BAB 41 - BAB 50

BAB 41

Zhang Fei berhasil menghadang pasukan yang mundur didekat Boling. Xu Chu berserta sisa-sisa pasukannya datang membantu Cao Ren yang sudah terdesak itu. Zhang Fei segera membawa tombaknya dan berhadapan dengan Xu Chu yang juga maju melawan dia. Kedua jenderal ini bertarung dengan kerasnya sampai pepohonan dan bebatuan disekitar mereka hancur berkeping-keping. Tetapi Xu Chu memang tidak mempunyai niat untuk menghadapai Zhang Fei. Dia hanya memberi waktu bagi cao ren dan pasukannya untuk segera pergi. Setelah beberapa saat, Xu Chu mengakui kehebatan Zhang Fei, dia merasa tidak kuat lagi melawan Zhang Fei dan segera kabur. Zhang Fei terus mengejar Xu Chu sampai dia bertemu dengan Liu Bei serta Zhuge Liang. Ketiganya lalu menaiki perahu yang telah disediakan oleh Liu Feng dan Mi Fang, ketika mereka semua telah berhasil sampai ketepi sungai, kemudian semuanya berjalan menuju Fan Cheng. Segera setelah mereka sampai, Zhuge Liang memerintahkan mereka agar membakar seluruh rakit dan perahu yang digunakan.

Cao Ren mengumpulkan sisa-sisa pasukannya yang berjumlah kurang dari 10.000 prajurit yang kebanyakan diantaranya mengalami luka bakar atau tidak memiliki perlengkapan perang. Mereka berkemah di Xinye yang sudah habis terbakar, sementara Cao Hong kembali pada Cao-Cao untuk melaporkan hasil peperangan.

"Berani sekali dia, Si Zhuge Liang ini menentangku !!" Kata Cao-Cao dengan marahnya.

Cao-Cao lalu segera memerintahkan pasukan besarnya untuk bergerak mengejar musuh dan berkemah didekat situ. Lalu dia mengeluarkan perintah untuk mendatarkan bukit, dan mengalihkan aliran sungai agar dia dapat menyerang kota itu dari segala sisi dengan segera.

Lalu Liu Ye datang untuk menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau belum mengenal daerah ini dan harus bisa mendapatkan hati penduduk sekitar. Liu Bei memindahkan rakyat dari Xinye menuju Fan Cheng. Jika kita bergerak melalui desa2x ini, rakyat akan makin susah. Akan sangat baik jika kau meminta Liu Bei untuk menyerah, yang akan membuktikan bahwa kau perduli dengan mereka. Jika dia menyerah, maka kita akan mendapatkan Jing Zhou tanpa perlu bertempur."

Cao-Cao setuju dan bertanya siapakah yang cocok menjadi utuan, Liu Ye menyarankan Xu Shu.

"Dia adalah teman dekat Liu Bei, dan dia ada bersama kita disini." Kata Liu Ye.

"Tetapi dia tidak akan kembali jika kita mengirimnya," Kata Cao-Cao.

"Jika dia tidak kembali, dia akan menjadi bahan tertawaan diseluruh dunia. Dia pasti akan kembali."

Xu Shu segera dikirim dan Cao-Cao berkata, "Awalnya maksudku adalah untuk meratakan Fancheng sampai ketanah. Tetapi karena aku kasihan pada penduduk, kau boleh membawa pesan untuk Liu Bei bahwa jika dia mau menyerah, dia tidak akan dihukum tetapi juga akan diberi jabatan. Tetapi jika dia tetap membangkang, seluruh pengikutnya akan dihancurkan. Sekrang kau adalah pria yang jujur dan aku mempercayakan misi ini padamu dan aku percaya kau tidak akan mengecewakan aku."

Xu Shu tidak berkata apapun hanya dia menerima perintah itu dan segera keluar menuju kota Fan Cheng. Setelah sampai disana dia diterima oleh Liu Bei dan Zhuge Liang. Mereka asik berbicara mengenai masa lalu sebelum Xu Shu menceritakan maksud kedatangannya.

Lalu dia berkata, "Cao-Cao mengirimku untuk memintamu menyerah. Dia ingin menyerangmu dari berbagai, Dia membendung sungai putih dan aku khawatir kau tidak akan dapat mempertahankan kota. Kau harus segera bersiap-siap.

Liu Bei meminta Xu Shu untuk tinggal bersama mereka, tetapi Xu Shu berkata, "Hal itu tidak mungkin, karena seluruh dunia nanti akan mentertawakanku jika aku tinggal. Ibuku telah meninggal dan aku tidak akan bisa menghilangkan penyesalanku. Tubuhku mungkin berada disana, tetapi aku bersumpah tidak akan membuat rencana apapun bagi Cao-Cao. Kau sekarang mempunyai Naga Tidur untuk membantumu dan tidak perlu khawatir lagi mengenai apapun. Aku harus pergi sekarang."

Dan Xu Shu segera berpamitan. Liu Bei merasa dia tidak dapat memaksa temannya itu untuk tinggal. Xu Shu kembali kekemah Cao-Cao dan melaporkan bahwa Liu Bei tidak memiliki niat untuk menyerah. Hal ini membuat Cao-Cao murka dan segera memberi perintah untuk memulai pengepungan.

Ketika Liu Bei bertana pada Zhuge Liang apa yang harus dilakukan, Zhuge Liang berkata, "Kita harus meninggalkan FanCheng dan Pergi ke Xiangyang."

"Tetapi bagaimana dengan rakyat yang mengikuti kita ? mereka tidak dapat ditinggalkan."

"Kau dapat memberitahukan pada mereka untuk terserah mereka. Mereka boleh ikut dengan kita jika mau atau tetap tinggal disini."

Liu Bei mengirim Guan Yu untuk menyiapkan perahu dan berkata pada Sun Qian agar memberitahukan mengenai kedatangan Cao-Cao, bahwa kota tidak dapat dipertahankan dan mereka yang ingin ikut, diijinkan untuk ikut bersama pasukan melintasi sungai.

Semua penduduk yang mendengar berteriak, "Kami akan mengikuti Paman Liu Bei kemanapun hingga ke alam kubur sekalipun !!!"

Mereka segera bersiap, beberapa berduka, beberapa orang menangis, yang muda membantu yang tua, orang tua membawa anak-anaknya dan prajurit yang kuat memapah para wanita. Jumlah rakyat yang ikut mencapai 500.000 orang. Tua,muda, pria, wanita dan anak-anak semua berjalan bersama pasukan Liu Bei untuk pergi ke Xiang Yang. Beberapa yang tidak kuat akhirnya meninggal dalam perjalanan, banyak yang jatuh sakit dan meninggal serta banyak yang terluka atau kelelahan. Ketika rombongan itu melintasi sungai, dari kedua sisi sungai terdengar suara-suara kesedihan.

Liu Bei sangat terkesima melihat pemandangan yang dilihat dirinya dari perahunya. Ada seorang ibu yang menangis dan membungkus anak bayinya dengan kain karena sudah meninggal, dan dia membuangnya ke sungai sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Ada orang-orang tua yang terkulai lemas dan tidak berdaya sehingga harus ditinggal. Dan masih banyak lagi hal-hal seperti itu yang terjadi dikedua sisi sungai.

"Kenapa aku harus dilahirkan " Kata Liu Bei, " Apakah aku adalah sumber penderitaan seluruh rakyat ?"

Dia mencoba bunuh diri dengan melompat kedalam air, tapi segera diselamatkan oleh para bawahannya. Dia juga mencoba membunuh dirinya sendiri dengan pedangnya, tetapi di cegah oleh Guan Yu dan dia berkata, "Kakak, jika kau mati maka rakyat ini akan mati dengan sia2x dan mereka tidak mempunyai harapan lagi." Liu Bei pun menangis dan dia bersujud menghormati seluruh rakyat yang ikut denannya. Setiap orang yang melihat Liu Bei lansung bersimpati dengannya. Semangat para prajurit langsung berkobar karena melihat tuannya sangat perduli dengan nasib rakyat. Mereka bersumpah akan menahan tentara Cao-Cao dibelakang sampai tetes darah terakhir.

Akhirnya setelah sampai ketepi, Liu Bei segera naik keatas kudanya dan segera menuju Xiang Yang. Setelah dekat dengan kota itu, dia melihat bendera berkibar diatas benteng dan parit2x disekitar kota dipasangi dengan halangan berduri.

Liu Bei memberhentikan kudanya dan berteriak, "Liu Zong, Keponakanku yang baik ! Aku hanya berharap untuk menyelamatkan rakyat dan tidak lebih. Aku harap kau cepatlah buka gerbang."

Tetapi Liu Zong terlalu takut untuk muncul. Cai Mao dan Zhang Yun pergi keatas salah satu menara dan memerintahkan prajurit untuk memanah keluar. Rakyat segera panik dan banyak yang berteriak ketakutan.

Tiba-tiba munculah seorang jenderal dengan pasukan kecil yang berteriak, "Cai Mai dan Zhang Yun adalah dua orang pengkhianat. Paman Liu Bei adalah orang yang benar dan telah datang kemari untuk menyelamatkan rakyat. Kenapa kau malah mengusir mereka ?"

Semua melihat pada orang ini. Dia berperawakan tinggi, dengan wajah berkulit coklat. Dia berasal dari YiYang dan bernama Wei Yan. Pada saat ini dia terlihat sangat marah, dia mengibaskan pedangnya seperti akan menebas para penjaga tembok. Mereka segera membuka gerbang dan menurunkan jembatan gantung.

"Masuklah, Paman Liu Bei." Teriak Wei Yan, "Dan bawalah pasukanmu untuk membantai pengkhianat ini !"

Zhang Fei segera maju kedepan untuk membunuh Cai Mao dan Zhang Yun, tetapi dia dicegah oleh kakaknya yang berkata, "Jangan membuat rakyat takut !"

Lalu Wei Yan membiarkan Liu Bei masuk. Segera setelah dia masuk, dia melihat seorang jenderal berkuda dengan beberapa pengawal.

Orang baru itu berteriak, "Wei Yan, kau bukanlah siapa-apa ! berani sekali kau menciptakan masalah ? Apakah kau tidak mengenal diriku, jenderal Wen Pin ?"

Wei Yan dengan marah kemudian mengambil tombaknya dan berkuda untuk menyerang Wen Pin. Prajurit kedua belah pihak kemudian bertempur dan suara keributan peperangan terdengar sampai kelangit.

"Aku ingin menyelamatkan rakyat dan aku hanya menyebabkan mereka terluka." Kata Liu Bei dengan gelisah”Aku tidak ingin untuk masuk kedalam kota."

"Jiangling adalah tempat yang penting. Kita pertama akan mengambil tempat itu untuk sementara." Kata Zhuge Liang.

"Aku setuju dengan saranmu, "Kata Liu Bei.

Lalu mereka segera memimpin rakyat dan pergi menjauhi Xiang Yang. Banyak dari penduduk kota Xiang Yang juga mengikuti Liu Bei. Sekarang Jumlah Rakyat yang mengikuti Liu Bei mencapai hampir 1.000.000 jiwa.

Sementara itu Di Xiang Yang. Wei Yang dan Wen Pin bertempur. Perang berlangsung selama 5-6 jam. Perang berlangsung nyaris sepanjang siang hari dan hampir semua prajurit dari kedua belah pihak tewas. Lalu Wei Yan berhasil kabur dan dia mencari Liu Bei. Karena dia tidak berhasil menemukan Liu Bei dia segera berkuda ke Chang Sha dan meminta perlindungan Gubernur Han Xuan.

Liu Bei pergi segera dari Kota Xiang Yang yang menolak menerimanya. Prajurit dan rakyat yang mengikutinya sudah sedemikian banyaknya sehingga pasukan berjalan sangat lambat sekali. Panjang barisan mencapai beberapa puluh Li, Kereta barang dan kuda mencapai beberapa puluh ribu kereta, dan beban yang ditanggung rakyat nyaris tak tertahankan. Jalan yang mereka tempuh melintasi makam Liu Biao dan Liu Bei berhenti sejenak untuk memberi sujud pada makam Liu Biao.

Dia berduka dan berkata, "Sungguh memalukan saudaramu ini, Tidak mempunyai Kebajikan dan juga bakat. Aku menolak untuk mengemban tugas yang kau berikan padaku karena aku menganggap itu salah. Tetapi Rakyat tidak bersalah dan aku harap kau membantuku dialam sana untuk menyelamatkan rakyat ini."

Doanya dipenuhi dengan kesedihan dan semua yang mendengarnya ikut menangis.

Pada saat itu tiba-tiba pengintai datang dan memberitahukan bahwa FanCheng telah direbut oleh Cao-Cao dan pasukannya sedang mempersiapkan Perahu dan rakit untuk menyebrangi sungai.

Para Jenderal Liu Bei berkata, "Jiang Ling adalah tempat yang tepat untuk bertahan, tetapi dengan banyaknya rakyat ini kita hanya dapat bergerak sangat lambat dan mungkin kita tidak akan dapat mencapai kota pada waktunya ? Jika Cao-Cao mengejar, kita akan berada dalam keadaan genting. Saran kami adalah untuk meninggalkan rakyat kepada nasib meraka sendiri dan kita segera menuju Jiang Ling."

Tetapi Liu Bei menangis dan berkata, "Keberhasilan setiap Negara bergantung pada rasa kemanusiaan. Bagaimana mungkin aku meninggalkan rakyat yang tidak bersalah ini, yang telah rela ikut denganku dan mempercayai bahwa aku akan menyelamatkan mereka ?"

Semua yang mendengar dia mengucapkan kata-kata itu sangat terpengaruh. Para prajurit Liu Bei dan rakyat yang dapat bertempur, semuanya bersujud kepada Liu Bei dan berkata mereka siap mati demi Liu Bei dan akan berusaha selama mungkin menahan pasukan Cao-Cao yang mengejar.

Liu Bei segera berterima kasih pada mereka dan perjalanan dilanjutkan kembali. Perjalanan mereka sangat lambat karena banyaknya rakyat yang mengikuti. Ribuan dari mereka tewas setiap harinya, dan tangisan serta kesedihan telah memenuhi seluruh penjuru langit. Liu Bei sangat sedih hatinya melihat keadaan ini.

"Pasukan Cao-Cao akan tiba secepatnya." Kata Zhuge Liang, "Mari kita kirim Guan Yu ke JiangXia untuk meminta bantuan. Liu Qi pasti akan membantu kita dan membawa pasukannya serta mempersiapkan perahu bagi kita untuk pergi ke JiangLing."

Liu Bei setuju dan dia menulis sepucuk surat yang diberikan pada Guan Yu dan Sun Qian serta 500 prajurit untuk segera pergi ke Jiang Xia. Zhang Fei diperintahkan untuk menjaga barisan belakang dengan 5.000 prajurit. Zhao Yun diperintahkan untuk menjaga keluarga Liu Bei dan pejabat lainnya bersama 2.000 prajurit. Sementara sisa-sisa prajurit diperintahkan untuk membantu penduduk.

Mereka hanya dapat bergerak 5-6 Li(sekitar 2,5 Km - 3 Km) setiap harinya dan mereka sering berhenti untuk beristirahat.

Sementara itu Cao-Cao di Fan Cheng segera mengirim pasukan untuk menyerang Xiang Yang. Dia memerintahkan Liu Zong untuk datang menemuinya, tetapi Liu Zong terlalu takut untuk menjawab panggilan itu. Tidak ada bujukan apapun yang dapat membuatnya pergi.

Wang Wei berkata pada dia secara pribadi, "Sekarang kau dapat mengalahkan Cao-Cao apabila kau bijak. Karena kau telah mengumumkan penyerahan diri dan Liu Bei telah pergi, Cao-Cao akan dapat tenang dan tidak waspada terhadapmu dan nantinya kau bisa menangkapnya disaat dia lengah. Kirimkan pasukan yang terlatih baik ketempat yang strategis, sembunyikan pasukan itu dan perintahkan mereka untuk menyerang Cao-Cao ketika dia sedang lengah. Setelah semua ini dilakukan kau akan dapat menangkapnya. Jika kau menangkap Cao-Cao, kemahsyuranmu akan terdengar sampai keseluruh penjuru kekaisaran dan seluruh negeri akan menjadi milikmu. ini adalah kesempatan yang tidak akan terulang lagi dan kau tidak boleh kehilangan kesempatan ini."

Liu Zong kemudian berkonsultasi dengan Cai Mao yang segera menyebut Wang Wei sebagai penasehat yang jahat dan berkata kasar kepadanya.

"Kau Sudah Gila ! Kau tidak mengerti apapun dan memahami apapun tentang takdir, " Kata Cai Mao.

Wang Wei marah dan berkata, " Cai Mao adalah pengkhianat negara dan aku berharap dapat memakannya hidup-hidup."

Pertikaian itu semakin besar dan Cai Mao ingin segera membunuh Wang Wei tetapi mereka berdua dapat ditenangkan oleh Kuai Yue.

Lalu Cai Mao dan Zhang Yun pergi ke Fan Cheng untuk menemui Cao-Cao.

Cao Mao berdasarkan nalurinya memang suka menjilat dan memuji2x orang dan ketika Cao-Cao berkata mengenai sumber daya alam Jing Zhou dia berkata, "ada 50.000 ekor kuda disana, 150.000 prajurit dan 80.000 marinir. Kebanyakan uang dan makanan ada di JiangLing. Yang Lainnya ada diberbagai tempat. Persediaan disini cukup untuk satu tahun."

"Berapa banyak kapal perang disana ? Siapakah komandannya ?" Kata Cao-Cao.

"Ada 7000 kapal perang disana dengan berbagai ukuran, dan kami berdua adalah komandannya."

Cao-Cao langsung menganugerahkan Cai Mao, Bangsawan penguasa Selatan dan Admiral utama angkatan Laut. Zhang Yun diangkat menjadi wakil Admiral dengan gelar Bangsawan yang membawa kepatuhan.

Mereka lalu berkata, "Aku ingin mengusulkan kepada istana bahwa putra Liu Biao harus diangkat secara resmi menjadi pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou sebagai penerus ayahnya yang telah meninggal."

Dengan janji untuk tuan mereka dan juga kehormatan serta gelar bagi mereka sendiri, mereka segera pamit.

Lalu Xun Yu bertanya pada Cao-Cao, "Mengapa kedua penjilat ini kau perlakukan sungguh baik sekali ?"

Cao-Cao menjawab, "Apakah kau pikir aku tidak mengetahui tentang mereka ? Hanya saja kita orang-orang dari utara yang hidup dipegunungan dan dataran lembah tidak begitu mengetahui bagaimana berperang di air dan kedua orang itu mengetahuinya.Aku menginginkan bantuan mereka, ketika tujuanku telah tercapai aku dapat melakukan apa saja yang kusuka kepada mereka."

Liu Zong sangat senang dengan kedua jenderalnya yang kembali dengan janji yang diberikan Cao-Cao. Segera dia memberikan stempelnya dan komando militernya serta segera keluar untuk menyambut cao yang menerimanya dengan sangat baik.

Cao-Cao kemudian pergi ke kemah didekat Xiang Yang. Penduduk, dipimpin oleh Cai Mao dan Zhang Yun menyambutnya dengan membakar dupa dan Cao-Cao segera memaklumatkan kepada penduduk agar tetap melakukan kegiatan seperti biasanya.

Cao-Cao kemudian masuk kedalam kota dan duduk di istana penguasa JingZhou. Lalu dia memanggil Kuai Yue dan berkata padanya, "Aku tidak terlalu gembira mendapatkan Jing Zhou lebih daripada aku dapat menemuimu, temanku Kuai Yue."

Cao-Cao mengangkat Kuai Yue sebagai gubernur di JiangLing dan bangasawan dari FanCheng. Wang Can, Fu Xuan dan para pejabant lainnya juga mendapat gelar bangsawan. Liu Zong diangakt menjadi Pelindung Kekaisaran daerah Qing Zhou diutara dan segera diperintahkan untuk pergi kedaerah itu.

Liu Zong sangatlah ketakutan dan berkata, "Aku tidak mempunyai harapan untuk menjadi pejabat. Aku berharap dapat tinggal ditempat dimana ayah dan ibuku tinggal."

Kata Cao-Cao, "Daerahmu yang baru dekat dengan ibukota dan aku telah mengirimmu kesana sebagai pejabat tinggi untuj menjauhkanmu dari tempat berbahaya ini."

Dia terpaksa pergi dan dia segera berangkat serta membawa ibunya. Wang Wei menaminya untuk pergi kedaerah kekuasaanya yang baru. Beberapa pejabant lainnya juga mengantarnya sampai sejauh sungai dan disana mereka mengucapkan salam perpisahan.

Lalu Cao-Cao memanggil orang kepercayaannya, Yu Jin dan berkata, "Ikutilah Liu Zong dan bunuh dia serta ibunya. Jika sudah maka kekhawatiran kita telah hilang."

Yu Jin mengikuti dengan sedikit tentara.

Ketika dia mendekat, dia berteriak, "Aku mempunyai perintah dari perdana menteri untuk menghukum mait kalian, ibu dan anak ! "

Lady Cai segera memeluk anaknya, dan menangis. Yu Jin segera memerintahkan anak buahnya untuk segera melaksanakan tugasnya. Hanya Wang Wei yang berusaha melawan untuk menyelamatkan ibu dan anak itu. Akhirnya mereka bertiga tewas dan Yu Jin kembali serta melaporkan hasil kerjanya. Cao-Cao yang puas segera memberikan hadiah besar bagi Yu Jin dan pasukannya.

Kemudian Cao-Cao memerintahkan untuk menemukan keluarga Zhuge Liang dan menghukum mati mereka, tetapi prajurit mengatakan mereka semua telah menghilang. Zhuge Liang telah memindahkan mereka kedaerah "3 muara" (San Xia). Hal ini cukup mengesalkan Cao-Cao karena Zhuge Liang selalu dapat membaca apa yang akan dilakukanya.

Lalu masalah di Xiang Yang segera dibereskan dan kemudian Xu You mengusulkan untuk mengejar Liu Bei.

Dia berkata, "Jiang Ling adalah tempat yang penting dan sangat kaya. Jika Liu Bei mendapat tempat itu, maka akan sulit untuk mengatasinya."

"Bagaimana aku dapat melupakan hal itu ?" Kata Cao-Cao.

Lalu dia segera memanggil pejabat di Xiang Yang yang dapat memimpin pasukannya dan menunjukan jalan. Mereka semua segera datang kecuali Wen Pin.

Cao-Cao segera mengirim orang untuk membawa dia dan segera dia dibawa kehadapannya.

"Kenapa kau terlambat datang ?" Tanya Cao-Cao.

Wen Pin berkata, "Untuk menjadi seorang menteri dan melihat tuannya kehilangan wilayahnya adalah suatu hal yang memalukan. Orang seperti itu tidak mempunyai muka untuk menemui orang lain dan aku terlalu malu untuk datang."

Air matanya segera jatuh dengan cepat ketika dia selesai mengucapkan kata-kata itu. Cao-Cao sangat mengagumi kesetiaanya dan memberikannya jabatan sebagai gubernur JiangXia dan gelar kebangsawanan. Dia juga meminta Wen Pin membawa pasukan untuk menunjukan jalan.

Kemudian mata-mata kembali dari pengitaiannya dan berkata, "Liu Bei membawa banyak sekali penduduk bersama dia. Dia hanya dapat bergerak tidak lebih dari 10 Li (5 Km) perhari dan dia sekarang baru berada 200 Li Jauhnya dari sini (100 Km)”

Cao-Cao memutuskan untuk mengambil keuntungan dari kelemahan hati Liu Bei, sehingga dia memerintahkan agar 5.000 pasukan elitnya (Hu Ban Ping Xia/ Pasukan Elit "Armored Tiger") segera mengejar Liu Bei. Dia hanya memberikan waktu 1 hari dan 1 malam untuk dapat mengejar Liu Bei, jika tidak maka mereka semua akan dihukum mati. Pasukan utama akan mengikuti mereka dari belakang.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, Liu Bei berpergian bersama rakyat yang banyak, untuk menjaga akan pengejaran maka Zhang Fei ditugaskan menjaga barisan belakang dan Zhao Yun menjaga keluarganya dan keluarga pejabat lainnya. Guan Yu dikirim ke Jiang Xia untuk mencari bala bantuan.

Suatu hari Zhuge Liang berkata, "Karena belum ada berita dari Jiang Xia hingga hari ini aku merasa pasti Guan Yu mengalami kesulitan."

"Aku harap kau sendiri yang akan pergi kesana," Kata Liu Bei”Liu Qi pasti akan mengingat kebaikanmu dan menyetujui apapun yang kau putuskan."

Zhuge Liang berkata dia akan segera berangkat dengan Liu Feng, anak angkat dari Liu Bei dan membawa 500 prajurit mengawal mereka.

Setelah beberapa hari kemudian, ketika pasukan sedang bergerak dipimpin 3 komandan lainnya-- Jian Ying, Mi Zhu dan Mi Fang, tiba-tiba angin kencang bertiup didepan Liu Bei dan debu2x berterbangan menutup matahari yang bersinar.

Liu Bei ketakutan dan bertanya, "Pertanda apakah ini ?"

Jian Yong yang mengerti sedikit mengenai rahasia alam, segera meramal maksud tanda2x ini.

Dengan pucat dan bergetar dia berkata, "Bencana besar akan datang malam ini. Macan akan keluar dan mencari mangsanya, korban akan berjatuhan dan darah akan mengalir seperti air sungai. Tuanku harus meninggalkan rakyat dan menyerahkan mereka pada nasib mereka masing-masing serta tuanku pergi secepat mungkin ke Jiang Ling."

"Aku tidak dapat melakukan itu." Kata Liu Bei sambil melihat rakyat yang berada disekelilingnya.

"Jika kau membiarkan rasa kasihan mengalahkan pertimbangan rasiomu, maka bencana sudah pasti terjadi." Kata Jian Yong.

Setelah Jian Yong berkata pada tuannya, dia kemudian bertanya tempat apa yang terdekat.

Para rakyat yang berasal dari daerah sana berkata, "DangYang cukup dekat dan disana ada sebuah gunung yang terkenal yang disebut gunung "Harapan" (Qi Dai Shan).

Lalu Liu Bei segera meminta mereka untuk memimpinnya kesana segera.

Saat itu sudah akhir musim gugur dan musim sedang berganti kemusim dingin, angin dingin mulai merasuk kedalam sumsum tulang. Segera malampun tiba, lolongan serigala dan anjing liar digunungpun terdengar. Setelah tengah malam berlalu tiba-tiba mereka mendengar suara gaduh di arah barat laut. Liu Bei berhenti dan segera memanggil prajurit-prajuritnya yang tersisa 2.000 prajurit untuk bersiap-siap menghadapi apapun yang terjadi.

Saat itu pasukan Elit Cao-Cao telah tiba, mereka datang dengan kuda yang besar berwarna hitam, mereka menggunakan baju zirah berwarna hitam yang mempunyai hiasan harimau dibahu dan dadanya, mereka juga bersenjatakan dengan pedang dan tombak yang besar serta membawa panah2x besar. Mereka membantai penduduk tidak perduli usia ataupun jenis kelamin, tua, muda, dewasa, anak-anak , wanita dan pria semuanya mereka bunuh, binatang ternak juga tidak disisakan, semua dibantai dengan mudahnya seperti merobek kertas. Pertahanan tidak mungkin dilakukan walaupun Liu Bei bertaraung mati-matian. Tiba-tiba Zhang Fei bersama pasukannya datang dan membantu. Melihat kakaknya terkepung, dia segera menebaskan tombaknya kesana dan kemari untuk membuka jalan bagi kakaknya. Walaupun pasukan elit Cao-Cao adalah yang terhebat tetapi bukanlah lawan bagi Zhang Fei, Tetapi dilain sisi Zhang Fei yang juga merasa bahwa pasukan yang dia lawan bukanlah pasukan yang enteng segera menjemput kakaknya dan membawanya pergi kearah Timur. Tiba-tiba disana dia berhentikan oleh pasukan yang dipimpin oleh Wen Pin.

"Bedebah !!! Masih pantaskah kau disebut manusia setelah semua pembantaian ini ?" Teriak Liu Bei.

Wen Pin yang diliputi rasa malu segera pergi meninggalkan Liu Bei. Zhang Fei sekarang yang berada dibelakang kakaknya berusaha mati-matian menahan serangan pasukan Elit Cao-Cao yang makin menggila dalam membantai rakyat, dia melindungi kakanya hingga hari mejelang pagi. Liu Bei berusaha menyelamatkan rakyat sebisanya, dan dia terus memerintahkan prajurit-prajuritnya agar membawa rakyat ketempat yang aman.

Setelah beberapa saat akhirnya Liu Bei berhasil menjauh dari daerah pertempuran dan dia beristirahat. Hanya beberapa pengikutnya saja yang masih bersama dia. Dia tidak tahu bagaimana nasib para pejabat-pejabatnya dan juga keluarganya.

Setelah melihat keadaan sekelilingnya dia lalu tertunduk dan berlutut ketanah, dia berkata dengan sangat sedih, "Puluhan ribu jiwa melayang karena keyakinan mereka padaku, dan para pejabatku serta keluargaku telah hilang. Hanya orang mati yang tidak sedih atas semua kejadian ini !"

Masih dengan sedihnya, tiba-tiba dia melihat Mi Fang datang dengan panah musuh yang masih menancap di badannya.

Mi Fang berkata, "Zhao Yun telah berkhianat dan pergi pada Cao-Cao."

Liu Bei marah dan memerintahkan dia untuk diam serta berteriak, "Apakah kau pikir aku dapat mempercayai hal itu dilakukan oleh sahabat lamaku itu ?"

"Mungkin dia telah pergi." Kata Zhang Fei, "Dia pasti melihat bahwa kita hampir kalah total dan disana dia melihat bahwa Cao-Cao sangat kaya dan berkuasa."

"Dia telah mengikutiku dengan setia melalui semua bahaya dan kesulitan. Hatinya kokoh bagaikan batu karang. Tidak ada kekayaan dan kehormatan yang akan menggerakan hatinya daripadaku !" Kata Liu Bei.

"Aku melihat dia pergi kearah Barat laut” Kata Mi Fang.

"Tunggu sampai aku bertemu dia !" Kata Zhang Fei, "Jika aku menemuinya akan aku potong2x dia dan kulemparkan potongan tubuhnya untuk dimakan anjing !!"

"Hati2x dengan keraguanmu atas dirinya." Kata Liu Bei, "Apakah kau telah lupa mengenai Guan Yu yang harus membunuh Cai Yang untuk menghapuskan kecurigaanmu padanya ? Zhao Yun pergi pasti untuk suatu alasan yang bagus dan dia pasti akan kembali. Dia tidak mungkin meninggalkan aku."

Tetapi Zhang Fei tidak dapat diyakinkan. Lalu dia dengan hanya membawa beberapa puluh prajuritnya segera pergi ke jembatan "Zhang Pan" (Chang Fan Po/Chang Ban Po, Po artinya jembatan. Zhang Pan itu artinya panjang besar). Melihat pepohonan lebat disekitar jembatan, tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya. Dia memerintahkan para prajuritnya memotong ranting dari pohon2x tersebut dan mengikatkan ranting tersebut pada kuda mereka. Dan mereka disuruh berkuda kesana dan kemari untuk membuat debu tebal berterbangan sehingga menimbulkan kesan ada prajurit bersembunyi dihutan. Dia sendiri berdiri seorang diri diujung jembatan menghadap kebarat dengan tombaknya siap untuk beraksi. Dia berjaga-jaga disana.

Sekarang Zhao Yun yang telah bertempur dengan musuh dari tengah malam sampai tengah hari, tidak dapat melihat tanda2x dari tuannya dan lebih lagi dia kehilangan keluarga tuannya itu.

Dia menyesal dan berkata dalam hatinya, "Tuanku telah mempercayakan kepadaku keluarganya dan anak tuanku Liu Chan dan aku telah kehilangan mereka. Sekarang bagaimana aku berani melihat mukanya lagi ? Aku hanya dapat pergi dan bertarung sampai mati. Apapun yang terjadi aku harus mencari keluarganya dan anak tuanku."

Segera dia berbalik, dia hanya mempunyai 40 prajurit yang tersisa. Dia segera berkuda secepatnya kesana dan kemari diantara prajurit dan rakyat dan terpencar-pencar untuk menanyakan keberadaan keluarga Liu Bei. Penderitaan rakyat dan teriakan2x minta tolong serta kesakitan disekitar dirinya telah mampu untuk membuat langit dan bumi menangis. Beberapa terluka karena panah, dan sebagian lainnya karena tombak dan pedang, mereka telah membuang anak mereka, meninggalkan istrinya dan pergi menyelamatkan diri entah kemana.

Kemudian Zhao Yun melihat sesorang terbaring di rerumputan dan mengenalinya sebagai Jian Yong.

"Apakah kau telah melihat istri Paman Liu ?" Tanya Dia.

Jian Yong menjawab, "Mereka telah meninggalkan kereta kudanya dan lari membawa Liu Chan. Aku mengikuti hingga lereng bukit tetapi akhirnya aku terluka dan jatuh dari kudaku. Kudaku dicuri orang. Aku tidak dapat bertarung lagi dan aku terbaring disini."

Zhao Yun segera memerintahkan dua orang anak buahnya untuk membawa Jian Yong pergi ketempat yang aman dan memerintahkan Jian Yong untuk mencari Liu Bei dan menceritakan mengenai hal ini.

"Katakan padanya, Aku akan mencari keluarganya di surga maupun dineraka, melalui gunung ataupun jurang, aku akan menemukan mereka. Jika aku tidak menemukan mereka ataupun mereka telah mati maka akupun akan mati dimedan peperangan ini."

Lalu Zhao Yun pergi menuju arah barat.

Ketika ditengah perjalanan ada suara memanggil, "Jenderal Zhao Yun, kemanakah kau akan pergi ?"

"Siapakah engkau ?" Tanya Zhao Yun.

"Aku adalah seorang pengawal dari kereta kuda nyonya dan tuan muda. Aku terluka."

"Apakah kau mengetahui bagaimana keadaan kedua nyonya dan anaknya ?"

"Tidak berapa lama aku melihat Lady Gan pergi kearah selatan bersama wanita-wanita lainnya. Rambutnya terurai dan dia tidak memakai alas kaki."

Mendengar hal ini, tanpa berpikir dua kali dia segera naik keatas kudanya dan bergerak kearah selaan. Segera dia melihat sekelompok orang, wanita dan pria, berlarian.

"Apakah Lady Gan berada diantara kalian ?" Dia berteriak.

Seorang Wanita dibarisan belakang segera melihat dia dan menangis tersedu-sedu.

Zhao Yun segera turun dari kudanya, mengambil tombak peraknya dan menancapkannya ditanah, dia berlutut dan berkata, "Ini adalah salahku sehingga kau menderita. Tetapi dimanakan Lady Mi dan anak tuanku ?"

Lady Gan menjawab, "Dia dan aku terpaksa meninggalkan kereta kudaku dan berbaur dengan rombongan ini berjalan kaki. Kemudian sekelompok tentara datang dan kami terpisah. Aku tidak tahu dimanakah dia, aku lari menyelamatkan hidupku."

Ketika mereka sedang berbicara, erangan kesakitan dan teriakan ketakutan muncul dari belakang rombongan rakyat yang kabur itu. Pasukan infatri ringan Cao-Cao berjumlah sekitar 1.000 prajurit tiba dan membantai penduduk. Zhao Yun segera mengambil Tombak peraknya dan menaiki kudanya untuk beraksi. Ketika itu dia melihat bahwa diantara para prajurit itu ada wajah yang dia kenal yang dijadikan tawanan. Tawanan itu adalah Mi Zhu, dibelakang Mi Zhu ada seorang jenderal yang memegang pedang besar. Pasukan itu adalah milik Cao Ren dan jenderal itu bernama Chunyu Dao. Setelah menangkap Mi Zhu, dia sedang ingin membawanya pada Cao-Cao untuk membuktikan jasanya.

Zhao Yun berteriak dan berkuda pada pasukan itu, Chunyu Dao maju kedepan dan melawan Zhao Yun. Chunyu Dao menebaskan pedangnya yang besar itu pada Zhao Yun tetapi berhasil ditahan, Zhao Yun kemudian menendangnya sehingga terjatuh dari kudanya dan kemudian menusuk Chunyu Dao sehingga tewaslah dia. Pasukan Cao-Cao yang melihat Zhao Yun berhasil mengalahkan jenderalnya segera melemparkan senjatanya dan lari ketakutan. Mi Zhu pun akhirnya dibebaskan. Kemudian dia membawa Mi Zhu dan Lady Gan pergi dari situ. Mereka berkuda menuju Jembatan Chang Ban.

Disana telah berdiri Zhang Fei yang sedang berjaga-jaga seorang diri.

Segera ketikadia melihat Zhao Yun, Zhang Fei berkata, "Zhao Yun, kenapa kau mengkhianati tuan kita ?"

"Aku terlambat karena aku mencari keluarga tuanku, apa maksudmu mengatakan aku berkhianat ?" Tanya Zhao Yun.

"Jika bukan karena Jian Yong tiba sebelum kau dan menceritakan kejadiannya padaku, aku sekarang mungkin sudah membunuhmu."

"Dimanakah tuan kita ?" Tanya Zhao Yun.

"Tidak terlalu jauh, Didepan sana." Kata Zhang Fei.

"Antarlah Lady Gan kepada Tuan Liu Bei. Aku akan kembali mencari Lady Mi," Kata Zhao Yun kepada prajuritnya, dan dia segera kemabli kemedan pertempuran.

Tidak lama kemudian dia bertemu denan seorang pemimpin bersenjatakan tombak dengan gagang besi dan membawa pedang yang digantungkan dipunggunya, dia membawa sekitar 10 penunggang kuda lainnya. Tanpa mengucapkan kata-kata apapun, Zhao Yun segera mengejar mereka dari belakang dan membunuh para pengawalnya dan bertarung dengan pemimpinnya itu, Zhao Yun lalu melompat pada pemimpinnya itu dan mendorong dia hingga jatuh ketanah, sekarang keduanya sedang bergulat ditanah.

Ketika sedang bertarung begitu, Zhao Yun berusaha merebut pedang dari punggung pemimpin itu. Begitu terbuka pedangnya, langsung kepala pemimpin itu terpenggal. Dia kemudian mengetahui bahwa yang mati itu adalah Xiahou En, pembawa pedang Cao-Cao. Dan pedang yang dibawa dipunggung Xiahou En adalah pedang Cao-Cao. Cao-Cao memiliki dua bilah pedang, yang satu bernama "Pedang Langit"(Tien Xia Dao) yang lainya disebut "Pedang Sinar"(Ching Hung Dao). Pedang Langit adalah senjata yang umumnya Cao-Cao selalu pakai disisinya, sementara yang lainnya dibawa oleh pembawa pedangnya. Pedang sinar ini dapat memotong besi semudah memotong lumpur dan tidak ada pedang yang memiliku ujung lebih tajam dari pada pedang ini. Hawa pedangnya saja sanggup membelah tubuh manusia dari jarak beberapa meter.

Sebelum bertemu Zhao Yun, Xiahou En diperintahkan untuk menjarah rakyat. Sungguh sebuah kebetulan dia bertemu Zhao Yun dan mati ditangannya. Nama pedangnya terukir dibatang pedangnya dengan tulisan dari tinta emas jadi dia langsung mengetahui betapa berharganya pedang ini. Kemudian dia membawa pedang itu disisinya dan naik kembali keatas kudanya. Dia baru sadar ternyata sudah tidak ada seorang prajuritpun yang mengikutinya dan dia benar-benar sendirian sekarang.

Walaupun begitu, dia tidak berpikir untuk kemabali sedikitpun sebelum menemukan Lady Mi dan putra Tuannya. Dia berkuda kesana dan kemari, kegaris depan dan belakang, dia dia bertanya pada setiap orang yang ditemuinya.

Ditengah perjalanannya ada seorang yang berkata, "Seorang wanita dengan anak yang digendongnya dan juga kakinya yang terluka sehingga dia tidak bisa jalan sedang terbaring di rumah tuan itu, kau dapat melalui lubang didinding itu untuk menemuinya."

Zhao Yun segera pergi kesana, disamping sumur tua dibelakang lubang tembok itu, duduklah seorang ibu dengan anaknya yang didekapnya erat2x dan dia sedang menangis.

Zhao Yun segera berlutut dihadapannya saat itu juga.

"Anakku akan selamat karena engkau telah disini", Kata Lady Mi, "Kasihanilah dia jenderal ! Jagalah dia karena dia adalah satu-satunya darah dan daging ayahnya. Bawalah dia kepada ayahnya dan aku dapat mati dengan tenang."

"Ini adalah kesalahanku sehingga kau menderita, nyonya." Balas Zhao Yun, "Tetapi kita tidak perlu berkata apa-apa lagi, segeralah naik keatas kudaku/ Sementara aku akan berjalan disampingmu dan melindungimu sampai kita berhasil bertemu dengan tuanku."

Lady Mi menjawab, "Aku tidak dapat melakukan itu. Apa yang akan dapat engkau lakukan tanpa kudamu itu ? Tetapi anak itu, aku percayakan dia padamu. Aku telah terluka parah dan tidak memiliki harapan untuk hidup. Aku harap kau segera membawa dia dan pergi. Jangan kau pikirkan aku lagi !"

"Aku mendengar teriakan tentara," Kata Zhao Yun, "Prajurit musuh akan segera sampai kemari kapan saja. Aku harap kau cepat naik keatas kuda."

"Tetapi aku tidak dapat bergerak," Kata Lady Mi, "Cepatlah kau pergi, Jangan sampai kita berdua terjebak disini."

Dan dia segera memberikan anaknya pada Zhao Yun.

