BAB 31 - BAB 40

BAB 31

Cao-Cao segera mengejar Yuan Shao yang pasukannya telah kalah dan dia lari menlintasi sungai di utara dan menuju Li Yang. Dalam perjalanannya akhirnya Yuan Shao bertemu dengan salah satu jenderalnya yang bernama Jiang Yiqu yang dengan segera membawanya kebentengnya dan menenangkannya. Yuan Shao menceritakan mengenai kekalahannya pada Jiang Yiqu dan dengan segera sang jenderal segera mengumpulkan anak buat yuan shao yang terpencar-pencar. Mendengar bahwa tuan mereka masih hidup para prajurit itu segera berkumpul kembali dan masuk kedalam benteng, mereka mengerumuni tuannya itu seperti semut mencari gula.Karena itu Yuan Shao dengan cepat berhasil mendapatkan kekuatan lagi yang cukup untuk kembali ke Ji Zhou. Segera pasukan itu berangkat dan pada malam hari mereka berkemah dibukit Huang.

Malam itu ketika Yuan Shao sedang duduk2x dikemahnya, dia seperti mendengar suara orang bersedih. Dia lalu keluar secara diam-diam dan menemukan bahwa suara-suara itu berasal dari para prajuritnya yang saling menceritakan kesedihan mereka satu dgn yang lainnya. Ada yang bersedih karena kehilangan kakak. ada yang berduka karena adiknya tertinggal, ada yang menangis karena tidak mengetahui apa yang terjadi dengan keluarga mereka dan ada yang khawatir akan nasib teman-temannya. Dan semua berkata, "Jika saja Tuan Kita mendengarkan Tian Feng maka bencana ini tidak akan terjadi !"

Yuan Shao dengan sangat menyesal berkata, "Aku tidak mendengarkan saran tian feng, dan sekarang pasukanku telah dikalahkan dan aku hampir saja mati. Bagaimana aku dapat kembali dan melihat wajahnya ?"

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan kembali dan Yuan Shao bertemu dengan Feng Ji yang membawa pasukan bantuan, Kepada Feng Ji yuan Shao berkata, "Aku tidak mengindahkan kata-kata Tian Feng dan sekarang aku mengalami kekalahan. Aku terlalu malu untuk melihat mukanya karena hal ini."

Feng Ji yang iri pada Tian Feng segera menjawab, "Ya, Ketika dia mendengar berita mengenai kekalahanmu, walaupun dia dipenjara, dia bertepuk tangan dengan gembira dan berkata 'Tepat sekali, seperti yang telah kuperkirakan !' "

"Berani sekali dia mentertawaiku !! Akan kupastikan dia segera mati !" Kata Yuan Shao.

Segera Yuan Shao menulis surat dan mengirimkannya dengan sebilah pedang kecil untuk membunuh Tian Feng.

Sementara Penjaga penjara Tian Feng datang menemui dia suatu hari dan berkata, "Mewakili semua manusia yang ada, aku memberimu selamat."

"Ada kebahagiaan apa dan mengapa memberiku selamat ?" Kata Tian Feng.

Penjaga Penjara berkatam "Tuan Yuan Shao telah dikalahkan dan sedang dalam perjalanan kembali. Dia akan memperlakukanmu dengan hormat sekarang."

"Sekarang aku akan mati !" Kata Tian Feng.

"Kenapa kau berkata begitu tuan, ketika semua orang akan memberimu selamat ?"

"Tuan Kita terlihat sangat baik tetapi sebenarnya dia orang yang iri dan melupakan saran yang jujur. Jika saja dia menang maka mungkin dia akan memaafkanku. Sekarang karena dia telah kalah dan dipermalukan. Aku tidak mempunyai harapan lagi untuk hidup."

Tetapi penjaga penjara itu tidak mempercayai Tian Feng dan tidak lama setelah itu datanglah surat dan pedang dengan perintah untuk menghukum mati Tian Feng.

Penjaga penjara itu sangat terkejut, tetapi Tian Feng berkata, "Aku telah memperhitungkan semuanya dan aku tahu akan mati."

Penjaga penjara itu bersedih dan menangis.

Tian Feng berkata, "Seorang berbakat yang dilahirkan kedunia ini tetapi dia tidak dapat mengenali dan melayani tuan yang tepat adalah seorang yang ceroboh. Hari ini aku akan mati, tetapi aku tidak layak dikasihani."

Dengan kata-kata terakhirnya itu dia segera mengambil pedang dan memotong lehernya sendiri.

Dengan begitulah Tewaslah Tian Feng, semua yang mendengar nasibnya menangisinya.

Ketika Yuan Shao sampai di rumahnya di ji zhou, dia sedang kalut dan tidak bisa berpikir dengan tenang. Dia tidak menghadiri rapat untuk membahas masalah pemerintahan. Dia menjadi sakit berhari-hari dan hanya termenung dikamarnya. IStri keduanya yang bermarga Liu dan telah menggantikan istri pertama Yuan Shao yang telah meninggal datang untuk menemuinya untuk meminta Yuan Shao mengumumkan siapa yang akan mengantikannya apabila sesuatu terjadi padanya.

Sekarang Yuan Shao memiliki 3 putra, Yuan Tan adalah yang paling tertua dan merupakan komandan di Qing Zhou, Yuan Xi anak kedua adalah komandan di You Zhou dan Yuan Shang yang dilahirkan Lady Liu merupakan yang termuda. Dia sangat tampan dan memiliki wajah selayaknya bangsawan, dan dia merupakan favorit ayahnya. Jadi dia selalu berada dirumah dan bersama ibunya.

Setelah kekalahan Di Guan DU, Lady Liu selalu memaksa anaknya diumumkan sebagai pengganti ayahnya dan Yuan Shao memanggil 4 penasehatnya untuk mempertimbangkan masalah ini. Ke 4 penasehat ini kebetulan memilik pendapat yang berbeda-beda mengenai siapa yang harusnya menggantikan Yuan Shao. Shen Pei dan Feng Ji lebih menyukai Yang termuda. Xin Ping dan Guo Tu mendukung yang tertua.

Ketika mereka bertemu untuk rapat, Yuan Shao berkata,"Diluar perbatasan kita hanya ada perang dan kekacauan sehingga sangat diperlukansuatu kepastian dan kedamain didalam. Aku mengumpulkan kalian hari ini untuk menentukan siapakah yang pantas mengantikanku. Anak tertuaku sangat keras dan kejam, anak keduaku terlalu ceroboh dan tidak cocok. yang termuda memiliki rupa seperti pahlawan, menghormati orang bijak dan sangat baik pada para bawahannya. Aku berharap dia yang mengantikan, tetapi sebelumnya aku ingin mendengar pendapat kalian.

Guo Tu berkata, "Yuan Tan adalah yang pertama dilahirkan dan dia ada dalam posisi untuk memerintah, jika kau tidak menyerahkan pada yang tertua dan memberikan posisimu kepada yang lebih muda maka kau telah menabur benih pertentangan. Kekuatan pasukan kita sedang lemah dan musuh ada diperbatasan kita. jika kau menambah kelemahan kita dengan membuat pertentangan antara ayah dgn anak dan kakak dengan adik maka pertimbangkanlah bahwa musuh akan memanfaatkan keadaan ini."

Lalu seperti biasanya, Yuan Shao yang penuh keraguan tidak dapat memutuskan. Segera datang berita bahwa Yuan Tan anaknya datang dari Qing Zhou dengan 60.000 prajuritnya, Yuan Xi datang dari You Zhou dengan 50.000 prajuritnya dan keponakannya, Gao Gan datang dari Bing Zhou dengan 50.000 prajurit datang membantu. Dia segera mengalihkan perhatiannya untuk bersiap melawan Cao-Cao.

Ketika Cao-Cao mengerahkan pasukannya di tepian sungai kuning, para tetua yang berada didaerah itu segera membawa persembahan berupa makanan dan minuman untuk menyambutnya. Cao-Cao memperlakukan mereka dengan sangat hormat karena usia mereka yang telah lanjut.

Dia mengundang mereka untuk duduk dan berkata kepada mereka, "Para tetua sekalian, berpakah usiamu itu ?"

"Kami hampir berusia seratus tahun." Jawab Tetua desa itu.

"Aku sungguh2x meminta maaf apabila pasukanku menggangu desamu." Kata Cao-Cao.

Salah satu dari mereka berkata, "Ketika Jaman kaisar Huan memerintah, sebuah bintang kuning terlihat diatas Chu dan Song didaerah Barat Daya.Yin Kui dari Liao Dong, yang mempelajari astrologi kebetulan sedang menghabiskan malam disini dan dia berkata pada kami bahwa bintang itu merupakan pertanda bahwa 50 tahun kemudian akan ada seorang yang jujur dan benar akan lewat daerah ini. Dan sekarang hari ini adalah tepat 50 tahun sejak Yin Kui menjelaskan pertanda itu. Yuan Shao sangat keras pada rakyat dan mereka membenci dia. Kau, Tuan, mengerahkan tentara dalam nama kemanusiaan dan kebenaran, karena kau mengasihi rakyat dan menghukum yang jahat, dan setelah kau menghancurkan pasukan Yuan Shao di Guan du sama seperti yang pernah diramalkan Yin Kui. Sekarang semua orang mempunyai harapan lagi untuk kedamaian, semua hanya karean dirimu tuan."

"Bagaimana mungkin aku berani berasumsi bahwa yang dimaksud oleh Yin Kui adalah diriku ?" Kata Cao-Cao dengan tersenyum.

Arak disajikan dan hidangan dibawa masuk, dan para tetua setelah makan bersama diantar pulang dengan hadiah-hadiah dari sutra. Dan sebuah perintah dikeluarkan bahwa jika ada prajurit yang membunuh anjing ataupun burung milik penduduk desa, dia akan dihukum dengan hukuman pembunuhan. Dan prajurit mematuhinya dengan patuh. Sementara Cao-Cao merasa senang dihatinya.

Dikatakan bahwa total pasukan Yuan Shao yang berasal dari 4 wilayah memiliki kekuatan sebesar 230.000 prajurit dan mereka berkemah di Cang Ting. Cao-Cao dengan 100.000 prajuritnya bergerak mendekati mereka dan kemudian membuat perkemahan dengan pertahanan yang kuat.

Keesokan harinya kedua pasukan membuat formasi berhadapan satu sama lain. Cao-Cao lalu berkuda kedepan diikuti para jenderal-jenderalnya. Dan disisi lain tampak juga Yuan Shao ditemani oleh 3 anaknya, keponakannya dan para jenderalnya.

Cao-Cao berkata, "Yuan Shao, rencanamu telah gagal, kekuatanmu telah habis, mengapa kau masih menolak untuk menyerah ? Apakah kau menunggu sampai pedang tiba dilehermu itu ? Saat itu kurasa telah terlambat untuk menyerah."

Yuan Shao kemudian berbalik pada orang-orangnya dan berkata, "Siapa yang berani keluar berduel ?"

Anaknya yang bungsu, Yuan Shang sangat bersemangat untuk menunjukan kebolehannya dihadapan ayahnya, lalu dia segera mengambil sepasang pedangnya dan segera maju.

Cao-Cao menunjuk pada orang yang berkuda itu dan bertanya, "Adakah diantara kalian yang mengetahui siapakah dia ?"

"Dia adalah anak bungsu Yuan Shao," Balas orang-orang dibelakang Cao-Cao.

Belum selesai mereka berbicara, Shi Huan segera keluar dari barisan dan maju menjawab tantangan. Dia segera mengambil tombaknya. Keduapemimpin ini berduel beberapa saat. Kemudian Yuan Shang berpura-pura mundur dan Shi Huan yang merasa diatas angin segera mengejarnya. Yuan Shang diam-diam mengambil busurnya, lalu memasang anak panahnya, dia mencari kesempatan baik lalu segera berbalik badan dan menembak pada Shi Huan. Shi Huan yang terkejut berusaha menghindar tetapi mata kirinya tertusuk oleh panah itu. Shi Huan segera berteriak kesakitan dan terjatuh dari kuda yang berlari kencang, dia langsung tewas ditempat.

Yuan Shao yang melihat hal ini segera memberikan Signal untuk seluruh pasukannya maju menyerang. Dan segera seluruh pasukannya bergemuruh seperi suara petir mengelegar diangkasa, tanahpun serasa bergetar dalam setiap langkah pasukan Yuan Shao. Cao-Cao juga memerintahkan pasukannya maju dan menghadapi pasukan Yuan Shao yang hampir 2x lipat banyaknya dari pasukannya. Pembantaian hari itu berlangsung hingga hari petang, kedua belah pihak sama-sama mengalami korban yang besar. Suara Gong tanda mundur dibunyikan dan kedua pasukan mundur dan pertempuran berakhir untuk hari itu.

Ketika telah sampai kembali kekemah, Cao-Cao meminta saran pada para bawahannya untuk membuat rencana mengalahkan Yuan Shao. Lalu Cheng Yu mengusulkan suatu rencana yang disebut "10 Perangkap". Dia menyarankan Cao-Cao agar mundur sampai ke tepi sungai, dan menempatkan banyak pasukan bersembunyi disisi-sisi jalan yang dilewatinya. Yuan Shao pasti akan mengejar dia dan ketika telah tiba di pinggir sungai, Cao-Cao harus memerintahkan pasukannya untuk memilih bertempur mati-matian atau tenggelam didalam sungai.

Cao-Cao setuju dengan usul ini dan segera membagi pasukannya menjadi 11 BAGIAN. 10 bagian masing-masing berjumlan 5000 prajurit, mereka akan bersembunyi disisi2x jalan yang akan dilalui pasukan Cao-Cao. 5 bagian disebelah kiri dan 5 bagian disebelah kanan. Yang disebelah kiri dipimpin oleh Xiahou Dun, Zhang Liao, Li Dian, Yue Jing, Xiahou Yuan. yang dikanan dipimpin oleh Cao Hong, Zhang He, Xu Huang, Yu Jin, Gao Lan. Xu Chu memimpin sisa pasukan yang akan bergerak bersama Cao-Cao.'

Keesokan harinya, 10 bagian pasukan itu segera memulai duluan dan menempatkan diri mereka disisi kiri dan kanan. Pada malam harinya Cao-Cao memerintahkan agar pasukan menyerang tiba-tiba kemah yuan shao dan berpura-pura mundur. Malam itu Xu Chu memimpin pasukan dan menyerang dari segala sisi. Setelah hal ini dilakukan Xu Chu berpura-pura mundur dan Pasukan Yuan Shao datang mengejar. Gemuruh pertempuran tidak berhenti hingga pagi harinya, dan pada hari menjelang subuh pasukan Cao-Cao beristirahat di pinggir sungai dan mereka tidak dapat mundur lebih jauh lagi.

Lalu Cao-Cao berkata, "Sudah tidak ada jalan lagi, jadi kalian harus bertarung atau mati !"

Pasukan Cao-Cao yang sudah terdesak itu segera mengambil senjatanya lagi dan bangun serta bersiap-siap menghadapi pasukan Yuan Shao yang dating mengejar. Dimata mereka tidak ada lagi tampak ada ketakutan karena bagaimanapun mereka sudah diujung tanduk. Melawan atau mati, hanya itu pilihan mereka. Xu Chu segera memimpin prajuritnya maju menyerang ratusan ribu tentara Yuan Shao yang datang, Xu Chu yang maju dibarisan paling depan segera menerjang masuk pasukan musuh. Dia membunuh setidaknya 10 komandan Yuan Shao dan puluhan prajurit lainnya. Pasukan Cao-Cao yang tersisa 25.000 prajurit mengikuti dibelakangnya dan membunuh dengan membabi buta. Pasukan Yuan Shao yang ketakutan melihat aksi pasukan Cao-Cao ini segera berlarian dan menimbulkan kekacauan dibarisan belakang pasukan Yuan Shao .Banyak yang mati terbunuh karena teman sendiri atau terinjak kuda. Yuan Shao berusaha mundur dan kembali tetapi Cao-Cao terus menempelnya dari belakang. Kemudian tiba-tiba Bunyi genderang terdengar dan dari sisi jalan muncul pasukan penyergap yang pimpin oleh Gao Lan dan Xiahou Yuan. Yuan Shao mencari ketiga anaknya dan keponakannya dan mereka segera berusaha menerobos kepungan musuh. Setelah berusaha akhirnya mereka berhasil menerobos kepungan musuh itu dan segera pergi. 6 Li (3km) jauhnya mereka kabur dan kembali disergap oleh pasukan lain yang dipimpin oleh Yue Jing dan Yu Jin. Banyak dari pasukan Yuan Shao yang tewas hari itu. Mayat mereka berserakan disepanjang jalan sejauh 20 Li (10 Km) dan darah mengalir deras seperti air sungai. Lalu setelah berhasil melewati kepungan Yue Jing dan Yu Jin Pasukan Yuan Shao kembali disergap oleh Li Dian dan Xu Huang.

Disini mereka mulai kehilangan harapan dan segera berbelok kearah sebuah kemah tua didekat situ dan memerintahkan sisa-sisa pasukannya untuk membuat makanan dan beristirahat. Belum sampai makanan mereka siap dimasak, tiba-tiba Zhang Liao dan Zhang He segera menyerang perkemahan itu dan membantai banyak pasukan.

Yuan Shao segera menaiki kudanya sampai ke Cang Ting dimana kemah besarnya berada, ketika dalam perjalanan kudanya keletihan dan dia juga terlalu lelah. Tetapi dia tidak dapat beristirahat karena Cao-Cao datang mengejar. Yuan Shao berusaha sekuat tenaga untuk tetap memaksa kudanya untuk berlari. Tetapi tiba-tiba sekarang dihadapannya muncul pasukan penyergap muncul kembali dipimpin oleh Xiahou Dun dan Cao Hong. Yuan Shao segera berteriak keras sekali.

"Jika kita tidak bertarung mati-matian maka kita pasti akan dihabisi mereka !" Kata Dia.

Dan mereka semua beserta prajuritnya bertarung seperti harimau terluka. Anak keduanya Yuan Xi dan Keponakannya, Gao Gan terluka oleh panah dan kebanyakan dari prajuritnya telah mati atau menghilang. Dia segera mengumpulkan anak-anaknya dan menangis sedih. Lalu dia jatuh dan muntah darah. Dia segera dipapah, tetapi mulutnya terus mengeluarkan darah.

Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Telah banyak pertempuran kulalui dan tidak pernah kuberpikir akan begini hari ini. Langit tidak mendukungku. Kalian semua lebih baik kembali kedaerah masih2x dan bersumpah untuk melawan Cao-Cao sampai akhir."

Lalu Yuan Shao memeirintahkan Xin Ping dan Guo Tu secepat mungkin untuk mengikuti Yuan Tan ke Qing Zhou dan bersiap melawan pasukan Cao-Cao apabila daerah itu diserang. Yuan Xi diperintahkan untuk pergi ke You Zhou dan Gao Gan kembali ke Bing Zhou.

Mereka semua akhirnya berpencar dan segera mengumpulkan pasukan dan kuda untuk menahan serang Cao-Cao didaerah itu. Yuan Shao beserta anak bungsunya dan sisa-sisa pasukannya segera kembali ke Ji Zhou. Segala kegiatan militer diutara segera dihentikan sementara. Pasukan Yuan shao hanya tersisa kurang dari 20.000 prajurit.

Sementara itu Cao-Cao sedang membagikan hadiah bagi para pasukannya untuk kemenangan ini dan mata-mata dikirim keseluruh Ji Zhou untuk mencari informasi. Dia segera mengetahui bahwa Yuan Shao sedang sakit dan Yuan Shang serta Shen Pei memengang komando pemerintahan sekarang sementara kakak2xnya sedang kembali kedaerah masing-masing. Para penasehat Cao-Cao menyarankan agar Cao-Cao menyerang secepatnya.

Tetapi Dia menolak dan berkata, "Ji Zhou sangat besar dan memiliki persediaan yang banyak. Shen Pei adalah seorang ahli strategi. Aku harus sangat berhati-hati. Aku akan menunggu sampai musim gugur ketika semua lahan telah dipanen sehingga rakyat tidak sengsara."

Sementara rencana menghancurkan Ji Zhou sedang dibahas, tiba-tiba dating surat dari Xun Yu.

Surat itu berisi berita bahwa Liu Bei sedang memperkuat diri di Ru Nan dan dengan bantuan Liu Pi serta Gong Du mereka akan menyerang ibu kota karena mengetahui bahwa Cao-Cao sedang berada diutara. Dia meminta agar Cao-Cao segera kembali untuk membantu.

Berita ini membuat Cao-Cao gelisah. Dia kemudian meninggalkan Cao Hong untuk menjaga Tempat penyebrangan di tepi sungai. Sementara dia dan pasukannya segera kembali ke ibu kota.

Sementara itu Liu Bei dan bawahannya setelah menyusun rencana menyerang ibu kota, dia telah bergerak sampai ke gunung rang ketika Cao-Cao telah tiba di perbatasan daerah ibu kota. Liu Bei berkemah diatas bukit dan membagi pasukannya menjadi 3 bagian, dia mengirim Guan Yu masing-masing dengan 10.000 prajurit dan membuat pertahanan di daerah barat daya dan tenggara sementara dia dan Zhao Yun memimpin memimpim pasukan utama.

Ketika Cao-Cao mendekat, Liu Bei membunyikan genderang dan keluar sementara itu Cao-Cao sudah selesai mempersiapkan formasi pasukannya.

Cao-Cao menantang Liu Bei untuk keluar dan ketika akhirnya Liu Bei keluar dan berdiri dibawah bendera2xnya, Cao-Cao menunjuk padanya dan berkata, "Aku memperlakukanmu sebagai tamu kehormatan, tetapi sekarang kau telah berbalik dari kebenaran dan melupakan kebaikan ?"

Liu Bei menjawab, "Dengan menggunakan nama perdana menteri kau melakukan pemberontakan. Aku adalah keturunan langsung dari dinasti dan aku mengemban titah kaisar untuk membunuh pemberontak semacam dirimu ."

Ketika dia berkata seperti itu, dia mengeluarkan sebuah kain dan membacakan ulang titah kasiar yang pernah diserahkan pada Dong Cheng untuk menumpas Cao-Cao.

Cao-Cao segera marah dan memerintahkan Xu Chu untuk menantang Duel. Liu Bei memerintahkan Zhao Yun untuk keluar menghadapi. Kedua jenderal itu bertarung sampai 30 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu tiba-tiba muncul dua pasukan dari arah barat daya dan tenggara yang dipimpin oleh Guan Yu dan Zhang Fei. Akhirnya ketiga pasukan itu bergabung dan mneyerang secara bersama. Pasukan Cao-Cao yang baru melakukan perjalanan jauh masih sangat kelelahan dan akhirnya terpaksa harus mundur. Liu Bei tidak mengejar dan kembali kekemah.

Keesokan harinya Zhao Yun menantang duel lagi tetapi tidak dijawab oleh Cao-Cao. Dan Pasukan Cao-Cao berdiam diri saja selama 10 hari tanpa melakukan tindakan apapun. Lalu Zhang Fei menantang duel dan hal ini juga tidak dijawab oleh pasukan Cao-Cao. Liu Bei mulai merasa khawatir dgn keadaan ini.

Lalu tiba-tiba suatu kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi. Musuh berhasil merebut kereta persediaan yang dibawa oleh Gong Du dan segera Zhang Fei membawa 10.000 prajurit segera pergi menyelamatkan kereta persediaan itu. Dan berita buruk lainnya segera datang yang mengabarkan bahwa Xiahou Dun berhasil melewati jalan belakang dan akan menyerang Runan.

Dengan terkejut Liu Bei berkata, "Jika benar begitu. aku mempunyai musuh didepan dan dibelakangku. dan aku tidak punya tempat untuk lari."

Dia lalu mengirim Guan Yu untuk menyelamatkan kota dan berserta 10.000 prajuritnya Guan Yu berangkat. Suatu hari datang prajurit berkuda yg mengatakan bahwa Ru Nan telah jatuh, Liu Pi telah lari dari kota dan Guan Yu terkepung. Dan saat itu datang juga berita dari pasukan Gong Du yang mengatakan bahwa kereta persediaan telah berhasil direbut dan Zhang Fei sedang terkepung pasukan musuh.

Liu Bei memerintahkan pasukannya untuk bersiap-siap mundur. Tiba-tiba dari penjaga gerbang datang berita bahwa Xu Chu ada didepan gerbang dan menantang duel.

Liu Bei tidak mengijinkan pasukannya untuk keluar melawan. Mereka menunggu hingga langit gelap gelap dan Liu Bei memerintahkan agar para prajuritnya untuk makan dan bersiap bergerak. Ketika siap, pasukan infantri keluar terlebih dahulu dan diikuti pasukan berkuda, dan hanya meninggalkan beberapa prajurit dikemah untuk mengecoh musuh.

Setelah pergi beberapa Li jauhnya, mereka melewati suatu bukit kecil. Tiba-tiba obor2x bernyalaan dan dari atas bukit ada berteriak, "Jangan lari kau Liu Bei ! Aku, Perdana menteri telah menunggumu !"

Liu Bei segera memacu kudanya kearah daerah tidak ada prajurit secepatnya.

Zhao Yun yang berkuda disamping berkata, "Jangan takut tuanku, Ikuti saja aku !"

Dan dengan menyiapkan tombaknya, Zhao Yun seorang diri menerobos kepungan musuh dan membuka jalan bagi Liu Bei dibelakangnya. Liu Bei segera mengenggam pedang kembarnya (Shuan Jian) dan mengikuti dari belakang. Zhao Yun yang gagah perkasa tidak dapat ditahan pasukan Cao-Cao dan banyak pasukan Cao-Cao yang tewas ataupun terluka. Melihat hal ini Xu Chu segera datang dari atas bukit dan melawan Zhao Yun, Yu Jin dan Li Dian juga ikut turun bersamanya. Zhao Yun akhirnya dikepung oleh 3 jenderal beserta pasukannya. Tetapi dia telah berhasil membuka jalan bagi Liu Bei yang melihat bahwa tidak ada harapan untuk bertahan segera memacu kudanya memasuki hutan. Sedikit demi sedikit suara pertempuran hilang dan Liu Bei makin masuk jauh kedalam hutan seorang diri. Dia terus berkuda sampai menjelang matahari terbit, ketika tiba-tiba ada pasukan muncul dari arah depannya. Liu Bei sudah sangat ketakutan melihat pasukan ini, tetapi setelah mendekat ternyata pasukan ini dipimpin oleh Liu Pi. Mereka sedang mengawal keluarga Liu Bei dari kota Runan Yang telah jatuh ketangan musuh. Dengan mereka juga ada Sun Qian, Jian Ying dan Mi Fang.

Mereka berkata, "Serangan di Runan terlalu kuat untuk kami bertahan. dan karena itu kami berpikir untuk pergi dari sana, musuh mengikuti dan hanya karena jenderal Guan Yu datang tepat waktunya maka kami dapat selamat dari kehancuran."

"Aku tidak mengetahui dimana saudara2xku itu." Kata Liu Bei.

"Semua akan baik-baik saja jika kita pergi sekarang." Kata Liu Pi.

Mereka bergerak lagi kali ini dan belum mereka pergi jauh, tiba-tiba bunyi genderang perang terdengar dan tiba-tiba muncul Zhang He dengan ribuan prajurit.

Zhang He berteriak, "Liu Bei cepatlah turun dan menyerah !!!"

Liu Bei Sedang akan mundur ketika dia melihat bendera merah berkibar dikajauhan dan ternyata itu adalah pasukan yang dipimpin Gao Lan.

Dia akhirnya terjepit di depan dan jalan mundurnya di hadang musuh. Liu Bei melihat kelangit dan berkata, "Oh..langit, kenapa kau membawaku kedalam keadaan seperti ini ? Tidak ada lagi yang tersisa untukku selain kematian."

Dan dia segera mencabut pedangnya untuk membunuh dirinya sendiri.

Tetapi Liu Pi mencegahnya dan berkata, "Biarkan aku melawan dan menyelamatkanmu. Kematian tidak berarti apapun bagiku !"

Ketika dia berbicara begitu, Pasukan Gao Lan sudah siap menyerang. Kedua pemimpin dan pasukannya bertemu dan hanya dalam 3 jurus saja Liu Piterbunuh. Liu Bei dengan segera ikut menerjang melawan, tetapi saat itu tiba-tiba timbul kekacauan dibarisan belakang Gao Lan. Seorang pendekar seorang diri sedang membantai barisan belakang pasukan Gao Lan. Dia berkuda seperti orang kesetanan dan membantai siapa saja yang menghalanginya. Gao Lan yang berbalik dan mencoba melawan langsung tewas begitu melihatnya. Dia adalah Zhao Yun. Pasukan Gao Lan langsung kabur karena pemimpinnya tewas.

Kedatangannya tepat pada saatnya. Dia menyuruh agar Liu Bei beserta rombongannya mengikuti dibelakangnya. Dia maju berserta sisa pasukan Liu Pi dan menerjang pasukan Zhang He. Dia menusukan tombaknya kekiri dan kekanan, prajurit Liu Pi yang melihat pemimpinya ini begitu berani segera bersemangat kembali dan ikut membantai barisan depan pasukan Zhang He. Zhao Yun membuka jalan bagi Liu Bei, kemanapun dia pergi mayat2x dan potongan tubuh bergelimpangan dikiri dan kananya. Hari itu dia telah membunuh lebih dari 500 prajurit seorang diri dan tidak terluka sedikitpun. Prajurit-prajurit Zhang He tidak berani mendekatinya, Zhao Yun hanya berkuda pelan2x saja dan prajurit Zhang He langsung mundur selangkah. Hal ini langsung membuat Zhang He turun tangan sendiri dan menyerang Zhao Yun. Zhao Yun yang berhasil membuka jalan bagi Liu Bei segera berusaha menahan gempuran dari Zhang He, dia sengaja menarik Zhang He menjauhi Liu Bei. Tetapi akhirnya posisi Zhao Yun terdesak dipinggir jurang dan dia tidak bisa mundur lagi. Ketika dia mencoba mencari celah untuk lari, tiba-tiba dia melihat Guan Yu, Guan Ping dan Zhou Cang berserta 300 prajurit datang dan menyerang Pasukan Zhang He dari samping, Pasukan yang baru tiba ini juga tidak kalah hebatnya. Disetiap jalur yang mereka lalui prajurit Zhang He berjatuhan. Akhirnya Zhang He yang merasa keadaan tidak menguntungkannya segera memundurkan pasukannya. Liu Bei dan

pasukannya serta jenderal-jenderalnya bergabung kembali dan mencari tempat yang strategis untuk membuat kemah.

Liu Bei mengirim Guan Yu untuk mencari tahu kabar mengenai Zhang Fei. Xiahou Yuan yang berhasil membunuh Gong Du dan merebut kereta persediaan kemudian bertemu dengan Zhang Fei yang bertugas menyelamatkan Gong Du, tetapi Zhang Fei berhasil ditahan dan dikalahkan. Ketika Zhang Fei mundur, Yue Jing datang dan mengepung Zhang Fei.

Disinilah dia ditemukan oleh Guan Yu yang mendengar kabar ini dari beberapa pasukan Zhang Fei yang berhasil kabur. Guan Yu berserta pasukannya segera membantu Zhang Fei yang terkepung. Yue Jing yang melihat Guan Yu datang, segera memerintahkan pasukannya untuk mundur. Akhirnya Zhang Fei dan Guan Yu kembali. Segera mereka semua mendengar bahwa pasukan utama Cao-Cao mendekat. Liu Bei lalu memerintahkan Sun Qian untuk menjaga keluarganya dan mengirim mereka jalan terlebih dahulu, sementara dia dan yang lainnya berusaha menahan musuh. Dia menggunakan taktik mengulur waktu agar pasukan yang terluka dan keluarganya dapat selamat sampai ketempat yang aman. Terkadang dia keluar berperang, terkadang dia diam, tetapi sedikit demi sedikit dia mengurangi pasukannya yang diperintahkannya mundur. Melihat bahwa pasukan Liu Bei telah mundur terlalu Jauh, Cao-Cao tidak mengejar mereka.

Ketika Liu Bei mengumpulkan kembali pasukannuya, jumlahnya tidak sampai 1000 prajurit dan mereka bergerak secepatnya menjauhi pasukan Cao-Cao. Mereka pergi kearah barat. Setelah sampai ditepi sungai Han mereka

berkemah disekitar sana. Lalu para penduduk setempat bertanya siapakah nama pemimpin yang berkemah. Setelah mereka mengetahui dia adalah Liu Bei, mereka segera membawa daging dan arak.

Sebuah perjamuan diadakan di tepi sungai han yang berpasir itu.

Setelah meminum beberapa cangkir arak, Liu Bei mengumpulkan anak buahnya dan berkata, "Kalian semua tuan2x, memiliki kemampuan untuk menjadi penasehat dan bawahan seorang raja, tetapi nasibmu telah memilih untuk mengikuti aku yang bodoh ini. Hari ini bahkan aku tidak memiliki tempat yang dapat kukatakan rumahku, dan sungguh aku hanya menyebabkan kalian menderita. Oleh sebab itu aku berkata lebih baik kalian meninggalkan aku dan pergi berkerja kepada tuan yang lainnya dimana kalian dapat menjadi terkenal dan kaya."

Setelah mendengar kata-kata ini merek terharu dan menangis.

Guan Yu berkata, "Kakak, kau salah berkata seperti itu. Ketika Liu Bang bersaing dengan Xiang Yu, dia dikalahkan berkali-kali. Tetapi akhirnya dia menang di gunung 18 Li dan karena keberhasilannya itu dia mendirikan sebuah dinasti yang berkuasa selama 400 tahun. Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa yang terjadi dalam hidup seorang prajurit dan kenapa sekarang kau harus menyerah ?"

"Sukses dan gagal memiliki saatnya masing-masing." Kata Sun Qian, "Dan kita tidak terlalu bersedih. Jing Zhou adalah milik salah satu familimu yang bernama Liu Biao. Daerahnya kaya dan subur. Liu Biao juga merupakan keluarga kekaisaran, mengapa kau tidak pergi kepadanya saja ?"

"Aku takut dia tidak mau menerimaku." Kata Liu Bei.

"Jika begitu biarkan aku pergi dan menyiapkannya untukmu. Aku akan membuat Liu Biao keluar dan menyambutmu diperbatasannya."

Lalu dengan persetujuan Liu Bei, Sun Qian segera berangkat secepatnya dan pergi ke Jing Zhou. Ketika upacara penyambutan selesai, liu biao menanyakan apa maksud kedatangannya.

Kata Sun Qian, "Paman Liu Bei adalah salah satu pahlawan saat ini, walaupun sekarang ini dia tidak mempunyai pasukan dan daerah tetapi pikirannya selalu tertuju bagaimana merestorasi dinasti Han.di Runan ada dua pemimpin bernana Gong Du dan Liu Pi yang walaupun bukan keluarga tetapi maumengorbankan nyawanya untuk bersama dengan paman Liu Bei merestorasi kekaisaran. Kau, Tuan adalah berasal dari akar yang sama dengan paman Liu Bei. Baru2x ini dia mengalami kekalahan dan mencoba mencari tempat berlindung pada Sun Quan, tetapi aku mengatakan kenapa tidak memilih keluarga dibandingkan dengan seorang pelayan saja. AKu memberitahu dia bahwa kau, tuan, adalah seorang yang baik kepada para terpelajar, dan bijak sehingga orang-orang berbakat akan datang kepadamu seperti air dari laut timur. Dan tentunya kau akan menunjukan kebaikan hatimu kepada orang yang memiliki leluhur yang sama seperti dirimu. Karen itu aku dikirim kesini untuk menjelaskan masalahnya dan menunggu perintahmu."

"Dia adalah saudaraku." Kata Liu Biao, "Dan aku telah lama ingin bertemu dengannya, tetapi belum ada kesempatan. Aku akan sangat senang jika sekarang dia mau datang ketempatku."

Cai Mao yang duduk disitu segera berdiri dan berkata, "Jangan ! Liu Bei pertama mengikuti Lu Bu, Lalu Cao-Cao dan terakhir Yuan Shao. Dan dia tidak pernah benar-benar tunduk pada orang-orang ini. Jika Dia datang kemari pasti Cao-Cao akan segera menyerang kemari. Lebih baik kau penggal utusan ini dan serahkan kepalanya kepada Cao-Cao sebagai persembahan. Dia pasti akan memberikan hadiah pada tuanku."

Sun Qian tetap duduk tenang dan berkata, "Aku tidak takut akan kematian. Liu Bei adalah orang yang benar dan setia kepada negara sehingga dia tidak cocok dengan Lu Bu, Cao-Cao ataupun Yuan Shao. Memang benar dia mengikuti mereka untuk sementara, tetapi itu karena terpaksa. Sekarang dia tahu bahwa tuanmu adalah bagian dari keluarganya, jadi karena mereka berdua memiliki leluhur yang sama dan itu sebabnya mengapa dia datang jauh2x untuk bergabung dengan tuanmu. Bagaimana kau dapat memfitnah orang baik seperti itu ?"

Liu Biao memerintahkan Cai Mao untuk diam dan berkata, "Aku telah memutuskan dan kau tidak perlu berbicara apa-apa lagi."

Cai mao langsung meninggalkan ruangan rapat itu.

Lalu Sun Qian diperintahkan kembali dan mengijinkan Liu Bei untuk datang, Liu Biao menjemput Liu Bei 20 Li (10 Km) jauhnya dari kota untuk menemuinya.

Ketika Liu Bei tiba, dia berlaku sangat sopan pada Liu Biao dan Liu Biao pun memperlakukannya dgn hormat. Lalu Liu Bei memperkenalkan kedua saudara angkatnya kepada Liu Biao dan mereka bersama memasuki kota Jing Zhou dimana Liu Bei tinggal dikediaman Liu Biao.

segera setelah Cao-Cao mengetahui dimana musuhnya berada, dia berniat menyerang Liu Biao, tetapi Cheng yu mencegahnya dan berkata bahwa Yuan Shao walaupun telah kalah tetapi masih memiliki cukup kekuatan untuk menyebabkan "luka" pada Cao-Cao.

Dia berkata, "Tuanku harus kembali keibu kota untuk mengistirahatkan pasukan sehingga mereka akan siap untuk menyerang keutara dan selatan ketika musim semi tiba."

Cao-Cao menerima usul itu dan dia pergi ke ibu kota segera. Pada bulan pertama ditahun ke 8 jaman pemerintahan Jian An atau 13 tahun masa pemerintahan kaisar Xian. Cao-Cao segera memikirkan untuk berperang dan dia segera mengirim pasukan ke Runan sebagai tindakan pencegahan apabila Liu Biao merencanakan menyerangnya. Lalu setelah mengatur pertahanan di ibukota, dia berserta pasukan besarnya pergi ke Guan Du dan akan menyerang Ji Zhou.

Sementar itu Yuan Shao yang sebelumnya sakit, sekarang telah merasa lebih baikkan dan mulai memikirkan bagaimana caranya menyerang ibu kota Xu Chang. Tetapi Shen Pei segera menasehatinya dan berkata, "Kau belum sembuh benar dari penyakitmu. akan lebih baik untuk mengkonsolidasikan pasukan kita didalam dan membuat pertahanan."

Ketika berita mengenai kedatangan pasukan Cao-Cao tiba, Yuan Shao berkata, "Jika kita membiarkan musuh untuk mendekat ke kota sebelum kita sampai ditepi sungai, kita akan kehilangan kesempatan. Aku harus pergi untuk memukul mundur musuh."

Saat itu anaknya, Yuan Shang menyela dan berkata, "Ayah, Kau belum sembuh benar dan tidak baik untuk berpergian terlalu jauh. Biarkan aku memimpin tentara melawan musuh."

Yuan Shao menyetujui hal itu dan segera dia mengirim pesan ke Qing Zhou, You Zhou dan Bing Zhou memanggil anak-anaknya yang lain dan keponakannya untuk bergabung melawan Cao-Cao.


BAB 32

Yuan Shang sangat bangga dengan keberhasilannya membunuh Shi Huan dan tanpa menunggu lagi kehardiran dari kakak2xnya yang lain, dia keluar membawa pasukan berkekuatan 30.000 prajurit ke Li Yang untuk menemui pasukan Cao-Cao.

Zhang Liao keluar dan menantang dia berduel, Yuan shang segera menyetujuinya dan dia menggunakan tombak kali ini. Tetapi duel tidak berlangsung lama, hanya dalam 3 jurus saja Yuan Shang sudah merasakan kekuatan Zhang Liao dan dia akhirnnya mundur. Zhang Liao menyerang dengan kekuatan penuh dan Pasukan Yuan Shang tidak dapat menahan mereka. Yuan Shang segera kabur kembali ke Ji Zhou. Kekalahannya sangat telak dan ini membuat Shock ayahnya yang segera muntah darah lagi ketika mendengar berita ini.

Lady Liu, Istrinya segera memerintahkan pengawal untuk membawa Yuan Shao ke ranjang, tetapi YuaN Shao sudah sangat sekarat sekarang dan lady liu merasa perlu bersiap-siap untuk yang terburuk. Jadi dia memerintahkan Shen Pei dan Feng Ji untuk mengurus masalah suksesi. Mereka datang dan berdiri didepan ranjang Yuan Shao, tetapi saat ini Yuan Shao sudah tidak dapat berbicara lagi. Dia hanya mengerakan tangannya saja untuk berkomunikasi.

Istrinya lalu berkata, "Apakah Yuan Shang yang akan mengantikan dirimu ?"

