pasukannya untuk menyalakan api di berbagai sisi hutan. Tetapi terkejutnya dia bahwa tidak ada orang yang keluar untuk kembali kedalam bentengnya. Dia mendengar genderang perang bertabuhan dan keragu-raguan memenuhi pikirannya. Tiba-tiba dia melihat sekelompok pasukan keluar dari persembunyian. Dia memacu kudanya untuk melihat apa yang terjadi.

Signal Petasan dibunyikan, tiba-tiba pasukan keluar dari persembunyian dan pemimpinya berhamburan keluar. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Xu Chu, Dian Wei, Li Dian dan Yue Jing semua menyerang bersama-sama. Lu Bu terdesak dan kabur kedataran terbuka. Salah satu jenderalnya, Cheng Lian, Tewas terbunuh panah Yue Jing. 2/3 pasuknnya tewas dan sisanya kembali menemui Chen Gong untuk melaporkan apa yang terjadi.

"Kita sebaiknya pergi" Kata Chen Gong, "Kota yang kosong tidak dapat dipertahankan."

Lalu Chen Gong dan Gao Shun beserta keluarga mereka dan keluarga Lu Bu Meninggalkan Ding Tao. Ketika Pasukan Cao-Cao masuk kedalam kota, mereka tidak menemukan perlawanan berarti. Zhang Cao melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendir dan Zhang Miao kabur ke tempat Yuan Shu.

Dengan ini seluruh daerah Timur Laut telah jatuh ketangan Cao-Cao kecuali wilayah yang dikuasai Yuan Shao. Dia kemudian menenangkan rakyat dan membangun kembali kota2x dan pertahanan mereka. Semua ini terjadi pada tahun ke 5 pemerintahan kaisar Xian. (Tahun 195 M).

Lu Bu yang melarikan diri bertemu dengan jenderalnya dan Chen Gong”Aku hanya punya tentara kecil ini " kata Lu Bu, "Tetapi masih cukup untuk melawan Cao-Cao!"


BAB 13

Pada bab sebelumnya diceritakan bagaimana Lu Bu dikalahkan dan dia mengumpulkan sisa-sisa tentaranya. Ketika Jenderalnya telah bergabung bersamanya, Dia mulai merasa kuat kembali untuk melawan Cao-Cao.

Kata Chen Gong," Cao-Cao terlalu kuat untuk kita saat ini untuk kita saat ini.Carilah tempat dimana kita bisa beristirahat dan menunggu kesempatan sebelum mencoba lagi."

"Bagaimana jika aku pergi ke Yuan Shao," Kata Lu Bu.

"Kirim utusan dahulu untuk melaporkan hal ini." Kata Chen Gong.

Lu Bu setuju.

Berita mengenai pertempuran antara Lu Bu dan Cao-Cao telah sampai di Ji Zhou dan salah satu penasehat Yuan Shao, Shen Pei telah mengingatkan, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika dia mendapatkan Yan Zhou, dia pasti akan berusaha mengambil alih seluruh daerah ini untuknya. Untuk keselamatan dirimu sendiri, lebih baik kau membantu menghancurkannya."

Lalu Yuan Shao mengirimkan Yan Liang dgn 50.000 Tentaranya untuk menghancurkan Lu Bu. Mata-mata yang mendengar hal ini segera melaporkan pada Lu Bu yang langsung meminta sarang Chen Gong.

"Pergilah Ke Liu Bei, yang baru2x ini berhasil mengambil alih Xu Zhou" Kata Chen Gong.

Lu Bu segera pergi ketempat Liu bei.

Mendengar hal ini Liu Bei berkata, "Lu Bu adalah pahlawan dan kita akan menerimanya dengan hormat."

Tetapi Mi Zhu menentang putusan ini dan berkata, "Dia sangat kejam, haus darah dan binatang !"

Tetapi Liu Bei berkata, "Bagaimana bencana bisa pergi dari Xu Zhou jika tidak karena Lu Bu menyerang Yan Zhou ? Dia tidak mempunyai maksud buruk, sekarang dia datang mencari perlindungan."

"Kakak, hatimu terlalu baik. Walaupun aku akan bertindak sesuai dengan kata-katamu, tetapi akan lebih baik bila kita bersiap-siap." Kata Zhang Fei.

Liu Bei menemui Lu Bu yang masih sejauh 10 Km dari Kota dan kedua pemimpin itu saling memberi hormat dan kembali kekediaman gubernur di kota itu. Setelah pesta penyambutan, mereka duduk dan berbincang.

Kata Lu Bu, "Setelah menteri dalam negeri Wang Yun dan aku membunuh dong zhuo. Li Jue dan Guo Si memberontak dan melawan kaisar. Aku dan keluargaku pergi dari satu tempat ke tempat lainnya dan tidak ada satupun orang di timur gunung hua shan yang mau menerimaku. Ketika Cao-Cao yang licik itu menyerang daerah ini dan anda, Tuan, Datang untuk membantu, Aku membantumu dengan menyerang Yan Zhou dan mengakibatkan pasukannya terpecah menjadi dua. Aku tidak berpikir saat itu aku akan menjadi korban kelicikannya dan mengakibatkan aku kehilangan pasukan dan jenderal-jenderalku. Tetapi sekarang jika kau mengijinkan, aku menyerahkan diriku padamu sehingga kita dapat bersama menyelesaikan rencana besar kita”

Liu Bei menjawab, "Ketika Tao Qian meniggal Dunia, Tidak ada orang yang dapat mengurus Xu Zhou dan aku untuk sementara menjadi pemimpin disin. Sekarang setalah kau ada disini, jenderal. Tampaknya akan lebih pantas jika kau yang memimpin disini."

Lalu Liu Bei segera mengambil lambang dan stempel penugasan dan menyerahkannya pada Lu Bu. Lu Bu sedang akan menyetujuinya, ketika dia melihat Guan Yu dan Zhang Fei, Yang berdiri dibelakang Liu Bei, memandangnya dengan mata yang marah.

Lalu Lu Bu tersenyum dan berkata, "Aku mungkin adalah pendekar hebat, tetapi aku tidak dapat memerintah daerah yang besar seperti ini."

Liu Bei mengulangi permintaannya.

Tetapi Chen Gong berkata, "Tamu yang kuat tidak akan menekan Tuan Rumahnya. Kau tidak perlu khawatir, Tuanku."

Pesta akhirnya berlangsung dan kediaman disediakan bagi tamunya itu dan pengikut2xnya.

Segera setelah merasa nyaman. Lu Bu Kembali ke pesta itu. Liu Bei selalu bersama-sama dgn kedua saudaranya itu. ditengah2x perjamuan, Lu Bu meminta Liu Bei masuk kedalam ruangan yang lebih sepi. Guan Yu dan Zhang Fei segera mengikutinya. DIsana Lu Bu meminta istrinya Diao Chan dan putrinya yang bernama Lu Mei untuk memberi hormat. Disini Juga Liu Bei menunjukan kerendahan hatinya.

Lu Bu berkata, "Saudara mudaku yang baik, kau tidak perlu begitu sungkan padaku."

Zhang Fei yang mendengar ucapau Lu Bu langsung marah, dan dengan matanya yang melotot dia berteriak, "Siapakah dirimu berani memanggil kakakku "SAUDARA MUDA" ? Dia adalah kerabat kaisar yang memerintah-- Daun Giok dari ranting emas. Ayo Keluar dan kita bertarung 300 jurus untuk penghinaan ini !"

Liu Bei langsung berusaha menenangkan Zhang Fei dan Guan Yu membawanya pergi keluar.

Lalu Liu Bei meminta maaf dan berkata, "Adikku itu suka berbicara kasar apabila dia meminum terlalu banyak arak. Aku harap kau tidak menyalahkannya."

Lu Bu menganguk tetapi tidak berkata apa-apa. Segera setelah semua tamu pergi. Dan Lu Bu mengantarkan Liu Bei kedalam tandunya, dia melihat Zhang Fei bersenjata dan siap menyerang.

"Lu Bu, kau dan aku akan berduel 300 jurus !" teriak Zhang Fei.

Liu Bei meminta Guan Yu mencegahnya. Keesokan hari Lu Bu datang untuk berpamitan kepada Liu Bei.

"Kau, Tuanku telah begitu baik mau menerimaku. Tetapi aku khawatir adikmu dan aku tidak sejalan. Jadi aku akan mencari tempat lain untuk berlindung."

"Jenderal, Jika kau pergi, kesalahan ini adalah milikku. Adikku yang kasar telah menyinggungmu dan harus meminta maaf. Sementara itu mungkin kau dapat menempati kota yang pernah kugunakan untuk berkemah selama beberapa waktu. Pergilah Ke Xiao Pei, tempat itu kecil tetapi dekat dan aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan kebutuhanmu."

Lu Bu berterima kasih dan menerima tawaran ini. Dia memimpin pasukannya dan meninggalkan kediamannya. Setelah dia pergi, Liu Bei menasehati Zhang Fei untuk perbuatannya dan meminta Zhang Fei untuk tidak mempermasalahkan masalah ini lagi.

Cao-Cao yang telah menguasai daerah sekitar gunung Shan Dong seperti yang telah di ceritakan sebelumnya. Dia mengirimkan berita kepada istana dan diberikan gelar "JENDERAL YANG MENUNJUKAN KEBAJIKAN BESAR" dan PENGUASA DARI FEITING.

Pada saat ini Li Jue dan Guo Si memimpin istana. Li Jue membuat dirinya sendiri menjadi Wali Negara dan Guo Si menjadi Panglima Besar pemimpin pasukan kekaisaran. Perbuatan mereka sangat sewenang-wenang tetapi tidak ada yang berani melawan.

Pelindung kekaisaran, Yang Biao dan Menteri Zhu Jun secara pribadi berkata pada kaisar Xian, "Cao-Cao memiliki lebih dari 200.000 tentara dan punya banyak penasehat dan pemimpin. Akan sangat baik jika kekaisarn mendapatkan bantuannya untuk mendukung keluarga kaisar dan untuk membersihkan pemerintahan dari para penjahat ini."

Kaisar menangis, "Aku lelah dengan penghinaan dan kekasaran dari bajingan2x ini dan akan sangat senang jika mereka dapat di enyahkan."

Aku punya rencana untuk membuat Li Jue dan Guo Si saling berperang satu sama lainnya. Lalu Cao-Cao dpt datang dan membersihkan istana " kata Yang Biao.

"Bagaimana kau dapat mengaturnya ?" Tanya kaisar.

"Istri Guo Si, Lady Qiong sangat iri hati dan kita dapat mengambil keuntungan dari kelemahannya ini untuk memulai permusuhan."

Lalu YAng Biao menerima instruksi untuk bertindak, dengan titah rahasia untuk mendukung mereka.

Lalu istri Yang Biao. Lady Kai membuat alasan untuk mengunjungi Lady Qiong di istananya dan didalam percakapan dia berkata, " Ada pembicaraan rahasia diantara jenderal. Suamimu dan istri dari menteri Li Jue. Ini adalah rahasia besar, tetapi jika menteri Li Jue mengetahui hal ini, dia mungkin akan melukai suami mu. Dan aku pikir kamu harus melakukan sesuatu dengan keluarga itu.

Lady Qiong Terkejut dan berkata, "Aku telah menduka kenapa dia selalu tidur diluar rumah belakangan ini. Tetapi aku tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang memalukan terjadi. Aku tentu tidak akan pernah tahu jika kau tidak berbicara. Aku harus menghentikan hal itu."

Lady Kai berpamitan, Lady Qiong sangat berterima kasih untuk informasi yang diberikan.

Beberapa hari berlalu, Guo Si pergi ke tempat Li Jue untuk makan malam.

Lady Qiong tidak ingin dia pergi dan berkata, "Li Jue ini penuh kelicikan dan seseorang akan sulit menduga apa yang dipikirkannya. Kalian berdua tidak sejajar dalam jabatan, mengapa kau yang harus datang ketempatnya ? apa kata-kata orang nanti ?"

Guo Si tdk memperdulikan omongan istrinya itu dan istrinya gagal mempertahankannya dirumah. Lalu sorenya beberapa hadiah tiba dari tempat Li Jue dan lady Qiong sengaja menaruh racun dibeberaa makanan yang dikirim untuk suaminya.

Guo Si sedang akan mencoba salah satunya tetapi segera istrinya berkata, "Sangat tidak bijaksana untuk memakan sesuatu dari luar, mari kita coba pada anjing lebih dahulu ."

mereka melakukannya dan anjing itu mati, Insiden ini telah membuat guo si ragu akan kebaikan temannya itu.

Suatu hari, pada saat bubar dari sidang istana. Li Jue mengundang Guo Si ketempatnya. Ketika Guo Si telah tiba dimalam hari, Karena minum terlalu banyak, dia terkena Colic (note:Sakit dibelakang pinggal dekat daerah ginjal). Istrinya berkata dia mencurigai ada racun dan segera memberi anti-racung dan itu menghilangkan sakitnya.

Guo Si mulai merasa marah dan berkata, "Kita melakukan semuanya bersama dan membantu satu sama lain. Sekarang dia ingin melukaiku ! Jika aku tidak memukulnya duluan, akulah yang akan terluka duluan ."

Guo Si lalu mempersiapkan pengawalnya untuk keadaan tiba-tiba.

Hal ini di ketahui Li Jue dan langsung dia marah, "Jadi Guo Si melakukan hal-hal ini !"

Lalu Li Jue menempatkan pengawalnya dan berencana untuk menyerang guo si. Kedua Klan itu memiliki lebih dari 10.000 orang dan pertikaian menjadi semakin serius ketika kedua orang mereka bertengkar dibawah tembok istana. Ketika berakhir, pasukan dari kedua belah pihak menjarah rakyat.

Lalu sepupu dari Li Jue, Li Xian, tiba-tiba mengepung istana dan memerintahkan kaisar dan permaisuri untuk masuk kedalam tandu dan memerintahkan Jia Xu dan Zuo Ling untuk membawa mereka. Para Pembantu istana kaisar disuruh mengikuti dengan berjalan kaki. Ketika mereka keluar lewat gerbang belakang, mereka bertemu tentara Guo Si yang mulai menembaki tandu dan iring2x an itu dgn panah. Mereka Berhasil membunuh banyak pembantu istana sebelum pasukan Li Jue datang dan memaksa mereka mundur.

Kedua Tandu itu dibawa keluar kota dan akhirnya sampai ke kekemah Li Jue. Sementara tentara Guo Si menjarah istana dan Membawa wanita-wanita cantik yang ada disana kedalam kemah mereka. Lalu Istana dibakar.

Segera setelah Guo Si mengetahui dimanakah kaisar berada, dia segera datang dan menyerang kemah Li Jue. Kaisar yang berada diantara dua faksi yang bertikai ini sangat gelisah dan ketakutan.

Tentara Guo Si tiba dan Li Jue memimpin keluar pasukannya untuk bertempur. Tentara Guo Si tidak berhasil menerobos dan akhirnya harus mundur. Li Jue lalu memindahkan kaisar dan pengikutinya ke Meiwo dengan sepupunya Li Xian. Persediaan menipis dan kelaparan mulai melanda para kasim. Kaisar mengirim perintah untuk mengirimkan 5 kereka beras dan 5 lembu untuk dirinya.

Li Jue dgn marah berkata, "Orang istana mendapatkan makan pagi dan malam, mengapa mereka ingin lebih ?"

Dia mengirimkan daging yang telah rusak dan Beras Rusak.

Kaisar sangat sedih dan merasa terhina,berkata ,"Berani sekali pemberontak ini melakukan hal ini padaku !!!"

Penasehat kekaisaran Yang Qi menyarankan untuk bersabar, "Li Jue hanya hewan lemah, tetapi dalam keadaan seperti ini, yang mulia harus dapat menahan diri dan Jangan memprovokasinya."

Kaisar menunduk lesu dan teridam, tetapi air mata membasahi pakaiannya.

Tiba-tiba seseorang masuk dan berkata, "Pasukan berkuda tiba, dan golok2x mereka bersinar terkena sinar matahari sedang mendekat untuk menyelamatkan kita."

Ketika mereka mendengar suara genderang perang dan gong berbunyi. Kaisar segera mencari tahu siapakah dia. Tetapi ternyata itu guo si dan dia sedih kembali.

Li Jue berkata kepada Guo Si,"Aku selalu baik padamu, kenapa kau mencoba membunuhku ?"

"Kau adalah pemberontak, kenapa aku tidak boleh membunuhmu ?" balas Guo Si.

"Kau memanggilku pemberontak ketika aku menjaga kaisar ?"

"Kau telah menculiknya dan itu kau sebut menjaga ? " kata Guo Si.

"Kenapa banyak bicara ? marilah kita bertempur dan menyelesaikan masalah ini dalam satu pertempuran, pemenangnya mengambil kaisar dan pergi"

kedua jenderal itu bertempur di depan pasukannya dan tidak ada yang menang.

Lalu mereka melihat Yang Biao datang kepada mereka dan berkata, "Tunggulah sebentar , oh kalian para jenderal !! Aku telah mengundang pejabat untuk membicarakan perdamaian."

Kemudian kedua pemimpin itu kembali kekemah masing-masing dan segera Yang Biao, Zhu Jun dan 60 pejabat lainnya datang ke kemah Guo Si. Mereka semua ditaruh dalam kurungan.

"Kami datang dengan maksud baik " kata mereka, "dan kami diperlakukan seperti ini !"

"Li Jue telah lari membawa kaisar, aku harus mempunyai para pejabatnya." Kata Guo Si.

"Apa maksudnya ini ? Satu menahan kaisar dan satu menahan pejabatnya. Apa yang kau mau ?" Kata Yang Biao.

Guo Si kehilangan kesabarannya dan mengeluarkan pedangnya, tetapi jenderal Yang Mi menahannya untuk tidak membunuh para pejabat. Lalu Guo Si membebaskan Yang Biao dan Zhu Jun tetapi menahan yang lainnya didalam kemahnya.

"Kita adalah dua pejabat tinggi negara dan kita tidak dapat menolong tuan kita. Sungguh menyedihkan !!" Kata Yang biao kepada Zhu Jun.

Mereka berdua bersedih dan menangis sepanjang malam. Muntah darah lalu Zhu Jun pulang kerumah dan sakit parah, kemudian dia meninggal.

Kemudian kedua Pemimpin itu berperang setiap hari selama lebih dari 3 bulan dan setiap harinya mati banyak prajurit. Telah lebih dari 60.000 prajurti gugur dalam 3 bulan peperangan itu.

Sekarang Li Jue telah mempelajari cara2x ilmi sihir. Dia dapat memanggil roh dan mahluk halus. Jia Xu sering memprotes cara2x ini, tetapi tampaknya percuma.

Yang Qi berkata pada kaisar, "Jia Xu,walaupun teman Li Jue, tetapi tampaknya tidak kehilangan rasa setia pada yang mulia."

Lalu tidak lama Kemudian Jia Xu tiba.

Kaisar menyuruh pelayan2xnya keluar dan berkata pada Jia Xu sambil menangis, "Apakah kau tidak dapat berbelas kasih kepada dinasti Han dan membantu ku ?"

Jia Xu langsung bersujud dan berkata, "Itu adalah keinginanku. Tetapi yang mulia, Jangan katakan apa-apa lagi. Biarkan hambamu ini melakukan suatu rencana."

Kaisar mengeringkan air matanya dan segera Li Jue datang. Dia membawa pedang disisinya dan langsung berjalan kearah kaisar.

Li Jue berkata, "Guo si telah gagal menjalankan tugasnya dan memenjarakan pejabat istana. Dia bermaksud membunuh yang mulia dan kau akan ditangkapnya jika tidak karena aku."

Kaisar lalu memberi ucapan terima kasih pada Li Jue dan Li Jue pun pergi.

Tidak lama Huangfu Li datang. Kaisar yang mengetahui bahwa orang ini memiliki lidah yang sangat persuasif dan dia datang dari daerah yang sama dengan Li Jue meminta dia untuk merencakan perdamaian.

Huangfu Li menerima misi ini dan pertam pergi menemui Guo Si yang berkata, "Aku akan melepaskan pejabat istana jika Li Jue membebaskan kaisar."

Lalu Huangfu Li pergi ke tempat Li Jue.

Kepada Li Jue dia berkata, "Aku berasal dari Xi Liang dan kaisar telah memilihku untun menjadi penengah antara kau dan guo si. Guo Si telah setuju mengadakan gencatan senjata. Apakah kau mau berdamai ?"

"Aku menghancurkan Lu Bu dan memimpin pemerintahan selama 4 tahun dan telah banyak melakukan jasa besar. Seluruh dunia juga mengetahui hal ini. Guo Si, si pencuri kuda itu telah berani untuk menangkap pejabat negara dan melawanku. Aku telah bersumpah untuk membunuhnya. Lihatlah sekelilingmu. apakah kau pikir jumlah tentaraku tidak cukup untuk melawannya ?"

"Tidak selalu harus begitu" Kata Huangfu Li, "Dimasa yang lampau di You Qiong, Hou Yi sangat bangga dan yakin pada kemampuannya memanah. Dia tidak memikirkan orang lain dan memerintah sendiri dan dia akhirnya musnah. Belakangan ini kau melihat bagaimana Lu Bu mengkhianati Dong Zhuo, yang telah menerima banyak hadiah dan penghargaan. Dan tiba-tiba kepala Dong Zhuo sudah berada tergantung digerbang istana. Jadi kau dapat lihat bahwa kekuatan pasukan tidak dapat memastikan keselamatanmu. Sekarang Kau adalah jenderal, Dengan kapak dan cambuk dan semua simbol jabatan tinggi. Anak-cucumu dan pengikutmu menduduki jabatan tinggi. Kau harus mengakui bahwa negara telah memberikan kau penghargaan yang tinggi. Memang benar Guo Si telah menyandera Pejabat negaram tetapi kau telah melakukan hal yang sama kepada kaisar, jadi siapa yang lebih buruk ?"

Li Jue marah dan mengeluarkan pedangnya dan berteriak”Apakah Anak Langit itu mengirimmu untuk mencaciku dan mempermalukan diriku ?"

Tetapi salah seorang jenderal, Yang Feng menahannya.

"Guo si masih hidup", Kata Yang Feng, "Dan untuk membnuh utusan kaisar akan memberinya alasan untuk membentuk tentara melawanmu dan seluruh bangsawan akan ikut dengannya."

Jia Xu juga memberi nasihat pada Li Jue dan akhirnya kemarahannya memudar. Huangfu Li langsung berpamitan.

Tetapi Huangfu Li yang tidak puas dengan kegagalannya ini. Ketika dia keluar dari kemah, dia berteriak keras, "Li Jue tidak mematuhi perintah kaisar. Dia akan membunuh pangerannya dan dia akan merebut tahta."

Kanselir Hu Miao berusaha untuk menutup mulut Huangfu Li dan berkata, "Jangan berbicara seperti itu, Kau akan menyakiti dirimu sendiri!"

Tetapi Huangfu Li berteriak padanya juga dan berkata,"Kau juga adalah pejabat negara dan kau mendukung pemberontak. Ketika pangeranmu dipermalukan, menteri seharusnya mati. Ini adalah kode etik kita. Jika aku harus merasakan penderitaan mati ditangan Li Jue maka aku telah siap."

dan Huangfu Li terus berbicara memaki-maki. Kaisar yang mendengar kejadian ini, memanggil Huangfu Li dan mengirimnya ke Xi Liang.

Sekarang Lebih dari 1/2 tentara Li Jue berasal dari Xi Liang dan dia juga mendapatkan bantuan dari suku Qiangs, Suku dari utara diluar perbatasan. Ketika Huangfu Li menyebarkan berita bahwa Li Jue adalah pemberontak dan juga yang membantunya, Hal ini menyebabkan pasukannya menjadi terganggu dan ragu.

Li Jue mengirim salah satu orang bawahannya, Jenderal Wang Chan dari pasukan Cakar Harimau untuk menangkap Huangfu Li, tetapi Wang Chan yang mempunyai perasaan kebenaran dan menghargai Huangfu Li sebagai pria terhormat bukannya menangkap Huangfu Li tetapi kembali dan melaporkan Huangfu Li tidak dapat ditemukan.

Sementara itu Jia Xu berusaha untuk mengubah pendirian suku2x di sekitar perbatasan.

Dia berkata kepada mereka,"Putra langit mengetahui kalian setia pada mereka dan telah dengan berani bertempur dan menderita untuknya. Dia telah mengeluarkan Titah rahasia untuk kalian agar pulang kerumah dan dia akan memberi kalian hadiah."

Suku2x itu memiliki kekesalan pada Li Jue yang tidak membayar mereka, jadi mereka mendengarkan dengan seksama dan akhirnya setuju untuk pulang. Jumlah mereka sebanyak 20.000 orang.

Lalu Jia Xu menasehati kaisar, "Li Jue sangat sombong dan cepat puas. Jabatan tinggi harus diberikan padanya dan biarkan dia terlena."

Lalu kaisara mengangkatnya menjadi Wali Negara. Ini menyenangkan hatinya dan dia bercerita pada orang-orang bahwa promosinya ini akibat kehebatannya dalam berilmu sihir dan dia menghadiahkan orang-orang yang mengajarkan ilmu sihi itu hadiah yang banyak.

Tetapi Tentaranya dilupakan. Sehingga menyebabkan komandannya, Yang Feng sangat marah.

Yang Feng berkata kepada jenderal Song Guo, "Kita telah mengambil resiko dan membiarkan diri kita menghadapi panah dan batu untuk dirinya. Tetapi bukannya memberikan kita penghargaan atau hadiah apapun, dia bercerita bahwa semua itu akibat jasa para tukang sihirnya itu."

"Mari kita singkirkan dia dan selamatkan kaisar," Kata Song Guo.

"kau bunyikan tanda sebagai signal dan aku akan menyerang dari luar."

Jadi keduanya setuju untuk bertindak bersama malam nanti. Tetapi rencana mereka telah bocor dan dilaporkan pada Li Jue. Song Guo ditangkap dan dihukum mati. Malam itu YAng Fang menunggu singnal diluar, dan ketika menunggu tiba-tiba datanglah Li Jue sendiri. Pertempuran dimulai hingga pagi menjelang. Tetapi Yang Feng berhasil lolos dan lari kekota Xian.

Dari saat ini pasukan Li Jue mulai melemah dan dia mulai menderita kekalahan seiring dengan serangan Guo Si yang menjadi lebih sering. Berita datang bahwa Zhang Ji dengan membawa pasukan yang sangat besar sedang datang dari Shan Xi untuk membuat perdamaian dengan kedua faksi. Zhang Ji bersunpah dia akan menyerang mereka yang bertindak gegabah. Li Jue berusaha mendapatkan dukungan dengan mengirim utusan bahwa dia bersedia berdamai dan Guo Si juga melakukan demikian.

Jadi pertarungan berakhir dan Zhang Ji mengirim pesan agar kaisar sementara pergi ke Hong Nong didekat Luo Yang.

Kaisar Setuju dan berkata, "Aku telah lama ingin kembali ke timur."

Zhang Ji dianugerahi jabatan, Jenderal pemimpin pasukan kuda terbang kekaisaran dan sangat di segani dan dihormati. Zhang Ji mengawasi bahwa kaisar dan pejabat istana mendapatkan semua kebutuhannya. Guo Si membebaskan semua pejabat istanadan Li Jue menyediakan transportasi untuk kaisar dan pejabatnya pergi ke timur. Li Jue memerintahkan pasukan penjaga kaisar untuk mengawal kaisar pergi ke timur.

Perjalanan itu berlangsung tanpa insiden apapun sampai dekat Xin Feng, dekat jembatan Ba Ling, Angin musim gugur dari barat berhembus dengan sangat kencangnya. Di Jembatan itu rombongan kaisar dihentikan oleh sepasukan prajurit yang memasang barikade.

"Siapa yang datang ?" Teriak seseorang.

"Kereta Kaisar sedang lewat dan siapa yang berani memberhentikannya ?" Kata Penasehat istana Yang Qi.

Kedua Jenderal yang memasang barikade berkata pada Yang Qi,"Jendal Guo Si memrintahkan kami untuk menjaga jembaan dan menghentika mata2x. Kau bilang kaisar berada disini. Kami harus melihatnya dan kami akan membiarkanmu lewat."

Lalu tirau mutiara disingkapkan dan kaisar berkata, "Aku, Kaisar, Ada disini. Kenapa kau tidak mundur dan membiarkanku lewat ?"

Mereka semua bersujud dan memberi hormat, "Hidup Yang mulia ! semoga baginda yang mulia panjang umur dan sehat selalu !" Dan mereka membiarkan rombongan itu lewat.

Tetapi ketika mereka melaporkan hal itu, Guo Si sangat marah, "Aku bermaksud untuk memperdayai Zhang Ji dan menangkap kaisar serta menahannya di meiwo. Kenapa kalian biarkan lewat ?"

Dia menghukum mati kedua jenderal tersebut dan mengejar rombongan itu dan sampai di sebuah daerah bernama Hua Ying.

Suara bising dari belakang rombongan itu terdengar dan suara keras yang berteriak "Hentikan kereta !!!"

Kaisar lalu menangis.

"Keluar dari sarang serigala dan masuk ke mulut harimau !" katanya.

Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Mereka semua terlalu takut. Tetapi ketika tentara Guo Si sudah mendekati mereka, tiba-tiba terdengar bunyi genderang perang dan dari balik bukit muncul lebih dari 1000 prajurit datang dengan bendera bertulisn "JENDERAL DINASTI HAN, YANG FENG."

Setelah dikalahkan Li Jue, Yang Feng pergi kekaku bukit Xian dan dia datang untuk memberi jasanya segera setelah dia mendengar perjalanan kaisar. Melihat bawah dia perlu untuk bertempur sekarang, dia menyusun pasukannya dalam formasi.

Jenderal Guo Si, Cui Yong , keluar dari mulai menantang.

Yang Feng berkata, "Dimana Xu Huang ?"

Tiba-tiba langsung keluar seorang pendekar pemberani membawa Kampak besar. Dia langsung berkuda kearah Cui Yong yang langsung tewas dalam serangan pertama. Pasukan Yang Feng langsung menerjang maju dan menghancurkan pasukan Guo Si. Pasukan yang kalah mundur sejauh 7 Km.

Yang Feng berkuda untuk menemui Kaisar yang langsung berkata, "Ini adalah sebuah jasa besar, kau telah menyelamatkan nyawaku."

Yang Feng bersujud dan berterima kasih. Kaisar meminta untuk bertemu dengan Xu Huang. Lalu Xu Huang diantar mendekat pada kereta kaisar, Diama dia bersujud dan memperkenalkan diri sebagai Xu Huang dari He Dong.

Kaisar Juga menghargai jasanya.

Lalu rombongan ini melanjutkan perjalanan Yang Feng bertindak sebagai pelindung dari rombongan ini sampai di kota Hui Yang, tempat untuk berhenti karena hari telah malam. Komandan Kota itu, Duan Wei memberikan mereka pakaian dan makanan dan kaisar beristirahat didalam kemah Yang Feng.

Keesokan hari Guo Si, mengumpulkan pasukannya, muncul didepan kemah dan Xu Huang keluar untuk melawan. Tetapi Guo Si berusaha untuk mengitari perkemahan sehingga mereka dapat mengepung perkemahan itu dan kaisar yang berada ditengah situasinya sedang kritis, ketika tiba-tiba bantuan tiba, Xu huang seorang diri datang dan dengan memacu kudanya membantai siapa saja yang mendekati kaisar. Tidak ada satu prajuritpun disitu yang mampu melawannya sehingga mereka kabur.

Pasukan Guo Si yang diluarpun dikejutkan dengan datangnya pasukan baru dari arah Tenggara. Dan akhirnya karena tidak dapat bertahan, mereka mundur.

Ketika mereka telah aman, mereka semua keluar untuk melihat siapakah yang menolong mereka. Mereka menemukan bahwa itu adalah Dong Cheng, Paman dari kaisar atau "PAMAN NEGARA". Kaisar menangis dan dia menceritakan kesedihan dan bahaya yang dialaminya.

Lalu Dong Cheng berkata, "Jadilah anak yang berani. Jenderal Yang Feng dan aku telah bersumpah akan membunuh kedua pemberontak itu Li Jue dan Guo Si sehingga akan membersihkan dunia dari kejahatannya."

Kaisar memerintahkan mereka untuk bergerak ke timur secepatnya dan mereka bergerak pagi dan malam sampai mereka sampai di Hong Nong.

Guo Si memimpin pasukannya kembali. Bertemu Li Jue dan dia bercerita mengenai penolong kaisar dan kemana mereka pergi.

"Jika mereka mencapai gunung Hua Shan dan berhasil sampai ditimur, mereka akan mengumumkan kepada seluruh negri, memanggil para bangsawan dan pemimpin untuk menyerang kita dan kita akan dalam bahaya."Kata Guo Si.

"Zhang Ji memegang Chang An dan kita harus berhati-hati. Tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk menyerang Hong Nong, Kita dapat membunuh kaisar dan membagi kekaisaran untuk kita berdua." Kata Li jue.

Guo Si berpikir bahwa ini adalah renana yang baik, Lalu pasukan mereka bersatu kembali dan mulai menjarah daerah sekitar. Lalu mereka pergi ke Hong Nong dan meninggalkan kehancuran dibelakang mereka.

Yang Feng dan Dong Cheng yang mendengar pasukan pemberontak ini mendekat, Lalu Yang Feng dan Dong Cheng memutuskan untuk melawan mereka di Dong Jian.

Li Jue dan Guo Si yang sebelumnya telah membuat rencana. Karena pasukan yang musuh hanya sedikit dibandingkan pasukannya, mereka dapat menyerang pasukan musuh seberti air bah. Jadi ketika hari pertempuran datang, Mereka keluar dan memnuhi bukit dan daratan. Yang Feng dan Dong Cheng hanya dapat melindungi kaisar dan permaisuri. Pejabat istana dan pembantu istana lainnya diperintahkan untk melindungi dirinya sendiri semampunya. Pemberontak mulai menyerang hong nong, tetapi kedua pelindung itu berhasil membawa kaisar lari ke Shan Bei.

Ketika Jenderal Pemberontak mulai mengejar, Yang Feng dan Dong Cheng harus memainkan taktik "DUA SISI PEDANG". Mereka mengirim utusan untuk berdamai dengan Li Jue dan Guo Si dan pada saat yang sama mereka mengeluarkan titah kaisar untuk meminta bantuan dari Pemimpin "GELOMBANG PUTIH"--Han Xian, Li Yue dan Hu Cai. Gelombang putih adalah cabang dari Jubah kuning dan Li yue sebenarnya adalah perampok dan telah menjarah diseluruh hutan dan bukit disana. Tetapi pertolongan sangat dibutuhkan.

Ketiga orang ini, Dijanjikan pengampunan atas seluruh kejahatannya dan akan mendapat jabatan pemerintahan, langsung menjawab panggilan dan kaisar mendapatkan bala bantuan yang besar dan berhasil mengambil kembali Hong Nong. Tetapi sementara itu, Li Jue dan Guo Si menghancurkan tempat apapun yang mereka temui, membantai semua orang yang tua dan lemah, dan memaksa yang kuat menjadi pasukan. Ketika dalam pertempuran mereka menempatkan orang-orang itu menjadi pasukan di garis depan dan mereka memanggilnya "GAN SI PING REN" atau "PASUKAN BERANI MATI".

Pasukan Li Jue dan Guo Si sangat banyak. Ketika Li Yue, pimpinan Gelombang Putih mendekat dengan pasukannya. Guo Si memerintahkan pasukannya untuk melemparkan barang berharga. Para orang bekas perampok itu tergoda untuk mengambilnya dan akhrnya mereka kacau balau. Lalu Guo Si memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang dan menghancurkan mereka .Yang Feng dan Dong Cheng sementara itu telah membawa kaisar melalui jalur utara.

Li Jue dan Guo Si mengejar.

Li Yue, pemimpin gelombang putih berkata pada Kaisar, "Keadaan sangat gawat, yang mulia. Aku harap yang mulia tinggalkan kereta dan naik kekudaku ini. Dan pergilah."

Kaisar berkata,"Aku tidak dapat meninggalkan para bawahan yang setia padaku."

Mereka semua bersujud dan menangis mendengar kaisar mengucapkan kata-kata itu dan mereka bersumpah akan mati demi kaisar. Lalu kaisarpun pergi. dan mereka semua yang terinspirasi dengan kebaikan kaisar lalu bertempur mati-matian, pertempuran yang tidak seimbang antar 2.000 orang bersenjatakn ala kadarnya dgn 15.000 tentara dgn perlengkapan senjata lengkap. Tetapi mereka dapat menahan cukup lama dan akhirnya Hu Chai--- pemimpin "GELOMBANG PUTIH" itu tewas dalam pertempuran.

Musuh terus mengejar dan kaisar sekrang telah sampai didekat sungai kuning. Yang Feng dan Dong Cheng sertai kaisar dan permaisuri turun dari kuda dan berjalan kaki ke pinggir sungai kuning.

Li Yue mencari perahu untuk berlayar kesebrang sungai. Cuaca sangat dingin dan kaisar dan permaisuri sudah sangat kedinginan dan bergetar. Mereka telah sampai ke pinggir sungai dan mendapatkan perahu, tetapi sisi sungai sangat tinggi dan mereka tidak menemukan tempat landai.

Lalu Yang Feng mengusulkan, "Kita dapat menggunakan tali kida untuk membantu kaisar turun."

Tetapi adik permaisuri Fu De berkata, "Aku menemukan 10 rol sutra dari pasukan yang mati itu dan kita dapat menggunakannya."

Dan mereke menggulung kaisar dan permaisuri dengan sutra dan mereka menuruknanya pelan2x kedalam perahu, lalu Li Yue turun dengan tali dan membawa Fu Du dipunggungnya kedalam perahu.

Tetapi perahu itu terlalu kecil untuk semua orang, Dan mereka yang tidak dapat measuk akhirnya hanya tergantung di tali2x itu dan jatuh kedalam air. Mereka membawa kaisar ke seberang sungai dan kemudia kembali untuk yang lain. Akhirnya keributan terjadi karena mereka saling berusaha naik kekapal terlebih dahulu dan tidak mau mengalah. Prajurit diperintahkan untuk membuang kesungai orang yang membahayakan perahu dan memotong jari dan tangan mereka yang berusaha memegang sisi perahu dari dalam air karena akan mengakibtkan perahu oleh. Erangan kesakitan dan permintaan tolong memenuhi langit hari itu.

Ketika mereka berkumpul di pinggir sungai, banyak yang hilang. Hanya selusin pakaian kaisar yang tertinggal, Yang Feng menemukan gerobak kerbau dan dengan itu mereka mengantarkan kaisar ke Da Yang. Mereka tidak punya makanan dan mereka bermalam digubuk yang beratapkan jerami. Beberapa orang dari desa menawarkan mereka makanan tetapi makanan itu terlalu alot untuk di kunyah dan ditelan.

Keesokan harinya Kaisar memberikan gelar bagi orang-orang menolongnya. Li Yue diberikan gelar Jenderal yang menaklukan Utara dan Han Xian, jenderal yang menaklukan timur.

Perjalanan berlanjut dan segera dua orang pejabat datang dengan pasukan mereka dan langsung bersujud dihadapan kaisar dengan menangis. Merkea adalah pelindung kekaisaran Yang Biao dan Administrator istana Han Rong. Kaisar dan permaisuri senang dan ikut menangis bersama mereka.

Kata Han Rong kepada orang disitu, "Pemberontak percaya pada kata-kata ku. Kau jagalah kaisar disini dan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk membawa perdamaian."

Setelah Han Rong pergi Kaisar beristirahat di Kemah Yang Feng. Tetapi Yang Biao meminta agar kaisar pergi ke An Yi dan membuat ibu kota disana. Ketika kereta kuda mereka sampai dikota itu, mereka menemukan bahkan tidak ada satu bangunan megah pun dikota itu dan tempat yang disediakan untuk kaisar hanyalah gubuk jerami yang bahkan tidak ada pintu. Mereka membarikade tempat ini dengan pagar duri sebagai perlindungan dan didalamnya kaisar berkonsultasi dengan menterinya. Prajurit berkemah disekitar pagar.

Sekarang Li Yue dan teman-temannya menunjukan wajah aslinya. Mereka menggunakan kuasa kaisar semau mereka dan para pejabat yang menentang di aniayanya bahkan dihadapan kaisar. Mereka dgn sengajar memberi arak asam dan makanan basi untuk kaisar. Kaisar berusaha untuk memakan makanan yang mereka berikan. Li Yue dan Han Xian merekomendasikan kepada kaisar nama2x bekas narapidana, prajurit biasa, dukun, lintah darat dan orang-orang seperti itu untuk mendapat gelar. Lebih dari 200 orang diusulkan. Karena Stempel tidak ada, maka sebatang kayu di ukir sedemikian rupa. Masalah istana tidak pernah direndahkan sebegitunya.