"Bawalah anak itu !" Pinta Lady Mi, "Hidupnya dan keselamatannya semua sekarang kuserahkan padamu." Dia mencium kening anaknya dan mendoakan keselamatannya.

Lagi dan lagi Zhao Yun bersujud meminta sang ibu untuk naik keatas kudanya, tetapi lady Mi menolaknya.

Lalu teriakan prajurit terdengar makin mendekat, Zhao Yun segera berbicara dengan kasar, "Jika kau tidak melakukan apa yang kukatakan, apakah yang akan terjadi jika prajurit sampai kemari ?"

Saat itu beberapa prajurit Cao-Cao telah tiba disana dan Zhao Yun segera melawan mereka dan membunuh mereka.

Ketika Hal itu terjadi, Lady Mi meletakan anaknya ditanah dan dia pun berusaha berdiri dan melompat kedalam sumur tua itu. Dia meninggal dunia dengan mengorbankan nyawanya demi keselamatan anaknya.

Melihat Lady Mi telah melompat kedalam sumur, maka tidak ada hal lain lagi yang harus dilakukan disana. Zhao Yun segera meruntuhkan tepi sumur dan menutup sumur itu dengan bebatuan agar mayat Lady Mi tidak dirusak ataupun dicemarkan musuh, dia membuatkan kuburan bagi Lady Mi. Kemudian dia melonggarkan baju Zirahnya dan membungkus anak bayi itu dengan pelindung dadanya. Dia menaruh anak itu didalam jubah didadanya. Kemudian dia segera mengambil tombak peraknya dan menaiki kembali kudanya.

Zhao Yun baru berkuda belum jauh dari tempat itu dimana kemudian dia melihat pasukan musuh yang besar dipimpin oleh Yan Ming, salah satu jenderal Cao Hong. Jenderal ini menggunakan tombak dua sisi bermata tiga dan menantang bertarung. Tetapi Zhao Yun segera mengalahkannya dan membunuhnya hanya dalam beberapa jurus dan membuat pasukan musuh mundur.

Zhao Yun bergerak lagi menuju arah timur laut dan tidak lama kemudian dia melihat lagi ada pasukan yang menghalangi jalannya. Didepan pasukan itu ada seorang jenderal memimpin, dibenderanya tertulis "ZHANG HE DARI HE JIAN". Zhao Yun yang menyadari bahwa dibelakangnya ada pasukan mengejar dan didepannya jalannya dihalangi segera berusaha menerobos kepungan pasukan seorang diri. Zhang He dengan tombaknya melawan Zhao Yun. Mereka bertarung selama 50 jurus, tetapi Zhang He masih dapat bertahan. Zhao Yun tidak dapat bertarung dengan leluasa, ditambah ada anak yang harus dilindunginya maka dia memutuskan untuk mundur dan mencari jalan lain. Zhang He memerintahkan pasukannya untuk menghalanginya, tetapi Zhao Yun seperti macan terluka segera menebas dan menusukan tombaknya keselilingnya, pasukan Zhang He berjatuhan disekliling Zhao Yun seperti daun berjatuhan dimusim gugur.

Zhang He mengejarnya dan Zhao Yun berpikir dapat mengecohnya menuju jalan kecil, tetapi tiba-tiba dia terjatuh kedalam parit2x. Zhang He tiba dan segera ingin menusukan tombaknya pada Zhao Yun. Zhao Yun yang melihat kematian didepan matanya segera berpikir "Inilah saatnya, aku akan segera mati !!!" Tetapi tiba-tiba dari badannya muncul sinar terang dan Zhang He segera menutup matanya karena silau sekali seluruh prajurit yang mengepung parit2x itu segera menutup matanya dan mundur, kuda yang terjatuh itu tiba-tiba meloncat tinggi dan kemudian mendarat lagi dengan selamat diatas tanah.

Hal ini menakutkan Zhang He dan pasukannya, yang segera mundur dan menghentikan pengejaran. Zhao Yun yang melihat hal itu segera berhenti sebentar dan melihat keadaan Liu Chan yang berada didadanya, ajaibnya bayi itu tertidur pulas sekali. Dia berkata dalam dirinya, "Jika bukan karena keberuntungan putra tuanku ini, aku pasti sudah mati tadi."

Kemudian dia segera melanjutkan perjalanannya, tak lama kemudian dia mendengar suara dari belakang yang berteriak”Zhao Yun, Berhenti kau !!!" dan pada saat yang bersamaan dia melihat ada dua jenderal datang dari arah depannya.

Ma Yan dan Zhang Ji adalah dua jenderal yang mengejarnya dari belakang sedangkan Jiao Chu dan Zhang Neng adalah dua jenderal yang menghalanginya didepan. Keadaanya sungguh terdesak, tetapi Zhao Yun tidak takut ataupun menyerah.

Ketika orang-orang Cao-Cao terus menekannya, Zhao Yun melawan mereka sekuat tenaga, para prajurit sudah mengepungnya, Zhao Yun melawan mereka dengan tombaknya. Kemudian ke 4 jenderal itu berusaha membunuhnya, Zhao Yun segera melawan mereka, dia berhasil membunuh Ma Yan dengan menebaskan tombaknya dan Zhang Zi dengan menusuknya, tetapi Zhang Zi menarik tombak peraknya Zhao Yun dan tombak itu terlepas dari tangannya dan tetap tertancap dibadan Zhang Zi. Kedua jenderal lainnya menyuruh prajurit-prajuritnya menangkap Zhao Yun, tetapi dengan segera Zhao Yun mengeluarkan pedang berharganya. ketika dia mengeluarkan pedang itu, pedang itu mengeluarkan sinar berwarna hijau kebiru-biruan. Ketika dia menebaskan pedang itu, hawa pedangnya langsung memenggal prajurit yang berada disekelilingnya. Pulahan prajurit mati dengan terpenggal dan ratusan lainnya terluka. Jiao Chu dan Zhang Neng segera maju kedepan, Zhao Yun menebaskan pedangnya kebadan mereka dan mereka pun langsung mati. Tidak ada perisai, baju zirah apapun yang dapat menahan serangan pedang itu. Zhao Yun bahkan tidak perlu berusaha susah2x untuk menggunakan kekuatannya, dia hanya menebaskan pedang itu dan darah segera bercucuran seperti air mancur kapanpun pedang itu menebas. Lalu ke 4 jenderal itu akhirnya tewas dan pasukannya ketakutan dan lari melihat kehebatan Zhao Yun. Dia segera mengambil kembali tombaknya dan dia membawa tombak ditangan kirinya dan pedang ditangan kanannya. Zhao Yun sekali lagi bebas dan segera bergerak menuju tempat tuannya.

Sekarang Cao-Cao yang berada diatas bebukitan melihat keberanian seorang jenderal dibawahnya itu, dia melihat ada seseorang gagah yang mengenakan jubah putih seperti salju dan helm dari perak menaiki kuda putih sedang berusaha menerobos seluruh pasukannya yang berjumlah ratusan ribu prajurit. Seorang jenderal yang keberaniannya tidak ada yang dapat menyamai didunia ini. Lalu Cao-Cao bertanya pada pengikut2xnya apakah mereka mengetahui nama orang itu. Tidak ada seorang pun yang mengenalinya.

Lalu Cao Hong berkuda turun dari atas bukit dan berteriak, "Kami ingin mendengar siapakah namamu pendekar !!!"

"Aku adalah Zhao Yun dari ChangShan !!" Jawab Zhao Yun.

Cao Hong segera kembali pada tuannya, yang berkata, "Seorang pemimpin seperti macan !! Aku harus mendapatkannya hidup-hidup."

Segera dia mengirim perintah kepada seluruh datasmen pasukannya agar tidak ada yang menggunakan panah untuk melukai Zhao Yun. Dia harus ditangkap hidup-hidup.

Pasukan Cao-Cao yang berjumlah ratusan ribu itu berusaha untuk menangkap Zhao Yun. Tetapi Zhao Yun tidak mau menyerah, dengan seluruh kekuatannya, seorang diri dia berusaha menerobos kepungan musuh tanpa rasa takut sedikitpun, Tak terhitung lagi berapa banyak prajurit Cao-Cao yang tewas dan terluka karena dirinya. Dia menebas kesegala arah, dan kemanapun dia pergi potongan tubuh dan darah para prajurit-prajurit Cao-Cao berceceran dimana-mana. Keberanian pasukan Cao-Cao menjadi berkurang ketika melihat hal ini, dan mereka banyak yang menyingkir dari jalan Zhao Yun kemanapun dia pergi. Pasukan Elit Cao-Cao yang menghalangi dia pun segera mundur.

Dan akhirnya Zhao Yun berhasil lolos dari bahaya yang sangat, dan Liu Chan aman bersamanya. Selama pembantaian itu berlangsung, Zhao Yun dengan membawa Liu Chan, anak tuannya dibadannya, berhasil menghabisi 2 kelompok bendera pasukan (Sekitar 1.000-1.500 prajurit), mendapatkan pedang pusaka, dan 3 tombak serta membunuh lebih dari 150 orang pasukan elit dan sekitar 50 perwira dan jenderal berpangkat tinggi milik Cao-Cao. Yang terluka sedemikian banyaknya sehingga tidak dapat lagi terhitug jumlahnya.

Setelah berhasil keluar dari tekanan, Zhao Yun segera pergi dari medan perang itu. Jubah putihnya telah berubah warna menjadi merah semua akibat terkena cipratan darah, warna kudanya pun sudah kemerah-merahan.

Dalam perjalanannya menuju perbukitan, dia bertemu dengan dua kelompok pasukan yang dipimpin kakak beradik, Zhong Jin dan Zhong Shen. Yang pertama bersenjatakan kampak yang besar sekali, sementara yang lainnya menggunakan tombak bermata kampak.

Segera mereka melihat Zhao Yun, mereka mengenalinya dan berteriak ,"Zhao Yun cepatlah turun dan menyerah !!!"

BAB 42

Seperti telah diceritakan di bab sebelumnya, Zhao Yun berkuda melewati ratusan ribu pasukan Cao-Cao dan membawa Liu Chan dibadannya. Kemudian dia dihalangai oleh 2 orang jenderal Cao-Cao. Zhao Yun segera menerjang kearah kedua jenderal itu, Zhong Jin yang maju pertama menggunakan kampak besar sekali. Zhao Yun menhindari tebasan kampak besarnya, lalu dia mengambil kesempatan untuk memukul badan Zhong Jin dengan tombaknya. Zhong Jin segera terjatuh dari kuda dan kesakitan, Zhao Yun yang tidak mau berlama-lama segera melarikan diri, tetapi Zhong Shen mengejarnya dari belakang dan siap menyerang dengan menggunakan tombak kampaknya. Hidung kuda Zhong Shen sudah sedemikian dekatnya dengan buntut dari kuda Zhao Yun, Lalu tiba-tiba Zhao Yun membalikan kudanya. Zhong Shen yang terkejut segera membacokkan tombaknya kearah kepala Zhao Yun. Zhao Yun menahan serangan itu dengan tombaknya yang berada ditangan kiri, sedangkan pedang sinar ditangan kanannya menebas kearah Zhong Shen. Hanya satu tebasan dan Zhao Yun menebas Zhong Shen melalui helm dan kepalanya. Zhong Shen terjatuh ketanah, mayatnya hanya memiliki sebagian kepala dengan potongan diagonal. Zhong Jin melihat hal itu segera melemparkan kapak besarnya kearah Zhao Yun, Zhao Yun langsung menbaskan pedangnya kearah kapak itu dan kapak itu terbelah menjadi dua dan jatuh ketanah. Dia segera melemparkan tombaknya kearah Zhong Jin dan Zhong Jin yang terperangah tidak dapat bergerak lalu mati tertusuk tombak perak Zhao Yun. Pasukannya yang melihat hal ini segera membubarkan diri dan lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Zhao Yun lalu mengambil lagi tombak peraknya dan segera pergi menuju jembatan Chang Ban.

Tetapi dibelakang dia segera tampak suara-suara teriakan prajurit, dan juga debu2x berterbangan. Ternyata itu adalah Wen Pin dengan pasukan "Armored Tiger", pasukan elit Cao-Cao yang mengejarnya. Kuda Zhao Yun sudah sangat kelelahan sehingga tidak dapat berlari lebih cepat lagi, walaupun begitu jembatan sudah sangat dekat didepan. Dari kejauhan dia melihat Zhang Fei yang sedang berdiri sendiri sedang berjaga didepan jembatan.

"Zhang Fei, Bantulah aku !!!" Teriak Zhao Yun.

"CEPATLAH !!!" Teriak Zhang Fei, "Aku akan menahan para pengejar !!!"

Akhirnya Zhao Yun dapat melewati jembatan itu.

Kira2x 7 Km kemudian Zhao Yun berhasil menemukan Liu Bei dan yang lainnya sedang beristirahat dibawah pepohonan. Dia segera turun dari kudanya, menangis, dan berlutut dihadapan tuannya itu. Air mata segera jatuh dari wajah Liu Bei melihat Zhao Yun berhasil kembali dengan selamat. Seluruh orang disana yang melihat Jubah Zhao Yun yang berwarna putih sudah menjadi merah semua dan tombaknya masih meneteskan darah segar.

Zhao Yun bersujud dan berkata, "Ini adalah kesalahanku. Kematian masih terlalu ringan sebagai hukumanku. Lady Mi sudah sangat terluka parah. Dia menolak naik keatas kudaku dan dia melompat kedalam sumur tua dan yang dapat kulakukan hanyalah untuk mengisi lobang sumur itu dengan bebatuan yang ada disekitarnya untuk membuatkannya makam. Tetapi aku membawa bayi itu dibadanku dan berhasil lolos dari kepungan pasukan Cao-Cao. Aku harus berterima kasih pada keberuntungan tuan mudaku yang telah menyelamatkan hidupku didalam pertarungan itu dan akhirnya aku berhasil lolos. Awalnya bayi itu menangis cukup keras, tetapi setelah beberapa lama dia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Aku takut aku juga tidak dapat menyelamatkan nyawanya."

Lalu Zhao Yun membuka jubahnya dan melihat, ternyata bayi itu masih tertidur dengan tenang.

"Anakmu masih hidup tuanku, dia tidak terluka sama sekali." Kata Zhao Yun tersenyum bahagia. Dia menyerahkan bayi itu sambil berlutut dihadapan Liu Bei dengan kedua tangannya.

Liu Bei mengambil anak itu dan membuangnya ketanah dengan marah serta berkata, "Demi menyelamatkan nyawa anak ini. Aku hampir kehilangan seorang jenderal hebat !!!"

Zhao Yun segera mengambil bayi yang menangis kesakitan itu dan dia menangis seraya berkata, "Tuan, Bahkan jika nyawaku hilang, badanku musnah dan tulangku ditumbuk sehingga menjadi debupun, aku rela. Aku tidak akan pernah dapat membalas kebaikan tuanku !!!"

Akhirnya Liu Bei memegang tangan Zhao Yun dan membantunya berdiri, dia juga menangis. Liu Chan kemudian diserahkan pada Lady Gan untuk dirawat. Dan Zhao Yun juga diperintahkan untuk dirawat luka2xnya.

Sementara itu....

Wen ping dan pasukannya yang mengejar Zhao Yun segera berhenti diseberang jembatan ketika dia melihat Zhang Fei dengan muka sangarnya dan matanya yang menatap mereka dengan penuh amarah. Mereka melihat dia sedang berdiri didepan jembatan seorang diri. Mereka juga melihat awan debu berterbangan dibelakang pepohonan disisi2x jalan itu. Wen Pin berpikir bahwa pasti ada jebakan jika mereka melanjutkan menyebrangi jembatan. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan tidak berani melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian Cao Ren, Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Li Dian, Yue Jing, Zhang Liao, Xu Chu, Zhang He dan yang lainnya segera tiba disana dengan pasukan besar. Mereka semua tidak ada yang berani maju karena takut dengan wajah sangar Zhang Fei dan juga kemungkinan adanya jebakan disana yang telah dipersiapkan Zhuge Liang. Mereka mengatur formasi pasukannya dan berhenti disana, serta segera mengirim orang untuk memberitahukan kepada Cao-Cao mengenai posisi mereka.

Segera setelah utusan itu tiba dan memberitahu pada Cao-Cao, dia segera naik keatas kudanya dan pergi menuju jembatan itu. Zhang Fei menatap seluruh pasukan Cao-Cao yang sedang membentuk formasi, kemudian dia melihat payung sutera dan juga panji2x perang tiba dan menyimpulkan bahwa Cao-Cao telah datang sendiri untuk melihat keadaan.

Lalu dengan suara yang sangat dahysat dia berteriak, "AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN. SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!"

Suara ini seperti suara petir dilangit, gemuruhnya seperti bumi sedang berguncang. Hal ini mengetarkan hati pasukan Cao-Cao dan dia memerintahkan untuk menyingkirkan payung itu.

Berbalik pada para jenderalnya, "Guan Yu berkata bahwa adiknya Zhang Fei adalah orang yang sanggup menerobos ratusan ribu pasukan dan mengambil kepala komandannya semudah dia mengambil barang dari saku bajunya sendiri. Sekarang dia adalah terror yang ada didepan kita dan kita harus berhati-hati."

Setelah dia selesai berbicara, Lagi suara yang menyeramkan itu terdengar lagi, "AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN, SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!"

Cao-Cao yang melihat bahwa musuhnya itu sungguh menakutkan dan tampak sangat kuat, menjadi ketakutan dan tidak dapat memutuskan apapun kecuali memerintahkan pasukannya mundur.

Zhang Fei yang melihat pergerakan pasukan musuh, segera memutar-mutar tombaknya diatas kepalanya dan menghujamkannya keatas tanah. Kemudian dia berteriak ,"APA MAKSUDNYA INI !!! KAU TIDAK MELAWAN DAN MELARIKAN DIRI SEMENTARA AKU HANYA SEORANG DIRI !!!!"

Teriakan yang terakhir ini begitu kencangnya sehingga membuat salah satu staff Cao-Cao, Xiahou Jie terkejut dan dia pun jatuh lalu mati. Teriakan terakhir Zhang Fei itu juga membuat kuda-kuda menjadi panik dan tidak bisa dikendalikan, banyak kuda-kuda menginjak-injak pasukan Cao-Cao sehingga menimbulkan korban jiwa. binantang2x dan burung2x dihutanpun segera berlarian keluar mendengar teriakan Zhang Fei. Pasukan Cao-Cao berlarian kesegala arah menyelamatkan diri seperti seorang bayi yang ketakutan mendengar bunyi petir dikala hujan. Banyak dari mereka yang lari meninggalkan tombak dan pedang mereka, maupun barang bawaan mereka dan lari. Gelombang kepanikan melanda mereka semua, kuda-kuda berlarian sesuka mereka dan tidak dapat dikendalikan. Tidak ada lagi dari mereka yang berpikir apapun kecuali pergi sejauh-jauhnya dan banyak teman-teman mereka mati terinjank-injak teman sendiri.

Tentara Cao-Cao yang panik segera pergi menuju arah barat. Cao-Cao kehilangan helmnya dan rambutnya terurai. Kemudian Zhang Liao dan Xu Chu datang kepada dia dan membantunya menghentikan kudanya. Ketakutan telah membuat Cao-Cao kehilangan kontrol diri.

"Jangan takut tuanku," Kata Zhang Liao, "Lagipula Zhang Fei hanyalah satu orang dan tidak perlu kau takuti begitu rupa. Jika kau kembali dan menyerang maka kau akan berhasil menangkap musuhmu."

Pada saat itu akhirnya Cao-Cao dapat mengurangi ketakutannya dan mulai menggunakan otaknya lagi. Kedua jenderal itu diperintahkan kembali ke sungai untuk melakukan pengintaian.

Zhang Fei yang melihat pasukan musuh yang kacau balau tidak berani mengejar. Tetapi, dia memerintahkan prajurit-prajuritnya yang bersembunyi dihutan dan membuat debu segera keluar dan membantunya menghancurkan jembatan. Setelah ini selesai, dia pergi melapor kepada kakaknya dan menceritakan mengenai dia menghancurkan jembatan itu.

"Kau adalah pemeberani dan tidak ada yang memiliki keberanian lebih daripadamu. Tetapi aku bukalah ahli strategi." Kata Liu Bei.

"Apakah maksudmu, kakak ?"

"Cao-Cao adalah seorang pemikir, kau bukanlah tandingannya. Penghancuran jembatan itu akan membuatnya mengejar kita."

"Jika dia lari akibat teriakanku, pikirmu dia akan berani kembali ?"

"Jika kau membiarkan jembatan itu, dia mungkin akan berpikir bahwa akan ada jebakan dan tidak berani melintas. Tetapi sekarang karena jembatan itu telah kau hancurkan, artinya kau memberitahu pada dia bahwa kita dalam keadaan lemah dan takut, dan dia akan segera mengejar. Dia tidak akan kesulitan untuk membuat jembatan. Pasukannya sanggup untuk menutup seluruh sungai sekaligus."

Lalu perintah segera diberikan untuk bergerak, dan mereka melawati daerah jalan setapak menuju Han Jin melewati daerah Min Yang.

kedua jenderal yang dikirm Cao-Cao segera kembali dan berkata, "Jembatan telah dihancurkan dan Zhang Fei telah pergi."

"Ini artinya dia takut", Kata Cao-Cao.

Cao-Cao segera memerintahkan untuk mengirim 10.000 prajurit membangun sebuah jembatan baru yang harus selesai malam nanti. Perintah hukuman mati bagi ke 10.000 prajurit itu dikeluarkan jika mereka gagal.

Li Dian berkata, "Aku khawatir ini adalah salah satu akal licik Zhuge Liang, Jadi berhati-hatilah."

"Zhang Fei hanyalah seorang pendekar gagah berani, tetapi tidak ada tipu muslihat yang dapat dilakukannya." Kata Cao-Cao.

Dia memerintahkan untuk segera bergerak maju pada pasukannya begitu jembatan selesai.

Liu Bei secepatnya pergi ke Han Jin. Tiba-tiba dibelakangnya muncul awan debut dan suara teriakan prajurit serta bunyi genderang perang.

Liu Bei segera gelisah dan berkata, "Didepan kita ada sungai besar, dibelakang pasukan pengejar, Apakah masih ada harapan untuk kita ?"

Dia segera memerintahkan Zhao Yun dan Zhang Fei mengatur pertahanan dibelakang, dan memerintahkan para pejabat lainnya dan orang yang tidak dapat berperang untuk segera melanjutkan perjalanan.

Sekarang Cao-Cao telah mengatur formasi pasukannya dan berkata, "Liu Bei seperti ikan didalam bejana, seperti harimau didalam parit. Tangkaplah dia kali ini, atau ikan akan kembali kelaut dan harimau kembali keatas gunung. Oleh sebab itu setiap jenderal harus mengerahkan kemampuan terbaiknya. yang dapat menangkapnya akan dinaikan pangkatnya 3 tingkat."

Akhirnya seluruh pemimpin memrintahkan agar pasukannya bergerak lebih cepat. Dan mereka mengejar dengan kecepatan tinggi, Wen Pin dengan 1.000 pasukan elitnya yang tersisa sampai pertama kali dan berhadapan dengan Zhao Yun berserta 500 prajuritnya , sementara Zhang Liao dan Xu Chu berserta 10.000 prajuritnya mengambil jalan besar dan bertemu dengan Zhang Fei berserta 500 prajuritnya. Zhao Yun bertarung mati-matian melawan Pasukan elit yang dipimpin Wen Pin, 1/2 pasukan Zhao Yun sudah habis dalam waktu yang singkat sementara hanya beberapa belas saja pasukan elit itu yang mati. Dilain sisi Zhang Fei kewalahan menghadapi Zhang Liao dan Xu Chu, pasukan Zhang Fei nyaris musnah semua dan dia hampir terkepung. Zhang Fei dan Zhao Yun serta pasukannya yang tersisa segera mundur sampai ke perempatan Ming Yang. Disana mereka tetap dikejar oleh pasukan2x Cao-Cao dan berdua dengan hanya tersisa 100an orang pasukan mereka mempertahankan jalan itu agar Liu Bei dan yang lainnya dapat lari. Akhirnya tinggalah tersisa Zhang Fei dan Zhao Yun berdua dan mereka melarikan diri sampai kedaerah perbukitan.

Pasukan Cao-Cao segera mengejar mereka dan sampai juga didaerah perbukitan, Xu Chu, Zhang Liao, Xiahou Dun dan Xiahou Yuan menyusul dari belakang membawa lebih dari 50.000 prajurit. Setelah sampai disana, tiba-tiba dari sisi bukit muncul pasukan baru dan ada suara berteriak, "Aku Telah Menunggu Lama sekali disini !!!"

Pemimpin pasukan itu segera mengangkat golok naga hijau ditangannya an mengendarai kuda berwarna merah. Dia tidak lain adalah Guan Yu yang pergi ke Jiang Xia untuk meminta bantuan dan telah kembali dengan 10.000 prajurit untuk membantu Liu Bei. Setelah mendengar mengenai pertempuran itu, dia mengambil jalan pintas untuk memotong jalur pengejaran Cao-Cao.

Segera setelah Guan Yu muncul, Cao-Cao berhenti dan berkata pada jenderal-jenderalnya, "Disinilah kita, tertipu lagi oleh akal Zhuge Liang !"

Guan Yu berkuda menuruni bukit dan membantai pasukan Cao-Cao semudah mencabut rumput dari tanah. Pasukan Elit Cao-Cao berjatuhan dari atas bukit seperti bukit runtuh, Wen Pin segera memerintahkan pasukannya mundur. Prajurit-prajurit yang lain yang mencoba menahan Guan Yu akhirnya bergelimpangan tak bernyawa dikaki bukit. Melihat hal ini tanpa pikir panjang lagi, Cao-Cao langsung memerintahkan pasukannya untuk mundur. Guan Yu terus menghabisi barisan belakang pasukan Cao-Cao dan mengikuti mereka sejauh 3 Km lagi dan kemudian dia kembali Han Jin untuk mengawal kakaknya menuju sungai. Disana perahu telah disiapkan, dan Liu Bei berserta keluarga segera naik keatas kapal. Ketika semua telah seslai, Guan Yu bertanya dimanakan kakak iparnya, Lady Mi. Lalu Liu Bei menceritakan kisahnya di Dang Yang.

"Ahhh!!!" Kata Guan Yu, "Jika saja kau menerima nasehatku ketika hari perburuan di Xutian, kita pasti tidak akan menderita seperti hari ini."

"Tetapi," Kata Liu Bei, "Hari itu keadaanNya adalah 'Peralatan pecah ketika mengusir tikus' "

Ketika Liu Bei berkata seperti itu, Dia mendengar bunyi genderang perang dari arah selatan. Sekelompok kapal perang, banyaknya seperti semut, datang dengan kecepatan penuh. Dia langsung gelisah.

Perahu2x itu mendekat. Disana dia melihat seorang pemuda mengenakan helm perak berdiri di anjungan paling depan.

Pemimpin itu berteriak, "Apakah kau baik-baik saja paman Liu Bei ? Aku sangat bersalah datang terlambat."

Itu adalah Liu Qi, Dia segera bersujud ketika kapal mereka merapat”Aku mendengar kau ada dalam bahaya karena Cao-Cao dan aku datang untuk membantumu."

Liu Bei menyambut Liu Qi dengan sangat senang, dan sisa-sisa prajuritnya yang tidak lebih dari 2.000 prajurit segera bergabung dengan pasukan besar itu. Seluruh perahu berlayar kearah barat laut, Mereka semua menceritakan pengalamannya masing-masing.

Tiba-tiba di sebelah barat daya muncul barisan kapal perang yang mendekat dengan kecepatan penuh.

Liu Qi berkata, "Seluruh pasukan dan kapalku ada disini dan sekarang ada musuh datang. Jika mereka bukan milik Cao-Cao, mereka pasti berasal dari dataran selatan. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?"

Liu Bei pergi ke atas anjungan dan melihat siapakah mereka. Kemudian dia melihat seorang berpakaian pendeta tao mengenakan topi putih terbuat dari sutra dan memengang kipas bulu sedang duduk diatas dek kapal. Dia mengetahui itu pasti Zhuge Liang dan yang berdiri dibelakangnya adalah Sun Qian.

Ketika mereka telah mendekat, Liu Bei bertanya pada Zhuge Liang bagaimana dia dapat sampai kemari.

Dan Zhuge Liang melaporkan apa yang telah dia lakukan, "Ketika aku sampai di Jiang Xia. Aku mengirim Guan Yu untuk mendarat di Han Jin dengan bala bantuan, karena aku takut Cao-Cao akan mengejar dan aku tahu kau akan mengambil jalan ke han jin dan bukan Jiang Ling. Lalu aku meminta keponakanmu untuk pergi menemuimu terlebih dahulu sementara aku ke Xiakou untuk mengumpulkan tentara sebanyak mungkin."

Tambahan pasukan ini semakin memperkuat rombongan Liu Bei dan mereka mulai mempertimbangkan bagaimana dapat mengatasi musuh mereka yang kuat.

Kata Zhuge Liang ,"Xiakou cukup kuat dan merupkan tempat yang strategis. Daerah itu juga kaya dan cocok untuk ditinggali dalam jangka waktu panjang. Aku ingin meminta padamu, tuanku, untuk membuat itu sebagai daerah permanen. Keponakanmu dapat pergi ke Jiang Xia untuk mempersiapkan angkatan laut dan melatih pelaut2x. Akhirnya kita akan dapat membuat posisi yang mengancam kedudukan Cao-Cao dari dua sisi sungai. Jika kita semua kembali ke Jiang Xia, Posisi kita akan lebih lemah."

Liu Qi menjawab, "Kata-kata Guru naga sangatlah benar, tetapi aku berharap pamanku mau tinggal sebentar di Jiang Xia sampai pasukan dapat beristirahat dan diatur kembali. Lalu pamanku dapat melanjutkan perjalanan ke Xiakou."

"Saranmu cukup bagus keponakanku." Jawab Liu Bei.

Dia lalu memerintahkan Guan Yu untuk membawa 5.000 prajurit ke Xiakou. Dia, Zhuge Liang dan keponakannya pergi ke Jiang Xia

Ketika Cao-Cao mendengar kabar bahwa Guan Yu telah membawa pasukannya untuk pergi ke Xiakou, dia khawatir bahwa akan ada pasukan yang lebih besar lagi dibelakangnya, lalu dia berhenti mengejar. Dia juga takut kalau Liu Bei akan mengambil Jiang Ling, lalu dia pergi kesana dengan segera.

Kedua pejabat dikota Jing Zhou, Deng Yi dan Liu Xin, telah mendengar kematian tuan mereka Liu Zong di Xiang Yang dan mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai kesempatan bertahan dari serangan Cao-Cao. Mereka memimpin penduduk Jing Zhou keluar dan menyerah. Cao-Cao masuk kedalam kota dan setelah mengembalikan keadaan serta meyakinkan rakyat, dia membebaskan Han Song dan memberi dia jabatan sebagai kepala dari penerima duta besar. Dia juga memberikan imbalan pada yang lainnya.

Lalu Cao-Cao berkata, "Liu Bei telah pergi ke Jiang Xia dan mungkin akan bersekutu dengan daerah selatan, dan perlawanan terhadapku akan semakin gencar. Dapatkah dia dihancurkan ?"

Xun You berkata, "Keberhasilanmu telah menyebar luas. Oleh sebab itu kau boleh mengirim utusan pada Sun Quan untuk mengundang dia pada perburuan kekaisaran di Jiang Xia dan kalian berdua dapat membicarakan untuk menangkap Liu Bei, membagi Jing Zhou dengan Sun Quan dan membuat perjanjian yang adil. Sun Quan akan terlalu takut untuk tidak datang menemuimu dan dia pasti setuju."

Cao-Cao setuju dan dia segera mengirim utusan, dan dia juga mempersiapkan pasukannya--pasukan berkuda, infantri maupun angkatan lautnnya semua dia kumpulkan dan diatur kembali. Dalam perang melawan Liu Bei dan merebut Jing Zhou ,dia membawa 1.000.000 prajurit, Liu Bei waktu itu hanya memiliki kurang dari 20.000 prajurit dan setelah perang selesai, pasukan Cao-Cao yang tersisa adalah 830.000 prajurit. Tetapi dia tetap menyebut mereka "1 juta pasukan langit". Penyerangan akan dilakukan dari darat dan laut pada saat yang bersamaan.

Pada saat ini pasukan angkatan laut Cao-Cao baru saja tiba. Perahu2x itu dibariskan ditepi sungai dalam dua barisan. DiSebelah barat barisan itu mencapai Jiang Xia, Disebelah timur barisan itu mencapai QiChun. Perbentengan laut itu mencapai panjang sejauh 300 Li (150 Km).

Berita mengenai pergerakan Cao-Cao dan kemenangannya mencapai Sun Quan. Lalu di kemahnya di Chaisang. Dia mengumpulkan para ahli strateginya untuk memutuskan sebuah rencana pertahanan.

Lu Su berkata, "Jing Zhou ada didepan perbatasan kita. Daerah itu sangat kuat dan memliki pertahanan alami, penduduknya makmur. Itu adalah daerah yang harus dimiliki seorang kaisar atau raja. Kematian Liu Biao baru2xi ini dapat memberikan alasan untukku pergi kesana dan menyampaikan bela sungkawa. Nanti ketika aku sampai disana aku akan mencari peluang untuk bertemu dengan Liu Bei dan meminta dia menggabungkan kekuataannya denganmu melawan Cao-Cao. Jika Liu Bei setuju maka keberhasilan akan ada dipihakmu."

Sun Quan berpikir bahwa ini adalah suatu rencana yang bagus, lalu dia mempersiapkan sebuah surat dan hadiah, dan mengirim Lu Su bersama dengan barang-barang itu.

Sekarang Liu Bei sedang berada di Jiang Xia bersama Zhuge Liang dan Liu Qi, dia sedang menyusun rencana untuk mengalahkan Cao-Cao.

Zhuge Liang berkata, "Kekuatan Cao-Cao teralalu besar untuk kita hadapi. Mari kita pergi ke daerah selatan dan meminta bantuan dari Sun Quan. Jika kita dapat mengadu antara Utara dan selatan, kita mungkin dapat mengambil keuntungan dari posisi kita yang berada ditengah diantara mereka berdua."

"Tetapi apakah mereka akan mau bergabung dengan kita ? " Kata Liu Bei, "Daerah selatan sangatlah luas dan memiliki banyak penduduk, dan Sun Quan juga memiliki ambisinya sendiri."

Zhuge Liang menjawab, "Cao-Cao dengan 1.000.000 prajuritnya menguasai seluruh sungai Han dan 1/2 dari sungai besar. Daerah Selatan pasti akan mencari cara untuk mengatasi hal ini. Jika ada utusan yang datang, aku akan meminjam perahu kecil dan pergi menyebrang sungai serta mempercayakan semuanya pada lidah kecilku ini untuk mengadu Utara dan selatan. Jika Selatan menang, kita akan membantu mereka menghancurkan Cao-Cao untuk mendapatkan Jing Zhou. Jika utara menang, kita akan mendapatkan keuntungan dari kemenangan itu untuk mendapatkan daerah selatan. Jadi kita akan mendapatkan keuntungan bagaimanapun juga hasilnya."

"Ini adalah rencana yang baik." Kata Liu Bei, "Tetapi bagaimana kau dapat mencari orang dari selatan untuk kau ajak bicara ?"

Pertanyaan Liu Bei langsung terjawab dengan kedatangan Lu Su, dan ketika perahunya merapat ketepi dan utusan turun kepinggir sungai, Zhuge Liang tertawa dan berkata, "Anggap saja masalah telah selesai !"

Berbalik pada Liu Qi , dia berkata, "Ketika Sun Ce meninggal, apakah daerahmu mengirim utusan untuk mengucapkan duka cita ?"

"Sangatlah tidak mungkin adanya duka cita dari pihak kami. Kami telah menyebabkan kematian ayah mereka, Sun Jian."

"Dapat kupastikan bahwa utusan ini tidak datang untuk memberikan bela sungkawa tetapi untuk memata-matai daerah ini."

Lalu kata dia pada Liu Bei, "Jika Lu Su bertanya mengenai pergerakan Cao-Cao, kau akan berkata tidak mengetahui apapun. Jika dia mendesak masalah ini, katakan padanya untuk berbicara padaku."

Setelah menyiapkan rencana itu, mereka keluar untuk menyambut utusan2x itu, yang masuk kedalam kota dengan pakaian berkabung. Hadiah mereka diterima dengan baik, Liu Qi meminta Lu Su untuk bertemu Liu Bei. Ketika salam dan perkenalan telah usai, ketiga pria itu duduk didalam ruangan pribadi sambil meminum beberapa cangkir arak.

Kemudian Lu Su berkata pada Liu Bei, "Aku telah mengenalmu dari reputasimu, paman Liu Bei, tetapi baru hari ini aku dapat bertemu denganmu. Kau telah melawan Cao-Cao akhir2x ini jadi kukira kau mengetahui semua mengenai kekuatannya. Apakah dia memang memiliki pasukan yang besar ? Berapa banyak kau pikir dia mempunyai prajurit ?"

"Pasukanku sangatlah kecil dan kami langsung lari begitu mendengar kedatangannya. Jadi aku tidak tahu berapa besarkah pasukannya."

"Kau memiliki nasihat dari Zhuge Liang dan kau telah menggunakan api 2 kali terhadap Cao-Cao. Kau membakar pasukannya sampai hampir tak bersisa, mana mungkin kau tidak mengetahui kekuatannya." Kata Lu Su.

"Tanpa bertanya pada penasehatku, aku benar-benar tidak mengetahui detailnya."

"Dimanakah Zhuge Liang ? aku ingin melihat dirinya." Kata Lu Su.

Lalu mereka mengirim orang untuk memanggilnya dan dia segera diperkenalkan.

Ketika perkenalan telah berakhir, Lu Su berkata, "Aku telah lama mengagumi kejeniusanmu tetapi belum cukup beruntung untuk dapat menemuimu. Sekarang karena aku telah bertemu denganmu, aku harap aku dapat berbicara mengenai keadaan politik saat ini."

Jawab Zhuge Liang ,"Aku mengetahui semua kekuatan dan kelemahan Cao-Cao, tetapi sangat kusayangkan kami tidak cukup kuat untuk melawannya. Itulah sebabnya mengapa kami menghindarinya."

"Apakah Paman Kaisar akan tetap berada disini ?"

"Paman Kaisar adalah teman dari Wu Ju, Gubernur Chang Wu dan berencana pergi ke sana."

"Wu Ju hanya mempunyai sedikit pasukan dan persediaan yang tidak cukup. Dia tidak dapat menjamin keselamatannya sendiri. Bagaimana dia dapat menerima paman Liu ?" Tanya Lu Su.

"Changwu bukanlah tempat untuk bertahan lama, tetapi cukup baik untuk saat ini. Kita dapat membuat rencana lain dikemudian hari."

Lu Su berkata, "Sun Quan sangat kuat dan berada di 6 wilayah selatan dan memiliki banyak persediaan. Dia memperlakukan orang dengan baik dan pelajar dengan kerendahan hati sehingga mereka semua berkumpul disisinya. Sekarang jika kau ingin mencari rencana untuk tuanmu, kau tidak ada pilihan lain selain mengirim seseorang untuk menjalin hubungan persahabatan dengannya."

"Tidak pernah ada hubungan apapun antara tuanku dan tuanmu." Kata Zhuge Liang, "Aku khawatir hanya akan ada ke sia-siaan. Lagipula kami tidak memiliki orang yang tepat untuk dikirimkan."

"Kakak tertuamu, Zhuge Jin ada bersama kami dan menjadi penasehat bagi tuanku. Aku hanya seorang sederhana, tetapi aku akan sangat senang untuk membicarakan masalah negara dengan tuanku dan dirimu."

Liu Bei berkata, "Tetapi Zhuge liang adalah penasehatku," Kata Liu Bei, "Dan aku tidak dapat berbuat apapun tanpa dirinya. Dia tidak dapat pergi."

Lu Su mendesak dia, Liu Bei berpura-pura tidak mengijinkan pergi.

"Ini sangat penting, aku harap kau memberikan ijin padaku untuk pergi." Kata Zhuge Liang.

Lalu Liu Beipun setuju dan segera mereka berpamitan. Kedua orang itu pergi dengan perahu menuju markas besar Sun Quan.

BAB 43

Didalam perjalanan menuju Chaisang, kedua orang itu mulai menghabiskan waktu dengan mendiskusikan masalah2x pemerintahan.

Lu Su sangat terpuau dengan teman seperjalanannya ini dan berkata, "Ketika kau bertemu tuanku, Jangan kau ceritakan keadaan sebenarnya dari pasukan Cao-Cao."

"Kau tidak perlu mengingatkan dirimu," Jawab Zhuge Liang, "Tetapi aku akan tahu bagaimana harus menjawabnya."

Ketika perahu itu tiba, Zhuge Liang sedang ditempatkan di rumah tamu dan Lu Su pergi sendiri menemui tuannya. Lu Su menemukan Sun Quan yang sedang memimpin rapat, mereka dikumpulkan untuk mempertimbangkan masalah ini. Lu Su segera dipanggil dan diminta sarannya segera mengenai apa yang telah dilihatnya ketika pergi ke Jing Zhou.

"Aku mengetahui garis besarnya saja, tetapi aku butuh waktu menyiapkan laporanku." Jawab Lu Su.

Lalu Sun Quan menyerahkan kepada Lu Su surat yang dikirm Cao-Cao.

"Surat itu datang kemarin. Aku telah mengirim utusan itu kembali dan pertemuan ini kuadakan untuk menjawab balasan apa yang akan kita berikan." Kata Sun Quan.

Lu Su membaca surat Cao-Cao yang intinya mengajak daerah selatan bersekutu dan menghancurkan Liu Bei serta membagi daerah Jing Zhou.