Yuan Shao menganggukan kepalanya. Shen Pei disampingnya segera menuliskan surat wasiat terakhir Yuan Shao yang sedang sekarat. Tiba-tiba Yuan Shao mengejang kesakitan dan dari mulutnya dia memuntahkan darah lagi. Akhirnya dia meninggal di usianya yang ke 54 tahun.

Shen pei dan beberapa orang lainnya segera menyiapkan upacara untuk berduka. Lady Liu segera menghukum mati 5 orang selir favorit Yuan Shao karena cemburu, tidak hanya dibunuh, dia juga mencukur rambut dari selir-selir itu dan merusak muka mereka agar arwah dari selir-selir itu tidak dapat bersatu kembali dengan suaminya yang baru saja meninggal. Anaknya juga mengikuti ibunya dengan kekejaman yang sama. Dia membunuh semua keluarga selir itu agar mereka tidak membalaskan dendamnya.

Shen Pei dan Feng Ji mendeklarasikan Yuan Shang sebagai pengganti Yuan Shao dengan titel Jenderal Besar (Da Jiang Jun) dan Penguasa besar 4 daerah (Se Luo Ting Hao). Mereka juga mengirimkan berita pada kaisar mengenai kematian Yuan Shao.

Pada saat ini Yuan Tan, Anak tertua telah mengerahkan tentaranya untuk melawan Cao-Cao. Tetapi ketika mendengar kematian ayahnya, dia segera memanggil Guo Tu dan Xin Ping untuk meminta nasehat.

"Dengan tidak adanya dirimu, tuanku." Kata Guo Tu, "Kedua penasehat dari adikmu itu pasti akan mengangkat adikmu sebagai pengganti ayahmu. Karena itu kau harus bertindak cepat."

"Kedua orang itu, Shen Pei dan Feng Ji. Telah merencanakan hal ini." Kata Xin Ping,"Jika kau pergi kesana, kau akan mengalami musibah."

"Lalu apa yang harus kulakukan ?" Tanya Yuan Tan.

Guo Tu menjawab, "Pergi dan berkemahlah didekat kota dan kita akan melihat terlebih dahulu apa yang mungkin terjadi. Aku akan masuk kedalam dan bertemu dengan mereka."

Segera Guo Tu memasuki kota dan meminta bertemu dengan Pemimpin yang baru.

"Kenapa kakakku tidak datang ?" Tanya Yuan Shang setelah mereka mengucapkan salam.

Guo Tu berkata, "Dia tidak bisa datang karena dia sedang kurang enak badan."

"Atas perintah dari ayahku, aku diangkat menjadi pemimpin yang baru. Sekarang aku akan mengangkat Kakakku sebagai JENDERAL PASUKAN KUDA TERBANG (Ma Fei Jiang jun) dan aku harap dia segera pergi untuk menyerang Cao-Cao yang saat ini sedang melintasi perbatasan kita. Aku akan segera mengikuti begitu pasukanku siap."

"Tidak ada satu orangpun di kemah kami yang dapat memberikan nasehat," Kata Guo Tu, "AKu berharap untuk dapat meminta Shen Pei dan Feng Ji ikut."

"Aku jg membutuhkan saran dari kedua orang ini," Kata Yuan Shang, "Dan karena aku selalu menggunakan strategi dan taktik. Aku tidak dapat kehilangan mereka."

"Jika begitu aku meminta 1 diantara 2 orang itu untuk ikut denganku." Jawab Guo Tu.

Yuan Shang tidak bisa tidak selain menyetujui usul ini, lalu dia memerintahkan kedua orang itu untuk memilih sendiri siapa yang akan pergi. Feng Ji yang ternyata akan ikut dengan Guo Tu, Dia menerima Stempel penugasannya Lalu pergi bersama Guo Tu kembali kekemah. Tetapi ketika dia tiba, dia menemukan Yuan Tan berada dalam kondisi baik-baik saja dan dia merasa curiga dan mengundurkan diri.

Yuan Tan dengan marah menolak menerima pengunduran dirinya dan segera akan memerintahkan menghukum mati dia. Tetapi Guo Tu berusaha menasehati dengan berkata, "Cao-Cao ada diperbatasan kita, dan Feng Ji harus ditahan disini untuk menghindari kecurigaan adikmu. Setelah kita mengalahkan Cao-Cao, kita dapat dengan segera mencoba mengalahkan Ji Zhou."

Yuan Tan setuju dan segera bergerak untuk melawan Cao-Cao. Dia mencapai Li Yang dan segera menantang musuh. Dia memilih Wang Zhao untuk keluar dan berduel. Cao-Cao mengirim Xu Huang untuk melawan. Keduanya bertemu dan berduel, tapi tak berapa lama Wang Zhou akhirnya terbunuh. Segera pasukan Cao-Cao maju menyerang dan Yuan Tang mengalami kekalahan. Yuan Tan memundurkan pasukannya ke Li Yang dan disana dia meminta adiknya untuk segera mengirim bantuan.

Yuan Shang dan penasehatnya Shen Pei mendiskusikan masalah ini dan hanya mengirin 5000 prajurit. Cao-Cao mengetahui pengiriman bantuan ini segera memerintahkan Li Dian dan yue Jing untuk mencegatnya dijalan dan 1/2 dari pasukan yang dikirim musnah. Ketika Yuan Tan mengetahui jumlah pasukan yang dikirim dan cerita mengenai kekalahan mereka, dia menjadi sangat marah dan mengancam Feng Ji.

Feng Ji berkata, "Biarkan aku menulis surat pada Tuanku dan berharap dia akan datang."

Lalu Feng Ji menulis surat dan segera surat itu dikirimkan. Ketika surat itu tiba, Yuan Shang sekali lagi meminta saran Shen Pei. Shen Pei berkata,"Guo Tu adalah penasehat Kakakmu dan orang itu penuh dengan tipu muslihat. Sebelumnya dia pergi karena Cao-Cao berada diperbatasan. Jika Cao-Cao kalah, pasti dia akan mencoba menyerangmu. Lebih baik kita tetap bertahan dan biarkan Cao-Cao menghancurkan musuh kita."

Yuan Shang Mengikuti saran ini dan tidak mengirimkan bantuan. Ketika utusan itu kembali dan tidak membawa pasukan, yuan tan sangat marah dan segera menghukum mati Feng Ji. Dia juga mulai membicarakan mengenai menyerahkan diri kepada Cao-Cao. Segera mata-mata membawa berita ini pada Yuan Shang dan Shen Pei dimintai sarannya.

Yuan Shang berkata, "Jika Yuan Tan pergi kepada Cao-Cao, mereka berdua akan menyerang Ji Zhou dan kita akan berada dalam keadaan bahaya."

Akhirnya Shen Pei dan jenderal Su You ditinggalkan untk menjaga kota dan Yuan Shang mengerahkan pasukannya untuk membantu kakaknya itu.

"Siapa yang berani memimpin didepan ?" Tanya Yuan Shang.

Lalu majulah dua orang bernama Lu Xiang dan Lu Kuang, dua orang kakak beradik. Mereka menjadi sukarelawan untuk memimpin didepan, 30.000 prajurit diberikan pada mereka dan diperintahkan agar segera berangkat menuju Li Yang.

Yuan Tan senang bahwa adiknya mengirim bantuan dan segera dia meninggalkan semua pemikiran mengenai menyerah pada musuh. Dia bertahan didalam kota, sementara pasukan adiknya itu berkemah diluarkota dan menempatkan pasukannya pada titik2x strategis.

Tidak lama kemudian, Yuan Xi dan Gao Gan tiba dengan pasukannya masing-masing dan berkemah di luar kota.

Pertempuran terjadi setiap hari dan Yuan Shang selalu kalah. Pada bulan ke 2 tahun 8 Masa Jian an tahun ke 13 pemerintahan kaisar Xian. Cao-Cao menyerang secara terpisah ke 4 pasukan itu dan menang. Keluarga Yuan terpaksa meninggalkan Li Yang dan mundur ke Ji Zhou. Cao-Cao terus mengejar mereka, Yuan Shang dan Yuan Tan segera masuk kedalam kota dan bertahan didalam benteng, sedangkan Yuan Xi dan Gao Gan berkemah di samping kota sejauh 20 Li (10 Km). Cao-Cao menyerang kota itu sering sekali tetapi tidak berhasil merebutnya, Gui Jia datang dan memberi saran.

Dia berkata, "Aku mendengar ada persengketaan didalam keluarga Yuan karena yang tua tidak mendapatkan haknya dan digantikan yang muda. Kakak dan adik itu memiliki kekuatan yang sama dan dengan pendukungnya masing-masing. Jika kita menyerang mereka maka mereka akan bersatu, jika kita sabar, mereka akan melemahkan diri mereka satu sama lain karena perselisihan keluarga. Karena itu ada baiknya kita mengirim pasukan untuk mengurangi kekuatan Liu Biao di Jing Zhou dan biarkan perselisihan keluarga itu berkembang. Ketika mereka telah saling menghancurkan barulah kita serang mereka dan menyelesaikan semua masalah."

Cao-Cao setuju dengan rencana ini. Dia lalu memerintahkan Jia Xu menjadi Gubernur di Li Yang dan Cao Hong menjaga Guan Du, pasukan Cao-Cao pergi ke Jing Zhou.

Kedua saudara itu, Yuan Tan dan Yuan Shang memberi selamat satu sama yang lainnya karena musuh mereka telah mundur. Yuan Xi dan Gao Gan segera kembali membawa pasukan mereka kedaerah masing-masing.

Lalu pertengkaran terjadi. Yuan Tan berkata pada Guo Tu dan Xin Ping, "Aku adalah yang tertua dan sudah seharusnya aku menggantikan ayahku, sementara adikku anak dari istri ayahku yang kedua menerima apa yang seharusnya menjadi milikku. Hati sangat sedih saat ini."

Kata Guo Tu, "Bawalah pasukanmu berkemah diluar dan undang adikmu serta shen pei untuk pergi ke perjamuan yang kau adakan. Setelah mereka disana segeralah bunuh mereka maka seluruh masalah akan selesai dengan mudah."

Dan Yuan Tan pun setuju dengan rencana ini. Kebetulan penasehat Wang Xiu datang dari Qing Zhou dan menemui Yuan Tan mendengar masalah ini.

Wang Xiu menentang usul ini dan berkata, "Saudara adalah seperti bagian tubuh kita sendiri. Bagaimana mungkin kau pada saat genting ini akan memotong tanganmu sendiri ? Jika kau melukai saudaramu maka siapakah diseluruh dunia ini yang akan kau sebut keluarga ? Orang itu, Guo Tu adalah seorang berbahaya yang suka menghasut, dia akan menyulut pertengkaran diantara saudara untuk keuntungan sementara saja. Aku Mohon padamu untuk menutup telingamu dan tidak mendengarkan kata-katanya."

Hal ini membuat kesal Yuan Tan dan dengan marah dia menyuruh Wang Xiu pergi, sementara itu dia juga mengirimkan undangan kepada adiknya.

Yuang Shang dan Shen Pei membicarakan masalah ini.

Shen Pen berkata, "Aku mengetahui bahwai ini hanyalah salah satu strategi Guo Tu dan jika kau pergi, tuanku, kau akan menjadi korban rencana mereka. Lebih baik kita menyerang mereka sekarang juga."

Segera Yuan Shang memimpin pasukan. Kakaknya Yuan Tan melihat adiknya datang dengan 50.000 prajurit, dia mengetahui bahwa rencananya telah gagal. Lalu dia segera membawa pasukan yang hampir sama banyaknya, Yuan Tan memaki-maki Yuan Shang dimedan pertempuran.

"Kau meracuni ayah dan mengambil tahtaku dan sekarang kau datang untuk membunuh aku, kakakmu sendiri ?"

Perangpun dimulai, Yuan Shang ikut dalam medan pertempuran. Dia memerintahkan pasukannya untuk menyerang sekuat tenaga dan berhasil mengalahkan kakaknya itu. Yuan Tan lari ke Ping Yuan dan Yuan Shang menarik kembali pasukannya kedalam kota.

Yuan Tan dan Guo Tu kembali merencanakan penyerangan baru dan kali ini mereka memilih jenderal Cen Bi sebagai pemimpin pasukan. Yuan Shang keluar menemui dia. Ketika kedua belah pihak telah selesai menyusun formasi pasukannya, bendera2x dikibarkan dan genderang perang dibunyikan. Cen Bi maju kedepan dan menantang duel dan memaki musuhnya itu. Awalnya Yuan Shang akan menjawab sendiri tantangan itu, tetapi Lu Kuang telah lebih dahulu keluar. Lu Kuang dan Cen Bi hanya bertarung beberapa jurus saja dan akhirnya Cen Bi tewas. Pasukan Yuan Tan sekali lagi dikalahkan dan lari ke ping yuan. Shen Pei segera meminta tuannya untuk menekan terus dan Yuan Tan akhirnya dipaksa kembali kedalam kota Ping Yuan dimana disana dia hanya bertahan dan tidak bertempur keluar. Lalu kota itu dikepung dari 3 sisi oleh pasukan Yuan Shang.

Yuan Tan bertanya pada penasehatnya apa yang harus dilakukan kemudian, Dan Guo Tu berkata, "Dikota bahan makanan sudah mulai menipis dan musuh sedang bersemangat akibat kemenangan2x yang didapatnya, saat ini kita tidak mampu menghadapi mereka. Saranku adalah kirim seseorang untuk mengajukan penyerahan diri pada Cao-Cao dan meminta dia untuk menyerang Ji Zhou. Adikmu akan terpaksa untuk segera kembali. Jika Cao-Cao sepertinya sudah akan menang maka kau akan membantu adikmu untuk melawan Cao-Cao dan karena Cao-Cao harus mendatangkan persediaannya dari tempat yang jauh maka kita akan dengan mudah menekannya. Dengan begini kita dapat mengambil Ji Zhou dan memulai rencana besar kita."

"Jika aku ingin menjalankan rencana ini, siapakah orang yang akan dikirimkan sebagai utusan ?"

"Aku mengusulkan Xin Pi, adik dari Xin Ping. Xin Pi adalah kepala pengadilan disini dan dia seorang pembicara yang ahli dan seorang terpelajar. Dia sangat cocok untuk misi ini."

Lalu Xin Pin dipanggil dan dia segera datang. Surat diberikan padanya dan pengawalan dan 3000 prajurit menemani dia sampai di perbatasan. Dia segera pergi secepat mungkin.

Pada saat itu Cao-Cao berada di Xi Ping dan sedang menyerang Liu Biao. Liu Biao segera memerintahkan Liu Bei untuk menahan Cao-Cao tetapi sampai saat itu belum ada satu pertempuranpun dilakukan.

Segera setelah kedatangannya, Xin Pi dipersilahkan untuk menemui perdana menteri. Setelah sambutan kedatangan, Cao-Cao menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya. Xin Pi menjelaskan bahwa Yuan Tan menginginkan bantuan dan mengirim dia untuk membicarakannya. Cao-Cao membaca surat yang dikirimkan untuknya dan berkata pada utusan itu untuk menunggu di kemah yang telah disediakan untuk mereka sementara dia memanggil bawahannya untuk rapat.

Cheng Yu berkata, "Yuan Tan terpaksa melakukan hal ini karena tekanan dan serangan dari adiknya. Kita lebih baik tidak mempercayai niatnya ini."

Lu Qian dan Man Chong berkata, "Kau telah memimpin pasukanmu kemari dengan tujuan khusus. Bagaimana mungkin tiba-tiba kau meninggalkannya dan pergi membantu Yuan Tan."

"Tuan2x, tidak ada satupun dari kalian memberi saran yang bagus." Sela Xun You, "Beginilah bagaimana aku melihat hal ini. Karena kekacauan terjadi dimana-mana, tetapi Liu Biao tetap diam saja pada posisinya diantara sungai Zhang Dan Sungai Han, ini adalah bukti bahwa dia tidak memiliki ambisi untuk memperluas kekuasaanya. Keluarga Yuan mengusai 4 daerah utara dan memiliki banyak prajurit. Jika kedua saudara itu sampai bersatu maka mereka akan bertambah kuat dan tidak akan ada yang dapat melihat apa yang mungkin terjadi pada kekaisaran. Sekrang kita hrus mengambil keuntungan dari konflik keluarga ini dan biarkan mereka bertarung dan saling melemahkan. Setelah itu mereka akan tunduk pada perdana menteri. Lalu Yuan Shang akan dapat dienyahkan dan ketika pada waktunya Yuan Tan juga akan mendapatkan giliranya. Dengan begitu perdamaian akan terwujud. Melihat keadaan sekarang ini kita harus menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya."

Cao-Cao menyadari kebenaran kata-kata itu dan memperlakukan Xin Pi dengan baik sekali.

Dalam suatu perjamuan Cao-Cao berkata "Apakah penyerahan diri Yuan Tan ini benar atau bohong ? Apakah kau berpikir bahwa Pasukan Yuang Shang pasti akan mengalahkannya ?"

Xin Pi menjawan, "Tuanku, Jangan kau tanyakan mengenai ketulusan hal ini, lebih baik kau pikirkan situasinya. Keluarga Yuan telah sering kalah perang beberapa tahun terakhir ini dan sekarang sudah mulai kehilangan kekuatannya, Sementara para ahli strategi banyak yang dihukum mati. Kedua saudara itu saling menghujat satu sama lainnya dan sekarang daerah meraka menjadi terbagi-bagi. Dan sementara itu wabah kelaparan juga terjadi didaerah utara ditambah lagi dengan kekacauan ini dan kejenuhan massal. Semua orang baik yang bijak dan rakyat biasa dapat melihat bahwa bencana sudah dekat dan ini adalah saatnya langit memerintahkan penghancuran keluara Yuan. Sekarang kau mempunyai kekuatan untuk menghancurkan ibu kota Ji Zhou, Ye jun dan jika Yuan Shang tidak kembali untuk memberi bantuan maka tempatnya akan hilang. Jika dia membantunya maka Yuan Tan akan mengejarnya dan menghancurkan dia. Gunakan kekuatanmu untuk menghabisi sisa-sisa pasukan mereka seperti angin musim gugur menerpa daun2x yang telah jatuh. Sekarang Liu Biao di Jing Zhou sangat kaya, pemerintahan berjalan damai dan penduduknya hidup tentram, belum waktunya bagi tuanku untuk menyerang mereka. Lebih lagi, tidak ada ancaman darinya lebih dari pada ancaman di utara sungai kuning. Jika ancaman diutara sungai kuning bisa diatasi maka tugas tuan akan dapat lebih mudah diselesaikan. Aku harap tuan memikirkan hal ini."

"Aku mohon maaf aku tidak menemuimu lebih cepat," Kata Cao-Cao dengan penuh hormat.

Segera perintah diberikan untuk kembali dan menyerang Ji Zhou. Liu Bei yang takut bahwa mundurnya pasukan Cao-Cao hanyalah sebuah taktik, membiarkan mereka pergi tanpa mengejarnya dan dia kembali ke Jing Zhou.

Ketika Yuan Shang mendengar bahwa Cao-Cao telah melintasi sungai kuning, dia segera memerintahkan pasukannya untuk segera kembali ke Ye Jun, dan memerintahkan Lu Kuang dan Lu Xiang untuk menjaga barisan belakang.

Yuan Tan langsung mengeluarkan pasukannya dan mengejar. Dia baru saja mengejar sejauh 25 Li (12,5 Km) ketika dia mendengar tanda ledakan dan dua pasukan muncul didepan dia dan menghalangi jalannya. Pemimpin mereka adalah Lu Xiang dan Lu Kuang.

Yuan Tan berhenti dan menemui mereka seraya berkata, "Ketika ayahku masih hidup, aku tidak pernah memperlakukan kalian dengan buruk. Mengapa kau mendukung adikku dan mencoba melukai aku ?"

Kedua jenderal tidak menjawab tetapi langsung turun dari kudanya dan bersujud dihadapannya untuk menyerah.

Yuan Tan berkata, "Jangan menyerah padaku tetapi pada perdana menteri."

Dan dia memimpin mereka kembali kekemah dimana dia menunggu kedatanga Cao-Cao dan membawa kedua orang itu. Cao-Cao menerima mereka dengan baik. Dia menjanjikan anak perempuannya untuk dinikahkan pada Yuan Tan dan dia mengangkat kedua orang itu menjadi penasehat.

Ketika Yuan Tan bertanya pada Cao-Cao untuk menyerang Ji Zhou, jawabnya adalah, " Persediaan sedang menipis dan transportasi sulit. Aku harus membelokan alirang sungai Ji menuju sungai putih dimana aku dapat membuat jalan bagi persediaan berasku dan setelah itu aku baru akan maju."

Memerintahkan Yuan Tan tetap di Ping Yuan, Cao-Cao mundur kekemahnya di Li Yang. Kedua saudara Lu, Lu Xiang dan Lu Kuang yang merupakan pelarian dari Yuan Shang sekarang diangakat sebagai bangsawan tingkat pertama dan diberi kuasa atas pasukan.

Guo Tu melihat hal ini dan berkata pada Yuan Tan, "Dia telah menjanjikanmu anaknya untuk bisa menjadi istrimu. Aku khwatir hal ini berarti buruk. Sekarang dia telah memberikan gelar bangsawan pada kedua Lu itu dan mengajak mereka untuk mengikutinya. Ini adalah umpan bagi2x orang-orang dari utara dan pada saat yang bersamaan dia berniat melakukan hal buruk kepada kita. Kau, Tuanku harus memberikan stempel kepada mereka dan mengirimkannya secara diam-diam agar kau mempunyai kawan di istana untuk hari dimana Cao-Cao akan mengalahkan adikmu dan kita dapat memulai rencana kita terhadap Cao-Cao."

Stempel itu segera diukir dan dikirimkan.

Segera setelah Lu Bersaudara menerima stempel itu, mereka segera memberitahu Cao-Cao yang tersenyum dan berkata, "Dia menginginkan dukungan kalian sehingga mengirim stempel ini sebagai tanda jabatan. Aku akan mempertimbangkan masalah ini segera seelah Yuang Shang dapat diatasi. Sementara itu kalian boleh menerima stempel ini sampai aku memutuskan apa yang akan dilakukan."

Segera setelah itu Cao-Cao mulai memikirkan bagaimana menghancurkan Yuan Tan.

Shen Pei dan tuannya juga memdiskusikan masalah ini. Yuan Shang berkata, "Cao-Cao mengerahkan kereta berasnya melalui sungai putih, ini berarti mereka akan menyerang Ji Zhou. Apa yang harus kita lakukan ?"

Shen Pei menjawab, "Kirim surat kepada Yin Kai, komandan di Wuan, mintalah dia agar berkemah dia Mao Cheng untuk mengamankan jalan menuju Shang Dang dan Perintahkan Ju Gu anak dari Ju Shou untuk menjaga Han Dan sebagai dukungan terhadap posisi pasukan dilapangan. Lalu kau boleh bergerak ke Ping Yuan dan menyerang Yuan Tan. Setelah dia dihancurkan maka Cao-Cao adalah berikutnya."

Rencana ini tampak sangat baik. Yuan Shang meninggalkan Shen Pei dan Chen Lin untuk menjaga Ye Jun, dia juga menunjuk komandan Ma Yan dan Zhang Zi sebagai pemimpin dipasukan depan dan segera mengerahkan pasukannya ke Ping Yuan. Ketika Yuan Tan mendengar bahwa pasukan Yuan Shang mendekat, dia segera mengirim pesan kepada Cao-Cao yang berkata dalam dirinya,"Aku akan mendapatkan Ji Zhou kali ini."

Pada saat yang sama Xun You datang dari ibu kota. Ketika dia mendengar Yuan Shang menyerang Yuan Tan, dia menemui Cao-Cao dan berkata, "Kau Tuan, Diam saja disini, apakah kau menunggu petir dari langit untuk menyambar kedua Yuan itu ?"

"Aku telah memikirkan semua hal ini," Kata Cao-Cao dengan tenang.

Dia lalu memerintahkan Cao Hong untuk pergi menyerang Ye Jun, sementara dia memimpin pasukan lain melawan Yin Kai di Mao Cheng. Yin Kai tidak dapat membuat cukup pertahanan dan segera terbunuh oleh Xu Chu. Prajuritnya berlarian dan beberapa mengikuti Cao-Cao. Kemudian Cao-Cao memimpin pasukannya menyerang Han Dan dan Ju Gu keluar untuk menghadapinya. Zhang Liao keluar dan menghadapi Ju Gu, dan ketika kedua kuda berjarak lumayan dekat, Zhang Liao mengeluarkan busurnya dan memanah Ju Gu. Ju Gu segera terjatuh dan tewas. Cao-Cao segera membantai pasukan Ju Gu dan pasukannya Ju Gu hancur.

Sekarang Cao-Cao memimpin pasukannya menyerang Ye Jun. Cao Hong yang telah tiba sebelumnya telah melakukan pengepungan seperti biasanya. Pasukan itu mengelilingi kota dan mulai membawa tangga untuk menaiki tembok dan juga beberapa dari mereka berusaha menutup parit2x yang ada disekeliling benteng.

didalam kota Shen Pei mengurusi semua masalah pertahanan dan mengeluarkan beberapa perintah. Komandan gerbang timur, Feng Li, sedang mabuk dan gagal berjaga saat gilirannya menjaga dan untuk itu dia dihukum dengan hukuman cambuk. Feng Li kesal akan hal ini dan dia menyelinap keluar dari kota, dan pergi kepada pasukan pengepung serta memberitahukan pada mereka bagaimana tempat ini dapat diserang.

"Tanah digerbang mutiara cukup kuat untuk bisa membuat terowongan dan kita bisa masuk dari sana." Kata Pengkhianat itu.

Lalu Feng Li dengan 300 prajurit segera menjalankan rencana ini dimalam hari. Setelah Feng Li meninggalkan pasukan, Shen Pei pergi memeriksa tembok setiap malam untuk melihat bahwa semua prajurit bertugas dengan baik. Malam itu dia melihat semua berjalan seperti biasanya dan juga tidak ada cahaya diluar sana dan semua sungguh sepi.

Lalu dia berkata pada dirinya, "Feng Li pasti berusaha untuk masuk kedalam kota melalui jalan bawah tanah."

Segera dia memerintahkan pasukannya untuk membawa batu dan menumpuknya di depang gerbang mutiara. Lalu pasukan Feng Li yang menggali dibawah sana ketika mereka mengira telah berhasil membuat terowongan, ternyata diatas mereka batuan yang berat segera berjatuhan dan mereka semua terkubur didalam sana.

Cao-Cao yang gagal dengan rencana ini segera memerintahkan pasukannya untuk pergi ke atas sungai Han Dan menunggu Yuan Shang kembali untuk menyelamatkan kotanya.

Yuan Shang yang mendengar kabar kekalahan Yin Kai dan Ju Gu, dan pengepungan kotanya, segera berpikir untuk menyelamatkan kotanya itu.

Salah satu komandannya Ma Yan berkata, "Jalan utama sudah pasti telah disiapkan pasukan penyergap oleh Cao-Cao. Kita harus mencari jalan lain. Kita dapat mengambil jalan setapak dari bukit barat dan melalui sungai Fu dimana kita dapat menyerang Kemah Cao-Cao."

Rencana itu diterima dan Yuan Shang segera menggerakan pasukan utamanya, Ma Yan dan Zhang Zi menjaga di barisan belakang.

Mata-mata Cao-Cao segera menemukan pergerakan ini dan mereka melaporkan padanya, Dia berkata, "Jika Yuan Shang datang melalui jalan utama, aku akan menahannya, tetapi jika dia melewati Bukit barat maka aku akan menyelesaikannya dalam satu pertempuran saja. Dan aku pikir dia akan memberi tanda api sebagai singal kepada pasukan didalam kota sehingga mereka akan keluar membantu. Aku akan bersiap-siap untuk menyerang keduanya."

Lalu Cao-Cao membuat persiapan. Sekarang Yuan Shang melewati Sungai Fu dan bergerak ketimur menuju Yang Ping dan dia berkemah disana. Ye Jun hanya berjarak kurang dari 10 Li (5 km). Sungai Fu berada disisi kemah. Dia memerintahkan agar pasukannya mencari kayu kering dan rumput kering yang akan digunakannya untuk memberi signal pada malam hari. Dia juga mengirim Li Mu seorang pegawai sipil yang diperintahkannya menyamar sebagai prajurit Cao-Cao untuk memberitahu shen pei mengenai rencananya.

Li Mu mencapai tembok kota dengan selamat dan dia memanggil keluar penjaga tembok. Shen Pei mengenali suaranya itu dan membiarkan dia masuk. Shen pei sekarang mengetahui rencana Yuan Shang untuk menyelamatkan kota itu, dan dia setuju bahwa tanda api akan di nyalakan apabila mereka akan menyerang bersama pasukan Cao-Cao. Perintah diberikan untuk mencari baran2x yang mudah terbakar.

Lalu kata Li Mu," Karena persediaan makanmu menipis, akan baik jika orang-orang tua, prajurit terluka serta anak-anak dan wanita menyerah. Hal ini akan membuat mereka terkejut dan kita akan mengirim pasukan dibelakang mereka."Shen Pei berjanji melakukan semua hal ini dan keesokan harinya mereka melambaikan bendera putih dengan tulisan "RAKYAT JI ZHOU MENYERAH!".

"HAHAHAHHA !!! Ini berarti mereka tidak memiliki makanan lagi." Kata Cao-Cao, "Mereka akan mengirim orang-orang yang tidak bisa bertempur untuk menghindari memberi makan mereka. dan prajurit-prajurit akan berada diantara mereka yang dikirim keluar."

Cao-Cao memerintahkan Zhang Liao dan Xu Huang meyiapkan pasukan penyergap sebanyak 3000 prajurit yang ditaruh dikedua sisi didekat tembok. Kemudian gerabng terbuka dan keluarlah orang-orang dari dalam kota, kebanyakan orang tua dan anak-anak kecil. Mereka semua membawa bendera putih. Segera setelah orang-orang itu keluar, prajurit mengikuti mereka dengan berlari.

Lalu Cao-Cao menunjukan bendera merah dan pasukan penyergap dipimpin oleh Zhang Liao dan Xu Huang segera membantai pasukan yang dikirim keluar itu. Pasukan itu mencoba untuk kembali dan Cao-Cao memerintahkan serangan langsung. Pengejaran terjadi sampai kejembatan gantung, tetapi disana pasukan Cao-Cao dihujan oleh panah sehingga tidak mampu mendekat. Cao-Cao terkena panah dihelmnya yang langsung membuatnya kaget dan terjatuh. Para jenderalnya segera membawa pergi dia dan menarik mundur pasukan.

Segera setelah Cao-Cao berganti baju dan menaiki kuda baru, dia segera mengerahkan pasukannya untuk menyerang kemah Yuan Shang. Yuan Shang segera memimpin pertahanan. Serangan datang dari berbagai arah. Pasukan bertahan tidak terkoordinasi dengan baik dan segera dikalahkan. Yuan Shang memimpin pasukannya kembali ke bukit barat dan membuat kemah. Disana dia segera mengirim pesan pada Ma Yan dan Zhang Zi untuk membawa pasukan pendukung. Dia tidak mengetahui bahwa Cao-Cao telah mengirimkan Lu Kuang dan Lu Xiang untuk membujuk kedua orang itu menyerah dan mereka telah mengikuti Cao-Cao sekarang yang memberi mereka gelar bangsawan.

Sebelum Menyerang Bukit Barat, Cao-Cao mengirim Lu Xiang, Lu Kuang, Ma Yan dan Zhang Zi untuk merebut sumber persediaan pasukan Yuan Shang.

Yuan Shang yang menyadari bahwa dia tidak bisa mempertahankan bukit itu segera pergi ke Lan kou malam harinya. Sebelum dia dapat berkemah, dia melihat banyak cahaya disekitar dia dan segera pertempuranpun berlangsung. Dia harus melawan musuh dengan pasukannya yang belum siap dan bahkan kuda-kudanya belum bersadel. Pasukannya kalah dan dia mundur sejauh 30 Li(15 KM)

Pada waktu itu pasukanya terlalu lelah untuk menunjukan perlawanan dan karena tidak ada jalan lain, dia mengirim Pelindung kekaisaran wilayah Yu Zhou, Yin Ku pergi kekemah Cao-Cao untuk menanyakan masalah penyerahan dirinya.

Cao-Cao berpura-pura untuk setuju, tetapi malam itu dia mengirim Zhang Liao dan Xu Huang untuk menyerang kemah Yuan Shang. Lalu dia melarikan diri dan meninggalkan segalanya, stempel, emlem, baran2x pribadi. Yuan Shang pergi ke gunung Zhong Shan (Shan disini artinya gunung.)

Lalu Cao-Cao datang untuk menyerang kota Ji Zhou dan untuk membantu hal ini, Xun You mengusulkan membanjiri kota dgn mengubah aliran sungai Zhang. Cao-Cao setuju dengan rencana ini dan segera mengirim pasukan untuk mengali parit2x agar air sungai menuju kota. Kira2x jauhnya sungai dari kota adalah 35 Li (17,5 KM).

Shen Pei meilhat para penggali itu dari tembok kota dan mengetahui bahwa mereka hanya membuat parit2x yang dangkal.

Dia berkata pada dirinya sendiri, "Apa gunanya parit2x seperti itu untuk membanjiri kota dari sungai yang dalam ?"

Jadi dia tidak membuat suatu rencana khusus untuk menahah air yang akan datang.

Tetapi segera setelah malam hari, Cao-Cao menambah jumlah penggali menjadi 10 x lipat dan pada pagi harinya parit itu sudah lebih dalam 20 chi(Sekitar 6,5 M) dan air mengalir dengan arus yang deras menerjang kota itu dan membanjiri kota itu setinggi 30 cm. Hal ini menambah susah penduduk yang sudah kekurangan bahan makanan itu.

Xin Pi sekarang menunjukan stempel dan pakaian dari yuan shang yang digantungkannya dengan tombak, dia memerintahkan agar orang didalam ktoa segera menyerah. Hal ini membuat marah shen pei dan dia segera membalas penghinaan ini dengan membunuh semua keluarga Xin yang ada didalam kota. 80 orang totalnya seluruhnya, dan kepala mereka dilemparkan kebawah tembok. Xin Pi langsung sangat bersedih dan menangis.

Keponakan Shen Pei, Shen Rong adalah salah satu penjaga pintu gerbang dan merupakan sahabat baik Xin Pi dan pembunuhan keluarga Xin Pi sangat membuatnya gelisah. Dia menulis surat rahasia yang menawarkan untuk membuka gerbang kota. Dia mengirimkan surat itu dengan memanahkannya kearah pasukan Cao-Cao. Prajurit menemukan surat itu dan memberikannya pada Xin Pi dan kemudian pada Cao-Cao.

Cao-Cao mengeluarkan perintah bahwa keluarga Yuan tidak boleh dibunuh apabila kota telah didapatkan dan tidak ada satu orangpun yang menyerah akan disakiti.

Keesokan harinya prajuritnya memasuki kota dari gerbang barat yang dibuka oleh Shen Rong. Xin Pi adalah yang pertama memasukinya dengan menaiki kuda dan kemudian pasukannya mengikuti.

Ketika Shen Pei yang sedang berada ditenggara kota melihat musuh telah masuk kedalam kota, dia segera memimpin sejumlah pasukan berkuda dan menjerang mereka. Dia segera bertemu dan tertangkap oleh Xu Huang yang segera mengikatnya dan memimpinya keluar kota.

Didalam perjalanan mereka bertemu Xin Pi yang sangat marah atas pembunuhan besar2xan atas keluarganya dan kemudian dia memukul Shen Pei dikepalanya dengan cambuknya dan berteriak, "Pembunuh haus darah !!! Kau akan segera menemui ajalmu !"

Shen Pei membalas, "Pengkhianat ! Aku sangat menyesal tidak membunuhmu sebelumnya !"

Ketika Cao-Cao menemui tawanannya itu, Cao-Cao berkata, "apakah kau tahu siapa yang membukakan gerbang untukku ?"

"Tidak,aku tidak mengetahuinya !"

"Itu adalah keponakanmu, Shen Rong yang membuka gerbang." Kata Cao-Cao.

"Dia selalu tidak mempunyai prinsip, dan itulah sebabnya dia melakukan ini !" Kata Shen Pei.

"Beberapa hari yang lalu ketika aku mendekati kota, mengapa kau menembakan panah begitu keras kepadaku ?"

"Aku menyesal terlalu sedikit aku menembakannya."

"Sebagai seorang pengikut yang setia untuk keluarga Yuan, kau tidak mempunyai pilihan lain lagi. Sekarang apakah kau mau mengikutiku ?"

"Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah menyerah !!!"

Xin Pi segera bersujud dihadapan Cao-Cao dengan menangis dan berkata, "80 orang keluargaku dibunuh oleh penjahat ini, aku harap tuan perdana menteri mau membalaskan dendamku dengan membunuh orang ini”

"Semasa hidup aku telah melayani keluarga Yuan." Kata Shen Pei, "Mati dan aku akan menjadi hantu mereka ! aku bukan hanya pelayan yang tidak tahu balas budi seperti kau, bunuh saja aku !"

Cao-Cao memberi perintah dan mereka segera membawanya keluar untuk dipenggal.

Ditempat Eksekusi dia berkata pada algojonya, "Tuanku ada diutara, aku harap kau tidak membuat mukaku menghadap selatan."

Lalu Shen Pei berlutut menghadap utara dan dia menyerahkan nyawanya ditangan algojo itu. Dia dipenggal dan meninggal diusia 38 tahun.

Cao-Cao menghormati karakter Shen Pei segera memerintahkan agar mayatnya dimakamkan di utara kota.

Kemudian Cao-Cao memasuki kota Ye Jun dan ketika dia masuk, dia melihat algojo membawa tawanan yang ternyata Chen Lin.

"Kau menulis manifesto untuk Yuan Shao. Jika saja kau menulis kekesalanmu hanya ditujukan padaku maka aku tidak akan menghiraukannya. Tetapi kenapa kau juga mempermalukan leluhurku ?" Tanya Cao-Cao.

"Ketika panah dilepaskan maka dia haruslah melesat." Jawab Chen Lin.

Orang-orang Disekitar Cao-Cao memohon agar Cao-Cao segera menghukum mati dia, tetapi Cao-Cao mengampuni dia karena kejeniusannya dan memberinya jabatan sipil.

Anak tertua Cao-Cao bernama Cao Pi. Pada saat pengambil alihan kota dia berusia 18 tahun. Ketika dia dilahirkan sebuah sinar berwarna hitam keunguan berada diatas rumah mereka untuk seharian penuh. Seseorang yang mengerti artinya berkata secara diam-diam kepada Cao-Cao bahwa sinar itu menyimbolkan kasta seorang kaisar dan akan ada yang mendapatkan kehormatan melebihi yang dapat dikatakan.

Pada umur 8 tahun cao pi sudah dapat menulis puisi dengan baik, dan dia sangat senang membaca buku2x sejarah. Sekarang dia jg mempelajari semua seni dan tekhnik militer dan sangat menyukai berlatih pedang. Dia telah pergi bersama ayahnya dalam ekspedisi ke Ji Zhou. Ketika Ye Jun jatuh, dia memimpin sekelompok pasukan kedalam kediaman keluarga Yuan, dan ketika dia tiba disana dia langsung masuk dengan pedang ditangan. Ketika tiba-tiba datang seorang komandan menemui dia dan berkata bahwa atas perintah perdana menteri tidak ada yang diijinkan masuk, dia memerintahkan mereka untuk pergi. Para pengawal itu tidak dapat melawan dan dia masuk kedalam ruangan2x dirumah itu, dan ketika itu dia melihat dua orang wanita yang sedang menangis bersana. Dia maju untuk membunuh mereka berdua.

BAB 33

Seperti yang telah diceritakan Cao Pi dengan membawa senjata masuk kedalam kediaman keluarga Yuan dan dia melihat ada dua wanita sedang menangis serta akan dia bunuh. Tp tiba-tiba dia berhenti dan bertanya, "Siapakah kalian ?"

"AKu adalah janda dari Yuan Shao, Lady Liu," Kata Wanita yang lebih tua, "Dan ini adalah istri dari Yuan Xi, anak ke 2 Yuan Shao. Dia berasal dari keluarga Zhen. Ketika Yuan Xi dikirim ke You Zhou, keluarganya tidak mau putrinya pergi jauh dari rumah sehingga akhirnya dia ditinggal di sini."

Cao Pi segera menarik Lady Zhen kearah dia dan memandangnya baik-baik. Rambut wanita itu acak2xan, wajahnya kotor dan air mata terus membasahi mukanya, dengan kain dari bajunya, Cao Pi menyeka air mata dan membersihkan muka wanita itu, Dia melihat seorang wanita dengan kecantikan luar biasa, dengan mata yang menampakan sinar seperti Giok, dan kulit yang halus dan lembut seperti bunga yang baru mekar, Benar-benar seorang wanita cantik yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan.

"Aku adalah anak perdana menteri," Kata Dia kepada para wanita itu, "Aku akan menjamin keselamatanmu, jadi kau tidak perlu takut apapun."

Lalu dia memasukan pedangnya kembali kedalam tempatnya dan duduk di dalam ruang tamu.

Segera ketika Cao-Cao memasuki gerbang kota Ye Jun yang baru dikuasainya, Xu You mengendarai kuda dengan cepat dan menemui dia serta menunjuk pada gerbang dan berkata, "Tuan Perdana menteri, Kau tidak akan berada disini jika bukan karena rencanaku !"

Cao-Cao tertawa, tetapi jenderal-jenderal yang lainnya merasa sangat kesal.

Ketika Cao-Cao mencapai kediaman Yuan Shao, Dia berhenti di depan gerbangnya dan bertanya, "Apakah ada yang telah masuk ?"