Sekarang Han Rong sedang menemui Li Jue dan Guo Si. Setelah mendengarkan pembicaraan yang begitu berapi-api, kedua jenderal ini setuju untuk melepakan pejabat dan orang-orang istana.

Wabah kelaparan terjadi bersamaan pada tahun itu dan rakyat memakan rumput dari pinggir jalan untuk melanjutkan hidup. Kelaparan melanda dimana-mana. Tetapi makanan dan pakaian dikirim kepada kaisar dari gubernur HeNei, Zhang Yang dan Gubernur He Dong, Wang Yi dan mereka sekarang lebih lega.

Dong Cheng dan Yang Feng mengirim pekerja untuk membangun kembali istana di Luo Yang dengan tujuan untuk memintahkan istana kesana. Li Yue melawan usulan ini.

Dong Cheng berargumen, "Luo yang adalah istana yang sesungguhnya, pergi dari kota kecil ini adalah sesuatu yang masuk akal."

Li Yue berdiri dan berkata, "Kau boleh memindahkan istana kesana, tetapi aku akan tetap disini."

Tetapi ketika kaisar telah memutuskan dan kaisar telah memberi perintah dan persiapan dilakukan Dong Cheng dan Yang Feng, Li Yue secara diam-diam mengirim utusan kepada Li Jue dan Guo Si untuk menangkap kaisar. Tetapi rencana ini bocor, dan Dong Cheng serta Yang Feng mengaturnya sehingga hal ini bisa terhindar dan mereka secepatnya menuju jalan melewati Bukit Gu. Li Yue yang mengetahui hal ini, tanpa menunggu Guo Si dan Li Jue pergi untuk bertindak sendiri.

Ketika hari menjelang pagi, dan mereka telah melewati bukit Gu, suara teriakan tiba-tiba terdengar, "hentikan Kereta ! Li Jue dan Guo Si ada disini !"

Ini menakutkan sang Kaisar dan ketakutan juga melanda pasukan pengawalnya ketika mereka melihat seluruh bukit tiba-tiba nyala terang oleh obor.


BAB 14

Pada Akhir Bab yang lalu diceritakan kedatangan Li Yue yang berteriak dan berpura-pura menjadi Li Jue untuk menangkap Kaisar.

Tetapi Yang Feng mengenali suara Li Yue dan berkata”Itu cuman Li Yue !"

Dia memerintahkan Xu Huang untuk melawannya. dalam satu tebasan pengkhianat itu tewas dan pasukannnya tercerai berai.

Rombongan kekaisaran akhirnya berhasil selamat melintasi Bukit Gu. Disini gubernur He Nei, Zhang Yang, Memberikan mereka makanan dan kebutuhan yang lain dan mengawal kaisar ke Zhi Dai. Untuk bantuannya, Kaisar menganugerahkan Pangkat Jenderal Pegawas bagi Zhang yang. Yang Feng memindahkan pasukannya ke timur Laut Luo Yang dan berkemah di Ye Wang.

Sekarang kaisar memasuki Kota Luo Yang. Didalam tembok semuanya telah musnah. Istana dan aula telah terbakar, jalanan dipenuhi dengan rumput dan akar2x liar dan juga puing2x bangunan. Istana Utama atapnya banyak yang holang dan temboknya rusak. Sebuah istana kecil langsung dibuat dan disana pejabat istana dan kaisar bersidang. Berdiri diudara terbuka diantara semak2x dan rumput. Nama pemerintahan diubah menjadi "MEMBANGUN KEDAMAIAN KEMBALI" (JIANG AN), Tahun pertama. (Sekitar tahun 196 M)

Tahun ini banyak wabah kelaparan, Penduduk Luo Yang walaupun telah berkurang hanya menjadi beberapa ratus keluarga saja, tetap tidak mendapatkan cukup makan dan mereka makan dengan mengerogoti batang kayu dan rerumputan serta akar2x tanaman untuk memuaskan rasa lapar mereka. Pejabat pemerintahan yang berpangkat tinggi keluar dari kota ke daerah lain untuk mencari makanan. Banyak orang yang meninggal karena kejatuhan batu dari tembok kota yang rusak atau pilar2x dari rumah yang telah terbakar. Belum pernah dalam jaman dinasti Han, kemalangan dan penderitaan seperti ini pernah terjadi.

Penjaga kekaisaran Yang Biao mengirimkan surat pada istana dan berkata, "Titah yang diperintahkan padaku beberapa waktu yang lalu belum benar-benar dapat terlaksana. Sekarang Cao-Cao sangat kuat di Gunung Shan Dong dan akan baik bila kita berkerja sama dengan dia sehingga dia dapat mendukung dinasti Han."

Kaisar berkata,"Tidak perlu mempermasalahkan masalah ini lagi. Kirim utusan segera !!"

Lalu titahpun dikirin dan utusan membawanya ke gunung Shan Dong. Sekarang ketika Cao-Cao telah mendengar bahwa pemerintahan telah kembali ke ibu kota Luo Yang, dia memanggil penasehatnya untuk berkonsultasi.

Xun Yu menjelaskan permasalahannya kepada Cao-Cao , "800 tahun yang lalu, Pangeran Wen dari Jin mendukung Raja Xiang di akhir dinasti Zhou. Dan semua tuan2x tanah mendukung Pangeran Wen. Pendiri Dinasti Han, Liu Bang memenangkan hati rakyat karena menggunakan pakaian berkabung bagi kaisar Yi dari Chu. Sekarang Kaisar Xian telah menjadi pelarian dijalanan yang berdebu. Untuk membantunya mengembalikan kekuasaanya sama seperti mendapatkan terima kasih dari langit. Tetapi kau harus bertindak cepat atau seseorang lain akan mengambilnya darimu !"

Cao-Cao mengerti dan segera menyiapkan pasukannnya untuk berangkat. Pada saat yang bersamaan utusan kaisar tiba membawa titah agar Cao-Cao segera menghadap.

Di Luo Yang segalanya sangat menyedihkan. Tembok telah runtuh dan tidak ada cara untuk membangunnya kembali, sementara kabar burung kedatangan Li Jue dan Guo Si membuat kota itu terus menerus diliputi kecemasan.

Kaisar yang takut berbicara pada Yang Feng, berkata, "Apa yang bisa kita lakukan ? Tidak ada jawaban dari timur Hua Shan dan musuh telah mendekat !"

Lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Kami, adalah menterimu dan akan melawan dan mati untukmu !"

Tetapi Dong Cheng berkata, "Pertahanan kita lemah dan kekuatan militer kita kecil, kita sulit untuk mengharapkan kemenangan dan apa artinya kekalahan yang sudah pasti untuk diperjuangkan ? Aku melihat tidak ada pilihan yang lebih baik untuk pergi ke timur gunung hua shan.

Kaisar setuju dan perjalananpun dimulai tanpa persiapan apapun. Mereka membawa beberapa ekor kuda, pejabat istana harus berjalan kaki. Mereka melihat asap tebal dari debu2x berterbangan yang berarti ada tentara yang mendekat. Kaisar dan pengikutnya terdiam dan ketakutan. Lalu datanglah seorang berkuda, dia adalah utusan yang kembali dari timur gunung Hua Shan.

Dia berkuda kedepan kereta kuda kaisar dan bersujud serta berkata, "Jenderal Cao-Cao seperti yang diperintahkan telah datang membawa seluruh kekuataan tentaranya dari timur Hua Shan, tetapi mendengar bahwa Li Jue dan Guo Si telah mendekati Ibu Kota, dia mengirim Xiahou Dun berserta 100.000 tentara untuk maju duluan. Xiahou Dun memimpin 10 jenderal yang hebat dan 50.000 pasukan berkuda telah tiba, dan akan segera mengawal yang mulia.

Ketakutan langsung sirna dari benak kaisar. Dan Segera Xiahou Dun dan panglima lainnya datang. Xiahou Dun, Xu Chu dan Dian Wei segera turun dan bersujud pada kaisar. Lalu pasukan kaisar melihat ada pasukan yang datang lagi dari arah timur. dan dengan perintah kaisar, Xiahou Dun melihat pasukan itu dan ternyata itu adalah 50.000 pasukan infantri yang datang dari arah lain dipimpin oleh Cao Hong untuk menjemput kaisar.

Segera Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing datang mendekat ke kereta kuda kaisar dan memperkenalkan diri mereka.

Cao Hong berkata, "Ketika saudaraku Cao-Cao, mendengar pasukan pemberontak mendekat, dia takut keselamatan kaisar terancam dan mengirimkan aku memimpin pasukannya untuk datang dari arah timur."

"Jenderal Cao-Cao adalah pelayan yang setia dan dapat dipercaya !" kata Kaisar.

Perintah diberikan untuk maju, Cao Hong memimpin kawalan dengan 10.000 tentara ditengah. tetapi tentara pemberontak mendekat dengan Cepat. Kaisar memerintahkan Xiahou Dun untuk melawan mereka. Xiahou Dun membagi dua pasukannya untuk melawan mereka. Xiahou Dun memimpin pasukan kavaleri sedangkan pasukan infantri mengawal kaisar. 20.000 tentara dipimpin oleh Dian Wei memyerang dari kiri, 20.000 tentara dipimpin Xu Chu menyerang dari kanan dan 20.000 tentara di tengah dipimpin Xiao Hou Dun sendiri memecah belah musuh. Li Dian menjaga garis belakang dari rombongan kaisar dgn masing-masing 10.000 tentara dan Yue Jing memimpin pasukan mendahului rombongan kaisar dengan 10.000 tentara, sehingga kaisar dapat tenang dilindungi disegala arah.

Li Jue dan Guo Si membawa pasukan berkekuatan 170.000 pasukan. Mereka telah sampai di dekat kota Luo Yang dan mendengar kaisar telah pergi, mereka mengirim 40.000 pasukan berkuda mengejar rombongan kaisar. Ditengah jalan mereka dihadang pasukan Cao-Cao. Pertempuran berlangsung sengit dari pagi hingga petang, dan akhirnya pasukan Li Jue dan Guo Si berhasil dikalahkan dan harus mundur sejau 20 Km dari tempatnya semula. 10.000 pasukan pemberontak telah tewas dalam pertempuran itu. Karena hari telah menjelang malam maka Xiahou Dun mengusulkan pada kaisar untuk kembali ke Luo Yang.

Keesokan harinya Cao-Cao datang dengan tentara utamanya berkekuatan 250.000 pasukan dan dia berkemah didepan gerbang kota. Dia masuk kekota untuk menemui kaisar. Dia berlutut, tetapi kaisar langsung membangunkannya dan berterima kasih padanya.

Cao-Cao berkata, "Setelah menerima kebaikan dari negara, pelayanmu ini berhutang budi pada kekaisaran. Kejahatan yang dilakukan kedua pemberontak itu telah memenuhi langit tetapi aku membawa 200.000 tentara terbaikku untuk melawan mereka. Dan pasukanku dapat membuat yang mulia dan tahta dinasti aman. Keselamatan negara adalah masalah yang utama saat ini."

Gelar terhormat dianugerahkan pada Cao-Cao. Dia diangkat menjadi Jenderal Besar pelindung Negara, Menteri Pertahanan dan diberikan Simbol militer.

kedua pemberontak Li Jue dan Guo Si ingin menyerang Cao-Cao ketika pasukan mereka masih kelelahan akibat perjalanan jauh.

Tetapi Jia Xu penasehat mereka berkata,"Tidak ada harapan untuk menang. Dia memiliki tentara kuat dan jenderal pemberani. Menyerah mungkin akan memberikan kita amnesti."

Li Jue marah dan berkata, "Apakah kau mencoba untuk melemahkan semangat pasukan ?"

Dan dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan pada Jia Xu. Tetapi pejabat lainnya mencegah dan menyelamatkan penasehat itu. Pada malam yang sama Jia Xu pergi dari kemah dan pulang kedesanya.

Segera Pemberontak itu mengajak bertempur. Sebagai balasannya Cao-Cao mengirim Xu Chu, Cao Ren dan Dian Wei dengan 3000 pasukan berkuda. Ketiga pemimpin ini hanya menyerang sebentar lalu mundur dan seterusnya begitu berulang2x. Sementara Cao-Cao sedang menyusun formasi perang pasukannya yang besar.

Lalu Li Xian dan Li Bie, keponakan dari Li Jue menantang duel. Dari sisi Cao-Cao keluar Xu Chu yang menewaskan Li Xian. Li Bie yang karena sangat terkejut melihat hal itu langsung jatuh dan kuda dan mati. Xu Chu kembali dengan membawa 2 kepala.

ketika Xu Chu mempersembahkan kepala ke 2 orang itu kpd Cao-Cao, Dia menepuk bahu Xu Chu dan berkata, "Kau benar-benar Fan Kuai milikku !"

Berikutnya Formasi perang telah selesai dan Xiaohou Dun serta Cao hong memimpin kedua formasi sayap dan Cao-Cao ditengah, mereka maju dengan suara genderang perang mengiringi. Pemberontak bergerak mundur dan lansung lari. Tentara Cao-Cao mengejar dipimpin oleh Cao-Cao sendiri, Dengan pedang ditangan. Pembantaian itu berlangsung sampai malam hari. 10.000 pasukan musuh tewas dan banyak lagi yang terluka dan menyerah. Li Jue dan Guo Si pergi ke arah barat, Lari kepanikan seperti anjing yang kabur dari rumah yang roboh. Tidak punya tempat untuk berlindung, mereka pergi ke bukit dan sembunyi di balik semak2x.

Pasukan Cao-Cao kembali dan berkemah didekat ibu kota.

lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Cao-Cao ini telah melakukan jasa besar dan dia orang dgn pasukan besar. Nanti tidak ada akan tempat buat kita."

lalu mereka mengirim pesan pada kaisar bahwa mereka ingin mengejar pemberontak dan dengan alasan ini mereka membawa pasukan mereka dan berkemah di Da Liang.

Suatu hari Kaisar Memanggil Cao-Cao. Utusan dikirim dan diterima Cao-Cao. Cao-Cao Melihat bahwa utusan ini berbeda dan tidak dapat mengerti kenapa orang lain tampak kelaparan tetapi dia sehat2x saja.

Cao-Cao bertanya, "Kau tampak sehat2x saja pak. Bagaimana kau mengaturnya ?"

"Hanya ini: Aku telah hidup miskin selama 30 tahun."

Cao-Cao bertanya, "Jabatan apa yang pernah kau pegang ?"

"Aku diangkat karena kejujuranku dan kesetiaanku. Aku pernah mengabdi pada Yuan Shao dan Zhang Yang tetapi kembali kesini ketika kaisar pulang. Sekarang aku adalah salah seorang sekertarisnya. Aku berasal dari Ding Tao dan namaku adalah Dong Zhao."

Cao-Cao Berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Aku telah mendengar tentangmu, betapa senangnya aku dapat bertemu denganmu."

Arak dibawa kedalam tenda dan Xun Yu dipanggil dan diperkenalkan. Ketika mereka sedang berbincang, datang seorang prajurit mengatakan ada kelompok yang bergerak ke arah timur. Cao-Cao memerintahkan untuk mencari tahu siapakan orang-orang itu, Tetapi Dong Zhao langsung tahu saat itu juga.

"Mereka adalah mantan pemipin yang pemberontak. Yang Feng dan Han Xian. Mereka Lari karena kedatanganmu."

"Apakah mereka tidak mempercayaiku ?" tanya Cao-Cao.

"Mereka tidak layak untuk kau perhatikan, tenangkan dirumu Tuan."

"Bagaimana dgn Li Jue dan Guo Si ? " Tanya Cao-Cao.

"Harimau tanpa Cakar dan Burung tanpat sayap-- mereka tidak akan pergi jauh. Mereka tidak berharga untuk dipikirkan."

Cao-Cao melihat bahwa dia dan tamunya ini banyak persamaan, lalu dia mulai membicarakan urusan negara.

Kata Dong Zhao, "Kau, Tuan, Dengan tentaramu dapat menghancurkan pemberontakan dan menjadi tulang punggung kekaisaran, sebuah pencapaian yang sama seperti ke 5 pelindung negara dimasa lalu. Tetapi para pejabat akan melihatnya lain dan tidak semuanya akan mendukungmu. Aku pikir akan tidak bijaksana jika kau tetap berada disini, Dan aku mengusulkan memindahkan ibu kota ke Xu Chang. Tetapi, Harus diingat bahwa berita mengenai restorasi ibu kota di Luo Yang telah diumumkan dan banyak orang yang datang berharap dapat hidup tenang dan aman. Perpindahan lagi akan membuat banyak orang tidak senang. Walaupun begitu, untuk melakukan suatu yang besar memang dibutuhkan suatu pengorbanan yang besar pula. Ini adalah terserahmu untuk menentukan."

"Sama seperti pikiranku !" Kata Cao-Cao,"tetapi Apakah tidak ada bahaya ? Yang Feng di Da Liang dan Pejabat istana !"

"Itu mudah diatur. Tulislah surat ke Yang Feng dan tenangkan pikirannya. Lalu katakan kepada pejabat negara bahwa tidak ada makanan di Luo Yang ini dan karena itu kau akan pergi ke tempat lain dimana ada makanan dan ditempat itu tidak ada bahaya kekurangan apapun. Ketika mereka mendengar ini, mereka akan setuju."

Cao-Cao Sekarang harus memutuskan dan setelah tamunya berpamitan. Cao-Cao dan penasehatnya diam-diam membicarakan perpindahan Ibu Kota.

Sekarang Penasehat Istana Wang Li, yng juga ahli perbintangan, berkata pada Liu Cai, Penulis sejarah istana, "Aku telah mempelajari bintang. Sejang musim semi Venus telah mendekati bintang pelindung dan pengembala sapi (Note yang dimaksud Ursa Major dan Vega) melewati sungai khayangan. Mars telah mengalami konjungsi dengan venus di gerbang langit, sehingga Metal (Venus) dan Api (MARS) menjadi satu. Oleh sebab itu pasti akan ada pemimpin baru. Aura dari dinasti Han telah habis dan Jin Dan wei akan bangkit.

Sebuah surat rahasia dikirimkan pada kaisar berkata, "Mandat Langit telah menunjukan jalannya. Dan 5 elemen, METAL, KAYU, AIR, API dan TANAH--telah berubah proporsinya. Tanah menyeran Api adalah Wei Menyerang Han dan pengganti dinasti Han adalah Wei."

Cao-Cao mendengar hal ini dan dia mengirim orang kepada ahli bintang itu dan berkata, "Kesetiaanmu tidak diragukan lagi, tetapi jalan langit adalah sulit diterka. Sedikit yang kau katakan akan lebih baik."

Lalu Cao-Cao mendiskusikan masalah ini pada Xun Yu.

Penasehatnya berkata, "Kebajikan Han adalah Api, Elemenmu adalah tanah. Xu Chang berada dalam lindungan elemen tanah dan keberuntunganmu bergantung dgn tempat itu. Api dapat mengatasi tanah dan tanah dapat menguatkan kayu. Dong Zhao dan Wang Li setuju, dan kau hanya perlu menunggu saja."

Akhirnya Cao-Cao memastikan keputusannya.

Keesokan harinya didepang sidang dia berkata, "Luo Yang sudah hancur dan tidak dapat dibangun kembali dan juga tidak dapat menghasilkan makanan. Xu Chang adalah kota yang mulia, penuh sumber daya alam dan dekat ke Lu Yang tempat lumbung beras terbesar. Itu adalah sebuah tempat yang cocok menjadi Ibu Kota. Aku berharap istana dipindah secepatnya."

Kaisar tidak berani membantah dan para pejabat terlalu bingung untuk berpendapat. Akhirnya mereka memilih hari untuk berangkat. Cao-Cao sebagai komandan rombongan itu dan semua pejabat mengikuti. Ketika sampai disuatu tempat, tiba-tiba bunyi genderang perang bertabuhan.

Lalu Yang Feng dan Han Xian muncul dan menghalangi jalan. Didepan Berdiri Xu Huang yang berteriak, "Cao-Cao membawa pergi Kaisar !"

Cao-Cao Melihat orang itu. Dia tampaknya orang hebat dan dalam hatinya Cao-Cao mengngaguminya. Cao-Cao memerintahkan Xu Chu untuk melawan Xu Huang. Pertempuran itu berlangsung 50 jurus dan tidak ada yang menang. Cao-Cao memerintahkan pasukannya mundur.

Didalam kemah dia berkumpul dengan bawahannya”Kedua pemberontak itu tidak perlu dibahas, Tetapi Xu Huang adalah jenderal yang hebat dan aku tidak ingin menggunakan kekuatan besar melawannya. aku Ingin dia berkerja untukku."

Lalu majulah Man Chong, berkata,"Jangan buat hal itu menkhawatirkan mu tuanku. Aku akan berbicara padanya. Aku akan menyamar menjadi pasukannya malam ini dan aku akan membuat dia berkerja untuk kita."

Malam Itu man chong, menyamar dan pergi ke kemah musuh lalu dia berjalan ketenda Xu Huang yang sedang duduk dekat lilin. Xu Huang masih mengenakan baju perangnya.

Tiba-tiba Man Chong kehadapannya dan memberi hormat, "Kau baik-baik saja sejak kita berpisah, kawan lama ?"

Xu Huang terkejut dan memandang wajah orang yang berbicara itu dan dia berkata, "Apa !! Kau Man Chong dari Shan Yang ? Apa yang kau lakukan disini ?"

"Aku adalah bawahan Cao-Cao. Melihat teman lamaku di pasukan musuh. Aku menginginkan berbincang2x denganmu. Lalu aku mengambil resiko mengendap-endap malam ini dan disinilah aku."

Xu Huang meminta Man Chong duduk.

Lalu berkatalah Man Chong, "Hanya ada sedikit orang pemberani didunia ini. Kenapa kau melayani orang seperti tuanmu sekarang ? Tuanku adalah orang yang paling hebat didunia, seorang pria yang menyukai orang bijak dan menghargai prajurit seperti yang semua orang tahu. Keberanianmu hari ini telah memenangkan seluruh kekagumannya dan dia mengatur agar serangan tidak membabi buta sehingga tidak melukaimu. Sekarang dia mengirimku untuk mengundangmu mengikutinya. Apakah kau mau meninggalkan kegelapan menuju terang dan membantu dia dalam tugas besarnya ?"

Xu Huang duduk berpikir cukup lama mengenai tawaran ini.

Lalu dia berkata sambil menghela napas, "Aku tahu tuanku akan gagal, tetapi aku telah mengikuti mereka cukup lama dan tidak begitu nyaman meninggalkan mereka."

tetapi kau tahu bahwa burung yang bijak memilih pohonnya sendiri dan pelayan yang bijak memiih tuannya. Ketika seseorang bertemu dengan tuan yang sesuai dan mebiarkannya, orang itu sungguh ceroboh."

"Aku bersedia melakkukan apa yang kau katakan" Kata Xu Huang sambil berdiri.

"Kenapa kau tidak membunuh kedua tuanmu itu sebagai hadiah perkenalan ?" Kata Man Chong.

"Adalah sangat salah bagi pelayan untuk membunuh tuannya, Aku tidak akan membunuh mereka."

"Benar, Kau adalah orang baik."

Lalu Xu Huang dengan hanya membawa beberapa orang berkuda yang merupakan orang-orangnya, pergi malam itu dan berpindah ke Cao-Cao. Lalu segera, seseorang membawa berita ini ke Yang Feng yang memerintahkan 1000 orang berkuda untuk keluar dan menangkap Xu Huang.

ketika mereka mendekat, Yang Feng berteriak, "Pengkhianat ! berhenti kau !"

Tetapi Yang Feng masuk dalam perangkap. Tiba-tiba dari sisi gunung obor2x bernyalaan dan munculah pasukan Cao-Cao, Cao-Cao sendiri berada disana.

"Aku telah menantimu cukup lama, Jangan lari kau pemberontak!" teriak Cao-Cao.

Yang Fei langsung terkejut dan ingin kabur, tetapi segera terkepung. Han Xian datang menolong. Yang Feng akhirnya berhasil melarikan diri sementar Cao-Cao tetap menyerang pasukan mereka. Banyak pasukan pemberontak yang menyerah dan pemimpin mereka menemukan terlalu sedikit orang yang tersisa sehingga mereka pergi berlindung pada Yuan Shu.

Ketika Cao-Cao kembali kekemah, Dia menerima dengan baik para pasukan yang menyerah. Lalu keesokan paginya. Rombongan berangkat lagi menuju Xu Chang. Dan akhirnya mereka samapi ke Xu Chang, dan mereka membuat istana dan aula, kui leluhur dan altar, teras istana dan kantor pejabat. Tembok diperbaiki dan diperkuat, rumah penyimpanan dibangun dan semua ditata dengan baik.

Lalu datanglah hadiah bagi pengikut Cao-Cao dan orang-orang yang membantunya.

Dong Cheng dan 13 orang lainnya diankat menjadi Penguasa daerah. Semua jasa mendapat balasannya dan yang bersalah mendapat hukumannya. Semua sesuai dengan kehendak Cao-Cao.

Cao-Cao mengangkat dirinya sendiri menjadi perdana menteri, Kepala Panglima, Penguasa dari Wu Ping. Xun Yu diangkat menjadi penasehat kekaisaran dan Kepala sekertariat kekaisaran. Xun You diangkat menjadi Menteri perang, Guo Jia diangkat menjadi Menteri agama, Liu Ye menjadi menteri perkerjaan umum, Mao Jie menjadi menteri pertanian dan berdua dgn Ren Jun, mereka melakukan pengawasan atas sawah2x dan lumbung2x padi. Cheng Yu diberi gelar Penguasa dari Dong Ping, Dong Zhou kepada pengadilan Luo Yang, Man Chong, kepala Pengadilan Xu Chang. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Lu Qian, Li Dian, Yue Jing, Yu Jin dan Xu Huang diangkat menjadi jenderal kekaisaran. Xu Cu dan Dian Wei diangkat menjadi Komandan penjang ibu kota. Semua jasa mendapatkan balasannya.

Cao-Cao sekarang menjadi satu-satunya orang berkuasa dipemerintahan. Semua urusan pemerintahan dia yang mengaturnya. Semua surat dan pesan ditujukan padanya dan kemudian dia merangkumnya untuk kaisar.

Ketika masalah negara sudah diaturnya, Cao-Cao mengadakan pesta besar dengan para pengikutnya dan penasehatnya di kediamannya dan masalah diluar ibukota adalah masalah utama.

Lalu Cao-Cao berkata, "Liu Bei mempunyai pasukannya di Xu Zhou dan dia mengatur administrasi daerah itu. Lu Bu kabur kepada Liu Bei ketika dikalahkan dan Liu Bei memberikan Lu Bu kota Xiao Pen untuk ditempati. Jika mereka berdua bergabung untuk menyerang, posisiku pasti akan berada dalam kondisi serius. Apa tindakan yang harus kita lakukan ?"

Lalu bankitlah Xu Chu dan berkata, "Berikan aku 50.000 pasukan terlatih dan aku akan membawakan tuan perdana mentri kedua kepala mereka !"

Xun Yu berkata, "Jenderal, Kau pemberani, tetapi kita harus mempertimbangkan keadaan. Kita tidak dapat tiba-tiba mengadakan perang karena ibu kota baru saja dipindahkan. Tetapi, ada taktik yang dapat kita jalankan, taktik itu disebut "HARIMAU BERTARUNG UNTUK SATU BURUAN". Liu Bei tidak mempunyai titah yang memberinya kekuasaan untuk memimpin daerah itu, Dan tuan perdana menteri dapat memberinya titah itu dan dengan pesan untuk mengenyahkan Lu Bu. Jika dia lakukan, makan dia akan kehilangan Pendekar Tangguh disisinya, dan kita dapat menghadapinya dgn lebih mudah. Jika dia gagal, maka Lu Bu akan balik menghabisinya. Jika dia tidak mau melakukannya maka kita mempunyai alasan untuk menghukumnya, ini lah taktik itu. Apapun yang dilakukan mereka akan saling menggigit, hanya dibutuhkan umpan yang tepat."

Cao-Cao setuju dengan usul ini. Lalu dia membuat titah untuk memformalisasikan pengangkatan yang dia kirimkan pada Liu Bei. Liu Bei diberi gelar Jenderal Yang menaklukan timur dan Penguasa dari Yi Cheng serta Penjaga kekaisaran daerah Xu Zhou. Dan juga sebuah surat rahasia.

Di Xu Zhou ketika Liu Bei mendengar pergantian ibu kota. Dia telah menyiapkan ucapan selamat. Dan datanglah utusan kekaisaran dan menemuinya. Kemudian setelah menerima titah, Sebuah perjamuan disiapkan untuk utusan itu.

Utusan itu berkata, "Titah ini dibuat perdana menteri Cao-Cao untukmu."

Liu Bei berterima kasih. Lalu utusan itu menyerahkan surat rahasia.

setelah membacanya, Liu Bei berkata, "Masalah ini dapat dgn mudah diatur."

Perjamuan berakhir dan utusan itu pergi ke penginapannya untuk beristirahat. Liu Bei sebelum istirahat memanggil penasehatnya untuk mendiskusikan surat itu.

"Tidak perlu ada perdebatan untuk membunuh Lu Bu," Kata Zhang Fei, "Lu Bu adalah manusia yang jahat dan kejam."

"Tetapi dia datang padaku untuk meminta perlindungan karena dia lemah. Bagaimana aku dapat membunuhnya ? Ini adalah sebuah perbuatan yang salah" kata Liu Bei.

"Jika dia adalah orang yang baik maka itu aka sulit" Jawab Zhang Fei.

Liu Bei tidak membantahnya lagi. Tetapi tetap tidak dapat memutuskan.

Keseokan harinya, ketika Lu Bu datang untuk memberi selamat, dia diterima seperti biasanya. Dia berkata, "Aku datang untuk memberikan selamat padamu."

Liu Bei berterima kasih padanya. Tetapi kemudian dia melihat Zhang Fei yang mengeluarkan pedangnya dan masuk kedalam ruangan untuk membunuh Lu Bu. Liu Bei langsung mencegahnya.

Lu Bu terkejut dan berkata, "Kenapa kau ingin membunuhku, Zhang Fei? "

"Cao-Cao berkata kau adalah binatang dan menyuruh kakakku untuk membunuhmu" Teriak Zhang Fei.

Liu Bei berteriak lagi dan lagi menyuruh Zhang Fei keluar dan memerintahkan agar tidak boleh ada yang memberinya arak selama 10 hari. Lalu dia membawa Lu Bu masuk ruangan pribadinya. Lalu dia menceritakan kepada Lu Bu seluruh kejadian dan memperlihatkan surat rahasia Cao-Cao.

Lu Bu menangis setelah membacanya, "Ini adalah rencana yang dirancang untuk menuai permusuhan diantara kita."

"Jangan takut, Saudara Tuaku." Kata Liu Bei, "Aku tidak akan melakukan tindakan tidak bermoral ini."

Lu Bu lagi dan lagi sangat berterima kasih. mereka tetap berbincang2x dan meminum arak sampai malam. Akhirnya Lu Bu berpamitan.

Tanya Guan Yu dan Zhang Fei kepada Liu Bei, "kenapa tidak membunuhnya ?"

Liu Bei berkatam "Karena Cao-Cao takut pada Lu Bu dan aku akan menyerangnya, dia mencoba untuk memisahkan kami dan akhirnya menerkam kami berdua nantinya. Apakah ada alasan lain memangnya?"

Guan Yu terdiam, tetapi Zhang Fei berkata, "Aku ingin menyingkirkannya, jika tidak dia pasti akan membuat masalah untuk kita."

"Itu bukanlan apa yang orang mulia harus lakukan." Kata Liu Bei.

Segera utusan itu kembali ke ibu kota dengan balasan dari Liu Bei. Surat itu hanya bilang bahwa instruksi perdana menteri perlu waktu untuk dipersiapkan dan dijalankan. Tetapi utusan itu menceritakan pada Cao-Cao bagaimana Liu Bei bersikap baik pada Lu Bu.

Lalu Cao-Cao berkata, "Rencana kita gagal, apa selanjutnya ?"

Xun Yu berkata, "Aku punya taktik lain bernama "Harimau dan serigala", Dimana harimau dilepaskan untuk menghabisi serigala."

"Mari kita dengar rencanamu itu" Kata Cao-Cao.

"Kirim utusan ke Yuan Shu yang mengatakan bahwa Liu Bei telah mengirimkan surat rahasia ke istana bahwa dia ingin menguasai daerah selatan sungai Huai. Yuan Shu akan marah dan menyerangnya. Lalu kau bisa perintahkan Liu Bei untuk menyerang Yuan Shu dan ini akan menyebabkan mereka berdua saling menghancurkan. Lu Bu akan berpikir ini adalah kesempatanya untuk berkhianat. Ini adalah taktik, 'Harimau dan Serigala' "

Cao-Cao berpikir bahwa ini adalah rencana yang baik dan mengirim titah kepada Liu Bei. Ketika titah ini tiba, utusan itu diterima dengan suatu upacara dan titah itu memerintahkan untuk menangkap Yuan Shu. Setelah utusan itu pergi. Liu Bei memanggil Mi Zhu yang mengatakan bahwa itu adalah suatu siasat.

"Mungkin Saja itu sebuah siasat" Kata Liu Bei, "Tetapi titah kaisar tidak dapat dilanggar.".

Pasukan disiapkan keesokan harinya.

Sun Qian berkata, "Seorang yang terpercaya harus disiapkan menjaga kota."

dan Liu Bei bertanya pada kedua adiknya siapa yang mau menjaga kota.

"aku akan menjaganya." Kata Guan Yu.

"Aku selalu membutuhkan saranmu, bagaimana kita dapat berpisah" Kata Liu Bei.

"Aku akan menjaga kota" Kata Zhang Fei.

"Kau akan gagal" Kata Liu Bei, "Kau terlalu sering minum arak2x dan ketika mabuk kau akan menjadi buas dan memukuli prajurit. Selain itu kau sangat terburu-buru dan tidak mendengarkan saran siapapun. Aku akan menjadi tidak tenang setiap saat."

"Mulai hari ini aku tidak akan minum arak lagi, tidak akan memukuli pasukan lagi dan aku akan selalu mendengar saran."Kata Zhang Fei.

"Aku khawatir mulut tidak sinkron dengan hati." Kata Mi Zhu.

"Aku telah megikuti kakakku bertahun-tahun dan tidak pernah melanggar janji. Kenapa kau meragukanku ? " Kata Zhang Fei.

Liu Bei berkata, "Walaupun kau katakan ini, Aku tidak merasa puas. Aku akan memerintahkan penasehat Chen Deng untuk membantumu dan menjagamu tetap waspada. Dan kau tidak akan membuat kesalahan."

Chen Deng menerima tugas itu dan perintah diberikan. Pasukan dengan kekuatan 30.000 prajurit, berkuda dan infantri meninggalkan Xu Zhou dan menuju Nan Yang.

Ketika Yuan Shu mendengar bahwa ada surat yang dikirim Liu Bei meminta agar diijinkan menguasai wilayah selatan sungai, dia langsung marah dan dia membawa pasukannya keluar dan memaki Liu Bei.

"Kau Penjual Sepatu dan penganyam jerami ! Kau telah cukup pintar dan mendapatkan daerah yang besar dan menyikut sana sini sehingga mendapatkan gelar bangsawan. Aku sedang akan menyerangmu dan tidak disangka sekarang kau datang untuk menyerahkan nyawamu !"

Lalu Yuan Shu memerintahkan agar pasukannya disiapkan. Sebanyak 100.000 prajurit dibawah komando Ji Ling diperintahkan untuk menyerang Xu Zhou. Kedua pasukan bertemu di Xu Yi, dimana Liu Bei berkemah didataran dengan bukit dibelakang dan sungai disampingnya.

Ji Ling berasal dari sebelah timur gunung Hua Shan. Dia menggunakan pedang bermata 3 .

Setelah dia membuat kemah, dia keluar dan mulai menghina musuhnya sambil berteriak, "Liu Bei kau penjual sendal, berani benar kau menyerang daerah ini ?"

"Aku punya titah yang memerintahkan aku untuk menangkap Gubernur Yuan Shu. Jika kau melawan, kau juga akan dihukum." Jawab Liu Bei.

Ji Ling yang marah langsung berkuda dan mengangkat senjatanya.

Tetapi Guan Yu berteriak, "Manusia bodoh, kau mau mati !!!"

dan Guan Yu maju untuk menghadapinya. Kedua bertarung dan setelah 30 jurus tidak ada yang menang. Lalu Ji Ling kembali untuk beristirahat. Dan Guan Yu pun melakukan hal yang sama dan menunggu Ji Ling kembali.

Ketika saatnya untuk bertarung kembali, Ji Ling mengirim salah satu jenderalnya Xun Zheng untuk mengantikan tempatnya.

Tetapi ketika bertemu Guan Yu, Guan Yu berkata, "Bilang pada Ji Ling untuk keluar, aku harus menyelesaikan urusan dengannya dan membuktikan siapa yang harimau dan siapa yang seekor rusa."

"Kau, Seorang tak dikenal dan tidak berharga untuk bertarung dengan panglima kami !" kata Xun Zheng.

Jawaban ini membuat Guan Yu marah, Dan langsung membuat satu serangan saja pada Xun Zheng dan langsung menjatuhkannya ketanah. Liu Bei langsung memerintahkan prajuritnya maju menyerang dan pasukan Ji Ling yang melihat kehebatan Guan Yu langsung gentar dan mundur.

Di Xu Zhou, setelah Liu Bei pergi Zhang Fei menempatkan orang-orangnya dan pembantunya Chen Deng untuk mengurusi masalah adminstrasi daerah itu, dan dia hanya mengurusi masalah militer. Setelah memikirkan hal-hal ini dia mengadakan pesta untuk semua petugas militer.

Ketika mereka semua duduk dia membuat pidato, "Sebelum kakakku pergi, Dia memintaku untuk tidak meminum arak dan takut terjadi kecelakaan. Sekarang Kalian boleh minum sepuasnya dan mulai esok arak dilarang, Kita harus menjaga agar kota aman. Jadi silakan minum ."

dan dengan ini dia dan seluruh tamunya berdiri untuk minum bersama.

Pembawa arak datang dan Cao Bao menolak untuk minum, berkata, "Aku tidak minum arak karena agama melarangku."

"APA !!! Seorang pria tidak bisa minum arak!" Kata Zhang Fei”Aku ingin kau minum satu cangkir saja."

Cao Bao takut menghina, lalu dia minum.

Sekarang Zhang Fei minum satu gentong penuh. Akhirnya dia mabuk. Tetapi dia ingin minum lagi dan menyuruh tamunya minum satu cangkir lagi. Dan Cao Bao menolaknya.

"Kau telah meminumnya tadi, dan sekarang mengapa kau menolaknya."

Zhang Fei memaksanya dan Cao Bao tetap menolak.

Lalu Zhang Fei dalam keadaan mabuknya berkata, "Jika Kau menolak menjalankan perintah jenderalmu, kau akan di hukum 100 kali pukulan !"

Dan dia memanggil pengawalnya.

Disini Chen Deng mencegah dan berkata, "Apakah kau ingat mengenai larangan kakakmu sebelum dia pergi ?"

"Kau orang sipil, uruslah masalah sipil dan tinggalkan kami sendiri." Kata Zhang Fei.

Satu-satunya jalan untuk lolos adalah meminta Remisi dan Cao Bai melakukan itu dan berkata, "Tuan, maukah kau memandang menantuku sehingga kau memaafkanku."

"Siapakah menantumu ?"

"Lu Bu" Jawab Cao Bao.

"Aku tidak bermaksud menghajarmu sebetulnya tetapi jika kau berpikir aku takut pada Lu Bu aku akan menghajarmu seperti aku menghajarnya !" Kata Zhang Fei.

Tamu-tamu yang lainnya memohong agar Cao Bao dilepaskan tetapi Zhang Fei yang telah mabuk berat tidak mendengarkan dan Cao Bao menerima 50 pukulan yang di lakukan oleh Zhang Fei sendiri. Dan hanya karena Zhang Fei sudah sangat mabuknya sehingga dia sudah tidak bisa lagi memukul maka hukuman Cao Bao dikurangi.

Perjamuan itu berakhir dan Cao Bao yang dihajar Zhang Fei pergi dengan kemarahan. Malam itu dia mengirim surat ke Xiao Pei menceritakan penghinaan ini. dan didalam surat dia menceritakan bahwa Liu Bei sedang pergi dan mengusulkan agar serangan tiba-tiba dilakukan malam ini ketika Zhang Fei Sedang mabuk berat dan tertidur. Lu Bu segera memanggil Chen Gong dan berdiskusi.