"Apa yang telah kauputuskan mengenai masalah ini, tuanku ?" Tanya Lu Su setelah dia selesai membaca surat itu.

"Aku belum memutuskan apapun."

Lalu Zhang Zhao berkata, "Akan sangat ceroboh bila kita mencoba melawan Cao-Cao yang memiliki pasukan ribuan legiun dan didukung oleh titah kaisar. Lebih lagi, pertahanan terpentingmu adalah sungai besar dan karena Cao-Cao telah mendapatkan Jing Zhou, sungai ini sekarang adalah sekutunya untuk melawan kita. Kita tidak akan dapat bertahan melawan dia dan satu-satunya cara untuk memperoleh kedamaian, menurut pendapatku adalah dengan menyerah."

"Kata-kata dari Adipati Zhang Zhao sesuatu dengan kehendak langit," Seluruh penasehat yang duduk disana berkata secara serentak.

Sun Quan tetap terdiam dan berpikir.

Zhang Zhao lalu berargumen lagi, "Jangan ragu, tuanku. Menyerah pada Cao-Cao artinya membawa kedamaian pada rakyat daerah selatan dan keamanan bagi ke 6 wilayah."

Sun Quan masih tetap terdiam. Palanya tertunduk berpikir dengan serius. Kemudian dia berdiri dan berjalan pelan sekali menuju pintu dan Lu Su mengikutinya.

Didepan pintu dia memegang tangan Lu Su dan berkata, "Apa yang kau inginkan ?"

"Apa yang mereka katakan sangatlah menyepelekanmu, Orang biasa boleh menyerah, tetapi kau tidak tuanku."

"Kenapa ? Dapatkah kau jelaskan kepadaku." Pinta Sun Quan.

"Jika orang-orang yang mengabdi seperti kami ini menyerah, kita hanya akan dikembalikan kedesa kita dan melanjutkan hidup sebagai petani atau mungkin dapat meneruskan jabatan kita. Segalanya akan berjalan seperti biasanya. Jika orang seperti kau yang menyerah, kemanakah kau akan pergi ? Kau akan diangkat sebagai penguasa daerah yang jauh mungkin. Kau akan memiliki satu kereta kuda, tidak lebih. Atau hanya satu sadel kuda saja dan tidak lebih. Penghasilanmu tidak akan lebih dari 1/10 pajak. Apakah setelah itu kau masih dapat lagi memandang keselatan dan menyebut dirimu dengan sebagai seorang raja ? Setiap orang diruangan itu hanya memikirkan dirinya sendiri saja, dan benar-benar egois dan kau harusnya tidak mendengarkan mereka, tetapi ambilah sendiri keputusanmu dan lakukan itu secepatnya. Kita akan bermain permainan berbahaya tetapi patut dicoba."

Sun Quan menghela napas, "Mereka semua hanya dapat berbicara dan berbicara saja. Mereka tidak memandang dari sudut pandangku. Sekarang kau telah berkata mengenai hal ini dan pandanganmu sama dengan pandanganku. Tentu Langit telah memberi petunjuk padaku melalui dirimu. Tetapi Cao-Cao sekarang lebih kuat daripada Yuan Shao dan Liu Biao, dan juga dia telah memiliki Jing Zhou. Aku takut dia telah terlalu kuat untuk kita hadapi."

"Aku telah membawa Zhuge Liang kemari, Dia adalah adik dari Zhuge Jin. Jika kau bertanya pada dia, dia akan menjelaskan secara lengkap mengenai keadaan pasukan Cao-Cao."

"Apakah Guru Naga benar-benar berada disini ?"

"Benar dia ada disini, di rumah tamu."

"Sekarang sudah terlalu malam untuk menemuinya. Tetapi esok hari aku akan mengumpulkan para pejabat dan kau akan memperkenalkan dia kepada orang-orang terbaikku. Setelah itu kita akan berdebat mengenai masalah ini."

Dengan perintah ini Lu Su kemudian pergi.

Keesokan harinya dia pergi ke rumah tamu dan melaksanakan perintah Sun Quan, dia berkata, "Ketika kau bertemu tuanku, jangan katakan apapun mengenai kekuatan sebenarnya dari pasukan Cao-Cao."

Zhuge Liang tersenyum dan berkata, "Aku akan bertindak sesuai dengan keadaan. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat kesalahan."

Zhuge Liang lalu dibawa menemui ketempat dimana para pejabat tinggi, sipil maupun militer yang berjumlah 40 orang lebih sedang berkumpul. Mereka membentuk barisan yang disesuaikan dengan jabatan dan senioritas.

Zhang Zhao duduk dibarisan paling depan dan Zhuge Liang memberi salam padanya. Lalu satu demi satu dari mereka saling memberi salam dan memperkenalkan diri pada ZhugeLiang, Setelah ini semua selesai, Zhuge Liang duduk dikursi yang disediakan bagi tamu.

Mereka semua sangat terkesan dengan sikap Zhuge Liang yang elegan dan karisma yang memancar dari dirinya, mereka semua berpikir, "inilah dia seorang penghasut yang akan mengarahkan Wu berperang dgn Wei."

Zhang Zhao lalu membuka pembicaraan untuk mengumpan Zhuge Liang, dia berkata, "Kau harus maklum pada para pejabat-pejabat kami yang tidak terkenal ini dan dirku sendiri juga. Karena jika tidak salah kau membandingkan dirimu dengan dua orang hebat dari masa lampau, Guan Zhong dan Yue Yi. Apakah hal ini benar ?"

"Sampai batas2x tertentu aku dapat dibandingkan dengan mereka." Jawab Zhuge Liang.

"Aku mendengar Liu Bei mengunjungimu 3 kali ketika kau hidup didalam pengasingamu di Lembah naga tidur dan ketika kau setuju untuk melayaninya, dia berkata bahwa dia beruntung seperti ikan yang kembali kedalam lautan. Lalu dia ingin mendapatkan daerah Jing Zhou. Tetapi hari ini daerah itu menjadi milik Cao-Cao. Aku berniat mendengar penjelasanmu mengenai hal itu."

Zhuge Liang berpikir, "Zhang Zhao ini adalah penasehat utama Sun Quan. Jika dia tidak bisa mengunggulinya, maka tidak mungkin akan dapat mengerakan Sun Quan."

Lalu dia menjawab, "Menurut pendapatku, pengambil alihan daerah disekitar sungai han sangatlah mudah seperti membalikan telapak tangan. Tetapi Tuanku Liu Bei sangatlah mulia dan memiliki rasa prikemanusiaan dan tidak akan merebut daerah yang dikuasai oleh sesama keluarganya sendiri. Jadi dia menolak untuk menggantikan Liu Biao. Tetapi Liu Zong, anak bodoh itu, mendengar kata-kata penjilat dan penghasut sehingga menyerah pada Cao-Cao dan akhirnya menjadi korban dari kegananasan Cao-Cao. TuanKu sekarang berkemah di Jiang Xia, tetapi apa rencananya untuk kemudian hari tidak dapat kukatakan disini."

Zhang Zhao berkata, "Mungkin memang begitu. Tetapi kata-katamu dan perbuatanmu adalah dua hal yang berbeda. Kau bilang kau setara dengan kedua orangitu. Guan Zong, Seorang menteri dari pangeran Huan, dia menempatkan tuannya sebagai kepala dari raja2x lainnya, membuat Tuannya menjadi yang teratas diseluruh negeri. Dibawah negarawan hebat, Yue Yi, negara kecil Yan menguasai seluruh Qi, merebut hampir 70 kota2xnya. Kedua orang itu adalah pemimpin hebat."

"Ketika kau hidup dalam pengasinganmu, kau menghabiskan waktumu dengan bermalas-malasan, kau hanya duduk saja dan tersenyum pada orang-orang yang lewat dan sekarang kau bertindak seolah2x kau memiliki kemampuan yang hebat untuk mengurusi masalah negara. Menurutmu Liu Bei itu lebih dari seorang manusia, dia harus membawa kebaikan pada semua orang dan menghilangkan kejahatan, Pemberontakan dan Penjarahan akan hilang jika dia yang memerintah. Liu Bei sebelum dia mendapatkan bantuanmu hanyalah seorang pelarian yang mencuri kota disini dan disana dimanapun dia bisa. Dengan bantuanmu dia dianggap lebih hebat lagi, anak-anak sekolahan menyebutnya macan yang telah tumbuh sayap, Han akan berhasil direstorasi dan Cao-Cao akan dimusnahkan. Hari-hari baik seperti waktu yang lalu akan ada kembali dan seluruh orang akan dapat hidup dengan tenang. Semua orang menganggap bahwa Liu Bei akan dapat menghilangkan awan gelap dan menggantikannya dengan sinar mentari yang cerah. Hal itu semua diharapkan oleh orang-orang diseluruh penjuru negeri."

"Tetapi kenapa, ketika kau pergi ke Xinye, pasukan Cao-Cao tiak membuang senjata mereka dan lari seperti tikus2x ? Kenapa kau tidak berkata pada Liu Biao bagaimana memberikan keamanan pada rakyat ? Kenapa kau tidak membantu anak-anaknya untuk mempertahankan perbatasan mereka ? malah kau meninggalkan Xinye dan lari ke Fancheng. Kau dikalahkan di Dangyang dan lari ke Xiakou serta tidak ada tempat untuk beristirahat, setelah kau ikut Liu Bei malah kurasa keadaanya menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Apakah ini yang kau maksud dapat disamakan dengan Guan Zhong dan Yue Yi ? Aku harap kau tidak mengambil hati kata-kataku ini."

Zhuge Liang menunggu sampai Zhang Zhao selesai berorasi, lalu dia tertawa dan berkata, "Bagaimana mungkin burung biasa dapat mengerti cara terbang burung phoenix ? Aku akan mengilustrasikannya seperti ini, Seseorang telah jatuh sakit. Pertama sang tabib akan mencoba melihat gejala2xnya, lalu dia akan membuatkan obat untuk menenangkan nadinya sehingga detaknya beraturan. Ketika tubuh sipasien sudah ditenangkan, maka dia akan memberikan daging untuk memperkuat tubuhnya dan obat keras untuk menyembuhkan penyakitnya. Setelah itu penyakit tersebut akan disembuhkan dan pasien itu akan sehat kembali. Jika sang tabib tidak menunggu sampai detak nadi pasien itu teratur, tetapi langsung memberinya obat keras maka dia akan susah untuk menyembuhkan pasien itu."

"Tuanku mengalami kekalahan di Runan dan pergi kepada Liu Biao. Dia hanya punya kurang dari 1.000 prajurit dan 3 jenderal saja-- Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun. Saat itu benar-benar merupakan saat2x terlemah mereka. Xinye sangat terpencil, kota tua dengan penduduk yang sedikit dan persediaan yang tidak mencukupi. Tuanku hanya berdiam sementara dikota itu. Bagaimana mungkin dia berpikir untuk tinggal lama ditempat seperti itu ? Tetapi walaupun dengan pasukan kecil,dikota yang lemah,persediaah yang tipis dan orang-orang yang tidak terlatih baik, kami membakar Xiahou Dun di bowang dan menenggelamkan Cao Ren dan Cao Hong berserta pasukannya di Sungai Putih. Hal ini menyebabkan ketakutan dipihak musuh sehingga mereka lari. Aku ragu apakah Guan Zhong dan Yue Yi dapat melakukan lebih baik daripada diriku. Dan untuk penyerahan Liu Zong, Paman Liu Bei tidak mengetahui apapun mengenai hal itu dan dia terlalu mulia dan baik hati untuk tidak merebut kekuasaan dari tangan sesama keluarganya. Dan untuk kekalahan di Dang Yang, harus diingat bahwa Tuanku terdesak karena banyaknya rakyat yang ikut bersama kami, banyak diantara mereka anak-anak dan manula, yang dimana dia terlalu berprikemanusiaan untuk meninggalkan mereka. Dia tidak pernah berpikir untuk mengambil Jingling, tetapi dia bersedia untuk menderita bersama rakyatnya. Ini adalah bukti kebesaran hatinya yang membuatnya dicintai rakyat."

"Pasukan Kecil tidaklah pantas untuk melawan pasukan besar. Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa didalam setiap peperangan. Pendiri dinasti Han telah mengalami banyak sekali kekalahan ditangan Xiang Yu, tetapi Liu Bang berhasil menang dia GaiXia dan peperang itu adalah yang paling menentukan. Hal ini bukanlah karena strategi Han Xin yang walaupun dia telah lama mengabdi pada Liu Bang, tetapi belum berhasil memberikan kemenangan mutlak. Sungguh, seorang negarawan sejati mengetahui bahwa menciptakan pemerintahan yang stabil memerlukan rencana yang matang dipikirkan. Dan untuk membuat rencana seperti itu mereka tidak akan berdebat dengan mengatakan hal-hal yang tidak penting, omongan2x yang menghasut dan menyesatkan. Ketika tiba saatnya untuk bertindak dan memutuskan sesuatu seorang negarawan sejati haruslah berpegang pada rencana itu tetapi lebih perduli mengenai omong kosong mengenai menang dan kalah serta sebab akibat adalah orang bodoh. Mereka yang mengaku negarawan tetapi tidak dapat mengerti hal ini benar-benar merupakan bahan tertawaan dunia."

Zhang Zhao tidak dapat berkata apa-apa lagi.

Tetapi seorang lainnya langsung bersuara dan berkata, "Tetapi bagaimana posisi Cao-Cao sekarang ? Dia berkemah dengan ribuan legiun tentara dan ribuan pemimpin hebat. Dia seperti naga yang berada diangaksa, seperti macan buas yang mengaum. Sepertinya dia sudah akan merebut Jiang Xia."

Pembicara itu adalah Yu Fan.

Dan Zhuge Liang berkata, "Cao-Cao telah mendapatkan pasukan Yuan Shao dan mencuri pasukan Liu Biao. Tetapi aku tidak khawatir sedikitpun mengenai hal itu."

Yu Fan tersenyum sinis dan berkata, "Ketika kau dikalahkan di Dang Yang dan sekarang kau kemari untuk meminta bantuan, apakan ini artinya bahwa kau tidak perduli ? Apakah kau pikir omong besar saja dapat membuat orang percaya ?"

Zhuge Liang berkata, "Liu Bei mempunyai beberapa ribu prajurit yang gagah berani yang mampu melawan 1 juta pasukan. Dia mundur ke Xiakou sebagai tempat untuk bernapas. Dataran selatan sangatlah luas dan memiliki banyak prajurit, dan juga persediaan yang cukup, dan sungai besar diutara dapat dijadikan sebagai pertahanan alami. Apakah sekarang merupakan waktunya menyakinkan tuanmu untuk berlutut dihadapan pemberontak, untuk menanggalkan kehormatan dan reputasinya ? Seperti yang kalian tahu Liu Bei bukanlah orang takut kepada pemberontak seperti Cao-Cao."

Yu Fan terdian tidak menjawab.

Kemudian, Bu Zhi berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Apakah kau akan berkata-kata mengenai daerah selatan kami menggunakan lidahmu dengan maksud yang sama seperti penghasut Zhang Yi dan Su Qin dimasa lampau ?"

Zhuge Liang menjawab,"Kau menganggap mereka itu adalah orang-orang penghasut. Kau tidak mengenali mereka sebagai seorang pahlawankah ? Su Qin memegang jabatan perdana menteri untuk 6 wilayah kerajaan. Zhang Yi menjabat perdana menteri Qin sebanyak dua kali. Kedua orang itu memiliki kemampuan tinggi yang berhasil mereformasi pemerintahan mereka. Mereka tidak dapat diperbandingkan dengan orang yang takut pada yang kuat dan menindas yang lemah, kepada yang takut akan pisau dan lari dari pedang. Kau, Tuan, Telah mendengarkan ancaman kosong dan licik dari Cao-Cao dan hal itu telah membuatmu sedemikan takutnya dan menasehati untuk menyerah. Masih pantaskah kau menyebut nama Su Qin dan Zhang Yi ?"

Bu Zhi lalu terdiam.

Lalu tiba-tiba datang lagi pertanyaan, "Apa yang kau pikirkan mengenai Cao-Cao ?"

Kali ini Xue Zong yang bertanya.

Dan Zhuge Liang menjawab, "Cao-Cao adalah salah satu pemberontak yang melawan dinasti. Kenapa kau bertanya mengenai dia ?"

"Kau salah," Kata Xue Zong,"Dinasti Han telah habis masanya dan akhirnya telah dekat. Cao-Cao telah merebut 2/3 wilayah kekaisaran dan rakyat berpaling kepadanya. Tuanmu tidak mengenai saat2x menentukan ini dan mencoba melawan orang sekuat itu adalah seperti menghancurkan batu dengan telur. Kekalahan sudah dapat dipastikan."

Zhuge Liang dengan marah menjawab, "Kenapa kau berbicara kata-kata yang tidak bertanggung jawab seperti itu, seperti kau tidak mengenal apa yang disebut ayah dan kaisar ? Kesetiaan dan balas budi adalah hal yang utama dari diri seseorang. Bagi seorang menteri Han, perlakuan yang benar menuntuk dirinya untuk bersumpah menghancurkan siapa saja yang tidak mengikuti tugas-tugasnyayang seharusnya dilakukan oleh menteri. Leluhur Cao-Cao menikmati kekayaan dari dinasti ini, tetapi bukannya menunjukan rasa terima kasihnya, dia malah memberontak. Seluruh dunia menghujat dirinya, tetapi kau malah menyebutnya dia mengikuti takdir. Benar-benar kau adalah orang yang tidak mengetahui ayahmu dan kaisarmu, seseorang yang tidak pantas bebicara apapun, dan aku menolak untuk melanjutkan berargumen dengan orang sepertimu."

Wajah Xue Zong menjadi merah karena malu dan dia tidak berkata apa-apa lagi.

tetapi yang lainnya, Lu Ji, ikut didalam perseteruan itu dan berkata, "Walaupu Cao-Cao membayang-bayangi kaisar dan namanya memalukan para bangsawan, tetapi dia adalah keturunan dari perdana menteri Cao Shen. Sementara tuanmu walaupun dikatakan bahwa dia adalah keturunan pangeran, tidak mempunyai bukti mengenai hal itu. Dimata dunia, Liu Bei hanyalah seorang penganyam jerami dan penjual sendal. Siapakan dia berani melawan Cao-Cao ?"

Zhuge Liang tertawa dan membalasnya, "Apakah kau Lu Ji yang mencuri buah jeruk ketika kau duduk diantara tamunya Yuan Shu ? Dengarkan aku: aku punya kata yang harus kukatakan padamu. Cao-Cao memang benar merupakan keturunan perdana menteri cao shen, dia berdasarkan keturunan merupakan pelayan dari dinasti Han. Tetapi dia sekarang memonopoli kekuasaan pemerintah dan kekuasaan dipengang seluruhnya oleh dirinya. Dia melangkahi setiap wewenang tuannya. Tidah hanya dia melupakan siapa tuannya tetapi dia juga melupakan siapa leluhurnya. Tidak saja dia adalah pemberontak dinasti Han, tetap juga merupakan aib bagi keluarganya. Liu Bei dari Yu Zhou adalah keturunan mulia dari keluarga kekaisaran yang dimana kaisar telah mengakuinya sebagai paman seperti yang tercatat dalam sejarah keluarga kekaisaran. Bagaimana mungkin kau dapat berkata bahwa tidak ada bukti bahwa dia keturunan kekaisaran ? Lagipula, pendiri dinasti Han padamulanya juga berasal dari derajat yang rendah tetapi akhirnya dia menjadi kasiar. Dimana malunya harus menganyam jerami dan menjual sepatu ? Maksud2xmu, padangan kurang dewasamu tidak pantas untuk diungkapkan dihadapan para orang-orang terpelajar yang berdiri disini."

Hal ini membuat Lu Ji tidak dapat berkata apa-apa lagi.

Tetapi seorang lainnya lagi berkata, "Kata Zhuge Liang sangatlah berlebihan dan dia menyesatkan maksud dari pembicaraan ini. Yang dikatakannya bukanlah argumen yang semestinya dan dia lebih baik tidak usah berkata apa-apa lagi. Tetapi aku ingin bertanya pada dia, buku2x klasik apa saja yang dia telah pelajari ?"

Zhuge Liang melihat pada orang itu, yang ternyata adalah Yan Jun dan berkata, "Apa gunanya buku2x itu ? Apakah buku2x itu dapat menjalankan kebijakan negara atu mengatur pemerintahan ? Yi Yin yang merupakan petani di negara Shen, Lu Wang seorang nelayan di Sungai Wei, Zhang Liang dan Chen Ping, Zheng Yu dan Geng Yan-- Semua adalah orang-orang dengan kemampuan luar biasa, tetapi aku tidak pernah mengetahui buku2x apa saja yang pernah mereka baca. Apakah kau ingin menyamakan dia dengan murid2x kutu bukumu itu, yang menghabiskan waktu untuk berkutat dengan kuas dan tinta mereka, yang menghabiskan hidup mereka untuk mempelajari literatur yang sia2x, menyia-nyiakan waktu dan tinta ?"

Tidak ada balasan yang dilontarkan, Yan Jun menundukan kepalanya dengan malu.

Lalu sangahan lain dilontarkan, Cheng Deshu kali ini yang berbicara, "Kau benar-benar hanya berbicara besar saja, tuan, Tetapi kata itu tidak memberikan bukti dari keterpelajaranmu. Aku berpikir bhawa pelajar yang asli pasti akan tertawa mendengarkan kata-katamu."

Zhuge Liang menjawab, "Ada yang disebut pelajar mulia, Setia dan patriotik. Dia sangat menjaga kelakuannya dan membenci kepura-puraan. Yang menjadi perhatian pelajar seperti itu bertindak dengan sadar dan sepenuh hati serta membiarkan masa depannya diisi dengan reputasi yang baik. Ada pelajar yang biasa-biasa saja, seorang kutu buku, tidak lebih. Setiap hari hanya berteman dengan penanya saja, dimasa mudanya dia menyusun ode dan di masa tuanya berusaha mengerti isi buku2x klasik sepenuhnya. Ribuan kata telah dituliskan dari penanya, tetapi tidak ada suatu ide yang gemilang dipikirannya. Dia mungkin, seperti Yang Xiong, yang memasyurkan masanya dengan tulisan akan tetapi berhenti untuk melayani tiran seperti Wang Mang. Aku tidak heran Yang Xiong meloncat dari jendela. Itu adalah jalan dari pelajar biasa-biasa saja. Walaupun dia membuat ratusan ode, tetapi apa gunanya itu bagi dia ?"

Cheng Deshu tidak menjawab. Para pejabat yang lain sekarang mulai merasa ketakutan atas kehebatan Zhuge liang dalam berdebat. Baru pertama kali mereka melihat ada seorang yang dapat mengetarkan hati para manusia ini dengan ketakutan hanya melalui kata-kata.

Hanya dua diantara mereka, Zhang Wen dan Luo Tong yang tidak mendapat kesempatan untuk bertanya, tetapi ketika mereka berusaha untuk mempermalukan Zhuge Liang, tiba-tiba seseorang muncul dan dengan marah berteriak ,"Ini bukanlah cara yang tepat untuk menyambut seorang tamu. Kalian adalah orang-orang terpelajar dan terhebat dimasa ini dan kau semua duduk disana berusaha untuk menjatuhkan dia sementara musuh besar kita Cao-Cao mendekati perbatasan kita. Bukannya membahas bagaimana mengalahkan Cao-Cao, kalian semua bersengketa dan saling menjatuhkan."

Semua mata tertuju pada pembicara itu. Dia adalah Huang Gai dari LingLing, yang merupakan kepala komsaris tentara dari wilayah selatan.

Dia berbalik memberi salam pada Zhuge Liang dan berkata, "Ada pepatah mengatakan walaupun sesuatu dapat diraih dengan berkata-kata, tetapi kita mungkin akan mendapatkan lebih dengan diam. Kenapa tidak memberikan tuanku keuntungan dari mendengarkan nasihatmu dan bukannya menghabiskan waktu berdiskusi dengan gerombolan ini ?"

"Mereka tidak mengerti" Balas Zhuge Liang, "Dan sangat diperlukan untuk membuat mereka mengerti, jadi aku harus berbicara."

Ketika Huang Gai dan Lu Su mengantar tamu mereka menuju tempat Sun Quan, mereka bertemu Zhuge jin. Zhuge Liang memberi salam padanya selayaknya adik kepada kakaknya.

Zhuge Jin berkata, "Kenapa kau belum menemuiku, adik?"

"Aku sekarang berkerja pada Liu Bei dari Yu Zhou dan adalah tepat untuk mendahulukan kepentingan publik dibandingkan kewajiban pribadi. Aku tidak dapat menghadiri urusan pribadi sampai tugasku selesai. Kau harus memaafkan ku, kakak."

"Setelah kau menemui Tuan Sun Quan, datanglah kepadaku dan ceritakan mengenai kabar di rumah." Kata dia segera berpamitan.

Ketika mereka melintasi ruang audiensi, Lu SU sekali lagi meminta Zhuge Liang untuk tidak berbicara terus terang, "Jangan katakan besarnya pasukan Cao-Cao. Aku mohon ingatlah itu."

Zhuge Liang hanya mengangguk saja tidak menjawab. Ketika mereka sampai di aula besar, Sun Quan datang menuruni tangga untuk menyambut tamunya dan bersikap sungguh baik. Setelah bersalaman dan memperkenalkan diri, Zhuge Liang dipersilahkan duduk sementara Para pejabat Sun Quan berbaris menjadi dua sisi, disatu sisi pejabat sipil dan dilain sisi pejabat militer. Lu SU berdiri disamping Zhuge Liang.

Lalu Zhuge Liang berbicara mengenai niat Liu Bei, dia menatap pada Sun Quan. Dia melihat Sun Quan memiliki warnat mata biru kehijauan dan janggut berwarna ungu kemerahan. Aura kepemimpinan meliputi seluruh badannya, "Dapat dipastikan dari penampilannya bahwa dia bukanlah orang biasa. Dia mungkin dapat dikejutkan tetapi tidak dapat dibujuk. Akan lebih baik mendengarkan apa yang dibicarakannya terlebih dahulu, lalu akan mengarahkan tindakannya." Pikir Zhuge Liang.

"Lu Su sering membicarakan kejeniusanmu," Kata Tuan Rumahnya, "Sungguh suatu hal yang menyenangkan untuk bertemu denganmu. Aku percaya kau akan memberikanku nasihatmu yang berharga itu."

"Aku tidaklah pintar ataupun terpelajar," Jawabnya, "Sangat memalukanku untuk mendengar kata-kata seperti itu."

"Kau telah berada di Xinye Akhir2x ini dan kau membantu tuanmu untuk melewati perang yang sangat menentukan dengan Cao-Cao, Kau pasti mengetahui berapa besar kekuatan militernya."

"Pasukan tuanku sangatlah kecil dan jenderalnya hanya sedikit, pertahanan kota sungguh lemah dan tidak ada persediaan mencukupi. Karena itu tidak ada pertahanan yang dapat dibuat untuk melawan pasukan sebesar pasukan yang dipunyai Cao-Cao."

"Berapa banyakkah yang dia punya ?"

"Pasukan kuda, pejalan kaki, darat dan laut, dia mempunyai satu juta pasukan."

"Apakah tidak ada keraguan mengenai hal itu ?" Tanya Sun Quan terkejut.

"Tidak ada sama sekali. Ketika Cao-Cao pergi ke Yan Zhou, dia memiliki 200.000 prajurit QingZhou. Dia mendapatkan 500.000-600.000 prajurit ketika mengalahkan Yuan Shao. Dia mendapatkan lagi 300.000-400.000 prajurit baru di ibu kota. Terakhir-terakhir ini dia mendapatkan lagi 200.000- 300.000 pasukan Jing Zhou. Dan jika ini semua dijumlah maka pasukannya tidak kurang dari 1.500.000 prajurit. Aku mengatakan 1.000.000 prajurit karena aku khawatir hal ini akan menakuti para perwiramu."

Lu Su sangat gelisah dan mukanya pucat. Dia melihat kepada Zhuge Liang, tetapi Zhuge Liang pura-pura tidak melihatnya. Sun Quan bertanya apakah musuh besarnya itu memiliki pemimpin2x yang cukup.

"Cao-Cao memiliki cukup adminsitrator dan ahli strategi untuk mengatur pasukan sebesar itu dan jenderal-jenderalnya serta pemimpin2x lainnya berjumlah tidak kurang dari 1.000 orang atau mungkin 2.000 orang."

"Apakakah yang akan dilakukan Cao-Cao berikutnya setelah dia mendapatkan Jing Zhou ?"

"Dia berkemah disepajang sungai, dan dia mengumpulkan kapal2x perang. Jika dia tidak berniat menyerang dataran selatan, apa yang akan dilakukannya dengan itu semua ?"

"Karena memang itu niatnya, berarti masalahku adalah apakah melawannya atau tidak melawannya. Aku harap kau dapat memutuskan itu untukku."

"Aku mempunyai sesuatu untuk kukatakan, tetapi aku khawatir, tuan, kau tidak akan mau mendengar hal ini."

"Aku sangat ingin mendengar saranmu yang berharga itu."

"Pergolakan telah berlangsung cukup lama dan kau telah membuat pasukan didaerah selatan dan Liu Bei mengumpulkan kekuatan diselatan sungai Han untuk memperebutkan daerah kekaisaran ini melawan Cao-Cao. Sekarang Cao-Cao telah mengatasi hampir seluruh kesulitannya dan kemenangannya baru2x ini di Jing Zhou telah memenangkannya reputasi. Walaupun mungkin ada seorang yang berani untuk menentangnya, tetapi tampaknya sampai saat ini belum ada tanda2x kesempatan untuk mengalahkannya. Oleh sebab itu Liu Bei terpaksa untuk datang kemari. Tetapi, jenderal, aku harap kau mengukur sendiri kemampuan pasukanmu dan memutuskan apakah kau dapat bergerak menyerang Cao-Cao dan kau harus lakukan itu segera. Jika kau merasa tidak mampu, maka ikutilah nasihat para penasehatmu itu. Hentikan seluruh kegiatan militer dan menyerah, lalu tundukan wajahmu kearah utara dan melayaninya."

Sun Quan tidak menjawab. Zhuge Liang melanjutkan, "Kau telah memiliki reputasi sebagai orang yang rasional tetapi aku jg tahu bahwa kau sering merasa ragu2x. Tetapi masalah ini sangatlah penting, dan bencana akan segera sampai jika kau tidak bisa memutuskan apapun."

Lalu Sun Quan menjawab, "Jika apa yang kau katakan adalah kondisi sebenarnya, kenapa Liu Bei tidak menyerah ?"

"Apakah kau mengetahui cerita mengenai Tian Feng, pahlawan negara Qi. Dia terlalu mulia untuk menyerah dan malu. Perlu diingat bahwa Liu Bei juga merupakan keluarga Jauh dari dinasti, selain dia adalah orang yang terkenal. Setiap orang melihat dan berharap kepada dia. Ketidakberhasilannya sampai saat ini adalah karena kehendak langit, tetapi dia tetap tidak bisa berlutut dan bersujud kepada siapapun juga."

Kata-kata terakhir itu sangat membuat Sun Quan gusar, dan dia tidak dapat mengontrol rasa marahnya. Dia segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu. Semua pejabat sipil yang berada disana tersenyum satu sama yang lainnya.

tetapi Lu Su yang kesal segera menghampiri Zhuge Liang dan berkata,"Beruntung untukmu, tuanku berpikiran luas dan berlapang dada dengan tidak memenggal kepalamu karena telah berbicara kasar kepadanya."

Zhuge Liang lalu tertawa.

"Sungguh orang yang sangat sensitif !" Kata Dia,"Aku tahu Cao-Cao dapat dihancurkan, tetapi dia tidak pernah bertanya begitu padaku. Jadi aku tidak berkata apa-apa."

"Jika kau sungguh tahu apa yang harus dilakukan, aku akan segera memohon tuanku untuk bertanya padamu."

"Pasukan Cao-Cao dimataku tidak lebih daripada sekumpulan semut. Aku hanya perlu mengangkat tanganku dan mereka akan hancur semua." Kata Zhuge Liang.

Lu Su segera pergi keruangan pribadi tuannya, dimana dia menemukan Sun Quan masih sangat kesal dan marah.

"Zhuge Liang menghinaku terlalu dalam." kata Sun Quan.

"Aku telah berbincang dengannya." Kata Lu Su, "Dan dia tertawa serta berkata bahwa kau terlalu sensitif. Dia tidak akan memberikanmu nasehat apapun bila kau tidak bertanya padanya. Kenapa kau tidak meminta nasehat darinya tuanku ?"

Segera kemarahan Sun Quan berubah menjadi keceriaan.

Dia berkata, "Jadi dia telah memiliki rencana, dan katak2xnya bermaksud untuk memprovokasi aku. Aku sempat membencinya untuk sesaat dan itu hampir saja membuatku kalah."

Lalu Sun Quan kembali ke aula dimana tamunya masih duduk dan meminta Zhuge Liang untuk melanjutkan yang ingin dikatakannya.

Sun Quan berkata, "Aku menyinggungmu barusan. Aku harap kau tidak masukan dalam hati."

"Dan aku juga sungguh kasar," Jawab Zhuge Liang, "Aku memohon ampunanmu."

Tuan Rumah dan tamunya itu pergi keruangan dalam dimana arak telah disajikan.

Setelah meminum beberapa cangkir, Sun Quan berkata, "Musuh Cao-Cao adalah Lu Bu, Liu Biao, Yuan Shao, Yuan Shu, Liu Bei dan diriku sendiri. Sekarang kebanyakan dari orang-orang ini telah tiada dan hanya tinggal aku dan Liu Bei yang tersisa. Aku tidak akan pernah membiarkan tanah Wu untuk di atur2x oleh orang lain. Satunya yang telah bertahan melawan Cao-Cao hanyalah Liu Bei, tetapi dia juga telah dikalahkan dan apa yang dapat kita lakukan dengan Cao-Cao ?"

Zhuge Liang menjawab, "Walaupun dikalahkan, Liu Bei masih memilik Guan Yu dengan 10.000 prajurit veteran. Dan Liu Qi masih memimpin 10.000 prajurit darat dan laut di Jiang Xia. Pasukan Cao-Cao datang dari jauh, dan mereka sedang kelelahan. Mereka memaksakan diri untuk menyerang tuanku dan mereka harus melakukannya dengan berat sekali sebelum tuanku berhasil mundur. Pasukan mereka terpaksa berkuda sejauh 100 Km dalam satu malam. Juga sekarang adalah musim semi, panah2x mereka tidak lagi cukup tajam untuk menembus sutra tipis dari Lu. Pasukan mereka sudah tidak bisa apa-apa lagi. Mereka juga adalah orang-orang utara, tidak terlatih perang laut dan juga orang-orang Jing Zhou menolak membantu mereka. Mereka tidak ingin membantu Cao-Cao, sekarang jika kau, jenderal, membantu Liu Bei, Cao-Cao pasti dapat dikalahkan, dan harus mundur ke utara. Lalu negaramu dan Jing Zhou akan menjadi kuat, dan tiga posisi kekuatan akan terbentuk. Tetapi rencana ini harus dijalankan secepatnya dan hanya kau yang dapat memutuskan."

Sun Quan dengan gembira menjawan”Kata-katamu, Guru, telah membuka jalan bagi pikiranku. Aku telah memutuskan dan tidak ada keraguan lagi."

Lalu perintah segera diberikan untuk mengadakan serangan bersama terhadap posisi pasukan Cao-Cao. Dan Sun Quan memerintahkan Lu Su untuk memberitakan hal ini kepada seluruh pejabatnya. Dia sendiri mengantar Zhuge Liang kepenginapan tamu.

Ketika Zhang Zhao mendengar keputusan ini, dia bertemu dengan para koleganya dan berkata, "Tuan Kita telah jatuh kedalam perangkap Zhuge Liang."

Mereka pergi secara bersama-sama kepada tuan mereka, "Kami mendengar kau akan menyerang Cao-Cao. Tetapi bagaimana kau membandingkan dirimu dengan Yuan Shao ? Pada saat itu Cao-Cao dapat dikatakan cukup lemah, tetapi dia berhasil menang perang. Dan sekarang dia memiliki pasukan yang tak terhitung lagi jumlahnya. Dia tidak boleh dengan ceroboh diserang. Dan mendengarkan saran Zhuge Liang untuk berperang sama seperti membawa minyak menuju api."

Sun Quan tidak menjawab dan Gu Yong menambah argumen itu.

Gu Yong berkata, "Liu Bei telah dikalahkan dan dia ingin meminjam bantuan kita untuk mengalahkan musuhnya. Kenapa tuanku harus menyerahkan dirinya kedalam rencananya ? Aku harap tuanku mendengarkan kata-kata para penasehat."

Keragu-raguan muncul kembali dikepala Sun Quan.

Ketika para penasehat sudah pergi, Lu Su datang dan berkata, "Mereka datang untuk membujukmu tidak berperang, tetapi memintamu menyerah. Semua ini karena mereka ingin mengamankan keselamatan keluarga mereka. Mereka telah kehilangan rasa tanggung jawab mereka dan mengabdi sampai akhir. dan aku harap kau tidak mendengarkan saran mereka."

Sun Quan makin terlena dalam kebingungan dan tidak berkata apapun, Lu Su lalu berkata, "Jika kau ragu maka kau akan jatuh dan....."

"Berhentilah kau berbicara," Kata Sun Quan, "Aku harus memikirkan masalah ini hati2x."

Lalu Lu Su meninggalkan ruangan itu. Diantara bawahannya, yang prajurit menginginkan berperang, tetapi yang sipil menginginkan menyerah. Dan Akhirnya banyak terjadi diskusi dan perdebatan diantara mereka. Sun Quan pergi kekediaman pribadinya dgn sangat tidak tenang. Disana dia tidak makan maupun tidur. DIa tidak dapat memutuskan apa yang harus dilakukannya.

Lalu Lady Wu, Adik dari ibunya, yang juga dianggap ibu oleh Sun Quan sendiri, bertanya apa yang membuatnya khawatir. Dan dia menceritakan mengenai kekalutan pikirannya dan masalah Cao-Cao yang akan menyerang. Dia juga menjelaskan bagaimana pandangan para penasehatnya yang saling berlainan.

"Jika aku bertarung maka aku mungkin kalah, jika aku menyerah mungkin Cao-Cao tidak akan membiarkanku hidup." Kata Sun Quan.

Lalu dia berkata, "Apakah kau lupa pd kata-kata terakhir dari kakakku yang juga adalah ibu kandungmu ?"

Seperti terbangun dari mabuk dan mimpi, lalu terlintaslah kata-kata terakhir ibu kandungnya itu tepat sebelum kematiannya.

Ibunya berpesan ."Didalam Zhou Yu kau akan menemukan kedamaianmu."

BAB 44

Teringat oleh kata-kata ibunya sebelum meninggal, Zhou Yu pun dipanggil menuju ChaiShang.

Zhou Yu sedang melatih pasukan laut di danau Po Yang ketika dia mendengar Cao-Cao dan pasukannya bergerak kedataran selatan. Dia segera pergi ke Chaisang secepatnya. Jadi sebelum utusan dikirim memanggilnya maka dia telah tiba terlebih dahulu. Karena Zhou Yu dan Lu Su adalah teman dekat, maka Lu Su pergi untuk menyambut kedatangannya dan menceritakan padanya apa yang telah terjadi di pertemuan kemarin.

"Kau tidak perlu khawatir, temanku. Aku akan melakukan yang terbaik bagi tuan kita dan Wu. Panggilah Zhuge Liang itu, aku ingin berbicara kepadanya." Kata Zhou Yu.

Lalu pergilan Lu Su mencari Zhuge Liang di rumah tamu.

Sementara itu Zhou Yu kedatangan tamu-tamu lainnya, Yang pertama adalah Kelompok pejabat sipil yang dipimpin oleh Zhang Zhao. Zhang Hong, Gu Yong dan Bu Zhi yang mewakili kelompok para penasehat tinggi.

Mereka diterima dengan baik dan setelah berbincang2x sebentar, Zhang Zhao berkata, "Apakah kau telah mendengar berita besar baru2x ini ?"

"Aku tidak mendengar berita apapun," Kata Zhou Yu.

"Cao dan pasukannya telah menguasai Jing Zhou dan berkemah di utara sungai. Dia telah mengirim utusan untuk meminta tuan kita berburu bersamanya dia Jiang Xia. Dia ingin mengambil wilayah kita pastinya tetapi Cao-Cao masih bersikap seperti teman. Kami berharap tuan kita menyerah sehingga hal itu akan menghilangkan bencana dari dataran selatan. Tetapi Lu Su telah kembali bersama Penasehat Liu Bei yang bernama Zhuge Liang, Dia menginginkan balas dendam untuk diri mereka sendiri akibat kekalahannya dengan menggunakan kekuatan kita. Lu Su jg memaksa untuk mendukung kebijakan menyerang Cao-Cao. Kami semua menunggu keputusan akhir yang berada ditanganmu."

"Apakah pendapat kalian semua dari para penasehat tinggi sudah sama ?"

"Kami berpendapat sama." Kata Zhang Zhao.

Zhou Yu lalu berkata, "Aku juga berpendapat sama seperti kalian. Aku harap kalian segera pulang dan esok aku akan bertemu tuan kita dan akan membujuknya untuk menyerah."

Lalu mereka semua akhirnya pergi.

Tidak berapa lama datang lagi sekelompok pejabat yang dipimpin Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang. Mereka mewakili kelompok Jenderal Besar.

Setelah berbincang-bincang sejenak lalu Cheng Pu berkata, "Apakah kau telah mendengar bahwa daerah kita akan diserahkan pada orang lain ?"

"Belum, aku belum mendengar berita apapun." Jawab Zhou Yu.