Penjaga gerbang berkata, "Anakmu telah berada didalam."

Cao-Cao segera memanggilnya keluar dan memarahinya, tetapi istri dari Yuan Shao berkata, "Jika bukan karena anakmu maka kami tidak akan selamat. Aku berkeinginan untuk menyerahkan kepadamu seorang wanita, dari keluarga Zhen sebagai pelayan bagi putramu."

Cao-Cao memerintahkan mereka untuk membawa keluar wania itu dan dia segera bersujud dihadapan Cao-Cao. Setelah melihat wanita itu dengan baik, dia berkata, " Seorang istri yang tepat untuk anakku !"

Dan dia segera memeritnahkan Cao Pi untuk memperistri Lady Zhen.

Setelah menguasai Ji Zhou, Cao-Cao mengadakan upacara mengunjungi makam keluarga Yuan diaman dia memberi sesajen kepada makam Yuan Shao. Dia bersujud dan bersedih sekali.

Berbalik kepada jenderalnya, dia berkata, "Beberapa tahun yang lalu ketika Yuan Shao dak aku berkerja sama didalam masalah militer, dia bertanya padaku dan berkata, 'Jika Kekacauan ini tidak berakhir, apa yang harus kita lakukan ?' dan aku bertanya balik apa yang dia pikirkan. Dia berkata, 'Aku akan menguasai utara dan selatan sungai kuning, di daerah utara akan ku jaga Yan dan Dai serta akan kumasukan gurun gobi kedalam kekuasaanku. Lalu ke selatan akan kucoba satukan kekaisaran dan apakah kau pikir aku akan berhasil ?' Aku menjawab, 'Jika aku, aku akan bergantung pada kebijaksanaan dan kekuatan yang diinstruksikan oleh para pelajar dan orang bijak, maka semua hal akan mungkin.' Kata-kata ini sepertinya baru terucap kemarin saja dan sekarang dia telah tiada. Memikirkan hal ini aku tidak bisa menahan air mataku."

Para jenderal dan bawahannya sangat simpatik dengan kata-kata ini. Cao-Cao memperlakukan janda Yuan Shao dengan baik, memberi dia emas dan sutra serta makanan bagi keperluannya.

Dia juga mengeluarkan perintah agar pajak di utara sungai kuning tidak akan ditarik selama 1 tahun mengingat penderitaan rakyat sangat besar selama masa berperang ini. Dia juga mengirimkam berita kepada istana dan kaisar bahwa dia sekarang menjadi Pelindung kekaisaran wilayah Ji Zhou.

Suatu hari Xu Chu sedang berkuda di gerbang timur dan bertemu Xu You, yang segera memanggilnya, "Apakah kalian akan berkuda disini jika bukan karena aku ?"

Xu Chu menjawab, "Kami, yang selamat dan yang tewas, menaruk hidup kami didalam perang berdarah-darah untuk mendapatkan kota ini, jadi Jangan kau sombongkan jasamu itu !"

"Kau benar-benar bodoh, percuma aku berbicara padamu," Kata Xu You.

Xu Chu langsung marah dan mengeluarkan pedangnya dan mengejar Xu You. Lalu akhirnya dia berhasil membunuh Xu You dan memenggal kepalanya dan pergi menemui Cao-Cao untuk mengatakan alasannya.

Kata Cao-Cao, "Dia dan aku adalah teman lama dan kami biasa bergurau satu sama lain. Kenapa kau membunuh dia ?"

Cao-Cao menyalahkan Xu Chu dan memberinya hukuman cambuk. Dan dia juga memerintahkan Xu You dimakamkan dengan hormat.

Cao-Cao menanyakan apakan ada orang bijak dan memiliki reputasi yang hidup didaerah ini. Dia diberitahu, "Komandan Cui Yan dari Dong Wu yang telah memberi banyak saran pada Yuan Shao. Tetapi karena saran2xnya tidak pernah didengar, dia segera mengundurkan diri dan menetap dirumahnya saja."

Cao-Cao segera mengirim orang untuk mencari orang ini, setelah bertemu dia segera memberi jabatan dan berkata padanya, "Menurut catatan sebelumnya, disini ada 300.000 kepala keluarga sehingga daerah ini dapat disebut daerah besar."

Cui Yan menjawab, "Kekaisaran sedang kacau dan negara terpecah. Keluarga Yuan saling berperang sendiri, dan rakyat telah kehabisan napas. Tetapi Tuan, kau tidak segera mencari tahu mengenai keadaan disini dan bagaimana mengatasi penderitaan rakyat, tetapi yang pertama kau lakukan adalah menghitung kemungkinan pajak. Dapatkah kau mengharapkan dukungan rakyat jika kau memiliki pemikiran seperti itu ?"

Cao-Cao menerima saran itu, dia segera mengubah kebijakan, berterima kasih pada cui yan dan memperlakukan dia dengan baik.

Segera setelah masalah di Ji Zhou dibereskan, Cao-Cao segera mengirim mata-mata untuk mencari tahu keberadaan Yuan Tan. Dia mendengar Yuan Tan menjarah Gan Ling, An Ping, Bo Hai dan He Jian. Lebih lagi, pengintai membawa berita bahwa Yuan Shang telah lari ke Zhong Shan dan Yuan Tan memimpin ekspedisi melawan dia, tetapi Yuan Shang tidak mau melawan. Dia telah pergi kepada kakaknya Yuan Xi di You Zhou. Yuan Tan, setelah berhasil mengumpulkan pasukan Yuan Shang yang kabur, sedang akan berusaha menyerang Ji Zhou.

Segera Cao-Cao memerintahkan dia untuk datang. Tetapi Yuan Tan menolak untuk datang dan Cao-Cao mengirim surat untuk membatalkan pernikahan antara Yuan Tan dan putrinya. Segera Cao-Cao memimpin ekspedisi melawan Yuan Tan dan segera ke Ping Yuan diamana Yuan Tan mengirim pesan kepada Liu Biao meminta bantuan. Liu Biao memanggil Liu Bei untuk berkonsultasi mengenai masalah ini.

Liu Bei berkata, "Cao-Cao sangat kuat sekarang dan dia telah menguasai Ji Zhou, dan Yuan Tan tidak akan dapat bertahan lama. Tidak ada hal yang bisa didapat dengan membantu YuaN Tan dan malah mungkin itu akan memberikan Cao-Cao kesempatan untuk menyerang tempat ini. Saranku adalah lebih baik kita tetap menjaga pasukan kita dalam keadaan siap dan mengusahakan membuat pertahanan yang lebih kuat lagi."

"Aku setuju, tetapi apa yang harus kita katakan ?" Tanya Liu Biao.

"Tulislah surat kepada kedua anak Yuan Shao itu dan kau bertindak seolah2x sebagai juru damai."

Akhirnya Liu Biao menulis surat pada kedua saudara Yuan itu.

Dari surat ini Yuan Tan melihat bahwa Liu Biao tidak memiliki niat untuk membantunya dan merasa dia sendiri tidak akan sanggup melawan Cao-Cao. Dia segera meninggalkan Ping Yuan dan pergi ke Nan Pi, segera Cao-Cao mengejar dia.

Cuaca sangat dingin dan sungai2x membeku, sehingga kapal yang berisi beras tidak dapat bergerak, Cao-Cao memerintahkan penduduk setempat untuk menghancurkan es dan menarik kapal. Ketika penduduk mendengar perintah ini mereka mereka kabur dan lari. Cao-Cao marah dan akan menangkap serta memenggal mereka. Ketika mereka mendengar hal ini, mereka segera pergi kekemahnya dan menyerahkan kepala mereka untuk dipenggal.

"Jika aku tidak membunuhmu, perintahku tidak akan dipatuhi," Kata Cao-Cao, "Tetapi jika aku memenggalmu, aku tidak akan dapat menanggung akibatnya. Lebih baik cepatlah kailan pergi kebukit sehingga prajuritku tidak akan menangkap kalian."

Para penduduk itu segera meninggalkan tempat itu dengan menangis.

Lalu Yuan Tan keluar dan membawa pasukannya untuk menyerang Cao-Cao. Ketika kedua pasukan telah menyiapkan formasinya, Cao-Cao segera berkuda kedepan.

Menunjuk pada musuhnya itu, Cao-Cao berkata, "Aku mempelakukanmu dengan baik. mengapa sekarang kau berbalik menyerangku ?"

Yuan Tan menjawab, "Kau telah menyerang tanahku, merampas kota2xku dan membatalkan pernikahanku. Dan sekarang kau masih berani bilang aku yang menyerangmu !"

Cao-Cao memerintahkan Xu Huang untuk keluar dan menantang duel. Yuan Tan memerintahkan Peng An untuk menjawab tantangan itu. Setelah beberapa jurus akhirnya Peng An Tewas dan Yuan Tan akhirnya kalah dan melarikan diri ke Nan Pi dimana disana dia dikepung tentara Cao-Cao. Yuan Tan yang panik segera mengirim Xin Ping pada Cao-Cao untuk mengatur penyerahan diri.

"Dia bukanlah apa-apa hanya seorang anak kecil dengan pikiran kekanak-kanakanya, "Kata Cao-Cao”Dia tidak akan punya pikiran sama lagi setelah dua hari dan aku tidak dapat memegang kata-katanya. Sekarang adikmu Xin Pi telah berkerja padaku dan memiliki jabatan penting, Kau lebih baik tetap disini juga."

"Tuan perdana menteri, kau salah," Kata Xin Ping, "Dikatakan bahwa Kehormatan seorang Tuan adalah kejayaan seorang pelayan dan Kesedihan seorang tuan adalah aib bagi pelayannya. Bagaimana aku dapat memalingkan mukaku dari keluarga yang telah lama kulayani ?"

Cao-Cao merasa dia tidak dapat membujuknya dan mengirimnya pulang. Xin Ping kembali dan berkata pada Yuan Tan bahwa Penyerahan dirinya tidak dapat di rundingkan.

Yuan Tan kemudian marah padanya dan berkata,"Adikmu telah mengikuti Cao-Cao dan kau juga ingin mengkhianatiku !"

Mendengar perkataan ini, kemarahan terjadi didalam diri Xin Ping sehinga dia akhirnya pingsan dan muntah darah. Mereka segera membawanya keluar, tetapi dia mengalami luka dalam dan sudah sangat parah. Segera Xin Ping akhirnya meninggal. Yuan Tan menyesal tetapi sekarang sudah terlambat.

Lalu Guo Tu berkata, "Besok kita akan keluar untuk bertempur, kita akan membawa rakyat keluar didepan pasukan kita sebagai tameng, dan kita harus menang !"

Malamnya mereka mengumpulkan rakyat biasa dan memaksa mereka untuk membawa pedang dan tombak. Pada pagi harinya mereka membuka ke 4 gerbang dan kelompok besar dengan berteriak keluar dari setiap gerbang itu. Rakyat biasa yang membawa senjata keluar terlebih dahulu dan prajurit dibelakang mereka. Mereka bergerak kearah pasukan Cao-Cao dan pertempuran terjadi sampai tengah hari. Tetapi pertempuran ini kurang menghasilkan, walaupun mayat2x sudah bergeletakan dimana-mana.

Melihat keberhasilan belum tercapai, Cao-Cao segera keluar bersama pasukannya ke sebuah bukit didekat situ dan dia membunyikan genderang untuk memerintahkan pasukannya menyerang. Para jenderal dan pasukannya, melihat bahwa Cao-Cao sendiri turun ke medan perang segera berusaha semaksimal mungkin untuk membuat jasa. Dan Pasukan Yuan Tan akhirnya dapat dikalahkan. Banyak dari penduduk yang dipaksa kemedan perang tewas ataupun terluka.

Cao Hong yang menunjukan keberaniannya segera menerjang pasukan musuh dan menemui Yuan Tan. Keduanya saling berduel, mereka menebas dan membacok satu sama lainnya. Akhirnya karena lengah Yuan Tan pun tewas, Usianya saat itu baru 34 tahun.

Guo Tu yang melihat bahwa pasukannya sudah kacau, dia segera melarikan diri ke Nan Pi. Yue Jing yang melihat ini segera memerintahkan pasukannya memanah Guo Tu. Akhirnya Guo Tu jatuh dari kudanya dan mati. Dibadannya menancap ratusan anak panah yang tidak terhitung lagi. Disepanjang jalan, mayat2x bergelimpangan tidak terhitung jumlahnya.

Kota Nan Pi jatuh ketangan Cao-Cao. Dia masuk dan segera mengendalikan keadaan. Lalu tiba-tiba muncul pasukan baru yang dipimpin Jiao Chu dan Zhang Neng, keduanya adalah anak buat Yuan Xi. Cao-Cao segera memimpin pasukan keluar dan melawan mereka, tetapi ternyata kedua komandan itu langsung turun dari kudanya dan menyerah. Mereka di berikan imbalan dan gelar bangsawan.

Lalu Zhang Yan, Pemimpin dari Perampok bukit hitam, datang bersama 100.000 pasukan menyerah pada Cao-Cao. Dia segera diangkat menjadi jenderal dengan titel Jenderal yang mendamaikan utara (Bei Ping JIang Jun).

Dengan perintah Cao-Cao, kepala Yuan Tan dipamerkan dan hukuman mati dikeluarkan bagi siapa saja yang bersedih atas dirinya. Walaupun begitu ada seseorang yang berpakaian duka dan dia ditahan serta dibawa ke Cao-Cao karena menangis dibawah kepala itu di gerbang utara. Dia berkata dia adalah Wang Xiu dan merupakan pejabat di Qing Zhou. Dia telah dikelurkan karena dia memprotes Yuan Tan. Tetapi ketika dia mendengar berita kematian Yuan Tan, Dia datang untuk berduka bagi tuannya itu.

"Apakah kau mengetahui perintahku ?" Tanya Cao-Cao.

"Aku tahu."

"Tetapi kau tetap tidak takut ?"

"Ketika seseorang telah menerima kebaikan ketika dia hidup, maka akan salah jika dia tidak berduka ketika orang yang memberinya kebaikan itu telah mati. Bagaimana seseorang dapat menghadapi dunia jika melupakan tugas karena takut ? Jika aku dapat memakamkan tuanku, aku tidak takut akan kematian."

Cao-Cao berkata, "Dan banyak orang seperti dia diutara ini. Sungguh sayang bahwa Keluarga Yuan tidak dapat menggunakan mereka dengan baik. Jika mereka menggunakan orang-orang seperti ini dengan baik. aku tidak akan pernah berani untuk menatap daerah ini."

Wang Xiu tidak dihukum mati. Jasad Yuan Tan dikuburkan dengan baik dan Wang Xiu diberikan jabatan atas kesetiaanya itu.

Dengan jabatan barunya, Wang Xiu dimintai nasehat mengenai cara terbaik mengalahkan Yuan Shang, yang lari kepada kakak keduanya. Tetapi Wang Xiu tetap diam dan karena itu Cao-Cao semakin kagum pada konsistensinya.

"Dia sungguh2x setia !" Kata Cao-Cao.

Lalu dia bertanya pada Guo Jia yang menyarankan dia, "Berikan jenderal-jenderal bekas Yuan Xi pasukan dan mintalah mereka menyerang You Zhou."

Segera Jiao Chu dan Zhang Neng diberikan pasukan dan juga didukung oleh pasukan yang dipimpin Lu Xiang ,Lu Kuang, Ma Yan dan Zhang Zi untuk meminta Yuan Xi dan Yuan Shang menyerah. Lalu ke 6 jenderal itu menyerang Yu Zhou melalui 3 rute. Pasukan lain dipimpin oleh Li Dian, Yue Jing dan Zhang Yun menyerang Gao Gan di bing Zhou.

Yuan Xi dan Yuan Shang yang mendengar pasukan Cao-Cao mendekat kemari merasa bahwa mereka tidak akan dapat bertahan. Karena itu mereka segera meninggalkan You Zhou dan segera pergi menuju LiaoXi dimana mereka meminta perlindungan dari suku WuHuan di perbatasan.

Wuhuan Chu, pelindung kekaisaran wilayah You Zhou tidak mau menantang kekuatan pasukan Cao-Cao. Jadi dia memanggil bawahannya untuk bersumpah membantunya.

Wuhuan Chu berkata, "Aku mengerti bahwa Cao-Cao adalah manusia terkuat saat ini dan aku akan mendukung dia dan siapa yang tidak ikut denganku akan kuhukum mati."

Masing-masing dari mereka segera mengecapkan bibir nya dengan darah dari binatang kurban dan bersumpah, sampai hal itu tiba pada Han Heng.

Dia segera menaruh pedangnya ke tanah dan berkata, "Aku telah menerima banyak kebaikan dari keluarga Yuan. Sekarang tuanku telah musnah. Kekuatanku tidak cukup kuat untuk menolong dia dan keberanianku tidak cukup untuk membuatku mati demi dia. Aku telah gagal dalam tugasku tetapi aku menolak untuk melakukan pengkhianatan dan bersekutu dengan Cao-Cao."

Kata-kata itu membuat yang lainnya menjadi pucat.

Kepala suku itu berkata, "Untuk melakuakn suat hal besar, maka harus ada suatu prinsip. Tetapi sukses tidak selalu bergantung pada dukungan universal dan karena han dang digerakan oleh perasaan balas budi semacan itu maka biarkan dia mengikuti apa kata hatinya."

Lalu Wuhuan Chu segera memerintahkan Han Heng keluar dari ruang rapat. Wuhuan Chu lalu keluar kota dan menemui pasukan Cao-Cao untuk menyerah. Dia segera menerima pangkat jenderal dan tital Jenderal yang menjaga utara

Lalu pengintai datang melaporkan, "Jenderal Li Dian, Yue Jing dan Zhang Yan telah mengerahkan pasukannya ke BIng Zhou tetapi gao gan telah merebut Celah HuGuan dan tidak dapat dikalahkan."

Lalu Cao-Cao segera pergi kesana. Pasukan yang bertahan masih mempertahankan posisinya, Cao-Cao menanyakan penasehatnya untuk sebuah rencana. Xun You mengusulkan untuk mengirim sekelompok prajurit untuk berpura-pura sebagai desertir. Cao-Cao setuju dan memanggil Lu Kuang dan Lu Xiang, yang kepada mereka dia membisikan sebuah rencana. Mereka segera pergi dengan pasukannya.

Segera mereka mendekati celah dan memanggil penjaga keluar, "Kami adalah jenderal yang pernah berkerja dibawah Yuan Shao dan terpaksa menyerah pada Cao-Cao. Kami menemukan bahwa dia salah dan tidak memperlakukan kami dengan baik sehingga kami kembali dan ingin membantu tuan kami yang dahulu. Jadi cepatlah bukakan gerbang untuk kami."

Gao Gan curiga tetapi dia membiarkan kedua jenderal itu mendekat dan ketika mereka telah membuka baju zirah mereka dan meninggalkan kuda mereka. Mereka diijikan masuk.

Dan mereka berkata pada Gao Gan, "Pasukan Cao-Cao tidak mengenal daerah ini dan belum siap. Kau harus segera menyerang kemah mereka malam ini. Jika kau setuju kami akan memimpin penyerangan."

Gao Gan memutuskan untuk percaya pada mereka dan bersiap menyerang, dia memberikan kedua jenderal itu 10.000 prajurit. Tetapi ketika dia mendekati kemah Cao-Cao, suara teriakan terdengar dibelakang mereka dan gao gan menemukan dirinya telah terjebak. Gao Gan segera berusaha kembali ke bentengnya di celah Huangfu tetapi menemukan bahwa tempat itu telah dikuasai Li Dian dan Yue Jing. Gao Gan segera berusaha pergi ke tempat kepala Suku Xiongnu. Cao-Cao memberi perintah untuk mempertahankan celah Huangfu dan mengirim pasukan mengejar.

Ketika Gao Gan sampai di perbatasan Xiongnu, dia bertemu Ce Xian, Khan dari suku2x utara.

Gao Gan segera turun dari kuda dan memberi hormat sambil bersujud seraya berkata, "Cao-Cao sudah menguasai dan mengabil semua wilayah diperbatasan dan berikutnya adalah giliranmu. Aku harap kau dan aku dapat bersama melawan dia demi ketenangan dan keamanan wilyah utara."

Ce Xian menjawab, "Aku tidak memiliki permusuhan dengan Cao-Cao. Kenapa sekarang dia akan menyerang tanahku ? Apakah kau bermaksud mengadu domba aku dengan dia ?"

Dia akhirnya mengirim gao gan pergi. Dan karena sudah tidak ada jalan, gao gan memutuskan bergabung dengan Liu Biao dan pergi ke selatan sampai dia tiba di Shang Lu dimana dia dijadikan tahanan oleh gubernur Wang Yan dan dihukum mati. Kepalanya diserahkan pada Cao-Cao dan Wang Yan menerima titel kebangsawanan untuk jasanya itu.

Dengan Begitu Bing Zhou juga telah berhasil dikuasai sepenuhnya. Dan kemudian Cao-Cao mulai membicarakan mengenai menguasai suku WuHuan.

Para pejabat dan penasehat banyak yang tidak setuju dan menentang Cao-Cao secara terbuka dengan memberikan berbagai alasan2x. Mereka semua mengatakan bahwa ekspedisi tidak akan berhasil.

Cao hong berbicara atas nama pejabat lainnya dan berkata, "Yuan Xi dan Yuan Shang sudah hampir habis dan terlalu lemah untuk ditakuti. Mereka telah kabur jauh sampai ke padang pasir. Jika kita mengejar mereka maka ini dapat menyebabkan Liu Biao mengambil kesempatan dan menyerang ibu kota. Jika kita tidak dapat menyelamatkan ibu kota maka bencana besar akan menimpa kita. Karena itu aku memohon kepadamu untuk kembali ke Xu Chang."

Tetapi Guo Jia memiliki nasehat yang berbeda.

"Kau salah," Kata dia, " Orang di padang gurun itu tidak akan siap menghadapi kita. Karena itu aku bilang kita harus menyerang mereka dan kita akan menguasai mereka. Lagipula Yuan Shao sangat baik kepada suku2x itu dan anak-anaknya telah lebih baik lagi kepada mereka. Mereka harus dihancurkan segera. Dan masalah Liu Biao, dia tidak lebih dari sekedar kabar burung saja yang kita tidak perlu khawatirkan. Dan Liu Bei tidak pantas untuk tanggung jawab besar dan tidak akan mencari masalah. Kau bisa meninggalkan ibu kota dengan aman dan mengerahkan pasukanmu selama yang kau butuhkan. Tidak akan terjadi apapun."

"Kau berbicara baik sekali, Guo Jia," Kata Cao-Cao.

Cao-Cao segera mengerahkan pasukannya, sampai tiba dipinggir padang gurun, dengan membawa banyak kereta perbekalan. Kemudian ekspedisi itu harus melintasi gurun gobi. Ombak pasir yang berwarna kuning bergelombang didepan mereka dan mereka hanya melihat pasir dimana mata memandang. Angin terasa kencang sekali menerpa mereka, pasir2x panas menhujam badan mereka. Perjalanan menjadi semakin sulit, Cao-Cao mulai berpikir untuk kembali dan berbicara kepada guo jia yang telah mengusulkan perjalanan ini.

Guo Jia secara cepat telah menjadi korban dari keadaan alam ini, pada saat itu dia sedang berbaring di kereta kudanya dengan keadaan sangat sakit.

Air mata Cao-Cao segera berjatuhan dan berkata ,"Sahabatku, kau telah menderita akibat ambisiku untuk menguasai gurun gobi. Aku merasa sangat bersalah sehingga kau jatuh sakit begini."

"Kau selalu baik padaku," Kata Guo Jia, "Dan aku tidak pernah akan dapat membayar hutang2xku padamu."

"Daerah ini terlaLu Buas untuk kita kuasai, dan aku berpikir untuk kembali, apa menurut pendapatmu ?"

Guo Jia berkata, "Sukses dari ekspedisi ini bergantung pada ketidaksiapan musuh. Untuk menyerang tiba-tiba daerah yang jauh dengan pasukan yang membawa persediaan yang berat akan sangat sulit. Untuk memastikan keberhasilan kau membutuhkan pasukan yang ringan dan jalan yang baik untuk segera menyerang sebelum musuh bersiap. Sekrang kau harus mencari seorang pemandu jalan yang mengentahui daerah ini dengan baik."

Lalu penasehat yang sakit itu ditinggalkan di Ye Zhou untuk perawatan dan mereka mencari dari para penduduk setempat untuk beberapa orang yang dapat menunjukan jalan. Tian Chou, salah satu jenderal Yuan Shao, mengetahui daerah ini dengan baik dan Cao-Cao memanggil dia dan menanyainya.

Tian Chou berkata, "Antara musim gugur dan panas rute ini tergenang air, daerah yang dangkal terlalu sulit dilalui kendaraan beroda. Daerah yang dalam terlalu dangkal untuk dilalui kapal. Daerah ini terlalu sulit. Lebih baik aku kembali dan di Lulong kau dapat melewati BaiTan untuk pergi kepadang gurun. Lalu dari sana pergi ke Liu Cheng untuk menghancurkam pasukan musuh sebelum mereka siap. Satu serangan tiba-tiba akan menyelesaikan Raja Mao Dun."

Untuk informasi berharga ini Tian Chou diber titel jenderal yang menentramkan utara dan dia diangkat menjadi pemimpin didepan. Dia bersama Zhang Liao memimpin didepan sementara Cao-Cao memimpin dibelakang. Mereka segera berangkat.

Tian Chou memimpin Zhang Liao melewati Bukit Serigala putih, dimana mereka berjumpa dengan Yuan Xi, Yuan Shang dan Raja Mao Dun serta 10.000 prajurit berkuda. Zhang Liao segera memacu kudnya untuk memberitahukan pada tuannya dan Cao-Cao segera berkuda kebarisan depan untuk melihat musuhnya. Dia melihat pasukan kavaleri yang besar tanpa formasi pasukan sedang bergerak.

Kata dia, "Mereka tidak memakai formasi. Kita dapat dengan mudah menghancurkan mereka."

Dia segera memerintahkan Zhang Liao dengan Xu Chu dan Yu Jin serta Xu Huang menyerang dari 4 arah. Akibat hal ini pasukan musuh menjadi kacau. Zhang Liao dalam kekacauan itu segera menerjang dan membunuh raja Mao Dun dan jenderal lainnya menyerah. Yuan Xi dan Yuan Shang dengan beberapa ribu prajurit berkuda yang tersisa segera pergi ke timur menuju Liao Dong.

Cao-Cao lalu memimpin pasukannya ke Liu Cheng. Untuk jasa2xnya, Tian Chou diberikan gelar Bangsawan dari liucheng dan Komandan untuk daerah itu.

Tetapi Tian Chou menolaknya dan berkata, "Aku hanya seorang pelarian dan buronan. Ini suatu keberuntungan buatku kau mengampuni nyawaku dan bagaimana mungkin aku menerima pangkat dan jabatan untuk mengkhianati LuLong ? Aku lebih baik mati daripada menerima penghargaan ini !"

Cao-Cao mengerti alasan Tian Chou dan memberikan jabatan kepada dia sebagai penasehat istana untuk wilayah ini. Cao-Cao lalu menentramkam kepala suku2x Xiongnu, dia segera mengumpulkan banyak kuda dan kembali ke markasnya.

Sekrang adalah musim Salju, Dingin dan kering. Untuk 150 Li(75 Km) tidak ada satu airpun dapat ditemukan dan beras sudah menipis. Pasukan harus meminum darah kuda dan memakan dagingnya. Setelah kuda-kuda habis, mereka harus menggali tanah sedalam 400 Chi (120 M) untuk mencari air dan memakan akar tumbuhan atau apapun yang dapat ditemukan.

Ketika Cao-Cao sampai ke Ye Zhou dia memanggil semua yang pernah memprotesnya ketika dia akan berangkat ke utara.

Semua dari mereka segera ketakutan dan langsung bersujud ketika bertemu dengan Cao-Cao dan berkata, "Maafkan kami Tuan, kami memang bersalah dan layak dihukum mati."

Tetapi Cao-Cao berkata, "Aku mengambil resiko dengan pergi begitu jauhnya, dan hanya karena keberuntungan sajalah aku berhasil. Dengan bantuan langit aku dapat memperoleh kemenangan. Aku tidak selalu mengikuti kata kalian, tetapi tetap saja mereka adalah kata-kata yang akan membuatku selamat dan oleh sebab itu aku memberi kalian imbalan untuk menunjukan penghargaanku atas nasihatnya dan aku harap setelah itu tidak ada lagi yang takut untuk mengutarakan pikirannya walaupun berbeda dengan keinginanku."

Semua penasehat yang bersujud disitu segera berterima kasih dan sejak saat itu semua orang leluasa mengeluarkan pendapatnya dan hal ini memperkuat kedudukan Cao-Cao dan membuat Cao-Cao menjadi terkenal keseluruh pelosok negeri.

Penasehat Guo Jia tidak dapat melihat tuannya kembali. Peti matinya ditempatkan dia tengah2x ruang utama dan Cao-Cao segera pergi kesana untuk berdoa baginya.

Cao-Cao berduka dan berkaa, "Langit telah menghukumku, Guo Jia telah tiada sekarang !"

Lalu dia berbalik pada para pejabatnya dan berkata, "Kalian tuan2x, berumur kurang lebih sama denganku, tetapi dia masih terlalu muda untuk mati. Aku masih membutuhkan dia untuk generasi yang akan datang dan dengan sangat kusesalkan dia telah diambil dari padaku. Hati dan pikiranku sekrang ditutupi oleh kesedihan yang mendalam."

Pelayan dari Guo Jia kemudian datang dan membawa wasiat terakhirnya, yang dikatakan ditulis sendiri oleh Guo Jia pada saat2x terakhirnya, dan dia berpesan pada mereka, "jika perdana menteri mengikuti saran2x yang kuberikan didalam surat ini maka Liao Dong akan dapat direbut dan diamankan."

Cao-Cao segera membuka surat itu dan membacanya, dia mengangguk-anggukan kepalanya dan menarik napas dalam-dalam. Tetapi tidak ada orang yang tahu apa tertulis didalamnya.

Segera sesudahnya, Xiahou Dun didepan para pejabat lainnya segera mengeluarkan petisi dan berkata, "Untuk beberapa waktu Gubernur Liao Dong, Gong Sun kang telah mengumpulkan tentara dan dia telah membiarkan Kedua Yuan itu bersembunyi ditempatnya. Kami berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menyerangnya sebelum dia menyerang kita."

"Aku tidak perlu merepotkanmu, Jenderalku." Kata Cao-Cao sambil tersenyum."Tunggulah beberapa hari dan kau akan melihat kepala kedua musuh kita dikirim kesini."

Mereka tidak dapat mempercayai hal itu.

Dan seperti telah dibicarakan, Yuan Xi dan Yuan Shang melarikan diri ke timur menuju Liao Dong. Gubernur Liao Dong adalah anak dari Gongsun Du, seorang jenderal Han. Gong Sun Kang berasal dari Xiang Ping, ketika dia mendengar Yuan Xi dan Yuan Shang sedang dalam perjalanan kedaerahnya. Dia segera memanggil bawahannya untuk membuat rencana.

Didalam pertemuan itu Gongsun Gong berdiri dan berkata, "Ketika Yuan Shao hidup dia selalu berusaha membuat daerah kita ini menjadi bagian dari daerahnya. Sekarang anak-anaknya, tidak memiliki rumah dan dengan pasukan yang seadanya saja tanpa pemimpin sedang datang kemari. Bagiku ini seperti burung merpati mencuri sarang elang. Jika kita memberikan tempat bagi mereka, mereka pasti akan mencoba menghancurkan kita dari dalam. Aku sarankan membiarkan mereka masuk kedalam kota lalu kita bunuh, setelah itu kepala mereka akan kita hadiahkan pada Cao-Cao yang pasti akan membalas jasa kita."

Kata Gubernur Gongsun kang,"Aku mempunyai satu ketakutan, yaitu Cao-Cao akan datang menyerang kita. Jika begitu lebih baik kita menolong Yuan dan melawan dia."

"Jika begitu kau bisa mengirimkan mata-mata terlebih dahulu untuk memastikan paakah Cao-Cao mempersiapkan pasukan untuk menyerang kita. Jika ya maka kita akan selamatkan kedua Yuan itu, jika tidak maka lebih baik kau mengikuti saranku."

Lalu rencana itu dijalankan dan mereka menunggu sampai mata-mata membawa kabar.

Sementara itu Yuan Xi dan Yuan Shang sampai di Liao Dong dan mereka berkata, "Liao Dong memiliki pasukan yang besar dan cukup kuat untuk mengalahkan Cao-Cao. Kita akan segera kesana dan menyerah sampai kita dapat membunuh gubernurnya dan mengambil daerah itu menjadi milik kita. Lalu setelah kita cukup kuat, kita akan menyerang Cao-Cao dan mengambil kembali daerah kita."

Dengan niat ini mereka pergi kedalam kota. Mereka diterima dan ditempatkan di kediaman yang diperuntukan bagi tamu. Tetapi ketika mereka meminta bertemu Gongsun Kang, mereka selalu ditolak dengan berbagai alasan.

Tetapi tidak terlalu lama, mata-mata kembali dan menyatakan bahwa pasukan Cao-Cao tidak bergerak dan tidak menunjukan tanda2x akan menyerang.

Lalu Gongsun Kang segera memanggil Yuan Xi dan Yuang Shang kehadapannya. Tetapi sebelum mereka datang dia telah menyembunyikan prajurit berpedang dan berkampak di ruangan itu. Ketika tamunya datang dan mengucapkan selamat. Gong Sun Kang langsung mempersilahkan mereka duduk.

Sekarng musim sangat dingin dan kursi dimana kami duduk ini tidak memiliki pelindung, lalu Yuan Shang berkata, "Bolehkah kami meminta bantal ?"

Tuan Rumah berkata, "Ketika kepalamu sudah tidak berada dilehermu lagi, apakah kau masih memerlukan bantal ?"

Belum Yuan Shang dapat mengatasi rasa takutnya, Gongsun Kang langsung berteriak, "Kenapa kalian belum memulainya juga ?"

Pada saat ini segera keluar para pembunuh yang telah disembunyikan td dan segera kedua kepala Yuan itu jatuh kelantai sementara badannya masih terduduk dikursi. Kedua kepala itu dimasukan dalam kotak kayu dan dikirmkan pada Cao-Cao di Ye Zhou.

Selama ini Cao-Cao telah sabar menunggu. Dan para jenderal-jenderalnya sudah tidak sabar lagi dan segera mengeluarkan permohonan lagi dan berkata, "Mari kita bergerak keibu kota dan mengalahkan Liu Biao jika kita tidak mau menyerang ke timur."

Cao-Cao berkata, "Aku menunggu kepala musuh kita. Kita akan segera pergi begitu kepala itu tiba."

Didalam hati semua bawahannya tertawa. Tetapi kemudian, utusan datang dari Liao Dong dan membawa kepala kedua Yuan itu. Lalu mereka semua terkejut.

Dan segera utusan itu memberikan surat dari Gongsun Kang, Cao-Cao berkata, "Tepat seperti yang Guo Jia katakan !"

Dia segera memberikan hadiah bagi utusan itu dan gubernur LiaoDong diangkat menjadi bangsawan dari Xiangping dan jenderal pasukan kiri. Ketika pejabat itu bertanya apa yang terjadi, Cao-Cao berkata pada mereka bahwa Guo Jia telah mempehitungkan hal ini. Dia membacakan kepada mereka, surat terakhir yang diberikan padanya.

Para pejabat dan jenderal yang lain segera terkejut melihat bahwa betapa sempurnya kejadian yang telah diperhitungkan Guo Jia. Lalu Cao-Cao dihadapan seluruh pejabat dan jenderalnya segera mengadakan upacara besar untuk menghormati Guo Jia. Dia meninggal diusia ke 38 tahun, setelah 11 tahun mengabdi kepada Cao-Cao dan negara.

Ketika Cao-Cao tiba di Ji Zhou, dia mengirim peti mati Guo Jia ke ibu kota Xu Chang untuk segera dimakamkan.

Lalu Cheng Yu dan yang lainnya berkata, "Karena utara sekarang telah dikuasai, sekarang waktunya mengalahkan selatan."

Cao-Cao sangat senang dan berkata, "Hal itu telah kupikirkan sejak lama."

Malam terakhir di Ji Zhou, Cao-Cao pergi ke sudut sebelah timur dari tembok benteng dan beridir disana memandangi bintang. Dia hanya ditemani Xun You seorang diri.

Kemudian Cao-Cao berkata, "Ada bintang terang sekali diarah selatan sana. Tampaknya terlalu kuat bagiku untuk melakukan apapun disana."

"Apa yang dapat mengalahkan Takdir Langit yang harus kau jalani ?" Kata Xun You.

Tiba-tiba terlihat suatu sinar emas jatuh dari angkasa menuju bumi.

"Pasti ada sesuatu disana ?" kata Xun You.

Mereka segera turun dari tembok kota dan memanggil penjaga dan segera memimpin mereka ketempat dimana sinar itu berhenti. Kemudian orang-orang disana disuruh menggali.

BAB 34

Para penggali menemukan sebuah ornamen Burung yang terbuat dari Perunggu. Melihat hal itu, Cao-Cao bertanya pad Xun You dan berkata, "Apakah artinya ini ?"

"Kau ingat ketika Ibu dari kaisar Shun memimpikan seekor burung dari Giok sebelum Kaisar Shun lahir, Jadi aku yakin ini adalah suatu pertanda baik." Kata Xun You.

Cao-Cao sangat senang dan dia segera memerintahkan membangun sebuah menara untuk merayakan penemuan ini dan dia mulai membangun fondasi dan memotong kayu, serta membakar genteng dan membuat bata untuk membangun "MENARA BURUNG PERUNGGU" ditepi sungai Zhang. Cao-Cao telah menentukan sebuah tanggal untuk pembangunannya.

Anak Cao-Cao yang terkecil, Cao Zhi berkata, "Jika kau membangun sebuah menara yang memiliki balkon, kau harus menambahkan dua lagi, satu untuk setiap sisi. Menara yang ditengah haruslah yang tertinggi dan kita sebut Menara Burung Perunggu. Sedangkan Menara yang disampingnya kita namakan Menara Naga Giok dan Menara Phoenix Emas. Lalu kita hubungkan ketiga menara itu dengan jembatan angkasa dan hal ini akan membuat bangunan ini tampak Megah."

"Anakku, kata-katamu sangat baik. Sedikit demi sedikit gedung ini akan selesai, dan aku akan dapat beristirahat dihari tuaku disini."

Cao-Cao memiliki lima anak, Cao Zhi ini adalah yang termuda dan yang terpintar, Karya2x tulisannya sangat bagus. Ayahnya sangat senang dengan dirinya dan melihat bahwa banyak bakat tersimpan didalam dirinya. Cao-Cao meninggalkan dia dengan kakaknya, Cao Pi di YeJun untuk mengawasi daerah itu, Sementara itu dia kembali ke Xu Chang dengan 500.000 prajuritnya.

Ketika dia tiba kembali, dia membagi-bagikan imbalan kepada pasukannya dan memberikan gelar kebangsawanan kepada Guo Jia serta mengangkat Guo Ye anak dari Guo Jia menjadi anak angkatnya.

Kemudian Cao-Cao mulai merencanakan mengurangi kekuatan Liu Biao.

Xun You berkata, "Pasukan kita baru saja kembali dari Utara dan membutuhkan istirahat. Tunggulah 1/2 tahun sehingga prajurit dapat beristirahat, setelah itu Liu Biao dan Sun Quan akan jatuh segera."

Kemudian Cao-Cao menyetujui Rencana ini. Dia membagi-bagikan lahan kepada prajuritnya untuk diurus sehingga meningkatkan persediaan pangan dan juga memberikan perkerjaan bagi prajuritnya dan memperkaya mereka.

Di Jing Zhou, Liu Biao sangat baik pada Liu Bei sejak dia datang untuk mencari perlindungan. Suatu hari disuatu perjamuan, datang berita bahwa 2 jenderal yang bernama Zhang Wu Dan Chen Sun yang telah menyerah, tiba-tiba mulai menjarah rakyat di Jiagn Xia. Hal ini adalah bukti mereka memberontak.

"Jika mereka memang memberontak, Hal ini akan menimbulkan banyak kekacauan." Kata Liu Biao.

"Jangan biarkan hal itu menyusahkanmu, Aku akan pergi dan mengurus masalah ini." Kata Liu Bei.

Senang dengan usul ini, Liu Biao memberikan 30.000 prajurit. Segera pasukan bergerak sesuai perintah. Kemudian pasukan itu berhadapan dengan pasukan ke dua jenderal yang memberontak. Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun segera maju kedepan untuk melihat musuh mereka.

Zhang Wu mengendarai sebuah kuda yang sangat indah, dan Liu Bei berkata, "Dia mempunyai kuda yang bagus sekali !"

Zhao Yun yang mendengar hal ini segera menyiapkan tombaknya dan dia menerjang kedepan menuju musuh seorang diri. Zhang Wu segera memacu kudanya untuk berhadapan dengannya, ketika mereka mendekat, Zhang Wu segera menebaskan golok besarnya, Zhao Yun menahan serangan golok itu dengan ujung tombaknya dan kemudian mendorong Zhang Wu jatuh, Setelah Jatuh Langsung Zhao Yun menancapkan tombaknya tepat di jantungnya. Maka tewaslah Zhang Wu. Kemudian dia segera membawa kuda Zhang Wu kembali. Tetapi ketika Zhao Yun telah berbalik, tiba-tiba Chen Sun secara diam-diam mengejarnya dari belakang, Zhang Fei segera berteriak keras sekali dan memacu kudanya menuju kearah Chen Sun. Chen Sun yang tidak siap menahan serangan Zhang Fei segera tewas diterjang tombak Zhang Fei. Pasukan kedua jenderal itu akhirnya melarikan diri dan Liu Bei segera menenangkan keadaan di Jiang Xia dan kembali ke Jing Zhou.