"Xiao Pei hanyalah tempat sementara." Kata Chen Gong, "Jika kau dapat merebut Xu Zhou, itu adalah sebuah kesempatan yang baik."

Lu Bu dengan segera bersiap dan secepatnya dia membawa 5000 pasukan berkuda dan memeritnahkan Chen Gong dan Gao Shun mengikutinya dgn membawa 20.000 pasukan utama

Xiao Pen hanyalah berjarak 15 Km jauhnya dari Xu Zhou. Lu Bu telah berada di bawah tembok kota, malam itu bulan bersinar terang dan tidak ada penjaga yang melihatnya.

Lu Bu mendekat dan berteriak ,"Perintah Rahasia dari Liu Bei tiba !"

Penjaga tembok adalah orang-orang Cao Bao dan mereka memberitahu padanya. Cao Bao datang dan ketika melihat siapakah yang disana, dia langsung menyuruh membuka gerbang. Lu Bu memberikan signal rahasia dan pasukannya masuk sambil berteriak.

Zhang Fei yang didalam ruangannya tertidur langsung dibangunkan pengawalnya dan berkata bahwa musuh telah memasuki kota.

Mereka berkata, "Lu Bu telah masuk kota dan berperang didalam !"

Zhang Fei segera memakai pakaian perangnya dan mengambil senjatanya serta naik ke kuda. Tetapi karena dia masih dalam keadaan mabuk maka kemampuan perangnya tidak maksimal. Lu Bu yang mengetahui hal ini tidak menyerangnya dengan sekuat tenaga dan Zhang Fei dibiarkan lolos dan kabur dengan 18 pengawal dari Yan, dia kabur ke gerbang timur dan pergi. Meninggalkan keluarga Liu Bei dan mnyerahkan mereka pada nasib.

Cao Bao melihat Zhang Fei hanya membawa pasukan kecil dan masih 1/2 mabuk, datang mengejar. Zhang Fei yang melihat siapa yang mengejar menjadi sangat marah. Dia memacu kudanya kepada Cao Bao dan memukul mundur. Dia mengikuti Cao Bao keparit dan melukainya dipunggunya. Kuda Cao Bao yang ketakutan akibat teriakan Zhang Fei membawa tuannya ke dalam Parit dan dia mati tenggelam.

Diluar tembok kotanya Zhang Fei mengumpulkan pasukan dan mereka berkuda kearah selatan.

Lu Bu setelah mengejutkan kota langsung mengendalikan keadaan. Dia menempatkan penjaga di kediaman Liu Bei dan tidak boleh seorangpun menganggu mereka.

Zhang Fei dan beberapa pengikutnya pergi ke kemah kakaknya dia XuYi dan menceritakan kisahnya. Semua langsung gelisah.

"Keberhasilan tidak patut dirayakan dan kekalah tidak patut disesali." Kata Liu Bei sambil menghela napas dan berusaha menenangkan Zhang Fei yang menangis menyesal.

"Dimana Keluarga Kakak kita ?" Tanya Guan Yu.

"Mereka kutinggal didalam kota dan aku tidak tahu bagaimana keadaanya." Jawab Zhang Fei yang tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat Guan Yu.

Liu Bei hanya dapat tertunduk lesu dan diam, dari matanya terlihat bahwa dia sedih dan khawatir.

Guan Yu yang berusaha untuk tidak marah dan menghajar Zhang Fei, berkata, "Apa yang kau katakan ketika kau berjanji menjaga kota. Apa perintah yang kakak berikan untukmu ? Sekarang kota telah hilang dan begitu juga dengan kakak ipar dan yang lainnya. Apakah kamu puas sekarang ?"

Zhang Fei yang diliputi rasa penyesalan yang sangat, hanya bisa berlutut dan menangis didepan Guan Yu dan Liu Bei. Dia mengambil pedang untuk membunuh dirinya sendiri.


BAB 15

Pada Akhir bab yang lalu dikatakan bahwa Zhang Fei akan mengakhiri hidupnya dengan pedang di Xu Yi.

Tetapi Liu Bei langsung mengambil pedang itu dan membuangnya ke tanah dan langsung menyuruh adiknya yang sedang menangis penuh penyesalan itu berdiri dan langsung memegang tangannya.

Liu Bei berkata, "Pepatah mengatakan :'Saudara ada seperti tangan dan kaki, Istri dan anak adalah seperti pakaian. Kau dapat menjahit pakaian yang robek, tetapi bagaimana memasang tangan dan kaki ?' , Kita bertiga telah bersumpah sebagai saudara. Walaupun tidak dilahirkan pada hari yang sama tetapi bersedia mati pada hari yang sama. Kota telah hilang, Istri dan anakku tidak tahu bagaimana nasibnya, tetapi aku tidak mau salah satu dari kita ada yang mati dan meninggalkan semua rencana kita. Lagipula, Xu Zhou bukanlah milik kita dan Lu Bu tidak akan melukai keluargaku tapi dia akan menjaganya. Kau membuat kesalahan, Adikku, tetapi apakah itu sepadan dengan nyawamu ?"

Dan Liu Bei pun menangis. Mereka bertiga akhirnya menangis bersama dan orang-orang disana tergerak oleh kejadian ini dan ikut terharu.

Segera berita mengenai keberhasilan Lu Bu mengambil Daerah Xu Zhou terdengar oleh Yuan Shu. Yuan Shu mengirim pesan yang isinya akan memberikan hadiah untuk membujuk Lu Bu jika melakukan serangan bersama kepada Liu Bei. Hadiah itu berupa 50.000 peti beras, 500 kuda, 10.000 ons emas dan perak dan 1000 roll sutra.

Lu Bu memakan umpan itu dan memerintahkan Gao Shun memimpin 50.000 pasukan. Tetapi ketika Liu Bei mendengar tentang penyerangan itu, Dia membuat alasan untuk memindahkan pasukannya karena alasan cuaca untuk memindahkan pasukannya dari XuYi ke GuangLing sebelum pasukan penyerang datang.

Gao Shun kemudian meminta hadiah seperti yang dijanjikan, melalui Ji Ling dia menyatakan permohonannya, Ji Ling berkata, "Tuanku sedang pergi, Aku akan menyelesaikan masalah ini setelah aku bertemu dengannya."

dengan jawaban ini Gao Shun kembali pada Lu Bu yang tidak dapat memutuskan apa yang harus dilakukan.

Lalu Datang surat dari Yuan Shu.

"Walaupun Gao Shun telah menyerang Liu Bei, tetapi Liu Bei tidak berhasil ditangkap dan karena itu tidak ada hadiah yang akan diberikan sampai dia benar-benar tertangkap."

Lu Bu marah kepada apa yang dia sebut melanggar janji dan ingin menyerang Yuan Shu dengan pasukannya.

Chen Gong menasehatinya dan berkata, "Jangan kau lakukan itu, Yuan Shu menguasai ShouChun dan mempunyai pasukan besar, dengan persediaan cukup. Kau bukanlah lawannya. Lebih baik minta Liu Bei untuk berdiam di Xiao Pei sebagai salah satu sayapmu dan ketika waktunya tiba, minta dia memimpin penyerangan, ke utara dan selatan. Lalu Yuan Shu dan Yuan Shao akan jatuh dihadapanmu dan kau bisa menjadi sangat kuat."

Melihat usul ini bagus, Lu Bu mengirim surat dan memintanya kembali.

Setelah Liu Bei pergi, Yuan Shu menyeang GuangLing dan mengurangi pasukan Liu Bei menjadi 1/2nya. Ketika Utusan dari Lu Bu tiba, Liu Bei membaca suratnya. Dia cukup senang dengan isi suratnya, tetapi saudaranya tidak mempercayai niat Lu Bu.

"Seorang yang tidak memiliki kehormatan, pasti mempunyai motivasi lain." Kata Guan Yu dan Zhang Fei.

"Karena dia memperlakukan aku dengan baik, aku tidak bisa tidak mempercayainya." Jawab Liu Bei.

Lalu Liu Bei kembali ke Xu Zhou, Lu Bu takut bahwa Liu Bei tidak mempercayainya, mengembalikan keluarga Liu Bei. Dan ketika Lady Gan dan Lady Mi melihat suaminya itu, mereka mengatakan bahwa mereka telah diperlakukan dengan baik dan dijaga oleh pengawal sehingga terhindar dari bahaya dan perbekalan serta apapun selalu diberikan dan tidak kekurangan."

"Aku tahu dia tidak akan menyakiti keluargaku." Kata Liu Bei kepada Guan Yu dan Zhang Fei.

Zhang Fei yang tidak senang tidak mau menemai Liu Bei dan Guan Yu masuk kedalam kota, Liu Bei dan Guan Yu masuk kedalam kota untuk berterima kasih Pada Lu Bu dan Zhang Fei mengawal kedua kakak ipar mereka ke Xiao Pei.

Dalam pembicaraan Lu Bu berkata, "Aku tidak berharap untuk mengambil kota ini, tetapi adikmu telah bersikap sangat buruk, mabuk dan memukuli tentara dan aku datang untuk menjaganya karena khawatir hal yang buruk akan terjadi."

"Tetapi aku telah lama ingin memyerahkannya padamu" Kata Liu Bei.

Lu Bu lalu meminta Liu Bei mengambil kembali daerah itu dan Liu Bei selalu menolaknya. Liu Bei berpamitan dan kembali ke Xiao Pei, tetapi kedua saudaranya itu tidak mau menyudahi masalah ini dan bersikap tidak senang.

Kata Liu Bei,"Orang harus bisa mengerti takdirnya. Ini adalah kehendak langit dan kita tidak dapat melawannya."

Lu Bu menghadiahkan makanan dan brg2x lainnya dan dia berdamai dengan Liu Bei.

Di ShouChun, Yuan Shu menyiapkan perjamuan untuk pasukannya yang berhasil mengalahkan Lu Gang, Gubernur di Lu Jiang. Yuan Shu memanggil panglimanya itu dan dia adalah Sun Ce yang langsung bersujud memberi hormat dan memintanya menceritakan peperangan itu.

Setelah kematian ayahnya, Sun Ce kembali kedataran selatan dimana dia mengumpulkan orang-orang pintar dan bijak. Setelah itu, pertikaian timbul antara kakak dari ibunya, Gubernur Dang Yang yang bernama Wu Jing dan Almarhum Pelindung kekaisaran wilayah Xu Zhou, Tao Qian. Sun Ce membawa ibunya pergi ke Que dimana dia akhirnya harus berkerja pada Yuan Shu dan sangat mengngaguminya dan mencintainya sangat.

"Jika aku mempunyai anak seperti dia, matipun aku akan tenang." Kata Yuan Shu.

Yuan Shu memberikan jabatan Komandan Pasukan kepada Sun Ce dalam berbagai ekspedisi yang semuanya berhasil dimenangkan. Setelah perjamuan ini selesai, Sun Ce segera kembali kekemahnya, tetapi dia tidak langsung masuk ketendanya, tetapi dia berjalan2x dan melihat bulan.

"Disinilah aku, bukan siapa-apa sedangkan ayahku adalah seorang pahlawan !"

dan Dia menangis.

Lalu tiba-tiba ada seseorang berkata, "Ada apa ini, Sun Ce ? ketika ayahmu yang hebat itu sedang kesulitan dia bertanya padaku. Jika anaknya pun mengalami kesulitan untuk dipecahkan, mengapa dia tidak mengatakannya padaku dan lebih memilih menangis sendiri ?"

Melihat kepada siapa yang berbicara, ternyata itu Zhu Zhi seorang yang berasal dari Dang Yang yang pernah menjadi pengikut Sun Jian. Sun Ce lalu berhenti menangis dan mereka berdua duduk.

"Aku menangis karena menyesal tidak mampu untuk menlanjutkan cita2x ayahku." Kata Sun Ce.

"Kenapa kau diam disini dan berkerja dengan seorang tuan ? Gubernur di Dang Yang sedang kacau. Mengapa tidak meminta pasukan dengan alasan untuk mengalahkan Wu Jing ? keluarlah dari bayang2x Yuan Shu dan ambil alih DangYang, lalu kau dapat membuat hal-hal hebat."

Ketika kedua orang itu sedang berbicara, tiba-tiba ada seorang lainnya masuk dan berkata, "Aku tahu apa yang kalian berdua rencanakan, tuan2x. Dibawah kendaliku ada 1000 orang-orang pemberani yang siap membantu Sun Ce dengan apapun yang ingin dia lakukan."

Yang berbicara itu adalah salah satu penasehat Yuan Shu bernama Lu Fan dari Runan. Mereka bertiga duduk dan berbincang serta membuat rencana.

"Salah satu kesulitannya adalah Yuan Shu tidak akan memberimu tentara" Kata Lu Fan.

"Aku masih memilki Stempel Kaisar yang ayahku tinggalkan untukku. Ini akan menjadi jaminan yang baik."

"Yuan Shu sangat menginginkan permata itu " Kata Zhu Zhi, "Dia pasti akan meminjamkan tentaranya padamu dengan barang itu."

Ketiga orang itu membicarakan rencana mereka, Dan akhirnya mereka menyusun detil rencananya. Tidak lama setelah itu, Sun Ce berbicara dengan Yuan Shu.

Dengan berwajah sangat berduka Sun Ce berkata, "Aku tidak mampu membalaskan dendam ayahku. Sekarang Pelindung kekaisaran wilayah Yang Zhou, Liu Yao, melawan kakak ibuku. Dan sekarang ibuku dan keluarganya sedang dalam bahaya di Que. Karena itu aku mau meminjam beberapa ribu pasukan untuk menolong mereka. Mungkin engkau tidak percaya padaku, aku akan menjaminkan Stempel Kekaisaran ini yang ditinggalkan ayahku kepadamu sebagai jaminan."

"Aku ingin lihat jika memang engkau mempunyai barang itu.", Kata Yuan Shu”Aku tidak menginginkan permata itu sebenarnya, tetapi kau boleh menitipkannya padaku. Aku akan meminjamkan 3000 tentara, 500 kuda dan perbekalan. Kembalilah setelah urusanmu selesai. Karena pangkatmu tidak cukup untuk kekuatan itu, aku akan mengangkatmu dengan jabatan Jenderal Kepala dan memberimu gelar, Jenderal yang menghancurkan perampok. Kau dapat mulai secepatnya."

Sun Ce berterima kasih dan langsung mengumpulkan tentara itu, dan dengannya dia membawa kedua penasehatnya serta beberapa jenderal ayahnya seperti --Zhu Zhi, Lu Fan, Cheng Pu, Huang Gai, Han Dang dan lainnya."

Ketika Sun Ce sampai ke LinYang, dia melihat ada sekelompok pasukan didepannya, dan pimpinannya sedang memacu kudanya kearahnya. Pimpinannya berwajah tampan dan tampak sangat bijak. Setelah orang itu bertemu Sun Ce, dia langsung turun dari kudanya dan memberi hormat, Dia adalah Zhou Yu dari Shu Cheng.

Ketika Sun Jian melawan Dong Zhuo, Dia memindahkan keluarganya ke Shu Cheng dimana keluarga Zhou Yu tinggal. Zhou Yu dan Sun Ce berumur hampir sama, dan hanya berbeda dua bulan, mereka menjadi sahabat dan saudara angkat dan Sun Ce menjadi kakak karena dia lebih tua dua bulan. Sun Ce dan Zhou Yu memiliki kepribadian yang berbeda. Sun Ce senang berlatih tombak dan memanah , sedangkan Zhou Yu lebih suka belajar dan membaca. Sun Ce pernah suatu kali berkata, "Buku tidak akan menyelamatkan nyawamu dalam perang”, Tetapi Zhou Yu berkata, "Ini tidak bisa menyelamatkan nyawa dalam perang, tetapi bisa membuatmu menjadi seorang kaisar.".

Sun Ce menceritakan mengenai rencananya dan idenya kepada sahabanya itu yang langsung berkata, "Aku akan menyerahkan seluruh hidupku dan tenagaku untuk melayanimu mencapai tujuan besar itu."

"Sekarang karena kau telah tiba, rencana ini sepeti telah selesai dibuat." Kata Sun Ce.

Zhou Yu diperkenalkan pada Zhu Zhi dan Lu Fan.

Zhou Yu berkata,"Apakah kau mengenal kedua Zhang dari guanling ? mereka akan menjadi orang yang sangat berguna bagimu dalam menjalankan rencanamu."

"Siapa mereka ?" Tanya Sun Ce.

"Mereka adalah orang yang sangat genius, yang tinggal didekat sini. Mereka menghindar dari dunia luar yang penuh kekacauan ini dan berdiam di gunung. Nama mereka adalah Zhang Zhao dan Zhang Hong. Kenapa tidak mengundang mereka untuk membantumu ?"

Sun Ce langsung mengirimkan undangan dan hadiah, tetapi keduanya menolak. Dan dia langsung mengunjungi mereka berdua, dan dia sangat terkagum-kagum atas wawasan mereka dan dia memohon agar mereka mau membantunya. Akhirnya kedua orang itu mau membantu sun Ce. Sun Ce menunjuk mereka sebagai Penasehat dan Asisten Jenderal.

Sun Ce memanggil semua penasehat dan jenderalnya untuk membicarakan penyerangan ke wilayah Yang Zhou. Pelindung kekaisaran wilayah Yang Zhou adalah Liu Yao yang juga masih kerabat kaisar dan kakak dari pelingdung kekaisaran wilayah Yan Zhou, Liu Dai. Liu Yai telah lama memerintah di Yang Zhou dan bermarkas di ShouChun, Tetapi Yuan Shu memaksanya untuk lari ke sebelah tenggara. Dia menduduki Que dan sekarang sedang melawan Wu Jing di Lin Yang.

Mendengar ada tentara lain mendekat, Liu Yao memanggil jenderalnya.

Kata Jenderal Zhang Ying, "Aku akan membawa pasukan dan melawan mereka di Niuzu. Tidak ada pasukan yang akan dapat melewati daerah itu, berapa besarpun kekuatannya."

Zhang Ying di interupsi oleh seorang lainnya yang berteriak, "Dan biarkan aku memimpin tentara utama !"

Semua mata mengarah pada orang ini. Dia adalah Taishi Ci, setelah membantu kong rong dia datang untuk berkerja pada Liu Yao.

Mendengar permintaannya untuk menjadi pemimpin pasukan, Liu Yao berkata, "Tetapi kamu masih sangat muda dan belum pantas untuk mengemban tugas seperti ini. Lebih baik kau tetap disini dan menunggu perintah."

Taishi Ci pergi dalam kekecewaan.

Segera Zhang Ying memimpin pasukannya ke Niu Zhu, dimana disana ada Lumbung beras. Ketika Sun Ce mendekat, Zhang Ying keluar untuk menemui dia dan kedua pasukan berhadap-hadapan. Zhang Ying memaki-maki musuhnya itu dan Huang Gai yang panas mendengarnya segera keluar untuk melawannya. Tetapi pertarugan belum lama berlangsung, tiba-tiba ada kebakaran di kemah Zhang Ying. Zhang Ying mundur dan Sun Ce maju dengan kekuatan penuh, memaksa musuh meninggalkan milik mereka. Zhang Ying lalu lari ke bukit.

Orang yang membakar kemah Zhang Ying ini ada dua, Jiang Qin dari Shouchung dan Zhou Tai dari Jiu Jiang, Yang dalam masa kekacauan ini bersama dan membentuk pasukan yang hatinya baik dimana mereka hanya mencuri dari yang kaya dan memberikannya pada yang miskin. Mereka mengenal Sun Ce dari reputasinya sebagai orang yang menghargai orang lain dan memperkerjakan mereka yang mampu dan memberinya imbalan yang setimpal. Mereka berharap dapat bergabung bersamanya. Setelah memperkenalkan diri, Sun Ce menerima mereka dan memberinya jabatan. Setelah mengambil barang-barang yang ditinggalkan pasukan Zhang Ying dan menguasai Lumbung juga mengambil 4000 tentara yang menyerah menjadi pasukannya, Sun Ce bergerak menuju Shen Ting.

Setelah kekalahannya Zhang Ying kembali kepada tuannya dan menceritakan kegagalannya. Liu Yao ingin menghukum mati dia karena kekalahannya itu, tetapi karena para pejabat yang lain memohon ampunan untuknya maka dia mengampuninya dan mengirimnya untuk menjaga benteng di ling ling. Liu Yao sendiri langsung memimpin pasukannya sendiri dan berkemah di selatan Bukit Suci sedangkan Sun Ce berkemah di utara bukit suci.

Sun Ce bertanya pada penduduk didaerah itu,"Apakah disini ada Kuil untuk menghormati Liu Xiu ?"

Mereka berkata, "Diatas bukit ada sebuah kuil."

"Aku bermimpi tadi malam, Liu Xiu memanggilku dan menyuruhku menemuinya. Aku akan kesana dan bersembahyang.", Sun Ce berkata.

Tetapi penasehat Zhang Zhao menyarankan, "Tuanku, kau jangan pergi karena kukhawatirkan musuh akan memasang perangkap."

"Roh leluhur dan Roh Liu Xiu membantuku, apa yang harus kutakutkan ?" Jawab Sun Ce.

Lalu Sun Ce memakai pakaian perangnya, membawa tombaknya dan menaiki kuda, dengannya dia membawa ke 12 jenderalnya untuk menemaninya. Mereka berkuda sampai keatas bukit, lalu turun dan membakar sedekah serta bersujud didepan kuil.

Lalu Sun Ce yang berlutut bersumpah, "Aku Sun Ce, Jika aku berhasil dalam tugas dan berhasil membangun kembali kejayaan keluargaku, aku akan memperbaiki kuil ini dan memerintahkan untuk memberi sesajen setiap musim."

Ketika mereka telah kembali menaiki kuda, Sun Ce berkata, "Aku ingin berkuda dipinggir tebing dan ingin melihat posisi pasukan musuh kita."

Para jenderalnya meminta agar dia mengurungkan niatnya, tetapi dia telah memantapkan hatinya dan mereka berkuda bersama dan melihat bahwa ada desa kecil dibawah sana.

Prajurit Liu Yao melaporkan hal ini kepada Liu Yao dan berkata, "Tampak Sun Ce sedang berusaha untuk membuat kita menyerangnya, Jangan ada yang keluar bertempur !!"

Taishi Ci langsung berkata, "Ini adalah sebuah kesempatan baik untuk menangkapnya ?"

Lalu tanpa perintah dia segera mempersenjatai dirinya dan berkuda keluar kemah, "Jika memang ada orang pemberani diantara kalian, ikutlah denganku !!!"

Tidak ada yang mengikutinya karena melihat seorang komandan dgn pangkat rendah, tetapi ada satu orang yang berkata, "Dia adalah pria pemberani dan aku akan ikut dengannya."

Jadi dia ikut pergi, yang lain hanya mentertawai mereka berdua.

Sekarang setelah melihat semua yang diinginkannya , Sun Ce berpikir sudah waktunya kembali dan ketika dalam perjalanan turun, Seseorang berteriak, "Diam disitu Sun Ce !"

Sun Ce berbalik dan 2 pengendara kuda tiba. Sun Ce menyuruh para jenderalnya untuk diam dan dia dengan tombaknya maju kedepan.

"Siapa yang bernama Sun Ce ?" Teriak Taishi Ci.

"Siapa dirimu ?" Jawabnya.

"Aku Taishi Ci dari Laihuang, Akan membawanya sebagai tawanan !"

"Kalau begitu akulah dia !" Jawab Sun Ce tertawa”Ayo kalian berdua, Aku tidak takut dengan kalian, jika aku takut aku bukanlah Sun Ce !"

"Kau dan seluruh rombonganmu majulah, dan aku tidak akan mundur !" Teriak Taishi Ci yang bersiap bertarung.

Sun Ce menyuruh para jenderalnya tidak membantunya. Dan pertarungan pun dimulai. 50 jurus mereka berduel dan tidak ada yang menang. Sun Ce sangat ahli dalam menggunakan tombak, Tebasannya secepat kilat dan tenaganya sangat dahsyat sehingga dapat memotong sebuah pohon besar dalam sekali tebasan. Para jenderal Sun Ce saling bebisik dan terkagum-kagum melihat kemampuan tuannya itu. Taishi Ci meliahat bahwa musuhnya ini tidak memiliki kelemahan dalam ilmu tombaknya jadi dia memutuskan untuk menggunakan taktik. Dia berpura-pura kabur.

Sun Ce mengejarnya dan berteriak, "Dia yang kabur bukanlah seorang Pendekar !"

Tetapi Taishi Ci berkata dalam dirinya, "Dia memiliki 12 orang lainnya sedangkan aku hanya berdua. Jika aku menangkapnya, yang lain pasti dapat merebutnya. Aku akan menjebaknya ketempat rahasia dan menyerangnya."

Lalu mereka bertarung lagi dan akhirnya taishi ci mundur lagi dan bagitu seterusnya, sampai mereka berada disuatu dataran. Disini tiba-tiba Taishi Ci berbalik dan menyerang. Lagi mereka bertarung 50 jurus dan tanpa hasil. Lalu Sun Ce membuat suatu tusukan yang mematikan dan taishi ci menghindari tusukan itu dengan menjepit tongkat tombaknya dibawah tangannya sementara dia sendiri mencoba untuk menusuk Sun Ce dari jarak dekat, tetapi Sun Ce menahan tombaknya dengan tangannya juga. Tidak ada yang terluka tetapi sekarang mereka mengadu tenaga untuk menjatuhkan lawannya dari kuda. Dan mereka berdua terjatuh ke tanah.

Kuda mereka lari, dan sekarang mereka berdua bertarung dengan tangan kosong setelah membuang tombak mereka. Sun Ce yang lebih unggul dalam menggunakan tombak dapat di imbangi dalam pertempurang tangan kosong. Baju mereka sudah sobek2x karena pertarungan ini dan begitu juga badan mereka banyak luka tetapi tidak ada yang serius. Sudah 2 jam mereka bertarung dan belum ada yang menang. Kemudian Sun Ce mengambil Ujung tombak yang taishi Ci selalu letakan di punggung dan Taishi Ci berhasil merebut helm Sun Ce. Sun Ce mencoba menusuk Taishi Ci dgn ujung tombak itu dan taishi Ci menghidar dang menjadikan Helm Sun Ce sebagai perisainya.

Lalu tiba-tiba ada teriakan2x prajurit. Liu Yao mendekat dengan membawa 1000 tentara. ke 12 jenderal Sun Ce yang melihat hal ini segera mendekati tuannya dan menyiapkan senjata. Taishi Ci segera mencari kudanya dan mengambil tombaknya dan naik kekudanya. Sun Ce yang kudanya ditahan oleh Cheng Pu juga segera naik dan pertarungan terjadi antara 13 orang melawan 1000 tentara. Tetapi, Zhou Yu yang telah bersiap-siap sebelumnya segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menolong Sun Ce dan ketika malam hari tiba, pertermpuran pun berakhir. Kedua pihak mundur dan kembali kekemah masing-masing.

Keesokan harinya Sun Ce memimpin pasukannya kedepan kemah Liu Yao dan menantangnya bertempur. Kedua pasukan berhadapan dalam formasi tempurnya.

Sun Ce menggantungkan ujung tombak dari tombak taishi ci dan mengangkatnya tinggi2x dan memerintahkan pasukannya untuk berteriak, "JIKA ORANG YANG MEMPUNYAI BENDA INI TIDAK PERGI, DIA TELAH MATI TERTUSUK BENDA INI !"

Disisi lain mereka mengantung helm sun cen yang berhasil direbut dan para prajurit berteriak juga, "Kepala Sun Ce telah ada ditempat ini !"

Kedua pihak saling memaki dan memanas-manasi. Lalu Taishi Ci maju kedepan dan menantang Sun Ce untuk berduel dan sun Ce menyetujui.

Tetapi Cheng Pu berkata, "Tuan ku tidak perlu mengotori tangan tuanku, biarkan aku menghadapinya"

dan Cheng Pu pun maju.

"Kau bukanlah lawanku ", Kata Taishi Ci, "Suruh Tuanmu keluar !"

Ini membuat Cheng Pu marah dan dia langsung maju menyerang, mereka berdua bertempur sebanyak 30 jurus. Duel itu dihentikan karena ada tanda dari Liu Yao.

"Kenapa kau menyuruhku mundur ?" Kata Taishi Ci, "Aku baru saja akan menangkap bajingan itu."

"Karena aku baru mendengar Que telah berhasil direbut. Zhou Yu telah memimpin pasukan kecil dan Chen Wu yang berada didalam kota ternyata telah berkomplot dengannya. Kita tdk ada tempat untuk kembali sekarang. Aku akan pergi ke moling dan meminta bantuan dari Xue Li dan Ze Rong untuk merebut kota kembali."

Pasukan Mundur dan taishi ci mengikuti mereka tanpa di kejar.

Disisi lain, Zhang Zhao berkata pada Sun Ce, "Zhou Yu menjalankan strateginya dan berhasil merebut kota, ini yang menyebabkan mereka mundur. Mereka sedang tidak ada semangat saat ini. Serangan tiba-tiba pada malam hari akan menghancurkan mereka semua."

Pasukan dibagi menjadi 5 bagian masing-masing berkekuatan 1000 prajurit. Mereka menyerang malam itu dan berhasil memperoleh kemenangan, pasukan musuh berlarian kesegala arah. Taishi Ci sendirian berusaha mempertahankan kemah dan karena dia tidak bisa menahan seluruh pasukan, dia kabur bersama 10 penunggang kuda lainnya ke Jing Xian.

Sekarang Sun Ce telah mendapat pengikut baru bernama Chen Wu. Dia adalah seorang petarung dengan tinggi hampir 2 meter. Matanya merah dan tulangnya kekar. Sun Ce memberikan penghargaan yang tinggi padanya dan mengangkatnya menjadi komandan pasukan. Sun Ce memerintahkannya untuk memimpin penyerangan ke kemah Xue Li, Chen Wu dan selusin penunggang kuda lainnya menerobos formasi pasukan musuh dan mereka membunuh beberapa puluh orang. Xue Li yang ketakutan mundur dan bertahan.

Sun Ce terus menyerang kota, Mata-mata datang dan memberi kabar kalau Liu Yao dan Ze Rong telah menyerang Niu Zhu, hal ini membuat Sun Ce mundur dan pergi ke Niu Zhu. Kedua musuhnya itu telah siap untuk bertempur.

"Aku Disini !" Kata Sun ce, "Kau lebih baik menyerah !"

Seorang jenderal keluar dari balik Liu Yao untuk menjawab tantangan Sun Ce, Dia adalah Yu Mi. Tetapi hanya 3 jurus saja, Sun Ce sudah menangkapnya. Melihat hal ini, Fan Neng maju dan mau menyelamatkan rekannya. Tetapi ketika dia telah cukup dekat dan akan menusukan tombaknya pada Sun Ce yang sedang berbalik, Prajurit-prajurit Sun Ce berteriak, "Tuan, ada orang dibelakangmu yang akan menyerangmu diam-diam."

Sun Ce langsung berbalik dan berteriak keras-keras sehingga membuat Fa Neng terkejut dan jatuh, kepalanya pecah dan dia mati. Ketika Sun Ce telah balik kepasukannya dia membawa tawanannya itu. Ternyata Yu Mi juga telah mati karena Sun Ce memegannya terlalu keras. Jadi dalam sejenak, Sun Ce telah menyingkirkan kedua musuhya itu, satu karena ketakutan dan satu karena tulangnya hancur akibat cengkraman sun ce. Sejak saat itu Sun Ce dijuluki , "PENAKLUK MUDA".

Liu Yao berhasil dikalahkan, dan banyak pasukannya yang menyerah dan pasukan yang mati berjumlah lebih dari 10.000 prajurit. Liu Yao sendiri lari ke Yu Zhang dan meminta perlindungan Liu Biao, pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou.

Penyerangan ke Mo Ling adalah langkah selanjutya. Segera setelah Sun Ce tiba dipinggir parit2x benteng. Dia berteriak meminta Xue Li yang mempertahankan kota untuk menyerah. Seseorang memanah pada Sun Ce yang melukai Sun Ce pada paha kanannya dan dia terjatuh dari kuda. Dengan Cepat para jenderalnya segera membawanya dan mengembalikannya kekemah mereka. Ketika panahnya di cabut keluar dan lukanyapun segera diobati.

Dengan perintah Sun Ce, Cerita itu disebarkan keluar bahwa lukanya adalah fatal dan semua prajurit menangis sedih. Kemah dibubarkan. Xue li, Zhang Ying dan Chen Heng membuat serangan malam tiba-tiba, tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika mereka mengetahui bahwa mereka masuk dalam perangkap.

Sun Ce muncul dan duduk diatas kudanya, berteriak”Sun Ce ada disini !!"

Kemunculannya yang tiba-tiba membuat panik pasukan musuh dan banyak prajurit musuh yang langsung menyerah. Sun Ce memberi perintah untuk tidak membunuh pasukan yang menyerah. Tetapi pimpinan mereka :Zhang Ying tewas akibat tombak chen wu, Chen Heng terbunuh karena panah Jiang Qin dan Xue Li tewas dalam kekacauan itu. Karena itu Sun Ce berhasil merebut Mo Ling. Setelah menenangkan rakyat, dia mengirim pasukannya ke Jing Xian dimana Taishi ci memegang komando.

Taishi Ci mengumpulkan 2000 tentaranya sebagai tambahan dari tentaranya sendiri. Dia berharap dapat membalaskan kekalahan tuannya itu. Sun Ce dan Zhou Yu berdiskusi bagaimana caranya untuk menangkap taishi ci hidup-hidup.

Zhou Yu merencanakan, "Serang kota dari tiga sisi dan biarkan sisi timur terbuka untuk lari. Lalu pasanglah jebakan, ketika taishi ci lewat dia akan dapat kita tangkap."

Pasukan Taishi Ci yang baru itu kebanyakan berasal dari bukit dan tidak berdisplin. Lagipula, tembok kota sangat rendah. Pada suatu malam Sun Ce memerintahkan Chen Wu untuk memanjang tembok kota dan membakar kota . Melihat Kota terbakar, Taishi Ci lari dari pintu gerbang timur dan segeralah dia keluar, Sun Ce mengejarnya. Setelah 15 km jauhnya Sun Ce berhenti mengejar.

Taishi Ci pergi sejauh mungkin, Lalu akhirnya dia beristirahat di suatu tempat yang ditutupi rerumputan. Tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan prajurit. Taishi Ci barus saja naik keatas kudanya ketika kudanya dijatuhkan dan dia langsung diikat dan dijadikan tawanan.

Taishi Ci dibawa balik kekemah. Dan segera setelah sun ce mendengar berita ini dia langsung keluar dan memerintahkan prajurit pergi. Dengan tangannya sendiri dia melepaskan ikatan taishi ci. Lalu dia melepaskan jubahnya dan memakaikannya pada taishi ci. Mereka memasuki tendanya bersama.

"Aku mengetahui bahwa kau adalah seorang pahlawan." Kata Sun Ce, "Liu Yao si cacing itu tidak tahu bagaimana menghargaimu makanya dia kalah."

Taishi Ci yang merasa dia sangat dihargai dan diperlakukan dgn baik lalu menyerah secara formal.

Sun Ce mengengam tangannya dan berkata, "Jika kau menangkapku dalam pertarungan waktu itu didekat kuil, apakah kau akan membunuhku ?"

"Siapa yang dapat tahu ?" Kata Taishi Ci sambil tersenyum.

Sun Ce tertawa juga dan mereka memasuki tendanya, dimana Taishi Ci ditempatkan pada bangku kehormatan dalam perjamuan itu.

Taishi Ci berkata, "Dapatkah kau mempercayaiku untuk mengumpulkan tentara sebanyak mungkin dari pasukan yang tersisa bekas tuanku yang dahulu ? Mereka sudah kehilangan kepercayaan terhadap tuanku yang dahulu dan mereka pasti akan dapat membantumu."

"Sama seperti yang aku inginkan. Aku akan membuat persetujuan denganmu bahwa esok sebelum tengah hari kau harus sudah kembali."

Taishi Ci setuju dan dia segera berangkat. Semua jenderal berkata bahwa dia tidak akan kembali.

"Dia dapat dipercaya dan dia tidak akan berbohong." kata Sun Ce.

Tidak ada dari bawahan sun ce yang percaya bahwa dia akan kembali. Tetapi keesokan harinya mereka menaruh batang bambu diluar kemah dan ketika bayangan menandakan tengah hari, Taishi Ci kembali membawa sekitar 1000 prajurit. Sun Ce sangat senang dan para bawahannya mengakui bahwa sun ce telah benar menilai orang ini.

Sun Ce lalu mengerahkan pasukannya ke Dataran selatan dan musuh2xnya menyerah atau kabur begitu mendengar kabar kedatangan pasukannya. Dia sekarang telah memiliki beberapa legiun dan seluruh dataran di sebelah tenggara sungai besar (Yang Tze Kiang) adalah miliknya. Dia meningkatkan kondisi kehidupan disana dan menjaga hukum dan aturan sehingga para pengikut dan pendukungnya bertambah setiap harinya. Orang-orang memanggilnya Sun Ce pembawa terang.

ketika pasukan sun ce mendekat, Rakyat biasanya kabur dengan panik dan ketakutan, tetapi Sun Ce memerintahkan agar pasukannya tidak menjarah dan berusaha untuk merusak, mereka semuanya menjadi senang dan menghadiahkan pasukannya itu dengan lembu dan arak. Kebahagian memenuhi daerah itu. Prajurit yang menyerah diperlakukan dengan baik. Yang ingin mengikuti Sun Ce boleh bergabung, yang tidak ingin boleh kembali kekampung halamannya dan diberikan sejumlah uang dan hadiah. Dan karena itu Sun Ce mendapatkan hormat dan penghargaan dari semua orang dan menjadi kuat.

Sun Ce lalu menempatkan ibunya dan keluarganya di Que, dan mengangkat adiknya Sun Quan dan Zhou Tai sebagai pelindung kota Xuan Cheng. Lalu dia berangkat dalam ekspedisi ke selatan untuk melawan Wu Jun.

Pada waktu itu disana ada orang bernama Yan Baihu atau Harimau Putih, (BAI--putih, Hu--Harimau.). Yan Bai Hu dan adiknya Yan Yu membawa pasukan untuk menghadapi Sun Ce dan mereka bertemu di dekat Jembatan Ma Pe.

Yan Yu dengan pedang ditangan berdiri diatas jembatan dan hal ini dilaporkan pasukan pengintai pada sun ce yang segera bersiap untuk menghadapi tantangan ini.

Zhang Hong menasehati, "Karena Nasib Tuanku adalah nasib seluruh pasukan, Tuanku tidak perlu mengambil resiko untuk bertarung dengan perampok kecil. Aku berharap kau selalu mengingat harga dari jiwamu itu."

"Kata-kata mu sangat bijaksana, sepeti emas dan batu permata. Tetapi aku khawatir prajurit tidak akan menjalankan perintahku apabila aku sendiri tidak berbagi bahaya dengan mereka."

Walaupun begitu Sun Ce Akhirnya mengirimkan Han Dan untk melawan Yan Yu. Ketika Han Dan baru sampai jembatan, Jiang Qin dan Chen Wu yang bergerak menyusuri sungai dengan kapal kecil, melewati bawah jembatan itu. Walaupun anak panah berterbangan dari sisi sungai. Kedua orang itu langsung turun dan dengan hebatnya menyerang Yan Yu yang berdiri diatas jembatan. Yan Yu kabur dan Han Dang mengejar. Tetapi Yan Yu berhasil masuk kembali dari gebrang barat.

Sun Ce mengepung kota Wu Jun dari darat dan air. Selama 3 hari tidak ada yang keluar untuk mengajak bertempur. Dan didepan pasukannya, Sun Ce Datang ke gerbang barat dan Memanggil penjaga gerbang. Seorang komandan dengan jabatan lumayan tinggi keluar dan berdiri dengan satu tangan bersender pada tiang sementara yang lain menunjuk sun ce sambil memaki-maki. Secepatnya Taishi Ci mengambil busuhnya dan meyiapkan anak panahnya.

"Lihatlah aku akan memanah tangan orang itu !" Kata dia kepada pasukannya.

Segera saja setelah dia melepaskan anak panahnya, anak panahnya itu melesat dan menembus tangan komandan itu sehingga tangannya tertancap ketiang penyanggah. Kedua belah pasukan terkagum-kagum dengan aksi taishi Ci ini. Dan mereka semua mengakui kehalian taishi Ci dalam memanah memang sangat hebat.