"Kami membantu Jenderal Sun Jian dan Sun Ce untuk mendapatkan daerah-daerah ini dan mulai menyiapkan pondasi untuk sebuah kerajaan. Dan untuk mendapatkan hal itu kami berperang dalam berbagai pertempuran sebelum akhirnya bisa memenangkan ke 6 daerah Wu dan Yue. Sekarang tuan kita mendengarkan nasehat para pejabat sipil yang ingin menyerah pada Cao-Cao. Ini adalah hal yang sangat disayangkan dan memalukan, dan kami lebih baik mati daripada mengikuti hal ini. Jadi kami harap engkau akan memutuskan untuk berperang dan kau dapat bergantung pada kami sampai orang kami yang terakhir."

"Dan apakah keputusan kalian sudah bulat ?" Tanya Zhou Yu.

Huang Gai tiba-tiba maju dan memukul dahinya sendiri serta berkata," Mereka boleh mengambil kepalaku, tetapi aku bersumpah tidak akan pernah menyerah."

"Tidak ada dari kamu yang akan menyerah !!!" Teriak yang lainnya.

"Aku juga berpendapat kita tidak menyerah dan melawan Cao-Cao. Bagaimana mungkin kita berpikir untuk menyerah setelah semua jerih payah yang kita lakukan untuk mendapatkan daerah selatan ini? Sekarang aku harap kalian kembali ke tempat masin2x, jenderal, dan ketika aku menemui tuan kita, aku akan menyelesaikan masalah ini."

Akhirnya mereka semua pergi. Lalu datang lagi kelompok pejabat pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Zhuge Jin, Lu Fan dan yang lainnya.

Mereka diterima dengan baik dan setelah saling memberi salam, Zhuge Jin berkata, "Adikku telah datang dan berkata bahwa Liu Bei ingin bersekutu dengan tuan kita melawan Cao-Cao. Pejabat sipil dan militer memiliki pendapat yang berbeda. Tetapi karena adikku terlibat disini maka aku tidak akan berbicara banyak mengenai kedua belah pihak. Kami menunggu keputusanmu."

"Dan apakah yang kau pikir mengenai masalah ini ?" Tanya Zhou Yu.

"Penyerahan diri adalah jalan menuju kedamaian dan itu lebih mudah, sedangkan hasil dari perang sangat sulit untuk diramalkan."

Zhou Yu tersenyum dan berkata, "Aku akan memiliki jawabannya esok hari, datanglah ke istana esok dan keputusannya akan diumumkan."

Orang-orang itu segera pergi. Tetapi belum lama berselang, para komandan lapangan datang menemui Zhou Yu, Mereka adalah Lu Meng, Gan Ning dan para pendukungnya. Mereka juga berkeinginan untuk membiacarakan masalah yang sama.

"Aku tidak akan banyak berbicara sekarang," Jawab Zhou Yu, "Tetapi akan keputusannya akan diumumkan besok hari di istana."

Mereka akhirnya pergi juga.

Kira2x tengah hari, Lu Su dan Zhuge Liang datang. Zhou Yu segera menyambut mereka di gerbang utama untuk menerima mereka.

Ketika mereka telah duduk pada tempat2x masing-masing, Lu Su berkata, "Cao-Cao telah datang melawan daerah selatan dengan tentara besarnya. Tuan Kita tidak dapat memutuskan apakah harus menyerah atau berperang dan menunggu untuk keputusanmu. Apakah pendaptmu ?"

Zhou Yu berkata, "Kita tidak boleh melawan Cao-Cao ketika dia memegang titah dari kaisar. Lebih lagi, dia sangat kuat dan untuk menyerang dia sangat beresiko. Menurut pendapatku, melawan artinya kekalahan dan karena menyerah artinya memilih jalan damai. Aku memutuskan untuk menasehati tuan kita untuk menyerah."

"Tetapi kau salah !!!" Lu Su menjawab, " Daerah ini telah berada ditangan keluarga yang sama selama 3 generasi dan tidak bisa tiba-tiba ditinggalkan dan diserahkan pada orang lain. Tuan Kita yang terdahulu, Sun Ce mempercayakan keamanan daerah ini kepadamu dan kepadamulah kami semua berharap agar daerah ini kokoh seperti gunung tai shan. Sekarang kau mengambil pandangan mereka yang lemah dan mengusulkan menyerah ! Aku tidak dapat percaya kau melakukan hal ini."

Jawab Zhou Yu,"6 daerah yang kita miliki ini memiliki penduduk yang banyak sekali. Jika akan membawa bencana pada mereka dengan penderitaan akibat perang, maka mereka akan membenciku. Jadi aku telah memutuskan untuk menyerah."

"Tetapi apakah kau tidak menyadari kekuatan tuan kita dan kemampuan dari negeri kita ini ? Jika Cao-Cao akan menyerang, maka belum tentu dia dapat menguasainya semudah itu."

Kedua orang itu saling berdebat lama sekali, sementara Zhuge Liang duduk tersenyum dengan mengipas-ngipaskan kipas bulunya.

Lalu Zhou Yu berkata, "Kenapa kau tersenyum begitu, guru ?"

Dan Zhuge Liang menjawab, "Aku tersenyum kepada Lu Su, yang tidak mengetahui mengenai kejadian akhir2x ini."

"Guru," Kata Lu Su, "Apakah maksudmu ?"

"Maksud untuk menyerahkan diri ini sangatlah masuk akal. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan."

"Nah, !" Zhou Yu langsung menimpali, "Zhuge Liang mengetahui saat yang tepat dan dia setuju denganku."

"Tetapi.... Kenapa kalian berdua ini, kenapa kalian berkata seperti ini ?" Tanya Lu Su.

Kata Zhuge Liang, "Cao-Cao adalah seorang pemimpin yang hebat, begitu hebatnya sampai tidak ada yang berani menentangnya. Hanya beberapa orang yang pernah mencobanya dan mereka semua telah dihancurkan. Dunia sudah tidak mengenal nama mereka. Terkecuali Liu Bei, yang tidak mengerti mengenai keadaan ini dan terus menerus melawan dia tanpa lelah, dan sekarang hasilnya dia ada di Jiang Xia dengan kondisi pasukan yang mengenaskan. Untuk menyerah artinya menjaga keselamatan istri dan anak-anak, untuk menjadi kaya dan dihormati. Tetapi harga diri suatu negeri akan diserahkan pada kesempatan dan takdirnya. Walaupun begitu hal itu tidak layak dijadikan bahan pertimbangan."

Lu Su lalu menyela dengan marah, "Apakah kau ingin membuat tuanku berlutut dan memohon pada pemberontak seperti Cao-Cao ?"

Lalu Zhuge Liang berkata, "Sebenarnya ada jalan lain yang lebih mudah. Kita tidak perlu menyerah dan juga berperang. Bahkan kita tidak perlu melintasi sungai. Yang kita perlukan hanya utusan dan perahu kecil yang cukup untuk beberapa orang saja. Jika Cao-Cao mendapatkan 2 orang saja dari tanah ini, maka dia berserta seluruh pasukannya akan segera mundur dan pergi."

"Siapakah kedua orang yang dapat menyebabkan Cao-Cao pergi seperti yang kau katakan ?" Tanya Zhou Yu.

"Suatu ketika aku pernah mendengar bahwa Cao-Cao seang membangun sebuah bangunan megah di sisi sungai Zhang. Tempat itu akan dinamakan "Menara Burung Perunggu". Bangunan itu sangat indah dan dia telah mencari keseluruh dunia untuk wanita-wanita tercantik yang akan tinggal didalam tempat itu."

"Sekarang di Wu ada dua wanita cantik dari keluarga Qiao. Mereka begitu cantik sehingga burung berhenti terbang dan ikan tenggelam, bulan menutup mukanya dan bunga2x indah tersipu malu dihadapan mereka. Cao-Cao telah bersumpah dia hanya menginginkan dua hal didunia ini. Yang pertama adalah Tahta Kekaisaran yang aman dan kedua wanita cantik ini berada di menara Burung perunggu. Apabila dia diberikan kedua wanita itu, maka matipun dia tidak akan menyesal. Ekspedisi kali ini dengan membawa pasukan besar sebenarnya juga bertujuan untuk merebut kedua wanita itu. Kenapa kau tidak membeli kedua wanita ini dari orang tuanya, Sesepuh Qiao, berapapun harganya dan mengirimkannya kepada Cao-Cao ? Setelah mereka dikirim, pasukan Cao-Cao pasti akan segera menjauh. Ini adalah taktik yang digunakan Fan Li dari Yue dengan mengunakan si cantik Xi Shi untuk mengalahkan Raja Wu."

Zhou Yu mendengarkan penjelasan Zhuge Liang sampai akhir lalu dia berdiri dan sangat marah.

Dia menunjuk keutara dengan jarinya dan berkata," Kau Pemberontak tua, penghinaan ini sudah sungguh keterlaluan !"

Zhuge Liang langsung berdiri dan berusaha menenangkan hatinya seraya berkata, "Tetapi ingatlah, Khan dari suku Xiongnu. Kaisar Han memberikannya putrinya sebagai istri walaupun Khan itu telah sering sekali menyerang daerah kita. Ini adalah harga sebuah perdamaian. Kau pasti tidak akan berkeberatan untuk memberikan dua wanita dari antara orang-orang mu ini."

"Kau tentu tidak tahu, tuan." Balas Zhou Yu, "Dari kedua wanita keluarga Qiao itu, Yang tertua adalah janda dari Sun Ce dan yang muda adalah istriku !"

Zhuge Liang berpura sangat terkejut dan berkata, "Aku sungguh2x tidak tahu. Aku telah salah bicara....Benar-benar pantas mati...pantas mati!"

"Salah satu dari kita harus pergi, Apakah pemberontak tua itu atau aku. Karena kita tidak akan dapat hidup dibawah langit yang sama. Aku bersumpah !" Teriak Zhou Yu.

"Tetapi, hal seperti ini memerlukan pertimbangan yang matang," Kata Zhuge Liang, "Kita tidak boleh membuat kesalahan."

Zhou Yu berkata, "Aku telah menerima kepercayaan dari tuanku yang lalu, Sun Ce. Aku tidak akan berlutut kepada Cao-Cao. Apa yang tadi kukatakan hanya untuk melihat bagaimana kau akan menghadapinya. Aku meninggalkan Po Yang dengan tujuan menyerang utara. Dan tidak ada suatu apapun yang dapat mengubah pendirianku, tidak juga pedang dibadangku atau kampak di leherku. Tetapi aku percaya kau akan membantuku dan kita akan menyerang Cao-Cao bersama-sama."

"Aku sangat senang dan tidak akan menolak ajakanmu, aku akan memberikan kemampuanku yang tidak seberapa ini selama aku bisa. Mungkin, aku akan dapat memberikanmu sebuah rencana untuk melawan dia."

"Aku akan pergi menemui tuanku esok hari untuk membicarakan masalah ini." Kata Zhou Yu.

Zhuge Liang dan Lu Su lalu berpamitan.

Keesokan harinya, Sun Quan mengadakan pertemuan dimana semua bawahannya, baik sipil, militer, pejabat daerah dan komandan lapangan semua ada disana. Mereka berjumlah 60 orang kira2x. Dikelompok pejabat tinggi sipil ada Zhang Zhao sebagai pimpinan, disisi pejabat militer ada Cheng Pu yang mewakili mereka.

Segera Zhou Yu masuk.

Ketika Sun Quan sudah selesai memberi kata-kata pembukaan, Zhou Yu berkata, "Aku dengar Cao-Cao sedang berkemah di utara sungai dan telah mengirim utusan padamu, tuanku, aku ingin bertanya bagaimana pendapatmu ?"

Sun Quan terdiam dan tidak menjawab.

Lalu Zhou Yu dengan tersenyum, "Sipencuri tua itu mengira bahwa tidak ada seorang manusiapun ditanah selatan ini."

"Apa menurut pendapatmu, tuan ?" Tanya Sun Quan.

"Apakah kau telah mendiskuskan ini dengan para pejabat ?" Tanya Zhou Yu.

"Kita telah berdebat selama berhari-hari. Ada saran yang berkata agar kita menyerah saja dan ada lagi sebagian yang lainnya meyarankan perang. Aku tidak dapat memutuskan dan karena itu aku meminta kau datang dan memutuskan untukku."

"Siapa yang menyarankan menyerah ?" Tanya Zhou Yu.

"Zhang Zhao dan kelompoknya telah teguh dengan pendiriannya itu."

Zhou Yu lalu melihat pada Zhang Zhao dan berkata, "Aku ingin mendengar kenapa kau menasehat untuk menyerah , guru ."

Lalu Zhang Zhao berkata, "Cao-Cao telah menyerang semua musuh2xnya atas nama kaisar yang sepenuhnya berada dalam tangannya. Dia melakukan apapun atas nama pemerintah. akhir2x ini dia telah mengambil Jingzhou dan karena itu hal ini meningkatkan popularitasnya. Pertahanan kita melawan dia adalah sungai besar, tetapi sekarang dia juga telah memiliki angkatan laut yang besar dan dapat menyerang melewati laut. Bagaimana mungkin kita dapat melawan dia ? Karena itu aku usulkan bagi kita untuk menyerah sampai ada kesempatan untuk menang."

"Ini hanyalah saran dari seorang kutu buku." Kata Zhou Yu, "Bagaimana mungkin kau berpikir untuk meninggalkan daerah yang telah kita pertahankan ini selama 3 generasi."

"Jika memang begitu," Kata Sun Quan, "Adakah sebuah rencana untuk melawannya ?"

"Walaupun Cao-Cao menggunakan nama perdana menteri dinasti Han, didalam hatinya dia adalah pemberontak. Kau, tuan, adalah seorang pemberani dan juga ahli perang. Kau adalah pewaris dari ayahmu dan kakakmu. Kau memimpin pasukan yang berani dan terlatih dan juga memiliki banyak persediaan. Kau mampu menguasai seluruh negeri dan mengenyahkan kejahatan. Tidak ada alasan mengapa kau harus menyerah pada pemberontak."

"Lebih lagi, Cao-Cao telah menjalankan ekspedisi ini dengan mengesampingkan semua taktik2x perang.Daerah utara belum sepenuhnya aman. Ma Teng dan Han Sui masih menghantui mereka. Pasukan utara jg tidak terbiasa berperang diair. Cao-Cao sedang mengubah pasukan kavelerinya dan melatih mereka untuk mendayung kapal. Lagi, sekarang adalah musim dingin dan cuaca sedang dingin2xnya sehingga tidak ada makanan untuk kuda-kuda mereka. Pasukan dari daerah tengah harus melalui jalan yang berlumpur dan akan menemukan diri mereka tidak terbiasa dengan cuaca ini dan akan jatuh sakit terkena malaria. Dan sekarang karena semua hal yang kusebutkan ini maka kekalahannya sudah dapat dipastikan, bagaimanapun banyaknya mereka, kau akan dapat menangkap Cao-Cao segera. Berikan aku beberapa legiun veteran dan aku akan pergi menghancurkan dia."

Sun Quan lalu berdiri dari tempatnya dan berkata, "Pemberontak tua itu telah dari dahulu ingin menjatuhkan Han dan menjadi kaisar. Dia telah menyingkirkan seluruh orang yang ditakutinya, hanya tersisa diriku dan aku bersumpah bahwa salah satu dari kami harus pergi sekarang. Aku dan dia tidak akan dapat hidup dibawah langit yang sama. Apa yang kau katakan, temanku, adalah seperti yang kupikirkan, dan langit pasti telah mengirimkanmu padaku untuk membantu."

"Hambamu ini akan betermpur sampai akhir." Kata Zhou Yu, "Dan tidak akan takut untuk berkorban apapun juga, hanya saja jenderal kau Jangan ragu lagi."

Sun Quan mengambil pedangnya dan menebas ujung meja dihadapannya serta berkata, "Siapapun orang yang menyarankan aku untuk menyerah maka nasibnya akan sama seperti meja ini !"

Lalu dia menyerahkan pedang itu pada Zhou Yu, dan pada saat yang sama segera memberikan jabatan Panglima Besar dan Admiral utama angkatan Laut Wu kepada Zhou Yu, Cheng Pu diangkat menjadi Wakil admiral dan kepala pasukan Angkatan Laut Wu. Lu Su diangkat menjadi Asisten komandan lapangan.

Lalu Sun Quan berkata, "Dengan pedang ini kau akan membunuh siapapun pejabat yang tidak menuruti perintahmu."

Zhou Yu mengambil pedang itu dan lalu berbalik pd semua orang diruang pertemuan itu, "Kalian semua telah mendengar perintah tuan kita yang menugaskanku untuk memimpin kalian semua melawan Cao-Cao. Kalian akan dikumpulkan esok hari di tepi sungai untuk menerima perintah. Jika kalian terlambat atau gagal datang, maka hukum militer akan dijalankan atas kalian. 7 larangan dan 54 hukuman berat juga berlaku didalam operasi militer ini. Aku harap kalian semua dapat mematuhi perintah ini."

Zhou Yu berpamitan pada Sun Quan dan meninggalkan ruangan itu. Para pejabat juga segera bubar.

Ketika Zhou Yu sampai ditempatnya, dia segera memanggil Zhuge Liang untuk berdiskusi masalah ini. Dia memberitahukan Zhuge Liang bahwa keputusan telah diambil dan bertanya apa rencana yang terbaik untuk dilakukan.

Zhuge Liang berkatan "Tuanmu masih belum menetapkan pikirannya. Sampai dia telah yakin maka tidak akan ada rencana yang bisa dibuat."

"Apa maksudmu ?"

"Didalam hatinya Sun Quan masih takut akan kekuatan pasukan Cao-Cao dan ketidak seimbangan besar kedua pasukan. Kau harus menjelaskan padanya mengenai angka2x itu dan buatlah dia membuat keputusan final sebelum kita melakukan apapun."

"Saranmu sungguh baik," Kata Zhou Yu dan dia segera pergi malam itu kekediaman Sun Quan.

Sun Quan berkata, "Kau pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan jika kau datang malam-malam begini."

Zhou Yu berkata, "Aku akan membuat persiapan esok hari. Apakah kau sudah yakin dengan keputusanmu ini ?"

"Sebenarnya aku masih ragu mengenai perbandingan jumlah pasukan kita dan mereka. Aku merasa pasukan kita terlalu kecil dan aku ragu mengenai hal ini."

"Karena keragu-raguanmu itulah aku datang malam ini dan aku akan menjelaskan. Cao-Cao berkata bahwa dia memiliki 1.000.000 prajurit dan kau ragu serta takut sehingga tidak bisa berpikir keadaan sebenarnya. Mari kita lihat masalahya satu per satu. Kita tahu bahwa pasukan Cao-Cao yang berasal dari daerah tengah, mungkin berjumlaj 100.000 - 150.000 prajurit, banyak dari mereka sakit. Dia hanya mempunyai 70.000 - 80.000 prajurit dari utara dan banyak dari mereka sudah kelelahan. Pasukan yang lainnya didapat dari hasil menguasai pasukan Yuan Shao dan Jing Zhou, dan mereka belum memiliki kesetiaan kepada Cao-Cao. Ditambah lagi mereka semua tidak terbiasa perang di air. Walaupun tampaknya pasukan mereka besar tetapi tidaklah menakutkan. Aku dapat menghancurkan mereka dengan 50.000 prajurit saja. Kau,tuanku tidak perlu khawatir”

Sun Quan berkata, "Kau telah menjelaskan kesulitanku dan menghilangkan keraguanku. Zhang Zhao adalah orang bodoh yang selalu menghalang-halangi ekspedisiku. Hanya kau dan Lu Su yang mengerti isi hatiku. Besok, kau, Lu Su dan Cheng Pu akan mulai mengerakkan pasukan dan aku akan mempersiapkan tentara cadangan untuk membantu kalian jika dibutuhkan. Kirimlah pesan padaku jika kau ada kesulitan, dan aku akan membawa pasukanku untuk membantumu."

Zhou Yu berpamitan tetapi didalam hatinya dia berkata, "Jika Zhuge Liang dapat menduga apa pikiran tuanku dengan begitu tepatnya, dia terlalu pintar untuk diriku dan dia akan menjadi sumber bencana dikemudian hari. Dia harus dapat segera disingkirkan."

Zhou Yu mengirim utusan untuk memanggil Lu Su dan membicarakan masalah mengenyahkan Zhuge Liang. Lu Su menolak usulan itu.

"Tidak, Jangan !" Kata Lu Su, "Ini artinya menghancurkan diri sendiri dengan menyingkirkan orang terbaikmu sebelum Cao-Cao dihancurkan."

"Tetapi Zhuge Liang pasti akan membantu Liu Bei dan akan merugikan kita."

"Cobalah untuk meminta Zhuge Jin membujuk dirinya. Akan sangat menguntungkan kita untuk dapat memiliki mereka berdua."

"Ya, memang benar." Jawab Zhou Yu.

Keesokan paginya, Zhou Yu pergi kekemahnya dan memimpin rapat. Para pasukan bersenjata berjaga disisi kiri dan kanannya dan para pejabat berbaris dan mendengarkan perintah.

Cheng Pu yang lebih tua dari Zhou Yu tetapi hanya dijadikan Wakil panglima, sangat marah karena penugasan ini. Dia berpura-pura sakit dan tidak hadir dari rapat. Tetapi dia mengirim anaknya Cheng Zi untuk mewakili dirinya.

Zhou Yu berkata pada para pejabat , "Hukum tidak pandang bulu dan kalian semua harus memenuhi tugas-tugasnyayang ditugaskan pada kalian. Cao-Cao sekarang lebih kejam dari pada Dong Zhuo dan kaisar benar-benar merupakan tahanan di XuChang, dijaga oleh pasukan yang paling kejam. Kita telah menerima perintah untuk menghancurkan Cao-Cao dan dengan bantuan kalian, kita akan bergerak maju. Pasukan tidak boleh menyengsarakan rakyat dimanapun. Imbalan untuk jasa dan hukuman untuk kesalahan akan diberikan secara adil."

Setelah itu Zhou Yu mulai membagi-bagi tugas. Zhou Yu memerintahkan Han Dang dan Huang Gai sebagai pemimpin pasukan utama dan memerintahkan membawa 1.000 kapal tempur berbagai ukuran untuk berlayar dan pergi ke "3 Muara". Mereka akan dapat perintah lain setelah sampai disana. Lalu dia membagi pasukan menjadi 4 kelompok pasukan dengan dua pemimpin di masing-masing pasukan. Jiang Qin dan Zhou Tai, Pan Zhang dan Ling Tong, Taishi Chi dan Lu Meng, Lu Xun dan Dong Xi. Lu Fan dan Zhu Zhi ditugaskan menjadi inspektur untuk memeriksa segala kesiapan dan keperluan dan memastikan semua rencana dijalankan dengan baik. Pasukan darat dan laut akan digerakan secara serentak. Dan dimulailah ekspedisi Wu menyerang utara.

Setelah menerima perinah2x itu, masing-masing orang segera menuju posnya masing-masing. Cheng Zi anak Cheng Pu kembali dan memberitahu ayahnya mengenai pengaturan itu. Cheng Pu sangat terpukau oleh kemampuan Zhou Yu dalam mengatur urusan militer.

Kata Dia, "Aku selalu membenci Zhou Yu dan mengira dia hanyalah seorang kutu buku yang tidak akan bisa menjadi seorang jenderal, tetapi hari ini dia telah menunjukan bahwa dia memiliki bakat pemimpin besar. Aku harus membantunya."

Lalu Cheng pu pergi ketenda Zhou Yu dan dia disana mengakui kesalahannya. Dia diterima dengan baik dan dimaafkan.

Kemudian Zhou Yu memanggil Zhuge Jin dan berkata, "Adikmu itu seorang jenius, seorang pria yang dilahirkan untuk menjadi penasehat raja. Kenapa dia mau melayani Liu Bei ? Sekarang dia sedang berada disini, aku harap kau mau mencoba untuk membujuknya berkerja pada kita. Sehingga tuan kita akan mendapatkan dukungan dan kalian, kakak dan adik akan dapat bersama kembali”

Zhuge Jin berkata, "Aku malu atas jasa-jasa ku yang kecil sekali selama aku berada disini, dan aku tidak dapat melakukan yang lainnya selain mentaati perintahmu dan berusaha sebaik yang aku bisa."

Segera dia berangkat menuju tempat adiknya. Zhuge Liang menerima dia dan ketika mereka sampai diruangan dalam, Zhuge Liang bersujud dengan hormat dan menangis, dia menceritakan kejadian2x yang dialaminya sejak mereka berpisah dan kesedihannya atas perpisahan itu.

Lalu Zhuge Jin menangis dan berkata, "Adik, apakah kau ingat cerita mengenai Bo Yi dan Shu Qi, kakak dan adik yang tidak mau dipisahkan ?"

"Zhou Yu pasti mengrimnya untuk membujukku." Pikir Zhuge Liang,dia lalu menjawab ,"Mereka adalah dua orang mulia dimasa lampau, tentu aku tahu."

"Kedua orang itu walaupun mereka meninggal karena kelaparan di bukit Shuoyang, tetapi mereka tidak pernah berpisah. Kau dan aku lahir dari ibu yang sama, tetapi melayani tuan yang berbeda dan tidak pernah bertemu. Apakah kau tidak malu ketika kau berpikir mengenai Bo Yi dan Shu Qi ?"

Zhuge Liang menjawab, "Kau sekarang berkata mengenai kekeluargaan, tetapi yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah tugas-tugasnyanegara. Kita berdua adalah orang-orang Han dan Liu Bei merupakan keluarga dinasti. Jika kau, kakakku, dapat meninggalkan datartan selatan dan ikut denganku melayani Liu Bei, maka disatu sisi kita akan dihormati sebagai menteri Han dan dilain sisi kita akan bersama sebagai kakak dan adik. Keluarga dan tugas dapat diterima dan disesuikan dengan keadaan. Apa yang kau pikirkan mengenai hal ini, kakakku ?"

"Aku datang ingin membujuk dirinya tetapi sekarang malah aku yang dibujuknya." Pikir Zhuge Jin.

Dia tidak dapat berkata apa-apa untuk membalas omongan adiknya. Lalu dia berdiri dan segera berpamitan. Dia kembali pada Zhou Yu dimana dia menceritakan semua kejadian ini.

"Apa jadi keputusanmu ?" Tanya Zhou Yu.

"Jenderal Sun Quan telah sangat baik terhadapku dan aku tidak akan dapat meninggalkan dia begitu saja." Jawab Zhuge Jin.

"Karena kau bersikap tetap setia, maka tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Aku pikir aku punya rencana untuk mengatasi adikmu itu."

BAB 45

Zhou Yu sekarang takut dengan kepandaian Zhuge Liang yang suatu hari akan membuat daerah selatan terancam. Dia membuat rencana rahasia untuk menyingkirkan Zhuge Liang. Dia meneruskan persiapan perang dan ketika semua pasukan telah selesai dikumpulkan dan siap, dia pergi untuk bertemu dengan tuannya.

"Kau pergilah dahulu, tuan." Kata Sun Quan, "Aku akan memimpin pasukan untuk mendukungmu."

Zhou Yu segera berpamitan dan degnan Cheng Pu serta Lu Su, Dia bergerak dengan pasukan utama. Dia mengundang Zhuge Liang untuk menemaninya dalam ekspedisi kali ini. Dan Zhuge Liang dengan sangat senang menyetujuinya, mereka ber 4 berada dalam perahu utama yang besar. Mereka segera berlayar menuju Xiakou.

Kira2x 50 Li dari "3 Muara", kapal2x mereka segera menurunkan jangkar dan Zhou Yu membangun benteng dan perkemahan ditepi sungai. Zhuge Liang walaupun begitu, tidak tinggal didalam perkemahan, dia memilih untuk menetap disebuah kapal kecil.

Ketika kemah telah selesai dibuat, Zhou Yu mengirimkan permintaan pada Zhuge Liang untuk datang dan memberinya nasehat. Zhuge Liang lalu datang.

Setelah memberi salam, Zhou Yu berkata, "Cao-Cao, walaupun dia mempunyai pasukan yang lebih kecil dari Yuan Shao, tetapi dia berhasil mengalahkan Yuan Shao karena dia mengikuti nasehat yang diberikan oleh Xun You untuk menghancurkan depot persediaan Yuan Shao di Wu Chao. Sekarang Cao-Cao memiliki lebih dari 800.000 prajurit lebih sementara aku hanya memiliki 50.000-60.000 prajurit saja. Jadi untuk mengalahkannya maka kita harus menghancurkan persediaanya. Aku telah menemukan bahwa depot persediaan pasukan Cao-Cao berada digunung TieDuo. Karena kau berasal dari daerah ini, kau tentu mengetahui topografi daerah ini dengan baik sekali dan aku berharap untuk memerintahkanmu menghancurkan tempat itu bersama dengan Guan Yu, Zhang Fei dan Zhao Yun. Aku akan membantumu dengna 1.000 prajurit. Aku harap kau segera memulainya. Dengan cara ini kita dapat mempercepat kemenangan pasukan."

Zhuge Liang langsung mengetahui rencana dibalik perintah ini. Dia berpikir dalam dirinya sendiri, "Ini adalah siasat untuk membalasku karena tidak mau menerima ajakan bergabung dengan daerah selatan. Jika aku menolaknya, aku akan menjadi bahan tertawaan.Jadi aku akan melakukan seperti apa yang dia minta dan akan mencari cara untuk mengelak."

Lalu Zhuge Liang segera menerima perintah itu, dan Zhou Yu sangat senang dalam hatinya.

Setelah Zhuge Liang keluar dari kemah, Lu Su menemui Zhou Yu dan berkata, "Kenapa kau mengirimnya untuk tugas ini ?"

"Karena aku ingin membuat dia mati tanpa terlihat bahwa aku yang melakukannya. Aku berharap dia akan dibunuh oleh tangan Cao-Cao dan mencegah dia untuk melakukan bencana pada kita dikemdian hari."

Lu Su pergi dan menemui Zhuge Liang untuk melihat apakah dia mencurigai sesuatu. Lu Su menemukan, Zhuge Liang tampak tidak khawatir dan sedang mempersiapkan pasukan untuk berangkat.

Tidak dapat membiarkan Zhuge Liang pergi tanpa peringatan mengenai bahaya ini, Lu Su berkata, "Apakan kau pikir ekspedisi ini akan sukses ?"

Zhuge Liang berkata, "Aku ahli dalam berbagai hal pertempuran, Dengan infantri, kavaleri dan kereta kuda. Dengan pasukan darat, atau pasukan laut semua sama saja. Aku tidak seperti kau dan temanmu itu, hanya mampu melakukan satu hal saja."

"Apa maksudmu dengan perkataan itu ? "Tanya Lu Su.

"Aku mendengar anak-anak dijalan bernyanyi seperti ini 'Untuk menyiapkan penyergapan dan mempertahankan kota, Lu Su adalah yang harus dipilih. Tetapi ketika perang di air, Zhou Yu adalah orangnya.' "

"Kau hanya pantas untuk menyiapkan jebakan dan menjaga benteng, Seperti Zhou Yu yang hanya mengerti perang di air." Kata Zhuge Liang.

Lu Su kembali kepada Zhou Yu membawa cerita ini yang membuatnya lebih membenci Zhuge Liang.

"Berani sekali dia menghinaku, berkata aku tidak dapat berperang di darat !!! Aku tdk akan membiarkannya pergi. Aku akan pergi sendiri dengan 10.000 prajurit dan menghancurkan depot persediaan Cao-Cao !!!"

Lu Su pergi kembali kepada Zhuge Liang dan menceritakan kejadian itu, Zhuge liang tersenyum dan berkata, "Zhou Yu hanya menginginkan aku untuk pergi dalam ekspedisi ini karena dia berharap Cao-Cao membunuhku. Dan aku menggodanya sedikit saja, tetapi ternyata dia tidak dapat menahan marah. Sekarang adalah saat2x yang penting, dan Tuan Sun Quan berserta Tuanku harus berkerja sama jika ingin berhasil. Jika salah satu orang ingin mencelakakan yang lainnya, seluruh rencana kita akan gagal. Cao-Cao bukanlah orang bodoh dan biasanya dia yang selalu menyerang musuh dengan cara menghancurkan persediaan mereka. Apakah kau kira Cao-Cao tidak menambah penjagaan terhadap depot persediaannya ? Jika Zhou Yu mencoba, maka dia akan tertangkap dan dijadikan tawanan. Apa yang harus dilakukannya adalah membuat peperangan di sungai, dimana disana kita akan mematahkan semangat pasukan utara dan mencari jalan lain untuk mengalahkan mereka seluruhnya. Jika kau dapat membujuk dia untuk melihat bahwa ini adalah jalan terbaik, maka semuanya akan baik-baik saja."

Segera Lu Su kembali pada Zhou Yu dan menceritakan apa yang Zhuge Liang katakan.

Zhou Yu mengeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar hal itu dan dia berkata, "Orang ini terlalu pintar. Dia lebih pintar 10 kali dibandingkan aku. Dia harus segera disingkirkan atau akan menjadi masalah nantinya."

Kata Lu Su ,"Ini adalah saatnya kau memakai orang-orang hebat. Kau harus memikirkan kebaikan untuk negeri kita terlebih dahulu. Ketika Cao-Cao sudah dikalahkan, kau boleh melakukan semaumu padanya."

Zhou Yu merasa bahwa hal ini cukup beralasan.

Liu Bei memerintahkan keponakannya Liu Qi untuk menjaga Jiang Xia, sementara dia bersama pasukannya kembali ke Xiakou. Lalu dia melihat di tepi sungai seberang, banyak sekali bendera2x dan panji2x dengan berbagai warna. Dia mengetahui bahwa ekspedisi tentara selatan telah dimulai. Lalu dia memajukan semua pasukannya di Jiang Xia ke Fankou.

Lalu dia mengumpulkan seluruh pejabatnya dan berkata, "Zhuge Liang sudah berada Di Wu cukup lama, dan tidak ada kabar darinya. Jadi aku tidak tahu bagaimana keadaan disana. Apakah ada diantara kalian yang bersukarela mencari tahu kesana ?"

"Aku akan pergi," Kata Mi Zhu.

Lalu hadiah berupa daging dan arak dipersiapkan, dan Mi Zhu bersiap untuk perjalanan kedaerah selatan dengan alasan memberikan hadiah untuk para para prajurit yang akan berperang. Dia pergi menggunakan perahu kecil dan menuju benteng Wu. Pasukan Wu melaporkan kedatangannya pada Zhou Yu, yang langsung memerintahkan agar dia diantar masuk. Mi Zhu bersujud dan memberi selamat serta membawakannya hadiah-hadiah dari Liu Bei untuk pasukan yang akan berperang.

Mi Zhu berkata, "Zhuge Liang telah berada disini untuk waktu yang cukup lama, aku datang untuk memintanya kembali denganku."

"Zhuge Liang membuat rencana denganku disini dan aku tidak dapat membiarkannya pergi," Kata Zhou Yu, "Aku juga ingin melihat Liu Bei sehingga kita dapat membuat rencana serangan bersama-sama. Tetapi ketika seseorang menjadi kepala pasukan dari pasukan utama, maka dia tidak dapat pergi bahkan sesaat juga. Jika saja tuanmu mau datang kemari maka itu suatu kehormatan untukku."

Mi Zhu setuju bahwa Liu Bei akan datang dan segera berpamitan.

Lalu Lu Su bertanay pada Zhou Yu, "Apa alasanmu menginginkan Liu Bei datang ?"

"Liu Bei adalah seorang pemberani dan pria berbahaya yang harus segera dimusnahkan. Aku mengambil kesempatan ini untuk membujuknya datang. Ketika dia mati, maka sebuah bahaya besar telah hilang."

Lu Su mencoba untuk mencegah hal ini, tetapi Zhou Yu tidak mendengarkannya.

Zhou Yu lalu memerintahkan, "Aturlah 50 prajurit bersembunyi disekitar tenda jika Liu Bei memutuskan untuk datang dan ketika aku jatuhkan cangkir maka, itu adalah tandanya bagi mereka untuk membunuh dia."

Mi Zhu kembali dan berkata pada Liu Bei bahwa Zhou Yu meminta kehadirannya. Dan tanpa curiga sedikitpun, Liu Bei segera memerintahkan mereka untuk menyediakan perahu untuk membawanya segera.

Guan Yu menentang keputusannya untuk pergi dan berkata, "Zhou Yu sangatlah licik dan memiliki banyak siasat, dan tidak ada berita dari Zhuge Liang. Aku harap kau pertimbangkan lagi hal ini."

Liu Bei menjawab, "Aku telah berencana mengabungkan kekuatanku dengan mereka untuk menyerang musuh yang sama. Jika Zhou Yu berharap untuk melihatku dan aku menolak datang, itu artinya pengkhianatan. Tidak ada yang akan dihasilkan apabila kedua belah pihak saling curiga."

"Jika kau memutuskan untuk pergi, maka aku akan pergi denganmu." Kata Guan Yu.

"Dan aku juga." Kata Zhang Fei.

Tetapi Liu Bei berkata, "Biarkan Guan Yu yang pergi denganku sementara kau dan Zhao Yun berjaga disini. Jian Yong akan menjaga Exian. Aku tidak akan pergi terlalu lama."

Setelah memberikan perintah ini, Liu Bei berangkat dengan Guan Yu dengan perahu kecil. Pengawal yang menyertainya tidak sampai 20 orang. Liu Bei bersuka cita ketika melihat deretan kapal perang Wu ditepi sungai, para prajurit berjaga dengan baju Zirah mereka yang dirancang khusus untuk bertempur diair. Mereka semua terlihat gagah dan kuat. Seluruh kapal perang disusun dan dibariskan dengan rapih, perbentengan dan kemah2xnya sangat rapih dan semua tersusun dengan sebagaimana mestinya.

Segera setelah dia sampai, penjaga berlari memberitahu Zhou Yu.

"Berapa banyak kapal yang dia bawa ?" Tanya Zhou Yu.

Mereka menjawab, "Hanya satu dan pengawalnya sekitar belasan orang saja."

"Nasibnya telah habis”Kata Zhou Yu.

Zhou Yu lalu memerintahkan beberapa puluh prajurit untuk bersembunyi dan bersiap-siap membunuh Liu Bei apabila melihat tanda yang diberikan. Dia lalu keluar untuk menyambut Liu Bei. Liu Bei lalu bersama adiknya masuk kedalam kemah Zhou Yu.

Setelah saling mengucapkan salam, Zhou Yu berharap Liu Bei untuk duduk dikursi kehormatan, tetapi Liu Bei menolak dan berkata, "Jenderal, kau sangat terkenal diseluruh kekaisaran, sedangkan aku bukanlah siapa-apa. Jangan memperlakukan aku begitu, aku rasa aku tidak pantas."

Lalu mereka mengambil posisi seperti dua orang sahabat dan sesajian dibawa masuk.

Secara kebetulan ketika sedang berada ditepi sungai, Zhuge Liang mendengar bahwa tuannya telah tiba dan sedang bersama Zhou Yu. Berita itu mengejutkan Zhuge Liang dan dia berkata pada dirinya sendiri, "Apa yang harus kulakukan ?"

Dia segera pergi ke tempat tenda Zhou Yu dan mencuri lihat. Dia melihat bahwa Zhou Yu tampaknya memiliki aura buruk dan dia juga melihat ada pasukan yang bersembunyi disekitar kemah. Lalu dia melihat Liu Bei yang sedang tertawa dan tampak tidak khawatir, tetapi waktu Zhuge Liang melihat Guan Yu berada dibelakang Liu Bei, dia langsung tenang dan pergi.

"Tuanku tidak dalam bahaya." Kata Zhuge Liang dan dia pergi ke tepi sungai menunggu akhir dari pertemuan itu.

Sementara perjamuan sedang berlangsung dan ketika arak sudah dituangkan beberapa kali, Zhou Yu mengangkat cangkir untuk memberi signal bersiap. Tetap pada saat Zhou Yu ingin menjatuhkan cangkir itu dia melihat pada orang dibelakang Liu Bei, dengan pedang ditangan, Zhou Yu menjadi ragu dan bertanya siapakah dia.

"Ini adalah adikku, Guan Yu." Jawab Liu Bei sambil meminta Guan Yu maju mendekat.

Zhou Yu, cukup terkejut, berkata, "Apakah dia yang membunuh Yan Liang dan Wen Chou ?"

"Memang benar, dia orangnya." Balas Liu Bei.

Keringat dingin langsung keluar dari badan Zhou Yu dan dia menuangkan secangkir arak pada Guan Yu.

Lalu Tiba-tiba Lu Su datang dan Liu Bei berkata, "Dimanakah Zhuge Liang ? Maaf akan merepotkanmu untuk memanggilnya kemari."

"Tunggu sampai kita kalahkan Cao-Cao, "Kata Zhou Yu, "Lalu kau akan melihat dia."

Liu Bei tidak bernai mengulangi permintaanya lagi, tetapi Guan Yu memberi dia suatu tatapan bermakna yang Liu Bei pun mengerti, dan berkata, "Aku akan pergi dahulu sekarang. Aku akan datang lagi untuk mengucapkan selamat kepadamu ketika musuh telah dikalahkan."

Zhou Yu jg tidak menahan dia untuk tinggal, tetapi segera mengantar dia kedepan gerbang kemah dan Liu Bei pun pergi. Ketika dia sampai di tepi sungai, mereka bertemu Zhuge Liang yang sedang menunggu mereka diperahu.

Liu Bei sangatlah senang, tetapi Zhuge Liang berkata, "Tuan, tahukah kau bahwa kau baru saja lolos dari maut hari ini ?"

Liu Bei bekata,"Tidak, aku tidak berpikir ada bahaya."

"Jika Guan Yu tidak berada disisimu, kau pasti sudah terbunuh." Kata Zhuge Liang.

Liu Bei setelah beberapa saat berpikir melihat bahwa itu benar. Dia meminta Zhuge Liang untuk kembali bersamanya ke Fankou, tetapi Zhuge Liang menolaknya.