Liu Biao yang senang dengan keberhasilan Liu Bei ini, segera berkuda untuk menyambutnya sampai di perbatasan Jing Zhou. Mereka memasuki kota dan mengadakan pesta dan perjamuan besar untuk merayakan kemenangan ini.

Didalam perjamuan ini Liu Biao berkata, "Dengan kepahlawanan yang saudaraku telah tunjukan, Jing Zhou mempunyai seseorang untuk bergantung. Tetapi sumber kekhawatiranku berada di perbatasan dengan Yue dan Wu serta Shu, dimana serangan dapat terjadi sewaktu-waktu. Zhang Lu dari Shu dan Sun Quan dari Yue dan Wu sangat patut ditakuti."

"Aku mempunyai 3 jenderal gagah berani," Kata Liu Bei, "Mereka cukup pantas untuk mengemban tugas yang kau berikan. Kirim Zhang Fei untuk menjaga perbatasan dengan Yue, Guan Yu ke Kota Gu Zi untuk melawan Zhang Lu di barat dan Zhao Yon ke "lembah 3 sungai" (San Xia) untuk melindungimu dari Sun Quan. Mengapa kau perlu khawatir ?"

Rencana itu menenangkan hati Liu Biao, tetapi Cai Mao tidak menyetujui.

Lalu Dia bercerita pada Kakaknya yang merupakan istri Liu Biao, "Liu Bei menempatkan pasukannya di berbagai tempat strategis diseluruh daerah ini. Ini sangat berbahaya bagi kita."

Lady Cai yang dipengaruhi adiknya itu segera pergi menemui Liu Biao untuk membujuknya dengan berkata, "Banyak tentara di Jing Zhou ini sangat menyukai Liu Bei. Kau harus berhati. Aku berpikir sebaiknya kau tidak membiarkan Liu Bei tetap didalam kota ini. Mengapa tidak mengirimnya untuk suatu tugas."

"Liu Bei adalah orang baik," Jawab Liu Biao.

"Aku berpikir lain darimu, "Kata Istrinya.

Liu Biao tidak berkata apa-apa lagi. Suatu hari ketika dia pergi keluar kota untuk menemui Liu Bei, dia melihat Liu Bei mengendarai sebuah kuda yang tampan. Mereka memberitahu dia bahwa kuda itu diambil dari Zhang Wu sipemberontak yang baru dikalahkan Liu Bei. Dan Liu Biao memuji kuda itu kepada Liu Bei. Liu Bei mempersembahkan kuda itu untuk Liu Biao yang sangat senang menerimanya dan segera menaiki kuda itu kembali kedalam Kota. Kuai Yue melihat kuda tu dan bertanya dari mana asal kuda itu. Liu Biao kemudian mengatakan bahwa itu adalah hadiah dari Liu Bei.

Kuai Yue berkata, "Kakakku yang telah meninggal adalah seorang ahli kuda dan aku juga mengerti banyak mengenai kuda. Kuda ini memiliki tanda air mata turun dari matanya dan juga lambang putih di dahinya kuda ini bernama "Tanda Sial" (Di Lu Ma) dan sangat berbahaya bagi tuannya. Inilah sebabnya mengapa Zhang Wu terbunuh, aku sarankan kau tidak mengendarai kuda ini."

Liu Biao mulai berpikir dan ragu dengan niat liu bei.

Segera setelah itu dia memanggil Liu Bei dan berkata, "Kau sangat baik menghadiahkan kuda ini dan aku sangat berterima kasih. Tetapi kau mungkin memerlukannya untuk ekspedisimu nanti dan jika kau tidak keberatan, aku ingin mengembalikannya padamu."

Liu Bei segera berdiri dan berterima kasih.

Liu Biao kemudian melanjutkan, "Kau telah berada disini cukup lama dan aku takut aku telah menghambat karirmu sebagai seorang pendekar. Sekarang Xin Ye di XiangYang bukanlah kota yang buruk. Maukah kau membawa tentaramu kesana dan menjaganya ?"

Liu Bei langsung menyetujui tawaran itu dan segera bersiap, dia berpamitan kepada Liu Biao dan berangkat keesokan harinya. Kemudian dia langsung pergi dan menetap di Xin Ye.

Ketika dia meinggalkan Jing Zhou, dia melihat di gerbang seorang memberi hormat dan berkata, "Kau harusnya tidak mengendarai kuda itu."

Liu Bei melihat pria itu dan mengenalinya sebagai salah satu sekertaris Liu Biao bernama Yi Ji, seorang yang berasal dari daerah ShanYang. Lalu Liu Bei segera turun dan bertanya mengapa.

Yi Ji menjawab, "Kemarin aku mendengar Kuai Yue mengatakan pada Liu Biao bawah kuda itu adalah Di Lu Ma dan membawa bencana bagi pengendaranya. Inilah mengapa aku memberitahumu. Aku harap kau tidak mengendarainya lagi."

"Aku sangat berterima kasih atas peringatanmu." Jawab Liu Bei, "Tetapi Hidup seseorang diatur oleh Takdir dan apakah yang dapat seekor kuda lakukan dengan hal itu ?"

Yi Ji akhirnya tidak dapat berkata apa-apa lagi dan setelah itu dia selalu berhubungan dengan Liu Bei kapanpun dia bertemu.

Kedatangan Liu Bei di Xin Ye membuat semua penduduk bersuka cita dan seluruh administrasi dibereskan hari itu juga.

Pada musim semi tahun ke 12 masa Jian An (tahun 207 M). Istri Liu Bei, Lady Gan melahirkan seorang anak yang diberi nama Liu Shan. Malam ketika dia lahir seekor burung bangau bertengger diatas langit2x rumahnya dan berkokok sebanyak 40 kali dan lalu terbang kearah barat.

Ketika hari melahirkan tiba, kabut misterius memenuhi ruangannya. Lady Gan pada suatu malam bermimpi melihat kelangit dan pada konstelasi Ursa Major dia melihat sinar jatuh dan menuju lehernya dan kemudian dia tersadar.

Sementara itu Cao-Cao sedang pergi ke utara dalam ekspedisinya menghancurkan Yuan Shao. Liu Bei kemudian bertemu Liu Biao dan berkata, "Mengapa kau tidak mengambil kesempatan ini untuk mengerahkan pasukan ke ibu kota ? "

"Aku sudah sangat puas dengan wilayahku sekarang," Jawabnya, "Kenapa aku harus mengingini hal lainnya lagi ?"

Liu Bei tidak berkata apa-apa lagi. Liu Biao kemudian mengundang dia kedalam kediaman pribadinya untuk minum-minum. Ketika mereka sedang berbicara kemudian Liu Biao menghela napas.

"Saudaraku, kenapa kau menghela napasmu ?" Tanya Liiu Bei.

"Aku mempunyai kesedihan yang sulit untuk kukatakan " Kata Liu Biao.

Liu Bei sedang akan menanyakan mengapa ketika Lady Cai datang dan berdiri di balik tirai, Liu Biao hanya terdiam ketika itu. Tidak lama berselang, Liu Bei memohon pamit dan kembali ke Xin Ye.

Musim dingin itu Cao-Cao kembali dari Liu Cheng dan Liu Bei menyesali mengapa Liu Biao tidak mengikuti sarannya untuk segera menyerang ibu kota.

Tanpa disangkal, utusan datang dari Jing Zhou dan meminta Liu Bei untuk pergi kesana menemui Liu Biao. Lalu dia segera berangkat kembali dengan utusan itu ke Jing Zhou. Dia diterima sangat baik dan setelah saling mengucapkan salam, kedua orang itu pergi ke ruangan pribadi dibelakang untuk makan malam.

Ketika itu Liu Biao berkata, "Cao-Cao telah kembali dan dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Aku takut dia bermaksud merebut daerah ini. Aku meminta maaf bahwa aku tidak mengikuti saranmu itu dan sekarang aku telah kehilangan kesempatan."

"Pada masa kekacauan ini, berbagai perlawanan terjadi disetiap sisi kekaisaran, seseorang tidak dapat berkata bahwa tidak akan ada lagi kesempatan. Jika kau mengambil kesempatan yang akan muncul lagi, maka tidak ada lagi yang perlu kau sesalkan."

"Apa yang kau katakan memang benar, saudaraku." Balas Liu Biao.

Mereka minum hingga Liu Bei memperhatikan bahwa Liu Biao sedang menangis dan ketika itu dia bertanya mengapa Liu Biao menangis. Liu Biao menjawab, "Ini mengenai kesedihan yang aku katakan kepadamu sebelumnya. Aku berharap dapat memberitahumu tetapi tidak ada kesempatan hari itu."

"Saudaraku, ada kesulitan apakah kau ini dan bagimana aku dapat membantumu ? Aku siap melakukan segalanya untuku."

"Istri pertamaku berasal dari keluarga Chen dan melahirkan putraku bernaam Liu Qi, dia adalah putra sulungku. Dia bertumbuh dengan penuh kebajikan dan bijak tetapi badannya terlalu lemah dan tidak cocok mengantikan diriku. Kemudian aku mengambil istri dari keluarga Cai yang melahirkan putra untukku bernama Liu Zong, dia cukup pintar. Jika aku menyerahkan kekuasaanku pada yang muda dan bukan yang tua maka aku akan melanggar tata krama dan kebiasaan. Tetapi jika aku mengikutinya maka kekacauan kan terjadi karena keluarga Cai sangat kuat disini dan putraku itu lemah. Akibat kedua hal ini aku menjadi bingung dan tidak dapat memutuskan apapun."

Liu Bei berkata, "Pengalaman membuktikan bahwa untuk menyingkirkan yang lebih tua dan menyerahkan kekuasaanmu pada yang lebih muda hanya akan membuat kekacauan. Jika kau takut dengan kekuatan dari Keluarga Cai, kau bisa mengurangi kekuatan mereka dengan memberi mereka jabatan tinggi tetapi tidak menguasai militer. Tetapi jangan biarkan perasaanmu membuatmu mengangkat yang lebih muda menjadi penggantimu, hal ini akan membuat bencana."

Liu Biao diam termenung. Tetapi Lady Cai yang curiga kenapa tuannya itu memanggil Liu Bei kemudian diam-diam dia mendengarkan dari balik tirai. Dia membenci Liu Bei atas apa yang telah dikatakannya.

Dilain sisi Liu Bei merasa bahwa dia tidak seharusnya mencampuri urusan ini dan dia segera berdiri dan berjalan ke sekeliling ruangan. Segera setelah dia melakukan itu, dia termenung dan mengeluarkan air mata ketika dia memikirkan masa lalu. Ketika dia berbalik dan duduk, Liu Biao melihat dia mengeluarkan air mata dan mananyakan apa sebab kesedihannya.

"Dimasa lalu aku selalu duduk diatas kudaku dan aku menghabiskan waktuku di medan perang. Sekarang sudah lama sekali sejak aku berkuda dan sekarang aku menjadi tua. Hari dan bulan berjalan cepat sekali. Aku telah menyia-nyiakan hidupku. Sebentar lagi aku akan menjadi tua dan aku belum melakukan apapun. Jadi aku bersedih."

"Aku mendengar cerita mengenai ketika kau di Xuchang di taman plum bersama Cao-Cao kau mendiskusikan masalah pahlawan. Kau menyebutkan beberapa nama kepada dia dan dia menolak semuanya. Akhirnya dia berkata hanya kau dan dia adalah 2 pahlawan yang berharga untuk disebutkan diseluruh kekaisaran. Jika dia dengan seluruh kekuasaanya tidak berani menempatkan dirinya didepanmu, Aku berpikir kau harus bersedih karena tidak menyelesaikan apapun dalam hidupmu."

Dengan Pujian ini dan secangkir arak, perasaan Liu Bei menjadi lebih baik.

Tuan rumahnya tidak berkata apa-apa lagi dan tamunya merasa dia telah salah berbicara segera berdiri dan segera berpamitan dengan alasan sudah lelah dan ingin beristirahat.

Walaupun Liu Biao tetap terdiam ketika dia mendengar kata-kata Liu Bei, tetapi dia menjadi lebih merasa tidak tenang. Setelah tamunya itu pergi, dia segera kembali kekamarnya dimana dia bertemu dengan istrinya.

Lady Cai berkata, "Aku kebetulan berada dibalik tirai dan aku mendengar apa yang dikatakan Liu Bei. AKu merasa Liu Bei akan segera mengambil wilayahmu jika dia dia bisa. Dan jika kau tidak menyingkirkannya sekarang. dia akan menyakitimu."

Suaminya tidak menjawab sepatah katapun dan hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja.

Lalu Lady Cai mencari nasihat dari adiknya Cai Mao yang berkata, "Biarkan aku pergi ke rumah tamu dan aku akan membunuhnya segera dan kita dapat melaporkan apa yang kita perbuat nanti."

Kakaknya setuju dan dia segera keluar, dan pada malam itu dia memeritnahkan seklompok prajurit untuk melaksanakan pembunuhan itu.

Sekarang Liu Bei duduk di ruangannya dan hanya termenung. Ketika dia sedang bersiap pergi tidur. Dia terkejut oleh suara ketukan di pintunya dan datanglah Yi Ji, yang mendengar mengenai rencana pembunuhan Liu Bei dan dia segera datang dalam gelap untuk memperingatkannya. Dia menceritakan kejadian mengenai rencana itu dan menyarankan Liu Bei segera lari.

"Aku belum berpamitan pada Liu Biao, bagaimana aku dapat pergi ?" Kata Liu Bei.

"Jika kau pergi untuk berpamitan, kau akan menjadi korban dari rencana busuk Cai Mai." Kata Yi Ji.

Lalu Liu Bei segera pergi dan mengucapkan selamat tinggal kepada temannya itu, dia segera memanggil pengawal2xnya dan mereka semua pergi keluar kota dibawah sinar bulan menuju Xin Ye. Prajurit-prajurit Cai Mao tiba di rumah tamu dan mereka mencari Liu Bei yang ternyata telah pergi.

Karena gagal, Cai mao khawatir akan dianggap pengkhianat karena tindakannya itu, tetapi dia segera mengambil kesempatan ini untuk memutar balik fakta.

Lalu Dia segera pergi menemui Liu Biao dan berkata, "Liu Bei memiliki niat buruk, yang dapat terlihat dari pesan yang ditinggalkannya didinding. Dan kepergiannya yang mendadak sangat mencurigakan."

Liu Biao merasa ragu, tetapi dia pergi kerumah tamu dan didindingnya tertulis puisi seperti ini:

"Terlalu lama aku bermimpi kehidupan ini,

hanya melihat lukisan jiwa setiap hari.

naga tidak mungkin dapat ditaruh dikolam

dia harus terbang ke laksana petir menuju langit."

Dengan sangat marah membaca apa yang dioa lihat, Liu Biao segera mengeluarkan pedang dan membunuh penulisnya. Tetapi belum dia pergi jauh, kemarahannya telah mereda dan dia berkata pada dirinya, "AKu telah melihat banyak tentang dia, tetapi aku tidak tahu dia bisa menulis puisi. Ini pasti perkerjaan orang lain yang menginginkan aku dan dia saling bertengkar."

Berkata begitu dia kembali dan segera pedangnya merusak puisi itu. Lalu menaruh pedangnya dia segera kembali kerumah.

Sedikit demi sedikit cai mao menghasut dia dan berkata, "Pasukan telah menunggu perintahmu untuk pergi ke Xin Ye dan menangkap Liu Bei."

"Tidak perlu terburu-buru" Jawabnya.

Cai mao melihat keragu-raguan kakak iparnya ini dan lagi dia mencari kakaknya.

Lady Cai berkata, "Segera akan ada pertemuan akbar di Xiang Yang dan kita bisa merencanakan sesuatu hari itu."

Keseokan harinya Cai Mao menemui Liu Biao dan berkata, "Kita telah mendapatkan panen berlimpah tahun ini. Aku harap kau tuan akan menghadiri festival panen raya di Xiang Yang dan ini akan memberi semangat pada rakyat."

"Aku sedang merasa tidak enak badan belakangan ini, aku tidak dapat pergi." Jawab Dia," Tetapi kedua anakku dapat mewakili aku dan menerima tamu."

"Mereka terlalu muda." Jawab Cai Mao, "Mereka akan membuat kesalahan."

"Lalu pergilah ke Xin Ye dan minta Liu Bei untuk menerima tamu." Kata Liu Biao.

Tidak ada yang lebih menyenangkan Cai Mai karena hal ini akan membuat Liu Bei dalam jangkauannya. Tanpa membuat waktu, cai mao mengirim utusan untuk meminta Liu Bei datang ke Festival di Xiang Yang.

Telah diceritakan sebelumnya bahwa Liu Bei kabur menuju Xin Ye untuk menghindari pembunuhan atas dirinya. Dia merasa telah menyinggung perasaan seseorang akibat kata-katanya tetapi dia tetap diam dan tidak berbicara apapun mengenai itu. Lalu datanglah utusan untuk mengundang dia ke festival panen raya di Xiang Yang.

Sun Qian berkata, "Kau sepertinya bingung dan khawatir belakangan ini dan aku pikir ini berhubungan dengan sesuatu yang terjadi di Jing Zhou. Kau harus mempertimbangkannya sebelum kau menerima undangan ini."

Liu Bei lalu menceritakan seluruh kejadian itu kepada bawahannya.

Guan Yu lalu berkata, "Kau sendiri berpikir bahwa ucapanmu menyinggung Liu Biao, tetapi dia tidak mengatakan sesuatu mengenai hal itu. Kau tidak perlu menaruh perhatian berlebihan kepada kabar burung diluar sana seperti yang dikatakan Yi Ji. Xiang Yang itu cukup dekat dan jika kau tidak pergi, Liu biao akan segera mencurigai sesuatu."

"Perkataanmu benar sekali." Kata Liu Bei.

Kata Zhang Fei, "Perjamuan tidak baik dan pertemuan juga tidak lebih baik. Lebih baik kau tidak pergi."

"Biarkan aku membawa 300 prajurit berkuda sebagai pengawal, akan kujamin tidak akan ada masalah." Kata Zhao Yun.

"Aku rasa ini adalah langkah terbaik." Kata Liu Bei.

Mereka segera menuju tempat pertemuan dan cao mao menjemput mereka diperbatasan dan bersikap sangat sopan dan hormat. Segera anak liu biao tiba dan bertindak sebagai pimpinan upacara didepan banyak pejabat sipil maupun militer. Kehadiran mereka membuat Liu Bei lebih nyaman. Dia segera diantar menuju ruang tamu dan Zhao Yun menempatkan orang-orangnya untuk menjaga tempat itu. Sementara dia sendiri, bersenjata selalu didekat Liu Bei.

Liu QI berkata pada Liu Bei, "Ayahku kurang baik kesehatannya dan tidak dapat datang, karena itu dia memintamu, paman liu bei, untuk hadir disini dan mewakili dia memimpin acara ini dan memberi semangat pada para pejabat yang mengurus wilayah ini."

"Sungguh aku tidak pantas untuk menerima kehormatan ini." Kata Liu Bei," Tetapi perintah saudaraku itu harus ditaati."

Keesokan harinya dilaporkan bahwa Pejabat dari 42 desa di 9 wilayah Jing Zhou semuanya telah tiba.

Lalu Cai Mai berkata pada Kuai Yue, "Liu Bei ini adalah penjahat dan jika dibiarkan hidup akan mencelakakan kita. Dia harus segera disingkirkan."

"Aku khawatir kau akan menentang semua orang jika kau melukai dia." Balas Kuai Yue.

"Aku telah berbicara secara diam-diam dengan tuan kita mengenai masalah ini, "Kata Cai Mao, "Dan aku memiliki perintahnya."

"Jadi dapat dikatakan masalah ini sudah beres dan kita dapat bersiap."

Cai Mao menambahkan, "Saudara2xku telah siap, Cai He kutempatkan di jalan menuju bukit Xian dan gerbang timur. Cai Zhong dan Cai Xun adalah di jalan selatan dan utara. Tidak diperlukan penjaga di gerbang barat karena disana hanya ada tebing tinggi menantinya. Bahkan dengan sepasukan tentara Liu Bei tidak akan dapat melalui tempat itu."

Kuai Yue menjawab, "Aku melihat bahwa Zhao Yun tidak pernah meninggalkan dia. Aku merasa dia pasti telah bersiap-siap menghadapai suatu serangan."

"Aku telah menempatkan 500 prajurit untuk bersembunyi dikota"

"Kita akan meminta Wen Pin dan Wang Wei untuk mengundang semua pejabat militer kedalam suatu perjamuan disebuah paviliun diluar kota dan Zhao Yun akan berada diantara mereka. Ketika itu adalah saatnya untuk menyerang."

Cai Mao berpikir ini adalah taktik yang tepat untuk membuat Zhao Yun pergi dari sisi liu bei.

Sekarang lembu dan kuda telah di potong dan sebuat perjmuan besar disiapkan. Liu Bei berkuda menuju rumah kediamannya dengan kuda Di Lu Ma (Ma disini artinya kuda.) Dan ketika dia tiba, kudanya dibawa kebelakang untuk diberi makan. Segera tamu-tamunya tiba dan Liu Bei langsung maju menyambut sebagai wakil liu biao bersama kedua anak Liu Biao, masing-masing disisinya. Tamu-tamu itu semuanya duduk berdasarkan pangkat jabatan dan senioritasnya. Zhao Yun berdiri didekat tuannya dengan bersenjatakan lengkap.

Lalu Wen Pin dan Wang Wei datang untuk mengundang Zhao Yun ke perjamuan yang telah mereka siapkan untuk para perwira militer. Dia menolak, tetapi Liu Bei memintanya pergi dan akhirnya Zhao Yun menurut. Lalu cai mao memerintahkan agar prajurit-prajuritnya segera mengepung tempati itu. 300 prajurit yang menjaga Liu Bei diperintahkan pergi ke rumah tamu.

Semua siap dan tinggal menunggu tanda dari Cai Mao. Tak beberapa lama, Yi Ji mengambil cangkir arak ditangan dia dan mendekati Liu Bei sambil menatapnya serius penuh makna. Lalu dengan berbisik dia berkata, "Cepatlah buat alasan dan pergi dari sini."

Liu Bei mengeri dan segera berdiri dan pergi ke ruang dalam dan disana dia pergi ke kebun belakang. Disana dia bertemu Yi ji yang telah menunggu dan berkata, "Cai Mao berencana membunuhmu dan semua jalan telah ditutup kecuali melewati gerbang barat.Tuanku harus segera pergi dan Jangan membuang-buang waktu lagi."

Liu Bei segera terkejut. Tetapi dia segera menaiki kuda Di Lu dan dia segera kabur lewat pintu belakang. Dia segera memacu kudanya melewati gerbang barat. Didepan gerabng barat, penjaga ingin menanyai dia tetapi Liu Bei berkuda secepat mungkin dan tidak berhenti. Penjaga segera melaporkan ini pada Cai Mao yang segera membawa 500 prajuritnya mengejar.

Segera setelah Liu Bei keluar dari gerbang barat dia segera dikejar, dan belum sebelum dia bisa pergi jauh, dia sampai disuatu tempat yang disebut "TEBING JURANG KUNING". Tingginya mencapai ratusan Chi dan lebarnya beberapa puluh Li , dimana dari situ mengalir air terjun sungai Xiang. Arusnya sangat deras.

Liu Bei sampai ketepiannya dan melihat bahwa sungai itu tidak dapat dilalui. Lalu dia membalikan kudanya dan pergi. Tetapi tidak jauh dia melihat awan debu dan mengetahui bahwa pengejarnya telah mendekat. Dia berpikir bahwa semuanya telah berakhir. Tetapi dia berbalik lagi dan mencoba masuk kedalam sungai dan melihat sekarang prajurit-prajurit musuh sudah mendekat, dia segera masuk kedalam arus sungai. Setelah beberapa langkah dia merasa kaki kudanya tidak mau melangkah lagi kedepan, sementara air sudah merendam dia seinggi pahanya.

Lalu dia memecut kudanya dengan bertubi-tubi dan berkata, "Di Lu, Di Lu, mengapa kau mengkhianati Aku ?"

Segera kuda itu tiba-tiba melompat dan laksana naga terbang dari dalam air dan hanya dengan satu lompatan saja, kuda itu sudah berada di tepi barat dari sungai. Liu Bei merasa seperti dia baru naik menuju awan. Dia sekarang telah berada diatas tebing jurang kuning.

Liu Bei akhirnya berhasil lolos dan dia melihat kembali ke sisi lain dari sungai dimana pengejarnya baru saja sampai.

"kenapa kau pergi terburu-buru dari perjamuan ?" Tanya Cai Mao.

"Kenapa kau menginginkan melukai orang yang tidak melukaimu ?" jawab Liu Bei.

Tetapi Liu Bei melihat bahwa musuhnya menyiapkan panah, lalu dia segera memacu kudanya dan pergi ke arah Barat Daya.

"Dewa apa yang membantunya ?" Kata Cai Mao kepada para pengikutnya setelah melihat bahwa kuda Liu Bei berubah menjadi naga putih dan terbang keatas tebing.

Lalu Cai Mao kembali ke kota, tetapi di depan gerbang dia melihat Zhao Yun datang bersama pasukannya.

BAB 35

Ketika Cai Mao hendak balik kekota, dia bertemu Zhao Yun dan 300 pasukannya. Ketika didalam perjamuan, Zhao Yun melihat ada pergerakan dari prajurit-prajurit dan kuda yang segera dia pergi menuju ruang perjamuan utama untuk melihat apaka semua baik-baik saja dengan tuannya. Melihat Liu Bei menghilang dari tempatnya, Zhao Yun menjadi Khawatir dan pergi ke rumah Tamu. Disana dia mendengar bahwa Cai Mao telah membawa pasukan pergi kegerbang barat. Jadi dia segera mengambil tombaknya dan kudanya serta pergi kegerbang barat.

Menemui Cai Mao digerbang dia bertanya, "Dimanakah Tuanku ?"

"Dia pergi meninggalkan ruang perjamuan dengan tiba-tiba dan aku tidak tahu dimanakan dia berada." Jawabnya.

Zhao Yun tidak mau bertindak terburu-buru, dia segera memerintahkan pasukannya untuk mencari sampai tiba di tepi sungai. Disana dia melihat tebing tinggi tanpa tangga ataupun jembatan.

Segera dia berbalik dan mencari cai mao, "Kau mengundang tuanku kedalam perjamuan. Apa artinya ini bahwa kau mengejar dia dengan sepasukan prajurit berkuda ?"

Cai Mao menjawab, "Ini adalah sudah tugasku untuk menjaga pejabat dari 42 daerah yang berkumpul disini karena aku adalah kepala komandan disini."

"Kemanakah kau kira tuanku pergi ?" Tanya Zhao Yun.

"Mereka mengatakan padaku dia berkuda sendirian keluar melalui gerbang barat tetapi aku tidak melihat dirinya."

Zhao Yun yang khawatir dan curiga segera kembali lagi ke sungai dan mencari. Kali ini dia melihat ada tanda jejak basah ditebing. Dia berpikir bahwa tidak mungkin seseorang yang berada diatas kuda bisa melewati tempat itu. Jadi dia menyuruh prajuritnya berpencar dan mencari. Tetapi mereka tidak bisa menemukan jejak Liu Bei.

Zhao Yun segera kembali lagi kedalam kota, dan ketika dia mencapai tembok kota. Cai mao telah pergi. Lalu dia menanyai penjaga gerbang dan mereka semua berkata melihat Liu Bei keluar dari gerbang dengan terburu-buru. Hanya itu yang mereka tahu. Karena khawatir dia akan disergap didalam kota, maka dia memutuskan untuk segera kembali ke Xin Ye.

Setelah kejadian luar biasa yang menyelamatkan nyawannya, Liu Bei walaupun merasa lelah tetapi tdk habis memikirkan hal itu.

Dia berkata pada dirinya sendiri, "Keselamatanku hanya karena ada campur tangan langit saja."

Dia mengikuti jalan setapak dan berkuda menuju Nan Yang. Tetapi Segera matahari terbenam dibarat dan tampaknya tujuannya masih sangat jauh. Lalu dia bertemu dengan pengembala sapi yang sedang meniup seruling.

"Jika aku bisa sebahagia dia !" Kata Liu Bei sambil menghela napas.

Dia memberhentikan kudanya dan melihat pada anak muda itu yang juga menghentikan hewannya dan berhenti bermain musik serta melihat Liu Bei.

"Kau pasti Liu Bei, Jenderal yang melawan pemberontak Jubah Kuning." Kata Anak muda itu.

Liu Bei terkejut.

"Bagaimana kau mengetahui namaku, seorang anak muda yang tinggal ditempat terpencil seperti ini ?" Kata Dia.

"Tentu aku tidak mengenalmu, tetapi tuanku sering kedatangan tamu dan mereka selalu membicarakan mengenai Liu Bei, seorang tinggi yang memiliki kuping panjang dan yang matanya sangat cerah. Mereka berkata bahwa dia adalah manusia yang paling terkenal saat ini. Sekrang Kau, Jenderal sama seperti yang sering mereka gambarkan dan aku yakin kaulah dia."

"Siapakah tuanmu jika aku boleh tahu ?"

"Nama Tuanku adalah Sima Hui, Dia berasal dari Ying Chuan dan nama pendeta taonya adalah Cermin air."

"Siapakah nama teman-teman Tuanmu yang sering kau sebutkan itu ?"

"Mereka adalah Pang Degong dan Pang Tong dari Xiangyang."

"Dan siapakah mereka itu ?"

"Paman dan keponakan. Pang Degong lebih tua 10 tahun dari tuanku dan Pang Tong lebih muda 5 tahun. Suatu hari tuanku sedang memanen pohon berry ketika pang tong tiba. Mereka mulai berbicara sepanjang hari, tuanku tidak tidur sampai larut malam. Tuanku sangat senang dengan pang tong dan memanggilnya Adik."

"Dan dimanakah tuanmu tinggal ?"

"Didalam hutan disana, kau jalan saja lurus," Kata pengembala itu, "Dia mempunyai tanah pertanian disana."

"Aku adalah benar Liu Bei dan jika bisa dapatkah kau tunjukan dimana tuanmu itu karena aku ingin mengucapkan salam."

Pengembala itu memimpin jalan sekutar 2 Li dimana Liu Bei menemukan sebuah pertanian dengan rumah cukup besar ditengahnya. Tiba-tiba terdengar suara seruling yang dimainkan dan udara disana sangalah sejut. Dia berhenti disana dan meminta agar pengembala itu tidak memberitahukan kedatanganya, tetapi dia disana berdiri mendengarkan melodi musik itu.

Tiba-tiba musik itu berhenti.

Dia mendengar suara tawa dan seorang pria muncul, "Suara serulingku hari ini sangat jerni dan jelas, Tiba-tiba ada bunyi nada tinggi yang berarti ada seorang yang mulia didekat sini."

"Itu adalah tuanku," Kata pengembala menunjuk tuannya.

Liu Bei melihat dihadapannya seorang dengan badan tegap seperti pohon pinus dan memiliki raut wajah seperti orang suci. Dia segera mendekat dan turun dari kudanya untuk bersujud. Baju Liu Bei masih basah sejak dari sungai tadi.

"Kau baru saja lolos dari maut hari ini , tuan." Kata si Cermin air.

Liu Bei terkejut dan terdiam dan Pengembala itu mengtakan pada tuannya, "Ini adalah Liu Bei."

Cermin air memintanya masuk kedalam rumah dan disana mereka duduk. Liu Bei memandang ruangan itu. Didalam rak buku terdapat banyak sekali buku dan manuskrip. Jendela yang terbuka memberikan pemandangan yang unik dari pepohonan dan bambu dengan latar belakang pengunungan yang indah.

"Ada apa kau datang kemari, Tuanku ?" Tanya Tuan Rumah.

"Karena kebetulan aku melewati daerah ini dan pengembala tadi menunjukan rumah ini padaku. Jadi aku datang untuk memberi hormat padamu. Aku tidak dapat mengatakan betapa senangnya diriku bisa berkesempatan seperti ini."

Cermin air tertawa dan berkata, "Kenapa kau menyembunyikan sesuatu ? Kenapa kau berbohong ? Kau jelas baru lolos dari bahaya maut."

Lalu Liu Bei menceritakan mengenai kisah perjamuan itu dan pelariannya.

"Aku tahu semua itu dari penampilanmu." Kata Tuan Rumah, "Namamu telah lama kudengar, tetapi sampai saat ini kau hanyalah pengembara yang tidak memiliki rumah "

"Aku mengalami banyak kegagalan dalam hidupku." Kata Liu Bei, "Dan melalui salah satu dari itu aku sampai disini hari ini."

"Kau tidak ditakdirkan untuk gagal. Tetapi alasannya kau masih begini karena kau kekurangan satu orang untuk membantumu."

"Aku hanyalah seorang yang sederhana, aku tahu itu. Tetapi aku mempunyai Sun Qian, Mi Zhu dan Jian Yong untuk urusan sipil dan Pendekar seperti Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun untuk urusan militer. Mereka adalah pembantuku yang setia dan aku sangat bergantung pada mereka."

"Jenderal-jenderalmu adalah yang terbaik dan cocok untuk mengalahkan pasukan apapun. Tetapi sangat disayangkan kau tidak memiliki seorang penasehat yang hebat. Pegawai sipilmu tidak lebih hanyalah pelajar kutu buku, bukanlah orang yang tepat untuk merajut dan mengatur Nasib dirimu dan dunia."

"Aku selalu berkeinginan untuk mencari para petapa-apa yang tinggal di bukit sampai hari mereka tiba. Sejauh ini aku mencari tetapi masih gagal."

"Kau tahu bahwa konfusius pernah berkata, 'Didalam desa berisi 10.000 kepala keluarga pasti hidup satu orang yang benar', Dapatkah kau bilang bahwa orang yang kau cari itu tidak ada ? "

"Aku hanyalah orang bodoh dan tidak berwawasan. Aku harap kau memberikan petunjuk padaku."

Cermin air berkata, "Pada saat ini orang yang paling pintar dan paling bijak didunia ini semua berada disini dan kau, tuan, harus mencari mereka."

"Dimana mereka ? siapakah mereka? " KAta Liu Bei dengan cepat.

"Jika kau dapat menemukan "Naga Tidur" atau "Phoenix Muda" Kau dapat merestorasi negara dan menghentikan kekacauan."

"Tetapi siapakah kedua orang ini ?"

Tuan rumahnya hanya menepuk tangannya, tersenyum dan berkata, "Baik, Sangat baik !"

Liu Bei terus mencoba mencari jawaban, tetapi cermin air berkata, "Sekarang sudah malam. Kau lebih baik menginap disini jenderal dan kita akan membicarakan masalah ini lain waktu."

Dia segera memanggil pelayannya untuk membawakan arak dan makanan untuk tamunya itu dan kudanya ditaruh di kandang dan diberi makan. Setelah Liu Bei makan, dia segera diantar kekamarnya dan segera pergi tidur. Tetapi kata-kata dari tuan rumahnya itu membuatnya tidak dapat tidur semalaman dan dia berbaring disana sampai larut malam.

Tiba-tiba dia terbangun karena ada suara ketukan dipintu dan seseorang masuk. Dan dia mendengar tuan rumahnya berkata, "Darimana sajakah kau ?"

Liu Bei bediri dan mendengarkan pembicaraan itu diam-diam.

Dia mendengar tamu yang baru datang itu berkata, "Orang sering berkata bahwa Liu Biao selalu memperlakukan orang baik dengan baik dan orang jahat akan diperlakukan bagaimana seharusnya. Jadi aku pergi untuk melihatnya sendiri. Tetapi reputasi itu ternyata tidak pantas disandangnya. Dia memperlakukan orang baik dengan benar tetapi tidak dapat menggunakan mereka dan dia tidak tahu bagaimana yang benar dan yang licik. Jadi kau meninggalkan surat untuknya dan pergi. Dan disinilah aku sekarang."

Cermin air berkata, "Kau cukup mampu menjadi penasehat bagi seorang raja. dan seharusnya dapat mencari seseorang yang cocok untuk kau layani. kenapa kau membuat "murah" dirimu dengan pergi kepada Liu Biao ? Lagipula, pahlawan sesungguhnya sudah ada didepan matamu dan kau tidak mengenal dia."

"Tepat seperti yang kau katakan." Balas orang itu.

Liu Bei mendengar dengan senang dan mengira bahwa pengunjung itu adalah salah satu dari dua orang yang disebutkan oleh tuan rumahnya tadi. Liu Bei ingin segera menunjukan dirinya tetapi dia berpikir itu akan tampak aneh. Akhirnya dia menunggu hingga pagi hari dan dia mencari tuan rumahnya."

"Siapakah yang datang tadi malam ?" Tanya Liu Bei.

"Seorang temanku”Jawabnya.

Liu Bei memohon untuk diperkenalkan, tetapi cermin air berkata, "Dia ingin mencari tuan yang pantas dan telah pergi ketempat lain."

Ketika Liu Bei menanyakan namanya, tuan rumahnya hanya menjawab, "Bagus, Bagus !"

Dan ketika Liu Bei bertanya siapakan mereka yang dijuluki "Naga Tidur" dan "Phoenix Muda", Tuan rumahnya menjawab dengan cara yang sama.

Liu Bei kemudian bersujud kepada tuan rumahnya dan memohonnya meninggalkan bukit ini dan menolongnya untuk membawa kedamaian dan merestorasi kekaisaran.

Tetapi Cermin air berkata, "Orang-orang dibukit dan hutan tidak cocok untuk mengemban tugas itu, tetapi masih banyak yang jauh lebih mampu untuk membantumu jika kau mencari mereka."

Sementara mereka berbicara, mereka mendengar teriakan tentara dan ringkikan kuda dan pelayan datang serta mengatakan ada jenderal yang membawa pasukan telah tiba. Liu Bei segera keluar dan melihat siapakah mereka dan ternyata itu adalah Zhao Yun. Dia langusng lega dan Zhao Yun segera turun dari kuda dan memasuki rumah.

"Kemarin malam ketika aku kembali ke Xin Ye," Kata Zhao Yun," Aku tidak dapat dapat menemukanmu tuanku, jadi aku segera mengikuti jejak2x yang ada dan sampai kemari. Aku harap kau kembali secepatnya, karena aku khawatir akan ada serangan terhadap kota."

Lalu Liu Bei segera berpamitan pada tuan rumah dan seluruh rombongan kembali ke XIn Ye, Sebelum mereka jauh, pasukan lainnya tiba dan ketika mereka mendekat, mereka melihat bahwa itu adalah Guan Yu dan Zhang Fei. Mereka bertemu dan merasa senang sekali dan Liu Bei menceritakan pada mereka mengenai pengalamannya. Semua tertegun dan mengucapkan selamat.

Segera mereka sampai dikota, sebuat rapat diadakan dan Zhao Yun berkata, "Kau harus menulis surat pada Liu Biao dan menceritakan semua hal ini."

Surat itu disiapkan dan Sun Qian membawa surat itu kepada Liu Biao di Jing Zhou. Ketika Sun Qian tiba, Liu Biao segera menanyakan mengapa Liu Bei pergi dengan terburu-buru dari festival. Segera surat itu diserahkah oleh Sun Qian kepada Liu Biao dan dia menceritakan mengenai rencana jahat Cao Mai dan menceritakan mengenai pelarian yang hebat dari tuannya itu.

Liu Biao sangat marah dan segera menyuruh Cai Mao menghadap. Dia berkata, "Berani sekali kau mencoba menyakiti saudaraku ?"

dan dia meminta Cai Mao segera dihukum mati.

Istri Liu Biao, Kakak dari Cai mao segera memohon ampunan, tetapi Liu Biao menolaknya.

Lalu Sun Qian berkata, "Jika kau menghukum mati Cai Mao, aku khawatir Paman Liu Bei tidak akan dapat tinggal disini lagi."

Lalu Hukuman Cai Mao dibatalkan tetapi dia tetap dihukum dengan dipukul 100x.

Liu Biao segera mengirim anaknya Liu Qi berserta Sun Qian untuk meminta maaf. Ketika Liu Qi sampai di Xin Ye, Liu Bei menyambutnya dan memberinya jamuan kehormatan.

Setelah minum, tamunya itu tiba-tiba menangis dan berkata, "Ibu tiriku, Lady Cai, selalu berharap menyingkirkan aku dan aku tidak tahu bagaimana harus menghindar dari kemarahannya. Dapatkah kau menasehati aku paman ?"

Liu Bei menasehatinya untuk berhati-hati dan tetap menghormati orang tua dan nanti semuanya akan baik-baik saja. Segera setelah itu, Liu Qi berpamitan dan tetap menangis.

Liu Bei mengantar Liu Qi keluar dan menunjuk pada kudanya serta berkata, "Aku berhutang nyawa kepada kuda ini. Jika bukan karena dia, aku telah berada dia alam bawah sana."

"itu bukan karena kuda itu, tetapi karena keberuntunganmu, paman."

Mereka berpisah, Liu Qi masih menangis. Ketika Liu Bei kembali memasuki kota, Dia bertemu dengan seseorang dijalan menggunakan Pentup kepala seperti pendeta, jubah katun dan ikat pinggang berwarna hitam dan memakai sepatu hita. Dia menyanyikan lagi dijalan.

Liu Bei mendengarkan

"Pasti dia adalah salah satu orang yang dibicarakan cermin air." Kata dia.