Orang yang terluka itu segera dibawa pergi.

Ketika Yan Bai hu mendengar berita ini, dia berkata, "Bagaimana kita dapat berharap dapat menghadapi pasukan ini dengan pemimpin sehebat itu ?"

Dan dia langsung mengirim utusan untuk berdamai, Dia mengirim adiknya Yan Yu untuk menemui Sun Ce, yang menerimanya secara sopan dan mengundangnya ketendanya dan menyediakan arak untuknya.

"Dan apakah usul yang kakakmu sarankan " Kata Sun Ce.

"Dia mau membagi kekuasaan daerah ini denganmu " Jawab Yan Yu.

"Tikus itu ! Berani sekali dia menempatkan dirinya setara dengan diriku ?" Hardik Sun Ce.

Sun Ce lalu memerintahkan menghukum mati utusan itu. Yan Yu terkejut dan mengeluarkan pedangnya. Tetapi Sun Ce yang memiliki tangan lebih cepat langsung menebas yan yu dan diapun tewas. Kepalanya dipenggal dan dikirmkan kedalam kota kepada kakaknya.

Hal ini mempunyai efek. Yan Bai Hu yang melihat perlawanan akan sia2x maka dia meninggalkan Wu Jun dan pergi. Sun Ce terus meningkatkan serangan. Huang Gai merebut Jia Xing dan Taishi Ci mengambil Wu Cheng. Beberapa kota kecil lainnya diselatan juga jatuh. Daerah itu dgn cepat dikuasai. Yan Bai Hu segera pergi ke Yu Han di timur, Menjarah semua sisi sampai sekelompok orang desa dipimpin Ling Cao melawannya. Yan bai Hu pergi menuju Kuai ji.

Ling Cao dan anaknya lalu pergi menemui Sun Ce yang langsung memperkerjakan mereka dan mengangkat mereka menjadi komandan dan memberi hadiah atas jasa mereka, lalu mereka diperintahkan menggabungkan kekuatan di sungai besar.

Harimau Putih, Yan bai hu mengumpulkan pasukannya yang tercerai berai dan mengambil posisi di benteng sebelah barat, Tetapi Cheng Pu menyerangnya disana dan menhancurkan pasukan yang bertahan, Dan mengejar mereka sampai ke kuai ji. Gubernur kota itu Wang Lang berada di pihak Yan Bai Hu dan menerimanya.

Tetapi Ketika Wang Lang mengusulkan untuk membantu Yan Bai Hu, Salah satu bawahannya berdiri dan berkata, "Jangan ! jangan ! Sun Ce sebagai pemimpin adalah orang yang baik dan benar. Sementara Harimau Putih itu adalah penjahat buas. Lebih baik tangkaplah dia dan serahkan orang ini sebagai tanda perdamaian dengan sun ce."

Gubernur langsung marah kepada orang yang berbicara itu, dia adalah Yu Fan dari Kuai Ji dan memerintahkan dia untuk diam. Yu Fan menyingkir sambil menghela napas. Dan gubernur pergi untuk membantu si harimau putih dengan mereka dia mengabungkan kekuatan di Shan Yin.

Sun Ce datang. Ketika kedua sisi membentuk formasi pasukan. Sun Ce keluar dari formasi dan berkata kepada Wang Lang, "Pasukanku adalah pasukan dari prajurit yang baik, dan tujuanku adalah menjaga perdamaian di daerah ini. Tetapi mengapa kau memberika dukunganmu kepada seorang pemberontak!"

Wang Lang menjawab, "Keserakahanmu sudah terkenal. Setelah menguasai Wu Jun kau juga menginginkan daerahku. Aku akan membalaskan dendam keluarga Yan !"

Respon ini membuat sun ce marah. Ketika pertempuran akan dimulai, Taishi ci maju dan wang lang menyambutnya dengan pedangnya. Baru beberapa jurus saja, Zhou Xin datang untuk menolong wang lang. Lalu Huang Gai membantu dan keempat orang itu berduel. Lalu genderang perang berbunyi dan kedua pasukanpun akhirnay bertempur.

Tiba-tiba kekacauan timbul di pasukan garis belakang wang lang. Wang Lang memacu kudanya untuk melihat ada apa dan ternyata dibelakang pasukannya ada Zhou Yu yang muncul tiba-tiba entah darimana. Cheng Pu datang dgn pasukannya untuk menyerang sisi pasukan Wang Lang. Sehingga sekarang Wang Lang terjepit. Dia , yan bai hu dan Zhou Xin bertarung mati-matian dan berhasil menerobos pasukan musuh dan mereka bertiga kembali kedalam benteng mereka. Jembatan gantung dinaikan, gerbang ditutup dan persiapan dilakukan untuk berperang dari dalam benteng.

Sun Ce mengikuti sampai sisi tembok dan membagi pasukannya untuk menyerang dari ke 4 sisi benteng. Melihat bahwa benteng diserang dr berbagai sisi, mereka semua sangat ketakutan.

"Kita hanya dapat memperkuat posisi kita dan bertahan dibalik tembok sampai pasukan musuh kehabisan perbekalan dan mundur" Kata Yan Bai hu.

Wang Lang setuju dan pengepunganpun berlanjut. Untuk beberapa hari serangan dilakukan terus menerus oleh pasukan sun ce dan tidak berhasil merebut kota.

Dalam sebuah rapat, Sun Jing yang merupakan paman sun ce berkata,"Karena mereka didalam kota dan bertahan maka akan sulit untuk menghancurkan mereka. Tetapi persediaan mereka sebenarya terletak di ChaDu, yang berjarak hanya 10 Km. Saranku kita menyerang tempat ini, artinya kita menyerang tempat dimana mereka tidak siap dan melakukan apa yng tidak terpikir oleh mereka."

Sun Ce menyetujui dan berkata, "Rencana pamanku sungguh baik dan ini akan menghancurkan pemberontak itu."

Lalu dia memerintahkan untuk menyalakan api pada setiap gerbang dan membiarkan bendera tetap berkibar untuk agar seolah2x kemah tetap ada prajuritnya walaupun sebenarnya mereka sedang bergerak lebih ke selatan.

Zhou Yu Datang dan memberikan peringatan”Ketika kau pergi tuanku, Tentara dari dalam kota pasti akan keluar dan mengikutimu. Kita harus mempersiapkan sebuah kejutan untuk mereka ."

Sun Ce berkata, "Persiapanku telah lengkap dan kota akan dapat kita rebut nanti malam."

Lalu pasukan disiapkan dan dikirim keluar. Wang Lang yang mendengar pasukan yang mengepung telah pergi dan dia langsung naik keatas menara pengawas untuk melihat. Dia melihat api masih berkobar dan asap mengepul dan bendera tetap berkibar seperti biasanya dan dia ragu akan hal ini.

Zhou Xin berkata, "Dia telah pergi dan ini hanya sebuah strategi. Mari kita keluar dan hajar mereka."

Yan Bai Hu berkata, "Jika dia telah pergi, Pasti akan menyerang Cha Du. Mari kita kejar."

"Tempat itu adalah sumber utama persediaan kita.", Kata Wang Lang, "Dan harus kita pertahankan. Kau berdua memimpin didepan aku akan mengikuti dengan tentara cadanganku."

Lalu Yan Bai Hu dan Zhou Xin memimpin pasukan didepan dengan 5000 prajurit. Kira2x 7 Km dari kota, jalanan yang dilalui melewati sebuah hutan yang lebat lalu tiba-tiba suara genderang perang bertabuhan dan obor menyala dari segala sisi. Yan Bai Hu langsung ketakutan dam memutar kudanya untuk mundur. Segera Seorang pemimpin tampak didepanya, dia mengenali ini adalah Sun Ce. Zhou Xin menerjang dia tetapi akhinrya terbunuh oleh tombak Sun Ce. Mereka terkepung tetapi Yan Bai Hu berhasil lolos dan lari ke Yu Hang.

Wang Lang segera mendengar kekalahan ini dan tidak berani kembali kekota dia pergi dengan terburu-buru menuju daerah pinggir lau. Dan Sun Ce mendapatkan kota Kuai Ji.

Setelah menenangkan suasana, beberapa hari kemudian ada orang yang datang membawakan kepala Yan Bai hu dan menyerahkannya pada Sun Ce. Orang ini adalah berasal dari Kuai Ji, Tingginya lebih dari 170 cm, dengan tulang muka yang kokoh dan mulut yang besar. Namanya adalah Dong Xi. Sun Ce mengangkatnya menjadi komandan pasukan. Setelah ini kedamaian tercipta diseluruh daerah tenggara. Sun Ce menempatkan pamannya Sun Jin sebagai kepala kota dan Zhu Zhi sebagai gubernur Wu Jun. Lalu Sun Ce kembali ketempatnya sendiri, diselatan sungai besar.

Ketika sun ce sedang pergi, Sekelompok bandit tiba-tiba menyerang XuanCheng yang berada dibawah perlindungan adiknya,Sun Quan dan Zhou Tai. Pembantaian terjadi diseluruh sisi kota dan pada malam harinya bandit2x itu mendapat angin. Zhou Tai membawa Sun Quan ditangannya dan menaiki kuda. Tetapi ketika bandit2x itu datang dengan pedang menyerangnya, dia turun dari kuda dan walaupun tanpa baju zirah dia melawan bandit itu dan membunuh sebanyak yang dia bisa. Lalu datang orang yang menaiki kuda dan membawa tombak tetapi zhou tai memegang tombaknya dan mendorongnya ketanah lalu menusuknya. Kemudian Zhou Tai menaiki kuda bandit itu dan menerjang keluar, dengan tombak ditangannya dia berhasil keluar menyelamatkan diri. Sun Quan akhirnya dapat diselamatkan, tetapi penolongnya telah menerima lebih dari selusin luka tusukan dan sabetan pedang. Tetapi akhirnya bandit2x itu pergi.

Luka2x ini karena terlalu parah ternyata tidak dapat sembuh dengan sendiriya dan akhirnya bengkak serta bernanah. Dan komandan yang gagah itu hidupnya kritis. Sun Ce yang kembali melihat keadaan ini sungguh sedih.

Lalu Dong Xi datang dan berkata, "Pernah suatu kali dalam pertempuran dangan bajak laut aku menerima banyak tusukan tombak. Tetapi ada orang bijak bernama Yu Fan merekomendasikan tabib yang dapat menyembuhkanku dalam 1/2 bulan."

"Pasti itu adalah Yu Fan dari Kuai Ji" Jawab Sun Ce," Itu adalah dia, cepatlah panggil dia !"

"Ya, Dia adalah orang bijaksana, akau akan memperkerjakannya."

Lalu Sun Ce mengirim dua orang untuk mengundang Yu Fan dan dia segera datang. Dia diperlakukan dengan sangat baik dan diangkat menjadi pejabat dibawah sun ce. Lalu pertanyaan mengenai merawat orang terluka ditanyakan sun ce.

"Tabib itu adalah Hua Tuo dari Qiao, yang sangat hebat dalam ilmu pengobatan. Aku akan membawanya kemari menemuimu." Kata Yu Fan.

Lalu Hua Tuo yang terkenal itu tiba, Pria dengan perawakan sedang2x saja dan berjanggut putih. dia lebih terlihat seperti seorang suci dibandingkan seorang tabib. Dia diperlakukan dengan baik dan dibawa menemui Zhou Tai.

"Ahh ! Masalah ini tidaklah sulit, tuan dapat tenang" Kata hua tuo.

Dan dia menyiapkan beberapa obat2xan dan menyembuhkan luka2x itu dalam waktu satu bulan. Sun Ce sangat mengagumi keahliannya dan dia diberikan hadiah sangat besar sebelum berpamitan.

Kemudian Sun Ce menyerang bandit2x itu dan menghancurkan mereka, dengan itu dia membuat perdamaian di seluruh tanah selatan. Setelah ini dia menempatkan pasukanya pada posisi2x strategis di seluruh daeah Wu. Dan setelah ini selesai, dia mengirimkan pesan kepada istana atas semua jasa-jasa yang telah dilakukannya. Dia mencapai pengertian dengan Cao-Cao dan mengirim surat kepada Yuan SHu untuk mengembalikan Stempel Kekaisarannya yang dia jaminkan.

Tetapi Yuan Shu yang secara diam-diam berambisi untuk menjadi kaisar segera menulis surat untuk beralasan bahwa dia tidak akan mengembalikan harta negara itu. Didalam kediamannya Yuan Shu segera memanggil 30 lebih staffnya untuk rapat. Diantara mereka ada penasehat Yang Dai Jang dan jenderal Zhang Xun, Ji Ling, Qiao Rui, Lei Bo dan Chen Lan.

Yuan Shu berkata,"Sun ce meminjam pasukan dariku untuk melakukan ekspedisi yang membuatnya menjadi tuan dari daerah selatan. Sekarang dia tidak berbicara apapun mengenai pembayaran budinya itu dan meminta stempel ini. Dia benar-benar kurang ajar dan bagaimana aku dapat menghancurkannya ?"

Yang Dai jiang berkata, "Kau tidak dapat melakukan apapun melawannya, karena dia telah menepatkan pasukannya pada posisi2x strategis, Sungai besar sebagai perisainya. Kau pertama harus melenyapkan Liu Bei sebagai balas dendam karena telah menyerangmu tanpa sebab dan setelah itu baru kau pikirkan tentang sun ce. Aku punya rencana untuk membuat sun ce takluk padamu,"


BAB 16

Penasehat Yang DaJiang tahu bagaimana menyingkirkan Liu Bei.

"Apa Rencanamu untuk menghancurkan Liu Bei ?" Tanya Yuan Shu.

Yang DaJian Menjawab, "Walaupun Liu Bei, Sekarang berkemah di XiaoPei dapat dengan mudah dikalahkan, tetapi Lu Bu memiliki pasukan yang kuat yang berada didekat sana. Dan aku pikir Lu Bu akan menolong Liu Bei karena perselisihanmu dengannya diwaktu yang lalu. Jadi yang pertama kau lakukan adalah memberikan Lu Bu hadiah sehingga mendapatkan kepercayaannya dan itu akan membuat dia diam sementara kita berurusan dengan Liu Bei. Kita dapat mengurusi Lu Bu setelah ini dan Xu Zhou akan menjadi milikmu."

Lalu segera 200.000 karung beras segera dikirim, dengan surat yang dikirim oleh Han Yin. Hadiah itu menyenangkan hati Lu Bu dan dia memperlakukan utusan itu dengan baik sekali. Yuan Shu mengerahkan 100.000 tentara menyerang XiaoPei dipimpin oleh Ji Ling sebagai jenderal utama dan Lei Bo dan Chen Lan diperintahkan untuk membantunya.

Ketika Liu Bei mendengar hal ini, dia langsung memanggil jenderal-jenderalnya. Zhang Fei menyarankan agar keluar melawan.

Tetapi Sun Qian berkata, "Kekuatan kita terlalu lemah, lebih baik kita menjelaskan posisi kita dan meminta bantuan Lu Bu."

"Kau pikir orang itu akan melakukan sesuatu !!!" Kata Zhang Fei dengan Sinis.

Liu Bei memutuskan untuk mengikuti saran Sun Qian dan menulis surat kepada Lu Bu.

Menerima surat ini Lu Bu memanggil Chen Gong yang berkata, "Kita baru saja menerima hadiah dari Yuan Shu dan surat, dengan tujuan mencegah kita untuk membantu Liu Bei. Sekarang datang surat dari Liu Bei meminta bantuan. Bagiku tampaknya Liu Bei tidak akan membuat masalah untuk kita, tetapi jika Yuan Shu berhasil mengalahkan Liu Bei dan mempengaruhi pemimpin2x disekitar gunung hua shan maka kekuatan dari utara akan menyerang kita dan kita tidak akan pernah tenang. Lebih baik kita menolong liu bei. Ini adalah jalan yang terbaik bagi kita."

Sekarang pasukan Yuan Shu sedang bergerang dengan cepat menuju XiaoPei dan segera menghancurkan banyak tempat di sebelah tenggara hancur dan terbakar, suara genderang perang bertabuhan mengetarkan langit dan bumi.

5000 pasukan Liu Bei keluar dari kota dan membentuk formasi untuk menunjukan kekuatan, berita baikpun datang ketika dia mendengar Lu Bu telah tiba dan sangat dekat. Lu Bu berkemah hanya 1/2 km diarah barat daya. Ketika jenderal Yuan Shu, Ji Ling mendengar kedatangannya, dia menulis surat untuk mengigatkan Lu Bu bahwa tindakannya bisa dianggap mengkhianati perjanjian. Lu Bu tersenyum ketika dia membaca surat itu.

"Aku tahu bagaimana harus membuat mereka berdamai " Kata Lu Bu.

Jadi dia mengundang Liu Bei dan Ji Ling kedalam suatu perjamuan.

Liu Bei menyetujui undangan itu tetapi saudara2xnya terutama Zhang Fei mencoba menahannya dan berkata, "Pasti ini adalah jebakan !"

"Aku telah memperlakukannya dengan sangat baik, dia tdk akan menyakiti diriku." Kata Liu Bei.

Akhirnya Liu Bei naik kekudanya dan pergi, kedua saudaranya mengikutinya dari belakang.

Akhirnya mereka sampai di kemah Lu Bu, setelah sampai Lu Bu berkata, "Sekarang dengan cara khusus aku akan mengeluarkanmu dari masalah. Aku harap kau tidak lupa bahwa kau datang karena niatmu sendiri."

Liu Bei berterima kasih dan dipersilahkan duduk. Guan Yu dan Zhang Fei tetap berdiri dibelakang Liu Bei dengan memegang senjatanya.

Lalu tiba-tiba Ji Ling datang dan Liu Bei merasakan takut dan berdiri. Kedua saudaranya pun langsung menyiapkan senjata mereka.

"Kalian berdua diundang untuk suatu tujuan tertentu" Kata Lu Bu, "Jangan takut, kalian berdua dalam perlindungan ku."

Liu Bei merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, Kemudian Ji Ling yang melihat Liu Bei dan saudaranya sepertinya mengancam dirinya kemudian ragu dan ingin segera pergi. Tetapi Lu Bu menahannya dan menariknya masuk kembali.

"Apakah kau bermaksud ingin membunuhku ?" Tanya Ji Ling.

"Tidak sama sekali " Balas Lu Bu.

"Dan apakah kau bermaksud membunuh Liu Bei ?"

"Tidak, Bukan itu maksudku."

"Tidak ada alasan untuk melakukan itu. Seumur hidup aku tidak menyukai pertarungan dan pertikaian, tetapi sangat senang untuk membuat perdamaian. Dan sekarang aku ingin menyelesaikan pertengkaran diantara kalian berdua."

"Bolehkah aku bertanya bagaimana cara kau melakukan hal itu ?", Tanya Ji Ling.

"Aku mempunyai niat dan persetujuan dari langit."

Lalu Lu Bu menarik Ji Ling dan Liu Bei dan kedua orang itu berhadap-hadapan, mereka saling curiga, tetapi Lu Bu mempersilahkan mereka untuk duduk disisinya, Liu Bei berada dikanan dan Ji Ling di kiri.

Perjamuan kemudian dimulai. Tetapi suasana disana dipenuhi dengan keheningan dan saling curiga. Lu Bu kemudian berbicara, "Aku harap kalian berdua mau mendengarkan aku dan mengakhiri perselisihan ini."

Liu Bei tidak berkata apa-apa sedang Ji Ling berkata, "aku telah datang dengan 100.000 pasukan dengan perintah tuanku untuk menangkap Liu Bei. Bagaimana caranya aku menghentikan perselisihan ini ? Aku harus berperang”

"APA !!!" Zhang Fei berteriak dan mengeluarkan senjatanya”Sedikit pasukanku, Tetapi kami hanya menganggap kalian semua seperti gerombolan anjing yang banyak saja. Kami dengan hanya 5000 tentara saja dapat mengalahkan jutaan pemberontak Jubah Kuning, kamu berani melukai kakakku ?"

Guan Yu meminta Zhang Fei untuk diam dan berkata, "Mari kita lihat apa yang jenderal Lu Bu mau katakan. Setelah itu kita akan mempunyai banyak waktu untuk bertarung."

"Aku mohon kalian semua dapat mengerti bahwa aku tidak menginginkan kalian berperang." Kata Lu Bu.

Sekarang di lain sisi Ji Ling merasa marah dan kesal dgn arogansi Zhang Fei dan Zhang Fei juga terus menatap Ji Ling dgn tatapan seperti ingin mengoyak2xnya.

Lalu tiba-tiba Lu Bu memerintahkan pengawalnya dan berkata, "Bawakan aku senjata tombakku !"

Mereka membawakannya kepada Lu Bu senjata tombaknya yang memiliki panjang 2 meter dan diujungnya terdapat 2 pisau berbentuk bulan sabit. Ketika dia duduk disana dan memegang senjata itu kedua tamunya merasa gelisah dan pucat.

Lu Bu berkata," Aku telah berusaha untuk meminta kalian berdamai karena itu adalah perintah dari Yang Maha Kuasa. Aku akan membuktikannya."

Dia lalu memerintahkan kepada pengawalnya untuk menaruh tombaknya diluar gerbang perkemahan dan ditancapkan ketanah.

Lalu berkata kepada kedua tamunya dia berkata, "Gerbang itu jauhnya 150 langkah dari tempat ini. Jika aku dapat memanah ranting kecil diatas tempat tombakku di tancapkan, kalian berdua akan menarik mundur pasukan kalian. Jika aku gagal, kalian dapat pergi dan segera menyiapkan pasukan kalian untuk bertempur. Aku akan melawan kalian yang tidak mematuhi perkataanku ini."

Ji Ling berpikir dalam dirinya sendiri, "Tanda kecil di kejauhan itu ! Bagaimana ada manusia yang dapat memanah tanda itu ?"

Lalu dia menyetujui, berpikir bahwa tidak mungkin Lu Bu dapat memanah tandai itu. Liu Bei tentu saja setuju dengan Lu Bu.

Mereka semua duduk dan arak disiapkan. Ketika mereka telah meminum arak, Lu Bu memerintahkan agar busur dan panahnya dibawakan. Liu Bei terdiam dan berdiam agar Lu Bu berhasil memanahnya.

Lu Bu berhati2x menempatkan panahnya dan menarik busurnya sampai pada batas maksimumnya. Lalu dia melepaskan anak panahnya yang terbang melesat seperti bintang jatuh yang mengarungi angkasa dan anak panahnya tepat mengenai sasaran yang berada diatas tombaknya. Orang-orang disekitar situ dan pasukannya berdecak kagum atas kemampuan Lu Bu.

Lu Bu tertawa keras sekali atas keberhasilannya ini.

Menjatuhkan busurnya dia langsung mengambil tangan tamu-tamunya dan berkata, "Ini adalah kehendak langit ! dan kalian sekarang harus berhenti bertempur !"

Dia memerintahkan pasukannya untuk mengambil arak dan mereka boleh meminumnya. Liu Bei dalam hatinya merasa beruntung, Ji Ling duduk terdiam dan mengeleng2xkan kepalanya.

Ji Ling lalu berkata, "Aku tidak dapat melawan perintahmu sekarang dan harus mundur. Tetapi apakah yang akan dikatakan oleh tuanku dan apakah dia akan mempercayaiku ?"

"Aku akan menulis surat dan mengkonfirmasikan hal ini." Kata Lu Bu.

Setelah beberapa cangkir arak lagi Ji Ling bertanya apakah suratnya sudah ditulis dan setelah itu dia langsung berpamitan.

Ketika 3 bersaudara itu berpamitan, Lu Bu berkata, "Jagan lupakan aku telah mengantarmu kali hari ini !"

Liu Bei berterima kasih dan pergi. Keesokan hari ketiga pemimpin itu mengepak kemah mereka dan pasukan ditarik mundur.

ketika Ji Ling kembali ke daerahnya dan menceritakan mengenai kejadian Lu Bu memanah ranting dan perjanjian damai yang terjadi serta dia menyerahkan surat Lu Bu, Tuannya menjadi sangat marah.

"Lu Bu membalaskan setelah semua beras dan emas yang kuberikan dengan sebuah tipuan !" Kesal Yuan Shu”Dia telah menyelamatkan Liu Bei, tetapi aku akan memimpin tentaraku sendiri dan akan menghancurkan mereka berdua."

"Hati2xlah Tuanku", Kata Ji Ling”Lu Bu adalah pemberani dan kuat lebih daripada pemimpin2x lainnya dan sekarang mempunyai daerah yang luas. Dia dan Liu Bei bersama membentuk suatu kombinasi yang kuat, tidak mudah untuk dihancurkan. Tetapi Ada jalan lain tentunya. Aku mengetahui bahwa salah satu istrinya Lady Yan, mempunyai putri yang sudah cukup umur untuk dinikahkan. Kau dapat mengatur pernikahan antara putramu dan putrinya. Jika hal itu terjadi maka kau dapat memintanya untuk membunuh musuhmu. Ini disebut taktik 'Saudara diatas orang tak dikenal' "

Rencana ini disetujui yuan shu yang dengan segera mengirim utusan untuk rencana ini. Dia mengirim hadiah yang dibawa oleh Han Yin.

Ketika Han Yin menemui Lu Bu, dia berkata , "Tuanku sangat menghormati dirimu dan dia ingin untuk memastikan persekutuan diantara kita menjadi sebuah keluarga dengan pernikahan antara putrimu dan putranya. Sebuah persekutuan seperti dijaman Qin dan Jin."

Lu Bu mengetahui bahwa ini adalah hanyalah sebuah siasat, dia lalu membicarakan ini dengan istrinya. Lu Bu memiliki 2 istri dan 1 selir. Dia pertama menikah dengan seorang putri dari keluarga Yan dan kemudian dia mengambil diao chan sebagai selir. Ketika dia bertempat di Xiao Pei, dia menikahi istri kedua, seorang putri dari Cao Bao. Lady Cao ini meninggal cukup muda dan tidak meningalkan anak. Jadi Lu Bu hanya mempunyai seorang anak perempuan yang sangat dia sayangi.

Ketika dia membawa masalah ini pada istrinya, istrinya berkata, "Keluarga Yuan menguasai daerah sekitar sungai Huai selama beberapa tahun ini. Mereka mempunyai pasukan besar dan sangat makmur. Suatu hari seseorang dari Keluarga Yuan pasti bisa menjadi kaisar dan putri kita mungkin bisa menjadi permaisuri. Tetapi berapa banyak anak Yuan Shu ?"

"Hanya satu ini." Jawab Lu Bu.

"Kita harus menerima tawaran ini. Walaupun putri kita tidak menjadi permaisuri, Xu Zhou akan mempunyai sekutu yang kuat."

Lu Bu memutuskan untuk menerima tawaran itu dan dia memperlakukan utusan itu dengan sangat baik. Han Yin kembali dengan membawa jawaban Lu Bu. Hadiah pernikahan disiapkan untuk dibawa Han Yin kepada keluarga Lu Bu. Mereka kemudian diterima dan perjamuan serta persiapan pesta pernikahan dilaksanakan.

Keesokan harinya Chen Gong datang untuk menemui utusan itu di penginapannya. Setelah saling memberi hormat dan ber-ramah tamah mereka kedua duduk dan berbicara.

Ketika pelayan telah disuruh keluar, Cheng Gong berkata, "Siapa yang mengusulkan rencana ini, yang membuat Yuan Shu dan Lu Bu menjadi satu keluarga dalam pernikahan sehingga Liu Bei akan jatuh ?"

Han Yin langsung ketakutan dan berkata, "Aku harap kau tidak membiarkan hal ini didengar orang" katanya.

"Aku akan menjaga ini sebagai rahasia. Tetapi jika akan ada penundaan maka orang lain akan tahu dan rencana ini bisa gagal” Kata Chen Gong.

"Apa yang harus kita lakukan ?"

"Aku akan menemui Lu Bu dan meminta dia untuk segera mengirim putrinya, sehingga pernikahan akan segera dapat dilaksanakan."

"Jika kau dapat melakukan hal itu maka tuanku akan sangat menghormati dan berterima kasih padamu” Kata Han Yin.

Dengan ini Chen Gong berpamitan dan langsung menemui Lu Bu.

"Aku dengar putrimu akan dinikahkah dengan putra dari Yuan Shu. Ini adalah hal besar, tetapi tidak ada yang tahu kapan."

"Hal itu sedang kupertimbangkan." Kata Lu Bu.

"Ada suatu aturan yang mengatur pelaksanaan anatara penyerahan hadiah dan perlangsungan pernikahan: Kaisar, 1 tahun. Bangsawan, 1/2 tahun. Pejabat tinggi, 3 bulan dan orang biasa, 1 bulan."

Lu Bu menjawab," Dan mengenai Yuan Shu, Tuhan sudah mengirimkannya Stempel Kekaisaran dan dia akan segera tiba saatnya menjadi Putra Langit suatu hari nanti. Jadi aku pikir Aturan kekaisaran dapat berlaku."

"Tidak, itu ditak akan.", jawab Chen Gong

"Aturan bangsawankah yang berlaku ?"

"Bukan. Jawab Cheng Gong.

"Aturan pejabat tinggi ?"

"Jg Bukan." Jwb Chen Gong.

Lu Bu tertawa dan berakata, "Jadi maksudmu aturan orang biasa ?"

"Juga bukan itu."

"Lalu apa maksudmu ?" Tanya Lu Bu keheranan.

Cheng Gong menjawan, "Didalam kekacauan yang ada sekarang, dimana ada perseteruan diantara para penguasa dan bangsawan, apakah kau tidak melihat bahwa orang lain akan menjadi cemburu dengan pernikahan dan persekutuanmu dengan keluarga yang memiliki pengaruh begitu besar dan status tinggi seperti keluarga Yuan ? Jika kau menunda pemilihan hari, kemungkinan besar musuh akan menyiapkan jebakan dan perangkap untuk menghalangi rencana kita. Jika musuh mendapatkan sang mempelai dan menahannya, maka apakah yang dapat kita lakukan ? Pendapatku adalah kau seharusnya menolak, tetapi karena kau telah menerimanya, maka lakukanlah semua rencana ini dengan cepat sebelum para penguasa lain mendengarnya dan segera kirimlah putrimu ke ShouChun. Kau dapat memesan penginapan disana hingga hari baik untuk menikah tiba. Hal ini dapat mencegah kejadian buruk yang akan terjadi."

"Kata-katamu benar." Jawab Lu Bu.

Dia pergi ke kediamannya untuk menemui istrinya dan berkata untuk segera berangkat bersama putrinya. Lu Bu memerintahkan untuk menyiapkan kuda-kuda terbaik untuk mengawal keberangkatan istri dan putrinya. Rombongan itu berikut dengan Han Yin dan pasukannya di jaga oleh pasukan Lu Bu yang dipimpin oleh Song Xian dan Wei Xu.

Pada saat ini Chen Gui, ayah dari Chen Deng sedang menunggu ajal karena sakitnya itu. Mendengar suara musik dia menanyakan kepada pelayannya apa yang terjadi dan pelayannya memberitahukan padanya.

"Mereka sedang mengerjakan siasat 'Keluarga diatas orang lain' " Kata Chen Gui”Liu Bei dalam bahaya."

Oleh karena itu, walaupun keadaanya yang sedang sakit keras itu, dia pergi menemui Lu Bu.

"Tuan, apa yang membuatmu kemari ?" Tanya Lu Bu.

"Aku mendengar kau mati dan aku datang untuk berduka" Kata Orang Tua itu.

"Siapa yang mengatakan itu ?" Lu Bu terkejut.

"Kau pernah suatu kali menerima hadiah besar dari Yuan Shu supaya kau mencelakakan Liu Bei, tetapi kau dapat mengatasinya dengan memanah. Sekarang tiba-tiba mereka mau menikahkan anaknya denga anakmu sehingga membentuk persekutuan denganmu, tujuan mereka adalah menahan anakmu sebagai jaminan. Langkah berikutnya mereka akan menyerang XiaoPei dan setelah itu hilang, kemanakah kau akan pergi ? Apapun yang mereka minta kemudian hari, beras atau pasukan atau apapun juga maka kau akan menyerahkannya dan itu akan membuat akhirmu semakin dekat dan membuatmu akan dibenci. Jika kau tolak maka kau telah tidak menjalankan kewajibanmu sebagai keluarga dan itu bisa dijadikan alasan untuk menyerangmu. Lagipula tujuan Yuan Shu adalah untuk membuat dirinya menjadi kaisar yang berarti adalah pemeberontakan dan kau akan menjadi salah satu anggota keluarga pemberontak itu”

Lu Bu menjadi tidak tenang mendengar hal ini.

"Aku telah diperdaya oleh Chen Gong" Katanya dalam hati.

Lalu dia mengirim Zhang Liao untuk segera membawa kembali rombongan itu yang telah berada 10 km jauhnya untuk kembali kedalam kota. Ketika mereka telah kembali, Lu Bu memenjarakan Han Yin dan mengirim surat kepada Yuan Shu bahwa baju pengantin anaknya belum siap dan dia tidak akan dapat menikah sampai hal itu siap.

Chen Gui menginginkan Han Yin dikirim ke ibu kota Xu Chang. Tetapi Lu Bu ragu2x apa yang harus dilakukan olehnya, ketika dia mendengar Liu Bei menarik tentara dan membeli kuda tanpa maksud yang mendesak.

"Dia hanya lakukan ini karena tugasnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan" Kata Lu Bu pada awalnya.

Lalu datangnya 2 jenderalnya, Song Xian dan Wei Xu berkata, "Seperti yang telah kau perintahkan, kami ke gunung huashan untuk membeli kuda. Kami telah mendapat 300 ketika dalam perjalanan kembali di perbatasan Xiao Pei ada pencuri yang berhasil merampok 1/2 dari kuda-kuda itu. Kami mendengar bahwa perampok itu sebenarnya adalah Zhang Fei yang menyamar."

Lu Bu sanga marah atas hal ini dan dia mempersiapkan ekspedisi untuk melawan Xiao Pei. Ketika Liu Bei mendengar bahwa akan ada serangan dia memimpin pasukannya keluar untuk melawan dan kemudian kedua pasukan berhadapan.

Liu Bei berkuda kedepan dan berkata, "Kakak tertua, kenapa kau membawa pasukan menyerangku ?"

Lu Bu mulai memakinya dan berkata, "Panahanku pada pesta perjamuan waktu itu menyelamatkanmu dari bahaya besar .Kenapa kau mencuri kudaku ?"

"Aku menginginkan kuda dan aku menyuruh orang membelinya. Mana berani aku mengambil milikmu ?" Kata Liu Bei.

"Kau mencuri 150 kuda dengan menggunakan Zhang Fei. Kau hanya menggunakan tangan orang lain saja !"

Lalu Zhang Fei dengan tombaknya maju kedepan dan berkata," YA ! aku mencuri kuda-kuda mu dan apalagi yang kau harapkan ?"

Lu Bu membalas,"Kau pencuri ! kau selalu memperlakukanku dengan kurang ajar !"

"Ya ! aku mengambil kudamu dan kau marah. Kau tidak mengatakan apapun ketika kau mencuri Xu Zhou kakakku!"

Lu Bu maju dan menantang berduel dan Zhang Fei pun melayani. Pertarungan yang berjalan sengit berlangsung dan kedua pendekar itu telah bertarung 100 jurus tanpa ada yang menang. Kekutan Lu Bu dan Zhang Fei seimbang, Kedua-duanya sama-sama ahli bermain tombak dan berkuda. Liu Bei yang khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi dengan adiknya itu segera membunyikan gong sebagai signal tanda untuk mundur dan memimpin pasukannya masuk kekota. Lu Bu lalu mengepung kota itu.

Liu Bei memanggil adiknya itu dan memarahinya karena dia yang menyebabkan semua hal ini.

"Dimana kuda-kuda itu ?" Tanya Liu Bei.

"Di sejumlah kuil dan lapangan " Jawab Zhang Fei.

Liu Bei mengirim utusan untuk berbicara yang lembut dan menawarkan Lu Bu untuk mengembalikan kuda curian itu jika permusuhan ini dihentikan. Lu Bu sebenarnya ingin setuju tetapi Chen Gong menolak.

"Kau akan menderita sedikit demi sedikit jika kau tidak menyingkirkan Liu Bei sekarang."

Dengan bujukan Chen Gong akhirnya Lu Bu menolak ajakan damai dan makin menekan pertahanan kota Xiao Pei.

Liu Bei memanggil Mi Zhu dan Sun Qian untuk dimintai saran.

Kata Sun Qian, "Satu orang yang paling Cao-Cao benci adalah Lu Bu. Mari kita tinggalkan kota ini dan meminta perlindungan Cao-Cao yang darinya kita dapat meminjam pasukan dan menghancurkan Lu Bu."

"Jika kita mencoba untuk keluar, siapa yang akan memimpin didepan ?"

"Aku akan mencoba yang terbaik " Jawab Zhang Fei.

Lalu Zhang Fei memimpin pasukan didepan, Guan Yu di belakang dan di tengah adalah Liu Bei dengan para bawahannya yang tidak bertempur. Rombongan itu keluar melalui gerbang utara dimalam hari ketika bulan sedang terang. Mereka menemui perlawanan dari Song Xian dan Wei Xu, tetapi berhasil di paksa mundur oleh Zhang Fei. Zhang Liao mengejar mereka dari belakang tetapi dipaksa mundur oleh Guan Yu. Lu Bu tidak puas dengan pertempuran ini, tetapi dia tidak memperpajangnya. Dia masuk kedalam kota dan menenangkan penduduk serta menugaskan Gao Shun sebagai gubernur.

Liu Bei mendekati Xu Chang dan berkemah di depan kota, dimana dia mengirimkan Sun Qian untuk menemui Cao-Cao dan menjelaskan kejadian yang menimpanya.

Cao-Cao berkata, "Liu Bei sudah seperti saudaraku."

Lalu Cao-Cao mengundang Liu Bei masuk kedalam kota.

Meninggalkan saudaranya untuk berjaga di kemah. Liu Bei dengan Sun Qian dan Mi Zu menemui Cao-Cao, Yang menerimanya dengan sangat hormat. Cerita mengenai urusannya dengan Lu Bu diceritakan kembali kepada Cao-Cao.

"Dia tidak mempunyai rasa kebenaran." Kata Cao-Cao."Kau dan aku adalah saudara, kita akan menyerangnya bersama."

Liu Bei sangat bersyukur. Sebuah perjamuan diadakan untuknya dan itu sudah sangat malam sebelum dia pergi kembali kekemahnya.

Xun Yu lalu datang dan menemui tuannya seraya berkata, "Jika kau tidak waspada, Liu Bei akan menjadi batu sandunganmu. Kau harus menghancurkannya."

Cao-Cao tidak menjawab dan Penasehatnya pergi.

Saat itu Guo Jia datang dan Cao-Cao berkata, "Aku disarankan membunuh Liu Bei, bagaimana menurut pendapatmu rencana ini ?"

"Sebuah rencana yang buruk" kata Guo Jia, "Kau bersumpah untuk membebaskan rakyat dari penderitaan dan hanya dengan kebenaran dan kebaikan hatimu saja kau dapat mengamankan dukungan dari orang-orang yang berpikiran mulia. Kekhawatiranmu yang terbesar adalah jika mereka pergi meninggalkan dirimu. Sekarang Liu Bei adalah seorang pahlawan. Dia telah datang untuk meminta bantuanmu dan perlindunganmu, dan jika kau membunuhnya maka seluruh orang baik dan bijak akan meninggalkanmu dan ini akan menimbulkan ketakutan seluruh orang. Kalau sudah begini ketika kau mengalami kesulitan kepada siapakah kau akan mencari pertolongan ? Untuk menghilangkan bahaya dengan mengancam keselamatan diri sendiri adalah jalan menuju kehancuran. Kondisi ini memerlukan pertimbangan yang cermat."

"Apa yang kau katakan persis seperti apa yang kupikirkan" Kata Cao-Cao yang senang senang dengan kata-kata Guo jia.

Langkah berikutnya adalah dia mengirimkan surat pada kaisar untuk memberi Liu Bei jabatan PELINDUNG KEKAISARAN WILAYAH YU ZHOU.

Lagi Cheng Yu berkata,"Liu Bei adalah orang yang akan menyulitkanmu, Dia bukanlah orang yang dapat menjadi bawahan. Kau lebih baik menyingkirkannya."

Cao-Cao menjawab,"Sekarang adalah saatnya untuk menggunakan orang-orang yang baik dan mampu. Aku tidak akan menghancurkan dunia ini hanya demi mengenyahkan satu orang saja. Guo Jia dan aku dapat melihat hal ini."