"Aku cukup aman berada disini." Kata Zhuge Liang, "Walaupun aku tinggal dimulut naga, aku tetap teguh seperti gunung Taishan. Sekarang, tuanku, pulanglah dan siapkan kapal dan prajurit pada hari ke 20 bulan ke 11, kirim mereka bersama Zhao Yun ketepi selatan untuk menjemputku. Pastikan agar perintah ini dilaksanakan tanpa kesalahan."

"Apa tujuanmu ?" Tanya Liu Bei.

"Ketika angin tenggara bertiup aku akan kembali."

Liu Bei ingin menanyainya lebih lanjut, tetapi Zhuge Liang mendesaknya segera kembali. Lalu perahu Liu Bei pun berlayar kembali ke Fankou dan Zhuge Liang kembali ke perahunya.

Perahu Liu Bei belum pergi Jauh ketika tiba-tiba terlihat kapal kecil berjumlah kurang lebih 50 buah sedang mendekat. Dan dihaluan kapal itu ada seorang pemimpin berbadan besar sedang berdiri dengan tomabk. Guan Yu sudah bersiap untuk melawan, tetapi ketika dia mendekat, dia mengenali bahwa itu adalah Zhang Fei, Yang datang karena takut kakaknya mengalami kesulitan."

Kemudian ke 3 bersaudara itu kembali bersama-sama.

Setelah Zhou Yu mengantar Liu Bei kegerbang kemah, dia kembali ke tendanya, Lu Su lalu datang menemuinya.

"Kau telah membujuk Liu Bei untuk datang, kenapa kau tidak menjalankan rencanamu ? " Tanya Lu Su.

"Karena Guan Yu itu, dia adalah seekor harimau buas. Dia tidak pernah meninggalkan kakaknya bahkan untuk sesaatpun. Jika aku mencoba melakukan sesuatu, kemungkinan besar aku akan kehilangan nyawaku."

Lu Su mengetahui bahwa Zhou Yu berkata yang sebenarnya. Lalu tiba-tiba seorang utusan memohon untuk menghadap dengan surat dari Cao-Cao. Zhou memerintahkannya untuk membawanya masuk dan mengambil suratnya. Tetapi ketika dia melihat kata-kata yang tertera disampulnya "PERDANA MENTERI HAN KEPADA KOMANDAN UTAMA ZHOU YU", Dia langsung merobek surat itu dan membuangnya ketanah.

"Penggal utusan ini !" Teriak dia.

"Ketika dua negara berperang, utusan mereka tidaklah boleh dibunuh." Kata Lu Su.

"Utusan dibunuh untuk menunjukan harga diri dan kemerdekaan sebuah negeri." Jawab Zhou Yu

Utusan itu dipenggal dan kepalanya dikirim balik kepada Cao-Cao.

Zhou Yu lalu memutuskan untuk bergerak. Pemimpin pasukannya adalah Gan Ning, didukung oleh dua sayap pasukan yang dipimpin Han Dang dan Jiang Qin. Zhou Yu memimpin pasukan yang ditengah. Keesokan paginya setelah makan pagi, perahu2x perang Wu segera belayar dengan membunyikan genderang perang.

Cao-Cao yang sangat marah melihat bahwa suratnya disobek dan utusannya dipenggal bermaksud untuk menyerang dengan kekuatan penuh. Pasukannya dipimpin oleh Cai Mai dan Zhang Yun. Angkatan laut Cao-Cao yang besar itu baru berlayar sampai didaerah 3 muara ketika mereka melihat kapal berbendera Wu di cakrawala.

Ketika kedua kapal terdepan mendekat, Dari arah pasukan Wu, Muncul seorang jenderal yang berteriak, "Aku adalah Gan Ning, aku menantang siapapun dari kalian bertempur !"

Cai Mao mengirim adiknya, Cai Xun untuk menerima tantangan itu. Tetapi Begitu kapal Cai Xun mendekat, Gan Ning menembakan panah dan Cai Xun langsung tewas. Gan Ning lalu memerintahkan kapal2x perangnya maju. Kapal2x Wu lebih cepat dan pasukannya lebih terlatih diair. Kapal2x Cao-Cao lebih besar dan memiliki prajurit lebih banyak, tetapi mereka tidak terbiasa diombang-ambing ombak sehingga tidak dapat memanah dengan tepat dan akibatnya hanya menghabiskan anak panah saja. Gan Ning bersama anak buahnya dengan kapal serang kecilnya bergerak diantara kapal besar Cao-Cao dan memecah belah pasukan musuh. Kedua sayap pasukan Wu yang dipimpin oleh Han Dang dikiri dan Jiang Qin dikanan menggunakan kapal dengan besar sedang tetapi memiliki tombak besar yang dipasang di ujung kapalnya untuk menenggelamkan kapal musuh.

Pasukan Cao-Cao yang kebanyakan berasal dari utara tidak mengetahui bagaimana berperang dilaut dengan efektif. Dan pasukan selatan dengan mudah mengakali mereka. Hari itu lebih dari 50.000 prajurit Cao-Cao tewas serta puluhan kapal rusak dan hancur. Pertempuran berlanjut hingga menjelang malam, dan Zhou Yu memutuskan untuk mundur, dan tidak ingin mengambil resiko terpancing mengejar musuh.

Cao-Cao berhasil dikalahkan, tetapi kapal2xnya masih dapat kembali ketepi sungai dan disana dia berkemah serta memerintahkan perbaikan kapal2xnya yang rusak.

Cao-Cao lalu memanggil Cai Mao dan Zhang Yun dan berkata, "Kalian tidak berusaha dengan baik dan membiarkan diri kalian dikalahkan oleh pasukan yang lebih kecil."

Cai mao membela dirinya dengan mengatakan, "Marinir Jing Zhou sudah lama tidak berlatih dan pasukan dari utara tidak terbiasa bertempur diair. Sebuah benteng air harus dibuat dan pasukan utara dilatih. Ketika mereka telah selesai pastilah kemenangan akan menjadi milik kita."

"Kau adalah admiral utama angkatan laut, jika sudah tahu apa yang harus dilakukan mengapa kau tidak melakukannya dan apa gunanya kau hanya mengatakannya padaku ?"

Lalu Cai Mao dan Zhang Yun membuat benteng air di tepi sungai. Mereka membuat 24 pintu air. Kapal2x besar diletakan lebih diluar sementara kapal2x yang lebih kecil ditempatkan disisi-sisi kapal besar untuk berpatroli. Malam hari lentera dan obor dinyalakan sehingga membuat langit menjadi terang benderang, air sungai tampak berwarna kemeraha-merahan. Kepulan asap terlihat sejah 100 Km tanpa terputus dari obor2x itu.

Zhou Yu kembali kedalam kemahnya dan mengadakan pesta kemenangan. Utusan dikirim kepada Sun Quan mengabarkan berita yang mengembirakan ini. Ketika malam tiba, Zhou Yu pergi kepuncak sebuah bukit dan melihat rentetan sinar memanjang di tepi barat. Dia tidak berkata apapun, tetapi kekhawatiran besar terjadi didalam dirinya.

Keesokan harinya Zhou Yu memutuskan bahwa dia akan pergi seorang diri untuk mengetahui kekuatan dari musuh. Lalu dia memerintahkan mereka menyiapkan beberapa kapal kecil yang diperlengkapi dengan berbagai persenjataan. Dia juga menempatkan pemain musik disetiap kapal. Mereka berlayar. Ketika mereka sampai didekat kemah Cao-Cao, jangkar diturunkan dan musik dimainkan sementara Zhou Yu memperhatikan formasi musuh dan bentengnya. Ketika dia melihat hal tersebut dia sangat terkejut karena persiapannya sangat hebat.

Dia berkata, "Benteng air ini disusun dengan sangat hebat dan rapih ! Adakah yang tahu siapakah yang memengang komando benteng ini ?"

"Mereka adalah Cai Mao dan Zhang Yun." Jawab salah seorang bawahannya.

"Mereka telah hidup diselatan cukup lama, "Kata Zhou Yu, "dan mereka sangat berpengalaman dalam perang dilaut. Aku harus mencari cara untuk menyingkirkan mereka sebelum mereka menyulitkanku."

Sementara itu ditepi sungai, penjaga menara memberitahukan pada Cao-Cao bahwa kapal2x musuh sedang memata-matai mereka. Cao-Cao memerintahkan beberapa kapal untuk menangkap mata-mata itu. Zhou Yu yang melihat hal ini segera memberi perintah untuk kembali ke kemahnya. Kapal2x Wu sangatlah cepat dan belum sempat Cao-Cao mengejar mereka, kapal2x Wu telah pergi jauh.

Kapal2x Cao-Cao berusaha mengejar, namun segera mereka sadar bahwa pengejaran itu tidak akan berhasil. Mereka kembali dan melaporkan ketidakberhasilan mereka.

Lagi Cao-Cao berkata, "Waktu itu kau kalah dalam pertempuran dan pasukanku menjadi takut. Sekarang musuh mengintai kemah kita, apa yang dapat kau lakukam ?"

Tiba-tiba ada seseorang yang maju dan berkata, "Ketika aku muda, Zhou Yu dan aku adalah sesama pelajar dan kami berteman baik. Lidahku ini masih baik dan aku akan pergi kesana dan membujuknya untuk menyerah."

Cao-Cao bergembiar mendapatkan jawaban atas masalahnya, dia melihat pada siapa yang berbicara itu. Dia adalah Jiang Gan dari Jiujiang. Salah satu penasehat dikemah itu.

"Apakah kau adalah teman Zhou Yu ?" Tanya Cao-Cao.

"Tenanglah, yang mulia perdana menteri." Jawab Jiang Gan, "Jika saja aku dapat menyebrangi sungai, maka aku akan mengurus segalanya."

"Apa saja yang kau perlukan ? " Tanya Cao-Cao.

"Berikan aku beberapa pelayan dan pelaut. Itu saja sudah cukup."

Cao-Cao lalu memerintahkan agar dipersiapkan seperti yang diminta.

Jiang Gan lalu pergi dengan perahunya, dan ketika telah turun ditepi sungai satunya, pelayannya diperintahkan memberitahukan pada Zhou Yu bahwa teman lamanya yang bernama Jiang Gan ingin bertemu.

Zhou Yu sedang berada didalam tendanya ketika utusan itu datang dan dia tertawa serta berkaa, "Seorang pembujuk sedang datang kemari."

Lalu dia berbisik pada para bawahannya dan prajuritnya merencanakan sesuatu.

Zhou Yu menerima temannya dengan senang. Kumpulan pejabat dan bawahannya mengiringi penyambutan itu. Jiang Gan berjalan dengan bangganya dan Zhou Yu memberinya salam.

"Kuharap kau baik-baik saja sejak terakhir kali kita bertemu." kata Jiang Gan.

"Kau telah datang dari jauh dan tentu sekarng lelah, Cao-Cao telah mengutusmu tentunya “ Kata Zhou Yu.

"Aku telah lama tidak melihatmu," Kata Jiang Gan, "Dan sekarang aku datang demi masa lalu. Kenapa kau berkata bahwa aku datang karena diutus Cao-Cao ?"

"Karena kau memilih memperlakukan teman lamamu seperti ini maka aku memutuskan untuk pergi." Kata Jiang Gan.

Zhou Yu mentertawainya dan berkata, "Aku khawatir kau datang untuk membujukku. Tetapi jika bukan itu maksud kedatanganmu maka kau tidak perlu pergi secepat itu."

Lalu keduanya masuk kedalam tenda. Disana mereka memberi hormat satu sama lainnya dengan beberapa pejabat Wu lainnya.

Jiang Gan diperkenalkan pada mereka semua dan perjamuan diadakan, sementara mereka minum dan makan, musik dibawakan oleh para wanita-wanita cantik dari selatan.

Zhou Yu lalu berkata, "Jiang Gan adalah teman lamaku disekolah dan kami pernah membuat sumpah sebagai teman. Walaupun dia dari utara, dia bukanlah seorang yang membahayakan. Jadi kalian semua tidak perlu khawatir."

Lalu Zhou Yu mengambil pedang komando yang dipakainya sebagai kepala komandan dan menyerahkan itu pada Taishi Chi serta berkata, "Kau ambil dan peganglah ini. Hari ini aku bertemu dengannya sebagai teman dan hanya berbicara sebagai teman dan jika ada orang yang mulai mendiskusikan masalah mengenai Cao-Cao dan daerah selatan, bunuhlah dia."

Taishi Chi langsung mengambil pedang itu dan duduk kembali ditempatnya. Jiang Gan cukup terkejut tetapi dia tidak mengucapkan sepatah katapun.

Akhirnya mereka semua saling tertawa dan bergembira malam itu.

Akhirnya mereka semua telah 1/2 mabuk. Lalu Zhou Yu mengajak temannya keluar dari tenda perjamuan. Pengawal yang berada diluar tenda berdiri dengan tegak dengan senjatanya yang mengkilap.

"Apakah kau pikir tentaraku adalah tentara yang hebat ?" Tanya Zhou Yu.

"Kuat seperti beruang dan berani seperti harimau." Jawab Jiang Gan.

Lalu Zhou Yu membawanya kebelakang kemah diama dia memperlihatkan beras dan persediaan yang ditumpuk disana dimana tingginya menyerupai bukit kecil.

"Apakah kau pikir aku mempunyai cukup persediaan makanan ?"

"Pasukanmu hebat dan persediaanmu cukup. Kabar burung yang beredar di ibu kota mengenai daerah selatan ternyata bukanlah isapan jempol belaka."

Zhou Yu berpura-pura mabuk berat dan melanjutkan, "Ketika kau dan aku masih menjadi murid disekolah, kita tidak pernah berpikir bahwa akan ada hari seperti hari ini, ya bukan ?"

"Untuk seorng jenius sepertimu, ini bukanlah hal yang luar biasa," Kata Jiang Gan.

Zhou Yu lalu menarik tangan temannya dan mereka duduk disuatu tenda.

"Aku telah menemukan tuan untuk kulayani. Kepadanya kami menemukan suatu perasaan yang benar mengenai bagaimana atasan memperlakukan bawahan. Dirumah kami semua merasakan kehangatan bersama keluarga. Dia mendengarkan semua perkataanku dan mengikuti saran2xku. Kami membagi suka dan duka bersama. Bahkan para penghasut dan pembujuk seperti Su Qin, Zhang Yi, Lu Jia, Li Yi ji hidup kembali, dan dengan kata-kata mereka yang seperti air sungai mengalir dan lidah mereka yang tajam seperto pedang, tidak akan dapat membuatku mengkhianati tuanku."

Zhou Yu tertawa keras sekali setelah dia selesai mengucapkan kata-kata tersebut dan wajah Jiang Gan berubah menjadi ketakutan. Zhou Yu lalu membawa Jiang Gan kembali kedalam tenda perjamuan itu dan lagi mereka meminum arak bersama-sama dengan para pejabat yang lainnya.

Kemudian Zhou Yu menunjuk pada mereka semua yang ada didalam perjamuan itu dan berkata , "Mereka semua adalah yang terbaik dan terhebat didataran selatan. Pertemuan kali ini mungkin dapat kita sebut "PERJAMUAN PARA PENDEKAR" "

Mereka minum-minum sampai hari menjelang tengah malam.

Lalu Jiang Gan berkata, "Aku sudah minum terlalu banyak."

Zhou Yu lalu memerintahkan agar meja dibereskan.

Akhirnya perjamuanpun berakhir dan setiap orang kembali ketempatnya masing-masing. Zhou Yu lalu berkata pd Jiang Gan, "Tampaknya telah cukup lama berlalu ketika masa2x dimana aku bisa berbagi dengan temanku. Malam ini kau akan menemaniku berbincang-bincang ditendaku."

Memasang Wajah orang sangat mabuk, dia mengantar Jiang Gan kedalam tendanya. Zhou Yu langsung berpura-pura terjatuh diatas ranjangnya.

Jiang Gan hanya berbaring dan mendengarkan pembicaraan2x tentara disekitar tenda itu. Kira2x 2 jam lewat tengah malam dia bangun dan mencari2x sesuatu di meja Zhou Yu. Dia melihat banyak tumpukan kertas dimejanya dan diantara tumpukan itu dia melihat ada surat yang dikirimkan oleh Cai Mao dan Zhang Yu, Admiral angkatan laut Cao-Cao dan Wakilnya. Dia membaca surat itu dang langsung terkejut karena isinya menceritakan pengkhianatan kedua orang itu.

"Kedua orang itu berhubungan dengan dataran selatan sejak dari awal." Pikir Jiang Gan. Lalu dia secara rahasia menyembunyikan kertasnya didalam sakunya dan mulai mencari yang lainnya. Tetapi pada saat itu Zhou Yu berbalik dan Jiang Gan langsung memadamkan lilin dan kembali berbaring tidur.

Zhou Yu kemudian berbicara dalam tidurnya dan berkata, "Temanku, aku akan membiarkanmu melihat kepala Cao-Cao dalam 1 atau 2 hari lagi."

Jiang Gan lalu berkata, "Kau bilang apa ?"

"Tunggulah beberapa hari lagi, kau akan melihat kepala Cao-Cao, Bajingan tua itu !!" Kata Zhou Yu berpura-pura mengigau.

Zhou Yu lalu berpura-pura tertidur kembali. Jiang Gan lalu hanya berbaring saja sampai jam berikutnya.

Lalu tiba-tiba ada seseorang yang datang, "Jenderal, apakah kau masih bangun ?"

Pada saat itu Zhou Yu berpura-pura terbangun dari tidurnya, dia lalu berkata, "Siapakah yang ada disampingku ini ?"

Suara itu menjawab, "Apakah kau tidak ingat jenderal ? Kau meminta teman lamamu itu untuk tinggal ditendamu. Dan itu adalah dia tentunya."

"Aku minum terlalu banyak kemarin malam," Kata Zhou Yu dgn nada menyesal, "Aku khawatir aku mengatakan terlalu banyak hal kemarin malam."

Lalu Suara itu melanjutkan, "Ada utusan datang dari utara."

"Pelankan suaramu," Kata Zhou Yu dan dia berbalik mendekati Jiang Gan yang dipanggil namanya. Tetapi Jiang Gan berpura-pura tertidur pulas dan tidak mendengar.

Zhou Yu melangkah pelan2x keluar tendanya dan Jiang Gan kemudian berjalan mendekati dan mendengarkan pembicaraan mereka. Dia mendengar ada yang berkata, "Cai mao dan Zhang Yu, mengirim utusannya."

Tetapi karena mereka berbisik-bisik, Jiang Gan tidak dapat mendengar apakah yang mereka bicarakan. Segera Zhou Yu kembali dan memanggil lagi nama Jiang Gan yang berpura-pura sedang tidur pulas. Lalu Zhou Yu pun kembali ketempat tidurnya.

Kemudian setelah Zhou Yu tertidur, Jiang Gan teringat bahwa Zhou Yu dikenal sangat teliti dan jika pagi harinya Zhou Yu menemukan bahwa suratnya telah hilang maka dia pasti akan menghukum mati dirinya. Oleh sebab itu Jiang Gan segera bangun dan pergi dengan tergesa-gesa.

"Kemanakah kau akan pergi tuan ?" Kata Penjaga gerbang perkemahan.

"Aku khawatir aku hanya mengganggu disini." Jawab Jiang Gan, "Dan aku lebih baik pergi dari sini, jadi aku mohon kau mau membiarkanku pergi."

Dia kemudian diijinkan keluar kemah dan segera pergi ketepi sungai dimana dia berlayar kembali ke Kemah Cao-Cao. Ketika dia kembali Cao-Cao langsung bertanya padanya bagaimana hasil tugasnya dan dia harus mengakui kegagalannya.

"Zhou Yu sangat pintar dan sungguh setia," Kata Jiang Gan, "Tidak ada suatu apapun yang dapat kulakukan untuk membuatnya menyerah pada kita."

"Kegagalanmu membuat diriku tampak bodoh." Kata Cao-Cao.

"Aku tidak dapat membujuk Zhou Yu, tetapi aku menemukan sesuatu untukmu. Suruh keluarlah para pelayan dan orang-orang yang lain setelah itu aku akan memberitahumu apa yang kutemukan."

Cao-Cao lalu memerintahkan para pelayannya keluar dan Jiang Gan kemudian menyerahkan surat yang dicurinya dari tenda Zhou Yu. Dia memberikan surat itu pada Cao-Cao. Cao-Cao membacanya dan lalu sangat marah. Dia segera memanggil orang untuk memerintahkan Cai Mao dan Zhang Yun menghadap.

Segera ketika mereka berdua tiba, dia berkata, "Aku ingin agar kalian berdua segera menyerang sekarang ."

Cai Mao menjawab, "Tetapi pasukan kita belumlah siap."

"Pasukan akan siap jika kau telah mengirimkan kepalaku pada Zhou Yu, bukankah begitu ?"

Kedua komandan itu bingung mendengar jawaban Cao-Cao dan tidak mengetahui apa maksudnya. Mereka terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Cao-Cao lalu memerintahkan penjaga untuk segera membawanya keluar dan menghukum matinya. Segera kepala mereka dibawa kehadapan Cao-Cao.

Kemudian Cao-Cao malam itu merenungkan masalah ini dan setelah beberapa saat dia tersadar bahwa dia telah tertipu.

Kematian kedua komandan angkatan laut ini menyebabkan banyak kebingungan didalam kemah mereka dan para pejabat lainnya bertanya apa alasan hukuman mati tersebut. Walaupun Cao-Cao mengetahui bahwa mereka hanya korban tetapi dia tidak mau mengakui hal tersebut.

Jadi dia berkata, "Mereka telah sering gagal, dan karena itu aku hukum mati."

Yang lainnya terkejut mendengar jawaban itu, tetapi tidak ada yang dapat mereka lakukan. Kedua komandan lainnya, Mao Jie dan Yu Jin diangkat menggantikan mereka.

Mata-mata membawa berita ini kepada Zhou Yu yang gembira karena siasatnya berhasil.

"Kedua orang itu, Cai Mao dan Zhang Yun adalah satu-satunya sumber kekhawatiranku." kata Zhou Yu, "Sekarang aku merasa lebih lega setelah mereka kusingkirkan."

Lu Su lalu berkata, "Jenderal, jika kau dapat melanjutkan seperti ini, kau tidak perlu takut akan Cao-Cao."

"Aku tidak berpikir bahwa mereka melihat permainanku ini." Kata Zhou Yu, "Kecuali Zhuge Liang. Dia dapat mengalahkanku, dan aku tidak berpikir ada siasatku yang dapat disembunyikan darinya. Kau pergi dan tanyakanlah padanya. Coba cari tahu apakah yang dia tahu."

BAB 46

Lu Su segera pergi menemui Zhuge Liang untuk mencari tahu apa yang Zhuge Liang ketahui mengenai taktik Zhou Yu.

"Banyak hal yang terjadi sehingga aku tidak dapat datang untuk mendengarkan nasehatmu." Kata Lu Su sambil memberi hormat.

"Memang benar begitu, dan aku belum sempat memberi ucapan selamat pada Komandanmu." Kata Zhuge Liang.

"Apa yang perlu kau berikan selamat dari dirinya ?"

"Kenapa kau masih bertanya, tuan. Bukankah dia mengirimmu untuk mencari tahu apakah aku mengetahui taktiknya atau tidak. Sungguh, aku harus mengucapkan selamat atas taktik yang hebat itu."

Lu Su langsung berubah pucat dan menarik napas panjang dan berkata, "Bagaimana kau mengetahuinya, guru ?"

"Taktik itu berhasil hanya karena Jiang Gan dapat dgn mudah dipermainkan. Cao-Cao walaupun telah tertipu pasti menyadarinya lambat laun. Hanya saja dia tidak akan mengakuinya. Bagaimanapun juga kedua orang itu telah lenyap dan pasukan dataran selatan terbebas dari kekhawatiran yang besar.Apakah kau pikir hal ini tidak pantas diberi ucapan selamat ? Aku mendengar Mao Jie dan Yu Jin adalah admiral yang baru, dan ditangan mereka terletak nasib seluruh angkatan laut pasukan utara."

Lu Su cukup terkejut. Dia berdiri cukup lama disana tak dapat berkata apapun, dan kemudian dia pergi.

Saat dia akan pergi, Zhuge Liang menesahit dia dan berkata, "Jangan kau beritahukan pada Zhou Yu bahwa aku mengetahui siasatnya. Jika kau memberitahu dia maka dia akan mencari cara untuk menyakiti aku."

Lu Su berjanji. Tetapi ketika dia bertemu dengan atasannya itu, dia menceritakan seluruh kejadian yang terjadi.

"Kita benar-benar harus segera mengenyahkan dia." Kata Zhou Yu,"Aku telah memutuskan untuk menyingkirkan dia."

"Jika kau membunuh dia, Cao-Cao pasti akan mentertawakan dirimu ?"

"Dia tidak akan !! Aku akan mencari cara yang baik untuk menyingkirkannya sehingga dia akan menemui kematian tanpa tahu apa yang terjadi."

"Tetapi bagaimana kau akan mencari cara untuk memperdayanya ?"

"Jangan kau tanyakan terlalu banyak. Aku akan segera melihatnya."

Segera seluruh pejabat dipanggil menuju tenda utama, dan Zhuge Liang dipanggil untuk hadir. Dia segera pergi bersama pengawal menuju tenda utama.

Ketika semua telah duduk, Zhou Yu tiba-tiba berkata pada Zhuge Liang, "Aku akan menyerang musuh secepatnya. Senjata apakah yang harus kugunakan ?"

"Peperangan di sungai paling tepat menggunakan panah.", Kata Zhuge Liang.

"Pendapatmu sama denganku. Tetapi saat ini kita kekurangan panah. Aku harap kau mau membantuku dengan menyuplai 100.000 anak panah untuk perang laut ini. Karena ini adalah tugas yang penting aku harap kau tidak akan menolaknya."

"Apapun tugas yang komandan perintahkan, aku harus mencoba untuk menjalankannya." Jawab Zhuge Liang”Dan jika bisa, bolehkah aku tahu kapan kau akan membutuhkannya ?"

"Dapatkah kau menyiapkannya didalam waktu 10 hari ?"

"Musuh akan segera tiba, aku rasa 10 hari terlalu lama." Jawab Zhuge Liang.

"Oh, begitukah. Jadi dalam berapa harikah kau perkirakan anak panah itu akan siap ?"

"Berikan aku 3 hari. Lalu kau akan mendapatkan 100.000 anak panahmu itu."

"Harap diingat, disini tidak boleh bercanda !" kata Zhou Yu, "Disaat perang seperti ini kita tidak boleh bercanda."

"Beranikah aku bercanda dengan komandan perang ? Berikan aku perintah tertulis. Jika aku tidak dapat menyelesaikan tugasku dalam 3 hari. Aku akan menerima hukuman."

Zhou Yu dalam hatinya merasa sangat senang, dia segera memerintahkan sekertarisnya untuk menyiapkan perintah.

Lalu dia minum arak untuk memberikan ucapan semoga sukses dan berkata, "Aku pasti akan memberi selamat dengan sepenuh hati ketika hal ini telah usai."

"Hari ini sudah terlalu malam untuk dihitung." Kata Zhuge Liang, "Pada hari yang ketiga dari esok pagi. Kirimkan 500 perahu kesungai untuk mengambil panah2x itu."

Mereka minum beberapa cangkir arak lagi dan Zhuge Liang kemudian berpamitan.

Setelah dia pergi, Lu Su berkata, "Apakah kau pikir ada tipuan dibalik semua ini ?"

"Aku yakin tidak ! Dia benar-benar telah menandatangani surat kematiannya." Kata Zhou Yu, "Tanpa perlu kupaksa, dia meminta surat penugasan resmi didepan seluruh pejabat. Bahkan jika dia tumbuh sayap, dia tidak akan lolos. Aku akan memerintahkan agar dia tidak diberikan material yang dibutuhkannya , sehingga aku yakin dia akan gagal. Dan ketika saat itu tiba, jika aku memberikan hukuman maka siapakah yang akan mengkritikku karena bertindak terlalu jauh ? Kau dapat pergi dan cari tahu apa yang dia lakukan setelah itu beritahukanlah padaku."

Jadi Lu Su segera pergi mencari Zhuge Liang, yang segera memasang wajah marah karena Lu SU telah melanggar janjinya.

Zhuge Liang berkata, "Dia ingin menyakiti aku seperti yang kau tahu dan aku tidak berpikir kau membocorkan rahasia kita bersama. Dan dari apa yang kau tahu, bagaimana mungkin aku akan mendapatkan 100.000 anak panah didalam 3 hari ? Kau harus membantuku sekarang."

"Kau membawa masalah pada dirimu sendiri, dan bagaimana sekarang aku akan menyelamatkanmu ?" kata Lu su.

"Aku berharap kau mau meminjamkan 20 kapal, masing-masing berisi 30 orang pendayung. Aku ingin boneka2x jerami diberi seragam pasukan Wu dan ditaruh disisi kapal tersebut. Aku akan menggunakan mereka. Pada hari yang ke 3, aku akan memberikan Zhou Yu 100.000 panah. Tetapi sekarang kau harus berjanji tidak akan memberitahu Zhou Yu mengenai hal ini, atau rencanaku akan gagal dan aku akan mati."

Lu Su setuju, dan kali ini dia benar-benar melaksanakannya. Dia pergi melapor pada atasannya seperti biasanya, tetapi dia tidak berkata apapun mengenai perahu yang Zhuge Liang minta.

Dia hanya berkata, "Zhuge Liang tidak menggunakan bambu atau bulu angas atau lem atau pernis, tetapi dia mempunyai cara lain untuk mendapatkan 100.000 anak panah itu."

"Mari kita tunggu sampai 3 hari itu habis." Kata Zhou Yu, yang bingung walaupun yakini bahwa Zhuge Liang akan gagal.

Lu Su segera mempersiapkan kapal2x yang diminta Zhuge Liang, masing-masing dengan 30 pendayung dan juga boneka2x jerami yang diminta. Ketika semuanya telah siap, dia menyerahkannya pada Zhuge Liang.

Zhuge Liang tidak melakukan apapun pada hari yang pertama ataupun hari yang kedua. Pada hari yang ketiga ditengah malam, Zhuge Liang mengirim pesan untuk meminta Lu Su pergi kekapalnya.

"Kenapa kau memanggilku, tuan ?" Tanya Lu Su.

"Aku ingin kau pergi denganku mengambil panah."

"Kemanakah kita akan pergi ?"

"Tidak perlu kau tanyakan, nanti kau akan melihatnya."

Kemudian kapal2x itu diikatkan satu persatu dengan tali dan bergerak keutara. Malam itu cuaca sangat berkabut, seluruh sungai tertutup kabut lebat, sehinga satu orang sangat sulit untuk melihat orang disebelahnya. Walaupun sangat berkabut, Zhuge Liang memeirntahkan kapal2x itu maju terus mengikuti aliran sungai keutara.

Kapal2x itu akhirnya sampai didekat kemah Cao-Cao sekitar hari menjelang pagi dan Zhuge Liang memerintahkan mereka membarikan kapal2x itu menhadap barat dan lalu membunyikan genderang perang dan berteriak.

"Tetapi apakah yang akan kita lakukan jika mereka menyerang kita ?" Tanya Lu Su.

Zhuge Liang menjawab dengan tersenyum, "Aku pikir kapal2x perang mereka tidak akan berani keluar dalam kabut ini. Teruskan minum arakmu dan mari kita bergembira. Kita akan kembali setelah kabut menghilang."

Segera terdengar suara teriakan2x dari sungai di kemah Cao-Cao, Kedua admiral, Mao Jie dan Yu Jin segera melaporkan pada Cao-Cao yang berkata, "Datang didalam kabut seperti ini, pasti mereka telah menyiapkan perangkap. Jangan keluarkan kapal2x kita, tetapi panahilah mereka semua."

Dia segera memerintahkan pasukan darat untuk mengirimkan 6000 pemanahnya untuk membantu para pasukan laut.

Pasukan angkatan laut segera bebaris ditepi sungai dan memanahi kedalam kabut untuk mencegah musuh menepi. Kemudia pasukan angkatan darat datang tiba dan pasukan lainnya juga membantu, panah2x berterbangan bagaikan hujan. Sedikit demi sedikit Zhuge Liang memerintahkan perahu untuk berputar sehingga kedua sisi mereka dipenuh oleh panah2x yang menancap diboneka2x jerami itu.

Zhuge Liang memerintahkan genderang perang untuk terus dibunyikan hingga matahari telah muncul dan kabut mulai menghilang, ketika itu dia memerintahkan agar kapal perangnya untuk kembali. Ke 20 puluh perahu itu segera dipenuhi oleh panah dikedua sisinya.

Ketika mereka pergi, Zhuge Liang meminta para prajurit di 20 kapal itu untuk berteriak secara bersama-sama, "Kami berterima kasih padamu, tuan perdana menteri untuk panah2xnya !"

Mereka memberitahukan pada Cao-Cao apa yang terjadi, tetapi ketika Cao-Cao sadar dirinya telah tertipu dan ingin mengejar, kapal2x itu telah pergi jauh dan tidak mungkin lagi terkejar. Cao-Cao melihat bahwa dia telah tertipu untuk kesekian kalinya dan dia sudah sangat kesal sekarang.

Didalam perjalanan kembali, Zhuge Liang berkata pada Lu Su, "Setiap perahu mempunyai 5.000 - 6.000 anak panah, dan kita mendapatkannya tanpa perlu mengeluarkan tenaga 1 ons pun yang esok hari dapat kita tembakkan kembali kepada pasukan Cao-Cao."

"Kau benar-benar bukan manusia biasa," Kata Lu SU, "Tetapi bagaimana kau dapat mengetahui bahwa hari ini akan ada kabut tebal."

"Seseorang tidak akan dapat menjadi pemimpin tanpa tahu bagaimana cara kerja langit dan bumi. Seseorang harus mengerti hubungan antar elemen dialam semesta ini, misteri dari taktik dan nilai dari kekuatan. Ini hanyalah merupakan bakat biasa saja. 3 hari yang lalu aku memperhitungkan bahwa hari ini cuaca akan berkabut, dan aku sengat meminta waktu 3 hari. Zhou Yu akan memberikan aku 10 hari, tetapi aku yakin dia tidak akan memberikan aku bahan2x yang kuperlukan sehingga dia mempunyai alasan untuk menghukum mati diriku. Tetapi takdirku ditentukan oleh yang maha kuasa dan bagaimana Zhou Yu dapat melukai aku ?"

Lu Su hanya terdiam saja. Ketika perahu2x itu tiba, 500 prajurit Wu bersiap ditepi sungai untuk membawa panah2x itu. Zhuge Liang memerintahkan mereka untuk naik keatas perahu dan membawa panah2x itu kedepan tenda Zhou Yu. Lu Su menceritakan bagaimana caranya Zhuge Liang bisa mendapatkan anak panah itu.

Zhou Yu sungguh kagum dan terkejut, "Dia jauh lebih hebat daripada diriku. Cara2x yang dia gunakan lebih dari pada yang dapat dipikirkan manusia biasa."

Tidak beberapa lama, Zhuge Liang pergi ke tenda Zhou Yu, dia disambut oleh Zhou Yu yang segera berkata, "Kemampuanmu seperti dewa dan perhitungamu sangatlah tepat sekali."

"Ah,Tidak ada yang istimewa dari tipuan murahan semacam itu." Jawab Zhuge Liang.

Zhou Yu memintanya masuk kedalam kemahnya dan arakpun dibawakan pelayan.

Lalu Zhou Yu berkata, "Tuanku mengirim perintah kemarin dan memintaku untuk maju, tetapi aku belum mempunyai suatu rencana. Aku harap kau mau membantuku, guru."

"Tetapi darimana aku yang hanya orang dengan kemampuan biasa-biasa saja dapat memberikan sebuah rencana yang kau inginkan ?"

"Aku melihat kemah musuh akhir2x ini dan tampaknya kemahnya dan perbentengannya sangat baik dan terorganisir. Tempat itu tidaklah mudah untuk diserang. Aku telah memikirkan rencana, tetapi aku tidak yakin bahwa itu adalah jawabannya. Aku akan sangat senang bila kau mau memutuskannya untukku."

"Jenderal, Jangan katakan apa rencanamu, tetapi marilah masing-masing dari kita menuliskan rencana itu ditangan kita dan akan kita lihat apakan yang kau pikirkan juga adalah yang kupikirkan."

Lalu pena bulu dan tinta dibawa masuk, Zhou Yu yang pertama menulis dan kemudian Zhuge Liang menulis ditelapak tangannya. Mereka berdua kemudian mendekat dan kemudian memperlihatkan apa yang ditulis di kedua tangan mereka. Setelah melihat, keduanya langsung tertawa bersama, karena mereka menulis karakter huruf yang sama yaitu "BAKAR" (HONG)

(*Hong dapat berarti bakar atau api.)

"Karena kita berpendapat sama," Kata Zhou Yu, "Maka tidak ada lagi yang perlu diragukan, Tetapi rencana ini haruslah dirahasiakan."

"Kita berdua adalah hamba masyarakat dan rasanya tidak masuk akal apabila kita menceritakan rencana ini kepada orang lain. Aku tidak berpikir Cao-Cao akan dapat memprediksikan rencana ini, walaupun dia telah mengalaminya dua kali. Kau harus segera menjalankan rencana ini."

Mereka menghabiskan arak bersama dan kemudian Zhuge Liang berpamitan. Tidak ada seorang jenderal atau pejabatpun yang mengetahui rencana mereka pada saat itu.

Sekrang Cao-Cao yang sudah berkali-kali tertipu dan menghabiskan 100.000 panah lebih, sangatlah kesal dan dia sangat marah serta menginginkan pembalasan dendam.

Lalu Xun You mengusulkan dan berkata, "Kedua ahli strategi itu adalah yang terhebat. Kita akan sangat sulit jika ingin mengalahkan mereka. Marilah kita kirim seseorang untuk berpura-pura menyerah pada mereka, tetapi sebenarnya mereka akan menjadi mata-mata bagi kita dan membantu kita dari dalam pasukan musuh. Ketika kita mengetahui apa rencana musuh, maka kita dapat mempersiapkan rencana untuk mengalahkannya."

"Aku juga telah memikirkan hal itu, "Jawab Cao-Cao”Siapakah menurutmu orang terbaik untuk dikirimkan ?"

"Cai Mao telah dihukum mati, tetapi ada anggota keluarganya yang masih bertugas dipasukan kita dan kedua adiknya adalah "XIAO JIANG" (Arti harafiahnya Jenderal Kecil, ini setingkat dengan Brig Jend atau May Jend). Mereka sangat setia kepadamu dan dapat meminta mereka untuk berpura-pura menyerah. Penguasa dataran selatan pasti tidak akan mencurigai mereka."

Cao-Cao memutuskan untuk menjalankan rencana ini dan pada malam harinya segera memanggil Cai Zhong dan Cai He ketendanya, dimana dia berkata, "Aku ingin kau berpura-pura menyerah pada musuh sehingga kalian dapat mengumpulkan data pasukan mereka dan membantu pasukan kita dari dalam. Ketika semua sudah selesai, kalian akan diberi hadiah besar. Tetapi jika kalian berani mengkhianati aku maka seluruh keluarga kalian akan kubunuh."

"Keluarga kami berada di Jing Zhou dan itu adalah daerah kekuasaanmu. Bagaimana mungkin kami berani untuk berkhianat ? Tuan tidak perlu khawatir. Kau akan segera mendapatkan kepala Zhuge Liang dan Zhou Yu dikakimu."

Cao-Cao memberikan mereka hadiah. Segera kedua orang itu masing-masing dengan 500 prajurit berlayar menuju markas pasukan Wu.

Zhou Yu yang sedang menunggu datangnya serangan pasukan Cao-Cao tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan kedua orang desertir itu. Tetapi kemudian dia tersenyum.

Mereka dibawa masuk menemui Zhou Yu. Kedua orang itu langsung bersujud dan menangis, "Kakak kami yang tidak bersalah telah dihukum mati dan kami menginginkan untuk membalas dendam ini. Jadi kami datang kemari untuk menyerahkan diri kami dan kami mohon agar kami dijadikan pasukan penyerang di garis depan."

Zhou Yu berpura-pura sangat senang dan memberi mereka hadiah. Lalu dia memerintahkan mereka untuk mengikuti Gan Ning berada digaris depan. Mereka segera berterima kasih dan berpikir bahwa rencana mereka telah berhasil.

Tetapi Zhou Yu memberi perintah rahasia pada Gan Ning," Mereka datang tanpa keluarga mereka dan aku tahu pembelotan mereka hanylah siasat musuh. Mereka dikirim kemari sebagai mata-mata dan aku akan melawan siasat mereka dengan siasat yang sama. Mereka akan segera mengirimkan informasi mengenai pasukan kita. Kau harus memperlakukan mereka dengan baik, tetapi tetap waspada. Hari dimana pasukan kita akan menyerang adalah hari kematian mereka. Tetapi bertindaklah hati2x dan jangan sampai salah."

Gan Ning mengerti dan segera pergi.

Lalu Lu Su datang dan berkata pada Zhou Yu, "Semua orang setuju bahwa penyerahan diri mereka hanyalah siasat musuh dan mereka harus dihukum mati."

"Tetapi mereka berharap untuk membalaskan dendam kakanya. Aku tidak berpikir mereka hanya berpura-pura ? Jika kau terlalu curiga maka kau tidak akan dapat berteman dengan siapapun."

Lu Su pergi dari kemah ZHou Yu dengan cukup bingung atas tindakan atasannya itu. Dia pergi menemui Zhuge Liang yang kepadanya diceritakan semua hal itu.

Zhuge Liang hanya tersenyum setelah selesai mendengar cerita Lu Su.

"Kenapa kau tersenyum ? ", Tanya Lu SU.