Dia segera turun dari kudanya dan berkata pada penyanyi itu dan mengundangnya kedalam kediamannya. Disana mereka duduk dan dia bertanya siapakah nama orang itu.

"Aku dari YingCuan dan bernama San Fu. Aku telah mengetahuimu berdasarkan reputasi sejak lama dan mereka berkata kau sangat menghargai bakat orang. Aku ingin bertemu denganmu tetapi tidak memiliki kesempatan. Jadi aku berpikir dapat menarik perhatianmu dengan bernyanyi dipasar."

Liu Bei berpikir dia telah menemukan harta karun dan memperlakukan tamunya itu dengan sangat hormat. Lalu San Fu berkata bahwa dia ingin melihat kuda yang Liu Bei kendarai.

"Bukankah ini Di Lu Ma ?" Tanya San fU, "Ini bukanlah kuda yang bagus dan akan membahayakan penunggangnya. Kau tidak boleh mengendarai kudai ini."

"Dia telah memenuhi takdirnya." Kata Liu Bei dan dia menceritakan mengenai kejadian melompat tebing itu.

"Tetapi itu adalah menyelamatkan tuannya bukan membahayakannya. Aku yakin dia akan melukai seseorang pada akhirnya. Tetapi aku dapat memberitahu padamu bagaimana caranya untuk mencegah hal buruk itu."

"Aku akan senang mendengar hal itu." Kata Liu Bei.

"Jika kau mempunyai musuh maka kau berikan saja kuda ini dan tunggu sampai dia memenuhi takdirnya pada orang itu. Setelah itu kau akan dapat mengendarainya dengan aman."

Liu Bei langsung berubah marah.

"Apa !!! Kau hanyalah seorang yang baru kukenal dan kau menyarankan aku untuk mengambil langkah salah itu dan mencelakakan orang lain demi kepentingan diriku sendiri ? Tidak tuan, aku tidak akan mendengarkan."

Tamunya tersenyum dan berkata, "Orang-orang berkata kau adalah orang bijak. Aku tidak dapat bertanya langsung padamu jadi aku hanya mencobaimu."

Liu Bei kembali merubah ekspresinya. Dia berdiri dan membalas memuji dan berkata, "Tetapi bagaimana aku menjadi orang yang bijak sementara aku belum mendapat petunjukmu? "

Segera Setelah itu Shan Fu diangkat menjadi Penasehat Militer.

Salah satu hal yang selalu dipikirkan Cao-Cao ketika dia kembali dari Ji Zhou adalah untuk merebut Jing Zhou. Dia mengirim Cao Ren dan Li Dian dengan kedua kakak beradik, Lu Xiang dan Lu Kuang yang telah menyerah untuk berkemah di Fan Cheng dengan 30.000 prajurit dan hal ini mengancam posisi Jing Zhou dan Xiang Yang. Mata-mata segera dikirim untuk mencari tahu titik lemah mereka.

Lalu Lu Xiang dan Lu Kuang membuat permohonan kepada Cao Ren dan berkata, "Liu Bei sedang memperkuat posisinya di Xin Ye dan mengumpulkan banyak persediaan. Ada sebuah rencana sedang dilakukan dan kita harus mencegahnya. Sejak kami menyerahkan diri kami belum membuat jasa apapun dan jika kau beri kami 5000 prajurit kami berjanji akan membawakan kepala Liu Bei untukmu."

Cao Ren senang dan segera dia memberikan pasukan yang diminta. Pengintai segera memberitahu pada Liu Bei mengenai kejadian ini dan dia segera meminta nasehat Shan Fu.

Shan Fu berkata, "Mereka tidak boleh melintasi perbatasan. Kirim Guan Yu dan Zhang Fei kekiri dan kanan jalan, masing-masing dengan 1000 prajurit, satu menyerang ketika musuh sedang dalam perjalanan dan yang lainnya untuk memotong jalur jalan mundur musuh. Tuan Dan Zhao Yun membawa 2000 prajurit menyerang dari depan."

Guan Yu dan Zhang Fei bergerak dan Liu Bei bersama 2000 tentaranya keluar untuk melawan musuh. Sebelum mereka pergi jauh, telah terlihat awan debu dibelakang bukit. Hal ini menandai bahwa pasukan musuh telah dekat, segera setelah itu kedua pasukan mengatur formasinya, Liu Bei berkuda kedepan.

Dia memanggil jenderal pasukan musuh, "Siapakah kalian sehingga berani memasuki wilayahku ?"

"Aku adalah jenderal Lu Kuan dan aku memiliki perintah perdana menteri untuk menangkapmu !" Kata pimpinan itu.

Liu Bei memerintahkan Zhao Yun untuk keluar dan kedua jenderal segera bertarung. Segera Zhao Yun dengan tombaknya berduel dengan musuh, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk membunuhnya. Liu Bei memberi signal untuk menyerang. Lu Xiang tidak dapat mempertahankan posisinya dan segera mundur. Segera pasukannya menemukan bahwa mereka telah terkepung dari berbagai sisi. Kekalahan mereka sangat besar dan hampir lebih dari 1/2 pasukan mereka musnah. Sementara yang selamat segera melarikan diri.

Sekitar 5 Li kemudian mereka menemukan bahwa jalan mundur mereka dihalangi oleh pasukan yang dipimpin oleh Zhang Fei, yang beridiri menghalangi jalan dengan tombak ularnya siap menyerang. Dia berkata, "Zhang Fei sudah menunggumu disini !"

Zhang Fei segera menyerang Lu Xiang yang segera terbunuh karena paniknya. Kemudian pasukan segera kabur berserakan dalam kekacauan. Mereka segera dikejar oleh Liu Bei dan sebagian besar pasukannya tewas atau tertangkap.

Lalu Liu Bei kembali ke XinYe dan memberi Hadiah pada Shan Fu dan berpesta atas kemenangan ini.

Beberapa dari prajurit yang kalah ini kembali membawa berita kematian pemimpin mereka dan tertangkapnya teman-teman mereka, mereka memberitahukan ini kepada Cao Ren di Fan Cheng.

Cao Ren yang kesal, segera berkonsultasi pada Li Dian yang berkata, "Kekalahan ini karena kita terlalu meremehkan musuh. Sekarang kita harus bertahan dan meminta bantuan dari ibu kota."

"Tidak !" Kata Cao Ren, "Kita tidak dapat membiarkan kematian dua pemimpin kita dan kehilangan pasukan. Kita mesti membalaskan dendam mereka secepatnya. Xinye hanyalah berisi tikus2x bodoh memegang panah dan tidak berharga untuk mengganggu perdana menteri untuk hal ini."

"Liu Bei seperti manusia terbuat dari besi." Kata Li Dian, "jangan pandang remeh dia."

"Apa yang kau takutkan ? " Kata Cao Ren.

"Strategi peperangan berkata, ' Untuk mengetahui musuhmu dan dirimu adalah rahasia dari sebuah kemenangan." Jawab Li Dian, "Aku tidak takut peperangan, tetapi aku tidak berpikir kita dapat menguasai mereka kali ini."

"Kau adalah pengkhianat !" Teriak Cao Ren marah, "Aku akan menangkap Liu Bei seorang diri."

"Lakukan seperti maumu, aku akan menjaga kota”Kata Li Dian.

"Jika kau tidak ikut denganku, ini adalah bukti bahwa kau pengkhianat." Jawab Cao Ren.

Dengan hal ini, Li Dian merasa terpaksa dan mengikuti kehendak Cao Ren. Jadi dia membawa 25.000 prajuritnya yang dengan mereka dan melintasi sungai yu menuju Xinye.


BAB 36

Dengan penuh amarah, Cao Ren segera mengerahkan pasukannya untuk membalaskan dendam kekalahan pasukannya yang lalu. Dia segera menyebrang sungai Yu untuk menyerang Xin Ye dan meratakannya dengan tanah.

Ketika Shan Fu kembali ke kota, dia berkata pada liu bei, "Ketika Cao Ren yang sekarang berada di Fan Cheng mendengar mengenai kekalahannya dia akan segera kemari dan menyerang kita."

"Bagaimana kita akan menghadapinya ?" Tanya Liu Bei

"Dia pasti akan datang dengan seluruh kekuatannya, dan kotanya sendiri tidak akan ada yang menjaga. Kita akan mengejutkan mereka."

"Dengan Taktik apa kita akan mengejutkan mereka ?"

Kemudian penasehatnya itu membisiki dia sesuatu. Apapun rencana yang dibisikannya itu, hal itu membuat Liu Bei sangat senang yang segera membuat perencanaan. Segera pengintai melaporkan bahwa Cao Ren telah melintas sungai dengan Pasukan besarnya.

"Seperti yang telah kuperhitungkan." Kata Shan Fu mendengar hal itu.

Lalu dia segera menyarankan Liu Bei mengirim pasukan untuk menghadapi Penyerang dan setelah formasi tersusun rapih, Zhao Yun berkuda kedepan dan menantang duel.

Li Dian segera menjawab tantangan itu dan dia keluar bertarung, Zhao Yun dengan gagah menahan semua serangan lawannya itu dengan tombaknya, sementara Li Dian berusaha terus mencari kesempatan untuk mengalahkan lawannya. Setelah bertarung 10 jurus, Li Dian mulai merasa kewalahan menahan serang Zhao Yun dan dia melihat bahwa dia akan kalah, dia segera mundur kembali kedalam pasukannya. Zhao Yun segera mengejar dia, tetapi dia segera dihujani oleh anak panah yang ditembakan dari pasukan Cao Ren. Kedua pasukan kembali ke tempatnya masing-masing dan mundur.

Li Dian melaporkan pada tuannya, "Musuh kita sangat berani dan sedang bersemangat tinggi, mereka akan sangat sulit untuk kita taklukkan. Kita lebih baik mundur ke Fancheng dan menunggu bala bantuan."

Cao Ren dengan marah berkata, "Kau telah membuat semangat pasukan menjadi lemah dan sekarang kau akan mengkhianati kami. Kau telah dibeli oleh musuh dan pantas untuk dihukum mati."

Cao Ren segea memanggil pengawalnya untuk menghukum mati Li Dian. Tetapi para jenderal dan bawahannya yang lain memohon padanya dan Li Dian pun diampuni. Tetapi, dia dipindahkan ke garis belakang dan Cao Ren mengambil pimpinan didepan.

Keesokan harinya genderang perang dibunyikan dan Cao Ren setelah mengatur pasukannya segera mengirim utusan apakah Liu Bei mengenali formasi pasukannya.

Lalu San Fu pergi keatas bukit dan melihat formasi itu.

Lalu dia berkata pada Liu Bei bahwa formasi itu disebut "Formasi 8 Gerbang" (PA GUA YIN YANG). Setiap "Gerbang" mempunyai nama, 'LAHIR', 'KELUAR', 'BESAR', 'TERLUKA', 'TAKUT' ,'KEHANCURAN', 'RINTANGAN' dan 'KEMATIAN'. Jika kau masuk melalui 'LAHIR', 'KELUAR', 'BESAR' maka kau akan berhasil menghancurkan mereka, Jika kau masuk melalui, 'TERLUKA', 'TAKUT', 'RINTANGAN' maka kau akan mengalami kekalahan besar, tetapi jika kau masuk melalaui 'KEHANCURAN' dan 'KEMATIAN' maka tidak akan ada yang tersisa dari pasukanmu. Sekarang ke 8 gerbang telah disusun dengan rapih tetapi posisi ditengah kurang kuat dan seluruh formasi dapat kacau apabila posisi ditengah tidak kuat. Seluruh formasi yang mereka buat akan dapat kita kacaukan apabila kita masuk melalui arah tenggara dan keluar di arah barat."

Lalu Zhao Yun dipanggil dan diberikan perintah untuk memimpin 500 pasukan, dia menaiki kudanya untuk menghancurkan formasi musuh berkekuatan 25.000 prajurit. Shan Fu memerintahkan Zhao Yun untuk mengatur pasukannya dengan formasi yang disebut "Naga Air", Zhao Yun segera mendobrak masuk kedalam formasi musuh seperti yang diperintahkan, dengan segera di menuju kepasukan yang berada ditengah. Cao Ren berusaha pergi ke utara tetapi Zhao Yun bukannya terpancing mengikuti dia tetapi merubah arahnya ke sebelah barat dan berhasil keluar dari sanan. Lalu kemudian dia membawa pasukannya yang tersisa kembali lagi kearah tenggara dan menyerang Cao Ren dari arah yang sama dan akhirnya pasukan Cao Ren kacau. Liu Bei segera memberikan Signal pada pasukannya yang segera menyerang masuk dari arah selatan. Pasukan Cao Ren yang kacau balau karena formasinya telah pecah tidak dapat bertahan, mereka semua mencoba lari ke utara. Kemenangan hari itu milik Liu Bei dan pasukan musuh kembali dengan kekalahan telak.

Shan Fu memerintahkan agar mereka tidak mengejar pasukan Cao Ren. Kekalahan pasukannya membuat cao ren mengakui kebijaksanaan dari Li Dian dan dia segera mamanggil Li Dian untuk berkonsultasi.

"Mereka pasti memiliki orang yang pandai karena formasiku dengan begitu mudahnya dia hancurkan." Kata Cao Ren.

"Kekhawatiran terbesarku adalah mengenai Fan cheng." Kata Li Dian.

"Aku akan menyerang kemah mereka sekali lagi malam ini”Kata Cao Ren, "Jika aku berhasil, kita akan memutuskan apa yang akan dilakukan berikutnya, jika aku gagal kita akan segera kembali ke Fancheng."

"Kemah mereka telah dipersiapkan sedemikian rupa dan kau akan gagal." Kata Li Dian.

"Bagaimana kau dapat berharap untuk sukses jika kau memiliki banyak keraguan ?" Kata Cao Ren dengan marah.

Dia tidak berbicara lagi dengan Li Dian yang menurutnya terlalu berhati-hati. Dia segera memimpin pasukannya keluar dan Li Dian diperintahkan menjaga barisan belakang.

Shan Fu sekarang sedang berdiskusi dengan tuannya mengenai angin kencang yang bertiup dari arah timur laut yang berarti menurut Shan Fu akan ada penyerangan di kemah malam ini.

"Bagaimana kita akan menghadapinya ?" Tanya Liu Bei.

"AKu sudah mempunyai renana." Jawabnya.

Shan Fu segera membisikan sesuatu pada Tuannya. Ketika pasukan musuh tiba, mereka melihat api dimana-mana, kemah dan gubuk terbakar. Cao Ren memahami bahwa tidak ada harapan untuk menang dan dia segera menarik mundur pasukannya secepat mungkin. Ini adalah tanda bagi Zhao Yun untuk segera keluar dari persembunyiannya membawa pasukannya dan memotong jalan mundur Cao Ren. Cao Ren segera menuju utara melintasi sungai, tetapi disana Zhang Fei telah menunggunya dan menyerangnya.

Hanya karena usaha Li Dian saja, Cao Ren berhasil samapi ke Feri penyebrangan dan menyebrang sungai. Kebanyakan pasukannya tenggelam kesungai. Segera setelah dia sampai ditepi jauh, dia segera bergerak ke Fan Cheng. Dia sampai didepan tembok dan memanggil penjaga gerbang, tetapi bukannya disambut, dia mendengar bunyi genderang perang yang segera diikuti munculnya pasukan dari dalam kota yang dipimpin oleh Guan Yu.

"Aku telah merebut kota ini !!" Teriak Guan Yu.

Hal ini langsung mengejutkan Cao Ren yang sekarang berwajah pucat. Segera dia berbalik untuk kabur dan Guan Yu dari belakang mengejarnya dan membantai banyak sekali prajuritnya. Sisa-sisa pasukannya kembali ke Xu Chang. Didalam perjalanan Cao Ren berpikir, siapa kira2x orang yang telah membantu musuhnya itu dan dia bertanya pada penduduk sekitar mengenai hal ini.

Sementara Cao Ren berserta pasukannya yang telah dikalahkan sedang kembali di ibu kota. Liu Bei berserta pasukannya bergerak menuju Fan Cheng dimana dia disana diterima oleh Liu Mi, kepala kota setempat. Liu Mi sendiri masih merupakan keluarga kekaisaran yang dilahirkan di Chang Sha. Liu Mi menerima Liu Bei sebagai tamu dirumahnya dan memberikan pesta dan mempelakukannya dengan sangat baik.

Didalam kereta kudanya menuju tempat kediaman Liu Mi, Liu Bei melihat seorang pemuda yang gagah dan tampan dan bertanya siapakah dia kepada Liu Mi.

Liu Mi menjawab, "Dia adalah keponakanku, Kou Feng, Anak dari Bangsawan Kou di Luo. Aku telah merawatnya dari kecil sejak orang tuanya meninggal."

Liu Bei sangat menyukai pemuda ini dan mengusulkan untuk mengangkatnya menjadi anak. Liu Mi sangat senang mendengarnya dan segera sebuah upacara dilakukan untuk hal ini. Pemuda itu lalu diberi nama marga baru menjadi Liu Feng. Ketika Liu Bei pergi, dia membawa anak angkatnya itu bersama dia. Liu Feng lalu bersujud kepada Zhang Fei dan Guan Yu yang dipanggilnya paman.

Guan Yu meragukan keputusan mengambil anak angkat ini dan berkata, "Kau telah memiliki anak. Kenapa kau berpikir perlu untuk mengadopsi yang lain ? Ini akan menimbulkan kekacauan nantinya."

"Tidak akan kacau. Aku akan memperlakukan dia layaknya seorang ayah dan dia akan melayani aku layaknya seorang anak."

Guan Yu tidak setuju tetapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.

Lalu Liu Bei dan Shan Fu mulai membahas masalah Strategi dan mereka memutuskan unutuk meninggalkan Zhao Yun dengan 1000 prajurit untuk menjaga Fancheng dan mereka kembali ke Xin Ye.

Sementara itu, jenderal Cao-Cao yang baru kalah telah kembali. Ketika dia melihat perdana menteri, cao ren segera bersujud ke tanah dan menagis dan mengakui kesalahannya. Dia menceritakan mengenai kekalahannya itu dan bagaimana dia bisa kembali hanya dengan 5000 prajurit saja.

"Keberuntungan di medan perang." Kata Cao-Cao”Tetapi aku ingin tahu siapakah yang menyusun rencana bagi Liu Bei."

"Aku dengar seseorang bernama Shan Fu." Jawab Cao Ren.

"Siapakah dia ?" Tanya Cao-Cao.

Cheng Yu berkata, "Orang itu bukan Shan Fu. Ketika muda dia sangat suka bermain pedang dan menegakkan kebenaran. Dia mencari orang yang salah dan membalaskan kesalahan mereka dengan pedangnya. Pada hari terakhir kaisar Ling, dia membunuh seseorang untuk membalaskan temannya dan sejak saat itu dia membiarkan rambutnya terurai, mengotori mukanya dan mencoba agar tidak tertangkap ketika seorang petugas berhasil menangkap dia dan menanyainya. Dia tidak menjawab, jadi dia dibawa keliling kota dan petugas itu bertanya pada orang-orang dijalan mengenai adakah yang mengenal dirinya. Tidak ada yang mengatakan mengenal dirinya padahal mereka semua mengetahui dengan jelas siapakah dia. Tetapi, kawan2xnya akhirnya berhasil melepaskan dia dari penjara dan dia kabur serta merubah namanya. Lalu dia akhirnya belajar pada banyak guru dan pertapa-apa si bukit2x dan dihutan-hutan. Dimanapun ada pelajar terkenal atau pertapa sakti pasti dia akan segera pergi kesana dan menemuinya. Dia adalah salah seorang yang selalu berdebat dan mengadu kepandaian dengan Sima hui. Nama aslinya adalah Xu Yuanjiang, dia dipanggil Xu Shu dari Yingchuan. San Fu adalah julukannya yang selalu dipakai untuk menyamar."

"Bagaimana dia jika dibandingkan denganmu ?" Tanya Cao-Cao.

"10 X lebih pintar." Jawab Cheng Yu.

"Sungguh disayangkan orang-orang handal berkumpul pada Liu Bei, sayapnya akan segera tumbuh. Apa yang akan kita lakukan ?"

"Xu Shu berada disana saat ini. Tetapi jika kau menginginkan dia, akan tidak sulit untuk membuatnya datang." Jawab Cheng Yu.

"Bagaimana aku dapat membuatnya datang ?" Jawab Cao-Cao.

"Dia sangat sayang kepada ibunya. Ayahnya mati muda dan meninggalkan dia serta ibunya. Sekarang Lady Xu sendirian, tidak ada yang menjaga. Jika kau minta ibunya untuk datang kemari dan menuliskan surat untuk anaknnya, dia pasti akan datang."

Cao-Cao segera mengirim utusan untuk menjalankan rencanai ini dan ibu tua itu dibawa ke Ibukota dimana disana dia perlakukan dengan sangat baik.

Cao-Cao kemudian berkata, "Aku mendengar kau mempunyau seorang anak berbakat, yang sekarang berada di Xin Ye membantu pemberontak Liu Bei melawan pemerintah. Disana dia seperti mutiara dikubangan lumpur. Sungguh disayangkan. Aku harap kau mau memanggil dia pulang. Aku dapat mempertemukannya dengan kaisar dan mungkin dia akan mendapat jabatan penting."

Cao-Cao memerintahkan sekertarisnya mempersiapkan kertas dan tinta agar Lady Xu bisa menulis surat pada anaknya.

"Orang seperti apakah Liu Bei ini ?" Tanya Lady Xu.

Cao-Cao berkata, "Soerang biasa dari Zhuo, dia memanggil dirinya paman kaisar dan karena itu menganggap dirinya punya hubungan dengan pendiri dinasti Han. Dia tidak dapat dipercaya juga tidak memiliki kebajikan. Orang-orang berkata dia adalah orang hebat, tetapi itu hanya diluarnya saja, didalamnya dia adalah orang yang kejam."

Lady Xu dengan suara marah berkata, "Kenapa kau memfitnah dia dgn sungguh kejam ? Semua orang tahu bahwa dia adalah keturunan pangeran Han dan merupakan keluarga kekaisaran. Dia sangat baik pada semua orang dan dihormati semua orang. Dia memiliki reputasi seorang yang penyayang. Semua, tua dan muda, pengembala atau penebang kayu tidak dibedakan dihadapannya. Semua mengenal namanya dan menganggap dia sebagai yang paling mulia didunia ini. Jika anakku berkerja padanya, berarti dia telah menemukan tuan yang tepat. Kau, dibawah nama menteri Han, bukanlah apa-apa tetapi hanya pemberontak Han. Berlawanan dengan segala kebenaran yang ada, kau berkata padaku Liu Bei adalah pemberontak. Kau mencoba untuk mempengaruhiku sehingga aku menulis surat pada anakku untuk meninggalkan terang dan menuju gelap. Apakah kau sudah tidak mempunyai rasa malu lagi ???"

Setelah Lady Xun berhenti berbicara, dia segera mengambil tinta itu dan menyiramkannya pada Cao-Cao. Hal ini membuatnya sungguh marah dan membuatnya lupar diri sehingga dia memerintahkan pengawal untuk memenggal kepalanya. Wanita tua itu segera dibawa keluar untuk dihukum mati.

Penasehat Cheng Yu segera menghentikan tindakan ini dan berakata pada Cao-Cao, "Wanita tua ini memang berharap mati. Tetapi jika kau membunuh dia, kau akan membuat reputasimu menjadi buruk. Selain itu, hal ini akan membuat Xu Shu makin tidak menyuakimu dan akan membalas dendam kepadamu. Kau lebih baik menahan dia disini sehingga Xu Shu tidak akan dapat membantu musuhmu sementara ibunya kita tahan disini. Jika kau menahan dia, aku pikir aku dapat membujuk anaknya untuk ikut denganmu."

Jadi Hukuman matipun dibatalkan dan Lady Xu diberikan tempat didalam istana dan Cheng Yu yang mengaku adalah saudara angkat anaknya ditugasi mengurus segala keperluan lady Xu. Dia sering membawakan Lady Xu hadiah dan sebuah surat yang dikatakan berasal dari Xu Shu, sehingga Lady Xu akhirnya membalas surat itu. Sedikit demi sedikit Cheng Yu mempelajari tulisan tangan Lady Xu dan berusaha menirunya. Segera setelah dia bisa menirunya, dia membuat surat palsu yang segera dikirimkannya ke Xinye.

Suatu hari seorang kurir tiba dan mencari Shan Fu. Dia berkata membawa surat dari rumahnya untuk dirinya. Prajurit pengawal kemudian membawa dia menemui Xu Shu. Xu Shu segera membaca surat itu.

Kemudian air mata turun dari pipinya setelah dia membaca surat itu dan dengan segera dia pergi menemui tuannya membawa surat itu.

"Aku mendengar Liu biao mempelakukan orang dengan baik dan aku pergi kepadanya. Kebetulan aku tiba disaat terjadi kekacauan. Aku melihat bahwa dia tidak berguna jadi aku meninggalkannya segera. Aku kemudian tiba ditempat Sima Hui pd suatu malam dan bercerita padanya, dan dia menyalahkanku karena tidak mengetahui tuan yang tepat padahal sudah melihatnya. Lalu dia menceritakan kepadaku mengenai engkau dan aku bernyanyi keras-keras dijalanan agar dapat menemuimu. Kau mengambil diriku dan menggunakan aku untuk merestorasi dinasti. Tetapi sekarang ibuku yang tua menjadi korban siasat Cao-Cao. Dia sedang ditahan olehnya dan mungkin akan diperlakukan lebih buruk lagi. Dia telah menulis surat memanggil diriku dan aku harus pergi. Aku berharap dapat melayanimu dengan kemampuanku ini, tetapi ibuku telah ditahan dan aku menjadi tidak berdaya. Karena itu aku harus segera pergi meninggalkanmu dan berharap kita dapat berjumpa lagi di lain kesempatan”

Liu Bei pun menangis ketika dia mendengar penasehatnya akan pergi.

"Ikatan diantara ibu dan anak adalah suci, " Kata Liu Bei, "Dan aku tidak perlu meningatkan padamu dimana kewajibanmu harus dijalankan terlebih dahulu. Ketika kau telah menemui ibumu, mungkin aku akan mendapatkan kembali kebahagian mengikuti nasehatmu itu."

Setelah berpamitan, Xu Shu ingin segera berangkat. Tetapi atas permintaan Liu Bei, dia setuju menetap satu malam lagi.

Tetapi Sun Qian berkata pada tuannya, "Xu Shu sungguh jenius, tetapi dia terlah berada disini terlalu lama dan mengetahui rahasia kita. Jika kau membiarkannya pergi kepada Cao-Cao, dia akan menjadi orang kepercayaannya dan ini akah menjadi masalah buat kita. Kau harus menahannya disini dengan segala cara dan Jangan membiarkannya pergi. Ketika Cao-Cao melihat Xu Shu tdk datang, dia akan membunuh ibunya Xu Shu dan karena itu akan membuat Xu Shu lebih setia lagi pada tuanku karena dia ingin membalaskan dendam ibunya itu."

"Aku tidak dapat melakukan hal itu. Itu akan sangat kejam dan licik untuk menyebabkan ibu seseorang terbunuh sehingga aku mendapatkan jasa anaknya. Jika aku menahan dia, itu akan menyebabkan keretakan diantara hubungan orangtua-anak dan aku akan melakukan dosa, saat itu aku lebih rela mati dibandingkan melakukan hal ini."

Keduanya bersedih dan menarik napas dalam-dalam.

Liu Bei ingin mengadakan perjamuan untuk Xu Shu yang dimana ditolaknya, dia berkata "Dengan ibuku sebagai tahanan. Aku tidak dapat menelan makanan apapun, walaupun arak direbus dalam wajan emas atau disuling dengan permata, aku tetap tidak dapat meminumnya."

"Kepergianmu seperti aku kehilangan sebelah tanganku." Kata Liu Bei, "Bahkan Hati Naga ataupun paha Burung phoenix akan terasa pahit dimulutku saat ini."

Mereka saling berpandangan dan menangis, mereka duduk terdiam hingga pagi hari menjelang. Ketika semua telah siap untuk perjalanannya, keduanya berkuda keluar kota. Disebuah paviliun diluar kota mereka turun dari kudanya dan minum bersama.

Liu Bei mengangkat cawannya dan berkata, "Ini karena keberuntunganku yang buruk sehingga aku harus berpisah darimu, tetapi aku harap kau dapat melayani tuan barumu dengan baik dan menjadi terkenal."

Xu Shu menangis dan berkata, "Aku hanyalah seorang yang bodoh yang telah kau terima untuk berkerja. Sayangnya, aku harus menyudahi pelayananku yang tidak seberapa ini karena ibuku yang ditahan Cao-Cao. Walaupun begitu aku tidak akan membuatkan rencana apapun untuk Cao-Cao."

"Setelah kau pergi, aku akan segera mengubur diriku sendiri di bukit dan bersembuyi dihutan," Kata Liu Bei.

Xu Shu berkata, "Aku selalu mengharapkan dirimu sebagai pemimpin diantara para pemipin, tetapi rencanaku sekarang berantakan dan karena aku menjadi tidak berguna disini apabila hatiku terus mengkhawatirkan ibuku. Tetapi kau harus segera mencari seseorang yang bijaksana untuk membantumu menjalankan rencana besarmu."

"Aku tidak akan menemukan orang yang lebih baik dari padamu, Tuan."

"Bagaimana aku dapat menerima pujian itu ?" Kata Xu Shu, "Aku hanyalah seorang bodoh tak berguna."

Segera dia bangkit dan berkata kepada mereka yang mengikuti perjalanan kedua orang ini, "Tuan2x sekalian, aku harap kalian melakukan jasa besar agar tuan kita dapat menuliskan namanya didalam sejarah bangsa ini dan membuat dia terkenal dan bersinar didalam halaman sejarah dunia. Jangan seperti aku, seseorang yang meninggalkan perkerjaanya 1/2 jadi."

Mereka semua tersentuh oleh perkataan Xu Shu, Liu Bei tidak dapat mengucapkan perpisahan pada penasehatnya itu. Dia mengantarnya lebih jauh sedikit lagi dan lalu sedikt lagi dan seterusya sampai Xu Shu berkata, "Aku tidak mau menyusahkanmu tuan, marilah kita berpisah saja disini."

Liu Bei segera turun dari kudanya dan berkata, "Kita akan berpisah dan masing-masing mengikuti jalannya sendiri dan tidak tahu kapan kita dapat bertemu lagi."

Air matanya turun seperi hujan dan Xu Shu juga menangis. Tetapi kata-kata selamat tinggal akhirnya terucapkan. Ketika Xu Shu telah pergi, Liu Bei menatap terus rombongan kecil itu dan melihatnya menghilang dari pandangannya pelan2x. Dia langsung bersedih ketika dia tidak dapat melihat lagi rombongan itu.

"Dia telah pergi ! Apa yang harus kulakukan ?"

Pepohonan membuatnya tidak dapat melihat rombongan itu, dan Liu Bei menunjuk pada pepohonan itu dan berkata, " Aku berharap dapat menebang semua pohon2x didaerah ini."

"Kenapa ?" Kata para bawahannya.

"Karena mereka menghalangi pandanganku melihat Xu Shu."

Tiba-tiba Xu Shu memacu kudanya kembali pada Liu Bei.

Kata Liu Bei, "Dia kembali, Apakah artinya dia akan menetap ?"

Dia juga segera memacu kudanya maju menemui Xu Shu dan ketika dia sudah dekat dia berkata, "Kau kembali, aku yakin bukan untuk masalah sepele."

Memberhentikan kudanya, Xu Shu berkata, "Karena perasaanku sedang kacau, aku lupa mengatakan sesuatu. Ada seseorang dengan bakal yang luar biasa hidup sekitar 15 Li di luar kota Xiang Yang. Kau harus mencari dia."

"Dapatkah aku merepotkanmu untuk memintanya mengunjungiku ?"

"Dia tidak akan mau menemuimu. Kau harus pergi menemui dia. Tetapi jika dia setuju untuk mengikutimu, Kau akan sama beruntungnya seperti ketika Zhou mendapatkan Lu Wang dan Han ketika mendapatkan Zhang Liang untuk membantunya."

"Bagaimana jika dia dibandingkan denganmu ?" Tanya Liu Bei.

"Denganku ? Jika aku dibandingkan dengannya maka aku hanyalah seekor bebek dibandingkan dengan burung phoenix, seekor Ulat kecil dibandingkan dengan seekor naga. Orang ini selalu membandingkan dirinya dnegan para orang bijak masa lalu seperti Guan Zhong dan Yue Yu, tetapi menurutku dia lebih pintar daripada mereka. Dia mempunyai bakat untuk mengukur langit dan menimbang bumi. Dia adalah seorang pria yang kepandaianya dapat menutupi seluruh bumi ini."

"Aku ingin tahu namanya."

"Dia berasal dari LangYe dan namanya Zhuge Liang. Dia keturunan jenderal Zhuge Feng. Ayahnya Zhuge Gui adalah wakil gubernur TaiShan tetapi mati muda dan anak muda itu akhirya ikut pamannya Zhuge Xuan ke Jing Zhou. Pelindung kekaisaran wilayah itu, Liu Biao, merupakan teman pamannya dan Zhuge Liang akhirnya menetap di XiangYang. Lalu pamannya meninggal dan dia bersama adik kecilnya Zhuge Jun kembali ketanah pertanian mereka di Nan Yang dan berkerja sebagai petani. Mereka suka menghibur diri mereka sendiri dengan menulis lagi dengan gaya Liang Fu."

"Didaerah itu ada sebuah bukit yang bernama "Naga Tidur" dan Zhuge Liang mengambil nama itu dan menyebut dirinya "Naga Tidur" (Wu Long). Ini adalah orang yang kau cari, orang dengan tingkat kejeniusan tanpa tanding. Kau harus mengunjungi dia dan jika dia membantumu, kau tidak perlu khawatir lagi mengenai kedamaian di kekaisaran ini."

"Cermin air selalu berkata bahwa ada dua orang yaitu Naga Tidur dan Phoenix Muda, dan jika aku mendapatkan satu saja diantara mereka maka semuanya akan baik-baik saja. Tentu dia, yang baru kau katakan adalah salah satu diantara mereka."

"Naga Tidur (Wu Long) adalah Zhuge Liang di Longchung, Phoenix Muda (Sui Fong) adalah Pang Tong dari XiangYang."

Liu Bei segera kegirangan mendengar hal ini, "Sekarang aku tahu siapakah orang-orang itu. Aku sangat berharap mereka berada disini ! Tetapi tanpa dirimu aku tidak akan tahu siapakah mereka2x itu."

Setelah Xu Shu merekomendasikan Zhuge Liang kepada Liu Bei, Xu Shu segera pergi lagi.

Sekarang Liu Bei mengeri ucapan pertapa Cermin air itu. dan segera dia merasa terbangun setelah tertidur karena mabuk. Didepan para bawahannya, dia segera kembali kedalam kota dan mempersiapkan banyak2x hadiah dan bersama saudara2xnya dia pergi ke NanYang.

Kareka didorong perasaan, Xu Shu menyebutkan nama temannya dan artinya mengkhianati janjinya pada temannya itu. Sekarang dia berpikir bahwa Zhuge Liang tidak akan mau membantu Liu Bei. Jadi Xu Shu segera pergi ke sana menemui dia. Dia segera pergi menuju Kediaman Naga Meringkuk (Mei Long Jiang) dan segera turun begitu sampai didepan rumah Zhuge Liang.

Dia bertanya mengapa Xu Shu datang, Xu Shu menjawab, "Aku berharap dapat melayani Liu Bei dari Yu Zhou. Tetapi karena ibuku telah ditahan oleh Cao-Cao dan dia memanggilku datang. Oleh Sebab itu aku harus meninggalkan Liu Bei. Pada saat aku berpisah, aku menceritakan tentang dirimu. Kau akan mendapatkan kunjungan darinya dengan cepat dan aku harap, tuan, kau tidak menolak untuk membantunya tetapi kau akan setuju dan menggunakan bakat besarmu untuk menolongnya."

Zhuge Liang menunjukan ketidaksukaannya dan berkata, "Dan kau telah menjadikanku korban dari dunia yang kacau ini."

Berkata seperi itu, Zhuge Liang segera bangun dan pergi meninggalkan ruangan. Xu Shu sangat menyesal dan malu, dia segera keluar dan naik keatas kudanya dan segera pergi ke ibu kota untuk melihat ibunya.


BAB 37

Seperti telah Dikatakan Xu Shu segera menuju Ibu kota untuk menemui ibunya. Ketika Xu Shu tiba, Cao-Cao langsung keluar menemuinya, Dia mengirim dua orang kepercayaanya Xun Yu dan Cheng Yu untuk menerima Xu Shu didepan gerbang kota dan Xu Shu dibawa kekediaman perdana menteri.

"Kenapa seorang pelajar terkenal sepertimu mau sujud dan berkerja pada Liu Bei ?" Kata Cao-Cao

"Aku seorang muda yang lari menghindar masalah. Aku menghabiskan waktu sebagai pengembara dan kebetulan datang ke Xinye dan berteman dengannya. Tetapi ibuku berada disini dan karena aku harus membalas budi orang tua, aku tidak dapat menetap disana."

"Sekarang kau akan dapat menjaga ibumu setiap saat dan aku mungkin akan mendapatkan kehormatan untuk mendengar instruksimu."

Xu Shu lalu berpamitan dan segera pergi ke tempat ibunya berada. Lalu dia menangis ketika bertemu ibunya dan langsung bersujud didepan kamar ibunya.

Tetapi ibunya sungguh terkejut karena melihat dia dan berkata, "Ada apa kau datang kemari ?"

"AKu berada di Xin Ye dan berkerja pada Liu Bei dari You Zhou, ketika aku mendapat suratmu. Aku segera datang."

Ibunya langsung marah besar.

Dengan memukul meja ibunya berteriak, "Kau memalukan, seorang anak tak tahu diri ! Bertahun-tahun kau kuajari banyak hal. Kau seorang pelajar dan mengetahui banyak buku. Kau pasti mengetahui bahwa kesetiaan dan balas budi orang tua terkadang berlawanan. Apakah kau tidak mengetahui bahwa Cao-Cao adalah seorang pengkhianat, seorang yang mempermainkan kaisarnya dan menghina para leluhur dinasti. Apakah kau tidak melihat bahwa Liu Bei adalah orang yang penuh kebajikan dan benar seperti yang seluruh dunia ketahui ? Lebih lagi, dia berasal dari Han dan ketika kau bersama dia, kau menemukan tuan yang pantas bagi dirimu. Sekarang karena sebuah surat palsu dan tanpa kau coba cari tahu, kau telah meninggalkan terang dan masuk kedalam kegelapan serta mendapatkan reputasi yang memalukan. Sungguh kau benar-benar Bodoh. Bagaimana aku tahan melihat mukamu itu ? Kau telah menodai kehormatan keluarga dan para leluhurmu. Kau tidak ada gunanya hidup didunia ini !!!"

Xu Shu masih bersujud, dia tidak berani mengangkat kepalanya dan melihat ibunya yang mengumpat dia. Setelah ibunya mengucapkan kata-kata terakhirnya, dia langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Segera setelah itu lalu datang pelayan yang keluar dan mengatakan bahwa Lady Xu telah menggantung dirinya sendiri. Xu Shu segera masuk kedalam kamar itu dan berusaha menyelamatkan dia, tetapi dia telah terlambat. Ibunya telah meninggal dan Xu Shu benar-benar sangat menyesal lebih dari yang pernah dia rasakan seumur hidupnya.

Xu Shu segera muntah darah dan pingsan. Dia baru siuman setelah lama sekali. Cao-Cao yang mendengar hal itu mengirimkan ucapan duka dan hadiah. Dia juga datang untuk memberikan penghiburan pada Xu Shu. Mayat ibunya di makamkan di selatan ibu kota dan Xu Shu bersujud didepan makam ibunya berhari-hari. Dia tetap menolak semua hadiah yang Cao-Cao berikan.

Pada saat itu Cao-Cao sedang membahas masalah menyerang keselatan.

Penasehatnya Xun Yu berkata, "Sekarang musim dingin, dan kusarankan agar kita tunggu sampai musim semi tiba sebelum melakukan ekspedisi."

Dan Cao-Cao pun menyetujui hal itu. Tetapi dia tetap memulai persiapan dan memerintahkan agar air sungai Zhang dibendung dan dibuat sebuah danau buatan dimana dia bisa melatih tentara untuk berperang didaerah perairan dan Laut. Dia juga memerintahkan di buat kapal2x besar dan kecil untuk dipakainya latihan.

Seperti telah diceritakan sebelumnya bahwa Liu Bei sedang mempersiapkan hadiah untuk mengunjungi Zhuge Liang. Suatu hari pelayannya melaporkan ada orang yang berkunjung, dia berpenampilan seperti seorang pertapa.

"Pasti dia orangnya." Kata Liu Bei yang dengan segera merapihkan bajunya.

Tetapi ternyata itu bukanlah Zhuge Liang, Dia adalah pertapa dari gunung yang waktu dulu ditemuinya, Sima Hui. Walaupun begitu Liu Bei tetap senang bertemu dengannya dan mengantar dia masuk kedalam kediamannya seperti layaknya teman lama.

Disana Liu Bei memberikannya kursi kehormatan dan dia bersujud padanya, "Sejak meninggalkanmu hari itu digunung, aku disibukkan oleh urusan militer dan sehingga aku belum mengunjungimu lagi. Sekarang karena terang telah turun kepadaku, aku harap kau memaklumi keadaanku itu."

"Aku dengar Xu Shu berada disini. Aku datang untuk menemui dia." Jawab Sima Hui.