Dan Cao-Cao menolak semua usul untuk mengenyahkan Liu Bei. Dia memberikan 3000 pasukan dan 10.000 karung beras dan mengirimnya ke Yu Zhou. Liu Bei mengarahkan pasukannya ke Xiao Pei dan mendudukinya, Dia memanggil kemabali bekas pasukannya dan berencana menyerang Lu Bu.

Ketika Liu Bei sampai di Yu Zhou dia mengirim pesan pada Cao-Cao yang sedang bersiap-siap untuk mengerahkan pasukannya menghancurkan Lu Bu. Tiba-tiba datang berita bawah Zhang Ji yang pergi menyerang Nan Yang telah tewas. Sekarang Keponakannya Zhang Xiu telah bergabung dengan Liu Biao dan berkemah di Wan Cheng. Mereka berniat menyerang Ibu Kota dan mengambil kaisar.

Cao-Cao sedang kebingungan dan dia memanggil Xun Yu untuk berdiskusi.

Dia takut Lu Bu akan mengambil ibu kota jika dia menyerang pasukan gabungan itu.

Kata penasehatnya, "Lu Bu adalah orang tanpa kebijakan yang jelas. Dia hanya mengabil keuntungan kecil yang dapat terlihat olehnya. Yang perlu kau lakukan hanyalah memberinya promosi dan hadiah dan mintalah agar dia berdamai dengan Liu Bei dan dia akan melakukan hal itu. Lu Bu bukanlah ancaman."

"Bagus !!" Kata Cao-Cao.

dan dia menjalankan rencana itu serta mengirimkan utusan kekaisaran, Wang Ze pergi ke Xu Zhou membawa titah kaisar dan surat yang isinya menyuruhnya berdamai dengan Liu Bei, sementara itu dia bersiap untuk mengatasi bahaya dari Zhang Xiu.

Ketika telah siap dia mengarahkan tentaranya dengan kekuatan sebesar 150.000 pasukan didalam 3 divisi. Xiahou Dun menjadi pimpinan pasukan dan mereka pergi ke sungai Yu dan berkemah disana.

Jia Xu berusaha memberikan nasihat pad Zhang Xiu bahwa perlawanan adalah sia2x.

"Kau akan lebih baik jika menyerah, karena pasukan Cao-Cao terlalu besar untuk kau lawan." Kata Jia Xu.

Melihat kebenaran hal ini Zhang Xiu mengirim penasehatnya itu untuk mengatur penyerahan dirinya. Cao-Cao sangat senang dengan Jia Xu dan mencobanya untuk membuat Jia Xu berkerja untuknya.

"Aku sebelumnya berkerja untuk Li Jue dan aku bersalah karena membantunya. Sekarang aku bersama Zhang Xiu yang sangat menghargai nasehatku dan aku tidak dapat meningalkannya." Kata Jia Xu.

Jia Xu lalu berpamitan dan pergi.

Keesokan harinya dia membawa tuannya kehadapan Cao-Cao. Cao-Cao sangat pemurah, Dia memasuki kota dengan pasukan kecil saja, pasukan lainnya berkemah didepan kota dan penjang kemahnya mencapai 3 km. Perjamuan besar diadakan dan setiap hari Zhang Xiu selalu memberi Cao-Cao hiburan.

Suatu hari ketika Cao-Cao kembali kemarkasnya dia bertanya pada bawahannya, "Adakah gadis penyanyi dikota ?"

Keponakannya, Cao Amin berkata, "Kemarin malam aku melihat ada wanita cantik. Mereka memberitahuku bahwa itu adalah istri Zhang Ji, pamannya Zhang Xiu. Dia sangat cantik sekali."

Cao-Cao sangat bersemangat dengan penjelasan mengenai kecantikan wanita ini. Dia memerintahkan keponakannaya untuk membwa wanita itu menemuinya dan tak lama kemudian wanita itu sudah berada dihadapannya.

Wanita itu sangat cantik sekali dan Cao-Cao menanyakan namanya.

Dia menjawab, "Aku adalah istri Zhang Ji. Aku lahir dalam keluarga Zhou."

"Kau tahu siapa diriku ?" Tanya Cao-Cao.

"Aku telah mengetahui perdana menteri sejak lama berdasarkan reputasinya. Aku senang untuk menemui dia dan dapat bersujud dihadapannya." Kata Wanita itu.

"Adalah hanya untukmu aku membiarkan Zhang Xiu menyerah, jika tidak sudah kubunuh dia dan memenggal semua keluarganya." Kata Cao-Cao.

"Jika memang begitu maka aku berhutang nyawa padamu. Aku sangat berterima kasih." Kata Wanita itu.

"Dapat melihatmu sama seperti melihat sekilas surga, Tetapi ada yang lebih kuinginkan. Aku harap, Malam ini, kita dapat berbagi ranjang bersama dan esok hari kau pergi denganku ke ibukota dan kita dapat menikmati semua kemewahan hidup. Apa pendapatmu ?"

Dia langsung berterima kasih.

"Tetapi Zhang Xiu akan bertanya-tanya mengenai kepergianku dan gosip akan mulai menyebar.", Kata Wanita itu.

"Jika kau suka, kau dapat segera meniggalkan kota."

Dia melakukan seperti yang diminta, tetapi bukannya dia langsung segera pergi ke ibu kota. Wanita itu tinggal bersamanya dikemah, dimana dian wei ditugaskan untuk menjadi pengawal khusus bagi kediamannya dan tidak ada yang menemuinya selain Cao-Cao. Cao-Cao melewatkan hari demi hari bersenang-senang dengan wanita itu berdua saja didalam kamarnya.

Tetapi orang-orang mulai berbicara dan memberitahukan hal ini pada Zhang Xiu. Dia sangat marah pada aib yang dibawa kepada keluarganya ini.

Dia meminta saran kepada Jia Xu mengenai masalahnya ini, "Jagalah rahasia ini dan tunggu sampai dia muncul lagi untuk melakukan perkerjaannya dan lakukan seperti ini.... dan ini ...."

Sebuah rencana dijalankan secara diam-diam.

Keesokan harinya Zhang Xiu pergi ke tenda Cao-Cao dan berkata,"sejak penyerahan diriku, prajurit yang melakukan desersi semakin banyak. Akan lebih baik jika kami berkemah ditengah kemahmu untuk mencegah hal ini."

Cao-Cao memberikan ijin dan Zhang Xiu segera memindahkan kemahnya dan membaginya jadi 4.

Tetapi dian wei, pengawal khusus Cao-Cao adalah orang yang sangat ditakuti. Dia sangat berani dan kuat. Sangat sulit bagi siapa saja yang ingin menyerang dirinya. Zhang Xiu memanggil Hu Chu Er salah satu komandan perkemahannya untuk berdiskusi. Hu Chu er adalah orang yang sangat kuat. Dia dapat mengangkat beban seberat 600 pon dan berjalan 200 km sehari. Hu Chu Er mengusulkan suatu rencana.

Dia berkata,"yang paling ditakuti dari Dian Wei adalah kedua kampak perangnya itu. Buatlah dia pergi kesebuah pesta dan bikinlah dia mabuk, setelah itu aku akan membaur dengan pasukannya dan mengambil senjatanya itu."

Lalu persiapan pun dilakukan dan perintah diberikan pada setiap kemah. Setelah semua ini selesai, Zhang Xiu mengadakan perjamuan dan Dian Wei diundang. Didalam Jamuan itu Dian Wei meminum banyak sekali arak dan akhirnya dia mabuk. Lalu Dian Wei kembali kekemahnya dalam keadaan mabuk dan Hu Chu Er yang berbaur dengan tentaranya berhasil mencuri senjata kampak dian wei.

Malam itu ketika Cao-Cao sedang makan malam dengan Lady Zhou, Dia mendengar suara ringkikkan kuda dan suara prajurit. Dia segera mengirim orang untuk memeriksa dan dilaporkan bahwa itu adalah pasukan patroli malam hari. Cao-Cao puas mendengar jawaban itu.

lalu setelah beberapa lama berselang dia mendengar keributan dibelakang tendanya dan dilaporkan bahwa satu kereta beras terbakar.

"Salah satu orang prajurit menjatuhkan lilin, tidak ada yang perlu dikhawatirkan”Kata Cao-Cao.

Tetapi segera saja api menyebar dimana-mana dan semua menjadi waspada. Cao-Cao memanggil Dian Wei yang biasanya selalu sigap tetapi saat ini sedang terkapar ditanah dan mabuk.

Tetapi segala keributan yang terjadi membuat Dian Wei sadar dan dia langsung segera bangun. Kampaknya telah hilang dan musuh mendekat. Dia segera mengambil pedang seorang prajurit dan menerjang musuh. Didepan gerbang dia melihat banyak pasukan membawa tombak sedang masuk. Dian Wei menerjang mereka dan membunuh banyak dari mereka, 20 lebih dari mereka tewas. Yang lain ketakutan dan akhirnya mundur. Dian Wei tetap menerjang maju, tetapi banyak tombak seperti rerumputan dipinggir sungai menghalangi dirinya. Dengan tanpa baju zirahnya, dia akhirnya terluka dibeberapa tempat. Dia melawan dengan sangat hebat sampai pedangnya tidak dapat digunakan lagi. Lalu dia melawan pasukan itu dengan tangan kosong dan pasukan musuh berjatuhan. Lebih dari belasan prajurit tewas. Yang lain akhirnya mundur. Tiba hujan panah datang menghujaninya. Mereka berterbangan seperti hujan, tetapi dia tetap dapat mempertahankan gerbang perkemahan dari para penyerang.

Tetapi, para penyerang juga menyerang dari belakang kemah dan akhirnya mereka berhasil melukai dian wei di punggunnya dengan tusukan tombak. Dengan berteriak keras akhirnya dia roboh. Darahnya keluar dari lukanya itu dan diapun tewas. Bahkan setelah dia mati tidak ada prajurit musuh yang berani memasuki kemah melalui gebrang utama. Dibutuhkan 100 pemanah dan lebih dari 50 tusukan tombak untuk menjatuhkan seorang dian wei.

Cao-Cao yang mengandalkan dian wei untuk mempertahankan gerbang utama, kabur melalui gerbang belakang. Cao Amin menyertainya dengan berjalan kaki. Lalu Cao-Cao terluka di lengannya, dan 3 panah melukai kudanya. Tetapi beruntungnya kudanya adalah seekor kuda DA WAN yang walaupun terluka tetap membawa tuannya sejauh pinggir sungai Yu.

Disini beberapa pengejar datang dan Cao Amin di bantai dengan dicincang ramai2x. Cao-Cao segera menyebrangi sungai dan akhirnya sampai diseberang, tetapi disana sebuah panah mengenai mata kudanya dan akhirnya mati. Anak tertua Cao-Cao, cao ang turun dari kudanya dan memberikan kudanya untuk ayahnya, Yang langsung memacu kudanya pergi. Cao ang akhirnya terbunuh oleh serangan panah, tetapi Cao-Cao berhasil selamat dan bertemu dengan pasukan penolong yang tiba.

Pasukan Qing Zhou yang berada dibawah Xiahou Dun mengambil kesempatan untuk menjarah rakyat. Yu Jin mengambil pasukannya dan menyerang mereka. Dia membunuh pasukan yang menjarah. Karena itu dia melindungi dan rakyat senang padanya. Pasukan yang menjarah, menemui Cao-Cao dijalan, lalu bersujud dan berkata Yu Jin telah memberontak dan menyerang mereka. Cao-Cao terkejut dan dia memerintahkan Xiahou Dun, Xu Chu, Li Dian dan Yue Jing untuk menyerang Yu Jin..

Sekarang ketika Yu Jin melihat tuannya dan rombongan besar mendekat dia segera memerintahkan penghentian penyerangan dan segera memerintahkan pasukannya untuk membuat kemah.

Seorang bawahan bertanya padanya," Pasukan Qing Zhou berkata bahwa kau adalah pengkhianat. Kenapa kau tidak menjelaskan pada perdana menteri karena sekarang dia telah tiba ? kenapa pertama kali kau membuat kemah ?"

Yu Jin berkata, "Musuh kita datang dari belakang dan sangat dekat. Sangat penting bagi kita untuk menyiapkan pertahanan karena jika tidak kita tidak akan mampu menahan mereka. Penjelasan adalah hal kecil tetapi pertahanan sangat penting."

Segera setelah kemah selesai, Zhang Xiu datang. Yu Jin sendiri keluar untuk menghadapi mereka. Zhang Xiu lalu mundur. Komandan2x dibawah Yu Jin yang melihat hal ini segera memerintahkan pasukannya maju dan Zhang Xiu akhirnya harus lari jauh sekali sampai akhirnya pasukanya nyaris musnah semua. Dengan keadaan yang menyedihkan akhirnya Zhang Xiu kabur ke Liu Biao.

Pasukan Cao-Cao diatur kembali. Dan para komandan dikumpulkan. Lalu Yu Jin menemui tuannya itu dan memberitahu kelakuan pasukan Qing Zhou dan penjarahan mereka. Karena itulah dia menyerang mereka.

"Kenapa kau tidak menjelaskannya padaku sebelum kau membuat kemah ?"

Yu Jin menjelaskan apa yang telah terjadi.

Kata Cao-Cao, "Ketika pikiran pertama dari seoarng pemimpin didalam keadaan dengan tekanan yang besar adalah untuk tetap mempertahankan aturan dan memperkuat pertahanan, tidak memberikan pikiran bagi para penghasut tetapi memikul bebannya dengan berani dan ketika dia bisa membalikan kekalahan menjadi kemenangan, siapa yang bahkan dalam sejarah kepemimpinan dapat lebih hebat dari Yu Jin ?"

Cao-Cao memberika Yu Jin hadiah baju Zirah emas dan Penguasaan atas wilayah YiShou. Tetapi Cao-Cao menegur Xiahou Dun karena pasukannya tidak disiplin.

Upacara dilakukan sebagai tanda penghormatan bagi dian wei. Cao-Cao sendiri yang memimpin upacara itu sebagai tanda hormatnya.

Kepada para bawahannya Cao-Cao berkata,"Aku telah kehilangan anak kandungku tetapi aku tidak begitu sedih seperti kehilangan dian wei ini. Aku menangis untuk dian wei."

Semua bersedih atas kehilangan jenderal pemberani ini. Lalu perintah diberikan untuk kembali ke ibu kota.

Ketika utusan kekaisaran, Wang Ze membawa titah kaisar sampai ke Xu ZHou, dia bertemu dengan Lu Bu yang langsung mempersilahkannya untuk pergi kekediamannya yang langusng membacakan titah itu. Titah itu memberikan gelar pada Lu Bu, JENDERAL YANG MENENANGKAN DAERAH TIMUR dan Stempel khusus sebagai tanda penugasan. Surat pribadi Cao-Cao pun diserahkan dan utusan itu menceritakan bagaimana Perdana menteri sangat menghargai Lu Bu. Lu Bu sangat senang mendengarnya.

Kemudian datang utusan dari Yuan Shu.

Dia berkata, "Rencana tuanku untuk mendeklarasikan dirinya kaisar sudah berjalan. Dia telah membangun Istana dan akan segera memilih permaisuri dan selir. Dan akan datang ke selatan sungai Huai. Dia menunggu untuk menerima tunangan dari putra mahkotanya."

"Telah begitu jauhnya sipemberontak itu bertindak ?" Lu Bu bersuara dalam kemarahan.

Dia memerintahkan utusan itu dihukum mati. Dia menulis surat dan berterima kasih kepada kekaisaran dan mengirimkannya ke ibu kota dan dia juga mengirim Han Yin. Dia juga membalas surat pribadi Cao-Cao bertanya mengenai konfirmasi dirinya sebagai pelindung Xu Zhou. Surat itu dikirim melalui Chen Deng.

Cao-Cao sangat senang mendengar hancurnya rencana pernikahan itu. Dan dia segera memerintahkan pemenggalan Han Yin ditengah pasar.

Tetapi Chen Deng diam-diam berkata, "Lu Bu sangat kejam, bodoh dan ceroboh. Semakin lama dia hidup maka keadaan semakin buruk."

"Aku mengetahui Lu Bu cukup baik." Jawab Cao-Cao”Dia adalah serigala dengan hati yang buas. dan akan cukup sulit untuk memberinya makan dalam janga panjang. Jika bukan karena kau dan ayahmu, aku tidak akan mengetahui mengenai keadaanya dan kau harus membantuku mengenyahkannya."

"Semua yang perdana menteri mau lakukan akan mendapat bantuanku." Jawab Chen Deng.

Sebagai hadiah, Cao-Cao meberinya 2000 karus beras setiap tahunya untuk Chen Gui dan jabatan Gubernur GuangLing untuk Chen Deng yang lalu segera pamit untuk pergi.

Cao-Cao mengantarnya pergi dan berkata, "Aku akan mengandalkanmu untuk urusan didaerah timur."

Chen Deng mengangguk. Lalu dia kembali pada Lu Bu yang bertanya bagiamana hasil kunjungannya.

Chen Deng berkata padanya, "Ayahku telah menerima hadiah darinya dan aku diangkat sebagai gubernur GuangLing."

Lu Bu marah dan berkata, "Kau tidak meminta Xu Zhou untukku, tetapi kau mendapatkan sesuatu untuk dirimu sendiri. Ayahmu menasehatiku untuk membantu Cao-Cao dengan membatalkan pernikahan dan sekarang aku tidak mendapatkan apa-apa yang kuminta sementara kau dan ayahmu mendapatkan semuanya. Aku telah menjadi korban ayahmu."

Dia mengancam Chen Deng dengan pedang.

Chen Deng lalu tertawa dan berkata, "Oh Jenderal, kau sangat tidak mengerti !"

"Aku, Tidak mengerti ?"

"Ketika aku bertemu Cao-Cao , Aku berkata membiarkanmu adalah seperti memberi makan harimau. Harimau harus diberi makan kenyang atau dia akan memakan manusia. Tetapi Cao-Cao tertawa dan berkata, 'Bukan, Bukan itu. Seseorang harus memperlakukan komandan seperti burung Elang, tidak memberikannya makan sampai serigala dan rubah telah selesai. Kalau burung itu lapar maka dia dapat digunakan, jika telah kenyang maka dia akan pergi.'

Aku bertanya padanya siapakah yang dimaksud. dia menjawab 'Yuan Shu dari selatan sungau Huai, Sun Ce dari dataran selatan, Yuah Shao dari Ji Zhou, Liu Biao di Jing Zhou, Liu Zhang di Yi Zhou dan Zhang Lu di Han Zhong. Ini adalah rubah dan serigala."

Lu Bu segera memasukan kembali pedangnya dan tertawa, "Ya, Dia sangat mengerti diriku !"

Tetapi tiba-tiba datang berita bahwa pasukan Yuan Shu sedang bergerak menuju Xu Zhou dan hal itu menakutkan dirinya.


BAB 17

Tanah disebelah selatan sungai Huai sangat subur dan Yuan Shu sebagai gubernur dari daerah yang sangat besar dan dia sangat berpengaruh. Tetapi dia menjadi sombong. Kepemilikan Stempel kekaisaran yang di jaminkan Sun Ce telah menambah rasa egonya dan dia berpikir serius untuk benar-benar menjadi kaisar.

Sebagai langkah awal dia mengumpulkan semua pejabatnya dan bekata kepada mereka, "Pendiri Dinasnti Han pada awalnya adalah seorang pejabat rendah tetapi akhirnya dia menjadi penguasa seluruh kerajaan dan menjadi kaisar. Dinasti ini telah bertahan selama 4 abad dan sekarang peruntungannya sudah mulai habis. Dinasti ini sudah tidak memiliki otoritas lagi, seperti bejana yang sudah mendidih dan akan segera meluap. Keluargaku telah memegang jabatan tinggi di negara ini selama 4 generasi dan sangat dihormati dimana-mana. Karena itu aku harap, sesuai dengan kehendak langit dan keinginan rakyat, untuk mengangkat diriku sebagai kaisar. Apa pendapat kalian atas usulku ini ?"

Sekertaris gubernur Yang Xiang berdiri dan berkata, "Kau tidak boleh melakukan ini, Leluhur dinasti Zhou, memiliki banyak jasa dan memegang banyak jabatan tinggi. Hingga akhir dinasti Shang, dia telah memiliki 2/3 dari seluruh kekaisaran. Tetapi dia tetap setia dan melayani kaisarnya. Keluargamu adalah keluarga terhormat, tetapi tidak sebesar kejayaan keluarga Zhou. Sekarang Dinasti Han mungkin sedang menurun, tetapi mereka tidak sekejam dinasti Shang sehingga mereka harus digulingkan. Ingin menjadi kaisar artinya sama dengan memberontak, hal ini tidak harus dilakukan."

Yuan Shu tidak suka mendengar hal ini.

Kata dia, "Kami keluarga yuan datang dari keluarga Chen, leluhur yang sama dengan raja Shun. Dengan mempertimbangkan tanda2x takdir, telah tiba saatnya ketika Bumi(Chen) menerima api (Liu). Dan juga peramal telah mengatakan 'Mereka yang menggantikan Han haruslah bisa melewati jalan berlumpur'. Namaku berarti 'Jalan yang tinggi', Itu sangat cocok dengar maksud ramalam itu. Lebih jauh lagi aku memiliki Stempel kekaisaran dan harus menjadi tuan dari segalanya atau aku akan berpaling dari jalan langit. Aku telah memutuskan hal ini, jadi siapapun yang berkata berbeda dariku maka orang itu akan mati."

Yuan Shu yang sombong itu membuat simbol kekaisaran bagi dirinya sendiri dan memutuskan nama pemerintahannya adalah "KEJAYAAN KEDUA". Dia memberi gelar dan jabatan kepada bawahannya hanya dengan titel yang hanya seorang kaisar bisa memberikan dan dia naik kereta kuda yang di dekor dengan hiasan naga dan burung phoenix dan memberi sesajen dan upacara selayaknya seorang kaisar. Juga dia menunjuk putri dari Feng Fang sebagai permaisurinya dan anaknya sebagai putra mahkota dan dia memaksa agar pernikahan anaknya dengan Lu Bu bisa dgn segera dilakukan.

Tetapi ketika Yuan Shu mendengar nasib dari Han Yin yang dikirim ke ibu kota dan dihukum mati. Yuan Shu sangat marah dan mulai berencana untuk melakukan balas dendam. Dia menugaskan Zhang Xun sebagai Panglima Besar dan Memberinya 200.000 pasukan untuk menyerang Xu Zhou. Pasukan itu terdiri dari 7 divisi dibawah 7 komandan. Zhang Xun memimpin ditengah dengan 50.000 pasukan. Qiao Rui memimpin pasukan di kiri depan dengan 25.000 pasukan. Lei Bo memimpin pasukan di kiri tengah dengan 25.000 pasukan. Han Xian memimpin di kiri belakang dengan 25.000 pasukan. Chen Ji memimpin di kanan depan dengan 25.000 pasukan, Chen Lan memimpin dikanan tengah dengan 25.000 pasukan dan Yang Fen memimpin di kanan belakang dengan 25.000 pasukan. Setiap jenderal mendapat instruksi untuk merebut sebuah kota.

Pelindung Kekaisaran wilayah Yang Zhou, Jin Shang diperintahkan untuk menjadi Panglima urusan logistik, tetapi dia menolaknya dan Yuan Shu akhirnya menghukum mati Jin Shang. Ji Ling di berikan tugas untuk menjadi pasukan cadangan dan memberikan bantuan apabila diperlukan, kepadanya di percayakan 100.000 tentara. Yuan Shu memimpin pasukan yang mengkoordinasikan pasukan besarnya dengan membawa 30.000 tentara dan 3 jenderal serta 2000 pasukan pemberi tanda, 500 administrator pasukan dan lebih dari 1.000.000 kereta perbekalan dan perlengkapan diturunkan dalam perang ini. Jenderal yang memimpin pasukan ini adalah Li Deng, Liang Gang dan Yue Jiu yang menjadi jangkar antar pasukan besar tadi.

Lu Bu mengetahui dari pengintainya bahwa Xu Zhou akan diserang oleh Zhang Xun dan kota2x yang akan direbut pada awalnya adalah Xiaopei, Yidu, Lang Ye, Jie Shi, Xiapi dan Jun Shan. Tentara Yuan Shu maju 20 km sehari dan menjarah tempat2x yang mereka lalui.

Lu Bu memanggil semua penasehatnya yang datang Chen Gong, Chen Deng dan Chen Gui.

Ketika mereka telah berkumpul, Chen Gong berkata, "Ketidakberuntungan ini semua terjadi karena kedua Chen Itu. Merkea telah berkerja sama dengan pemerintah pusat dan mendapatkan jabatan serta harta. Sekarang kita harus menyingkirkan masalah dengan memenggal mereka berdua dan mengirim kepalanya kepada Yuan Shu. Maka mereka akan mundur dan meninggalkan kita dengan damai."

Lu Bu langsung memerintahkan menahan kedua orang itu.

Tetapi kemudian si anak, Chen Deng hanya tertawa dan berkata, "Apa yang sangat kau khawtirkan ? Ke 7 pasukan ini tidak lebih tikus2x. Mereka tidak pantas untuk dikhawatirkan."

"Jika kau dapat menunjukan bagaimana cara kita dapat mengalahkan mereka, aku akan mengampuni hidupmu." Kata Lu Bu.

"Jenderal, jika kau mau mendengarkan aku, maka daerah ini akan aman." Kata Chen Deng.

"Mari kita dengar apa yang mau kau katakan."

"Pasukan Yuan Shu memang besar tetapi mereka hanyalah sekumpulan hewan gembalaan saja. Mereka bukanlah pasukan yang dipimpin oelh seorang pemimpin hebat. Tidak ada kepercayaan diantara pemimpin2x pasukan itu. Aku dapat membuat mereka tertahan hanya dengan pasukan biasa saja dan aku dapat mengatasi mereka dengan menggunakan strategi yang tak terduga. Jika aku gagal, aku mempunyai rencana lain yang dapat tidak saja mempertahankan daerah kita tetapi dapat menangkap Yuan Shu."

Chen Deng lalu melanjutkan,"Han Xian dan Yang Feng, Kedua pemimpin itu memimpin pasukan musuh kita. Adalah seorang pelayan dari dinasti Han yang kabur karena takut dengan Cao-Cao dan tidak memiliki tempat berlindung. Mereka terpaksa mengikuti Yuan Shu. Yuan Shu sebenarnya membenci mereka dan mereka juga tidak menyukai Yuan Shu. Kita hanya perlu meminta bantuan mereka dan dengan Liu Bei yang dapat membantu kita dari luar maka kita akan dapat mengatasi Yuan Shu.

"Kau harus menjadi utusan untuk menemui mereka sendiri." Kata Lu Bu.

Chen Deng Setuju dan sebuah surat mengenai rencanya dikirimkan ke ibukota, surat ke Yu Zhou untuk Liu Bei jg dikirimkan dan Chen Deng dengan pengawalan yang seadanya pergi untuk menemui Han Xian dalam perjalanan menuju Xia Pi.

Ketika pasukan Han Xian sedang melintas jalan menuju Xia Pi mereka berhenti dan berkemah. Chen Deng datang menemui Han Xian yang bekata, "Untuk apa kau kemari ? Kau adalah pengikut Lu Bu bukan ?"

"Aku adalah pejabat istana dari dinasti Han, Kenapa kau menyebutku pengikut Lu Bu ? Jika kau jenderal yang adalah seorang menteri negara, dan sekarang melayani pengkhianat, kau akan menghilangkan semua jasa-jasa besarmu yang telah kau perbuat dalam mempertahankan kaisar ketika pergi dari Chang An. Lagipula, Yuan Shu yang selalu curiga pasti akan melukaimu dan kau akan menyesal tidak mengambil kesempatan ini untuk melawannya."

Han Xian menghela napas dan berkata, "Aku mau kembali kepada sumpahku yang dahulu jika memang ada kesempatan."

Setelah itu Chen Deng memberikan Surat Lu Bu meminta kerjasamanya.

Han Xia membaca dan berkata, "Ya, aku tahu. Kau boleh kembali pada tuanmu dan berkata jenderal Yang Feng dan aku akan membantu kalian. Lihatlah tanda api dan tuanmu dapat datang membantu kami."

Segera Chen Deng kembali dan melaporkan keberhasilan ini, Lu Bu membagi pasukannya kedalam 5 divisi. Masing-masing sebesar 10.000 pasukan dan mengirim mereka ke 5 kota yang terancam penyerbuan. Gao Shun memimpin pasukannya ke Xiao Pei melawan Qiao Rui, Chen Gong ke Yi Du melawan Chen JI, Zhang liao dan Zang Ba ke Lang Ye melawan Lei Bo, Song Xian dan Wei Xu ke Jieshi melawan Chen Lan. Lu Bu dan pasukan berkudanya melawan Zhang Xun, dan hanya meninggalkan sedikit pasukan di Xu Zhou.

Lu Bu beerkemah hanya 10 Km dari tembok kota. Ketika musuh datang ,Zhang Xun berpikir Lu Bu terlalu kuat untuk diserang dangan pasukannya yang berjumlah 50.000, jadi dia mundur 7 Km untuk menunggu bala bantuan.

Malam itu Han Xian dan YAng Feng tiba dan segera tanda api dinyalakan seperti yang telah direncanakan. Lu Bu dan pasukannya dapat memasuki kemah musuh dengan mudah dan menyebabkan kekacauan. Lalu Lu Bu memerintahkan serangan penuh dan Zhang Xun yang pasukannya dihancurkan kabur. Lu Bu mengejar sampai hari menjelang terang, ketika tiba-tiba pasukan Ji Ling yang berjumlah 100.000 pasukan telah terlihat. Pasukan Lu Bu terpaksa harus berhadapan dengan pasukan Ji Ling tetapi Han Xian dan Yang Feng dengan pasukannya menyerang pasukan Ji Ling dari kiri dan kanan dan membuat Ji Ling harus mundur.

Lu Bu yang merasa diatas angin terus mengejar tetapi segera pasukan lain keluar dari belakang bukit. Pasukan ini tampak berbeda. Setelah panji2xnya terlihat Lu Bu melihat Pemimpinnya membawa bendera yang melambangkan Naga dan Phoenix serta hiasan perlambang matahri dan bulan, Bendera ke 4 bintang utama langit dan bendera 5 arah dari bumi serta simbol2x militer lainnya tampak yang semuanya adalah simbol seorang kaisar. Dan dibawah nya ada kereka dengan kanopi berwarna kuning yang biasanya di pakai kaisar duduklah Yuan Shu didalamnya, dia mengenakan baju zirah berwarna perak dan di sisi pinggangnya ada pedang.

Yuan Shu berdiri didepan pasukannya dan berkata kepada lawannya dan menyebutnya pengkhianat dan anak durhaka. Lu Bu tidak berkata apa-apa tetapi langsung menerjang maju, Li Deng salah satu jenderal yuan shu segera maju untuk menghalangi. Mereka berduel ditengah tetapi hanya dalam 3 jurus saja Li Deng terluka tangannya dan dia kembali kedalam pasukan. Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk maju dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan garis depan Yuan Shu yang tidak dapat membendung pasukan berkuda Lu Bu yang berjumlah 7000 pasukan itu.

Pasukan Yuan Shu yang kalah tidak pergi jauh ketika ada pasukan lagi yang datang dipimpin oleh Guan Yu menghalangi mereka.

Pasukan Guan Yu tidak banyak hanya berjumlah 3000 orang yang 500 diantaranya adalah pasukan pedang yang dilatih Guan Yu sendiri. Pasukan Yuan Shu yang banyaknya 10 kali lipat terhenti karena melihat Guan Yu yang penuh karisma itu berada didepan dan mereka semua merasakan hawa dingin ketika menatap matanya yang melotot kearah Yuan Shu yang ketakutan berada diatas kereta kudanya.

"Pengkhianat ! kenapa mereka belum membunuhmu " Teriak Guan Yu.

Yuan Shu langsung berusaha lari kearah barat dan pasukannya menjadi kacau balau dan berserakan ke segala arah. Pasukan Guan Yu langsung membantai mereka semua. Yuan Shu dan sisa-sisa pasukannya mundur sampai wilayah sungau Huai.

Kemenangan sekarang telah dipastikan. Lu Bu ditemani Guan Yu, Yang Feng dan Han Xian kembali ke Xu Zhou dimana diadakan jamuan dan pesta serta memberikan hadiah pada prajurit dan jenderal-jenderal yang berjasa. Setelah semua ini selesai Guan Yu berpamitan dan segera kembali ke Yu Zhou, Sementara Han Xian diangkat menjadi gubernur Yi DU dan Yang Feng menjadu gubernur Langye.

Ada beberapa yang bertanya mengenai kenapa tidak mempertahankan mereka di kota Xu Zhou, tetapi Chen Gui menolak usul ini dan berkata, "Biarkan mereka bertahan di tempat dekat gunung huashan, yang akan menjadi milikmu dalam beberapa tahun."

Lalu Han Xian dan Yang Feng dikirim kedua kota itu untuk sementara sambil menunggu instruksi lebih lanjut.

"Kenapa kita tdk membiarkan mereka disini ?" Tanya Chen Deng secara diam-diam pada ayahnya, "Mereka dapat menjadi basis untuk rencana kita melawan Lu Bu."

"Tetapi jika mereka menolong dia bukankah kita artinya memanjangkan cakar dan taring harimau" Kata Chen Gui.

Chen Deng akhirnya setuju dengan pemikiran ayahnya.

Yuan Shu kembali ketempatnya dgn perasaan marah atas kekalahannya, pasukan yang tersisa hanya kurang dari 100.000 pasukan saja dan dengan moral yang rendah. Jadi dia mengirim utusan ke selatan untuk meminjam pasukan dari Sun Ce.

Tetapi Sun Ce berkata, "Dengan memegang stempel kekasiaran dia menyebut dirinya Kaisar dan memberontak melawan Han. Aku lebih baik menghukum dia daripada membantunya."

Jadi Sun Ce menolak untuk memberikan bantuan. Penolakan itu membuat Yuan Shu semakin marah.

"Apa yang akan terjadi berikutnya dari kuda muda ini ?" Hardi Yuan Shu, "Aku akan menghancurkannya terlebih dahulu sebelum berurusan dengan yang lainnya."

Tetapi penasehatnya Yang Dai Jang menasehatinya agar tidak melakukan hal itu.

Setelah menolak membantu Yuan Shu, Sun ce berpikir akan bijaksana jika dia berjaga-jaga untuk keamanannya. Jadi dia menempatkan pasukannya di Jian Kou. Segera setelah itu datang utusan dari Cao-Cao membawa titah menunjuk sun ce sebagai gubernur Kuai Ji dengan perintah mengumpulkan pasukan dan melawan Yuan Shu.

Sun Ce segera menjalankan titah itu, dia memanggil bawahannya untuk berdiskusi dan Zhang Zhao menolak untuk menjalankan titah itu.

Katanya, "Walaupun baru dikalahkan, Yuan Shu memiliki pasukan yang besar dan persediaan yang banyak. Dia tidak dapat dikalahkan dengan mudah. Kau lebih baik menulis surat pada Cao-Cao yang meminta dia untuk menyerang selatan sungai huai dan kita akan menjadi pasukan pembantunya. Diantara kedua pasukan pasti Yuan Shu dapat dikalahkan. Jika saja mungkin kita kalah, Cao-Cao pasti dapat segera membantu."

Rencana ini disetujui dan utusan segera dikirim menemui Cao-Cao. Sementara itu, setelah kekalahan di sungai Yu. Cao-Cao telah mencapai Xu Chang dan yang dipikirkan pertama adalah untuk memberi sesajen dan penghormatan kepada Dian Wei, panglima yang paling disayanginya dan dipercayainya. Dia memberikan gelar kepada putranya dian wei, Dian Man dan mengambilnya seperti anaknya sendiri.

Saat itu datanglah surat dari Sun Ce dan kemudian datang pula laporan bahwa Yuan Shu yang sedang kekurangan beras, menyerang Chen Liu. Cao-Cao berpikir bahwa hal ini adalah kesempatannya. Dia lalu memerintahkan ekspedisi keselatan dan meninggalkan Cao Ren untuk melindungin Ibu kota. Pasukan Berkuda dan infantri disiapkan dan berjumlah 170.000 prajurit, dengan jumlah kereta perbekalan dan perlengkapan berjumlah ribuan. Pesan dikirim untuk memanggil Liu Bei, Sun Ce dan Lu Bu.

Liu Bei yang pertama datang dan menyambut kedatangan tentara Cao-Cao di perbatasan Yu Zhou. Setelah saling memberi hormat keduanya masuk kedalam tenda Cao-Cao dan Liu Bei membawa masuk dua kepala manusia bersamanya.

"Siapakah mereka ?" Tanya Cao-Cao terkejut.

"Han Xian dan Yang Feng."

"Kenapa mereka seperti ini ?"

"Mereka dikirim untuk mengontrol Yi Du dan Lang Ye, tetapi membiarkan pasukan mereka menjarah rakyat. Dan rakyat yang tersiksa mengirim pesan padaku, jadi aku mengundang mereka kedalam perjamuan dan saudaraku menangkap mereka. Pasukan mereka diminta menyerah dan mereka ku hukum. Maafkan aku karena kesalahanku ini."

"Kau telah menghilangkan kejahatan, ini adalah jasa besar. Kenapa membicarakan kesalahan ?"

Dan Cao-Cao memuji Liu Bei akan tindakannya itu.

Ketika tentara gabungan itu sampai di perbatasan Xu Zhou, Lu Bu kemudian menyambut mereka dan Cao-Cao memberinya gelar JENDERAL PASUKAN KIRI dan menjanjikan dia Stempel jabatan segera setelah dia kembali ke ibu kota.

Ketiga pasukan mengabungkan kekuatannya,Cao-Cao berada ditengah, Lu Bu disayap kiri dan Liu Bei disayap kanan. Xiahou Dun dan Yu Jin memimpin didepan.

Disisi Yuan SHu, Jenderal Qiao Rui dengan 50.000 pasukan memimpin didepan. Tentara kedua belah pihak bertemu di depan kota Shou Chun. Qiao Rui dan Xiahou Dun keluar dan berduel. Tetapi Qiao Rui jatuh pada ronde ke tiga dan pasukannya mundur kedalam kota.

Lalu datang kabar bawah Kapal2x Sun Ce mendekat dan akan menyerang dari barat. Dan ketiga pasukan gabungan membagi dirinya menjadi 3. Cao-Cao dari arah utara, Lu Bu dari timur dan Liu Bei dari selatan. Kota Shou Chun berada dalam kondisi kritis.

Yuan Shu memanggil semua pejabatnya.

Yang Dai Jian berkata,"Shou Chun telah mengalami paceklik selama beberapa tahun dan rakyat sekarang sedang berada dalam bahaya kelaparan. Mengirim pasukan hanya akan menambah kepanikan dan kemarahan rakyat dan kemenangan juga belum pasti. Aku menyarankan agar kita tidak mengirim tentara lagi kesana, tetapi kita bertahan sampai pengepungan melemah karena kehabisan persediaan. Sementara itu, yang mulia, dengan pasukan pengawal anda dapat mundur ke sisi lain sungau Huai sehingga dapat melepaskan diri dari kebrutalan pasukan musuh."

Lalu dengan segera persiapan dilakukan. 100.000 tentara dibawah Li Deng dan Yue Jiu, Liang Gang dan Chen Ji diperintah untuk menjaga Shou Chun. Lalu perintah untuk pergi ke sisi lain sungai Huai dikeluarkan. Tidak hanya pasukan yang tersisa yang dipindahkan tetapi seluruh kekayaan keluarga Yuan, emas dan perak, Perhiasan dan batu2x berharga , semua dipindahkan.

Pasukan Cao-Cao dengan jumlah 170.000 prajurit setiap harinya membutuhkan makanan yang cukup besar jumlahnya. Dan karena daerah itu telah dilanda dengan kelaparan selama beberapa tahun, tidak ada yang bisa didapat dari daerah itu. Jadi dia mempercepat operasi militer untuk menduduki kota itu. Disisi lain, pasukan yang bertahan mengetahui nilai dari memperlambat penyerangan, sehingga mereka tidak membalas menyerang dan hanya bertahan. Setelah lebih dari satu bulan menyerang dengan membabi buta, kota masih belum dapat dikuasai dan persedian makanan sudah sangat menipis. Surat dikirim kepada sun ce untuk meminta bantuan dikirimkan 100.000 kereta berisi beras. Ketika makanan sudah tidak bisa dibagikan dengan takaran yang normal, Kepala Logistik Ren Jun dan Kepala Lumbung Wang Hou bertanya pada Cao-Cao apa yang harus dilakukan.

"Sajikan dengan takaran yang lebih kecil." Kata Cao-Cao, "Itu akan memberi kita waktu."