"Aku tersenyum dengan kesederhanaanmu berpikir. Zhou Yu sedang melakukan sebuah permainan. Mata-mata tidak dapat pergi dan datang dengan mudah, jadi kedua orang itu dikirim dengan maksud desersi sehingga mereka dapat menjadi mata2x. Zhou Yu ingin melawan siasat ini dengan siasat yang sama. Dia ingin memberi mereka informasi palsu. Tipu Menipu tidak boleh dibenci didalam peperangan (*Ini adalah kata-kata terkenal Zhuge Liang yang ngutip dari Sun Tzu, 'PING PU YAN ZHA' artinya kurang lebih, Didalam peperangan tidak ada yang terlalu banyak menipu/ Tidak ada kata cukup dalam menggunakan tipuan ketika berperang)."

Lu Su pun akhirnya mengerti.

Malam itu ketika Zhou Yu sedang duduk2x ditendanya, tiba-tiba Huang Gai datang.

Zhou Yu berkata, "Kau tentu memiliki sesuatu yang sangat penting hingga malam-malam begini kau datang kemari."

Huang Gai menjawab, "Musuh memiliki jumlah lebih banyak dari pasukan kita dan adalah salah jika kita menunda-nunda penyerangan. Kenapa kita tidak membakar mereka saja ?"

Zhou Yu terkejut dan berkata, "Siapakah yang menyarankan hal ini padamu."

"Aku memikirkan hal ini sendiri, tidak ada yang memberi saran padaku." Jawab Huang Gai.

"Aku juga menginginkan hal itu, dan itulah sebabnya mengapa aku membiarkan kedua orang pembelot itu menetap disini. Aku ingin mereka memberikan informasi palsu. Sayangnya aku tidak memiliki seorang untuk berpura-pura menyerah pada mereka dan menjalankan rencana ini."

"Tetapi aku bersedia untuk menjalankan rencanamu." Kata Huang Gai.

"Tetapi jika kau tidak menunjukan luka ditubuhmu, kau tidak akan dipercayai mereka." Kata Zhou Yu.

"Keluarga Sun telah sangat baik padaku dan aku tidak akan menyesah jika harus dihancurkan sampai mati untuk membayar budi mereka." Kata Huang Gai.

Zhou Yu berlutut dan berterima kasih padanya serta berkata, "Jika kau tidak keberatan untuk menerima siksaan badan, maka mewakili seluruh rakyat negeri selatan aku mengucapkan terima kasih."

"Bunuhlah aku jika kau perlukan, aku tidak akan berkeberatan." Kata Huang Gan dan dia lalu berpamitan meninggalkan tenda Zhou Yu.

Keesokan harinya seluruh pejabat dan jenderal diundang mengikuti pertemuan di kemah utama. Dan Zhuge Liang juga datang.

Zhou Yu berkata, "Kemah musuh memanjang sekitar 200 Li dari sebelah barat menuju timur, sehingga penyerangan kali ini akan memakan waktu yang lama. Setiap pemimpin harus menyiapkan persediaan selama 3 bulan bagi pasukannya."

Tiba-tiba Huang Gai berteriak, "Jangan 3 bulan. Siapkan untuk 33 bulan dan bahkan setelah itu aku yakin perang belum selesai. Jika kau dapat menghancurkan mereka dalam 1 bulan ini maka semua akan baik-baik saja. Jika kau tidak dapat, lebih baik ikuti kata-kata ZHang Zhao, buanglah senjatamu, menghadap ke utara dan menyerahlah."

Zhou Yu langsung marah besar dan dia berkata, "Tuan kita memerintahkan untuk menghancurkan Cao-Cao dan siapapun yang berkata mengenai menyerah akan dihukum mati ! Sekarang, ketika kedua pasukan akan bertempur, kau berani berkata-kata mengenai menyerahkan diri dan membuat semangat pasukanku menurun ! jika aku tidak membunuhmu bagaimana aku akan mendapat dukungan dari yang lainnya ?"

Dia segera memerintahkan pengawal untuk menyeret Huang Gai dan menghukum matinya segera.

Huang Gai dengan marah berkata, "Ini adalah generasi ke 3 sejak aku mengikuti jenderal Sun Jian dan kami menguasai daerah tenggara. Sedangkan kau, apa yang sudah kau perbuat ?"

Hal ini membuat Zhou Yu sangat marah dan Huang Gai akan segera dihukum mati ditempat. Tetapi Gan Ning menghalangi.

Kata Dia, "Dia adalah jenderal veteran dari dataran selatan, kuharap kau mau memaafkannya."

"Apa yang kau katakan !!! Berani sekali kau menentangku !" Teriak Zhou Yu.

Dia memerintahkan kepada pengawalnya untuk menyeret Gan Ning dan memukulnya sebanyak 10 pukulan.

Lalu para pejabat dan jenderal lainnya berlutut memohon belas kasihan untuk Huang Gai.

"Dia sangat pantas untuk mati, tetapi hal itu akan merupakan suatu kerugian buat pasukan kita. Kami harap kau mau memaafkan kesalahannya. Catatlah kesalahannya untuk saat ini dan setelah musuh dikalahkan, lalu hukum matilah dia."

Tetapi Zhou Yu menolaknya. Para pejabat yang lain tetap berlutut dan memohon sambil menangis.

Setelah beberapa saat akhirnya dia berkata, "Jika saja tidak ada yang mencegahku, kau pasti sudah mati sekarang. Tetapi sekarang aku akan mengantikan hukumanmu dengan hukuman pukul. Dia tidak akan mati."

Zhou Yu lalu memerintahkan pengawalnya untuk memberi 100 pukulan kepada Huang Gai. Kemudian para pejabat yang lainnya masih meminta agar hukuman itu dikurangi mengingat usianya yang sudah tua. Tetapi Zhou Yu dengan marah mendorong meja didepan dia dan berteriak pada para pejabat itu untuk menyingkir dan memerintahkan hukuman segera dilaksanakan.

Akhirnya Huang Gai dipukuli dengan tongkat rotan dan 50 pukulan telah diberikan. Pada saat ini para pejabat yang lainnya memohon agar Huang Gai dibebaskan.

Zhou Yu berdiri dari kursinya dan menunjuk pada Huang Gai seraya berkata, "Jika kau berani menghinaku lagi, kau akan mendapat sisa yang 50nya. Jika kau bersalah karena tidak hormat pada putusanku, kau akan dihukum untuk semua kesalahanmu !"

Selesai berkata seperti itu dia segera pergi menuju tenda pribadinya. Sementara pejabat yang lain membantu Huang Gai yang keadaanya sangat menyedihkan. bagian belakang tubuhnya terluka sangat parah dan darah mengalir dari luka2x itu. Mereka membawa dia kedalam tendanya dan dalam perjalanan kesana dia muntah darah beberapa kali. Keadaanya sungguh menyedihkan.

Lu Su pergi untuk melihat keadaan Huang Dan dan kemudian menemui Zhuge Liang diperahunya.

Lu Su menceritakan mengenai keadaan Huang Gai dan berkata, "Walaupun para pejabat yang lain telah diperintahkan untuk diam. Aku berpikir bahwa kau mungkin akan mencegah apa yang terjadi. Kau adalah tamu dan tidak dibawah perintah Zhou Yu. Kenapa kau hanya diam berpangku tangan dan tidak mengucapkan sepatah katapun ?"

"Kau menghinaku," Kata Zhuge Liang tersenyum.

"Kenapa kau katakan itu? Aku tidak pernah menghinamu sejak hari pertama kau datang kemari."

"Apakah kau tidak tahu bahwa hukuman itu hanyalah siasat ? Bagaimana mungkin aku mencegah Zhou Yu dalam menjalankan siasat itu ?"

Lalu Lu Su mulai mengerti dan Zhuge Liang melanjutkan, "Cao-Cao tidak akan dapat terjebat kecuali ada bukti luka2x fisik ditubuh. Zhou Yu akan mengirim Huang Gai sebagai desertir dan Zhou yu akan memastikan bahwa kedua mata-mata Cao-Cao akan melaporkan hal ini. Tetapi ketika kau bertemu dengan Zhou Yu, kau tidak boleh memberitahukan padanya bahwa aku melihat siasat ini. Katakanlah aku juga marah seperti yang lainnya."

Lu Su pergi menemui Zhou Yu dan bertanya, "Mengapa kau sangat kejam menghukum jenderal yang setia dan tangguh ?"

"Apakah para pejabat dan jenderal yang lainnya menyesali hal itu ? "

"Mereka semua sangat marah akan hal itu !"

"Dan apa yang temanmu pikirkan ?"

"Zhuge Liang juga marah atas hal itu dan dia berpikir kau membuat kesalahan."

"Kalau begitu aku telah menipu dia kali ini." Kata Zhou Yu dengan senangnya.

"Apa maksudmu ?" Tanya Lu Su.

"Hukuman Huang Gai itu adalah salah satu siasatku. Aku akan mengirimnya pada Cao-Cao sebagai desertir dan aku sedang memberikan alasan desersinya pada mata-mata Cao-Cao. Lalu aku akan menggunakan api untuk membakar musuh."

Lu Su tetap terdiam, tetapi dia mengetahui bahwa Zhuge Liang telah mengetahui semua hal ini.

Sementara itu Huang Gai terbaring di tendanya, satu per satu para koleganya disana memberikannya nasehat dan mencoba menenangkan hatinya serta menanyakan kesehatannya. Tetapi Huang Gai tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya duduk terdiam dan menarik napas dalam-dalam dari waktu ke waktu.

Tetapi ketika penasehat Kan Ze tiba, Huang Gai berkata pada pengawalnya untuk pergi dan membiarkannya masuk.

Kan Ze berkata, "Tentu kau mempunyai masalah serius dengan Jenderal Zhou."

"Aku tidak punya masalah apapun dengannya." Kata Huang Gai.

"Berarti hukuman ini hanyalah sebuah siasat."

"Bagaimana kau mengetahuinya ?" Kata Huang Gai.

"Sebab kau memperhatikan jenderal Zhou dan aku dapat menduga 9 dari 10 tindakannya."

Huang Gai berkata, "Kau tahu bahwa keluarga Sun telah sangat baik padaku, semua dari mereka bertiga yang pernah menjadi tuanku sangat baik sekali terhadapku dan aku tidak mempunyai cara untuk membalas budi mereka kecuali menawarkan bantuanku dalam siasat ini. Benar aku menderita sekarang, tetapi aku tidak menyesal. Diantara orang-orang yang kukenal dipasukan ini, tidak ada yang kukenal dengan baik kecuali dirimu. Kau adalah orang baik dan benar. Aku sudah menganggapmu teman baik."

"Aku berpikir kau ingin memintaku untuk mengirimkan surat penyerahan dirimu pada Cao-Cao, benarkah begitu ?"

"Ya, hanya itu. Maukah kau melakukannya ? "Tanya Huang Gai.

Kan Ze Setuju dan Huang Gai sangat senang mendengarnya.

BAB 47

Sekarang Huang Gai menulis sebuah surat sebagai tanda penyerahan dirinya pada Cao-Cao.

Dia meminta Kan Ze yang setuju untuk membantunya agar menyerahkan surat ini pada Cao-Cao.

Kan Ze berasal dari Shan Yin, Dia berasal dari keluarga sederhana. Dia sangat menyukai buku tetapi dia terlalu miskin untuk membelinya. Dia memiliki ingatan yang sangat hebat, dia sangat pandai berbicara dan bukan seorang pengecut. Sun Quan memperkerjakannya sebagai salah satu penasehatnya. Dia dan Huang Gai adalah teman dekat.

Kan Ze berkata, "Jika kau telah menderita begitu banyak demi tuan kita, dapatkah aku berdiam diri saja ? tentunya tidak, ketika manusia hidup dia harus memenuhi tugasnya karena jika tidak maka lebih baik rumput2x obat yang ada dijalan daripada orang itu."

Huang Gai lalu memberi hormat padanya.

"Tetapi, masalah ini harus dikerjakan dengan cepat. Kita tidak boleh membuang-buang waktu," Kata Kan Ze.

"Surat ini sudah selesai kutuliskan." Kata Huang Gai.

Kan Ze menerima surat itu dan segera berpamitan. Malam itu dia menyamar sebagai seorang nelayan tua dan pergi dengan perahu kecil ke utara sungai. Dibawah malam yang dingin dan ditemani oleh sinar2x bintang, dia mengarungi sungai besar untuk bertemu dengan Cao-Cao. Setelah mendekat ke tepi utara dia segera tertangkap oleh patroli pasukan Cao-Cao.

Mereka segera membawa Kan Ze kapada Cao-Cao yang berkata pada mereka, "Bukankah dia ini hanya seorang mata-mata ?"

"Bukan," Kata mereka, "Dia sendirian, hanya seorang nelayan tua dan dia berkata dia adalah penasehat dari Wu yang bernama Kan Ze. Dia datang untuk urusan rahasia."

"Bawalah dia kemari." Kata Cao-Cao. dan Kan Ze segera dibawa kehadapannya.

Cao-Cao duduk di tenda yang diterangi oleh banyak lilin. Dia sedang duduk di depan sebuah meja kecil dan segera dia melihat tahanannya itu, dia berkata ,"Kau adalah penasehat dari Wu, apa yang sedang kau lakukan ditempat ini ?"

"Orang-orang mengatakan bahwa kau sangat ingin memperkerjakan orang-orang yang memiliki kemampuan. Aku tidak berpikir pertanyaan seperti itu pantas untukku." Kata Kan Ze.

"Kau tahu aku berperang dengan Wu dan kau datang kemari seorang diri. Kenapa aku tidak harus menanyakan hal itu padamu ?"

"Huang Gai adalah jenderal Veteran Wu, dia telah bertugas selama 3 generasi. Sekarang dia telah diperlakukan tidak adil, tanpa kesalahan yang jelas didepan semua pejabat Wu, Zhou Yu menghukumnya dgn kejam. Dia sangat marah dan malu atas kejadian ini dan ingin membelot kepadamu sehingga dia dapat membalas dendam. Dia mendiskusikan hal ini denganku dan karena kamu adalah sahabat baik, aku datang untuk membawakan surat ini kepadamu untuk mencari tahu apakah kau mau menerima dia."

"Dimanakah surat itu ?" Kata Cao-Cao.

Kan Ze lalu memberikan surat itu dan menyerahkannya pada Cao-Cao yang membukanya dan membacanya.

Setelah membacanya Cao-Cao berpikir dan berpikir lagi, dia membalik-balikan surat itu dan membacanya lagi.

Lalu dia memukul meja, dan marah, "Huang Gai mencoba untuk menipuku dan kau adalah utusannya untuk mengirimkan surat ini. Berani sekali kau datang dan mencoba menjebakku !!!"

Cao-Cao langsung memerintahkan pengawal2xnya untuk membawa utusan itu keluar dan memenggal kepalanya. Kan Ze segera dibawa keluar tetapi wajahnya tidak menampakkan ketakutan dan dia malah tertawa keras sekali.

Cao-Cao lalu memerintahkan mereka membawanya kembali dan berkata padanya, "Mengapa kau tertawa saat ini padahal aku telah mengetahui dan menggagalkan siasatmu ?"

"Aku tidak tertawa padamu. Aku tertawa pada keluguan temanku."

"Apa maksudmu dengan mengatakan bahwa dia lugu ?"

"Jika kau ingin membunuhku maka bunuhlah, Jangan banyak bertanya !"

"Aku telah membaca semua buku perang dan aku sangat paham semua cara tipuan dari musuh. Siasat mu ini mungkin akan bisa digunakan kepada orang lain tetapi tidak akan berlaku untukku."

"Dan menurutmu bahwa surat itu adalah suatu siasat ?" Kata Kan Ze.

"Apa yang kukatakan adalah bahwa kau telah membahayakan dirimu sendiri dengna datang ketempat ini. Jika memang hal ini adalah benar dan kau tulus, kenapa dia tidak menuliskan kapan waktu kedatangannya ? apa yang dapat kau katakan tentang hal itu ?"

Kan Ze menunggu sampai akhir lalu tertawa lebih keras lagi dan berkata, "Aku sungguh senang kau tidak takut tetapi masih dapat menyombongkan dirimu dengan pengetahuan tentang buku2x perang. Sekarang kau tidak akan memimpin pasukanmu mundur, tetapi jika kau melawan, Zhou Yu pasti akan menghancurkanmu. Tetapi sungguh menyedihkan untuk berpikir aku mati ditangan seorang yang tidak mengenal karakter manusia !"

"Apa maksudmu dengan perkataanmu itu ?"

"Kau memperlakukan orang bijak dengan tidak sepantasnya. Kau dapat menghabisi aku sekarang juga dan kita sudahi masalah ini."

"Jika kau dapat memberikan alasan mengapa aku tidak perlu membunuhmu maka aku akan memperlakukanmu dengan baik."

"Apakah kau tidak tahu, ketika seseorang ingin membelot maka dia tidak bisa mengatakan kapankah kesempatannya akan tiba. Jika seseorang terlalu terpaku pada suatu saat tertentu dan pada saatnya maka hal itu tidak bisa dilakukan, maka rencana itu akan terbongkar. Seseorang harus mencari kesempatan dan mengambilnya ketika hal itu datang. Maka apakah mungkin seseorang tahu tepatnya kapan kesempatan itu datang ? Tetapi tampaknya kau tidak mengetahui hal-hal sederhana seperti ini. Yang kau tahu hanya menghukum orang-orang baik. Oleh karena itu kukatakan kau adalah orang yang tidak dapat menilai orang lain !"

Saat itu Cao-Cao langsung merubah sikapnya, dia berdiri dan mendekat kearah tawanannya itu serta bersujud, "Aku tidak dapat melihat dengan jelas dan telah menyinggungmu dan aku harap kau mau melupakan hal itu."

"Kenyataannya Huang Gan dan aku berharap dapat mengikutimu. Karena itu kami tidak bermain-main siasat denganmu ?"

"Jika kalian berdua dapat memberikanku jasa besar, maka kalian akan kuberikan imbalan besar sekali."

"Kami tidak menginginkan pangkat dan kekayaan. Kami datang kemari karena sudah merupakan kehendak langit dan panggilan tugas negara."

Lalu arakpun dibawakan dan Kan Ze diperlakukan dengan hormat. Sementara ketika mereka sedang minum-minum, seseorang datang dan berbisik ketelinga Cao-Cao.

Dia menjawab, "Mana surat itu ?"

Segera seseorang mengeluarkan surat itu dan memberikannya pada Cao-Cao, yang setelah membacanya lalu tersenyum.

"Pasti itu dari kedua marga Cai." Pikir Kan Ze,"Mereka pasti melaporkan mengenai hukuman yang diberikan Zhou Yu dan ini akan menjadi bukti ketulusan surat ini."

Berbalik pada Kan Ze, Cao-Cao berkata, "Aku harus memintamu untuk kembali dan memastikan tanggal kedatanganmu bersama temanmu itu. Segera setelah aku tahu, aku akan menyiapkan pasukan."

"Aku tidak dapat kembali. Aku harap kau dapat mengirimkan orang lain yang kau percaya."

"Jika orang lain yang pergi maka maka rencana ini akan terbongkar."

Kan Ze menolak lagi dan lagi tetapi akhirnya dia bersedia dan berkata, "Jika aku harus pergi aku tidak akan menunggu lagi. Aku harus pergi segera."

Cao-Cao menghadiahkan sutra dan emas, tetapi ditolak. Kan Ze lalu langsung meninggalkan kemah Cao-Cao dan kembali ke tepi selatan dimana dia menceritakan semua yang terjadi pada Huang Gai.

"Jika bukan karenamu maka pasti rencana ini tidak akan berhasil." kata Huang Gai.

"Aku akan pergi sekarang dan mendapat berita mengenai kedua Cai itu." Kata Kan Ze.

"Bagus sekali," Kata Huang Gai.

Kan Ze lalu pergi kekemah Huang Gai.

Disana mereka duduk, Kan Ze berkata pada Gan Ning, "Aku sangat gelisah ketika aku melihat bagaimana kau dipermalukan kala engkau berusaha membela Huang Gai."

Gan Ning tersenyum. Saat itu kedua Cai itu datang dan Tuan Rumah serta tamunya itu saling bertukar pandang.

Gan Ning berkata, "Sebenarnya Zhou Yu itu terlalu percaya diri dan dia menganggap kita bukanlah siapa-apa. Kita tidak dianggap ada. Setiap orang membicarakan bagaimana aku dihina."

Dan dia lalu memukul meja karena marahnya itu.

Kan Ze lalu mendekat pada Gan Ning dan berkata sesuatu, dimana Gan Ning lalu menundukan kepala dan menarik napas.

Cai He dan Cai Zhong mengira bahwa Kan Ze dan Gan Ning memiliki niat untuk desersi dan ingin mencobai mereka.

"Kenapa tuan, kau marah pada dia ? Kenapa kau diam saja mengenai kekecewaan hatimu itu ?" Kata mereka.

"Apa yang kalian ketahui mengenai kepahitan kami ?" Kata Kan Ze.

"Kami berpikir kau mau membelot pada Cao-Cao." Kata mereka.

Kan Ze langsung bermuka pucat dan Gan Ning berdiri dan mengeluarkan pedangnya serta berteriak, "Mereka telah tahu, mereka harus mati untuk membungkam mulutnya !"

"Jangan, Jangan !!!" Teriak kedua orang itu sambil tergesa-gesa menghindar”Aku akan memberitahumu suatu rahasia."

"Kalau begitu cepatlah !" Teriak Gan Ning.

Lalu Cai He berkata, "Sesungguhnya kami hanya berpura-pura menyerah dan jika kalian berdua ingin bergabung dgn Cao-Cao maka kami dapat mengaturnya untuk kalian."

"Tetapi dari mana aku tahu kalian berkata jujur ?" Kata Gan Ning.

"Apakah kami mungkin berkata seperti ini jika kami tidak jujur ?" Kata Keduannya.

Gan Ning cukup puas dengan jawaban mereka dan berkata, "ini merupakan kesempatan yang diberikan langit."

"Kau tahu, kami telah menceritakan pada Cao-Cao mengenai masalah Huang Gai dan bagaimana kau dihina."

"Sesungguhnya aku telah menyerahkan surat pada tuan perdana menteri mewakili Huang Gai dan dia mengirimku kembali untuk merampungkan rencana pembelotan Huang Gai." Kata Kan Ze.

"Ketika seorang yang jujur menemukan Tuan yang bijaksana, hatinya selalu akan memikirkan dirinya." Kata Gan Ning.

Ke 4 orang itu lalu minum bersama dan saling membuka hati masing-masing. Cai Zhong dan Cai He menulis surat pribadi kepada tuannya yang isinya mengatakan bahwa Gan Ning telah setuju untuk bergabung dan Kan Ze juga mengirim surat yang sama pada Cao-Cao.

Walaupun begitu, Ketika Cao-Cao menerima kedua surat ini, dia masih ragu dan memanggil para penasehatnya dan membicarakan masalah2x ini.

Kata dia, "Dilain sisi, Gan Ning telah dipermalukan oleh Zhou Yu yang siap dia khianati demi membalas dendam. Huang Gai juga telah dihukum dan mengirim Kan Ze untuk membelot. Hanya saja aku masih sulit percaya semua hal ini. Siapa yang mau pergi kekemah mereka dan mencari kebenarannya ?"

Lalu Jiang Gan berkata, "Aku telah gagal pada misi tempo hari dan sekarang aku sangat ingin membayar kegagalanku. Aku akan mempertaruhkan nyawaku lagi dan kali ini aku pasti akan membawa kabar baik."

Cao-Cao menyetujui mengirim dia sebagai mata-mata dan memintanya untuk segera pergi. Jiang Gan pergi dan segera dia tiba dikemah Zhou Yu.

Mendengar siapa yang datang ,Zhou Yu berkata, "Keberhasilan rencanaku tergantung pada orang ini."

Lalu Zhou Yu memanggil Lu Su dan memerintahkannya memanggil Pang Tong untuk melakukan beberapa hal untuknya.

Pang Tong ini berasal dari Xiang Yang dan dia telah pergi ketimur untuk berkerja. Lu Su merekomendasikan dia pada Zhou Yu tetapi Pang Tong belum menunjukan dirinya.

Ketika Zhou Yu mengirim Lu Su untuk bertanya rencana penyerangan seperti apa yang baik untuk dilakukan pada Cao-Cao, Pang Tong berkata pada Lu Su, "Kau harus menggunakan Api melawannya. Tetapi sungai sungguh lebar dan jika satu kapal terkena api, maka yang lainnya akan terpencar-pencar kecuali jika mereka terikat kuat satu sama lainnya sehingga mereka akan tetap berada disatu tempat. Ini adalah jalan menuju kemenangan."

Lu Su lalu kembali dan menjelaskan pada Zhou Yu mengenai rencana ini dan dia lalu berkata, "Yang dapat menjalankan rencana ini hanyalah Pang Tong sendiri."

"Cao-Cao sangatlah licik." Kata Lu Su, "Bagaimana mungkin Pang Tong dapat pergi ?"

Lalu Zhou Yu menjadi sedih dan tidak dapat memutuskan, dia tidak dapat memikirkan cara apapun sampai tiba-tiba sebuah ide muncul akibat kedatangan Jiang Gan.

Zhou Yu segera mengirim instruksi pada Pang Tong bagaimana dia harus bertindak dan kemudian dia duduk didalam tendanya untuk menunggu Jiang Gan.

Tetapi kemudian Jiang Gan menjadi curiga dan menjadi tidak tenang ketika dia mendapatkan bahwa Zhou Yu tidak datang menyambut. Dia memerintahkan perahunya untuk bersembunyi disebelah selatan sebelum dia berangkat ke tenda Zhou Yu.

Ketika Zhou Yu melihat Jiang Gan, Zhou Yu langsung marah dan berkata, "Temanku, kenapa kau mengkhianati aku ?"

Jiang Gan tertawa dan berkata, "Aku mengingat masa lampau ketika kita adalah saudara dan aku datang untuk berbincang denganmu, kenapa kau mengatakan bahwa aku memperlakukanmu dengan buruk ?"

"Kau datang untuk membujukku mengkhianati tuanku, suatu hal yang tidak akan kulakukan kecuali laut mengering dan seluruh tanah telah lenyap. Karena masih mengingat masa lalu, aku memperlakukanmu dengan baik. Dan kau, kau mencuri surat2xku dan meninggalkanku tanpa ucapan selamat tinggal. Kau mengkhinatiku untuk Cao-Cao dan menyebabkan kematian kedua temanku serta membuat rencanaku berantakan. Sekarang untuk apa kau datang ? Tentunya bukan karena kau memikirkanku. Aku akan memenggalmu jika bukan karena persahabatan kita. Aku akan mengirimmu kembali dalam satu atau dua hari lagi setelah aku menyerang pemberontak tua itu. Jika aku membiarkanmu tinggal dikemahku maka seluruh rencanku akan rusak. Jadi aku akan membawamu untuk tinggal di bukit barat dan menjagamu disana sampai aku telah menang. Lalu aku akan mengirimmu kembali."

Jiang Gan ingin mengatakan sesuatu tetapi Zhou Yu tidak mendengarkan. Dia segera berbalik dan pergi. Pengawal membawa Jiang Gan pergi, menaikannya diatas kuda dan membawa dia pergi kebukit barat, disebuah gubuk tua. Kedua prajurit berjaga-jaga disekitar situ.

Ketika Jiang gan sedang sendiran di gubuk itu, dia sangatlah tertekan dan tidak makan serta tidur. Tetapi suatu malam, ketika sinar bintang sedang terangnya, dia berjalan2x di sekitar gubuk itu untuk menikmati suasan. Kemudia tiba-tiba dia mendengar suara-suara dibelakangnya, dia mendengar suara orang sedang membaca buku. Dia mendekat perlahan-lahan dan dia melihat sebuah tenda kecil dibalik tebing dimana ada seseorang didalamnya sendang membaca buku diterangi lilin. Dia mendekat untuk mengintip dan dia melihat seorang sedang duduk membaca buku "Siasat perang Sun Tzu".(Sun Tzu Ping Fa)

"Ini pasti bukan orang biasa" Pikir Jiang Gan, lalu dia berdehem untuk memberitahu ada orang.

Kemudian Pang Tong keluar dan memberinya sambutan. Jiang Gan lalu menanyakan namanya.

"Aku adalah Pang Tong."

"Jadi kau tentu adalah Guru Phoneix, benarkah ?"

"Ya, Aku adalah dia."

"Aku sudah sering sekali mendengar namamu ! Kau sangat terkenal. Tetapi mengapa kau bersembunyi ditempat ini ?"

"Zhou Yu terlalu takut jika ada orang lainnya yang dapat menyainginya sehingga aku bersembunyi disini. Tetapi siapakah namamu tuan ?"

"Aku adalah Jiang Gan."

Lalu Pang Tong menyambutnya dan memintanya masuk dan kemudian keduanya duduk sambil berbincang-bincang.

"Dengan bakatmu, kau akan dapat sukses dimanapun," Kata Jiang Gan, "jika kau mau mengikuti Cao-Cao, aku akan merekomendasikanmu padanya."

"Aku telah lama ingin pergi dari sini dan jika kau, tuan, mau memperkenalkan aku, maka aku sangat berterima kasih. Jika Zhou Yu mendengar hal ini, maka dia pasti akan membunuhku. Kita Harus segera pergi dari sini."

Tanpa membuang-buang waktu lagi, mereka segera turun melewati jalan setapak yang ditunjukan Pang Tong menuju pantai dimana Jiang Gan mencari perahunya. Mereka segera pergi begitu menemukan perahu itu dan kemudian sampai di tepi utara. Lalu Jiang Gan membawa Pang Tong menemui Cao-Cao dan kepadanya diceritakan kisahnya itu.

Ketika Cao-Cao mendengar bahwa yang datang itu adalah Guru Phoenix, Cao-Cao langsung menemuinya secara pribadi dan menerimanya dengan baik.

Cao-Cao berkata, "Zhou Yu ternyata sangat menyebalkan para bawahannya dan menolak saran2xnya. Aku mengetahui itu, tetapi ketenaranmu telah lama kudengar dan sekarang kau telah begitu baiknya mau datang ketempatkau. Aku harap kau mau memberikan nasehat2xmu padaku."

"Aku juga mengetahui bahwa kau adalah seorang ahli militer, tetapi aku ingin melihat penempatan pasukan-pasukanmu." Kata Pang Tong.

Lalu kuda dibawakan, dan keduanya berkuda keatas bukit untuk melihat formasi pasukan dan benteng serta posisi kapal2x perang.

Setelah melihat sekelilingnya lalu Pang Tong berkata, "Wu Qi si Jenderal Besar telah hidup kembali, diapun tidak akan bisa berbuat lebih baik, bahkan Sun Tzu Ahli strategi terkenal itu tidak akan dapat mencari celah dari penempatan pasukan ini. Semua sesuai dengan aturan dan keadaan. Kemah disamping bukit dan dijaga dari sisi dengan hutan2x lebat. Didepan dan belakang daerah luas dapat terawasi dengan baik. Semua jalan masuk dan mundur telah diatur sangat baik."

"Guru, aku harap kau tidak memujiku berlebihan, tetapi untuk menasehati aku dimana aku dapat membuat peningkatan bagi pasukanku." Kata Cao-Cao.

Lalu kedua orang itu turun menuju perkemahan pasukan laut, dimana 24 pintu air diatur menghadap selatan. Kapal2x perang kelas Jelajah dan kelas Tempur semua dijejerkan untuk melindungi kapal2x yang lebih lemah.

Pang Tong melihat semuanya itu dan tersenyum serta berkata, "Tuan perdana menteri, jika ini adalah caramu dalam mengatur peperangan, maka ternyata reputasimu bukanlah omong kosong."

Lalu sambil menunjuk arah selatan, dia meneruskan, "Zhou Yu! Zhou Yu ! Kau telah habis. Kau harus mati sekarang."

Cao-Cao sangatlah senang. Mereka lalu berkuda kembali ke kemah utama dan anggur dibawakan bagi mereka sambil membicarakan masalah militer. Dan Pang Tong berada disana sampai larut malam. Komentar dan pujian saling dilontarkan, dan Cao-Cao sangat terkesan dengan kemampuan dari Pang Tong dan memperlakukan dia dengan sangat hormat.

Pang Tong lalu bertanya, "Apakah kau memiliki ahli pengobatan di pasukanmu ?"

"Unutuk apakah mereka, guru ?" tanya Cao-Cao.

"Banyak orang yang sakit diantara pasukanmu dan kau harus mencari obat untuk mereka."

Faktanya saat ini pasukan Cao-Cao banyak yang sakit akibat cuaca diselatang. Banyak yang muntah dan tidak sedikit yang telah mati. Ini adalah sumber kekhawatiran yang besar bagi dirinya. Tidak ada yang tahu mengapa penyakit ini bisa timbul dan menyebar begitu cepat. Dan karena kebetulan Pang Tong menyebutkan hal itu maka dia meminta nasehat.

Pang Tong berkata, "Kekuatan angkatan lautmu sangat mengesankan, tetapi ada satu masalah tampaknya. Hal ini tidak sempurna."

Cao-Cao menanyakan hal apakah itu.

"Aku memiliki rencana untuk mempermudah pasukanmu agar tidak sakit lagi dan dapat berperang dengan baik."

"Aku harap kau menjelaskan rencanamu ini “ Kata Cao-Cao.

"Sungai sungguh lebar, dan pasang air sangatlah tinggi. Angin dan ombat tidak pernah berhenti. Pasukanmu berasal dari utara dan tidak terbiasa berperang dilaut. Pergerakan ombak membuat mereka tidak nyaman dan ada beberapa yang sakit. Jika kapal2x perangmu, besar dan kecil semua dibagi menjadi kelompok2x ang masing-masing berjumlah 30 kapal atau 50 kapal dan mengabungkan mereka satu demi satu deng rantai besi dan memasang papan2x diantara mereka sehingga para prajurit dapat berpindah dari satu kapal ke kapal yang lainnya dan bahkan kudapun dapat bergerak dengan leluasa diantara kapal2x itu. Jika hal ini telah dilakukan maka kita tidak perlu khawatir kepada angin dan ombat serta pasang- surut air. Lalu biasakan anak buahmu meminum air yang telah dimasak dan jangan biarkan mereka berjalan tanpa alas kaki ketika melintasi daerah rawa2x sekitar sungai. Buatlah kelambu ditenda2x mereka untuk menghindari serangga pembawa penyakit dimalam hari. Jika telah kau lakukan ini semua maka pasukanmu tidak akan sakit lagi."

Langsung berdiri dari tempat duduknya, Cao-Cao berterima kasih kepada tamunya dan berkata, "Aku tidak akan pernah dapat mengalahkan dataran selatan tanpa petunjuk darimu."

"Ini hanyalah ideku," Kata Pang Tong, "Kaulah yang harus memutuskan hal ini."

Perintah segera diberikan untuk memanggil semua pandai besi dan lalu memerintahkan mereka membuat rantai besar. Mereka semua berkerja siang dan malam, membuat rantai besi dan pasak besi besar untuk mengunci kapal2x perang Cao-Cao. Dan para prajurit bergembira mendengar rencana ini.

Pang Tong lebih lanjut berkata pada Cao-Cao, "Aku tahu banyak orang hebat dilain sisi yang membenci Zhou Yu. Jika aku dapat ijin darimu maka aku akan pergi menemui mereka dan mengajaknya menemui dirimu. Jika Zhou Yu telah sendirian, kau pasti akan dapat menangkap dia dengan mudah. Dan Liu Bei bukan lagi masalah yang perlu kau cemaskan."

"Jika kau dapat mebantuku menjalankan rencana besar ini, aku akan memberikan kedudukan dan jabatan tinggi padamu diistana." Kata Cao-Cao.

"Aku tidak melakukan ini untuk kekayaan dan kehormatan, Tetapi karena ingin menyelamatkan umat manusia. Jika kau melintasi sungai, aku harap kau mau berbelas kasih."

"Aku adalah jalan Langit dalam melakukan apa yang benar dan aku tidak akan dapat membunuh rakyat sembarangan."

Pang Tong berterima kasih padanya dan memohon padanya untuk membuatkan surat yang akan melindungi keluarganya.

Cao-Cao bertanya, "Dimanakah mereka tinggal ?"

"Semua hidup didekat tepi sungai."

Dan Cao-Cao memerintahkan agar kertas dan tinta disiapkan, Setelah menulisnya dia membubuhkan capnya dan menyerahkan itu pada Pang Tong.

Pang Tong berkata, "Kau harus menyerang segera setelah aku pergi, tetapi jangan biarkan Zhou Yu mencurigai apapun."

Cao-Cao menjanjikan kerahasiaan rencana ini dan dengan itu Pang Tong pun pergi. Pada saat dia tiba ditepi sungai, dia bertemu dengan seseorang berpakaian pendeta Tao, dengan sisir bambu dirambutnya yang memberhentikannya.

Orang itu berkata, "Kau sangat berani, Huang Gai merencanakan untuk menggunakan 'Taktik melukai diri sendiri', dan Kan Ze menyerahkan surat pembelotan. Kau telah mengusulkan rencana merantai kapal sehingga api akan menghancurkan mereka semua. Siasat ini bahkan dapat mengelabui Cao-Cao tetapi aku melihat ini semua."

Pang Tong lalu ketakutan, seluruh nadinya serasa berhenti dan rohnya serasa terbang keluar dari tubuhnya.

BAB 48

Pang Tong yang panik mendengar ada orang yang dapat menebak rencananya sangat ketakutan sekarang. Ketika dia berbalik, Pang Tong melihat bahwa itu adalah Xu Shu, seorang teman lamanya dan hatinya pun lega.

Melihat sekeliling dan memperhatikan bahwa hanya ada mereka berdua, pang tong berkata, "Akan sungguh disayangkan jika kau membongkar rencanaku. Nasib dari penduduk di 81 wilayah daerah selatan berada ditanganmu."

Xu Shu tersenyum dan berkata, "Dan bagaimana dengan nasib seluruh 830.000 prajurit dan kuda-kuda dari utara ?"

"Apakah kau berencana untuk merusak rencanaku, Xu Shu ?"

"Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan paman Liu Bei atau melupakan sumpahku untuk membalaskan dendam dari ibuku ditangan Cao-Cao. Aku telah berkata aku tidak akan membuatkan rencana apapun untuk dia. Jadi apakah aku tampak seperti akan menghancurkan siasatmu, saudaraku ? Tetapi aku telah mengikuti pasukan Cao-Cao sejauh ini dan setelah mereka dikalahkan maka baik dan buruk aku akan berserta mereka, aku ingin bertanya bagaimana aku dapat mencari keamanan untuk diriku sendiri, bagaimana aku dapat menjauh dari bencana ini ? "

Pang Tong tersenyum, "Jika kau berpikir sejenak, hal ini tidak sulit."

"Tetap aku ingin kau memberitahukannya padaku."

Lalu Pang Tong membisikan sesuatu ketelinganya, yang tampaknya membuat Xu Shu sangat senang. Xu Shu langsung berterima kasih sesudahnya dan segera berpamitan. Lalu Pang Tong mengambil perahunya dan pergi ke tepi selatan sungai.

Setelah kepergian Pang Tong, Xu Shu menyebarkan kabar burung di perkemahan Cao-Cao dan keesokan harinya dimana-mana terdapat prajurit berkumpul dalam kelompok kecil membicarakan sesuatu.

Beberapa perwira pergi kepada Cao-Cao dan memberitahukan dia, "Ada kabar burung menyebar dikemah yang mengatakan bahwa Han Sui dan Ma Teng bergerak dari Xi Liang untuk menyerang ibu kota."

Hal ini membuat Cao-Cao khawatir dan dia segera memanggil para penasehatnya untuk berkumpul rapat.

Kata Dia, "Satu-satunya kekhawatiranku pada ekspedisi kali ini adalah penyerangan yang mungkin dilakukan oleh Han Sui dan Ma Teng. Sekarang ada kabar burung menyebar di antara para prajurit. Dan walaupun aku tidak tahu apakah hal ini benar atau tidak, tetapi sangat diperlukan bagi kita untuk waspada."

Pada saat ini Xu Shu berkata, "Kau telah cukup baik padaku dengan memberiku jabatan, tuan dan aku belum melakukan apapun untuk membalasmu. Jika boleh, aku ingin meminta 3.000 prajurit dan aku akan segera berangkat menuju San Sai dan berjaga disana. Jika ada masalah mendesak, aku akan segera melapor kepadamu."

"Jika kau mau melakukan ini, aku akan menjadi tenang. Di San Sai sudah ada prajurit yang berjaga, aku akan memberikan komando daerah itu padamu. Sekarang aku akan memberimu perintah membawa 3.000 prajurit berkuda dan Zang Ba akan menjadi pemimpin pengawalmu. Cepatlah pergi."

Xu Shu segera mempersiapkan pasukannya dan dengan ditemani Zang Ba dia berangkat. Ini adalah rencana Pang Tong untuk membuat Xu Shu dapat mengamankan diri.

Kekhawatiran Cao-Cao segera hilang begitu dia mengirim Xu Shu. Lalu dia berkuda melihat persiapan pasukannya, pertama dia melihat pasukan daratnya dan kemudian pasukan lautnya. Dia menaiki salah satu kapal besar dan disana dia mendirikan pos komandonya. Perkemahan pasukan laut dibariskan dalam dua barisan dan setiap kapal memiliki 1000 lebih pemanah.

Saat ini bulan purnama sedang bersinar, pada bulan ke 11 tahun ke 13 masa Jian An/ Tahun ke 18 pemerintahan kaisar Xian. Langit sangat cerah, tidak ada angin dan Sungai sungguh tenang. Dia mempersiapkan perjamuan besar, dengan musik dan makanan istana. Dia mengundang semua pemimpin pasukannya. Segera setelah malam tiba, bulan muncul di bukit timur dan memancarkan keindahannya, dibawahnya cahaya bulan memantul pada sungai membuat sungai itu seperti sutera putih. Perjamuan itu adalah perjamuan besar dimana semua tamunya menggunakan baju perang dan jubah resmi. Para prajurit dipersiapkan dengan baik lengkap persenjataan dan baju Zirahnya. Para pejabat militer, sipil dibariskan dan duduk pada tempatnya masing-masing sesuai pangkat dan senioritasnya.