"Dia telah pergi ke Xu Chang belum lama ini. Seorang utusan memberitahukan bahwa ibunya di tahan oleh Cao-Cao."

"Berarti dia telah jatuh dalam perangkap Cao-Cao, karena surat itu pasti palsu. Aku mengenal ibunya sebagai wanita yang mulia dan bijak. Bahkan jika dia disiksa Cao-Cao sekalipun, dia tidak akan menulis surat pada anaknya. Pasti yang dikirimkan itu adalah surat palsu. Jika anaknya tidak pergi, ibunya pasti selamat. Tetapi karena dia pergi, ibunya pasti sudah meninggal."

"Tetapi kenapa bisa begitu ?" Tanya Liu Bei keheranan.

"Dia adalan wanita berprinsip tinggi, yang akan sangat menyesal dan bersedih melihat anaknya dalam kondisi seperti ini."

Liu Bei berkata, "Ketika Xu Shu pergi dia menyebuat nama Zhuge Liang, apa yang kau ketahui tentang orang ini ?"

Sima Hui berkata, "Jika Xu Shu ingin pergi, dia bebas untuk pergi. Tetapi mengapa dia membuat Sang naga untuk bangun dan keluar untuk menunjukan belas kasihanya pada orang lain ?"

"Kenapa kau berbicara seperti itu ?" Tanya Liu Bei.

Dia menjawab ,"5 orang, Zhuge Liang dari nanyang, Cui Zhouping dari Boling, Shi Guangyuan dari Yingchuan, Meng Gongwei dari Runan dan Xu Shu dari Yingchuan, mereka berlima adalah 5 sekawan teman baik. Mereka 5 sekawan selalu pergi kesuatu tempat sepi untuk bermeditasi dan belajar dari alam. Hanya Zhuge Liang yang selalu berhasil menemukan arti dari segala sesuatunya. Zhuge Liang biasa duduk diantara mereka dengan sikap bermeditasi, lalu dia menunjuk pada teman-temannya dan berkata 'Kalian semua tuan2x, akan menjadi gubernur dan pejabat tinggi jika kalian hidup dalam istana.' "

"Ketika mereka bertanya pada dia apa ambisinya, dia hanya tersenyum dan selalu membandingkan dirinya dengan para pelajar hebat di masa lampau seperti Guan Zhong dan Yue Yu. Tidak ada diantara kawan2xnya yang dapat menandingi kehebatannya."

"Bagaimana mungkin didaerah YingChuan banyak sekali orang-orang pintar dan berbakat ?" Kata Liu Bei.

"Yin Kui dahulu pernah berkata bahwa kumpulan bintang sangat terang didaerah itu. Dan karena itu dari sana banyak orang-orang bijak."

Sekarang Guan Yu yang berada disana dan mendengar Zhuge Liang dipuji dengan begitu tinggi, dia berkata, "Guan Zhong dan Yue Yi adalah dua pemimpin terkenal dijaman musim semi dan musim gugur serta jaman negara2x berperang. Mereka melampaui semua manusia yang ada dalam hal kebijaksanaan saat itu. Apakah tidak berlebihan untuk mengatakan Zhuge Liang dibandingkan dengan kedua orang itu ?"

"Menurut pendapatku dia seharusnya tidak dibandingkan dengan kedua orang itu, tetapi dengan dua yang lainnya." Kata Cermin Air.

"Siapakah kedua orang itu ?" Tanya Guan Yu.

"Lu Wang yang menjadi penasehat Duke Zhou mendirikan dinasti Zhou sehingga dapat bertahan selama 8 abad dan Zhang Liang yang membuat Han dapat berjaya selama 4 abad."

Semua yang mendengarnya disana sangat terkejut, Cermin air lalu langsung berdiri dan berpamitan. Liu Bei ingin membuatnya menetap disana jika dia dapat, tetapi cermin air menolaknya.

Ketika dia berjalan menuruni anak tangga, dia mengadahkan kepalanya dan berkata, "Walaupun Naga Tidur akan dibangunkan dan menemukan tuannya, tetapi dia dilahirkan diwaktu yang tidak tepat. Sunggu disayangkan !"

"Sungguh seorang pertapa sakti !" Kata Liu Bei mengomentari Sima Hui.

Segera 3 bersaudara itu bersiap-siap untuk pergi dan membawa hadiah. Ketuka mereka sampai didekat kediaman Naga Tidur (Lung Jiang/ Longchung)

Mereka melihat petani disana dengan gembira bernyanyi.

Liu Bei dan saudara2xnya berhenti mendengarkan lagu itu dan memanggil salah satu petani itu dan bertanya siapakh yang membuat lagu itu.

"Lagu ini dibuat oleh Guru Naga." Kata petani itu.

"Jadi dia tinggal disekitar sini. Dimanakah tempatnya ?"

"Diselatan bukit ada sebuah kediaman yang disebut Naga Tidur dan didekat situ ada hutan2x bambu. Didalam hutan itu ada sebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu kuning. Disanalah Guru Naga beristirahat."

Liu Bei berterima kasih kepada dia dan rombonganpun berangkat kembali. Segera mereka pergi kesana dan mencari rumah itu.

Liu Bei lalu tiba didepan pintu rumah itu, dia turun dan mengetuk pintu. Seorang muda keluar dan bertanya apa yang dia inginkan.

Liu Bei menjawab, "Aku adalah Liu Bei, jenderal dari dinasti Han, Bangsawan dari Yi Cheng, Pelindung kekaisaran wilayah Yu Zhou dan Paman dari kaisar. Aku datang untuk bertemu dengan guru naga."

"Aku tidak dapat mengingat semua hal itu." Jawab anak kecil itu.

"Kalau begitu bilang saja Liu Bei datang untuk bertemu dengannya."

"Guru naga sudah pergi pagi2x sekali."

"Kemanakah dia pergi ?"

"Tidak dapat dipastikan. Aku tidak mengetahui kemana dia pergi."

"Kapankan dia akan kembali ?"

"Itu juga tidak dapat dipastikan. Mungkin 3 hari, mungkin 10 hari."

Kekecewaan tampak diwajah liu bei.

"Mari kita kembali karena kita tidak dapat menemui dia." Kata Zhang Fei.

"Tunggu sebentar lagi." Kata Liu Bei.

"Akan lebih baik jika kita kembali." Kata Guan Yu, "Nanti kita dapat mengirim orang untuk mencari tahu kapan orang ini akan kembali."

Lalu Liu Bei setuju, dia berkata pada anak kecil itu, "Ketika Guru naga kembali, bilang bahwa Liu Bei telah datang menemui dia."

Mereka lalu berkuda sampai beberapa Li, lalu Liu Bei berhenti dan melihat daerah sekitar dari kediaman Zhuge Liang itu.

Gunung2x tampak indah menghiasa dibelakang, air sungguh jernih dan tanah disana benar-benar luas, hutan2x ditumbuhi bambu yang bagus sekali perpaduan antara warna hijau dan kuning. Bangau2x berenang dan mencari makan di sungai, dan ikan2x berkeliapan di air. Burung berterbangan melintas angkasa. Benar-benar sebuah pemandangan yang tidak terlupakan.

Ketika Liu Bei beridiri memandangi hal itu, dia melihat seeorang datang. Orang itu berwajah cukup tampan dan berkharisma. Dia menggunakan Penutup kepala berwarna coklat dan memakai jubah berwarna hitam. Dia menggunakan Tongkat panjang untuk membantunya berjalan.

"Pasti dialah orangnya !" kata Liu Bei.

Dia langsung turun dari kudanya dan berjalan untuk menyapa orang itu, serta berkata, "Apakah kau adalah Guru Naga, Tuan ?"

"Siapakah kau, jenderal ?" tanya orang itu.

"Aku adalah Liu Bei."

"Aku bukan Zhuge Liang, Tetapi teman dari dirinya. Namaku adalah Cui Zhouping."

"Telah lama kudengar mengenai dirimu ! Aku sangat senang bertemu denganmu," Jawab Liu Bei, "Dan sekarang aku harap kau mau duduk sebentar dan biarkan aku menerima instruksimu."

Kedua orang itu lalu duduk dibebatuan disekitar tempat itu. Kedua saudara Liu Bei seperti biasa berdiri dibelakang kakaknya itu.

Cui Zhouping lalu berkata, "Jenderal, Untuk urusan apa kau mencari Zhuge Liang ?"

Liu Bei menjawab, "Kekaisaran sedang dalam kekacauan dan bencana terjadi dimana-mana. Aku ingin menemui temanmu itu untuk membantuku mengatasi keadaan ini."

"Kau, Tuan, Ingin menghilangkan kekacauan, walaupun kau adalah orang baik dan dari keluarga kekaisaram tetapi untuk mengkoreksi kekacauan ini membutuhkan pertimbangan yang banyak. Pada hari dimana Liu Bang membunuh penguasa Qin, Keteraturan mulai mengantikan ketidak teraturan. Pemerintahan yang baik dimulai dari jamannya dan bertahan selama 200 tahun. Lalu datanglah Wang Mang dan dia memberontak, dan kekacauan mengantikan keteraturan. Lalu munculah Liu Xiu yang merestorasi dinasti Han dan Keteraturan sekali lagi menang. Setelah 200 tahun maka kekacauan sekali lagi terjadi. Untuk mengembalikan perdamaian diperlukan waktu. Hal itu tidak dapat dengan cepat terjadi. Kau, Tuan, Ingin mendapatkan Zhuge Liang untuk mengatur Waktu dan musim, untuk memperbaiki kosmos, tetapi aku khawatir tugas itu sungguh sulit dan untuk mencoba melakukan itu berarti bersedia untuk menderita. Kau tentu mengetahui bahwa dia yang mengikuti keinginan langit akan melalui jalan yang mudah, dia yang melalui jalan yang lain akan menemui kesukaran. Seseorang tidak dapat perg dari tugasnya. Seseorang tidak dapat menghindari takdirnya."

"Guru !!" Balas Liu Bei, "Pandanganmu benar-benar dalam dan semua kata-katamu memiliki makna yang luas. Tetapi aku adalah keluarga dari dinasti Han dan aku harus membantunya. Mana berani aku berkata mengenai yang tidak terelakkan dan mempercayai takdir ?"

Cui Zhouping menjawab, "Seorang rakyat kecil dari gunung liar ini tidak cocok untuk membicarakan masalah negara. Tetapi kamu memintaku berbicara dan aku telah mengatakan apa yang kumengerti walaupun terdengar agak gila."

"Guru, aku berterima kasih dengan nasehatmu. Tetapi apakah kau tahu kemana Zhuge Liang pergi ?"

"Aku juga datang untuk menemui dia dan aku tidak tahu dimanakah dia berada." Kata Cui Zhouping.

"Jika aku minta padamu, guru, untuk menemaniku kedaerah kecilku untuk membantu. Maukah kau datang ?"

"Aku terlalu bodoh dan sudah terbiasa hidup sederhana dan santai serta sudah tidak mempunyai ambisi lagi. Tetapi mungkin sesekali aku akan datang menemuimu."

Dan dengan kata-kata ini, Cui Zhouping berpamitan dan pergi. 3 bersaudara itu kemudian juga menaiki kudanya kembali dan pergi pulang.

Saat itu Zhang Fei berkata, "Kita tidak menemukan Zhuge Liang dan kita harus mendengarkan omong kosong dari orang yang disebut TERPELAJAR ini. Hmm...Ini adalah hasil dari semua perjalanan ini."

"Kata-katanya merupakan hasil dari pemkiran yang terdalam, kau tidak akan mengerti hal itu." Jawab Liu Bei.

Setelah beberapa hari sejak kembali ke Xin Ye, Liu Bei mengirim orang utnuk mencari tahu apakah Zhuge Liang telah kembali dan Utusan itu berkata dia telah kembali. Segera Liu Bei bersiap untuk pergi kembali.

Lagi Zhang Fei muncul dengan kesal dan berkata, "Kenapa kau harus pergi menemui orang kampung ini ? Segera kirim utusan dan panggil dia kemari saja."

"Diamlah !!" Kata Liu Bei, "Mencius berkata, 'Untuk datang menemui pertapa tanpa melalui jalannya adalah seperti mengunci pintu yang ingin kau masuki' Zhuge Liang adalah pertapa yang paling hebat saat ini, bagaimana mungkin aku dapat memanggil dia ?"

Lalu Liu Bei pergi untuk menemui, kedua saudaranya pergi bersama dia seperti biasanya. Saat itu adalah musim dingin dan salju turun dengan lebatnya. Awan gelap menyelimuti seluruh langit. Sebelum mereka pergi jauh, angin dingin telah datang dan salju mulai turun lagi. Segera seluruh gunung tampak seperti batu giok dan pepohan seperti perak.

"Disini sungguh dingin dan tanah membeku, tidak mungkin ada pertempuran yang dapat terjadi." Kata Zhang Fei”Tetapi kita pergi sejauh ini untuk mendapatkan nasehat yang tidak berguna bagi kita. Dimana masuk akalnya hal ini ? Lebih baik kita kembali ke Xinye untuk menghangatkan diri."

Liu Bei menjawab, "Aku telah memutuskan untuk menemui Zhuge Liang. Tetapi jika kau, adikku tidak menyukai dingin, kau boleh kembali."

"Aku tidak takut mati. apakah kau pikir aku masih memperdulikan rasa dingin ? Tetapi aku perduli mengenai membuang-buang energi kakakku." Kata Zhang Fei.

"Jangan katakan apa-apa lagi." Kata Liu Bei dan mereka terus pergi.

Ketika mereka sampai didekat hutan bambu itu, mereka mendengar nyanyian dipingir jalan dan berhenti untuk mendengarkan.

Setelah selesai bernyanyi kedua orang yang bernyanyi itu saling tertawa dan bertepuk tangan. Liu Bei berpikir bahwa pasti ada seorang pelajar atau pertapa berada disana. Lalu dia turun dari kudanya dan masuk kedalam teras itu. Dia melihat dua orang yang sedang bergembiar duduk disana berhadap-hadapan. Yang satu bermuka pucat dengan janggut panjang dan yang lainnya memiliki muka yang kekar.

Liu Bei memberi salam dan berkata, "Manakah dari kalian yang dijuluki guru naga ?"

"Siapakah kau tuan ?" Tanya Si janggut panjang, "Ada urusan apa kau mau menemui Naga Tidur ?"

"Aku Liu Bei. Aku ingin bertemu dengannya dan bertanya bagaimana membawa perdamaian kembali kedunia ini."

"Kalau begitu,Tidak ada diantara kami adalah orang yang kau maksud, tetapi kami adalah teman-temannya. Namaku adalah Shi Guang Yuan dan ini adalah Meng Gongwei."

"Aku telah mengenai kalian melalui reputasi kalian." Kata Liu Bei dengan senang, "Aku sungguh sangat beruntung dapat bertemu dengan kalian. Maukah kailan pergi bersama ke Kediaman naga tidur dan berbincang-bincang ? aku punya kuda untuk kalian pakai disini."

"Kami hanyalah seorang rakyat biasa yang tidak mengerti bagaimana caranya mengamankan negara. Aku paham tidak perlu susah2x bertanya. Aku harap kau segera menaiki kudamu dan melanjutkan mencari Guru naga."

Lalu dia kembali menaiki kudanya dan melanjutkan perjalanan. Dia sampai dia rumah kecil itu, turun dan mengetuk pintunya. Anak kecil yang dahulu itu membukakan pintu dan Liu Bei berkata apakah "Tuan Zhuge Sudah kembali ?"

"Dia didalam kamar sedang membaca." Jawab anak kecil itu.

Dengan sangat senang Liu Bei mengikuti anak itu dan dietengah ruangan Liu Bei membaca berbagai puisi2x indah.

Ketika Liu Bei sedang melihat2x, dia mendengar suara nyanyian dan berhenti didepan sebuah pintu untuk mengintip. Dia melihat seorang pemuda didekat perapian sedang bernyanyi.

Setelah lagu itu selesai, Liu Bei segera masuk dan memberi salam, "Guru, Telah lama aku mencarimu, tetapi belum dapat memberi salam padamu. Beberapa waktu yang lalu Cermin air berbicara mengenai dirimu dan aku segera mencarimu dan hanya untuk kecewa karena tidak dapat menemuimu. hari ini aku telah memberanikan diri menembus cuaca buruk diluar sana dan datang lagi. Aku dapat melihatmu sekarang dan sungguh sebuah keberuntungan besar buatku."

Pemuda itu cepat-cepat membalas salam dan berkata, "jenderal, Kau pasti Liu Bei dari You Zhou yang ingin menemui kakakku."

"Lalu, tuan ,apakah kau bukan Zhuge Liang si naga tidur." Kata Liu Bei.

"Aku Adalah adiknya Zhuge Jun. Dia memiliki kakak tertua yang bernama Zhuge Jin yang saat ini berada bersama Sun Quan didaerah selatan sebagai penasehat. Zhuge Liang adalah anak kedua didalam keluarga kami."

"Apakah kakakmu berada dirumah ?"

"Kemarin dia merencanakan pergi bersama Cui Zhouping."

"Kemanakan mereka pergi ?"

"Siapa yang tahu ? Mereka membuat perahu lalu berlayar didanau, atau pergi berbincang2x dengan seorang pendeta di pegunungan terpencil, atau berpergian untuk mengunjungi teman didesa yang jauh atau mungkin sedang duduk2x disebuah gua untuk bermain seruling dan catur. Mereka pergi dan datang tidak tentu dan tidak ada yang dapat menebaknya."

"Sungguh tidak beruntunganya aku ini ! Dua kali aku datang dan gagal menemui orang hebat ini."

"Aku harap kau mau duduk sejenak dan biarkan aku membawakan teh untukmu."

"Kakak, karena guru naga tidak berada disini, aku harap kau segera naik kembali kekudamu dan pergi." Kata Zhang Fei.

"Karena aku sudah berada disini, kenapa tidak berbincang sebentar sebelum kita kembali kerumah ?" Kata Liu Bei.

Lalu berkata pada tuan rumahnya dia melanjutkan, "Dapatkan kau beritahu padaku jika kakakmu memiliki kemampuan dibidang strategi dan apakah dia belakar ilmu2x perang ?"

"Aku tidak tahu ?"

Zhang Fei langsung menggerutu, "Angin dan salju semakin kencang, Kita harus segera kembali."

Liu Bei berbalik pada dia dan mengatakan dia untuk berhenti mengganggunya.

Zhuge jun berkata, "Karena kakakku tidak ada, aku tidak akan menahanmu lebih lama lagi. Aku akan memberitahukan padanya mengenai dirimu."

"Aku mohon, tidak perlu bersusah-susah seperti itu. Didalam beberapa hari aku akan datang kembali. Jika aku dapat meminjam kertas dan tinta, aku akan memberikan surat untuk ditujukan pada kakakmu itu bahwa aku sangat ingin menemui dia."

Zhuge Jun segera membawakan "4 harta pelajar" dan Liu Bei segera menuliskan sebuah surat.

Surat itu kemudian diserahkan pada Zhuge jun lalu Liu Bei berpamitan dan dengan sangat kecewa atas kegagalannya yang kedua kalinya.

Setelah dia naik keatas kuda, dia melihat seorang pelayan datng dan berteriak, "Tuan telah pulang !"

Liu Bei melihat seorang duduk diatas keledai dengan santainya dan berjalan melintasi jembatan.

Pengendara keledai itu menggunakan topi kecil dangan pita yang panjang sampai kebahunya dan tubuhnya memakai pakaian bulu. Seorang pemuda berjalan menyertainya dibelakang membawa guci arak.

"Akhirnya, Si naga tidur." Pikir Liu Bei, Yang langsung segera turun dari kudanya.

Dia memberi salam pada si pengendara keledai itu yang ketika mendekat dan dia berkata, "Tuan, Sungguh sulit untuk datang dicuaca dingin ini. Aku dan rombonganku telah menunggu lama disini."

Pengendra keledai itu turun dan membalas hormat, sementara Zhuge Jun dari belakang berkata, "Dia bukan kakakku, dia adalah ayah mertua kakakku, Huang Chen Yan."

Liu Bei berkata, "Aku berkesempatan mendengar lagu yang kau nyanyikan. Lagu itu sungguh indah."

Huang Chen Yan menjawab, "Itu adalah puisi kecil yang aku baca di rumah menantuku dan aku mengingatnya ketika aku melintasi jembatan tadi dan melihat pohon plum di pojok."

"Apakah kau mengetahui dimana menantumu itu berada ? " Tanya Liu Bei.

"Ini adalah apa yang akan kulakukan, aku datang untuk menemui dia."

Liu Bei lalu berpamitan dan pergi melanjutkan perjalanan. Badai sungguh besar, tetapi lebih dari pada badai, Liu Bei bersedih karena dia tidak dapat menemui sang guru naga.

Setelah kembali ke Xin Ye, waktu berlalu dengan cepat hingga musim semi menjelang. Lalu Liu Bei mencari hari yang baik untuk pergi mencari Zhuge Liang sekali lagi. Hari itu kemudian didapatkan, dia berpuasa selama 3 hari dan 3 malam serta mengganti pakaiannya untuk pergi mengunjunginya lagi. Kedua saudaranya melihat persiapan ini dan menyatakan ketika setujuan mereka.

Kisah selanjutnya akan dapat dibaca pada bab berikutnya....

SIDE STORY....................

Huang Chen Yang

==================

Huang Cheng Yan adalah seorang sarjana terkenal pada jaman kaisar Ling berkuasa. Dia mendapatkan jabatan sebagai kepala sekertaris diistana, kemudian datang Dong Zhuo yang memindahkan dia menjadi Kepala urusan kementrian (Intinya sekertaris buat menteri2x.). Setelah Dong Zhuo hilang dan Cao-Cao menjadi perdana menteri, dia diangkat menjadi Sekertariat utama bagi perdana menteri (Jabatan Yang nantinya bakal dipegang sima yi).

Disaat inilah dia melihat bahwa Cao-Cao sama saja dengan yang lainnya dan ingin memberontak serta menguasai kekaisaran. Dia lalu mau membunuh Cao-Cao namun usahanya gagal, dan sebelum diketahui dia langsung lari dari istana dan kembali kerumahnya.

Dia mempunyai seorang putri yang merupakan anak satu-satunya yang dia punya. Nama putrinya adalah Huang Yue ying. Hua Yue ying merupakan seorang gadis yang tidak cantik tetapi cerdas. Dia banyak membaca literatur2x filsafat dan juga buku sejarah. Dia jg mempelajari banyak hal seperti arsitektur dan segala sesuatu yagn berhubungan dengan Iptek. Ayahnya sangat menyayangi dia. Ibunya meninggal ketika usianya 12 tahun karena sakit dan sejak saat itu dia hidup bersama ayahnya.

Ketika Huang Cheng Yan kembali kerumahnya, tentara Cao-Cao telah dikirim untuk segera menangkapnya berserta seluruh keluarga dan isi rumahnya. Huang Cheng Yan panik dan lalu ketika sampai dirumahnya memerintahkan agar semua orang dirumahnya melarikan diri, tetapi dia tidak dapat menemukan putrinya yang saat itu sedang keluar bersama pelayannya. Ayahnya tidak dapat menunggunya lebih lama lagi segera lari keluar dan menuju daerah Xiang Yang. Sebelumnya dia menulis sebuah surat yang diselipkannya di sebuah retakan didinding.

Putrinya saat itu sedang kembali dari pasar dimana dia melihat bahwa dirumahnya banyak prajurit. Dia lalu segera bersembunyi sampai prajurit-prajurit itu pergi semua. Setelah para prajurit itu pergi, Yue Ying segera masuk kedalam ruimah dan melihat keadaan disana begitu berantakan, dia khawatir apa yang terjadi pada ayahnya karena dia tidak melihat ayahnya disana maupun dibawa prajurit. Lalu dia menemukan surat di retakan dinding dan membacanya bahwa ayahnya menyuruhnya pergi ke Xiang Yang.

Yue Ying lalu bersama pelayannya berusaha pergi ke Xiang Yang, tetapi ditengah perjalanan dia terpisah dari pelayannya. Selama hidup didalam biara itu, Yue Ying belajar mengenai ilmu2x tao dan juga perbintangan. Suatu malam almarhum ibunya datang dalam mimpinya dan mengatakan bahwa suaminya adalah sang naga yang sedang tidur.

Sementara itu Huang Cheng Yang yang sedang berusaha menyelamatkan nyawanya, segera melihat dimana-mana ada pengumuman mengenai dirinya. Jadi dia tidak dapat melewati jalan utama. Dia melalui jalan2x kecil, melalui bukit2x dan gunung2x sampai akhirnya kudanya terperosok kesebuah lembah. Dia tidak tahu dimanakan dia berada, dan dia mencoba mencari jalan. Lalu ditengah kebingungannya itu dia melihat ada 5 orang yang sedang tertawa-tawa duduk diatas sebuah paviliun kecil dipinggir gunung. Dia segera menemui mereka dan memperkenalkan siapa dirinya. Mereka berlima menerimanya dengan baik dan dia tidak memiliki kecurigaan karena dianggapnya tidak ada yang mengenal dia ditempat terpencil ini. Tetapi dia salah, ternyata mereka semua mengetahui dengan jelas siapakah dia. Tapi mereka berkata tidak perlu khawatir karena mereka tidak lagi mencampuri urusan dunia.

Huang Cheng Yuan akhirnya tinggal bersama mereka di desa Longchung. Dia sangat terkesan dengan Zhuge Liang yang dipanggil Kong Ming ini. Suatu hari dia pergi bersama mereka semua ke tengah danau, dimana disana dia menarik napas dan berkata," Disini sangat tenang sekali, Andaikan saja diseluruh kekaisaran, rakyat bisa ikut merasakan hal ini."

Yue Ying suatu kalo sedaang berjalan-jalan dipinggir sungai ketika itu seseorang memanggil dirinya. Ternyata itu adalah pelayannya yang selama ini berusaha mencari dia. Pelayannya berkata bahwa dia suatu malam mendapat mimpi bahwa dia akan menemukan nonanya itu dipinggir sungai ini. yue ying sangat senang dapat menemukan pelayannya tetapi dia tetap bingung kemana mencari ayahnya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari biara dan mencari ayahnya ke daerah Xiang Yang. Kebetulan Pelayannya mempunyai tempat kerabat di desa longchung, yue ying akhirnya setuju pergi kesana.

Suatu hari tanpa disangka dia menemukan kembali ayahnya yang langsung memperkenalkannya pada 5 sekawan itu. Setelah melihat Zhuge Liang, Yue Ying mengatakan bahwa dia pernah melihat Zhuge Liang didalam mimpi pada ayahnya. Malam itu ayahnya mendapatkan mimpi dimana ibu yue ying muncul dan mengatakan bahwa Zhuge Liang adalah calon menantunya. Ayahnya terbangun dan kemudian berkata dalam dirinya, "Ternyata istriku sama denganku, tidak salah lagi aku harus menikahkan putriku dengannya."

Suatu hari Huang Cheng Yuan bertanya pada Zhuge Liang mengenai hal ini. Tp Zhuge Liang menolaknya dengan beralasan bahwa dia sudah terbiasa sendiri. Ke 4 temannya yang lain akhirnya membuat rencana bagaimana Zhuge Liang bisa menikah dengan Yue Ying. Suatu malam, Zhuge Liang diundang kesebuah perjamuan untuk minum arak bersama teman-temannya. Setelah cukup banyak minum dan sedikit mabuk. Teman-temannya memapah Zhuge Liang kembali kekamarnya. Tetapi mereka bukan membawa kekamar Zhuge Liang melainkan Kamar Yue Ying. Kamar itu gelap karena lilin telah dimatikan sengaja oleh ayahnya yue ying ketika anaknya telah tertidur. Zhuge Liang yang tidak mengetahui kamar siapakah itu karena gelap dan sedang mabuk segera, tertidur ditepi ranjang. Lalu tiba-tiba saja Yue Ying berteriak dan terbangung. Langsung ayahnya Yue Ying yang sudah menunggu diluar segera berpura-pura masuk kedalam kamar membawa lilin dan marah2x.

Zhuge Liang yang sekarang tersadar bahwa dia berada dikamar Yue ying segera panik. Huang Chen Yan berkata pada Zhuge Liang bahwa dia harus menikahi putrinya karena telah ada aib seperti ini. Tetapi Zhuge Liang menolak dan berkata bahwa dia diperdaya oleh teman-temannya serta bahwa dia tidak melihat dan melakukan apapun. Lalu teman-temannya berkata bahwa mereka juga mabuk sehingga membawa Zhuge Liang kekamar yang salah. Tetapi Zhuge Liang tetap tidak mau dipaksa menikahi Yue Ying sampai akhirnya Yue Ying mengambil pedang dan mencoba bunuh diri, "Aku tidak dapat hidup dengan aib seperti ini." Zhuge liang langsung menahannya dan setuju untuk menikahinya. Segera setelah itu, ayah dan ke 4 teman Zhuge Liang yang lain mempersiapkan upacara pernikahan dan akhirnya Zhuge Liang menikah dengan Huang Yue Ying.

Huang Yue Ying ini pinter buat alat2x untuk rumahnya. Dikisahkan mereka membuat sejenis alat pematik api yang dapat menyalakan api bagi lilin. Dia juga menggunakan angin untuk membesarkan api didapur jika memasak. Dia juga membuat roda air untuk irigasi. Diceritakan dia banyak sekali membuat alat2x dan akhirnya Zhuge Liang jg sangat menyukai dia. Mereka berdua mempunyai anak bernama Zhuge Zhan. Sebelum punya anak ini. Zhuge Liang punya anak angkat yang bernama Zhuge Qiao, dia ini anak ke 2 Zhuge Jin, kakak Zhuge Liang. Zhuge Qiao tewas dimedan perang ketika berumur 25 tahun.

================================================== =

Dalam kisah yang lain, dilukiskan Zhuge Liang justru yang mengejar-ngejar Yue Ying setelah mendengar cerita mengenai kepandaian dan kebijaksanaan putrinya. Yue Ying dikatakan tidak menarik karena dia kurus dan kulitnya putih bersih. Pada waktu itu, cantik artinya gemuk dan berkulit kuning dan pinggul besar. Gemuk menandakan kemakmuran, berkulit kuning pertanda emas dan pinggul besar artinya mudah melahirkan (Karena banyaknya kematian ibu melahirkan saat itu.)

Kisah pernikahan lainnya yang mungkin cukup menarik selain ini adalah pernikahan Zhou Yue dengan Ma Yun Lu, adik dari Ma Chao. Nanti Hal ini akan diceritakan sebagai side story setelah bab mengenai Ma Chao telah saya tuliskan.

BAB 38

Liu Bei segera bersiap-siap lagi untuk pergi mencari Zhuge Liang setelah 2 kali gagal.

Saudara2xnya tidak setuju, Guan Yu berkata, "Kakak kau telah mencarinya 2 kali. Aku rasa ini sungguh berlebihan. Aku tidak percaya mengenai kepandaiannya itu. Dia menghindarimu dan tidak berani menemuimu. Kenapa kau masih juga ingin menemui dia ?"

"Kau salah, adikku. Pada masa musim semi dan musim gugur, Pangeran Huan dari Qi mengunjungi daerah timur 5 kali sebelum berhasil bertemu Guan Zhong. Dan keinginanku menemui ZHuge Liang lebih besar daripada dia."

"Aku rasa kau salah." Kata Zhang Fei, "Bagaimana mungkin orang desa ini dapat memiliki kebijaksanaan begitu hebat seperti yang dikatakan orang-orang ? Kau tidak perlu pergi dan jika dia tidak datang kemari, aku akan membawa dia dengan tali kemari menemuimu."

"Apakah kau lupa mengenai Raja Wen yang mengunjungi Lu Wang, Nelayan tua dipinggir sungai Wei ? Jika King Wen dapat berbuat seperti itu kepada orang bijak, maka akupun harus berbuat seperti itu. Jika kau tidak mau ikut, maka aku akan pergi tanpa dirimu." Kata Liu Bei.

"Jika kalian berdua pergi, bagaimana aku dapat tinggal diam ?" Jawab Zhang Fei.

Zhang Fei berjanji bahwa dia akan bersikap sopan dan kemudian ketiganya berangkat. Ketika mereka masih 1/4 Km jauhnya dari rumah Zhuge Liang, Liu Bei turun dari kudanya dan dia berjalan kaki sebagai tanda kesungguhannya dan hormatnya pada Zhuge Liang. Segera dia bertemu Zhuge jun yang memberinya salam dan mengatakan bahwa kakaknya ada dirumah.

"Dia telah kembali tadi malam. Kau dapat melihat dia hari ini, jenderal."

"Keberuntungan memihakku kali ini." Kata Liu Bei, "aku akan pergi menemui Guru Naga."

"Orang itu sangat kasar." Kata Zhang Fei, "Tidak akan menyakitkan untuk dia mengantarkan kita kedalam rumah itu. Mengapa dia pergi begitu saja ?"

"Setiap orang punya urusan masing-masing," Kata Liu Bei, "Kuasa apa yang kita punya atas dirinya ?"

Segera ketiga orang itu sampai didepan pintu dan mereka mengetuk pintu itu. Seorang pelayan keluar dan bertanya ada urusan apa.

Liu Bei berkata, "Aku akan menyusahkan pelayan dari seorang jenius untuk memberitahukan pada Guru Naga bahwa Liu Bei berharap dapat bertemu dan memberi hormat padanya."

"Tuanku ada dirumah, tetapi dia sedang tidur."

"Kalau begitu Jangan kau beritahukan padanya."

Liu Bei meminta kedua saudaranya agar tetap berjaga didepan pintu dan tidak berisik. Dan dia sendiri masuk dengan langkah yang hati2x agar tidak menimbulkan bunyi. Disana dia melihat seorang yang dicarinya, sedang tertidur. Liu Bei memberi penghormatan padanya dengan kedua tangannya.

Waktu kemudian berlalu sedangkan Zhuge Liang masih saja tertidur. Kedua saudaranya yang ditinggal diluar sudah mulai tidak sabar akhirnya segera masuk dan Zhang Fei makin kesal melihat kakaknya hanya berdiri dengan hormat sementara yang ingin ditemuinya tidur.

"Orang sombong macam apa guru naga ini ?" Kata Dia, "Disana kakak kita menunggu, sementara dia tidur dan tidak perduli. Aku akan pergi kebelakang dan membunyikan petasan dan lihat apakah hal itu akan membangunkan dia."

"Jangan !! Kau tidak boleh melakukan hal-hal seperti itu." Bisik Guan Yu dan Liu Bei memerintahkan mereka untuk keluar lagi.

Ketika itu Liu Bei memperhatikan bahwa Guru naga tiba-tiba bergerak. Dia berbalik seperti hendak berdiri, tetapi dia masih tetap tertidur. Pelayan itu bertindak ingin membangunkan tuannya. Tetapi Liu Bei melarang dia untuk menggangu tuannya dan Liu Bei menunggu untuk beberapa jam yang melelahkan lagi. Lalu Zhuge Liang terbangun.

Setelah dia sadar, dia bertanya pada pelayannya, "Apakah ada orang yang datang ?"

"Liu Bei, Paman kaisar ada disini (Liu Wang Zhou)" Kata pelayannya, "Dia telah menunggu lama sekali."

"Kenapa kau tidak bangunkan aku ?" Kata dia yang segera berdiri dari tempat tidurnya, "Aku harus segera berpakaian yang rapih."

Zhuge Liang segera berdiri dan masuk keruangan dibelakangnya untuk berpakaian. Segera dia muncul kembali, pakaiannya telah diatur dengan rapih untuk menerima tamunya.

Lalu Liu Bei melihat yang datang kepadanya adalah seorang pemuda dengan tinggi sedang2x saja dan muka yang tampan. Dia menggunakan baju gaun berwarna putih dan penutup kepala sutra. Dia berjalan dengan penuh keanggunan layaknya seorang dewa turun dari kahyangan.

Liu Bei bersujud dan berkata, "Aku adalah salah satu keluarga dari dinasti Han, Seorang sederhana dari Zhuo. Aku telah lama mengetahui nama Guru dari reputasimu. 2 kali aku datang untuk menemuimu tanpa hasil. Aku telah meninggalkan surat untuk dirimu. kurasa kau telah membacanya."

Zhuge Liang menjawab, "Aku hanyalah seorang pertapa yang tidak tahu apapun. Aku tahu aku harus berterima kasih padamu karena mengunjungiku lebih dari sekali dan aku sangat malu memikirkan hal itu karena aku tidak berada ditempat ketika kau datang."

Kedua orang itu lalu duduk disebuah meja dan pelayannya membawakan teh untuk mereka berdua.

Lalu Zhuge Liang berkata, "Dari suratmu aku tahu kau kasihan pada rakyat dan pemerintah. Jika saja aku tidak terlalu muda dan jika aku memiliki bakat, aku pasti akan menjawab semua pertanyaanmu."

Liu Bei berkata, "Sima Hui dan Xu Shu semua telah bercerita tentang dirimu. Apakah mungkin kata-kata mereka hanyalah omong kosong ? Aku Percaya bahwa kau, Guru naga, tidak akan menolakku karena ketidakberhargaanku tetapi akan setuju untuk memberikan instruksi padaku."

"Kedua orang yang kau sebutkan itu adalah pelajar yang terkenal. Aku hanyalah seorang petani, dan siapakah aku berani berbicara mengenai masalah politik dan kekaisaran ? kedua orang itu telah menyesatkanmu ketika dia berbicara mengenaiku. Kenapa kau menolak perhiasan indah untuk batu kerikil tak berharga sepertiku ? "

"Tetapi kemampuanmu sungguh hebat dan dapat menaungi dunia. Bagaimana kau dapat tetap diam saja melewatkan waktu sementara dunia dalan keadaan kacau ? Aku mohon padamu, guru naga, untuk mengingat rakyat dari kekaisaran ini dan berikanlah aku instruksimu."

"Tetapi apa ambisimu, jenderal ?"

Liu Bei duduk mendekat dengan tuan rumahnya dan berkata, "Dinasti Han sedang tenggelam, menteri2x jahat berusaha merampas kekaisaran. aku lemah tetapi aku menginginkan untuk dapat merestorasi pemerintahan. Tetapi pengetahuanku sangat sedikit dan aku tidak mempunyai seorang yang dapat kumintai sarannya. Aku tidak tahu kemana lagi aku harus berpaling, hanya kepadamu, guru, yang dapat membuatku keluar dari kegelapan ini menuju terang dan menjagaku agar tidak jatuh dalam kekacauan ini. Betapa bahagiannya aku jika kau mau melakukan ini semua untukku."

Zhuge Liang menjawab,"Satu orang muncul mengantikan yang lainnya diberbagai penjuru kekaisaran sejak hari dimana Dong Zhuo melakukan pemberontakannya. Cao-Cao tidaklah terlalu kuat jika dibandingkan Yuan Shao, tetapi dia berhasil mengalahkan yuan shao. Sekarang dia adalah yang terkuat dari yang lainnya. Dia memiliki pasukan besar dan juga menguasai istana serta berbagai bangsawan dan tuan tanah lainnya. Kau tidak akan dapat melawan dia. Keluarga Sun telah memiliki wilayah didaerah selatan selama 3 generasi. Posisi mereka di Wu mungkin tidaklah terlalu aman tetapi mereka mendapatkan dukungan rakyat. Kau mungkin dapat mendapatkan dukungan rakyat juga tetapi tidak mungkin berhasil disana."

"Wilayah JingZhou berada diantara dua sungai, Han dan Mian diutara dan wilayah mereka terbentang luas diselatan sungai ini. Ditimur mereka berbatasan dengan Wu dan dibarat mereka berbatasan dengan Ba dan Shu. Didaerah inilah dimana pertempuran yang menentukan harus dimenangkan dan seseorang harus menguasai daerah ini untuk mengamankan daerah lainnya dan tampaknya langit telah membuat daerah itu menjadi milikmu."

"Karena kau adalah keluarga kekaisaran, dan telah terkenal keseluruh penjuru negeri sebagai orang yang benar dan baik, seorang pahlawan yang sepenuh hati menyelematkan negara, yang sangat menginginkan dukungan dari mereka yang bijak, Jika kau dapat menguasai Yi Zhou dan Jing Zhou, dan kau harus berteman baik dengan suku Rong di barat serta merebuat Yi dan Viet diselatan, lalu membuat persekutuan dengan Sun Quan dari Wu dan menjaga pemerintahan dengan baik. Kau akan kupastikan tinggal menunggu hari dimana langit akan memberikanmu kesempatan untuk memenuhi keinginanmu. Lalu kau boleh mengutus seorang pemimpin untuk pergi ke timur laut sementara kau memimpin ekspedisi kedaerah barat laut, dan kau akan menemukan sambutan hangat dari penduduk2x disana. Setelah ini selesai, penyelesaian tugas2xmu akan mudah. Han akan berhasil direstorasi dan ini adalah saran2xku didalam semua operasi ini, jika kau mau menjalankannya."

Zhuge Liang berhenti sebentar lalu memerintahkan pelayannya membawa sebuah peta. Setelah peta ini dibuka,Zhuge Liang lalu melanjutkan, "Disana kau lihat ada 54 propinsi. Jika kau ingin menjadi pimpinan, kau harus membiarkan langit memberi Cao-Cao daerah diutara dan kau akan meninggalkan keuntungan tanah diselatan untuk sun Quan. Kau, jenderal, Akan merebut hati manusia dan melengkapi wilayah besar yang lainnya. Pertama Jing Zhou harus direbut sebagai rumahmu, daerah di sebelah barat sungai berikutnya kita rebut untuk dijadikan pondasi dominasimu. Ketika kau sudah cukup kuat, kau baru dapat membuat perencanaan untuk mendapatkan seluruh kekaisaran."