"Tetapi jika Pasukan menggerutu, lalu bagaimana ?"

"Aku akan mempuyai rencana lain kalau saat itu tiba."

Seperti yang telah diperintahkan, Ransum di berikan dengan takaran yang lebih sedikit dari pada biasanya. Cao-Cao mengirim mata-mata untuk melihat bagaimana pasukan melihat hal ini dan dia mendapatkan laporan bahwa mereka umumnya tidak senang dan berkata perdana menteri membohongi mereka, dia mengirim pesan rahasia memanggil kepala lumbung.

Ketika Wang Hou tiba, Cao-Cao berkata, "Aku ingin memintamu meminjamkanku sesuatu untuk menenangkan prajurit. Kau tidak boleh menolak."

"Apa yang perdana menteri inginkan ?"

"Aku ingin meminjam kepalamu untuk di pamerkan dihadapan prajurit."

"Tetapi aku tidak berbuat sesuatu yang salah !" Wang Hou berkata dengan ketakutan.

"Aku tahu itu, Tetapi jika aku tidak menghukum mati dirimu, akan ada pemberontakan. Setelah kepergianmu, istri dan anak-anakmu akan kurawat. Jadi kau tidak perlu khawatir mengenai mereka."

Wang Hou baru saja akan memprotes hal ini, tetapi Cao-Cao memberi signal seketika itu juga dua orang algojo datang ,menutup mulutnya, menyeretnya keluar dan langsung memenggal kepalanya. Kepalanya di pamerkan di tengah kemah dan ditancapkan dengan tombak. dan ada sebuah tulisan ditancapkan di bawah tombak itu.

"Sesuai dengan hukum militer, wang hou telah dihukum mati karena telah memanipulasi dan mengurangi jatah makanan."

Hal ini menenangkan prajurit yang marah. Kemudia perintah dikeluarkan untuk menghukum mati setiap komandan jika kota tidak ditaklukan dalam 3 hari. Cao-Cao sendiri langsung turun kelapangan untuk melihat usaha mereka dalam menguasai kota. Dia langsung menjadi pengawas prajurit yang menutup parit2x disekeliling benteng. Pasukan bertahan terus memanahi dan melempari batu pada mereka. 2 komandan dengan jabatan rendah yang ketakutan dan meninggalkan pos mereka langsung dibunuh oleh Cao-Cao. Lalu dia berjalan kaki dan membantu pasukannya mengisi lubang parit2x itu, dia berkerja tanpa henti dan tidak ada yang berani berhenti sebelum Cao-Cao berhenti. Karena hal ini pasukannya melihat tuannya sendiri yang turun kelapangan dan mengerjakan pekerjaan mereka maka semuanya menjadi bersemangat dan tidak ada pertahanan macam apapun yang dapat menahan semangat ini. Dalam waktu singkat tembok kota berhasil dijebol dan gerbang kota berhasil dihancurkan. Pasukan bertahan telah siap didalam kota dan melawan, tetapi tentara mereka yang kelelahan tidak sanggup menahan serbuan tentara Cao-Cao yang kelaparan dan sedang bersemangat itu. Akhirnya mereka dapat dikalahkan. Li Deng, Yue Jiu, Liang Gang dan Chen Ji berhasil ditangkap hidup-hidup dan di hukum mati di pasar. Seluruh hiasan2x kekaisaran Yuan Shu di bakar dan seluruh kota di hancurkan.

Ketika pertanyaan apakah harus mengejar Yuan Shu keseberang sungai muncul. Xun Yu Menasehati dan berkata, "Daerah ini telah menderita karena kekurangan pangan selama bertahun-tahun dan kita tidak dapat mendapatkan beras. Pergerakan pasukan akan membuat pasukan kelelahan, memberatkan rakyat dan kemungkinan akan berakhir dengan bencana. Aku menyarankan kita kembali ke Ibu Kota dan menunggu hingga musim semi tiba dan kita telah memiliki cukup makanan."

Cao-Cao Ragu2x.

Sebelum dia dapat menentukan pilihannya, Datang pesan penting, "Zhang Xiu dgn bantuan Liu Biao telah menjarah daerah-daerah sekitar. Ada pemberontakan di Nan Yang dan Jiang Ling dan jenderal Cao Hong tidak dapat mengatasi keadaan. Cao Hong telah berkali2x mengalami kekalahan dan sekarang dalam posisi yang genting."

Cao-Cao dengan segera menulis surat pada Sun Ce untuk mengambil alih pimpinan di sungai besar agar mencegah Liu biao melakukan sesuatu. Sementara dia bersiap-siap dengan pasukannya untuk menghadapi Zhang Xiu. Sebelum berangkat Cao-Cao memerintahkan Liu Bei berkemah di Xiao Pei dan Lu Bu membantu mengawasi.

Ketika Lu Bu telah pergi ke Xu Zhou, Cao-Cao diam-diam berkata pada Liu bei, "Aku meninggalkanmu di Xiao Pei untuk membuat jebakan, "LUBANG HARIMAU" Kau hanya akan menerima nasehat dari Chen Deng dan Chen Gui."

Lalu Cao-Cao berangkat ke Xu Chang dimana dia mendengar Duan Wei telah membunuh Li Jue dan Wu Xi membunuh Guo Si dan mereka menyerahkan kepala kedua orang itu pada Cao-Cao. Dan seluruh keluarga Li Jue lebih dari 200 orang , telah ditahan dan dibawa ke ibu kota . Mereka semua dihukum mati di 4 penjuru gerbang kota dan kepala mereka dipertontonkan sebagai peringatan. Rakyat sangat senang kedua pemberontak itu telah mati.

Di Istana kaisar pejabat dikumpulkan dan perjamuan diadakan untuk merayakan kedamaian yang ada akibat telah matinya Li Jue dan Guo Si. Kaisar menganugerahkan gelar JENDRA YANG MENHANCURKAN PEMBERONTAKAN kepada Duan Wei dan JENDERAL YANG MENGALAHKAN KEJAHATAN kepada Wu Xi dan keduanya disuruh menjaga ChangAn.

Lalu Cao-Cao mengirim pesan kepada kaisar memberitahu bahwa Zhang Xiu memberontak dan pasukan harus dikirim melawan dia. Kaisar sendiri yang mengantar Cao-Cao keluar dari kota. Saat itu adalah musim panas bulan ke 4 tahun ke 8 masa pemerintahan kaisar XIAN dan tahun 3 masa Jian An. (Sekitar tahun 198 M). Xun Yu adalah Kepala Militer utama yang memegang komando di Xu Chang.

Dalam perjalanannya mereka melewati daerah ladang gandum dan jagung. Dan jagung serta gandum itu sudah siap dipanen tetapi penduduk ketakutan dan lari sehingga ladang itu tidak di tuai. Cao-Cao memerintahkan mengirim berita kepada seluruh kota dan desa disekitar situ :

"Aku dikirim dalam suatu ekspedisi sesuai dengan titah kaisar untuk menangkap pemberontak dan menyelamatkan rakyat. Aku tidak dapat menghindar mengerahkan pasukan dimusim panen ini. Tetapi jika pasukanku menjatuhkan jagung, dia akan segera dihukum mati. Hukum militer sangat ketat tanpa pengecualian dan kalian rakyat tidak perlu takut akan kerusakan."

Rakyat sangat senang dan berbaris disisi jalan, mengharapkan keberhasilan kepada ekspedisi kali ini. Ketika pasukan melewati ladang gandum, mereka turun dari kudanya dan mereka melewatinya dengan menyingkapkannya dengan tangan, sehingga tidak ada gandum yang terinjak2x oleh kuda mereka.

Suatu hari ketika Cao-Cao sedang melewati salah satu ladang, tiba-tiba ada burung yang lewat dan menyebabkan kuda Cao-Cao melompat dan menghancurkan gandum disekitarnya. Cao-Cao segera memanggil kepala displiner tentara dan memerintahkan dia membaca hukuman bagi kejahatan ini.

"Bagaimana aku bisa memutuskan kesalahanmu ?" Tanya kepala disiplin pasukan.

"Aku membuat peraturan dan aku telah melanggarnya. Bagaimana lagi aku dapat memuaskan opini publik ?"

Cao-Cao mengeluarkan pedang dan siap untuk membunuh dirinya sendiri. Semua langsung mencegahnya.

Guo Jia berkata, "Dimasa lalu, pada masa 'musim semi dan musim gugur'. Hukum tidak dapat dikenakan pada yang paling terpenting. Kau adalah pemimpin tertinggi dari sebuah tentara besar dan tidak boleh terluka."

Cao-Cao terdiam cukup lama. Dan akhirnya berkata,"Karena ada peraturan seperti itu, aku dapat terhindar dari hukuman mati."

Lalu dengan pedangnya dia memotong rambutnya dan membuangnya ketanah dan berkata,"Aku memotong rambutku seperti pedang menyentuh kepalaku."

Lalu dia mengirim utusan yang mengumumkan kejadian ini kepada seluruh tentara dan berkata, "Perdana menteri, setelah merusak beberapa pohon jagung harusnya telah kehilangan kepalanya, tetapi karena demi kepentingan yang lebih besar dia memotong rambutnya seperti pedang menyentuh kepalanya."

Perbuatan ini meningkatkan disiplin pasukannya. Sehingga tidak ada seorang prajuritnya yang berani membantah.

Ketika berita mengenai pasukan Cao-Cao yang mendekat telah sampai ke telinga Zhang Xiu, Dia segera menulis surat pada Cao-Cao untuk meminta bantuan. Lalu Zhang Xiu memimpin pasukannya keluar bersama kedua jenderalnya Lei Xu dan Zhang Xian.

Ketika formasi pasukan telah selesai dibentuk, Zhang Xiu langsung menuju kedepan dan menunjuk pada Cao-Cao serta berkata, "Kau penipu dan orang yang berpura-pura mendukung kebaikan dan kebenaran ! kau manusia tidak tahu malu ! kau hanyalah binatang di hutan dan sama sekali tidak menyerupai manusia."

Hal ini mengesalkan Cao-Cao yang segera mengirim Xu Chu untuk melawan Zhang Xiu. Zhang Xiu memerintahkan jenderalnya Zhang Xian untuk menghadapi Xu Chu. Hanya dalam 3 ronde, Zhang Xian tewas dan akhirnya tentara Zhang Xiu mundur kedalam kota dan dikejar oleh pasukan Cao-Cao. Tentara Zhang Xiu berhasil masuk kedalam kota Nan Yang dan tentara Cao-Cao mengepung kota itu dengan sangat rapat.

Melihat bahwa parit2x itu sungguh lebar dan dalam,maka mendekati benteng tampaknya adalah suatu hal yang mustahil, Komandan2x perang Cao-Cao mulai memerintahkan untuk menutup parit2x itu dan dia juga membuat timbunan dari karung pasir,kayu dan rerumputan agar mereka dapat mendekati kota dengan meninggikan tanah dan mereka dapat melihat keadaan kota didalamnya dari tempat yang lebih tinggi.

Cao-Cao berkuda mengitari kota untuk melihat pertahanan musuh. 3 hari kemudian dia memerintahkan untuk membuat timbunan tanah dan rumput di sebelah barat laut, seperti dia mau menyerang dari sisi sana. Cao-Cao diamati gerak-geriknya oleh Jia Xu dari dalam kota.

"Aku tahu apa yang akan dilakukan Cao-Cao dan aku dapat mengalahkannya dengan suatu siasat !" Kata Jia Xu kepada Zhang Xiu.


BAB 18

Jia Xu telah dapat menduga rencana musuh, dia juga akhirnya membuat rencana untuk menangkis siasat musuh. Lalu Di pergi kepada Zhang Xiu dan berkata, "Aku melihat Cao-Cao dengah hati2x mengawasi sekeliling kota. Dia pasti mengetahui bahwa tembok di sebelah tenggara kota baru saja selesai di perbaiki dengan menggunakan lumpur kering dan belum di perbaiki dengan sempurna. Dia akan mencoba masuk dari sana, oleh sebab itu dia berpura-pura untuk menyerang tembok diarah yang lain. Dia berusaha agar pasukan kita terfokus di tembok sebelah barat laut sementara dia akan menyerang dari tenggara. Pasukannya akan memanjat tembok dikegelapan dan akan masuk dari arah tenggara."

"Jika memang perhitunganmu tepat, apa yang kau sarankan untuk kita lakukan ?" Tanya Zhang Xiu.

"Cara untuk menangkal siasat ini cukup sederhana. Kau perintahkah prajuritmu yang terbaik dan terberani untuk makan dan memakai pakaian perang yang teringan dan sembunyikan mereka di rumah2x penduduk dekat dengan tembok tenggara. Lalu penduduk disamarkan menjadi prajurit dan kirim mereka untuk berpura-pura tentara kita semua bertahan di sisi barat laut. Malam ini kita akan melihat musuh memanjat tembok kota dan memasuki kota dan setelah mereka masuk, bunyikan tanda dan pasukan yang bersembunyi akan keluar untuk menghabisi mereka. Kita mungkin akan dapat menangkap Cao-Cao."

Strategi itu akhirnya di laksanakan.

Segera pengintai memberitahukan pada Cao-Cao, "Pasukan bertahan didalam kota telah bergerak kearah barat laut dimana persiapan pertahanan terlihat sedang ramai berlangsung. Sebelah tenggara dalam keadaan tidak terjaga."

"Mereka telah jatuh dalam perangkapku !" Kata-kata Cao-Cao dengan senangnya.

Dia memerintahkan pasukannya untuk menyiapkan sekop dan pengkait dan semua perlengkapan untuk memanjat tembok dan menghancurkannya, dan sepanjang hari mereka menyerang sisi barat laut.

Tetapi setelah menjelang malam, mereka mengirim pasukan ke sisi sebelah tenggara, dimana mereka menaiki tembok dan menyingkirkan penghalang dan mereka masuk kedalam kota yang tampaknya tidak ada gangguan dari penjaga benteng. Tidak ada tanda2x kehidupan dimanpun ketika mereka memasuki benteng. Tetapi setelah mereka semua masuk kedalam benteng, tiba-tiba ada bunyi petasan dan mereka menemukan diri mereka masuk dalam perangkap. Mereka berusaha mundur, tetapi Zhang Xiu dan pasukannya segera mengejar dari belakang dan memulai pembantaian. Pasukan Cao-Cao benar-benar kalah dan kabur. Zhang Xiu terus mengejar hingga hari menjelang pagi ketika akhirnya dia kembali ke kota lagi.

Cao-Cao lalu mengumpulkan lagi pasukannya. Dia telah kehilangan 50.000 ribu prajurit dan banyak persediaan, sementara dua jenderalnya Lu Qian dan Yu Jin terluka.

Cao-Cao yang sudah mengalami kekalahan berusaha untuk mundur, Sementara itu Jia Xu yang telah memperhitungkannya segera menyarankan agar Zhang Xiu menulis surat pada Liu Biao untuk mengirim tentara dan memotong jalan mundur Cao-Cao sehingga dia dapat dihancurkan.

Liu Biao lalu menyiapkan tentara untuk urusan ini, Tiba-tiba pengintai melaporkan bahwa Sun Ce dengan ratusan kapal telah berkemah disepanjang sungai Hu Kou.

Kuai Liang berkata, "Pergerakan Sun Ce ini merupakan bagian dari strategi Cao-Cao dan kita akan menyesal seumur hidup jika kita membiarkan Cao-Cao lolos. Ekspedisi harus segera dilaksanakan."

Liu Biao memajukan pasukannya ke An Zhong untuk menahan Cao-Cao, meninggalkan Huang Zu untuk bertahan di Jing Zhou. Zhang Xiu sudah di informasikan mengenai pergerakan Liu Bio segera pergi dengan Jia Xu dan membawa pasukan untuk menyerang Cao-Cao dari belakang.

Sementara itu pasukan Cao-Cao bergerak dengan cepat dan telah sampai di XiangYang.

Suatu hari dia berjalan disamping sungai Yu, dia tiba menangis keras dan ketika para bawahannya bertanya ada apa, dia menjawab, "Aku ingat disana, sekitar 1 tahun yang lalu aku kehilangan seorang jenderal hebat: Dian Wei. Apakah itu bukan alasan untuk bersedih ?"

Cao-Cao lalu memberi perintah pasukannya untuk berhenti, sementara dia berdoa dan memberikan sesajen serta berduka untuk dian wei. Didalam upacara itu dia membakar dupa serta mendoakan dian wei. Pasukannya yang melihat hal itu sangat tersentuh hatinya. Dia juga mendoakan cao amin dan cao ang anaknya, yang keduanya meninggal pada saat yang sama. Dia juga mendoakan semua prajuritnya yang telah tewas dan bahkan kepada kuda DA WANnya yang terbunuh oleh panah.

Keesokan harinya Xun Yu menulis surat pada Cao-Cao bahwa Liu Biau telah membantu Zhang Xiu dan telah menutup jalan di AnZhong. Sehingga Cao-Cao tidak dapat mundur.

Cao-Cao membalas surat itu dan berkata, "Aku hanya dapat bergerak sangat lambat dalam keadaan ini dan tentu aku tahu bahwa aku telah dikejar. Tetapi aku telah memiliki rencana dan musuh akan dapat dikalahkan, Kau tidak perlu khawatir."

Lalu Cao-Cao mempercepat pergerakan pasukannya sampai dia sudah dekat dengan posisi pasukan Liu Biao. Zhang Xiu masih cukup jauh berada dibelakang. Cao-Cao memerintahkan pasukannya pada malam hari untuk memasang perangkap.

Ketika matahari baru saja terbit, Liu Biao dan Zhang Xiu bertemu. Pasukan Cao-Cao terlihat sangat kecil, Mereka berpikir dia telah mundur sehingga mereka dengan berani maju dan menyerang Cao-Cao. Lalu pasukan yang bersembunyi keluar dan pasukan penyerang menjadi terpecah-pecah. Pertempuran berakhir, Pasukan penyerang mundur dan pasukan Cao-Cao segera mencari tempat berkemah.

Kedua pemimpin berusaha untuk mengembalikan keadaan agar pasukan tidak tercerai berai dan mereka pun mundur. Lalu mereka berdua berdiskusi.

"Bagaimana kita dapat tertipu oleh siasat licik itu ?" Kata Liu Biao.

"Mari kita coba lagi”, Jawab Zhang Xiu.

Mereka kembali menyusun formasi dan mengabungkan kekuatan di AnZhong.

Tetapi Xun Yu mengetahui dari mata2xnya bahwa Yuan Shao sedang mempersiapkan penyerangan ke ibu kota Xu Chang, Sehingga segera dia menulis surat pada Cao-Cao yang sangat terganggu dengan berita ini, Cao-Cao lalu segera mencari jalan memutar agar dapat segera kembali ke Xu Chang. Ketika Zhang Xiu mendengar kabar ini dia langsung bersiap untuk mengikuti pasukan yang mundur itu.

Jia Xu menentang rencana itu dan berkata, "Itu akan mengantar kita pada kekalahan."

Tetapi Liu Biao berkata, "Adalah salah jika kita membuang kesempatan seperti itu."

Dan akhirnya pengejaran dilakukan. Mereka baru saja bergerak sejauh 4 km ketika pasukan belakang Cao-Cao telah bersiap dan bertempur mati-matian. Sehingga tentara pengejar dapat dipaksa mundur dan kembali dgn kekalahan.

Zhang Xiu berkata kepada Jia Xu, "Kekalahan ini karena aku tidak mau mendengar nasehatmu."

"Sekarang siapkan pasukanmu lagi dan kejar mereka." Kata Jia Xu.

"Tetapi kita baru saja mengalami kekalahan !" Kata kedua pemimpin, "Sekarang kau menyarankan untuk mengejar ?"

"Ya dan hasilnya adalah kemenangan besar jika kau pergi sekarang. Aku akan mempertaruhkan kepalaku untuk hal itu." Kata Jia Xu.

Zhang Xiu percaya tetapi Liu Biao takut dan tidak mau menemani Zhang Xiu. Jadi hanya pasukan Zhang Xiu yang mengejar.

Tetapi Pasukan ini saja cukup, Pasukan belakang Cao-Cao hancur berantakan dan mereka melarikan diri serta meninggalkan banyak barang di belakang. Zhang Xiu berusaha mengejar tetapi pasukan lain tiba-tiba muncul dari balik bukit dan menahan lajunya, Karena takut masuk perangkap dia segera balik ke AnZhong.

Liu Biao bertanya pada Jia Xu untuk menjelasan kenapa dia memerintahkan untuk mengejar setelah kalah. Liu Biao berkata, "Ketika pasukan kita mengejar mereka yang lari kau bilang orang kita akan mengalami kekalahan dan ketika orang kita telah kalah lalu kau suruh untuk mengejar maka akan memperoleh kemenangan. Kau benar dalam kedua kasus ini, kami harap kau dapat memberikan pencerahan."

"Ini sangat mudah untuk dijelaskan. Kau, Jenderal, walaupun seorang pemimpin yang ahli tetapi tidak sebanding dengan lawan kita. Walaupun Cao-Cao telah kalah dalam pertempuran tetapi dia memiliki jenderal yang hebat untuk melindungi barisan belakang dan dapat melawan pengejar. Pasukan kita mungkin berani tetapi tidak sebanding dengan mereka. Ini adalah bagaimana aku mengetahui kau akan kalah. Aku tahu Cao-Cao sedang terburu-buru untuk mundur karena ada masalah di ibu kota dan dia telah kalah berhasil memaksa pasukan kita mundur. Aku tahu dia akan segera mundur dengan cepat dan tidak akan berjaga-jaga seperti biasanya. Aku mengambil resiko untuk percaya bahwa dia tidak akan mengira kita akan menyerangnya lagi."

Liu Biao dan Zhang Xiu sangat kagum atas pemahaman Jia Xu atas kondisi ini. Sesuai dengan saran Jia Xu, Liu Biao kembali ke Jing Zhou sementara Zhang Xiu mengambil posisi di Xiang Yang sehingga mereka berdua saling menguatkan satu sama lain seperti bibir melindungi gigi dari kedinginan.

Ketika Cao-Cao mundur dan mendengar tentaranya diserang dari belakang, dia segera berputar untuk membantu, Tetapi ketika dia tiba tentara musuh telah lari.

Pasukan yang berada dibelakang mengatakan padanya, "Jika bukan karena pasukan lain yang datang dari balik bukit itu, mungkin kita semua telah musnah."

"Pasukan apa ?" Tanya Cao-Cao terkejut.

Pemimpin dari pasukan itu kemudian maju, dia menaruh tombaknya dan turun dari kuda, lalu bersujud. Dia adalah Li Tong, Panglima pasukan kekaisaran dari Jiang Xia.

Cao-Cao bertanya mengapa dia datang.

Li Tong menjawab, "Aku sedang berada di ru nan ketika aku mendengar pertempuran sedang terjadi, Jadi aku membantumu."

Sebagai tanda terima kasih, Cao-Cao memberinya gelar TUAN YANG MELAKUKAN JASA BESAR dan memerintahkan dia untuk mengambil komando pertahanan di Runan untuk melawan Liu Biao dan Zhang Xiu. Lalu Li Tong berterima kasih dan berpamitan.

Dalam perjalanan kembali ke ibu kota, Cao-Cao mengirim pesan mengenai jasa-jasa sun ce dan kaisar memberinya gelar PENGUASA DARI WU serta JENDERAL YANG MENHANCURKAN PEMBERONTAK. Utusan yang membawa titah ini juga diperintahkan untuk membawa surat pribadi Cao-Cao yang memerintahkan agar menekan Liu Biao.

Cao-Cao kembali ke istananya dan disana dia disambut dalam suatu upacara. Ketika telah selesai, Xun Yu bertanya, "Tuan ,ketika kau kembali dari An Zhong, mengapa kau begitu yakin bahwa kau akan menang ?"

Cao-Cao menjawab ," Tentaraku, Yang mundur dan jalan mundurnya di blok oleh mereka, bertarung mati-matian seperti harimau terluka. Aku sengaja mundur pelan2x untuk memancing mereka mengikutiku, dimana aku telah memasan banyak jebakan dan perangkap. Karena hal ini aku berpikir bahwa aku pasti dapat menang."

Xun Yu menundukan kepalanya tanda kekagumannya.

Ketika Guo Jia masuk, Cao-Cao berkata, "Kenapa kau sangat terlambat, tuan ?"

Guo Jia langsung mengeluarkan surat dari lengannya dan berkata, "Yuah Shao mengirimkan surat ini, dia berniat untuk mengirim pasukan menyerang gongsun Zan dan berharap kau dapat meminjamkannya perbekalan dan tentara."

"Aku dengar Yuan Shao berniat menyerang Xu Chang. Aku pikir karena aku telah kembali maka dia merubah niatnya." Kata Cao-Cao.

Lalu dia membukat suratnya dan membaca isinya. Surat itu ditulis dengan bahasa yang sangat sombong.

"Yuan Shao sudah sangat terlalu kasar, aku akan menyerangnya" Kata Cao-Cao”Hanya saja aku pikir, aku belum cukup kuat. Apa yang harus dilakukan ?"

Guo Jia berkata, "Tuanku, Kau tentu mengerti siapa yang kalah dan mengapa didalam konflik antara Liu Bang dan Xiang Yu. Liu Bang menang karena kebijaksanaan yang lebih walaupun Xiang Yu lebih kuat, tetapi akhirnya dia dapat dikalahkan. Lawanmu mempunyai 10 titik lemah dan kau mempunyai 10 titik kuat dan walaupun tentaranya besar, tetapi tidaklah menakutkan."

Lalu Guo Jia melanjutkan, "Yuan Shao terlalu banyak mengikuti tata cara dan aturan2x. Sementara kau lebih simpatik dan natural. Dia sangat antagonis dan mudah dikendalikan, kau lebih memersatukan dan memimpin, jadi kau akan diuntungkan oleh persetujuan rakyat. Sudah selama beberapa tahun pemerintahan kacau dan dia membuatnya makin kacau;Kau selalu berusaha menciptakan efisiensi, ini artinya kau adalah administrator yang handal. Dia sangat Liberal didepan orang tetapi dalam hatinya selalu menggerutu serta telalu banyak memberi nepotisme;Kau terlihat seperti apa adanya dan kau mengerti bagaimana menggunakan orang dengan kemampuan, ini adalah keuntungan dari apresiasi yang tepat. Dia adalah seorang visioner tetapi kurang dapat mengambil keputusan sedangkan kau adalah orang yang dapat cepat mengambil keputusan dan langsung melaksanakannya, ini adalah keungulanmu dalam membuat kebijakan. Dia sangat menyukai mengumpulkan orang-orang berbakat, kau memperlakukan orang seperti apa adanya tanpa memandang reputasi, ini adalah kelebihanmu didalam kebajikan moral. Dia sangat berterima kasih kepada yang ada ditangannya dan melupakan mereka yang tidak terlihat olehnya sedangkan kasihmu adalah untuk semua, ini adalah kelebihanmu didalam kemanusiaan. Dia mendengarkan saran yang menyesatkan dirinya sedangkan kau mungkin mendengar saran2x yang jahat tetapi kau tetap mempertahankan indepedensimu, ini adalah kelebihanmu didalam persepsi. Dia sangat menyukai untuk membuat pasukan yang dipercaya kuat tetapi tidak mengerti inti dari militer yang kuat sedangkan kau dapat mengalahkan pasukan yang lebih besar darimu dengan kejeniusan militermu, ini adalah kelebihanmu didalam perang. Dengan 10 kelebihanmu, kau tidak akan kesulitan untuk mengalahkan Yuan Shao."

"Mana mungkin aku dapat sebegitu hebatnya seperti yang engkau katakan ? "Kata Cao-Cao dengan Tersenyum.

"Apa yang Guo Jia katakan mengenai 10 point kelebihanmu bukanlah untuk menyenangkanmu, karena aku juga berpikir hal yang sama " Kata Xun Yu, "Tentara Yuan Shao tidaklah menakutkan walupun sungguh besar."

"Musuh yang sebenarnya berbahaya adalah Lu Bu," kata Guo Jia, "Ketika Yuan Shao sedang ke utara untuk menghancurkan Gongsun Zan, Kau harus menyapu bersih Lu Bu dan itu artinya membersihkan jalan kita dari bahaya. Jika itu belum dilakukan, penyerangan kita pada Yuan Shao akan memberikan tanda bagi Lu Bu untuk menyerang Ibu Kota. Hal itu akan jadi masalah buat kita."

Cao-Cao melihat hal yang sama dengan para Penasehatnya dan memulai diskusi untuk merencanakan bagaimana menyerang Lu Bu. Xun Yu mempunyai pendapat bahwa kita harus memastikan bantuan dan dukungan dari Liu Bei. Lalu suratpun ditulis dan dikirmkan. Dan mereka menunggu untuk memastikan persetujuan Liu Bei sebelum menggerakan pasukan. Lalu, Supaya memastikan Yuan Shao tidak macam2x, Utusan Yuan Shao diperlakukan dengan sungguh baik dan sebuah pesan dikirimkan kepada Kaisar meminta pemberian kehormatan untuk Yuan Shao. Yuan Shao dijadikan PELINDUNG KEKAISARAN untuk 4 wilayah diutara, Ji Zhou, Qing Zhou, You Zhou, Bing Zhou. Dengan sebuah surat pribadi yang ditulis Cao-Cao untuk memintanya segera menyerang Gongsun Zan dan bantuan yang diminta akan segera dikirimkan. Lalu Pasukan Yuan Shao pun bersiap.

Sementara itu Chen Deng dan Chen Guo sedang menjalankan rencana mereka. Disebuah perjamuan di Xu Zhou, mereka selalu memuji-muji Lu Bu. Chen Gong sangat tidak senang dan mencari kesempatan untuk membicarakan mengenai mereka kepada Lu Bu.

"Mereka memujimu didepan muka, tetapi kita tidak tahu apa yang ada didalam hati mereka ? Kau harus berhati2x dan waspada kepada mereka."

"Jagalah lidahmu !" Jawab Lu Bu dengan marah, "Kau hanya menghasutku untuk menyakiti mereka tanpat alasan apapun. Kau ingin aku mencelakakan orang baik ?"

"Tidak ada telinga untuk kata-kata yang setia" Kata Chen Gong, Dia pergi dengan hati yang sedih”Dan kita akan menderita karena itu."

Dia telah berpikir untuk meninggalkan Lu Bu, tetapi itu akan memudahkan mereka yang bermaksud jahat. Lagipula dia takut orang-orang akan mentertawakannya.

Jadi hari demi hari yang sedih dilewatinya. Suatu hari, dengan beberapa prajurit berkuda yang sedang berburu dekat Xiao Pei. dia menangkap seorang utusan.

"Dari mana asalmu ? Siapa yang mengirimmu" Tanya Chen Gong.

Utusan itu tidak menjawab karena dia tidak tahu siapakah yang menangkapnya. Tetapi mereka memeriksa dia dan menemukan surat, Sebuah surat rahasia yang ditujukan untuk Cao-Cao dari Liu Bei. Utusan dan surat itu segera dibawa menemui Lu Bu.

Lu Bu menanyai utusan itu yang berkata, "Perdana menteri mengirimku untuk membawa surat kepada Liu Bei. aku sekarang membawa balasannya. Aku tidak tahu apa-apa lagi dan aku juga tidak tahu isi surat yang kubawa."

Lalu Lu Bu merobek amplop surat itu dan membacanya :

"Aku telah menerima perintah mengenai penghancuran Lu Bu dan aku tidak berani untuk melanggar perintah itu. Tetapi pasukannku masih lemah dan aku harus bertindak berdasarkan situasi yang sulit ini. Jika Kau mengerakan pasukan utamamu lalu akan maju dengan segera dan sementara itu pasukanku akan bersiap-siap. Aku menunggu perintahmu selanjutnya."

Lu Bu langsung geram.

"Bajingan itu !" Teriaknya "Dia berani bertindak seperti ini !"

Utusan itu dihukum mati dan sebuah rencana untuk menangkal serangan direncanakan. Cheng Gong dan Zang Ba pergi untuk meminta bantuan dari bandit gunung taishan-- Sun Guan, Wu Dun, Yin Li dan Chang Xi-- Jadi mereka dapat menguasai Yan Zhou di sebelah timur gununug hua shan. Gao Shun dan Zhang Liao pergi menyerang Liu Bei di Xiao Pei. Song Xian dan Wei Xu pergi ke barat untuk menyerang Runan dan Ying Chuan. Lu Bu memimpin pasukan yang besar dan siap untuk pergi kemanapun apabila bantuan dibutuhkan.

Keberangkatan pasukan dibawah Gao Shun ke Xiao Pei dilaporkan pada Liu Bei yang segera mengadakan rapat.

Sun Qian menyarankan untuk mengirim pesan ke ibu kota dan memberitahukan pada Cao-Cao mengenai bahaya ini. Jian Ying, seorang teman sekampung halaman dengan Liu Bei membawa pesan ini. Pada saat itu Jian Yong menjabat sekertaris gubernur bagi Liu Bei. Jian Yong segera berangkat.

Lalu rencana dan persiapan pertahanan dibuat. Liu Bei menjaga gerbang selatan, Sun Qian Gerbang utara, Guan Yu Gerbang barat dan Zhang Fei gerbang timur. Mi Zhu dan Mi Fang menjaga kediaman keluarga ditengah.

Kedua Mi itu adalah kakak ipar Liu Bei,Liu Bei telah mengambil adik Mi Zhu menjadi istri kedua. Karena itu mereka adalah orang yang cocok untuk menjaga keluarganya.

Sementara itu Gao Shun datang di gerbang selatan. Liu Bei naik keatas menara dan berkata, "Aku tdk mempunyai permusuhan dengan tuanmu, kenapa kau datang kemari dengan tentara ?"

"Kau telah berkomplot bersama Cao-Cao untuk melukai tuanku, kenapa aku tidak harus membunuhmu ?"

Gao shun langsung memerintahkan penyerangan, Tetapi Liu Bei hanya bertahan didalam benteng dan tdk pergi keluar. Dia tidak berusaha memukul mundur gao shun, dia hanya menutup gerbang kota.

Segera Zhang Liao menyerang gerbang barat yang dijaga Guan Yu, Yang langsung memanggil Zhang Liao dari atas tembok kota.

"Kau terlalu baik untuk membuang hidupmu demi seorang pemberontak," Kata Guan Yu.

Zhang Liao menundukan kepalanya tanpa menjawab. Guan Yu tahu bahwa Zhang Liao mempunyai hati nurani dan prinsip yang tinggi dan dia tidak berkata apa-apa lagi, karena dia juga tidak mau melukai Zhang Liao dia tidak berusaha berduel ataupun menyerang pasukannya.

Zhang Liao akhirnya mundur dari gerbang barat dan menuju gerbang timur, Zhang Sedang bersiap-siap untuk pergi keluar memberikan perlawanan. Segera hal itu diberitahukan pada Guan Yu yang secepatnya datang. Dia melihat Zhang Fei sudah akan keluar, tetapi Zhang Liao telah menarik pasukannya. Zhang Fei ingin mengejar mereka, tetapi Guan Yu menahannya.

"Dia takut dan sekarang melarikan diri. Ini adalah kesempatan yang baik untk mengejar" Kata Zhang Fei.

"Tidak !" Kata Guan Yu”Sebagai seorang pendekar, dia tidak kalah hebat dari kita berdua, tetapi aku telah berbicara beberapa patah kata yang membuat dia berpikir dan merenung. Dia sedang merenung dan ini sebabnya dia tidak menyerang."

Lalu Zhang Fei pun mengerti dan gerbang ditutup dan perintah diberikan untuk menjaga pertahanan. Ketika Jian Yong yang dikirim sampai di ibu kota, Dia menemui Cao-Cao dan menceritakan apa yang terjadi. Lalu para penasehat segera dikumpulkan.

Cao-Cao berkata, "Aku berharap untuk menyerang Lu Bu, Aku tidak takut pada Yuan Shao tetapi Liu Biao dan Zhang Xiu dapat menyerang kita dari belakang."

Xun You, Keponakan Xun Yu berkata, "Kedua orang itu baru saja dikalahkan dan mereka tidak akan melakukan sesautu dgn ceroboh. tetapi Lu Bu adalah manusia pemberani dan jika dia menggabungkan kekuatan dgn Yuan Shu dan mereka berhasil menguasai Sungai Huai dan Si, Maka masalahnya akan menjadi berat."

Lalu berbicaralah Guo Jia, "Mari kita ambil kesempatan ini sebelum mereka berpikir begitu. Hancurkan mereka sebelum mereka siap."

Dan Cao-Cao pun menyiapkan tentaranya. Sebuah pasukan dengan 50.000 prajurit dikirim dengan 4 komandan--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Lu Qian dan Li Dian. Cao-Cao berada ditengah dan jian yong memimpin pasukan dibelakang.

Segera mata-mata memberitahu kepada gao shun. Dia langsung mengirimkan pesan pada Lu Bu yang mengirimkan 200 pasukan berkuda lengkap

dipimpin oleh Hou Cheng, Cao Xing dan He Meng untuk membantu mereka. Gao Shun menempatkan pasukan bantuan ini dan tentaranya sejauh 10 km

dari Xiao Pei untuk menghadapi pasukan Cao-Cao. Lu Bu dan pasukan utama juga mengikuti dari dekat.

Ketika Liu Bei melihat bahwa musuh telah tidak mengepung kota lagi, dia tahu bahwa pasukan Cao-Cao sudah dekat. Jadi dia melakukan perencanaan dan berserta dua saudaranya dia mengerahkan pasukan mereka dan berkemah di luar, sehingga mereka dapat memberikan bantuan jika diperlukan.

Sekarang Pasukan Cao-Cao yang dipimpin Xiahou Dun telah sampai dan bertemu dengan Gao Shun. Xiahou Dun langsung maju kedepan dengan tombaknya dan menantang Duel. Tantangan itu dijawab dan Gao Shun berduel dengan Xiahou Dun untuk 50 jurus. Ketika itu Gao Shun mulai merasakan kelelahan dan harus mundur. Xiahou Dun langsung mengejarnya. Lalu Cao Xing salah satu Jenderal Lu Bu secara diam-diam mengeluarkan busurnya dan menyiapkan anak panah, Ketika Xiahou Dun sudah mendekat, dia menembakan anak panahnya. Xiahou Dun menghindar tetapi tidak cukup cepat dan mata kirinya terkena anak panah. Dia berteriak kesakitan dan memegang kepalanya. Dia lalu mencabut anak panah itu dari matanya dan ketika telah tercabut dia melihat matanya menancap di ujungnya.

"Sari dari ayahku dan darah ibuku. Aku tidak boleh membuangnya !" Teriak Xiahou Dun, Dan dia menelan matanya itu.

Semua yang melihat merasa tergetar.

Lalu dia mengambil tombaknya dan mengejar musuh. Cao Xing yang menembakan panah merupakan sasaran utama, Xiahou Dun segera mengejarnya dan langsung menebaskan tombaknya sehingga melukai wajahnya dan lukanya itu fatal sehingga Cao Xing langsung tewas. Kedua pasukan terdiam dengan kekaguman.

Setelah membunuh orang yang melukainya, Xiahou Dun kembali kedalam pasukannya. Gao Shun mengejar dan pasukannya diperintahkan maju. Pasukan Gao Shun berperang dengan sangat hebat sehingga pasukan Cao-Cao harus mundur. Xiahou Yuan datang untuk memberi perlawanan sehingga pasukan Xiahou Dun dapat mundur dengan selamat, Lu Qian dan Li Dian memimpin pasuknnya yang lain untuk pergi ke Ji Bei dan berkemah.

Gao Shun setelah mendapatkan kemenangan, kembali untuk menyerang Liu Bei dan Lu Bu serta Zhang Liao bertemu dengannya di tengah jalan. Mereka bertiga merenacanakan membagi pasukannya sehingga masih2x dari mereka dapat menyerang satu-satu dari 3 bersaudara itu.


BAB 19

Dalam bab sebelumnya telah di ceritakan bagaimana Lu Bu membagi pasukannya. Gao Shun dan Zhang Liao bersama akan menyerang Guan Yu, Sementara Lu Bu akan berhadapan dengan Zhang Fei. Kedua saudara itu keluar untuk bertempur, sementara pasukan Liu Bei sebagai cadangan. Tetapi kemudian Lu Bu menyerang Guan Yu dan Zhang Fei bersamaan dari belakang dan mereka semua dipaksa mundur. Liu Bei hanya dengan beberapa pengawal berkudanya berusaha kembali kedalam kota Xiao Pei. Ketika dia mendekati gerbang kota, dia berteriak agar prajurit menurunkan jembatan gantung. Lu Bu sudah sangat dekat sehingga para pemanah diatas tembok tidak berani menembak karena takut terkena Liu Bei dan Lu Bu seorang diri berhasil masuk kedalam gerbang. Pengawal digerbang tidak dapat menahaan Lu Bu yang dengan tombanknya menebas mati mereka semua. Lu Bu menghancurkan gerbang sehingga pasukannya bisa masuk.