Pemandangan yang terlihat dari kapal besar Cao-Cao juga sungguh luar biasa, Bukit selatan terbentang disekeliling, Perbatasan Chaisang ada disebelah timur, Sungai terbentang sampai sejauh Xiakou, diselatan ada Gunung Fan dan diutara hutam Hitam menutupi sampai jauh. Pemandangan tampak jelas kesegala arah.

Hati Cao-Cao sangat bangga dan senang kali ini, dia berkata dihadapan para tamunya, "Satu-satunya Tujuanku sejak aku mulai mengumpulkan pasukan sukarelawan dahulu sekali adalah untuk membersihkan negara dari segala kejahatan dan aku telah bersumpah akan memberantas semua pejabat korup dikekaisaran dan mengembalikan perdamaian. Sekarang hanya tinggal daerah selatan yang menghalangi jalanku. Aku adalah kepala pimpinan dari ratusan legiun. Aku bergantung pada kalian semua, tuan2x, dan tidak memiliki keraguan akan keberhasilan ku yang kuserahkan ditangan kalian untuk menjalankannya. Setelah kita berhasil mengalahkan daerah selatan, maka tidak akan ada lagi masalah diseluruh kekaisaran. Lalu setelah itu kita dapat menikmati kekayaan dan ketenaran dan hidup dalam damai."

Mereka semua berdiri untuk bersulang dan berkata, "Kami percaya bahwa tuan perdana menteri akan segera mendapatkan kemenangan sempurna dan kamu semua akan dapat berteduh dibawah lindungan nasib baik tuan perdana menteri."

Cao-Cao memerintahkan pelayan untuk membawakan arak lagi bagi para tamunya dan mereka berpesta sampai larut malam.

Cao-Cao kemudian menunjuk pada tepi selatan dan berkata, "Zhou Yu dan Lu SU tidak mengetahui mengenai takdir langit. Langit telah membantuku dengan membawakan bencana pada mereka dari desersi para perwira2x terpercaya mereka."

"Tuan Perdana menteri, jangan katakan apapun mengenai hal ini agar mata-mata musuh tidak mengetahuinya," Kata Xun You.

Tetapi Cao-Cao hanya tertawa saja.

"Kalian semua adalah teman-teman terpercayaku," Kata Cao-Cao," Kalian semua Para perwira ataupun hamba, semua adalah kepercayaanku. Kenapa aku harus menyembunyikan hal ini ?"

Dia menunjuk pada Xiakou dan melanjutkan, "Kalian tidak kuanggap karena pasukan kecil kalian, Liu Bei dan Zhuge Liang. Betapa bodohnya kalian ingin mengoyang gunung Taishan."

Lalu dia berbalik pada para pejabatnya dan berkata, "Aku berumur 54 tahun sekarang dan jika aku mendapatkan daerah selatan aku akan memiliki segalanya. Dimasa yang lalu, tetua Qiao diselatan dan aku adalah sahabat baik. Dan kami memiliki suatu perjanjian, Karena aku mengetahui bahwa kedua putrinya sangatlah cantik dan kecantikan mereka tidak dapat dikatakan dengan kata-kata. Lalu dengan suatu cara, tiba-tiba mereka menjadi istri Sun Ce dan Zhou Yu. Tetapi sekarang tempat peristirahatanku telah dibangun dipinggir sungai Zhang dan Kemenangan dari daerah selatan akan berarti aku dapat menikahi kedua wanita ini. Aku akan menempatkan mereka di "Menara Burung Perunggu" dan mereka akan bersamaku menikmati masa2x pensiunku. Setelah semua ini maka seluruh keinginanku telah tercapai."

Tetapi tiba-tiba terdegar suara teriakan burung gagak yang terbang ke selatan.

"Kenapa burung2x itu berteriak malam-malam begini ?" Kata Cao-Cao kepada para pejabatnya.

"Bulang sungguh terang dan mereka berpikir ini masih siang." Kata mereka, "Jadi mereka meninggalkan pohon2xnya."

Cao-Cao tertawa, Pada saat ini dia sudah sangat mabuk. Dia segera mengambil tombaknya dan menancapkannya pada ujung kapalnya, lalu dia menungkan arak sebagai tanda persembahan kepada sungai dan dia lalu meminum 3 cangkir arak itu.

Kemdian dia berkata, "Ini adalah tombak yang menghancurkan pemberontakan jubah kuning, menangkap Lu Bu, Menghancurkan Yuan Shao dan mengalahkah Yuan Shu, yang pasukannya sekarang menjadi milikku. Diutara dia mencapai Liao Dong dan memanjang sampai keselatan. Tombakku tidak pernah gagal menjalankan tugasnya. Hari ini aku sangat terkesan oleh beberapa hal dan aku akan menyanyikan suatu lagu dan kuharap kalian semua bernyanyi besamaku."

dan menyanyilah mereka semua. (*Lagu ini adalah suatu puisi, belakangan ini adalah semacam puisi wajib baca bagi anak-anak sekolah menengah atas)

Tiba-tiba ada tamu yang berkata, "Ketika pasukan besar sedang dalam persiapan perang dan nyawa mereka akan dipertaruhkan, kenapa kau, tuan perdana menteri, mengucapkan kata-kata bermakna buruk ?"

Cao-Cao segera berpaling pada yang berbicara, dia adalah Liu Fu, pelindung kekaisaran dari Yang Zhou. Liu Fu ini lahir di He Fei. Ketika pertama kali ditunjuk untuk jabatannya ini, dia mengumpulkan orang-orang untuk menangkan keadaan. Dia mendirikan sekolah2x dan mendorong penduduknya untuk mengusahakan tanah. Dia telah lama mengabdi pada Cao-Cao dan melakukan banyak jasa.

Ketika Liu Fu berbicara, Cao-Cao berkata, "Apa kata-kata buruk yang aku ucapkan ?"

"Kau berbicara mengenai Bulan Memucatkan bintang dan gagak terbang keselatan tanpa mendapatkan tempat beristirahat. Ini adalah kata-kata yang buruk."

"Berani sekali kau merusak suasana hatiku ?" Teriak Cao-Cao dengan sangat mabuk dan marahnya. Dan dgn itu dia membunuh Liu Fu dengan tombaknya.

Lalu perjamuan itupun berakhir dan para tamupun banyak yang ketakutan dan segera pergi. Keesokan harinya ketika Cao-Cao sadar dari mabuknya, dia sangat sedih atas apa yang diperbuatnya. Kedua anak dari Liu Fu, Liu Xi tiba untuk mengambil jasad ayahnya untuk dimakamkan, Cao-Cao menangis dan meminta maaf pada Liu Xi.

"Aku bersalah atas kematian ayahmu. Aku sangat mabuk kemarin malam. Aku sangat menyesali perbuatanku. Ayahmu akan dimakamkan dengan kehormatan sebagai menteri dari pangakt tertinggi."

Cao-Cao mengirim kawalan untuk membawa jasad Liu Fu ketempat asalnya untuk dimakamkan.

beberapa hari kemudian, kedua admiral Cao-Cao, Mao Jie dan Yu Jin, datang untuk berkata bahwa kapal2x perang telah disambungkan satu dengan yang lainnya seperti yang diperintahkan dan sekarang telah siap. Mereka menungguh perintah selanjutnya.

Segera pemimpin dari pasukan darat dan laut dikumpulkan dikapal komando ditengah untuk menerima perintah. Berbagai kelompok pasukan ada disana dan dibedakan dengan panji2x perangnya yang berwarna-warni. Mao Jie dan Yu Jin memimpin pasukan laut ditengah dengan bendera kuning. Zhang He berada didepan dengan bendera merah. Lu Qian berada dibelakang dengan bendera hitam. Wen Pin berada dikiri dengan bendera biru. Li Tong berada di kanan dengan bendera Putih. Di Tepi Pantai Xu Huang memipin pasukan kavaleri dengan bendera merah . Li Dian dengan bendera hitam, Yue Jing menjadi komandan pasukan sayap kiri dengan bedera biru, Xiahou Yuan dengan bendera putih. Xiahou Dun dan Cao Hong memipin pasukan cadangan. Para staff sipil dan pasukan perbekalan dan patroli dibawah pengawasan Xu Chu dan terakhir pasukan Elit Cao-Cao dipimpin oleh Zhang Liao. Pemimpin yang lainnya diperintahkan tetap dikemah dan berjaga-jaga.

Setelah semuanya siap, pasukan komando segera membunyikan genderang perang tiga kali dan kapal2xpun bergerak dengan bantuan angin barat laut untuk mencoba pelayaran perdana mereka. Ketika mereka mengarungi ombak, mereka menemukan bahwa kapal2x itu tetap stabil dan tidak bergerak seperti mereka berada didarat saja. Para pasukan utara sungguh senang dan menunjukannya dengan memberikan yel-yel dan mengangkat senjata mereka. Kapal2x itu terus bergerak, 50 kapal jelajah ringan diperlukan berlayar kesana kemari untuk menjaga keteraturan formasi dan memberikan perintah.

Cao-Cao melihat manuver angkatan laut ini dari atas menara komando dan dia sangat senang dengan keberhasilan kali ini. Dia memerintahkan agar kapal2x perang itu kembali dengan teratur kepangkalan mereka.

Lalu Cao-Cao pergi kekemahnya dan memanggil para penasehatnya.

Dia berkata, "Jika langit tidak berada disisiku, apakah aku akan mendapatkan rencana yang sempurna ini dari guru phoenix ? Sekarang setelah kapal2x itu tersambung satu sama lain secara kuat, kita dapat melintasi sungi semudah berjalan di darat."

"Kapal2x perang kita sangat kokoh terikat satu dengan yang lainnya," Kata Cheng Yu,"Tetapi kau harus bersiap-siap untuk serangan dengan api."

Cao-Cao tertawa.

"Kau melihat sangat jauh kedepan." Kata Dia, "Tetapi kau melihat apa yang tidak mungkin terjadi."

"Kata-kata Cheng Yu sangat berasalan tuanku, kenapa kau mentertawainya ?" Kata Xun You.

Cao-Cao berkata, "Setiap orang yang menggunakan Api bergantung pada angin. Sekarang adalah musim dingin dan hanya angin barat yang bertiup. Kau tidak akan mendapatkan angin timur ataupun tenggara. Aku berada di barat laut dan musuh berada di tenggara. Jika mereka menggunakan api, mereka akan menghancurkan diri mereka sendiri. Tidak ada yang perlu aku takutkan. Jika saat ini adalah bulan ke 10 ataupun awal musim semi, aku akan memikirkan bagaimana cara melawan serangan api."

"Tuan Perdana menteri sungguh2x bijaksana, tidak ada seorang pun yang sanggup menyamainya." Kata Yang lain bersama-sama.

"Dengan pasukan utara tidak terbiasa dengan berada diatas kapal dan ombak, aku tidak akan pernah dapat melintasi sungai tanpa rencana kapal terantai ini."

Lalu dia melihat dua orang dari para pemimpin lapis kedua berdiri dan mereka berkata, "Kami berasal dari utara,tetapi kami juga pelaut. Aku harap tuan mau memberi kami beberpa kapal perang dan kami akan menangkap panji2x perang musuh untukmu sehingga kami dapat membuktikan bahwa kami juga terampil dalam perang laut."

Kedua orang yang berbicara itu adalah Jiao Chu dan Zhang Neng, mantan jenderal Yuan Shao.

"Aku tidak berpikir bahwa perang laut cocok untuk kalian yang lahir dan dibesarkan didaerah Utara." Kata Cao-Cao, "Pasukan selatan sangat terlatih dan terbiasa dalam peperangan laut. Kau Jangan membuat nyawamu seperti mainan anak kecil."

Mereka berdua berkata, "Jika kami gagal, perlakukan kami dengan hukum militer."

"Kapal2x perang semuanya terikat menjadi satu, hanya tersisa kapal2x kecil yang memuat 20 orang perkapal. Kapal jenis itu tidak cocok untuk berperang."

"Jika kami menggunakan kapal perang besar, dimana hebatnya hal yang kami lakukan ? Berika kami 20 kapal kecil dan kami akan pergi menuju pelabuhan musuh. Kami hanya akan merebut bendera, membunuh beberapa pemimpin dan kembali lagi."

"Aku akan mengijinkan kalian membawa 20 kapal dan 500 prajurit yang terlatih dilaut dengan membawa tombak dan panah. Esok pagi, armada utama akan membuat demonstrasi disungai dan aku juga akan memerintahkan Wen Pin untuk memberikan dukungan bagian kalian dengan membawa 30 kapal”

Kedua orang itu segera pergi untuk mempersiapkan pasukannya.

Keesokan paginya, makanan disiapkan lebih awal dan mereka semua siap untuk mulai. Lalu dari kapal komando, genderang perang dibunyikan dan kapal2x mulai bergerak dan mengambil posisinya masing-masing. Panji2x perang dan bendera2x berkibaran diterpa angin pagi. Dan kedua pemimpin dengan kapal2x kecil mereka segera keluar dari formasi dan menuju ketepi selatan.

Beberapa hari sebelumnya, Zhou Yu telah memperhatikan manuver pasukan utara dari atas sebauh bukit. Jadi ketika bunyi genderang perang terdengar lagi, seluruh pasukan selatan pergi keatas bukit untuk melihat kapal2x utara. Mereka melihat ada sekelompok kapal2x kecil dari utara menuju kearah pelabuhan utama mereka.

Dan ketika kapal2x itu mendekat, berita itu segera disampaikan pada Zhou Yu yang segera memerintahkan Zhou Tai dan Han Dang untuk menghadang. Perintah segera diberikan pada seluruh armada untuk bersiap, tetapi tidak bergerak sampai diperintahkan. Pasukan pemanah disiapkan dipinggir pelabuhan utama dan barikade laut ditaburkan.

Han Dang dan Zhou Tai berlayar menggunakan kapal berukuran sedang sebanyak 5 buah masing-masing.

Kedua pemimpin dari utara jiao Chu dan Zhang Neng hanya mengandalkan keberanian dan keberuntungan mereka saja. Ketika mereka mendekati tepi selatan, kedua pemimpin itu menggunakan perlengkapan perang mereka dan kemudian mereka pergi ke ujung kapal mereka untuk melihat musuh. Jiao Chu segera memerintahkan anak buahnya segera memanahi kapal Han Dang. Han Dang dan pasukannya mengunakan perisai kecil berusaha menahan serang mereka dan membalas dengan panah. Ketika kapal mereka saling berdempetan, Han Dang melompat menuju kapal Jiao Chu dan mereka bertarung, tetapi karena Jiao Chu menggunakan pakaian perang yang berat dan tidak terbiasa dengan perang laut maka dia dengan mudah terbunuh oleh Han Dang.

Temannya Zhang Neng dengan kapal2xnya tiba, Zhou Tai langsung menghujani pasukan mereka dengan panah. Zhou Tai menahan panah2x itu dengan perisai kecilnya dan memegang pedangnya dengan sangat kuat hingga kapal2x mereka berjarak sudah sangat dekat dan kemudian dia melompat dan bertarung dengan Zhang Neng, Zhang Neng yang hilang keseimbangan kemudian terjatuh kedalam sungai, dan karena dia menggunakan pakaian perang yang berat maka dia mati tenggelam. Akhirnya karena kehilangan pemimpin kapal2x pasukan utara itu jadi kacau balau dan berusaha lari. Pasukan selatan terus mengejarnya dan tidak lama datang kapal2x yang dipimpin oleh Wen Pin. Han Dang dan Zhou Tai memanahi pasukan Wen Pin.

Zhou Yu dengan para pejabat yang lain berdiri diatas bukit yang tinggi dan mengamati jalannya pertempuran. Segera dia melihat bahwa Wen Pin walaupun jenderal hebat tetapi pasukannya tidak terbiasa berperang diatas air dan segera dapat dipukul mundur, Han Dang dan Zhou Tai terus mengejar. Zhou Yu yang takut kedua pemimpinnya itu maju terlalu jauh kedaerah musuh, lalu segera memberikan isyarat mundur dan memanggil mereka kembali.

Kepada para pejabatnya, Zhou Yu berkata, "Pasukan utara sungguhlah banyak dan kuat. Cao-Cao sendiri memiliki banyak siasat. Bagaimana kita dapat menghancurkannya ?"

Tidak ada yang menjawab, tiba-tiba saat itu bendera kuning yang berkibar ditengah2x armada Cao-Cao tiba-tiba jatuh kedalam sungai.

Zhou Yu tertawa.

"Ini adalah pertanda buruk." Kata Dia.

Lalu datang hembusan angin dan ombak tiba-tiba meninggi dan menerjang tepi sungai. Sudut dari panji2x perang Zhou Yu menyentuh Pipi kirinya dan tiba-tiba suatu pikiran terlintas dikepalanya. Zhou Yu langsung menangis keras sekali, lalu dia terjatuh dan pingsan. Mereka semua segera membopongnya. Dibibirnya ada darah mengalir dan dia tak sadarkan diri untuk beberapa waktu. Tetapi akhirnya dia sadar kembali.

BAB 49

Zhou Yu akhirnya jatuh sakit dan segera dibawa ketendanya, para bawahannya satu demi satu segera menemuinya dan menanyakan keadaanya.

Mereka saling berpandangan satu dgn yang lainnya dan berkata, "Sungguh disayangkan jenderal kita jatuh sakit diwaktu pasukan Cao-Cao mengancam kita dengan kekuatan besarnya. Apa yang harus kita lakukan jika Cao-Cao menyerang ?"

Utusan segera dikirim kepada Sun Quan, sementara tabib2x melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit Zhou Yu. Lu Su yang sedih atas kejadian ini, segera pergi menemui Zhuge Liang untuk meminta saran.

"Apa yang kau pikirkan mengenai hal ini ?" Kata Zhuge Liang.

"Ini adalah keberuntungan buat Cao-Cao dan petaka bagi kita." Kata Lu Su.

"Aku dapat menyembuhkannya," Kata Zhuge Liang tertawa.

"Jika kau dapat maka seluruh Wu akan sangat berterima kasih." Kata Lu Su.

Lu Su memohon agar Zhuge Liang segera menemui Zhou Yu. Mereka masuk dan Lu Su langsung mendekat Zhou Yu diranjangnya.

"Bagaimana keadaanmu jenderal ?" Tanya Lu Su.

"Jantungku sangat sakit. Sekarang aku sangat pusing dan letih."

"Apakah kau telah memakan obat2xan yang disediakan untukmu ?"

"Kerongkonganku tidak mampu menelan obat2xan itu."

"Aku menemui Zhuge Liang dan dia berkata dapat menyembuhkanmu. Dia berada diluar sekarang dan aku akan memanggilnya jika kau mau."

"Mintalah dia masuk."

Zhou Yu memerintahkan Pelayannya untuk membantunya duduk dan Zhuge Liangpun masuk.

"Aku tidak melihatmu selama beberapa hari." Kata Zhuge Liang, "Tidak kukira kau sakit seperti ini."

"Bagaimana seseorang dapat memastikan ? Kita selalu dimainkan oleh keberuntungan baik buruk maupun baik."

"Ya, angin dan awan tidak dapat diukur. Tidak ada yang dapat menduga kapan mereka datang dan pergi. Tetapi benarkah begitu ?"

Zhou Yu menjadi pucat sekarang, lalu Zhuge Liang melanjutkan, "Kau merasa sangat tertekan, bukankah begitu ? Seperti masalah2x bertumpuk2x membuat jantungmu sulit untuk berdetak”

"Ini adalah seperti yang kurasakan saat ini." Kata Zhou Yu.

"Kau memerlukan obat penenang untuk melepaskan rasa tegang dan membuatmu santai."

"Aku telah memakan obat penenang tetapi tidak ada gunanya."

"Kau harus membiarkan detak nadimu teratur terlebih dahulu sebelum obat2xan itu memiliki efek."

Zhou Yu mulai berpikir bahwa Zhuge Liang mengetahui masalahnya dan mencobai dia.

"Apa yang harus kulakukan agar dapat menghasilkan keadaan seperti itu ?" Kata Zhou Yu.

"Aku tahu satu cara untuk mendapatkan keadaan itu." Balas Zhuge Liang.

"Aku harap kau memberitahu padaku"

"Zhuge liang meminta alat menulis dan mengirim para pelayan agar pergi dan lalu dia menuliskan beberapa kata.

'UNTUK MENGALAHKAN CAO-CAO, KAU HARUS MENGGUNAKAN API;

SEMUA SUDAH SESUAI KEINGINANMU, TETAPI KURANG ANGIN DARI TIMUR;'

Lalu dia memberikan ini kepada Zhou Yu, dan berkata, "Ini adalah sumber dari sakitmu."

Zhou Yu membaca kata-kata itu dengan terkejutnya dan hal ini membuat Zhou Yu yakin bahwa Zhuge Liang adalah lebih dari sekedar manusia. Dia kemudian menceritakan seluruh kejadiannya pada Zhuge Liang.

Lalu Dia berkata, "Karena sekarang kau sudah tahu sumber dari sakitku, apa rekomendasimu untuk pengobatannya? Aku memerlukan obat ini dengan segera."

"Aku tidak membunyai bakat apapun”Kata Zhuge Liang, "Tetapi aku memiliki suatu cara khusus dari seorang manusia yang memiliki bakat luar biasa yang darinya aku menerima buku berjudul 'HUI SHU'(Metode Tersembunyi/ Cara khusus). Aku dapat memanggil angin dan menurunkan hujan. Karena kau memerlukan angin tenggara, jenderal, kau harus membangun sebauh altar di sebelah selatan bukit, sebuah altar 7 bintang (Qi Gang Ji Tan). Tingginya haruslah 9 Chi (Sekitar 3 Meter) setiap tingkatnya dan ada 3 tingkat. Tempat itu harus dikelilingi oleh 120 pengawal membawa bendera yang akan kutentukan nanti. Di altar ini aku akan meminta langit memberikan angin dari tenggara selama 3 hari dan 3 malam, apakah itu cukup ?"

"Tidak perlu 3 hari penuh, "Kata Zhou yu,"Satu hari angin kencang sudah dapat memenuhi rencanaku. Tetapi hal ini harus dilakukan secepatnya."

"Aku akan mendatangkan angin selama 3 hari dimulai dari hari ke 20 bulan ini. Apakah kau menyetujui hal ini ?"

Zhou Yu sangat senang dan segera berdiri dari tempat duduknya untuk memberikan perintah yang diperlukan. Dia memerintahkan agar 500 orang segera dikirim keatas gunung untuk membangun altar dan dia memberikan 120 orang pengawal dan bendera sesuai dengan permintaan Zhuge Liang.

Zhuge Liang lalu berpamitan dan dia segera pergi bersama Lu Su ke atas gunung dimana mereka mengukur tempat itu. Dia memerintahkan agar prajurit membangun altar dari tanah merah yang berada di sebelan tenggara gunung itu. Seluruh bangunan itu berbentung lingkaran dengan diameter 240 chi(Sekitar 80 Meter), diatasnya altar dibangun sebanyak tiga tingkat dan masing-masing setinggi 9 chi (3 M).

Dialtar paling bawah dia menempatkan 28 bendera mewakili 28 posisi langit dan 4 konstelasi bintang. Disebelah timur ada 7 bendera biru, di utara 7 dengan bendera hitam, dibarat ada 7 dengan bendera putih, diselatan ada 7 dengan bendera merah.

Ditingkat kedua dia menempatkan 64 bendera kuning mewakili diagram Pa Kwa, setiap arah mata angin ada 8 bendera.

4 orang disiapkan dialtar tertinggi, masing-masing membakai jubah pendeta tao dan jubah sutra hitam yang di bordir dengan lambang Phoenix. Di sisi kiri altar tertinggi berdiri pengawal membawa tiang tinggi sebagai penunjuk arah mata angin. Disebelah kanannya ada pengawal membawa bendera perlambang 7 bintang. Dibelakang sebelah kiri pengawal membawa pedang perlambang kekuasaan langit, dan dibelakang sebelah kanannya membawa Lambang2x tao.

Dibawah altar utama terdapat 44 pengawal membawa bendera, payung, tombak,bendera kuning, kapak, simbol2x kekuasaan dan sebagainya.

Pada hari yang telah ditentukan Zhuge Liang , Dia mandi membersihkan dirinya dan menyucikan dirinya dengan berpuasa. Lalu dia memakai jubah pendeta taonya dan naik keatas altar.

Dia meminta Lu SU untuk kembali kepada Zhou Yu,"Kembalilah kekemah utama dan bantulah jenderal menyiapkan pasukannya. Jangan khawatir bahwa doaku ini akan gagal."

Lalu Lu SU segera meninggalkan dia, Kemudian Zhuge Liang memerintahkan pengawalnya bahwa apapun yang terjadi mereka harus tetap diam dan tetap berdoa. Hukuman mati akan diberikan bagi mereka yang melanggar.

Kemudian dengan langkah yang anggun dia menaiki altar, menghadap arah timur, membakar dupa dan membasahi bendera2x dengan air suci. Setelah ini selesai dia memandang langit dan berdoa mengucap mantra. Doa ini kemudian selesai dan dia kembali ketendanya. Setelah istriahat sejenak, dia mengijinkan para pengawal yang ada disitu untuk beristirahat dan makan.

3 kali hari itu dia naik keatas altar dan 3 kali juga dia turun, tetapi belum ada tampak tanda2x angin berubah.

Pada Saat itu, Zhou Yu dengan Cheng Pu dan Lu Su serta pejabat milter lainnya, duduk menunggu ditenda utama sampai angin tenggara bertiup dan serangan dapat dilakukan. Utusan segera dikirim kepada Sun Quan untuk mempersiapkan bala bantuan dan menyerang bersama-sama.

Huang Gan dan kapal2xnya yang telah dipersiapkan membawa bahan peledak sebanyak-banyaknya juga telah bersiap di pelabuhan utama, dia membawa 20 kapal dengan bahan peledak dan unjung kapalnya di pasangi tombak besar agar dapat menancap pada kapal musuh, di geladak kapalnya juga banyak sekali benda-benda mudah terbakar. Kapal2x ini juga dilapisi oleh ter yang mudah terbakar. Di anjungan utama bendera naga hitam dikibarkan. Seluruh kapal tempur telah disiagakan dan kemudi kapal telah dimodifikasi agar kapal dapat berlayar lebih cepat dengan bantuan angin. Semua telah siap dan hanya tinggal menunggu perintah.

Sementara itu, kedua mata-mata Cao-Cao, Cai He dan Cai Zhong, sedang dijaga dengan ketat diluar kemah utama dan jauh dari tepi sungai. Mereka setiap hari dijamu dan dibuat senang. Mereka tidak diperkenankan mengetahui rencana persiapan pasukan Zhou Yu. Penjagaan begitu ketak sehingga tidak ada informasi sekecil apapun yang dapat diterima oleh mereka.

Sementara itu, Zhou Yu masih dengan gelisah menunggu ditendanya akan datangnya angin tenggara, utusan datang menemuinya bahwa Sun Quan dengan Armada Kedua Wu telah tiba dan membuang jangkar 60 Li dari kemah utama. Kekuatan 200 kapal tempur utama dan lebih dari 1000 kapal pendukung kelas jelajah dan kelas serbu juga telah siap. Mereka menunggu perintah dari Komandan Utama.

Lu Su lalu memerintahkan agar seluruh pimpinan pasukan bersiap, kapal2x dan senjata mereka serta pasukan harus sudah berada didalam kapal segera. Hukuman mati diberikan bagi mereka yang terlambat. Para prajurit Wu segera pergi kekapalnya masing-masing dan siap bertempur.

Tetapi Langit masih tampak cerah dan angin yang ditunggu belum datang, dan malam haripun tiba tapi angin yang dijanjikan belumlah tiba.

"Kita telah diperdayai," Kata Zhou Yu, "Bagaimana mungkin ada angin tenggara ditengah musim dingin ?"

"Zhuge Liang tidak mungkin menipu kita." Balas Lu Su.

Kira2x beberapa jam sebelum tengah malam, suara angin berhembus terdengar. Segera bendera dan panji2x perang berkibaran dan ketika Zhou Yu keluar untuk memastikan, dia melihat mereka semua berkibar kearah barat laut. Lalu dengan waktu singkat angin tenggara berhembus kuat sekali.

Zhou Yu tersenyum tetapi tidak lama dia menjadi takut. Dia takut atas kekuatan dari orang yang membantunya mendapatkan angin ini.

Dia berkata, "Dia benar-benar mempunyai kekuasan atas langit dan bumi. Cara2xnya tidak dapat diperhitungkan, Sudah seperti dewa. Dia tidak dapat dibiarkan hidup dan membahayakan dataran selatan suatu hari nanti. Kita harus membunuhnya sekarang untuk menyingkirkan bencana di masa depan."

Lalu Zhou Yu memanggil kedua jenderalnya, Ding Feng dan Xu Sheng dan berkata pada mereka, "Masing-masing dari kalian bawalah 100 prajurit, yang satu melalui sungai dan yang lain melalui jalan darat menuju altar dibagian bukit selatan. Segera setelah sampai disana, tanpa perlu bertanya apapun juga atau memberikan alasan, segeralah tangkap dan penggal Zhuge Liang. Hadiah besar akan diberikan pada mereka yang membawa kepalanya kembali padaku."

Xu Sheng dan Ding Feng segera pergi menjalankan tugas mereka, Xu Sheng memimpin pasukan kapak dan panah melalui sungai. Sementara Ding Feng membawa pasukan pemanah berkuda. Angin tenggara mengencang sementara mereka pergi.

Ding Feng yang pertama kali sampai. Dia melihat pengawal masih memegang bendera. Dia segera turun dari kudanya dan bergerak keatas altar, dengan pedang ditangan dia naik. Tetapi Diatas Zhuge Liang telah tidak ada.

Ketika dia bertanya pada pemegang bendera disana, mereka berkata padanya, "Dia telah turun."

Ding Feng segera mencari disekitar perbukitan disana sampai kepinggir sungai, Disana dia bertermu dengan Xu Sheng dan mereka menggabungkan kekuatan.

Kemudian seorang prajurit mengatakan bahwa, "Sesaat tadi, ada perahu kecil menepi disekitar tepi sungai dan Zhuge Liang terlihat menaiki perahu itu. Lalu Perahu itu segera pergi."

Xu Sheng dan Ding Feng lalu mengejarnya, dan karena angin yang kencang, tidak berapa saat mereka bertemu dengan perahu itu.

Xu Sheng lalu menuju geladak kapalnya ketika telah dekat dan berteriak, "Jangan pergi, Guru Naga ! Jenderal meminta kehadiranmu."

Zhugre Liang yang duduk ditengah perahu itu hanya tertawa keras sekali dan berkata, "Kembalilah dan katakan pada jenderal agar memanfaatkan angin ini dengan baik. Katakan pada dia aku pergi dahulu untuk mempersiapkan mantra lainnya dan aku akan menemui dia lain waktu."

"AKu harap tunggulah sebentar," Teriak Xu Sheng”Aku memiliki hal penting untuk kukatakan padamu."

"Aku telah mengetahui semuanya bahwa Zhou Yu tidak akan melepaskanku dan ingin membunuhku. Oleh sebab itu mengapa Zhao Yun berada disini. kau lebih baik tidak mendekat."

Melihat bahwa perahu yang dikejarnya lebih lambat, Xu Sheng berpikir bahwa dia pasti akan dapat mengejarnya dan oleh karena itu tetap mempertahankan pengejarannya.

Lalu ketika dia telah sangat dekat, Zhao Yun menyiapkan busur dan anak panahnya lalu berdiri diatas geladak kapalnya dan berteriak, "Kau tahu siapa aku, dan aku datang untuk mengawal Guru Naga. Kenapa kau mengejarnya ? Satu panah cukup untuk membunuhmu, hanya saja hal itu akan menyebabkan kita berperang dan membatalakan perdamaian diantara kita. Aku akan memanah dan memberimu bukti kemampuanku."

Lalu dia memanah dan anak panah itu memotong tali penyangga layar utama perahu musuh. Lalu Zhao Yun meminta anak buahnya untuk mengembangkan layar penuh dan segera mereka menghilang dikejauhan malam.

Ditepi sungai Ding Feng menunggu. Setelah Xu Sheng menepi dia berkata, "Zhuge Liang terlalu pintar untuk siapapun dan Zhao Yun adalah yang terberani dari yang terberani. Kau ingat apa yang dilakukannya di Dang Yang dan di Chang Ban Po ? Yang dapat kita lakukan sekarang adalah kembali dan melapor."

Lalu mereka kembali kekemah utama dan memberitahu Zhou Yu tentang persiapan yang Zhuge Liang lakukan untuk memastikan keselamatannya. Zhou Yu sangat bingung dengan pandangan jauh dan dalam musuhnya itu.

"Aku tidak akan pernah tenang lagi siang maupun malam sementara dia masih hidup." Kata Zhou Yu.

"Paling tidak tunggulah sampai kita selesai menghadapi Cao-Cao." Kata Lu Su.

dan Zhou Yu pun mengikuti saran ini.

Setelah mengumpulkan para jenderal, Zhou Yu memerintahkan Gan Ning, "Bawalah Cai Zhong dan pasukannya dan pergilan melalui selatan membawa bendera Cao-Cao, sampai kau tiba dihutan hitam dibalik markas musuh. Lalu kau harus menyerang depot persediaan musuh dan bakarlah, itu akan menjadi signal penyerangan. Cai He akan kutahan disini untuk tujuan lain."

Perintah berikutnya, "Taishi Chi kau pimpinlah 2.000 prajurit dan secepatnya pergi ke Huang Zhou untuk memotong jalur komunikasi musuh dengan He Fei. Ketika mendekat kemah musuh, kau harus memberikan signal juga. Dan jika kau melihat bendera merah, itu adalah Sun Quan tuan kita dengan bala bantuannya."

Gan Ning dan Taishi Chi bergerak terlebih dahulu karena mereka menuju tempat yang terjauh.

Lalu Lu Meng dikirim ke hutan hitam dengan 3.000 prajurit untuk membantu Gan Ning yang diperintahkan membakar persediaan pasukan Cao-Cao. Ling Tong dikirim dengan 3.000 prajurit menuju perbatasan antara Yi Ling dan harus segera menyerang ketika signal api dari hutan terlihat. 3.000 Prajurit juga dipimpin oleh Dong Xi untuk pergi ke Han Yang untuk menangkap musuh yang lari menuju sungai Han, Signal pasukan ini adalah bendera berwarna putih. 3.000 prajurit dikirim dibawah Pan Zhang untuk membantu pasukan ini.

Ketika seluruh jenderal-jenderal itu telah berangkat. Huang Gai segera mengirim utusan pada Cao-Cao bahwa dia akan membelot. Huang Gai segera berlayar dengan ke 20 kapal "api"nya. 4 kelompok kapal2x juga dikirim dibelakang pasukan Huang Gai untuk membantunya.

Ke 4 kelompok kapal ini masing terdiri dari 300 kapal dengan kelas jelajah dan serang. Ke 4 komandan kelompok kapal ini adalah Han Dang, Zhou Tai, Jiang Qin dan Chen Wu. 20 kapal tempur besar berada didalam setiap kelompok ini. Zhou Yu dan Cheng Pu berada diatas kapal komando dan membawa lebih dari 100 kapal tempur besar dan 500 kapal jelajah. Ding Feng Dan Xu Sheng menjaga mereka dengan memimpin armada kapal serang sebanyak 1000 kapal dimasing-masing sisi. Lu Su dan Kan Ze serta para penasehat lainnya ditinggalkan untuk menjaga kemah dan menjadi pos komando utama untuk mengkomunikasikan jalannya pertempuran. Mereka mempersiapkan pasukan pemberi signal diatas bukit yang tinggi. Cermin dan api digunakan untuk berkomuniskasi. Cheng Pu sangat terkesan dengan pengaturan yang dibuat Zhou Yu.

Lalu datang utusan membawa mandat dari Sun Quan untuk membuat Lu Xun menjadi pemimpin pasukan bantuan dari Sun Quan. Dia diperintahkan pergi ke QI Chun. Sun Quan memimpin pasukan dibelakang Lu Xun. Lu Xun juga mengirim dua unit komando untuk mengkoordinasikan serangan, satu dibukit barat untuk membuat signal api dan cermin dan yang lainnya di bukit selatan untuk signal bendera.

Setelah semuanya siap, pasukan pun bergerak ketika hari menjelang subuh.

Liu Bei berada di Xiakou menunggu dengan cemas atas kedatangan Zhuge Liang. Lalu dia melihat sekelompok kapal, dipimpin oleh Liu Qu yang datang untuk menanyakan bagaimana keadaan peperangan.

Liu Bei memanggil dia untuk naik keatas menara komando dan berkata, "Angin tengara telah bertiup dan Zhao Yun telah datang untuk menjemput Zhuge Liang."

Tidak lama setelah itu, Datanglah satu kapal dan Liu Bei mengetahui bahwa itu adalah Zhuge Liang.

Lalu Liu Bei dan Liu Qi segera turun dan menyambut kedatangan Zhao Yun dan Zhuge Liang yang turun dari kapal.

Liu Bei sanat senang dan setelah mereka saling mengucap salam, Zhuge Liang berkata, "Tidak ada waktu untuk berbincang-bincang sekarang ini. Apakah prajurit dan kapal2x perang kita telah siap ?"

"Mereka telah lama menunggu," Jawab Liu Bei, "Merekah hanya menunggu anda untuk menunjukan bagaimana mereka akan digunakan."

Ketiga orang itu masuk kedalam tenda komando dan duduk ditempatnya masing-masing.

Zhuge Liang segera mengeluarkan perintah, "Zhao Yun dengan 3.000 prajurit harus menyebrangi sungai dan pergi ke hutan hitam melalui jalan kecil. Dia harus memilih tempat dengan pepohonan yang lebat dan menyiapkan penyergapan. Malam ini setelah lewat tengah malam, Cao-Cao akan melalui jalan itu. Ketika 1/2 dari pasukannya telah lewat, hutan itu harus dibakar. Cao-Cao tidak akan dihancurkan seluruhnya tetapi banyak yang akan tewas."

"Disana ada dua jalan." Kata Zhao Yun, "Satu menuju daerah selatan dan yang lainnya ke Jing Zhou. Aku tidak tahu jalan mana yang akan dia pilih."

"Jalan selatan terlalu berbahaya. Cao-Cao pasti akan mencari jalan menuju Jing Zhou, Sehingga dia dapat menuju Xu Chang."

Lalu Zhao Yun segera pergi menjalankan perintah.

Kemudian Zhuge Liang berkata pada Zhang Fei, "Kau harus membawa 3.000 prajurit melalui pinggir sungai dan memotong jalan menuju Yi Ling. Kau akan menyergap mereka di lembah Hu Lu. Cao-Cao tidak akan berani pergi keselatan Yi Ling, dia akan pergi keutara Yi Ling. Esok hari, setelah hari hujan, dia akan berhenti untuk beristirahat. Segera setelah asap terlihat dari tungku memasak, kau akan membakar sisi bukit. Kau tidak akan menangkap Cao-Cao, tetapi kau telah melakukan jasa besar."

Lalu Zhang Fei segera pergi. Kemudian dia memanggil Mi Zhu, Mi Fang dan Liu Feng. Mereka diperintahkan membawa 3 kelompok tentara masing-masing berjumlah 3.000 prajurit. Dan mereka harus pergi berpatroli disepanjang sungai untuk mengambil ramapsan perang yang tertinggal atau terjatuh dan menangkap tentara Cao-Cao.

Kemudian ketiganya pergi. Kemudian Zhuge Liang berkata pada Liu Qi, "Daerah disekitar Wu Chang sangatlah penting dan aku harap kau menguasai daerah itu dengan pasukanmu dan tempatkan mereka di posisi2x strategis. Cao-Cao, setelah kalah, akan segera lari kesana dan kau dapat menangkapnya. Tetapi kau tidak boleh meninggalkan kota tanpa alasan yang kuat."

Dan Liu Qi segera berangkat.

Lalu Zhuge Liang berkata pada Liu Bei, "Aku harap kau tetap tenang dan duduk diatas menara itu untuk melihat Zhou Yu melakukan rencana besarnya malam ini."

Guan Yu yang dari tadi duduk saja dan tidak mendapat perintah segera bangun dan berkata, "Sejak hari pertama aku ikut dengan kakakku kemedan perang bertahun-tahun yang lalu. Aku tidak pernah ditinggal dibelakang. Sekarang perang besar sedang terjadi dan tidak adakan tugas untukku ? Apa yang kau maksudkan oleh hal ini ?"

"Kau tidak perlu terkejut. Aku menginginkan kemampuanmu digunakan hanya untuk tugas yang sangat penting. hanya saja ada sesuatu yang menghalangiku untuk mengirimmu." Kata Zhuge Liang.

"Apa yang dapat menghalangi dirimu ? aku harap kau memberitahukannya padaku ."

"Cao-Cao pernah baik padamu dan kau tidak dapat tidak untuk merasa perlu membalas budi. Sekrang ketika pasukannya telah dikalahkan, dia pasti akan pergi menuju Lembah Hua Rong. Jika aku mengirimmu untuk menjaga tempat itu, kau pasti akan membiarkannya pergi. Jadi aku tidak mengirimmu."

"Kau sangat penuh pertimbangan, Penasehat. Tetapi walaupun dia pernah memperlakukanku dengan sangat baik, tetapi aku telah membunuh dua jenderal lawan untukknya, Yan Liang dan Wen Chou, sebagai balas budiku disamping aku juga menghentikan pengepungan atas dirinya. Jika aku bertemu dengannya saat ini, aku pasti akan sulit melepaskannya."