Liu Bei langsung memberi hormat padanya dan berkata, "Kata-katamu, guru naga, Membuat semuanya menjadi jelas. Awan yang menutupi mataku selama ini telah hilang dan aku dapat melihat langit cerah. Tetapi Jing zhou adalah milik saudaraku, Liu Biao dan Yi Zhou adalah milik saudaraku yang lain, Liu Zhang. Aku tidak dapat mengambil tanah itu dari mereka."

"Aku telah mempelajari perbintangan dan aku tahu Liu Biao tidak akan lama lagi berada didunia ini. Sementara Liu Zhang bukanlah tipe seorang pemimpin yang akan bertahan lama. Kedua tempat itu pasti akan jatuh ketanganmu."

Liu Bei bersujud lagi kepada Zhuge Liang karena pengetahuannya yang sungguh luas. Dan hanya dalam satu pembicaraan, Zhuge Liang membuktikan bahwa dirinya yang tinggal dalam tempat terpecil, mengetahui dan melihat pembagian 3 daerah dimana kekaisaran akan pecah menjadi 3 wilayah besar. Memang benar sampai selama ini tidak ada seseorangpun yang dapat menyamai kepandaiannya.

"Walaupun aku hanya memiliki sedikit reputasi dan kebajikan yang tidak seberapa," Kata Liu Bei, "Aku harap, guru, kau tidak akan menolakku untuk ketidakberhargaanku, tetapi kau akan meninggalkan tempat ini untuk membantuku. Aku pasti akan mendengarkan dengan sungguh2x kata-katamu."

Zhuge Liang menjawab, "Aku telah lama hidup bahagia ditanah pertanianku dan sudah terbiasa bermalas-malasan. Aku khawatir, aku tidak dapat mematuhi perintahmu."

Lu Beipun menangis, "Jika kau tidak mau, guru, apa yang akan terjadi pada rakyat ?"

Air mata mengalir deras keluar dari mata Liu Bei dan membasahi pakaiannya. Hal ini membuktikan pada Zhuge Liang kesungguhan niatnya.

Lalu Zhuge Liang berkata, "Jenderal, Jika kau menerimaku, aku akan memberikan kemampuanku yang kecil ini untuk membantumu."

Liu Bei langsung menjadi gembiar. Dia memanggil Guan Yu dan Zhang Fei untuk bersujud padanya dan membawakan hadiah yang telah dipersiapkan. Zhuge Liang menolak semua hadiah itu.

"Ini bukanlah hadiah untuk mendapatkan jasamu, tetapi hanya sebagai bukti tanda hormat dan terima kasihku." Kata liu Bei.

Lalu hadiah itu diterimanya. Mereka semua bermalam dirumah zhuge liang. Keesokan harinya Zhuge jun kembali dan kepada adikknya itu dia berkata, "Paman Liu telah datang 3 kali padaku, dan sekarang aku harus pergi bersamanya. Jagalah perternakan ini selama aku tidak ada dan jangan biarkan tempat ini berantakan. Segera setelah perkerjaanku selesai, aku pasti akan kembali."

Setelah berpamitan pada Zhuge Jun, Liu Bei dan pengikutnya kembali ke Xin Ye. Setelah mereka tiba, Zhuge Liang diperlakukan sebagai mentro, mereka makan dimeja yang sama, tidur ditempat yang sama. Mereka menghabiskan waktu seharian berbicara banyak masalah mengenai kekaisaran.

Zhuge Liang berkata, "Cao-Cao sedang melatih pasukan lautnnya didanau buatan, dan hal itu pasti karena dia ingin menyerang keselatan melalui sungai besar. Kita harus mengirim mata-mata untuk melihat apa yang Cao-Cao dan Sun Quan lakukan."

Lalu mata2xpun dikirim.

Sekarang setelah Sun Quan berhasil menjalankan pemerintahan dengan baik warisan dari ayah dan kakaknya. Dia membuat tempat penginapan di Kuaiji untuk menarik dan mengumpulkan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membantu dia. Gu Yong dan Zhang Hong diperintahkan untuk mengurusi dan memberi mereka perkerjaan. Orang-orang itu diperlakukan dengan sangat baik, sehingga mereka berdatangan dari segala penjuru negeri. Mereka saling merekomendasikan orang dan orang yang direkomendasikan itu selalu merekomendasikan lagi orang lainnya. Diantara mereka ada Kan Ze dari kuaiji, Yan Jun dari Pang Cheng, Xue Yong dari Beishan, Cheng Bing dari Runan, Zhu Huan dari Wujun, Lu Ji dari Kuaiji, Zhang Wen dari Wu Cheng, Luo Tong dari Kuaiji dan Wu Can dari Wu Shang. Semua pelajar2x ini diperlakukan dengan sangat baik.

Banyak juga pemimpin dan jenderal-jenderal hebat datang. Diantara mereka ada Lu Meng dari runan, Lu Xun dari Wujun, Xu Sheng dari Lang Ye, Pan Zhang dari Dong Jun dan Ding Feng dari Lujiang. Sehingga Sun Quan sekarang mendapatkan bantuan dari banyak orang-orang berbakat yang memiliki kemampuan dalam masa damai maupun masa perang. Semua berjalan baik bagi dirinya.

Pada tahun ke 7 masa Jian An (Tahun 202), Cao-Cao telah menghancurkan kekuatan Yuan Shao. Lalu dia mengirim pesan ke wilayah selatan untuk meminta Sun Quan mengirimkan anaknya keibu kota untuk mengabdi pada kaisar. Sun Quan ragu2x untuk memenuhi permintaan itu. Dan masalah ini menjadi subjek perbincangannya dengan para bawahannya. Ibunya, Lady Wu memanggil Zhou Yu dan Zhang Zhao untuk meminta saran.

Zhang Zhao berkata, "Cao-Cao berharap seorang anak agar dibawa keistana sebagai tawanan dimana dia akan dapat menahan kita. Jika kita tidak memenuhi permintaan ini, dia pasti akan menyerang daerah ini. Masalah ini sangat sulit."

Zhou Yu berkata, "Tuan kota telah berhasil memerintah dengan baik dan memiliki banyak tentara veteran serta persediaan yang besar. Dia memiliki bawahan yang siap untuk menjalankan perintahnya. Lalu mengapa dia harus menyetujui untuk mengirimkan anaknya sebagai tawanan pada siapapun ? Untuk mengirim tawanan sama dengan terpaksa bergabung bersama Cao-Cao dan menjalankan keinginannya apapun itu. Lalu kita pasti akan jatuh dalam kekuasaannya. Akan lebih baik jika kita tidak mengirimnya, tetapi lebih baik kita sabar menunggu dan melihat situasinya serta menyiapkan rencana untuk berperang."

"Aku juga berpendapat sama." Kata Lady Wu.

Lalu Sun Quan mengirim utusan itu pulang tetapi tidak mengirim anaknya. Coa2x menganggap ini pembangkangan dan sejak saat itu dai berusaha menyusun rencana menaklukan selatan. Tetapi rencana itu harus ditunda karena adanya bahaya dari utara.

Pada akhir tahun ke 8 masa Jian An (tahun 203 M), Sun Quan mengirim tentara melawan Huang Zu dan bertarung disungai besar dimana dia telah berhasil dibeberapa pertempuran. Salah satu jenderal Sun Quan, Ling Cao, memimpin perahu2x kecil untuk menyerang Xiakou tetapi terbunuh oleh panah Gan Ning, seorang jenderal Huang Zu. Ling Cao memiliki seorang anak, Ling Tong yang berusia 15 tahun yang memimpin ekspedisi untuk mencari jasad ayahnya dan berhasi. Setelah hal itu, perang menjadi lebih sulit bagi Sun Quan sehingga dia kembali kedaerahnya.

Sekarang Sun Quan mempunyai seorang adik kecil bernama Sun Yi, dia adalah gubernur di Dang Yang. Dia sangat keras dan suka minum sampai mabuk. Ketika dia mabuk dia sangat kasar pada orang-orangnya dan terkadang memukuli mereka. Dua dari bawahannya, Inspektur militer Gui Lan dan Sekertaris Dai yuan pernah menjadi korban Sun Yi ,mereka lalu merencanakan membunuhnya. Mereka segera mencari bian hong untuk melaksanakan rencana mereka. Mereka berencana membunuh tuan mereka di pertemua akbar para pejabat daerah di Dang Yang pada suatu perjamuan.

Istri Sun Yi, lady Xu, Memiliki kemampuan dalam meramal dan pada hari perjamuan besar dia meramalkan kejadian buruk. Segera dia meminta agar suaminya tidak pergi kepertemuan itu. Tetapi suaminya tetap pergi. Lalu Bian Hong yang merupakan pengawal Sun Yi mengikuti dia dan ketika malam tiba dan tamu-tamu sudah pergi, dia segera membunuhnya dengan pisau.

Kedua perencana itu kemudian menangkat Bian Hong dan segera menghukum mati di pasar. Mereka segera pergi kekediaman Sun Yi untuk menjarah disana.

Gui Lan sangat tertarik dengan kecantikan istri Sun Yi dan berkata, "Aku telah membalaskan dendam suamimu, dan kau harus ikut denganku."

Lady Xu memohon dan berkata, "Terlalu cepat bagiku untuk memikirkan menikah kembali. Tetapi setelah 30 hari berduka berakhir, aku akan menjadi milikmu."

Dia lalu menuliskan surat pada dua jenderal tua, teman suaminya, Sun Gao an Fu Ying. Mereka datan dan dia dengan berlinang air mata menceritakan kejadiannya.

"Suamiku sangat mempercayai kalian berdua. Sekarang Gui Lan dan Dai Yuan telah menyebabkan kematiannya dan telah mengkambing hitamkan Bian Hong. Mereka telah menjarah rumahku dan membawa para pelayanku. Lebih dari itu, Gui Lan menginginkan aku menjadi istrinya. Untuk mengulur-ulur waktu aku katakan dia harus menunggu beberapa waktu. Dan aku harap kau sekarang pergi untuk membawa berita ini kepada kakak suamiku dan minta dia untuk membunuh kedua orang ini dan membalaskan dendamku. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian didalam kehidupan ini ataupun berikutnya."

Lalu lady Xu bersujud dihadapan mereka.

Mereka juga menangis dan berkata, " Kami sangat berhutang budi pada suamimu dan sekarang dia telah mati ditangan orang lain, kami harus membalaskan dendamnya”

Lalu mereka segera mengirim pesan rahasia kepada Sun Quan.

Pada hari yang ke 30, Lady Xu memanggil kedua temannya itu untuk bersembunyi dikamarnya. Lalu upacara dilakukan di ruang utama. Setelah berakhir, dia menanggalkan baju dukanya, mandi dan mengharumkan dirinya serta segera membuat wajah ceria. Dia tertawa dan berbicara seperti biasanya, sehingga Gui Lan senang dalam hatinya dan berpikir mengenai kesenangan yang akan didapatkannya.

ketika malam dia mengirim gadis pelayan untuk memanggil Gui Lan ketempatnya, dimana dia melayani dia dengan makan malam. Ketika Gui Lan telah mabuk, dia menyarankan agar mereka segera masuk kekamarnya. Gui Lan mengikutinya tanpa ragu.

Segera setelah Gui Lan dan Lady Xu masuk kedalam kamar, dia segera memanggil, "Dimanakah kau jenderal ?"

Lalu keluarlah Sun Gao dan Fu Ying. Gui Lan yang tengah mabuk tidak dapat melawan dan segera terbunuh.

Kemudian Lady Xu mengundang Dai Yuan makan malam dan dia juga terbuuh dengan cara yang sama. Setelah membunuh musuhnya itu, dia kembali memakai baju berkabungnya lagi dan kepala kedua orang itu digantungkan di altar makam suaminya sebagai persembahan.

Segera kakak iparnya tiba dengan pasukan dan mendengar cerita mengenai apa yang dilakukan janda itu serta bantuan kedua jenderal tua, dia segera memberikan pangkat kepada mereka dan menempatkan mereka untuk menjaga wilayah Dang Yang. Ketika Sun Quan pergi, dia membawa janda itu kerumahnya dimana dia dapat tinggal dengan tenang. Semua yang mendengar keberanian wanita itu segera memujinya.

Semua kelompok2x bandit dan pengacau diwilayah selatan telah berhasil ditengangkan dan armada besar berkekuatan 7000 kapal perang ditempatkan disungai besar. Sun Quan mengangkat Zhou Yu sebagai Admiral utama angkatan laut Wu (Wu Shang jiang) dan juga Jenderal Besar (Da Jiang Jun).

Pada tahun ke 12 masa Jian An, Ibu dari Sun Quan, Lady Wu, merasa bahwa akhir hidupnya sudah mendekat dan dia memanggil Zhou Yu dan Zhong Zhao dan berkata, "Aku datang dari keluarga Wu tetapi telah kehilangan orang tua ketika masih muda. Kakakku, Wu Jing dan aku pergi ke Yue dan lalu aku menikahi Sun Jian. Aku melahirkan 4 orang anak untuk suamiku. Yang pertama, Sun Ce, Aku bermimpi bulan, dan yang kedua Sun Quan, aku bermimpi matahari, kedua-duanya diartikan oleh peramal memiliki masa depan yang hebat. Tetapi sungguh sayang Sun Ce mati muda, tetapi Sun Quan mewarisi kejayaan kakaknya itu. Dan dialah yang kuharapkan dari kalian berdua untuk menyertainya selalu. Berjanjilah padaku untuk membantu dia sepenuh hati. Jika kalian berjanji maka aku dapat meninggal dengan tenang."

Dan kepada putranya dia berkata, "Kedua orang ini harus kau perlakukan seperti kau memperlakukan seorang guru. Adikku dan aku adalah istri ayahmu dan dia juga ibu bagimu, kau harus melayani dia seperti kau melayani aku sebagai ibu kandungmu. Dan kau harus memperlakukan adik perempuanmu itu dengan baik dan carikan seorang pria untuk dijadikan suaminya."

Lalu dia meninggal dunia dan anaknya berduka untuk dia selama satu tahun.

Tahun berikutnya mereka mulai merencanakan menyerang Huang Zu.

Zhang Zhao berkata, "Pasukan tidak boleh bergerak selama masa berkabung."

Tetapi Zhou Yu berkata, "Pembalasan dendam tidak boleh tertunda karena hal seperti itu. Kita tidak boleh melewatkan waktu dan musim ini."

Sun Quan yang masih berkabung ragu untuk memutuskan dan tidak dapat menentukan pilihan.

Lalu datang jenderal Lu Meng yang berkata pada tuannya, "Ketika aku ada di Muara Naga, salah satu jenderal Huang Zu, Gan Ning dari LingJiang, menyerahkan dirinya padaku. Aku mencari tahu semua hal tentang dia. Dia tampaknya cukup terpelajar, juga kuat dan sangat senang berpetualang sebagai pendekar. Dia mengumpulkan pasukan yang dengan mereka dia mengarungi sungai besar dan danau2x. Dia menggunakan bel kecil di pinggangnya dan seluruh pasukannya juga memiliki bel itu. Suaranya unik sehingga siapapun yang mendengarnya mengetahui kedatangannya segera pergi dan bersembunyi. Dia melengkapi perahu2xnya dengan layar dari Sutra Sichuan dan orang-orang memanggilnya 'Bajak laut dengan layar sutra'

"Dia lalu bergabung dengan Liu Biao, Tetapi meninggalkannya ketika dia melihat bahwa Liu Biao tidak akan menyelesaikan apapun. Dan sekarang mereka ingin ikut dibawah kekuasaanmu. Sebelumnya ketika kau menyerang Huang Zhu, Dia berhutang pada Gan Ning yang berhasil merebut Xiakou yang diperlakukannya dengan kurang baik. Ketika komandan Su Fei merekomendasikan Gan Ning untuk promosi, Huang Zu berkata,'Dia tidak cocok untuk jabatan tinggi apapun, lagipula dia hanyalah seorang bajak laut.' "

"Lalu Gan Ning kecewa. Su Fei berusaha untuk menyenangkannya dan mengundang dia kesebuah pesta arak dan berkata, 'Aku telah merekomendasikanmu berkali-kali, tetapi tuanku berkata tidak ada tempat yang cocok untukmu. Walaupun begitu, waktu berlalu dengan cepat dan hidup manusia tidaklah panjang. Seseorang harus memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Aku akan mengusulkanmu sebagai kepala kota E Xian, disana mungkin kau dapat meningkatkan karirmu."

"Lalu Gan Ning dapat pergi dari Xiakou dan ingin ikut denganmu. Tetapi dia takut bahwa dia tidak diterima karena dia telah membantu Huang Zu dan membunuh Ling Cao. Aku berkata padanya bahwa kau selalu siap untuk menerima orang yang hebat dan mampu serta tidak akan mempermasalahkan urusan yang telah lampau. Lagipula, setiap orang terikat untuk berusaha sebaik-baiknya bagi tuannya. Dia akan datang dengan pasukannya apabila dia mendapat kepastian bahwa dia diterima. Aku harap kau mau menerimanya."

Ini adalah berita baik untuk Sun Quan yang berkata, "Dengan bantuannya, Aku dapat menghancurkan Huang Zu."

Sun Quan lalu memerintahkan Lu Meng untuk membawa Gan Ning kehadapannya.

Ketika ucapan salam telah selesai, Sun Quan berkata, "Hatiku seluruhnya memikirkan kedatanganmu. Aku tidak memiliki dendam pada dirimu. Aku harap kau tidak ragu lagi mengenai hal itu dan aku juga akan mengatakan padamu bahwa aku menginginkan sebuah rencana untuk menghancurkan Huang Zu."

Gan Ning menjawab, "Dinasti sedang runtuh dan tanpa pengaruh apa-apa lagi. Cao-Cao akhirnya merebut daerah-daerah diutara sungai dan akan datang kemari kecuali kita melawan dia. Liu Biao tidak memikirkan masa depan dan anak-anaknya tidak mampu menggantikan dirinya. Kau harus memikirkan rencana menguasai daerah selatan ini sebelum Cao-Cao tiba. Serangan yang pertama harus kita tujukan pada Huang Zu, yang sudah makin menua dan kejam. Dia akan jatuh pada serangan pertama. Jika dia telah tiada, kau akan mengontrol wilayah perbatasan dengan barat dan dapat menguasai Ba dan Shu. Dan kau dengan aman dapat menyatukan negara."

"Saran ini sangat berharga," Kata Sun Quan dan dia segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Zhou Yu diangkat menjadi Pemimpin para jenderal (Tong Shuai), Lu Meng memimpin pasukan didepan, Dong Xi dan Gan Ning memimpin pasukan sayap. Sun Quan sendiri berada bersama pasukan utama berjumlah 100.000 prajurit.

Mata-mata melaporkan pada Huang Zu yang segera memanggil semua bawahannya untuk berunding. Dua menempatkan Su Fei sebagai pimpinan. Dia juga menunjuk Chen Jiu dan Deng Long sebagai pemimpin pasukan didepan dan bersiap untuk melakukan pertahanan. Dia memiliki 200 kapal perang dibawah komando Chen Jiu dan Deng Long. Disisi sungai dia menyiapkan panah2x besar dengan jumlah lebih dari 1000 buah. Dia juga mengikat perahu2xnya dengan rantai besar dan membentuk halangan di sungai.

Ketika angkatan laut Wu mendekat, genderang perang dibunyikan tanda bagi kapal2x itu untuk menyerang. Segera panah menghujani perahu itu seperti hujan turun dari langit, pasukan yang menyerang tidak dapat mendarat ke tepian dan terpaksa mundur beberapa Km jauhnya.

"Kita harus terus maju" kata Gan Ning kepada Dong Xi.

Lalu mereka memilih beberapa ratus perahu kecil dan memilih orang-orang mereka. 50 orang disetiap perahu. 20 orang digunakan untuk mendayung dan Sisanya adalah pasukan berpedang. Mereka tidak memperdulikan panah musuh, perahu2x ini berhasil menerobos pertahanan dan berhenti diantara kapal2x besar milik Huang Zu dan mereka memotong rantai penghubung diantara kapal2x itu sehingga kapal2x Huang Zu menjadi lepas dari formasinya. Gan Ning memanjat salah satu kapal dan membunuh Deng Long. Chen Jiu segera kabur dari kapal dan menepi. Lu Meng membawa pasukannya dengan kapal kecil dan memerintahkan mereka untuk membakar kapal2x Huang Zu. Ketika Chen Jiu hampir sampai di tepi, Lu Meng segera mengejarnya. Kecepatan kapal2x Wu sangat hebat dan Chen Jiupun akhirnya terkejar, dia segera dibunuh Lu Meng.

Tidak lama setelah itu, Su Fei datang ketepi sungai dengan bala bantuan, tetapi semua telah terlambat. Pasukan Wu telah berhasil mendarat dan tidak ada harapan untuk melawan mereka. Su Fei segera kabur tetapi berhasil ditangkap.

Su Fei segera dibawa menemui Sun Quan yang memerintahkan dia untuk di kerangkeng didalam kereta kuda sampai Huang Zu berhasil ditangkap atau dikalahkan. Lalu dia akan memenggal mereka berdua. Penyerangan dilakukan siang dan malam untuk merebut Xiakou.

BAB 39

Sun Quan yang semakin gencar menyerang Xiakou membuat Huang Zu makin terdesak dan akhirnya dia berpikir bahwa dia telah dikalahkan dan tidak dapat lagi bertahan, Dia segera meninggalkan Jiangxia dan mengambil jalan ke Jing Zhou. Gan Ning yang telah menduga hal ini telah menyiapkan penyergapan diluar gerbang timur Jiang Xia. Segera setelah Huang Zu keluar dari gerbang itu, dia menemukan gerbang itu telah tertutup.

Dari atas kuda, Huang Zu berkata, "Aku telah memperlakukanmu dengan baik pada masa lalu. Kenapa sekarang kau menekanku begitu keras ?"

Gan Ning dengan marah berteriak, "Aku telah melakukan jasa besar bagimu dan kau memperlakukanku seperti bajak laut rendahan. Sekarang apa lagi yang mau kau katakan ?"

Tidak ada hal lain yang perlu dikatakan dan Huang Zu memutar kudanya untuk kabur. Tetapi Gan Ning menerobos prajurit Huang Zu dan sendirian dia mengejarnya. Lalu dia mendengar ada teriakan dibelakangnya, ternyata jenderal Cheng Pu ikut membantunya mengejar Huang Zu. Takut nantinya Cheng Pu akan berhasil menangkap Huang Zu terlebih dahulu, Gan Ning langsung memanah dan mengenai Huang Zu. Huang Zu langsung jatuh dari kudanya. Lalu Gan Ning memotong kepalanya. Setelah ini, dia bersama Cheng Pu keduanya pun kembali dan membawa kepala Huang Zu sebagai hadiah pada Sun Quan. Sun Quan memerintahkan agar menaruh kepala itu didalam kotak dan dibawa kerumah untuk dipersembahkan pada ayahnya.

Sun Quan lalu menghadiahi prajurit-prajuritnya karena telah memenangkan perang dan dia mempromosikan Gan Ning. Sun Quan kemudian mendiskusikan mengenai pengiriman pasukan ke Jiang Xia.

Tetapi Zhang Zhao berkata, "Adalah sangat tidak mungkin untuk mempertahankan kota yang jauh. Lebih baik kita kembali ke rumah dan mempersiapkan pertahanan karena Liu Biao pasti akan membalaskan dendam. Kita akan menemui pasukannya dan mengalahkannya, lalu menyerangnya sampai kedaerahnya dan merebut seluruh wilayahnya."

Sun Quan melihat bahwa nasehat itu bagus, jadi dia meninggalkan Jiang Xia dan mengirim tentaranya kembali ke dataran selatan.

Sekarang Su Fei masih dipenjarakan, tetapi dia mendapatkan seseorang untuk pergi pada Gan Ning dan meminta dia memohon ampunan. Gan Ning telah menduga hal ini. Walaupun Su Fei tidak meminta Gan Ning juga memang tidak akan membiarkan sahabatnya dan pelindungnya itu mati.

"Aku tidak akan melupakan dia walaupun dia tidak berkata apapun." Kata Gan Ning.

Ketika pasukan itu kembali, Sun Quan memerintahkan Su Fei untuk dihukum mati sehingga kepalanya dapat dijadikan persembahan bersama kepala Huang Zu.

Lalu Gan Ning menemui tuannya itu dan berkata, "Beberapa waktu yang lalu, jika bukan karena Su Fei, tulang-tulangku mungkin sudah terkubur disuatu parit2x dan aku tidak akan dapat mengabdi padamu. Sekarang memang dia layak mati, tetapi aku tidak dapat melupakan kebaikannya padaku, dan aku harap kau mengambil kembali semua kehormatan yang telah kau berikan padaku sebagai ganti nyawannya."

Sun Quan menjawab, "Karena dia pernah baik padamu, aku akan mengampuninya untuk mu. Tetapi apa yang akan kita lakukan jika dia melarikan diri ?"

"Jika dia diampuni, dia pasti akan sangat bersyukur dan tidak akan lari. Jika dia lari, maka aku akan menyerahkan diriku sebagai gantinya."

Akhirnya Su Fei dibebaskan dan hanya kepala Huang Zu yang dijadikan persembahan. Setelah upacara itu, sebuah perjamuan besar diadakan untuk menghormati mereka yang pulang dari perang. ketika hal itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang tamu yang langsung menangis dan berteriak kencang sekali, mengambil pedangnya dan segera menyerang Gan Ning. Gan Ning langsung berdiri dan mempertahankan dirinya dengan kursi yang ada dia duduki. Sun Quan melihat bahwa penyerang itu adalah Ling Tong, yang ayahnya Ling Cao mati terbunuh oleh panah Gan Ning. Anaknya sekarang ingin membalaskan dendam ayahnya.

Segera Sun Quan berdiri dari tempat duduknya, Sun Quan berusaha menenangkan Ling Tong, " Jika dia telah membunuh ayahmu, maka ingatlah bahwa setiap orang berperang untuk tuannya dengan sebaik-baiknya. Tetapi sekarang setelah kalian berada dalam satu bendera, kau tidak boleh mengingat luka masa lalu."

Ling Tong bersujud sampai ke lantai dan berkata, "Bagaimana aku tidak membalaskan dendam ini ? Ini adalah hutang darah dan kami tidak mungkin hidup dibawah langit yang sama !"

Para tamu yang lain ikut melerai dan meminta agar Ling Tong melupakan balas dendamnya dan akhirnya dia berhenti menyerang tetapi dia menatap Gan Ning dengan marah.

Segera Gan Ning di kirim dengan 5000 prajurit dan 100 kapal tempur untuk menjaga Xiakou dimana disana dia jauh dari kemarahan Ling Tong. Lalu Sun Quan juga mempromosikan Ling Tong sehingga dia menjadi lebih senang sekarang.

Sekarang daerah selatan memiliki banyak kapal dan prajurit dikirim untuk menjaga tempat2x strategis di sekitar sungai. Adik Sun Quan, Sun Kuang ditempatkan sebagai kepala di Wu Jun dan Sun Quan sendiri dengan pasukan besarnya bertempat di ChaiSang.

Zhou Yu, Sebagai panglima besar dan admiral seluruh angkatan laut berada di danau Po Yang untuk melatih prajurit dan persiapan untuk pertahanan dan penyerangan dilakukan dengan segera.

Liu Bei mendapatkan laporan dari mata2xnya mengenai apa yang terjadi didataran selatan dan juga dilaporkan mengenai kematian Huang Zu. Lalu dia berkonsultasi dengan Zhuge Liang mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Sementara mereka sedang mendiskusikan masalah, tiba-tiba datang utusan dari Liu Biao, meminta Liu Bei untuk pergi kepadanya.

Zhuge Liang menasehati dia untuk pergi dan berkata, "Panggilan ini adalah untuk berkonsultasi padamu mengenai bagaimana membalaskan dendam Huang Zu. Kau harus membawa aku turut serta dan biarkan aku bertindak sesuai dengan situasi yang ada. Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari hal ini."

Meninggalkan Guan Yu menjaga Xinye, Liu Bei pergi dengan membawa Zhang Fei dan 500 prajurit.

Dalam perjalanan dia berdiskusi dengan penasehatnya yang berkata, "Pertama kau harus berterima kasih pada Liu Biao untuk menyelamatkan dirimu dari rencana Cai Mao di Xiang Yan. Tetapi kau tidak boleh menerima misi apapun untuk melawan dataran selatan tetapi katakanlah kau harus kembali ke Xinye untuk membereskan pasukanmu."

Dengan nasehat ini Liu Bei ke Jing zhou dan diberi tempat di rumah tamu. Zhang Fei dan pasukannya berkemah diluar tembok. Segera Liu Bei dan Zhuge Liang diterima oleh liu Biao. Liu Bei meminta maaf untuk kelakuannya ketika diperjamuan tempo hari.

Liu Biao berkata, "Saudaraku, aku telah mengetahui bahwa kau adalah korban dari sebuah rencana keji dan aku harus menghukum mati orang itu, hanya karena ada permohonan dari semua orang maka dia kuampuni. Aku harap kau tidak menganggap hal itu sebagai suatu hal yang salah."

"Cai Mao pasti tidak berurusan dengan hal itu. Aku pikir itu pasti karena bawahannya dan temannya." Jawab Liu Bei.

Liu Biao berkata, "Jiang Xia telah kalah dan seperti yang kau tahu, Huang Zu telah mati. Jadi aku meminta kau kemari untuk memikirkan sebuah rencana membalas dendam."

"Huang Zu sungguh kejam dan kasar serta tidak memperlakukan orang-orangnya dengan baik. Ini adalah sebab sebenarnya kejatuhannya. Tetapi apakah kau memikirkan apa yang akan dilakukan Cao-Cao dari utara jika kita menyerang keselatan. ?"

"Aku sudah mulai tua dan lemah, dan aku sudah tidak dapat mengurusi masalah negara dengan baik. Maukah kau membantuku, saudaraku ? Setelah aku tidak ada kau akan memiliki daerah ini."

"Kenapa kau mengatakan hal seperti ini, saudaraku ?" Pikirmu aku sanggup menanggung tugas ini ?"

Disini Zhuge Liang menatap Liu Bei yang langsung melanjutkan, "Tetapi berikan aku sedikit waktu untuk memikirkannya."

Setelah ini dia lalu berpamitan.

Ketika mereka sampai di tempat mereka bermalam, Zhuge Liang berkata, "Kenapa kau menolak tawarannya untuk menguasai daerah ini ?"

"Dia telah sangat baik padaku. Aku tidak dapat mengambil keuntungan dari kelemahannya ini."

"Benar-benar seorang pemimpin yang baik dan dermawan." Kata Zhuge Liang sambil mengehal napas.

Segera setelah itu, Liu Qi, anak dari Liu Biao datang. Liu Bei segera menyambutnya.

Pemuda itu mulai menangis dan berkata, "Ibu tiriku sangat membenciku. Hidupku sekarang dalam bahaya. Dapatkah kau membantuku, paman ? "

"Keponakanku, ini adalah masalah keluarga. Kau seharusnya tidak datang padaku."

Zhuge Liang yang berada disina lalu tersenyum. Liu Bei yang melihat dia mengerti maksud senyum itu lalu mengatakan pada Liu Qi untuk meminta saran Zhuge Liang.

"Ini adalah masalah keluarga, aku tidak dapat membantumu." Jawab Zhuge Liang.

Liu Qi kemudian berpamitan dan pergi, Keesokan harinya ketika Liu Qi mengundang Liu Bei, Liu Bei berpura-pura sedang sakit dan mengirim Zhuge Liang untuk mewakilinya.

Zhuge Liang lalu menjawab panggilan itu dan ketika dia telah sampai ke kediaman Liu Biao, dia segera disambut Liu Qi yang langsung mengantarnya ke ruangan pribadinya.

Ketika teh sudah disediakan, Liu Qi berkata, "Aku sangat dibenci oleh ibu tiriku. Dapatkah kau menasehatiku apa yang harus kulakukan ?"

"Sebagai seorang tamu, aku sulit sekali untuk memberimu nasehat mengenai "DARAH dan DAGING", Jika aku lakukan dan cerita ini menyebar, banyak masalah akan bermunculan."

Dengan ini Zhuge Liang berdiri dan berpamitan.

Tetapi Liu Qi tidak mengijinkannya pergi dan berkata, "Kemahsyuranmu telah kudengar. Aku masih ingin berbincang-bincang denganmu."

Liu Qi mengundang Zhuge Liang kesuatu ruangan dan membawakannya makanan dan minuman. Sementara mereka makan dan minum, Liu Qi mengulangi lagi permintaanya. Apakah yang harus dilakukannya karena ibu tirinya membenci dirinya.

"Ini bukanlah masalah yang dapat aku berikan nasehat." Jawab Zhuge Liang, yang segera berdiri kedua kalinya untuk berpamitan.

"Guru, Jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku, maka biarlah. Tetapi mengapa kau sangat ingin meninggalkanku ?"

Lalu Zhuge Liang duduk kembali dan Liu Qi berkata, "Aku mempunyai tulisan kuno yang aku inign tunjukan padamu."

Dan dia membawa Zhuge Liang kesuatu runangan kecil diatas.

"Dimanakah tulisan itu ?" Tanya Zhuge Liang.

Bukannya menjawab, Liu Qi malah menangis dan berkata, "Ibu tiriku akan membunuhku. Hidupku dalam bahaya. Guru, apakah kau tidak akan mengucapkan beberapa kata untuk menyelamatkan hidupku ?"

Zhuge Liang segera bergegas untuk turun, tetapi dia menemukan bahwa tangga yang dipakai untuk naik telah di copot.

Lagi Liu Qi berkata, "Guru, Ketakutanmu adalah jika hal ini akan diketahui orang lain. Apakah karena itu kau diam ? Disini kita diantara langit dan bumi dan apapun yang kau katakan hanya akan keluar dari mulutmu dan masuk ketelingaku. Tidak ada apapun yang lain dapat mendengar kita. Sekarang maukah kau katakan padaku apa yang harus kulakukan ?"

"Jangalah kau merusak hubungan diantara saudara," Kata Zhuge Liang, "Apakah mungkin bagi diriku untuk membuatkan sebuah rencana untukmu ?"

"Hidupku berada dalam bahaya." Kata Pemuda itu, "Aku akan mati dikakimu."

Berkata begitu, Liu Qi mengancam untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Zhuge Liang langsung mencegahnya dan berkata, "Sebenarnya ada jalan."

"Aku harap guru mau mengatakannya padaku," ucap Liu Qi sambil bersujud.

"Kau pernah mendengar cerita mengenai Shen Sheng dan Chong er ? Shen Sheng tetap tinggal dirumah dan dia mati. Kakaknya Chong Er pergi dan hidup dengan aman. Sekarang Huang Zu telah tiada dan Jiang Xia sangat lemah, kenapa kau tidak meminta ayahmu mengirimmu kesana untuk menjaga tempat itu ? Dengan begitu kau akan terhindar dari bahaya."

Liu Qi berterima kasih padanya. Lalu dia memanggil orang-orangnya untuk memasang tangga dan dia mengantar Zhuge Liang turun.

Zhuge Liang kembali pada Liu Bei untuk menceritakan kisah ini. Pemuda itu segera bertindak seperti yang telah disarankan padanya, tetapi ayahnya tidak mengijinkannya pergi.

Untuk menyelesaikan masalah ini Liu biao memanggil Liu Bei yang berkata, "Jiang Xia sangat penting dan anakmu adalah orang yang tepat untuk mempertahankan daerah itu. Kau harus membiarkannya pergi. Sebelah tenggara akan dilindungi anakmu dan sebelah timur laut akan menjadi urusanku."

"Aku mendengar Cao-Cao telah melatih pasukan laut dan marinir, dan aku takut bahwa dia akan menyerang kita. Kita harus tetap waspada."

"Aku mengetahui semua hal itu. Kau tidak perlu khawatir." Kata Liu Bei.

Dia segera berpamitan dan pulang kerumah, sementara Liu Qi mendapat perintah membawa 3.000 prajurit dan menjaga Jiang Xia.

Pada saat ini Cao-Cao menyatukan 3 jabatan tinggi negara dan mengangkat dirinya sendiri sebagai kepala 3 jabatan ini. Dia menunjuk Mao Jie dan Cui Yan menjadi sekertaris negara dan Sima Yi sebagai sekertaris penulis surat. Sima Yi dari Henei adalah cucu dari Sima Juan, Gubernur Ying Chuan. Dia adalah anak dari Sima Fang, Gubernur JingZhao dan adik terkecil dari Sima Lang, Sekertaris jenderal kementrian.

Cao-Cao lalu memanggil para pejabatnya untuk bertemu dan berdiskusi mengenai ekspedisi ke selatan.

Xiahou Dun lalu berkata, "Liu Bei sedang melatih pasukannya di XinYe dan dia adalah sumber masalah. Dia harus dihancurkan terlebih dahulu."

Segera Xiahou Dun diangkat menjadi jenderal pelaksana (Ping Jia) dan dibawahnya diberikan 4 jenderal- Yu Jin-Li Dian- Xiahou Lan dan Han Hao. Dengan mereka dia membawa 100.000 prajurit menuju Bowang dimana dia dapat mengawasi daerah Xinye.

Xun Yu menentang usul ini dan berkata, "Liu Bei adalah seorang pahlawan terkenal dan dia telah mendapatkan Zhuge Liang sebagai penasehatnya. Kita harus berhati-hati !"

Xiahou Dun berkata, "Liu Bei adalah tikus ! Aku pasti akan membawanya sebagai tawanan."

"Jangan remehkan dia." Kata Xu Shu, "Ingatlah dia telah memiliki Zhuge Liang untuk membantu dia, dia sudah seperti harimau yang mempunyai sayap."

Cao-Cao berkata, "Siapakah Zhuge Liang ini ?"

"Dia telah mengikuti ajaran Tao dan mengambil nama Naga Tidur. Dia seorang jenius, dewa dan setan digabungkan, seorang terhebat diabad ini. Jangan kau remehkan dia."

"Bagaimana jika dia dibandingkan dengan dirimu ?"

"Tidak dapat dibandingkan. Aku hanyalah Ulat berpedar ditanah dan dia seperti bulan bersinar dilangit." Jawab Xu shu.

"Kau salah." Jawab Xiahou Dun, "Zhuge Liang yang kau sebut ini tidak ada apa-apanya. Siapa yang takut pada dirinya ? Jika aku tidak mendapatkan dia dan tuannya pada pertempuran pertama, akan kuserahkan kepalaku, sebuah hadiah untuk tuan kita, perdana menteri."

"Cepatlah kembali untuk menenangkanku dengan berita kemenangan." Kata Cao-Cao.

Xiahou Dun lalu langsung segera mempersiapkan pasukannya.

Adanya Zhuge Liang dan perlakuan berlebihan Liu Bei padanya membuat Saudara angkat Liu Bei menjadi tidak senang dan berkata, "Dia sangat muda, walaupun dia pintar dan terdidik. Kakak memperlakukan dia terlalu baik. Kita belom melihat bukti dari kehebatannya."

Liu Bei menjawab,"Kau tidak mengetahui betapa berharganya dia. Aku memiliki dia seperti Ikan yang masuk kedalam air lagi. Aku harap kita tidak akan membicarakan masalah ini lagi."

Mereka pergi, Diam tetapi tidak puas.

Suatu hari seseorang memberikan sebuah topi kepada Liu Bei. Segera Liu Bei memakainya sebagai hiasan. Zhuge Liang datang dan melihat hal itu.

"Apakah kau telah mengubah ambisimu, tuanku. Kau sedang akan mengurusi masalah2x seperti hal ini kah ?" Zhuge Liang berkata.

Liu Bei langsung melepas topi itu dan berkata, "Aku hanya menyenangkan diriku saja dengan barang-barang itu."

"Bagaimana kau membandingkan dirimu dengan Cao-Cao ?" Tanya Zhuge Liang.

"Aku lebih lemah."

"Benar. Pasukanmu kurang dari 10.000 dan bagaimanakah peluang 10.000 pasukan melawan 100.000 prajurit. Bagaimana kita dapat melawan mereka ?"

"Aku juga sangat khawatir mengenai hal itu, tetapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan."

"Kau dapat merekrut tentara dan aku akan melatih mereka. Lalu mungkin kita dapat melawan musuh."

Lalu perekrutan dimulai dan 3.000 ribu orang mendaftar. Zhuge Liang melatih mereka secara pribadi.

Segera berita mengenai Xiahou Dun memimpin 100.000 pasukan segera sampai pada mereka.

Ketika mereka mendengar hal itu, Zhang Fei berkata pada Guan Yu, "Kita akan menyuruh Zhuge Liang ini untuk pergi dan berperang."

Segera ada perintah dari Liu Bei untuk memanggil saudara2xnya itu dan meminta nasehat mereka.

"Kenapa tidak mengirim Sang "Air", kakak ?" Jawab Zhang Fei.

"Untuk Cara aku mengandalkan Zhuge Liang, tetapi pelaksanaan aku mempercayai kalian, saudara2xku. Apakah kalian sekarang akan mengecewakan aku ?"

Mereka segera keluar dan Zhuge Liang dipanggil.

"Aku khawatir saudara2xmu tidak akan menuruti perintahku." Kata Zhuge Liang”Karena itu jika aku dipercaya untuk memenangkan perang ini, kau harus memberikan stempel jabatan dan pedang kekuasaanmu."

Lalu Liu Bei memberikan padanya kedua benda perlambang kekuasaan itu, Zhuge Liang mengumpulkan para jenderal dan bawahan untuk menerima perintah.