Liu Bei yang melihat pasukan Lu Bu telah masuk kedalam kota segera berusaha menuju kediamannya, tetapi karena sudah sangat kacau dia harus meninggalkan keluarganya. Dia lalu berkuda membelah kota dan meninggalkan kota melalui gerbang barat.

Ketika Lu Bu Mencapai kediaman Liu Bei, dia bertemu dengan Mi Zhu yang berkata, "Seorang Pahlawan tidak menghancurkan keluarga orang lain. Musuhmu untuk menguasai kekaisaran adalah Cao-Cao dan Tuanku hanyalah seorang yang baik yang terpaksa mengikuti perintah. Dia selalu mengingat kebaikanmu didalam perjamuan panahan waktu itu. Aku harap kau memakluminya dan mengasihani keluarganya."

Lu Bu menjawab, "Kami berdua adalah kawan lama. Bagaimana aku dapat menyakiti istri dan anaknya?"

Dia lalu memerintahkan membawa keluarga Liu Bei ke Xu Zhou dan Mi Zhu yang akan mengurus mereka. Kemudian Lu Bu membawa pasukannya ke gunung Huashan, Tepatnya ke Yan Zhou, meninggalkan Gao Shun dan Zhang Liao untuk menjaga Xiao Pei.

Dalam keadaan kacau ini Sun Qian juga lari dari kota. Guan Yu dan Zhang Fei berserta pasukannya telah lari keatas bukit. Sedangkan Liu Bei dan beberpa pengawal berkudanya berusaha untuk lari sejauh mungkin. Kemudia dia mendengar ada kuda lain lari dibelakangnya. Ketika orang itu mendekat ternyata dia adalah Sun Qian.

"Aku tidak mengetahui bagaimana nasib saudara2xku, apakah mereka mati atau hidup dan juga istri dan anakku ! apa yang dapat kulakukan ?" Tanya Liu Bei.

Sun Qian menjawab, "Aku tidak melihat hal yang lebih baik dibandingkan dengan pergi kepada Cao-Cao. Disana kita dapat merencanakan rencana selanjutnya."

Liu Bei tidak mempunyai rencana lebih baik sehingga kedua orang itu akhrinya berangkat ke Xu Chang. Mereka melewati jalan2x kecil dan bukan jalan utama. Ketika makanan mereka habis, mereka kebetulan melewati sebuah desa untuk memohon bantuan. Tetapi ketika orang-orang dari daerah itu mendengar bahwa Liu Bei dari Yu Zhou lah yang membutuhkan bantuan, mereka langsung membawa apapun yang mereka dapat berikan dan dibutuhkan oleh Liu Bei.

Suatu hari mereka berteduh disebuah rumah dimana seorang anak muda datang dan bersujud. Mereka bertanya siapakah namanya dan dia menjawab Liu An, seroang yang dikenal mahir berburu. Dia mendengar siapkah yang berkunjung itu, dia berharap dapat memberikan makanan berupa binatang buruannya. Tetapi dia telah mencari seharian dan tidak menemukan binatang apapun yang dapat diburu. Lalu Liu An kembali kerumah dan membunuh istrinya dan menyiapkan makanan untuk tamunya.

Ketika makan Liu Bei bertanya, "Daging apakah ini ?"

Liu An menjawab, "Serigala."

Liu Bei tidak bertanya lebih lanjut dan memakan sampai kenyang. Keesokan harinya ketika matahari terbit. Liu Bei yang akan segera berangkat pergi melewati dapur dan dia melihat ada mayat seorang wanita tergeletak di meja. Daging dari salah satu lengan telah dipotoh. Sangat terkejut dia bertanya apa maksud semua ini dan lalu dia mengetahui apa yang dia makan semalam. dia sangat menyesal dengan hal ini. Air mata bercucuran turun dari pipinya ketika dia menaiki kudanya dan pergi dari sana.

"Aku berharap dapat pergi denganmu." Kata Liu An, "Tetapi karena ibuku masih hidup, Aku tidak dapat pergi jauh dari rumah."

Liu Bei berterima kasih padanya dan melanjutkan perjalanan. Liu Bei mengambil jalan melewati kota Liang Cheng dan ketika mereka keluar dari kota itu, mereka melihat tidak jauh dari sana ada awan debu. Ketika pasukan itu mendekat, mereka mengetahui bahwa itu adalah pasukan Cao-Cao dan dengan mereka dia sampai di kemah utama pasukan Cao-Cao. Cao-Cao mengeluarkan air mata ketika dia mendengar cerita sedih Liu Bei mengenai kegelisahannya, kotanya yang jatuh direbut Lu Bu, Saudara, anak dan istrinya yang nasibnya tidak diketahui. Ketika Liu Bei menceritakan kepada Cao-Cao mengenai seorang pemburu yang mengorbankan istrinya untuk memberi mereka makan, Cao-Cao memerintahkan mengirimkan 1000 ons perak sebagai hadiah kepada pemburu itu.

Perjalanan pasukan dilanjutkan sampai ke Ji Bei dimana Xiahou Yuan menyambut mereka. Mereka mendengar bahwa Kakaknya, Xiahou Dun terluka parah. Cao-Cao langsung masuk menemui Xiahou Dun dan langsung memerintahkan agar Xiahou Dun dibawa ke ibu kota Xu Chang dan diobati oleh tabib kaisar.

Saat itu pengintai dikirim untuk mencari berita mengenai Lu Bu, Mereka kembali dan mengatakan, "Lu Bu telah bersekutu dengan para bandit di timur dan mereka sekarang menyerang Yan Zhou."

Cao-Cao langsung mengutus Cao ren dengan 3000 pasukan untuk merebut Xiao Pei, sementara dia dan Liu Bei maju untuk melawan Lu Bu.

Mereka menuju timur, Ketika mereka sampai di bukit MangDang dekat dengan celah Xiao, mereka bertemu dengan sekelompok bandit gunung berkekuatan 30.000 prajurit yang menghalangi jalan mereka. Pimpinannya adalah Sun Guan, Wu Dun, Yin Li dan Chang Xi yang menaiki kuda dan memegang tombak. Xu Chu diperintahkan untuk menghadapi mereka ber 4 dan langusng maju ke depan. Pertempuran berlangsung singkat dan satu demi satu pimpinan dan pasukan musuh dapat dikalahkan.

Pengintai memberitahukan pada Lu Bu yang pada saat itu berada di Xu Zhou dimana dia harus segera ke Xiao Pei untuk mempertahankan tempat itu. Dia menyerahkan pertahanan kota Xu Zhou kepada Chen Gui.

Setelah Lu Bu pergi, Chen Gui berkata pada Chen Deng, "Ingat kata-kata Cao-Cao, Bahwa urusan ditimur ada ditangan kita. Sekaranglah saatnya untuk Lu Bu mengalami kekalahan."

"Ayah, aku dapat menjaga yang diluar. Tetapi ketika Lu Bu nanti kembali dengan kekalahan, kau harus mengatur dengan Mi Zhu untuk menahan dia diluar kota. Aku akan mencari cara untuk kabur." Kata Chen Deng.

"Keluarganya disini dan dia mempunyai banyak teman, Bagaimana dengan mereka ?"

"Aku juga mempunyai rencana untuk membereskan hal ini."

Lalu Chen Deng menemui Lu Bu dan berkata, "Xu Zhou akan dikepung dan kota ini akan diserang mati-matian. Kita harus menyediakan jalan untuk mundur dan aku menyarankan untuk menyimpan beras dan uang di Xiapi. Kita dapat mundur kesana jika kita terdesak. Kita harus melakukannya sekarang."

"Kata-kata mu benar-benar bijaksana. Aku juga akan mengirim keluargaku kesana secepatnya" Kata Lu Bu.

Keluarga itu pergi dengan pengawalan Wei Xu dan Song Xian dan dengan mereka dibawa juga banyak beras, benda-benda berharga dan uang.

Pasukan Lu Bu lalu melanjutkan perjalanan untuk menahan pasukan musuh sebelum keluar dari celah Xiao menuju Xiao Pei. Kira2x 1/2 jalan Chen Deng berkata, "Biarkan aku pergi terlebih dahulu untuk melihat keadaan sehingga kau tuanku dapat maju dengan lebih percaya diri."

Lalu Chen Deng berpisah dengan tuannya dan segera pergi menuju celah bukit itu dimana disana dia diterima oleh Chen Gong.

Chen Deng berkata, "Jenderal sangat heran mengapa kau tidak segera maju. Dia akan segera bertanya mengenai hal itu."

"Musuh dalam jumlah besar dan kita harus sangat berhati-hati" Kata Chen Gong, "Kita sedang mempertahankan celah ini dan kau harus menasehati tuan kita untuk menjaga Xiao Pei."

Chen Deng berkata, "Kata-katamu memang benar."

Malam itu dia pergi ketempat yang tinggi dan dapat melihat pasukan Cao-Cao yang telah sangat dekat dengan celah bukit itu. Lalu dia menulis tiga surat dan memasangnya dipanah dan menembakkannya kekemah Cao-Cao.

keesokan harinya dia cepat-cepat kembali kepada Lu Bu dan berkata, "Bandit2x itu telah kalah dan musuh akan segera mencapai celah bukit. Tetapi aku telah menyuruh Chen Gong untuk bertahan disana. Kau harus segera menyerang malam ini dan menahan pasukan Cao-Cao."

"Jika bukan karenamu, celah itu pasti telah berhasil dikuasai musuh." Kata Lu Bu.

Lalu Chen Deng kembali pada Chen Gong dan berkata, "Pasukan Cao-Cao telah menemukan jalan lain untuk keluar dari bukit dan aku khawatir Xu ZHOU telah hilang. Kau harus segera kembali segera."

Chen Gong segera menarik pasukannya dari celah itu dan meninggalkan posnya. Lalu Chen Deng memberikan Singnal Api.

Lu Bu yang melihat Signal Api dan adanya pergerakan pasukan di kegelapan malam menyangka itu adalah pasukan musuh. Saat itu sebenarnya dia bertemu dengan pasukan Chen Gong dan kedua pasukan tidak saling mengenali, pertarungan sengitpun terjadi. Hal ini berlangsung hingga pagi menjelang dimana mereka akhirnya sadar apa yang terjadi.

Ketika hal ini sedang berlangsung, Cao-Cao yang telah melihat signal itu segera memajukan pasukannya secepat mungkin. Para bandit2x yang masih mempertahankan celah itu akhirnya dengan mudah dapat dikalahkan.

Ketika Hari menjelang pagi dan tipuan itu diketahui, Lu Bu dan Chen Gong bersama menuju Xu Zhou. Tetapi ketika mereka tiba dan memerintahkan untuk gerbang agar diturunkan, para prajurit disana bukannya menurunkan gerbang tetapi menembaki mereka dengan panah.

Pada saat itu Mi Zhu muncul dan berkata,"Kau mencuri kota tuan kamu dan sekarang kami akan mengembalikan kota ini padanya. Kau tidak akan masuk kesini lagi !"

"Dimana Chen Gui ?" Teriak Lu Bu dengan marah.

"Kami telah membunuhnya !" Jawabnya.

"Dimana Chen Deng ?" Tanya Lu Bu kepada Chen Gong.

"Kau masih tidak dapat melihat jenderal, Kita telah ditipu olehnya !"

Lu Bu memerintahkan mereka untuk memeriksa seluruh barisan, tetapi chen Deng tidak ditemukan. Lalu mereka memutuskan pergi ke Xiao Pei. Tetapi Baru 1/2 jalan kesana mereka menemukan pasukan dibawah Gao Shun dan Zhang Liao.

Mereka berkata, "Chen Deng datang kepada kami dan berkata bahwa kau jenderal sedang terkepung dan membutuhkan bantuan, Jadi kami kemari dengan segera."

"Tipuan lain oleh manusia laknat itu !!" Kata Lu Bu, "Dia akan mati untuk hal ini."

Mereka semua kembali dengan kecepatan penuh menuju Xiao Pei, ketika mereka sudah dekat mereka melihat bendera musuh teah berkibar di kota itu. Kota itu telah direbut oleh Cao Ren.

Ketika Lu Bu maju kedepan, Chen Deng sendiri muncul dan menunjuk Lu Bu, "Apakah kau pikir aku, menteri dari dinasti han akan melayani pemberontak sepertimu ?"

Lu Bu yang sedang sangat marah akan menyerang mati-matian, tetapi kemudian ada suara-suara berisik terdengar dan pasukan muncul dari belakang. Pasukan itu dipimpin oleh Zhang Fei. Gao Shun segera menghadapi pasukan Zhang Fei tetapi dia tidak berhasil. Lu Bu langsung membantunya, lalu tiba-tiba pasukan lain muncul dan kali ini pemimpinnya adalah Cao-Cao sendiri dan pasukannya dengan kecepatan tinggi mendekat. Melihat tidak ada harapan untuk menang, Lu Bu pergi kesebelah timur dengan Cao-Cao yang mengejar. Pasukan Lu Bu terus mundur sampai mereka semua kelelahan.

Lalu muncul pasukan baru yang dipimpin Guan Yu. Memegang Tombaknya dia berkata, "Jangan lari kau Lu Bu, Guan Yu telah menunggumu !"

Lu Bu memimpin pasukannnya melawan. Dia sangat panuik dan tidak mengetahui apa yang terjadi. Dan segera pasukan Zhang Fei muncul dari belakang. Dengan mati-matian Lu Bu dan pasukannya berusaha menerobos kepungan mereka dan berhasil. Mereka segera menuju Xia Pi secepat mereka dapat bergerak. Dan Hou Cheng keluar dari dalam kota untuk menahan pengejar dan memberikan kesempatan Lu Bu untuk masuk kota.

Kedua saudara itu akhirnya bersama lagi setelah terpisah, Guan Yu dan ZHang Fei keduanya saling mengeluarkan air mata kebahagiaan dan saling menceritakan apa yang mereka alami ketika mereka berpisah.

"Aku sedang berada di jalan menuju Hai Zhou ketika aku mendengar tentangmu." Kata Guan Yu, "Aku langsung segera menuju tempat ini."

"Dan aku sedang berkemah di bukit mangdang untuk waktu yang cukup lama. Ini adalah sebuah kebahagiaan kita dapat bersama lagi."

Lalu mereka pergi bersama untuk menemui kakak tertua mereka dan mereka bertiga lalu berkumpul lagi bersama. Didalam hati Liu Bei senang dan sedih bercampur aduk. Kemudian Liu Bei memperkenalkan mereka pada Cao-Cao dan dengan mereka dan bersama Cao-Cao dia pergi ke kota Xu Zhou yang baru saja direbut.

Mi Zhu segera datang menyambut dan memberitahukan mengenai keadaan keluarga Liu Bei yang aman2x saja. Dan Chen Gui serta Chen Deng di berikan ucapan terima kasih dari mereka semua. Sebuah perayaan besar2xan disiapkan untuk merayakan kemenangan ini. Cao-Cao bertindak selaku tuan rumah, Chen Gui dan Liu Bei menjadi tamu kehormatan. Di akhir acara perjamuan ini, Cao-Cao menyerahkan penguasaan atas 10 desa kepada Chen deng dan Chen Gui dan juga memberikan gelar untuk Chen Deng, JENDERAL YANG MENENANGKAN OMBAK.

Cao-Cao sangat senang dengan keberhasilan ini dan dengan segera membuat rencana untuk merebut Xia Pi, satu-satu daerah yang tersisa milik Lu Bu.

Cheng Yu menolak usul Cao-Cao untuk segera menyerang Xia Pi.

"Jika Lu Bu ditekan terlalu keras, dia akan seperti harimau terluka dan itu akan membahayakan serta dia dapat bersekutu dengan musuh kita Yuan Shu dan hal itu akan mengakibatkan posisi kita terjepit diantara dua serigala buas. Lebih baik kirim orang untuk menjaga selatan sungai Huai, hal itu dapat menjagamu dari Lu Bu disatu sisi dan menahan Yuan Shu disisi lain. Juga bandit2x gunung Hua Shan juga masih ada dan mengancam kekuatan kita di timur, Mereka harus diperhatikan agar tidak membuat masalah."

Cao-Cao berkata, "Aku dapat menjaga seluruh gunung hua shan dan aku akan meminta Liu Bei mengurus daerah selatan."

"Dapatkah aku menolak perintahmu ?" Tanya Liu Bei dengan tersenyum Seraya menerima penugasan ini.

Liu Bei meninggalkan Mi Zhu dan Jian Yong di Xu Zhou, Beserta Guan Yu, Zhang Fei dan Sun Qian dia menjaga daerah selatan untuk dapat membantu Cao-Cao menyerang Guan Yu dan berjaga-jaga terhadapi Yuan Shu.

Cao-Cao mengerahkan pasukannya menuju Xia Pi.

Lu Bu tidak khawtir berada di Xia Pi. Dia mempunyai banyak persediaan makanan, Dan dia mendapatkan perlindungan Sungai Si, sehingga dia hanya duduk tenang2x saja. Dia membiarkan tentara Cao-Cao mendekat tanpa melakukan banyak tindakan.

"Kau harus menyerang tentara Cao-Cao setelah mereka tiba dan sebelum mereka membuat kemah dan pertahanan. Mereka sekarang hanya mempunyai tentara yang kelelahan dan dapat kau hancurkan dengan tentaramu yang segar bugar. Dan kau pasti dapat mengalahkan mereka." KAta Chen Gong.

Tetapi Lu Bu menjawab, "Aku telah menderita banyak kekalahan belakangan ini dan tidak ingin mengambil resiko. Tunggu sampai mereka benar-benar menyerang dan kau akan melihat mereka mengambang di air."

Lu Bu tidak mengindahkan nasehat Chen Gong dan menunggu hingga musuh telah selesai membuat kemah. Setelah ini selesai, Penyerang langsung maju menuju kota. Dari bawah tembok kota, Cao-Cao memanggil Lu Bu untuk mendengarkan dia bicara. Lu Bu menuju atas tembok dimana dia berdiri.

Cao-Cao memanggilnya dan berkata, "Ketika aku mendengar keluargamu dan Yuan Shu akan menjadi satu melalui pernikahan, aku mengirim tentara untuk menyerangmu. Yuan Shu bersalah karena pengkhianatan, sementara kau mempunyau jasa dalam membantu menghancurkan Dong Zhuo. Untuk alasan apa kau mengorbankan jasa-jasamu itu dan memberontak ? Kau akan terlambat untuk menyesal jika kota ini telah kurebut. Tetapi jika kau menyerah sekarang dan membantuku mendukung dinasti han, kau tidak akan kehilangan jabatanmu."

Lu Bu menjawab ,"Jika perdana menteri mau mundur, mungkin kita akan dapat mendiskusikan masalah itu."

Tetapi Chen Gong, berdiri dekat dengan Lu Bu, Mulai mengatai Cao-Cao pemberontak dan menembakan panah yang mengenai ujung helmnya.

"Aku bersumpah akan membunuh mu !" Teriak Cao-Cao mengarahkan jarinya pada Chen Gong.

Lalu pengepungan dan penyerangan terhadap tembok kotapun dimulai.

"Mereka telah datang dari jauh dan tidak akan dapat bertahan lama" Kata Chen Gong, "Jenderal, Pergilah keluar membawa prajuritmu dan berkemahlah disana. Aku mengatur pertahanan dari dalam kota. Jika dia menyerangmu, aku akan keluar dan menyerang pasukan belakang mereka. Jika dia menyerang kota, Kau dapat datang dan membantuku dan menyerang samping pasukannya. Dalam 10 hari persediaan makanan mereka akan habis dan ktia dapat menghancurkan mereka. Ini akan menempatkan mereka di ujung tanduk."

"Saran ini bagus sekali”Kata Lu Bu.

Lu Bu kembali ke kediamannya dan menyiapkan pasukannya. Saat itu sedang musim dingin. Lady Yan, Istrinya mendengar hal itu dan bertanya mengapa dia terburu-buru pergi. Lu Bu berkata Ini adalah rencana Chen Gong.

Wanita itu berkata, "Tuanku, Kau meninggalkan kota, meninggalkan istrimu dan anakmu. Apabila ada hal-hal buruk terjadi apakah aku akan bertemu dengan mu lagi ?"

Lu Bu ragu2x dan untuk 3 hari dia tidak menggerakan pasukannya.

Lalu Chen Gong datang dan menemui dia lagi dan berkata, "Musuh telah hampir mengepung kota dan jika kau tidak pergi sekarang, kita akan cukup terdesak."

"Aku berpikir mungkin akan lebih baik untuk tetap bertahan dan tidak keluar " KAta Lu Bu.

"Musuh sedang kekuarangan makanan dan mereka sedang menunggu bantuan dari Xu Chang. Bantuan akan segera datang dan kau harus pergi keluar beserta prajuritmu untuk mencegat bantuan mereka. Hal itu akan memberikan mereka pukulan telak."

Lu Bu Setuju dan pergi untuk memberitahukan pada istrinya mengenai rencana baru ini.

Istrinya tidak setuju dan berkata, "Jika kau pergi, kau pikir Chen Gong dan yang lain dapat menjaga kota ini ? Jika sesuatu yang salah terjadi, kau akan sangat menyesal. Kau telah meningalkanku di Chang An dan hanya karena kebaikan hati Pang Shu aku dapat selamat. Tetapi pergilah dan tidak usah pikirkan aku."

Istrinya menangis dengan tersedu-sedu.

Lu Bu sangat sedih dan sekarang akan berpmaitan dengan diao chan, "Kau adalah tuanku dan hidupku. Kau tidak boleh ceroboh dan keluar sendiri."

"Kau tidak perlu takut, dengan tombak dan kudaku ini, siapa yang berani mendekatiku ?"

Dia pergi keluar tetapi ketika bertemu Chen Gong dia berkata,"Cerita mengenai bantuan untuk Cao-Cao adalah bohong, ini adalah salah satu taktiknya, aku tidak akan terpengaruh !"

Chen Gong merasa bahwa semua telah hancur dan kalah.

"Kita akan mati dan tidak akan ada yang tahu makam kita.",Katanya.

Lalu Lu Bu tepat berada dia kediamannya bersama istri2xnya, dia minum-minum untuk melupakan kesedihannya.

Kedua penasehatnya Xu Si dan Wang Kai masuk dan mengusulkan, "Yuan Shu diselatan dari sungai Huai sangat kuat. Kenapa tidak menulis surat padanya dan memperbaharui persekutuan kedua keluarga dengan menikahkah putrimu ? Yuan Shu pasti akan menerimanya dan membantumu dengan alasan menyelamatkan tunangan anaknya itu."

Lalu Lu Bu menulis surat dan memerintahkan kedua orang itu mengantarkannya.

Xu Si berkata, "Kau harus mengirimkan pasukan kuat untuk mengawal kami."

Lalu Lu Bu memerintahkan 1.000 pasukan dan kedua jenderalnya Zhang Liao dan He Meng untuk mengawal utusan itu. Mereka mulai malam hari dan Zhang Liao memimpin didepan dan He Meng dibelakang. Mereka keluar dari kota, dan mengitari kemah Liu Bei dan berhasil keluar dari daerah berbahaya. Lalu 1/2 dari rombongan itu melanjutkan perjalanan dan 1/2nya lagi kembali kedalam kota dipimpin oleh Zhang Liao. Ditengah perjalanan kembali dia menemukan Guan Yu yang berjaga, pada saat itu Gao Shun datang membawa bantuan dan mereka berhasil kembali kedalam kota.

Kedua utusan ini akhirnya sampai di Shou Chun, Mereka menyerahkan surat mereka pada Yuan Shu.

"Bagaimana ini ?" kata Yuan Shu, "Sebelumnya dia memenggal utusanku dan menolak pernikahan ini. Sekarang dia mengirim utusan untuk bertanya masalah ini."

"Ini adalah karena rencana jahat Cao-Cao. Aku harap kau, tuan yang mulia, dapat mempertimbangkan hal ini dengan hati2x." Jawab Xu Si.

"Tetapi jika tuanmu tidak terdesak oleh musuh dan dalam keadaan kritis, apakah dia akan berpikir untuk memperbaharui proposal pernikahan ini ?"

Utusan itu berkata, "Kau boleh memutuskan untuk tidak menolong dirinya, tetapi gigi akan kedinginan jika bibir telah hilang. Hal ini akan menyebabkan kau tidak nyaman dan akan terancam."

Kata yuan Shu ," Lu Bu tidak dapat di percaya, katakan padanya aku akan mengirimkan pasukan setelah gadis itu tiba disini."

Kedua utusan itu akhirnya kembali ke Xia Pi.

Ketika rombongan itu mencapai kemah Liu Bei, Xu Si memutuskan, "Kita haurs menunggu malam tiba, Kau dan aku akan melewati tempat ini dalam kegelapan, He Meng dan pasukannya berjaga dibelakang kita."

Utusan itu berhasil melewati kemah Liu Bei tanpa diketahui, tetapi pengawalan mereka yang dipimpin oleh He Meng berhasil dicegat Zhang Fei. He Meng mencoba melawan tapi akhirnya tertangkap dalam satu jurus saja. Dan dari 500 pasukannya lebih dari 1/2nya terbunuh atau kabur.

Tawanan itu dibawa menemui Liu Bei yang langsung membawanya kekemah utama. Disana dia mencertiakan mengenai apa yang dilakukannya dan tugasnya mengawal utusan ke Yuan Shu. Cao-Cao sangat marah dan memerintahkan memenggal kepala He Meng.

Lalu Cao-Cao mengeluarkan perintah untuk setiap kemah agar mereka waspada dan akan dihukum dengan hukuman berat apabila mereka mengijinkan komunikasi antara orang didalam kota dengan dunia luar.

Liu Bei kembali kekemah dan memperingatkan saudaranya seraya berkata,"Kita berada ditempat yang paling penting sebagai perbatasan dengan selatan sungau huai dan kalian harus berhati-hati agar tidak melanggar aturan ini."

Zhang Fei menggerutu, "Kita baru saja menangkap seorang pemimpin musuh dan tidak ada ucapan pujian ataupun hadiah untuk kita. Tidak ada apa-apa sama sekali tetapi hanya perintah baru dan ancaman."

"Kau salah jika menggerutu tentang itu." Kata Liu Bei, "Ini adalah perintah pimpinan utama, dan apa yang terjadi jika kita tidak menuruti perintah ? Jangan melanggar perintah itu adikku."

Mereka berjanji taat dan pergi. Sementara itu Xu Si dan Wang Kai yang telah berhasil kembali pada Lu Bu memberitahukan apa yang dikatakan Yuan Shu.

"Tetapi bagaimana dia dapat dikirimkan ?" Kata Lu Bu.

Xu Si berkata, "He Meng telah ditangkap oleh Cao-Cao, jadi kita berasumsi Cao-Cao telah mengetahui seluruh rencana kita meminta bantuan dari selatan sungai huai. Aku tidak melihat orang lain kecuali dirimu yang dapat diharapkan untuk melewati pengepungan ini."

"Bagaimana jika kita coba hari ini juga ?" Tanya Lu Bu.

"Ini adalah hari yang buruk. Kau tidak boleh mencobanya hari ini, Esok adalah hari yang baik."

Lalu Lu Bu memerintahkan Zhang Liao dan Gao Shun, "Siapkan 3000 pasukan untuk berangkat, dan siapkan juga tandu yang ringan. Aku akan memimpin 70 km pertama, lalu kalian akan mengawal putriku sampai ketempat Yuan Shu"

Esok malamnya Lu Bu membawa putrinya dan memakaikannya baju Zirah dan membawanya bersamanya di belakang kudanya. Lalu dengan tombaknya, dia mengendarai kuda merahnya dia pergi keluar kota diikuti oleh Zhang Liao dan Gao Shun.

Mereka akhirnya sampai didekat kemah Liu Bei. Drum dan gong berbunyi dan Guan Yu dan Zhang Fei menghalangi jalan mereka.

"Berhenti !" Teriak Mereka.

Lu Bu tidak mempunyai keinginan untuk bertarung, dia hanya ingin menembus blokade merela. Walaupun dia berani dan kuat tetapi karena dia membawa putrinya dibelakang kudanya maka dia tidak leluasa bertarung. Akhirnya dia terpaksa kembali kedalam kotanya Xia Pi. Dia pulang dengan hati yang sedih. Sedangkan Guan Yu dan Zhang Fei kembali kekemah mereka dengan senang karena mereka berhasil menjalankan tugas.

Lu Bu akhirnya sering minum-minum. Pengepungan telah berlangsung selama 2 bulan dan kota masih tidak dapat ditundukan. Kemudian mereka mendengar Zhang Yang, Gubernur He Nei, ingin membantu Lu Bu tetapi salah satu bawahannya Yang Chou membunuhnya dan membawa kepalanya kepada Cao-Cao. Ketika Yang Chou juga akhrinya dibunuh dan kepalanya di penggal oleh Kui Gu, salah satu pengikut setia gubernur. Kui Gu akhirnya membawa pasukannya menuju Dai Cheng.

Didalam perkemahan Cao-Cao sekarang pasukan sudah mulai menggerutu. Cao-Cao mengirim Shu Huan untuk mencegat dan membunuh Kui Gu.

Lalu dia mengadakan rapat dan berkata, "Walaupun Zhang Yang, yang bermaksud menyakiti kita, telah tidak ada lagi. Tetapi Kita terancam dengan keberadaan Yuan Shao diutara dan di barat oleh Liu Biao dan Zhang Xiu. Sekarang kita disini tidak berhasil untuk mendapatkan kota Xia Pi. Kita akan pergi meninggalkan Lu Bu dan membiarkan nasib mengurus Lu Bu. Apa yang kalian pikirkan mengenai rencana ini ?"

Xun You langsung bangkit dan menentang ide ini, "Kau tidak boleh bertindak seperti itu. Lu Bu telah banyak kalah dan sekarang semangatnya sedang hancur. Semangat seorang pemimpin mencerminkan kekuatan tentaranya dan ketika pemimpin jatuh, prajuritnya tidak akan bertarung. Chen Gong sangat pintar tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Lu Bu tertekan dan Chen Gong tdk dapat membuat keputusan. Kita hanya perlu satu serangan pemungkas dan selesailah sudah."

"Aku punya usul" Kata Guo Jia, "Sebuah rencana untuk mendapatkan kota segera. Rencana ini lebih kuat dari pada pasukan berkekuatan 200.000 tentara."

"Aku berpikir maksudmu adalah menengelamkan kota dengan sungai Si Dan Yi" Jawab Xun Yu.

"Ya, benar sekali." Jawab Guo Jia sambil tersenyum.

Cao-Cao menyetujui rencana itu dan segera memerintahkan pasukannya untuk mengalihkan aliran sungai. Dan memindahkan perkemahan mereka keatas bukit dimana mereka dapat melihat kota Xia Pi terkepung banjir dan hanya gerbang timur yang dibiarkan kering.

Pasukan yang bertahan segera memberitahukan hal ini pada Lu Bu.

Lu Bu berkata, "Apa yang harus kutakutkan ? Kudaku dapat melewati air seperti itu adalah tanah."

Dan dia kemudian kembali meminum arak agar tidak merasa sedih. Dia minum bersama istrinya dan selirnya.

Suatu hari ketika sedang minum Lu Bu melihat dirinya dicermin dan dia terkejut atas perubahan yang terjadi dan berkata, "Aku menyakiti diriku sendiri dengan arak. Tidak ada arak lagi mulai hari ini !"

Dia lalu memerintahkan agar tidak ada yang minum arak atau mereka akan dihukum mati.

Sekarang salah satu jenderalnya Hou Cheng kehilangan 15 kuda yang dicuri oleh bawahannya Hou Cao yang berencana untuk menjual mereka pada Liu Bei. Hou Cheng menemukan dimana kuda-kuda itu disimpan dan kemudian dia mengambil kembali serta membunuh Hou Cao. Teman-teman Hou Cheng lalu merayakannya dan mereka memanaskan beberapa barel arak untuk diminum dalam perjamuan itu.

Tetapi berpikir bahwa tuannya mungkin akan menyalahkan dirinya, Hou Cheng lalu mengirim sebotol arak ketempat Lu Bu dan menjelaskan, "Dengan kebajikanmu dan kehebatanmu dimedan perang. Aku telah menemukan kembali kuda-kuda ku dan karena beberapa teman-teman ku datang untuk memberi selamat. Aku memanaskan beberapa botol arak, pertama untuk diserahkan padamu tuanku dan kedua untuk meminta ijin agar dapat mengeluarkan sedikit arak untuk perjamuanku."

Lu Bu langsung marah ,"Ketika aku telah melarang semua untuk meminum arak, kau membawanya padaku dan akan meminum arak di perjamuanmu. Kau telah berani melawanku !"

Lalu Lu Bu memerintahkan dia agar segera dibawa keluar dan dipenggal. Tetapi Song Xian, Wei Xu dan para pejabat lainnya datang untuk memohon pengampunan dan Lu Bu akhirnya mengampuni.

"Kau seharusnya telah kehilangan kepalamu untuk ketidak patuhanmu, tetapi karena teman-temanmu ini aku akan mengurangi hukumanmu menjadi 100 pukulan saja."

Mereka semua kemudian memohon lagi tetapi hanya berhasil mengurangi hukuman menjadi 50 pukulan saja.

Ketika hukuman telah dijalankan dan Hou Cheng diijinkan balik kerumah. Koleganya datang dengan sedih untuk menenangkan hatinya.

"Jika itu bukan karena mereka, aku telah dihukum mati saat ini." Kata Hou Cheng.

Song Xian menjawab, "Yang Lu Bu pentingkan hanyalah keluarganya, Dia tidak mempunyai belas kasih untuk orang lain. Kita tidak lebih dari rumput dipinggir jalan baginya."

Wei Xu berkata, "Kota ini dikepung dan air akan menenggelamkan kita. Kita dapat saja mati setiap saat karena kedua hal ini."

"Dia adalah binatang buas, tidak mempunyai rasa kemanusiaan ataupun rasa kebenaran. Mari kita tinggalkan dia," Kata Song Xian.

"Dia tidak layak untuk kita layani. Yang terbaik dapat kita lakukan adalah menangkapnya dan menyerahkannya pada Cao-Cao." Kata Wei Xu.

"Aku dihukum karena aku mendapatkan kembali kudaku, tetapi dia hanya mempercayai kuda merahnya itu. Jika kalian berdua akan membuka gerbang dan menangkap Lu Bu, Au akan mencuri kudanya dan pergi kekemah Cao-Cao."

Mereka kemudian menyetujui rencana itu. Dan pada malam harinya Hou Cheng sembunyi2x menuju istal kuda dan mengambil Kuda Lu Bu itu. Dia segera dengan cepat keluar dari gerbang timur.

Hou Cheng segera sampai dikemah Cao-Cao dan memberitahukan pada Cao-Cao apa yang telah direncanakan. Mereka akan mengibarkan bendera putih dan membuka gerbang. Mendengar hal ini Cao-Cao membuat beberapa pemberitahuan yang dia ikatkan dipanah dan ditembakan melewati kota.

"Perdana menteri Cao-Cao telah menerima perintah dari kaisar untuk menghancurkan Lu Bu. Mereka yang menghalangi, apapun pangkat mereka, akan segera dihukum mati dihari dimana kota telah direbut. Jika ada bisa menangkap Lu Bu atau membawa kepalanya akan segera diberi hadiah besar. Harap semua memperhatikan hal ini."

Keesokan harinya ada keributan terdengar dari luar tembok kota. Lu Bu membawa tombaknya segera menuju tembok kota dan melihat apa yang terjadi. Dari gerabang ke gerbang dia menanyai orang-orang dan menemukan bahwa Wei Xu membiarkan Hou Cheng lepas dan lari dengan kudanya. Lu Bu mengancam akan menghukum Wei Xu. Tetapi tiba-tiba saja, pasukan Cao-Cao segera menyerang tembok kota dan Lu Bu harus mengerahkan semua energinya untuk menjaga pertahanan. Penyerangan berlangsung sampai sore hari. Ketika penyerangan mundur Lu Bu akhirnya beristirahat.

Lu Bu beristirahat di salah satu menara dan tertidur di kursi. Song Xian menyuruh pengawal Lu Bu pergi. Ketika mereka telah pergi dia mencuri senjata Lu Bu. Lalu Song Xian dan Wei Xu mengikat Lu Bu dengan tali yang biasa dipakai mengangkat batu. Lu Bu yang langsung bangun tidak sempat melawan karena kondisinya yang 1/2 sadar dan akhirnya berhasil di ikat. Lu Bu berteriak untuk pengawalnya, tetapi mereka telah disuruh pergi oleh kedua jenderal itu. Lalu Bendera putih dikibarkan dan pasukan pengepung mendekati kota lagi.

Song Xian berteriak, "Lu Bu telah ditangkap hidup-hidup."

Tetapi Xiahou Yuan tidak mempercayai hal itu sampai mereka melemparkan tombak Lu Bu ketanah. Dan pasukan Cao-Cao pun masuk kekota. Gao Shun dan Zhang Liao, yang berada pada gerbang yang lain langsung terkepung dan merekapun tertangkap. Chen Gong yang segera berusaha pergi juga tertangkap oleh Xu Huang. Kemudian Cao-Cao memasuki kota dan segera memerintahkan agar aliran sungai dikembalikan ke jalurnya semula. Dia mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan rakyat.

Cao-Cao dan Liu Bei duduk berdampingan di menara gerbang putih. Guan Yu dan Zhang Fei berada dibelakang Liu Bei berdiri seperti biasa. Para tawanan dibawa kehadapan mereka. Lu Bu tampak seperti orang yang patut dikasihani. Walaupun dia orang yang tinggi dia terikat penuh dan dikakinya diberikan bola besi sebagai pemberat.

"Ikatan ini terlalu kencang " Teriak Dia, "Aku harap kau melonggarkannya sedikit !"

"Mengikat harimau harus mengikat dengan Kencang Jika tidak dia akan lepas”, Jawab Cao-Cao.

Melihat Hou Cheng, Song Xian dan Wei Xu berdiri disana dan tersenyum karena keberhasilan mereka. Lu Bu berkata, "Aku memperlakukan kalian dengan baik. Kenapa kalian mengkhianatiku ?"

Kata Song Xian, "kau hanya mendengarkan kata-kata dari wanitamu tetapi menolak nasehat dari jenderal-jenderalmu. Apakah hal itu tidak dapat dijadikan maksud ?"

Lu Bu terdiam kemudian Gao Shun dibawa maju.

"Apa yang mau kau katakan ?" Tanya Cao-Cao.

Gao Shun tidak berkata apa-apa dan dia diperintahkan untuk dibawa keluar dan dipenggal.

Kemudia Chen Gong dibawa masuk.

"Aku harap kau tetap baik-baik saja sejak terakhir kali kita bertemu ,Chen Gong ?" Kata Cao-Cao.

"Kau terlalu kejam dan sebab itu aku meninggalkanmu." Jawab Chen Gong.

"Kau bilang aku kejam dan mengapa kau melayani Lu Bu ?"

"Walaupun dia bodoh, tetapi dia tidak dapat dibandingkan denganmu dalam hal kelicikan dan kekejaman."

"Kau bilang kau adalah orang yang bijak dan pintar, tetapi lihatlah dirimu sekarang ?" Kata Cao-Cao.

Sambil Melihat Lu Bu, Chen Gong berkata,"Jika saja orang ini mengikuti nasehatku maka dia tidak akan tertawan sekarang ini."

"Apa yang kau pikirkan mengenai itu hari ini ?" Kata Cao-Cao.

"Hanya ada kematian bagiku hari ini dan itu adalah akhir bagiku !" Kata Chen Gong tanpa bergeming.

"Mungkin baik bagimu, Tetapi bagaimana dengan ibu, istri dan anak-anakmu ?"

"Pepatah mengatakan, yang berkuasa dan mengerti mengenai bakti anak kepada orang tua tidak akan menyakiti keluarga seseorang. Seseorang yang menunjukan kasih sayang tidak akan menghancurkan makan orang lain. Ibu dan istriku serta anakku sekarang berada ditanganmu. Tetapi karena aku tawananmu, aku harap kau segera membunuhku secepatnya dan tidak berusaha mempengaruhi perasaanku."

Hati Cao-Cao masih ingin mengampuni, tetapi Chen Gong bebalik dan berjalan, Dan tidak menghiraukan orang-orang disana yang memohon dia untuk berbalik dan meminta ampun pada Cao-Cao. Cao-Cao berdiri dari tempatnya dan berjalan bersama Chen Gong, air mata keluar dari matanya. Chen Gong tidak mau melihatnya.