"Tetapi bagaiman jika kau melepaskannya ?"

"Kau dapat menghukumku dengan hukum militer."

"Jika memang begitu maka tulislah pernyataanmu diatas selembar kertas."

Lalu Guan Yu menulis surat format dan memberikannya pada Zhuge Liang.

"Bagaimana jika Cao-Cao tidak melewati daerah itu ?" Kata Guan Yu.

"Aku akan memberikan pernyataan tertulis padamu bahwa dia akan lewat disana." Lalu Zhuge Liang melanjutkan, "Dibukit dekat lembah Hua Rong, kau akan mengumpulkan kayu dan jerami untuk membuat asap dan menipu Cao-Cao untuk datang."

"Jika Cao-Cao melihat api maka dia akan mencurigai ada jebakan dan tidak akan datang." Kata Guan Yu.

"Kau sungguh berpikir sederhana," Kata Zhuge Liang, "Apakah kau tidak mengerti taktik perang lebih dari itu ? Cao-Cao merupakan ahli siasat, tetapi kau dapat menipunya kali ini. Ketika dia melihat asap, dai akan berpikir itu adalah rumah pertanian dan akan mengambil resiko pergi kearah sana. Tetapi jangan kau biarkan kebaikan hatimu mengatur apa yang harus kau lakukan."

Lalu Guan Yu pergi dan membawa anak angkatnya Guan Ping dan juga Zhou Cang serta 500 pasukan pedang yang dilatihnya.

Kata Liu Bei, "Adiku itu memiliki rasa kebenaran yang tinggi sekali. Aku khwatir Cao-Cao akan datang kejalan itu dan adikku akan melepaskannya."

"Aku telah melihat bintang akhir2x ini dan pemberontak Cao-Cao itu belum ditakdirkan mati. Aku sengaja membuat rencana ini untuk Guan Yu selesaikan."

"Menang benar, hanya sedikit manusia yang memiliki pandangan jauh seperti dirimu." Kata Liu bei.

Kedua orang itu pergi ke Fan Kou dimana mereka melihat rencana Zhou Yu. Sun Qian dan Jian Yong ditinggalkan di Xiakou untuk menjaganya.

Cao-Cao berada dikemah besarnya dan sedang berbicara dengan para penasehatnya menunggu kedatangan Huang Gai. Angin tenggara bertiup kencang hari itu dan Cheng Yu mendesak agar Cao-Cao memikirkan tindakan pencegahan apabila musuh menggunakan api.

Tetapi Cao-Cao tertawa dan berkata, "Titik balik matahari dimusim dingin bergantung pada posisi matahari dan tidak ada yang lainnya. Dan mungkin saja terjadi angin dari timur pada suatu saat dan kemudian akan hilang kembali. Aku tidak melihat kita perlu khawatir terhadap hal itu."

Saat itu tiba-tiba datang perahu kecil dari sisi lain membawa surat dari Huang Gai. Utusan itu langsung menyerahkan surat itu pada Cao-Cao.

Cao-Cao membaca surat itu dan dia tersenyum. Dia segera pergi menuju kapal komandonya bersama penasehat dan jenderal-jenderal yang lain untuk melihat kedatangan Huang Gai.

Dikemah pasukan dataran selatan, ketika malam tiba, Zhou Yu memanggil Cai He dan memerintahkan prajurit untuk menangkapnya dan mengikatnya.

Cai He memprotes dan berkata, "AKu tidak melakukan kesalahan apapun !"

Tetapi Zhou Yu berkata, "Orang macam apakah kau, yang berpikir dapat datang dan berpura-pura menyerah kesisiku ? Aku membutuhkan sedikit hal untuk dikorbankan bagi benderaku dan kepalamu akan sanga bagus kupersembahkan pada dewa sungai, jadi aku akan menggunakannya."

Cai He yang tidak dapat melawan tuduhan itu segera berteriak, "Dua orang dari sisimu, Kan Ze dan Gan Ning juga turut serta dalam rencana ini !"

"Ya, Mereka mengerjakan sesuai petunjukku !" Kata Zhou Yu.

Cai He sangat menyesal sekarang dan dia sedih, tetapi Zhou Yu memerintahkan agar Cai He dibawa ke Tepi Sungai dimana bendera hitam telah disiapkan disana, dan setelah menuang arak kesungai dan membakar kertas uang, Cai He segera dipenggal, darahnya dikeluarkan semua dari tubuhnya dan dipersembahkan untuk Panji2x perang Wu.

Setelah upaca selesai, kapal perang segera diperintahkan bergerak. Huang Gai segera pergi terlebih dahulu. Dia hanya menggunakan jubah pelindung dada dan membawa hanya pedang. Dibenderanya tertulis 4 huruf besar 'PEMIMPIN PASUKAN HUANG GAI'. Dengan angin kencang dia menuju ke "tebing merah" (Chi Bi).

Angin Sungguh kencang dan ombak sangat tinggi. Cao-Cao berada di tengah kelompok kapal2x perang itu, Dia berada dimenara utama kapal komando. Langit sungguh cerah saat itu dan bulan purnama bersinar dan memantulkan sinarnya, membentuk warna2x perak yang indah diatas sungai. Dia membiarkan angin menerpa wajahnya dan lalu tertawa keras sekali karena dia merasa sebentar lagi dia akan mendapatkan keinginannya.

Lalu Prajurit menara pengawas menunjuk kesungai dan berkata, "Seluruh daerah selatan dipenuhi kapal, dan mereka datang dengan bantuan angin."

Cao-Cao lalu melihat kearah itu dan para pejabatnya berkata padanya bahwa benderanya berwarna hitam dan ada lambang naganya. Dan diantar bendera2x itu ada bendera beasr bertuliskan nama Huang Gai.

"Itu adalah temanku, Huang Gai." Kata dia dengan sungguh senangnya”Langit berada disisiku hari ini."

Setelah kapal2x huang Gai makin mendekat, Cheng Yu berkata, "Kapal2x itu akan berkhianat. Jangan biarkan mereka mendekat ke "benteng air" kita”

"Bagaimana kau mengetahui hal itu ?" Tanya Cao-Cao.

Dan Cheng Yu menjawab, "Jika mereka ingin membelot seharusnya sekarang mereka sudah menurunkan layar dan mulai mendayung karena pada kecepatan ini mereka akan menabrak kita. Angin tenggara sungguh kencang, dan jika mereka ingin berkhianat, bagaimana kita akan mempertahankan diri kita ?"

Cao-Cao akhirnya mulai mengerti, lalu dia bertanya siapakah yang mau pergi untuk memberhentikan kapal yang akan mendekat itu, dan Wen Pin maju menjadi sukarelawan, "Aku cukup terbiasa berperang di air."

Segera Wen Pin naik kekapalnya dan diikuti oleh 10 kapal perang kelas jelajah lainnya.

Berdiri di buritan kapal, Wen Pin memanggil kapal2x yang bergerak kearahnya, "Kalian kapal2x dari selatan dilarang mendekat ! Ini adalah perintah dari perdana menteri. Berhentilah ditengah sungai !"

Para prajurit meneriaki mereka untuk menurunkan layar. Teriakan itu dijawab dengan tembakan panah dari kapal2x huang gai dan Wen Pin segera mencari tempat berlidung karena tangannya terkena panah. Kekacauan mulai terjadi diantara pasukan Wen Pin, kapal2x Huang Gai dibantu dorongan angin terus melaju.

Ketika kapal tinggal berjalan sekitar 1/2 Li (250 M) dari "benteng air" Cao-Cao. Huang Gan segera mengibaskan pedangnya dan tiba-tiba ujung2x kapal2x itu menyala dengan api. Huang Gai lalu memerintahkan agar para prajruit di ke 20 kapal itu segera berpindah ke kapal2x yang ada dibelakangnya. Ke 20 kapal itu menjadi panah api yang akan menghantam kelompok aramda Cao-Cao.

Seluruh kapal2x Cao-Cao ada disana, dan kapal2x besarnya terantai satu sama lainnya dan tidak ada kapal yang dapat lepas dan lari. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dan kebakaran mulai terjadi disisi kiri. Ledakan itu memuntahkan berbagai bahan mudah meledak kekapal2x yang lain yang dengan bantuan angin segera terbakar hebat sekali.

Malampun berubah menjadi merah membara, sungai di tiga penjuru memantulkan cahaya merah menyala. Tebing2x disekitar tempat itu berubah warnanya menjadi merah darah. Saat itu tampaknya seluruh alam semesta dipenuhi oleh kobaran api.

Cao-Cao segera pergi menuju Tepi sungai, Huang Gai dengan beberapa puluh prajurit dibelakangnya, segera melompat kesebuah perahu kecil. dan menerobos kobaran api, dia pergi mencari Cao-Cao. Cao-Cao melihat bahaya sudah mendekat, segera menepi dan turun kedaratan. Zhang Liao berusaha melindungi tuannya itu dengan pasukan elitnya yang lebih dari 1/2nya telah mati terbakar api. Mereka akhirnya berhasil keluar dari kobaran api dan segera menuju kekemah utama.

Huang Gai melihat Cao-Cao sudah sampai ketepi segera mempercepat pasukannya.

Dia mendekat dan memengang goloknya yang tajam segera berteriak, "Kau pemberontak ! jagan lari. Aku Adalah Huang Gai."

Cao-Cao segera mengerang kesakitan akibat beberapa luka bakar yang diterimanya yang terkena air. Zhang Liao berusaha memapah tuannya itu ketepian dan ketika dia melihat Huang Gai telah mendekat dia segera mengambil busurnya dan memanah Huang Gai dari jarak dekat. Suara berisik dan asap yang tebal menghalangi pandangan Huang Gai dan dia tidak mengetahui ada panah yang diarahkan padanya, Zhang Liao yang juga tidak dapat membidik Huang Gai dengan tepat juga akhirnya hanya mengenai bahu Huang Gai, tetapi hal ini cukup mengejutkan Huang Gai dan membuat Huang Gai terjatuh kedalam Sungai.

BAB 50

Huang Gai yang terkejut dan jatuh kedalam sungai karena terkena panah Zhang Liao berusaha menyelamatkan diri. Sementara itu Zhang Liao membawa Tuannya pergi menjauhi tepi sungai yang sudah kacau itu. Han Dang yang melihat hal itu segera memerintahkan agar pasukannnya segera menepi, tetapi orang-orangnya berkata bahwa ada seseorang yang meminta tolong berada disisi kapal. Han Dang mendengar suara itu dengan seksama dan ternyata dia mengenali bahwa itu adalah suara Huang Gai yang meminta tolong.

"Itu adalah temanku Huang Gai !" Teriak dia, dan mereka segera menarik jenderal yang terluka itu keluar dari dalam air.

Mereka lalu melihat bahwa Huang Gai terluka karena terkena panah. Han Dang Mematahkan tungkai panah tersebut tetapi ujungnya tertanam terlalu dalam. Mereka segera membuka jubah perang Huang Gai dan mengiris bahu Huang Gai untuk mengeluarkan ujung panah tersebut, lalu mereka menyobek bendera perang dan mengikat luka tersebut. Lalu Han Dang mengirim Huang Gan beserta beberapa pengawalnya untuk diantar kembali kekemah mereka.

Huang Gai dapat selamat meskipun tenggelam di sungai besar yang sedang berombak besar membuktikan bahwa kemampuan alaminya untuk dekat dengan air adalah kekhasan orang daerah selatan. Pada saat itu suhu air sangatlah dingin sekali dan dia menggunakan jubah perang yang sangat berat ketika dia terjatuh kedalam sungai, tetapi dia berhasil selamat, hanya sedikit malam itu orang yang tercebur kedalam sungai dengan keadaan terluka dan berhasil selamat.

Dalam pertempuran laut terbesar ini di muara tiga sungai, ketika api tampaknya telah menyebar keseluruh penjuru sungai, ketika bumi berguncang karena bunyi genderang perang bertabuan dimana-mana, ketika pasukan darat pada kedua sisi dan para jenderal sudah berhadap-hadapan dengan pasukannya, ketika keberingasan dari sang api menjawab malalap habis seluruh benda yang dilewatinya, dibawah hujaman pedang dan tusukan tombak serta panah yang jatuh seperti air hujan dimalam itu, terbakar oleh api dan tenggelam oleh air. Kekalahan Cao-Cao sudah tidak dapat terhitung lagi besarnya, mayat2x bergelimpangan disepanjang sungai besar, darah dan potongan tubuh menghiasi seluruh muara. Api yang membakar ratusan kapal Cao-Cao masih membubung tinggi membuat malam itu seperti neraka ada didunia. Erangan kesakitan karena luka bakar dan mayat2x yang terpanggang menghiasi tepi sungai besar.

Sementara api melahap 'Benteng Air' Cao-Cao, Gan Ning membawa Cai Zhong menuju jantung perkemahan Cao-Cao Yang paling dalam. Lalu Gan Ning membunuh Cai Zhong dengan menebas kepalanya. Setelah itu Gan Ning membakar hutan itu, dan itu merupakan tanda untuk Lu Meng membakar padang rumput disekitar perkemahan depot persediaan Cao-Cao. Akibat kebakaran itu semua menjadi panik dan pasukan Wu membantai mereka malam itu. Pasukan Wu datang dari segala penjuru dan menghancurkan 10 lumbung beras Cao-Cao. Lebih dari 20.000 prajurit Cao-Cao tewas, kebanyakan karena terbakar oleh api.

Cao-Cao dan Zhang Liao, dengan pasukan elit yang kurang dari 100 orang, segera kabur melalui hutan yang terbakar itu. Mereka tidak melihat ada jalan didepan. Kemudian Mao Jie dan Wen Pin yang terluka, dengan beberapa puluh pasukan berkuda bergabung bersama mereka. Cao-Cao memerintahkan prajuritnya membuat Jalan baginya. Pasukan elit Cao-Cao yang terkenal kekuatannya menebaskan tombaknya dan dengan sekali tebasan pohon2x dan semak2x hancur semua sehingga membuat jalan bagi Cao-Cao.

Mereka baru pergi tidak jauh ketika dihadang oleh pasukan lain dan ada suara berteriak, "Cao-Cao, Berhenti Kau !!!"

Itu adalah Lu Meng bersama pasukannya menghadang. Cao-Cao memerintahkan agar Zhang Liao bersama pasukan elitnya menghadang Lu Meng, sementara dia dan sisanya mencari jalan lain.

Segera setelah itu Cao-Cao bergerak terus sampai hampir mendekati tepi Hutan Hitam, dimana disana dia melihat obor bernyalaan didepannya, dan tiba-tiba muncul sekelompok tentara dan pemimpinnya berteriak, "Ling Tong menunggumu disini !!"

Cao-Cao menjadi ketakutan karena sekarang dia terkepung.

Tetapi kemudian dari sisi kanannya dia mendengar pasukan lain mendekat dan pemimpinnya berteriak, "Jangan Takut tuan perdana menteri, aku datang untuk menyelamatkanmu !!!"

Yang berteriak itu adalah Xu Huang, dan kemudian dia menyerang Ling Tong dan pasukannya serta menahan mereka. Xu Huang dengan pasukannya bertarung mati-matian dan berhasil memaksa Ling Tong mundur bersama pasukannya.

Cao-Cao terus melanjutkan pelariannya keutara, tetapi segera dia melihat ada kemah diatas bukit. Xu Huang pergi terlebih dahulu untuk melihat dan menemukan bahwa jenderal yang bertugas disana adalah jenderal Cao-Cao, Ma Yan dan Zhang Zi. Mereka memliki 3.000 prajurit masing-masing dikemahnya. Mereka telah melihat langit memerah akibat kebakaran besar di sungai Besar, tetapi mereak tidak tahu apa yang terjadi sehingga tidak berani bergerak.

Dia memerintahkan Ma Yan dan Zhang Zi dengan 1.000 prajurit untuk membuka jalan sementara yang lainnya tetap berada disana sebagai pengawalnya. Dan dia merasa lebih tenang sekarang.

Kedua orang itu menjalankan perintah, tetapi sebelum mereka pergi jauh, mereka mendengar teriakkan dan sekelompok tentara muncul, pemimpinnya berteriak pada mereka, "Aku adalah Gan Ning dari Wu !!!"

Kedua jenderal dan pasukannya bertarung tetapi Gan Ning yang gagah itu dengan mudah membunuh Ma Yan dan ketika Zhang Zi ingin menusuknya dari belakang dengan tombaknya, Gan Ning melemparkan pedangnya yang langsung membunuh Zhang Zi seketika itu juga. Kedua pemimpin itu mati dan para prajurit yang berhasil kembali membawakan Cao-Cao berita buruk itu.

Pada saat ini Cao-Cao mengharapkan bantuan dari He Fei, karena dia tidak tahu bahwa Sun Quan sudah memblokade jalan. Tetapi ketika Sun Quan melihat api dan dia mengetahui bahwa pasukannya telah menang hari itu, dia memerintahkan Lu Xun untuk memberikan signal juga. Taishi Ci melihat hal ini segera mengabungkan kekuatannya dengan Lu Xun dan bersama mereka menyerang perkemahan Cao-Cao.

Dan Cao-Cao yang terdesak diatas bukit hanya memiliki satu jalan yaitu menuju Yi Ling. Dalam perjalanan Cao-Cao bertemu dengan Zhang He yang membawa tentara yang tersisa dan memerintahkan dia untuk melindunginya. Cao-Cao segera bergerak maju keutara secepat mungkin.

Kira setelah 2 jam kemudian dia telah sangat jauh dari hiruk pikuk peperangan dan langit kembali gelap tidak berwarna merah menyala lagi seperti sebelumnya. Dia sekarang merasa lebih tenang dan aman. Dia bertanya, "Apa nama tempat ini ?"

Mereka memberitahukan padanya”Ini adalah sebelah barat hutan hitam dan diutara Yi Du."

Melihat lebatnya pepohonan disekelilingnya dan bukit yang curam serta jalan yang berliku-liku, cao mengadahkan kepalnya dan tertawa.

Orang disekeliling dia bertanya, "Kenapa kau tertawa tuan ?"

Dan dia berkata, "Aku hanya tertawa pada kebodohan Zhou Yu dan Zhuge Liang. Jika mereka menyiapkan penyergapan disini, seperti yang akan kulakukan jika aku mereka, maka tidak ada jalan keluar lagi untukku."

Cao-Cao baru saja menyelesaikan penjelanannya ketika dari kedua sisi muncul bunyi genderang perang dan api menyala kembali membakar hutan. Cao-Cao nyaris saja terjatuh dari kudanya, dia sangat terkejut.

Dan dihadapannya muncul pasukan dengan Zhao Yun memimpin dan dia berkata, "Aku Zhao Yun, telah lama menunggumu disini !"

Cao-Cao memerintahkan Xu Huang dan Zhang He untuk melawannya, dan dia segera memacu kudanya bersama pasukan berkudanya menerobos asap dan api. Zhao Yun melawan pasukan XU Huang dan Zhang He, walaupun jumlah pasukan musuh lebih besar dan dia harus menghadapi dua jenderal tangguh, tetapi karena pasukan Cao-Cao banyak yang terluka dan sudah lelah maka dia dapat dengan mudah memukul mereka. Zhao Yun seperti yang diperintahkan tidak mengejar Cao-Cao, dia hanya menangkapi prajurit Cao-Cao dan mengambil barang-barang dan perlengkapan perang yang tertinggal.

Pagi telah menjelang, tetapi matahari tidak tampak cerah karena tertutup asap hitam, angin tenggara belum berhenti bertiup. Tiba-tiba turunlah hujan lebat sekali, membuat semua orang kebasahan, tetapi Cao-Cao tetap memaksa pasukannya untuk bergerak terus sampai akhirnya dia melihat prajuritnya mulai banyak yang pingsan dan jatuh karena kelaparan dan kelelahan. Dia segera memerintahkan untuk berhenti. Dia memerintahkan pasukannya untuk menjarah rakyat disekeliling sana untuk mencari beras dan makanan lainnya, serta memerintahkan mereka untuk membuat api. Tetapi ketika mereka telah berhasil mendapatkannya dan mulai memasak makanannya, pasukan lain datang mengejar dan Cao-Cao sekali lagi ketakutan, Ternyata setelah pasukan itu sampai pemimpnya adalah Li Dian dan Xu Chu yang juga sedang menuju utara mengawal para penasehat dan pejabat sipil lainnya, diantara mereka juga banyak pejabat militer yang terluka. Dia sangat gembira melihat bahwa para penasehatnya banyak yang selamat.

Ketika memerintahkan untuk bergerak kembali, Cao-Cao bertanya, "Tempat apakah didepan sana ?"

Mereka memberitahukan padanya, "Didepan ada dua jalan, satu adalah jalan besar ke selatan Yi Ling, dan yang lainnya jalan melalui gunung menuju utara Yi Ling."

"Jalan mana yang terdekat menuju Jiang Ling ?" Tanya Cao-Cao.

"Rute yang terbaik adalah mengambil jalan selatan menuju Lembah Hu Lu." Jawabnya.

Akhirnya Cao-Cao memberi perintah untuk bergerak kearah itu. Ketika sampai di lembah Hu Lu, para prajurit banyak yang kelaparan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kuda-kuda juga telah kelelahan. Banyak yang mati dalam perjalanan. Lalu mereka akhirnya semua beristirahat, makanan diambil paksa dari para penduduk desa sekitar dan meraka menyiapkan kembali peralatan masaknya, mereka menemukan tempat kering di balik bukit. Disana mereka mulai memasak makanan, dan membakar daging kuda yang mereka tunggangi. Mereka lalu melepaskan baju basah mereka dan mengeringkannya. Kuda-kuda yang tersisa juga dilepas sadelnya dan dibiarkan memakan rumput.

Duduk dengan nyaman disuatu tempat, Cao-Cao tiba-tiba melihat keatas dan mulai tertawa kembali.

Para penasehatnya, mengingatkan apa yang terjadi ketika dia tertawa,"Beberapa waktu yang lalu, tuan, kau juga mentertawakan Zhou Yu dan Zhuge Liang. Setelah itu Zhao Yun muncul dan pasukan kita banyak yang tewas. Sekarang apa lagi yang kau tertawakan ?"

"Aku mentertawakan kedua orang itu. Jika aku jadi mereka dan mengkomandani pasukan saat ini, aku akan menempatkan penyergapan disini, untuk menemui kita ketika kita sedang lelah. Dan walaupun kita dapat menyelamatkan nyawa kita, kita pasti akan sangat menderita. Mereka tidak melihat hal ini dan karena itu aku mentertawakan mereka."

Pada saat yang bersamaan dibalik mereka muncul teriakan2x. Cao-Cao Langsung terkejut dan segera mengenakan baju zirahnya dan naik keatas kudanya. Kebanyakan dari prajuritnya tidak dapat memakai pakaian mereka dan kemudian api bernyalaan disekeliling mereka dan memenuhi lembah itu. Pasukan musuh ada didepan mereka dan pemimpinnya berwajah sangar adalah Zhang Fei yang duduk diatas kudanya dengan tombaknya.

"Kemanakah kau akan pergi sekarang, pemberontak tua ?" Teriak Zhang Fei.

Prajurit-prajurit Cao-Cao langsung mengigil kedinginan mendengar teriakan Zhang Fei, banyak dari mereka masih mengingat peristiwa di jembatan Chang Ban. Xu Chu naik keatas kudanya dan melawan Zhang Fei. Zhang Liao yang terluka dan Xu huang juga berkuda membantunya. Ketiga orang itu mengepung Zhang Fei dan bertarung melawan dia. Sementara itu Cao-Cao menerobos kepungan musuh dan berhasil keluar dari sana. Setelah Cao-Cao berhasil lari, ketiga jenderal Cao-Cao yang terluka itu juga mundur dan menjaga Zhang Fei tetap dibelakang. Zhang Fei terus mengejarnya, tetapi karena dihalangi oleh 3 jenderal tangguh yang walaupun terluka juga tetap memberikan perlawan sengit, akhirnya dia memberhentikan pengejaran dan menangkapi prajurit Cao-Cao dan mengumpulkan perlengkapan perang mereka yang tertinggal.

Cao-Cao akhirnya lolos dari bahaya dan para jenderal serta bawahannya juga dapat lolos. Tetapi mereka semua terluka dan kelelahan.

Ketika mereka sampai dipersimpangan jalan, para prajurit bertanya, "Didepan kita ada dua jalan. Jalan mana yang akan kita pilih ?"

"Manakah yang rute terpendek ?" Tanya Cao-Cao.

"Jalan utama lebih mudah dilewati, tetapi 30 Li lebih jauh dibanding jalan pintas yang melalui lembah Hua Rong. Hanya saja lembah Hua Rong sangatlah curam dan berbahaya, penuh parit dan lobang serta sulit dilewati."

Cao-Cao mengirim pengintai naik keatas tempat tinggi untuk melihat sekeliling.

Mereka kembali dan berkata, "Tampak ada asap meninggi dari bukit yang melalui jalan pintas. Jalan utama tampak sepi2x saja."

Lalu Cao-Cao memerintahkan mereka untuk melalui jalan pintas.

"Dimana ada asap disana kemungkinan ada prajurit." Kata para bawahannya, "Kenapa kau pergi melewati jalan ini ?"

"Karena 'Buku Siasat Perang' (Ping Fa) mengatakan bahwa Kekosongan harus dianggap sebagai isi dan isi harus dianggap kosong. Zhuge Liang itu sungguh licik dan penuh siasat, dia mengirim orang untuk membuat asap itu sehingga kita tidak pergi menuju jalan itu. Dia telah mempersiapkan penyergapan dijalan utama. Aku telah memutuskan, dan aku tidak akan terjebak oleh siasatnya lagi kali ini."

"Tuan Perdana menteri, pemikiranmu sungguh mengagumkan. Tidak ada seorangpun didunia ini yang mampu menandingimu." Kata para pejabat.

Dan para prajurit bergerak melalui jalan pintas yang sulit. Mereka semua kelaparan dan banyak yang terlalu lemah untuk berjalan. Kuda-kuda keletihan dan banyak dari mereka yang memiliki luka bakar dan mereka bergerak lambat sekali. Yang terluka berusaha untuk tetap mengikuti mereka sampai napas terakhirnya. Semua basah karena air hujan dan mereka tampak sangat letih. Senjata mereka dan pakaian mereka semua tampak sangat menyedihkan, dan lebih dari 1/2 dari pasukan itu terpaksa ditinggalkan di tengah perjalanan. Saat itu adalah puncak musim dingin, dan hawa dingin merasuk sampai kesumsum tulang. Penderitaan para prajurit sudah tidak tertahankan lagi. Hanya anggota pasukan elit yang berjumlah kurang dari belasan orang saja yang masih bertahan.

Dia melihat bahwa pasukan pengintai didepan tiba-tiba berhenti, Cao-Cao lalu menanyakan alasannya.

Mereka menjawab, "Air hujan telah melunakan tanah disekitar sini dan akibatnya tanah menjadi rawa dan kuda-kuda tidak dapat melewati tempat ini. Banyak lobang dan parit2x yang terendam dan ini membahayakan pasukan kita. Tampaknya kita tidak harus balik melalui jalan lain"

Cao-Cao marah dan berkata, "Ketika prajurit sampai kebukit mereka membuat jalan, ketika mereka terhalang arus, mereka membuat jembatan. Hal-hal seperti lumpur tidak dapat menghalangi jalan pasukan."

(* Dalam buku aslinya sebenarnya Cao-Cao tidak berbicara sepanjang ini, kata-katanya cukup terkenal dan berbunyi "Ping ji luan Dou yi, Pu dao huang he xin Pu si" Artinya dalam "keadaan terdesak semua cara harus dicoba, tidak boleh menyerah sampai semua harpaan telah hilang." Arti harafiahnya "Carilah tabib mana saja ketika sakit parah, jangan berhenti sampai mencapai sungai kuning.")

Lalu dia memerintahkan prajurit yang lemah untuk pergi kebelakang dan menyusul semampu mereka, sementara yang masih kuat diminta memotong pohon2x dan mengumpulkan rerumputan dan dedaunan untuk menutup lubang2x dijalan dan hal itu harus dilakukan atau mereka akan dihukum mati atas ketidak patuhan dan keterlambatan.

Pasukan elit Cao-Cao dipimpin Zhang Liao turun dari kudanya dan menbeas pohon dan bambu, mereka juga memperbaiki jalan. Dan karena takut akan ada pasukan yang mengejar, sekelompok pasukan berkuda berjumlah 100 orang dibawah Xu Chu dan Xu Huang diperintahkan untuk berjaga-jaga dibelakang.

Para prajurit yang lain membantu untuk menutup lubang, dan memperkuat dan memperbaiki jalan, tetapi banyak yang jatuh kedalam jurang karena longsor atau terkubur hidup-hidup. Juga banyak yang jatuh kedalam parit2x dan terluka. Tangisan penderitaan dan kepedihan terdengar sepanjang jalan.

"Apa yang kalian tangisi ? " Teriak Cao-Cao, "Hari-hari kalian telah ditetapkan oleh langit, Setiap mereka yang tidak berkerja akan dihukum mati."

Cao-Cao mengeluarkan perintah agar para pekerja yang diam saja akan langsung dihukum mati ditempat.

Pasukan sekarang terbagi menjadi 3 bagian. Satu bergerak lamban sekali, mereka adalah pasukan yang sudah lemah dan terluka serta membawa orang-orang yang terluka, yang kedua adalah pasukan yang menutupi lobang2x dan parit2x serta memperkuat jalan agar tidak longsor dan yang ketiga mengawal Cao-Cao. Akhirnya mereka semua berhasil melalui daerah itu. Ketika keadaan tampaknya sudah jauh lebih baik, cao2 berbalik dan melihat orang-orang yang mengikutinya, dia melihat kurang lebih hanya 300 prajurit yang kelelahan dan ribuan lainnya yang terluka dan lemah serta tidak memiliki senjata dan pakaian perang. Barisan mereka kacau balau, dan tidak ada semangat dimata mereka.

Tetapi dia memerintahkan mereka agar segera maju, dan ketika para pejabat mengatakan bahwa pasukan sudah sangat lelah dan kuda-kuda juga sudah letih dan harus berhenti untuk istirahat, dia menjawab, "Kita harus segera ke Jing Zhou, disanalah kita akan beristirahat."

Akirnya mereka bergerak terus, dan ketika mereka baru sampai sejauh 2-3 li, Cao-Cao kemudian tertawa keras sekali.

"Apa lagi yang anda tertawakan tuan ?" Tanya para pejabat.

"Orang-orang mengatakan bahwa Zhou Yu dan Zhuge Liang sangat pintar dan penuh siasat. Tetapi aku tidak melihat itu, Merkea hanya sepasang orang bodoh. Jika penyergapan disiapkan disini, kita semua akan menjadi tawanan sekarang."

Cao-Cao belum menyelesaikan bicaranya ketika tiba-tiba terdengar bunyi pasukan didepan mereka ditengah2x kesunyian. Pasukan berjumlah 500 prajurit berpedang muncul dan menghalangi jalan mereka. Pemimpinnya adalah Guan Yu, memengang Tombak Golok Naga Hijaunya, dan duduk diatas kudanya si rambut merah. Pada saat ini, Cao-Cao merasa sangat ketakutan seperti jiwanya telah meninggalkan tubuhnya dan para prajurit Cao-Cao sudah gemetaran melihat hal ini.

"Sekarang kita tidak punya pilihan lain, "Kata Cao-Cao, "Kita harus bertempur sampai mati."

(*Ini juga kata-kata terkenal dari Cao-Cao, sebenarnya kata-kata ini sering dipakai oleh banyak jenderal perang. Kata-kata aslinya berbunyi seperti ini.

"Pei Shui Yi Zhan" artinya Perang untuk menang atau mati. Arti harafiahnya Perang dengan Sungai dibelakang kita.)

"Bagaimana mungkin ?", Kata para bawahannya, "Walaupun para pemimpin masih memiliki kekuatan, tetapi kuda-kudanya sudah kelelahan."

Cheng Yu berkata, "Aku selalu mendengar bahwa Guan Yu sangat bangga akan dirinya tetapi hatinya sangat lembut dan penuh rasa kasihan dan keadilan. Dia membenci yang kuat tetapi lembut pada yang lemah, dia selalu bertindak yang benar. Kau, Tuan Perdana menteri, pernah menunjukan kebaikan padanya dimasa lalu. Jika kau sekarang mengingatkan dia mengenai hal itu, mungkin kita dapat lolos dari bahaya saat ini."

Cao-Cao setuju untuk mencoba, Dia berkuda kedepan, kemudian memberi hormat, "Jenderal, tampaknya kau baik-baik saja."

"Aku memiliki perintah untuk menunggumu disini, Tuan Perdana menteri," Jawab Guan Yu yang juga balas memberi hormat, "Dan aku telah menunggu beebrapa hari."

"Yang kau lihat sekarang adalah Cao-Cao yang telah kalah dan lemah. Aku telah sampai pada keadaan yang sangat menyedihkan dan aku percaya kau, jenderal Guan, tidak akan melupakan kebaikan diwaktu yang lampau."

"Walaupun kau sungguh baik kala itu, tetapi aku telah membunuh musuh2xmu dan melepaskan pengepungan di baima. Dan mengenai masalah hari ini, aku tidak dapat membiarkan masalah pribadi berada diatas masalah tugas negara."

"Apakah kau masih ingat ke 6 jenderalku, yang kau bunuh di 5 benteng ? Orang mulia mengindahkan kebenaran. Kau sangat mengetahui mengenai sejarah dan pasti ingat apa yang dilakukan Yu Gong sang pemanah ketika dia melepaskan gurunya Zi Zhuo, karena dia tidak ingin menggunakan ajaran Zi Zhuo untuk membunuh Zi Zhuo sendiri."

Guan Yu memiliki hati yang sangat baik dan tidak dapat melupakan kebaikan yang telah diterimanya ditangan Cao-Cao dan kebesaran hati Cao-Cao yang telah ditunjukan dengan memaafkannya setelah dia membunuh jenderal-jenderalnya. Dia menatap mata-mata pasukan Cao-Cao yang sangat ketakutan dan kelelahan serta memelas. Air mata muncul diwajah2x ketakutan yang dilihatnya disana dan dia tidak dapat menekan Cao-Cao.

Dia segera menarik kudanya pergi dan berkata kepada para prajuritnya, "Bubarkan Formasi !"

Semua terkejut, Tetapi mereka mematuhi perintah Jenderalnya. Cao-Cao lalu segera pergi dengan para penasehatnya. Ketika Guan Yu berbalik, mereka semua telah lewat. Dia segera berteriak keras sekali karena kesal dan membuat suaranya membuat langit seakan runtuh, Para prajurit Cao-Cao yang masih belum lewat segera turun dari kudanya dan segera berlutut memohon ampunan. Tetapi dia juga memiliki belas kasih pada mereka. Lalu Zhang Liao dgn 13 prajurit elitnya yang tersisa lewat, dan karena Guan Yu sangat mengenal Zhang Liao dan sudah menganggapnya teman baik maka dia dibiarkan lewat.

Setelah lolos dari bahaya, Cao-Cao segera keluar dari lembah itu. Ketika dia berbalik dia hanya melihat 47 orang berkuda saja yang masih mengikutinya dibelakang. Malampun tiba, mereka akhirnya sampai ke daerah Jiang Ling dan tiba-tiba ada pasukan lagi yang muncul yang disangkanya sebagai musuh.

Cao-Cao berpikir bahwa hidupnya akan segera berakhir, tetapi ternyata yang datang adalah pasukannya dan dia kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.

Cao Ren adalah pemimpin pasukan yang baru tiba itu, dia membawa 10.000 prajurit terbaiknya datang untuk membantu, "Aku mendengar kekalahanmu, tuanku, tetapi aku khawatir untuk keluar terlalu jauh dari kota, jika tidak aku pasti akan membantumu dengan pasukanku."

"Aku berpikir tidak akan pernah dapat melihatmu lagi." Kata Cao-Cao dengan tersenyum bahagia.

Mereka semua akhirya dapat beristirahat dikota itu, Dimana Zhang Liao akhirya juga sampai disana. Dia juga memuji kebesaran dan kebaikan hati Guan Yu.

Ketika Cao-Cao telah mengumpulkan kembali para prajurit dan pejabat-pejabatnya yang teruka, dia menemukan bahwa hampir seluruhnya terluka dan dia memerintahkan mereka istriahat. Cao Ren membawakan arak untuk menghibur hati tuannya.

Dan ketika Cao-Cao sudah mabuk, dia menjadi sangat sedih.

Bawahannya berkata, "Tuan Perdana menteri, Ketika kau berada di mulut macan dan mencoba untuk lolos, kau tidak menampakan kesedihan. Sekarang kau sudah aman berada didalam kota, dimana kau memiliki makanan dan kuda-kuda dapat beristirahat, dimana yang perlu kau lakukan hanya bersiap untuk membalaskan dendam kekalahan ini, dan tiba-tiba sekarang kau menangis dan bersedih, kenapa ?"

Jawab Cao-Cao, "Aku teringat temanku Guo Jia. Jika saja dia masih hidup, dia tidak akan membiarkan aku mengalami kekalahan ini."

Lalu Cao-Cao kembali menangis dan berkata, "Aku bersedih karena Guo Jia !"

Hal itu membuat para penasehatnya malu, yang semuanya sekarang terdiam.

Keesokan harinya dia memanggil Cao Ren, "Aku akan pergi ke ibu kota dan menyiapkan pasukan lagi untuk membalas dendam. Kau harus menjaga daerah ini dan jika keadaan gawat, aku meninggalkan sebuah rencana. Kau hanya boleh membukanya jika keadaan memaksa dan tidak ada jalan lain, Kau harus bertindak seperti yang tertulis didalam surat ini. Tanah selatan tidak akan berani melihat kearah sini jika kau mengikutinya."

"Lalu siapakan yang menjaga He Fei dan Xiang Yang ?"

"Jiang Zhou adalah yang paling penting untuk kau perhatikan, Xiahou Dun menjaga Xiang Yang dan He Fei akan dijaga oleh Zhang Liao yang akan dibantu Li Dian dan Yue Jing. Jika kau kau mengalami kesulitan, kirimkam utusan segera menemuiku."

Setelah membuat pengaturan ini, Cao-Cao segera pergi dengan para penasehatnya menuju ibu kota.

Cao Ren menempatkan Cao Hong menjaga Yi Ling dan Jiang Ling.

Dari 830.000 prajurit yang dibawa Cao-Cao dari utara menuju selatan, hanya tersisa 125.000 prajurit yang berhasil selamat dan lebih dari 1/2nya mengalami luka berat dan tidak dapat bertugas kembali. 7.000 kapal perang yang dibuat Cao-Cao selama 4 tahun hampir seluruhnya musnah dan hanya tersisa beberapa puluh kapal saja.

Setelah membiarkan Cao-Cao lolos, Guan Yu lalu kembali ke markas besarnya. Pada saat ini pasukan yang lain telah kembali membawa berbagai pampasan perang seperti, kuda, emas, sutera, pakain perang dan lain2x serta tawanan tentara. Hanya Guan Yu yang kembali tanpa membawa apapun juga. Ketika dia tiba, Zhuge Liang dengan kakaknya menyalaminya atas kesuksesannya. Ketika Guan Yu dilaporkan datang, Zhuge Liang berdiri dan pergi menyambutnya serta membawa secangkir arak.

"Berbahagialah jenderal !! Kau telah melakukan jasa yang besar sekali dan melebihi apapun didunia ini. Kau telah melenyapkan musuh utama kekaisaran dan seharusnya kami semua menemuimu dan menyambutmu ketika kau masih dalam perjalanan."

Guan Yu hanya terdiam saja dan Zhuge Liang melanjutkan, "Aku harap kau tidak marah karena kami tidak menyambutmu dijalan dan itu membuatmu sekarang tampak sedih."

Lalu Zhuge Liang memanggil pengawalnya dan memarahinya, "Kenapa kau tidak katakan kalau Jenderal Guan Yu akan datang sehingga aku dapat menyambutnya !!!"

Pengawal itu hanya dapat terdiam tidak dapat berkata apa-apa.

Guan Yu yang tidak enak hati karena melihat pengawal itu dimarahi lalu berkata, "Aku datang kemari untuk menerima kematian." Kata Guan Yu.

"Tentunya Cao-Cao melewati lembah itu bukan ?"

"Ya, Dia lewat sana, tetapi aku melepaskannya karena kasihan."

"Lalu siapakan yang kau tangkap ?"

"Tidak ada."

"Oh, Apa kau mendapatkan kuda-kuda mereka ?"

"Tidak ada."

"Mungkin senjata dan perlengkapan perang mereka ?"

"Tidak sama sekali."

"Bendera, genderang atau panji2x perang meraka ?"

"Aku tidak bertempur, dan hanya membiarkan dia lewat begitu saja. Karena Tuan Perdana menteri pernah begitu baik padaku, Aku sungguh menyesal."

"Artinya kau mengingat kebaikan Cao-Cao dan membiarkan dia lolos. Tetapi kau telah menyetujui tugas ini dan kau menuliskannya dikertas ini dengan tanganmu sendiri. Kau harus menerima hukumannya akibat melanggar hukum militer." kata Zhuge Liang berpura-pura marah.

Zhuge Liang langsung membuang arak itu ketanah, dia lalu mengebrak meja dan berteriak ,"Pengawal, Seret Jenderal Guan Yu keluar dan Penggal kepalanya !!!"

Para Pengawalnya segera membawa tali lalu mengikat Guan Yu yang tidak melawan serta mau menyeretnya keluar. Diwajah Guan Yu hanya terlihat kepasrahan saja dan dia sangat sedih.

Tapi disaat itu ada yang menghalangi.

0 Response to "BAB 41 - BAB 50"

Poskan Komentar

Powered by Blogger