"Kita akan pergi melihat apakah yang akan dia lakukan." Kata Zhang Fei pada Guan Yu.

Didalam rapat itu Zhuge Liang berkata, "Dikiri Lembah Bowang ada bukit Yu Shan. Di sebelah kanan ada hutan An Lin. Disana kita akan menyiapkan penyergapan. Guan Yu akan pergi ke Yu Shan dengan 1.000 prajurit. Dia harus berada disana sampai musuh lewat. Tetapi ketika melihat signal api diselatan maka itu tandanya dia untuk menyerang. Dia akan membakar kereta persediaan mereka. Zhang Fei akan bersembunyi dibukit dibelakang hutan An Lin dan membawa 1.000 prajurit. Ketika dia melihat tanda api diselatan, dia harus pergi ke depot persediaan di bowang dan membakarnya. Liu Feng dan Guan Ping masing-masing membawa 500 prajurit keselatan dan mempersiapkan bahan2x mudah terbakar dan peledak serta memasangnya disepanjang jalan itu. Mereka harus bersiap-siap disana untuk menyalakan api setelah musuh masuk. Musuh akan tiba sore hari dan kedua jenderal dapat menyalakan api diwaktu itu. Zhao Yun yang baru kupanggil dari Fan Cheng dipercyaa membawa 1.000 prajurit dan menghadapi mereka. Tetapi dia melawan tidak untuk menang. Dan tuan kita akan memimpin sisa tentara. Aku harap setiap orang mematuhi perintah ini dan jangan ada kesalahan terjadi."

Lalu berkatalah Guan Yu, "Setiap dari kita keluar untuk menemui musuh, tetapi aku tidak mendengar apakah yang akan kau lakukan."

"Aku akan menjaga kota." Kata Zhuge Liang sambil tersenyum.

Zhang Fei langsung tertawa terbahak-bahak, "Kita pergi berperang dalam peperangan besar dan kau hanya duduk diam dirumah dgn nyaman."

"Ini adalah pedang dan ini adalah stempel ! " Jawan Zhuge Liang dgn wajah serius sambil menunjukan kedua barang itu, "Pembangkangan menjalankan perintah dapat dihukum mati !"

Liu Bei berkata, "Apakah kau tidak mengerti bahwa rencana di ruangan kecil dapat membawa kesuksesan sejauh ribuan Li ? Jangan melawan perintah itu saudaraku."

Zhang Fei pergi dengan tersenyum sinis.

Guan Yu berkata padanya, "Mari kita tunggu hasilnya saja. Jika dia gagal, kita dapat mempermalukannya."

Mereka lalu segera pergi. Tidak ada diantara para bawahan dan para jenderal yang mengerti mengenai garis besar strategi yang dijalankan, walaupun mereka mematuhi perintah, mereka juga ragu2x dan khawatir.

Zhuge Liang berkata pada Liu Bei, "Kau boleh memimpin pasukanmu keatas bukit dan berkemah sampai musuh tiba esok pagi. Lalu kau harus meinggalkan kemah dan pergi sampai signal api terlihat diselatan. Lalu kau akan maju dan menyerang dengan seluruh kekuatan. Mi Zhu, Mi Fan dan Aku akan menjaga kota."

Di Kota Zhuge Liang menyiapkan perjamuan untuk merayakan kemenangan dan juga mempersiapkan buku untuk mencatat jasa2x.

Liu Bei melihat semua hal ini, tetapi hati dia juga sangat gelisah.

Pasukan Cao-Cao berjumlah 100.000 prajurit akhirnya mencapai lembah bowang. Lalu 1/2 dari mereka yang merupakan veteran perang diperintahkan untuk bergerak lebih dahulu didepan sebagai pasukan penyerang utama dan sisanya menjaga dibelakang untuk mengawal persediaan. Mereka bergerak dalam dua divisi. Musim saat itu adalah musim gugur dan angin bertiup kencang sekali ketika malam menjelang angin dingin mulai bertiup.

Mereka terus bergerak maju, kemudian mereka melihat awan debu didepan mereka. Xiahou Dun memerintahkan untuk segera menyusun formasi. Dia bertanya pada bawahannya apakah nama tempat ini.

"Didepan itu disebut lembah Bowang dan dibelakang kita disebut sungai Luo," Jawabnya.

Lalu Xiahou Dun maju kedepan untuk melihat2x. meninggalkan Yu Jin dan Li Dian untuk mengatur formasi pasukan.

Lalu Xiahou Dun tertawa dan ketika mereka bertanya mengapa dia begitu senang, dia menjawab, "Xu Shu memuji Zhuge Liang sebegitu tinggi sampai kelangit seperti dia itu bukan manusia saja. Tetapi sekarang aku melihat bagaimana dia menempatkan pasukannya, Dia seperti hanya mengirimkan aku sekumpulan anjing dan biri2x melawan macan dan singa. Aku hanya menyombongkan diri ketika aku berkata akan mendapatkan dia sebagai tawanan, tetapi aku akan benar-benar menangkapnya kali ini."

Lalu dia maju dengan kecepatan penuh berserta pasukannya kedepan.

Zhao Yun menghadang dia dan Xiahou Dun memaki-makinya, "Kau pengikut liu bei, hanyalah seperti hantu mengikuti setan !"

Hal ini membuat Zhao Yun marah dan pertempuran dimulai. Hanya sebentar lalu Zhao Yun mundur seperti bahwa dia telah kalah. Xiahou Dun lalu mengejarnya sejauh 5 Li (2,5 Km). Lalu Zhao Yun berbalik dan melawan tetapi hanya untuk sesaat dan segera mundur lagi.

Melihat taktik ini Han Hao salah satu jenderal Xiahou Dun langusng berkuda kedepan dan menasehati agar dia berhati-hati, "Aku khawatir ada jebakan menunggu kita didepan."

"Dengan lawan seperti ini, aku tidak perlu takut walaupun ada 10 perangkap sekalipun," Jawab Xiahou Dun yang segera memerintahkan pasukannya mengejar.

Setelah dia sampai ditengah lembah dia mendengar suara ledakan dan munculah Liu Bei untuk menyerang.

"Inikah perangkapmu !" Kata Xiahou Dun tertawa, "Aku akan sampai ke Xinye sebelum malam ini berakhir."

Xiahou Dun segera memerintahkan seluruh pasukannya maju segera dan musuhnya mundur sementara dia terus maju. Setelah malam tiba, Awan gelap menutupi seluruh langit. Angin kencang bertiup tetapi Xiahou Dun masih memerintahkan agar pasukannya terus mengejar musuh yang mundur.

Kedua jenderal dibelakang sampai dicelah sempit dan jalan dipenuih rumput liar.

"Siapa yang meremehkan musuh biasanya kalah." Kata Li Dian dan Yu Jin, "Kita memasuki jalan yang sempit dan gunung2x ini membuat perjalanan makin sulit. Hutan dipinggir kita sangat lebat dan jika musuh menggunakan api maka kita akan kalah."

"Kau benar" Jawab Yu Jin, "Aku akan kedepan dan memperingatkan jenderal Xiahou Dun. Mungkin dia akan berhenti. Kau dapat menghentikan mereka yang sedang naik dari bawah."

Yu Jin segera berkuda kedepan dan berteriak, "Hentikan pasukan !"

Xiahou Dun berkata ada masalah apa dia datang mengejar.

Yu Jin berkata, "Jalan disini mengeci dan sulit. Disekitar kita ada hutan lebat. Aku khawatir mereka akan menggunakan api."

Xiahou Dun yang sudah sangat bersemangat itu menolak saran itu dan dia tetap memerintahkan pasukannya untuk maju.

Lalu ada suara-suara teriakan dibelakang mereka. Bunyi berisik muncuk dari semak2x disekitar mereak dan tiba-tiba api menjalar dengan cepat. Api menjalar di seluruh penjuru arah mata angin. Dan diperparah dengan angin yang kencang sekali.

Pasukan Xiahou Dun segera panik dan saling menginjak satu sama lain. Banyak yang tewas. Zhao Yun segera berbalik dan membantai mereka. Xiahou Dun berkuda menembus api dan asap untuk kabur. Zhao Yun berusaha mengejar dia tetapi asap terlalu tebal dan dia tidak dapat melihat dimanakah musuhnya berada. Dia dengan gagah berani melewati kobaran api dan membantai semua prajurit Cao-Cao yang dia lihat.

Sekarang Li Dian melihat bahwa keadaan makin parah, sehingga dia berputar dan memimpin pasukan untuk keluar dari lembah bowang tetapi dicegat oleh pasukan yang dipimpin Guan Yu. Dia segera menerjang pasukan Guan Yu dan berhasil keluar dari kepungan. Guan Yu segera berusaha membantai sisa-sisa pasukan yang panik itu dan tidak mengejar Li Dian. Yu Jin yang melihat kereta persediaan telah dihancurkan musuh dan tidak ada lagi yang perlu dijaga segera melarikan diri melalui jalan setapak. Kedua jenderal yang lain, yang datang untuk menyelamatkan kereta persediaan, bertemu dengan Zhang Fei. Zhang Fei segera melawan mereka berdua sekaligus, Han Hao yang merasa dia kalah kuat dari Zhang Fei segera kabur kedalam hutan tetapi Xiahou Lan berusaha mencari pamannya, Xiahou Dun dan masuk kedalam kobaran api. Zhang Fei mengejarnya tetapi dalam asap yang tebal dia tidak dapat melihat dengan jelas. Akhirnya Dalam kekacauan itu Xiahou Lan terbunuh oleh Zhang Fei yang, han hao berhasil melarikan diri melewati kepungan tentara Zhang Fei. Keesokan paginya seluruh daerah itu dipenuhi oleh mayat2x terpangang, Bau daging manusia terbakar memenuhi seluruh daerah itu dan darah mengalir bagaikan aliran air sungai dan memerahkan warna tanah disana.

Xiahou Dun berhasil mundur dan membawa sisa pasukannya yang berjumlah kurang dari 20.000 prajurit kembali ke Xu Chang.

Zhuge Liang memerintahkan pasukannya untuk mengambil barang-barang yang tertinggal dan ditinggalkan oleh musuh.

Guan Yu dan Zhang Fei yang kembali kerumah mengakui dan berkata, "Zhuge Liang sungguh seorang ahli strategi yang hebat !"

Tidak lama kemudian dia melihat Mi Zhu dan Mi Fang berkuda bersama sekelompok prajurit. Diantara mereka dia melihat Zhuge Liang duduk diatas kereta yang ditarik para prajruit. Guan Yu dan Zhang Fei segera turun dari kudanya dan bersujud pada dia. Kemudian pasukan yang lainpun kembali. Hasil pampasan perang dikumpulkan dan dibagikan kepada para prajurit dan semua kembali ke Xin Ye, dimana penduduk disana telah berbaris menyambut kembalinya pahlawan2x mereka.

"Kami berhutang nyawa pada paman kaisar !" Teriak mereka pada liu bei.

Kata Zhuge Liang, "Xiahou Dun telah dipukul mundur, tetapi Cao-Cao akan datang dengan kekuatan lebih besar."

"Dan apakah yang harus kita lakukan ?" balas Liu Bei.

"Rencanaku telah siap." Kata Zhuge Liang.

BAB 40

Ketika Liu Bei bertanya pada penasehatnya bagaimana caranya untuk mengalahkan Cao-Cao, Zhuge Liang berkata, "Xinye adalah kota kecil dan tidak cocok untuk diduduki dalam jangka panjang. Liu Biao sedang sakit dan kesehatannya makin memburuk, jadi ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil daerah ini sebagai markas untuk mengalahkan Cao-Cao."

"Saranmu baik, tetapi Liu Biao telah sangat baik padaku dan aku tidak dapat berbuat seperti itu kepadanya."

"Jika kau tidak mengambil kesempatan ini, kau akan menyesalinya dikemudian hari." Kata Zhuge Liang.

"Aku lebih baik mati daripada melakukan apa yang salah."

"Kita akan membahas lagi masalah ini nanti." balas Zhuge Liang.

Ketika Xiahou Dun sampai ke ibukota, dia menunjukan dirinya sendiri dihadapan Cao-Cao dengan badan terikat dan lambang hukuman mati. Tetapi Cao-Cao melepaskannya dan memintanya menceritakan kejadiannya.

Dan Xiahou Dun berkata, "Aku menjadi korban dari rencana Zhuge Liang. Dia menyerang dengan api."

"Kau adalah prajurit sejak kau masih muda dan telah banyak melihat medan pertempuran, kau harusnya mengingat bahwa api adalah senjata yang mungkin digunakan dijalan yang sempit."

"Li Dian dan Yu Jin mengingatkanku. Aku sungguh menyesal sekarang."

Cao-Cao menghadiahkan Li Dian dan Yu Jin karena sudah mengingatkan pemimpin mereka.

"Liu Bei akan menjadi kuat dan itu pasti akan mengacaukan rencana kita, dia harus segera dimusnahkan." Kata Xiahou Dun.

"Dia adalah salah satu kekhawatiranku," Jawab Cao-Cao,"Sun Quan adalah yang kekhawatiranku yang lainnya. Yang lain selain mereka tidak kuanggap. Kita harus mengambil kesempatan ini dan menyapu daerah selatan sampai habis."

Lalu perintahpun dikeluarkan untuk mempersiapkan tentara sebanyak 500.000 prajurit, dibagi dalam 5 divisi. Setiap divisi memiliki 2 pemimpin. Cao Ren dan Cao Hong memimpin divisi pertama, Pasukan Kuda terbang kekaisaran, Zhang Liao dan Zhang He divisi kedua, pasukan Macan kekaisaran, Xiahou Dun dan Xiahou Yuan divisi ke 3 pasukan Burung Hong, Yu Jin dan Li Dian divisi ke 4, pasukan Elang . Cao-Cao sendiri memimpin divisi ke 5 bersama Xu Chu, pasukan Naga Langit. 300.000 marinir dan pasukan laut berserta 10.000 kapal perang besar maupun kecil dikerahkan menuju selatan. Lebih dari 500.000 prajurit cadangan disiapkan didaerah-daerah sekitar oleh para gubernur dan jenderal militer pendukung Cao-Cao. Persediaan dan kereta2x barang dikumpulkan dan berjumlah lebih dari 200.000 kereta kuda, jutaan karung beras disiapkan untuk dibawa kedaerah selatan. Hari "Kuda" pada bulan ke 7 ditahun ke 13 masa Jian An (tahun 208 M) dipilih sebagai hari untuk mengerakkan pasukan besar ini.

Menteri tinggi kekaisaran Kong Rong, menentang pengerahan pasukan besar-besaran ini.

Dia berkata, "Liu Bei dan Liu Biao keduanya masih keluarga kaisar dan tidak boleh diserang tanpa alasan yang jelas. Sun Quan memiliki 6 wilayah besar diselatan dan berbahaya seperti harimau yang sedang tidur serta dengan sungai besar sebagai pertahanannya, dia sangalah terlindungi. Jika tuan perdana menteri menjalankan ekspedisi ini tanpa suatu alasan yang dapat dibenarkan maka kau akan membuat dunia tidak lagi hormat padamu."

"Ketiga orang itu adalah mentri pembangkan dan pemberontak, bagaimana mungkin aku tidak menghukum mereka ?" Jawab Cao-Cao.

Cao-Cao sangat marah dan memerintahkan kong rong pergi dari hadapannya. Kemudian Cao-Cao mengeluarkan titah hukuman mati bagi siapapun yang menentang keputusannya ini.

Kong rong pergi dengan sangat sedih.

Matanya memandang langit dan berkata, "Seorang yang tidak manusiawi akan menyerang seorang yang sangat manusiawi, Dia harus dikalahkan jika tidak dunia tidak akan tenang."

Salah satu inspektur kekaisaran, Chi Lu yang tdk menyukai kong rong kebetulan mendengar hal ini dan dia memberitahukan pada Cao-Cao mengenai kata-kata yang diucapkan Kong Rong.

Chi Lu juga menambahkan, "Kong Rong memiliki kebiasaan berkata hal-hal yang tidak hormat pada Tuan Perdana menteri dan dia juga berteman dengan Mi Heng. Bahkan makian yang Mi Heng tujukan padamu telah diatur oleh kong rong. Kong Rong dan Mi Heng saling mengngagumi satu sama lain dan Mi Hen sering berkata, 'Confucius belumlah mati, karena kong rong adalah dia' dan Kong Rong membalasnya dengan berkata, 'Dan murid yang plg dikasihinya, Yan Hui telah hidup kembali, karena Mi Heng adalah dia.' "

Cerita Chi Lu membuat Cao-Cao marah, Dia segera memerintahkan hukuman mati bagi menteri tinggi negara itu.

Sekarang Kong Rong mempunyai dua orang anak, keduanya masih muda, mereka sedang duduk dirumah bermain catur, ketika seorang pelayan berlari dan berkata, "Ayahmu telah dibawa untuk dipenggal, kenapa kalian tidak juga lari ?"

Anak-anak Kong Rong menjawab, "Ketika sarang burung di tarik, apakah telurnya akan tidak pecah ?"

Pada saat itu prajurit datang dan membawa seluruh isi rumah. Kedua anak kong rong juga dipenggal. Mayat Kong Rong dipertontonkan dipasar.

Menteri Zhi Xi menangisi mayat itu. Banyak orang bersimpati pada Kong Rong, hal ini membuat Cao-Cao menjadi marah dan dia akan menghukum mati semua orang yang bersedih untuk kong rong.

Tetapi Hukuman ini ditentang oleh Xun Yu yang berkata, "Kau tidak boleh membunuh orang yang benar yang datang untuk berduka kepada temannya. Zhi Xi sering sekali memperingatkan Kong Rong mengenai bahaya yang akan diundangnya apabila dia tetap mempertahankan sikap idealisnya."

Zhi Xi mengambil sisa-sisa jasad Kong Rong dan anak-anaknya dan menguburkannya.

Setelah itu Cao-Cao segera memerintahkan pasukannya bergerak. Xun Yu ditinggalkan untuk mengatur urusan di ibukota.

Pada Saat ini Liu Biao sudah benar-benar sakit parah dan dia memanggil Liu Bei kekamarnya. Liu Bei pergi kesana ditemani dua saudara angkatnya dan Zhuge Liang.

Liu Biao berkata, "Penyakitku ini telah menyerang organ2x vital dan waktuku tinggal sebentar lagi. Aku mempercayakan anak-anakku pada pengawasanmu. Anak-anakku tidaklah pantas untuk menggantikanku dan aku harap kau, saudaraku, mau mengawasi daerah ini setelah aku meninggal."

Liu Bei menangis dan berkata, "Aku akan berbuat semampuku untuk membantu keponakan-keponakanku”

Lalu datanglah berita mengenai pengerahan pasukan Cao-Cao dan Liu Bei segera berpamitan pada Liu Biao dan segera kembali ketempatnya untuk menyiapkan pertahanan. Berita ini membuat Liu Biao bertambah parah sakitnya dan dia mulai membuat surat wasiatnya. Dalam wasiatnya dia memerintahkan Liu Bei sebagai wali bagi anaknya Liu Qi yang akan mengantikannya.

Hal ini sangat membuat istrinya murka. Dia meminta tidak ada orang yang boleh diijinkan masuk tanpa perintah darinya. Cai Mao dan ZHang Yun yang merupakan orang-orang kepercayaanya diperintahkan menjaga pintu2x kediaman gubernur.

Liu Qi yang berada di JiangXia segera kembali karena mendengar kondisi kesehatan ayahnya yang makin memburuk.

Tetapi Cai Mao menolak mengijinkannya masuk dan berkata, "Ayahmu mengirimmu ke Jiang Xia. Suatu tugas yang sangat penting dan kau tidak boleh meninggalkan posmu itu tanpa perintah. Jika tempat itu diserang, kau tahu apa yang akan terjadi bukan ? Jika ayahmu melihatmu, dia pasti akan sangat marah dan itu membuat sakitnya tambah parah. Kau harus kembali ke posmu segera."

Liu Qi tetap berdiri diluar sebentar, tetapi ijin tetap tidak diberikan walaupun dia menangis. Lalu dia kembali ke Posnya di JiangXia. Liu Biao sakitnya semakin menjadi parah. Dia sangat ingin melihat anaknya, tetapi Liu Qi tidak datang. Tiba-tiba Liu Biao berteriak kesakitan dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah Liu Biao meninggal dunia, jandanya segera mengumpulkan pendukung2xnya untuk mengadakan rapat dan menulis wasiat palsu yang memberikan kekuasaan daerah JingZhou keapda anak keduanya, Liu Zong sebelum mereka memberitakan kematian Liu Biao.

Liu Zong barulah berumur 14tahun. Tetapi dia adalah anak yang cerdas namun licik, jadi dia mengumpulkan para pejabat-pejabatnya dan berkata, "Ayahku telah wafat dan kakakku ada di Jiang Xia. Lebih dari itu, pamanku masih di Xinye. Kalian telah mengangkatku sebagai pemimpin, tetapi jika kakak dan pamanku datang kemari dengan pasukan untuk menghukumku karena telah merebut kekuasaan, penjelasan apakah yang dapat kuberikan ?"

Tidak ada dari mereka yang menjawab.

Lalu Penasehat Li Gui berdiri dan berkata, "Kau berkata benar, sekarang cepatnya kirim surat berduka untuk kakakmu dan mintalah dia datang untuk mengambil warisannya. Juga panggilah Liu Bei untuk membantu mengurus masalah administrasi. Setelah itu kita bisa melawan musuh kita Cao-Cao dari utara dan Sun Quan dari selatan. Aku menganggap ini adalah rencana yang sempurna."

Tetapi Cai Mao menjawab, "Siapakah kau berani berbicara seperti itu dan menentang wasiat terakhir tuan kita ?"

Li Gui lalu memaki dia dan berkata, "Kau dan gerombolanmu telah memalsukan surat wasiat, dan menyingkirkan pewaris tahta sebenarnya. Sekarang seluruh daerah ini berada ditangan keluarga Cai. Jika tuan kita yang lalu mengetahui apa yang kau perbuat, dia akan membunuhmu."

Cai Mao memerintahkan pengawal membawa Li Gui keluar untuk dipenggal. Dia segera dibawa keluar, tetapi lidahnya tetap memaki-maki.

Akhinrya Liu Zong didudukan diatas tahta dan Keluarga Cai membagi-bagi diantara mereka seluruh kekuasaan militer diseluruh daerah itu. Pertahanan Jing Zhou dipercayakan pada Liu Zhi dan Deng Zhi, sementara Lady Cai dan putranya berada dikediamannya di Xiang Yang agar tidak dapat dijangkau oleh Liu Bei dan Liu Qi. Mereka menguburkan Liu biao disebelah timur Xiang Yang, disekitar tepi sungai Han. Tidak ada berita kematian yang dikirimkan pada Liu Qi atau Liu Bei.

Liu Zong tiba di Xiang Yang tetapi belum dapat dia beristirahat dari kelelahan perjalanan, berita mengenai kedatangan pasukan besar Cao-Cao tiba. Dia segera memanggil Kuai Yue dan Cai Mao untuk berkonsultasi.

Salah satu sekertaris, Fu Xuan berkata, "BUkan saja kita diacam oleh pasukan besar yang berasal dari utara, tetapi anak tertua, yang merupakan pewaris sebenarnya dan pamannya yang berada di Xinye harus kita waspadai. Kedua orang ini belum diberitahukan kematian tuan kita dan mereka pasti akan mencurigai kita. Kita akan berada dalam keadaan yang kritis apabila mereka bergabung dan menyerang kita. Tetapi jika kau mau mengikuti saranku, maka rakyat kita akan kuat seperti Gunung Taishan dan posisi tuan muda kita akan aman."

"Apa Recanamu ?" Tanya Liu Zong.

"Untuk menyerahkan seluruh daerah ini pada Cao-Cao yang akan memperlakukan tuan muda kita dengan sangat baik."

"Saran macam apa itu !!!" Kata Liu Zong dengan marah, "Apakah aku harus menyerahkan warisanku kepada orang lain bahkan sebelum aku benar-benar diwariskan hal itu ?"

"Saran itu sungguh bagus" kata Kuai Yue, "Kesempatan adalah sebuah kebijakan dan kemungkinan memerlukan pemikiran. Mengatas namakan pemerintah, Cao-Cao berperang melawan daerah-daerah tetangganya. Jika Tuan kita menentang dia, dia akan menganggapnya pembangkangan. Lagipula, masalah yang terjadi diperbatasan kita sebelum Tuan Muda berhasil menguatkan posisi internal akan mempersulit kita dan berakibat buruk. Jika sudah begitu maka rakyat akan panik dan keadaan kacau. Akhirnya bagaimana kita dapat mengadakan pertahanan untuk menahan musuh ?"

Liu Zong menjawab, "Bukannya aku tidak setuju denganmu, tetapi aku akan menjadi bahan tertawaan bagi seluruh dunia jika aku menyerahkan warisanku tanpa usaha apapun."

Dia diinterupsi oleh seseorang yang berkata, "Jika saran mereka memang baik mengapa tidak mengikutinya ?"

Mereka melihat bahwa yang berbicara itu adalah Wang Can dari Shan Yang, seorang terpelajar tetapi memiliki tubuh yang lebih pendek daripada rata2x orang umumnya.

Tetapi, bakatnya tidaklah sama seperti tubuhnya. Ketika dia muda, dia mengunjungi menteri Cai Yong yang waktu itu adalah wakil ketua sekertariat kementerian. Dan walaupun banyak pejabat tinggi datang disitu, tetapi Cai Yong segera menyambut Wang Can dengan cara yang sangat sopan. Yang lain terkejut dengan cara Cai Yong memperlakukan anak muda ini dan beranya mengapa.

"Dia adalah pemuda dengan bakat besar." Kata Cai Yong.

Wang Can terkenal banyak membaca buku dan mempunyai ingatan yang baik. Jika dia melihat dipinggir jalan ada tulisan, dia akan mengingat semua kata dalam tulisan itu. Jika dia melihat orang bermain catur dan papanya tiba-tiba terjatuh, dia dapat mengembalikan setiap biji catur ditempatnya semula. Dia jg seorang ahli matematik dan dapat membuat puisi. Pada umur 17 tahun dia ditunjuk sebagai pejabat tetapi tidak datang untuk menerima jabatan itu. Ketika kekacauan dipemerintahan makin serius, dia mencari perlindungan di Jing Zhou dimana dia diterima dengan sangat baik oleh Liu Biao.

"Tuan Muda, Bagaimana kau membandingkan dirimu dgn Cao-Cao ?" Tanya Wang Can.

"Jauh lebih lemah." Jawab Liu Zong.

Wang Can melanjutkan, "Cao-Cao memiliki banyak tentara dan juga pemimpin hebat. Dia memiliki kemampuan dan juga sumber daya melimpah. Dia menghancurkan Lu Bu di Xiapi dan mengalahkan kekuatan Yuan Shao di GuanDU. Dia mengejar Liu Bei di Long You dan menghancurkan Mao Dun di BUkit Serigala putih. Penghancuran orang-orang yang sebenarnya merupakan orang-orang hebat adalah bukti kekuatannya. Sekarang dia dalam perjalanan kemari, dan akan sangat sulit untuk menahan dia. Rencana yang terbaik adalah kau segera menyerah pada dia dan kau tidak boleh menunda-nunda lagi dan ragu lagi, penyesalan selalu datang terlambat."

"Tuan, Kata-katamu sungguh bijak. Aku harus segera memberitahu ibuku." Kata Liu Zong.

Tetapi baru saja dia mau pergi, ibunya lalu tampak dibelakang tirai. Dia telah mendengarkan dari tadi apa saja yang dibicarakan.

"Kenapa kau harus mencari aku ketika 3 orang penasehat sudah berkata hal yang sama ?" Kata Lady Cai.

Lalu Liu Zong setuju dengan rencana itu dan surat penyerahan dirinya dibuat dan dikirimkan melalui Song Zhong. Song Zhong langsung pergi menuju Wan Cheng dan menyerahkan surat itu. Surat itu diterima Cao-Cao dengan senang dan pembawa surat itu diberi hadiah besar.

Penyerahan dirinya diterima, dan Cao-Cao berkata, "Katakan pada Liu Zong untuk keluar menemuiku ditempat terbuka dan dia akan tetap memerintah ditanahnya."

Song Zhong segera kembali. Dia hampr sampai ditempat penyebrangan ketika dia dihadang oleh sekelompok kecil pasukan berkuda. Setelah dilihat lebih dekat ternyata pemimpinnya adalah Guan Yu. Utusan itu mencoba menghindar, tetapi dia ditangkap dan dibawa kepada Guan Yu untuk ditanyai. Pertamanya dia bungkam tetapi setelah dipaksa akhirnya dia mengungkapkan semuanya. Lalu dia dibawa ke Xinye dan dipaksa untuk menceritakan seluruh kejadian pada Liu Bei yang langsung bersedih begitu mendengarnya.

Zhang Fei berkata, "Karena keadaan sudah begini, aku usulkan kita membunuh orang ini lalu melintasi sungai dan membantai seluruh keluarga Cai dan Liu Zong. Setelah itu kita menyerang Cao-Cao."

Tetapi Liu Bei menjawab ,"Tunggu dulu. Aku masih mempunyai sesuatu untuk kukatakan."

Lalu dia berbalik pada tawanannya dan Liu Bei berteriak, "Ketika mereka malakukan semua ini, mengapa kau tidak mengatakannya padaku ? Karena keadaan sudah menjadi seperti sekarang ini, maka tidak ada gunanya untuk membunuhmu. Kau boleh pergi."

Song Zhong segera berterima kasih, dan setelah itu dia langsung kabur. Liu Bei sekarang sangat2x sedih.

Lalu Yi Ji dari Jiang Xia meminta untuk bertemu dengan Liu Bei. Liu Bei sangat menyukai orang ini dan dia segera turun untuk menemui dia.

Lalu Kata Yi Ji, "Liu Qi sudah mendengar kematian ayahnya, tetapi ibu tiri dan keluarganya berusaha tidak memberitahukannya sehingga mereka dapat mengangkat Liu Zong menjadi pengganti. Dia tahu bahwa berita ini adalah benar dan mengirim utusan rahasia untuk mencari tahu lebih lanjut. Dia berpikir dirimu mungkin belum tahu dan dia mengirimku untuk memberitahukan hal ini padamu dan dia memberiku surat. Isi dr surat ini dia memohon agar kau memimpin seluruh pasukanmu ke Xiang Yang dan membantu dia untuk mengklaim Tahta."

Liu Bei membuka suratnya dan membacanya.

Lalu Dia berkata, "Kau tahu bahwa Liu Zong telah mengambil tahta Liu Qi, tetapi apakah kau telah mendengar bahwa dia telah menyerahkan JingZhou pada Cao-Cao."

Berita ini mengejutkan Yi Ji yang bertanya, "Bagaimana kau tahu hal ini ?"

Liu Bei menceritakan mengenai penangkapan Song Zhong.

Yi Ji berkata, "Kau dapat pergi ke Xiang Yang untuk meghadiri upacara berkabung dan meminta Liu Zong untuk menyambutmu diluar kota. Lalu kau dapat menangkapnya dan membunuh kelompoknya serta merebut daerah ini."

"Saranmu sungguh baik." Kata Zhuge Liang, "Dan tuanku harus melakukan hal ini."

Liu Bei menangis dan berkata, "Dalam pesan terakhirnya, saudaraku mempercayakan anak-anaknya padaku. Jika aku menyakiti anaknya dan mengambil apa yang ditinggalkannya, bagaimana aku dapat melihat muka saudaraku itu ketika aku menemuinya dialam kubur nanti ?"

"Jika kau tidak bertindak sekarang, bagaimana kau akan mengalahkan Cao-Cao yang telah sampai ke Wan Cheng ?" Kata Zhuge Liang.

"Aku rasa kita dapat mencari perlindungan di Fan Cheng." Kata Liu Bei.

Pada saat ini mata-mata datang untuk memberitahu bahwa pasukan Cao-Cao telah tiba dilembah Bowang. Lalu Yi Ji dikirim dengan instruksi untuk melihat bagaimana pertahanan di JiangXia, sementara Liu Bei dan Zhuge Liang membahas rencana untuk menghadapi musuh.

Zhuge Liang berkata, "Tuanku tidak perlu khawatir. Kita telah membakar pasukan Cao-Cao dilembah bowang, jadi kita akan melihat mereka terjebak dengan taktik yang sama di Xinye. Tempat ini bukanlah tempat yang tepat untuk tinggal. Kita akan segera pergi ke Fan Cheng."

Lalu pengumuman dipasang pada setiap tempat, bahwa semua orang tanpa kecuali, harus mengikuti perintah keluar dari kota segera. Kapal2x disediakan dan rakyat dikirim dibawah pengawasan Sun Qian. Mi Zhu mengawal keluarga2x pejabat ketempat yang aman.

Lalu Para bawahan Liu Bei yang lain berkumpul.

Zhuge Liang memberi instruksi, "Guan Yu harus pergi ke atas sungai Putih dengan 1.000 prajurit. Orang-orangnya harus membawa karung pasir untuk membendung air sampai musuh mendekat sekitar petang esok hari. Kemudian bendungan harus diruntuhkan untuk menenggelamkan musuh. Dan setelah itu menyerang musuh yang tersisa dibawah."

"Zhang Fei pergi ke tempat Feri di BoLing, dimana arusnya tidak deras. Setelah air di Sungai Putih sudah dialirkan kembali, mereka akan mencoba utuk lari ketempat itu. Mereka harus diserang oleh Zhang Fei dengan 1.000 prajuritnya."

"Zhao Yun harus membagi 3.000 prajuritnya menajdi 4 group dan memimpin salah satunya kegerbang timur. Atap dari rumah, tempat air, tirai2x bambu dan sebagainya harus disiram dengan benda-benda mudah terbakar, Tembok kota harus dipenuhi dengan sulfur, salpeter dan barang-barang peledak lainnya. Malam esok akan angin kencang yang akan membuat api makin cepat menyebar. Ketika angin telah berhembus, panah api harus ditembakan kedalam kota dari berbagai sisi benteng. Ketika api sudah membesar, perintahkan pasukanmu berteriak sehingga menambah panik keadaan. Gerbang timur harus dibiarkan terbuka, tetapi orang-orang yang kabur dari gerbang itu harus dipaksa menyerah atau mati."

"Mi Fang dan Liu Feng membawa 2.000 prajurit, satu dengan bendera biru dan satu dengan bendera merah. Mereka harus pergi ke bukit Ma Pie, sekitar 20 Li dari kota dan berkemah disana. Ketika pasukan Cao-Cao tiba, bendera merah harus bergerak ke kiri dan bendera biru harus bergerak kekanan. Hal ini akan membingungkan pasukan Cao-Cao sehingga mereka akan ragu untuk maju. Lalu penyergapan harus dilakukan didaerah itu dan membantai musuh setelah api di Xinye berkobar. Setelah itu Mi Fang dan Liu Feng bergerak ke sungai untuk menemui kami."

"Setelah perang, seluruh jenderal harus berkumpul di Fan Cheng."

Seluruh perintah telah diberikan, para pemimpin pergi ketempat yang telah ditunjuk untuk mereka dan mengambil posisi serta menunggu kebakaran dikota. Zhuge Liang dan Liu Bei pergi kesuatu tempat tinggi dimana mereka dapat melihat apa yang terjadi dan disitu mereka menunggu laporan kemenangan.

Cao Hong dan Cao Ren dengan 100.000 prajurit dan diikuti Xu Chu yang membawa 3.000 prajurit dari pasukan Elit Kekaisaran segera bergerak menuju XIn Ye. Mereka membentuk formasi yang kuat dan mencapai bukit Ma Pie sekitar tengah hari. Melihat kedepan mereka melihat ada pasukan yang memakai bendera biru dan merah. Xu Chu bergerak maju, setelah dia mendekat, bendera itu bergerak dari sisi ke sisi dan dia pun ragu.

Dia mulai berpikir, "Ini pasti sebuah perangkap, sangat tidak bijaksana bila kita tetap maju."

Akhirnya Xu Chu memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan dia menemui cao ren.

"Pasukan itu hanyalah omong kosong," Kata Cao Ren," Kita harus maju, tidak akan ada perangkap. Aku akan mempercepat bala bantuan."

Akhirnya Xu Chu bergerak didepan. Ketika dia mencapai hutan dimana dia melihat bendera-bendera itu, dia tidak melihat satupun sekarang. Hari kemudian sudah senja, tetapi dia memtuskan untuk terus menekan maju. Kemudian di atas tebing dia mendengar suara musik kecapi dan melihat keatas, dia melihat ada dua payung yang menaungi dua orang yang disekelilingnya banyak sekali bendera2x. Disana duduklah Liu Bei dan Zhuge Liang sambil minum teh dan berbincang-bincang.

Xu Chu marah pada ketenangan mereka, dan dia mencari jalan menuju keatas, tetapi batangan kayu dan batu2x besar dan dia berhasil dipukul mundur. Lalu dari balik tebing itu muncul suara-suara teriakan. Dia takut akan jebakan lalu segera mundur karena tidak bisa mencari jalan menyerang dan akhirnya malampun tiba.

Lalu Cao Ren dan Cao Hong tiba dan memerintahkan penyerangan pada kota Xin Ye dimana dia mungkin berhasil merebut kota itu dan beristirahat. Mereka segera bergerak menuju tembok kota dan menemukan bahwa gerbang kota telah terbuka. Mereka masuk kedalam kota dan menemukan kota telah ditinggalkan. Tidak ada satu orangpun yang terlihat disana.

"Hal ini menunjukan bahwa mereka telah usai." Kata Cao Hong, "Mereka semua melarikan diri. Kita sekarang dapat menguasai kota dan mengistirahatkan pasukan kita untuk bergerak esok hari."

Prajurit yang telah kelelahan dan kelaparan akibat perjalanan itu segera berpencar diantara rerumahan dimana mereka mempesiapkan makanan. Pemimpin mereka mengambil tempat di kediaman pemerintah yang ada dikota itu.

Setelah tengah malam, angin kencang mulai bertiup. Segera penjaga gerbang melaporkan ada api menyala.

"Orang-orang ceroboh itu telah menjatuhkan lilin tampaknya." Kata Cao Ren.

Dia tidak berpikir lebih dari itu pada saat ini, tetapi laporan lain kemudian datang lagi dan akhirnya dia menyadari bahwa api telah menyala disekliling kota dan itu bukan karena kecelakaan. Lalu dia memberikan perintah untuk keluar dari kota. Segera seluruh kota terbakar api, dan warna merah tampak dilangit yang gelap. Pasukan Cao Ren panik, dan karena berada didalam kota maka efek bakarannya lebih hebat dari pada yang terjadi pada pasukan Xiahou Dun yang dialami di Lembah Bowang.

Prajurit dan perwira saling panik satu sama lain dan berusaha mencari jalan keluar ditengah asap tebal yang menyelimuti kota, mereka mendengar bahwa gerbang timur terbuka, dan mereka semua berusaha keluar kearah itu. Api membakar kota itu dengan cepat karena angin yang kencang. Panas sudah terasa seperti neraka disana, pedang dan baju zirah ditanggalkan karena tidak dapat dipegang lagi akibat panas yan amat sangat. Mereka semua menuju gerbang timur dan akibatnya banyak yang mati terinjak-injak teman sendiri.

Tetapi tiba-tiba didepan gerbang pasukan musuh yang dipimpin Zhao Yun sudah menunggu dan menyerang mereka. Pasukan Cao-Cao lalu berhamburan, mereka semua berusaha menyelamatkan diri. Tidak ada formasi, tidak ada pertahanan apapun dari pasukan Cao-Cao, mereka hanya ingin segera keluar dari dalam benteng. Mi Fang dan Liu Feng lalu menangkap para pasukan yang berhasil lari keluar kota. Cao Ren yang berusha menerobos kepungan Zhao Yun akhirnya berhasil keluar dari dalam kota bersama Cao Hong dan sisa-sisa pasukannya yang berjumlah kurang dari 50.000 prajurit, kebanyakan diantara mereka mengalami luka bakar.

Mereka menuju ke sungai putih, mengingat bahwa sungai itu dangkal dan mereka butuh mengurangi rasa panas mereka. Dan ketika sampai para prajurit cao ren membuka pakaian mereka dan langsung masuk kedalam sungai untuk berendam dan juga minum.

Sementara itu Guan Yu yang berada diatas aliran sungai, telah membendung aliran sungai itu sehingga air terkumpul seperti sebuah danau. Menjelang malam mereka melihat langit berwarna merah dan dia mengetahui artinya kota telah terbakar dan dia menunggu bunyi berisik dibawah sungai. Kemudian akhirnya dia mendengar suara kuda dan orang-orang berteriak dibawah sana. Segera dia memerintahkan agar dam dirobohkan dan air mengalir derasnya turun kebawah seperti air bah dan langsung menenggelamkan mereka yang sedang berendam dan minum. Banyak yang terbawa arus dan mati tenggelam. Yang berhasi lolos segera lari dan kabur dari sana. Pasukan Guan Yu kemudian turun kebawah untuk menyerang mereka yang tersisa dan mengumpulkan pedang, baju zirah, busur dan anak penah serta kuda-kuda yang tertinggal.

Kemudian Cao Ren dan pasukannya sampai di Bo Ling. Disini mereka berpikir bahwa mereka telah aman, tetapi mereka salah dan menemukan jalan mereka dihalangi.

"Kau, Anjing Cao-Cao !!! " Teriak Zhang Fei, "Datang dan terimalah Nasibmu !!"

0 Response to "BAB 31 - BAB 40"

Poskan Komentar

Powered by Blogger