Lalu kepada pengawalnya Cao-Cao berkata, "Ibu dan keluarga dari Chen Gong harus dipindahkan ke Xu Chang segera. Dan penundaan akan segera dihukum dengan hukum militer, bila mereka terluka, keluarga kalian juga akan dihukum !!!"

Chen Gong mendengar kata-kata itu tetapi tidak mengucapkan suatu patah katapun. Dia memejamkan mata dan menyediakan lehernya untuk dipenggal. Air mata keluar dari semua orang yang menyaksikan itu. Cao-Cao yang tidak tega tetapi harus tetap menjalankan aturan juga membalikan badannya ketika dia melemparkan sebilah kayu tanda hukuman dilaksanakan. Algojo kemudian melayangkan golok besarnya dan seketika itu juga kepala dan badan Chen Gong terpisah. Mayatnya di masukan dalam peti yang diperuntukan untuk menteri negara dan dia dimakamkan di Xu Chang dalam prosesi kerajaan.

Ketika Cao-Cao yang sedih sedang mengantar Chen Gong menuju kekematiannya. Lu Bu memohon kepada Liu Bei, "Tuan yang mulia, kau duduk disana sebagai tamu kehormatan sementara aku bersujud dikakimu dengan terikat. Apakah kau tidak mau berucap beberapa patah kata untuk membebaskan aku?"

Liu Bei menggelengkan kepalanya.

Ketika Cao-Cao telah kembali ketempatnya, Lu Bu berkata, "Seluruh masalahmu adalah aku, tuan, sekarang aku ingin menjadi pengikutmu, Kau memimpin dan aku akan membantumu, bersama kita dapat menguasai dunia."

Cao-Cao menjadi ragu untuk menghukum mati Lu Bu.

"Apa pendapatmu ?" Tanya Cao-Cao pada Liu Bei.

"Apakah kau telah lupa apa yang terjadi pada Dong Zhuo dan Ding Yuan ?"

"Jangan dengarkan orang ini, Tuanku, Dia mencoba menghasut !" Kata Lu Bu dengan melihat pada Liu Bei.

"Pengawal !!! bawa dia dan jerat lehernya sampai mati ! setelah mati gantung dia digerbang utama untuk dipamerkan” Perintah Cao-Cao.

Ketika dia dibawa keluar, Lu Bu menoleh lagi kepada Liu Bei, "Kau, Liu Bei, apakah kau telah lupa jasa-jasaku yang kulakukan untukmu di perjamuan panahan waktu itu, ketika panahku mengenai sasaran dan menyelamatkan nyawamu ?"

Lalu tiba-tiba ada yang berteriak, "Lu Bu kau bodoh dan pengecut ! Mati adalah mati mengapa kau takut mati dan menangis serta meraung-raung seperti anak kecil saja !!!"

Semua orang itu melihat, ternyata Zhang Liao lah yang berteriak seperti itu, dia sedang dibawa masuk oleh tentara untuk menemui Cao-Cao. Cao-Cao memerintahkan eksekusi Lu Bu.

Karena badannya yang besar dan tinggi serta kekuatannya, maka para prajurit tidak dapat mencekiknya ataupun mengantungnya dengan cara yang biasa. Dibutuhkan 7 orang yang menjerat leher Lu Bu dan membutuhkan waktu 1 jam sampai akhirnya Lu Bu mati kehabisan napas dan berhenti aliran darahnya. Tubuhnya kemudian digantungkan di gerbang kota dan disana burung2x memakan tubuhnya.

Sekarang Giliran Zhang Liao yang dibawa menemui Cao-Cao.

Menunjuknya dari atas Cao-Cao berkata, "Aku seperti mengenal wajahnya."

"Kau tidak mungkin melupakanku, Kau melihatku di Pu Yang" Kata Zhang Liao, "Tetapi sayang ....”

"Tetapi sayang untuk apa ?" Tanya Cao-Cao

"Api waktu itu tidak cukup besar untuk membakarmu, karena kau seorang pemberontak."

Cao-Cao lalu menjadi marah

"Berani sekali kau menghinaku !!!" Teriak dia dan dia mengeluarkan pedangnya untuk membunuh Zhang Liao.

Zhang Liao tidak bergeming, dia hanya menutup mata dan menyerahkan lehernya untuk ditebas. Lalu seseorang dibelakang Cao-Cao memegang tangan Cao-Cao dan didepannya berlutut seseorang dan berkata, "Perdana menteri, aku mohon padamu untuk menahan tanganmu !"


BAB 20

Liu Bei Memegang Tangan Cao-Cao yang marah dan akan segera membunuh Zhang Liao dan Guan Yu berlutut dihadapan Cao-Cao.

"Seorang yang memiliki keberanian seperti dia harus diampuni" Kata Liu Bei.

Guan Yu berkata, "Aku sangat mengetahui dia bahwa dia adalah orang yang setia dan sangat menjunjung tinggi kebenaran. Aku akan menjaminnya dengan nyawaku sendiri !"

Cao-Cao lalu menyingkirkan pedangnya dan tersenyum.

"Aku juga mengetahui Zhang Liao sebagai orang yang setia dan baik. Aku hanya mencobainya saja”, Kata Dia.

Cao-Cao melepaskan ikatan Zhang Liao dengan tangannya sendiri, dan memberikannya baju ganti serta mempersilahkannya duduk dikursi kehormatan. Perlakuan yang baik ini sangat menyentuh Hati Zhang Liao. Dia lalu segera bersujud dan menyerahkan dirinya. Dia lalu diangkat menjadi Komandan pasukan Kekaisaran.

Zhang Liao dikirim dalam suatu misi untuk melawan Zhang Ba, pimpinan bandit2x gunung. Zang Ba mendengar apa yang terjadi, dia langsung keluar dan menyerahkan dirinya. Dia diterima dengan sangat baik dan teman-temannya-- Sun Guan, Wu Dun dan Yin Li juga menyerah. Hanya Chang Xi yang tidak. Semua yang menyerah diperlakukan dengan baik dan diberikan jabatan dan tugas-tugasnyayang dapat mereka lakukan untuk membuktikan ketulusan mereka. Keluarga Lu Bu segera dikirim ke ibu kota dan berikutnya mereka dijadikan rakyat biasa.

Seluruh pasukan diberikan imbalan dengan sebuah perayaan, Kemah2x segera dibongkar dan pasukan dipindahkan ke Xu Chang. Ketika mereka melewati Xu Zhou, penduduk berbaris disepanjang jalan dan mereka memberi hormat pada pasukan pemenang itu. Mereka juga memohon pada perdana menteri agar Liu Bei diangkat menjadi pelindung daerah mereka.

Cao-Cao berkata, "Liu Bei telah melakukan jasa besar. Kau harus menunggu sampai dia akan diberikan penugasan resmi. Setelah itu dia akan dikirim ke daerah ini."

Penduduk bersujud sampai ketanah untuk menyatakan terima kasih mereka. Che Zhou, Jenderal pasukan berkuda Cao-Cao untuk sementara diperintahkan untuk menjaga daerah Xu Zhou.

Setelah pasukan tiba di Ibu Kota, imbalan diberikan kepada setiap pejabat dan jenderal yang telah berjasa. Liu Bei tetap berada di ibu kota dan tinggal di istana perdana menteri.

Keesokan harinya sidang istana diadakan dan Cao-Cao mengumumkan jasa-jasa Liu Bei yang akhirnya bertemu dgn kaisar Xian. Liu Bei bersujud ketika menghadap kaisar, Kaisar memanggilnya ke dalam aula utama dan bertanya mengenai asal usulnya.

Liu Bei berkata, "Pelayanmu ini adalah anak dari Liu Hong, Cucu dari Liu Xiong, yang merupakan keturunan langsung dari pangeran Sheng dari ZhongShan yang merupkan ponakan dari yang mulia kaisar jing (Berkuasa sekita 157 SM-141 SM).

Kaisar memerintahkan pejabat pencatat sejarah kekaisaran untuk memeriksanya di buku catatan kekaisaran. Dan sekertaris membacakan :

"Kaisar Liu Jing mempunyai 14 anak, dimana anak ke 7 adalah Liu Sheng, Pangeran dari ZhongShan. Sheng Memperanakan Liu Zhen, Penguasa dari LuChang.Zhen memperanakan Liu Ang, Penguasa dari Pei. Ang memperanakan Liu Lu, Penguasa dari Zhang. Lu memperanakan Liu Lian, penguasa dari Yi Shui. Lian memperanakkan Liu Ying, Penguasa dari Qin Yang. Ying memperanakkan Liu Jian, Penguasa dari AnGuo. Jian memperanakkan Liu Ai, penguasa dari Guang Ling. Ai memperanakkan Liu Xia, penguasa dari JiaoShui. Xia memperanakkan Liu Shu, penguasa dari Zu Yi. Shu memperanakkan Liu Yi, penguasa dari Qi Yang. Yi memperanakkan Liu Bi, penguasa dari Yuan Ze. Bi memperanakkan Liu Da, Penguasa dari Ying Chuan. Da memperanakkan Liu Bu Yi, penguasa dari FengLing. Bu Yi memperanakkan Liu Hui, penguasa dari Ji Chuan. Hui memperanakkan Liu Xiong, Gubernur di Zhuo. Xiong memperanakan Liu Hong yang tidak memiliki jabatan pemerintahan pusat ataupun memegang gelar apapun. Dan Liu Bei adalah anaknya."

Kaisar membandingkan catatan kekaisaran ini dengan catatan pribadi keluarga kerajaan dan menemukan bahwa kedua hal ini sama sehingga ini menyebabkan Liu Bei adalah paman dari kaisar berdasarkan keturunan. Kaisar tampak sangat senang dan meminta Liu Bei untuk pergi kesalah satu ruangan dimana dia bisa melakukan upacara yang diperbolehkan bagi seorang kaisar untuk menghormati pamannya. Didalam hatinya kaisar bergembira karena memiliki pahlawan perang seperti Liu Bei sebagai pamannya. Dan dia berencana untuk meminta dukungan Liu Bei untuk melawan Cao-Cao yang merupakan penguasa sebenarnya karena Cao-Cao telah mengambil semua kekuasaan kedalam tangannya dan kaisar hanyalah sebagai boneka saja. Kaisar memberikan jabatan Jenderal pasukan kiri kekaisaran dan Penguasa dari Yi cheng kepada Liu Bei.

Ketika perjamuan istana selesai, Liu Bei berterima kasih pada kaisar dan dia pergi dari istana. Dan sejak saat itu dilingkungan istana dia dipanggil "PAMAN KAISAR" ("LIU WANG ZHOU").

Ketika Cao-Cao kembali keistana perdana menteri, Xun Yu dan rekan-rekan penasehat lainnya pergi untuk menemui dia.

Xun Yu berkata, "Tidak ada untungnya bagimu tuan jika kaisar mengakui Liu Bei sebagai paman."

"Liu Bei mungkin di akui sebagai paman, tetapi dia berada dibawah perintahku karena aku yang mengatur titah istana. Dia pasti akan tunduk pada titah kekaisaran. Lagipula aku menahannya disini dengan alasan bahwa dia dapat dekat dengan kaisar yang merupakan anggota keluarganya dan dia akan seluruhnya berada dalam genggamanku. Tidak ada yang perlu kutakutkan dari dirinya. Pria yang aku takuti sekarang adalah Yang Biao yang merupakan keluarga dari kedua Yuan. Jika Yang Biao bersekongkol dengan mereka, dia adalah musuh dalam selimut dan dapat melakukan kerusakan yang parah. Dia harus di singkirkan segera”

Lalu Cao-Cao menyebarkan gosip bahwa Pejaga Kekaisaran Yang Biao berkerjasama dengan Yuan Shu dan akan memberontak. Atas hal ini Yang Biao di tangkap dan di penjara. Keputusan Hukuman mati sudah pasti akan didapatkannya, hanya menunggu sidang terlebih dahulu.

Tetapi Gubernur Dari Bei Hai, Kong Rong yang berada di ibu kota dia langsung memprotes Cao-Cao dan berkata, "Yang Biao datang dari keluarga yang terkenal karena kebajikannya untuk kurang lebih 4 generasi. Kau tidak dapat mengenakan tuduhan tak berdasar seperti itu padanya."

"Ini adalah keinginan yang mulia !" Jawab Cao-Cao.

"Jika Kiasar yang masih kanak-kanak, Cheng Dari Zhou menghukum mati raja muda Chao, apakah orang-orang akan percaya bahwa raja muda Zhou sebagai Wali Negara tidak ada hubungannya dengan hal itu ?"

Akhirnya Cao-Cao tidak jadi menjatuhkan hukuman mati, tetapi dia mengambil jabatan Yang Biao dan mengirim dia dan keluarganya kembali ke desa.

Penasehat kerajaan Zhao Yan, Seorang penentang dari perdana menteri, mengirimkan pesan kepada sidang istana untuk menurunkan Cao-Cao dari jabatan karena telah berani memecat menteri negara dari jabatannya tanpa titah kaisar. Cao-Cao lalu menangkap Zhao Yan dan langsung mengesekusinya. Hal ini membuat para pejabat yang lainnya ketakutan dan mereka hanya dapat diam.

Cheng Yu menasehati Cao-Cao, "Tuanku, Ketenaranmu setiap hari makin meningkat. Kenapa tidak mengambil kesempatan ini untuk menjadikan dirimu pangeran dari suatu wilayah tertentu ?"

"Masih terlalu banyak orang yang menentangku "Jawabnya, "Aku harus berhati-hati. Aku akan mengusulkan mengadakan perburuan kekaisaran untuk mengetahui apa yang harus kulakukan berikutnya."

Ekspedisi ini akhirnya disetujui dan mereka mengumpulkan ribuan kuda-kuda, burung2x elang pengintai dan anjing pemburu, mereka juga menyiapkan panah dan busur. Mereka juga mengumpulkan kekuatan besar2xan di depan gerbang kota.

Ketika Perdana menteri mengusulkan ekspedisi berburu ini, kaisar berkata bahwa dia takut hal ini bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan dalam keadaan sekarang ini.

Cao-Cao berkata, "Dijaman dahulu kala, penguasa membuat 4 kali ekspedisi berburu untuk menunjukan kekuatannya. Mereka disebut Sou, Miao, Xien dan Shou sesuai dengan urutan musim semi, panas, gugur,dingin. Sekarang ketika seluruh negeri dalam kekacauan, akan lebih bijaksana untuk mengadakan perburuan dengan maksud melatih tentara. Aku sangat yakin bahwa yang milia akan menyutujui."

Akhirnya kaisar dengan seluruh perlengkapan kekaisaran untuk melakukan perburuan kekaisarn mengikuti ekspedisi itu. Dia mengendarai kuda dan membawa busur yang terbuat dari gading gajah dan ujung anak panahnya terbuat dari emas. Kereta kudanya mengikutinya dari belakang. Liu Bei dan saudara2xnya berada didalam rombongan itu, masing-masing juga membawa panah dan busur. Setiap anggota yang ikut berburu mengenakan baju zirah dan jubah serta membawa senjatanya masing-masing, sementara mereka yang hanya menyertai berada didalam kereta kuda dan mengikuti dari belakang. Cao-Cao mengendarai sebuah kuda yang disebut "Petir kelabu" karena kudanya berwarna abu2x dan dapat berlari sangat cepat. Dalam ekspedisi itu juga dibawa pasukan khusus berjumlah 100.000 prajurit.

Perburuan ini berlangsung di daerah bernama Xu Tian dan pasukan2x itu segera menyebar dan mengelilingi daerah perburuan yang kira2x berukuran sebesar 100 km persegi. Cao-Cao berkuda sejajar dengan kaisar. Lalu pejabat negara yang mengikuti dibelakang mereka adalah semua orang-orang kepercayaan Cao-Cao. Lalu para jenderal, pejabat militer dan sipil, berusaha berkuda dibelakang mereka semua. Mereka tidak berani untuk maju kedepan dan masuk dalam kumpulan "pejabat" yang berkerja untuk Cao-Cao.

Suatu hari kaisar sedang berkuda menuju tanah perburuan dan memperhatikan bahwa pamannya yang baru diketahuinya sedang berdiri dan memberi hormat di sisi jalan.

"Aku sangat senang jika bisa melihat keahlian pamanku dalam berburu ", Kata kaisar.

Liu Bei langsung menaiki kudanya segera. Saat itu ada seekor kelinci yang sedang keluar dari lubangnya. Liu Bei menembak dan mengenai kelinci itu dengan panah pertamanya.

Kaisar, cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya, berkuda menuruni tanjakan. Tiba-tiba seekor rusa keluar dari semak2x. Dia menembak 3 panah tetapi semua tidak kena sasaran.

"Kau coba" Kata Kaisar kepada Cao-Cao.

"Pinjamkan aku busur yang mulia " Jawab Cao-Cao.

Mengambil busur dan anak panah emas itu. Cao-Cao menarik busur dan mengenai rusa itu dipunggungnya pada tembakan pertama. Rusa itu jatuh dan tidak dapat berlari lagi.

Sekarang Kumpulan pejabat melihat panah emas itu menancap di rusa yang terluka itu menyimpulkan bahwa kaisar lah yang menembakan panah itu, lalu mereka segera menuju kaisar dan bersujud serta berkata, "Semoga baginda yang mulia berumur panjang dan sehat selalu !" ("Yu Huang Wan Shui, Wan Shui, Wan Wan Shui.")

Cao-Cao segera berkuda ke depan kaisar dan bersikap seolah-oleh menerima pujian dari semua orang.

Mereka semua menjadi pucat, Guan Yu yang berada dibelakang Liu Bei sangat marah. Alisnya mengangkat tinggi dan matanya menatap tajam. Dengan senjata ditangan dia ingin segera maju kedepan dan membunuh Cao-Cao untuk sikapnya yang kurang ajar.

Tetapi Liu Bei dengan cepat menghalangi niatnya itu, dia menatap Guan Yu dan Guan Yu mengerti maksudnya dan tidak beranjak maju.

Liu Bei langsung bersujud pada Cao-Cao dan berkata, "Sebuah tembakan hebat, hanya sedikit orang yang dapat melakukannya."

"Ini hanyalah sebuah keberuntungan dari putra langit !" Kata Cao-Cao dengan tersenyum.

Lalu Cao-Cao membalikan kudanya dan memberikan penghormatan pada kaisar. Kaisar tidak membalas penghormatan itu.

Perburuan itu akhirnya berakhir dengan adanya perjamuan, semua tamu diundang untuk menikmati dan akhirnya mereka kembali ke ibu kota.

Guan Yu masih tetap marah kepada Cao-Cao mengenai kekurang ajarannya itu.

Suatu hari Guan Yu berkata pada Liu Bei, "Kakak, Mengapa kau mencegahku membunuh pemberontak itu dan membersihkan penjahat dari dunia ini ? Dia menghina kaisar dan mengacuhkan orang lain."

"Ketika kau melempar batu pada seekor tikus, hati2x dengan pot disekitarnya." Kata Liu Bei, "Cao-Cao berjarak sangat dekat dengan kaisar kita dan didalam keramaian seperti itu serta banyaknya pendukung dan orang-orang Cao-Cao. Jika dalam keadaan seperti itu kau mencoba membunuhnya dan gagal,apalagi jika sesuatu terjadi pada kaisar, maka kau mengerti apa yang akan terjadi pada kita semua bukan ?"

"Jika kita tidak menyingkirkannya hari ini, kejahatan yang lebih buruk akan muncul suatu hari nanti !" Kata Guan Yu.

"Tenanglah Saudaraku, Hal-hal semacam ini tidak dapat kita bicarakan dengan terbuka."

Kaisar dengan sedih kembali ke istananya. Dengan air mata di wajahya, dia menceritakan apa yang terjadi didalam perburuan itu kepada istrinya permaisuri Fu.

"Aku Sungguh Sial !" Kata Dia, "Dari hari pertama aku naik takhta, satu demi satu menteri yang kejam selalu muncul. Aku adalah korban kebiadaban Dong Zhuo. Lalu diikuti dengan pemberontakan Li Jue dan Guo Si dan aku harus menanggung sedih yang orang lain tidak pernah merasakannya. Lalu datang Cao-Cao ini yang kukira dapat membantuku mempertahankan harga diri kekaisaran, tetapi dia telah mengambil semua kekuasaan dari tanganku dan berbuat semaunya. Dia berkerja hanya untuk kemahsyuran dirinya sendiri. Beberapa waktu yang lalu didalam perburuan dia pergi kedepanku untuk menerima ucapan selamat dari pejabat-pejabat yang ditujukan padaku. Dia sungguh kurang ajar dan aku merasa dia mempunyai niat buruk terhadap diriku. Istriku, aku khawatir ajal kita akan mendekat lebih cepat dari perkiraan kita !"

"Didalam seluruh ruang sidang istana yang penuh dengan bangsawan dan pejabat, yang telah memakan hasil dari dinasti ini, apakah tidak ada yang akan menyelamatkan negara ini ?" Kata kaisar.

Lalu berbicaralah permaisuri dan pada saat yang sama majulah seorang pria yang berkata, "Jangan Khawatir yang mulia, Aku akan mencari penyelamat bagi kekaisaran ini."

Yang bebicara adalah ayah dari permaisuri yang bernama Fu Wan.

"Apakah kau telah mendengar berita mengenai tindakan Cao-Cao yang kurang ajar itu ?" Kata Kaisar sambil mengeringkan air matanya.

"Maksud baginda adalah kasus perburuan rusa itu ? Siapa yang tidak melihatnya ? Tetapi seluruh istana dipenuhi oleh orang-orangnya dan pengikutnya.Yang lainnya tidak cukup kuat untuk menghadapi pemberontak itu. Aku tidak memiliki otoritas dan kekuatan sehingga aku tidak dapat melakukan apapun, tetapi masih ada jenderal Dong Cheng, "PAMAN NEGARA", yang dapat melawannya."

"Dapatkan Paman Dong Cheng datang kesini untuk bertemu denganku dan berbicara padaku? Aku tahu dia mempunyai banyak pengalaman dalam menyelesaikan masalah2x kenegaraan."

Fu Wan menjawab, "Semua pengawal dan pegawai diistana ini adalah pengikut Cao-Cao dan hal seperti ini harus sangat dirahasiakan atau konsekuensinya akan sangat serius."

"Lalu apa yang dapat kita lakukan ?" Tanya kaisar.

"Satu-satunya rencana yang aku dapat pikirkan adalah mengirimkan hadiah berupa jubah dan ikat pinggang bertahtakan giok kepada Dong Cheng, dan dibalik ikat pinggang itu kita sembunyikan titah rahasia memberi dia kuasa untuk mengambil tindakan. Ketika dia sampai kerumah dan membaca titah itu, dia dapat dengan cepat merencanakan sesuatu dan saat itu tidak ada dewa diatas maupun setan di bawah neraka sana yang akan mengetahui hal ini ."

Kaisar menyetujui dan Fu Wan berpamitan. Kaisar dengan menggunakan darah dari jarinya menulis titah rahasia. Dia memberikan dokumen ini kepada permaisuri Fu untuk dijahitkan kedalam ikat pinggang itu. Ketika semua telah siap, dia memanggil Paman Dong Cheng untuk ke istana.

Dong Cheng menghadap dan setelah upacara protokol selsai, kaisar berkata, "Beberapa malam yang lalu aku sedang berbincang dengan permaisuri mengenai hari-hari dimana pemberontakan masih berkecamuk dimana-mana dan kami berpikir bahwa jasa-jasamu pantas mendapatkan hadiah."

Dong Cheng langsung bersujud dan berterima kasih. Lalu Kaisar mengantar Dong Cheng keluar dari aula resepsi menuju kuil leluhur dan mereka pergi ke Ruang "MENTERI BERBAKTI", dimana kaisar melakukan upacara kecil untuk memberi hormat kepada para pejabat negara sebelumnya dan salah satu yang di hormatinya adalah Lukisan Liu Bang, pendiri dinasti Han.

"Ketika leluhur kita mulai mendirikan dinasti ini, bagaimana dia memulainya ?" Tanya Kaisar.

"Yang mulia suka bercanda dengan hambamu ini, " Kata Dong Cheng yang cukup heran dengan pertanyaan itu”Siapa yang tidak mengetahui mengenai apa yang telah dilakukan leluhur kita itu ? Dia memulai hidup sebagai pejabat kecil di Sishang. Lalu dengan pedang dia membunuh ular putih, itu adalah awal bagi dirinya dalam perjuangannya demi kebenaran. Dengan Cepat dia menyatukan kekaisaran dan dalan 3 tahun dia telah menghancurkan Qin dan dalam 5 tahun juga termasuk menghancurkan Chu. Lalu dia mendirikan dinasti yang akan bertahan selamanya !"

"Sungguh hebat leluhur kita itu ! Sungguh lemah keturunannya ! Betapa menyedihkannya hal itu ! " Kata Kaisar.

Menunjuk pada lukisan dikiri dan kanan, Kaisar melanjutkan, "Apakah mereka berdua adalah Zhang Liang, Penguasa Dari Liu dan Xiao He, Penguasa dari Cuo ?"

"Memang benar, paduka. Leluhur kita banyak mendapat bantuan dari mereka berdua."

Kaisar lalu menoleh ke sekelilingnya dan dia kemudian berbisk pada dong cheng”Kau seperti mereka berdua, harus melindungi aku."

"Jasa-jasaku tidak pantas untuk mendapatkan kehormatan ini. Aku tidak berani membandingkan diriku dengan kedua orang itu" Kata Dong Cheng.

"Aku masih ingat bagaimana kau menyelamatkanku sebelumnya ketika kita lari dari ibukota Chang An. AKu tidak akan lupa dan aku tidak akan dapat memberikan imbalan yang pantas untuk hal itu."

Lalu menunjuk kepada jubahnya sendiri, kaisar melanjutkan, "Kau harus memakai ini, dan ikat pinggangku ini. Dan anggaplah ini artinya bahwa kau selalu dekat denganku."

Dong Cheng bersujud atas kebaikan hati kaisar, sementara kaisar memakaikan jubahnya pada Dong Cheng, dia berkata, "Perhatikan barang-barang ini baik-baik ketika kau sampai kerumah, dan bantulah kaisarmu menjalankan maksudnya."

Dong Cheng mengerti yang dimaksudkan, dia memakai jubah dan ikat pinggannya lalu berpamitan dan keluar dari ruangan itu.

Berita mengenai kedatangan Dong Cheng telah didengar oleh Cao-Cao yang dengan segera berangkat ke istana dan setelah Dong Cheng melewati gerbang Donghua, mereka bertemu dan Dong Cheng berusaha menghindarinya. Dong Cheng berjalan disisi jalan dan memberi hormat padanya.

"Darimana kau baru saja, paman negara ?" Tanya Cao-Cao.

"Yang mulia mencariku dan menyuruhku ke istana. Dia juga memberikan jubah dan ikat pinggang yang indah ini."

"Mengapa dia memberimu hadiah ini ?" Tanya Cao-Cao.

"Dia tidak melupakan bahwa aku telah menyelamatkan hidupnya diwaktu yang lalu."

"Lepaskan dan biarkan aku lihat." Perintah Cao-Cao.

Dong Cheng tahu bahwa ada titah rahasia disembunyikan disuatu tempat dalam benda-benda itu. Dan dia takut Cao-Cao akan mendapatkan titah itu, sehingga dia menolaknya dan tidak mau menuruti. Tetapi Cao-Cao kemudian memanggil pengawalnya dan mereka melepaskan ikat pinggang itu. Lalu Cao-Cao melihat itu dengan seksama.

"Ini benar-benar sebuah ikat pinggang yang indah." Kata Dia, "Sekarang bukalah jubahnya dan biarkan aku melihatnya."

Dalam hati Dong Cheng sudah ketakutan tetapi dia tidak berani membantah. Lalu dia menyerahkan jubahnya. Cao-Cao mengambil itu dan menerawangnya dan memeriksanya, bagian demi bagian.

Setelah dia melakukan ini semua, dia memakainya, Jubah dan ikat pingang itu lalu dia bertanya pada bawahannya, "Bagaimana dengan penampilanku ?"

"Sangat Gagah !" Mereka semua berkata.

Berbalik pada Dong Cheng, Dia berkata, "Apakah kau akan memberikan benda-benda ini padaku ?"

"Kaisar yang memberikannya padaku sebagai hadiah, Aku tidak berani memberikannya pada orang lain. Aku akan memberikan padamu jubah yang lainnya saja jika kau mau." Kata Dong Cheng.

"Pasti ada sesuatu maksud-maksud tertentu yang berhubungan dengan hadiah-hadiah ini ? Aku yakin pasti ada." Kata Cao-Cao.

"Mana aku berani ?" Kata Dong Cheng gemetar, "Jika kau memang ingin mengambilnya, maka aku harus menyerahkannya."

"Bagaimana aku berani mengambil apa yang kaisar telah berikan padamu ? Itu hanyalah sebuah gurauan." Kata Cao-Cao dengan tertawa.

Cao-Cao mengembalikan jubah dan ikat pinggang itu dan Dong Cheng dengan segera kembali ke rumahnya. Ketika malam tiba dan dia sedang sendirian didalam perpustakaannya, dia mengambil jubah itu dan melihatnya bagian demi bagian. Dia tidak menemukan apapun.

"Dia memberiku jubah dan ikat pinggang ini dan memerintahkan aku untuk melihatnya baik-baik. Artinya pasti ada sesuatu yang harus dilihat tetapi aku tidak dapat menemukan apapun. Apakah maksudnya ini ?" Dia merenung.

Lalu dia memeriksa ikat pinggangnya lagi. Dan dia tidak dapat menemukan sesuatu yang aneh atas hal itu. Dia menjadi bingung, dia memeriksa kedua barang itu berulang-ulang dan tidak dapat menemukan apapun. Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari tahu tetapi akhirnya dia kelelahan dan hampir tertidur. Dia menaruh ikat pinggang itu diatas meja dan jubanya dia gantungkan di pinggir tempat tidurnya. Tiba-tiba bara lilin jatuh diatasnya dan seketika itu juga membuat sebuah lobang kecil. Dong Cheng dengan cepat melihat bahwa ada sesuatu didalamnya, sesuatu berwarna putih dengan tulisan berwarna merah darah. Dia segera merobek lapisan itu dan mengambil keluar titah rahasia yang ditulis oleh kaisar dengan darahnya sendiri. Bunyi titahnya adalah "

"Dalam hubungan manusia, hubungan antara orang tua dan anak adalah yang pertama, dalam hubungan sosial lainnya. Antara Kaisar dan menteri adalah yang tertinggi. Saat ini, Cao-Cao yang licik adalah seorang tiran, dia memperlakukan kaisarnya dengan tidak hormat. Dengan dukungan dari pasukannya dia menghancurkan pondasi dasar pemerintahan dinasti. Dengan memberikan imbalan dan menghukum orang, dia telah menganggap bahwa kaisar sudah tidak ada. Aku telah bersedih siang dan malam. Aku takut kekaisaran akan segera hancur.

Kau adalah Menteri negara dan merupakan keluarga kaisar. Kau harus mengingat kebesaran dari pendiri dinasti ini dan mengumpulkan orang-orang yang setia dan berpikiran bersih untuk menghancurkan Cao-Cao dan merestorasi wibawa kekaisaran. Perbuatan ini akan pasti akan menyenangkan jiwa dari para leluhur pendiri dinasti.

Titah ini aku tulis dengan darah yang mengalir ditubuhku. Dan dipercayakan pada bangsawan yang mulia yang akan berhati2x menjalankannya dan tidak akan gagal menjalankan rencana kaisarnya.

Diberikan pada Era Jian An,tahun ke 4 dan bln ke 3 dimusim semi (tahun 199 M) "

Dong Cheng membaca titah ini dengan berlinang air mata. Dia tidak bisa tidur malam itu. Keesokan paginya dia kembali ke perpustakaannya dan kembali membaca titah itu. Tidak ada suatu rencana didalam titah itu. Dia berpikir keras apa yang dapat dia lakukan untuk menghancurkan Cao-Cao, tetapi tidak dapat memutuskan apa-apa. Lalu dia tertidur kembali di meja belajarnya.

Kebetulan Menteri Wang ZiFu yang merupakan teman baik Dong Cheng datang mengunjungi. Dan seperti biasa dia berjalan dalam rumah dong cheng tanpa perlu diantar karena semua orang telah mengenalnya. Dia langsung pergi keperpustakaan. Tuan Rumah yang sedang tertidur tidak terbangun dan Wang Zi Fu melihat walaupun sedikit tersembunyi bahwa yang dihadapannya adalah tulisan kaisar.

Bertanya-tanya apakah itu, Wang Zi Fu mengambilnya dan menaruhnya dalam celah bajunya.

Lalu dia bersuara keras, "Paman Dong Cheng, apakah kau sedang sakit ? Kenapa kau tertidur tengah hari seperti ini ?"

Dong Cheng lalu terbangun dan terkejut bahwa titah kaisar telah hilang. Dia sangat terkejut dan hampir jatuh ketanah.

"Jadi kau ingin menyingkirkan Cao-Cao ? Aku harus memberitahukannya" , Kata Wang Zi Fu.

"Jika begitu, saudaraku, Maka ini adalah akhir dari dinasti han." Kata Dong Cheng dengan mengeluarkan air mata.

"Aku hanya bercanda" Jawab Wang Zi Fu, "Leluhur2x ku juga melayani dinasti Han dan menikmati hasil dari dinasti ini. Apakah aku sudah membuang kesetiaanku ? Aku akan membantumu, saudaraku, sejauh yang aku bisa."

"Adalah sangat baik bagi negara ini jika kau berpikir begitu”Kata Dong Cheng.

"Tetapi kita harus mempunyai ruang lebih pribadi untuk membicarakan hal ini dan bersumpah bahwa kita akan mengorbankan segalanya demi dinasti han."

Dong Cheng mulai merasa sangat puas. Dia mengeluarkan segulung sutra putih dan menuliskan namanya dan mengecapnya dengan stempel namanya. Dan Wang Zi Fu juga melakukan hal yang sama.

Lalu Wang Zi Fu berkata, "Jenderal Wu Zi Lan adalah salah satu sahabat baikku. Dia akan setuju pada hal ini."

Dong Cheng berkata, "Dari semua pejabat dia istana, Komandan Chong Ji dan Penasehat Wu Shi adalah sahabat baikku, Aku yakin mereka akan mendukungku."

Lalu diskusi kemudian dilanjutkan. Kemudian pelayan memberitahukan bahwa kedua orang yang disebut dong cheng datang berkunjung.

"Ini adalah kehendak langit" Kata Dong Cheng dan dia meminta Wang Zi Fu untuk bersembunyi dibalik sebuah tirai.

Kedua tamu lalu diantar keperpustakaan dan setelah bertukar salam dan secangkir teh, Chong Ji bercerita mengenai insiden di perburuan antara Cao-Cao dan kaisar.

"Apakah kau tidak merasa marah karena hal ini ? "Tanya Chong Ji.

Dong Cheng menjawab, "Walaupun marah apa yang dapat kita lakukan ?"

Wu Shi berkata, "Aku akan membunuh orang ini, aku bersumpah tetapi aku tidak mempunyai orang lain untuk mendukungku."

"Seseorang harus rela berkorban demi negaranya dan tidak perlu takut akan hal itu." Jawab Chong Ji.

Pada saat ini Wang Zi Fu muncul dari balik tirai dan berkata, "Kalian berdua mau membunuh Cao-Cao! aku akan memberitahukannya pada dia mengenai hal ini dan paman Dong Cheng ini adalah saksiku."

"Seorang menteri setia tidak akan takut mati. Jika kami terbunuh, Kami akan menjadi hantu yang adalah lebih baik dibandingkan menjadi kaki tangan pengkhianat." Kata Chong Ji dengan marah.

Dong Cheng berkata, "Kami baru saja berbicara mengenai kalian berdua untuk masalah ini, Wang Zi Fu hanya bercanda."

Lalu dia mengeluarkan titah kaisar dan menunjukannya kepada kedua tamunya itu. Mereka menangis ketika selesai membaca titah itu. Mereka meminta agar nama mereka ditambahkan pada gulungan sutra putih itu.

Wang Zi Fu berkata, "Tunggu disini sebentar, aku akan mencari Wu Zi Lan dan mengajaknya kemari ."

Dia meninggalkan ruangan dan segera dia kembali lagi dengan temannya, yang juga menuliskan namanya disaksikan yang lainnya.

Setelah ini mereka masuk kedalam ruangan untuk minum-minum demi kesuksesan rencana mereka. Sementara itu datang Ma Teng Gubernur Xi Liang.

"Katakan aku sedang ada urusan" Kata Dong Cheng, "Dan tidak menerima tamu."

Penjaga pintu kemudian mengatakan hal itu kepada Ma Teng yang menjadi marah dan berkata, "Kemarin malam di gerbang Donghua, aku melihat dia keluar membawa jubah dan ikat pinggang. Sekarang dia berpura-pura sakit ? Aku tidak datang kemari hanya untuk diacuhkan, Kenapa dia menolak bertemu denganku ?"

Penjaga pintu kemudian masuk kembali dan mengatakan pada tuannya apa yang tamunya katakan itu dan tamu itu sangat2x marah. Lalu Dong Cheng berdiri, dan berkata pada rekan-rekannya dia akan segera kembali, dia pergi untuk menerima tamunya itu.

Setelah tamu itu memberi salam mereka berdua duduk, Ma Teng berkata, "Aku datang untuk berpamitan padamu, kenapa kau malah ingin menyuruhku pergi ?"

"Badanku kurang enak hari ini. oleh sebab itu aku tidak menantikan tamu hari ini." Kata Dong Cheng.

"Kau tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit. Mukamu menunjukan kau sehat2x saja." Kata Ma Teng.

Dong Cheng tidak dapat berkata apa-apa lagi dan terdiam. Ma Teng kemudia berdiri dan berjalan keluar.

Ma Teng menarik napas panjang dan berkata, "Tidak ada diantara mereka yang cukup baik. Tidak ada yang dapat menyelamatkan negara ini."

Kata-kata ini sangat menusuk hati dong cheng. Dia segera menghentikan tamunya itu dan berkata, "Siapa yang tidak cukup baik untuk menyelamatkan negara ? Siapa yang kau maksud ?"

"Insiden di perburuan hari itu, memenuhi seluruh dadaku dengan amarah. Tetapi jika kau, keluarga dekat kaisar, dapat melewati waktu dengan anggur dan keacuhan tanpa memikirkan apapun mengenai pemberontakan yang sedang terjadi, dimana lagi orang akan menemukan orang yang yang dapat menyelamatkan dinasti ?"

Tetapi Dong Cheng masih ragu dengan kata-kata ini. Berpura-pura terkejut, dia berkata, "Perdana menteri orang yang memiliki jabatan tinggi dan mempunyai banyak pengikut di istana. Kenapa kau mengeluarkan pernyataan seperti itu ?"

"Jadi kau menganggap bajingan Cao-Cao itu adalah orang baik ? "

"Aku harap kecilkan suaramu. Banyak mata dan telinga dekat dengan kita"

"Orang yang terlalu takut mati adalah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai hal-hal besar." Ma Teng berkata.

Ma Teng langsung melanjutkan langkahnya. Pada saat ini keraguan Dong Cheng telah sirna dan dia merasa Ma Teng adalah orang yang setia.

Lalu Dong Cheng berkata, "Jangan marah lagi, aku akan mempelihatkan sesuatu padamu."

Dia lalu membawa Ma Teng kedalam ruangan dan memperkenalkannya dengan tamunya yang lain dan dia menunjukan titah rahasia kaisar. Setelah Ma Teng membaca titah itu dia lalu setuju untuk bergabung dan menuliskan namanya.

"Ketika kau siap untuk beraksi, ingatlah bahwa seluruh kekuatan tentaraku siap untuk membantu." Kata Ma Teng.

Menunjuk pada mereka ber lima, "Kita membutuhkan 10 untuk urusan ini dan kita dapat berhasil menjalankan rencana kita."

"Kita tidak dapat mendapatkan orang-orang yang setia dan benar. Karena sekarang diistana banyak sekali antek-antek Cao-Cao disana. Satu saja orang yang salah maka akan menghancurkan semuanya.", Kata Dong Cheng.

Ma Teng berkata kepada mereka untuk membawa semua daftar pejabat. Dia membaca sampai dia menemukan nama Liu dari keluarga kaisar, kemudian dia menepuk tangannya dan berkata, "Kenapa tidak berkonsultasi dengan dia ?"

"Siapa?" Mereka semua bertanya.

0 Response to "BAB 11-BAB20"

Poskan Komentar

Powered by Blogger